Anda di halaman 1dari 13

Prakbm Nama : Ira Rubiyanti

INSTALASI WAN Kelas : 3 TKJ A


Sistem Komunikasi Satelit
Pemateri : Pak Yogas
SMKN 1 CIMHAI
Pak Rudi

I. Pengertian

Satelit adalah benda yang mengorbit benda lain dengan periode revolusi dan rotasi
tertentu.

II. Jenis Satelit

1. Satelit Alami adalah benda-benda luar angkasa bukan buatan manusia yang
mengorbit sebuah planet atau benda lain yang lebih besar daripada dirinya, seperti
misalnya, Bulan adalah satelit alami Bumi.
2. Satelit Buatan adalah benda buatan manusia yang beredar mengelilingi benda
lain, misalnya satelit Palapa yang mengelilingi Bumi.
3. Satelit Komunikasi adalah sebuah satelit buatan yang ditempatkan di angkasa
dengan tujuan telekomunikasi. Satelit komunikasi modern menggunakan orbit
geosynchronous, orbit Molniya atau orbit Bumi rendah.
4. Untuk pelayanan tetap, satelit komunikasi menyediakan sebuah teknologi
tambahan bagi kabel komunikasi kapal selam optik fiber. Untuk aplikasi bergerak,
seperti komunikasi ke kapal laut dan pesawat terbang di mana aplikasi teknologi
lain seperti kabel, tidak praktis atau tidak mungkin digunakan

III. Alokasi Frekuensi untuk layanan Satelit

Pengalokasian frekuensi untuk layanan satelit adalah proses yang sangat kompleks
yang membutuhkan koordinasi dan perencanaan tingkat internasional.
Beberapa layanan satelit adalah sebagai berikut:

a. Fixed Satellite Service (FSS)


FSS menyediakan link untuk jaringan telepon dan juga untuk pentransmisian
sinyal televisi ke perusahaan tv kabel, untuk kemudian didistribusikan melalui
jaringan kabel. Contoh FSS: DTH (Direct To Home), akses internet, video
conferencing, satelit new gathering (SNG), frame relay, Digital Audio
broadcasting (DAB). Keunggulannya yaitu, tidak tergantung pada jarak, dapat
menyediakan layanan untuk cakupan semua wilayah.

b. Broadcasting Satellite Service (BSS)


BSS diperuntukkan untuk broadcast langsung ke rumah-rumahmasyarakat
sehingga sering juga disebut DBS (Direct Broadcast Satellite).
c. Mobile Satellite Service
Mobile satellite service melayani komunikasi bergerak baik di daratan,

d. Meteorological Satellite Service


Meteorological service melayani riset dan layanan penyelamatan
(rescue). Tabel dibawah ini memperlihatkan frekuensi band yang sering
digunakan untuk layanan-layanan satelit. Huruf u pada Ku band berarti band
frekuensi dibawah K (u = under), sementara a pada Ka band berarti band
frekuensi diatas K (a = above). Ku band banyak dipakai untuk layanan direct
broadcast dan fixed satellite tertentu. C band digunakan untuk fixed satellite
dan tidak diperbolehkan dipakai untuk direct broadcast. VHF band digunakan
untuk layanan mobile dan navigational tertentu dan juga untuk data transfer
dari satelit cuaca. L band untuk layanan mobile dan navigational. Untuk
layanan fixed di band C, subrange yang paling banyak digunakan adalah 4–6
GHz. Frekuensi yang lebih tinggi hampir pasti dipakai untuk uplink menuju
satelit, alasannya akan diungkapkan pada bab selanjutnya.
Para praktisi sering menyebut C band sebagai 6/4 GHz, frekuensi uplink
disebutkan terlebih dahulu. Untuk layanan direct broadcast pada Ku band,
subrange yang paling banyak dipakai adalah 12–14 GHz, yang sering disebut
sebagai 14/12 GHz. Walaupun penetapan frekuensi dibuat sepresisi mungkin,
contohnya Ku band adalah 14.030 dan 11.730 MHz, tetapi pemakaian nilai
seperti dikemukakan diatas dalam perhitungan dapat dilakukan dengan hasil yang
cukup baik.

IV. Aplikasi dari Penggunaan Satelit


A. Tradisional

1. Satelit cuaca adalah satelit yang digunakan untuk mengamati cuaca dan iklim
Bumi. Satelit NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration)
digunakan untuk memantau keadaan bumi untuk keperluan hidrologi, oceanografi
dan meteorology, termasuk memantau kebakaran hutan. Satelit ini mempunyai
resolusi spatial 1100x1100m dengan liputan sangat luas. Satelit cuaca NIMBUS
mempunyai resolusi spatial 88x88m dengan kemampuan meliput areal seluas
1600 km. Satelit lainnya adalah Meteosat dan Himawari (resolusi spatial 8 x 8
km).
2. Satelit Televisi adalah sinyal televisi yang dipancarkan dengan cara yang mirip
seperti komunikasi satelit, serta bisa disamakan dengan televisi local dan televisi
kabel.
3. Di banyak tempat di bumi ini, layanan televisi satelit menambah sinyal lokal yang
kuno, menghasilkan jangkauan saluran dan layanan yang lebih luas, termasuk
untuk layanan berbayar. Radio satelit atau radio langganan adalah sebuah radio
digital yang menerima sinyal yang disiarkan oleh satelit komunikasi, yang
mencakup wilayah geografis yang lebih luas dari sinyal radio biasa. Radio satelit
berfungsi di tempat di mana ada garis pandang antara antena dengan satelit,
dengan syarat tak ada rintangan besar, seperti terowongan atau gedung. Pendengar
radio ini dapat mengikuti saluran tunggal tanpa melihat lokasi jangkauan. Karena
teknologi ini membutuhkan akses ke satelit komersial untuk penyebaran sinyal,
jasa radio satelit adalah sebuah bisnis komersial, yang menawarkan sebuah paket
saluran sebagai bagian dari jasa mereka, membutuhkan sebuah langganan dari
pengguna akhir untuk mengakses saluran. Sekarang ini, penyedia radio satelit
utama adalah WorldSpace (Intl.), XM Radio & Sirius Satellite Radio (A.S.).
Karena sinyalnya memiliki hak cipta dan tidak cocok satu sama lain, maka
membutuhkan peralatan khusus untuk dekoding dan pemutaran. Mereka
menawarkan saluran berita, cuaca, olah raga, dan musik.
4. Satelit navigasi adalah satelit yang menggunakan sinyal radio yang disalurkan ke
penerima di permukaan tanah untuk menentukan lokasi sebuah titik dipermukaan
bumi. Salah satu satelit navigasi yang sangat populer adalah GPS milik Amerika
Serikat. Selain itu, ada juga Glonass milik Rusia. Bila pandangan antara satelit
dan penerima di tanah tidak ada gangguan, maka dengan sebuah alat penerima
sinyal satelit (penerima GPS), bisa diperoleh data posisi di suatu tempat dengan
ketelitian beberapa meter dalam waktu nyata. Satelit ini berfungsi sebagai alat
penolong apabila kapal-kapal menemui kesukaran untuk menentukan posisinya
karena cuaca yang buruk atau kesukaran penglihatan (dalam daerah yang berkabut
tebal). Navigator yang mengalami kesulitan menghubungi satelit navigasi yang
mengorbit. Satelit juga akan menjawab melalui radio tentang posisi kapal,
sehingga navigator dapat mengetahui posisi kapal secara tepat.
5. Satelit mata-mata adalah satelit pengamat Bumi atau satelit komunikasi yang
digunakan untuk tujuan militer atau mata-mata terutama oleh USA dan Rusia.
Contoh satelit ini antara lain Vostok, Cosmos, Soyus, dll.

B. Telekomunikasi

1. Penghubung telepon global (Global tellecommunication connection) Jaringan telepon


global juga dikenal sebagai Jaringan Telepon Switch Publik (PPSTN adalah singkatan
dari Public Switched Telephone Network atau yang biasa disebut jaringan telpon tetap
(dengan kabel). PSTN secara umum diatur oleh standar-standar teknis yang dibuat oleh
ITU-T, dan menggunakan pengalamatan E.163 / E.164 (secara umum dikenal dengan
nomor telepon). Public Switched Telephone Network, PSTN ).
2. Penghubung komunikasi untuk di tempat terpencil. Satelit mampu menyediakan link
komunikasi sampai ke komunitas terpencil yang sulit dijangkau oleh sistem komunikasi
lain. Tentu saja, sinyal satelit tidak menghiraukan batasan wilayah politik, yang bisa
menjadi kelebihan ataupun kekurangan dari sistem komunikasi ini.
3. Global Mobile Communication (GSM) (singkatan bahasa Inggris: Global System for
Mobile Communications, GSM) adalah salah satu standar sistem komunikasi nirkabel
(wireless) yang bersifat terbuka. Telepon GSM digunakan oleh lebih dari satu milyar
orang di lebih dari 200 negara. Banyaknya standar GSM ini membuat roaming
internasional sangat umum dengan “persetujuan roaming” antar operator telepon
genggam. GSM berbeda banyak dengan teknologi sebelumnya dalam pensinyalan dan
“channel” pembicaraan adalah digital, yang berarti ia dipandang sebagai sistem telepon
genggam generasi kedua (2G). GSM merupakan sebuah standar terbuka yang sekarang
ini dikembangkan oleh 3GPP.
4. Bagian penting jaringan Global (fiber optic) Internet jaringan yang terjalin bersifat global
tanpa mengenal ruang, waktu, dan birokrasi, dimana akses data dan informasi melampaui
batas-batas negara dan protokoler. Hampir seluruh kebutuhan informasi tersedia di
internet dengan jangkauan global tanpa batas-batas negara. Akses di internet tidak
dibatasi dengan waktu dan kecepatan pencarian informasi dengan internet jauh lebih
cepat dibandingkan dengan pencarian secara manual. Dalam dunia internet komunikasi
dengan pengguna di belahan dunia, dapat anda lakukan tanpa batas ruang dan waktu.
5. Sistem satelit untuk memperluas sistem telepon seluler
Sekarang ini, hanya 15% dari daratan dunia terlayani oleh selular atau teresterial telefon,
sehingga satelit menjadi satu-satunya alternatif bila kabel atau selular tidak tersedia.
6. Akses internet melalui satelit
Jenis teknologi satelit telah digunakan untuk aplikasi akses Internet, seperti DirectPC di
Amerika, Jepang, Kanada, dan beberapa negara di Eropa. Kecepatan akses Internet dapat
menggunakan kecepatan yang bervariasi antara 64 Kbps sampai 400 Kbps untuk
keperluan down-loading dengan asymmetric IP traffic: transaksi atau file.
7. Satelit Direct to Home (DTH)
Menggunakan teknologi Direct To Home (DTH) sebagai infrastruktur TV
Link untuk mengirimkan beratus-ratus program langsung ke rumah-rumah
melalui jaringan satelit.
8. Satelit Video Conferencing
Video conferencing adalah penggunaan peralatan audio dan video untuk
menyelenggarakan konferensi dengan orang-orang yang berada pada
lokasi berbeda. Sistem pelayanan ini sekarang masih digunakan hanya
untuk tingkat yang masih terbatas. Para pengguna saat ini adalah sektorsektor
bisnis dan industri seperti institusi finansial. Sistem satelit
multimedia merupakan infrastruktur yang sangat cocok untuk video
conferencing dibanding dengan jaringan lain karena tingkat
fleksibilitasnya dan kemudahannya untuk dipasang di manapun.
9. Satellite News Gathering (SNG)
Pelayanan SNG menjadi jenis pelayanan yang populer diantara yang
ditawarkan oleh operator-operator satelit. Pelayanan SNG ini menyediakan
kepada para pelanggannya, seperti perusahaan-perusahaan penyiaran TV,
pemerintah, untuk memiliki kemampuan yang mobile dalam meliput
program-program outdoor dan siaran langsung TV (acara berita dan
olahraga) maupun untuk memanfaatkan fasilitas-fasilitas komunikasi pada
kondisi bencana atau darurat. Dalam mengirimkan pelayanan-pelayanan
SNG, operator-operator satelit dengan cara sederhana menyediakan stasiun
bumi portable atau mobile dengan kemampuan sistem audio, percakapan
telepon dan video. Satelit-satelit dengan frekuensi-frekuensi pita Ku atau
Ka memiliki karakteristik yang fleksibel dan portabel disebabkan karena
ukuran terminal VSAT mobile nya relatif kecil dan sederhana.
V. Keunggulan dan Kelemahan Komunikasi Satelit

Keunggulan dari penggunaan komunikasi satelit diantaranya:


1. Cakupan yang luas, satu Negara, region, ataupun satu benua
2. Bandwidth yang tersedia cukup lebar
3. Independen dan infrastuktur terrestrial
4. Instalasi jaringan segmen Bumi yang sangat cepat
5. Biaya relatif rendah per site
6. Karakteristik layanan yang seragam
7. Layanan total hanya dari satu provider
8. Layanan mobile/wireless yang independen terhadap lokasi

Kelemahan Komunikasi satelit diantaranya:

1. Delay propagasi besar


2. Rentan terhadap pengaruh atmosfir
3. Up Front Cost tinggi, contoh untuk satelit GEO: Spacecraft, Ground
Segment & Launch = US $ 200 juta, Asuransi: $ 50 juta
4. Distance Insensitive, artinya biaya yang diperlukan hampir sama untuk membuat
suatu link komunikasi satelit jarak dekat dan link komunikasi satelit jarak jauh.
Jadi, sistem komunikasi satelit ekonomis hanya jika sistem ini digunakan
kontinyu dalam waktu yang lama dan meng-handle banyak user.

VI. Interferensi Pada Sistem Satelit

Interferensi pada sistem transmisi satelit dapat disebabkan oleh banyak sumber,
yaitu:
1. Sistem satelit terdekat Apabila SB penerima memiliki antena dengan pattern receive
yang buruk, artinya gain side-lobenya cukup besar (tinggi), maka sinyal down-link yang
berasal dari satelit lain akan diterima juga oleh SB penerima sebagai sinyal interferensi.
2. SB pemancar (Up-link) Sinyal interferensi timbul disebabkan oleh SB pemancar dari
satelit lain. Apabila SB pemancar tersebut memiliki antenna dengan pattern side-lobe
dengan gain yang cukup besar, maka carrier pada arah side-lobe juga memiliki daya
yang cukup tinggi untuk mengganggu sistem satelit.
3. Intermodulasi kanal terdekat Satu transponder dibebani atau dioperasikan untuk multi
carrier seperti sistem FDMA atau 2T ½, maka carrier-carrier tersebut akan
menimbulkan sinyal termodulasi pada transponder tersebut dan transponder dikanan-
kirinya. Walaupun pada output multiplexer transponder sudah dilengkapi filter yang akan
mem-filter sinyal intermodulasi, tetapi energi yang ditimbulkan akan tetap melebar
ditransponder kanan-kirinya.
4. Interferensi dari sistem terresterial. Sistem terresterial beroperasi pada frekuensi band
yang sarna dengan sistem frekuensi pada Satelit Palapa, yaitu C-band 6/4 Ghz.
5. Cross Polarisasi Antena
Sistem satelit Palapa, alokasi transponder menggunakan sistem polarisasi
ganda (polarisasi ortogonal), yaitu polarisasi Vertikal dan polarisasi
Horizontal. Pada sistem Ku-band, cross-polarisasi lebih banyak
disebabkan oleh pengaruh butiran air hujan yang dapat mengubah
polarisasi sinyal. Sedangkan pada C-band terjadinya cross-polarisasi lebih
banyak disebabkan oleh jeleknya isolasi antara polarisasi Vertikal dan
horizontal pada sistem feed-horn antena. Isolasi cross-poll yang diijinkan
adalah >30 dB.
6. Sistem lainnya
Sebagai contoh adalah interferensi dari sinyal liar yang ditimbulkan oleh
sistem pembakaran motor dua tak yang tidak sempurna, yaitu dapat
mengganggu pada sistem digital dimana carriernya kecil. Contoh lainnya
adalah terganggunya/lenyapnya sinyal sinkronisasi pada sistem TDMA
yang mengakibatkan terganggunya sistem secara keseluruhan.

VII. Orbit

Dalam fisika, suatu orbit adalah jalan yang dilalui oleh objek, di sekitar
objek lainnya, di dalam pengaruh dari gaya tertentu. Orbit pertama kali dianalisa
secara matematis oleh Johannes Kepler yang merumuskan hasil perhitungannya
dalam hukum gerakan planet Kepler. Dia menemukan bahwa orbit dari planet
dalam tata surya kita adalah berbentuk elips dan bukan lingkaran atau episiklus
seperti yang semula dipercaya.

VIII. Macam–Macam Orbit Satelit

Banyak satelit dikategorikan atas ketinggian orbitnya, meskipun sebuah satelit bisa mengorbit
dengan ketinggian berapa pun.
Orbit Rendah (Low Earth Orbit, LEO): 300 - 1500km di atas permukaan
bumi.
a. Orbit Menengah (Medium Earth Orbit, MEO): 1500 - 36000 km.
b. Orbit Geostasioner (Geostationary Orbit, GEO): 35790 km di atas permukaan Bumi.
c. Orbit Tinggi (High Earth Orbit, HEO): di atas 36000 km.

Orbit berikut adalah orbit khusus yang juga digunakan untuk


mengkategorikan satelit, diantaranya:
a. Orbit Molniya, orbit satelit dengan periode orbit 12 jam dan inklinasi sekitar 63°.
b. Orbit Sunsynchronous, orbit satelit dengan inklinasi dan tinggi tertentu yang selalu
melintas ekuator pada jam lokal yang sama.
c. Orbit Polar, orbit satelit yang melintasi kutub.
IX. Satelit Geostasioner

Orbit Geostasioner adalah orbit geosinkron yang berada tepat di atas


ekuator Bumi (0° lintang), dengan eksentrisitas orbital sama dengan nol. Dari
permukaan Bumi, objek yang berada di orbit geostasioner akan tampak diam
(tidak bergerak) di angkasa karena periode orbit objek tersebut mengelilingi Bumi
sama dengan periode rotasi Bumi. Orbit ini sangat diminati oleh operator-operator
satelit buatan (termasuk satelit komunikasi dan televisi). Karena letaknya konstan
pada lintang 0°, lokasi satelit hanya dibedakan oleh letaknya di bujur Bumi.
Orbit geosinkron (GEO, Geosynchronous Earth Orbit) berada pada ketinggian
36.000 km. Periode orbitnya 24 jam, sama dengan orbit Bumi mengelilingi
Matahari. Satelit telekomunikasi dan pengamat cuaca umumnya ada di sini. Satelit
GEO dengan inklinasi (sudut kemiringan terhadap bidang ekuator) nol derajat dan
dikontrol terus (seperti pada satelit telekomunikasi) bisa berada pada titik stasioner, sehingga
orbitnya disebut geostationer orbit (GSO).

Keuntungan dari GEO diantaranya

a. Bandwidth lebar. Satelit yang beroperasi pada frekuensi Ka-band (20-30 GHz) akan
dapat menyalurkan troughput dalam orde giga bit per detik.
b. Relatif murah. Sistem satelit relatif lebih murah karena tidak ada biaya penggelaran dan
satu satelit dapat mengcover daerah yang luas.
c. Topologi network sederhana. Dibandingkan dengan model interkoneksi mesh pada
network terestial, satelit GEO memiliki konfigurasi yang lebih sederhana.
d. Dengan topologi sederhana maka performasi network lebih mudah dikendalikan.

Disamping itu, ada beberapa kerugiannya, yaitu:


a. Satelit GEO memerlukan power yang lebih besar untuk hand set. Hal ini membuat hand
set menjadi lebih besar dan mengurangi umur baterai.
b. Delay tetap yang dapat dirasakan oleh user. Biasanya, delaynya ¼ detik, tetapi dapat
lebih lama. Pada telfon selular, delay lebih besar dari ¼ detik tidak dapat diterima.
Terjadinya interferensi dan atau koneksi yang tidak teratur disebabkan adanya salju,
hujan, dan bentuk lain gangguan cuaca.

X. LEO System

Orbit bumi rendah (Low Earth Orbit, LEO) adalah sebuah orbit sekitar
Bumi antara atmosfer dan sabuk radiasi Van Allen, dengan sebuah sudut inklinasi
rendah. Batasan ini tidak didefinisikan secara pasti, tetapi biasanya sekitar 300-
1500 km. Orbit ini biasanya berada di bawah intermediate circular orbit (ICO)
dan jauh di bawah orbit geostationary. Orbit lebih rendah dari sini tidak stabil dan
akan turun secara cepat karena gesekan atmosfer. Orbit yang lebih tinggi dari
orbit ini merupakan subyek dari kegagalan elektronik awal karena radiasi yang
kuat dan pengumpulan muatan. Orbit dengan sebuah sudut inklinasi yang lebih
tinggi biasanya disebut orbit polar.
Objek di orbit Bumi rendah bertemu gas atmosfer di thermosphere (sekitar
80-500 km di atas) atau exosphere (kira-kira 500 km ke atas), tergantung dari
ketinggian orbit. Kebanyakan penerbangan angkasa berawak telah berada di LEO,
termasuk seluruh space shuttle dan bermacam misi stasiun angkasa, satu pengecualian adalah
tes penerbangan suborbital seperti Proyek Mercury awal dan
penerbangan SpaceShipOne (yang tidak ditujukan mencapai LEO), dan misi
Proyek Apollo ke Bulan (yang melewati LEO).
Dari segi penggunaannya, sistem-sistem LEO dapat dibagi dalam dua
sistem, yaitu:
a. Sistem yang dapat beroperasi dengan mem”bypass” jaringan telekom yang ada. Dalam
group ini hanya IRIDIUM yang baru dapat digolongkan kedalamnya.
b. Sistem yang bekerja melalui jaringan telekom yang ada. Sehingga dapat dianggap
sebagai perluasan sistem-sistem Cellular ataupun jaringan telekom yang ada.

XI. MEO System

Benda yang berada di orbit menengah (MEO, Medium Earth Orbit) berada
pada ketinggian 5.500-36.000 km. Sistem satelit navigasi GPS (global positioning
system) milik Amerika Serikat dan GLONASS (global navigation satellite
system) milik Rusia menempati orbit menengah ini, sekitar 18.000-20.000 km dari
Bumi.

XII. Rumus LFS

LFS = 32,4 + 20 log f + 20 log d


Untuk Uplink:
f = 6 GHz
d = 35.900 Km
LFS = 199 dB
Untuk Downlink:
f = 4 GHz
d = 35.900 Km
LFS = 196 dB

XIII. Mobile Satelitte

Kerangka Mobile Satellite


1. Antena dengan banyak tiang (Multi bea L- band antenna)
2. Antena dengan tiang pengisi (feeder link antennas)
3. Proccesor untuk:
- Band allocation
- Signal Routing
- Bandwidth Compaction
- Demodulation/Remodulation
- Channel Compaction (DSI)

Empat Elemen Utama Mobile satelite


1. Satelit
2. Network Management Center (NMC)
3. Gateways and Base Station
4. Advancer User Terminals

Empat Ukuran Kekuatan Penerimaan


1. Kekuatan pengiriman, jika semakin kuat pengiriman, maka penerimaan semakin kuat.
2. Daya Jangkau antena pengirim, Semakin kuat daya jangkau, maka semakin luas daya
penerimaan.
3. Jarak diantara pengirim dan penerima. Semakin jauh, maka jarak penerimaan semakin
kecil.
4. Daya jangkau antena penerima. Daya jangkau antena penerima besar, maka kekuatan
penerima besar.

XIV. VSAT (Very Small Aperture Terminal)

VSAT kependekan dari Very Small Aperture Terminal, sebuah terminal yang digunakan dalam
komunikasi data satelit, suara dan sinyal video, tidak termasuk broadcast televisi. VSAT terdiri
dari dua bagian, sebuah transceiver yang ditempatkan di luar (out doors) yang dapat langsung
terjangkau oleh satelit dan sebuah alat yang di tempatkan di dalam ruangan yang
menghubungkan transceiver dengan alat komunikasi para pengguna, PC misalnya. Transceiver
menerima dan mengirim sinyal ke transponder satelit di langit. Satelit mengirim dan menerima
sinyal dari sebuah ground station komputer yang berfungsi sebagai hub untuk sistem tersebut.
Masing-masing komputer pengguna terhubungkan oleh hub ke satelit, membentuk sebuah
topologi bintang (star topology). Hub tersebut mengatur keseluruhan operasional network. Agar
sebuah komputer pengguna dapat melakukan komunikasi dengan lainnya, transmisinya harus
terhubung dengan hub yang kemudian mentransmisikan kembali ke satelit, setelah itu baru
dikomunikasikan dengan komputer pengguna VSAT yang lain. Sistem ini mengadopsi teknologi
TDM dan TDMA. Umumnya konfigurasi VSAT adalah seperti bintang.

Keuntungan dengan VSAT diantaranya:


1. Koneksi dimana saja.
2. Tidak perlu LOS dan tidak ada masalah dengan jarak. Jangkauan cakupannya yang
luas, baik nasional, regional maupun global.
3. Pembangunan infrastrukturnya relatif cepat untuk daerah yang luas, dibanding
teresterial.
4. Komunikasi dapat dilakukan baik titik ke titik maupun dari satu titik ke banyak titik
secara broadcasting, multicasting.
5. Kecepatan bit akses tinggi dan bandwidth lebar.
6. VSAT bisa dipasang dimana saja selama masuk dalam jangkauan satelit, handal dan
bisa digunakan untuk koneksi voice, video dan data, dengan menyediakan bandwidth
yang lebar.
7. Jika ke internet jaringan akses langsung ke ISP router dengan keandalannya
mendekati 100% .
8. Sangat baik untuk daerah yang kepadatan penduduknya jarang dan belum mempunyai
infrastuktur telekomunikasi.
9. Harga relatif mahal karena menyewa dengan sebuah provider.

Kerugian VSAT yaitu untuk melewatkan sinyal TCP/IP, besarnya throughput akan terbatasi
karena delay propagasi satelit geostasioner. Kini berbagai teknik protokol link sudah
dikembangkan sehingga dapat mengatasi problem tersebut. Diantaranya penggunaan:
1. Forward Error
2. Correction yang menjamin kecilnya kemungkinan pengiriman ulang.
3. Waktu yang dibutuhkan dari satu titik di atas bumi ke titik lainnya melalui satelit
adalah sekitar 700 milisecond, sementara leased line hanya memerlukan waktu
sekitar 40 milisecond. Hal ini disebabkan oleh jarak yang harus ditempuh oleh data,
yaitu dari bumi ke satelit dan kembali ke bumi. Satelit geostasioner sendiri
berketinggian sekitar 36.000 kilometer di atas permukaan bumi.
4. Curah Hujan yang tinggi, Semakin tinggi frekuensi sinyal yang dipakai, maka akan
semakin tinggi redaman karena curah hujan. Saat ini band frekuensi yang banyak
dipakai untuk aplikasi broadcasting adalah S-band, C-Band dan Ku-Band. Untuk
daerah seperti Indonesia dengan curah hujan yang tinggi penggunaan Ku-band akan
sangat mengurangi availability link satelit yang diharapkan. Sedangkan untuk daerah
daerah sub tropis dengan curah hujan yang rendah, penggunaan Ku-Band akan sangat
baik. Pemilihan frekuensi ini akan berpengaruh terhadap ukuran terminal yang akan
dipakai oleh masing masing pelanggan.
5. Rawan sambaran petir gledek Sun Outage, Sun outage adalah kondisi yang terjadi
pada saat bumi-satelit-matahari berada dalam satu garis lurus. Satelit yang mengorbit
bumi secara geostasioner pada garis orbit geosynchronous berada di garis equator
atau khatulistiwa (di ketinggian 36.000 Km) secara tetap dan mengalami dua kali sun
outage setiap tahunnya. Energi thermal yang dipancarkan matahari pada saat sun
outage mengakibatkan interferensi sesaat pada semua sinyal satelit, sehingga satelit
mengalami kehilangan komunikasi dengan stasiun bumi, baik headend / teleport
maupun ground-segment biasa.
6. Debu Meteroit, Seringkali menembakan gas hydrazine (H2Z) agar rotasi satelit stabil
di orbit, satelit perlu beberapa kali di kalibrasi agar tetap pada orbitnya.
Perangkat yang digunakan

Antena Parabola
o Ukuran Antena Parabola untuk Pulau Jawa kita rekomendasikan menggunakan :
 6 Feet jenis Solid
 9 Feet atau lebih besar jenis Mesh
LNBF (Low Noise Block Fedhorn) atau sering disebut LNB dan ada 2 jenis yaitu :
o LNB KU-BAND
o LNB C-BAND
o LNB yang kita gunakan C-BAND (untuk SEA-EDUNET SEAMOLEC)
Modem VSAT IP C-BAND
o IDU HN7700S Hughes Network system
Kabel
o Menggunakan jenis RG 6 U atau kabel coaxial high quality (mirim kabel antena
TV)
Konektor
o BNC 2 unit

ALAT-ALAT PENDUKUNG

GPS dengan fasilitas magnetik kompas


Inclino meter
Kompas (optional kalau udah ada GPS dengan magnetik kompas)
Tools Kunci Set
Kunci Inggris
Tang Lancip
Tang Kombinasi
Toolsheet

TOPOLOGI VSAT IP
Konfigurasi VSAT IP dengan Satelit Telkom

MULTICAST VIA SATELIT

Konfigurasi Multicast via Satelit

Konfigurasi Hughes Multicast SEAMOLEC

Konfigurasi Perangkat VSAT IP untuk Multicast SEAMOLEC


XV. Topologi

Jaringan yang lingkupnya biasanya sudah menggunakan sarana Satelit ataupun kabel bawah
laut sebagai contoh keseluruhan jaringan BANK BNI yang ada di Indonesia ataupun yang ada
di Negara-negara lain. Menggunakan sarana WAN, Sebuah Bank yang ada di Bandung bisa
menghubungi kantor cabangnya yang ada di Hongkong, hanya dalam beberapa menit.
Biasanya WAN agak rumit dan sangat kompleks, menggunakan banyak sarana untuk
menghubungkan antara LAN dan WAN ke dalam Komunikasi Global seperti Internet.

Sumber :

http://www.scribd.com/doc/34050648/Sistem-Komunikasi-Satelit

http://muhtadizubeir.wordpress.com/2008/07/29/teknologi-sea-edunet-seamolec-untuk-mitra-seamolec/

http://soulmaterollink.wordpress.com/jaringan-komputernetworking/