Anda di halaman 1dari 2

1.

Pengantar Subyek HI
Kompetensi: Mahasiswa harus mampu menjelaskan mengenai:
a. Pengertian subyek HI
b. Kemampuan hukum (international legal personality):
(1). Elemen-elemen dari international legal personality

2. Jenis-jenis Subyek HI

2.1. Negara.
Kompetensi: Mahasiswa harus mampu menjelaskan mengenai:
(a). Hakekat negara menurut HI
(b). Bentuk-bentuk negara
(c). Doktrin-doktrin tentang negara:
(1). hak dan kewajiban dasar negara;
(2). persamaan derajat antarnegara.
(d). hak menentukan nasib sendiri (self-determination)
(e). Pembuktian negara sebagai subyek HI berdasarkan elemen-elemennya

2.2. Organisasi Internasional (OI)


Kompetensi: Mahasiswa harus mampu menjelaskan mengenai:
(a). Reparation of injuries Case (diakuinya OI sebagai subyek HI)
(b). Klasifikasi OI dan contohnya
(c). Penjelasan PBB secara umum
(d). Pembuktian OI sebagai subyek HI berdasarkan elemen-elemennya

2.3. Takhta Suci (Vatikan)


Kompetensi: Mahasiswa harus mampu menjelaskan mengenai:
(a). Landasan yuridis berdirinya Takhta Suci (Lateran Treaty 1929)
(b). Pembuktian Takhta Suci sebagai subyek HI berdasarkan elemen-elemennya

2.4. Komite Internasional Palang Merah (ICRC)


Kompetensi: Mahasiswa harus mampu menjelaskan mengenai:
(a). Pembuktian ICRC sebagai subyek HI berdasarkan elemen-elemennya

2.5. Individu
Kompetensi: Mahasiswa harus mampu menjelaskan mengenai:
(a). Status individu dalam Mahkamah Penjahat Perang Nuremberg dan Tokyo 1945, berdasarkan Genocide
Convention 1948
(b). Status individu dalam Pengadilan HAM Eropa, berdasarkan European Human Rights Convention 1958
(c). Pembuktian individu sebagai subyek HI berdasarkan elemen-elemennya

2.6. Pemberontak (insurgency) dan Pihak dalam Sengketa (Belligerent)


Kompetensi: Mahasiswa harus mampu menjelaskan mengenai:
(a). Pengertian insurgent dan belligerent
(b). Pembuktian insurgent dan belligerent sebagai subyek HI berdasarkan elemen-elemennya.

[4] Boer Mauna, Hukum Internasional Pengertian Peranan dan Fungsi dalam Era Dinamika Global, Penerbit Alumni,
Bandung, 2003, hlm. 58.
[5] Ibid.

[6] Peter Malanczuk, op.cit., hlm. 92.

[7] Sri Setianingsih Suwardi, Hukum Organisasi Internasional, UI Press, Jakarta, 2004, hlm.3

[8] Peter Malanczuk, op.cit., hlm.22.

[9] Sumaryo Suryokusumo, Organisasi Internasional, UI Press, Jakarta, 1987, hlm.1

[10] Sumaryo Suryokusumo, Hukum Organisasi Internasional, UI Press, Jakarta, 1990, hlm. 11.

13] Ibid., hlm. 121.

[14] International Court of Justice Case Summaries, Reparation for Injuries Suffered in the Services of the United
Nations.

[15] Sumaryo Suryokusumo, op.cit., hlm.127

[16] Ibid, hlm. 128.

[17] Ibid.

Anda mungkin juga menyukai