Kesultanan Demak

Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Kesultanan Demak, adalah kesultanan Islam pertama di Jawa yang didirikan oleh Raden Patah pada tahun 1478. Kesultanan ini sebelumnya merupakan bagian dari kerajaan Majapahit, dan kesultanan ini merupakan pelopor penyebaran agama Islam di pulau Jawa dan Indonesia pada umumnya. Kesultanan Demak mengalami kemunduran karena terjadi perebutan kekuasaan antar kerabat kerajaan. Pada tahun 1568, kekuasaan Kesultanan Demak beralih ke Kesultanan Pajang yang didirikan oleh Jaka Tingkir. Salah satu peninggalan bersejarah Kesultanan Demak ialah Mesjid Agung Demak, yang diperkirakan didirikan oleh para Walisongo. Lokasi ibukota Kesultanan Demak saat ini telah menjadi kota Demak di Jawa Tengah. [sunting]

Cikal-bakal Demak

Pada saat kerajaan Majapahit mengalami masa surut, secara praktis wilayahwilayah kekuasaannya mulai memisahkan diri. Wilayah-wilayah yang terbagi menjadi kadipaten-kadipaten tersebut saling serang, saling mengklaim sebagai pewaris tahta Majapahit. Pada masa itu arus kekuasaan mengerucut pada dua adipati, yaitu Raden Patah dan Ki Ageng Pengging. Sementara Raden Patah mendapat dukungan dari Walisongo, Ki Ageng Pengging mendapat dukungan dari Syech Siti Jenar. [sunting]

Demak di bawah Pati Unus

Artikel utama: Invasi Kesultanan Demak ke Malaka Demak di bawah Pati Unus adalah Demak yang berwawasan nusantara. Visi besarnya adalah menjadikan Demak sebagai kesultanan maritim yang besar. Pada masa kepemimpinannya, Demak merasa terancam dengan pendudukan Portugis di Malaka. Dengan adanya Portugis di Malaka, kehancuran pelabuhan-pelabuhan Nusantara tinggal menunggu waktu. [sunting]

Demak di bawah Sultan Trenggono

Sultan Trenggono berjasa atas penyebaran Islam di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Di bawah Sultan Trenggono, Demak mulai menguasai daerah-daerah Jawa lainnya seperti merebut Sunda Kelapa dari Pajajaran serta menghalau tentara Portugis yang akan mendarat di sana (1527), Tuban (1527), Madiun (1529), Surabaya dan

Pasuruan (1527), Malang (1545), dan Blambangan, kerajaan Hindu terakhir di ujung timur pulau Jawa (1527, 1546). Panglima perang Demak waktu itu adalah Fatahillah, pemuda asal Pasai (Sumatera), yang juga menjadi menantu Sultan Trenggono. Sultan Trenggono meninggal pada tahun 1546 dalam sebuah pertempuran menaklukkan Pasuruan, dan kemudian digantikan oleh Sunan Prawoto [sunting]

Kemunduran Demak

Suksesi ke tangan Sunan Prawoto tidak berlangsung mulus. Ia ditentang oleh adik Sultan Trenggono, yaitu Pangeran Sekar Seda Lepen. Pangeran Sekar Seda Lepen akhirnya terbunuh. Pada tahun 1561 Sunan Prawoto beserta keluarganya "dihabisi" oleh suruhan Arya Penangsang, putera Pangeran Sekar Seda Lepen. Arya Penangsang kemudian menjadi penguasa tahta Demak. Suruhan Arya Penangsang juga membunuh Pangeran Hadiri adipati Jepara, dan hal ini menyebabkan banyak adipati memusuhi Arya Penangsang. Arya Penangsang akhirnya berhasil dibunuh dalam peperangan oleh pasukan Joko Tingkir, menantu Sunan Prawoto. Joko Tingkir memindahkan istana Demak ke Pajang, dan di sana ia mendirikan Kesultanan Pajang. [sunting]

Lihat pula

Kesultanan Pajang Walisongo

Raden Patah
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Raden Patah (bergelar Alam Akbar Al Fattah), adalah pendiri Kesultanan Demak, pada tahun 1478. Ia sebenarnya adalah putra raja Majapahit Brawijaya V. Ibunya, ada yang mengatakan keturunan Tionghoa, ada juga yang mengatakan keturunan Champa (Vietnam Selatan) yang beragama Islam. Dalam pemerintahannya, ia banyak dibantu oleh para Walisongo yang beberapa diantaranya memiliki berkerabat dengannya melalui jalur ibu. (http://en.wikipedia.org/wiki/Champa)

Pada awal abad ke-empat belas, Kaisar Yan Lu dari dinasti Ming mengirimkan seorang Putri kepada Brawijaya di kerajaan Majapahit sebagai tanda persahabatan kedua negara. Putri yang cantik-jelita dan pintar ini segera mendapatkan tempat istimewa di hati Raja. Raja Brawijaya sangat tunduk pada semua kemauan sang puteri jelita, yang nantinya membawa banyak pertentangan dalam istana Majapahit. Pada saat itu, Raja Brawijaya sudah memiliki permaisuri yang berasal Champa, masih kerabat Raja Champa dan memiliki julukan Ratu Ayu Kencono Wungu. Makamnya saat ini ada di Trowulan, Mojokerto. Sang permaisuri memiliki ketidak cocokan dengan putri pemberian Kaisar Yan Lu. Akhirnya Raja Brawijaya dengan berat hati harus menyingkirkan sang Putri ini dari Majapahit. Dalam keadaan mengandung sang Putri dihibahkan oleh Raja Brawijaya kepada Adipati Palembang, Arya Sedamar. Dan disanalah Jim-Bun atau Raden Patah dilahirkan. Dari Arya Sedamar, putri ini memiliki seorang anak laki laki. Dengan kata lain Raden Patah memiliki adik laki laki seibu, tapi berbeda ayah. Setelah memasuki usia belasan tahun, Raden Patah, bersama adiknya, dan diantar ibunya berlayar ke Pulau Jawa untuk belajar di Ampel Denta (Ngampel Delta). Raden Patah mendarat dipelabuhan Tuban sekitar tahun 1419. Ibunda Raden Patah setelah mangkat disemayamkan di Rembang. Jim-Bun atau Raden Patah sempat tinggal beberapa lama di Ngampel Delta dirumah pamannya, kakak-misan ibunya, Sunan Ngampel dan juga bersama para saudagar besar muslim ketika itu. Disana ia pula mendapat dukungan dari rekan2 utusan Kaisar Tiongkok, Panglima Cheng Ho atau juga dikenal sebagai Dampu-awang atau Sam Poo Tai-jin, seorang panglima yang berasal dari Xin Jiang dan juga pengenal Islam. Raden Patah memiliki dua orang putra, yaitu Pangeran Sekar Seda Lepen dan Pangeran Trenggono, serta bermenantukan Pati Unus dan Fatahillah. Raden Patah meninggal tahun 1518, dan digantikan oleh menantunya Pati Unus.
Didahului oleh: Sultan Demak 1478—1518 Digantikan oleh: Pati Unus

terhadap Sunan Prawoto dan para adipati pendukungnya. Dukungan kuat datang dari Ratu Kalinyamat. dengan anak Sultan Trenggono yaitu Sunan Prawoto. yaitu anak Pangeran Sekar Seda Lepen dan murid dari Sunan Kudus. di bawah pimpinan Joko Tingkir adipati Pajang yang juga merupakan menantu Sultan Trenggono. Akan tetapi kejadian ini tidak dapat diterima oleh Arya Penangsang. . ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Arya Penangsang tewas dalam pertempuran dengan Sutawijaya dan Sultan Hadiwijaya. Daftar isi [tampilkan] [sunting] Suksesi Kesultanan Demak Wafatnya Sultan Trenggono dari Demak dalam peperangan tahun 1546. Sunan Prawoto beserta keluarganya tewas oleh orang-orang suruhan Arya Penangsang. Para adipati yang menentangnya segera bersekutu dan melancarkan serangan terhadap Jipang Panolan. yang nantinya terbukti akan berperan besar dalam mengalahkan Arya Penangsang. [sunting] Persekutuan para adipati Keberhasilan Arya Penangsang merebut kekuasaan tidak berumur panjang. Pangeran Sekar Seda Lepen akhirnya terbunuh. dan Jipang sendiri. Blora. Selain itu. dan Sunan Prawoto naik tahta. Arya Penangsang atau terkadang disebut Arya Jipang. Lasem.Arya Penangsang Dari Wikipedia Indonesia. yaitu anak dari Sultan Trenggono. adalah seorang adipati wilayah Jipang Panolan (diperkirakan letaknya di sebelah utara Blora) pada abad ke-16. Tahun 1561. Joko Tingkir juga dibantu oleh Ki Gede Pemanahan dan anaknya Sutawijaya. Terjadi perebutan kekuasaan antara adik Sultan Trenggono yaitu Pangeran Sekar Seda Lepen. Ia memimpin perlawanan Kadipaten Jipang Panolan yang meliputi wilayah Pati. Ia merebut kekuasaan Kesultanan Demak dari Sunan Prawoto. mengakibatkan krisis suksesi di Kesultanan Demak. yang konon suaminya Adipati Jepara juga dibunuh oleh suruhan Arya Penangsang.

agar sang pengantin pria tidak berwatak pemarah dan ingin menang sendiri sebagaimana watak Arya Penangsang. pendiri Kesultanan Demak. Pasukannya tidak dapat meraih kemenangan dalam menghadapi strategi serangan gabungan pasukan-pasukan Ki Gede Pemanahan dan para pembantunya. Ini dikatakan merupakan lambang pengingat. Arya Penangsang dapat bertahan hidup. Diceritakan bahwa Arya Penangsang tewas seketika. Didahului oleh: Sunan Prawoto Sultan Demak 1546—1561 Digantikan oleh: -   Pati Unus Dari Wikipedia Indonesia.[sunting] Gugurnya Arya Penangsang Pertempuran antara Jipang Panolan dan Pajang ternyata berakibat fatal bagi Arya Penangsang. Pati Unus memimpin penyerbuan ke Malaka . [sunting] Dampak budaya Dalam kelengkapan busana adat pengantin pria Jawa. dan terus melakukan perlawanan. ia menghunus keris pusakanya Setan Kober terhadap Sutawijaya dan saat itulah sebagian ususnya yang terlilitkan di keris ikut teriris. ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. dan menjadi rajanya yang bergelar Sultan Hadiwijaya. Setelah peperangan. Arya Penangsang diceritakan berhasil dilukai lambungnya oleh tombak pusaka Kyai Plered milik Sutawijaya. melibatkan ususnya ke pangkal kerisnya. yang memerintah dari tahun 1518 hingga 1521. yang menyebabkan sebagian ususnya terurai. Menurut penuturan babad. terdapat keris yang dihiasi untaian mawar dan melati yang dikalungkan ke pangkal kerisnya. Pati Unus atau Adipati Unus (1480?–1521) adalah Sultan Demak kedua. Dengan kesaktiannya. Dalam pertarungan jarak dekat. Pada tahun 1521. yaitu Ki Juru Mertani dan Ki Penjawi. Ia lalu mendirikan Kesultanan Pajang sebagai pengganti Kesultanan Demak. Joko Tingkir mengambil alih pimpinan dan memindahkan pusat kekuasaan dari Demak ke Pajang. Ia adalah menantu Raden Patah.

Setelah menetap di Jepara. Kamboja) yang sekarang masih ada perkampungan Muslim. karena pernah menyeberangi Laut Jawa menuju Malaka untuk melawan Portugis. Sultan Trenggana. Imam Faqih Muqaddam seorang Ulama besar sangat terkenal di abad 12-13 M yang merupakan keturunan cucu Nabi Muhammad. lor=utara). Silsilah Syekh ini yang bernama lengkap Abdul Khaliq Al Idrus bin Syekh Muhammad Al Alsiy (wafat di Parsi) bin Syekh Abdul Muhyi Al Khayri (wafat di Palestina) bin Syekh Muhammad Akbar Al-Ansari (wafat di Madina) bin Syekh Abdul Wahhab (wafat di Mekkah) bin Syekh Yusuf Al Mukhrowi (wafat di Parsi) bin Imam Besar Hadramawt Syekh Muhammad Al Faqih Al Muqaddam. dan digantikan oleh adik iparnya. Seorang putra beliau adalah Syekh Ibrahim Akbar yang menjadi Pelopor dakwah di tanah Campa (di delta Sungai Mekong. India yang mempelopori dakwah diAsia Tenggara. Daftar isi [tampilkan] [sunting] Silsilah Nama asli beliau Raden Abdul Qadir putra Raden Muhammad Yunus dari Jepara. Muballigh dan Musafir besar asal Gujarat.melawan pendudukan Portugis. Pati Unus gugur dalam pertempuran ini. Raden Muhammad Yunus adalah putra seorang Muballigh pendatang dari Parsi yang dikenal dengan sebutan Syekh Khaliqul Idrus. Seorang adik perempuan beliau dari lain Ibu (asal Campa) ikut dibawa ke Pulau Jawa untuk ditawarkan . Syekh Khaliqul Idrus menikah dengan putri seorang Muballigh asal Gujarat yang lebih dulu datang ke tanah Jawa yaitu dari keturunan Syekh Mawlana Akbar. seorang Ulama. Sayyidus Syuhada Imam Husayn (Qaddasallohu Sirruhu) putra Imam Besar Sayyidina Ali bin Abi Talib Karromallohu Wajhahu dengan Sayyidah Fatimah Al Zahra. Seorang putra beliau dikirim ke tanah Jawa untuk berdakwah yang dipanggil dengan Raden Rahmat atau terkenal sebagai Sunan Ampel. Pati Unus dikenal juga dengan julukan Pangeran Sabrang Lor (sabrang=menyeberang. Muballigh dan Musafir besar ini datang dari Parsi ke tanah Jawa mendarat dan menetap di Jepara di awal 1400-an masehi.

Dari Pernikahan dengan putri Raden Patah. Abdul Qadir resmi diangkat menjadi Adipati wilayah Jepara (tempat kelahiran beliau sendiri). Dari pernikahan ini beliau diketahui memiliki 2 putra. Sehubungan dengan intensitas persaingan dakwah dan niaga di Asia Tenggara meningkat sangat cepat dengan jatuhnya Malaka ke tangan Portugis di tahun 1511. Ke 2 putra beliau yang merupakan cucu-cucu Raden Patah ini kelak dibawa serta dalam expedisi besar yang fatal yang segera merubah nasib Kesultanan Demak. Putra yang lahir dari pernikahan ini dipanggil dengan nama Raden Patah. maka Raden Abdul Qadir lebih lebih sering dipanggil sebagai Adipati bin Yunus (atau putra Yunus). Disini terbukalah rahasia kenapa beliau Raden Patah diberi gelar Alam Akbar karena ibunda beliau adalah cucu Ulama Besar Gujarat Syekh Mawlana Akbar yang hampir semua keturunannya menggunakan nama Akbar seperti Ibrahim Akbar. Dari pernikahan ini lahirlah seorang putra yang kemudian terkenal sangat cerdas dan pemberani bernama Abdul Qadir yang setelah menjadi menanntu Sultan Demak I Raden Patah diberi gelar Adipati bin Yunus atau terkenal lagi sebagai Pati Unus yang kelak setelah gugur di Malaka di kenal masyarakat dengan gelar Pangeran Sabrang Lor. Kemudian hari banyak orang memanggil beliau dengan yang lebih mudah Pati Unus. Kembali ke kisah Syekh Khaliqul Idrus. Setelah menjadi Raja Islam yang pertama di beri gelar Sultan Alam Akbar Al-Fattah. Karena Sunan Gunung Jati atau Syekh Syarif Hidayatullah adalah putra Abdullah putra Nurul Alam .kepada Raja Brawijaya sebagai istri untuk langkah awal meng-Islam-kan tanah Jawa. Raja Brawijaya berkenan menikah tapi enggan terang-terangan masuk Islam. [sunting] Kiprah Setelah Raden Abdul Qadir beranjak dewasa di awal 1500-an beliau diambil mantu oleh Raden Patah yang telah menjadi Sultan Demak I. Karena ayahanda beliau (Raden Yunus) lebih dulu dikenal masyarakat. maka Kesultanan Demak mempererat hubungan dengan kesultanan BantenCirebon yang juga masih keturunan Syekh Mawlana Akbar Gujarat. Zainal Akbar dan banyak lagi lainnya. setelah menikah dengan putri Ulama Gujarat keturunan Syekh Mawlana Akbar lahirlah seorang putra beliau yang bernama Raden Muhammad Yunus yang setelah menikah dengan seorang putri pembesar Majapahit di Jepara dipanggil dengan gelar Wong Agung Jepara. Nurul Alam Akbar.

putra Syekh Mawlana Akbar. Hal ini membuat tugas Pati Unus sebagai Panglima Armada Islam tanah jawa semakin mendesak untuk segera dilaksanakan. Adipati wilayah Jepara yang garis nasab (Patrilineal)-nya adalah keturunan Arab dan Parsi menjadi Sultan Demak II bergelar Alam Akbar At-Tsaniy. beliau berwasiat supaya mantu beliau Pati Unus diangkat menjadi Sultan Demak berikutnya. ekspedisi Jihad I yang mencoba mendesak masuk benteng Portugis di Malaka tapi gagal dan balik kembali ke tanah Jawa. Kegagalan ini karena kurang persiapan menjadi pelajaran berharga untuk membuat persiapan yang lebih baik. ke 375 kapal telah selesai dibangun. Sedangkan Pati Unus neneknya dari pihak ayah adalah juga keturunan Syekh Mawlana Akbar. [sunting] Expedisi Jihad II Memasuki tahun 1521. Di tahun 1518 Raden Patah. maka walaupun baru menjabat Sultan selama 3 tahun Pati Unus tidak sungkan meninggalkan segala kemudahan dan kehormatan dari kehidupan keraton bahkan ikut pula 2 putra beliau (yang masih sangat remaja) dari pernikahan dengan putri Raden Patah dan seorang putra lagi (yang juga masih sangat remaja) dari seorang selir dengan risiko . Maka tahun 1513 dikirim armada kecil. Maka direncanakanlah pembangunan armada besar sebanyak 375 kapal perang di tanah Gowa. Pati Unus kemudian diangkat sebagai Panglima Gabungan Armada Islam membawahi armada Kesultanan Banten. Maka diangkatlah Pati Unus atau Raden Abdul Qadir bin Yunus. sedangkan Raden Patah seperti yang disebut dimuka adalah ibundanya cucu Syekh Mawlana Akbar yang lahir di Campa. Hubungan yang semakin erat adalah ditandai dengan pernikahan yang ke02 Pati Unus dengan Ratu Ayu putri Sunan Gunung Jati tahun 1511. diberkati oleh mertuanya sendiri yang merupakan Pembina umat Islam di tanah Jawa. Sulawesi yang masyarakatnya sudah terkenal dalam pembuatan kapal. Tak hanya itu. Demak dan Cirebon. Gentingnya situasi ini dikisahkan lebih rinci oleh Sejarawan Sunda Saleh Danasasmita di dalam Pajajaran bab Sri Baduga Maharaja sub bab Pustaka Negara Kretabhumi. Syekh Syarif Hidayatullah bergelar Sunan Gunung Jati. Tahun 1512 giliran Samudra Pasai yang jatuh ke tangan Portugis. Sultan Demak I bergelar Alam Akbar Al Fattah mangkat. Gelar beliau yang baru adalah Senapati Sarjawala dengan tugas utama merebut kembali tanah Malaka yang telah jatuh ke tangan Portugis.

Armada perang Islam siap berangkat dari pelabuhan Demak dengan mendapat pemberkatan dari Para Wali yang dipimpin oleh Sunan Gunung Jati. Dari sini sejarah keluarga beliau akan berubah. kemungkinan ke-2 yang lebih kuat komando setelah Pati Unus gugur diambil alih oleh Fadhlulah Khan (Tubagus Pasai) karena sekembalinya sisa dari Armada Gabungan ini ke Pulau Jawa . orang kedua dalam komando setelah Pati Unus gugur. karena itu sampai sekarang Portugis tak suka mengisahkan kembali pertempuran dahsyat di tahun 1521 ini . Satu riwayat yang belum jelas siapa Raden Hidayat ini. Sebagian pasukan Islam yang berhasil mendarat kemudian bertempur dahsyat hampir 3 hari 3 malam lamanya dengan menimbulkan korban yang sangat besar di pihak Portugis. Fadhlullah Khan alias Falathehan alias Fatahillah alias Tubagus Pasai-lah yang diangkat Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati sebagai Panglima Armada Gabungan yang baru menggantikan Pati Unus yang syahid di Malaka. sejarah kesultanan Demak akan berubah dan sejarah tanah Jawa akan berubah. Armada perang yang sangat besar untuk ukuran dulu bahkan sekarang. Kapal yang ditumpangi Pati Unus terkena peluru meriam ketika akan menurunkan perahu untuk merapat ke pantai. terutama masalah harmoni hubungan kesultanan . tapi sungguh Allah membalas kebaikan orang-orang yang berjuang di jalannya. Beliau gugur sebagai Syahid karena kewajiban membela sesama Muslim yang tertindas penjajah (Portugis) yang bernafsu memonopoli perdagangan rempah-rempah.kehilangan segalanya termasuk putus nasab keturunan. Armada perang Islam yang sangat besar berangkat ke Malaka dan Portugis pun sudah mempersiapkan pertahanan menyambut Armada besar ini dengan puluhan meriam besar pula yang mencuat dari benteng Malaka. Armada Islam gabungan tanah Jawa yang juga menderita banyak korban kemudian memutuskan mundur dibawah pimpinan Raden Hidayat. Kegagalan expedisi jihad yang ke II ke Malaka ini sebagian disebabkan oleh faktor faktor internal.kesultanan Indonesia . Melalui situs keturunan Portugis di Malaka (kaum Papia Kristang) hanya terdapat kegagahan Portugis dalam mengusir armada tanah jawa (expedisi I) 1513 dan armada Johor dalam banyak pertempuran kecil. Dipimpin langsung oleh Pati Unus bergelar Senapati Sarjawala yang telah menjadi Sultan Demak II.

Mereka orang Melayu Malaka ini keturunannya kemudian membantu keturunan Raden Abdullah putra Pati Unus dalam meng-Islam-kan tanah Pasundan hingga dinamai satu tempat singgah mereka dalam penaklukan itu di Jawa Barat dengan Tasikmalaya yang berarti Danau nya orang Malaya (Melayu). seperti yang terjadi pada pembantaian cucu nabi Muhammad. Pimpinan Armada Gabungan Kesultanan Banten. Turut pula dalam armada yang balik ke Jawa. Sedangkan Pati Unus.Putra pertama dan ketiga Pati Unus ikut gugur. sementara Raden Patah adalah keturunan Arab hanya dari pihak Ibu sedangkan secara patrilineal (garis laki-laki . dan belakangan disebut Fatahillah setelah mengusir Portugis dari Sunda Kelapa 1527. Demak dan Cirebon segera diambil alih oleh Fadhlullah Khan yang oleh Portugis disebut Falthehan. Sultan Demak II yang gugur kemudian disebut masyarakat dengan gelar Pangeran Sabrang Lor atau Pangeran (yang gugur) di seberang utara. Raden Abdullah dengan takdir Allah untuk meneruskan keturunan Pati Unus. sedangkan putra kedua. Ketika armada Islam mendaratkan pasukan Banten di teluk Banten. sebagian tentara Kesultanan Malaka yang memutuskan hijrah ke tanah Jawa karena negerinya gagal direbut kembali dari tangan penjajah Portugis. Bukan kebetulan pula bila Pati Unus pun seperti yang disebut diatas adalah keturunan Imam Husayn cucu Nabi Muhammad SAW. [sunting] Keturunan Dengan selamatnya putra Pati Unus yang kedua yaitu Raden Abdullah. selamat dan bergabung dengan armada yang tersisa untuk kembali ke tanah Jawa. Raden Abdullah diajak pula untuk turun di Banten untuk tidak melanjutkan perjalanan pulang ke Demak. Di ambil alih oleh Fadhlullah Khan adalah atas inisiatif Sunan Gunung Jati yang sekaligus menjadi mertua karena putri beliau yang menjadi janda Sabrang Lor dinikahkan dengan Fadhlullah Khan. karena hanya Pahlawan besar yang melahirkan Pahlawan besar. sebagian orang di Demak merasa lebih berhak untuk mewarisi Kesultanan Demak karena Pati Unus hanya menantu Raden Patah dan keturunan Pati Unus (secara patrilineal) adalah keturunan Arab seperti keluarga Kesultanan Banten dan Cirebon. Para komandan dan penasehat armada yang masih saling berkerabat satu sama lain sangat khawatir kalau Raden Abdullah akan dibunuh dalam perebutan tahta mengingat sepeninggal Pati Unus. Imam Husain dan keluarganya ternyata keturunan beliau justru menjadi berkembang besar dengan selamatnya putra beliau Imam Zaynal Abidin. maka sungguh Allah hendak melestarikan keturunan para Syahid.

Pajang dan Mataram. seperti seorang putra beliau Raden Aryawangsa yang menjadi Penasehat bagi Sultan Banten ke III Mawlana Muhammad dan Sultan Banten ke IV Mawlana Abdul Qadir. Kisah ini nyaris mirip dengan gugurnya Khalifah umat Islam ketiga di Madinah. Raden Aryawangsa yang masih menjadi Panglima dalam pemerintahan Sultan Banten ke II Mawlana Yusuf (yang juga paman beliau sendiri karena Ibunda beliau adalah kakak dari Mawlana Yusuf yang dinikahi Raden Abdullah putra Pati Unus) mempunyai jasa besar. Kebanggaan Orang Jawa sebagai orang Jawa walaupun sudah menerima Islam berbeda dengan sikap orang Pasundan setelah menerima Islam berkenan menerima Raja mereka dari keturunan Arab seperti Sultan Cirebon Sunan Gunung jati dan putranya Sultan Banten Mawlana Hasanuddin. sehingga diberikan wilayah kekuasaan Pakuan dan bermukim hingga wafat di desa Lengkong (sekarang dekat Serpong). membuka kembali konflik lama yang terpendam dibawah kewibawaan dan keadilan yang bersinar dari Pati Unus. Raden Aryawangsa menikahi seorang putri Istana . Dari titik ini keturunan beliau selalu mendapat pos Penasehat Kesultanan Banten . Kebanggaan orang Jawa sebagai bangsa yang punya identitas sendiri. Umar bin Khattab yang segera membuka kembali konflik lama antara banyak kelompok yang sudah lama saling bertikai di Mekah dan Madinah. [sunting] Kiprah Putra Pati Unus di Banten Sebagian riwayat turun temurun menyebutkan Pangeran Yunus (Raden Abdullah putra Pati Unus) ini kemudian dinikahkan oleh Mawlana Hasanuddin dengan putri yang ke III. sejak Islam merata masuk hingga pelosok dibawah kepeloporan kesultanan Demak pada akhirnya timbul persaingan antara kaum Muslim Santri di pesisir dengan Muslim Abangan di pedalaman yang berakibat fatal dengan perang saudara berkelanjutan antara Demak. Tidak mengherankan. Brawijaya) adalah murni keturunan Jawa (Majapahit). Selanjutnya pangeran Yunus yang juga banyak disebut sebagai Pangeran Arya Jepara dalam sejarah Banten. banyak berperan dalam pemerintahan Sultan Banten ke II Mawlana Yusuf (adik ipar beliau) sebagai penasehat resmi Kesultanan . Fatimah. karena Kesultanan Demak telah lama mengikat kekerabatan dengan Kesultanan Banten dan Cirebon. Sedangkan di tanah Jawa. dengan gugurnya Pati Unus. Ketika penaklukan Kota Pakuan terakhir 1579.terus menerus dari pihak ayah.

Raden Abdullah putra Pati Unus juga memiliki anak lelaki lainnya yaitu yang dikenal sebagai Raden Suryadiwangsa yang belakangan lebih dikenal dengan gelar Raden Suryadiningrat yang diberikan Panembahan Senopati ketika Mataram resmi menguasai Priangan Timur pada tahun 1595. Raden Abdullah putra Pati Unus yang telah menjadi Penasehat Kesultanan Banten untuk membantu laskar Islam Cirebon dalam usaha peng Islaman Priangan Timur. Seperti yang disebut diatas. tapi tetap tunduk dibawah hukum Kesultanan Banten. setelah beliau wafat kiprah keluarga Pati Unus kemudian diteruskan oleh putra dan cucu beliau para Sultan Pakuan Islam hingga Belanda menghancurkan keraton Surosoan di zaman Sultan Ageng Tirtayasa (1683). ikut lenyap dari percaturan politik dengan Sultan yang terakhir Sultan Muhammad Wangsa II bin Sultan Muhammad Wangsa I bin Raden Aryawangsa bin Raden Abdullah bin Pangeran Sabrang Lor bin Raden Muhammad Yunus Jepara ikut menyingkir ke pedalaman Bogor sekitar Ciampea. Raden Surya dikirim ayahnya.sebagai cabang dari Keraton Banten. Beristirahatlah mereka di suatu tempat dan dinamakan Tasikmalaya yang berarti danaunya orang Malaya (Melayu) karena didalam pasukan beliau banyak terdapat keturunan Melayu Malaka.Pakuan dan keturunannya menjadi Adipati Pakuan dengan gelar Sultan Muhammad Wangsa yang secara budaya menjadi panutan wilayah Pakuan yang telah masuk Islam (Bogor dan sekitarnya). Raden Surya di tahun 1580 ini di angkat oleh Sultan Cirebon II Pangeran Arya Kemuning atau dipanggil juga Pangeran Kuningan (putra angkat Sunan Gunung Jati. dan membuat keraton Pakuan Islam . Kiprah Putra Pati Unus di wilayah Galuh (Priangan Timur) [sunting] Selain Raden Aryawangsa. karena putra kandung Pangeran Muhammad Arifin telah wafat) sebagai Adipati . Raden Surya memimpin dakwah (karena hampir tanpa pertempuran) hingga mencapai daerah Sukapura dibantu keturunan tentara Malaka yang hijrah ketika Pati Unus gagal merebut kembali Malaka dari penjajah Portugis. Raden Aryawangsa kemudian lebih banyak berperan di Kesultanan Banten sebagai Penasehat Sultan. Kehadiran putra Pati Unus di wilayah Priangan Timur ini tidak terlepas dari kerjasama dakwah antara Kesultanan Banten dan Cirebon dalam usaha meng islam kan sisa-sisa kerajaan Galuh di wilayah Ciamis hingga Sukapura (sekarang Tasikmalaya).

Sehingga seluruh wilyah Priangan taklukan Cirebon termasuk Galuh Islam bergabung ke dalam Kesultanan Sumedang Larang. Inilah zaman keemasan Sumedang yang masih sering di dengungkan oleh keturunan Prabu Geusan Ulun dari dinasti Kusumahdinata. Nasab silsilah Kesultanan Cirebon. Sumedang yang telah lemah sepeninggal Prabu Geusan Ulun kehilangan banyak wilayah termasuk Galuh Islam. Gelar Wiradadaha mencapai yang ke VIII dan dimasa ini dipindahkanlah ibukota Sukapura ke Manonjaya.Galuh Islam. Akan tetapi seiring dengan makin melemahnya kesultanan Cirebon sejak wafatnya Sunan Gunung Jati pada tahun 1579. Sekitar tahun 1595 Panembahan Senopati dari Mataram mengirim expedisi hingga Priangan. Setelah beliau pensiun maka ibukota Sukapura resmi pindah ke kota Tasikmalaya. Nasab silsilah Kesultanan Demak. Hendrik De Lame). maka wilayah Galuh Islam berganti-ganti kiblat Kesultanan. Berita-berita sumber Portugis abad 15-16 (Barros. . Raden Suryadiwangsa cucu Pati Unus segera diangkat Panembahan Senopati sebagai Penasehat beliau untuk perluasan wilayah Priangan dan diberi gelar baru Raden Suryadiningrat. Sejarah kota-kota lama Jawa Barat. [sunting] Sumber Nasab silsilah Kesultanan Banten. Di sekitar tahun 1620 salah seorang putra Raden Suryadiningrat menjadi kepala daerah Sukapura beribukota di Sukakerta bernama Raden Wirawangsa setelah menikah dengan putri bangsawan setempat. Pada saat 1585-1595 wilayah Sumedang maju pesat dengan Prabu Geusan Ulun memaklumkan diri jadi Raja memisahkan diri dari Kesultanan Cirebon. Bupati Sukapura terakhir berkedudukan di Manonjaya adalah kakek dari kakek kami bergelar Raden Tumenggung Wirahadiningrat memerintah 1875-1901. Raden Wirawangsa kelak di tahun 1635 resmi menjadi Bupati Sukapura diangkat oleh Sultan Agung Mataram karena berjasa memadamkan pemberontakan Dipati Ukur. Negarakerthabumi Parwa I Sargha II. Raden Wirawangsa diberi gelar Tumenggung Wiradadaha I yang menjadi cikal bakal dinasti Wiradadaha di Sukapura (Tasikmalaya). Tome Pirres. Maka Kadipaten Galuh Islam yang meliputi wilayah Ciamis hingga Sukapura jatuh ke tangan Panembahan Senopati.

putera Pangeran Seda Lepen. dan kemudian digantikan oleh Sunan Prawoto. 1546). kerajaan Hindu terakhir di ujung timur pulau Jawa (1527. Sultan Trenggono. adalah sultan Demak (1521-1546). Pangeran Seda Lepen terbunuh. Malang (1545).Artikel mengenai biografi tokoh Indonesia ini adalah suatu tulisan rintisan. menggantikan Sultan Trenggono yang telah wafat. Pangeran Seda Lepen. Madiun (1529). adalah sultan Demak (1546-1561). Didahului oleh: Pati Unus Sultan Demak 1521—1546 Digantikan oleh: Sunan Prawoto Sunan Prawoto Dari Wikipedia Indonesia. Di bawah Sultan Trenggono. Demak mulai menguasai daerah-daerah Jawa lainnya seperti merebut Sunda Kelapa dari Pajajaran (1527). Arya Penangsang kemudian menjadi penguasa tahta Demak. pendiri Kesultanan Demak. ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Sultan Trenggono meninggal pada tahun 1546 dalam sebuah pertempuran menaklukkan Pasuruan. dan akhirnya pada tahun 1561 Sunan Prawoto beserta keluarganya dihabisi oleh suruhan Arya Penangsang. Anda dapat membantu Wikipedia mengembangkannya. Tuban (1527). Sunan Prawoto. Suksesi ini tidak mulus. . diangkat Sultan Trenggono sebagai panglima perang Demak. ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. pemuda asal Pasai (Sumatera) yang menjadi menantu Raden Patah. Fatahillah. dan Blambangan. Surabaya dan Pasuruan (1527). Ia adalah anak Raden Patah. Didahului oleh: Raden Patah Sultan Demak 1518—1521 Digantikan oleh: Sultan Trenggono Sultan Trenggono Dari Wikipedia Indonesia. Sunan Prawoto ditentang oleh adik Sultan Trenggono. Sultan Trenggono berjasa atas penyebaran Islam di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Jawa Tengah. Joko Tingkir kemudian mendirikan Kesultanan Pajang dan naik tahta dengan gelar Sultan Adiwijaya. yang karena kesaktiannya karirnya melejit menjadi penyeleksi prajurit baru. . Riwayatnya banyak digali dari Babad Tanah Jawi. Joko Tingkir merupakan pemuda dusun yang berasal dari Desa Tingkir (sekarang menjadi bagian dari Kota Salatiga). Setelah melalui perjuangan yang berliku. Di situ dikisahkan. Ia melamar menjadi prajurit di Demak. Mas Karebet menikah dengan Ratu Mas Cempa putri Sultan Trenggana yang penguasa ketiga Kesultanan Demak Bintara. bersama-sama dengan Ki Ageng Pemanahan dan putranya Sutawijaya lalu menyerang dan berhasil menyingkirkan Arya Penangsang. Arya Penangsang (cucu Raden Patah melalui Pangeran Seda Lepen) mengambil alih tampuk pemerintahan. saudara iparnya. Adipati Pajang Joko Tingkir yang juga menantu Sultan Terenggono. Joko TingkiratauMas Karèbètdikenal sebagai Adipati Pajang (sekarang terletak di bagian barat daya Kota Surakarta) dan kelak menjadi Sultan Pajang dengan nama kebesaranSultan Hadiwijaya. Selanjutnya. putra dari Ki Ageng Pengging atau yang lebih dikenal dengan Ki Ageng Kebo Kenongo dari daerah Pengging (sekarang dekat dengan pemandian Pengging di Boyolali). Joko Tingkir diberi kekuasaan untuk memimpin daerah Pajang semasa Demak diperintah oleh Sunan Prawoto. diataranya Ratu Kalinyamat yang suaminya Adipati Jepara konon juga dibunuh oleh suruhan Arya Penangsang. ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Ia memindahkan keraton ke Pajang. Hal ini menimbulkan konflik karena yang berhak atas tahta adalah isteri dari Jaka Tingkir.Akan tetapi Arya Penangsang tidak lama berkuasa karena mendapat banyak tentangan dari para tokoh masyarakat dan adipati lainnya. Didahului oleh: Sultan Trenggono Sultan Demak 1546—1561 Digantikan oleh: Arya Penangsang (?) Joko Tingkir Dari Wikipedia Indonesia. Ketika Sunan Prawoto meninggal terbunuh pada tahun 1561.

Pajang selanjutnya hanya menjadi kadipaten di bawah Mataram. dengan adipati Raden Benawa (putra Hadiwijaya yang juga ipar Sutawijaya). Joko Tingkir meminta bantuan menantunya. untuk menyingkirkan Arya Penangsang. Berakhirlah era Pajang. Sutawijaya yang putra Ki Ageng Pemanahan. ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Demak menjadi kadipaten di bawah Pajang dengan adipati Arya Pengiri (putra Sunan Prawoto). Setelah . Sepulang dari suatu pertemuan di Mataram. bahkan lama-kelamaan menjadi sekuat Pajang hingga Sutawijaya enggan mengakui kekuasaan Pajang. Daftar isi [tampilkan] [sunting] Joko Tingkir dan Arya Penangsang Joko Tingkir adalah anak Ki Ageng Pengging. Maka. Joko Tingkir memberi hak itu kepada Sutawijaya pada tahun 1568.Jaka Tingkir yang secara politik telah kuat menyatakan diri sebagai penguasa Pajang dengan gelar Sultan Hadiwijaya. adalah kerajaan penerus Kesultanan Demak yang didirikan oleh Joko Tingkir. Kota Surakarta. yang menurut beberapa babad dihukum mati oleh Sunan Kudus karena mengikuti ajaran Syekh Siti Jenar. kesempatan ini diambil Sutawijaya untuk memaklumkan Mataram sebagai pemegang kekuasaan Peristiwa ini terjadi pada tahun 1587. Karena ambisi Arya Penangsang untuk menyingkirkan semua keturunan Raden Patah demi mengamankan tahta Demak. Karena akhirnya berhasil. Kadipaten Mataram yang dibangun Sutawijaya di Hutan Mentaok berkembang pesat. diperkirakan berada di Kelurahan Pajang. Sultan Hadiwijaya tewas terjatuh dari gajah. Kesultanan Pajang. Situs keraton Pajang. Timbullah konflik antara Sultan Hadiwijaya dan Sutawijaya. Permintaan ini akan disanggupi asalkan Sutawijaya diberi separuh wilayah Mentaok (di sebelah tenggara kota Yogyakarta kini) apabila berhasil dalam misinya. Pajang sebelumnya merupakan daerah kadipaten di bawah Kesultanan Demak. Kategori: Kesultanan Pajang | Sultan Pajang | Kematian 1587 Kesultanan Pajang Dari Wikipedia Indonesia.

Setelah dewasa. Joko Tingkir telah menjadi adipati Pajang. Salah seorang anak Sunan Prawoto yaitu Arya Pangiri. yaitu Sultan Trenggono. Waktu itu. Joko Tingkir kemudian dibesarkan oleh pamannya Ki Ageng Tingkir. Dikisahkan bahwa pada saat ia datang ke Demak. sedang diadakan sayembara untuk menaklukkan banteng ketaton (banteng mengamuk). diberinya imbalan daerah Mataram (sekitar Kota Gede. kedudukannya disahkan oleh Sunan Giri. Ki Ageng Pemanahan. dan selanjutnya terjadilah perlawanan terhadap Arya Penangsang yang dipimpin oleh kadipaten Pajang. [sunting] Runtuhnya Pajang Pemberian tanah di daerah Mataram oleh Joko Tingkir kepada Ki Ageng Pemanahan. diangkatnya menjadi adipati Demak. Joko Tinggkir akhirnya berhasil membinasakan Arya Penangsang. Arya Penangsang kemudian menjadi penguasa Demak. Joko Tingkir sebagai raja bergelar Sultan Hadiwijaya (1568-1582). dan di sana ia mendirikan Kesultanan Pajang. Joko Tingkir diterima mengabdi dan akhirnya bahkan menjadi menantu Sultan Trenggono. anaknya Sunan Prawoto diangkat menjadi penggantinya. adipati Jipang yang juga adalah murid Sunan Kudus. segera mendapat pengakuan dari adipati-adipati di seluruh Jawa Tengah dan Jawa Timur. Akan tetapi ia kemudian meninggal terbunuh dalam intrik perebutan kekuasaan dengan keponakannya sendiri yaitu Arya Penangsang. ia diperintahkan pamannya untuk pergi ke ibukota Kesultanan Demak dan mengabdi ke Sultan yang ketika itu berkuasa. Karena kesaktiannya. seakan menjadi bumerang karena Mataram akan menghabisi kekuatan Pajang. yang kemudian juga dikenal dengan panggilan Ki Gede Mataram. Joko Tingkir yang mengikuti sayembara tersebut dapat melumpuhkan banteng tersebut dengan satu kali pukulan saja.ayahnya wafat. dalam waktu singkat mampu membuat Mataram . Yogyakarta) pada tahun 1558 untuk ditinggali. [sunting] Berdirinya Pajang Dengan bantuan dari kadipaten-kadipaten lainnya yang juga tidak menyukai Arya Penangsang. Joko Tingkir kemudian memindahkan istana Demak ke Pajang. Setelah Sultan Trenggono wafat. dan cucu Ki Ageng Selo). Sedangkan seseorang yang paling berjasa membantunya yaitu Ki Ageng Pemanahan (putra dari Ki Ageng Ngenis.

beserta rakyatnya maju. ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. tetapi sebuah invasi imperialis. Pajang kemudian menjadi bagian dari wilayah Kerajaan Mataram yang didirikan oleh Sutawijaya. Alfonso D'Alburquerque. Usahanya kemudian dilanjutkan oleh anaknya yaitu Sutawijaya. perlu dicatat bahwa serangan Demak ke Malaka jelas bukanlah sebuah serangan anti-kekuasaan asing. Tahun 1511. yang merupakan ahli peperangan dan nantinya lebih dikenal dengan nama Senapati ing Alaga (panglima perang) atau Panembahan Senopati. di tahun 1575 Ki Ageng Pemanahan meninggal dunia. . mendahului Pati Unus dengan menaklukkan Malaka. Dengan kata lain. Pati Unus sudah merancang rencana untuk menguasai Malaka. Sultan Malaka Mahmud Shah melarikan diri ke Bintan. menyatakan tidak loyal lagi pada Pajang. [sunting] Lihat pula Joko Tingkir Arya Penangsang Kesultanan Demak Kesultanan Mataram Invasi Kesultanan Demak ke Malaka Dari Wikipedia Indonesia. Ia merebut Pajang dan Arya Pangiri berhasil dikalahkan. Sutawijaya lalu memindahkan Karaton Pajang ke Mataram dan ia menjadi raja bergelar Panembahan Senopati (15751601). Namun sebelum dapat ikut menikmati hasil. Laksamana armada Portugis. Arya Pangiri diserang oleh Sutawijaya yang dibantu Pangeran Benowo. dan Pangeran Benowo anak laki-laki tertuanya yang seharusnya menggantikannya. Pada tahun 1587. Sejak tahun 1509. Saat itu Malaka berada di bawah kekuasaan Kesultanan Malaka. Sutawijaya (putra Ki Ageng Pemanahan). penguasa Mataram. Tujuh tahun kemudian (1582) Joko Tingkir meninggal. ternyata disingkirkan Arya Pangiri dan akhirnya hanya dijadikan adipati di Jipang.

dengan bantuan orang-orang Tionghoa lokal.masa perebutan kekuasaan. Ki Ageng Pengging Sepuh sendiri sebelum membuka dan mendirikan tanah perdikan Pengging.Pati Unus sangat mengerti bahwa kekuatan utama Portugis adalah pada armada lautnya. Pusat produksi kapal-kapal ini adalah Semarang. di mana kapal dan cetbang juga merupakan kekuatan andalan Armada Majapahit. gerbang masuk Demak. ketika Pati Unus terlanjur berangkat ke Malaka. Selain itu. Portugis memiliki kapal yang kuat. Oleh karena itu. bahkan lebih kuat dibandingkan dengan kapal Majapahit. atau dengan kata lain beliau adalah kakek dari Karebet yang kemudian berjuluk Jaka Tingkir yang kemudian menjadi Sultan Hadiwijaya Pajang.orang-orang Jawa ini terlanjur dipergoki Portugis dan melarikan diri ke Cirebon. Ki Ageng Pengging Sepuh adalah ayah dari Ki Kebo Kanigara dan Ki Ageng Pengging alias Kebo Kenanga dan Nyai Ageng Tingkir.kekuatan nusantara untuk membentuk armada gabungan dengan satu tujuan. Portugis sudah menggunakan meriam yang dipasang di masing . yaitu meriam api.bergelar Pangeran Handayaningrat yg merupakan salah satu putera Brawijaya .kapal-kapalnya dengan mudah diremuk meriam-meriam yang ditodongkan ke laut di Benteng Portugis di Malaka. ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Tetapi ternyata. Pati Unus pun bertempur tanpa bantuan mata-mata dan agen dalam . di sebelah timur Mataram. Selanjutnya Pati Unus menghimpun kekuatan . Pajang adalah nama sebuah daerah historis di Jawa Tengah. ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Ki Ageng Pengging Sepuh Dari Wikipedia Indonesia.masing kapal di mana pada waktu itu meriam adalah senjata pamungkas yang tidak bisa ditandingi oleh senjata apapun. langkah pertama Pati Unus adalah menghidupkan kembali kekuatan armada Majapahit yang tertidur lama pada saat masa . Pajang Dari Wikipedia Indonesia. Ia juga meminta bantuan orang-orang Jawa yang ada di Malaya untuk jadi agen dalam di Malaka. mengusir Portugis dari Malaka.kapal baru tersebut juga dilengkapi dengan Cetbang. Jaman sekarang Pajang merupakan sebuah kelurahan di sisi barat kota Surakarta dengan nama kelurahan Pajang. Kapal .

Sunan Kudus merasa tidak pantas membawa sejumlah pasukan kerajaan ke Pengging. Maka Raden Patah kemudian mengutus Sunan Kudus untuk datang ke Pengging atau Pajang. Brawijaya V. Ki Ageng Pengging juga memiliki seorang putra yang dirahasiakan demi keamanannya. . Jelasnya para petani itu sewaktu-waktu dapat mempergunakan keahlian mereka selaku prajurit kerajaan bila sewaktu-waktu Ki Ageng Pengging diganggu orang. Mula-mula Patih Wanasalam dari Demak sudah pernah mengingatkan akan sikap Ki Ageng Pengging yang tidak mau menghadap ke Demak. Sikap itu dapat dianggap sebagai pembangkangan atau memberontak. di lubuk hati bekas senopati. ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Jawa Tengah. nama aslinya Kebo Kenanga yang tinggal di daerah Pengging. Banyudono. Persoalan Ki Ageng Pengging ini cukup rumit. Setelah waktu tiga tahun ternyata Ki Ageng Pengging masih belum mau menghadap ke Demak juga. Dia adalah cicit raja Majapahit terakhir. lewat Pangeran Handayaningrat. seorang petani yang juga merangkap guru agama berfahamkan Manunggaling Kawula Gusti karena dia adalah murid Siti Jenar. Saudara Ki Ageng Pengging yang bernama Ki Ageng Tingkir meninggal dunia. perwira dan prajurit kerajaan Pengging yang sekarang telah berubah menjadi petani semua. Sepuluh hari sebelum Sunan Kudus datang ke Pengging. Boyolali. Walaupun Ki Ageng Pengging tidak mempunyai bala tentara yang kuat tapi dia mempunyai kekuatan tersembunyi. Maka dia mengajak tujuh orang muridnya yang pilihan. Namun atas saran Patih Wanasalam Ki Ageng Pengging masih diberi waktu tiga tahun untuk merenungkan sikapnya yang salah itu. Ki Ageng Pengging adalah murid dari Syech Siti Jenar. Jadi Ki Ageng Pengging masih dalam suasana duka cita dan lebih banyak mengurung diri di dalam kamarnya. padahal kemampuannya mereka lebih hebat dari sepuluh prajurit biasa. Mereka hanya mengenakan pakaian biasa. Ki Ageng Tingkir adalah saudara seperguruan Ki Ageng Pengging sewaktu berguru kepada Siti Jenar. yang kelak dikenal dengan sebutan Joko Tingkir atau Mas Karebet. Dia sehari-hari hanya dikenal sebagai seorang petani biasa.V/Bravijaya Pamungkas yang setelah Majapahit runtuh menyepi ke Gunungkidul Ki Ageng Pengging Dari Wikipedia Indonesia.

Bende itu adalah barang pusaka peninggalan mertua Sunan Kudus." kata tetua desa. "Apakah Tuan tidak mendengar suara harimau mengaum semalam ?" tanya tetua desa. "Siapakah Tuan ini ?" tanya pelayan. karena kemalaman mereka menginap di dalam hutan dengan membuat kemah. Penduduk desa menurut dan Sunan Kudus pun meneruskan perjalanannya ke Pengging. "Tidak !" jawab Sunan Kudus. Murid-murid Sunan Kudus berhenti di tepi desa. Sampailah mereka di sebuah sungai yang airnya keruh. air sungai ini terlalu butek (keruh)." kata Sunan Kudus. Hanya bertemu dengan Sunan Kudus beserta muridnya. tidak beberapa lama kemudian tibalah mereka di Desa Pengging. "Saya utusan Tuhan. Perjalanan dilanjutkan. "Jangan minum air di sini. Tapi mereka tidak menemukan singa yang dicarinya." "Sungguh mengherankan." "Ki Ageng tidak dapat menemui siapapun. sedang Sunan Kudus berjalan seorang diri menuju rumah Ki Ageng Pengging. Suara auman itu sampai terdengar ke desa-desa sekitarnya sehingga para penduduk desa merasa ketakutan." "Kalau begitu namakan saja desamu ini Desa Sima (harimau) karena kau mendengar suara harimau padahal tidak ada harimau sama sekali. "Andai kata kami melihat harimau tentu kami tidak berani bermalam di sini dan segera lari ke desa. Murid Sunan Kudus yang sudah kehausan bermaksud meminum air sungai itu. .Jadi Ki Ageng Pengging merasa sangat kehilangan ditinggal orang yang sefaham dengan dirinya. Perjalanan Sunan Kudus dan murid-muridnya. Sampai di pintu rumah dia disambut oleh pelayan wanita. Pada malamnya harinya Sunan Kudus memerintahkan muridnya untuk membunyikan Bende Kyai Sima yang dibawa dari Demak. Dan hingga sekarang sungai itu dinamakan Sungai Butek atau Kali Butek. Tapi Sunan Kudus melarangnya." kata pelayan itu. datang dari Kudus hendak bertemu dengan Ki Ageng Pengging. kami tidak tidur semalaman karena kuatir harimau itu datang ke desa kami. Esok harinya para penduduk desa masuk ke dalam hutan untuk membunuh harimau atau singa yang semalam mengganggu tidur mereka. sampai di utara Kali Cemara. Ketika Bende dipukul bunyinya mengaum seperti singa." kata Sunan Kudus.

aku memang santri. "Buktikanlah." kata Ki Ageng Pengging." sahut Sunan Kudus. Maksud yang sebenarnya adalah Ki Ageng Pengging disuruh menyatakan ketegasan sikapnya bahwa dia berada di dalam wilayah kekuasaan Demak atau menyatakan keluar dari Demak atau lepas dari kekuasaan Demak. Setelah saling memberi salam dan bertegur sapa. saya diutus Sultan Demak untuk menanyakan mana yang kau pilih. Sunan Kudus menyampaikan maksud kedatangannya." Pelayan itu masuk dan mengatakan apa yang diucapkan Sunan Kudus. Bila kau anggap aku ini raja aku ini memang keturunan raja. Ki Ageng Pengging menyuruh pelayan itu menyilakan Sunan Kudus masuk ke ruang tamu. Bila kau anggap aku ini santri. Saya terpaksa memilih semuanya. pasti dia tidak menolak tamu yang datang." sahut Sunan Kudus. "Wahai Ki Ageng. Yang dimaksud di atas atau di bawah artinya Ki Ageng Pengging disuruh menjawab dia lebih suka menjadi Raja atau menjadi Rakyat. "Karena luar dalam. memang aku ini Allah. Katakan hal ini kepadanya. yaitu menyampaikan pesan Sultan Demak. Sementara Sunan Kudus sudah mengajak murid-muridnya pulang ke Demak. Tak ada darah mengalir tapi Ki Ageng Pengging menemui ajalnya dalam keadaan duduk bersila. aku ingin melihat. Akhirnya Ki Ageng Pengging harus menerima hukuman dari Sultan Demak dan juga keputusan para wali."Kalau memang Ki Ageng Pengging itu sudah masuk Islam. Dalam perdebatan itu tak ada yang mau mengalah. Ki Ageng Pengging ditusuk dengan keris kecil pada sikunya. Ketika istri Ki Ageng Pengging datang menghidangkan jamuan dia terkejut mendapati suaminya sudah tidak bernafas lagi. Nyai Ageng Pengging menjerit sejadi-jadinya sehingga seluruh Pengging menjadi . di luar atau di dalam ? diatas atau dibawah ?" Ucapan Sunan Kudus itu adalah bahasa kiasan. atas bawah adalah miliku." "Kau dan aku dapat mati selama hidup dan hidup selama mati. "Sangat membingungkan kalau saya disuruh memilih." kata Ki Ageng Pengging. yaitu berusaha menghilangkan ajaran Siti Jenar yang sesat. justru akan menghormati setiap tamu yang datang. "Terserah kau. Ki Ageng menyuruh istrinya membuat jamuan." "Itu serakah namanya. menjadi bawahan Demak atau Demak yang harus tunduk kepadanya. Bila kau anggap aku ini rakyat aku memang rakyat jelata. "Bila kau pikir aku ini Allah.

Adapun junjungan kalian itu memang sengaja memberontak terhadap Demak Bintoro. Kalian rakyat jelata tidak mempunyai persoalan. Mereka kembali ke Pengging. Kategori: Artikel yang perlu dirapikan Ki Ageng Pemanahan Dari Wikipedia Indonesia. maka raja Pajang pada tahun 1575 menghadiahkan wilayah hutan bernama Alas Mentaok kepadanya. Sunan Kudus malah berhenti di bawah sebuah pohon sembari menunggu kedatangan para penduduk Pengging. terus dikejarnya Sunan Kudus dan para muridnya. Sunan Kudus berkata. maka dikembalikan keadaan mereka seperti semula. "Sudahlah jangan turut campur. Setelah dekat Sunan Kudus membunyikan Bende Kyai Sima.gempar. lalu terjadilah keajaiban. Tapi penduduk Pengging tidak merasa takut. Ki Ageng Pemanahan (atau Ki Gede Pemanahan) adalah seorang tokoh pendiri Kerajaan Mataram Islam. Sunan Kudus merasa kasihan. . ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Ki Ageng Pemanahan bersama-sama rakyat pendukungnya kemudian mendirikan pemerintahan di sana. Para penduduk bekas prajurit dan senopati segera mengejar Sunan Kudus dan murid-muridnya. Setelah nama wilayahnya diubah menjadi Mataram. Tiba-tiba muncul ribuan prajurit Demak yang berjalan ke arah barat dan utara. maka ia mulai dikenal dengan gelar Ki Ageng Mataram. yang mulanya dinamakan Mentawisan." Lalu Sunan Kudus memerintahkan ribuan prajurit yang berasal dari Bende Kyai Sima bergerak ke timur tetapi tidak lama kemudian para prajurit Demak berjumlah ribuan itu tiba-tiba lenyap begitu saja. Sebagai balas jasa atas bantuannya dalam mengatasi pemberontakan Arya Penangsang. ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Setelah sadar para penduduk Pengging itu tidak berani lagi mengejar Sunan Kudus. Mengetahui dirinya sedang dikejar dua ratus orang. Penduduk Pengging merasa bingung. sebagaian besar malah hilang akalnya. Sutawijaya Dari Wikipedia Indonesia.

Tahun 1586 M. a ngiri. Gelar Panemb bahan Senopati digunakann karena dia mengh nya hormati Pangeran Benowo yang merupaka g an . K Karena kera aton Sutaw wijaya bera ada di sebelah utara pasar maka dia bergelar N u r Ngabehi Lo oring Pasar (Yang r dipertuan di Sebelah U i Utara Pasa ar) Setelah Ki Gede Pema S G anahan me eninggal ta ahun 1575 M. G Gelar Khalifatullah Say yyidin Penatagama ini juga d P diberikan p pada raja-ra Mataram sesudah aja m hnya bahka an pada keraja p aan-kerajaa di Surak an karta dan Y Yogyakarta seperti Su a ultan Hamengkub H buwono da Yogyaka ari arta. Sutawijaya memberontak kepada Pajang tahun 1582 M dan mem m mbuat Mata aram merd deka dari Pajang. tah hta berpindah pada putran Pange b p nya eran Benow namun ia dikudeta Aryo Pan wo. Yogyakar sekaran Bersam .Panembahan Senopati P n Nama asliny ialah Da N ya anang Sut towijoyo yang juga dikenal sebagai Sutawijaya Ia adalah putra Ki G S a. beliau kemudian u n dianugerahi tanah Mentaok (di K i Kotagedhe. Sutaw T 6 wijaya akhir rnya menga angkat dirin jadi su nya ultan denga an gelar Panem mbahan Senopati.Set telah Jaka Tingkir me enjadi Raja bergelar S Sultan Hadiwijaya yang akhir H rnya mendi irikan Kesu ultanan Paj jang. pusaka Paja pada S p ang Sutawijaya. Beliau juga mend u dirikan Kes sultanan Mataram ya berpus di Kotag M ang sat gedhe. Set P telah meng galahkan A Aryo Pangir Pangeran Benowo menyerahkan ri. adipati Dem dan dija a mak adikan adipati di Jipa angpanolan Pangeran Benowo n. lan krisis politik di Kesulta k anan Dema Bintoro p ak pada masa akhir pem a merintahan Sultan Tren S nggana. lalu ia minta bantuan Suta a awijaya unt memba tuk antunya me elawan Ary yo Pangiri. rta ng). h Gede Pema anahan yan berjasa membantu ng u Jaka Tingkir membunu Aryo Pe uh enangsang adipati Jipangpanol dalam g. masama ayahn ia mem nya merintah da aerah itu. Di Pajang sendiri. setelah man g ngkatnya S Sultan Hadiwijaya. kalah. K Khalifatulla Sayyidi Penatag ah in gama (K Khalifah/pe enguasa da penata a an agama).

Kerajaan M Mataram p pada masa keemas sannya dap menyat pat tukan tanah Jawa dan sekitarny termasuk Madura h n ya .penerus yan sah Sultan Hadiwi p ng ijaya dari K Kesultanan Pajang se ehingga dia a tidak mema akai gelar S Sultan. Di kemudian hari enklave-enklave in dihapus. ensik klopedia bebas berbahasa Indonesia. Pada peta ini terlihat bahwa Kasunanan Sur a rakarta mem miliki banyak k enklave di wilayah Kasultanan Yogyakarta dan wilaya Belanda. atas jasanya. setelah at Perang D Diponegoro. Didahului oleh o Raja M Mataram Isla am (Kesult tanan Matara am) Dilanju utkan: Pa anembahan H Hanyokrowati i Kesu ultana Mataram an m Dari Wik kipedia Indo onesia. Peta Ma ataram Baru yang telah dipecah me enjadi empa kerajaan pada tahun 1830. Mad diun dan la sebagainya. Mangkunag K a ah garan juga memiliki sebuah enk klave di Yog gyakarta. keturu unan dari K Ageng Pe Ki emanahan yang men n ndapat had diah sebida ang tanah da raja Paj ari jang. ni Kesulta anan Mataram adalah kerajaan Islam di Jawa yang didirikan oleh Sutawija aya. Pasuruan. Kediri. dan digan nti putranya Ma Jolang y p as yang berge Panem elar mbahan Ha anyokrowat ti. Selama pem S merintahan nnya ia ban nyak menak klukkan da aerah seperti Ponorog go. dimana beberapa ain daerah tersebut merup pakan daerah wilayah Pajang d merasa tidak perlu h dan a ta akluk dengan Mataram sebagai kesultanan yang bar ru. Sutawijaya wafat tahun 1601 M d dimakamkan di K S dan Kotagedhe. Hadiw wijaya. Sura P K abaya.

melainkan "sunan" (dari . Karena itu beliau juga disebut Susuhunan Seda Krapyak atau Panembahan Seda Krapyak yang artinya Raja (yang) wafat (di) Krapyak. Mataram lalu berkoalisi dengan Kesultanan Banten dan Kesultanan Cirebon dan terlibat dalam beberapa peperangan antara Mataram melawan VOC.serta meninggalkan beberapa jejak sejarah yang dapat dilihat hingga kini. kemudian dipindah ke Kotagede. seperti wilayah Matraman di Jakarta dan sistem persawahan di Karawang. Pemerintahan Prabu Hanyokrowati tidak berlangsung lama karena beliau wafat karena kecelakaan saat sedang berburu di hutan Krapyak. Ia memindahkan lokasi kraton ke Kerta (Jw. Sesudah ia meninggal (dimakamkan di Kotagede) kekuasaan diteruskan putranya Mas Jolang yang setelah naik tahta bergelar Prabu Hanyokrowati. [sunting] Masa awal Sutawijaya naik tahta setelah ia merebut wilayah Pajang sepeninggal Hadiwijaya dengan gelar Panembahan Senopati. Selain itu. DIY. Ternyata Adipati Martoputro menderita penyakit saraf sehingga tahta beralih ke putra sulung Mas Jolang yang bernama Mas Rangsang. Akibat terjadi gesekan dalam penguasaan perdagangan antara Mataram dengan VOC yang berpusat di Batavia. Setelah itu tahta beralih sebentar ke tangan putra keempat Mas Jolang yang bergelar Adipati Martoputro. [sunting] Sultan Agung Sesudah naik tahta Mas Rangsang bergelar Sultan Agung Hanyokrokusumo atau lebih dikenal dengan sebutan Sultan Agung. ia digantikan oleh putranya yang bergelar Amangkurat (Amangkurat I). Pusat pemerintahan berada di Mentaok. Wilayah Mataram mencakup Pulau Jawa dan Madura (kira-kira gabungan Jawa Tengah. Setelah wafat (dimakamkan di Imogiri). Lokasi keraton (tempat kedudukan raja) pada masa awal terletak di Banguntapan. mewarisi wilayah Kerajaan Pajang. maka muncul sebutan pula "Mataram Kerta"). Pada saat itu wilayahnya hanya di sekitar Jawa Tengah saat ini. [sunting] Terpecahnya Mataram Amangkurat I memindahkan lokasi keraton ke Pleret (1647). Pada masanya Mataram berekspansi untuk mencari pengaruh di Jawa. "kertå". tidak jauh dari Kerta. ia tidak lagi menggunakan gelar sultan. wilayah yang terletak kira-kira di timur Kota Yogyakarta dan selatan Bandar Udara Adisucipto sekarang. dan Jawa Timur sekarang).

sangat patuh pada VOC sehingga kalangan istana banyak yang tidak puas dan pemberontakan terus terjadi. [sunting] Lihat pula Sejarah Nusantara Kasunanan Surakarta Kasultanan Yogyakarta Kadipaten Paku Alaman Praja Mangkunagaran [sunting] Pranala luar Mas Rangsang Dari Wikipedia Indonesia. Pembagian wilayah ini tertuang dalam Perjanjian Giyanti (nama diambil dari lokasi penandatanganan. Pakubuwana II (17261749). Pada masanya. kraton dipindahkan lagi ke Kartasura (1680). Amangkurat II (Amangkurat Amral). VOC tidak menyukai Amangkurat III karena menentang VOC sehingga VOC mengangkat Pakubuwana I (Puger) sebagai raja. Jawa Tengah). Ia wafat di Tegalarum (1677) ketika mengungsi sehingga dijuluki Sunan Tegalarum. Amangkurat IV (1719-1726). Kekacauan politik baru dapat diselesaikan pada masa Pakubuwana III setelah pembagian wilayah Mataram menjadi dua yaitu Kesultanan Ngayogyakarta dan Kasunanan Surakarta tanggal 13 Februari 1755. Pengganti Amangkurat II berturut-turut adalah Amangkurat III (1703-1708). Akibatnya Mataram memiliki dua raja dan ini menyebabkan perpecahan internal. Pakubuwana I (1704-1719). terjadi pemberontakan besar yang dipimpin oleh Trunajaya dan memaksa Amangkurat bersekutu dengan VOC. Walaupun demikian sebagian masyarakat Jawa beranggapan bahwa Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta adalah "ahli waris" dari Kesultanan Mataram. Penggantinya. sekitar 5km sebelah barat Pajang karena kraton yang lama dianggap telah tercemar."Susuhunan" atau "Yang Dipertuan"). ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Berakhirlah era Mataram sebagai satu kesatuan politik dan wilayah. Pemerintahan Amangkurat I kurang stabil karena banyak ketidakpuasan dan pemberontakan. Amangkurat III memberontak dan menjadi "king in exile" hingga tertangkap di Batavia lalu dibuang ke Ceylon. . Pada masanya. di sebelah timur kota Karanganyar.

uan a k Sultan A Agung beberapa kali melancark peperangan antar Mataram dengan kan ra m VOC. padahal tidak. Seja arah Indonesia Mode ern). Selain me k elakukan se erangan ke Batavia. sebela timur lau Plered. ah tara Jawa se pengerahan arma angkatan lautnya Namun d kali serangan Sultan erta ada a. ah ut Adapun Plered sendiri terleta di 5 kilometer sebe ak elah barat daya Kotag gede. (B Banyak yan mengira Karta sam dengan Kartasura ng a ma n a. u ari 613 ai Gelarny Sultan Agung (H)anyokrokus ya A sumo tapi le ebih terken dengan sebutan nal Sultan A Agung.Se erta perselis sihan denga Sultan B an Banten. Putra sulun dari Pra (H)anyo m P ng abu okrowati (M Jolang raja Mas g) Mataram yang ked m dua. Dar syarif Ma ri akkah ia me endapatkan gelar Sultan Abdull lah [1] Muhammad Maula anan Matar rami. Ric ca cklefs. Semasa pemerinta a ahannya berhasil memperluas w wilayah Ma ataram sam mpai hampir mencak seluruh pulau Jaw Kecuali Kesultana Banten dan Batav Akhirny kup h wa. dan daera pantai ut n g.C. Beliau memerintah dari da tahun 16 sampa tahun 1645. an an yaitu pa tahun 1628 dan 1629. Su ultan Ageng Tirtayasa yang mem g a muncak pa ada masa pe emberonta akan Trunoj joyo terhad raja pe dap enggantiny dimana s ya sultan Ageng memberikan bantu berupa 40 pucuk meriam. an via. ya bergese ekan denga kekuasa VOC d Batavia (sekarang J an aan di Jakarta). Beliau berkedudukan di Ka u arta. dua Agung m menemui kegagalan. Ia adala cucu dari Panemba ah ahan Seno opati yang merupakan pendiri ke n erajaan Mataram (Islam). Te ercatat dua kali Sulta Agung m a an mengadaka seranga ke VOC di Batavia. Bac M. Bahk seranga kedua d ada 1 kan an dipersiapka dengan baik an di antara anya dengan kekuata Dipati U an Ukur dan pe emenuhan logistik de engan dibukan areal pe nya ersawahan di sekitar Karawang Cirebon. b e beliau melakuk perluas daerah di antaranya menak kan san h klukan Kad dipaten Pat (Pati) da th'i an .(Dialihkan dari Sultan Agung) n Sultan A Agung Mas Ra angsang at Sultan Agung ad tau n dalah Raja Mataram ( (Islam) (ke esultanan Mataram yang ke m) etiga. krato on ayahand Mas Ra da angsang.

Terlebih-lebih dilakukan oleh sultan-sultan berikutnya yang menyebabkan hilangnya daerah pesisir utara Jawa yang diserahkan kepada VOC akibat perjanjian dengan VOC dalam rangka menumpas pemberontakan Trunojoyo. Pada masa Sultan Agung. Ini berbeda dengan kebudayaan pada masamasa sebelumnya yang berciri perniagaan dengan kesultanan dan daerah yang tumbuh di pesisir utara Jawa. budaya yang dikembangkan di Jawa menurut para sejarawan Indonesia kontemporer adalah budaya pedalaman jawa yang berciri kejawen. Para sejarawan dan budayawan Sunda menyatakan sejak Sultan Agung menguasai daerah-daerah Priangan di Jawa Barat (kecuali daerah Kesultanan Banten). Sultan Agung juga memadukan budaya Islam dengan kebudayaan Jawa bahkan kebudayaan Jawa pra Islam. Sultan Agung melakukan politik represif terhadap kadipaten-kadipaten di wilayah pesisir Jawa bahkan dikenal anti perniagaan. secara umum dikenal sebagai masa puncak kejayaan Kesultanan Mataram. [sunting] Rujukan . Di antaranya adalah menetapkan Penanggalan Jawa hasil perpaduan antara Kalender Saka dengan Penanggalan Islam (Penanggalan Hijriah) yang dikenal sekarang dikalangan masyarakat Jawa. feodal dan berbau mistik. bahasa Sunda memiliki tingkatan yang sama dengan bahasa Jawa khususnya di Wilayah Mataraman yakni dikenal istilah bahasa sunda halus dan bahasa sangat halus yang sebelumnya tidak dikenal. Selain itu. terutama dilihat dari letak ibukotanya yang berada di pedalaman Jawa dan berorientasi kepada laut selatan yang bersifat mistis dengan kepercayaan pada Nyi Roro Kidul.melakukan diplomasi persahabatan dan persekutuan dengan Panembahan Ratu dari Kesultanan Cirebon. Pada masa pemerintahan Sultan Agung. Beberapa kalangan sejarahwan mengatakan pada masa ini. Sultan Agung juga dikenal mendalami karya-karya Sastra Jawa dan seni wayang. di antaranya dengan menulis Sastra Gending dan Wayang Krucil. penguasa gaib di laut selatan pulau Jawa yang konon memiliki perjanjian menikah dengan Raja-raja Mataram semenjak masa Panembahan Senapati sebagai bagian dari persekutuan mistis. Sultan Agung wafat pada tahun 1645 dan dimakamkan di Imogiri.

Ichtiar Baru Van Hoeve. Itulah sebabnya. Beliau menggantikan Mas Jolang sebagai sultan Mataram setelah Mas Jolang wafat di hutan Krapyak. Ia menjadi sultan Kesultanan Mataram menggantikan ayahandanya Panembahan Senopati dengan gelar Panembahan Hanyokrowati tahun 1601. ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Ia meninggal dalam kecelakaan berburu di hutan Krapyak di daerah Kedu tahun 1613. akan tetapi terusmenerus mengalami pemberontakan. dekat Tegal. Amangkurat I Dari Wikipedia Indonesia. PT. Beliau memerintah tidak lama dan digantikan oleh kakaknya. Didahului oleh Panembahan Senopati Raja Mataram Islam (Kesultanan Mataram) Dilanjutkan: Adipati Martoputro Adipati Martoputro Dari Wikipedia Indonesia. Amangkurat I adalah sultan Mataram yang bertahta pada tahun 1646 sampai dengan 1677. ^ (2002) Ensiklopedia Tematik Dunia Islam Asia Tenggara. Ia meninggal dunia dalam pelariannya pada tahun 1677 dimakamkan di Tegalarum. ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Setelah meninggal ia sering disebut dengan nama Sunan Tegalarum atau Sunan Tegalwangi. setelah meninggal ia bergelar Panembahan Sedo Krapyak. . 54. Ia berusaha untuk mempertahankan wilayah kekuasaan Kesultanan Mataram. Adipati Martoputro adalah putra keempat dari Mas Jolang. Ia adalah anak dari Sultan Agung Hanyokrokusumo. Mas Jolang atau Prabu Hanyokrowati.1. Mas Rangsang karena menderita penyakit syaraf. Didahului oleh Raja Mataram Islam Adipati Martoputro (Kesultanan Mataram) Dilanjutkan: Amangkurat I Panembahan Hanyokrowati Dari Wikipedia Indonesia.

Demi meningkatkan kemasyuran. dan kata Rat yang berarti "bumi". Amangkurat I memilih untuk meninggalkan istana Sultan Agung di Kartasura (terbuat dari kayu). yang ketika menjadi putera mahkota diganti dengan gelar Pangeran Arya Mataram atau Pangeran Ario Prabu Adi Mataram. dan mendapat gelar Susuhunan Ing Alaga. ia menjadi raja yang berkuasa penuh atas seluruh Mataram dan daerah-daerah bawahannya. ia bergelar Amangkurat atau Mangkurat. dan pada upacara penobatannya tersebut seluruh anggota keluarga kerajaan disumpah untuk setia dan mengabdi kepadanya. Demikianlah.Daftar isi [tampilkan] [sunting] Silsilah dan penobatan Amangkurat I adalah anak dari Sultan Agung dan Raden Ayu Wetan (Kanjeng Ratu Kulon). [sunting] Awal pemerintahan Amangkurat I dianggap telah memerintahkan penyingkiran terhadap penguasapenguasa lokal yang dianggapnya tidak terlalu berguna. jadi Amangkurat berarti "memangku bumi". Pada tahun 1645 ia diangkat menjadi raja Mataram untuk menggantikan ayahnya. seorang keturunan Ki Juru Martani yang merupakan saudara dari Ki Ageng Pemanahan. yang diawali dari daerah Jawa Timur dan terus ke daerah pedalaman Jawa. ketidak-puasan terhadap Amangkurat I telah berubah menjadi pemberontakan terbuka.[1] Ia memiliki nama kecil Mas Sayidin. Pada pertengahan 1670. merasa bahwa jiwanya terancam di lingkungan istana . Dalam bahasa Jawa kata Amangku yang berarti "memangku". Putra mahkota yang bernama Adipati Anom (nantinya menjadi Amangkurat II). serta memindahkan ibukota dan mendirikan istana baru (terbuat dari bata merah) yang lebih megah di Plered. lengkapnya adalah Kanjeng Susuhunan Prabu Amangkurat Agung. Ia juga menutup pelabuhan dan menghancurkan kapal-kapal di kota-kota pesisir. dalam hal ini termasuk Pangeran Pekik dari Surabaya yang tak lain adalah mertuanya sendiri. Ketika dinobatkan secara resmi tahun 1646. untuk mencegah berkembangnya kekuatan mereka karena kesejahteraan yang meningkat.

Diperkirakan terjadi perselisihan antara Trunajaya dan Adipati Anom. untuk melakukan pemberontakan. Trunajaya dan pasukannya. yang juga dibantu para pejuang Makasar pimpinan Karaeng Galesong. yaitu Raden Trunajaya seorang pangeran dari Madura. Dengan demikian sejak saat itu terpecahlah kerajaan Mataram. Trunajaya kemudian meninggalkan keraton Mataram dan kembali ke pusat kekuasaannya di Kediri. [sunting] Wafatnya Amangkurat I Setelah mengambil rampasan perang dari istana.setelah ia mengambil salah seorang selir ayahnya dengan bantuan Pangeran Pekik dari Surabaya. Panembahan Rama mengusulkan agar ia membiayai menantunya. Di pihak lain. [sunting] Lihat pula Amangkurat Amangkurat II Amangkurat III Amangkurat IV . sehingga Trunajaya tidak jadi menyerahkan kekuasaan kepada Adipati Anom sebagaimana yang direncanakan sebelumnya dan malah melakukan penjarahan terhadap istana Kartasura. Ia kemudian digantikan oleh sang putra mahkota dengan gelar Amangkurat II. [sunting] Pemberontakan Trunajaya Untuk menghadapi kecurigaan tersebut. kejadian tersebut menimbulkan kecurigaan Amangkurat I terhadap adanya konspirasi antara anaknya dengan pihak Surabaya. dan mengangkat dirinya menjadi raja di Plered dengan gelar Susuhunan ing Alaga. yaitu letaknya di sebelah barat Magelang. Adipati Anom kemudian bekerjasama dengan Panembahan Rama dari Kajoran. ternyata akhirnya dapat menguasai istana kerajaan di Mataram pada pertangahan 1677. dan meninggalkan Pangeran Puger untuk memimpin perlawanan. Amangkurat I meninggal dunia dalam pelariannya dan kemudian dimakamkan di Tegalarum pada tahun 1677 itu juga. Tak lama setelah kejadian tersebut. yaitu dengan memanfaatkan posisi penting sang putra mahkota yang juga merupakan cucu dari Pangeran Pekik. Kesempatan ini diambil oleh Pangeran Puger untuk menguasai kembali keraton yang sudah lemah. Jawa Timur. Amangkurat I dan Adipati Anom kemudian melarikan diri dari ibukota.

Ia berhasil memadamkan pemberontakan Trunojoyo dengan bantuan VOC pada tahun 1679. ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Amangkurat II Dari Wikipedia Indonesia. ialah sultan yang memerintah antara 1677-1703. Pasukannya yang bermarkas di Kediri pernah menyerang dan berhasil . k. Amangkurat III (Sunan Mas). Ada 4 orang sultan Mataram yang bergelar Amangkurat : Amangkurat I (Sunan Tegalwangi). Amangkurat II adalah sultan Mataram ketiga yang memerintah antara 1677 sampai dengan 1703. Didahului oleh Raja Mataram Islam Dilanjutkan: Amangkurat I (Kesultanan Mataram) Amangkurat III Trunojoyo Dari Wikipedia Indonesia.Payak. ialah sultan yang memerintah antara 1719-1727. (Dialihkan dari Trunajaya) Raden Trunojoyo. 2 Januari 1680) adalah seorang bangsawan Madura yang pernah melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan Amangkurat I dan Amangkurat II dari Mataram.1649 . (Madura. Amangkurat IV (Sunan Prabu). sultan Mataram yang kedua.Kesultanan Mataram [sunting] Referensi Amangkurat Dari Wikipedia Indonesia. Amangkurat II (Sunan Amral). ialah sultan yang memerintah antara 1645-1677. sering pula ditulis Trunajaya. ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. ialah sultan yang memerintah antara 1703-1708. Bantul. ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Ia adalah anak tertua dari Amangkurat I. Ia juga mempunyai nama sebutan Sunan Amral.

menjalankan pemerintahan sehari-hari di Madura Barat. yang telah dikalahkan VOC tahun 1669. Karena ketampanan dan kelakuannya yang baik.menjarah keraton Mataram tahun 1677. Pada saat itu. yang memerintah dengan keras dan menjalin persekutuan dengan VOC. adik Melayakusuma yang kemudian bergelar Panembahan Cakraningrat II. Mereka berdua sekaligus juga menjadi panglima perang bagi Mataram. Hal ini menimbulkan gelombang ketidak-puasan pada kerabat istana dan para ulama. Anak Cakraningrat dari selir. salah seorang bangsawan Madura. Ia kemudian diangkat menjadi menantu dan dijadikan penguasa bawahan Mataram untuk wilayah Madura Barat. yang berasal dari rakyat Madura yang tidak menyukai penjajahan Mataram. pada tahun 1624 ditawan dan dibawa ke Mataram saat Sultan Agung menaklukkan pulau Madura. Selain itu. terhadap Mataram terjadi tahun 1656. ia juga bersekutu secara diam-diam dengan putra mahkota Mataram yaitu Pangeran Adipati Anom. Sultan Agung menyukai Raden Prasena. Setelah Sultan Agung wafat. yang juga berselisih dengan ayahnya. sedangkan penguasaan Madura dipegang oleh Raden Undagan. terdapat pusat pelarian warga Makassar pendukung Sultan Hasanuddin. yaitu Kyai Raden Kajoran alias Panembahan Rama. yang mengakibatkan Amangkurat I melarikan diri dan meninggal dalam pelariannya. Cakraningrat I lebih banyak berada di Mataram daripada memerintah di Madura. Trunojoyo kemudian meninggalkan kraton Plered dan mulai melancarkan pemberontakan. lalu dibawa ke kraton Plered. yang ditindak dengan tegas oleh Amangkurat I. Akan tetapi. pemerintahan Mataram dipegang oleh Amangkurat I. Cakraningrat II juga lebih banyak berada di Mataram daripada memerintah di Madura. Trunojoyo dengan cepat berhasil membentuk laskar. dengan gelar Panembahan Cakraningrat atau Cakraningrat I. menyebabkan Cakraningrat I dan Demang Melayakusuma diutus untuk memadamkannya. yaitu adik Cakraningrat I. Anak laki-laki Demang Melayakusuma yang bernama Trunojoyo. Pemberontakan Pangeran Alit. di Demung. bernama Raden Demang Melayakusuma. Raden Prasena. keduanya tewas dalam peperangan dan dimakamkan di pemakaman Mataram di Imogiri. Kelompok di bawah pimpinan . Sebagaimana ayahnya. yang merupakan ulama dan termasuk kerabat istana Mataram. Panarukan. Mataram. Ia didukung oleh mertuanya. Amangkurat I. Trunojoyo akhirnya berhasil dikalahkan Mataram dengan bantuan dari VOC pada penghujung tahun 1679.

Karaeng Galesong.   . Karaeng Bonto Marannu dan Karaeng Tallo tersebut. kemudian bekerja sama dengan laskar Madura pimpinan Trunojoyo. untuk memerangi Mataram yang dibantu oleh VOC.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful