Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Reaksi kimia berlangsung dengan kecepatan yang berbeda-beda. Meledaknya petasan,


adalah contoh reaksi yang berlangsung dalam waktu singkat. Proses perkaratan besi,
pematangan buah di pohon, dan fosilisasi sisa organisme merupakan peristiwa-peristiwa
kimia yang berlangsung sangat lambat. Reaksi kimia selalu berkaitan dengan perubahan dari
suatu pereaksi (reaktan) menjadi hasil reaksi (produk). Laju reaksi dapat dinyatakan sebagai
berkurangnya jumlah (konsentrasi) pereaksi per satuan waktu atau bertambahnya jumlah
(konsentrasi) hasil reaksi per satuan waktu. Laju reaksi adalah berkurangnya jumlah
konsentrasi pereaksi untuk setiap satuan waktu atau bertambahnya jumlah konsentrasi hasil
reaksi untuk setiap satuan waktu .Dinyatakan dengan satuan molaritas per detik ( M / detik
atau mol / L.detik ). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi Wujud Zat diantara nya
adalah Konsentrasi pereaksi ,Suhu reaksi ,Luas permukaan bidang sentuh reaksi dan Katalis.
Laju mempunyai penerapan baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam berbagai
industri. Penerapan ini ditujukan untuk mempermudah dan menambah wawasan dalam
mempelajar laju reaksi dan penerannya. Dalam makalah ini akan dibahas bagaimana
penerapan laju reaksi dalam berbagai industri,baik dalam industri kimia yang menggunakan
katalis homogen atau heterogen maupun biokimia yang menggunakan enzim (biokatalis).

B. Tujuan
Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah :
1. Untuk menambah wawasan tentang pemahaman konsep laju reaksi
2. Untuk mengetahui bagaimana penerapan laju reaksi dalam industri baik dalam
bidang kimia maupun biokimia.

1
BAB II
LANDASAN TEORI

a. Pengertian Laju Reaksi


Laju reaksi adalah berkurangnya jumlah konsentrasi pereaksi untuk setiap satuan waktu
atau bertambahnya jumlah konsentrasi hasil reaksi untuk setiap satuan waktu.Dinyatakan
dengan satuan molaritas per detik ( M / detik atau mol / L.detik ).
Misalnya pada reaksi :
A B

maka :

∆[ A] ∆[ B ]
Laju reaksi ( v ) = − atau v = +
∆t ∆t

Keterangan :

Tanda ( − ) pada ∆[ A] menunjukkan bahwa konsentrasi zat A berkurang, sedangkan


tanda ( + ) pada ∆[B ] menunjukkan bahwa konsentrasi zat B bertambah.

Secara umum dapat digambarkan :

Gambar 3.1Grafik hubungan perubahan konsentrasi terhadap waktu

Stoikiometri Laju Reaksi

Pada persamaan reaksi :

mA + nB pC + qD

2
Secara umum dapat dituliskan :

1 ∆[ A] 1 ∆[ B ] 1 ∆[C ] 1 ∆[ D]
Laju reaksi = −
m ∆t
= −
n ∆t
= +
p ∆t
= +
q ∆t

n
Laju pengurangan B = x laju berkurangn ya A
m

p
Laju pertambahan C = x laju berkurangn ya A
m

q
Laju pertambahan D = x laju berkurangn ya A
m

atau :

Laju reaksi = − laju berkurangnya A

m
= −
n
x laju berkurangn ya B

m
= p
x laju pertambaha n C

m
= q
x laju pertambaha n D

Jika dituliskan dalam persamaan matematika :

∆[ A]
Laju pengurangan A = −
∆t

Sehingga :

∆[ A] m ∆[ B ] m ∆[C ] m ∆[ D]

∆t
= −
n ∆t
= +
p ∆t
= +
q ∆t

Laju Reaksi Rerata dan Laju Reaksi Sesaat

 Laju reaksi rerata adalah laju reaksi untuk selang waktu tertentu.
Dirumuskan :

[
∆ pereaksi ] ∆[ hasil reaksi ]
v =−
∆t
= +
∆t

 Laju reaksi sesaat adalah laju reaksi pada saat waktu tertentu.

3
Biasanya ditentukan dengan menggunakan grafik yang menyatakan hubungan antara
waktu reaksi ( sumbu x ) dengan konsentrasi zat ( sumbu y ).

Besarnya laju reaksi sesaat = kemiringan ( gradien ) garis singgung pada saat t
tersebut.

Langkah-langkah menentukan laju reaksi sesaat :

 Lukislah garis singgung pada saat t!


 Lukislah segitiga untuk menentukan gradien ( kemiringan )!
 y ∆C 
 Laju reaksi sesaat = gradien garis singgung  = 
x ∆t 

Konsentrasi zat

Produk
C2
Garis singgungpadasaatt

C = C2- C1

C1

t = t2- t1

t1 t t2 Waktu( t)

b. Persamaan Laju Reaksi

Secara umum, laju reaksi dapat dinyatakan dengan rumus :

mA + nB pC + qD

v = k .[ A] [ B ]
x y

Keterangan :

v = laju reaksi

k = konstanta laju reaksi ( nilainya tergantung pada jenis reaktan, suhu dan katalis )

4
x = orde atau tingkat reaksi terhadap reaktan A

y = orde atau tingkat reaksi terhadap reaktan B

x + y = orde atau tingkat reaksi total / keseluruhan

Harga k akan berubah jika suhu berubah. Kenaikan suhu dan penggunaan katalis
umumnya akan memperbesar harga k.

c. Orde Reaksi

“ Orde reaksi menyatakan besarnya pengaruh konsentrasi reaktan terhadap laju reaksi. ”

1. Orde reaksi nol.


Reaksi dikatakan ber’orde nol terhadap salah satu reaktan, jika perubahan konsentrasi
reaktan tersebut tidak mempengaruhi laju reaksi. Artinya, asalkan terdapat dalam
jumlah tertentu; perubahan konsentrasi reaktan itu tidak mempengaruhi laju reaksi.

Besarnya laju reaksi hanya dipengaruhi oleh besarnya konstanta laju reaksi ( k ).

v = k .[ X ] = k
0

2. Orde reaksi satu.


Suatu reaksi dikatakan ber’orde satu terhadap salah satu reaktan, jika laju reaksi
berbanding lurus dengan konsentrasi reaktan itu.

Jika konsentrasi reaktan itu dilipat-tigakan maka laju reaksinya akan menjadi 31 atau 3
kali lebih besar.

v = k .[ X ] = k .[ X ]
1

5
3. Orde reaksi dua.
Suatu reaksi dikatakan ber’orde dua terhadap salah satu reaktan, jika laju reaksi
merupakan pangkat dua dari konsentrasi reaktan itu.

Jika konsentrasi reaktan itu dilipat-tigakan, maka laju reaksi akan menjadi 32 atau 9 kali
lebih besar.

v = k .[ X ]
2

d. Teori Tumbukan

 Suatu zat dapat bereaksi dengan zat lain jika partikel-partikelnya saling bertumbukan.
Tumbukan yang terjadi akan menghasilkan energi untuk memulai terjadinya reaksi.
 Terjadinya tumbukan tersebut disebabkan karena partikel-partikel zat selalu bergerak
dengan arah yang tidak teratur.
 Tumbukan antar partikel yang bereaksi tidak selalu menghasilkan reaksi. Hanya
tumbukan yang menghasilkan energi yang cukup serta arah tumbukan yang tepat, yang
dapat menghasilkan reaksi. Tumbukan seperti ini disebut tumbukan yang efektif.
Jadi, laju reaksi tergantung pada 3 hal :

a) Frekuensi tumbukan
6
b) Energi partikel reaktan
c) Arah tumbukan
 Energi minimum yang harus dimiliki oleh partikel reaktan, sehingga menghasilkan
tumbukan yang efektif disebut energi pengaktifan atau energi aktivasi ( Ea ).
 Semua reaksi, baik eksoterm maupun endoterm memerlukan Ea. Reaksi yang dapat
berlangsung pada suhu rendah berarti memiliki Ea yang rendah. Sebaliknya, reaksi
yang dapat berlangsung pada suhu yang tinggi, berarti memiliki Ea yang tinggi.
 Ea ditafsirkan sebagai energi penghalang ( barrier ) antara reaktan dengan produk.
Reaktan harus didorong agar dapat melewati energi penghalang tersebut sehingga dapat
berubah menjadi produk.
Energi

Ea

R
Reaktan
H
P
Produk

Jalanreaksi
Reaksi Eksoterm

Energi

Ea Produk
P
H
R
Reaktan

Jalanreaksi
Reaksi Endoterm

e. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi

7
Besarnya laju reaksi dipengaruhi oleh :

1. Luas Permukaan Bidang Sentuh.


o Pada reaksi heterogen ( reaksi yang fase reaktannya tidak sama ), misalnya logam Zn
dengan larutan HCl; laju reaksi selain dipengaruhi oleh konsentrasi larutan HCl, juga
dipengaruhi oleh kondisi logam Zn tersebut.
o Dalam jumlah ( massa ) yang sama; butiran logam Zn akan bereaksi lebih lambat
daripada serbuk Zn.
o Reaksi akan terjadi antara molekul-molekul HCl dengan atom-atom Zn yang
bersentuhan langsung dengan HCl.
o Pada butiran Zn, atom-atom Zn yang bersentuhan langsung dengan HCl lebih sedikit
daripada serbuk Zn sebab atom-atom Zn yang bersentuhan hanya atom Zn yang ada di
permukaan butiran.
o Jika butiran Zn tersebut dihaluskan menjadi serbuk, maka atom-atom Zn yang semula
ada di bagian dalam akan berada di bagian permukaan dan terdapat lebih banyak atom
Zn yang secara bersamaan bereaksi dengan larutan HCl.
o Semakin luas permukaan bidang sentuh zat padat, semakin banyak tempat terjadinya
tumbukan antar partikel zat yang bereaksi sehingga laju reaksi akan semakin
meningkat juga.
2. Konsentrasi Reaktan.
 Pengaruh konsentrasi reaktan terhadap laju reaksi dapat dijelaskan dengan
menggunakan teori tumbukan.
 Semakin tinggi konsentrasinya berarti semakin banyak molekul dalam setiap satuan
luas ruangan; dengan demikian tumbukan antar molekul akan semakin sering terjadi.
 Semakin banyak tumbukan yang terjadi, berarti kemungkinan untuk menghasilkan
tumbukan yang efektif akan semakin besar sehingga reaksi berlangsung lebih cepat.
3. Tekanan.
 Pada reaksi yang reaktannya berwujud gas, peningkatan tekanan dapat
meningkatkan laju reaksi. Jika tekanan meningkat, maka volumenya akan
berkurang sehingga konsentrasi gas akan meningkat (konsentrasi berbanding
n
terbalik dengan volume; M =
V
).

 Jika volumenya berkurang, maka memungkinkan bertambahnya jumlah tumbukan


yang terjadi karena setiap molekul menjadi lebih berdekatan jaraknya.
8
4. Suhu
Pada umumnya, suhu yang semakin tinggi akan semakin mempercepat reaksi.
Meningkatnya suhu akan memperbesar energi kinetik molekul reaktan. Oleh karena itu,
gerakan antar molekul reaktan akan semakin acak sehingga kemungkinan terjadinya
tumbukan antar molekul akan semakin besar.Akibatnya tumbukan yang efektif akan
mudah tercapai dan energi aktivasi akan mudah terlampaui.
5. Katalis
Katalis adalah suatu zat yang dapat mempercepat laju reaksi, tanpa dirinya mengalami
perubahan yang kekal sehingga pada akhir reaksi zat tersebut dapat diperoleh kembali.Suatu
katalis mungkin dapat terlibat dalam proses reaksi atau mengalami perubahan selama reaksi
berlangsung, tetapi setelah reaksi itu selesai maka katalis akan diperoleh kembali dalam
jumlah yang sama.Katalis dapat mempercepat reaksi dengan cara mengubah jalannya reaksi.
Jalur reaksi yang ditempuh tersebut mempunyai energi aktivasi ( Ea ) yang lebih rendah
daripada jalur reaksi yang ditempuh tanpa katalis.Artinya : katalis berperan untuk
menurunkan energi aktivasi ( Ea ).
Jenis-jenis katalis yaitu :

 Katalis Homogen.
Adalah katalis yang wujudnya sama dengan wujud reaktannya.

Dalam reaksi kimia, katalis homogen berfungsi sebagai zat perantara ( fasilitator ).

Contohnya :

o Katalis gas NO2 pada pembuatan gas SO3.


o Katalis gas Cl2 pada penguraian N2O

 Katalis Heterogen.
Adalah katalis yang wujudnya berbeda dengan wujud reaktannya.

Reaksi zat-zat yang melibatkan katalis jenis ini, berlangsung pada permukaan
katalis tersebut.

Contohnya :

9
o Katalis logam Ni pada reaksi hidrogenasi etena ( C2H4 ).
o Katalis logam Rodium atau Iridium pada proses pembuatan asam etanoat.
o Katalis logam Ni pada proses pembuatan mentega.
o Katalis logam V2O5 pada reaksi pembuatan asam sulfat ( proses Kontak ).
o Katalis logam Fe pada reaksi pembuatan amonia ( proses Haber-Bosch )
 Biokatalis ( enzim ).
 Adalah katalis yang dapat mempercepat reaksi-reaksi kimia dalam tubuh
makhluk hidup.
 Mekanisme kerjanya dengan metode “ kunci dan gembok “ atau “ lock and key “
yang dipopulerkan oleh Emil Fischer.
 Contohnya :
Enzim amilase = membantu menghidrolisis amilum menjadi maltosa.

Enzim katalase = menguraikan H2O2 menjadi O2 dan H2O

Enzim lipase = menguraikan lipid menjadi gliserol dan asam lemak.

 Autokatalis.
Adalah zat hasil reaksi yang berfungsi sebagai katalis. Artinya, produk reaksi
yang terbentuk akan mempercepat reaksi kimia.

Contohnya :

Reaksi antara kalium permanganat ( KMnO4 ) dengan asam oksalat ( H2C2O4 )


salah satu hasil reaksinya berupa senyawa mangan sulfat ( MnSO4 ).

Semakin lama, laju reaksinya akan semakin cepat karena MnSO4 yang terbentuk
berfungsi sebagai katalis

BAB III

10
PEMBAHASAN MASALAH

A. PENERAPAN LAJU REAKSI DALAM BIDANG INDUSTRI

Laju reaksi dapat dikontrol dengan memperhatikan faktor-faktor yang


mempengaruhi laju reaksi tersebut. Penerapan laju reaksi dapat ditemukan pada berbagai
bidang industri, yang menjadi penerapan laju reaksi dalam bidang indusri adalah penggunaan
katalis yang merupakan faktor yang mempengaruhi laju reaksi.

a. Dalam bidang Biokimia

Yang menjadi contoh penggunaan laju reaksi dalam bidang biokimia adalah Penggunaan
enzim dalam bidang industri. Enzim merupakan zat yang paling menarik dan penting di alam.
Pertama, sangat penting untuk menyadari bahwa enzim bukanlah benda hidup. Mereka benda
mati, sama seperti mineral. Tapi juga tidak seperti mineral, mereka dibuat oleh sel hidup.
Enzim adalah benda tak hidup yang diproduksi oleh sel hidup.Enzim sudah tidak diragukan
memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan. Tidak hanya dalam kehidupan
manusia, tapi bagi hewan dan tumbuhan. Bahkan bisa dikatakan bahwa enzim berperan
penting dalam kelangsungan alam ini.Jika anda mengintip ke dalam sel, anda akan melihat
begitu banyak aktifitas berbeda yang berjalan. Akan ditemukan beberapa molekul yang
bergabung bersama, dan ada juga yang memecah menjadi beberapa bagian terpisah.
Aktifitas-aktifitas inilah yang menjaga sel agar tetap hidup. Disinilah peran dari enzim.Dalam
pengertian yang luas, terdapat dua tipe enzim. Enzim yang membantu dalam menggabungkan
beberapa molekul menjadi satu molekul baru. Dan enzim yang membantu memecah molekul
menjadi beberapa bagian terpisah.

Gambar Penerapan Enzim dalam Industri Kertas (image from imimg.com)

11
Selain di dalam sel, enzim juga memiliki peran penting di luar sel. Salah satu contoh yang
jelas adalah sistem pencernaan. Enzim yang terdapat di dalam tubuh berfungsi untuk
mempercepat proses metabolisme. Enzim juga menyebabkan metabolisme berlangsung
dalam suhu rendah. Enzim bekerja sangat spesifik hanya pada reaksi-reaksi tertentu.
Zat dipercepat reaksinya dinamakan subtrat yang akan bereaksi dengan enzim menghasilkan
produk. Pada akhir reaksi, enzim akan kembali terbentuk seperti semula.
Penguraian nasi menjadi glukosa-glukosa merupakan salah satu reaksi yang melibatkan
enzim. Beberapa enzim di dalam tubuh dapat memecah pati, beberapa lagi dapat memecah
protein dan juga lemak Reaksi penguraian nasi berlangsung lambat dan membutuhkan suhu
tinggi jika dilakukan di luar tubuh atau di laboratorium. Namun, jika dilakukan di dalam
tubuh, maka prosesnya berlangsung cepat dan dengan suhu rendah karena enzim berfungsi
sebagai katalis dalam proses metabolisme yang terjadi di dalam tubuh.

Sifat dan Kelebihan Enzim

Berikut ini adalah 4 hal yang harus diingat tentang enzim:

1. Enzim itu spesifik

Sebuah enzim yang dapat memecah lemak tidak mampu


untuk memecah protein dan pati. Enzim hanya melakukan satu
tugas spesifik. Itu artinya sebuah enzim dapat melakukan
tugasnya begitu fokus dan dengan sangat sedikit efek
samping. Karena sifat yang spesifik inilah yang menjadi
alasan kenapa enzim banyak digunakan dan dimanfaatkan
dalam dunia industri.Sampai saat ini, telah ditemukan 3000
enzim yang sudah berhasil diidentifikasi dan masih banyak
lagi yang menunggu untuk ditemukan.

2. Enzim adalah katalis

Selain dapat melakukan tugas yang spesifik, penting untuk diketahui juga bahwa enzim
dapat melakukan tugas yang sama berulang-ulang, ratusan bahkan jutaan kali. Terus menerus
tanpa henti. Ini karena sifatnya sebagai katalis.

12
Anda ingat definisi dari katalis. Ya.. katalis adalah suatu zat yang membantu jalannya reaksi
namun akan terbentuk kembali setelah akhir reaksi, dan tidak hancur oleh reaksi tersebut.
Enzim adalah katalis.

3. Enzim sangat efisien

Tidak hanya pekerja yang keras, enzim juga mampu bekerja dengan kecepatan yang luar
biasa. Sebagai gambaran, sebuah enzim yang terdapat di hati mampu memcah Hidrogen
Peroksida menjadi air dan oksigen. Yang mengagumkan adalah satu enzim bisa memproses 5
juta molekul Hidrogen Peroksida dalam satu menit. Dan anda tahu.. Hidrogen peroksida
adalah suatu oksidator kuat yang dapat merusak sel.

4. Enzime itu alami

Enzim adalah protein. Seperti protein lainnya, enzim itu organik. Setelah melaksanakan
tugasnya dan tidak dibutuhkan lagi, enzim akan terurai cepat dan kembali diabsorb alam.

Gambar 1. Cara Kerja Enzim

Karena sifat-sifat yang luar biasa inilah maka Enzim banyak dimanfaatkan oleh manusia,
termasuk dalam dunia industri. Beberapa contoh industri yang menggunakan enzim adalah
industri pembuatan roti, keju, bir, deterjen, industri bioteknologi, dan lainnya.

Enzime dan Dunia Industri

Banyak orang berpendapat bahwa teknologi enzim adalah teknologi yang tergolong
baru. Perlu diketahui, enzim sudah dimanfaatkan oleh manusia sejak masa awal peradaban.
13
Selama manusia telah mengkonsumsi roti dan keju, meminum anggur dan bir, maka sejak
itulah manusia sudah menggunakan enzim.

Dan sekarang enzim banyak dimanfaatkan untuk berbagai industri. Ini semua karena 4
sifat enzim yang luar biasa tadi. Enzim mengambil perannya tidak hanya pada industri
makanan, namun sudah merambah ke industri plastik, deterjen, pakan ternak, kosmetik, obat-
obatan, bahkan energi.

Gambar 2. Peran Enzim di Dunia Industri

Yang juga tak kalah penting adalah peran enzim yang juga bersifat ramah lingkungan.
Dengan semakin meningkatnya kepedulian terhadap lingkungan dan industri ramah
lingkungan, maka dapat dipastikan bahwa peran enzim akan semakin meningkat dan kuat
dalam dunia industri.

Produksi Enzim

Kembali melihat kasus pembuatan keju diatas, Chymosin adalah enzim yang berperan
dalam merubah susu menjadi keju. Dan Chymosin hanya dapat ditemukan di dalam perut sapi

14
muda (juga pada kambing muda, domba muda, dan sedikit mamalia ternak lainnya). Sampai
tahun 60-an, semua keju di dunia dibuat dengan mengunakan Chymosin yang diambil dari
perut sapi muda yang disembelih.Lalu dua hal terjadi. Permintaan akan keju meningkat, dan
permintaan daging sapi muda menurun.

Akhirnya tidak terdapat cukup banyak sapi muda yang sudah disembelih untuk
mencukupi permintaan dari industri keju akan Chymosin berkualitas. Untuk memecahkan
permasalahan ini, akan sangat tidak bijak dan mahal untuk menyembelih sapi muda hanya
untuk mengambil sedikit enzim Chymosin dari perut mereka. Dan industri keju serta para
peneliti enzim mulai mencari cara lain untuk mendapatkan dan memproduksi enzim
Chymosin dalam jumlah banyak dan murah.

Para peneliti ingin mencari organisme penghasil enzim Chymosin yang lebih murah
dan lebih mudah dibanding sapi muda. Organisme yang dapat berkembang biak secara cepat
dan tidak membutuhkan ruang dan makanan yang besar.

Maka mereka mulai mencari diantara organisme yang lebih kecil dan sederhana yang sudah
mereka kenal, Mikroorganisme.

Gambar 3. Produksi Enzim

Mikroorganisme adalah organisme hidup yang sangat kecil, seperti bakteri, jamur, dan yeast.
Mereka hidup di lapisan tanah dan air di setiap sudut bumi. Karena mereka kecil, jelas tidak
terlalu kompleks seperti sapi muda.

Dari sinilah dimulainya ‘eksploitasi’ mikroorganisme dalam menghasilkan berbagai enzim


untuk kepentingan hidup manusia.
15
Dalam industri roti

Katalis yang digunakan dalam pembuatan roti adalah enzim zimase yang merupakan bio
katalis.Penambahan zimase dilakukan pada proses peragian pengembangan roti.Ragi di
tambahkan ke dalam adonan sehingga glukosa dalam adonanterurai menjadi etil alkohol dan
karbon dioksida.

Penguraian berlangsung dengan bantuan enzim zimase yang dihasilkan ragi.

Pada proses ini, CO berfungsi mengembangkan adonan roti.Banyaknya rongga kecil pada
roti membuktikan terjadinya gelembung CO saat peragian

b.Dalam Bidang Kimia

Dalam bidang kimia penerapan laju reaksi terkait faktor yang mempengaruhinya yakni
pengunnaan katalis dapat diterapkan pada berbagai macam industry antara lain industry
pembuatan ammonia,industry asam nitrat,industry pembuatan asam sulfat melalui melalui
proses kontak,industri perminyakan dan industry roti dan lain-lain

1. Pembuatan Amonia menurut proses Haber-Bosch

Penerapan laju reaksi dalam industry kimia dapat ditemukan pada penggunaan katalis
pada industry pembuatan ammonia menurut proses Haber-Bosch . Dalam pembuatan gas
ammonia dilakukan dengan mereaksikan gas nitrogen dengan gas hidrogen Nitrogen terdapat
melimpah di udara, yaitu sekitar 78% volume. Walaupun demikian, senyawa nitrogen tidak
terdapat banyak di alam. Satu-satunya sumber alam yang penting ialah NaNO3 yang disebut
Sendawa Chili. Sementara itu, kebutuhan senyawa nitrogen semakin banyak, misalnya untuk
industri pupuk, dan bahan peledak. Oleh karena itu, proses sintesis senyawa nitrogen, fiksasi
nitrogen buatan, merupakan proses industri yang sangat penting. Metode yang utama adalah
mereaksikan nitrogen dengan hidrogen membentuk amonia. Selanjutnya amonia dapat diubah
menjadi senyawa nitrogen lain seperti asam nitrat dan garam nitrat.

Dasar teori pembuatan amonia dari nitrogen dan hidrogen ditemukan oleh Fritz Haber
(1908), seorang ahli kimia dari Jerman. Sedangkan proses industri pembuatan amonia untuk
16
produksi secara besar-besaran ditemukan oleh Carl Bosch, seorang insinyur kimia juga dari
Jerman. Persamaan termokimia reaksi sintesis amonia adalah :

Berlangsung
lambat

Berdasarkan prinsip kesetimbangan kondisi yang menguntungkan untuk ketuntasan


reaksi ke kanan (pembentukan NH3) adalah suhu rendah dan tekanan tinggi. Akan tetapi,
reaksi tersebut berlangsung sangat lambat pada suhu rendah, bahkan pada suhu 500oC
sekalipun. Dilain pihak, karena reaksi ke kanan eksoterm, penambahan suhu akan
mengurangi rendemen. Proses Haber-Bosch semula dilangsungkan pada suhu sekitar 500oC
dan tekanan sekitar 150-350 atm dengan katalisator, yaitu Fe2O3 Katalis ini mempercepat laju
reaksinya dengan cara mengadsorbsi zat-zat pereaksi pada permukaannya, reaksinya sebagai
berikut:

Seiring dengan kemajuan teknologi, digunakanlah tekanan yang jauh lebih besar,
bahkan mencapai 700 atm. Untuk mengurangi reaksi balik, maka amonia yang terbentuk
segera dipisahkan. Mula-mula campuran gas nitrogen dan hidrogen dikompresi
(dimampatkan) hingga mencapai tekanan yang diinginkan. Kemudian campuran gas
dipanaskan dalam suatu ruangan yang bersama katalisator sehingga terbentuk amonia.
Diagram alur dari proses Haber-bosch untuk sintesis amonia :

17
2. Pembuatan asam sulfat menurut proses kontak

Penerapan laju reaksi dalam industri dapat ditemukan pada industri pembuatan asam
sulfat menurut proses kontak yakni pada proses nya menggunakan katalis. Katalis banyak
digunakan dalam industri kimia, karena dengan penggunaan katalis akan mempercepat
proses produksi sehingga biaya produksi lebih hemat dan menguntungkan. Asam
sulfat diproduksi dari belerang, oksigen, dan air melalui proses kontak.Pembuatan asam sulfat
menurut proses kontak berlangsung dengan beberapa tahap-tahap reaksi yaitu sebagai
berikut ini :

1. Belerang dibakar dengan udara membentuk belerang dioksida

2. Belerang dioksida dioksidasi lebih lanjut menjadi belerang trioksida.

3. Belerang trioksida dilarutkan dalam asam sulfat pekat membentuk asam pirosulfat.

18
4. Asam pirosulfat direaksikan dengan air membentuk asam sulfat pekat.

Dari tahapan reaksi diatas, tahapan penting dan berlangsung lambat adalah pada
tahap-b. Untuk mempercepat laju reaksinya ditambahkan katalis vanadium pentoksida
(V2O5). Katalis ini dapat mempercepat laju reaksi dengan proses reaksi sebagai berikut :

3. Industri asam nitrat

Metode yang sering digunakan dalam industri asam nitrat adalah metode Proses Ostwald,
yang dikembangkan oleh ahli kimia Jerman, Wilhelm Ostwald.Bahan baku industri asam
nitrat adalah amonia. Mula-mula, amonia dibakar pada suhu 800 oC.

4 NH3 (g) + 2 O2 (g) 4 NO (g) + 6 H2 (g

Oksida NO terbentuk teroksida dengan cepat membentuk NO2 .Kemudian gas NO diserap
oleh air menghasilkan asam nitrit dan asam nitrat.HNO2 diubah mnjadi HNO3 (g).,

Gas NO dimasukan kembali ke dalam reaktor dan dioksidasi menjadi NO2 .

4. Industri perminyakan

Kebutuhan akan bensin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah kendaraan


bermotor, Itulah sebabnya perlu dilakukan pengembangan metode distilasi yang
menghasilkan bensin. Metode yang dikembangkan tersebut, yaitu pemecahan katalis dan
alkilasi.Katalis yang digunakan, diantaranya asam, oksida alumunium, silikon, dan krom.

BAB IV

19
KESIMPULAN

1. Laju laju reaksi merupakan berkurangnya jumlah konsentrasi pereaksi untuk


setiap satuan waktu atau bertambahnya jumlah konsentrasi hasil reaksi untuk setiap
satuan waktu .
2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi Wujud Zat diantara nya
adalah Konsentrasi pereaksi ,Suhu reaksi ,Luas permukaan bidang sentuh reaksi dan
Katalis.
3. Penerapan laju reaksi dalam industry dapat dilihat pada industry pembuatan
amoniak, pembuatan asam sulfat melalui proses kontak,industri roti,industry
perminyakan yang dapat dilihat dari penggunaan katalis baik biokatalis maupun
katalis kimia

20
DAFTAR PUSTAKA

Team Teaching DDPA. 2008. Modul Praktikum. Gorontalo: UNG

Lukum, Astin. 2006. Bahan Ajar DDPA. Gorontalo: UNG

Wikipedia bahasa Indonesia.2010.Dunia Industri Modern.

Dogra, S.K.1987.Kimia Fisik dan Soal – Soal.Jakarta : UI-Press

http// wikipedia: proses pembuatan asam sulfat.

21
22