Anda di halaman 1dari 4

PERAN LEMAK COKLAT DALAM MEKANISME PRODUKSI PANAS

PADA BAYI

Siti Arifah *
Kartinah **

Abstract

Thermoregulation system have two process heat production, they are shivering and non shivering
thermogenesis. Non shivering thermogenesis more happens in newborn human especially to adapt of low
temperatures. The prime role of this non shivering thermogenesis is Brown Adipose Tissue (brown fat).
Brown fat contain many mitochondria that are able to use the fatty acids released by lipolysis for
thermogenesis. Brown fat helping to raise body temperature. Brown fat serves to dispose of excess energy
so that not all calories consumed will be stored.

Keyword : thermogenesis, brown fat, non shivering

* Siti Arifah
Dosen Jurusan Keperawatan FIK UMS, Jl. Ahmad Yani Tromol Pos I Pabelan Kartasura
** Kartinah
Dosen Jurusan Keperawatan FIK UMS, Jl. Ahmad Yani Tromol Pos I Pabelan Kartasura

PENDAHULUAN pada termogenesis fakultatif adalah jaringan lemak


coklat atau lemak coklat. Jaringan lemak coklat
Termoregulasi pada neonatus adalah suatu termasuk dalam homeoterm nonshivering
yang paling penting dan merupakan aspek thermogenesis, dimana metabolisme panas
menantang dalam perawatan neonatal. Seni dihasilkan tanpa tanpa adanya kontraksi cepat otot-
mempertahankan suhu lingkungan tetap netral otot yang disebut shivering (menggigil)
adalah yang paling mempengaruhi intervensi (Argyropoulus et al, 2002). Produksi panas secara
perawat dalam menangani bayi full term maupun fakultatif lebih efektif untuk pertahanan neonatus
pre term. Neonatus full term mempunyai dan penyesuaian diri terhadap dingin dalam
kemampuan menggigil dengan terbatas untuk homeoterm secara umum (Cannon, et al, 2004).
menghasilkan panas, sedangkan bayi preterm tidak Selama tahun pertama kehidupan, peranan
sama sekali. Selain itu, bayi preterm juga termogenesis shivering meningkat, sedangkan
mempunyai respon vasomotor tidak stabil sehingga termogenesis non-shivering menurun.
tidak dapat berkonstriksi secara adekuat untuk
memperlambat kahilangan panas, serta mempunyai STRUKTUR JARINGAN LEMAK COKLAT
simpanan lemak coklat terbatas, sehingga tidak
dapat menghasilkan panas dengan adekuat melalui Jaringan lemak coklat mulai teridentifikasi pada
jalur metabolik. bayi usia sekitar 26 minggu gestasi (Okken, 1995,
Ada dua tipe termogenesis dalam page 5). Jaringan lemak coklat berbeda dari
mekanisme homeoterm yaitu, obligatori dan jaringan lemak putih secara umum dalam banyak
fakultatif. Termogenesis obligatori adalah proses hal, antara lain :
produksi panas melalui metabolisme tubuh 1. Sel lemak coklat mempunyai banyak vakuola
meliputi pengolahan, pencernaan dan memproses lemak dan mengelilingi inti yang ada ditengah,
makanan, atau produksi panas yang dihasilkan sedangkan sel lemak putih hanya mempunyai
melalui BMR (Himms-Hagen, 1989). satu vakuola lemak besar dan satu inti
Termogenesis fakultatif merupakan proses berbentuk perak terletak pada perimeter
produksi panas tambahan dalam merespon paparan (Gambar 1 ) ( Davis, 1980; Oya, 1997 ).
suhu dingin atau diet, yang dapat dengan cepat 2. Sel lemak coklat berisi glikogen dan banyak
diaktifkan dan ditekan oleh sistem saraf selama mengandung mitokondria dengan multipel
terpapar dingin. Salah satu mekanisme penting cristae untuk menghasilkan bahan bakar dan
Peran Lemak Coklat Dalam Mekanisme Produksi Panas … (Siti Arifah dan Kartinah) 157
197
energi yang dibutuhkan guna produksi panas 20-30% pada orang dewasa). Seorang bayi
dengan cepat, sedangkan sel lemak putih tidak premature, lahir tanpa simpanan penuh jaringan
berisi glikogen dan mitokondria relatif sedikit lemak coklat yang menghambat produksi panas
(Davis, 1980, Astrup, 1986 ). dalam lingkungan dingin, menyebabkan bayi
beresiko (Davis, 1980). Secara khusus, jaringan
Nukleus lemak coklat berjumlah sekitar 2-5% berat badan
neonatus (Astrup, 1986).
Vakuola Jaringan lemak coklat terutama terdistribusi
LV
lipid/LV pada bayi baru lahir untuk menghasilkan produksi
Mitokondria panas yang paling efisien untuk kebutuhan bayi.
Pada bayi, lemak coklat diyakini banyak terdapat
pada bagian midskapula, leher posterior, disekitar
Sel lemak Putih Sel lemak coklat
otot leher dan memanjang dibawah clavikula
Gambar.1 Perbandingan sel lemak coklat dan sampai aksila dan sekitar trakea, esofagus,
sel lemak putih. interskapula dan arteri mamaria, aorta abdominal,
ginjal dan kelenjar adrenal (Davis, 1980).
3. Jaringan lemak coklat berisi simpanan Analisis termografik menyimpulkan bahwa
trigliserida konsentrasi tinggi. bahwa area interscapular, aksila dan tengkuk pada
4. Jaringan lemak coklat mempunyai banyak leher mempunyai suhu kulit lebih tinggi dari
vaskularisasi dan penuh persarafan tidak bagian lain dalam tubuh, sehingga
bermielin dengan ujung saraf simpatis disetiap mengindikasikan adanya termogenesis
sel lemak (Davis, 1980 ; Kuroshima, 1995 ; nonshivering dalam area ini (Oya, et al, 1997).
Austgen, 2002). Ujung saraf simpatis akan Metabolisme produksi panas ini pada neonatus
mengeluarkan noradrenalin yang akan dimulai pada saat lahir dan puncaknya sekitar satu
menstimulasi lipolisis dan aktivitas uncoupling jam setelah itu (Oya eta l, 1997). Jaringan lemak
protein. coklat mengelilingi organ vital berfungsi untuk
menghasilkan kebutuhan panas, yang bekerja
LETAK JARINGAN LEMAK COKLAT secara optimal (suhu lebih rendah dari optimal
menghasilkan kecepatan reaksi lebih rendah dan
Jaringan lemak coklat ditemukan pada bayi akumulasi produk sampah metabolik) dan
baru lahir, mamalia kecil dan mekanisme mengelilingi arteri yang berfungsi untuk
homeoterm untuk menyesuaikan diri terhadap kehangatan darah sebelum disirkulasi melalui
lingkungan dingin. Termogenesis nonshivering tubuh (Davis, 1980).
lebih efisien dalam menyesuaikan diri ketika
terpapar dingin dalam waktu lama, karena jaringan FUNGSI JARINGAN LEMAK COKLAT
lemak coklat berkembang (Astrup, 1986). Jaringan
lemak coklat berkembang dan mengalami regresi Struktur jaringan lemak coklat secara khusus
sesuai dengan tingkat stimulasi. disesuaikan dengan fungsinya. Banyaknya
Saat lahir, seorang bayi keluar dari suatu vakuola lemak meningkatkan “rongga sitoplasma
hangat, menuju lingkungan dunia yang dingin, terhadap lemak“, membuat penggunaan lemak
sehingga perlu untuk bayi beradaptasi terhadap lebih banyak efisien (Davis, 1980). Seperti yang
pendinginan, peningkatan oksigenasi dan tersebut diatas, glikogen dalam sel lemak coklat
pemisahan dari plasenta dalam suatu pakaian menghasilkan glukosa untuk sejumlah
efisien secara ekstrem (Gunn et al, 1995). Struktur mitokondria, yang digunakan untuk menghasilkan
dan fungsi jaringan lemak coklat dalam neonatus, energi terutama untuk produksi panas (Davis,
lebih jauh mejelaskan kebutuhan suhu yang unik 1980). Jaringan lemak coklat kaya vaskularisasi,
pada bayi baru lahir. Bayi baru lahir mempunyai sehingga memberikan dua manfaat :
area permukaan besar terhadap masa dibanding 1. Membawa nutrient seluler dan sampah
orang dewasa (0,066m2/ kg untuk 3 kg bayi metabolik ke tempat semestinya.
dibanding 0,025 m2/kg untuk 70 kg dewasa), yang 2. Menyebarkan panas yang dihasilkan dalam
menyebabkan bayi baru lahir kehilangan panas jaringan lemak coklat untuk istirahat tubuh
lebih cepat ( Davis, 1980 ). Bayi baru lahir juga (Davis, 1980). Suplai saraf tidak bermielin
mempunyai sedikit lemak untuk melindungi, (16% menghasilkan jalur untuk stimulasi jaringan
berat badan dalam 3,5 kg bayi baru lahir dibanding lemak coklat (Davis, 1980).

198 Berita Ilmu Keperawatan, ISSN 1979-2697, Vol. 1 No. 4 ,Desember 2008, 197-200
Fungsi lemak coklat antara lain :
Saraf Simpatis
Food/Cold
1. Aktivasi sistem :
Termogenesis nonshivering dalam jaringan Norepineprin
lemak coklat diaktivasi melalui sistem saraf Reseptor β-adrenergik
simpatis melalui salah satu dari dua jalan : Sel lemak coklat
melalui dingin atau melalui makanan (Astrup,
Mitokondria
1986). Ketika otak terangsang dingin, saraf-
saraf simpatis diaktifkan, sehingga ujung saraf
yang mengelilingi jaringan lemak coklat Energi dari
melepaskan norepinefrin, yang mengikat ke gradient
dan mengaktivasi reseptor beta adrenergik Proton dipompa elektrokimia dalam
pada membran sel lemak coklat (Sell, 2004). ke dalam mitokondria
Pengikatan norepinefrin oleh reseptor melalui UCP-1 Panas dihabiskan sebagai
menyebabkan timbulnya sinyal transduksi panas
cascade, yang menyebabkan cAMP Gambar. 2 Jalur termogenesis
mengaktifkan protein kinase A, dan akhirnya nonshivering
menstimulasi lipolisis dan aktivitas UCP-1
dalam membran dalam mitokondria (Sell, RESPON VASKULER DAN METABOLIK
2004). PADA JARINGAN LEMAK COKLAT

2. Uncoupling Protein 1 (UCP 1/ thermogenin) Stimulasi saraf simpatis yang mensuplai BAT
dan perannya dalam termogenesis mengakibatkan vasodilatasi tanpa respon
nonshivering. vasokonstriksi seperti pada lemak putih (Dalziel,
1989). Vasodilatasi ini dimediasi oleh beta-
Secara umum, pernafasan seluler, “oksidasi adrenoreseptor. Vasodilatasi dalam BAT, juga
substrat-substrat bahan bakar pada mitokondria dipromosi oleh substansi lain seperti glukagon,
menghasilkan produksi ATP melalui suatu respon yang tidak dipengaruhi oleh blokade
phosphorilasi oksidatif” (Argyropolous 2002). beta-reseptor. Stimulasi simpatis pada lemak
Sebaliknya, tujuan pernafasan dalam jaringan coklat, menyebabkan peningkatan lipolisis dimana
lemak coklat adalah tidak menghasilkan energi hampir semua asam lemak secara langsung
dalam bentuk ATP, tetapi lebih dalam bentuk dioksidasi dalam mitokondria untuk menghasilkan
panas. Dengan demikian, sel lemak coklat sejumlah besar panas akibat adanya uncoupling
membutuhkan jalur alternatif pada phosporilasi protein (gambar3 ).
oksidatif. Dalam phosphorilasi oksidatif khas,
proton menurunkan gradien elektrokimia dan
masuk matrik mitokondria melalui ATP
synthase, sampai gradient habis. Pada jaringan
lemak coklat, UCP 1 menyediakan bypass bagi
ATP synthase (kecepatan enzim dalam
produksi panas terbatas), dan dengan
demikian energi pada gradient elektrokimia
tidak digunakan untuk sintesis ATP, tetapi
oksidasi lemak lebih banyak dilepaskan
sebagai panas (gambar 2) (Argiropoulos et al,
2002). Mitokondria dalam jaringan lemak
coklat dapat menghabiskan “ hampir 90%
energi respirasi sebagai termogenesis dengan Gambar. 3 Efek vaskuler dan metabolik akibat
cara ini” (Ricquier, 2002). Tanpa UCP 1, stimulasi reseptor simpatis pada jaringan lemak
termogenesis nonshivering tidak dapat terjadi coklat.
dengan baik.

Peran Lemak Coklat Dalam Mekanisme Produksi Panas … (Siti Arifah dan Kartinah) 199
Stimulasi simpatis menyebabkan oleh adanya jaringan lemak coklat dalam tubuh
peningkatan pelepasan hormon thyroksin oleh bayi. Lemak coklat terdiri atas sel-sel lemak yang
kelenjar tiroid, yang juga menginduksi mengandung banyak vakuola lemak dan
termogenesis. Hormon tiroid menimbulkan mitokondria, serta mengandung banyak serat saraf
efek berupa peningkatan metabolisme simpatis.
Dingin merupakan salah satu stressor yang
diseluruh tubuh termasuk dalam lipolisis
memicu aktivitas saraf simpatis. Saraf simpatis
lemak coklat. Insulin dan glukokortikoid juga yang terangsang akan menyebabkan pelepasan
dilaporkan meningkatkan respon termogenesis norepinephrin pada ujung sarafnya dipermukaan
BAT. Triiodotiroksin (T3) juga memfasilitasi sel lemak coklat. Norepinephrin akan ditangkap
kerja norepinefrin dan menstimulasi ekspresi oleh beta-adrenergik reseptor dipermukaan sel
beta-adrenergik reseptor. Norepinefrin akan lemak coklat sehingga terjadi aktivasi protein
menstimulasi aktivitas enzim yang berperan kinase dan menstimulasi aktivitas uncoupling
dalam reseptor beta-adrenergik, untuk protein 1 (zat termogenin) di membran
menstimulasi respon uncoupling protein 1. mitokondria sel lemak coklat. Uncoupling protein
1 menyebabkan asam lemak dalam sel lemak
KESIMPULAN dioksidasi menjadi panas yang kemudian dialirkan
Neonatus baru lahir sangat rentan terhadap keseluruh tubuh melalui pembuluh darah, sehingga
stress dingin, karena perpindahan dari lingkungan tubuh bayi menjadi hangat. Stimulasi simpatis
rahim yang hangat ke dunia yang dingin. Stress pada pembuluh darah lemak coklat menyebabkan
dingin pada neonatus direspon dengan cara yang vasodilatasi pembuluh darah sehingga panas lebih
berbeda dari orang dewasa, yaitu dengan cepat dihantarkan keseluruh tubuh. Sel lemak
termogenesis fakultatif non-shivering. coklat hanya ada pada bayi dan jumlahnya
Termogenesis non-shivering pada bayi diperankan menurun sesuai perkembangan usia.

Daftar Pustaka

Argyropoulos, G., and M. Harper. 2002. Molecular Biology of Thermoregulation: Uncoupling proteins and
thermoregulation. J. Appl. Physiol. 92: 2187-2198

Astrup, A. 1986. Thermogenesis in human brown adipose tissue and skeletal muscle induced by
sympathomimetic stimulation. Acta Endocrinologica 112(278): 1-32.

Cannon B., and J. Nedergaard. 2004. Brown adipose tissue: function and physiological significance. Physiol.
Rev. 84(1): 277-359.

Dalziel, K. 1989. The nervous system and adipose tissue. Clinic in Dermatology. October-December 1989,
Volume 7, Number 4,pages 62-77

Davis, V. 1980. The structure and function of brown adipose tissue in the neonate. JOGN Nurs. 9(6): 368-
72.

Gunn, T.R. 1995. Perinatal thermogenesis. Early Human Development 42(3): 169-183.

Himms-Hagen, J. 1984. Nonshivering thermogenesis. Brain Res. Bull . 12(2): 151-60.

200 Berita Ilmu Keperawatan, ISSN 1979-2697, Vol. 1 No. 4 ,Desember 2008, 197-200