Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM MEKANIKA BENDA PADAT

MODUL A
KESEIMBANGAN GAYA

KELOMPOK 4

Adinda Rizkia Yunita 0906636730


Putri Nilam Sari 0906636951
Retno Murti 0906636964
Satria Kharisma 0906489750
Tatika Widyasari 0906516120

Tanggal Praktikum : 8 Maret 2011


Asisten Praktikum : Rais Pamungkas
Tanggal disetujui :
Nilai :
Paraf Asisten :

LABORATORIUM STRUKTUR DAN MATERIAL


DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK
2011
A. POLIGON GAYA

I. TUJUAN
Untuk menguji bahwa beberapa gaya yang berada dalam kondisi seimbang
memenuhi persamaan:
ΣPx = ΣPy = ΣM
Dan gaya- gaya tersebut dapat digambarkan dalam poligon gaya tertutup dimana
sisi-sisi poligon tersebut mewakili gaya-gaya, termasuk besar dan arahnya.

II. TEORI
Desain suatu struktur benda didasarkan atas berat dari struktur itu sendiri dan
gaya-gaya yang bekerja pada struktur serta gerakan yang memengaruhi struktur
tersebut. Umumnya pada desain struktur tidak terdapat gerakan dan struktur
berada dalam keseimbangan statik.
Maka, gaya-gaya dalam keseimbangan harus memenuhi dua persamaan, yaitu
resultan dari semua gaya harus nol (0) dan momen di semua titik harus (0). Dalam
persamaan matematis kondisi ini dapat digambarkan sebagai:
Σ Px = 0 Σ Py = 0 Σ Pz= 0
Σ Mx = 0 Σ My = 0 Σ Mz = 0
Jika gaya-gaya berlaku pada satu bidang, maka:
Σ Px = 0 Σ Py = 0 Σ Mz = 0
Serangkaian percobaan yang dilakukan UI memberikan pengertian yang jelas
tentang semua aspek dari keseimbangan dan aplikasinya pada gaya-gaya dalam
ruang dan diagram gaya bebas.

III. PERALATAN
1. Papan gaya
2. Katrol tunggal
3. Katrol ganda
4. Tali
5. Penggantung beban
6. Selotip/isolasi
7. Cincin tunggal
8. 2 (dua) cincin yang dihubungkan dengan tali

IV. CARA KERJA


a. Gaya Konkuren
1. Lubangi pusat kertas A1 (perpotongan diagonal) dengan diameter lubang 6
mm.
2. Lepas centre peg (pasak) dan pasang kertas pada papan bidang gaya dan
pasang kembali centre peg (pasak) melalui lubang yang tersedia
3. Gunakan cincin tunggal dan 6 tali beban kemudian pasang masing-masing
tali pada katrol-katrol 3 (tali) pada katrol sebelah kiri dan lainnya pada
katrol sebelah kanan.
4. Gantungkan penggantung beban pada tali
5. Tambahkan beban pada penggantung dan perhatikan bagaimana tali-tali
tersebut bergerak membentuk keseimbangan baru setiap beban ditambah
6. Setelah didapat kesetimbangan, gambar posisi gaya-gaya tersebut pada
kertas gambar dan tulis besar bebannya (termasuk berat penggantung)

b. Gaya Non Konkuren


1. Sekarang gunakan sepasang cincin yang dihubungkan dengan tali dan ikat
6 (enam) tali sehingga 3 (tiga) tali terikat pada masing-masing cincin
2. Kemudian gantung beban ada tiap tali, setelah itu gambar tali-tali tersebut
pada kertas gambar dan catat beban yang digantung pada setiap tali
V. PENGOLAHAN DATA
a. Gaya Konkuren
Dari percobaan yang dilakukan, dapat digambarkan diagram keseimbangan
titik sebagai berikut:

Y
P2
P1

P3
60°

50°
23°

25°
X
12.5
42°
P6
P4

P5

Untuk mendapatkan total gaya yang berkerja searah sumbu x dan sumbu y,
digunakan rumus:
P x =P∙ cosα P y =P ∙ sinα

Perhitungan dilakukan sebagai berikut:


P 1=2.5 N
α =50 °
P x =P∙ cosα P y =P ∙ sinα
P x =P1 ∙ cosα P y =P 1 ∙ sinα
P x =2.5∙ cos 50 ° P y =2.5 ∙ sin 50°
P x =1.607 N P y =1.915 N
perhitungan yang sama digunakan untuk P2, P3, P4, P5, dan P6

Gaya Besar Sudut Kuadra Px Py


Gaya
(°) n (N) (N)
(N)
P1 2.5 50 I 1.607 1.915
P2 1.5 60 II -0.75 1.3
P3 2.5 23 II -2.301 0.977
P4 3 25 III -2.719 -1.268
P5 4 42 IV 2.972 -2.676
P6 1.5 12.5 IV 1.464 -0.325
∑P 0.273 -0.041

Kesalahan relatif Px= |Σ Px analitis−Σ P x percobaan|×100 %


= ||0 — 0.273 )|×100 %=27.3 %
Kesalahan relatif Py= |Σ P y analitis−Σ P y percobaan|×100 %
= |0 — (−0.041)|×100 %=4.1%

b. Gaya Non Konkuren


Pada percobaan dengan dua cincin, diperoleh diagram kesetimbangan
sebagai berikut:

Y2 Y1

P5
P1

P6
72° 56°
20°
A B
12°
X
38° P2
41°

L
P7
P3

Pengolahan data dilakukan dengan rumus:


P y =P ∙ sinα

M A =L∙ P y M B =L∙ P y

Perhitungan yang dilakukan adalah sebagai berikut:


P 1=3 N
α =56 °
L=0.14 m
 P y =P 1 ∙ sinα
P y =3 ∙ sin 56 °
P y =2.487
 M A =L∙ P y
M A =0.14 ∙ 2.487
M A =0.348
Perhitungan yang sama dilakukan juga pada P2, P3, P4, P5, dan P6.
Dengan memperhitungkan posisi titik gaya berkumpul, maka pada P4, P5, dan
P6 akan menimbulkan momen di titik B.
Besar Sudut Py MA MB
Gaya L
Gaya (N) (°) (N) (Nm) (Nm)
P1 3 56 2.487 0.14 0.348
P2 0.5 -12 -0.104 0.14 -0.015
P3 2.5 -41 -1.64 0.14 -0.23
P4 1.5 72 1.427 0.14 0.2
P5 2.5 20 0.855 0.14 0.12
P6 3 -38 -1.847 0.14 -0.259
∑M 0.31 0.061

Kesalahan Relatif MA= |Σ M A analitis−Σ M A percobaan|×100 %


= |0 — 0,31|×100 %=2,03 %
Kesalahan Relatif MB= |Σ M B analitis−Σ M B percobaan|× 100 %
= |0−( 0,061 )|×100 %=1,55 %

VI. ANALISA
i. Analisa Percobaan
i.1. Gaya Konkuren
Pada percobaan keseimbangan gaya konkuren, pertama-tama kertas A1
dipasang di papan tulis lalu direkatkan dengan selotip. Kemudian disiapkan
cincin yang dihubungkan dengan enam tali yang disambung dengan katrol pada
pinggir-pinggir papan gaya. Lalu pada ujung-ujung tali digantung beban yang
bervariasi sampai cincin di tengah papan gaya setimbang. Setelah tali yang
dibebani stabil dan berada pada posisi di sekitar tengah-tengah papan gaya, titik
pusat pada cincin dan arah gaya pada tali di tandai pada kertas A1. Lalu gaya-
gaya pada tali dicatat, gaya-gaya yang dihitung ditambah dengan 0.5 N yaitu
berat penggantung beban. Setelah itu semua tali, beban, dan kertas A1 dilepas.
Pada kertas A1 yang sudah ditandai, ditarik garis dari titik-titik pada tali beban
ke titik pusat pada cincin. Lalu digambar juga bidang cartesius yang melewati
titik pusat pada cincin.
i.2. Gaya Non Konkuren
Untuk percobaan kesetimbangan gaya nonkonkuren, seperti sebelumnya
kertas A1 dipasang pada papan gaya lalu direkatkan dengan selotip. Kemudian
digunakan dua cincin yang dihubungkan dengan tali sebagai pengganti cincin
yang digunakan pada percobaan kesetimbangan gaya nonkonkuren. Kemudian
masing-masing cincin dihubungkan pada beban dengan menggunakan tali.
Cincin pada masing-masing sisi dilewatkan pada katrol yang bersesuaian dengan
sisi-sisinya. Kemudian digantung beban yang bervariasi pada masing-masing
tali, beban yang digunakan diperkirakan sehingga tali penghubung dua cincin
merentang lurus dengan sudut 180°. Setelah kedua cincin dan tali
penghubungnya stabil, titik pusat pada kedua cincin ditandai, begitu juga dengan
arah gaya pada tali-tali beban. Beban pada tiap tali dicatat dengan menambahkan
0.5 N sebagai berat pengait beban. Kemudian semua cincin, kertas A1, tali dan
beban dilepas. Pada kertas A1 ditarik garis penghubung antara kedua titik pusat
cincin yang sudah ditandai, lalu beban-beban yang bersesuaian dihubungkan
dengan titik pada cincin. Bidang cartesius digambar dengan menggunakan garis
penghubung titik pusat dua cincin sebagai axis, dan terdapat dua ordinat yang
tegak lurus axis pada kedua titik pusat cincin.
ii. Analisa Hasil
ii.1. Gaya Konkuren
Dari data yang telah dikumpulkan maka akan dapat digambarkan poligan
kesetimbangan titik sebagai berikut:

P3
P4

P2

P5

P1

P6

Seharusnya poligon ini menutup, dan P6 ujungnya kembali ke titik awal,


akan tetap P6 sedikit melewati titik yang seharusnya. Ini menunjukan terdapat
perbedaan antara hasil analitis yang seharusnya dengan hasil percobaan.
Pada kesetimbangan titik, semua gaya-gaya yang terjadi pada sebuah titik
jika dijumlahkan menurut besar dan arahnya, gayanya akan menghasilkan 0.
Tetapi dari pengolahan data yang dilakukan, jumlah gaya yang berkerja pada
sumbu-x adalah sebesar 0.273 dan pada sumbu-y -0.041. Ini menunjukan adanya
kesalahan relatif.
ii.2. Gaya Non Konkuren
Untuk gaya non konkuren, karena terdapat dua titik yang berkerja pada satu
sistem, maka yang digunakan untuk mengecek kesetimbangan adalah momen di
kedua titik dan sebagai hasil analitis untuk diperbandingkan dengan percobaan
digunakan ΣM =0. Karena kedua titik sejajar, maka yang menghasilkan momen
hanyalah gaya dalam arah sumbu-y pada gaya.
Setelah diolah, didapatkan ΣM di kedua titik, yaitu pada titik A sebesar 0.31
Nm dan pada titik B 0.061 Nm. Ini menunjuan adanya kesalahan relatif pada
percobaan.
iii.3. Analisa Kesalahan
Kesalahan relatif yang didapatkan setelah hasil pengolahan data
dibandingkan dengan hasil analitis adalah:
Gaya konkuren: Kesalahan relatif Px =27.3 %
Kesalahan ℜlatif P y =4.1 %
Gaya non konkuren: Kesalahan relatif M A=27.3 %
Kesalahan relatif M B=4.1 %
Kesalahan yang mungkin terjadi saat praktikum dan mempengaruhi
keakuratan data yang dikumpulkan adalah:
 Kesalahan saat pembacaan sudut
 Ketidak-telitian praktikan dalam mencatat gaya atau ketidak-telitian
dalam perhitungan proyeksi gaya dan momennya.
 Terjadi sumbu x dan sumbu y yang digambar kurang tegak lurus ataupun
pada saat menggambar tali beban pada kertas, gambar tali kurang sejajar
dengan gaya yang sebenarnya.
 Terjadi senggolan pada tali gaya dan pada saat menggambar garis gaya
yang menyebabkan posisi kesetimbangan bergeser.
 Gesekan pada katrol mempengaruhi nilai beban sebenarnya yang terjadi
pada cincin
 Pada saat mencatat besar beban pada tali, terjadi kesalahan dalam
menemukan tali yang bersesuaian, sehingga gaya dan arahnya
sebenarnya tidak sesuai.

VII. KESIMPULAN
Dari pengolahan data kesetimbangan pada gaya konkuren yang dilakukan
diperoleh nilai: P x =0.273 dan P y =−0.014 % yang masing masing memiliki
kesaahan relatif sebesar P x =27.3 % dan P y =4.1 %. Karena kesalahan relatif pada
kedua hasil pengolahan data kecil, maka dapat disimpulkan bahwa percobaan
berhasil membuktikan bahwa pada kesetimbangan titik, besar gaya pada arah
sumbu-x dan sumbu-y adalah sama dengan 0 ( ΣP y =0 , Px =0).
Pada pengolahan data kesetimbangan gaya non konkuren, diperoleh nilai
M A =0.31 dan M B =0.061 masing-masing nilai memiliki kesalahan relatif
M A =27.3 % dan M B =4.1 %. Dengan kesalahan relatif yang kecil maka dapat
disimpulkan bahwa gaya non-konkuren yang berkerja memenuhi persamaan
ΣM =0.
B. GAYA-GAYA SEJAJAR DAN TEGAK LURUS

I. Tujuan
Percobaan ini dilakukan untuk memeriksa apakah keseimbangan dapat
terwujud ketika gaya-gaya paralel bekerja pada struktur.

II. Teori
Pada pelajaran mengenai keseimbangan terdapat dua kasus khusus yang harus
diperhatikan. Kasus pertama sangat umum terjadi dimana semua gaya bekerja
paralel dan tidak membentuk poligon gaya. Sebuah meja dengan tiga gaya ke
bawah akan diimbangi oleh tiga reaksi ke atas oleh kaki-kaki meja. Keadaan ini
dinyatakan dengan satu persamaan yaitu Σ Pv = 0 dan persamaan lebih lanjut
bergantung pada penggunaan keseimbangan momen.

GAMBAR
A.2 Gaya Paralel
yang Bekerja
pada Struktur

Kasus
kedua
terjadi
ketika dua buah gaya paralel, sama besar tapi berlawanan arah bekerja pada
struktur yang beratnya dapat diabaikan. Kasus ini memenuhi keseimbangan gaya-
gaya vertikal (Σ Pv = 0) tetapi struktur akan berputar kecuali jika diberikan momen
tambahan seperti pada gambar (a). Momen tambahan ini diberikan dengan cara
ditunjukkan pada gambar (b), dimana sepasang gaya sejajar P b sama besar dan
berlawanan arah bekerja pada struktur.
III. Peralatan
a. Alat 1 b. Alat 2
1. Papan gaya 1. Rangka batang warrer dan pengimbang
2. Pasak tengah 2. Reaksi batang N dan pengimbang
3. Pembuat garis 3. Reaksi circular dan pengimbang
4. Katrol tunggal 4. Tempat pengait tali sambungan
5. Katrol ganda
6. Tali
7. Penggantung beban
8. Klip papan
9. Cincin
10. Cincin ganda

IV. Cara Kerja


1. Lepas pasak dan pasang kertas pada papan bidang gaya dan pasang kembali
pasak melalui lubang yang tersedia
2. Ambil salah satu rangka batang dan letakkan lubang pusat gravitasi di atas
pasak tengah papan gaya
3. Pasang tali di lokasi reaksi perletakkan gaya pada katrol
4. Gunakan dua katrol ganda sevara vertikal di atas setiap ujung rangka batang
untuk mengetahui reaksi dan gantung beban langsung dari bawah rangka
batang pada lubang yang telah tersedia. Penggantung beban ikut dihitung
sebagai bagian dari keseluruhan beban sedangkan tali penggantung diabaikan
beratnya.
5. Gantungkan beban ke rangka batang dan tambahkan beban ke setiap tali
pengimbang reaksi sehingga:
(a) Rangka batang horizontal
(b) Lubang pusat gravitasi berada tepat di tengah pasak tengah
Pada kondisi ini rangka batang akan seimbang, mengambang bebas akibat
reaksi vertikal dan gaya yang bekerja padanya.
6. Baca dan catat beban total termasuk penggantung dan reaksinya
V. Pengolahan Data

A B
10 10 10

VA P1 P2 VB

P1 = 1.5 N P2 = 2 N W =94.45 gram ×10−3 × 9.8=0.927 N

Hasil Percobaan: V A =2.1 N


V B =2.4 N

Hasil Teoritis: ΣMA = 0


P 1∙ 10+ P 2∙ 20+W ∙ 15−V B ∙ 30=0
1.5 ∙10+ 2∙ 20+0.927 ∙ 15−V B ∙ 30=0
15+ 40+13.905=V B ∙ 30
30 V B =68.905
V B =2.3 N

ΣMB = 0
−P 1∙ 20−P 2 ∙10−W ∙15+ V A ∙30=0
−1.5 ∙20−2 ∙10−0.927 ∙15+ V A ∙30=0
30+20+13.905=V A ∙ 30
30 V A =63.905
V A =2.13 N

ΣV =0
V A +V B−P 1−P 2−W =0
2.13+2.3−1.5−2−0.93=0
4.43−4.43=0 (terbukti)

|Vanalitis−Vpercobaan|
Kesalahan Relatif = ×100 %
V analitis
|2.13 N−2.1 N|
Kesalahan Relatif Va = ×100 %=1.4 %
2.13 N
|2.3 N−2.4 N|
Kesalahan Relatif Vb = × 100 %=4.3 %
2.3 N

VI. Analisa
i. Analisa Percobaan
Percobaan ini dilakukan dengan memasang rangka batang pada tengah-
tengah papan gaya dan dihubungkan dengan dua tali beban pada katrol ganda di
sisi atas papan gaya. Setelah itu rangka batang diberi beban dengan besar yang
sudah ditentukan, dan praktikan menambah beban pada kedua tali beban sampai
rangka batang seimbang. Rangka batang dikatakan seimbang apabila pada
lubang tempat rangka batang disangkutkan pada paku, paku berada tepat di
tengah-tengah. Setelah itu besarnya beban dan berat sendiri dari rangka batang
dicatat.
ii. Analisa Hasil
Dari hasil percobaan didapatkan reaksi perletakan V A =2.1 N dan V B =2.4 N ,
dan dengan perhitungan didapatkan reaksi perletakan V A =2.13 N dan V B =2.3 N
. Seharusnya hasil pada percobaan sesuai dengan hasil secara teoritis, ini
menunjukan adanya kesalahan relatif pada percobaan ini.
iii. Analisa Kesalahan
Setelah dibandingkan dengan hasil teoritis, didapatkan kesalahan relatif
untuk masing-masing perletakkan V A =1.4 % dan V B =4.3 % .
Kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi dan mempengaruhi data hasil
percobaan adalah:
 Kesalahan Alat, karena alat sudah berkali – kali pakai mungkin katrol
mengalami kerusakan yang menyebabkan rangka batang berubah posisi.
 Kesalahan Praktikan, karena kekurang telitian praktikan saat mencatat
gaya ataupun dalam proses penghitungan
 Gesekan pada katrol mempengaruhi besarnya beban yang berkerja pada
rangka batang
 Praktikan salah menentukan keadaan setimbang dari rangka batang

VII. Kesimpulan
Perhitungan yang dilakukan dengan rumus ΣM =0 dan ΣV =0 secara tidak
langsung membuktikan bahwa kesetimbangan memang berlaku dan memiliki
kondisi-kondisi yang memenuhi rumus tersebut. Setelah dibandingkan dengan
hasil percobaan terdapat kesalahan relatif yang kecil sehingga dapat disimpulkan
bahwa percobaan ini cukup membuktikan bahwa pada gaya-gaya paralel yang
berkerja pada suatu struktur, berlaku kesetimbangan karena adanya reaksi yang
menyeimbangkan gaya-gaya beban dan berlaku ΣV =ΣH=ΣM =0.

VIII. Referensi
Hibbeler, R.C. Engineering Mechanics: Statics. Prenhallindo.1998. Jakarta.
Pedoman Praktikum Mekanika Benda Padat. Laboratorium Struktur dan
Material Departemen Teknik Sipil.