Anda di halaman 1dari 3

CYBERCRIME

Cybercrime atau lebih dikenal dalam masyarakat sebagai kejahatan terhadap computer
adalah setiap tingkah laku illegal yang dilakukan dengan menggunakan peralatan
elektronik dengan target keamanan system computer dan data yang diproses didalamnya.
(types of cybercrime. In Business Software Alliance (BSA). Retrieved March 19, 2009,
from www.playitcybersafe.com)

Dengan perkembangan masyarakat dalam penggunaan internet, cyberlaw kemudian


diperlukan. Dalam bahasa hukum, cyberlaw meliputi cybercrime dimana cybercrime
sendiri merupakan kejahatan yang dilakukan dengan atau tanpa computer. Berbeda
dengan pengertian sebelumnya, cybercrime dalam Webster’s New World Hacker
Dictionary menyatakan bahwa pencurian perdagangan elektronik, pelanggaran hak atas
kekayaan intelektual, dan pelanggaran hak atas privasi atau indentitas merupakan bagian
dari cybercrime. Selain itu, aktivitas seperti pornografi anak; penipuan kartu kredit;
cyberstalking; pelanggaran online; memperoleh akses tidak sah terhadap system
computer; pelanggaran hak cipta; lisensi software dan perlindungan merek; membajak
dengan membuka kode rahasia; pembajakan software; dan mencuri identitas orang untuk
melakukan kejahatan tergolong dalam cybercrime. Sedangkan cybercriminal adalah
orang yang melakukan tindakan tersebut. (cybercrime and cybercriminals. (2009). In
Webster’s New World Hacker Dictionary. Retrieved March 15th, 2009, from
www.yourdictionary.com/hacker/cybercrime-and-cybercriminals)

Definisi lain dari cybercrime ditentukan sebagai kejahatan yang dilakukan dengan
menggunakan internet baik sebagai alat atau target. Sangat sulit menentukan kejahatan
umum kedalam kelompok khusus dikarenakan kejahatan itu sendiri berkembang. Dalam
kenyataannya, kejahatan seperti perkosaan, pembunuhan atau pencurian tidak selalu
dapat dipisahkan. Bagaimana pun, pada umumnya yang dimaksud dengan cybercrime
melibatkan baik computer dan orang yang ada dibelakangnya sebagai korban, tergantung
mana diantara keduanya yang menjadi target utama. Seringkali, computer dilihat sebagai
alat atau target semata. Misalnya, membajak melibatkan menyerang informasi computer
dan sumber lainnya. Namun, perlu juga diingat bahwa munculnya saling-silang dalam
banyak kasus tidak bisa dihindari dan hamper mustahil membuat system yang sempurna.
(Joseph, Agathise E. (2006). Cybercrime definition. Retrieved March 19, 2009, from
www.crime-research.org)

Dari sumber lainnya diketahui bahwa cybercrime merupakan aktivitas kejahatan yang
dilakukan menggunakan keduanya, yaitu computer dan internet. Hal ini meliputi mulai
dari men-download musik yang tidak sah sampai mencuri uang dari rekening bank
online. Cybercrime juga termasuk pelanggaran non-moneter, seperti membuat dan
menyebarkan virus pada computer atau memasukkan informasi bisnis rahasia dalam
internet. (cybercrime. Retrieved March 19, 2009 from www.techterms.com)

Ada 9 tipe cybercrime:


1. Pencurian terhadap pelayanan telekomunikasi
2. Komunikasi terhadap konspirasi kejahatan
3. Pembajakan telekomunikasi
4. Penyebaran bahan berbahaya
5. Pelanggaran pajak dan pencucian uang secara elektronik
6. Pelanggaran elektronik, terorisme dan deportasi
7. Penipuan penjualan dan investasi
8. Pemotongan jalur telekomunikasi illegal
9. Penipuan transfer elektronik
(Graycar, Adam. (2000). Nine types of cybercrime. Retrieved March 19, 2009, from
www.aic.gov.au)

Bagaimana dengan di Indonesia?

Andi Hamzah dalam bukunya Aspek-aspek Pidana di Bidang Komputer (1989)


mengartikan cybercrime sebagai kejahatan di bidang komputer yang secara umum dapat
diartikan sebagai penggunaan computer secara illegal. (Golose, Petrus Reinhard. (2006).
Perkembangan cybercrime dan upaya penanganannya di Indonesia oleh POLRI.
Retrieved March 19, 2009, from www.4law.co.il)

Kepolisian Negara Republik Indonesia telah membentuk satu divisi yang bernama Cyber
Task Force. Tugasnya adalah mengatur semua aspek hukum yang terkait dengan
kejahatan yang dilakukan di internet. Apabila seorang penjahat internet tertangkap maka
selanjutnya yang akan dilakukan adalah computer forensic, yaitu pencarian bukti yang
biasanya merupakan bukti digital. Jika terdapat bukti-bukti yang menyudutkan pelaku,
maka dapat diberlakukan sanksi dalam UU ITE (Undang-undang Informasi dan Transaksi
Elektronik) dan jika terbukti bersalah, maka pelaku dapat masuk penjara. (H.A, Thomas
Gregory. (2005). Ketenaran cybercrime di Indonesia. Jakarta: Sekolah Tinggi
Manajemen Informatika dan Komputer Perbanas)

Lily Evelina. S
0706187432
Kapita Selekta