Anda di halaman 1dari 4

Tentang Film

Oleh : Vireka Putra Malangi, SE


Penulis Hanyalah Seorang Guru Yang Penuh Dengan Kekurangan

Banyak orang yang senang menonton film, tapi hanya sedikit orang yang mengenal
apa itu film sebenarnya? Tulisan di bawah ini akan membawa kita kepada sedikit
pengantar pengetahuan tentang film dan menumbuhkan apresiasi terhadap film itu
sendiri.
Film, Alat komunikasi Visual
Film adalah media komunikasi secara visual. Alat penyampai gagasan dalam
bentuk gambar. Gagasan tersebut bisa berupa informasi (berita, penerangan,
pengetahuan dsb.), hiburan (cerita, pertunjukan kesenian dsb.), persuasi (iklan,
penerangan, himbauan dsb.), pendidikan (pelajaran, pembinaan perilaku, dakwah
dsb.), dokumentasi (peristiwa bersejarah, berita lama dsb.)
Film merupakan perpaduan antara gambar, suara dan gerak. Titik beratnya
adalah pada citra visual bergerak (Bogs, 1992:83).
Memang, film menarik karena berupa gambar yang bergerak. Akan tetapi,
akan lebih menarik lagi bila disertai suara, film tanpa suara seperti makanan tanpa
garam, hambar.
Fungsi Media Film
Seperti telah disinggung di atas, fungsi film adalah sebagai:
1. Media informasi
2. Media hiburan
3. Media persuasi
4. Media pendidikan
5. Media dokumentasi
Karakteristik Media Film
Kelebihannya
1. Menarik (citra visual bergerak)

------------------ 1
Tambahan Materi Ajar Seni Budaya Pada SMK Dharma Bakti Periwi.
2. Perpaduan informasi lisan dan gambar bergerak (lengkap)
3. Menyampaikan informasi secara realistis (dipercaya)
4. Mudah menyentuh perasaan (realistis)
5. Dapat menembus dimensi ruang dan waktu (ukuran obyek, masa
lampau/sekarang)
6. Perangkat lunak mudah dibawa dan diperbanyak
7. Dapat ditayangkan sendiri, tanpa penyaji
8. Termasuk media massa (dapat menjangkau sasaran yang banyak dan berbeda
tempat secara serentak)
Kekurangannya
1. Pembuatannya tidak sederhana (Memerlukan biaya dan waktu yang banyak
serta perencanaan yang matang).
2. Pengoperasiannya memerlukan peralatan (peangkat keras) yang tidak
sederhana dan memerlukan ketelitian.
Efektivitas Media Film
1. Efektif untuk menyampaikan informasi yang memerlukan gambaran secara
tepat
2. Efektif untuk menyampaikan informasi yang memerlukan gerakan
3. Efektif untuk menyempaikan informasi yang membangkitkan emosi (untuk
pendekatan emosional)
4. Efektif untuk penyampaian informasi yang tidak memerlukan informasi
tambahan dari penyajiEfektif untuk menyampaikan informasi di beberapa
tempat secara serentak dengan jumlah sasaran yang banyak.

Film, Suatu Karya Seni


Film adalah salah satu bentuk karya seni. Joseph M. Boggs dalam bukunya
The Art of Watching Film menuturkan, sebagai sebuah bentuk kesenian, sama dengan
media artistik lainnya, film memiliki sifat-sifat dasar yang terjalin dalam susunannya
yang beragam. Seperti seni lukis dan seni pahat, film juga mempergunakan susunan

------------------ 2
Tambahan Materi Ajar Seni Budaya Pada SMK Dharma Bakti Periwi.
garis, warna , bentuk, volume dan massa, sama baiknya dalam saling pengaruh
mempengaruhi secara halus antara cahaya dan bayang-bayang. Sebagian besar dari
petunjuk-petunjuk komposisi fotografi yang dijadikan anutan dalam film juga sama
dengan yang dipergunakan seni lukis dan seni pahat.
Seperti drama, film melakukan komunikasi verbal melalui dialog. Seperti
musik dan puisi, film mempergunakan irama yang kompleks dan halus. Dan
khususnya seperti puisi ia berkomunikasi melalui citra, metafora dan lambang-
lambang. Laksana pantomime, film memusatkan diri pada gambar bergerak dan
seperti tari, gambar bergerak itu memiliki sifat-sifat ritmis tertentu. Akhirnya seperti
novel, film mempunyai kesanggupan untuk memainkan waktu dan ruang,
mengembangkan dan mempersingkatnya, menggerak-majukan atau
memundurkannya secara bebas dalam batas-batas wilayah yang cukup lapang dari
kedua dimensi itu.
Tapi, biarpun antara film dan media lain terdapat kesamaan, film adalah
sesuatu yang unik, yang dibedakan dari segenap media lainnya karena dapat
berkomunikasi melalui gambar, suara dan gerak, melebihi lukisan dan seni pahat.
Berbeda dengan seni drama, film dapat mengambil berbagai sudut pandang dan
menyajikan alur cerita yang terus menerus. Juga berlainan dengan novel dan sajak,
film berkomunikasi tidak dengan lambang-lambang abstrak, yang dicetak di atas
kertas, tapi langsung melalui gambar visual dan suara yang nyata (Bogs, 1992:4-5)
Secara keseluruhsn film merupakanperpaduan berbagai bentuk seni, seperti
1. Seni rupa. Film merupakan seni berttur dalam gambar, juga meliputi titling
dan grafis. Termasuk sinematografi, seni pemotretan atau seni perekaman
gambar bergerak.
2. Seni peran atau seni pertunjukan, meliputi permainan pemeran
3. Seni sastra, berupa monolog, dialog, narasi.
4. Seni musik, berupa ilustrasi musik.

------------------ 3
Tambahan Materi Ajar Seni Budaya Pada SMK Dharma Bakti Periwi.
Apresiasi Film
Setiap bentuk kesenian, seprti seni musik, seni sastra, seni tari dan seni rupa
memerlukan apresiasi dari penikmat. Secara harfiah, apresiasi seni berarti
penghargaan terhadap kehadiran sebuah karya seni (Sumarno, 1996). Jadi, apresiasi
film adalah penghargaan terhadap sebuah karya film.Sebagai insan Desain
Komunikasi Visual (DKV), kita dituntut untuk dapat mengapresiasi sebuah film.
Seorang manusia DKV, ketika menonton film, di samping menikmati jalan ceritanya,
dia juga akan memerhatikan tampilan gambarnya (sinematografi: lihat sumber),
bagaimana komposisi gambar pada suatu frame, bagaimana bentuk shot digunakan
untuk menyampaikan pesan, bagaimana gerak kamera dan sebagainya. Ilustrasi
musiknya (seni musik), bagaimana musik membangun suasana, suasana haru,
gembira, tegang dsb. Aktingnya (seni peran), bagaimana gerak tubuh, ekspresi wajah,
bloking pemeran menhidupkan lakon dan suasana adegan. Dialognya (seni sastra),
memberi kejelasan, membangun cerita dsb. Kontinuitas (seni penyuntingan),
membawa penonton mengikuti alur cerita dengan enak dan seterusnya. Dengan
mengenal “bahasa film” kita dapat menikmati-plus dan mengapresiasi sebuah karya
seni film.

Sumber
1. Bogs, Joseph M., Cara menilai Sebuah Film (Terj. Asrul Sani, Judul asli: The
Art of Watching Film), Jakarta: Yayasan Citra, 1992:4-5
2. Cinema berasal dari bhs.Yunani kinein=bergerak, fotografi=perekaman
gambar. Sinematografi=seni perekaman gambar bergerak

Tugas Individu Untuk Setiap Siswa/i


Buat Paper Minimal 7 halaman tentang Sejarah Perjalanan Perfilman Indonesia, di
atas kertas kwarto, spasi 1,5 spasi, uk. Margin atas 3, kiri 4, kanan 3, bawah 4.
Dikumpulkan minggu depan.

------------------ 4
Tambahan Materi Ajar Seni Budaya Pada SMK Dharma Bakti Periwi.