Anda di halaman 1dari 5

olbutamol [ Index Informasi Obat ] Deskripsi

- Nama & Struktur 2Hydroxy 4-1-cl Hydroxy - 2tert-Butylamino-1-(4-hydroxy-3-


:
Kimia hydroxymethylphenyl)ethanol. (1) C13H21NO3
- Sifat Fisikokimia Serbuk berbentuk kristal, berwarna putih atau hampir putih. Larut dalam
:
alkohol, sedikit larut dalam air. Terlindung dari cahaya. (1)
- Keterangan :-
Golongan/Kelas Terapi Obat Untuk Saluran Napas Nama Dagang
- Azmacon - Buventol Easyhaler - Combivent - Cybutol
- Fartolin
- Fartolin - Glisend - Hivent
Expectorant
- Proventol
- Lasal - Lasal Expectorant - Librentin
Expectorant
- Salbron/Salbron - Salbuven
- Salbuven - Suprasma
Expectorant Expectorant
- Teosal - Ventide - Ventolin - Ventolin Expectorant
- Volmax (5,6) - Asmacare
Indikasi

Pengobatan dan pencegahan asma serta pencegahan timbulnya asma akibat olah tubuh. (2)

Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian

Oral (Lebih dipilih dengan inhalasi) :

Dewasa : dosis 4mg (orang lanjut usia dan penderita yang peka awali dengan dosis awal 2
mg) 3-4 kali sehari; dosis maksimal 8mg dalam dosis tunggal ( tetapi jarang memberikan
keuntungan ekstra atau dapat ditoleransi dengan baik).

Anak-anak dibawah 2 tahun : 100 mcg/kg 4 kali sehari (unlicensed); 2-6 tahun 1-2 mg 3-4
kali sehari; 6-12 tahun 2 mg 3-4 kali sehari.

Injeksi s.c / i.m 500mcg ulangi tiap 4 jam bila perlu.

Injeksi IV bolus pelan 250 mcg diulangi bila perlu.

IV infus, dosis awal 5mcg/menit, disesuaikan dengan respon dan nadi, biasanya dalam
interval 3-20 mcg/menit, atau lebih bila perlu. Anak-anak 1-12 bulan 0,1-1 mcg/kg/menit
(unlicensed).

Inhalasi :

Dewasa : 100-200 mcg (1-2 semprot); untuk gejala yang menetap boleh diberikan sampai
4 kali sehari;
Anak-anak : 100mcg (1 semprot), dapat ditingkatkan sampai 200 mcg (2 semprot) bila
perlu; untuk gejala menetap boleh diberikan sampai 4 kali sehari.

Profilaksis pada exercise-induced bronchospasm, Dewasa 200mcg (2 semprot); anak-anak


100mcg (1 semprot), ditingkatkan sampai 200mcg (2 semprot) bila perlu.

Serbuk inhalasi : Dewasa 200-400 mcg; untuk gejala yang menetap boleh diberikan
sampai 4 kali sehari; anak-anak 200mcg. Profilaksis untuk exercise-induced bronchospasm
Dewasa 400mcg; anak-anak 200 mcg.

Inhalasi dengan larutan nebulizer, bronkospasme kronik yang tidak respon terhadap terapi
konvensional dan pada terapi asma akut berat.

Dewasa dan anak lebih dari 18 bulan 2.5 mg, diulang sampai 4 kali, dapat ditingkatkan
menjadi 5 mg bila perlu, tetapi perlu mempertimbangkan penilaian medis karena kemungkinan
terapi alternatif dapat diindikasikan.

Anak dibawah 18 tahun (unlicensed) (hipoksemia transient dapat terjadi-pertimbangkan


penggunaan suplemen oksigen), 1.25-2.5 mg sampai 4 kali sehari tetapi administrasi yang lebih
sering kemungkinan diperlukan pada kasus-kasus parah.

Farmakologi

Onset of action: peak effect: sediaan dalam bentuk nebulization/oral inhalation: 0.5-2 jam,
sediaan oral: 2-3 jam. Duration of Action: sediaan dalam bentuk nebulization/oral inhalation: 3-4
jam, sediaan oral: 4-6 jam. Salbutamol mengalami metabolisme di hati menjadi bentuk sulfat
yang tidak aktif. T½ eliminasi: sediaan dalam bentuk inhalasi: 3-8 jam, sediaan oral: 3.7-5 jam.
Ekskresi melalui urin (30% dalam bentuk yang tidak berubah). (4)

Stabilitas Penyimpanan

HFA aerosol: simpan pada suhu 15°C sampai 25°C. Larutan inhalasi simpan pada suhu
2°C sampai 25°C, jangan digunakan apabila cairan berubah warna atau menjadi keruh. Gunakan
dalam waktu 1 minggu setelah dibuka Nebulization 0.5% solution: simpan pada suhu 2°C
sampai 30°C. Sediaan dalam bentuk sirup: simpan pada suhu 2°C sampai 30°C. (4) Sediaan
dalam bentuk tablet: simpan pada suhu 2°C-25°C. (2)

Kontraindikasi

Reaksi hipersensitivitas terhadap salbutamol/albuterol, adrenergic amines. (2)

Efek Samping

Efek samping yang sering terjadi antara lain :

Kardiovaskular : Palpitasi, Takiaritmia


Endocrine metabolic : Hipokalemia

Neurologic : Tremor

Psychiatric : Nervousness

Sedangkan efek samping yang cukup parah meliputi :

Dermatologic : Erythema multiforme, Stevens-Johnson syndrome. (2)

Interaksi

- Dengan Obat Lain :

Peningkatan efek / toksisitas :Peningkatan durasi efek bronkodilasi mungkin terjadi jika
salbutamol digunakan bersama Ipratropium inhalasi. Peningkatan efek pada kardiovaskular
dengan penggunaan MAO Inhibitor, Antidepresan Trisiklik, serta obat-obat sympathomimetic
(misalnya: Amfetamin, Dopamin, Dobutamin) secara bersamaan. Peningkatkan risiko terjadinya
malignant arrhythmia jika salbutamol digunakan bersamaan dengan inhaled anesthetic
(contohnya: enflurane, halothane). Penurunan efek: Penggunaan bersama dengan Beta-
Adrenergic Blocker (contohnya: Propranolol) dapat menurunkan efek Salbutamol. Level/efek
Salbutamol dapat turun bersama dengan penggunaan: Aminoglutethimide, Carbamazepine,
Nafcillin, Nevirapine, Phenobarbital, Phenytoin, Rifamycins dan obat lain yang dapat
menginduksi CYP3A4.4

- Dengan Makanan : Batasi penggunaan Caffein (dapat menyebabkan stimulasi CNS).


(4)

Pengaruh

- Terhadap Kehamilan : Termasuk dalam kategori C. (2) Untuk penggunaan


bronkodilator pada terapi asma, inhalasi Salbutamol masih dapat direkomendasikan sebagai
inhalasi Beta-2 Agonist yang dipilih. (2) Salbutamol dapat masuk ke dalam plasenta, sehingga
dapat menyebabkan: tocolytic effects, fetal tachycardia, fetal hypoglycemia secondary to
maternal hyperglycemia dengan pemakaian oral maupun intravena. (4)

- Terhadap Ibu Menyusui : Pengaruh terhadap bayi belum dapat dipastikan sehingga
perlu dipertimbangkan antara risk dan benefit. (2) Tidak diketahui apakah terdistribusi dalam
ASI. (2,3) Pada penggunaan inhaler hanya sedikit yang masuk dalam sirkulasi sistemik ibu,
sehingga secara teoritis jumlah yang terekskresi dalam ASI sangat sedikit. (2)

- Terhadap Anak-anak : Lihat leaflet dari pabrik mengenai keamanan penggunaan pada
anak-anak. Pabrik produsen Ventolin menyatakan penggunaan inhalasi aerosol pada anak-anak
perlu dilakukan dengan supervisi orang dewasa. (3)

- Terhadap Hasil Laboratorium : Meningkatkan renin, meningkatkan aldosterone. (4)

Parameter Monitoring

Tes fungsi paru (misalnya FEV1, peak flow), tekanan darah, detak jantung, stimulasi CNS,
kadar gula darah, kadar potasium dalam darah, gejala asma, arterial atau capillary blood gases
(apabila keadaan pasien mengkhawatirkan). (4)

Bentuk Sediaan

Sirup 2 mg/5ml, 1 mg/5ml, Easyhaler 200 mcg/dosis, 200 dosis MDI 10 ml, 0.1 mg/tiap
Semprot Aerosol Inhalasi, 0.5 mg/ml Injeksi, Inhaler Dosis 200 dan Dosis 400, 2.5 mg/2.5 ml
NaCl Digunakan Dengan Nebulizer. (5,6). Tablet 2 mg, 4 mg, dan 8 mg, Serbuk Inhalasi, Kapsul
2 mg, Kaplet 4 mg

Peringatan

1. Kelainan pada sistem cardiovascular , khususnya coronary insufficiency, cardiac


arrhythmias, and hipertensi; dapat menyebabkan perubahan pada pulse rate, tekanan darah,
electrocardiogram

2. Kelainan convulsive

3. Diabetes mellitus

4. Hyperthyroidism

5. Hypokalemia. (2)

Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus

Informasi Pasien

Penggunaan inhalasi : Informasikan kepada pasien tentang cara penggunaan,


pembersihan/perawatan dan penyimpanan inhaler dan spacer (bila pasien menggunakan spacer).
(2) Kocok inhaler setiap kali sebelum dipakai. Hindari semprotan ke dalam mata. Lakukan test
semprotan ke udara pertama kali sebelum digunakan. Bila inhaler tidak digunakan dalam waktu
>2 minggu, lakukan 4 kali semprotan dulu ke udara sebelum digunakan. (4) Kumur mulut
dengan air setelah inhalasi. Diberitahukan kepada pasien untuk segera menghubungi dokter bila
dijumpai efek-efek samping atau kondisi yang bertambah parah. (2)

Penggunaan Oral : diminum dengan air satu jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan.
(4)

Mekanisme Aksi

Salbutamol merupakan sympathomimetic amine termasuk golongan beta-adrenergic


agonist yang memiliki efek secara khusus terhadap reseptor beta(2)-adrenergic yang terdapat
didalam adenyl cyclase. Adenyl cyclase merupakan katalis dalam proses perubahan adenosine
triphosphate (ATP) menjadi cyclic-3', 5'-adenosine monophosphate (cyclic AMP). Mekanisme
ini meningkatkan jumlah cyclic AMP yang berdampak pada relaksasi otot polos bronkial serta
menghambat pelepasan mediator penyebab reaksi hipersensitivitas dari mast cells. (2)

Monitoring Penggunaan Obat

1. Teknik penggunaan inhalasi yang benar

2. Perbaikan gejala asma

3. Tes fungsi paru. (2)

Daftar Pustaka

Martindale 35th edition

MICROMEDEX

AHFS tahun 2006

Drug Information Handbook International

ISO volume 41 tahun 2006

MIMS 105th edition Annual Indonesia 2006/2007.

BNF 51th edition