Anda di halaman 1dari 24

VSAT

Jaringan VSAT menyediakan akses yang sangat efisien. Metode ini cost effective
untuk distribusi data ke banyak lokasi dengan tingkat pelayanan dan perawatan
yang sama di tiap titik. VSAT mudah diatur dari satu tempat, dibanding dengan
komunikasi terestrial yang menggunakan banyak jalur komunikasi dan peralatan
dari penyedia jaringan dan vendor yang berbeda. Teknologi yang tersedia:
1. SCPC - Single Channel Per Carrier
2. TDM/TDMA - Time Division Multiplexing/Time Division Multiple
Access
3. FDMA - Frequency Division Multiple Acces
4. DAMA - Demand Assigned Multiple Acces
5. DVB-IP (DVB RCS) - Digital Video Broadcasting-Internet Protocol.
Pengertian VSAT
VSAT adalah terminal pemancar dan penerima transmisi satelit yang
tersebar di banyak lokasi dan terhubung ke hub sentral melalui satelit dengan
menggunakan antena parabola diameter hingga 4 meter.
Teknologi ini sesuai bagi pengguna yang membutuhkan komunikasi dan
jaringan independen yang menghubungkan sejumlah tempat yang terpisah
secara geografis. Jaringan VSAT adalah layanan tambahan dari penyedia jasa
satelit untuk mendukung aplikasi Internet, data, LAN, suara dan faksimili seta
VOIP. VSAT sesuai dengan kebutuhan jaringan komunikasi publik maupun
private.
Secara umum, sistem ini bekerja pada frekuensi Ku-band dan C-band. Ku-
band digunakan di Eropa and Amerika Utara menggunakan antena VSAT ukuran
kecil. C-band banyak digunakan di Asia, Afrika dan Amerika Latin, membutuhkan
antena yang lebih besar.
Ada beberapa bentuk dan ukuran VSAT seperti point-to-point, point-to-multipoint
dan on demand untuk sejumlah lokasi yang berbasis fasilitas dedicated di lokasi
mereka sendiri. Sistem mesh secara umum lebih kecil ukurannya dibandingkan
sistem star, sekitar 5 hingga 30 lokasi sehingga merupakan solusi yang bagus
bagi kebutuhan private dan independen. Dewasa ini harga layanan VSAT makin
murah, sehingga kini bisa menghubungkan ratusan bahkan ribuan lokasi.
Aplikasi VSAT Receive Only
Teknologi broadcast maupun multicast sesuai bagi kebutuhan content
provider. Beberapa contoh aplikasi
1. Stock market & news broadcasting
2. Training dan distance learning
3. Distribusi financial trends & analisis
4. Memperkenalkan produk baru pada lokasi pasar yang terpisah
secara geografis
5. Update data pasar, berita dan katalog (harga)
6. Distribusi video dan TV programs
7. Distribusi music ke toko & area publik
8. Relay iklan ke papan elektronik di toko retail
Aplikasi VSAT Transmit/Receive
1. Transaksi interaktif berbasis komputer
2. Aplikasi dan backbone Internet
3. Video Teleconferencing
4. Database inquiries
5. Bank transactions, ATM
6. Reservation systems
7. Distributed remote process control dan telemetry
8. Komunikasi suara dan VOIP
9. Layanan darurat
10. Transfer elektronik pada Point-of-Sale
11. Medical data transfer
12. Sales monitoring & stock control
Perusahaan Pengguna VSAT
1. Pertambangan dan energi (minyak, emas dll.) yang berada di
daerah terpencil
2. Toko obat (apotik), supermarkets, kesehatan (rumah sakit)
3. Perusahaan manufaktur, hubungan site plant ke head office
4. Kurir, hotel, travel agents, car rental, food manufacturers
5. Dealer kendaraan bermotor, bengkel dan pom bensin
6. Bank, asuransi, lembaga keuangan lainnya
7. Lembaga pemerintahan
8. NAP, ISP, Warnet dll.
Kelebihan VSAT Dibandingkan Kabel
Dalam hal biaya, sulit dibandingkan antara VSAT dengan layanan
terestrial. Terestrial selalu memperhitungkan jarak dan kapasitas, sementara
VSAT hanya memperhitungkan kapasitas, jauh maupun dekat jarak yang
ditempuh tidak masalah. Pada VSAT biaya investasi awal tinggi namun
abonemen akan semakin turun setiap client bertambah. Berbeda dengan layanan
terestrial yang memerlukan tambahan investasi dan biaya operasional setiap kali
client bertambah.
Kesimpulan
Jaringan berbasis VSAT memberikan solusi efisien, metode cost effective
dan reliable untuk distribusi data ke sejumlah lokasi berbeda tanpa terkait jarak.
DVB
DVB adalah sejumlah standar yang mendefinisikan digital broadcasting
menggunakan satelit, kabel dan infrastruktur terestrial. Awal 1990, vendor,
penyelenggara jasa broadcasting dan lembaga regulasi di Eropa mendirikan
European Launching Group (ELG) untuk mendiskusikan dan memperkenalkan
digital television (DTV) ke seluruh Eropa.
ELG juga menyadari diperlukan kepercayaan dan kerjasama diantara anggota
untuk mewujudkan DVB Project. Berkat kerjasama tersebut, DVB Project
mendapat dukungan luas dan kini beranggotakan lebih dari 220 organisasi di 29
negara. DVB compliant digital broadcasting dan produk peralatan tersedia luas
dan selalu menunjukkan DVB logo.
Sejumlah DVB broadcast services terdapat di Europe, Amerika, Afrika, Asia dan
Australia. Terminologi TV digital kadang digunakan sebagai sinonim dari DVB.
Namun ada standar lain di Amerika yang disebut Advanced Television Systems
Committee (ATSC).
Keputusan fundamental DVB Project adalah dengan memilih MPEG-2, salah satu
seri standar MPEG untuk kompresi signal audio dan video. MPEG-2 mampu
mereduksi signal tunggal 166 Mbits menjadi hanya 5 Mbits, sehingga
penyelenggara siaran dapat mengirim signal digital menggunakan eksisting
media kabel, satelit dan terestrial secara efisien.
MPEG-2 menggunakan metode kompresi yang longgar, artinya signal digital yang
dikirim adalah dalam kondisi terkompresi dengan menghilangkan sebagian data.
Data yang dihilangkan tidak berpengaruh pada hasil akhir yang ditampilkan
(misalnya resolusi pada televisi - yang tidak dapat ditangkap oleh mata
manusia).
Dua format TV digital yang menggunakan kompresi MPEG-2 adalah Standard
Definition Television (SDTV) dan High Definition Television (HDTV). Kualitas
gambar dan suara SDTV setara dengan Digital Versatile Disk (DVD). Sedangkan
program HDTV menyediakan 5 kali lebih banyak kapasitas informasi daripada
SDTV, namun dengan kualitas gambar yang lebih rendah, setara film bioskop.
DVB menggunakan sistem conditional access (CA) untuk mencegah pembajakan.
Banyak sistem CA tersedia sehingga content provider dapat memilih mana yang
paling sesuai dengan kebutuhan layanan yang disediakan. Setiap sistem CA
menyediakan modul sekuriti yang mengacak dan melakukan enkripsi data. Modul
ini terintegrasi dalam perangkat penerima. Dalam perangkat penerima ini
terdapat smart card yang berisi informasi pengguna (sebagai otentikasi).
Cara Kerja
1. Receiver menerima pancaran data digital dalam format MPEG-2
terenkripsi
2. Data masuk ke conditional access module, yang berisi algoritma
pembuka enkripsi
3. Conditional access module memeriksa smart card yang berisi
otorisasi pelanggan
4. Bila otorisasi diterima, conditional access module membuka data.
Jika kode ditolak data tetap teracak/terenkripsi
5. Receiver melakukan decoding data dan menampilkannya.
Selama ini smart cards digunakan untuk program TV berlangganan. Smart
cards murah sehingga content provider dapat melakukan update secara periodik
untuk mencegah pembajakan. Dengan menggunakan PC cards (DVB)
memudahkan pelanggan untuk menggunakan layanan DVB dimana saja.
Kesimpulan
DVB adalah standar terbuka yang tidak tergantung pada satu vendor atau
content provider sehingga pengguna bebas memilih sekaligus mengintegrasikan
TV dan PC. Dengan tingkat keamanan yang tinggi, sistem memungkinkan
sejumlah aplikasi kritis seperti transaksi komersial dan Internet dengan biaya
yang rendah
SCPC
SCPC digunakan untuk distribusi data broadcast, digital audio dan video
yang ekonomis secara full duplex (two way). Dalam sistem SCPC, data
ditransmisikan ke satelit secara kontinue melalui satu kanal. Signal satelit
diterima pada satu lokasi sebagaimana sistem point to point atau ke banyak
lokasi sehingga bisa berhubungan langsung tanpa melalui hub.
Istilah SCPC mengacu pada teknologi transmisi analog lama, dimana satu
kanal satelit hanya dapat membawa satu data. Dengan teknologi digital saat ini,
SCPC dapat bekerja dalam modus MCPC (Multiple Channel Per Carrier), dimana
sejumlah data dimultipexing dalam satu agregasi digital.
Sebagai contoh, dua stasiun bumi mentransmisikan 64 kbps carrier ke
setiap lokasi dan sekaligus membawa sejumlah sambungan telepon digital
terkompresi dengan menambah perangkat voice/data multiplexer yang sesuai
pada setiap sistem SCPC standar.
Aplikasi
1. Highspeed access IP networks
2. Replacement of terrestrial circuits
3. Voice, PABX extensions, VOIP
4. Multimedia voice, data, video, fax
5. WAN connectivity.
Kesimpulan
SCPC adalah salah satu alternatif infrastruktur Internet Backbone. Karena
penggunaan kanal dedicated memberikan jaminan Quality Of Service yang
maksimal. Sesuai digunakan untuk aplikasi NAP dan ISP (carrier class provider).

TDM/TDMA
Arsitektur jaringan VSAT yang paling dikenal adalah Time Division
Multiplex/Time Division Multiple Access (TDM/TDMA). Telah digunakan lama
diseluruh dunia untuk akses data kecepatan rendah (300 bps - 19,200 bps) untuk
transaksi credit card, ATM, point of sale inventory control dan aplikasi real time
lainnya.
Jaringan TDMA menggunakan sebuah satellite hub system besar yang melayani
semua terminal access dan routing. Data ditransmisikan dari dan ke hub dengan
bursts pendek pada satellite channels yang dibagi dengan 30 sampai 40 terminal
lain (tergantung pada network loading parameter).
Hub berkomunikasi dengan VSAT terminal dengan kecepatan yang lebih tinggi
melalui "outbound" TDM satellite carrier. Terminal memancarkan kembali ke hub
melalui jalur "inbound" carrier menggunakan TDM protocol.
Kombinasi ini menyediakan sejumlah slot waktu dalam tiap detik dimana setiap
terminal dapat mentransmisikan data yang secara dinamis meminta lebih banyak
atau lebih sedikit waktu berdasarkan masing-masing kebutuhan. Dengan cara
alokasi waktu dan kebutuhan ini diatur efisiensi maksimal jaringan dan
throughput-nya.
Ukuran Antena
Sub meter sampai 2.4 meter tergantung lokasi, coverage satelit dan power
peralatan.
Pengguna
Pengguna potensial adalah institusi dengan intensitas kebutuhan yang
tinggi untuk transaksi dan pertukaran data dalam kapasitas kecil dari dan ke
sejumlah lokasi yang tersebar secara geografis terutama yang minim
infrastruktur.
Kesimpulan
Teknologi ini sesuai untuk kebutuhan upstream end client yang berada di
lokasi dengan keterbatasan infrastruktur. Kombinasi dengan teknologi DVB-IP
downstream (one way) akan menghasilkan solusi cost effective dan paling efisien
untuk akses Internet rural.
DAMA
Demand Assigned Multiple Access adalah jaringan transmisi VSAT single
hop yang memungkinkan koneksi langsung antara banyak pengguna (remote
terminal) yang saling berbagi pakai alokasi slot transponder satelit.
DAMA mendukung topologi full mesh, point to point atau point to multipoint.
Setiap client dapat terkoneksi langsung ke client lainnya dalam jaringan yang
sama. Menghasilkan solusi ekonomis untuk sharing bandwidth secara fleksibel
untuk aplikasi voice, fax, video dan data.
DAMA mengoptimalisasi penggunaan kapasitas bandwith satelit dengan
melakukan alokasi kapasitas kepada setiap remote terminal berdasarkan
permintaan. Sehingga sistem ini dapat memberikan kepastian alokasi bandwith
yang lebih efisien dibandingkan metode SCPC, karena alokasi tersebut tidak
berlangsung secara kontinue, melainkan berdasarkan satu kebutuhan pada satu
saat. Sistem ini juga lebih efisien dibandingkan metode TDM/TDMA yang
membagi alokasi bandwith berdasarkan time slot.
Cara Kerja
Pada sistem DAMA, jaringan mengalokasikan bandwidth untuk komunikasi
kepada setiap pelanggan berdasarkan sejumlah kanal frekuensi (pool of
frequency channels ) yang di alokasikan berdasarkan permintaan. Pengguna
pada remote terminal meminta layanan (misalnya : angkat telepon untuk
memanggil), permintaan dilayani Network Control System (NCS) melalui kanal
signal DAMA yang tersedia.
Fungsi NCS adalah sebagai "switchboard di langit". NCS menentukan apakah
panggilan tersebut valid dan kemudian menyediakan channel (termasuk
bandwidth) antara remote terminal asal dan tujuannya. Sirkuit hanya aktif
selama dibutuhkan, kemudian dilepas untuk memberi alokasi bandwidth client
lain. Saat panggilan selesai, NCS mendapat pemberitahuan dari remote terminal
dan bandwith yang tadi terpakai dikembalikan ke frequency pool. Dengan DAMA
transponder dapat digunakan hingga ratusan pengguna.
Setiap remote terminal dapat dikonfigurasi sebagai Network Control System
dengan menambahkan hardware dan Network Management System (NMS)
software. Hardware, bersama dengan NMS software, melayani satu focal point
untuk level kontrol sustem jaringan komunikasi satelit tersebut. NCS dapat
ditempatkan dimana saja dalam footprint (coverage area) satelit.
Keuntungan
Sistem DAMA secara cepat dan transparan mampu menyediakan saluran
komunikasi atau sirkuit ke pelanggan berdasar permintaan (call by call basis).
Setelah digunakan (hang up), saluran akan dikembalikan ke central pool agar
dapat dipakai oleh pelanggan lain. Dengan DAMA, banyak pelanggan dapat
dilayani hanya dengan sebagian dari kapasitas transponder satelit. Dimana
kapasitas dan saluran tersebut akan selalu terpakai penuh secara kontinue
(meskipun sedang tidak dipakai - idle) sebagaimana terjadi pada jaringan SCPC.
Atau sebaliknya mengalami masalah antrian (queueing) bila menggunakan
sistem TDM/TDMA (time slot).
Kesimpulan
DAMA adalah sistem terbaik, menekan biaya dan memungkinkan
pelanggan untuk ikut mengendalikan jaringan mereka sendiri.

QOS
Terminologi jaringan yang menjelaskan level garansi throughput. Salah
satu kelebihan berbagai jenis teknologi akses dedicated seperti LC, Frame Relay,
VSAT adalah adanya QoS (Quality of Services). Ini merupakan jaminan dari
penyedia jasa kepada pelanggannya bahwa kapasitas yang akan diterima tidak
akan kurang atau melebihi batas yang ditentukan.
Bandwidth
1. Lebar pita frekuensi atau panjang gelombang
2. Besar data yang bisa ditransmisikan dalam satuan waktu tertentu.
Untuk perangkat digital, bandwidth direpresentasikan dalam bits per
second (bps) atau bytes per second. Untuk perangkat analog, bandwidth
direpresentasikan dalam cycles per second, atau Hertz (Hz).
Bit Rate
Rasio jumlah bits yang dipindahkan / ditransmisikan antar dua perangkat
dalam satuan waktu tertentu, umumnya dalam detik. Bit rate sama dengan
istilah lain data rate, data transfer rate dan bit time.
Throughput
Besar (jumlah) data yang dipindahkan / ditransmisikan dari satu tempat ke
tempat lain atau dari satu proses ke proses lainnya dalam satuan waktu tertentu,
umumnya dalam detik. Data transfer rates disk drives dan jaringan diukur
berdasarkan terminologi throughput. Throughput dinyatakan dalam kbps, Mbps
dan Gbps. Throughput selalu berkaitan dengan latency.
Latency
1. Secara umum adalah periode waktu proses yang dibutuhkan oleh
komponen dalam sistem untuk menunggu proses komponen lain dalam
sistem yang sama. Latency, adalah waktu yang terbuang atau waktu
tunggu
2. Pada jaringan, adalah waktu yang diperlukan sejumlah paket data
untuk berjalan / berproses dari host asal menuju ke host tujuan. Secara
bersamaan, latency dan bandwidth akan menunjukkan kapasitas dan
kecepatan suatu jaringan.
Speed
Dalam terminologi jaringan, kecepatan (transfer data) adalah relatif,
karena terkait dengan banyak sekali faktor. Bandwidth (lebar pita) bukanlah
satuan kecepatan. Bandwidth adalah satuan kapasitas media yang digunakan
untuk transfer data. Atau dianalogikan sebagai lebar jalan raya, sedangkan paket
data adalah kendaraan yang melewati jalan raya.
Untuk menggambarkan kecepatan akses dalam jaringan, selain bandwidth, faktor
lain yang menentukan adalah latency. Kapasitas bandwidth yang lebar, memang
memberikan kemungkinan sejumlah besar data bisa ditransmisikan dalam waktu
yang sama, sehingga informasi mungkin bisa lebih cepat diterima. Namun tidak
selalu kapasitas yang besar akan menjamin kecepatan transfer data. Karena ada
masalah lain yaitu latency. Apabila proses yang berlangsung di host asal
memerlukan waktu yang lama, maka tak akan diperoleh kecepatan transfer data
yang lebih baik karena terjadi latency yang tinggi.
Demikian pula bila terjadi kepadatan ataupun kerusakan pada simpul
saluran akses maupun host tujuan maka latency akan menjadi tinggi. Sementara
dalam jaringan publik seperti Internet, situasi semacam itu tidak bisa diprediksi
maupun dijamin, karena digunakan oleh banyak pengguna dengan berbagai
macam aplikasi yang berbeda.
Secara umum, untuk memperoleh kecepatan (transfer rate) yang
diharapkan diperlukan kombinasi dari bandwidth dan latency. Bandwidth yang
lebar dan latency yang rendah memberikan kemungkinan data transfer rate yang
lebih tinggi.
CIR
Singkatan Committed Information Rate, batas minimal kapasitas
bandwidth (dalam bits pe second) yang dijamin (pasti diperoleh) oleh
penyelenggara jasa / layanan kepada pelanggannya. Umumnya digunakan pada
layanan Frame Relay. Pelanggan dapat meminta level CIR yang diharapkan
kepada penyedia jasa. Besar atau jumlah data yang tidak melebihi batas
kapasitas CIR akan selalu dapat ditransmisikan. Ada kemungkinan data yang
lebih besar bisa ditransmisikan namun tidak dapat dipastikan atau dijamin oleh
penyelenggara jasa / layanan.
CIR adalah kapasitas yang dijaminkan pada saat kondisi normal atau peak.
Sedangkan apabila kondisi jaringan sedang kosong (low) maka data dapat
ditransmisikan pada kapasitas yang lebih tinggi (bursting) apabila diijinkan oleh
penyedia layanan. Umumnya kapasitas lebih ini akan didefinisikan hingga batas
tertentu, yang disebut dengan Excess Information Rate (EIR).
CIR bisa berada pada batas 0, yang artinya penyedia layanan tidak
memberikan garansi apapun kepada pelanggannya. Saat CIR 0 data akan
ditransmisikan sesegera mungkin hingga batas maksimal sebelum terjadi
kongesti. Apabila kongesti terjadi, data akan di drop dan diabaikan dan akan
ditransmisikan ulang pada kesempatan berikutnya ketika ada kesempatan.
Bila CIR diset pada nilai tertentu (selain 0), misalnya 64 kbps, maka pada
saat peak dan terjadi kongesti transfer rate akan diturunkan hingga batas CIR
(terendah). Ketika kongesti pada jaringan telah pulih dan kapasitas tersisa (low
peak) maka data rate akan diijinkan melewati batas CIR hingga mencapai EIR.
EIR
Digunakan untuk mengontrol data pada saat tidak terjadi kongesti (low
peak). EIR adalah batas kapasitas yang diijinkan untuk dipergunakan oleh
pelanggan melebihi CIRnya. Bila EIR dset 0 (disabled), pelanggan akan memiliki
kesempatan untuk mencapai / memanfaatkan batas maksimal kapasitas sirkuit
pada saat tidak terjadi kongesti (low peak). Apabila kondisi peak, maka
pelanggan akan dikembalikan pada posisi CIR yang dijaminkan kepadanya.
Bila EIR diset pada nilai tertentu (selain 0) maka pelanggan akan memiliki
kesempatan memanfaatkan kapasitas sirkuit yang tersedia hingga batas CIR+EIR
pada saat tidak terjadi kongesti (low peak). Apabila kondisi peak, maka
pelanggan akan dikembalikan pada posisi CIR yang dijaminkan kepadanya.
Burst
1. Kapasitas gabungan yang ditentukan berdasarkan rasio kapasitas
menganggur (idle capacity) untuk dipergunakan secara berbagi pakai oleh
sekelompok pengguna
2. Kapasitas tambahan yang tidak berlangsung terus menerus dan
mungkin bisa dimanfaatkan oleh pengguna dalam satu kelompok dan tidak
dijamin ada pada saat dibutuhkan
3. Burst mungkin terjadi karena perbedaan perilaku akses sejumlah
pengguna dalam satu kelompok.
Kesimpulan
Quality of Services adalah sebuah metode untuk memberikan garansi
layanan kepada pelanggan agar senantiasa mendapatkan kapasitas dan kualitas
seperti yang diharapkan.

Leased Channel
Adalah sambungan permanen antara dua titik akses yang diselenggarakan
oleh perusahaan komunikasi.. LC digunakan untuk menghubungkan dua kantor
yang terpisah secara geografis. Tidak seperti koneksi dial up yang on demand, LC
akan selalu konek (dedicated). Tarif koneksi berlaku tetap (fixed flat rate) dan
ditagihkan setiap bulan berdasarkan satuan kapasitas saluran. Faktor lain yang
diperhitungkan adalah jarak sirkuit yang saling dihubungkan. Karena bersifat
dedicated (non sharing) maka pada LC umumnya diberikan jaminan level of
quality.
Sebuah sirkuit LC T-1 (1,544 Mbps) dapat dibagi menjadi beberapa saluran
data dan suara . Pembagian ini disebut multiplexing. Dengan metode ini, LC
banyak digunakan oleh perusahaan sebagai backbone komunikasi private yang
relatif lebih terjamin keamanannya dibandingkan bila melewati saluran publik.

Baseband
Pita frekuensi asli yang dilewati oleh sinyal sebelum dimodulasikan pada
frekuensi yang lebih tinggi agar bisa ditransmisikan pada media fisik. Signal akan
dimultiplex dan dikirim melalui pembawa bersamaan dengan signal lainnya pada
saat yang sama. Teknik ini digunakan pada modem baseband, perangkat utama
untuk layanan LC.
Multiplex
Teknik mengkombinasikan sejumlah sinyal (analog atau digital) untuk
ditransmisikan melalui satu media atau saluran. Cara yang umum melakukan
multiplexing adalah dengan mengkombinasikan sejumlah signal berkecepatan
rendah melalui satu saluran berkecepatan tinggi. Berikut sejumlah contoh
metode multiplexing :
1. Frequency Division Multiplexing (FDM) : setiap sinyal diberikan
frekuensi yang berbeda
2. Time Division Multiplexing (TDM) : setiap signal diberikan alokasi
waktu dan giliran yang tetap / sama
3. Statistical Time Division Multiplexing (STDM): alokasi waktu
diberikan pada sinyal secara dinamik agar dapat memperoleh penggunaan
bandwidth yang lebih baik
4. Wavelength Division Multiplexing (WDM) : setiap sinyal diberikan
alokasi sebagian dari panjang gelombang ; digunakan pada media fiber
optic.
Kesimpulan
LC adalah alternatif koneksi dedicated yang bisa bekerja pada saluran
telepon biasa. Digunakan sebagai media interkoneksi private antara titik yang
terpisah secara geografis. LC juga bisa digunakan sebagai alternatif backbone
untuk akses Internet dedicated. LC disebut juga Leased Line (Saluran Sewa)

xDSL
Istilah untuk menyebut semua tipe teknologi digital subscriber lines. Dua
jenis yang utama adalah ADSL dan SDSL. Dua jenis lainnya adalah High-data-rate
DSL (HDSL) dan Very high DSL (VDSL).
Teknologi DSL menggunakan teknik skema modulasi untuk kompresi data pada
kabel tembaga biasa. Seringkali disebut sebagai teknologi last mile yang
menghubungkan stasiun switching telepon langsung ke rumah atau kantor (end
users), jarang digunakan sebagai saluran backbone antar stasiun switching.
xDSL sama dengan ISDN karena bekerja pada kabel telepon tembaga biasa /
eksisting (POTS) dan juga bekerja pada jarak dekat (sekitar 20,000 feet). Namun,
xDSL menawarkan kapasitas yang lebih tinggi sampai 32 Mbps untuk
downstream traffic dan dari 32 Kbps sampai lebih 1 Mbps untuk upstream traffic.
Broadband
Jenis transmisi data dimana satu media (kabel, wireless) dapat membawa
sejumlah kanal pada satu saat. Sebagai contoh kabel TV atau Video
menggunakan transmisi broadband, membawa kanal video dan suara sekaligus.
Sebaliknya, transmisi baseband hanya membawa satu sinyal pada satu saat..
Kebanyakan media komunikasi data antar komputer, termasuk LAN
menggunakan transmisi baseband. Kecuali jaringan B-ISDN networks. Namun
pada masa sekarang (pasca 90-an), dengan perkembangan teknologi Internet,
banyak media kini merupakan jenis transmisi broadband. Misalnya xDSL, DVB,
serta fiber optic.
ADSL
Singkatan Asymmetric Digital Subscriber Line, teknologi baru yang mampu
membawa lebih banyak data (kapasitas) dengan menggunakan media kabel
telepon tembaga biasa / eksisting (POTS). ADSL bisa mendukung data rates dari
1.5 sampai 9 Mbps downstream dan dari 16 sampai 640 Kbps upstream.
Transmisi data menggunakan teknologi ADSL dapat digunakan bersamaan untuk
transmisi telepon biasa (suara).
ADSL membutuhkan perangkat ADSL modem. ADSL kini menggantikan
akses dial up on demand.
SDSL
Singkatan Symmetric Digital Subscriber Line, teknologi baru yang mampu
membawa lebih banyak data (kapasitas) dengan menggunakan media kabel
telepon tembaga biasa / eksisting (POTS). SDSL bisa mendukung data rates
sampai 3 Mbps.
SDSL bekerja dengan cara mengirim pulsa digital pada frekuensi tinggi melalui
kabel telepon biasa dan tidak dapat bekerja bersamaan dengan transmisi telepon
biasa (suara) pada kabel yang sama.
SDSL membutuhkan perangkat SDSL modem. SDSL disebut symmetric
karena ia mendukung data rates yang sama untuk upstream dan downstream
traffic. ADSL banyak digunakan di Amerika sedangkan SDSL dikembangkan di
Eropa.
VDSL
Very High Speed Digital Subscriber Line mampu mentransmisikan data
hingga 13 Mbps - 55 Mbps pada jarak pendek, antara 1000 sampai 4500 feet
(300 - 1500 meter), menggunakan twisted pair copper wire. Semakin pendek
(dekat) jarak, makin besar kapasitas dan data rate.
VDSL dapat digunakan sebagai teknologi atau media akses last mile yang
menghubungkan end users di perumahan atau perkantoran ke jaringan Fibre
Optic Ring atau Optical Network Units (ONUs) sebagai jaringan backbone utama.
Dengan arsitektur ini VDSL users akan mendapatkan bandwidth maksimal yang
tersedia melalui kabel telepon biasa (twisted copper).
VDSL sementara masih dalam pengembangan, belum ada standar pasti
sehingga belum digunakan secara luas. Aliansi VDSL menggunakan skema line
coding berbasis Discrete Multitone (DMT), sebuah sistsm multi-carrier yang lebih
kompatibel dengan teknologi ADSL yang telah ada. Koalisi VDSL juga
mengembangkan skema line coding berbasis Quadature Amplitude Modulation
(QAM), sebuah sistem carrier tunggal yang lebih murah dan hemat energi.

DSLAM
Singkatan Digital Subscriber Line Access Multiplexer, sebuah sistem yang
berada di sentral telepon untuk menghubungkan sejumlah koneksi DSL ke
sebuah saluran high-speed ATM atau backbone lain. DSLAM berfungsi mirip
ethernet hub / switch pada jaringan lokal (LAN).
Sentral telepon memisahkan DSL signal (data ) dan signal suara (telepon).
Signal telepon disalurkan ke PSTN dan data dikirim ke DSLAM, yang akan
disalurkan lagi melalui backbone ATM atau backbone lainnya ke Internet.
Sebaliknya data dari Internet akan masuk ke DSLAM dan dikirimkan ke ADSL
modem clients.
DSLAM memiliki sejumlah port, satu untuk setiap client (ADSL modem).
Sehingga setiap penambahan client akan menuntut penambahan port pada
DSLAM. Semakin banyak DSLAM port yang tersedia akan semakin banyak client
yang bisa dilayani.
HPNA
Juga disebut HomePNA. Sebuah standar jaringan rumahan yang
dikembangkan oleh Home Phoneline Networking Alliance. Teknologi ini berbasis
Ethernet, memungkinkan komponen jaringan rumahan untuk tersambung melalui
kabel telepon rumah tanpa mengganggu transmisi suara atau fax eksisting.
HPNA harus berjalan bersamaan dengan layanan telpon rumahan biasa.
ISDN
Singkatan Integrated Services Digital Network, sebuah standar
telekomunikasi internasional untuk suara, video dan data melalui saluran telepon
digital atau saluran telepon biasa. ISDN mendukung data transfer rates lebih dari
64 Kbps (64,000 bits per second).
Ada dua jenis ISDN :
1. Basic Rate Interface (BRI) -- terdiri dari dua 64-Kbps B-channels dan
satu D-channel untuk transmisi control information
2. Primary Rate Interface (PRI) -- terdiri dari 23 B-channels dan satu D-
channel (US) atau 30 B-channels dan satu D-channel (Eropa).
Versi asli ISDN menggunakan transmisi baseband. Versi lain, disebut B-
ISDN, menggunakan broadband dan mendukung data rates sampai 1.5 Mbps. B-
ISDN memerlukan kabel fiber optic cables.
PSTN
Singkatan Public Switched Telephone Network, adalah sistem telepon
internasional berbasis kabel tembaga dan membawa kanal suara dan data
analog. Sistem dan jaringan telepon yang baru berbasis teknologi digital,
misalnya ISDN and FDDI.
Layanan telepon PSTN sering disebut sebagai Plain Old Telephone Service
(POTS).
POTS
Singkatan plain Old Telephone Service, yaitu standar layanan telepon yang
umum digunakan. Sistem yang lebih baru berbasis saluran komunikasi digital
(ISDN dan FDDI). Perbedaan utamanya adalah kapasitas. POTS secara umum
hanya mempunyai kapasitas 52 Kbps (52,000 bits per second).
Kesimpulan
Tersedia banyak teknologi alternatif untuk akses data melalui jaringan
kabel telepon eksisiting. Teknologi ini memiliki kapasitas sangat tinggi
dibandingkan dial up analog namun umumnya memiliki keterbatasan dalam hal
jarak dan harga perangkat akses. Di masa depan teknologi ini diposisikan untuk
menggantikan akses dial up last mile yang on demand menjadi dedicated, always
connected.
X.25 Protocol
Adalah standar jaringan packet switching yang disetujui pada 1976 oleh
CCITT (sekarang ITU). Standar ini mendefinisikan layers 1, 2, and 3 Model
Referensi OSI.
Pada 1970 an ada banyak jaringan telekomunikasi publik yang dimiliki oleh
perusahaan, organisasi dan pemerintahan yang saling berbeda satu sama lain
sehingga diperlukan protocol yang lebih umum untuk menggabungkan semua
standar industri tersebut.
Pada 1976 X.25 direkomendasikan sebagai protocol yang dimaksud oleh
The International Consultative Committee for Telegraphy and Telephony (CCITT)
sekarang International Telecommunication Union (ITU) sejak 1993.
X.25 adalah packet switched data network protocol yang mendefinisikan
secara internasional bagaimana cara melakukan data exchange dan information
control antara user device (host), disebut Data Terminal Equipment (DTE) dan
network node, disebut Data Circuit Terminating Equipment (DCE).
X.25 adalah Connection Oriented service yang memastikan paket
ditransmisikan berurutan.
X.25 mengacu pada tiga layer pertama Open Systems Interconnection(OSI)
dalam arsitektur 7 Later yang ditetapkan oleh International Standard
Organization (ISO).
1. Physical Level adalah interface secara fisik. Sesuai dengan Physical
Layer pada OSI model
2. The Link Level bertanggung jawab terhadap komunikasi antara DTE
dan DCE. Sesuai dengan Data Link Layer pada OSI model
3. The Packet Level mendeskripsikan data transfer protocol pada
packet switched network. Sesuai dengan Network Layer pada OSI model.
X.25 disetujui pada 1976 dan direvisi pada 1977, 1980, 1984, 1988 and
1992. Saat ini digunakan sebagai interfaces data communication networks
terluas di seluruh dunia.
Packet Switching
Adalah protocol yang mengatur data dibagi menjadi sejumlah paket
sebelum dikirimkan. Setiap paket akan dikirimkan terpisah dan dapat melalui
saluran (routing) yang berbeda. Setelah semua paket dapat diterima oleh host
tujuan, protocol menyusun kembali sehingga bisa ditampilkan utuh seperti
semula.
Sebagian besar Wide Area Network (WAN) protocol modern, termasuk TCP/IP,
X.25 dan Frame Relay, berbasis teknologi packet switching. Sedangkan layanan
telepon umumnya berbasis jaringan teknologi circuit switching.
Umumnya dedicated line dialokasikan untuk transmisi antara dua pihak.
Circuit switching ideal untuk kondisi dimana data harus dikirim secepatnya dan
harus sampai dengan urutan yang sama. Misalnya untuk real time data (live
audio dan video). Packet switching lebih efisien untuk jenis data yang dapat
mentoleransi transmisi yang tertunda dan terpisah (tidak bersamaan) seperti
misalnya e-mail dan Web.
Teknologi yang lebih baru, ATM, mengkombinasikan keduanya. Mampu
memberikan garansi akurasi seperti jaringan circuit switched dan efisiensi dari
jaringan packet switching.
Kesimpulan
X.25 adalah protocol telekomunikasi jaringan packet switched yang sampai
saat ini masih sangat banyak dipergunakan di seluruh dunia. Salah satu
aplikasinya adalah Frame Relay. Jaringan ini merupakan satu protocol utama
akses Internet di seluruh dunia.
STANDAR, KAPASITAS DAN TEKNOLOGI AKSES
Wi-Fi
Singkatan Wireless Fidelity, istilah untuk teknologi Wireless berbasis
standar 802.11.
Semua produk yang telah di test dan disetujui dengan label "Wi-Fi Certified"
(registered trademark) oleh Wi-Fi Alliance berarti memiliki interoperabilitas satu
sama lain sekalipun berbeda jenis, merk dan vendor. Secara umum setiap produk
Wi-Fi bekerja pada frekuensi yang sama (2,4 Ghz dan 5.x Ghz) dan dapat saling
bekerja satau sama lain meskipun tidak tersertifikasi oleh Wi-Fi Alliance. Istilah
Wi-Fi umumnya digunakan untuk teknologi berbasis standar IEEE 802.11,
sebagaimana istilah Ethernet digunakan untuk standar IEEE 802.3.
Wireless Alliance
Organisasi yang mempromosikan standarisasi dan interoperabilitas pada
produk hardware dan software teknologi Wireless LAN berbasis standar IEEE
802.11. Wireless Alliance melakukan test dan memberikan sertifikasi Wi-Fi pada
produk perangkat Wireless LAN untuk menjamin interoperabilitas bagi pengguna.
Label Wi-Fi adalah trademark yang telah diregister, sehingga hanya produk yang
telah mendapat sertifikat dari Wi-Fi Alliance yang berhak mencantumkan label
Wi-Fi. Label ini berlaku untuk standar 802.11a/b/g.
802.11
802.11 adalah spesifikasi standar yang dibangun oleh IEEE untuk
mendefinisikan teknologi wireless LAN dan disetujui pada 1997. Beberapa
spesifikasi :
1. 802.11, standar transmisi 1 - 2 Mbps pada band 2.4 GHz
menggunakan FHSS atau DSSS
2. 802.11a, standar transmisi 54 Mbps pada band 5GHz menggunakan
OFDM
3. 802.11b, standar transmisi 11, fallback 5.5, 2, 1 Mbps pada band 2.4
GHz menggunakan DSSS
4. 802.11g, standar transmisi 20+ Mbps pada band 2.4 GHz
menggunakan DSSS.
WLAN
Akronim Wireless Local Area Network. Sebuah jaringan lokal yang
menggunakan frekuensi radio sangat tinggi untuk mentransmisikan data antar
titik, menggantikan fungsi kabel pada jaringan konvensional.
Interoperabilitas
Kemampuan software dan hardware dari mesin yang berbeda dari vendor
yang berbeda pula untuk saling berkomunikasi dan bertukar data.
FHSS
Akronim Frequency Hopping Spread Spectrum. Adalah teknologi transmisi
dimana sinyal data dimodulasi pada sinyal pembawa narrowband yang
'melompat' secara acak namun terkontrol urutan frekuensinya dan berdasarkan
alokasi waktu penggunaan pada pita frekuensi yang lebar. Sinyal disebarkan
dalam ukuran kecil ke frekuensi yang berbeda berdasarkan alokasi waktu. Teknik
ini mereduksi kemungkinan terjadinya interferensi karena sinyal narrowband
hanya akan berpengaruh pada sinyal spread spectrum apabila dia menggunakan
frekuensi yang sama pada waktu yang bersamaan. Bila disinkronisasi dengan
baik, maka bisa dialokasikan satu kanal logik untuk dipergunakan.
Frekuensi transmisi digunakan dengan teknik menyebar atau melompat dalam
lebat pita frekuensi. Pada perangkat penerima harus diset kode sebaran dan
lompatan frekuensi yang sama sehingga menerima sinyal pada frekuensi dan
waktu yang tepat. Regulasi FCC menentukan setiap produsen untuk memakai 75
(atau lebih) frekuensi pada setiap kanal transmisi dengan waktu maksimal 400
ms (disebut dengan dwell time - waktu yang diperlukan untuk setiap frekuensi
pada saat menempati satu slot lompatan - hop).
DSSS
Akronim Direct Sequence Spread Spectrum. Adalah teknologi transmisi
dimana sinyal data dikombinasi dengan data rate bit sequence yang lebih tinggi
atau kode chipping, yang membagi data berdasarkan rasio penyebaran pada
frekuensi. Kode chipping dalah bit pattern redundan untuk setiap bit yang akan
ditransmisikan. Teknik ini akan meningkatkan ketahanan sinyal terhadap
interferensi. Bila beberapa bits dalam pattern rusak selama transmisi, data dapat
diperbaiki berkat redudansi metode transmisi.
CCK
Singkatan Complementary Code Keying, satu set 64 kode karakter 8 bit
yang digunakan untuk mengkode data pada 5.5 dan 11Mbps data rates di
2.4GHz band yang digunakan jaringan wireless 802.11b. Kode ini memiliki
susunan matematik (algoritma) khas yang memungkinkan transmisi data dengan
baik walaupun terjadi noise substansial dan interferensi multipath.
CCK hanya bekerja pada standar teknologi DSSS bukan pada FHSS. CCK
menggunakan formula khusus secara matematik (algoritma) pada kode DSSS,
memungkinkan kode merepresentasikan kapasitas data yang lebih besar per
clock cycle. Transmitter dapat mengirimkan sejumlah bits informasi pada setiap
kode DSSS, sehingga mampu mencapai 11 Mbps data rate.
OFDM
Singkatan Orthogonal Frequency Division Multiplexing, FDM adalah teknik
modulasi untuk transmisi data digital dalam ukuran besar melalui sinyal radio.
OFDM bekerja dengan cara memisahkan sinyal radio ke dalam sejumlah kecil sub
sinyal yang kemudian ditransmisikan secara simultan pada frekuensi berbeda.
OFDM mengurangi jumlah transmisi sinyal crosstalk. OFDM digunakan pada
standar Wi-Fi 802.11a.
CSMA/CA
Singkatan Carrier Sense Multiple Access/Collision Avoidance, protokol
contention pada jaringan yang bisa melakukan analisa kondisi jaringan untuk
menghindari collisions, tidak seperti CSMA/CD yang memakai pengaturan
transmisi jaringan ketika terjadi collisions. CSMA/CA mengkonsumsi traffic karena
sebelum ada data ditransmisikan ia akan mengirim sinyal broadcast pada
jaringan untuk mendeteksi skenario atau kemungkinan terjadinya collision dan
memerintahkan semua perangkat untuk tidak broadcast.
CSMA/CD
Singkatan Carrier Sense Multiple Access/Collision Detection, protokol
contention dengan sejumlah aturan yang menentukan bagaimana cara
perangkat jaringan melakukan respon pada saat terjadi dua atau lebih perangkat
menggunakan kanal secara simultan (disebut dengan collision). Jaringan Ethernet
memakai CSMA/CD untuk melakukan deteksi collision. Setelah mendeteksi
collision, perangkat akan diperintahkan menunggu selama beberapa saat secara
random sebelum mencoba mengirimkan kembali datanya. Bila terdeteksi
collision lagi, perangkat akan menunggu dalam jangka waktu yang lebih lama
(kelipatan) sebelum mencoba mengirimkan datanya kembali. Mekanisme ini
disebut dengan exponential back off.
Contention
1. Kompetisi untuk mendapatkan sumber daya. Terminologi ini
digunakan khususnya pada jaringan untuk mendeskripsikan situas dimana
dua atau lebih titik akses berusaha untuk melakukan transmisi pada waktu
dan media (saluran) yang sama
2. Tipe protokol jaringan yang mengijinkan titik akses untuk berbagi
pakai jaringan. Dua atau lebih titik akan mencoba mengirimkan pesan ke
seluruh jaringan secara simultan. Protokol contention akan mendefinisikan
proses yang berlangsung ketika terjadi masalah. Protokol contention yang
banyak di gunakan adalah CSMA/CD pada Ethernet dan CSMA/CA pada Wi-
Fi.
Polling
1. Polling adalah CAM. Pada skenario master/slave, master akan
memberi kesempatan bergantian pada setiap slave untuk mengirimkan
data. Bila slave mengajukan permintaan untuk mengirimkan data, ijin akan
diberikan master pada kesempatan berikutnya. Bila slave tidak merespon
(tidak akan mengirimkan data) maka kesempatan atau giliran akan
diberikan pada slave yang lain. Proses berlangsung kontinue
2. Membuat permintaan transmisi data secara kontinue dari perangkat
lain. Misalnya sebuah modem akan dapat memanggil sistem lain dan
memintakan transmisi data.
Encryption (Enkripsi)
Translasi data ke dalam kode rahasia. Enkripsi adalah metode paling
efektif untuk mengamankan data. Untuk membaca data yang terenkripsi, harus
mempunya akses berupa kata / kode kunci rahasia ataupun password / kata
sandi yang akan mengijinkan proses dekripsi. Data yang tidak terinkripsi disebut
dengan plain text, data terenkripsi disebut dengan cipher text. Ada dua jenis
enkripsi, asymmetric (sering disebut public-key encryption) dan symmetric
encryption.
Symmetric Encryption
Tipe enkripsi dimana kunci yang sama digunakan untuk melakukan
enjkripsi dan dekripsi.
Public Key Encryption
Sistem kriptografi yang menggunakan dua kunci, kunci publik yang
diketahui semua orang dan kunci yang khusus yang hanya diketahui oleh
penerima. Pada saat A mengirimkan data, ia akan menggunakan kunci publik B
untuk enkripsi data. Ketika data diterima B, ia akan menggunakan kunci khusus
miliknya untuk membuka dan melakukan dekripsi. Kunci publik dan khusus akan
saling berhubungan, hanya pasangan kunci publik dan khusus yang benar agar
dapat membuka suatu data.
Sistem public key sangat aman dan mudah digunakan. Kesulitannya, pengirim
harus selalu mengetahui kunci publik si penerima untuk mengirim dan
melakukan enkripsi. Kini dengan teknologi LDAP, terdapat register global yang
menyimpan kunci publik pemakai sehingga pengirim yang tidak mengetahu
dapat mencarinya pada database online.
Kriptografi public key diperkenalkan pada 1976 oleh Whitfield Diffie dan Martin
Hellman. Sehingga sering disebut sebagai enkripsi Diffie - Hellman. Disebut juga
asymmetric encryption karena menggunakan dua kunci berbeda untuk mengirim
(enkripsi) dan menerima data (dekripsi).
AP (Access Point)
Hardware atau software komputer yang berfungsi sebagai hub untuk
pengguna ataupun perangkat wireless agar dapat terkoneksi ke jaringan kabel.
AP adalah sistem yang penting untuk meningkatkan keamanan wireless dan
memperluas layanan kepada pengguna.
Infrastructure Mode
Framework jaringan 802.11 dimana setiap perangkat berkomunikasi satu
sama lain melalui Access Point (AP). Pada infrastructure mode, perangkat
wireless juga dapat terhubung ke jaringan kabel melalui Access Point (AP). Saat
satu AP terkoneksi ke jaringan kabel maka semua perangkat pada jaringan
wireless akan disebut sebagai Basic Service Set (BSS). Extended Service Set
(ESS) adalah sekelompok (dua atau lebih) BSS yang dianggap sebagai satu sub
jaringan.
Ad-hoc Mode
Framework jaringan 802.11 dimana setiap perangkat berkomunikasi satu
sama lain secara langsung tanpa melalui Access Point (AP). Ad-hoc mode
digambarkan sebagai jaringan peer-to-peer atau juga di sebut dengan
Independent Basic Service Set (IBSS). Ad-hoc mode digunakan untuk membentuk
jaringan ketika wireless infrastructure tidak tersedia dan layanan seperti client
server tidak diperlukan.

WEP
Singkatan Wired Equivalent Privacy atau juga sering disebut dengan
Wireless Encryption Protocol. Adalah protokol keamanan untuk jaringan wireless
802.11. Desain WEP dimaksudkan untuk memberikan tingkat keamanan
sebagaimana pada jaringan kabel. Secara umum LAN lebih aman daripadan
WLAN karena ada proteksi secara fisik dalam strukturnya, misalnya semua
perangkat berada dalam suatu gedung yang bisa diproteksi dari akses fisik tidak
sah.
Struktur WLAN menggunakan gelombang radio, sehingga lebih terbuka
terhadap akses fisik tidak sah. WEP dimaksudkan untuk memberikan
perlindungan berupa enkripsi data yang dibawa oleh sinyal radio. WEP diketahui
tidak memiliki tingkat keamanan yang diharapkan karena ia hanya bekerja pada
dua layer pertama OSI model - data link dan physical layer, bukan berupa end-to-
end security.
WPA
Singkatan Wi-Fi Protected Access, standar Wi-Fi untuk meningkatkan fitur
keamanan WEP. Teknologi ini di desain untuk bekerja pada produk Wi-Fi eksisting
yang telah memiliki WEP (semacam software upgrade ). Teknologi WPA
menawarkan dua macam peningkatan kemampuanWEP :
1. Meningkatkan enkripsi data dengan teknik Temporal Key Integrity
Protocol (TKIP). TKIP mengacak kata kunci menggunakan algoritma hashing
algorithm dan menambah Integrity Checking Feature, untuk memastikan
kunci belum pernah digunakan secara tidak sah
2. Otentikasi User, yang tidak tersedia di WEP. Melalui Extensible
Authentication Protocol (EAP) maka wireless client harus melakukan
otentikasi terlebih dahulu sebelum memasuki jaringan. WEP dapat
membatasi akses ke jaringan berdasarkan MAC address yang spesifik untuk
setiap perangkat. Tapi MAC address adalah sebuah kode yang mudah
dideteksi melalui akses tidak sah dan dapat dengan mudah dipalsukan atau
digandakan. EAP memberikan solusi yang lebih aman dengan menerapkan
Public Key Encryption System untuk memastikan hanya pengguna sah
dapat memasuki jaringan.
Wireless LAN Standards
Tabel ini dapat digunakan untuk membedakan kemampuan dan standar
WLAN yang saat ini ada di pasar.
Data Modulatio
Standard Security Pros/Cons
Rate n
2
IEEE Mbps FHSS
WEP & WPA Spesifikasi diperluas di 802.11b
802.11 2.4GH DSSS
z
Mendapat sertifikasi Wi-Fi. Ada
8 kanal di 5 Ghz. Kemungkinan
interferensi RF rendah
dibanding 802.11b /g. Lebih
IEEE 54 baik dari 802.11b untuk
802.11a Mbps OFDM WEP & WPA multimedia , voice, video dan
(Wi-Fi) 5 GHz grafis ukuran besar pada
lingkungan yang lebih padat.
Coverage area relatif lebih
sempit dan tidak interoperabel
dengan 802.11b
Mendapat sertifikasi Wi-Fi. Tidak
interoperabel dengan 802.11a.
Perlu lebih sedikit access points
11Mbp daripada 802.11a untuk
IEEE
s DSSS coverage luas yang sama.
802.11b WEP & WPA
2.4GH CCK Transfer rate tinggi sampai 300
(Wi-Fi)
z feet dari base station. Ada 14
kanal di 2.4 GHz (11 di Amerika
sesuai regulasi FCC) dan hanya
3 kanal non overlap
Mendapat sertifikasi Wi-Fi.
OFDM Menggantikan 802.11b.
54
IEEE > 20 Mbps Peningkatan keamanan 802.11.
Mbps
802.11g DSSS WEP & WPA Kompatibel dengan 802.11b.
2.4
(Wi-Fi) CCK Ada 14 kanal di 2.4 GHz (11 di
GHz
< 20 Mbps Amerika sesuai regulasi FCC)
dan hanya 3 kanal non overlap
Tidak ada dukungan IP, tidak
mendukung TCP/IP dan aplikasi
2
wireless LAN lain. Bukan di
Mbps PPTP, SSL &
Bluetooth FHSS desain untuk mendukung
2.45 VPN
wireless LAN. Paling baik untuk
GHz
koneksi PDAs, seluler dan PC
dalam area yang sempit
Catatan: HomeRF tidak lagi
didukung oleh vendor atau
Jaringan kelompok kerja. Ditujukan untuk
independen IP penggunaan rumah, bukan
10 address untuk perusahaan. Coverage area 150
Mbps setiap jaringan. feet dari base station. Relatif
HomeRF FHSS
2.4 Data dikirim murah, kualitas suara baik
GHZ dengan karena secara kontinu
algoritma mengalokasikan bandwidth
enkripsi 56-bit khusus untuk layanan suara.
Labih tahan interferensi karena
FHSS
Hanya di Eropa. HiperLAN
adalah model ad-hoc, tidak
Enkripsi per memerlukan konfigurasi dan tak
20
HiperLAN/1 sesi dan ada kontroler pusat atau base
Mbps CSMA/CA
(Europe) otentikasi station. Tidak menyediakan
5 GHz
individual layanan isochronous riil. Relatif
murah, tidak ada garansi
bandwidth
Keamanan Hanya di Eropa. Di desain untuk
yang kuat dan menjadi carrier sel ATM, paket
54 dukungan IP, paket Firewire (IEEE 1394)
HiperLAN/2
Mbps OFDM otentikasi dan suara digital (seluler).
(Europe)
5 GHz individual dan Kualitas dan layanan dibanding
kunci enkripsi HiperLAN/1 dan ada garansi
per sesi bandwidth
Bluetooth
Teknologi radio jarak dekat untuk mempermudah komunikasi antar
perangkat Internet dan mobile. Juga digunakan untuk memudahkan sinkronisasi,
integrasi antar perangkat Internet, mobile dengan komputer.
Produk dengan teknologi Bluetooth harus mendapat sertifikat
interoperabilitas dari Bluetooth Special Interest Group sebelum dipasarkan.
Pendiri Bluetooth adalah Ericsson, IBM, Intel, Nokia dan Toshiba.
Home RF
Singkatan Home Radio Frequency. Didesain khusus untuk jaringan wireless
di rumah, kontras dengan standar 802.11, yang digunakan pada aplikasi bisnis.
Home RF diharapkan lebih dapat diterima oleh pengguna rumahan dibandingkan
dengan teknologi wireless lain. Berbasis frequency hopping untuk transmisi data
dan suara, radius 150 feet. Home RF menggunakan Shared Wireless Access
Protocol.
HyperLAN
Singkatan High Performance Radio Local Area Network. Disusun oleh
European Telecommunications Standards Institute (ETSI). HiperLAN adalah
standar WLAN yang berlaku resmi di Eropa. HiperLAN sama dengan IEEE 802.11
yang dipakai di Amerika.
Ada dua jenis HiperLAN :
1. HiperLAN/1: standar transfer rate sampai 20 Mbps di 5 GHz band
2. HiperLAN/2 : standar transfer rate sampai 54 Mbps di 5 GHz band.
Seperti 802.11, HiperLAN diterapkan untuk menjamin interoperabilitas antar
produk pada spektrum ini.
Kesimpulan
Teknologi Wireless LAN (Wi-Fi) adalah solusi praktis jangka pendek untuk
menjembatani belum tersedia infrastruktur domestik yang bisa diandalkan dan
memenuhi kebutuhan masayarakat. Wireless LAN adalah alternatif media akses
Internet yang terjangkau, fast deploy dan kualitas memadai.
STANDAR KAPASITAS DAN TEKNOLOGI AKSES
Dial-up (Digital atau analog modem menggunakan kabel tembaga twisted pair
(phone))

Standa Keteranga
Kapasitas
r n
56k 56.0 Kbits/s
128.0
ISDN
Kbits/s
Kabel (menggunakan kabel tembaga coaxial)

Standa Keteranga
Kapasitas
r n
Average 2.00 Mbits/s
Maximu
10.00 Mbits/s
m
Upstrea avg* 500.0
m Kbits/s
DSL (Digital Subscriber Line - menggunakan kabel tembaga twisted pair (phone))

Standa Keteranga
Kapasitas
r n
IDSL 128.0 Kbits/s
UADSL 1.50 Mbits/s
up* 512.0
UADSL
Kbits/s
HDSL 1.50 Mbits/s
SDSL 2.00 Mbits/s
RADSL 7.00 Mbits/s
up* 1.00
RADSL
Mbits/s
ADSL 8.00 Mbits/s
up* 1.00
ADSL
Mbits/s
VDSL 51.64 Mbits/s
up* 19.20
VDSL
Mbits/s
Trunk (Menggunakan fiber optic atau microwave atau kabel tembaga twisted
pair (phone) untuk HDSL)

Standa Keteranga
Kapasitas
r n
1.54
T1 DS1
Mbits/s
T2 6 Mbits/s DS2
44.74Mbits
T3 DS3
/s
E1 2 Mbits/s
E3 35 Mbits/s
Optical Carrier (Fiber optic backbone)

Standa Keteranga
Kapasitas
r n
OC3 155.52 Mbits/s STM1
OC12 622.08 Mbits/s STM4
2,488.32
OC48 STM16
Mbits/s
4,976.64
OC96 STM32
Mbits/s
9,953.28
OC-192 STM64
Mbits/s
13,219.20
OC-255 STM85
Mbits/s
Ethernet (Digunakan pada LAN)

Keteranga
Standar Kapasitas
n
10 10.00 Mbits/s
100 100.00 Mbits/s
1000 1,000.00
(Gigabit) Mbits/s
Wireless (Fixed atau mobile)
Keteranga
Standar Kapasitas
n
HomeRF 1.20 Mbits/s 2.4 Ghz
54.00
802.11a 5 Ghz
Mbits/s
11.00
802.11b 2.4 Ghz
Mbits/s
54.00
802.11g 2.4 Ghz
Mbits/s
100.00
802.11n
Mbits/s
CSD 9.6 Kbits/s
CDMA 14.4 Kbits/s 1.8 Ghz
iDEN 19.2 Kbits/s
CDPD 19.2 Kbits/s
1XRTT 144.0 Kbits/s
HSCSD 56.0 Kbits/s
CDMA
64.0 Kbits/s
2.5G
GPRS 171.2 Kbits/s
EDGE 384.0 Kbits/s
3G 384.0 Kbits/s
UMTS 2.00 Mbits/s
3G1xEV-
2.40 Mbits/s
DO
3G1xEV-
5.00 Mbits/s
DV
* Beberapa koneksi adalah asimetrik, kapasitas download lebih besar daripada
upload.
TABEL PERBANDINGAN KONEKSI INTERNET
Salah satu cara untuk menentukan jenis koneksi Internet yang paling
sesuai dengan kebutuhan dan daya beli pengguna adalah dengan
membandingkan kelebihan dan kekurangan setiap jenis layanan ataupun
teknologi yang digunakan. Cara yang lebih tepat adalah dengan melakukan
capacity planning, namun ini butuh metode yang lebih kompleks. Untuk
pengguna akhir (end users), metode perbandingan akan lebih mudah dipahami.
Tabel berikut bisa digunakan untuk melakukan perbandingan.

Koneks Registra Instalas Aboneme


Kapasitas IP Addr Perangkat Aplikasi
i si i n
Dial Up 33,6 kbps 1 Rata-rata PSB Modem Pulsa + ISP Personal
Analog 1 - 4 dinamik 50 ribu rp 500 ribu USD 10 - 100
(durasi
kbps/pc
pemakaian
1 - 3 pc
)
Pulsa + ISP
56 kbps
Dial Up 1 - 8 1 Rata-rata PSB Modem
(durasi Personal
Digital kbps/pc dinamik 50 ribu rp 500 ribu USD 10 - 100
pemakaian
1 - 5 pc
)
Pulsa tarip
64 - 144
16 statik khusus +
kbps Modem ISDN Corporat
ISDN sesuai Rata-rata PSB ISP
1 - 8 Dari ISP e
Telkom kebutuha 2 juta rp 500 ribu (durasi
kbps/pc Router $ 400 Jam Kerja
n pemakaian
8 - 16 pc
)
Leased 5 juta rp
64 kbps - 16 statik Baseband
Channel per Enterpris
2 mbps sesuai Rata-rata Rata-rata Modem
64 kbps e
4 kbps/pc kebutuha 2 juta rp 1 juta rp Dari ISP
Frame Telkom LC 24 jam
16 - 512 pc n Router $ 400
Relay 1,5 juta rp
5 juta rp
64 kbps - 16 statik
per Enterpris
2 mbps sesuai Rata-rata Rata-rata xDSL Modem
xDSL 64 kbps e
4 kbps/pc kebutuha 2 juta rp 1 juta rp $ 100 - $ 400
Telkom LC 24 jam
16 - 512 pc n
1,5 juta rp
Rata-rata
64 kbps - 16 statik 1 juta rp
WLAN $ 400 5 juta rp Enterpris
2 mbps sesuai Rata-rata Tower
WLAN Antenna, Box per e
4 kbps/pc kebutuha 2 juta rp 200 rb /
Cable coaxial 64 kbps 24 jam
16 - 512 pc n m
atau pipa
TDMA, SCPC
64 kbps - 16 statik
DVB RCS Enterpris
45 mbps sesuai Rata-rata Rata-rata $ 700 per
VSAT $ 7 K - $ 30 K e
4 kbps/pc kebutuha 10 juta rp $ 2.000 64 kbps
ISP + DVB 24 jam
ratusan pc n
Siskomdagri
Catatan untuk Wireless LAN Access :
1. Lisensi Sekunder, mengikuti ISP
2. Pemda dan Pendidikan belum ada regulasi
3. BHP BTS 2,7 jt per channel per tahun ( ibukota propinsi).
Kesimpulan
Setiap pengguna Internet mempunyai preferensi, tingkat kebutuhan dan
kemampuan pembiayaan yang berbeda. Pilihan teknologi, kapasitas dan jenis
layanan akses ditentukan oleh faktor-faktor tersebut.