Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Institusi rumah sakit merupakan salah satu organisasi yang bergerak dalam
bidang jasa yang melibatkan banyak pihak, seperti misalnya dokter, pasien, pegawai,
dan masayarakat umum. Rumah sakit ini di kelompokan menjadi 2 yaitu Rumah
Sakit yang dikelola pihak swasta (Private Hospital) dan Rumah Sakit yang dikelola
oleh pemerintah (Publik Hospital) atau rumah sakit umum. Deddi Nordiawan (2006).
Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, rumah sakit ini melakukan
beberapa transaksi yang melibatkan entitas keuangan itu sendiri. Transaksi keuangan
yang dilakukan rumah sakit antara lain, penerimaan dana umum, pendapatan jasa
pasien, penggajian, dan pembelian aktiva.
Dalam melakukan aktivitas transaksi keuangan pada bagian akuntansi ini maka
pengendalian internal melalui sistem informasi akuntansi sangat dibutuhkan. Dengan
menggunakan sistem informasi akuntansi ditunjukkan untuk bisa menghilangkan
tindakan curang seperti korupsi, baik yang dilakukan oleh pihak internal maupun
pihak eksternal.
Adanya sistem informasi akuntansi yang memadai, menjadikan akuntan
perusahaan dapat menyediakan informasi keuangan bagi setiap tingkatan manajemen,
para pemilik atau pemegang saham, kreditur dan para pemakai laporan keuangan lain
yang dijadikan dasar pengambilan keputusan ekonomi, Mulyadi (2001). Lebih rinci
lagi, kebijakan dan prosedur yang digunakan secara langsung dimaksudkan untuk
mencapai sasaran dan menjamin atau menyediakan laporan keuangan yang tepat serta
menjamin ditaatinya atau dipatuhinya hukum dan peraturan, hal ini disebut
pengendalian internal.

1
Saat ini banyak kita jumpai tindakan kecurangan yang dilakukan oleh pihak-
pihak tertentu dalam suatu organisasi bahkan di dalam rumah sakit. Tindakan
kecurangan ini berupa korupsi atau sejenisnya yang dapat merugikan organisasi
terkait. Tindakan kecurangan ini bisa dilakuakn oleh pimpinan, manajemen, maupun
pegawai. Hal seperti ini bisa terjadi karena sistem yang diaplikasikan dalam
organisasi ini kurang baik sehingga pengendalian internal yang digunakan menjadi
lemah.

Pengendalian internal sangat berkaitan dengan sistem informasi, dimana sistem


ini dipergunakan untuk membentuk suatu pengendalian iternal yang baik untuk
sebuah organisasi. Pembentukan sistem informasi akuntansi diberbagai organisasi
dapat mempengaruhi tingkat kepuasan dan kepercayaan pengguna, seperti lebih jelas
transaksi keuangan yang dilakuakn. Oleh karena itu, dalam penelitian ini, peneliti
akan meneliti apakah kualitas sistem informasi akuntansi pada institusi rumah sakit di
Provinsi Jawa Timur telah membentuk pengendalian internal yang efektif.

1.2 Motivasi Penelitian

Penelitian ini direncanakan oleh beberapa hal yang mendorong antara lain
terdapat beberapa penelitian sebelumnya yang menunjukkan banyak bukti bahwa
dengan sistem informasi akuntansi yang baik terdapat sistem pengendalian internal
yang baik pula dan dapat menciptakan kepuasan dan kepercayaan pengguna. Selain
itu masih sering terjadi bentuk tindakan kecurangan, baik oleh pihak internal maupun
eksternal suatu institusi rumah sakit yang telah berupaya membentuk sistem
pengendalian internal. Meskipun telah ada suatu pengendalian internal yang dibuat,
hal tersebut tidak cukup mengatasi tindakan kecurangan yang terjadi. Dengan
demikian pengendalian internal tersebut diprediksikan lemah.

2
Dari penjelasan dan alasan-alasan yang telah di kemukakan pada latar
belakang, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “ Analisis
Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Terhadap Kepuasan Penggunanya
malalui Tingkat Efektivitas Pengendalian Internal pada Rumah Sakit di Jawa
Timur”.

1.3 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang yang telah di uraikan di atas, maka dapat di
rumuskan maslah sebagai berikut :
1. Apakah sistem informasi akuntansi memiliki pengaruh yang efektive
terhadap penggunaan pengendalian internal yang dibentuk oleh institusi
rumah sakit di Jawa Timur?
2. Apakah sistem informasi akuntansi yang membentuk pengendalian
internal memberikan kepuasan terhadap penggunanya di rumah sakit
Jawa Timur?

1.4 Tujuan Penelitian


Berdasarkan perumusan masalah di atas, adupun tujuan dari penelitian ini
adalah :
1. Untuk mengetahui seberapa efektive pengaruh system informasi akuntansi
terhadap penggunaan pengendalian internal di rumah sakit di Jawa Timur.
2. Untuk mengetahui apakah sistem informasi akuntansi memberikan kepuasan
terhadap penggunanya dalam pengendalian internal yang dibentuk di rumah
sakit di Jawa Timur.

1.5 Kontribusi Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada berbagai pihak,


baik kontribusi teoritis maupun kontribusi praktis.

3
1. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris
terhadap hubungan sistem informasi akuntansi terhadap sistem pengendalian
internal, khususnya di rumah sakit.

2. Secara praktis, dapat memberikan informasi tambahan kepada pimpinan


instansi, manajemen instansi, dan analis dalam merencanakan dan membuat
sistem informasi akuntansi yang baik yang dapat menghasilkan
pengendalian internal yang tepat dan menghasilkan kepuasan pengguna.
3. Hasil penelitin ini juga diharapkan bisa menjadi referensi tambahan untuk
riset berikutnya.

4
BAB II
LANDASAN TEORI DAN PERUMUSAN HIPOTESIS

2.1 Landasan Teori

2.1.1 Sistem Informasi Akuntansi

George dan William (2006) berpendapat bahwa sistem informasi akuntansi


(SIA) merupakan kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan, yang
dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lainnya ke dalam informasi.
Informasi tersebut dikomunikasikan kepada para pembuat keputusan. Sistem
informasi akuntansi melakukan hal tersebut baik dengan sistem manual atau melalui
sistem terkomputerisasi.

Menurut Mulyadi (2001), sistem informasi akuntansi adalah organisasi


formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan
informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen untuk memudahkan
pengelolaan perusahaan. Pengembangan sistem informasi akuntansi, menurut
Mulyadi bertujuan untuk:

1. Menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru


2. Memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada, baik
mengenai mutu, ketepatan penyajian, maupun struktur informasinya
3. Meperbaiki pengendalian sistem informasi akuntansi dan pemeriksaan internal,
yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalannya dan untuk menyediakan catatan
lengkap mengenai pertanggungjawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.
4. Mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.
Hall (2001) mengatakan definisi sistem informasi akuntansi adalah sebuah
rangkaian prosedur formal di mana data dikumpulkan dan diproses menjadi suatu
informasi dan didistribusikan kepada para penggunanya. Hall menyatakan bahwa
terdapat dua kelas sistem utama dalam sistem informasi, yaitu sistem informasi

5
akuntansi dan sistem informasi manajemen. Pendapat ahli lainya, yaitu Nash (1992)
menyatakan bahwa sistem informasi akuntansi merupakan sistem perantara yang
memungkinkan bagi suatu pelayanan memberikan manfaat bagi penggunanya.

2.1.2 Sistem Pengendalian Internal

Ada berbagai pernyataan mengenai definisi dari Sistem Pengendalian Internal.


Sugiarto (2002), menyatakan sistem pengendalian internal terdiri atas kebijakan dan
prosedur yang digunakan dalam operasi perusahaan untuk menyediakan informasi
keuangan yang handal serta menjamin dipatuhinya hukum dan peraturan yang
berlaku. Definisi tersebut tidak jauh berbeda dengan definisi yang disampaikan oleh
Mulyadi (2001) yang menyatakan bahwa sistem pengendalian internal meliputi
struktur organisasi, metode dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga
kekayaan organisasi, memeriksa ketelitian dan keandalan data akuntansi, mendorong
efisiensi dan kepatuhan pengguna terhadap kebijakan manajemen yang diterapkan.
Mulyadi juga memisahkan sistem pengendalian internal menjadi dua kelompok besar,
yaitu Internal Accounting Controll dan Internal Administrative Controll.

Penerapan sistem pengendalian internal memiliki beberapa tujuan umum.


Cerullo, Raval, Willkinson, & Wong-on-Wing (2000) menyebutkan bahwa tujuan
dari penerapan sistem pengendalian internal adalah :

1. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional perusahaan


2. Mencapai reliabilitas pelaporan keuangan
3. Menjaga aset
4. Memeriksa keakuratan dan reliabilitas data akuntansi
5. Memenuhi kesesuaian dengan hukum dan ketentuan yang berlaku
6. Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen.
Tujuan pertama, ke dua, ke tiga, dan ke empat merupakan tujuan pengendalian
internal akuntansi. Sedangkan tujuan ke lima dan ke enam merupakan tujuan
pengendalian internal administratif.

6
Menurut Mulyadi (2001), sistem pengendalian internal terdiri dari unsur-
unsur pembentuk, yaitu :

1. Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas


2. Sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan yang
cukup terhadap kekayaan, utang, pendapatan, dan biaya
3. Praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit organisasi
4. Karyawan yang memiliki kualifikasi sesuai dengan tanggung jawabnya.
Sistem pengendalian internal untuk organisasi sektor publik, tidak hanya
diperlukan untuk membentuk pengendalian dalam akuntansi keuangan, tetapi juga
untuk memberikan jaminan dilaksanakannya strategi organisasi secara efektif dan
efisien sehingga tujuan organisasi dapat tercapai (Mustafa, 2004).

2.2 Hipotesis Penelitian

2.2.1 Efektivitas Sistem Pengendalian Internal

Efektivitas sistem pengendalian internal yang diterapkan oleh suatu organisasi


tercermin pada kemampuan dari sistem tersebut dalam mencapai tujuannya. Mulyadi
(2001) menyatakan bahwa pengendalian internal akuntansi yang baik akan menjamin
keamanan kekayaan perusahaan dan menghasilkan laporan keuangan yang dapat
dipercaya. Sedangkan pengendalian internal administratif dikatakan efektif apabila
telah mampu mendorong efisiensi dan dipatuhinya kebijakan manajemen oleh
pengguna.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Baridwan dan Hanum


(2007), diperoleh suatu hasil yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang
signifikan dari kualitas sistem dan kualitas jasa terhadap efektivitas sistem informasi
yang mencakup sistem pengendalian internal.

Sesuai dengan teori dan informasi yang diperoleh, maka dapat dirumuskan
hipotesis alternatif pertama, yaitu:

7
H1 Kualitas sistem informasi akuntansi yang diterapkan oleh rumah sakit di Jawa
Timur berpengaruh positif terhadap efektivitas sistem pengendalian internal
yang dibentuk.

2.2.2 Kepuasan Pengguna dan Faktor yang Mempengaruhi

Kepuasan pengguna dipengaruhi oleh beberapa faktor. Penelitian yang


dilakukan oleh Rata (2007) menyimpulkan bahwa terdapat lima faktor yang
mempengaruhi kepuasan pengguna sistem informasi antara lain, dukungan
manajemen puncak, kompleksitas tugas, kompleksitas sistem, komunikasi pemakai-
pengembang, dan pengaruh pemakaiz. Kelima faktor tersebut memiliki kaitan yang
erat dengan unsur pembentuk efektivitas pengandalian internal.

Menurut hasil penelitian Baridwan dan Hanum (2007), tingginya keandalan


sistem berpengaruh signifikan terhadap tingginya kepuasan pengguna sistem tersebut.
Berdasarkan teori, informasi, dan hasil penelitian sebelumnya tersebut, maka dapat
diambil hipotesis alternatif ke dua yaitu :

H2 Kualitas sistem informasi akuntansi yang telah membentuk sistem


pengendalian internal yang efektif di rumah sakit di Jawa Timur berpengaruh
positif terhadap kepuasan penggunanya.

8
BAB III

METODELOGO PENELITIAN

3.1 Populasi

Populasi dari penelitian ini adalah seluruh rumah sakit yang berada di Jawa
Timur. Rumah sakit yang dijadikan populasi penelitin adalah seluruh rumah sakit
yang berada di Jawa Timur, baik yang dikelola oleh pemerintah maupun oleh swasta.

3.2 Penyampelan

Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah proposional 30% untuk
setiap strata populasi. Teknik penyampelan yang dipergunakan adalah pengambilan
sampel acak berstrata proporsional, yaitu pengambilan sampel yang diawali dengan
pemisahan strata seluruh rumah sakit yang ada di Jawa Timur berdasarkan induknya
(Departemen atau Lembaga yang menaungi), kemudian memilih secara acak dari
populasi tersebut namun dengan memperhatikan proporsi yang sesuai untuk setiap
induk.

Ukuran populasi dalam penelitian ini dapat diketahui dengan pasti. Oleh sebab
itu, ukuran sampel yang dipergunakan dalam setiap strata dapat diukur dengan rumus
Slovin, yaitu:

N
n=
1+ Ne 2 Di mana:

n  = ukuran sampel
N         = ukuran populasi
e = kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang
ditololerir, dalam hal ini ditentukan senilai 2%. (Sugiana, 2008)

9
3.3 Metode Penelitian
Data yang dipergunakan dalam penelitian ini merupakan data primer. Data
primer berupa pendapat dari subjek penelitian dikumpulkan dengan media mail
questionaire. Questionaire ini disusun dengan beberapa pertanyaan yang jawabannya
representatif untuk membahas permasalahan mengenai kualitas sistem informasi
akuntansi, kepuasan pengguna dan efektivitas pengendalian internal, yang disajikan
dalam skala peringkat terperinci khususnya unbalance rating scale. Menurut Sekaran
(2006), unbalance rating scale merupakan skala angka genap yang tidak mempunyai
poin netral. Jenis skala ini dipilih dengan pertimbangan untuk menghindari kerancuan
jawaban dari responden apabila banyak yang memilih poin pada titik tengah.

3.4 Devinisi Variabel

Variabel dalam penelitian ini dikategorikan dalam tiga kategori, yaitu variabel
dependen, variabel intervening dan variable independen. Untuk hipotesis pertama,
variabel independennya adalah kualitas sistem informasi akuntansi yang digunakan
oleh rumah sakit di Jawa Timur dan variable dependennya adalah efektivitas
pengendalian internal. Pada hipotesis ke dua, kualitas sistem informasi akuntansi
merupakan variabel independen, efektifitas sistem pengendalian internal merupakan
variabel intervening dan kepuasan pengguna merupakan variabel dependen.

3.5 Kriteria Penerimaan Hipotesis

Dalam menguji hipotesis H1 dipergunakan analisis regresi linier sederhana


(simple linear regression), karena dalam hipotesis tersebut melibatkan satu variabel
independen dan satu variabel dependen serta mempergunakan data berskala interval
(Sekaran, 2006b).

Pengujian statistik untuk H1 adalah γ=a+ bx+ e , dimana

Y : Efektivitas sistem pengendalian internal

10
x : Kualitas sistem informasi akuntansi

b : slope

a : intercept

Di mana secara statistik, dapat disusun hipotesisnya sebagai berikut:

Hipotesis nol untuk hubungan antara kualitas sistem informasi akuntansi dengan
efektivitas pengendalian internal adalah

H 0 :b=0 (tidak ada korelasi)

Hipotesis alternatif yang menyatakan korelasi positif antara kualitas sistem informasi
akuntansi dengan efektivitas pengendalian internal adalah

H A :b>0 (korelasi positif)

Untuk hipotesis ke dua, dipergunakan analisis Path (Path Analysis) atau bisa
desebut analisis jalur. Menurut Marbun (2007), analisis Path pada dasarnya ingin
menilai hubungan kausalitas antara suatu kejadian dengan kejadian lainnya.
Hubungan kausal tersebut bisa berupa hubungan langsung maupun tidak langsung.

Analisis jalur ialah suatu teknik untuk menganalisis hubungan sebab akibat
yang tejadi pada regresi berganda jika variabel bebasnya mempengaruhi variabel
tergantung tidak hanya secara langsung tetapi juga secara tidak langsung (Sarwono,
2007)

Secara grafis, model analisis path untuk hipotesis ke dua pada penelitian ini,
yaitu kualitas sistem informasi akuntansi yang telah membentuk sistem pengendalian
internal yang efektif di rumah sakit di Jawa Timur berpengaruh positif terhadap
kepuasan penggunanya.

11
Dari model tersebut, dapat dinyatakan secara matematis sebagai berikut:

1) Z =a 1+b 1. X 1+e

2) Y =a2+b 2. Z +e
Hipotesis nol untuk pengaruh hubungan antara kualitas sistem informasi
akuntansi dengan efektivitas sistem pengendalian internal terhadap kepuasan
penggunanya adalah:

H 0 :b1 =0 ;b 2=0 (tidak ada korelasi)

Hipotesis alternatif yang menyatakan korelasi positif untuk pengaruh


hubungan antara kualitas sistem informasi akuntansi dengan efektivitas sistem
pengendalian internal terhadap kepuasan penggunanya adalah:

H A : b1 > 0; b2 >0 (korelasi positif).

12
13

Anda mungkin juga menyukai