Anda di halaman 1dari 3

Halaman 84

SISTEM BALANCE OF POWER

Cara untuk mengenali sistem balance of power yang pernah berlaku di


dunia dapat dilakukan dengan melihat sejarah. Apa yang menarik perhatian para
penstudi hubungan internasional dari sejarah adalah sistem balance of power
yang berlaku hampir tiga abad yaitu antara tahun 1648 dengan
ditandatanganinya Perjanjian Perdamaian Westphalia sampai tahun 1914
pecahnya Perang Dunia 1.

1. Sejarah Sistem Balance of Power

Sistem balance of power yang klasik mengalami zaman keemasan yang


dapat dibagi kedalam dua periode, yaitu:

a. Periode pertama antara tahun 1648 (Perjanjian Westphalia) sampai tahun


1789 (Revolusi Perancis).

b. Periode kedua antara tahun 1815 (Kongres Wina) sampai tahun 1914
(pecahnya Perang Dunia 1)

2. Konsep Balance of Power

Sistem balance of power muncul karena terdapat kecenderungan kepada


terbentuknya suatu keseimbangan dalam hubungan internasional.
Kecenderungan tersebut bersifat tetap sehingga akan sealau ada sistem balance
of power walaupun sistemnya itu sendiri bisa berubah-ubah bentuknya.
Perubahan bentuk sistem balance of power dipengaruhi oleh terjadinya
perubahan-perubahan dalam masyarakat internasional.

Oleh karena dalam hubungan internasional kecenderunga terhadap


keseimbangan bersifat tetap maka kehadirannya tidak terelakkan dalam
masyarakat internasional sehingga membuat politik negara dari masing-masing
negara ditujukan kepada keseimbangan tersebut.

Apa yang dapat dilihat dari sejarah Eropa semenjak Kerajaan Romawi
mengenai sistem balance of power, adalah:

a. Sistem balance of power ternyata melibatkan beberapa negara berkekuasaan


besar;

b. Di antara negara-negara yang berada dalam sistem balance of power


tersebut, mereka tetap bersaing, tetap bersaing, tetap saling mencurigai,
masing-masing menganggap dirinya sebagai hakim tertinggi atas perilakunya
sehingga negara-negara yang berkekuasaan besar mengarah kepada
penaklukan yang akibatnya dapat mengganggu sistem balance of power itu
sendiri.

Balance of power bukan merupakan konsep yang persisif dan juga bukan
merupakan konsep yang mudah diukur (Couloumbis dan Wolfe,44). Ernst Haas
mengecam bahwa konsep balance of power itu kabur. Selanjutnya karena
kekaburan tadi Ernst Haas menunjukkan bahwa konsep tersebut paling tidak
secara ekstensif bisa digunakan dalam delapan versi berbeda, sebagai berikut:

a. Berkenaan dengan equilibrium sebagai akibat dari distribusi kekuatan yang


seimbang di antara negara-negara bangsa.

b. Berkenaan dengan equilibrium sebagai akibat dari distribusi kekuatan yang


tidak seimbang di antara negara-negara bangsa.

c. Berkenaan dengan equilibrium sebagai akibat dari dominasi salah satu negara
bangsa (balancer).

d. Merupakan sistem yang relatif stabil dan damai.

e. Merupakan suatu sistem yang dicirikan oleh ketidakstabilan dan perang.

f. Merupakan cara lain untuk menyebutkan kekuatan politik.

g. Merupakan suatu dalil sejarah yang universal.

h. Merupakan suatu pedoman bagi para policy makers.

Walaupun kecaman Ernst Haas ada benarnya, tetapi sistem dalam praktek
kita tidak bisa menghindarkan dari sistem balance of power karena konsep
balance of power erat sekali dengan inti dari politik internasional yaitu power,
bahkan balance of power yang memiliki sifat deskriptif dan analitis, digunakan
sebagai alat bantu untuk memahami mekanisme aturan internasional. Sebagai
alat bantu Couloumbis dan Wolfe mengasumsikan empat prasyarat bagi
eksistensi sistem balance of power sebagai berikut:

a. Bahwa harus ada suatu multiplisitas aktor-aktor yang berdaulat yang muncul
karena tidak adanya satu otorita yang kuat, terpusat, dan legitimate yang
menguasai aktor-aktor tadi.

b. Bahwa harus ada distribusi kekuatan yang relatif tidak seimbang (antara lain
mengenai status, kekayaan, ukuran, kapabilitas militer) diantara aktor-aktor
politik yang membentuk sistem balance of power. Distribusi kekuatan yang tidak
seimbang digunakan untuk membeda-bedakan negara ke dalam tiga kategori,
yaitu:

b.1 Negara besar (great powers). Contoh: Amerika

b.2 Negara menengah (intermediate powers). Contoh: Indonesia

b.3 Negara bangsa yang kecil. Contoh: Swiss

3. Model-model Organisasi Politik Global

• Model Oligopolar

• Model Bipolar Longgar


• Model Bipolar Ketat

• Model Veto-Unit atau Proliferasi

• Model Kemanan Kolektif

• Model Multi-Blok atau Model Interregional, ada dua macam

a. Dunia terbagi ke dalam lima atau tujuh wilayah-pengaruh (spheres of


influence) yang sama-sama eksklusif di mana masing-masing wilayah tersebut
terdiri dari satu hierarki negara-negara yang dikontrol oleh satu negara besar
dunia. Contoh: NATO

b. Multi-Blok terbentuk melalui keberhasilan usaha pengintegrasian bidang


ekonomi dan politik dari negara-negara di dunia ini.

• Model Multipolar atau Model Fragmentasi Nasional

• Model Pasca Perang Nuklir

• Model Monopolar atau Model Hierarkis

4. Ketertiban Dunia dan Balance of Power

Menurut J. Frankel, terdapat tiga unsur yang menyebabkan sistem balance


of power selalu berubah-ubah sehingga bersifat dinamis. Unsur tersebut adalah:

a. Bahwa komposisi masyarakat internasional selalu berubah-ubah, antara lain


dari banyak negara besar yang menjamin balance of power akhirnya menjadi
tinggal dua super-power saja, banyaknya negara-negara baru bermunculan,
Eropa tidak lagi menjadi satu-satunya pusat politik dunia, berdatangannya
ideologi totaliterisme dimulai dari komunisme, kemudian fasisme dan akhirnya
naziisme.

b. Bahwa perubahan-perubahan teknologi, perkembangan pesawat udara, tank


dan sebagainya, semuanya itu menyediakan alat-alat baru untuk politik ekspansi
dalam keadaan damai maupun dalam waktu perang.

c. Rejim totaliter akan sangat berniat menggunakan alat-alat tersebut dan


mengejar politik ekspansinya.

5. Perbedaan Persepsi Atas Sistem Internasional

Para ilmuwan hubungan internasional secara garis besar sependapat:

a. Bahwa struktur sistem mempengaruhi intensitas insiden perang;

b. Bahwa suatu sistem yang rendah jumlah konfliknya lebih disukai daripada
sistem yang lebih besar jumlah konfliknya.

Adapaun perbedaan persepsi terjadi pada seputar sistem global biopolar


dan sistem global multi-polar.