Anda di halaman 1dari 17
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA. NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH Badan Standar Nasional Pendidikan Tahun 2007 KATA PENGANTAR, uj syukur ke hadiat Allah SWWT, Tuhan Yang Maha Esa, alas limpahan rahmat, taufa, dan hidayahNya, sehingga ‘Badan Standar Nasional Pendickan (BSNP) elahmenyelesa- kan Standar Proses untuk saluan Pendicikan Dasar dan Menengah. Standar in cikemtangkan oleh tim adhoc salama delapan bulan pada tahun 2008, Tim adhoc ii cibentuk olay 'BSNP, dan anggota tim in torr dari para ahi dan praktisi bidang pendiskan. Alnamdulah standar proses in telah ‘menjadi Peraturan- Mentor Pendicikan- Nasional Repub Indonesia No. 41 tahun 2007, tentang Standar Proses untuk saluan Pendidikan Oasar dan Menengan, Pengembangan standar proses Ini melalui paralanan yang cukup parjang yaitu: tem awal, pangakajan banan do- ‘ar, pengumpulan data lapangan, pengolahan data lapangan, enyusunan naskah akademik, ponyusunan dra stander, vu drafstandar dan naskah akademik, vasa Gal slandat ddan naskah akademik, lokakarya pembahasan drafstandar dan naskah akademik, pembahasan dra standar dengan Unt Utama Depdinas,finalsasi cra standar dan naskah akademik ‘untuk uj publi, uf pubtk yang melibatkan pihak-phak trkat dalam skala yang lebih vas, fnaisai cat standar dan naskah ‘akademix, dan toakhir rekomendas ea inal stancar proses dan naskah akagerk. BSNP juga mombahas dalam setian Perkembangan draf standar dan naskah akdemik, [BNP monyampaixan penghargaan dan ueapén terma- ‘asin Kopada semua anggota tim ad hoo yang telah bekeria lat dengan semangat yang tingg serta kepada semua pihak Yang telah member masukan pada drat standar proses dan naskan akademinya. Semoga buku ini dapat digunakan ‘sebagai acuan dalam polaksanaan pendldikan di setiap ting. ‘at dan jenjang penciikan dasar dan menengah. slakarta, November 2007, Kou q Djemati Mardap, Ph.D DAFTAR ISI KATA PENGANTAR, DAFTAR IS. ‘SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG. STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASA DAN MENENGAH LAMPIFIAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN, 'NASIONAL NOMOR 41 TAHUN 2007 ‘TANGGAL 23 NOVEMBER 2007 STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN, MENENGAH. |. PENDAHULUAN 1, PERENCANAAN PROSES PEMBELAJARAN A. SlabUS oss BB Rencana Pelaksanaan Pembelajaran C. Prinsip-rinsip Penyusunan RPP Wl, PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN ‘A. Persyaratan Pelaksanaan Proses Pembelaaran B, Polaksanaan Pembelajaran % 2 IV, PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN. \ RENGAWASAN PROSES PEMBELAIARA ‘A. Pemantauan, B. Super ©. Evaluasi D. Pelaporan E. Tindak laut GLOSARIUM 18 18 1 19 19 20 a SALINAN, PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES: UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, Menimbang : bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal 24 Peraluran Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pen- dikan, poriu manetapkan Peraturan Men- texi Peneigikan Nasional tentang Standar Poses Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah Mengingat 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Sistem Pondiixan Nasional (Lem bran Negara Repubk Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tamahan Lembiaran Ne- ‘gara Republik inéonesta Nomor 4301); 2, Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 tentang Standar Nasional Pendick. {an (Lembaran Negara Republik indonesia ‘Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lem: ‘baran Negara Republik Indonesia Nomor 4498); 8. Poraturan Presiden Nomor @ Tahun 2005 tentang Kedudukan,Tugas, Fungs),Susun- ‘n Organisas, dan Tatakeria Kementetian Negara Republik indonesia sebagaimana telah ciubah dengan Peraturan Presigen Nomor 62 Tahun 2008; 4, Keputusan Presiden Nomer 187™M Tahun 2006 mengenai pembentukan Kabinet In: ‘onesia Bersatu sebagaimanatelah beber- ‘2pakaldubahtorakhic dengan Keputusan Presiden Nomor 1/P Tahun 2007; MEMUTUSKAN: Menotapkan PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NA- SIONAL TENTANG STANDAR PROSES UN- TUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH, Pasal 1 (1) Standar proses untuk satuan pencidikan dasar dan me- rnengah mencakup perencanaan proses pembelajaran, Pelaksanaan proses pembelajaran, peniaian has per belajran, dan pengawassn proses pomboljaran, (2) Standar Proses sebagaimana dimaksud pada ayat (1) cantum pada Lampiran Peraturan Mente in Pasal2 Peraturan Menter in mull berlaku pada tanggalctetapkan, Ditotapkan di Jakarta aca tanggal 23 November 2007 MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, 110: ‘8,MBANG SUDIBYO Salinan sesuai dengan asinya Biro Hukum dan Organisasi Departemen Pendidikan Nasional, Kepala Bagian Ponyusunan Rancangan FERPA Perundanoy-undangan dan Bantuan Hukum |, vce 6H, NIP 31479478 SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 41 TAHUN 2007 TANGGAL 23 NOVEMBER 2007 ‘STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH |. PENDAHULUAN Dalam rangka pembaharuan sistem pandlskan nasional felah dittapkan visi, misi dan strategi pembangunan pen- ‘idkan nasional, Visi pondidikan nasional adalah tarmuud- ‘ya sistom pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan Denwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualtas 8e- hingga mampu dan proaktfmenjawab tatangan zaman yang selalu borubah, “Terklt dengan visi torsobut telah ctstapkan serangkaian Prinsip penyelenggaraan pendickan untuk djadikanlandasan dalam peleksanaan reformasi pendidikan. Salah satu pinsip lersebut adalah pencidkan dselengoarskan eebagei proses embudayaan dan pemberdayaan paserta dik yang ber langsung sepanjang hayat. Dalam proses tersebuteiperukan {guru yang memberikan ketladanan, membangun kemavan, ddan mengembangkan potensi dan kreatvtas poseta dik |mplkasi dari prinsip in adalah pergeseran paracigma proses Pendidikan, yatu dari paradigma pengajaran ke paradigma Pembelajaran. Pembelaaran adalah proses intake! poseta ‘dik dengan guru dan sumber boajar pada suatu tngkungen Delalar.Proses pembelajaran peru drencanakan, daksanay kan, dni, dan dawasi agar toraksana secata. efekif dan ‘sen. Mongingat Kebhinekaan budaya, Kecagaman latar bela: kang dan karakteristk peserta didi, sorta tuntutan une ‘enghasikan lulusan yang erm, proses pembelajaran Untuk setiap mata peajaran harus feksbel,bervarias, dan ‘memenuhi standar, Proses pembelajaran paca setap satuan Pendidikan dasar dan menengah harusinterakil,inepiat, "enyenangkan, menantang, dan memotivas! peerta iic ‘untuk berparisipasl aki, seta memborkan uang yang cukup bagi prakarsa, kretivtas, dan kemandiian sesual dengan bakat,minat, dan perkembangan fk sera pskologis peserta it, ‘Sesval dengan amanat Peraturan Pemerntah Nomor 19 tahun 2008 tentang Standar Nasional Pendidikan salah satu Standar yang harus dkembangkan adalah stander proses, Standar proses adalah standar nasional pendidkan yang Derksitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satuan Pendlkan untuk mencapai kompetensi hiusan. Standar ‘roses beri krteria minimal proses pembelajaran pada sa. lan pencikan dasar dan menengah a seluuh wilayan hu ‘kum Nogara Kesatuan Republik indonesia. Standar proses ini Derlaku untuk jenjang pendickan dasar dan menengah pada 6 {alur formal, baik pada sistem paket maypun pada sistem raat semester ‘Standar proses meliput porencanaan proses pembelajat- fan, pelaksanaan proses pembelajran, penlaian hast pom belajaran, dan pengawasan proses pembelelaran untuk ter laksananya proses pombelajaran yang etek dan efisien, Il, PERENCANAAN PROSES PEMBELAJARAN Perencanaan proses pembelajaran metiputislabus dan rencena pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang mamuat ‘donttas mata pelajaran, standar Kompetens! (Sk), kompe- tensi dasar (KD), indkator pencapaian kompetensi, tujuan Pembelajaran, mater ajar, alokas! waktu, melode pembela Taran, Kegialan pombolaaran, penilaan asi! belaar, dan ‘sumber bear. A. siiabus Slavs sebag! cian gengonbangan PP mame! sorta ata polra a ore parr SK, Ke tr pombe, glen pombe, ator pon cepa apetorapnaan tas walu Gan Sumber Doni, Slab ckambangan cls salva perdickan borccahan Sana (5) an Stand Kanpotona Lo isan (SK), sora panda poryumunan Kuru Tg kat sven Ponda {KTSP). Dalam pltsnaarye, embangan slob dapat lkikan ah pra gu tecaa anc ia bertotomgok dam setua stl Imcrsah ila eberapa etl Kongo Msyewarah 7

Anda mungkin juga menyukai