P. 1
sedimentasi

sedimentasi

1.0

|Views: 298|Likes:
Dipublikasikan oleh Ima Rismalawati

More info:

Published by: Ima Rismalawati on Apr 10, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/04/2014

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM PERLAKUAN MEKANIK

SEDIMENTASI DASAR


Dosen pembimbing :
Nama : Fithri BS. (08414011)
Fristy Utami (08414012)
Gilang riIani (08414013)













JURUSAN TEKNIK KIMIA
PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA PRODUKSI BERSIH
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG


SEDIMENTASI DASAR
I. TU1UAN PERCOBAAN
1. Menentukan terminal setlting velocity
2. Menentukan konsentrasi slurry pada terminal settling velocity
3. Membandingkan terminal velocity dari hasil percobaan dan hasil perhitungan dari
teori
II. DASAR TEORI
1. Mekanisme sedimentasi
Bila suatu slurry di endapkan dengan gaya gravitasi meniadi cairan bening dan
slurry dengan konsentrasi padatan yang tinggi, prosesnya disebut sedimentasi.
Metode untuk menentukan settling velocity dan mekanisme settling, digunakan
batch settling test menggunakan slurry dengan konsentrasi homogen dalam tabung
silinder. seperti yang terlihat pada gambar berikut :
































(a) Suspensi homogen awal (original)
(b)Zone pengendapan setelah beberapa waktu
(c) Pemadatan zone D setelah zone B dan C tidak muncul, berubah meniadi cairan
bening dan padatan
(d)Kurva/graIik tinggi antar permukaan cairan bening (z) vs waktu pengendapan
(t)
Pada saat awal dalam tabung silinder terdiri dari suspensi zone B yang homogen
dengan konsentrasi C0 (gambar 1-a). Partikel dalam zone B mulai mengendap
dengan laiu homogen dan muncul cairan bening zone A (gambar 1-b). Penurunan
tinggi z konstan. Zone D mulai muncul. Setelah beberapa waktu zone B makin
berkurang, di atas zone B cairan bening zone A makin bertambah, di bawah zone B
muncul lapisan transisi C ( zone antara B dan D ) dan zone D makin bertambah.
Setelah pengendapan berakhir zone B dan C tidak muncul lagi (gambar 1-c).
Teriadi pemadatan zone D dengan ketebalan zone D dan tinggi cairan bening zone
A makin bertambah.
2. Perhitungan Terminal Settling Velocity
Pada gambar 1-d adalah graIik/kurve tinggi cairan bening antar permukaan (z) di
plot terhadap waktu pengendapan (t). Dituniukan bahwa settling velocity, dimana
slope dari garis, pertama konstan, sampai pada titik kritis C. Settling velocity
dihitung dari gambar koeIisien arah dari garis singgung pada gambar-d, pada saat
t1, maka dz/dt ÷ v1. Pada titk dengan tinggi z1 dan zi intersep dari garis singgung
kurve :

˰ =
˴˩ - ˴ŵ
tŵ -Ŵ


Konentrasi c1 adalah konsntrasi rata-rata suspensi pada tinggi slurry zi, dapat di
hitung dari :

Cŵ =
˴Ŵ
˴ŵ
˕Ŵ

Dimana c0 ÷ konsentrasi awal slurry kg/m3 dan z0 tinggi awal slurry (pada t ÷ 0 )
Rumus-rumus untuk menghitung terminal settling velocity partikel di dalam Iluida :
1. Pengendapan di zone laminar
ˢˮ =
˧ ˖
2
(µp -µ)
ŵ8 µ

2. Pengendapan di zone transisi
ˢˮ =
Ÿ (µp - µ)˧ ˖p
ŷ ˕ˤ µ

Cd ÷ 0,44 s/d 24/NRe
3. Pengendapan di zone turbulen
ˢˮ =
Ÿ (µp - µ)˧ ˖p
ŷ ˕ˤ µ

Cd ÷ 0,44

Dimana : g ÷ percepatan gravitasi
Dp ÷ diameter partikel
P ÷ densitas Iluida
Pp ÷ densitas partikel
CD ÷ koeIisien gerak
µ ÷ viskositas Iluida





III. ALAT DAN BAHAN
3.1Alat-alat yang digunakan
O Gelas kimia
O Spatula
O Tabung silinder besar
O Stop watch
O Plastik
O karet
3.2Bahan-bahan yang digunakan
O Air
O Tanah liat (homogeny)










IV. FLOW CHART











































LaruLan Lanah llaL (slurrv) konsenLrasl
0ţ3 Ʒ w/w
Masukan ke Labuna slllnder sampal
Llnaal slurrv 30 cm
kocok sampal homoaen
AmaLl baLas baalan benlna dan keruh
CaLaL Llnaal baalan keruh dan wakLu
ulanal unLuk slurrv denaan
konsenLrasl 1 Ʒ dan 1ţ3 Ʒ w/w
V. DATA PENGAMATAN

Waktu
(menit)
Tinggi (ml)
0,5 ° 1 ° 1,5 °
5 256 248 248
10 238 244 245
15 234 240 240
20 228 238 238
25 224 232 234
30 218 230 232
35 210 230 232
40 208 228 230
45 206 226 228
50 204 224 226
55 20 220 226
60 196 218 224
65 190 216 222
70 190 210 220
75 190 208 216
80 190 208 216
85 190 208 216
90 190 208 216
























VI. GRAFIK


























VII. PERHITUNGAN
1. praktek
Terminal settling velocity
a. konsentrasi 0,5 °
˰ =
˴˩ -˴ŵ
tŵ - Ŵ

=
ŶŶŴ - ŵ9Ŵ
ŻŻ,Ź - Ŵ
= Ŵ,ŷ9

b. konsentrasi 1,0 °
˰ =
˴˩ -˴ŵ
tŵ - Ŵ

=
Ŷŷź - ŶŴ8
Żŷ - Ŵ
= Ŵ,ŷ8
c. konsentrasi 1,5 °
˰ =
˴˩ -˴ŵ
tŵ - Ŵ

=
Ŷŷ9 - Ŷŵź
ŻŹ - Ŵ
= Ŵ,ŷŵ
÷0,31
Konsentrasi rata-rata
a. konsentrasi 0,5 °
Cŵ =
˴Ŵ
˴ŵ
˕Ŵ
=
ŶŹŴ
ŵ9Ŵ
Ŵ,Ź = Ŵ,źź %
b. konsentrasi 1,0 °
Cŵ =
˴Ŵ
˴ŵ
˕Ŵ
=
ŶŹŴ
ŶŴ8
ŵ = ŵ,Ŷ %
c. konsentrasi 1,5 °
Cŵ =
˴Ŵ
˴ŵ
˕Ŵ
=
ŶŹŴ
Ŷŵź
ŵ,Ź = ŵ,Żŷ %

2. Teori
Asumsi settling di zone laminar
a. Konsentrasi 0,5 °
ˢˮ =
˧ ˖
2
(µp - µ)
ŵ8 µ

÷ (10 m/s
2
) (3x10
-6
m)
2
(98000-1000)kg/m
3
/ 18 (10
-3
kg/m s)
÷ 1,67x10
-3
m/s
2


Cek bilangan reynold
NRe ÷ p Dp v / µ
÷ (1000 kg/m
3
) (3x10
-6
m) (1,67x10
-3
m/s
2
)/ 10
-3
kg/m s
÷ 5,01 x 10
-9
Nre · 1 maka asumsi benar






































VIII. PEMBAHASAN
Pada praktikum sedimentasi dasar ini padatan yang digunakan adalah tepung
kanii. Tepung kanii ini memiliki diameter partikel 3x10
-6
m. Praktikan membuat
slurry dengan konsentrasi 0,5 ° ; 1,0 ° ; dan 1,5 ° w/w. slurry tersebut kemudian di
ambil sebanyak 250 ml dan di endapkan. Pada mulanya dalam tabung silinder
suspensi tersebut homogen. Namun dengan bertambahnya waktu maka terdapat
endapan di dasar tabung silinder. Sehingga dalam tabung silinder terdapat tiga zone
yaitu zone cairan bening yang terdapat di bagian atas, zone keruh yang terdapat di
bagian tengah dan zone endapan yang terdapat di bagian bawah.sebanarnya antara
zone keruh dn zone endapan terdapat zone transisi, namun zone ini tidak terlihat.
Adapun pengamatan yang dilakukan adalah pengamatan terhadap waktu dan
tinggi antar permukaan cairan bening. Sehingga pada graIik tinggi antar permukaan
cairan bening (z) vs waktu pengendapan (t) diperoleh terminal settling velocity.
Semakin besar konsentrasi slurry maka terminal settling velocitynya semakin kecil.
Konsentrasi slurry pada terminal settling velocity semakin besar dari konsentrasi
awalnya.

IX. KESIMPULAN
1. Terminal settling velocity untuk konsentrasi awal 0,5 ° adalah 0,39 : 1 ° adalah
0,38 dan 1,5 ° adalah 0,31
2. Konsentrasi slurry pada terminal settling velocty adalah 0,66 °, 1,2 ° dan 1,73 °
3.


X. DAFTAR PUSTAKA

Geankoplis, C., Transport Process and Unit Operation. Third Edition Prentice-Hall Inc
Englewood CliIts, New Jarsey, 1993

./.3 4380397.3 90723./.04.3 .3 20.8 42403 /.3 93  5748083.9.9 /.04./ .3 -033 /.809939089 203:3.9.7 9047   $#% #   0.7-07:9                               .2-.80993.7 .8 .34380397.3 8:77 /03.9   03039:.04.8  094/0 :39: 203039:.9.04. 7.$%$$#   %&&!#    03039:.. 8:.90723./.4-.29.382080/2039..3 /.3 .3820 80993  /:3.3907.9   02-.9: 8:77 / 03/..3 .3/3.9 /.390723.3 -..8 5079:3. /80-:9 80/2039.3 4380397.8 5.80993..-:3 83/07 805079.95.8 507..3 80993 .3 /03.88:775. .7.5..3 /.3 8:77 /03.8 203.

9../.38090.34308090.43050303/.9: .430/.9.5.35.-0-07.203.2:3..  $:8503842403.3 / :7.  .3 -033/.  ././.7..  !02. 473.: -07:-.5.39/.

.:42403 /. 7.    !079:3.3 -033   . /.1.3 .3-079..5.7 430  /.39. .:.7  . 2:3.2-.3 4380397.-:3 83/07 907/7 /.:  $090..7.3 2:3.9: 430  2.2-.8 . 50303/.9.3%0723.2-..3  9/./.1 93 . 20303/.3-033430  .3430/03.  $090.393.58./502.3430/.8   ..8430.3 9 !.790 /.3-079.7. /.3 430  2.3  430  2:.397.2 9.  %07.2-.: .2-./.7 5072:.9 !.39..5.7 8:85038 430  ..  !.7 .3 -079.7  / .3 93  4389.3 /.3 -07:7. ..: .2-.2 430  2:.9 .3. 2:3.$0993'04./.7  .. /-..3090-.3 -07.3   /. . -0-07.7.430 2:3. 8.7. !03:7:3.7./.5 /03.388   430 ..9.5.3-033430 2.2-..3 42403 /03.9: 50303/.7.3-0334302.

9 9 2. /.7 .3..7.7 . 5.04.7. 4389.5 ../.0 93 ..3   / 549 907.78  5079.9: 50303/./.3 -033 .:7.7 5072:.25.3 9  9:3:.2-. /.39. 8450 /. .78 83:3 5.2-..04.3  8.3 -.7 401803 .5.././. 80993 .7 .9  /2.7 /  5. 99 798   $0993 . 8.2.9 /9:3 /.

33907805/.7      2. 7.3..393/.8 7./9.8..7883:3 :7. !./. .8:77. 93 8:77   /..5.99/03.9.8 . 4380397. 8:85038 5.9.0  `   430397.7.9 / 9:3/./. 438397./.

04.9   #:2:8 7:2:8:39:2039:390723.80993./..388 {J {  J    / 8.7  {J {  %   !0303/.3/430.5.8:77 5..23.3 93.5.3/43097.21:/.2/.790//.95.   !0303/.

/.

#0 .

5. O $5.8  5 /.  a .9 42403            2.  !0303/..8489..3 O 0.790  Ï /0389.9.37.3. {  J    ..9.3/:3...82.81:/.3 O 7 O %.709  .9.3. O !.3.85.3/4309:7-:03 {J /              %  .9:.790   40180307.3/:3.9 .209075.-:383/07-08.05. O %. 507.  Ï5 /0389..3 -.9.89 O .81:/..7 O $945.

f¾f° f °–¾° ¾f¯½f °––¾n¯ n¾f¯½f¯– ° ¯f ff¾ f–f° °°– f°  .'   #%                                            ff°f°ff%¾%°¾ °f¾   $ .

ff°–– f–f°  f°f Df°–°¾ °–f° °¾ °f¾  f°  $ .

'  %!%  .9: 2039                                                                                   %3 2                                                     .

'  #                           .

8        % .8  ` %     %  %  %    4380397.7 .'  !#%&   57.04.87.8  `   -  4380397.  4380397.8  `  % .  4380397. 7.  4380397. .90 %0723.8         % -  4380397.23.9.  4380397.  4380397.9 .8   {J {  %   2.8         %047 8:2880993/430.80993.9.

8   2    .

2.

   .

28    2.

8     .

. 0-.3.37034/ #0Ý5.

a    .

2   2    2.

8 .

 .

..7                                       .8:28-03.28     702.

790   2  !7.34380397.8  /.9.9:2 80/2039../. 57.3 ./.3 .9 8:77/03.3 3 202 /.3 202-:. 905:3 ./.7 3 5.20907 5.'  !$ !.9.3 /:3.8 /.8.3  %05:3 .3 ..

3 .9:39: 4380397.04.04.9 802.    4380397.3 . 7.. 80993 ...7.3 / 03/.8.9: 430 .388 3.3 ../.3 .2-.5 .7 5072:././.5. 907/.88:775.2:3 /03.     $!&   %0723.8  430 07: ..385479!74.-:3 83/07 8:85038 90780-:9 42403  . 3044/198 0.3 9  /50740 90723.5:3 503.9 03/.943 %7//943!7039. /.5.5.9  $02..:.3 -08./.7./.   .7 4380397..9 / -.-:3 83/07  $03.04.  4380397.7.3 903./.5.2.3 -033   .3 907/.3 907. /.3 .2- 80-.04.088.3 0.90723.8 . 503.3 907/. /.5.7 4380397..39. 90723.99.7 5072:./.2 9.3 -08. 90723.3.9: /.943097.3  !..9.8 8:77 5.3 -.3 907/.3 .3 -033 ..39.3 / /. 80-...8 . 80993 .39.. .3 430 03/.3/ .2.9 / -.80993. 802.7.9  /.3.5.9.3.2:343039/.2 9.3 -079.3 /...   2 /.3 93 . 43007:/343003/./.9 / -.5.0 ..3 -033  $03.780  .3458  %7.73..5.3.8 8:77 2.907.7 9.9.04. .3/&39 507. 2:.1 93 .3         %#!&$%  0.    .80993 .9: 50303/. /./.9: 2.5. 430 .3907/.8./.3.-:3 83/07 907/.93. 80993 ...3.   /.7 /. 8:7790780-:902:/. 5.3  .5.9..5.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->