P. 1
Sistem Syaraf

Sistem Syaraf

|Views: 214|Likes:
Dipublikasikan oleh Dhea Rafsaloka Utomo
presentasi olimpiade biologi SMP provinsi
presentasi olimpiade biologi SMP provinsi

More info:

Published by: Dhea Rafsaloka Utomo on Apr 10, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/10/2014

pdf

text

original

SISTEM SARAF DAN INDERA

Fungsi : 1) sebagai pusat homeostasis, 2) pergerakan dan 3) fungsi tubuh yang lainnya

Nervous systems in radially symmetrical animals

Some nervous systems in bilaterally symmetrical animals

Embryonic Development
- Forms as a tube! - Ectoderm (skin, nervous system): neural tube by day 20 - Part of ectoderm where fusion occurs becomes neural crest which then forms PNS ganglia. - by 4th week : Forebrain, Midbrain, Hindbrain

y Secara struktural, sistem saraf tersusun oleh : 1) sel saraf atau yang dikenal dengan neuron 2) neuroglia, merupakan sel-sel pendukung y Secara anatomi, sistem saraf dibagi menjadi : 1) Sistem saraf pusat, teridiri dari otak dan medula spinalis 2) Sistem saraf tepi, terdiri dari sistem saraf somatik dan sistem saraf otonom y Dibandingkan dengan sistem endokrin 1) Persamaan : memonitor stimulus dan reaksi untuk menjaga kondisi homeostasis di dalam tubuh 2) Perbedaan : Sistem saraf bekerjanya lebih cepat, sedangkan sistem endokrin bekerjanya lebih lambat

Organisasi Sistem saraf
‡ Terdapat dua bagian besar :
1. Sistem Saraf Pusat (Central Nervous System), yang meliputi : Otak dan Spinal Cord (Medula spinalis) 2) Sistem Saraf Tepi (Peripheral Nervous System), yang meliputi : 1) 31 Spinal nerves Carry info to and from the spinal cord 2) 12 Cranial nerves Carry info to and from the brain

Organization of the Nervous System

‡CNS ‡Brain ‡Spinal cord ‡PNS : ‡ Aferen : Indera ‡ Eferen ‡Somatic ‡Autonomic ‡Sympathetic ‡Parasympathetic

Sel saraf (neuron)

Neuron shapes
Processes from cell body?
Typically ´efferentµ = outgoing signal

Multipolar

Typical of CNS ´interneuronsµ

Bipolar

Unipolar
Typically ´afferentµ = incoming sensory signal

Direction of signal

Bagian-bagian dari sel saraf :
a) Badan sel (Soma), yang terdiri dari inti sel yang dikelilingi oleh sitoplasma terdiri dari inti dan organel-organel sebagai sentral biosintesis banyak mempunyai ER kasar (Nissl body) b) Dendrit, yaitu juluran sitoplasma yang pendek. Dendrit berfungsi mengirimkan impuls ke badan sel saraf c) Akson, yaitu juluran sitoplasma yang panjang. Akson juga dikenal sebagai serabut saraf. Akson berfungsi mengirimkan impuls dari badan sel ke jaringan lain.

Soma (cell body)
‡ Contains nucleus plus most normal organelles. ‡ Biosynthetic center of the neuron. ‡ Contains a very active and developed rough endoplasmic reticulum
± The neuronal rough ER is referred to as the Nissl body. In the soma above, notice the small black circle. It is the nucleolus, the site of ribosome synthesis. The light circular area around it is the nucleus. The mottled dark areas found throughout the cytoplasm are the Nissl substance.

‡ Contains many bundles of protein filaments (neurofibrils) which help maintain the shape, structure, and integrity of the cell.

‡ Dendrites, percabangan yang mempunyai fungsi utama menerima datangnya signal. ‡ Bentuk dendrit bercabang, tujuannya untuk memperluas permukaan sehingga meningkatkan komunikasi dengan sel saraf yang lain.

MIELIN
y sel saraf (neuron) mempunyai satu akson. y Pada bagian luar akson terdapat lapisan lemak yang disebut mielin, yang merupakan kumpulan sel Schwann yang menempel pada akson. y Fungsi mielin adalah melindungi akson dan memberi nutrisi. y Bagian dari akson yang tidak terbungkus mielin disebut nodus Ranvier, yang berfungsi mempercepat penghantaran impuls.

Neuroglia
y 90 % y Terdapat 6 jenis sel neuroglia, yaitu : 1) Astrosit berperan dalam perkembangan neuron saat embriogeneis berperan dalam membentuk blood brain barrier 2) Microglia sebagai sel imun yang berfungsi seperti sel makrofag 3) Sel ependimal sel-sel yang bersilia, berfungsi untuk pergerakan cairan cerebrospinal 4) Oligodendrosit Produce the myelin sheath 5) Sel satelit fungsi belum jelas 6) Sel Schwan Form myelin sheaths

Neuroglia

Astrocytes

‡ Kebanyakan neuron mempunyai satu akson (lebih dari 1 m). ‡ Berasal bagian body cell yang disebut axon hillock. ‡ Membentuk percabangan yang disebut collaterals.

IMPULS
‡ Impuls adalah rangsang di dalam sel saraf. ‡ Impuls dapat dihantarkan melalui sel saraf dan sinapsis.

Penghantaran Impuls Melalui Sel Saraf
‡ ‡ terjadi karena adanya perbedaan potensial listrik antara bagian luar dan bagian dalam sel. Pada waktu sel saraf beristirahat, kutub positif terdapat di bagian luar dan kutub negatif terdapat di bagian dalam sel saraf polarisasi.
Adanya rangsangan (stimulus) pada indra menyebabkan terjadinya pembalikan perbedaan potensial listrik sesaat. Perubahan potensial ini, yang disebut depolarisasi terjadi berurutan sepanjang serabut saraf.

‡

‡

Peristiwa perubahan gradien potensial listrik terjadi sangat cepat dan disebut Potensial Aksi (Na+, K+).
Energi yang digunakan berasal dari hasil pernapasan sel yang dilakukan oleh mitokondria dalam sel saraf.

‡

Fluid-mosaic model of membrane structure

Membrane potensial
‡ Outside of cell: Lots of Na+ ‡ Inside of cell: Lots of K+ ‡ Net charge is slightly negative inside, slightly positive outside ‡ Membran neuron relatif mudah dilalui oleh K+ ‡ Balance of concentration potential and electric ³membrane´ potential

+ Na

Channels

1

‡ Terdapat dua pintu (gate)
Pada saat istirahat, activation gate tutup dan and inactivation gate membuka

2

3

4

5

Hantaran Saltatory
‡ Terjadi karena adanya akson yang bermielin

Kecepatan potensial aksi tergantung pada :
a) ada tidaknya mielin . Mielin terdiri dari lipid, ion-ion tidak dapat menembus sawar lipid . Impulse meloncat dari satu nodus ke nodus yang lainnya HANTARAN SALTATORIK menyalurkan potensial aksi lebih cepat daripada hantaran arus lokal b) ukuran garis tengah serat neuron . Semakin besar garis tengah serat saraf, semakin cepat kemampuan serat tersebut menghantarkan potensial aksi . Misal : Saraf yang mempersarafi otot-otot rangka mempunyai garis tengah lebih besar dari pada serat saraf yang mempersarafi saluran cerna

Signal Kimia
‡ Satu neuron akan mentransmisi informasi ke neuron lainnya/ke otot/ke kelenjar dengan cara mengeluarkan bahan kimia yang disebut neurotransmitters. ‡ Bagian yang berperan dalam transmisi ini disebut synapse.

ZAT KIMIAWI YANG BERPERAN SEBAGAI NEUROTRANSMITTER ASETILKOLIN DOPAMIN EPINEFRIN HISTAMIN NOREPINEFRIN GLUTAMAT GABA (Asam gama-aminobutirat) GLUTAMAT

Neurotransmitter Removal

NTs diambil dari dengan cara : ± Enzymatic degradation ± Diffusion ± Reuptake

Sistem Syaraf : I. CENTRAL NERVOUS SYSTEM : 1) Brain; 2) Spinal cord, yang dilindungi oleh tulang belakang II. PERIPHERAL NEERVOUS SYSTEM Sistem saraf somatik dan sistem saraf otonom

BRAIN
Otak mengontrol semua aktifitas yang terjadi di dalam tubuh. Mempunyai 2 sisi : Otak kiri mengontrol bagian tubuh kanan Otak kanan mengontrol bagian tubuh kiri

Brain Regions
1. Brainstem mengontrol pernapasan, sirkulasi dan pencernaan 2. Forebrain (Otak Depan) : a. Cerebrum nukleus basal dan korteks serebrum b. Diencephalon - Hipothalamus dan Thalamus 3. Cerebellum

Cerebellum (otak belakang)

Spinal Cord (medula spinalis)

Human Nervous System: - 31 pasang saraf spinal : cervical, thoracic, lumbar dan sacral - 12 pasang saraf cranial

SISTEM SARAF TEPI
y Sisten saraf tepi terdiri dari : 1) Sistem Saraf somatis : y saraf-saraf yang menuju atau berasal dari kulit atau otot rangka y memungkinkan terjadinya kontrol volunter (dibawah sadar) y terdiri dari : 12 pasang saraf cranial dan 31 pasang saraf spinal 2) Sistem Saraf Otonom y saraf-saraf yang menuju atau berasal dari otot-otot tak sadar misal : sistem pencernaan, pernapasan dan kelenjar-kelenjar y Dibagi menjadi : saraf simpatik dan parasimpatik

Somatic vs. Autonomic
‡ ‡ ‡ ‡ Voluntary Skeletal muscle Single efferent neuron Axon terminals release acetylcholine ‡ Always excitatory ‡ Controlled by the cerebrum
‡ ‡ ‡ ‡ Involuntary Smooth, cardiac muscle; glands Multiple efferent neurons Axon terminals release acetylcholine or norepinephrine ‡ Can be excitatory or inhibitory ‡ Controlled by the homeostatic centers in the brain ± pons, hypothalamus, medulla oblongata

‡ Both ANS divisions share the same general structure. ± Autonomic pathways always consist of 2 neurons in series. ± The 1st neuron in the autonomic pathway is the preganglionic neuron, ‡ Cell body in CNS, myelinated, and projects to the autonomic ganglion. ± While the 2nd neuron is the postganglionic neuron. ‡ Cell body in autonomic ganglion, unmyelinated, and projects to the effector.

ANS Structure

‡ Both ANS divisions share the same general structure. ± Autonomic pathways always consist of 2 neurons in series. ± They synapse in an autonomic ganglion ± The 1st neuron in the autonomic pathway is the preganglionic neuron, ‡ Cell body in CNS, myelinated, and projects to the autonomic ganglion. ± While the 2nd neuron is the postganglionic neuron. ‡ Cell body in autonomic ganglion, unmyelinated, and projects to the effector.

ANS Structure

Sympathetic vs. Parasympathetic Receptor/NT Differences: Symp. Parasymp.
NT at Target Synapse Type of NT Receptors at Target Synapse NT at Ganglion Norepinephrine (adrenergic neurons) Alpha and Beta (E and F) Acetylcholine Acetylcholine (cholinergic neurons) Muscarinic

Acetylcholine

Receptor at Ganglion

Nicotinic

Nicotinic

Spinal Reflexes
Programmed stereotypical reactions that occur in response to stimuli ‡ Simplest reflex: monosynaptic stretch reflex ‡ Examples of polysynaptic reflexes: withdrawal reflex ‡ Reflexes are subject to higher level control

Summary
Functions
‡

Components
‡

sends messages to the rest of the body controls all of the body functions

Brain ± control center Nerves ± carry messages Spinal cord ± a thick bundle of nerves

‡
‡

‡

RESEPTOR
1. Fotoreseptor : peka terhadap cahaya 2. Mekanoreseptor : peka terhadap energi mekanis 3. Termoreseptor : peka terhadap panas dan dingin 4. Osmoreseptor : peka terhadap perubahan konsentrasi zat terlarut dalam tubuh 5. Kemoreseptor : peka terhadap zat-zat kimia tertentu 6. Nosisoreseptor (reseptor nyeri) : peka terhadap kerusakan jaringan

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->