Anda di halaman 1dari 10

GUIDELINE STROKE 2007 HAL 85-92

C. PERANAN NEUROPROTEKTAN PADA STROKE


I. Tindakan neuroproteksi
Tindakan neuroproteksi pada stroke antara lain:
1. Hiperventilasi terkendali pada kondisi-kondisi tertentu (Kelas V, Tingkat
Evidensi E).
2. Mencegah dan mengatasi hiperglikemia dengan pemberian insulin
3. Mencegah dan menurunkan peninggian tekanan intrakranial
4. Meninggikan kepala-leher-bahu 20-30 derajat
5. Menurunkan aktivitas metabolisme otak dengan carat
• Mencegah dan mengatasi kejang.
• Mengatasi hipertermia dengan pemberian antipiretik
• Mengatasi agitasi.
• Memberikan analgetika bila diperlukan.
• Hipotermia ringan (Kelas IV, Tingkat Evidensi E)
II. Terapi obat-obatan neuroprotektan
1. Citicholin
• Mekanisme kerja dan farmakologik:
• Pada level neuronal:
 Mekanisme kerja utama citikoline adalah meningkatkan
pembentukan choline dan meng hambat pengrusakan
phosphatydilcholine (menghambat phospholipase).
 Pada metabolisme neuron meningkatkan ambilan glukosa,
menurunkan pembentukan
asam laktat, mempercepat pembentukan asetilkolin dan
menghambat radikalisasi asam lemak dalam keadaan iskemia.
 Meningkatkan biosintesa dan mencegah hidrolisis kardiolipin
 Memelihara asam arachidonat terikat pada fosfatidilkolin
 Merangsang pembentukan glutation merupakan antioksidan endogen
otak terhadap
radikal bebas hidrogen peroksida dan lipid peroksida.
 Mengurangi peroksidasi lipid
 Mengembalikan aktivitas Na'I K* ATP ase
• Pada level vaskular.
o Meningkatkan aliran darah otak.
o Meningkatkan konsumsi 02
o Menurunkan resistensi vaskuler.
• Farmakokinetik:
• Absorbsi oral hampir 100%, diserap dalam cytidine dan choline
• Bioavailabilitas oral clan i.v. sama.
• Brain up take 30 menit .
• T-max 6 jam.
1
• Hasil akhir metabolism citicdine adaiah glutation dan
phosphatidylchdine.
• Indikasi:
Strok iskemik dalam < 24 jam pertama dari onset
Strok hemoragik intraserebral.
• Kontra indikasi:
Penderita yang hipersensitifitas terhadap citicholine.
• Peringatan dan perhatian:
• Dalam keadaan akut dan gawat, citicoline harus diberikan bersama-
sama dengan obat-obat yang dapat menurunkan tekanan intrakranial
atau obat hemostatik, suhu badan dijaga agar tetap rendah.
• Pada strok hemoragik intraserebral jangan mem berikan citicholine
dosis lebih dari 500 mg sekaligus, jadi harus dosis kecil 100 mg - 200
mg, 2-3 kali sehari.
• Pemberian secara intravena harus perlahan- lahan.
• Efek samping:
o Reaksi hipersensitif : ruam kulit.
o Insomnia, sakit kepala, pusing, kejang, mual, anoreksia, nilai fungsi
hati abnormal pada peme riksaan laboratorium, diplopia, perubahan
tekanan darah sementara dan malaise.
• Dosis dan cara pemakaian:
Bisa diberikan dalam 24 jam sejak awal stroke.
Untuk strok iskemik : 250 - 1000 mg/hari, i.v. terbagi dalam 2 - 3 kali/hari
selama 2 - 14 hari,
Untuk stroke hemoragik : 150-200 mg/hari, i.v, terbagi dalam 2-3 kali/hari
selama 2 - 14 hari
• Bukti Klinis:
• Citicoline nampaknya memperbaiki outcome fungsional dan
mengurangi defisit
neurologis dengan dosis optimal 500 mg/hari yang diberikan dalam
24 jam setelah
onset.
• Citicoline 500 mg peroral selama 6 minggu pada pasien strok iskemik
akut 24 jam dari
onset tidak efektif memperbaiki outcome pasien, tetapi pada analisis
post hoc
mengindikasikan bahwa citicoline bermanfaat pada subgroup pasien
strok iskemik akut
yang diteliti (Kelas l, Tingkat Evidensi A)
2. Piracetam
• Mekanisme kerja:
• Pada level neuronal :
o Berkaitan dengan kepala polar phospholipid membran
o Memperbaiki fluiditas membran sel.
2
o Memperbaiki neurotransmisi
o Menstimulasi adenylate kinase yang mengkatalisa konversi ADP menjadi
ATP
• Pada level vaskular :
o Meningkatkan deformabilitas eritrosit , maka aliran darah otak
meningkat
o Mengurangi hiperagregasi platelet
o Memperbaiki mikrosirkulasi
• Farmakokinetik:
Piracetam diabsorbsi sempurna setelah pemberian oral. Kosentrasi
puncak dalam plasma dicapai dalam waktu 30-40 menit, dan
bioavailabilitas oral 100%. Waktu paruh eliminasi 5-6 jam namun dapat
mening kat pada usia lanjut terutama pada mereka dengan berbagai
penyakit. Piracetam diekskresi melalui urine secara utuh lebih dari 98 %
• Indikasi:
Strok iskemik akut dalam 7 jam pertama dari onset stroke.
• Kontra indikasi :
o Hipersensitivitas terhadap piracetam
o Penderita dengan gangguan fungsi ginjal yang berat (creatinine
clearance < 20 ml/menit)
o Perlu perhatian khusus pada pasien dengan stroke hemoragik dan
gangguan irnmunitas.
• Efek samping:
Gelisah, irritabilitas, insomnia, ansietas, tremor, dan agitasi.
• Dosis dan cara pemberian :
Pemberian pertama 12 gram perinfus habis dalam 20 menit, dilanjutkan
dengan 3 gram bolus intravena per 6 jam atau 12 gram/24 jam dengan
drip kontinyu sampai dengan hari ke 4. Hari ke 5 sampai dengan akhir
minggu ke 4 diberikan 4,8 gram 3 kali per hari per oral. Minggu ke 5 - 12
diberikan 2,4 gram 2 kali sehari peroral.
• Bukti Klinis.
o Tidak ada perbedaan outcome fungsional antara kelompok piracetam
dibandingkan kontrol piracetam dosis 12 g/ hari boluls iv selama 4
minggu, dilanjutkan 4,8 g/hari selama 12 minggu tidak
mempengaruhi outcome jika diberikan dari 12 jam onset strok
iskemik akut (Kelas l, Tingkat Evidensi B)
o Piracetam munqkin bermanfaat jika diberikan dalam kurang 7 jam
onset strok iskemik akut derajat sedang dan berat (Kelas 1, Tingkat
Evidensi B)
o Pirasetam mungkin masih efektif untuk pengobatan afasia pasca
stroke (Kelas / Tingkat Evidensi B).
3. Nicergolin
• Suatu penelitian pada pasien strok iskemik 24 jam pertama dari onset
8 mg iv per hari
3
selama 5 hari diikuti 30 mg oral per hari s/d 30 hari namun manfaat
tidak dikonfirmasi.
• Suatu meta-analisis memberikan bukti-bukti efek positf nicergoline
terhadap kognisi dan
tingkah laku, akan tetapi didapatkan juga peningkatan efek sampingan
nicergoline
terutama pada orang tua.
4. Naftidrofuryl
• Naftidrofuryl inhibitor selektif dari reseptor 5-HT2 pada sel endotel
manusia
• Telah digunakan selama beberapa tahun untuk iskemi serebral dan
perifer
• Penghambat potential TNF-alfa pemicu peningkatan ICAM- 1
• Meningkatkan NOS mengurangi vasospasme
5. Nimodipin
• 14 uji klinis pada strok iskemik sejak thn 1984 (9 ujji klinis
menemukan tidak ada efek, I
uji klinis ada perburukan, sedangkan 4 uji klinis mendapatkan
keluaran yang posistif
(Kelas l, Tingkat Evidensi A)
• Meta-analisis dari 29 trials, 7665 pasien : tidak ada manfaat pada strok
iskemik
Nimodipine meta-analisis bermanfaat sebagai neuroprotektan, 48 jam
dari
onset (Kelas I, Tingkaf Evidensi A).
6. Neuropeptide
Pemberian neuropeptida pada stroke iskemik menunjukkan perbaikan
yang bermakna,
makin besar dosis dan semakin dini pemberian maka makin baik
hasilnya (Skor Orgogozo
dan Barthel Index) (Kelas I, Tingkaf Evidensi B)

4
5
6
7
8
9
10