Anda di halaman 1dari 15

Jaringan Syaraf dan Hormon

1. Tujuan

Praktikum ini bertujuan untuk mempelajari dan membandingkan struktur sel pada jaringan
syaraf dan kelenjar hormon yang terdapat pada hewan dan manusia.

2. Dasar Teori

Jaringan syaraf merupakan jaringan yang terspesialisasi, untuk mampu bereaksi terhadap
stimuli dan mengantarkannya dari bagian tubuh yang satu ke tubuh yang lainnya. Secara
anatomi sistem syaraf dibagi atas sistem syaraf pusat (SSP) dan sistem syaraf tepi (SST). SSP
terdiri atas otak (ccerebrum dan cerebellum) serta sumsum tulang belakang (medulla
spinalis), sedangkan SST terdiri atas serabut saraf dan gangglion. Secara struktural jaringan
syaraf tersusun atas sel syaraf (neuron) yang merupakan unut fungsional dari jaringan syaraf,
dan sel-sel glia (neuroglia) yang merupakan penyokong, pemberi nutrisi dan pelindung
neuron. Neuron dapat dibedakan atas bagiang-bagian badan sel (perikarion), dendrit dan
akson (prosesus sel) perikarion dapat berbentuk bulat, lonjong, bersudut-sudt dengan ukuran
yang beragam, tetapi intinya selalu berukuran relatif besar di banding ukuran perikarion.
Jaringan pada sistem syaraf pusat dapat dibagi menjadi bagian abu-abu (substansia grisea/
gray matter) dan bagian putih (substansia alba / white matter). Bagian abu-abu banyak
mengandung perikarion, sedangkan bagian putih banyak mengandung serabut syaraf atau
akson yang bermielin. Pada otak substansia griseberada pada lapisan luar sedangkan pada
medulla spinalis sebaliknya. Hormon merupakan zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar
endokrin yang mengatur homeostasis, reproduksi, metabolisme dan tingkah laku organisme.
Sistem hormon terdiri atas berbagai sel dan kelenjar yang mensekresikan hormon ke aliran
darah. Salah satu kelenjar hormon adalah pankreas. Pankreas merupakan campuran antara
kelenjar hormon atau endokrin (pulau-pulau langerhans) dan kelenjar pencernaan atau
eksokrin (sel-sel acinus). Sel-sel acinus dari kelenjar pancreas tersusun atas sel-sel serous
nirip dengan kelenjar parotis yang dalam perwarnaan HE berwarna biru tua sedangkan pulau-
pulau langerhans dalam pewarnaan HE berwarna pucat kemerahan dan tersusun atas sel alpha
dan sel beta. Sel-sel alpha berperan menghasilkan glucagon yang berfungsi untuk
meningkatkan kadar gula darah sedangkan selsel beta pankreas berperan untuk menghasilkan
insulin yang berfungsi untuk menurunkan kadar glukosa darah. Kekurangan hormon insulin
dapat mmenyebabkan penyakit diabetes melitus atau kencing manis.

3. Alat dan Bahan

➢ Preparat Cerebrum
➢ Preparat Cerebellum
➢ Preparat Medulla spinalis
➢ Preparat Pankreas
➢ Kertas Tissue
➢ Kertas pembersih lensa
➢ Mikroskop cahaya

4. Cara Kerja

1. Sediakan preparat awetan di bawah mikroskop cahaya, untuk mencegah agar


preparat tidak pecah, usahakan mengamati dengan lensa obyektif lemah terle

bih dahulu (4X ), setelah didapatkan fokus yang tepat baru saudara putar len

sa obyektif dengan perbesran yang lebih kuat ( 10X dan 40X ) hindari peng

gunaan obyektif 100X, kecuali atas bimbingan dosen atau Asdos.

2. Gambarlah masing-masing preparat yang saudara amati pada hasil kerja, berilah
keterangan
pada gambar dan jangan lupa mencantumkan pada perbesaran berapa pengamatan
sauadara lakukan.

5. Hasil Kerja
 Hand drawing

1. Gambar struktur sel syaraf pada Cerebrum

Keterangan:

2. Gambar struktur sel syaraf pada Cerebellum

Keterangan:

3. Gambar struktur sel-sel syaraf pada Medulla spinalis


Keterangan:

4. Gamabar struktur kelenjar Acinus dan pulau-pulau Langerhans pada


Pancreas

Keterangan:

 Photo
1. Gambar struktur sel syaraf pada Cerebrum

Keterangan:

1. Capillaries
2. Granular cells
3. Pyramidal cells
4. Neuroglian nuclei
5.

6.

Figure 1: preparat sel syaraf pada cerebrum perbesaran


400x

2. Gambar struktur sel syaraf pada Cerebellum

Figure 2: preparat sel syaraf cerebellum perbesaran 100x


Keterangan:

1. Molecular layer
2. Purkinje fibers
3. Dendrite
4. Granular layer

Figure 3: preparat sel syaraf cerebellum


perbesaran 400x

3. Gambar struktur sel-sel


syaraf pada Medulla
spinalis

Keterangan:
1. White matter
2. Grey matter

Figure 4: preparat spinal cord perbesaran 100x


Figure 5: preparat spinal cord perbesaran 400x

4. Gamabar struktur kelenjar Acinus dan pulau-pulau Langerhans pada


Pancreas

Keterangan :
Figure 6. Gambar struktur kelenjar Acinus dan pulau-pulau Langerhans pada pankreas perbesaran 100x

Figure 7. Gambar struktur kelenjar Acinus dan


pulau-pulau Langerhans pada pankreas perbesaran 400

6. PEMBAHASAN
Praktikum kali ini membahas tentang jaringan syaraf dan hormon. Jaringan syaraf
merupakan jaringan dasar yang terdapat hampir di seluruh jaringan tubuh yang berfungsi
sebagai jaringan komunikasi. Pada saaat menjalankan fungsinya jaringan syaraf menerima
rangsang atau stimulan yang kemudian impuls diteruskan ke pusat, lalu pusat akan
memberikan jawaban atas rangsangan stimulan. Jaringan syaraf dibagi menjadi dua yaitu
sistem sayaraf pusat dan sistem syaraf tepi.

Sistem syaraf pusat terdiri dari cerebrum, cerebellum, dan medula spinalis. SSP tidak
mempunyai jaringan ikat sehingga konsistensinya relatif lunak seperti agar-agar.
Pada potongan melintang dari cerebrum,cerebellum dan medula spinalis tampak daerah-
daerah yang berwarna putih (substansia putih) dan kelabu (substansia kelabu).
Distribusi myelin yang berbeda dalam SSP menyebabkan perbedaan yaitu : komponen utama
dari substansi putih adalah akson yang bermielin dan oligodendrosit yang memproduksi
mielin. Substansi putih tidak mengandung badan sel neuron. Substansi kelabu mengandung
badan sel neuron, dendrite dan bagian awal dari akson dan sel glia yang tidak bermielin, yang
merupakan daerah di mana timbul sayap sinaps. Substansi kelabu biasanya berada pada
permukaan cerebrum dan cerebellum, membentuk korteks serebral dan serebelar,sedangkan
substansia putih berada pada daerah yang lebih sentral. Kumpulan badan sel neuron yang
membentuk pulau-pulau substansi kelabu yang dikelilingi oleh substansi putih disebut nuklei.

Korteks serebrum

Substansi kelabu terdiri atas enam lapis sel dengan bentuk dan ukuran yang
berbeda.Neuron-neuron pada beberapa tempat di korteks serebri mengatur impuls aferen
(sensorik ) sedangkan ditempat lain, neuron eferen ( motorik ) mengaktifkan impuls motoik
yang mengatur pergerakan volunter. Sel-sel dari korteks serebri dihubungkan dengan
informasi sensorik yang terintegrasi dan permulaan respons motorik volunter.

Korteks Serebellum

Korteks serebeli memiliki tiga lapisan yaitu : lapisan molekul luar, lapisan tengah
yang terdiri dari sel-sel Purkinje besar, dan lapisan granula dalam.Sel-sel Purkinje memiliki
badan sel yang mencolok dengan dendritnya yang berkembang dengan sempurna sehingga
menyerupai kipas.Dendrit ini menempati hampir seluruh lapisan molecular dan menjadi
alasan untuk jarangnya nuclei pada lapisan itu. Lapisan granular disusun oleh sel-sel yang
sangat kecil ( sel terkecil dari tubuh kita ) yang cenderung merata, berbeda dengan lapisan
molekular yang kurang padat sel. Pada potongan melintang medula spinalis, substansi putih
berada di tepi d an substansia kelabu di tengah berbentuk H. Pada palang horizontal dari
huruf H terdapat lubang yang disebut kanal sentral, yang merupakan sisa dari lumen tabung
neural embrionik.Kanal itu dilapisi oleh sel ependim.Substansia kelabu pada bagian kaki dari
huruf H itu membentuk kornu anterior.Kornu ini mengandung neuron motorik yang aksonnya
membentuk akar ventral dari saraf spinal.Substansia kelabu juga membentuk kornu posterior
( bagian lengan dari huruf H ), yang menerima serat sensorik dari neuron di ganglion spinal
(akar dorsal). Neuron pada medulla spinalis besar dan multipolar,terutama pada kornu
anterior,dimana ditemukan neuron motorik yang besar.

Meninges

Susunan saraf pusat dilindungi oleh tengkorak dan kolumna vertebralis.Ia juga
dibungkus membrane jaringan ikat yang disebut meninges. Dimulai dari lapisan paling luar,
berturut-turut terdapat dura mater, araknoid, dan piamater. Araknoid dan piamater saling
melekat dan seringkali dipandang sebagai satu membrane yang disebut pia-araknoid.

a. Dura mater

Dura mater adalah meninges luar, terdiri atas jaringan ikat padat yang berhubungan
langsung dengan periosteum tengkorak. Dura mater yang membungkus medulla spinalis
dipisahkan dari periosteum vertebra oleh ruang epidural, yang mengandung vena berdinding
tipis,jaringan ikit longgar, dan jaringan lemak. Dura mater selalu dipisahkan dari araknoid
oleh celah sempit, ruang subdural. Permukaan dalam dura mater, juga permukaan luarnya
pada medulla spinalis, dilapisi epitel selapis gepeng yang asalnya dari mesenkim.

b. Araknoid

Araknoid mempunyai 2 komponen: lapisan yang berkontak dengan dura mater dan
sebuah system trabekel yang menghubungkan lapisan itu dengan piamater. Rongga diantara
trabekel membentuk ruang Subaraknoid, yang terisi cairan serebrospinal dan terpisah
sempurna dari ruang subdural. Ruang ini membentuk bantalan hidrolik yang melindungi
susunan saraf pusat dari trauma.Ruang subaraknoid berhubungan dengan ventrikel otak.
Araknoid terdiri atas jaringan ikat tanpa pembuluh darah. Permukaannya dilapisi oleh epitel
selapis gepeng seperti yang melapisi dura mater. Karena dalam medulla spinalis araknoid itu
lebih sedikit trabekelnya, maka lebih mudah dibedakan dari piamater. Pada beberapa daerah,
araknoid menerobos dura mater membentuk julursn-juluran yang berakhir pada sinus venosus
dalam dura mater. Juluran ini, yang dilapisi oleh sel-sel endotel dari vena disebut Vili
Araknoid. Fungsinya ialah untuk menyerap cairan serebrospinal ke dalam darah dari sinus
venosus.

c. Pia mater

Pia mater terdiri atas jaringan ikat longgar yang mengandung banyak pembuluh darah.
Meskipun letaknya cukup dekat dengan jaringan saraf, ia tidak berkontak dengan sel atau
serat saraf. Di antara pia mater dan elemen neural terdapat lapisan tipus cabang-cabang
neuroglia, melekat erat pada pia mater dan membentuk barier fisik pada bagian tepi dari
susunan saraf pusat yang memisahkan SSP dari cairan brospinal. Piamater menyusuri seluruh
lekuk permukaan susunan saraf pusaf dan menyusup kedalamnya untuk jarak tertentu
bersama pembuluh darah. pia mater di lapisioleh sel-sel gepeng yang berasal dari mesenkim.
Pembuluh darah menembus susunan saraf pusat melalai torowongan yang dilapisi oleh
piamater ruang perivaskuler.

Sedangkan hormon merupakan zat kimia yang dihasilkan oleh sistem endokrin. Pada
praktikum kali ini kami mengamati histologi pankreas. Pankreas merupakan kelenjar ganda
yang terdiri dari bagian yaitu bagian eksokrin dan endokrin. Bagian eksokrin untuk
pencernaan terdiri dari kelenjar asiner, sel-sel asinus pankreas (sel-sel eksokrin pankreas) dan
granula-granula zimogen. Sedang sel-sel endokrin pankreas (sel islet langerhans) berupa
massa pulau kecil, sel yang pertama kali terbentuk adalah sel alpha, dan segera diikuti sel
beta dan sel delta.

a. Bagian Eksokrin
Pancreas dapat digolongkan sebagai kelenjar besar, berlobulus, tubuloasinosa
kompleks.
ASINUS
Asinus berbentuk tubular, dikelilingi lamina basal dan terdiri atas 5-8 sel
berbentuk piramid yang tersusun mengelilingi lumen sempit. Tidak terdapat sel
mioepitel. Di antara asini, terdapat jaringan ikat halus mengandung pembuluh darah,
pembuluh limf, saraf dan saluran keluar.  Sebuah asinus pancreas terdiri dari sel-sel
zimogen (penghasil protein). Ductus ekskretorius meluas ke dalam setiap asinus dan
tampak sebagai sel sentroasinar yang terpulas pucat di dalam lumennya. Produksi
sekresi asini dikeluarkan melalui ductus interkalaris (intralobular) yang kemudian
berlanjut sebagai ductus interlobular. 
b. Bagian Endokrin
Bagian endokrin pancreas, yaitu PULAU LANGERHANS, tersebar di seluruh
pancreas dan tampak sebagai massa bundar, tidak teratur, terdiri atas sel pucat dengan
banyak pembuluh darah. Pulau ini dipisahkan oleh jaringan retikular tipis dari
jaringan eksokrin di sekitarnya dengan sedikit serat-serat retikulin di dalam pulau.
Dengan cara pulasan khusus dapat dibedakan menjadi:
1. Sel A = penghasil glukagon
     Terletak di tepi pulau.
    Mengandung gelembung sekretoris dengan ukuran 250nm.
    Batas inti kadang tidak teratur.
2. Sel B = penghasil insulin
     Terletak di bagian lebih dalam atau lebih di pusat pulau.
     Mengandung kristaloid romboid atau poligonal di tengah.
     Mitokondria kecil bundar dan banyak.
3. Sel D = penghasil somatostatin
    Terletak di bagian mana saja dari pulau, umumnya berdekatan dengan sel A.
    Mengandung gelembung sekretoris ukuran 300-350 nm dengan granula homogen.
4. Sel C
    Terlihat pucat, umumnya tidak bergranula dan terletak di tengah di antara sel B.
    Fungsinya tidak diketahui.

7. DISKUSI
 Apakah perbedaan pokok antara jaringan syaraf pada cerebrum, cerebellum,
dan medulla spinalis?

Medulla spinalis Cerebrum Cerebellum

Mengkontrol pikiran, Mengkoordinasi gerakan


nalar, dan indera yang dilakukan secara
tidak sadar

Bagian luar berwarna Bagian luar berwarna Bagian luar berwarna abu-
putih(substansia alba), abu-abu(substansia abu (substansia grasia),
bagian dalam abu- grasia), bagian dalam bagian dalam berwarna
abu(substansia grasia) berwarna putih putih(substansia alba)
(substansia alba)
 Apakah perbedaan dan persamaan antara jaringan pada kelenjar Acinus
dengan kelenjar pada pulau – pulau Langerhans?
Persamaan : Kelenjar pulau-pulau Langerhans dan kelenjar acinus sama-sama
terletak di pancreas dan berperan dalam pembatasan epitel lambung dan usus.
Perbedaan :

Objek yang diamati Langerhans Acinus

Bentuk Bundar, tidak teratur dan Berbentuk Tubular (seperti


terdiri dari banyak alpukat)
pembuluh darah

Susunan Terdiri atas sel α dan β Terdiri dari pembuluh


limpa, pembuluh saraf dan
saluran keluar serta sel
sentroasinar

8. KESIMPULAN
Perbedaan antara jaringan saraf (nerve tissue) pada hewan dan manusia adalah
struktur jaringan saraf manusia yang lebih kompleks.. Untuk organisme tingkat tinggi
struktur jaringan syaraf sangat kompleks dan pada organisme tingkat rendah struktur
jaringan syaraf sangat sederhana. Namun secara umum dapat disimpulkan pada
organisme tingkat tinggi struktur jaringan syaraf terdiri atas, neuron dan sel glia.
Neuron terdiri atas badan sel, akson, dedrit, sedangkan sel glia terdiri atas astrosit,
oligodendrosit, sel ependim, microglia.

Struktur jaringan kelenjar hormon pada pankreas terdiri dari 4 macam, anatara
lain:
 Pulau langerhans
 Sel-sel acinus
 Sel centroacinar
 Pembuluh darah

9. DAFTAR PUSTAKA

http://histofkgsp.blogspot.com/2006/10/9-jaringan-saraf.html ( diunduh pada tanggal


9 April 2011)

www.scribd.com/Histologi-Sistem-Saraf.html ( diunduh pada tanggal 9 April 2011)


http://histofkgsp.blogspot.com/2006/10/9-susunan-saraf-pusat.html ( diunduh pada
tanggal 9 April 2011)

http://histofkgsp.blogspot.com/2006/10/9-susunan-saraf-tepi.html (diunduh pada


tanggal 9 April 2011)

Husen, Saikhu Akhmad., Pidada, I.B.R., dan Supriandono, Hari.2011. Petunjuk


Praktikum Biologi Medis. Surabaya: Departmen Biologi Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Airlangga.