20 PEN AKI UMUM 0 P NYA IT UM M DI IND NES A D DON SIA

(D DENG GAN P PEND DEKA ATAN KLI N INIK) )

PE ENULIS Dw Yuda Herd S: wi a danto (KU-1 11829) (deng pe gan enamba ahan ma ateri diiabetes mellitu sinusitis s us, & pe enyakit jantung koron oleh Suren g ner h ndra Pr rabhaw wa) Editor & La r ayout: Dwi Y Yuda H Herda anto

yuda rdan prod tion y aher ntop duct
Dapat di-down D d nload d www di w.yudah herdant to.com

Pen nerbit t:

Didedikasikan untuk: • • • • Kemajuan ilmu kedokteran Indonesia di masa depan Seluruh civitas medika di Indonesia Seluruh calon dokter di Indonesia Seluruh civitas medika FK-UGM, khususnya Pendidikan dokter FK-UGM 2006

“Alhamdulillah… segala puji bagi Allah SWT… semoga catatan singkat ini bisa bermanfaat bagi kemajuan ilmu kedokteran dan dapat membantu kita semua insyaAllah dalam berjihad di jalan Allah SWT sebagai seorang dokter masa depan…amin”
(Dwi Yuda Herdanto)

“Tidak ada kepentingan komersil untuk pendidikan, segala hal demi kemajuan ilmu pengetahuan adalah bersifat sosial…”
(Dwi Yuda Herdanto)

Diterbitkan pada 1 Januari 2009, oleh yudaherdantoproduction Dapat diakses di www.yudaherdanto.com

Te tang Penuli ent ng en is
Nama: Dwi Yuda Herdanto a Nickna Yuda – Danto ame: a NIM: 06/195395 5/KU/1182 29 a: Agama Islam Jenis K Kelamin: Laki-Laki Golong Darah: B gan Tempa Tangga Lahir: Y at al Yogyakart 27 Jan 1990 ta, nuari 0 Alamat Jalan Prof. Dr. Soepomo 131 RT 35 RW 09 Warungboto Umbulharjo t: Yogyak karta Indo onesia E-Mail:: yuda270 011990@ya ahoo.co.id d Websit www.y te: yudaherda anto.com Nomor HP: + 62 8586 8 2727 87 r 2 Riwaya Pendid at dikan:
• T PEMBIN Yogyaka (1993 TK NA arta 3-1994) • T TUNAS HARAPAN Sub Un Dharm Wanita Pertamin Pangkalan TK N nit ma na Susu, Sumatera Utara (1994-1995) S • S 2 Dharm Patra YKPP Pan SD ma ngkalan Su Suma usu, atera Utar (1995-19 ra 997) • S Dharma Patra 1 Y SD a YKPP Rant Aceh Timur (1997-1998) tau, • S GLAGAH 1 Yogyak SD H karta (1998-2001) • S N 4 Yo SMP ogyakarta (2001-2004) a • S SMAN 3 Yo ogyakarta (2004-2006) • F Fakultas Ke edokteran UGM Pen n ndidikan D Dokter 200 (2006-……) 06

terima kasih kepada Surendra atas penambahan referensinya….“Buku ini tidak akan maksimal tanpa bantuan rekan saya. Jakarta Barat E-Mail: surendra_prabhawa@yahoo.Simanjuntak GK V / 391 Terban 55223. Kelapa Dua.Rendra Agama: Islam Jenis Kelamin: Laki-Laki Golongan Darah: A Tempat Tanggal Lahir: Jakarta. Yogyakarta • Komplek MIGAS XV/6 Jl.” Nama: Surendra Prabhawa Nickname: Sur .uk Nomor HP: + 62 85 68 666 061 Riwayat Pendidikan: • TK IKAL II Jakarta • SD Bhakti Jakarta • SMPN75 Jakarta • SMAN 78 Jakarta • Fakultas Kedokteran UGM Pendidikan Dokter 2006 (2006-……) “Kemenangan sejati bukan mengalahkan orang lain tetapi mengalahkan diri sendiri” (Surendra Prabhawa) . 10 Agustus 1987 Alamat: • Jalan C.co.Anggrek.

DAFTAR ISI   PENYAKIT TROPIK INFEKSI  ϒ ϒ ϒ ϒ                                   1  2  7  11  15  DENGUE HAEMORRHAGIC FEVER (Dwi Yuda Herdanto)  MALARIA (Dwi Yuda Herdanto)         TYPHOID FEVER (Dwi Yuda Herdanto)              DIARE (Dwi Yuda Herdanto)      PENYAKIT SALURAN PERNAFASAN   ϒ ISPA (INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT)  ℵ PHARYNGITIS (Dwi Yuda Herdanto)      ℵ SINUSITIS (Dwi Yuda Herdanto & Surendra Prabhawa)  ℵ OTITIS MEDIA (Dwi Yuda Herdanto)      ℵ ACUTE BRONCHITIS (Dwi Yuda Herdanto)    ℵ PNEUMONIA (Dwi Yuda Herdanto)      ϒ TUBERCULOSIS PARU (Dwi Yuda Herdanto)      ϒ COPD (Dwi Yuda Herdanto)          ϒ ASTHMA BRONCHIAL (Dwi Yuda Herdanto)                                                            20  21  23  26  30  31  34  38  41    PENYAKIT CARDIO‐CEREBROVASCULAR      45  46  51  59  ϒ HIPERTENSI (Dwi Yuda Herdanto)              ϒ PENYAKIT JANTUNG KORONER (Dwi Yuda Herdanto & Surendra Prabhawa)    ϒ STROKE (Dwi Yuda Herdanto)                  PENYAKIT ORGAN LAIN    ϒ                                       64  65  71  74  76  82  86  89  ϒ ϒ ϒ ϒ ϒ ϒ DIABETES MELLITUS (Dwi Yuda Herdanto & Surendra Prabhawa)  APPENDICITIS (Dwi Yuda Herdanto)                  HEPATITIS A (Dwi Yuda Herdanto)  HEPATITIS B (Dwi Yuda Herdanto)                CIRRHOSIS HEPATIS (Dwi Yuda Herdanto)  ANEMIA (Dwi Yuda Herdanto)            IRON DEFFICIENCY ANEMIA (Dwi Yuda Herdanto)      .

PENYAKIT TROPIK INFEKSI yudaherdantoproduction www.yudaherdanto.com 1 .

yang justru menyebabkan replikasi virus & sekresi sitokin oleh makrofag • Komplemen ☺ Mengalami aktivasi.DENGUE HAEMORRHAGIC FEVER DESKRIPSI PENYAKIT! • Dengue haemorrhagic fever yaitu penyakit infeksi yang disebabkan virus dengue diikuti pembesaran plasma.Albopictus ☺ Ae. IL-6. dengan sifat: ☺ Partikel sferis dengan nukleokapsid isometric & pembungkus lipid ☺ Jenis ssRNA ☺ Panjangnya 11 kb • Terdapat 4 serotipe virus: ☺ DEN-1 ☺ DEN-2 ☺ DEN-3 (paling sering) ☺ DEN-4 SEROTYPE TERHADAP MANIFESTASI KLINIK! • Thrombocytopenia: DEN 2 & 4 > Den 1 (4x lebih beresiko) • Hematemesis: DEN 4 > DEN 1.Aegypti ☺ Ae.Scutellaris PATOGENESIS PENYAKIT! Patogenesis DBD cenderung terjadi akibat mekanisme imunopatologis. IL-10 • Monosit & Makrofag ☺ Fagositosis virus. 2 (2x lebih beresiko) • Neurological disorders: DEN 2 & 3 > DEN 1 & 4 • Memiliki vektor nyamuk dari genus aedes dapat hidup pada air jernih. • Disebabkan oleh virus dengan Genom flaviridae. yudaherdantoproduction www. Beberapa respon imun yang berperan dalam patogenesis DBD: • Humoral ☺ Pembentukan antibodi dalam netralisasi virus ☺ Komplemen dalam memediasi sitolisis ☺ Antibodi dalam memediasi sitotoksisitas ☺ Antibodi juga mempercepat replikasi virus dalam makrofag & monosit • Limfosit T (CD4 & CD8). membentuk C3a & C5a. IL-2. Limfokin ☺ Th2 IL-4.com 2 .yudaherdanto. yaitu: ☺ Ae. diferensiasi T helper: ☺ Th1 IFN γ.Polynesiensis ☺ Ae. Dan pada beberapa kasus diikuti oleh DSS (dengue shock syndrome) yaitu DHF yang diikuti suatu shock. IL-5.

yaitu akibat: • Supresi sumsum tulang (hiposeluler & supresi megakariosit) • Destruksi dan pemendekan masa hidup trombosit EFEK VIRUS LANGSUNG TERHADAP HOST! • Induksi sitokin oleh monosit (TNF-α. IL-1β) kebocoran kapiler & shock • Supresi hematopoiesis trombositopenia & perdarahan • Menghambat PAI perdarahan • Kerusakan sel hepar peningkatan transaminase & nekrosis hepar RESPON HOST TERHADAP INFEKSI VIRUS DENGUE! kebocoran • Produksi sitokin oleh limfosit T spesifik dengue (IFN-γ. • Aktivasi komplemen (C3a & C5a) juga menyebabkan kebocoran plasma.com 3 . PAF. Dan menyebabkan: • Aktivasi makrofag fagositosis kompleks virus-antibodi virus bereplikasi didalam makrofag • Aktivasi T-helper & T-sitotoksik. nyeri tulang belakang. Infeksi rekuren ini menyebabkan reaksi “anamnestik antibodi” yang menyebabkan konsentrasi kompleks imun yang tinggi. IL-2. patogenesis DBD juga dikatikan dengan adanya teori “secondary heterolous infection”. • Pada masa inkubasi (4-6 hari): Nyeri kepala. dimana beresiko terjadi shock. lelah yudaherdantoproduction www.Selain dari teori tadi.yudaherdanto. memproduksi: ☺ Limfokin ☺ IFN γ mengaktivasi monosit mensekresikan mediator inflamasi (TNFα. IL-6. TNF-β) kapiler & shock • Lisis oleh limfosit T dan sel NK terhadap monosit yang terinfeksi virus kebocoran kapiler & shock • Cross-reactivity antara antibody anti-dengue terhadap plasminogen perdarahan • Pembentukan & aktivasi kompleks imun trombositopenia & perdarahan ANAMNESIS (TANDA GEJALA)! • Dapat bersifat asymtomatik • Demam tidak khas / demam dengue / demam berdarah dengue / SSD • Demam selama 2-7 hari • Adanya fase kritis yaitu fase penurunan panas selama 2-3 hari. Histamin) menyebabkan disfungsi endotel & kebocoran plasma. yaitu DBD terjadi bila ada infeksi rekuren oleh virus dengue yang berbeda tipe.. IL-1. Mekanisme kejadian trombositopenia.

purpura) yudaherdantoproduction www. ascites) Jika pada SSD. trombositopenia ada kebocoran plasma • DBD IV Shock berat & tekanan darah juga nadi tidak terkontrol DIAGNOSIS BANDING! • Demam tifoid • Campak • Influenza • Chikungunya • Leptospirosis KEADAAN UMUM! • Kondisi umum: lelah • Status Gizi: • Tingkat kesadaran: VITAL SIGN! • Tekanan Darah: Relatif normal. • DBD I Gejala sama & Rampel leed (+).DEMAM DENGUE (minimal 2 gejala selain demam) Demam 2-7 hari Nyeri kepala Nyeri retro-orbital Myalgia & Atralgia Fisik: Ruam kulit Fisik: Petechiae Lab: Leukopenia DEMAM BERDARAH DENGUE (memenuhi semua gejala) Demam 2-7 hari (bifasik) Salah satu manifestasi perdarahan: Petechiae. perdarahan mukosa. efusi pleura. uji bendung (+) Lab: Trombositopenia Tanda kebocoran plasma (peningkatan Hct>20% dari normal. trombositopenia ada kebocoran plasma • DBD III Gejala sama & gagal sirkulasi. Hipotensi (pada SSD) • Nadi: Relatif normal. trombositopenia ada kebocoran plasma • DBD II Gejala sama & Perdarahan spontan. namun ditambah: • Kegagalan sirkulasi (nadi cepat & lemah) • Hipotensi (<20mmHg) KLASIFIKASI DERAJAT PENYAKIT INFEKSI VIRUS DENGUE! • Demam dengue Demam + Nyeri kepala / Nyeri retro-orbital. hematoemesis. myalgia & atralgia. purpura. menimbulkan gejala seperti DBD. terdapat leukopenia & tombositopenia tanpa kebocoran plasma.com 4 .yudaherdanto. melena. Tachycardia (pada SSD) • Respirasi: dyspnea (kebocoran plasma hingga efusi pleura) • Suhu: demam PEMERIKSAAN FISIK! • Kepala-Leher: • Thorax: kemungkinan efusi pleura • Abdomen: kemungkinan ascites • Ekstremitas: ada ruam kulit (petchiae.

dan persisten selama beberapa tahun.000… pulangkan dengan anjuran berkunjung kembali setelah 24 jam yudaherdantoproduction www. peningkatan Hematokrit lebih dari 20% • Faktor Hemostasis: PT. LLC-MK2. Dapat terjadi respon anamnestik IgG pada infeksi sekunder. Trombositopenia • Pada hari ke-3. Hct.com 5 . jika semua normal dengan kadar trombosit sekitar 100. D-Dimer. dan persisten selama 60-90 hari o Fluorescent antibody test o ELISA o Dot blot test ☺ IgG terdeteksi setelah hari ke-5 pasca-infeksi. • Penanganan pada pasien yang dicurigai DBD Cek kadar Hb. & trombosit. o Hemagglutination inhibiton test o Plaque reduction neutralization test o Fluorescent antibody test o ELISA o Dot blot tests o Complement fixation test • Isolasi. APTT. Vero) ☺ Mosquito cell culture ☺ Mouse inoculation ☺ Mosquito inoculation ☺ PCR ☺ Hybridization probes ☺ Immunohistochemistry PEMERIKSAAN RADIOLOGI! • X-Ray hemithorax kanan posisi lateral decubitus kanan Efusi pleura akibat kebocoran plasma ☺ Pada kasus lebih parah kedua hemithorax akan terkena • USG Ascites & efusi pleura akibat kebocoran plasma MANAJEMEN! • Hanya terapi suportif untuk mengkontrol jumlah cairan plasma.000-150. Hapusan darah tepi: Limfositosis relatif & Limfosit Plasma Biru • Pada hari ke-3-8. deteksi & identifikasi virus ☺ Mammalian cell culture (BHK-21.PEMERIKSAAN LABORATORIUM! • Leukosit normal / Leukopenia • Pada hari ke-3. deteksi respon imun: ☺ IgM terdeteksi pada hari 1-6 hari (fase akut). FDP • Hipoproteinemia (akibat kebocoran plasma) • SGOT / SGPT meningkat • Uji HI: dilakukan pada awal rawat inap dan akhir rawat inap (surveillance) DIAGNOSIS LABORATORIUM DENGUE VIRUS! • Deteksi antibody (IgG & IgM). Fibrinogen.yudaherdanto.

yudaherdanto.com 6 . • Banyak minum air Perkembangan vaksin untuk virus dengue. kurangi lagi jadi 3 ml/Kg/jam…. jika membaik lagi dalam 2 jam. kurangi jadi 5 ml/Kg/jam…. cairan dihentikan setelah 24-48 jam. Mengubur barang bekas. Jika dalam 24-48 jam shock teratasi. kurangi menjadi 7ml/kg/jam…. ☺ Terapi O2 2-4 liter/menit EDUKASI & PREVENTIF! • 3M: Menguras bak mandi. kurangi cairan menjadi 5ml/kg/jam… bila dalam 1-2 jam berikutnya masih tetap stabil maka kurangi cairan menjadi 3ml/kg/jam…. jika membaik lagi. yaitu: • • • • • Tetravalent live attenuated vaccine Chimeric vaccine DNA vaccine Inactivated & subunit vaccine Vaksin virus sebagai vector terhadap vaksin dengue yudaherdantoproduction www. Bila membaik.• • • Penanganan pada pasien DBD tanpa shock cairan infus kristaloid (1100+20BB)ml/hari Penanganan pada pasien DBD dengan hematocrite > 20% dari normal atau pada perdarahan spontan pemberian cairan infus kristaloid (6-7 ml/Kg/jam) ☺ Jika membaik dalam 3-4 jam. ☺ Jika memburuk tambahkan cairan menjai 10 ml/Kg/jam Penanganan pada pasien SSD ☺ Penggantian cairan intravaskular dengan kristaloid sebesar 10-20 ml/kg/jam yang dievaluasi setelah 15-30 menit. Jika dalam 1-2 jam tetap stabil. Menutup wadah penyimpan air. maka hentikan asupan cairan...

MALARIA
DESKRIPSI PENYAKIT! • Penyakit infeksi parasit yang disebabkan oleh plasmodium yang menyerang eritrosit, dengan ditemukannya bentuk aseksual plasmodium dalam darah. • Parasit penyebab malaria: Menyebabkan malaria tropical atau malaria ☺ Plasmodium Falciparum tertiana maligna. ☺ Plasmodium Vivax Menyebabkan malaria tertiana benigna (kasus paling banyak di Indonesia) ☺ Plasmodium Ovale Menyebabkan malaria tertiana (kasus paling ringan, kadang sembuh spontan) ☺ Plasmodium Malariae Menyababkan malaria kuartana SIKLUS HIDUP PLASMODIUM PADA PENYAKIT MALARIA! Plasmodium akan berkembang biak secara seksual (sporogoni) di tubuh nyamuk anopheles, gamet jantan (mikrogamet) mengalami exflagelasi dan mengawini gamet betina (makrogamet). Yang kemudian akan membentuk oocyst. • Bentuk Infektif Oocyst yang melepas sporozoit, dan nyamuk memasukkan sporozoit ke dalam darah manusia. Sporozoit akan menuju sel hepar dalam waktu 45 menit dan akan menginfeksi sel hepar di manusia, dan mengalami stadium hati (siklus eksoeritrositik)… selanjutnya sel hepar yang terinfeksi akan membentuk schizont (gambaran Schufner dots pada plasmodium vivax), dan menghasilkan merozoit apabila schizont ruptur. Merozoit akan menginfeksi eritrosit (1 eritrosit bisa diinfeksi oleh banyak parasit), untuk bisa menginfeksi, plasmodium harus menempel pada reseptor di eritrosit, yaitu: • Plasmodium vivax berhubungan dengan antigen Duffy Fya / Fyb, sehingga pada orang dengan golongan darah Duffy negatif, tidak akan terinfeksi P.Vivax. • Plasmodium falciparum reseptor glycophorins • P.Ovale & P.Malariae belum diketahui……. Setelah menginfeksi eritrosit, maka plasmodium mengalami siklus eritrositik. Dalam waktu kurang dari 12 jam, selanjutnya akan membentuk ring stage (saat trophozoit imatur) dan trophozoite akan berkembang biak lagi membentuk schizont, schizont mengalami ruptur didalam eritrosit dan melepaskan merozoite, dan terus merusak eritrosit….. dan siklus terus berulang…. PATOGENESIS MALARIA! • Infeksi eritrosit Sitoaderence & rosetting kehilangan bentuk eritrosit sekuestrasi penurunan aliran kapiler darah Oksigen berkurang Jaringan anoksia Terjadi kerusakan endotel, metabolisme anaerobik & asidosis laktat • Infeksi eritrosit Merusak eritrosit Muncul respon imun (sitokin & NO) terhadap toxin kerusakan endotel

yudaherdantoproduction

www.yudaherdanto.com

7

Intermezzo……. • Sitoaderence: perlekatan “eritrosit yang terinfeksi parasit” pada permukaan endotel vaskular. Perlekatan ini akibat molekul adesif pada eritrosit yang berupa PfEMP1 (Plasmodium Falciparum Erythrocyte Membran Protein 1) yang menempel dengan molekul adesif pada endotel vaskuler yang berupa CD36, trombospondin, ICAM-1, VCAM, ELAM-1. • Rosetting: “eritrosit yang terinfeksi parasit” yang dikelilingi oleh 10 atau lebih eritrosit tanpa plasmodium. Hal ini dapat menyumbat aliran darah • Sekuestrasi: adanya sitoaderen menyebabkan plasmodium tidak lagi beredar di sirkulasi. Sekuestrasi hanya terjadi pada P.Falciparum, yang hanya terjadi pada organ vital (otak, hepar, ginjal, dll) • Toxin malaria: LPS & GPI (Glycosil Phosphatidyl Inositol) • Sitokin terhadap toxin malaria: TNF-α (tinggi pada malaria cerebral), INF-γ, IL-1, IL-3, IL-6 • NO (Nitrit Oksida): masih kontroversial, ada hipotesis bahwa kadar NO yang rendah & tinggi akan mengganggu fungsi organ, menimbulkan malaria berat. Sedangkan kadar NO yang normal, justru memberi efek protektif.

ANAMNESIS (TANDA GEJALA)! • Gejala prodromal: lemah-letih-lesu, sakit kepala & punggung, nyeri sendi & tulang, anoreksia, perut gak enak, diare. • Trias malaria: (sering terjadi pada P.Vivax) ☺ Periode dingin (15-60 menit) demam menggigil ☺ Periode panas muka memerah, tachycardia, suhu tetap demam ☺ Periode berkeringat berkeringat, demam menurun, merasa sehat • Demam menggigil periodik ☺ Pada hari-1, demam cenderung ireguler ☺ Tidak demam selama 12 jam P.Falciparum ☺ Tidak demam selama 36 jam P.Vivax & P.Ovale ☺ Tidak demam selama 60 jam P.Malariae DIAGNOSIS BANDING! • Demam tifoid • Demam berdarah dengue • Infeksi virus • Infeksi bakteri • Hepatitis & leptospirosis (bila ditemukan ikterus) KEADAAN UMUM! • Kondisi umum: lemah-letih-lesu, kedinginan • Status Gizi: normal atau buruk • Tingkat kesadaran: penurunan kesadaran pada komplikasi malaria VITAL SIGN! • Tekanan Darah: Normal atau Hipotensi • Nadi: Tachycardia • Respirasi: • Suhu: Demam, kadang tidak demam (pada saat periode berkeringat) yudaherdantoproduction

www.yudaherdanto.com

8

PEMERIKSAAN FISIK! • Kepala-Leher ☺ Anemia (Konjungtiva pucat) ☺ Bisa menyebabkan ikterus (sclera kuning) • Abdomen ☺ Splenomegali ☺ Hepatomegali PEMERIKSAAN LABORATORIUM! • Apusan darah tepi (dilakukan sebanyak 3x khususnya pada saat demam) menemukan plasmodium ☺ Apusan darah tebal mengetahui ada tidaknya plasmodium ☺ Apusan darah tipis mengidentifikasi jenis plasmodium • Uji antigen: P-F test ☺ HRP-2 TEST: Mendeteksi antigen P.Falciparum (Histidine Rich Protein-2) dengan metode ICT ☺ OPTIMAL mendeteksi laktat dehidrogenase plasmodium dengan cara immunochromatographic, sehingga dapat membedakan P.Falciparum & P.Vivax. • Uji serologi ☺ Metode: RIA, ELISA, Immunoprecipitation Technique ☺ Digunakan untuk kepentingan epidemiologi ☺ Jarang untuk diagnosis, karena antibodi spesifik baru muncul setelah beberapa hari parasitemia. • PCR ☺ Bisa memberikan hasil positif pada spesimen plasmodium yang sedikit MANAJEMEN! • Prinsip: ☺ Malaria biasa diberi administrasi peroral, malaria berat/komplikasi diberi administrasi intravena ☺ Pengobatan malaria dengan ACT (Artemisinin base Combination Therapy). Jika belum ditemukan diagnosis pasti malaria, pengobatan dengan obat nonACT. • ACT (Artemisinin base Combination Therapy) ☺ Penggunaan ACT hanya jika DIAGNOSIS PASTI adalah malaria ☺ Contoh obat: Artesunat, Artemeter, Artemisinin, Dihidroartemisinin, Artheether, Asam artelinik ☺ Kombinasi dosis tetap: “Co-Artem” Artemeter 20mg + lumefantrine 120mg (4 tablet 2x/hari selama 3 hari) “Artekin” dihidroartemisinin 40mg + piperakuin 320mg (diberikan 2 tablet pada dosis awal, 8 jam, 24 jam & 32 jam) Di Indonesia artesunate 50mg + amodiakin 200mg (artesunate diberikan dalam 4 tablet selama 3 hari, sedangkan amodiakuin diberi dalam 3 tablet selama 2 hari & 1,5 tablet pada hari ke-3) yudaherdantoproduction

www.yudaherdanto.com

9

trauma Beri cairan maksimal 1500ml Diet porsi kecil tapi sering (kalori.00 • Kemoprofilaksis pada wisatawan ke daerah endemis. garam) ☺ Obat malaria intravena (Derivat artemisin.Falciparum & P.Falciparum & P.Vivax 15 mg selama 14 hari Obat kombinasi non-ACT ☺ Klorokuin & (SP / Tetrasiklin) ☺ SP & (Kina / Tetrasiklin) ☺ Kina & (Tetrasiklin / Klindamisin) Penanganan Malaria berat! ☺ ICU Pertahankan vital sign. Hipoglikemia yudaherdantoproduction www.Falciparum & P.Vivax Dosis: P.Falciparum Dosis: 3 tablet dosis tunggal (dewasa). penduduk di daerah endemis. karbohidrat. serta memakai obat nyamuk • Memakai pakaian tertutup bila di alam bebas. Kinidin.• • • Non-ACT ☺ Klorokuin Sulfat 250mg Untuk P. jam rawan nyamuk: 18.Vivax Dosis: 3 x 10mg/kgBB selama 7 hari ☺ Primakuin 15mg Untuk P.Vivax Dosis: 25mg/kgBB untuk 3 hari Hari 1 & 2: 10mg/kgBB atau 4 tablet Hari 3: 5mg/kgBB atau 2 tablet ☺ SP (Sulfadoksin 500mg + Pirimetamin 25mg) Untuk P. • Vaksinasi multi-stage & multi-valen teknologi DNA yang akan memberi respon multi-imun pada tiap fase siklus hidup malaria. Edema paru. Klorokuin) ☺ Exchange Transfusi menurunkan kondisi parasitemia ☺ Penanganan kerusakan organ EDUKASI & PREVENTIF! • Tidur dengan kelambu berpestisida (pemethrine) & memasang kawat nyamuk pada ventilasi.25 mg/kgBB (anak) ☺ Kina Sulfat 220mg Untuk P.00 – 06.com 10 . 1.Falciparum 45 mg (3 tablet) dosis tunggal P. Kelainan hati (Malaria Biliosa). ☺ Vaksin sporozoit mencegah infeksi sporozoite pada hepar ☺ Vaksin aseksual mencegah perkembangan aseksual plasmodium pada sel hepar ☺ Vaksin transmission blocking melawan bentuk gametosit KOMPLIKASI! • Malaria serebral (Gangguan kesadaran dengan GCS < 7) • Blackwater fever (Malaria Haemoglobinuria) • Gagal ginjal.yudaherdanto. Kina.

roseolae.. pusing. ☺ Kuman yang ada di usus: Beberapa keluar bersama feses Beberapa masuk menembus usus lagi. koma.. yudaherdantoproduction www.. gangguan mental (somnolen. hepato-splenomegali. dll. mual.Typhi) akan masuk ke dalam sirkulasi darah. kuman akan melepas diri dari makrofag. terjadilah “First Bakteremia” (asymptomatic) • Selanjutnya karena ada didalam darah. kuman dapat berkembang biak didalam makrofag...TYPHOID FEVER DESKRIPSI PENYAKIT! • Disebabkan oleh Salmonella Typhi & Salmonella Paratyphi • Sangat dipengaruhi sanitasi lingkungan (air & makanan) • Masa inkubasi S.com 11 . akan masuk ke usus dan menembus sel epitel dan lamina propria • Di lamina propria. delirium. terjadi pelepasan mediator inflamasi. terjadi hiperplasi jaringan akibat makrofag yang hiperaktif.psikosis)... Jika empedu disekresikan ke usus. anoreksia. maka kuman ikut keluar. semakin mudah kuman dihancurkan. makrofag (membawa S. maka makrofag (membawa S. • Kuman masuk dalam organ. stupor. Menyebabkan: Erosi pembuluh darah Perforasi usus • Kuman kembali ke sirkulasi darah. ANAMNESIS (TANDA GEJALA)! • Minggu pertama infeksi Gejala infeksi akut (Demam sore-malam. muntah.. ☺ Didalam hati. batuk & epistaksis) • Minggu kedua infeksi demam. Muncul gejala inflamasi sistemik! Didalam plak peyer. bradikardia relatif (peningkatan 1oC tidak diikuti peningkatan denyut nadi).. kardiopulmoner. lidah berselaput. diare.yudaherdanto. selanjutnya menuju Lnn. Karena makrofag sudah teraktivasi.Mesenterica dan terakhir melalui ductus thoracicus • Akhirnya melalui ductus thoracicus. • Makrofag (membawa S. meteorismus.Typhi) akan menuju lempeng peyer di illeum distal.. nyeri kepala. semakin baik sistem imun mukosa (IgA).Typhi) akan menyebar di seluruh organ (khususnya hati & spleen)...Typhi selama 10-14 hari!!! PATOGENESIS PENYAKIT! • Salmonella Typhi dan Paratyphi masuk ke dalam tubuh manusia secara oral (melalui makanan) • Beberapa kuman dimusnahkan di lambung. terjadilah “Second Bacteremia” (ada gejala infeksi sistemik) • Pelepasan Endotoxin! Meneyebabkan gangguan neuropsikiatrik. beberapa kuman masuk ke dalam kantung empedu. maka pada saat fagositosis.. • Kuman yang lolos dari pemusnahan. nyeri otot. kuman berkembang biak dan difagosit oleh makrofag ☺ Ternyata.

☺ Semakin tinggi titer agglutinin.Typhi Agglutinin O (pada badan S. Amoebiasis KEADAAN UMUM! • Kondisi umum: Lemas. menghilang setelah 9-12 bulan pasca-sembuh. Perut tidak nyaman • Status Gizi: • Tingkat kesadaran: pada kondisi parah dapat menyebabkan gangguan kesadaran VITAL SIGN! • Tekanan Darah: • Nadi: ☺ Normal/Meningkat pada minggu pertama infeksi ☺ Bradikardia relative pada minggu kedua infeksi • Respirasi: ☺ Relatif meningkat/normal pada minggu awal infeksi ☺ Gangguan nafas/dyspnea pada komplikasi • Suhu: Demam sore & malam PEMERIKSAAN FISIK! • Kepala-Leher ☺ Lidah berselaput. An-eosinofilia. Limfopenia ☺ LED meningkat ☺ SGOT & SGPT meningkat • Uji widal ☺ Deteksi antibody S. kotor di tengah & tepi.yudaherdanto.com 12 . menghilang setelah 4-6 bulan pasca-kesembuhan.Typhi • Kultur darah ☺ Biakan S.Typhi) muncul pada fase akut. bagian ujung merah. Malaria. Viral hepatitis. • Abdomen ☺ Hepatosplenomegaly ☺ Peningkatan suara peristaltik PEMERIKSAAN LABORATORIUM! • Pemeriksaan darah: ☺ Leukositosis / Leukopenia / Normal ☺ Anemia ☺ Trombositopenia.Typhi (agglutinin) terhadap antigen S. hasil kultur dipengaruhi riwayat: Telah mendapat perawatan antibiotik Volume darah kurang Riwayat vaksinasi yudaherdantoproduction www.DIAGNOSIS BANDING! Tuberculosis. Brucellosis. semakin besar kemungkinan terinfeksi S. Agglutinin H (pada flagel S.Typhi didalam media darah.Typhi) muncul setelah adanya agglutinin O.

orang yang terpapar. dll. hipotensi. ☺ Jika sedang diberi obat malaria (klorokuin).. nyeri lokal. ☺ Menjaga posisi tidur (Tidak boleh posisi dekubitus & pneumonia ortostatik) EDUKASI & PREVENTIF! • Menjaga sanitasi lingkungan. petugas laboratorium. alergi.. abortus) ☺ Cephalosporin generasi ketiga (Ceftriaxon) 3-4 gram dalam dekstrosa 100 cc selama 30 menit infus/hari dalam 3-5 hari ☺ Fluorokuinolon: (Tidak boleh untuk ibu hamil) Ciprofloksasin 2x500mg selama 6 hari Ofloksasin 2x400mg/hari selama 7 hari Pefloksasin & Fleroksasin 400mg/hari selama 7 hari Norfloksasin 2x400mg/hari selama 14 hari ☺ Ampisilin & Amoxicillin 50-150mg/kgBB selama 2 minggu ☺ Kombinasi 2 antibiotik: Jika ada 2 macam organisme dalam kultur darah Ditemukan toksik tifoid. VAKSINASI! • Jenis Vaksin: ☺ Oral (Ty21a) diberikan sebanyak 3x ☺ Parenteral (ViCPS.com 13 . • Efek samping: sakit kepala. ibu hamil. air. nyeri dada. jamban • Vaksinasi untuk orang yang bermigrasi. makanan.MANAJEMEN! • Dikenal sebagai “Trilogi Manajemen Demam Tifoid” • Terapi Medikamentosa: ☺ Tiamfenikol 4x500mg/hari Tidak boleh untuk ibu hamil trimester pertama ☺ Cotrimoxazole 2x2tablet (Sulfametoksazol 400mg + Trimetoprim 80mg) selama 2 minggu Tidak boleh untuk ibu hamil ☺ Kloramfenikol 4x500mg/hari selama 7 hari (PO / IV) Beresiko anemia aplastik Tidak boleh untuk ibu hamil trimester ketiga (prematur. Vaksin kapsul polisakarida) • Kontraindikasi: ☺ Kontraindikasi! Pasien imunosupresan. yudaherdantoproduction www. syok.. ☺ Kortikosteroid 3 x 5mg Jika ada toksik tifoid & syok septic • Terapi Non-Medikamentosa: ☺ Diet mengistirahatkan usus Bubur saring (mencegah perforasi usus) Bubur kasar Nasi padat dengan lauk rendah selulosa ☺ Istirahat di tempat tidur ☺ Menjaga kebersihan tempat tidur. syok septik... vaksinasi dilakukan setelah 24 jam. grey syndrome. perforasi.yudaherdanto. demam. ☺ Tidak boleh diberi bersama Sulfonamid atau antibiotik lain. peritonitis.

dan tidak ditemukan S.yudaherdanto. maka dinyatakan bukan pengidap karier tifoid. empyema. ileus. • Pemeriksaan serologi Vi ☺ Sensitivitas 75% dan Spesifitas 92% ☺ Dengan kadar titer antibody Vi sebesar 160 MANAJEMEN! • Terdapat kasus kolelitiasis ☺ Kolesistektomi. neuropsikiatrik) TYPHOID CARRIER DESKRIPSI PENYAKIT! • Yaitu seseorang yang fesesnya mengandung S. pneumonia. anemia hemolitik. perdarahan) • Komplikasi ekstra-intestinal (myocarditis. glomerulonefritis. hepatitis. osteomyelitis. artritis. trombositopenia.Typhi pada feses atau urin ☺ Jika dilakukan biakan secara acak serial selama minimal 6x. gagal sirkulasi perifer.com 14 . • Merupakan faktor resiko terjadinya outbreak demam tifoid • Bersifat asymtomatic PEMERIKSAAN LABORATORIUM! • Ditemukan S.KOMPLIKASI! • Komplikasi intestinal (perforasi usus. pleuritis. dikombinasi dengan: ☺ Ciprofloxacin 2x750mg/hari ☺ Norfoloxacin 2x400mg/hari • Tidak ada kasus kolelitiasis ☺ Ampisilin 100mg/hari + Probenesid 30mg/hari ☺ Amoxycillin 100mg/hari + Probenesid 30mg/hari ☺ Cotrimoxazole 2 x 2tablet/hari • Ada infeksi Schistosoma Haematobium pada traktus urinarius ☺ Eradikasi parasit: Prazikuantel 40mg/hari Metrifonat 3 x 7.5-10mg/hari selama 2 minggu ☺ Diberi regimen antibiotik yang sama seperti diatas yudaherdantoproduction www.Typhi namun tidak ada gejala klinis (asymptomatic). trombosis. pancreatitis.Typhi. kolesistitis.

Non-Infeksi (makanan & obat) PATOGENESIS PENYAKIT! • Patogenesis rotavirus! ☺ Merusak vili brush border ☺ Produksi enterotoxin Menyebabkan diare sekretori dimediasi Ca2+. Atau defekasi dengan tinja berbentuk cair atau semi-solid >3x/hari.Pylori ☺ Terdapat infiltrasi gaster oleh leukosit PMN & sel mononuklear sehingga terjadi disrupsi pelindung mukosa lambung & perubahan homeostasis gaster H.Pylori akan berkolonisasi & menetap di lumen gaster. dengan kandungan air >200 gram atau 200ml/hari. • Klasifikasi: ☺ Diare akut diare yang berlangsung < 14 hari ☺ Diare persisten diare yang berlangsung antara 14-28 hari ☺ Diare kronik diare yang berlangsung > 28 hari ☺ Diare osmotik Disebabkan substansi pada lumen yang menginduksi sekresi cairan. • Patogenesis diare akibat entamoeba hystolitica ☺ Kolonisasi non-invasif (Usus manusia hanya sebagai karier. muntah. demam.com 15 . ☺ Rotavirus feses berair & muntah yudaherdantoproduction www.DIARE DESKRIPSI PENYAKIT! • Yaitu defekasi dengan tinja berbentuk cair atau semi-solid. malabsorbsi. Virus. ada tanda spesifik dari patogen. ☺ Menyebabkan malabsorbsi akibat kerusakan dari morfologi usus halus sehingga terjadi gangguan transpor glukosa & natrium • Patogenesis diare akibat H. pada tinja ditemukan kista. ☺ Diare sekretori Disebabkan substansi endogen (secretagogues) yang menginduksi sekresi cairan • Etiologi: Bakteri. ☺ Kompetisi penyerapan nutrisi dengan parasit epitel rusak merubah faktor absorbsi imunitas (Transient Lactase Deficiency) sekresi mukus bertambah & motilitas usus bertambah ANAMNESIS (TANDA GEJALA)! • Diare karena makanan & obat-obatan: tanyakan konsumsi makanan selama 6-24 jam terakhir • Diare infeksi: mual. Trofozoite hanya didalam lumen. Parasit. • Patogenesis diare akibat giardia lamblia ☺ Tertutupnya epitel usus oleh tropozoite epitel memendek penyerapan nutrisi terganggu.yudaherdanto. nyeri abdomen. Tanpa gejala) ☺ Intestinal disease & Extra-intestinal disease (Trofozoite menembus dinding usus) masuk ke aliran darah terhenti di otak / hepar / paru menyebabkan Abses amoebic hepar gambaran pus “chocolate”.

☺ DIAGNOSIS BANDING! • Infeksi ☺ Ada darah: Shigellosis. irritable bowel Diare kronik syndrome. Crohn’s disease. muntah. kehilangan nafsu makan ulcerative colitis. dehidrasi. demam & menggigil Diare penyakit usus halus: ada malabsorbsi. Entamoeba Hystolitica. ada sensasi ingin buang air besar. Diare kelainan colon: tinja berjumlah kecil tapi sering. Rotavirus. microscopic collitis. Diare persisten feses berair + mukus. sprue) • Diabetic neuropathy. lambat 2 detik. demam. cair.yudaherdanto.Giardia lamblia • Hepatitis • Ulcerative colitis • Obstruksi colon parsial • Malabsorbtion (celiac disease. muntah & prolapse rectum ☺ Vibrio Cholerae feses berair ☺ Giardia Lamblia feses mengandung lemak ☺ Entamoeba Hystolitica feses berdarah. ada darah. kram. kembali > • Cubitan kulit. kembali Terapi: Terapi: Terapi: • Terapi diare A (beri • Terapi diare B (beri • Terapi diare C (cairan) cairan & makanan) cairan & makanan) di rumah • Follow-up setelah 5 • Follow-up setelah 5 hari hari VITAL SIGN! • Tekanan Darah: normal atau hipotensi (jika ada dehidrasi) • Nadi: normal atau tachycardia • Respirasi: normal atau dyspnea • Suhu: normal atau demam (jika ada infeksi) yudaherdantoproduction www. hypoalbuminemia KEADAAN UMUM! • Kondisi umum: dipengaruhi tanda dehidrasi • Status Gizi: • Tingkat kesadaran: dipengaruhi tanda dehidrasi NO DEHYDRATION Tanda gejala ( 2 / lebih): -TIDAK ADASOME DEHYDRATION SEVERE DEHYDRATION Tanda gejala ( 2 / lebih): Tanda gejala ( 2 / lebih): • Tidak sadar / letargi • Gelisah • Mata mengantuk • Mata mengantuk • Tidak dapat minum • Haus • Cubitan kulit. ZE syndrome.com 16 . nyeri abdomen.• • • • Shigella Dysentery feses mengandung darah. Campylobacter jejuni ☺ Tidak ada darah: Vibrio cholerae. demam.

tetrasiklin. cloramfenikol. streptomycin. Erythromycin (250-500mg 4x/hari) ☺ Giardiasis Metronidazole (250mg 3x/hari selama 7 hari) ☺ Disentri entamoeba hystolitica tinidazole (2gram 1x/hari selama 3 hari) ☺ Disentri shigellosis ciprofloxacin (10-15mg/kgBB) Pada infeksi shigella ada 9 antibiotik yang resisten terhadap shigella yaitu metronidazole.PEMERIKSAAN FISIK! • Kepala-Leher ☺ Anemia: Pada diare dengan feses mengandung darah ☺ Mata mengantuk: pada diare yang menimbulkan dehidrasi • Abdomen ☺ Peningkatan suara peristaltik usus ☺ Nyeri tekan ☺ Distensi usus • Pemeriksaan rectal: ☺ Fecal occult blood test (pada diare yang mengandung darah) PEMERIKSAAN LABORATORIUM! • Pemeriksaan mikroskopik tinja mengetahui ada tidaknya infeksi • CBC (complete blood count) mengetahui ada tidaknya infeksi ☺ Infeksi virus leukosit normal & limfositosis ☺ Infeksi bakteri leukositosis ☺ Salmonellosis neutropenia • Pemeriksaan kadar elektrolit. • Probiotik (mikroorganisme yang ditambahkan dalam makanan. amoxicilin.com 17 . yang jika ditelan akan memberi efek positif untuk prevensi & terapi kondisi patologi) & prebiotik (makanan yang tidak dicerna.Hystolitica atau E. ☺ Patogen invasif Cotrimoxsazol (800mg 2x/hari). teh. tidak dianjurkan puasa kecuali pada kondisi muntah-muntah. cephalosporin. • Rectoscopy & sigmoidoscopy pada diare dengan darah • Colonoscopy & biopsi mukosa pada diare dengan inflamasi berat • Uji serology & uji PCR digunakan untuk membedakan infeksi oleh E. makanan mudah dicerna. namun memiliki efek menguntungkan dengan menstimulasi pertumbuhan & aktivitas bakteri di colon) yudaherdantoproduction www. aminoglikosida. nitrofurans (MAS STAN CC) • Diet dianjurkan minum sari buah. sulfonamid.yudaherdanto.Dispar MANAJEMEN! • Oral Rehydration Solution (ORS) menurunkan osmolaritas • Suplementasi Zinc 20mg selama 10-14 hari menurunkan durasi diare sekitar 17 jam & keparahan. ureum & kreatinin mengetahui status cairan & mineral tubuh. menurunkan biaya sekitar 5% • Antibiotik Ciprofloxacin (500mg 2x/hari selama 5-7 hari).

untuk meningkatkan pemberian makan & cairan jika terjadi diare lagi.OBAT YANG MULAI DITINGGALKAN! • Anti-vomitting / Ondansentron • Obat anti-diare ☺ Kaolin mengikat toksin kolera. membuat inaktif mikronutrisi & enzim ☺ Sulphonamide tetap menyebabkan diare & dehidrasi ☺ Loperamide memendekkan durasi diare. 10mg untuk pasien <6bulan) • Berikan saran pada ibu. dehidrasi tetap terjadi ☺ Atapulgit pemadat feses. pentavalent • Antibiotik profilaktif (ciprofloxacin 500mg/hari) untuk wisatawan ke daerah endemik yudaherdantoproduction www. diare menjadi tidak terdeteksi ☺ Activated charcoal penawar racun. • Lanjutkan pemberian makan • Berikan antibiotik bila perlu • Berikan suplemen zinc selama 10-14 hari (20mg untuk pasien >6bulan. “Kapan memberikan terapi diare di rumah” • Terapi diare dengan.com 18 . efek samping fatal pada bayi & anak-anak KESIMPULAN PENGGUNAAN ANTI-DIARE & ANTI-EMETIK! • Tidak menguntungkan!!! Khususnya pada anak • Sudah mulai ditinggalkan • Tetap menimbulkan dehidrasi atau diare bahkan membuat gejala diare samar • Efek samping bahaya & fatal MANAJEMEN DIARE STANDAR WHO-UNICEF UNTUK ANAK! • Informasi kepada ibu. ORS osmolaritas rendah. monovalent Rotateg: vaksin dilemahkan dalam 3 dosis. EDUKASI & PREVENTIF! • Menjaga sanitasi lingkungan khususnya air & makanan • Menjaga kebersihan diri (cuci tangan sebelum makan) • Menjaga asupan nutrisi & cairan (makanan bergizi & minum air) • Vaksinasi ☺ Kolera WC/rBS: vaksin mati untuk wanita hamil & menyusui CVD103-HgR: vaksin dilemahkan untuk bayi ☺ Rotavirus menstimulasi IgA Rotatrix: vaksin dilemahkan dalam 2 dosis.yudaherdanto. dehidrasi tetap terjadi.

berikan • 60-120 ml ORS (BB < 10Kg) melalui NGT / berikan 5% • 120-240 ml ORS (BB >10Kg) dextrosa dengan 20 mEq/L KCL • 60-120 ml ORS (BB <10Kg) • 120-240 ml ORS (BB >10Kg) yudaherdantoproduction www.yudaherdanto.MANAJEMEN PEMBERIAN ORS PADA ANAK! NO DEHYDRATION Rehidrasi: .com 19 .Tidak Ada SOME DEHYDRATION SEVERE DEHYDRATION Rehidrasi: (ORS) Rehidrasi: 50-100 ml/Kg BB selama 3-4 • IV ringer lactat / salin jam normal (20 ml/Kg BB) hingga status mental membaik • ORS 100 ml/Kg BB selama 4 jam atau dextrosa 5% Penggantian cairan: Penggantian cairan: Jika tidak dapat minum.

com 20 .PENYAKIT SALURAN PERNAFASAN yudaherdantoproduction www.yudaherdanto.

• Etiology Pharyngitis: ☺ Virus (Adenovirus. hypopharynx.PHARYNGITIS DESKRIPSI PENYAKIT! • Proses inflamasi pada pharynx. Vesikel pada Coxsackie palatum molle. lelah akibat infeksi EBV DIAGNOSIS BANDING! • Bronchitis • Croup disease • Rhinitis • Pneumonia KEADAAN UMUM! • Kondisi umum: lemah • Status Gizi: normal • Tingkat kesadaran: normal • • • • • • PHARYNGITIS VIRUS Batuk & Rhinorrhea Ringan & sembuh sendiri Adenovirus Konjungtivitis Adenopati Cervical Posterior HSV Vesikel / Ulkus pada palatum. sehingga menyebabkan peradangan pada mukosa pharynx ANAMNESIS (TANDA GEJALA)! • Batuk.com 21 . tonsil.yudaherdanto. yudaherdantoproduction www. HSV) ☺ Streptococcus β-hemolyticus Grup A (S. radang tenggorokan • Demam (selama 3 – 5 hari) • Malaise • Limfadenopati cervical (pada infeksi streptococcus) PHARYNGITIS BAKTERI • Demam menggigil • Sakit tenggorokan • Pusing • Riwayat kontak orogenital. adenopati cervical.Pyogene) ☺ C.Diphteriae • Sering terjadi pada anak usia 4 – 10 tahun PATOGENESIS! Terjadinya pelepasan toxin extrasel & protease oleh bakteri & virus. uvula. riwayat demam rheumatik • Adenopati Cervical Anterior • Eksudatif tonsilitis. uvula.

VITAL SIGN! • Tekanan Darah: • Nadi: • Respirasi: • Suhu: demam PEMERIKSAAN FISIK! • Kepala-Leher ☺ Eritema pharynx ☺ Pembesaran kelenjar limfe cervical PEMERIKSAAN LABORATORIUM! • CBC (Leukositosis dengan neutrofilia) • Kultur agar darah sensitivitas 80-90% MANAJEMEN! • Cephalosporin / Penicilin Jika ditemukan streptococcus (terdapat limfadenopati cervical) ☺ Pada alergi penisilin menyebabkan glomerulonephritis & demam rheumatic ☺ Pada alergi Penisilin.2 juta unit IM.com 22 . 2x/hari) EDUKASI & PREVENTIF! • Menjaga asupan makanan • Menjaga kondisi badan tetap fit KOMPLIKASI! Komplikasi akibat infeksi streptococcus β-hemoliticus grup A: • Demam rheumatic • Glomerulonephritis yudaherdantoproduction www. (500 mg oral 1x/hari selama 3 hari) Erythromycin Jika alergi penisilin • Benzathine Penicillin G (1. 4x/hari) / amoxicillin (750mg oral. (500 mg oral 4x/hari) Azithromycin.yudaherdanto. digunakan: Macrolide Erythromycin. single dose) • Penicillin VK (500mg oral.

SINUSITIS
DESKRIPSI PENYAKIT! • Sinusitis adalah inflamasi mukosa sinus paranasal (biasanya paling sering ditemukan adalah sinusitis maksilla) yang menyebabkan gangguan mukosiliar, yang dapat disebabkan oleh infeksi ataupun non-infeksi (alergi & autoimun). • Klasifikasi sinusitis! ☺ Acute Sinusitis akut (beberapa hari − 4 minggu) biasa akibat infeksi virus/bakteri pada saluran pernafasan atas ☺ Sub-Acute Sinusitis (4 minggu − 3 bulan) ☺ Chronic Sinusitis (>3 bulan) bisa karena alergi atau infeksi bakteri/jamur • Faktor predisposisi! ☺ Deviasi septum nasi ☺ Hipertrofi chonca nasalis media ☺ Adanya benda asing & polip/tumor dalam rongga hidung. ☺ Rhinitis kronis & allergi. ☺ Polusi udara, udara dingin & kering. • Patogen penyebab sinusistis! ☺ Bakteri anaerob (S.Pneumonia, H.influenza, M.catarhallis) ☺ Bakteri aerob ☺ Virus (Adenovirus, Rhinovirus & Influenza) ☺ Jamur PATOGENESIS! Edema pada kompleks osteomeatal (kompleks meatus media & ethmoidalis anterior) akibat edema, mukosa yang letaknya saling berhadapan akan saling bersinggungan sehingga silia tidak dapat bergerak & lendir tidak dapat dialirkan (gangguan drainase dan ventilasi didalam sinus) cairan lendir menjadi lebih kental (media baik bagi pertumbuhan bakteri) terjadi infeksi bakteri anaerob sinus paranasal mengalami hipertrofi dan poliploid. ANAMNESIS (TANDA & GEJALA)! • Demam, lesu, pusing • Batuk / pharyngitis • Hidung tersumbat • Ingus kental kadang berbau, dirasakan mengalir ke nasofaring. • Rasa nyeri di daerah sinus yang terkena • Referred pain: ☺ Sinusitis maksilla Nyeri dibawah kelopak mata kadang terasa nyeri di gigi (proc.alveolaris) ☺ Sinusitis ethmoid Nyeri dipangkal hidung, belakang bola mata dan bagian parietal. ☺ Sinusitis frontal Nyeri terlokalisir didahi atau diseluruh kepala. Nyeri di vertex, oksipital, dibelakang bola mata dan ☺ Sinusitis sphenoid mastoid. yudaherdantoproduction

www.yudaherdanto.com

23

DIAGNOSIS BANDING! Common cold, Rhinitis, Pharingitis, Adenoiditis, Tonsilitis, migraine KEADAAN UMUM! • Kondisi umum: lesu • Status gizi: normal • Tingkat kesadaran: normal VITAL SIGN! • Tekanan darah: • Nadi: • Respirasi: • Suhu: Demam PEMERIKSAAN FISIK! • Pemeriksaan kepala-leher: ☺ Nyeri pada perkusi atau palpasi sinus ☺ Pembengkakan daerah wajah ☺ Rhinoscopy anterior: Mukosa concha nasalis mengalami hiperemis & edema ☺ Rhinoscopy posterior: terdapat mukopus di nasopharynx PEMERIKSAAN PENUNJANG! • Kultur & biopsy chronic & fungal sinusitis • Pemeriksaan transluminasi ☺ Untuk diagnosis sinus maxillaris & frontalis ☺ Sinus yang sakit akan tampak suram atau gelap ☺ Kurang akurat • Conventional sinus radiography ☺ Untuk diagnosis sinusitis maxillaris & frontalis ☺ Tampak air fluid level ☺ Dapat dilakukan pada posisi lateral atau AP (antero-posterior) pemeriksaan secret dari meatus nasi media / meatus • Pemeriksaan mikrobiologik nasi superior. • Skin prick test tes alergi • CT-Scan ☺ Menampakkan osteomeatal complex & sinus paranasal ☺ Mengevaluasi struktur tulang & obstruksi anatomis • Endoscopy ☺ Membedakan antara penebalan mukosa alergi dengan purulensi ☺ Menunjukkan gangguan osteomeatal • Irigasi antrum maxillaris ☺ Membedakan antara penebalan mukosa alergi dengan purulensi ☺ Menunjukkan gangguan osteomeatal ☺ mengidentifikasi tumor

yudaherdantoproduction

www.yudaherdanto.com

24

MANAJEMEN! Acute Sinusitis • Simptomatik sebagai obat 1st line ☺ Dekongestan (pseudoephedrine 60mg tid) ☺ Antihistamin ☺ Analgesik (paracetamol & ibuprofen) • Antibiotik (digunakan bila pada pengobatan 1st line tidak sembuh dalam 2 hari) Lama pengobatan 10-14 hari (untuk fase akut) & 6 minggu (untuk fase kronik) ☺ Amoksisilin (500mg tid) ☺ Amoksisilin + klavulanat (500mg bid) ☺ Kotrimoksazole ☺ Macrolide baru/Clarithromycin (golongan macrolide lama erythromycin sudah tidak efektif untuk menangani sinusitis akut) • Nasal steroid spray (triamcinolone) pada kasus sinusitis alergi

seperti

“update terbaru tahun 2007, menunjukkan bahwa penggunaan antibiotic & kortikosteroid tidak efektif dalam menangi sinusitis akut” Chronic Sinusitis • Nasal irrigation / nasal flush memperbaiki kondisi rongga sinus & gejalanya • Bedah (Functional Endoscopic Sinus Surgery/FESS) mengembalikan ventilasi sinus & fungsional mukosiliar • Balloon sinuplasty (menggunakan balloon untuk menyangga rongga sinus) • Agen anti-fungal (nasal topical) pada kondisi sinusitis kronik akibat infeksi jamur. • Nasal steroid spray (triamcinolone) pada kasus sinusitis alergi & sinusitis kronik EDUKASI & PREVENTIF! • Menjauhi faktor resiko: ☺ Menjauhi allergen ☺ Menjauhi rokok, berenang ☺ Mencegah udara dingin • Makan & minum yang hangat (teh & chicken soup) KOMPLIKASI! • Asma • Polip, mukokel • Selulitis, abses orbital • Osteomyelitis • Thrombosis sinus cavernosus • Meningitis, abses otak, empyema

yudaherdantoproduction

www.yudaherdanto.com

25

Aureus yudaherdantoproduction www. • Biasanya sembuh sendiri • Apabila auris media terkontaminasi oleh bakteri & pus. • Biasa disebabkan oleh infeksi: ☺ H. • Biasa disebabkan oleh infeksi: ☺ S. • Biasanya akibat infeksi saluran nafas atas oleh virus.Pneumonia & Staph. Selain itu acute viral otitis media juga dapat menyebabkan kondisi acute bacterial otitis media.Influenza ☺ Moraxella catarrhalis ☺ S. craniofacial anomaly) ☺ Gangguan system imun ETIOLOGI OTITIS MEDIA! • Infeksi (system respirasi) & hipertropi adenoid • Alergi • Rokok & agen iritan lingkungan • Peningkatan tekanan mendadak (pada saat pesawat turun) • Minum sambil tiduran KLASIFIKASI OTITIS MEDIA! Acute otitis media • Otitis media yang diikuti dengan infeksi saluran nafas atas akibat virus.OTITIS MEDIA DESKRIPSI PENYAKIT! • Otitis media adalah infeksi & inflamasi pada telinga tengah (auris media). sehingga saluran eustachii mudah mengalami obstruksi.com 26 .Influenza ☺ Moraxella catarrhalis ☺ Streptococcus β-hemolyticus Grup A ☺ Virus Effusion otitis media / serous otitis media • Ditemukannya cairan dalam auris media akibat perubahan tekanan menjadi lebih negatif dikarenakan perubahan fungsi saluran eustachii.yudaherdanto. maka disebut sebagai “acute bacterial otitis media”. hal ini akibat: ☺ Sistem imun yang imatur ☺ Bentuk saluran eustachii yang relatif horizontal.Pneumonia ☺ H. • Faktor resiko otitis media: ☺ Usia muda & laki-laki ☺ Musim dingin ☺ Bottle feeding (dengan posisi berbaring) & penggunaan pacifier (dot) ☺ Alergi & paparan rokok ☺ Gangguan anatomis saluran eustachii (down syndrome. • Insidensi terbanyak pada bayi dan anak (<7tahun). dimana terjadi pada daerah diantara membran tymphani dengan auris interna (saluran eustachii).

biasanya mikroorganisme juga akan menginfeksi saluran eustachii yang berasal dari bagian nasopharynx yang akan masuk ke dalam ostium tuba auditiva dan akan menginfeksi auris media. membran tymphani dapat ruptur & terjadi drainase pus (otorrhea). • Diikuti drainase pus keluar telinga PATOGENESIS! • Pada kondisi infeksi saluran pernafasan atas (menimbulkan gejala common cold). maka akan terjadi pembentukan pus didalam auris media. • Pada kondisi parah.Chronic suppurative otitis media • Merupakan kondisi akibat otitis media akut rekuren • Perforasi membrane tymphani dan infeksi bakteri pada auris media selama beberapa minggu. • Referred pain (pada sakit gigi). ANAMNESIS (TANDA GEJALA)! • Asymptomatic • Demam • Muntah & diare • Gatal telinga • Acute otitis media ☺ Nyeri di telinga ☺ Dapat memburuk pada malam hari • Effusion otitis media ☺ Tanpa nyeri ☺ Gangguan pendengaran konduktif ☺ Glue-ear (cairan dalam auris media yang semakin kental bila tidak diobati) • Chronic otitis media ☺ Tanpa nyeri ☺ Otorrhea ☺ Gangguan pendengaran DIAGNOSIS BANDING! • Otitis externa • Post-auricular adenitis.com 27 .yudaherdanto. • Apabila auris media terinfeksi oleh bakteri. • Infeksi ini menyebabkan pembengkakan dan mengganggu keseimbangan tekanan. • Infeksi herpes pada telinga • Ada benda asing pada saluran telinga luar KEADAAN UMUM! • Kondisi umum: normal • Status Gizi: normal • Tingkat kesadaran: normal yudaherdantoproduction www.

hal ini akibat telinga sakit terpenuhi oleh cairan. • Tymphanometer ☺ Suatu probe yang dimasukkan dalam saluran telinga. dan akan melepaskan gelombang suara dan mengukur refleksinya. ☺ Transmisi pada telinga yang sakit lebih rendah daripada telinga yang normal. namun perlu dimonitoring untuk mencegah terjadinya komplikasi.VITAL SIGN! • Tekanan Darah: • Nadi: • Respirasi: • Suhu: ☺ Pada acute bacterial otitis media Demam 39oC ☺ Suhu telinga yang terinfeksi 0. • CT-Scan pada kondisi otitis media akut yang diikuti mastoiditis. dilakukan hearing test / audiometry.com 28 . • Manajemen untuk acute otitis media ☺ Terapi 1st line Amoxicillin 500mg (7-10 hari) / azithromycin. Cephalosporin ☺ Palliatif acetaminophen & ibuprofen (oral). untuk mengetahui fungsional pendengaran. (apabila ada alergi penisilin) diganti dengan amoxicillin-clavulanate. ☺ Terapi 2nd line Ampicillin. anti-pyrine & benzocaine (ear-drop) ☺ Apabila dalam 2-3 hari belum sembuh. ☺ Pemeriksaan yang invasif & sangat sakit.5oC lebih tinggi dibanding suhu telinga normal PEMERIKSAAN FISIK! • Otoscope ☺ Pada acute otitis media: Kemerahan membran timpani ☺ Pada Effusion otitis media: adanya cairan kuning jernih di auris media & secret cairan telinga ☺ Pada chronic otitis media: adanya perforasi membrane tymphani PEMERIKSAAN LABORATORIUM! • Tymphanocentesis untuk mengidentifikasi bakteri yang menyebabkan otitis media ☺ Hanya diindikasikan pada anak dengan kondisi berat & tidak berespon terhadap terapi antibiotik. pasien harus kembali ke dokter. ☺ Jika terdapat cairan dan penurunan pendengaran hingga 20 desibel Myringotomy dengan tymphanostomy tube (grommet) yudaherdantoproduction www. • Manajemen untuk chronic & effusion otitis media ☺ Observasi & pemberian antibiotik ☺ Jika tidak sembuh dalam 6-12 minggu. biasanya dilakukan pada • Audiometer otitis media kronik.yudaherdanto. untuk mengetahui kemungkinan adanya abses epidural (komplikasi intracranial) MANAJEMEN! • Otitis media akut cenderung sembuh sendiri.

EDUKASI & PREVENTIF! • Hindari rokok • Jangan minum (bottle feeding) sambil berbaring.yudaherdanto. Breast-feeding dapat menurunkan resiko otitis media akut.com 29 . namun lakukanlah breast-feeding pada posisi duduk. • Memakan permen karet xylitol dapat mencegah infeksi streptococcus. • Antibiotik profilaksis untuk anak yang rentan terinfeksi • Cuci tangan & mainan KOMPLIKASI! • Rekuren infeksi telinga • Pembesaran adenoid • Mastoiditis • Meningitis & abses epidural • Gangguan bicara & bahasa pada anak (yang terkena infeksi rekuren & tuli) yudaherdantoproduction www.

Influenza. Pharyngitis. RSV.Aureus) ANAMNESIS (TANDA GEJALA)! Terjadi selama 14 hari… • Gejala pharyngitis: ☺ Demam ☺ Batuk kering. Asma & COPD KEADAAN UMUM! • Kondisi umum: batuk • Status Gizi: normal • Tingkat kesadaran: normal VITAL SIGN! • Tekanan Darah: normal • Nadi: normal • Respirasi: tachypnea • Suhu: demam PEMERIKSAAN FISIK! • Pemeriksaan Thorax ☺ Coarse crackle ☺ Wheezing ☺ Tachypnea PEMERIKSAAN LABORATORIUM! • Kultur darah • CBC (leukositosis neutrofilia) MANAJEMEN! • Bronchodilator Pada pasien dengan suara wheezing • Macrolide Pada pasien dengan infeksi mycoplasma • Antibiotik & larutan batuk kurang bermanfaat EDUKASI & PREVENTIF! • Istirahat • Menjaga kondisi tubuh & asupan gizi yudaherdantoproduction www. mycoplasma.com 30 . Croup disease.Influenza.Pneumonia.yudaherdanto. lama-lama menjadi batuk produktif • Sesak nafas DIAGNOSIS BANDING! Tracheitis.ACUTE BRONCHITIS DESKRIPSI PENYAKIT: • Etiology Parainfluenza. Laryngitis. S. Infeksi bakteri sekunder (S. H.

Influenza) ☺ Usia > 5 tahun (S. menyebabkan nekrosis sel epitel dan terjadi peningkatan mukus yudaherdantoproduction www. K.Pneumonia. Streptococcus grup B.Coli.com 31 . S.Influenza. Ada Spora Inflamasi Infiltrasi Nekrosis Kalsifikasi ☺ Blastomyces dermatitides Inhalasi spora Terdapat di paru Respon inflamasi (Granuloma Non-Kaseosa & Sel raksasa) Penyebaran hematogen (Kulit.Pneumonia. E. Tulang. Candida. Genitourinari).Pneumonia. Chlamydia. Enterobacter. H. Mycoplasma) ☺ Nosochomial-acquired (P. H. S.Aureus.Influenza) ☺ Community-acquired (S. • Pada pneumonia akibat VIRUS: ☺ Terjadi efek sitopatik. sel merah digantikan neutrofil (grey hepatization) • Pada pasien immunocompetent. • Penyebab pneumonia: ☺ Usia < 3 bulan (Viral pneumoniae. Enterococcus.Aeruginosa. CNS.Pneumoniae.yudaherdanto. yang mengganggu pertukaran gas. S. Serratia & Proteus). S.Aureus) Infeksi dari ibu Aspirasi mekonium Infeksi saat persalinan dari cervix uterus ibu ☺ Usia 3 bulan – 5 tahun (Viral pneumoniae. H. masa infeksi selama 7-10 hari • Pada pneumonia akibat FUNGAL: ☺ Histoplasma capsulatum Inhalasi spora Terdapat di alveolus difagosit makrofag alveolar terjadi multiplikasi spora intrasel migrasi makrofag menuju limfonodi mediastinal di uptake sistem retikuloendotel (hepar & spleen).Aureus. • Faktor resiko: ☺ Usia (>70 tahun) ☺ Perokok ☺ Immunosupresi ☺ Imobilitas PATOGENESIS PENYAKIT! • Terjadi kongesti inflamasi hiperemia paru berwarna merah-gelap terjadi eksudasi cairan perdarahan (pada alveolus & bronchus) Membentuk konsistensi hepar (red hepatization) Permukaan paru menjadi kuning keabuan pada eksudat.PNEUMONIA DESKRIPSI PENYAKIT! • Infeksi & inflamasi paru akibat inhalasi suatu mikroorganisme.

com 32 . Efusi pleura. Pharyngitis. Bunyi krepitasi. Suara ronki (Coarse inspiratory-expiratory) PEMERIKSAAN LABORATORIUM! Non-Invasif • CBC ☺ Leukositosis (>12.000/mm3) tipical pneumonia community ☺ Neutropenia pada pneumonia nosokomial • Chest X-Ray AP lateral ☺ Kavitasi yudaherdantoproduction www.yudaherdanto. COPD. KEADAAN UMUM! • Kondisi umum: Perubahan status mental • Status Gizi: • Tingkat kesadaran: VITAL SIGN! • Tekanan Darah: • Nadi: • Respirasi: ☺ Dyspnea ☺ Tachypnea < 2bulan 60x/menit 2 – 12 bulan 50x/menit 1 – 5 tahun 40x/menit dewasa > 20/menit • Suhu: demam PEMERIKSAAN FISIK! • Thorax ☺ Inspeksi retraksi dada ☺ Auskultasi Konsolidasi paru.ANAMNESIS (TANDA GEJALA)! • Demam menggigil ☺ Onset mendadak tipical pneumonia community ☺ Onset gradual atipical pneumonia community • Batuk ☺ Batuk produktif tipical pneumonia community ☺ Batuk kering atipical pneumonia community • Nyeri dada pleuritic (tipical pneumonia community) • Gejala extra-pulmoner / diare (atipical pneumonia community) • Sesak nafas • Kecapekan DIAGNOSIS BANDING! Tuberculosis paru. Bronkitis. Pernafasan bronchial.

• Pasien rawat jalan macrolide atau alternatif berupa doxycycline • Pasien COPD stabil macrolide atau alternatif berupa doxycycline • Pasien COPD sedang menerima terapi resp.quinolone cephalosporin/amoxicillin & macrolide EDUKASI & PREVENTIF! • Hentikan kebiasaan merokok • Vaksin influenza & pneumococcus KOMPLIKASI PNEUMONIA! Abses paru.☺ ☺ ☺ Infiltrat unilateral / bilateral Gambaran spesifik: Legionella Infiltrasi bilateral ruang udara Pneumococcal Nekrosis pneumonia Hospital-acquired Radioopaque padat Gambaran coin lesion • • • • Invasif • Pungsi pleural • Biopsi paru (trans-bronchial & paru) • Broncho-Alveolar Lavage • Bronchoscopy Pemeriksaan kultur (darah & sputum) dan serologis ☺ Mycoplasma Kultur NP.yudaherdanto. Efusi pleura. Tetracycline) ☺ Amoxicillin & Cotrimoxsazol Non-Severe Pneumonia ☺ Chloramphenicol Severe pneumonia • Antitusive ☺ Tidak bermanfaat secara scientific ☺ Berbahaya! Banyak kontraindikasi pada berbagai penyakit.com 33 . Empyema. Serologis DFA antigen urinary Pemeriksaan sputum Analisis gas darah Immunofluoroscence antibody technique (DIRECT) Viral pneumonia MANAJEMEN! • Oksigenasi • Penambahan cairan • Terapi antibiotik (Ciprofloxacin. Bakteremia. Serologis PCR ☺ Chlamydia Kultur. yudaherdantoproduction atau alternatif www. Serologis PCR ☺ Legionella Kultur.

saluran nafas & pencernaan TB ekstra-paru ANAMNESIS (TANDA GEJALA)! • Batuk (kering produktif hemoptisis) • Nyeri dada • Malaise.com 34 .Avium. malnutrisi. M. Anorexia & Penurunan BB • Demam & berkeringat malam hari • Dyspnea DIAGNOSIS BANDING! Pneumonia. atau ☺ Terjadi granuloma kronik Nekrosis area central dengan fibrosis perifer terjadi penyembuhan akibat fibrosis & kalsifikasi diikuti penyebaran limfogen. • Predileksi infeksi tuberculosis: Paru & pleura. Bronkitis. monosit). imunosupresan.Kansasii. imigran. DM. bersin. bicara). PATOGENESIS PENYAKIT! Inhalasi droplet Multiplikasi mycobacterium didalam alveoli • Terjadi penyebaran ke limfonodi regional • Terjadi reaksi inflamasi akut (PMN. Tuberculosis (tulang) KEADAAN UMUM! • Kondisi umum: lemas • Status Gizi: malnutrisi • Tingkat kesadaran: VITAL SIGN! • Tekanan Darah: • Nadi: • Respirasi: dyspnea • Suhu: demam yudaherdantoproduction www. • Faktor resiko: pasien HIV. alkoholik. tulang & sendi. Dimana usia produktif (25-44 tahun) rawan terinfeksi. diseminasi TB. hematogen. lansia. dan tiap tahun 3 juta orang meninggal akibat TB. perokok. Bronchogenic carcinoma. CNS.yudaherdanto. M. genitourinari. Efusi pleura. limfatik. akibat dari inflamasi akut memungkinkan terjadinya: ☺ Resolusi sembuh. • Sifat mycobacterium adalah AFB (Acid Fast Bacilli) • Insidensi di Indonesia ada di peringkat 3 terbanyak setelah india & cina.TUBERCULOSIS DESKRIPSI PENYAKIT! • Merupakan penyakit akibat infeksi mycobacterium tuberculosis (M.Bovis) yang dapat menyebar melalui droplet atau kontak dekat (batuk. Di dunia setiap 1 detik terdapat 1 pasien yang terinfeksi.

Abses paru. Sample 3 Pengambilan sample “on the spot” Waktu pemeriksaan • Kategori 1 1 minggu sebelum akhir bulan ke 2.5 μm ☺ Untuk dikatakan positif TB.2-0. Ca-Bronchogenic. Ca-Bronchogenic) Infiltrat bilateral (Pneumonia. Gangguan paru) Mediastinal lymphadenopathy (Lymphoma.yudaherdanto. Sample 1 Pengambilan sample “on the spot” • Hari 2. harus ditemukan 5000-10000 basil/ml Prinsip pemeriksaan sputum: dilakukan pemeriksaan sebanyak 3x • Hari 1.com 35 . Sarcoidosis) Milliary shadowing (pada TB yang menyebar hematogen) • • Kultur PCR yudaherdantoproduction www. Ca-Bronchial) ☺ ☺ ☺ ☺ Infiltrat unilateral (Pneumonia. lebar 0.PEMERIKSAAN FISIK! • Pemeriksaan thorax: auskultasi (post-tussive apical rales) PEMERIKSAAN LABORATORIUM! • Pemeriksaan mikroskop sputum. 7 & akhir terapi. berdasar kategori TB ☺ Tampak berwarna Merah ☺ Tersusun seperti manik-manik “Beaded rod” ☺ Panjang 2-4 μm. 5 & akhir terapi • Kategori 2 1 minggu sebelum akhir bulan ke 3. • Kategori 3 Akhir bulan ke-2 & akhir terapi • Pemeriksaan X-Ray top lordotic pada apex paru (Pengamatan tunggal menggunakan X-Ray dapat menyebabkan overdiagnosis kasus) ☺ Kavitasi (Pneumonia. Sample 2 Pengambilan sample pada pagi hari • Hari 2.

HRZE.yudaherdanto.MANAJEMEN! • Menggunakan obat FDC. • Kategori pasien TB ☺ Kategori 1 (2 HRZE. BTA -. yaitu: ☺ 75 mg INH (H) ☺ 150 mg Rifampicin (R) ☺ 400 mg Pirazinamide (Z) ☺ 275 mg Ethambutol (E) Karena rentannya terjadi resistensi pada jenis obat ini. maka pengawasan minum obat harus ketat dan juga paket obat harus lengkap. 1 OHE • Penderita hepatitis akut & ikterus ☺ OAT ditunda ☺ Jika sangat butuh! Strategi! 3 SE. Empyema ☺ TB ekstra-paru dengan komplikasi yudaherdantoproduction www. 4H3R3) TB paru baru. Fistula Bronchopleura. 6 RH • Penderita gangguan ginjal ☺ Hindari Streptomisin & Ethambutol ☺ Strategi! 2 RHZ & 6 RH • Penderita DM ☺ Waspadai penggunaan ethambutol • Indikasi steroid! ☺ TB meningitis ☺ TB milier ☺ TB Pleuritis eksudativa ☺ TB perikarditis konstriktiva • Indikasi operasi! ☺ TB paru dengan Batuk darah masif. 4 H3R3) TB paru baru. 6 RH atau 2 HES. Rontgen + TB ekstra-paru berat ☺ Kategori 2 (2 HRZE.com 36 . BTA -. BTA + TB paru baru. 5H3R3E3) Riwayat pengobatan yang gagal TB Kambuh ☺ Kategori 3 (2RHZ. Rontgen + TB ekstra paru (kecuali TB tulang belakang) PENGOBATAN TB KHUSUS! • Ibu hamil tidak boleh mengkonsumsi streptomisin • Ibu menyusui melakukan prevensi pada bayi dengan konsumsi INH • Jika mau menggunakan kontrasepsi: ☺ Pakai kontrasepsi non-hormonal ☺ Estrogen dosis tinggi (50mcg) • Penderita kelainan hati ☺ Peningkatan ALT & AST 3x Menghentikan OAT ☺ Tidak boleh memberikan Pirazinamide ☺ Strategi! 2 RHES.

MANAJEMEN KATEGORI 1 BERAT BADAN 30 – 37 kg 38 – 54 kg 55 – 70 kg > 70 kg (2RHZE / 4R3H3) TAHAP LANJUTAN (3 kali seminggu selama 4 bulan) 2 tablet 2 FDC 3 tablet 2 FDC 4 tablet 2 FDC 5 tablet 2 FDC TAHAP INTENSIF (Tiap hari selama 2 bulan) 2 tablet 4 FDC 3 tablet 4 FDC 4 tablet 4 FDC 5 tablet 4 FDC MANAJEMEN KATEGORI 2 BERAT BADAN (2HRZE / HRZE / 5H3R3E3) TAHAP LANJUTAN (3 kali seminggu selama 5 bulan) 2 tablet 2FDC 2 tablet Ethambutol 3 tablet 2FDC 2 tablet Ethambutol 4 tablet 2FDC 2 tablet Ethambutol 5 tablet 2FDC 2 tablet Ethambutol 30 – 37 kg 38 – 54 kg TAHAP INTENSIF Selama 3 bulan Setiap hari Setiap hari selama selama 2 bulan 1 bulan 2 tablet 4FDC 2ml 2 tablet 4FDC streptomisin injeksi 3 tablet 4FDC 3ml 3 tablet 4FDC streptomisin injeksi 4 tablet 4FDC 4ml 4 tablet 4FDC streptomisin injeksi 5 tablet 4FDC 4ml 5 tablet 4FDC streptomisin injeksi 55 – 70 kg > 70 kg MANAJEMEN KATEGORI 3 BERAT BADAN 30 – 37 kg 38 – 54 kg 55 – 70 kg > 70 kg 168 tablet 4 FDC 56 x 500 mg S 252 tablet 4 FDC 56 x 750 mg S 336 tablet 4 FDC 56 x 1 gr S 420 tablet 4 FDC 56 x 1 gr S (2HRZES / HRZE / 5H3R3E3) TAHAP LANJUTAN 3x/minggu selama 5 bulan (60x) 120 tablet 2 FDC 120 tablet E 180 tablet 2 FDC 180 tablet E 240 tablet 2 FDC 240 tablet E 300 tablet 2 FDC 300 tablet E TAHAP INTENSIF 1x/hari selama 3 bulan (84 hari) EDUKASI & PREVENTIF! • Menjaga asupan nutrisi • Profilaksi (streptomycin) • Menghentikan kebiasaan merokok & minum alkohol • Imunisasi TB yudaherdantoproduction www.com 37 .yudaherdanto.

COPD DESKRIPSI PENYAKIT! • Chronic Obstructive Pulmonary Disease • Suatu kondisi penyakit yang di karakteristik oleh keterbatasan aliran udara yang reversibel tidak sempurna & juga progresif akibat Respon inflamasi paru terhadap partikel & gas berbahaya. rokok) dapat mengganggu mukosiliar dalam melakukan pembersihan jalur pernafasan. Bronchiolitis. menyebabkan kerusakan epitel… dimana kerusakan epitel akan menyebabkan progresi COPD & kembali mengganggu mukosiliar dalam melakukan pembersihan jalan nafas. Adanya respon inflamasi akan menyebabkan: • Peningkatan stress oxidative (konsumsi anti-oxidant) • Peningkatan aktivitas elastolytic (perubahan keseimbangan elastase dan anti-elastase) Akibat respon ini.com 38 . Asma bronchial. ☺ Peningkatan eosinofil COPD ringan ☺ Tidak terjadi peningkatan eosinofil COPD berat FAKTOR RESIKO! • Eksaserbasi musim dingin • Perokok • Pasien yang sedang batuk produktif atau sesak nafas ANAMNESIS (TANDA GEJALA)! • Batuk dengan sputum mukoid • Sesak nafas DIAGNOSIS BANDING! Emfisema.yudaherdanto. IL-6. kerusakan pada mukosiliar akan menyebabkan kolonisasi bakteri (adhesi bakteri). Dengan adanya bakteri akan menyebabkan produksi produk bakteri. PATOGENESIS! Faktor inisiasi (infeksi virus. yang berupa: • Lipopolisakarida • Histamin • Protease (merusak alveoli) Akibat produk bakteri ini. Chronic bronchitis yudaherdantoproduction www. akan menyebabkan progresi COPD! PATOFISIOLOGIS! • Hipersekresi mukus (obstruksi lumen) • Disrupsi alveolar (emfisema) • Inflamasi & fibrosis mukosa dan peribronchial (Obliterative bronchiolitis) • Eksaserbasi akut COPD: ☺ Peningkatan neutrofil. IL-8 pada sputum. Bronchiectasis.

com 39 . dimana normalnya sekitar 80%.KEADAAN UMUM! • Kondisi umum: susah bernafas • Status Gizi: • Tingkat kesadaran: VITAL SIGN! • Tekanan Darah: • Nadi: hipertensi (pada hipertensi pulmoner) • Respirasi: dyspnea • Suhu: PEMERIKSAAN FISIK! • Thorax ☺ Stridor (high-pitch continue noise) ☺ Wheezing ☺ Dyspnea (Progresif lambat) ☺ Edema (terjadi pada cor pulmonal) PEMERIKSAAN LABORATORIUM! • Spirometri (Gold Standard!) ☺ Menunjukkan FEV1 yang landai. and atrial fibrillation) MANAJEMEN! • Bronchodilator (β2-agonist. Ipratropium Bromide & Oxitropium Bromide ☺ Kombinasi “inhaler” (Ipratropium Bromide + β2-agonist aksi lambat) • Antibiotik: Jarang digunakan karena secara statistik signifikan namun secara klinik tidak menunjukkan hasil yang bermanfaat. rasio FEV1/FVC pada COPD adalah 60%. anticholinergic. Selain itu COPD biasa disebabkan oleh virus ataupun non-infektif. yudaherdantoproduction www.yudaherdanto. • Chest X-Ray ☺ Hyperinflasi dengan diafragma yang flat ☺ Bula parenkim • Blood Gas Analysis (diagnosis obstruksi akut & kronik) • α1 screening (pada pasien <45 tahun) • ECG ☺ Sinus tachycardia ☺ Supraventricular arrhythmias (multifocal atrial tachycardia. dan tidak menghambat reseptor M2 yang penting bagi fisiologis manusia. kemampuan membuang nafas sekuatnya dalam 1 detik buruk! ☺ Penurunan FVC yang signifikan… ☺ Bila dibandingkan dengan normal. atrial flutter. teofilin) Terapi utama ☺ Anti-cholinergic Tiotropium Bromide Menghambat reseptor M1 & M3.

com 40 . ☺ 10% pasien COPD membaik pada pemberian kortikosteroid oral! Mengapa? Karena pasien COPD ini juga mengidap asma… Kortikosteroid inhalasi ☺ Terapi pada acute eksaserbasi ☺ Terapi jangka panjang menurunkan progresi COPD Non-Invasif BIPAP meningkatkan tekanan gas darah & pH darah. menurunkan durasi rawat inap NIPPV di rumah sakit & kematian di rumah sakit. EDUKASI & PREVENTIF! • Menghindari rokok • Menjaga kesehatan (asupan nutrisi. istirahat dan olahraga) • Vaksinasi terhadap influenza & pneumococcal yudaherdantoproduction www.• • • • • Oksigenasi ☺ Penurunan kematian ☺ Peningkatan QoL (COPD berat & Hypoxemia kronik) Kortikosteroid oral ☺ Terapi utama pada asma kronik ☺ Tidak berefek pada inflamasi COPD… karena kortikosteroid memperpanjang masa hidup neutrofil & tidak menekan inflamasi neutrofilik.yudaherdanto. menurunkan pemakaian ventilasi mekanik invasif & intubasi.

Eosinofilia. Bronchiectasis. dll) gejala klinis. Foreign body aspiration.ASTHMA BRONCHIAL DESKRIPSI PENYAKIT! Yaitu inflamasi kronik pada saluran nafas yang berhubungan dengan: • Hiperresponsif • Keterbatasan aliran udara • Gejala respirasi Dapat menyebabkan alkalosis metabolic. Pneumonia KEADAAN UMUM! • Kondisi umum: susah bernafas • Status Gizi: • Tingkat kesadaran: yudaherdantoproduction www. Asimptomatic.yudaherdanto. Penggunaan ß2-agonist > 1x/minggu harian.00 – 04. Mengganggu aktivitas > 1x/minggu. Inflamasi.00) • Batuk episodik DIAGNOSIS BANDING! COPD. KLASIFIKASI ASMA MENURUT GINA! GEJALA STEP 4 (Berat persisten) STEP 3 (Sedang persisten) STEP 2 (ringan persisten) STEP (intermiten) GEJALA MALAM PEF Nilainya < 60% dari PEF prediksi Nilainya > 60-80% dari PEF prediksi Nilainya > 80% dari PEF prediksi Nilainya > 80% dari PEF prediksi Terus menerus – Mengganggu Sering aktivitas Harian. Emfisema. PEF < 2x/bulan Normal PATOGENESIS! Pemicu (alergen.com 41 . < 1x/hari > 2x/bulan 1 < 1x/minggu. Brochitis Hyperresponsif Muncul PATOFISIOLOGIS! • Bronchoconstriction acute • Edema saluran nafas & Hipersekresi mukus kronik • Remodeling saluran nafas ANAMNESIS (TANDA GEJALA)! • Batuk • Sesak nafas yang memburuk pada malam hari (Akibat reaktivitas bronchial & tonus bronchomotor pada ritme circadian yang memuncak pada pukul 03. virus.

Antiinflamasi inhalasi ☺ Asma moderate: Mast cell stabilizer / Glucocorticoid Glucocorticoid / Leukotriene antagonist ☺ Asma berat Glucocorticoid / Leukotriene antagonist yudaherdantoproduction www.com 42 .yudaherdanto.VITAL SIGN! • Tekanan Darah: • Nadi: • Respirasi: dyspnea • Suhu: PEMERIKSAAN FISIK! • Thorax ☺ Nafas pendek & dyspnea + Wheezing ☺ Retraksi interkostal PEMERIKSAAN LABORATORIUM! TANDA GEJALA AKTIVITAS BERBICARA POSISI KESADARAN CYANOSIS WHEEZING DYSPNEA PENGGUNAAN OTOT BANTU RETRAKSI RR HR PULSUS PARADOXAL SaO2 PaO2 PaCO2 & RINGAN Nangis keras Kalimat Supinasi Agitasi (+) Sedang Ringan Intercostal Tachypnea Normal (<10mmHg) >95% Normal <45mmHg SEDANG Nangis lemah Frase Duduk Agitasi (++) High-Pitch Sedang + Suprasternal Tachycardia + (10-20mmHg) 91-95% >60mmHg BERAT Istirahat (gak bisa makan) Kata Posisi Tripot Bingung + Terdengar tanpa stetoskope Berat Paradoxal + Nasal flare + (>20mmHg) <90% <60mmHg > 45mmHg Menurun Bradycardia GAGAL NAFAS MANAJEMEN! Algoritma pasien asma bronkial… 1. Bronkodilatasi kerja pendek inhalasi (β2-mimetic) ☺ Asma ringan <3x/minggu ☺ Asma moderate <4x/hari ☺ Asma berat <4x/hari atau digunakan setiap 2-3 jam 2.

Ephedrine Menyebabkan stimulasi α. & Pranlucast (Cyst-LT1 Antagonis) ☺ Mengikat Reseptor Antibodi-IgE pada sel mast ☺ Mencegah pelepasan mediator kimia & histamin BRONCHODILATOR • Sympathomimetic ☺ β2-selective • • Aksi singkat Salbutamol.yudaherdanto. Acetylcystein. Untuk asma berat Terapi Glukokortikoid sistemik 5.mulut kering ☺ Tiotropium bromide Memblok reseptor M1 & M3 yudaherdantoproduction www. β1 & β2.3. ☺ α & β-nonselective Adrenaline. Glicerylguaiacolate) 9.com 43 . Mukolitik (Bromhexin. Efek samping: Tachycardia (vasokonstriksi) & Peningkatan BP. Zafirlucast. Efek samping: Tachycardia & Peningkatan BP. Aminophyline ☺ Tidak direkomendasikan lagi ☺ Menstimulasi CNS Insomnia (15 μg/ml) Restlessness & Irritable Cardiac arrhytmia (20 μg/ml) Convulsi (40 μg/ml) ☺ Bersifat “Narrow Therapeutic Margin” Anti-muscarinic ☺ Ipatropium Memblok reseptor M1 M2 M3 Efek samping tachycardia. karena banyak efek samping. Terapi maintenance bronkodilatasi ☺ Teofilin peroral / β2-mimetic per oral ☺ β2-mimetic inhalasi ☺ Parasympatholytic 4. Batuk (Antitusive & Expectoran) 7. Obat control ICS (Inhalation Corticosteroid) 6. loratadine. Derivat xanthine ☺ Theophylline. Tidak lagi direkomendasi. Antihistamin (Chlorpheniramine. Terfenadine) 8. Montelucast. ANTI IgE ANTIBODY! ☺ Omalizumab (Antibodi Monoklonal). Terbutaline Untuk serangan akut Aksi panjang salmeterol Untuk maintenace ☺ β1 & β2-nonselective Orciprenaline Menyebabkan stimulasi β1 & β2 reseptor. Astemizol.

Lipodystrophia.EDUKASI & PREVENTIF! Menghindari rokok Menjaga kesehatan (istirahat. (GIT) • Corticosteroid ☺ Contoh Prednisone.yudaherdanto. ECF.com 44 . asupan makanan & olahraga ringan) Penggunaan obat profilaktik. Gangguan gastrointestinal. Prednisolone. Dexametason ☺ Mencegah serangan asma (Menghambat pelepasan histamin & mediator kimia lainnya) ☺ Kekuatan terhadap infeksi (Menghambat sistem retikuloendotelial) ☺ Efek samping: Moon face. Memblok saluran kalsium) ☺ Efek samping: Iritasi lambung. Osteoporosis. • Ketotifen ☺ Mencegah asma bronkial (menghambat pelepasan mediator kimia) ☺ Menghambat bronkokonstriksi (menghambat influx Ca2+ ke dalam otot polos bronchial) ☺ Mencegah serangan asma (Menghambat aksi PAF. • Cromolyn ☺ Mencegah serangan asma (Menghambat pelepasan histamin & mediator kimia lainnya. NCF) ☺ Obat profilaksi yang berefek pada penghambatan H1 yudaherdantoproduction www.

yudaherdanto.PENYAKIT CARDIOCEREBROVASCULAR yudaherdantoproduction www.com 45 .

alkoholisme. toxaemia gravidarum. tergantung penyakit dari hipertensi. Ganas 20%) ☺ Etiologi: penyakit ginjal. Karena hipertensi adalah suatu gejala yang mengikuti suatu penyakit. ☺ Pusing ☺ Mudah lelah yudaherdantoproduction www. penyakit adrenal. jantung atau ginjal) yang menyebabkan suatu peningkatan abnormal dari tekanan darah arteri • Dikenal varian dari hipertensi.HYPERTENSION DESKRIPSI PENYAKIT! • Adanya gangguan organ (pembuluh darah. • Hipertensi sekunder ☺ Kejadian 5% (Jinak 80%. Ganas 10%) ☺ Etiologi: genetik. ras. gangguan membran sel. lingkungan (diet & stress). meningkatnya “pressor agent” dalam plasma. neurogen. tumor penghasil renin.com 46 . FAKTOR RESIKO! • Lansia: ☺ Pria > 55 tahun ☺ Wanita > 65 tahun • Perokok • Dyslipidemia PATOGENESIS! peningkatan TEKANAN DARAH pada kerusakan ginjal • Hipertensi glomerulus Hiperfiltrasi Difungsi glomerulus • Hiperplasi sel mesangial • Inflamasi intrarenal disfungsi endotel proliferasi VSMC Proteinuria ANAMNESIS (TANDA GEJALA)! • Tidak begitu jelas.yudaherdanto. yaitu “hipertensi sistemik” ditandai dengan tekanan Sistole > 160 mmHg & Diastole > 95 mmHg KLASIFIKASI HIPERTENSI JNC VII! • Normal <120/<80 • Pre-hipertensi 120-139/80-89 (resiko kematian 2x) • Hipertensi tahap 1 140-159/90-99 (resiko kematian 4x) • Hipertensi tahap 2 >160/>100 (resiko kematian 8x) MACAM-MACAM HIPERTENSI SISTEMIK! • Hipertensi esensial ☺ Kejadian 95% (Jinak 90%.

Vasodilatasi Preload & Afterload menurun Beban kerja jantung menurun. ☺ Jika tidak ada komplikasi < 140/90 ☺ Jika ada komplikasi (DM. tidak dianjurkan menggunakan 1 obat dengan dosis besar. Penyakit renal) < 130/80 • Diuretik ☺ Obat diuretik Menghambat reabsorbsi tubuler Na+ Diuresis + Kehilangan air & Na Volume cairan & darah tubuh menurun Tekanan darah menurun Beban kerja jantung menurun Menghambat reabsorbsi tubulus kontortus distal Na+ Na+ & ☺ Thiazide Ca2+ menurun Vasodilatasi Vasodilatasi Tekanan darah menurun Beban kerja jantung menurun.DIAGNOSIS BANDING! • Coarctatio aorta • Gangguan katup (stenosis. yudaherdantoproduction www. insufficiency) • Congestive heart failure • Gangguan septal • Atherosclerosis KEADAAN UMUM! • Kondisi umum: lelah • Status Gizi: • Tingkat kesadaran: VITAL SIGN! • Tekanan Darah: hipertensi • Nadi: • Respirasi: • Suhu: PEMERIKSAAN FISIK! • Thorax Hipertropi ventrikel kiri PEMERIKSAAN LABORATORIUM! • Pemeriksaan tekanan darah (tensimeter) • Pemeriksaan Patologi Anatomi ☺ “Flea-bite” hemorrhage (pada ginjal) ☺ Adanya nekrosis fibrinoid (pada dinding arteri di ginjal) ☺ Adanya gambaran penebalan konsentris seperti “kulit bawang” (pada hiperplasi arteriolosklerosis) MANAJEMEN! • Prinsip: “the lower. the better” ☺ Dianjurkan mengkombinasi 2 obat.com 47 .yudaherdanto.

bumetanide. piretanide. clopamide. asam etakrinat) Menurunkan 15-20 mmHg Bekerja di Ansa henle Diuretik sedang (chlorothiazide.yudaherdanto. carbonic anhydrase inhibitor bekerja di tubulus kontortus proksimal & spironolactone) K+ sparing diuretics (spironolactone) antagonis aldosteron Terapi gagal jantung kronis bekerja di Tubulus konvolutus ☺ Durasi diuretik Chlorothiazide (6-12 jam) Chlortalidone (48-72 jam) Furosemide (4-5 jam) / Loop diuretik Kerja durasi singkat Simpatolitik ☺ Menghambat aktifitas parasimpatis ☺ Bekerja pada central Meningkatkan aliran darah ginjal Dapat menyebabkan depresi Clonidine Pra-sinaptik α2-adrenoreseptor stimulan pelepasan noradrenalin penurunan tonus simpatis Penurunan kontraksi jantung vasodilatasi Penurunan tekanan darah Untuk hipertensi Methyldopa Menghambat sintesis noradrenalin Penurunan neurotransmisi Penurunan tonus simpatis Penurunan kontraksi jantung Vasodilatasi Penurunan tekanan darah Untuk hipertensi ☺ Neuron blocker Reserpin Tidak digunakan ☺ Adrenoreseptor blocker α-Blocker Untuk gagal jantung kronik α1-blockers (prazosin. HCT. terrazosin) Vasodilatasi Penurunan tekanan darah Menyebabkan tachycardia homeostasis α1 dan α2-blockers (phentolamine) Tidak di rekomendasi Tidak boleh dikombinasi dengan diuretik Vasodilatasi Penurunan tekanan darah Menyebabkan tachycardia homeostasis berat & hipotensi orthostatic Obat 2nd line hipertensi Untuk hipertensi & angina β-Blocker pectoris & aritmia Diberikan pada orang yang tachycardia Diperiksa aktivitas renin (karena β-blocker mengurangi sekresi renin) β1-non-selective (noncardioselective) propranolol ☺ yudaherdantoproduction www. chlorthalidone. xipamide & indapamide) Obat umum hipertensi Diuretik lemah (manitol.com 48 .• Furosemide & Thiazide Diuresis Kehilangan Na+ & K+ Hypokalemia Aritmia jantung ☺ Macam-macam Diuretik: Diuretik kuat (Furosemide.

timolol ☺ Sympathetic ganglion blocker Trimetaphan Bukan obat rutin hipertensi RAA (Renin-Angiotensin-Aldosteron) System Inhibitor ☺ β-blockers (acebutolol) Mengurangi sekresi renin ☺ ACE inhibitor (captopril. lisinopril. penurunan kontraksi jantung. labetolol (α and β) β1-selective (cardioselective) Bronkokonstriksi & memperburuk DM acebutolol alprenolol atenolol metoprolol Meminimalisir henti jantung pada β1-partial agonist pasien non tachycardia acebutolol alprenolol oxprenolol pindolol β1-ISA negative antagonist (full antagonist) Untuk pasien tachycardia propranolol atenolol metoprolol.com 49 . bronkodilatasi. valsartan) menghambar reseptor angiotensin Efek samping: Up-Regulation (Fenomena rebound) Menyebabkan krisis hipertensi Solusi: Penggantian obat secara bertahap Tidak menimbulkan batuk ☺ Aldosteron antagonist (spironolacton) diuretics Calcium Antagonist ☺ Menghambat influx Ca2+ Penurunan Ca2+ intrasel Penurunan eksitasi sel Bekerja pada otot jantung & otot polos Menyebabkan vasodilatasi. timolol.yudaherdanto. konstipasi. enalapril) menghambat konversi angiotensin I menjadi angiotensin II Efek samping: Hipotensi Batuk kering (akumulasi bradikinin pada mukosa bronchial) ☺ AT-blockers (losartan.• • pindolol oxprenolol. meteorism ☺ Indikasi: Menurunkan tekanan darah tanpa tachycardia homeostasis Meningkatkan aliran darah ke jaringan Menyebabkan kelelahan Jangan diberikan pada gagal jantung yudaherdantoproduction www.

com 50 . terazosin) Menimbulkan tachycardia ☺ Calcium antagonists (nifedipin) Tidak menimbulkan tachycardia EDUKASI & PREVENTIF! • Imunisasi terhadap angiotensin II • Hindari rokok • Konsumsi makanan rendah lemak jenuh / kolestrol yudaherdantoproduction www.☺ Tipe: • Type-L calcium channel long lasting (pada neuron tertentu.yudaherdanto. galopamil. ketopamil untuk jantung Diltiazem Nifedipine. otot jantung dan otot polos tertentu) Type-T calcium channel transient (pada cardiac pace maker & atrial) Type-N calcium channel neither L nor T (pada neuron tertentu) Type-P calcium channel Purkinje (pada jaringan konduksi jantung) Type-R calcium channel ? ☺ Blokade calcium channels: Varapamil. nimodipin afinitas vascular Obat lain (flunarizine. oxatomide) Direct acting vasodilator ☺ Hydralazine ☺ Minoxidil ☺ Nitropruside Tidak digunakan karena berbahaya & repot ☺ α1-blobkers (prazosin. cinarizine.

Menimbulkan kodisi: ☺ Unstable angina ☺ Myocardial infarct ☺ Critical leg ischemia (ekstremitas) ☺ TIA / Transien Ischemic Attack STADIUM PEMBENTUKAN PLAK ATHEROSCLEROSIS! • Stage A: Cedera endotel • Stage B: Pembentukan Stria Lemak (Fatty Streak) • Stage C: Pembentukan Plaque fibrosis • Stage D: Pembentukan plaque tidak stabil yudaherdantoproduction www.yudaherdanto. menyebabkan thrombosis. • Etiologi pembentukan atherosclerosis: ☺ Infeksi (H.com 51 . Chlamydia).Pylory. makrofag) TAHAPAN MANIFESTASI PADA ATHEROSCLEROSIS! • Gangguan metabolisme lipid (asymptomatik) • Pembentukan plak fibrosa (menyebabkan stable angina) • Atherosclerosis ☺ Pembentukan plak atherosclerosis stabil (menyebabkan stable angina) Terdapat sel endotel Cap fibrosa terdapat banyak sel otot polos ☺ Pembentukan plak atherosclerosis tidak stabil Hanya terdapat sel endotel tipis Cap fibrosa terdapat sedikit otot polos • Ruptur plak.PENYAKIT JANTUNG KORONER DESKRIPSI PENYAKIT JANTUNG KORONER! • Penyakit jantung koroner merupakan gangguan pada jantung yang disebabkan oleh gangguan pada pembuluh darah koroner. biasanya karena proses atherosklerosis. endotel. Inflamasi & stress oksidatif ☺ Mutasi (akibat infeksi & stress oksidative) ☺ Proliferasi abnormal (otot polos.

yudaherdanto. dimana thrombosis koroner menyebabkan vasospasme pembuluh koroner) • Acute Myocardial Infarction (AMI) ☺ Non-ST elevation ☺ ST elevation • Aritmia (merupakan komplikasi utama dari acute myocardial infarction) ☺ Tachyarrythmia (Fibrilasi ventrikel).• Faktor resiko penyakit jantung koroner. dapat menyebabkan Cardiac arrest & sudden death ☺ Bradyarryythmia • Henti Jantung • Gagal Jantung (Disfungsi ventrikel akibat nekrosis otot) APA SAJA YANG TERMAKSUD SINDROMA KORONER AKUT? • Unstable Angina • Acute Myocard Infarct Non-ST Elevasi • Acute Myocard Infarct ST-Elevasi APA SAJA YANG TERMAKSUD SINDROMA ISKEMIK? • Angina pectoris ☺ Stable angina ☺ Unstable angina ☺ Prinzmetal angina • Acute Myocard Infarct • Penyakit jantung iskemik kronik • Sudden cardiac death yudaherdantoproduction www. biasanya pada nyeri saat olahraga) ☺ Unstable angina pectoris (Akibat ruptur plak. yaitu: ☺ Unmodified Risk Factors Usia > 40 tahun Jenis kelamin: laki-laki Genetik ☺ Modified Risk Factors Merokok Diabetes Melitus & Hipertensi Obesitas & Dyslipidemia Kurang bergerak Stress mental dan kepribadian TAHAPAN DALAM PENYAKIT JANTUNG KORONER! • Asymptomatik • Angina pectoris ☺ Acute angina pectoris ☺ Stable angina pectoris (Akibat kebutuhan O2 yang banyak.com 52 . sehingga menyebabkan Agregasi platelet & Trombosis koroner. nyeri dapat terjadi saat istirahat) ☺ Prinzmetal angina pectoris (Lanjutan dari unstable angina pectoris.

aVL & lead lateral (C4-6) TAHAPAN PATOLOGIS KERUSAKAN AKIBAT MYOCARDIAL INFARCTION! WAKTU MIKROSKOPIS MAKROSKOPIS < 18 JAM 24-48 JAM Inflamasi akut.Interventricularis Anterior (Coronaria Sinistra) ☺ 50% kasus ☺ Infark anterior ☺ Kasus yang paling sering menyebabkan Sudden death ☺ Perubahan ECG pada lead anterior • Obstruksi A.PENYAKIT JANTUNG ISKEMIK APA ITU PENYAKIT JANTUNG ISKEMIK? • Kondisi dari penyakit jantung koroner. tampak seperti karet 3-4 HARI Jaringan granulasi dini berwarna kuning dengan batas hemorrhage. Edema Inflamasi & Nekrosis. Nekrosis sel Otot memucat & edema otot.Coronaria Dextra ☺ 30% kasus ☺ Infark inferior ☺ Perubahan ECG pada lead II. dimana jantung mengalami ketidakseimbangan antara suplai O2 dengan kebutuhan myocardium akibat gangguan dari pembuluh koroner. III. sehingga terjadi penurunan fungsi jantung. vasospasme) ☺ Peningkatan kebutuhan myocardium (tachycardia. MANIFESTASI ISKEMIK JANTUNG BERDASAR OBSTRUKSI KORONER! • Obstruksi A. • Penyakit jantung iskemik biasanya disebabkan oleh: ☺ Penurunan aliran darah koroner (atherosclerosis. Jaringan granulasi. 3-6 Fibrosis padat MINGGU yudaherdantoproduction www. hipertropi. Pada bagian central. selalu tidak lepas dari penyakit jantung iskemik. Keracunan CO.Circumflexa (Coronaria Sinistra) ☺ 20% kasus ☺ Infark lateral ☺ Perubahan ECG pada lead I. akan menyebabkan “myocardial infarction”. • Penyakit jantung iskemik merupakan bagian dari penyakit jantung koroner. Perokok. yang Area yang infark berwarna pucat & tipis 1-3 berprogresi menjadi fibrosis MINGGU Bekas luka menjadi putih & keras. • 80% kematian pasien penyakit jantung disebabkan karena penyakit jantung iskemik.yudaherdanto. stress mental) ☺ Penurunan kemampuan transpor O2 (Anemia berat.com 53 . Penyakit jantung cyanotic congenital) • Pada kondisi iskemik berkelanjutan. aVF • Obstruksi A. olahraga. thrombosis.

tulang) • Visceral pain (emboli paru. ulkus peptikum. kesakitan (nyeri angina) • Status Gizi: • Tingkat kesadaran: Pingsan (Pada kasus sindrom koroner akut) VITAL SIGN! • Tekanan Darah: Hipotensi • Nadi: Tachycardia (menimbulkan angina) • Respirasi: • Suhu: PEMERIKSAAN FISIK! • Pemeriksaan Thorax ☺ Ritme gallop akibat disfungsi ventrikel ☺ Murmur sistolik (Insufficiency mitral) ☺ Aritmia PEMERIKSAAN LABORATORIUM! ECG • Pada stable angina. diremas. paling lama 15-20 menit Sindroma Koroner Akut (Unstable Angina & Myocardial Infarction) • Nyeri dada hebat. diaphoresis. pleuritis. terbakar ☺ Sensasi menjalar pada daerah dermatom C8-T4 ☺ Akibat stress & olahraga ☺ Sembuh setelah istirahat & pada pemberian nitrat ☺ Durasinya singkat (< 3 menit).ANAMNESIS (TANDA GEJALA) PENYAKIT JANTUNG KORONER! Stable angina • Nyeri dada retrosternal / mid-sternum ☺ Sensasi sesak nafas. tremor (anemia & tirotoksikosis sebagai pemicu angina) DIAGNOSIS BANDING PENYAKIT JANTUNG KORONER! • Cutaneus pain (nyeri otot. pingsan • Nyeri menjalar ke bahu atau lengan kiri • Faktor pemicunya kurang jelas • Angina tidak membaik setelah istirahat atau pemberian nitrat • Durasi lama > 30 menit • Pucat. ditusuk. ditimpa. seperti ditindih • Sesak nafas.yudaherdanto. diseksi aorta) KEADAAN UMUM! • Kondisi umum: lemah (sesak nafas).com 54 . muntah. GERD. ☺ Depresi ST horizontal pada V1-3 (gambaran iskemik) ☺ T flat pada lead III & aVF ☺ Saat pasien tidak sakit dada T inversi pada V1-6 ☺ Saat pasien sakit dada T upright V2-6 yudaherdantoproduction www. berkeringat. kulit. mual.

aVF • Obstruksi A. sehingga mudah dideteksi MYOGLOBIN! • Marker paling cepat (hal ini karena ukuran molekulnya sangat kecil) 2 jam dari onset nyeri • Ditemukan pada sitoplasma pada semua jenis otot dapat terdeteksi CREATINE KINASE! • Ditemukan pada otot.5x normal unstable ☺ Peningkatan Spesifik: Adanya progresi dari angina stable angina ☺ Peningkatan Non-spesifik: Adanya progresi dari unstable angina infark myocard CARDIAC MARKER TROPONIN! • Paling spesifik • Troponin C Pada semua jenis otot • Troponin I & T Pada otot jantung ☺ Troponin I memiliki ukuran yang lebih kecil. • Pemeriksaan CK-MB (mass) dilakukan pada acute myocard infark & Reinfark yudaherdantoproduction www.com 55 .yudaherdanto. tapi tidak spesifik. aVL & lead lateral (C4-6) Pemeriksaan laboratorium • Profil lipid & Glukosa darah • Hb & Fungsi ginjal • Cardiac marker ☺ Pada stable angina & unstable angina.Circumflexa (Infark lateral) Perubahan pada lead I.Coronaria Dextra (Infark inferior) Perubahan pada lead II. serum enzim meningkat 1. ☺ Angina Tidak Stabil Gambaran ECG-nya Non ST-Elevasi Tidak ada Q patologis ☺ Acute Myocard Infarct (serangan jantung) ST-Elevasi atau non ST-Elevasi Terdapat Q patologis PEMERIKSAAN ECG PADA MYOCARDIAL INFARCTION! • Obstruksi A. jantung. otak. III.Interventricularis Anterior (Infark anterior) Perubahan pada lead anterior • Obstruksi A. serum enzim normal ☺ Pada acute myocardial infarct. • Murah. mudah.• Pada sindroma koroner akut.

LACTAT DEHYDROGENASE! • Ditemukan di seluruh jaringan • LD1 & LD2 memiliki konsentrasi tinggi pada otot jantung. terdeteksi segera.pro-hormon Brain Natriuretic Peptide) • Marker Chronic Heart Failure • Bersifat inaktif. & pankreas. Dimana normalnya LD2 > LD1 • Pada pasien infark jantung: LD1 > LD2 NT-proBNP (N Terminal .yudaherdanto. sehingga konsentrasinya lebih tinggi dari BNP (hormon) & lebih stabil… Treadmill test • Menggunakan Bruce protocol!! • Ergocycle (sepeda statis) Myocardial perfusion scintigraphy Scintigraphy / Multi-Slice CT Scan • Menggunakan isotop Thalium 201 atau Technetium 99m • Hypoperfusion (area dengan sedikit uptake) Angiography Echocardiography (Menggunakan injeksi Dobutamine Stress Echo [DSE]) • Menilai fungsi ventrikel kiri • Membedakan infark lama dengan iskemik baru. • Ditemukan pada darah setelah 6-8 jam post-infark… dan akan menjadi normal setelah 57 hari.ASPARTATE AMINOTRANSFERASE • Tidak spesifik • Ditemukan pada otot skelet.com 56 . hepar. DIAGNOSIS MYOCARDIAL INFARCTION! Kriteria WHO 2 dari 3: • Angina pain • Perubahan EKG (Tidak semua myocardial infarct menyebabkan perubahan EKG) • Adanya cardiac marker (sensitivitas & spesifitas tinggi. abnormal selama beberapa hari. teknis laboratorium cepat) MANAJEMEN! PRINSIP MANAJEMEN! • Meningkatkan aliran darah koroner (vasodilator) • Menurunkan kebutuhan O2 jantung (Penurunan kontraksi jantung) • Mencegah terbentuknya thrombus (anti-thrombus) yudaherdantoproduction MNEMONICS!!! • A: Aspirin & Anti-Anginal Therapy • B: Beta-Blocker & Blood Pressure • C: Cigarete & Cholesterol • D: Diet & Diabetes • E: Education & Exercise www.

Tachycardia. Panas di wajah. • Nitrat sublingual / nitrogliserin (untuk mengurangi nyeri) ☺ Onset 1-2 menit Dapat diulangi dengan interval 3-5 menit berespon setelah 3x percobaan Kirim ke rumah sakit Nitrat spray buccal Jika tidak • • Manajemen angina pectoris Nitrat & Nitrit (amilnitrite. propranolol) ☺ Menurunkan kontraksi jantung Sehingga menurunkan kebutuhan O2 (Mengurangi angina) Therapy Combination ☺ Nitrate + β-Blocker ☺ Nitrate + Ca-Channel-Blocker ☺ Nitrate + β-Blocker + Ca-Channel-Blocker • • • DOSIS PEMELIHARAAN ANGINA PECTORIS! • Isosorbid dinitrat 3-4 x 0.5-1 tablet oral • Diltiazem 3 x 1-2 tablet oral • Propanolol 2 x 10-40mg yudaherdantoproduction www. β-Blocker (acebutolol. diltiazem. isosorbide dinitrate) ☺ Vasodilatasi koroner (melalui peningkatan cAMP intrasel) sehingga meningkatkan Suplai oksigen (mengurangi angina) ☺ Vasodilatasi venula Sehingga Venous return menurun Tekanan diastolik akhir menurun Dilatasi jantung menurun Kontraksi jantung menurun Kebutuhan O2 menurun (mengurangi angina) ☺ Efek samping! Pusing. Dan jika diberi pada posisi berbaring. Hipotensi orthostatic.com 57 . Untuk mengurangi efek samping! Pengobatan dimulai dari dosis rendah Pengobatan diberikan pada posisi duduk. nitroglyserine.yudaherdanto. nifedipin) ☺ Menurunkan kontraksi jantung Sehingga menurunkan kebutuhan O2 (Mengurangi angina) ☺ Vasodilatasi koroner Sehingga akan meningkatkan suplai oksigen (Mengurangi angina). akan meningkatkan venous return. karena jika diberi pada posisi berdiri akan menyebabkan Hipotensi postural & Tachycardia. sehingga akan meningkatkan kerja jantung (memperburuk angina) Antagonis kalsium (verapamil. atenolol. jika perlu ditambahkan 1 tablet ekstra sublingual • Nifedipin 2-3 x 0.5-2 tablet oral.Manajemen Darurat.

Amlodipine) • Nitrat sublingual sebelum olahraga • Pemberian Nitrat aksi lama ☺ ISDN 10-40mg 3x/hari ☺ Isosorbid Mononitrate (10-40mg 2x/hari & 60-120mg 1x/hari) • Pemberian β-blocker ☺ Menurunkan kebutuhan O2 saat olahraga/stress ☺ Kontraindikasi! Bronchospasm.com 58 . Urokinase). Bradiarrhytmia. tPA. namun dapat meningkatkan angka kematian post-infark. tidak meningkatkan kematian postinfark.Terapi thrombolitik (Streptokinase. emosi. diindikasikan untuk: • • Gejala-gejala AMI Perubahan ECG ☺ ST elevasi > 0. ☺ Jika PTCA / CABG gagal dilanjutkan dengan terapi obat yudaherdantoproduction www. nyeri dada & ST elevasi) • EDUKASI & PREVENTIF! • Mencegah faktor resiko (hipertensi. • Revaskularisasi ☺ CABG (Coronary Artery Bypass Grafting) CABG untuk LM stenosis CABG untuk 3VD dengan disfungsi LV CABG untuk 2VD dengan stenosis LAD & disfungsi LV ☺ PTCA (Percutaneous Transluminal Coronary Angiography) PTCA untuk 2 atau 3VD dengan fungsi LV baik PTCA / CABG untuk 1 atau 2VD CABG / PTCA untuk Post-PTCA pada stenosis rekuren. suhu dingin) ☺ Pemberian Agen dislipidemic (untuk menurunkan kadar LDL-C < 100 mg/dl) ☺ Pemberian Calcium Channel Blocker (Nifedipine. tachycardia.yudaherdanto. • Anti Platelet Aggregation ☺ Aspirin 75-325mg ☺ Pada kondisi intoleransi aspirin. diberikan Ticlopidine. Unstable Heart Failure. • Pemberian Calcium channel blocker ☺ Non-Dihydropiridine Verapamil Menurunkan heart rate Diltiazem Dilatasi koroner ☺ Dihydropiridine Nifedipine Untuk hipertensi. Amlodipin Untuk hipertensi. Clopidogrel.1 mm minimal dua sadapan yang berdampingan ☺ Diduga ada bundle branch block baru Onset nyeri dada ☺ Terapi trombolitik < 6 jam post-onset sangat bermanfaat ☺ Terapi trombolitik 6-12 jam post-onset bermanfaat ☺ Terapi trombolitik >12 jam post-onset tidak bermanfaat (kecuali pada iskemik berlanjut.

Oklusi pembuluh darah kecil 4. Embolisme yang berasal dari jantung 3. Trombosis / embolisme akibat atherosclerosis arteri besar 2. Partial Anterior Circulation Infarct (PACI) 3. karena stroke dapat menyebabkan kerusakan neurologis permanen bahkan kematian. Kombinasi 2 penyebab atau idiopatik yudaherdantoproduction www. Gangguan suplai darah otak. Posterior Circulation Infarct (POCI) TOAST CLASSIFICATION! Klasifikasi ini berdasarkan gejala klinik 1. ☺ Merupakan 80% penyebab stroke ☺ Dapat disebabkan karena: Thrombosis & Embolisme Hipoperfusi sistemik / shock Trombosis vena Kriptogenik / idiopathic KLASIFIKASI ACUTE ISCHEMIC STROKE OXFORD CLASSIFICATION! Klasifikasi ini mampu memprediksi area otak yang terkena.yudaherdanto. Penyebab lain 5.STROKE DESKRIPSI PENYAKIT! • Stroke ialah kondisi dimana terjadi kehilangan fungsi otak akibat gangguan pembuluh darah yang mensuplai otak.com 59 . Total Anterior Circulation Infarct (TACI) 2. 1. dapat disebabkan karena: ☺ Iskemik (akibat trombosis atau embolisme) ☺ Perdarahan • Akibat dari gangguan otak dapat menyebabkan: ☺ Gangguan menggerakkan 1 atau lebih ekstremitas pada satu sisi tubuh ☺ Gangguan dalam memahami pembicaraan atau berbicara ☺ Gangguan dalam penglihatan satu sisi lapang pandang • Stroke adalah kasus emergensi. Lacunar Anterior Circulation Infarct (LACI) 4. penyebab stroke & prognosisnya. DM & kadar kolestrol tinggi • • • Riwayat stroke masa lalu transient ischemic attack Penggunaan kontrasepsi oral Kehamilan atau KLASIFIKASI STROKE! • Ischemia stroke ☺ Gangguan suplai pembuluh darah menyebabkan disfungsi jaringan otak (pada area yang mengalami penurunan suplai darah). FAKTOR RESIKO STROKE! • Pria & Lanjut usia • Atrial fibrillation • Hipertensi • Rokok.

debris. & Cabang dari Circullus Willis) • Sickle cell anemia juga dapat menyebabkan eritrosit menggumpal dan menyumbat pembuluh darah. hal ini biasa diakibatkan kegagalan pompa jantung (aritmia) atau penurunan cardiac output (infark myocard.Vertebralis & Circullus Willis) ☺ Small vessel disease (thrombus terbentuk pada A.• Haemorrhagic stroke ☺ Ruptur pembuluh darah / gangguan struktur pembuluh darah menyebabkan perdarahan intrakranial sehingga terjadi akumulasi darah didalam cranium. Mitral & Aortic valve disease ☺ Low Risk: Kalsifikasi annulus mitral valve.Basillaris. Embolic Stroke • Penyumbatan arteri oleh embolus (partikel.yudaherdanto. Systemic hypoperfusion stroke • Penurunan aliran darah menuju semua bagian tubuh. patent foramen ovale. efusi pericardial. sehingga terjadi stroke. sehingga mempersempit lumen arteri & menyumbatnya. yudaherdantoproduction www.Carotis Interna. disebabkan oleh: Epidural hematoma (perdarahan diantara durameter & cranium) Subdural hematoma (perdarahan pada spasium subdural) Subarachnoid haemorrhage (perdarahan diantara arachnoid mater & piamater) ETIOLOGI STROKE & PATOGENESIS! Thrombotic Stroke • Adanya trombus (gumpalan darah) yang terbentuk disekitar plak atherosclerosis. disebabkan oleh: Intra-parenchymal haemorrhage Intra-ventricular haemorrhage Extra-axial hemorrhage (darah yang terakumulasi dalam cranium. A. yaitu: ☺ Large vessel disease (thrombus terbentuk pada A. aneurysm septal atrial. bakteri) yang dapat berasal darimana saja • Emboli biasanya berasal dari jantung. lemak. dan dibagi menjadi 2 tipe: ☺ High Risk: Fibrilasi atrium. ☺ Haemorrhagic stroke dibagi menjadi Intra-axial hemorrhage (darah yang terakumulasi dalam otak). A. thrombus.Cerebralis media. khususnya pada daerah yang divaskularisasi arteri cerebral besar. A.com 60 . perdarahan) • Karena seluruh jaringan di tubuh mengalami penurunan aliran darah dan terjadi hypoxemia. sel kanker. namun diluar otak). Rheumatic disease. maka otak juga terkena dampaknya. emboli paru. udara.Carotis Communis. • Thrombotic stroke dibagi menjadi 2 tipe.

gangguan perdarahan. yaitu jalur CNS. atau penglihatan. Kerusakan terjadi pada: • Hemiplegia • Numbness • Penurunan sensoris & sensasi vibrasi Gejala berlangsung pada salah satu sisi tubuh (unilateral). trauma. Intracerebral haemorrhage • Biasa terjadi pada arteriola.yudaherdanto. tractus spinothalamicus & tractus corticospinal.Sternocleidomastoideus (sehingga kepala tidak bisa menoleh ke salah satu sisi) • Kelemahan lidah Gangguan pada cortex cerebral. reaktivitas pupil pada cahaya) • Penurunan sensasi & kelemahan otot wajah • Gangguan keseimbangan & nystagmus (pergerakan involunteer mata yang sangat cepat) • Gangguan nafas & heart rate • Kelemahan M. yang disebabkan akibat hipertensi. EFEK KERUSAKAN AREA DALAM OTAK Apabila kerusakan terjadi pada 1 dari 3 struktur penting otak. menyebabkan: • Aphasia (ketidakmampuan dalam berbicara & memahami bahasa. begitu pula sebaliknya. • Ptosis & kelemahan otot mata • Penurunan reflex (menelan. perasa. menyebabkan: • Perubahan indera penciuman. • Akan terjadi pembesaran hematoma hingga tekanan dari jaringan disekitarnya menghambat pembesaran hematoma tadi atau ketika hematoma mengalami dekompresi dengan pengosongan menuju sistem ventricular atau CSF. menyebabkan: • Gangguan berjalan & koordinasi gerakan • Vertigo & gangguan keseimbangan yudaherdantoproduction www. Defek pada sisi kanan otak.com 61 .Venous thrombosis • Trombosis sinus venosus cerebralis dapat menyebabkan stroke akibat peningkatan tekanan vena yang melebihi tekanan pada arteri. hypersexual (akibat defisit lobus frontalis) • Anosognosia (adanya penyangkalan terhadap suatu kondisi) Gangguan pada cerebellum. dan dorsal column (lemnicus medialis). confusion. menyebabkan gangguan disisi kiri tubuh. akibat defisit pada area Broca & Wernicke) • Apraxia (gangguan gerakan volunteer) • Gangguan lapang pandang visual • Defisit memori (akibat defisit pada lobus temporal) • Hemineglect (akibat defisit lobus parietal) • Gangguan pemikiran. penggunaan narkoba. Gangguan pada brain stem (12 nervus cranialis).

CPSS (Cincinnati Prehospital Stroke Scale).ANAMNESIS (TANDA GEJALA)! • Onset mendadak: wajah lemah. • Kehilangan kesadaran. Abses otak. Meningitis.yudaherdanto. Migraine.com 62 . KEADAAN UMUM! • Kondisi umum: terdapat defek sensoris-motoris-vibrasi-keseimbangan-memori. dilakukan scoring ROSIER (Recognition Of Stroke In the Emergency Room) untuk membantu manajemen. Arm. ☺ Pada kasus emergensi. Sehingga perlu dilakukan uji diagnosis tambahan.Carotis. kemungkinan terjadi stenosis carotis) • ECG & Echocardiogram (untuk mengidentifikasi aritmia) • Holter monitor (untuk mengidentifikasi aritmia intermiten) • Angiogram cerebral (untuk identifikasi aneurysm atau malformasi arteriovenosus) • Uji darah (untuk identifikasi hypercholesterolemia) yudaherdantoproduction www. yaitu: • Doppler Ultra-Sound (pada A. and Speech test). Encephalitis. • Status Gizi: • Tingkat kesadaran: kehilangan kesadaran VITAL SIGN! • Tekanan Darah: Hipertensi • Nadi: • Respirasi: Tachypnea (pada gangguan brainstem) • Suhu: PEMERIKSAAN FISIK! Neurological examination • Hemiplegia • Numbness • Penurunan sensoris & sensasi vibrasi PEMERIKSAAN LABORATORIUM! • CT-Scan (tanpa kontras) bagus untuk diagnosis stroke haemorrhagic • MRI bagus untuk diagnosis stroke ischemia. dokter juga harus mengetahui etiologi dari stroke. tremor & gangguan bicara ☺ Diperiksa melalui FAST (Face. trombosis vena cerebralis) • Riwayat trauma kepala (haemorrhagic stroke) DIAGNOSIS BANDING! Tumor otak & Hematoma (subdural atau epidural). LAPSS (Los Angeles Pre-hospital Stroke Screen). pusing & muntah akibat peningkatan tekanan intracranial (Intra-axial haemorrhage. subarachnoid haemorrhage. Glaucoma. Hypoglycemia. chronic haemorrhagic • SPECT untuk mengetahui aliran darah cerebral • PET dengan isotop FDG untuk mengetahui aktivitas metabolik neuron Ketika diagnosis sudah ditegakkan.

karena dapat memperburuk perdarahan.Femoralis dan diteruskan menuju sirkulasi otak) digunakan jika pada terapi trombolisis tidak efektif. Diuretik menurunkan edema cerebral Ca-Channel Blocker (nimodipine 60mg/6jam) mencegah vasospasme pada perdarahan subarachnoid Apabila perlu.com 63 . Aspirin.yudaherdanto. oksigenasi & cairan IV. hal ini untuk mencegah terjadinya stroke. namun hipertensi pada STROKE AKUT dapat memperlancar aliran darah ke otak. • Carotid endarterectomy (cardiac angioplasty) untuk membuang A. dilakukan pembedahan. Monitor tekanan darah. jika ada tanda perdarahan berarti merupakan stroke haemorrhagic. Clopidogrel & dipyridamole mencegah terbentuk gumpalan baru rtPA 1. Walaupun hipertensi dapat menyebabkan stroke. Therapeutic window adalah 2-6 jam!!! Lakukan terapi secepat-cepatnya untuk mencegah terjadinya defisit neurologis ireversibel Manajemen stroke iskemik • • • Prinsip: membuang & mencegah gumpalan yang menyumbat pembuluh darah Mengontrol kadar gula. Therapeutic hypothermia (memberi suasana tubuh hipotermia) mencegah penggumpalan darah. • rehabilitasi pasca-stroke untuk meningkatkan kualitas hidupnya yudaherdantoproduction www. ☺ Anti-koagulan & anti-thrombotik tidak boleh diberikan.1mg/kg (Recombinant Tissue Plasminogen Activator) Trombolitik Mechanical thrombectomy (memasukkan kateter dalam A. mengontrol tekanan intrakranial • • • • Manajemen stroke haemorrhagic • Lakukan evaluasi neurosurgical untuk medeteksi dan menangani penyebab perdarahan.Carotis yang mengalami stenosis akibat atherosclerosis. Tentukan penyebab stroke (Gunakan CT-Scan. untuk meningkatkan aliran darah ke otak (tekanan darah naik). Pasien diposisikan berbaring. berarti stroke ischemia) 2. Jika tidak ada perdarahan. Biasanya pada kasus: ☺ Kompresi brain stem & obstruksi ventrikel ☺ Perdarahan subarachnoid (untuk mencegah infark & iskemia) ☺ Carotid endarterectomy (membuang plak stenosis) Prinsip: ☺ • • • • EDUKASI & PREVENTIF! • Mencegah penyakit cardiovascular (Coronary Heart Disease) • Menurunkan tekanan darah & kadar kolestrol • Low-Dose Aspirin & Coumarin mencegah stroke rekuren akibat infark myocard.MANAJEMEN! PRINSIP MANAJEMEN STROKE 1. neuro-protectant. kadar gula & oksigenasi jaringan otak. Terapi penyebab stroke 3.

yudaherdanto.com 64 .PENYAKIT ORGAN LAIN yudaherdantoproduction www.

DIABETES MELLITUS DESKRIPSI PENYAKIT! Diabetes Mellitus adalah suatu kelompok penyakit metabolik yang ditandai oleh hiperglikemia (kegagalan meregulasi kadar gula darah) akibat: • Defek pada sekresi insulin oleh sel beta pancreas • Defek kerja insulin (resistensi insulin). paparan toksik/obat) ☺ Sindrom resistensi insulin (Turner syndrome. Prader-Willi syndrome) ☺ Maturity Onset Diabetes of the Young (MODY) ☺ Latent Autoimmune Diabetes of Adults (LADA) sebagai DM type 1. Diabetes Mellitus.yudaherdanto.com 65 . pada: ☺ Hati (peningkatan produksi glukosa hepatic) ☺ Jaringan perifer (otot dan lemak) • Defek sekresi insulin & resistensi insulin KLASIFIKASI DIABETES MELLITUS! • Diabetes Mellitus tipe 1 / Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM) ☺ Immune–mediated type DM (90 %) ☺ Idiopathic DM (10%) • Diabetes Mellitus tipe 2 / Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM) • Diabetes Mellitus tipe 3 ☺ Gestational DM (diabetes mellitus pada ibu hamil). Deafness) APA PERBEDAAN DM DENGAN DIABETES INSIPIDUS! Pada DM ditemukan glikosuria (kencing manis). sedangkan pada diabetes insipidus tidak ada glikosuria. penyakit tiroid & endokrinopathy • Riwayat keluarga penyakit autoimmune (Hashimoto. congenital cardiac & Anomali CNS Peningkatan insulin fetus Penurunan produksi surfaktan Bayi mengalami “respiratory distress syndrome” Hyperbilirubinemia ☺ Diabetes sekunder (Diabetes akibat penyakit pancreas.5 ☺ Diabetes karena insulin mutan ☺ Diabetes karena insulin reseptor mutan ☺ Diabetes karena mutasi DNA mitokondria ☺ Sindrom Wolfram: DIDMOAD (Diabetes Insipidus. dapat menyebabkan: Macrosomia (BB lahir tinggi) Malformasi otot skelet. Optik Atrophy. Diabetes insipidus disebabkan karena gangguan ginjal (Nephrogenic Diabetes Insipidus) atau gangguan kelenjar pituitary (Central Diabetes Insipidus). “Insipidus” berasal dari bahasa latin yang artinya “without taste” FAKTOR RESIKO DM! DM Tipe 1 • Riwayat keluarga penyakit DM. Grave) • Konsumsi susu sapi pada masa bayi yudaherdantoproduction www.

• Interaksi genetik & lingkungan ☺ Gaya hidup (obesitas. america-indian. hispanic.DM Tipe 2 • Riwayat keluarga penyakit DM. hipertiroidisme • Usia >45 tahun • BMI >23 kg/m² • Hipertensi (≥ 140/90mmHg) • Kolesterol HDL ≤ 35 mg/dL & Trigliserida ≥ 250 mg/dL.1kg • Polihidramnion • Pre-eclampsa PATOGENESIS! Patogenesis DM tipe 1. penyakit tiroid & endokrinopathy • Riwayat abortus berulang. • Resistensi insulin disebabkan karena: ☺ Obesitas (akumulasi lemak viscera pada omentum & mesenterium) ☺ Adipokine (substansi yang disekresi sel lemak & mengganggu aksi insulin) ☺ Resistin mengganggu aksi insulin pada metabolisme glukosa ☺ TNF-α menginaktivasi reseptor insulin yudaherdantoproduction www. • Chronic Candida Vulvovaginitis • Melahirkan bayi dengan berat >4.com 66 .8 ☺ Pria >0. • Penderita Penyakit Jantung Koroner. asian. yaitu: • Interaksi genetik & lingkungan ☺ 95% pasien DM memiliki gen HLA DR3 atau HLA DR4 • Terdapat auto-antibodi yang menyerang sel beta pankreas Autoimun ini dimediasi oleh sel T untuk menyerang sel beta. tuberculosis. melahirkan bayi cacat. berkaitan dengan faktor-faktor berikut.9 SUSPEK DM PADA WANITA! Memiliki riwayat. pacific.yudaherdanto. atau BB lahir>4000 gram • Riwayat DM gestasional • Ras afro-american. • Rasio waist (pinggang) .hip (panggul) ☺ Wanita >0. nutrisi) • Hyperplasia sel β pancreas (tahap perkembangan awal) hiperinsulinisme respons insulin & proinsulin terhadap glukosa meningkat sehingga terdapat deposisi kronik amiloid pada insula langerhans menyebabkan fungsi sel β terganggu. ☺ ICA (Islet Cell Auto-antibody) ☺ IAA (Insulin Auto-Antibody) ☺ GAD 65 (Glutamic Acid Decarboxylase) ☺ Tyrosine phosphatase Patogenesis DM tipe 2.

pruritus vulva DM tipe 1 • • DM tipe 1 lebih dominan pada anak-anak (usia 10-13 tahun) Poliuria ☺ Terjadi karena osmotic diuresis pada kondisi hiperglikemia. sehingga menyebabkan kehilangan glukosa. namun tidak dapat mencegah hiperglikemia” yudaherdantoproduction www. polifagia Keluhan tidak khas DM: Lemah. menimbulkan stupor & coma Nafas bau aseton diabetes ketoacidosis • • • • • • DM tipe 2 • • • • • • DM tipe 2 lebih dominan pada usia dewasa. air & elektrolit. mata kabur. kesemutan . mual & muntah dehidrasi apabila tidak terkompensasi (dengan osmolalitas serum <320-330mosm/L). namun pada masa sekarang banyak ditemukan kasus DM tipe 2 pada anak ataupun remaja Kebanyakan pasien sedikit atau tanpa gejala (hanya terdeteksi dengan pemeriksaan laboratorium yaitu glikosuria & hiperglikemia) Poliuria ☺ Terjadi karena osmotic diuresis pada kondisi hiperglikemia. polidipsia.yudaherdanto.ANAMNESIS (TANDA GEJALA)! Keluhan khas DM: Poliuria. disfungsi ereksi. Polidipsia ☺ Karena darah mengalami hiperosmolar BB ☺ Penurunan berat badan jarang ditemukan saat diagnosis ☺ Kebanyakan pasien yang berusia >40 tahun mengalami obesitas Pada wanita. menyebabkan: ☺ Kelemahan otot (akibat kehilangan ion K+ & peningkatan katabolisme protein otot) ☺ Ketoasidosis menyebabkan anorexia. terdapat candida vaginitis & pruritus (merupakan manifestasi awal) “Pada DM tipe 2. gatal.com 67 . air & elektrolit. air & trigliserida) Pandangan kabur Nafsu makan normal atau meningkat Penurunan masa otot (hal ini akibat perubahan asam amino menjadi badan keton & glukosa). Polidipsia ☺ Karena darah mengalami hiperosmolar BB ☺ Normal (onset awal) ☺ Penurunan berat badan (karena penurunan dari glikogen. sehingga menyebabkan kehilangan glukosa. insulin yang dihasilkan dapat mencegah ketoasidosis.

Hipertensi • Nadi: • Respirasi: • Suhu: PEMERIKSAAN FISIK! • Pemeriksaan neurologis Paresthesia • Kepala-Leher ☺ Pemeriksaan mata (visus. ketonuria.com 68 . HDL & Trigliserida • Pemeriksaan A1C yudaherdantoproduction www. Leukosit. Hipotensi postural (akibat penurunan volume plasma) ☺ Pada DM tipe 2. LED. kulit & kuku pada DM tipe 1 sebagai PEMERIKSAAN LABORATORIUM! • Pemeriksaan darah (Hb. lethargy • Status Gizi: penurunan BB (DM tipe 1). kreatinin. LDL. ketonemia) • Urinalisis (proteinuria 24 jam.yudaherdanto.DIAGNOSIS BANDING! • Diabetes insipidus (terdapat polydipsia serupa dengan DM) • Hypercalcemia (terdapat polyuria serupa dengan DM) • Gangguan prostat (terdapat polyuria serupa dengan DM) • Myopia & Presbiopia (Blurred vision) • Hiperglikemia reaktif • Thyroid disease & Adrenal insufficiency • Anemia KEADAAN UMUM! • Kondisi umum: lemah. glukosuria) • Pemeriksaan kadar SGPT. Albumin (Albuminuria mikro) & Globulin • Pemeriksaan kadar kolesterol total. obesitas (DM tipe 2) • Tingkat kesadaran: penurunan konsentrasi VITAL SIGN! • Tekanan Darah ☺ Pada DM tipe 1. hitung jenis leukosit. lensa & retina) ☺ Pemeriksaan gigi & mulut (bau mulut) • Thorax ☺ Kussmaul breathing (rapid-deep breathing) manifestasi ketoasidosis • Ekstremitas ☺ Penurunan masa otot ☺ Tinggi badan : Berat badan ☺ Lingkar pinggang ☺ Keadaan kaki.

com 69 . mual.yudaherdanto.DM tipe 1 • Kadar glukosa plasma ≥ 200 mg/dL • Ditemukan autoantibodi DM tipe 2 • Kadar glukosa 2 jam setelah pemberian glukosa 75 mg glukosa plasma • Kadar glukosa setelah puasa semalam glukosa plasma ≥126 mg/dl 200 mg/dl KRITERIA DIAGNOSTIK • Kadar glukosa darah sewaktu (plasma vena) > 200 mg/dL • Kadar glukosa darah puasa (plasma vena) > 126 mg/dL (7 mmol/L) • Kadar glukosa plasma pada 2 jam setelah pemberian glukosa 75 gram > 200 mg/dL MANAJEMEN! • Obat Hipoglikemia Oral (OHO) ☺ Pemicu sekresi insulin Sulfonilurea. operasi besar. Stroke) DM gestasional yang tidak terkontrol melalui diet Gangguan fungsi ginjal & hati Kontraindikasi/alergi terhadap pengobatan hipoglikemia oral (OHO) Terapi Kombinasi (OHO + Insulin) Gastric bypass surgery ☺ Indikasi pada pasien lansia DM tipe 2 yang mengalami obesitas ☺ Dapat menormalkan kadar glukosa darah 80-100% • • yudaherdantoproduction www. Indikasi pemberian insulin! • • • • • • • Penurunan BB yang sangat cepat Kondisi diabetic ketoacidosis Kondisi hiperglikemia hiperosmolar non ketotik & hiperglikemia dengan asidosis laktat Stres berat (infeksi sistemik. heartburn & alergi. Tiazonlidindion ☺ Penghambat absorpsi glukosa Glukosidase alfa inhibitor • Insulin ☺ Administrasi insulin DM tipe 1 Injeksi 3x/hari Menangani diabetic ketoacidosis ☺ Administrasi insulin DM tipe 2 Acetohexamide (250-1500mg) Chlorpropamide (100-750mg) memiliki aksi panjang. Acute Myocardial Infarction. memiliki efek anti-diuretik Tolazamide (100-1000mg) & Tolbutamide (500-3000mg) Repaglinidine Efek samping! Hipoglikemia. Glinid ☺ Penambah sensitivitas terhadap insulin Metformin.

yudaherdanto.com 70 .EDUKASI & PREVENTIF! • Olahraga dapat mencegah deposisi lemak viscera abdomen (DM tipe 2) namun pasien DM tipe 1 juga diwajibkan berolahraga ☺ Olahraga selama 30 menit dengan frekuensi olahraga 3-4x/minggu ☺ Gunakan peralatan olahraga lengkap (sepatu & pelindung) ☺ Hindari hipertermia & hipotermia ☺ Jangan berolahraga saat kadar glukosa darah buruk. Vaskuler perifer. membatasi PUFA (Poly Unsaturated Fatty Acid) & asam lemak jenuh ☺ Jumlah kalori basal: Laki-laki 30kal/kgBB ideal Wanita 25kal/kgBB ideal • Pemeriksaan mata & kaki 1x/tahun • Menjauhi rokok KOMPLIKASI! • Akut ☺ ☺ ☺ • Kronik ☺ ☺ ☺ ☺ ☺ Ketoasidosis diabetic Non-ketonic hyperosmolar coma (komplikasi DM tipe 2 akibat dehidrasi) Hipoglikemia Diabetic Makroangiopati (Pembuluh koroner. • Perencanaan makan ☺ Waktu yang konsisten ☺ Serat 25gr/hari ☺ Karbohidrat 60-70% ☺ Protein 10-15% ☺ Lemak 20-25% Sumber lemak berasal dari asam lemak tidak jenuh. Vaskuler otak) Diabetic Mikroangiopati (Kapiler retina & Kapiler renal) Diabetic Neuropathy Kardiomiopati Rentan infeksi yudaherdantoproduction www.

schystosoma. adenovirus. oklusi arteri. daerah ini akan rentan terinfeksi bakteri & menjadi kekurangan darah yang berakibat pada kondisi “perforated appendix”. KLASIFIKASI APPENDICITIS! • Appendicitis akut ☺ Appendicitis Tipikal (ada nyeri periumbilical/epigastrik yang dilanjutkan nyeri fossa illiaca dexter) ☺ Appendicitis Atipikal (nyeri bermulai dan tetap pada fossa illiaca dexter) • Appendicitis kronik ☺ Memiliki gejala yang bervariasi tiap pasien ☺ Tidak ada temuan spesifik & modalitas diagnostik rutin PATOGENESIS! • Merupakan akibat obstruksi primer pada lumen appendix.APPENDICITIS DESKRIPSI PENYAKIT! • Appendicitis adalah suatu kondisi dimana apendix mengalami obstruksi dan menjadi inflamasi. & stasis limfatik. sehingga sekret mukus akan terkumpul pada appendix yang menyebabkan pembengkakan. • Apabila terus berlanjut akan menyebabkan iskemik & nekrosis. ☺ Penyakit inflamasi usus (Crohn’s disease) • Appendicitis bukan penyakit yang menular dari orang ke orang.yudaherdanto. • Dapat menyerang segala usia (puncak insidensi pada dekade 2 & 3) • Etiologi: ☺ Material feses yang menyumbat / fecalith ☺ Infeksi mikroorganisme & parasit (mycobacteria. • Akibat membengkak. Apabila obstruksi ini terus berlanjut. CMV. Akibat ada bakteri akan membentuk supurasi pada appendix. sehingga menjadi daerah nyaman untuk infeksi bakteri. septikemia & kematian. menyebabkan ruptur appendix yang berakibat peritonitis. strongyloides) sehingga terjadi pembengkakan jaringan pada dinding appendix. kehilangan nafsu makan ☺ Demam yudaherdantoproduction www. yang diikuti oleh serabut saraf somatik dari peritoneum parietal pada inflamasi yang berkelanjutan. ☺ Mual. muntah. maka tekanan pada dinding & lumen appendix meningkat menyebabkan trombosis.com 71 . • Pada kondisi lanjut. ANAMNESIS (TANDA GEJALA)! • Acute Appendicitis Tipikal ☺ Ditandai dengan nyeri pada periumbilical/epigastrik yang kemudian berpindah menjadi nyeri pada fossa illiaca dexter (kuadran kanan bawah abdomen) setelah 24 jam hal ini karena buruknya lokalisasi nyeri oleh serabut saraf visceral dari mid-gut.

peptic ulser. intussuception) • Dewasa (Gastroenteritis. Ca-Colon. melalui garis lurus antara crista illiaca dan umbilicus) deep palpation pada titik itu akan menyebabkan nyeri tekan. yudaherdantoproduction www. ☺ Obturator sign appendix yang mengalami inflamasi akan bersinggungan dengan M.Obturatorius internus. sehingga pada saat melakukan fleksi & endorotasi panggul dapat menyebabkan nyeri pada hypogastrium. diverticulitis. lobar pneumonia.yudaherdanto. diverticulitis Meckel. pankreatitis. Pelvic Inflammatory Disease.Psoas. Urinary Tract Infection) • Lansia (Obstruksi usus.• • Acute Appendicitis Atipikal ☺ Nyeri yang bermulai dan tetap pada fossa illiaca dexter (kuadran kanan bawah) ☺ Diare & konstipasi (Jika inflamasi appendix bersinggungan dengan colon sigmoid) ☺ Peningkatan frekuensi urinasi (Jika inflamasi appendix bersinggungan dengan vesica urinaria) ☺ Tenesmus (perasaan pergerakan usus) Chronic appendicitis ☺ Gejala bervariasi & Tidak ditemukan gejala yang spesifik DIAGNOSIS BANDING! • Anak (Gastroenteritis. sehingga pasien akan merasa kesakitan pada saat ekstensi panggul (dengan mengkontraksikan otot untuk mengangkat kaki). ☺ Rovsing’s Sign (spesifik appendicitis akut) nyeri alih menuju kuadran kanan bawah abdomen pada palpasi kuadran kiri bawah abdomen ☺ Psoas sign appendix yang mengalami inflamasi akan berjalan pada M. renal colic. kebocoran aneurysm aorta) KEADAAN UMUM! • Kondisi umum: lemah & lemas • Status Gizi: • Tingkat kesadaran: VITAL SIGN! • Tekanan Darah: • Nadi: Meningkat (pada kondisi perforasi appendix) • Respirasi: • Suhu: Demam PEMERIKSAAN FISIK! • Abdomen: ☺ Nyeri pada saat palpasi pada daerah kuadran kanan bawah abdomen ☺ McBurney’s Sign (terletak 4-6 cm dari crista illiaca.com 72 .

diharapkan tidak makan & minum karena dapat mengganggu saat operasi appendicitis. • Waktu penyembuhan! 10-28 hari (dewasa). 3 minggu (anak) EDUKASI & PREVENTIF! • Jika mencurigai ada gejala appendicitis. • Diet tinggi serat menurunkan waktu transit feses pada daerah caecum.com 73 . • Follow-up! 2-4 minggu pasca-operasi untuk memeriksa incisi yang memungkinkan terjadi komplikasi infeksi. • Operasi diindikasikan untuk mencegah appendix mengalami ruptur • Selama menanti operasi. yudaherdantoproduction www.PEMERIKSAAN LABORATORIUM! • WBC ☺ Bisa normal ☺ Leukositosis: 10. karena dapat menyamarkan diagnosis appendicitis dan juga meningkatkan resiko ruptur appendix.000/µL diindikasikan sebagai perforasi appendix • Urine test (untuk menyingkirkan DD infeksi saluran kemih) • CT-Scan (evaluasi abdomen & pelvis pada dewasa) ☺ Tampak pembesaran appendix >6mm (pada potongan melintang) ☺ Tampak sedikit kontras pada appendix pada penggunaan kontras oral • USG (biasa digunakan pada anak) • Matrix metalloproteinase biomarker terhadap appendix ☺ MMP-1 (digunakan sebagai marker gangrene & perforasi appendix) ☺ MMP-9 (digunakan sebagai marker inflamasi appendix) MANAJEMEN! Bedah / Appendectomy • Operasi dilakukan dengan ☺ Laparoscopy (melalui incisi kecil & memasukkan kamera) pada cavitas abdomen ☺ Open abdominal surgical (apabila ditemukan ruptur & abses appendix).000-18. karena dapat mengganggu operasi.000/µL ☺ >20. pasien diberi cairan IV untuk mencegah dehidrasi • Pasien tidak boleh makan & minum. pasien diminta untuk berkumur • Jangan diberi laxative.yudaherdanto. • Jika haus. antibiotik oral atau analgesik.

ANAMNESIS (TANDA GEJALA)! • Anicteric hepatitis (pada pasien < 5 tahun) • Anorexia. Jarang sekali terjadi pemburukan setelah fase ikterik. • Transmisi virus adalah fecal-oral FASE PRESENTASI KLASIK HEPATITIS! • Fase Replikasi virus / inkubasi ☺ Fase antara waktu masuknya virus dengan munculnya gejala ☺ Fase yang bersifat asymptomatik ☺ Studi laboratorium menunjukkan serologis & marker hepatitis • Fase prodromal (pre-ikterik) ☺ Fase diantara timbulnya gejala pertama hingga munculnya ikterus ☺ Muncul gejala: Anorexia. pada hepatitis B (16 minggu). • Fase konvalescent ☺ Ikterus menghilang ☺ Hepatomegaly dan gangguan fungsi hepar masih ada ☺ Sembuh total: pada hepatitis A (9 minggu). & pruritus ☺ Pasien kadang didiagnosis mengalami gastroenteritis. Mual & muntah • Demam • Gejala flu & faringitis • Urin warna gelap • Pruritus DIAGNOSIS BANDING! • Infeksi virus (CMV. • Fase ikterik ☺ Pasien tampak mengalami ikterik & hepatomegaly (nyeri kuadran kanan atas perut) ☺ Ditandai dengan warna urin seperti teh (gelap).HEPATITIS A DESKRIPSI PENYAKIT! • Inflamasi hepar yang disebabkan oleh Hepatitis A Virus (Picornavirus). dan warna feses pucat. mononukleosis). muntah. urticaria. arthralgia. perubahan indera pengecap. mual. malaise.yudaherdanto. pasien akan cenderung mengalami kondisi menjadi lebih baik. yaitu: ☺ Merupakan virus ssRNA ☺ Virus yang tidak berkapsul ☺ Tahan terhadap getah empedu ☺ Ditemukan tinja • HAV bersifat endemik. ☺ Jika sudah mencapai fase ini. Leptospirosis • Gastroenteritis.com 74 . malaise. lemah. dan banyak pada negara berkembang. Obstruksi billier extrahepatic • Alcoholic hepatis yudaherdantoproduction www.

yudaherdanto.com 75 . yudaherdantoproduction www. splenomegali PEMERIKSAAN LABORATORIUM! • Immunofluorescen Electron Microscope • Uji serologi RIA (deteksi antigen HAV). IgM anti-HAV) EDUKASI & PREVENTIF! • Istirahat & membatasi aktivitas sehari-hari • Penghentian obat-obat yang tidak diperlukan • Mempertahankan asupan kalori & cairan • Imunisasi aktif ☺ Havrix (HAV) aktif dalam 2 minggu ☺ Twinrix (HAV & HBV) • Imunoprofilaksis pasca-paparan ☺ Administrasi Immunoglobulin IM (Deltoid) ☺ Dosis: 0.02 ml/kg VAKSIN HAV AGEN Virus inaktif ADMINISTRASI Intramuscular IMUNISASI BOOSTER PRIMER 1 dosis (diberikan 2-4 6-12 bulan minggu sebelum ke negara endemik) INDIKASI VAKSIN HEPATITIS A! • Bepergian ke negara endemik • Homosex atau bisex • Pengguna narkoba • Pasien penyakit hepar kronik / gangguan faktor pembekuan • Orang dengan resiko pekerjaan. dan berguna dalam deteksi dini infeksi. lemah • Status Gizi: • Tingkat kesadaran: normal VITAL SIGN! • Tekanan Darah: • Nadi: • Respirasi: • Suhu: Demam ringan PEMERIKSAAN FISIK! • Kepala-Leher: ikterus. RT-PCR. ELISA ☺ Sample diambil dari feses pasien pada masa inkubasi ☺ IgM anti-HAV Menunjukkan infeksi HAV sedang berlangsung. ☺ IgG anti-HAV Penanda imunitas hepatitis • Deteksi molekuler (dot blot hibridasi.KEADAAN UMUM! • Kondisi umum: malaise. tinggal didaerah endemic Hepatitis A akut. limfadenopathy posterior • Abdomen: hepatomegaly (nyeri pada palpasi abdomen).

ADR. yaitu: kel ☺ Vi irion hepati B. resiko tr bu g ransmisi 10% % ☺ Se exual contac ct ☺ Obat intraven na aparan dara atau cairan & commun ah n nity-acquired ☺ Pa Secar epidemiol ra logi. deng 3 gan bentuk partik hepatitis.HEPA H ATITI B IS DESKRI IPSI PENY YAKIT! • In nflamasi dar hepar yang disebabkan karena Hep ri g n patitis B Vir (hepadna rus avirus). Hepatit B banyak pada Afrika & Asia tis k a KLASIF FIKASI HEP PATITIS B B! • A Acute hepati itis ☺ 90 kasus he 0% epatitis akut mengalami r resolusi ☺ 9% kasus men % ngalami Hbs (+) selam >6 bulan dapat men sAg ma n.com 76 6 . nyebabkan: 50% re esolusi Kondis karier si yudaherda antoproduction n www. A DW. ☺ Se ecreted Fila ament ☺ Se ecreted Sphere • • Macam-maca subtipe h M am hepatitis B! ☺ AD AYW. m ing memiliki: Gen S (pre e-S1 & pre-S S2) Pre e-S1 rece eptor binding g Pre e-S2 belu diketahui fungsinya um i Core prote ein ditem mukan saat vi iremia (infek tinggi) u ktif untuk mengkode HbeAg Partik Sub-Viru memiliki karakteristi kel us. resiko trans bu smisi 90% Jika ib HbeAg -. ak ginfeksi…. denga komponen itis an n: ORF ( (Open Readi Frame). AYR ☺ Ti idak ada perb bedaan subti secara kl ipe linis… (imun nologi) • T Transmisi he epatitis B da melalui: apat ☺ Ve ertical Jika ib HbeAg +.y yudaherda anto. Tapi HbsAg +. i ik: Mengandun derivat lip ng ipoprotein Melindung virion dari anti-HBs a gi i antibodi Tidak mem miliki genom Jadi tida bisa meng m….

HbxAg. HbsAg juga akan positif 3-5 minggu kemudian ANAMNESIS (TANDA GEJALA)! • Asimptomatik (pada bayi. P31. GP28) setelah itu Virus + HbeAg (P22) + HbsAg (P25. Leptospirosis • Gastroenteritis • Obstruksi billier extrahepatic • Alcoholic hepatis KEADAAN UMUM! • Kondisi umum: Lemah. Muntah. mononukleosis). Mual.yudaherdanto. P43) akan dibungkus dalam vesikel transpor menuju aparatus golgi dibawa keluar sel kedalam sirkulasi HBV DNA akan positif 3-5 minggu kemudian muncul gejala Jaundice…. penyakit extrahepatic) ☺ 1% fulminant hepatitis Kronik hepatitis ☺ Ditemukan HBV DNA. HCC. HBV Virion ☺ Memiliki HbsAg (+) >6 bulan ☺ Menjadi negatif setelah 12 tahun… ☺ Dapat berkembang menjadi hepatitis aktif (sirosis hepatis) Karsinoma hepatosit PATOLOGI SELULER HEPATITIS B! HBV melekat di-reseptor permukaan masuk melalui endositosis. dll)” Kemudian virus keluar dari nukleus masuk ke dalam RE dan mengalami pemrosesan untuk dibungkus dengan HbsAg (P25. 33-50% dewasa) • Demam.com 77 . Lemah. lelah • Status Gizi: • Tingkat kesadaran: VITAL SIGN! • Tekanan Darah: • Nadi: • Respirasi: • Suhu: Demam ringan yudaherdantoproduction www. fusi dengan membran plasma terjadi penggandaan virus di nukleus didalam nukleus terjadi “Pemrosesan DNA” & “Dilanjutkan pemrosesan RNA (sintesis HbeAg/P22.• • Kronik persisten (penyakit extrahepatic) Kronik aktif (sirosis. HbsAg. Anorexia • Nyeri & rasa tidak enak (epigastric & kuadran kanan-atas abdomen) • Urin gelap DIAGNOSIS BANDING! • Infeksi virus (CMV. 5-10% balita.

ALT (normal) Uji fungsi hepar 6 bulan/1x. ☺ HbcAg Pada nukleus hepatosit. jika HbsAg positif dilakukan pemeriksaan lanjutan: ☺ HbeAg (-).com 78 . Splenomegaly PEMERIKSAAN LABORATORIUM! • Algoritma Pemeriksaan HbsAg. pada masa inkubasi HbsAg menetap selama masih terdapat gejala klinik…. PCR) • Interpretasi bilirubin urin / Harrison Spot Test: ☺ Hepatitis virus ☺ Hemolisis INTERPRETASI HASIL DIAGNOSIS! • HbsAg (+) Infeksi aktif • IgM anti-Hbc Infeksi akut • HbeAg & HBV DNA hepatitis kronik • HbeAg (+) Kemungkinan transmisi sexual & perinatal yudaherdantoproduction www. Uji α-fetoprotein. Uji α-fetoprotein & Uji HbeAg ☺ HbeAg (+/-). Biopsy jika ditemukan sirosis. ditemukan bersama HbsAg titer tinggi Menunjukkan replikasi HBV yang aktif (daya transmisi tinggi) Deteksi setelah HbeAg menghilang yaitu anti-Hbe: Pertanda berakhirnya infeksi HBV Pertanda berakhirnya replikasi virus Penurunan daya penularan ☺ DNA & DNA polymerase penunjuk replikasi HBV yang aktif • Deteksi molekuler (RNA probe. Selama periode itu ditemukan: IgM anti-HBc Menunjukkan infeksi HBV akut IgG anti-HBc Penanda fase penyembuhan ☺ HbeAg Didalam nukleus hepatosit.PEMERIKSAAN FISIK! • Kepala-Leher: ikterus • Abdomen: Hepatomegaly (Nyeri saat palpasi kuadran kanan atas abdomen). Uji HBV-DNA. ALT (normal) Uji fungsi hepar 1 tahun/1x & Uji αfetoprotein ☺ HbeAg (+). ALT (abnormal) USG.yudaherdanto. USG tiap 6 bulan & Uji α-fetoprotein • Uji serologi (RIA/EIA) Deteksi antigen/antibodi HBV ☺ HbsAg Didalam sirkulasi darah. Dan baru menghilang setelah 3 bulan. pada masa viremia Menetap selama periode reaktivitas HbsAg….

EDUKASI & PREVENTIF! Vaksinasi HBV • Imunisasi aktif (vaksin) ☺ Engerix B (HBV) ☺ Twinrix (HAV & HBV) • Imunisasi pasif HBIG yudaherdantoproduction www. Diare. hepatitis kronik autoimun • Anti-HCV Generasi II sensitif & spesifik • Anti-HCV Generasi III IgM anti-HCV Infeksi akut HCV HCV-RNA • Metode NASBA (Nucleic Acid Sequence Based Amplification) • Metode PCR MANAJEMEN! • Tujuan terapi: ☺ Menekan replikasi virus ☺ Mencegah progresi menjadi kerusakan hepar / sirosis • Tidak ada terapi spesifik untuk hepatitis akut • Untuk hepatitis B kronik biasa digunakan Antivirus & immunosupresan • Antivirus HBV ☺ Interferon alfa Menstimulasi produksi “protein antiviral” (eIF2) menurunkan kemampuan translasi.TAMBAHAN! PEMERIKSAAN LABORATORIUM HCV ANTI-HCV • Anti-HCV Generasi I kurang sensitif. prednisolone.yudaherdanto.com 79 . Granulositopenia ☺ Lamivudine (agen anti-retroviral & Reverse transcriptase inhibitor) Analog sitosin. azathioprine. dari reverse transcriptase Dosis: Dewasa 100mg/hari (Oral) Anak 3-100 mg/hari (Oral) Efek samping: Pusing. Muntah. Neuropathy ☺ Adefovir (Reverse transcriptase inhibitor) • Obat lain imunosupresan. dengan mendestruksi DNA virus atau mencegah translasi Efek samping: Flu. Menghambat aktivitas DNA polimerase yang dependen DNA & RNA. Trombositopenia. Menghambat sintesis protein virus.

INDIKASI VAKSIN HEPATITIS B! • Semua bayi • Remaja & Dewasa muda • Orang dengan resiko pekerjaan. • Pada kasus HbsAg (+) harus diberikan HBV dan HBIG 12 jam setelah kelahiran secara bersamaan. • Pasien hemofili.VAKSIN HBV AGEN ADMINISTRASI Antigen Intramuscular Tidak rutin Virus inaktif VAKSIN HBV PADA NEONATUS! • Terdiri dalam 3 dosis (interval vaksinasi 1st dan 2nd > 4 minggu.yudaherdanto. • Efikasi: ☺ Mencegah Hepatitis B akut dan kronik (90%) ☺ Vaksin anti kanker hati • Efek samping: ☺ 3 – 20% merasakan nyeri sakit pada lokasi injeksi.com 80 . sebagai reaksi lokal minor. hemodialisis • Setelah mendapat profilasksis IMUNISASI PRIMER 3 dosis (0. • HbsAg (+) dan HbeAg (-) ☺ 20% kelahiran akan terinfeksi ☺ 90% bayi yang terinfeksi menjadi karier kronik. ☺ Terjadi reaksi sistemik ringan (20%) ☺ Komplikasi jarang terjadi. • HbsAg (+) dan HbeAg (+) ☺ 70 – 90% kelahiran terinfeksi ☺ 90% bayi yang terinfeksi menjadi karier kronik. & gaya hidup. lingkungan.1 & 6 bulan) BOOSTER yudaherdantoproduction www. interval vaksinasi 1st – 3rd adalah 6 bulan) • Pada kasus insidensi tinggi disuatu negara: ☺ HBV dosis 1st diberikan segera setelah lahir ☺ Karena semakin muda terinfeksi. semakin besar kemungkinan menjadi karier dan mengidap penyakit. • Immunogenicity interval imunisasi primer dan imunisasi selanjutnya 15 – 20 tahun.

1%-0. close personal contact 4-7 (+HBV) 3%-4% in coinfection Hemofili HEV unenveloped ssRNA HGV ssRNA Caliciviridae Flavivirus Waterborne Parenteral Masa inkubasi Fulminant Hepatitis Carrier State Chronic cirrhosis HCC Icterus 2-6 minggu 0. close personal contact 4-26 <1% Donor darah (5-10%) 5%-10% dari hepatitis akut Yes Yes / No HCV Enveloped ssRNA Flavivirus Parenteral.4% Yes 2-8 Pada ibu hamil - Donor darah ? Superinfeksi Yes / No Yes yudaherdantoproduction www.HAV iscosahedral capsid.yudaherdanto.com 81 . ss RNA Classification Picornavirus Transmission Fecal-oral Agent HBV enveloped dsDNA (partial) Hepadnavirus Parenteral. close personal contact 2-26 Rare Donor darah (5075%) >70% Yes Yes / No HDV enveloped ssRNA Viroidvirus Parenteral.

• Infiltrasi neutrofil hepatosit yang memetabolisme alkohol akan melepaskan chemoattractant neutrofil. akan menyebabkan perubahan fungsional sel stellat. Neutrofil dapat menyebabkan cedera sel apabila melepaskan sitokin. Sehingga akan terjadi fibrosis di hepar. kondisi ketika sirosis sudah menimbulkan ☺ Uncompensated cirrhosis tanda & gejala. • Pada kondisi normal. dapat disebabkan karena: • Hipoksia sentrilobular metabolisme dari alkohol akan meningkatkan konsumsi oksigen di daerah central. fanconi syndrome) ☺ Obat & toksik (alkohol. yudaherdantoproduction www. sehingga dapat menyebabkan hipoksemia dan cedera pada sel perisentral (sel yang terletak jauh dari aliran darah yang membawa oksigen). akan menyebabkan pembentukan acetaldehyde-protein dimana akan berperan sebagai neoantigen & menghasilkan limfosit yang dapat menyerang hepatosit. sirosis dibagi menjadi: • Makronodular ukuran nodul >3mm • Mikronodular ukuran nodul <3mm • Mixed (makronodular & mikronodular) PATOGENESIS! Sirosis alkoholik. • Penyebab sirosis hepatis: ☺ Infeksi (Hepatitis B-C-D viral. • Pembentukan radikal bebas radikal bebas terbentuk melalui jalur alternatif dari metabolisme alkohol. sel stellat berperan dalam keseimbangan pembentukan matriks ekstrasel dan degradasi sel. TGF-β Sirosis hepatis post-nekrosis (virus & toksik). arsenik.yudaherdanto. dapat disebabkan karena: • Berkaitan dengan sel stellat pada hepar. sirosis hepatis dibagi menjadi: ☺ Compensated cirrhosis kondisi ketika sirosis masih belum / kurang menonjolkan adanya tanda & gejala.CIRRHOSIS HEPATIS DESKRIPSI PENYAKIT! • Sirosis hepatis adalah suatu kondisi patologis dimana hepar mengalami fibrosis hepatis stadium akhir yang ditandai dengan kerusakan arsitektur hepar & pembentukan nodul regeneratif. • Apabila terpapar suatu faktor patologis (virus & toksik) secara terus menerus. obstruksi bilier) KLASIFIKASI SIROSIS HEPATIS! Secara konvensional.com 82 . PDGF. toksoplasmosis) ☺ Herediter & metabolik (defisiensi α1-antitripsin. cytomegalovirus. sel stellat akan menjadi sel penghasil kolagen. Dimana. • Secara klinis. proteasa & oksigen intermediate. • Sitokin fibrosis alkoholik juga dipicu oleh IL-1. • Pembentukan acetaldehyde-protein akibat metabolisme alkohol.

anorexia.ANAMNESIS (TANDA GEJALA)! • Compensated cirrhosis ☺ Asimtomatik ☺ Lemah. confusion. VITAL SIGN! • Tekanan Darah: • Nadi: • Respirasi: • Suhu: Demam ringan / tidak demam PEMERIKSAAN FISIK! • Kepala-Leher ☺ Ikterus (kulit & mebran mukosa) ☺ Spider-angioma (wajah) • Thorax ☺ Ginekomastia (pada pria) • Abdomen ☺ Hepatomegali (pada kondisi awal sirosis). coma) DIAGNOSIS BANDING! • Viral hepatitis.com 83 . mual. ginekomasti.yudaherdanto. lelah. agitasi. lelah • Status Gizi: BB turun • Tingkat kesadaran: pada kondisi sirosis tahap lanjut terjadi gangguan mental. hemochromatosis KEADAAN UMUM! • Kondisi umum: lemah. Wilson disease. Perasaan perut kembung / penuh ☺ BB turun ☺ Pada pria!!! Impotensi. testis mengecil. diakibatkan kegagalan hati & hipertensi porta. hepar terasa keras & bernodul. Pengecilan hepar (kondisi akhir sirosis) apabila teraba. • Uncompensated cirrhosis ☺ Gejala yang lebih menonjol dari compensated cirrhosis. alcoholic hepatitis • Infeksi bakteri • Obstruksi billier • Keracunan obat • DM. epistaksis) ☺ Muntah darah & melena ☺ Perubahan mental (gangguan tidur. ☺ Splenomegali ☺ Ascites yudaherdantoproduction www. ☺ Rambut badan rontok ☺ Demam ringan ☺ Gangguan pembekuan darah (perdarahan gusi.

hipertiroidisme. • Kontraktur Dupuytren? Hanya terdapat pada sirosis alkoholik. karena ditemukan juga pada: kehamilan. ukuran hati. • Mengapa bisa muncul muchrche? Hal ini berkaitan dengan kondisi hipoalbuminemia. Penanda tidak spesifik. bahkan pada orang normal (walaupun dengan lesi kecil). menyebabkan gangguan fleksi jari-jari) Lain-lain: ☺ Fetor hepatikum (bau nafas khas) ☺ Atrofi testis hipogonadism (hanya pada sirosis alkoholik) dapat menyebabkan impotensi & infertile. • Mengapa bisa terjadi ascites? Hal ini akibat hipertensi porta & hipoalbuminemia.yudaherdanto. ☺ Mendeteksi splenomegaly & ascites • Barium meal radiography melihat varises pada hipertensi porta yudaherdantoproduction www. • Mengapa bisa muncul splenomegaly? Hal ini karena adanya kongesti darah oleh spleen akibat hipertensi portal pada sirosis stadium lanjut. Penanda tidak spesifik.com 84 . PEMERIKSAAN LABORATORIUM! • SGOT (AST) & SGPT (ALT) meningkat (peningkatan SGOT > SGPT) • GGT (Gamma Glutamyl Transpeptidase) meningkat biasanya pada sirosis alkoholik • Bilirubin meningkat pada sirosis uncompensated • Albumin menurun hal ini karena albumin disintesis oleh hepar. sedangkan sel hepar mengalami fibrosis. sudut hati. Dapat ditemukan pada: DM. • Mengapa bisa muncul spider angioma? Hal ini berkaitan dengan pelepasan estradiol atau testosterone bebas dalam sirkulasi darah. sehingga pada pria terjadi feminisasi.• • Ekstremitas ☺ Spider-angioma (bahu & lengan) ☺ Erythema Palmaris (pada regio thenar & hypothenar) ☺ Muchrche (pada kuku terdapat semacam daerah membentuk pita putih horizontal yang dipisahkan oleh warna normal kuku) ☺ Kontraktur Dupuytren (fibrosis fascia Palmaris. sehingga produksinya menurun. • Mengapa bisa terjadi ginekomastia? Hal ini terjadi karena peningkatan androstenedion. homogenitas & masa. karena ditemukan juga pada: kehamilan. • Mengapa bisa terjadi fetor hepatikum? Hal ini akibat peningkatan konsentrasi dimetil-sulfit pada darah. • Globulin meningkat antigen (bakteri) menginduksi produksi imunoglobulin • Serum Natrium menurun (pada kondisi ascites) • Pansitopenia akibat splenomegaly PEMERIKSAAN RADIOGRAFI! • USG ☺ Mengamati permukaan hati. • Mengapa bisa muncul erythema Palmaris? Hal ini berkaitan dengan metabolism hormone estrogen. malnutrisi. rheumatoid arthritis. PENJELASAN TEMUAN FISIK! • Mengapa bisa terjadi ikterus? Hal ini karena peningkatan bilirubin darah (bilirubinemia) yang melebihi 2-3mg/dl.

keseimbangan gizi.yudaherdanto. FAKTOR PROGNOSIS! • Child-Pugh Prognostic Index ☺ Prognosis pasien sirosis yang akan menjalani operasi ☺ Kelas A survival rate 1 tahun 100%. kadar albumin serum <30gr/dl. • Model for End Stage Liver Disease prognosis pasien sirosis yang akan melakukan transplantasi hati yudaherdantoproduction www. survival rate 1 tahun 80%. nutrisi baik. kadar bilirubin serum >50mg/dl. skleroterapi & ligasi (saat hemorrhagic) • Peritonitis bakterial akibat infeksi ascites memberikan antibiotik (sefotaksim. menurunkan aktivitas sel stellat ☺ Ribavirin 800-1000mg/hari • Transplantasi hepar MANAJEMEN SIROSIS UNCOMPENSATED! • Ascites ☺ Diet rendah garam ☺ Konsumsi obat diuretik (spironolakton 100-200mg/hari atau furosemide 2040mg/hari) ☺ Parasentesis dengan suportif pemberian albumin • Encephalopathy hepatic pemberian laktulosa untuk ekskresi amonia • Varices esophageal ☺ Pemberian propanolol (pre-hemorrhagic & post-hemorrhagic) ☺ Pemberian somatostatin/ocreotide. nutrisi sempurna. ascites tidak ada. encephalopathy ringan. kadar bilirubin serum <35mg/dl. ascites sukar dikontrol. menurunkan aktivitas sel stellat ☺ Lamivudin 100mg/hari (oral) • Pada kondisi sirosis akibat hepatitis C: ☺ Interferon alfa 5 MIU 3x/minggu (subkutan) anti-fibrosis. encephalopathy tidak ada. encephalopathy berat. istirahat.com 85 . amoksilin. • Menghindari asupan obat yang tidak perlu & alkohol. aminoglikosida) • Syndrome hepatorenal menjaga keseimbangan air & garam EDUKASI & PREVENTIF! • Jaga kondisi tubuh. ☺ Kelas C survival rate 1 tahun 45%. ☺ Kelas B kadar albumin serum 30-35gr/dl. kadar bilirubin serum 35-50mg/dl. kadar albumin serum >35gr/dl.MANAJEMEN! • Pemberian diet protein 1gram/kgBB & kalori sebanyak 2000-3000kkal/hari • Program penurunan berat badan • Pada kondisi sirosis akibat hepatitis B: ☺ Interferon alfa 3 MIU 3x/minggu (subkutan) anti-fibrosis. ascites mudah dikontrol. gizi buruk.

KLASIFIKASI ANEMIA MENURUT ETIOPATOLOGIS! • Perdarahan ☺ Akut hipovolemia ☺ Kronik Anemia defisiensi besi • Peningkatan destruksi / penurunan masa hidup eritrosit ☺ Anemia hemolitik intrinsik (intracorpuscular) • Kelainan membran sitoskeleton (sferositosis) • Kelainan enzim / metabolik (defisiensi G6PD) • Kelainan sintesis globin (thalassemia. hitung darah rutin. & Jumlah Eritrosit. • Penyakit ini sering terjadi pada wanita hamil.ANEMIA DESKRIPSI PENYAKIT! • kondisi dimana jumlah eritrosit menurun / tidak mencukupi fisiologi normal. • Penurunan kadar Hb. Hb-pathy/sickle cell anemia.com 86 . gangguan metabolisme besi. Hct. gangguan sintesis porfirin (Anemia Sideroblastik) ☺ Gangguan maturasi sintesis DNA (Vit B12 & Asam folat) yudaherdantoproduction www.yudaherdanto. pemeriksaan fusik. HbE) ☺ Anemia hemolitik ekstrinsik (ekstracorpuscular) • Anemia hemolitik imun o Iso/Allo Immun Hemolytic (hemolitik diseases of the newborn. HbC. endokrin) ☺ Anemia Aplastik / Kerusakan sumsum tulang ☺ Penggantian sumsum tulang (fibrosis. penyakit ginjal. kanker) ☺ Anemia defisiensi besi ☺ Keracunan timbale ☺ Anemia myelopthistic ☺ Defisiensi nutrisi • Gangguan maturasi eritrosit ☺ Cacat maturasi sitoplasma ☺ Gangguan perkembangan globin (thalassemia). transfusi) o Autoimmun Hemolytic Anemia o Drug-Induced o Infeksi virus • Anemia hemolitik non-imun o Mekanikal (penggunaan katup jantung buatan) o Paparan kimia o Parasit malaria • Kegagalan produksi eritrosit / hipoproliferatif ☺ Penurunan produksi EPO / respon terhadap EPO (pada inflamasi penyakit kronik. Untuk diagnosis anemia dapat dicapai melalui anamnesis.

dyspnea. tinnitus. MCHC normal. pica ☺ Anemia aplastik: riwayat perdarahan & tanda infeksi • Perhatikan gejala penyakit yang menyebabkan anemia! DIAGNOSIS BANDING! • Thalassemia • Inflamasi kronik • Anemia aplastik. kaki terasa dingin. • Ukuran eritrosit > 8 μm • Kandungan Hb normal • Jumlah eritrosit relatif rendah dibanding Hb • MCV & MCH meningkat . Anemia aplastik. stomatitis angularis.com 87 . • Makrositosis berhubungan dengan: ☺ Sumsum yang megaloblastik (vit B12. sintesis DNA) ☺ Sumsum yang normoblastik (hemorrhage. Penyakit kronik. normal neonatus) Anemia mikrositik hipokromik. hemolisis. koilonychia. • Hb rendah • CV / MCH / MCHC normal • Contoh kasus: ☺ Anemia dengan sumsum yang baik (Anemia hemolitik. anemia aplastik. dispepsia • Gejala khas anemia spesifik: ☺ Defisiensi zat besi: Dysphagia. anemia megaloblastik. Perdarahan akut) ☺ Anemia dengan sumsum yang tidak baik (Fe. MCH. alkoholisme.yudaherdanto. • Ukuran eritrosit < 6 µm • Pembentukan Hb tidak adekuat & terganggu • Hitung eritrosit relatif tinggi dibanding dengan Hb • MCV. &MCHC menurun • Peningkatan area pucat > 1/3 • Terdapat pada: ☺ Anemia defisiensi besi ☺ Talasemia ☺ Anemia penyakit kronik ☺ Anemia sideroblastik ANAMNESIS (TANDA GEJALA)! • Sindrom anemia (Hb<7g/dl): lemah-letih-lesu. mata berkunang. anemia hemolitik yudaherdantoproduction www. vit.B12 & asam folat. penyakit hepar. asam folat. anemi defisiensi besi.KLASIFIKASI ANEMIA MENURUT MORFOLOGIS! Anemia normositik normokromik. atrofi papil lidah. Penurunan EPO) Anemia makrositik normokromik.

vit B12. Feritin) Anemia defisiensi besi ☺ Folat.yudaherdanto. elektroforesis Hb Anemia hemolitik ☺ Biopsi sumsum tulang Anemia aplastik MANAJEMEN! • Dipentingkan pada pengobatan penyakit yang menyebabkan anemia • Pemberian pengobatan sesuai jenis anemia (suplemen Fe. stomatitis angularis ☺ Anemia megaloblastik: glositis. dll) • Jaga kesehatan tubuh (olahraga) yudaherdantoproduction www. Trombosit. Eritrosit (ERITROSIT TURUN). asam folat. Lemah-Letih-Lesu • Status Gizi: • Tingkat kesadaran: VITAL SIGN! • Tekanan Darah: hipotensi / normal • Nadi: bradicardia / normal • Respirasi: irregular / normal • Suhu: menurun PEMERIKSAAN FISIK! • Kepala-Leher ☺ Defisiensi zat besi: atrofi papil lidah. Asam folat. ujia Coomb. Retikulosit. LED • Pemeriksaan tambahan ☺ Serum iron (TIBC. B12. transfusi darah) EDUKASI & PREVENTIF! • Tergantung jenis anemia (konsumsi Fe. Transferin. index eritrosit (HEMATOCRIT TURUN). Kadar Hb Anemia: ☺ Pria < 13 g/dl ☺ Wanita < 12 g/dl • CBC (Complete Blood Count) / Automatic Hematologic Analyzer Leukosit. uji Schiling Anemia megaloblastik ☺ Bilirubin serum. hepatomegali • Ekstremitas ☺ Defisiensi zat besi: koilonychias PEMERIKSAAN LABORATORIUM! kadar Hb (HB TURUN). • Screening test hapus darah tepi. gangguan neurologik (defisiensi vit B12) ☺ Anemia hemolitik: ikterus • Thorax ☺ Auskultasi paru dyspnea • Abdomen ☺ Anemia hemolitik: splenomegali.com 88 .KEADAAN UMUM! • Kondisi umum: Pucat. Vit B12.

terjadi beberapa stadium: Stadium 1 (prelatent): Feritin turun Stadium 2 (laten): Feritin turun. Serum feritin (<12) • Anemia Penurunan cadangan besi (0mg). Saturasi (<10). Serum feritin (<12). yang diserap hanya sekitar 1-2 mg/hari. karena sekitar 70% total besi tubuh terkandung didalam eritrosit. besi akan dilepas akibat perubahan pH. Serum besi turun Stadium 3 (Anemia defisiensi besi)): Feritin turun.yudaherdanto. Serum besi turun. TIBC naik. terapi anemia megaloblastik) • Malabsorbsi (gastrektomi. Saturasi (2030). Hb turun • Anemia penyakit kronik • Anemia sideroblastik (keracunan timbal. didalam sel prekursor itu. maka sel yang dilepas juga banyak. aspirin. penurunan serum besi (<40).IRON DEFICIENCY ANEMIA MACAM-MACAM GANGGUAN METABOLISME BESI! • Anemia defisiensi besi ☺ Kasus anemia paling banyak! ☺ Saat defisiensi. jika defisiensi besi maka sel yang dilepas hanya sedikit…. sistem ini juga merupakan homeostasis. penurunan Hb PENYEBAB ANEMIA DEFISIENSI BESI! • Kehilangan darah kronik (penyakit GIT. TIBC naik. yudaherdantoproduction www. Transferin nantinya akan menempel di reseptor sel prekursor eritroid.com 89 . • Jika terdapat peningkatan kehilangan zat besi (menstruasi). hemoptisis rekuren) • Peningkatan kebutuhan besi (kehamilan. Absorbsi besi dalam bentuk Fe3+ & heme di jejunum sekitar 1-2mg… Fe3+ harus diubah menjadi Fe2+ dan disimpan dalam sel dalam bentuk ferritin di hati sebesar 3-5mg. TIBC (>390). Namun maksimal tubuh mengabsorbsi zat besi hanya sekitar 4mg. TIBC (>410). Jika besi ingin dimasukkan dalam sirkulasi. selanjutnya besi akan dikonsumsi oleh sel prekursor eritroid di mitokondria untuk sintesis heme. Saturasi (<15). Besi juga akan hilang apabila ada kerusakan dari sel atau sel yang mati. sehingga membentuk eritrosit. maka tubuh akan mengkompensasi dengan peningkatan absorbsi zat besi menjadi sekitar 2-3mg. Namun bila kelebihan besi. • Tidak semua besi didapat dari makanan akan diabsorbsi. maka besi diubah menjadi Fe2+ untuk dikat oleh transferin dalam plasma. TIBC normal (360-390). defisiensi porfirin) • Kelebihan besi TAHAP-TAHAP ANEMIA DEFISIENSI BESI! • Pre-latent Penurunan cadangan besi (<100mg). Serum feritin (<20) • Latent Penurunan cadangan besi (0mg). sindrom malabsorbsi) & Defisiensi diet ABSORBSI DIET ZAT BESI NORMAL! • Terjadi pada jejunum bagian usus atas • Intake: 10-20 mg. menstruasi. penurunan serum besi (<60).

stomatitis. angina. yang kemudian diukur kompleks warnanya dengan ferrozine. karena uptake zat besi dikontrol oleh ekspresi dari transferin reseptor TABEL HASIL LABORATORIUM ANEMIA DEFISIENSI BESI! Parameter Hb (g/dL) MCV (fL) MCH (pg) RDW (%) SI (μg/dL) TIBC(μg/L) %sat SF (μg/L) Anak <11 (≥11) <70 (70-100) <32 ≥15 (<15) <40 (116±60) ≥ 410 (330±30) <10 (35±15) <12 (100±60) Pria dewasa Wanita dewasa <13 <12 <80 (80-95) <27 (27-34) ≥16 (<16) <60 (60-150) >400 (250-435) <16 (20-50) <50 (40-340) <15 (15-150) yudaherdantoproduction www.com 90 . yang kemudian dapat diukur kompleks warnanya dengan ferrozine Pengukuran transferin tidak langsung. serum sampel disaturasi dengan zat besi untuk mengikat pada tranferin. palpitasi) • Intelektual menurun & Pica (indiskriminasi makan) PEMERIKSAAN FISIK ANEMIA DEFISIENSI BESI? • Pucat • Koilonychia. atrofi papil lidah • Gagal jantung PEMERIKSAAN LABORATORIUM ANEMIA DEFISIENSI BESI Serum besi TIBC Pelepasan besi dari transferin menggunakan asam. angular chelitis.yudaherdanto.ANAMNESIS ANEMIA DEFISIENSI BESI? • Lemah-letih-lesu & Kepala terasa ringan • Tanda penurunan oksigen jaringan (dyspnea. Saturasi transferring Ferritin sTfR [Serum besi (mg/dl) / TIBC (mg/dl)] x 100% diukur dengan immunoassay tergantung pada ketersediaan zat besi untuk erythropoiesis. Kelebihan zat besi diambil dan dilakukan pelepasan zat besi dari transferin menggunakan asam. lidah halus.

Waktu lama. B12 • Lanjutkan terapi setelah kadar Hb normal MACAM-MACAM TERAPI BESI! • Terapi besi Oral • Terapi besi Parenteral TERAPI BESI ORAL • Pilihan terapi besi (garam ferrous) melalui oral dalam bentuk Fe2+ (ferro) • Dosis sekitar 150-300mg/hari (1jam sebelum makan) ☺ Dosis awal 200mg 3x/hari.com 91 . +4 (meningkat) • Kelemahan: Invasif. sediaan diganti menjadi obat slow-release. Semi-kuantitatif TERAPI PENGGANTIAN BESI SEBAGAI DIAGNOSIS! • Merupakan diagnosis klinik • Dosis: Dewasa (180mg/hari).65 (dL/kg) x 3.4 (mg/g) • Volume darah 65ml/kg atau 0. jika terdapat gangguan GIT maka diturunkan menjadi 200mg 2x/hari ☺ Jika masih ada gangguan. Vit. Anak (6mg/hari) • Jika Hb meningkat 1-2 g/dl.UJI HEMOSIDERIN SEBAGAI DIAGNOSIS! • Merupakan gold standard karena melakukan evaluasi langsung pada simpanan besi didalam sumsum tulang yang kemudian di cat dengan prussian blue • Hasil: bernilai 0 (tidak ada besi). ☺ Ferrous Gluconate (5 tablet/hari).65dl/kg • 1 gram Hb = 3. Ferrous Sulfat (3 tablet/hari) selama 3-6 bulan yudaherdantoproduction www.4mg zat besi PEMERIKSAAN MIKROSKOP ANEMIA DEFISIENSI BESI! • Anisositosis (RDW meningkat) • Poikilositosis (Ada sel yang berbentuk ellips. +2&3 (normal). Asam folat.yudaherdanto. Ferrous fumarate (3 tablet/hari). setelah terapi selama 4 minggu… maka merupakan diagnosis defisiensi besi MENGHITUNG DEFISIT BESI TOTAL! Defisit besi (mg) = Defisit-Hb (g/dL) x BB (kg) x 0. + (penurunan). fragmen & pensil) • Mikrositik Hipokromik • DD: Thalassemia & Inflamasi kronik MANAJEMEN ANEMIA DEFISIENSI BESI PRINSIP MANAJEMEN ANEMIA DEFISIENSI BESI! • Terapi penyakit yang mendasari • Terapi hematinic ☺ Suatu agen yang dapat meningkatkan kualitas darah (Hb atau eritrosit) ☺ Contoh: Zat besi.

Fe-Glukonat ☺ Slow-release tablet atau kapsul (tidak disarankan karena absorbsinya tidak mencukupi.com 92 . hipoglikemia. Fe-Gluconate. EFEK SAMPING TERAPI BESI ORAL! • Nyeri epigastric hingga perdarahan • Mual & perut tidak nyaman • Diare & Konstipasi • Hipotensi & lethargy • Kondisi life threatening 12-24 jam setelah konsumsi (koma. Fe-Fumarate. Fe-Fumarate. Fe-fumarate ☺ Slow-release tablet atau kapsul Fe-sulfat “Fe-gluconate & fumarate lebih efektif daripada Fe-Sulfat” EFIKASI TERAPI BESI ORAL! • Tergantung pada jumlah kandungan besi yang dilepas pada daerah utama absorbsi besi (jejunum bagian atas) • Lebih menguntungkan penggunaan kapsul atau tablet. KEPUASAN PASIEN TERAPI BESI ORAL! • Obat tablet / kapsul lebih murah disbanding obat slow-release • Pasien lebih menyukai terapi besi 1x/hari dibanding 3x/hari atau lebih menyukai obat slow-release. edema paru. kejang. hal ini karena absorbsi zat besi terjadi pada jejunum). Fe-Fumarate. penggunaan obat slow-release lebih banyak digunakan pada pasien dengan gangguan GIT.yudaherdanto. Fe-Suksinat. gagal jantung. Fe-Glisin Sulfat Kombinasi garam ferrous dengan asam folat untuk ibu hamil (mencegah anemia megaloblastik) ☺ Tablet atau kapsul Fe-Sulfat.• • • Bentuk sediaan garam ferrous tunggal: ☺ Cairan/Elixir Fe-Sulfat. Fe-Fumarate. asidosis metabolic) • Stenosis pyloric (1 bulan) Heartburn • Lethal!!! jika memakan besi 200-300mg/kg INTERAKSI OBAT ATAU ZAT LAIN TERHADAP ZAT BESI ORAL! • Penggunaan antacid dapat menghambat absorbsi zat besi • Konsumsi vitamin C membantu absorbsi zat besi MONITOR TERAPI BESI • Bulan 1: Cek retikulosit • Akhir Bulan 2: Cek Hb (seharusnya meningkat 1 g/dl) yudaherdantoproduction www. Fe-Glisin Sulfat. ☺ Tablet atau kapsul Fe-Sulfat. FeSulfat. Fe-Glisin Sulfat ☺ Slow-release tablet atau kapsul Fe-Sulfat Kombinasi garam ferrous dengan vitamin & mineral ☺ Tablet atau kapsul Fe-sulfat.

com 93 . menyebabkan absorbsi tidak mencukupi • Farmakokinetika karena kondisi malabsorbsi (pada kondisi achlorhydria. kelebihan transfusi besi) • Anemia hemolitik akibat obat: ☺ Immune (Cephalosporins.yudaherdanto.7. Phenacetin) ☺ Berhubungan dengan G6PD (anti-malaria. ayam/unggas • Non-heme: sayur. • Anemia hemolitik (spherocytosis. Sideroblastic anemia. sehingga besi bentuk ferric tidak dapat diubah menjadi bentuk ferrous. Sulphonamide) ☺ Autoimmune (L-Dopa.4. produk hewan MANAJEMEN OVERLOAD BESI! • GASTRIC LAVAGE dengan Na-Bicarbonate (mengatasi asidosis) • Administrasi DEFEROXAMINE (antidote besi). Penicillins. analgesic.8: Dilanjutkan terapi Akhir bulan ke-8: terapi dihentikan Akhir bulan ke-12: Cek Hb (seharusnya tetap normal) KEGAGALAN TERAPI BESI ORAL! • Farmatika karena penggunaan bentuk sediaan slow-release.5: Dilanjutkan terapi Akhir bulan ke-5: Cek Hb (seharusnya menjadi normal) Bulan 6.• • • • • Bulan 3. Quinine. probenecid. ikan. Congenital dyserythropoiesis anemia. KONDISI YANG MENYEBABKAN OVERLOAD IRON! • Hemochromatosis herediter • Thalassemia. chloramphenicol. namun kondisi ini tidak bermasalah pada terapi obat besi) • Kehilangan besi yang berlebihan secara terus menerus (perdarahan besar) • Salah diagnosis TERAPI BESI PARENTERAL • Iron dextran IM / IV (50mg/ml) dosis rekomendasi 100mg ☺ Besi yang akan diinjeksi [mg] = (15 . suplemen besi. Myelodisplastic syndrome.nilai Hb) x BB [kg] x 3 • Iron sorbitol IM “Administrasi intravena jarang dilakukan karena dapat memberikan reaksi alergi berat” PREVENSI ANEMIA DEFISIENSI BESI! Meningkatkan diet heme • Heme: daging. Terapi ini sangat berguna pada pasien yang tidak dapat diterapi phlebotomy. dimercaprol) yudaherdantoproduction www. Mefenemic acid.

patient.emedicinehealth.uk Integrative medicine access Expert lecture FK-UGM “karena keterbatasan pengetahuan saya dan kesalahan saya sebagai seorang manusia.nlm.com www.REFERENSI • • • • • • • • • • • Panduan Pelayanan Medik PAPDI Current Medical Diagnosis & Treatment 2008 Buku ajar ilmu penyakit THT FKUI www.gov en. kritik & saran bisa dikirimkan melalui email saya yuda27011990@yahoo.co. maka saya mohon kesediaannya untuk membantu saya mengkoreksi..emedicine.co.medscape.wikipedia.com www.. maka apabila dalam materi ini rekan-rekan menemukan hal-hal yang salah ataupun sudah tidak update mengingat ilmu kedokteran terus berkembang pesat.id ataupun bisa menghubungi saya melalui website pribadi saya www.yudaherdanto.com. Terima kasih” yudaherdantoproduction www.int www.who.yudaherdanto.com 94 .org www.nih. koreksi.

com 95 . Histologi dasar & Biokimia dasar Kumpulan materi kuliah FK UGM “life cycle and gerontology” Kumpulan materi kuliah FK UGM “neoplasia” Kumpulan materi kuliah FK UGM “clinical musculoskeletal system” Kumpulan materi kuliah FK UGM “clinical digestive system” Kumpulan materi kuliah FK UGM “clinical cardiorespiratory system” Kumpulan materi kuliah FK UGM “respiratory system” Modul “Anemia & Hemopoiesis” Modul “Bleeding Disorder & Haemostasis” Modul “Lymphoid Disorder” Modul “Shock & Fluid Regulation” Modul “puerpurium” Modul “basic neoplasia” Modul “musculoskeletal disease” Modul “dermatology disease” • • • • • • • • • • • • • • • • • yudaherdantoproduction www.yudaherdanto.Selain buku ini. yaitu sebagai berikut: • Materi anatomi o Catatan Anatomi Sistem Urinari & Pendekatan klinis o Catatan Anatomi Sistem Kardiorespirasi & Pendekatan klinis o Catatan Anatomi Sistem Digestif & Pendekatan klinis o Catatan Anatomi Sistem Muskuloskeletal & Pendekatan klinis o Checklist Anatomy Osteology & Terminology Anatomy o Rangkuman Embriologi Langman Materi fisiologi o Fisiologi wanita & pria o Fisiologi sistem pencernaan o Fisiologi sistem pernafasan o Fisiologi system urinary Materi Patologi Anatomi o Catatan Patologi Anatomi Blok 8 o Catatan Patologi Anatomi Blok 9 o Catatan Patologi Anatomi Blok 10 o Catatan Patologi Anatomi Blok 11 o Catatan Patologi Anatomi Blok 12 o Catatan Patologi Anatomi Blok 14 Materi Praktikum Mikrobiologi dasar. penulis juga telah menulis berbagai modul ataupun rangkuman.