Anda di halaman 1dari 4

c  



   
Untuk mengetahui cara penggunaan Hand Refraktometer yang baik dan benar.

  
Gugus glukosa yang mengandung atom C yang mengenai prisma nicol sehingga bisa memutar
terhadap prisma tersebut atau putaran atom C tersebut merupakan kadar glukosa .

  
˜ Hand Refraktometer
˜ Roti / makanan padat
˜ Aquadest
˜ Kapas alkohol
˜ Labu ukur 100 ml
˜ Labu erlenmeyer
˜ Batang pengaduk
˜ Neraca teknis
˜ Kertas saring

  
Refraktometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur kadar / konsentrasi bahan terlarut
misalnya : gula, garam, protein.
Prinsip kerja dari refractometer sesuai dengan namanya adalah dengan memanfaatkan refraksi
cahaya. Seperti terlihat pada Gambar 1 di bawah ini sebuah sedotan yang dicelupkan ke dalam
gelas yang berisi air akan terlihat terbengkok. Pada Gambar sebuah sedotan dicelupkan ke
dalam sebuah gelas yang berisi lauran gula. Terlihat sedotan terbengkok lebih tajam. Fenomena
ini terjadi karena adanya r efraksi cahaya. Semakin tinggi konsentrasi bahan terlarut (Rapat Jenis
Larutan), maka sedotan akan semakin terlihat bengkok secara proporsional. Besarnya sudut
pembengkokan ini disebut Refractive Index (nD). Refractometer ditemukan oleh Dr. Ernst Abbe
seorang ilmuwan dari German pada permulaan abad 20.

Gambar 1 Gambar 2: Hand Refraktometer


Dari penjelasan di atas jelas bahwa konsentrasi larutan akan berpengaruh secara proporsional
terhadap sudut refraksi. Pada prakteknya Refra ktometer akan ditera pada skala sesuai dengan
penggunaannya. Sebagai contoh Refra ktometer yang dipakai untuk mengukur konsentrasi
larutan gula akan ditera pada skala gula. Begitu juga dengan refra ktometer untuk larutan garam,
protein dll. Konsentrasi bahan terlarut sering dinyataka n dalam satuan Brix(%) yaitu merupakan
pronsentasi dari bahan terlarut dalam sample (larutan air). Kadar bahan terlarut merupakan total
dari semua bahan dalam air, termasuk gula, garam, protein, asam dsb. Pada dasarnya Brix(%)
dinyatakan sebagai jumlah gra m dari cane sugar yang terdapat dalam larutan 100g cane sugar.
Jadi pada saat mengukur larutan gula, Brix(%) harus benar -benar tepat sesuai dengan
konsentrasinya.
    
˜ Membuat sample
a. Apabila sampel makanan padat / roti
b. Makanan di timbang menggunakan neraca teknis
c. Di larutkan dalam labu ukur 100 ml dan di aduk ± aduk atau di hancurkan
menggunakan batang pengaduk
d. Di saring menggunakan kertas saring, kemudian di masukkan ke dalam labu
erlnenmeyer
e. ± 10 ml di buang, kemudian di saring kembali
f. Saringan yang ke-2 , ke-3 dst. di periksa dengan menggunakan hand
refraktometer
˜ Membaca sample
a. Prisma di bersihkan dengan kapas alkohol
b. Blanko :
‰ prisma / tempat sample ditambah aquadest ( 3 tetes )
‰ tempat sample di tutup
‰ diamati sampai angka menunjuk tanda 0 ( kontrol )
c. Aquadest di usap atau di bersihkan dengan kapas kering
d. Prisma / tempat sample ditambah sample cair tadi ( 3 tetes )
e. Pastikan sample tersebar merata di atas permukaan prisma
f. Diamati skala yang di tunjuk yaitu menunjukkan kadar glukosa (gelap terang )

  c
a. Menimbang gula pasir
Berat alas + zat = 44,1401 gram
Berat alas = 34,1242 gram
Berat sesungguhnya = 10,0159 gram
b. Suhu larutan glukosa = 280 ï
Maka kadar koreksi suhu yaitu 0,60
c. Kadar = 10 + 0,60 = 10,60 %
=   
Dari hasil penghitungan di atas, kadar glukosa yaitu 10,60 %.
c   
http://duniaanalitika.wordpress.com/2010/03/04/refractometer/

Ygyakarta, Desember 2010


Pembimbing Praktikan,
Sutiyami, SKM. MSc Amin Tri Sarjana

LAPORAN PRAKTIKUM INSTRUMENTASI

HAND REFRAKTOMETER

Disusun Oleh

Nama : Amin Tri Sarjana

NIM : P07134110041

Semester :1

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN YOGYAKARTA
JURUSAN ANALIS KESEHATAN
2010 / 2011