Anda di halaman 1dari 69

ANALISA PERPUTARAN PIUTANG

TERHADAP RENTABILITAS
Senin, 2008 November 17
(S1-AKUNTANSI)ANALISA PERPUTARAN PIUTANG
PROPOSAL SKRIPSI EKONOMI AKUNTANSI(S1-AKUNTANSI)
ANALISA PERPUTARAN PIUTANG TERHADAP RENTABILITAS PADA UD. SINAR
BARU JAYA PAMEKASAN

1. 1 Latar Belakang Masalah


Melihat perkembangan dunia usaha yang banyak bermunculan dan tumbuh dengan semakin
cepat, hal ini merupakan suatu dampak yaitu yang ditandai dengan semakin meningkatnya suatu
persaingan usaha yang kompetitif. Menghadapi persaingan tersebut, perusahaan atau pimpinan
perusahaan dituntut untuk mampu menciptakan atau meningkatkan nilai perusahaan serta mampu
untuk mengelola faktor-faktor produksi yang ada secara efektif dan efisien agar tujuan suatu
perusahaan tercapai. Dalam hal ini pula perusahaan juga dituntut untuk mampu menentukan
kinerja usaha yang baik, sehingga perusahaan akan dapat menjamin kelangsungan hidupnya.
Adapun yang menjadi tujuan dari perusahaan itu adalah untuk mencapai atau memperoleh laba
yang maksimal dan optimal. Untuk mencapai tujuan tersebut maka diperlukan modal kerja yang
dimiliki perusahaan secara efektif dan efisien. Modal kerja itu sendiri mengandung elemen-
elemen aktiva lancar, salah satu diantaranya terdiri dari piutang, elemen tersebut sangat
dibutuhkan dalam setiap operasi perusahaan sehari-hari.
Untuk menjalankan sebuah aktivitas dalam suatu perusahaan, pada dasarnya tiap perusahaan
selalu membutuhkan sumber dana atau modal kerja untuk membiayai aktivitas atau operasi
perusahaan. Selain untuk membiayai segala pengeluaran-pengeluaran atau operasi-operasi,
perusahaan harus memiliki sumber dana atau modal kerja yang cukup, karena hal ini akan
menguntungkan perusahaan dan bisa mencegah adanya bahaya-bahaya yang mungkin timbul
karena adanya krisis atau kekacauan keuangan ataupun kerugian. Namun, bila berlebih akan
menimbulkan dana yang tidak produktif, sebaliknya pula dengan adanya kekurangan atau
ketidakcukupan dalam modal kerja merupakan sebab utama kegagalan suatu perusahaan.
Terjadinya suatu perubahan di dalam kinerja usaha, dikarenakan karena modal kerja termasuk
elemen-elemen yang mengalami proses perputaran. Perputaran dana berfungsi untuk
menghasilkan dana dalam jumlah besar sehingga selisihnya merupakan suatu keuntungan bagi
perusahaan yang bersangkutan. Sedangkan sebagai jembatan perputaran dana ini adalah aktiva
lancar yaitu yang dimaksud adalah piutang. Tingkat perputaran piutang merupakan perbadingan
antara penjualan kredit dengan rata-rata piutang, dan tingkat perputaran ini menggambarkan
berapa kali modal yang tertanam dalam piutang berputar dalam satu tahun, semakin cepat
perputaran piutang menandakan bahwa modal dapat digunakan secara efisien.
Perputaran piutang tersebut akan menentukan besar kecilnya keuntungan yang akan diperoleh
perusahaan. Sehingga hal ini akan mempengaruhi operasi perusahaan di mana secara tidak
langsung akan berdampak pada tingkat perolehan keuntungan perusahaan yang bersangkutan.
Sebagaimana tujuan utama perusahaan yaitu mencapai keuntungan optimal, maka setiap
perusahaan selalu meningkatkan kemampuan usahanya untuk menghasilkan laba, salah satunya
dengan cara mengelola piutang perusahaan yang bersangkutan seefisien mungkin, sehingga
mampu mencapai laba yang diinginkan. Kemampuan perusahaan menghasilkan laba selama
periode tertentu disebut dengan rentabilitas.
Berdasarkan latar belakang di atas, akhirnya penulis mengambil judul dari penelitian ini yaitu
yang berjudul “Analisa Perputaran Piutang Terhadap Rentabilitas Pada UD. Sinar Baru Jaya
Pamekasan”.
jika anda ingin memiliki
contoh skripsinya lengkap dlm format(M.word)
silahkanhub.08563056386(eko)
anda hanya mengganti ongkos pengetikan MURAH
pembayaran melalui transfer antar BANK
1. 2 Rumusan Masalah
Modal kerja merupakan atau yang termasuk elemen-elemen yang mengalami proses perputaran,
untuk dapat menentukan besar kecilnya keuntungan yang diperoleh perusahaan melalui tingkat
perputaran yaitu piutang akan mempengaruhi operasi perusahaan dengan tujuan untuk mencapai
keuntungan yang optimal, maka setiap perusahaan akan selalu meningkatkan kemampuan
usahanya untuk menghasilkan laba. Salah satunya dengan cara mengelola piutang perusahaan
tersebut seefisien mungkin sehingga mampu mencapai laba yang diinginkan. Untuk dapat
membantu dan mengetahui efisiensi pengelolaan modal kerja tersebut, maka yang perlu
diperhatikan adalah dengan cara menghitung tingkat rentabilitasnya, yaitu kemampuan
perusahaan menghasilkan laba selama periode tertentu.
Berdasarkan pembahasan tersebut, maka perumusan masalah dalam suatu penelitian ini
mempunyai tujuan untuk memperjelas arah penelitian yang dimaksud. Sehingga dapat
dirumuskan pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah Analisa Perputaran
Piutang Terhadap Rentabilitas Pada UD. Sinar Baru Jaya Pamekasan”.
1. 3 Batasan Masalah dan Kerangka Pemikiran
1. 3.1 Batasan Masalah
Melihat luasnya permasalahan dalam penelitian ini, maka perlu diadakan pembatasan masalah.
Sehingga dengan hal tersebut dan agar penelitian ini tetap terfokus, maka permasalahan dalam
penelitian ini hanya dibatasi pada sebagai berikut:
a. Data yang diteliti adalah data yang bersifat keuangan, yaitu berupa laporan keuangan
diantaranya laporan Laba-Rugi, Laporan Perubahan Ekuitas, dan Neraca pada tahun 2003 sampai
dengan tahun 2007
b. Laporan keuangan yang akan diteliti adalah dengan menggunakan analisis perputaran piutang
serta analisis rasio dalam hal ini adalah rasio rentabilitas
1. 3.2 Kerangka Pemikiran
1. 4 Tujuan Penelitian
Dalam penelitian ini tidak lepas dari tujuan, maka adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai
dalam penelitian ini adalah “Untuk Mengetahui Analisa Perputaran Piutang Terhadap
Rentabilitas Pada UD. Sinar Baru Jaya Pamekasan”.
jika anda ingin memiliki
contoh skripsinya lengkap dlm format(M.word)
silahkanhub.08563056386(eko)
anda hanya mengganti ongkos pengetikan MURAH
pembayaran melalui transfer antar BANK
1. 5 Manfaat Penelitian
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pihak yang berkepentingan,
diantaranya:
1.Bagi Perusahaan
a.Diharapkan dapat membantu memberikan masukan dan dapat dijadikan tolak ukur yang
bermanfaat mengenai manajemen keuangan yang berkaitan dengan piutang dan rentabilitas, serta
dapat memberikan informasi tentang pentingnya perputaran piutang untuk mencapai laba yang
optimal.
b.Dapat memberikan pedoman bagi bagi pihak manajemen untuk bisa dijadikan petunjuk di
dalam mengambil keputusan yaitu dapat menganalisa dan dapat menilai baik buruknya kinerja
perusahaan sehingga dapat membantu dalam proses perencanaan di masa yang akan datang.
2.Bagi Universitas Madura
Dapat dijadikan sebagai bahan refrensi ilmiah dan bahan pembanding bagi mahasiswa yang ingin
melakukan pengembangan penelitian dengan tema yang sama dan di masa yang akan datang.
3.Bagi Peneliti
Dengan penelitian ini dapat memberikan kesempatan bagi peneliti untuk menambah atau
memperoleh pengetahuan dan wawasan dalam bidang yang sesuai serta mengembangkan teori-
teori yang telah diperoleh di bangku kuliah.
4.Bagi Masyarakat
Memberikan masukan atau informasi yang bermanfaat mengenai manajemen keuangan terutama
yang berkaitan dengan perputaran piutang, dan rentabilitas.

TINJAUAN PUSTAKA
2. 1 Landasan Teori
2. 1.1 Tinjauan Tentang Perputaran Piutang
a. Pengertian Piutang
Piutang meliputi semua klaim atau hak untuk menuntut pembayaran kepada pihak lain, yang
pada umumnya akan berakibat adanya penerimaan kas di masa yang akan datang. Tagihan atau
piutang merupakan bagian penerimaan perusahaan yang sangat penting yang timbul sebagai
akibat dari adanya kebijaksanaan penjualan barang atau jasa dengan kredit, di mana debitur tidak
memberikan suatu jaminan yang secara resmi.
Menurut Baridwan (2004:124) piutang dagang menunjukkan piutang yang timbul dari penjualan
barang-barang atau jasa-jasa yang dihasilkan perusahaan. Dalam kegiatan ini perusahaan yang
normal, biasanya piutang dagang akan dilunasi dalam jangka waktu kurang dari satu tahun,
sehingga dikelompokkan dalam aktiva lancar. Dengan kata lain piutang dagang adalah tagihan-
tagihan yang akan dilunasi dengan uang dalam jangka waktu kurang dari satu tahun.
Pengertian piutang menurut Yusuf (2003:52) yaitu piutang timbul apabila perusahaan menjual
barang atau jasa kepada perusahaan lain secara kredit. Piutang merupakan sejumlah uang dari si
penjual kepada si pembeli yang timbul karena adanya suatu transaksi. Sedangkan menurut
Riyanto (1984:76) menyatakan bahwa piutang merupakan elemen modal kerja yang juga selalu
dalam keadaan berputar secara terus menerus dalam rantai perputaran modal kerja, dan piutang
timbul dengan adanya penjualan kredit.
Pengertian piutang dagang juga dikemukakan oleh Munawir (1995:15) yaitu tagihan kepada
pihak lain (kepada kreditur atau langganan) sebagai sebab akibat adanya penjualan barang
dagangan secara kredit.
Berdasarkan pengertian di atas, maka piutang mempunyai peranan yang sangat penting bagi
perusahaan terutama dalam modal kerja, sebab piutang merupakan alat likuid perusahaan. Untuk
itu maka setiap perusahaan harus dapat menciptakan suatu kebikjasanaan dalam hal yang
menyangkut piutang melalui manajemen atau pengelolaan piutang yang menguntungkan
perusahaan yang bersangkutan.
b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Besar Kecilnya Piutang
Manajemen piutang merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan yang menjual
produknya secara kredit. Manajemen piutang terutama menyangkut masalah pengendalian
jumlah piutang pengendalian pemberian dan pengumpulan piutang, dan evaluasi terhadap politik
kredit yang dijalankan oleh perusahaan.
Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa piutang merupakan penerimaan perusahaan yang
timbul sebagai akibat dari penjualan kredit, sehingga di dalam usaha pengendalian piutang
dilakukan oleh perusahaan adalah melalui kebijaksanaan kredit yaitu harus memperhatikan
tentang besarnya kebijaksanaan penjualan kredit yang dilakukan oleh perusahaan terhadap hasil
produksinya.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya menurut Riyanto (1984:76) adalah
sebagai berikut:
1. Volume Penjualan Kredit
Makin besar volume penjualan kredit yang dilakukan, makin besar pula investasi yang
ditanamkan dalam piutang. Dengan makin besarnya volume penjualan kredit tiap tahunnya
berarti bahwa perusahaan itu harus menyediakan investasi lebih besar lagi dalam piutang. Makin
besar jumlah piutang berarti makin besar resikonya, tetapi bersamaan dengan itu juga
memperbesar profitabilitasnya.
2. Syarat Pembayaran Penjualan Kredit
Syarat pembayaran penjualan kredit dapat bersifat ketat atau lunak. Apabila perusahaan
menetapkan syarat pembayaran yang ketat berarti perusahaan lebih mengutamakan keselamatan
kredit daripada profitabilitasnya. Semakin panjang batas waktu pembayaran kredit berarti
semakin besar jumlah piutangnya.
3. Ketentuan Tentang Pembatasan Kredit
Pembatasan kredit harus ditetapkan oleh perusahaan dalam memberikan kredit. Makin tinggi
pembatasan kredit yang ditetapkan bagi masing-masing langganan, berarti makin besar pula dana
yang diinvestasikan dalam piutang.
4. Kebijaksanaan Dalam Mengumpulkan Piutang.
Kebijaksanaan pengumpulan piutang oleh perusahaan dapat dilakukan secara aktif maupun pasif.
Apabila perusahaan menerapkan kebijaksanaan pengumpulan piutang secara aktif, artinya
perusahaan melakukan penagihan sendiri, maka perusahaan akan mengeluarkan biaya yang lebih
besar. Hal ini berbeda jika perusahaan menerapkan pengumpulan piutang secara aktif, maka
investasi yang ditanamkan dalam piutang akan lebih besar.
5. Kebiasaan Membayar Dari Para Pelanggan
Kebiasaan membayar ini menyangkut pemanfaatan discount period oleh pelanggan, artinya
semakin langganan ini memanfaatkan discount period, semakin kecil investasi yang ditanamkan
dalam piutang.
c. Perputaran Piutang
Piutang merupakan elemen modal kerja yang selalu dalam keadaan berputar, artinya piutang
akan tertagih pada saat tertentu dan akan timbul lagi akibat penjualan begitu seterusnya.
Periode perputaran piutang tergantung pada panjang pendeknya ketentuan waktu yang
dipersyaratkan dalam syarat pembayaran kredit. Disisi lain, syarat pembayaran kredit juga akan
mempengaruhi tingkat perputaran piutang di mana tingkat perputaran piutang menggambarkan
berapa kali modal yang tertanam dalam piutang berputar dalam satu tahun. Semakin cepat
perputaran piutang menandakan bahwa modal dapat digunakan secara efisien. Hal tersebut juga
sejalan dengan pernyataan Munawir (1995:75) yaitu bahwa:
Makin tinggi (turn over) menunjukkan modal kerja yang ditanamkan dalam piutang rendah,
sebaliknya kalau ratio semakin rendah berarti ada over investment dalam piutang sehingga
memerlukan analisa lebih lanjut, mungkin karena bagian kredit dan penagihan bekerja tidak
efektif atau mungkin ada perubahan dalam kebijaksanaan pemberian kredit.

Maka perhitungan dalam tingkat perputaran piutang tersebut menurut Syamsuddin (2004:49)
dapat dihitung dengan sebagai berikut:

Rata-rata piutang diperoleh dengan cara sebagai berikut:

Dari rumus perhitungan perputaran di atas selanjutnya dapat diketahui dari hari rata-rata
pengumpulan piutang, dengan cara sebagai berikut:

Tinggi rendahnya tingkat perputaran piutang mempunyai dampak langsung terhadap modal
perusahaan yang tertanam dalam piutang.
2. 1.2 Tinjauan Tentang Rentabilitas
a. Pengertian Rentabilitas
Rentabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba dan aktiva operasional. Hal
ini lebih penting daripada masalah laba karena laba yang besar bukanlah merupakan suatu
ukuran bahwa perusahaan tersebut telah dapat bekerja secara efisien. Untuk itu dengan tingkat
rentabilitas dapat mengetahui efisiensi tidaknya suatu perusahaan dalam menjalankan usahanya
atau kegiatannya.
Menurut Harahap (2002:304) menyatakan bahwa rasio rentabilitas disebut juga dengan rasio
profitabilitas yaitu menggambarkan kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui semua
kemampuan, dan sumber yang ada seperti penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, cabang, dan
sebagainya. Sedangkan menurut Riyanto (1984:27) menyatakan rentabilitas suatu perusahaan
menunjukkan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba
tersebut, sehingga dengan kata lain rentabilitas adalah kemamapuan suatu perusahaan untuk
menghasilkan laba selama periode tertentu, dan umumnya dirumuskan sebagai berikut:

Di mana L adalah jumlah laba yang diperoleh selama periode tertentu dan M adalah modal atau
aktiva yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut.
Menurut Munawir (1995:33) juga mengemukakan rentabilitas atau profitability adalah
menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu.
Rentabilitas suatu perusahaan diukur dengan kesuksesan perusahaan dan kemampuan
menggunakan aktivitasnya secara produktif, dengan demikian rentabilitas suatu perusahaan dapat
diketahui dengan memperbandingkan antara laba yang diperoleh dalam suatu periode dengan
jumlah aktiva atau modal perusahaan tersebut.
Berdasarkan definisi di atas, jelaslah bahwa rentabilitas merupakan tolak ukur dari perusahaan
untuk mengukur efisiensi modal guna mencapai keuntungan, sebab dengan laba tersebut belum
cukup untuk mengukur apakah penggunaan modal itu efisien atau tidak karena laba hanya
bersifat data.
b. Arti Pentingnya Rentabilitas
Mengukur efisiensi perusahaan dengan mendasar pada jumlah keuntungan semata-mata kurang
tepat sebab keuntungan yang tinggi tersebut belum tentu disertai tingkat rentabilitas yang tinggi
pula, maka dengan tingkat rentabilitas untuk ukuran efisiensi perusahaan adalah merupakan cara
yang baik sebab suatu perusahaan sulit untuk meningkatkan rentabilitasnya tanpa meningkatkan
efisiensi walaupun hal tersebut mutlak.
c. Penilaian Rentabilitas
Cara untuk menilai rentabilitas suatu perusahaan adalah bermacam-macam dan tergantung pada
laba+aktiva atau modal mana yang akan diperbandingkan satu sama lainnya.
Menurut Riyanto (1984:28) mengemukakan ada 2 cara penilaian rentabilitas, yaitu:
1. Rentabilitas Ekonomis
Rentabilitas ekonomis adalah perbandingan antara laba usaha dengan modal sendiri dan modal
asing yang dipergunakan untuk menghasilkan laba tersebut dan dinyatakan dalam persentase.
Rentabilitas ekonomis sering pula dimaksudkan sebagai kemampuan suatu perusahaan dengan
seluruh modal yang bekerja di dalamnya untuk menghasilkan laba.
Laba yang diperhitungkan untuk menghitung rentabilitas ekonomis hanyalah laba yang berasal
dari operasi perusahaan atau disebut dengan laba usaha. Sedangkan laba yang berasal dari luar
usaha tidaklah diperhitungkan. Begitu pula dengan modal, modal yang digunakan hanyalah
modal yang bekerja dalam perusahaan sedangkan modal yang berasal dari luar perusahaan tidak
diperhitungkan.
Adapun rumusnya dapat dilihat sebagai berikut:

2. Rentabilitas Modal Sendiri atau Rentabilitas Usaha


Merupakan perbandingan antara jumlah laba yang tersedia bagi pemilik modal sendiri di satu
pihak dengan jumlah modal sendiri yang menghasilkan laba tersebut di lain pihak. Atau dengan
kata lain merupakan kemampuan suatu perusahaan dengan modal sendiri yang bekerja untuk
menghasilkan keuntungan. Sehingga rumusnya adalah sebagai berikut:

d. Analisis Sistem Du Pont


Menurut Harahap (2002:333) dalam bukunya menyatakan bahwa du pont sudah dikenal sebagai
pengusaha sukses. Dalam bisnisnya ia memiliki cara sendiri dalam menganalisa laporan
keuangannya, caranya hampir sama dengan analisa laporan keuangan biasa, namun
pendekatannya lebih integratif dan menggunakan komposisi laporan keuangan sebagai elemen
analisanya. Sedangkan menurut Weston dan Brigham (1990:317) menyatakan sistem du pont
dirancang untuk memperlihatkan bagaimana margin laba atas penjualan, rasio perputaran aktiva
dan penggunaan utang berinteraksi untuk menentukan tingkat pengembalian atas ekuitas.
Pada dasarnya analisis sistem du pont ini merupakan pengembangan dari analisis rasio keuangan
karena dalam analisis ini menggunakan beberapa rasio keuangan. Sistem du pont dan sistem
rentabilitas ekonomis memiliki kemiripan sehingga ditafsirkan sama, tetapi pada dasarnya sistem
du pont dan sistem rentabilitas mempunyai perbedaan, yaitu pada sistem du pont dalam
menghitung return on investment (ROI) yang didefinisikan sebagai laba adalah laba setelah pajak
(EAT), sedangkan pada rentabilitas ekonomis laba yang dimaksud adalah laba sebelum bunga
dan pajak (EBIT). Sedangkan pembagiannya sama yaitu investasi atau total aktiva. Sehingga
analisis ini digunakan untuk mengontrol perubahan dalam rasio aktivitas dan net profit margin
dan seberapa besar pengaruhnya terhadap ROI.
jika anda ingin memiliki
contoh skripsinya lengkap dlm format(M.word)
silahkanhub.08563056386(eko)
anda hanya mengganti ongkos pengetikan MURAH
pembayaran melalui transfer antar BANK
Return On Investment (ROI) merupakan kemampuan perusahaan keseluruhan di dalam
menghasilkan keuntungan dengan jumlah keseluruhan jumlah aktiva yang tersedia dalam
perusahaan. Kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk
menghasilkan netto. Mengukur tingkat penghasilan bersih yang diperoleh dari total aktiva yang
tersedia atau kemampuan perusahaan di dalam menghasilkan keuntungan dengan jumlah
keseluruhan ativa yang tersedia di dalam perusahaan.
Berdasarkan uraian di atas, jadi analisis du pont adalah suatu analisis yang memisahkan
profitabilitas dengan pemanfaatan assets, dengan analisis ini akan dapat diketahui perputaran
aktiva dan profit margin suatu perusahaan.
Untuk menghasilkan ROI tersebut adalah sebagai berikut:

2. 1.3 Pengaruh Perputaran Piutang Terhadap Rentabilitas


a. Pengaruh Perputaran Piutang Terhadap Rentabilitas
Pada umumnya rentabilitas perusahaan digunakan sebagai alat ukur pengendalian modal di
dalam suatu perusahaan, karena dengan peningkatan laba saja masih belum cukup sebagai
ukuran bahwa perusahaan telah menggunakan modal kerja secara efisien. Oleh karena itu
perusahaan umumnya lebih mengarahkan usaha untuk mendapatkan titik rentabilitas maksimal
daripada laba maksimal.
Apabila perputaran piutang rendah, hal ini menunjukkan penggunaan modal kerja yang tertanam
dalam piutang kurang efisien atau dengan kata lain terjadinya kelebihan modal kerja yang
tertanam dalam piutang. Dengan demikian, semakin meningkat perputaran piutang semakin
besar pula laba investasi. Dalam hal ini laba investasi sama dengan rentabilitas.
Berdasarkan uraian di atas, dikatakan bahwa modal kerja merupakan salah satu unsur aktiva
milik perusahaan yang bisa mempengaruhi tingkat rentabilitas perusahaan. Apabila modal kerja
dalam halnya piutang dapat dikelola dengan baik atau secara efisien, maka rentabilitas
perusahaan bisa mengalami peningkatan, namun bila sebaliknya pengelolaan modal kerja kurang
baik atau tidak efisien maka akan memperkecil tingkat rentabilitasnya.
b. Faktor-faktor untuk menentukan Tinggi Rendahnya Rentabilitas Ekonomis atau Earning
Power.
Menurut Riyanto (1984:29) ada 2 faktor yang dapat menentukan tinggi rendahnya rentabilitas
ekonomis atau earning power, yaitu:
1.Profit Margin
Yaitu merupakan pebandingan antara net operating income (laba usaha) dengan net sales
(penjualan bersih) dan dinyatakan dalam persentase, yaitu:

Di mana profit margin ini dinyatakan untuk mengetahui efisiensi perusahaan dengan melihat
pada besar kecilnya laba usaha dalam hubungannya dengan penjualan.
2.Turnover Of Operating Assets
Disebut juga dengan tingkat perputaran aktiva usaha yaitu perbandingan antara penjualan bersih
dengan aktiva usaha atau dengan kata lain yaitu kecepatan berputarnya aktiva usaha dalam suatu
periode tertentu, yaitu:

Turnover of operating assets (tingkat perputaran aktiva usaha) dimaksudkan untuk mengetahui
efisiensi perusahaan dengan melihat kecepatan perputaran aktiva usaha dalam suatu periode
tertentu.
Berdasarkan uraian di atas, kedua efisiensi tersebut dapat menentukan tinggi rendahnya
rentabilitas ekonomis. Oleh karena itu, makin tingginya tingkat profit margin atau turnover of
operating assets masing-masing atau keduanya dapat mengakibatkan naiknya rentabilitas
ekonomis.
jika anda ingin memiliki
contoh skripsinya lengkap dlm format(M.word)
silahkanhub.08563056386(eko)
anda hanya mengganti ongkos pengetikan MURAH
pembayaran melalui transfer antar BANK
METODE PENELITIAN
3. 1 Lokasi Penelitian
Dalam penelitian ini, yang menjadi objek penelitian untuk melakukan suatu penelitian adalah
dilakukan pada UD. Sinar Baru Jaya Pamekasan yang berlokasi dan di mana juga merupakan
kantor pusat yang beralamat di Jalan Stadion No. 132 Pamekasan. Perusahaan ini merupakan
perusahaan yang bergerak di bidang dealer Honda (penjualan) yaitu penjualan yang dimaksud
adalah menjual barang dagangan berupa unit sepeda motor, dan perusahaan ini juga merupakan
perusahaan yang pertama kali ada di pamekasan. Sehingga dengan hal tersebut peneliti tertarik
untuk melakukan penelitian apakah perusahaan ini dalam pengelolaan aktiva lancar yaitu yang
dimaksud adalah piutang tersebut dikatakan cukup baik atau tidak, jika dapat ditinjau dari tingkat
perputaran piutang, dan rentabilitas tiap periode untuk tahun 2003 sampai dengan tahun 2007.
3. 2 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dengan menggunakan
metode penelitian deskriptif. Pada umumnya penelitian deskriptif merupakan penelitian non
hipotesis, sehingga langkah penelitiannya tidak perlu merumuskan hipotesis.

3. 3 Populasi dan Sampel


3. 3.1 Populasi Penelitian
Populasi merupakan keseluruhan objek penelitian, maka yang menjadi populasi dalam penelitian
ini adalah UD. Sinar Baru Jaya Pamekasan.
3. 3.2 Sampel Penelitian
Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang akan diteliti. Maka kriteria yang
digunakan adalah dalam pemilihan sample adalah data laporan keuangan pada tahun 2003-2007,
yaitu:
1.Laporan Laba – Rugi tahun 2003-2007
2.Laporan Perubahan Ekuitas tahun 2003-2007
3.Laporan Neraca tahun 2003-2007

3. 4 Jenis dan Sumber Data


3. 4.1 Jenis Data
Menurut Arikunto (2002:94) menyatakan jenis data dapat dibedakan menjadi 4 jenis yaitu data
kualitatif yang terdiri dari data nominal dan data ordinal, dan data kuantitatif terdiri dari data
interval dan data ratio.
Berdasarkan pendapat di atas, maka jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
termasuk jenis data kuantitatif yaitu data yang berbentuk angka-angka.
3. 4.2 Sumber Data
Untuk sumber data menunjukkan data dari mana data diperoleh sesuai dengan jenis datanya,
maka data penelitian ini adalah data sekunder, karena dalam hal ini peneliti mendapatkan data-
data dokumen perusahaan berupa laporan keuangan dan data-data lain dari milik perusahaan.

3. 5 Teknik Pengumpulan Data


Untuk teknik pengumpulan data dalam penelitian ini, ada beberapa hal yang peneliti lakukan,
yaitu:
a. Studi pustaka
Di mana pengumpulan data dengan cara ini yang dilakukan oleh peneliti adalah membaca dan
mempelajari literatur-literatur dan catatan-catatan kuliah terkait dengan permasalahan dalam
peneitian ini serta bacaan-bacaan lain yang berhubungan dengan penelitian ini secara
keseluruhan.
b. Wawancara atau Interview
Dalam hal ini peneliti melakukan tanya jawab dan tatap muka secara langsung dengan responden
yaitu pimpinan dan karyawan UD. Sinar Baru Jaya Pamekasan.
c. Dokumentasi
Penulis mengambil data dengan teknik dokumentasi yaitu pada teknik ini peneliti
mengumpulkan data tentang laporan keuangan perusahaan UD. Sinar Baru Jaya Pamekasan.
<span style="font-weight:bold;">jika anda ingin memiliki
contoh skripsinya lengkap dlm format(M.word)
silahkanhub.08563056386(eko)
anda hanya mengganti ongkos pengetikan MURAH
pembayaran melalui transfer antar BANK
3. 6 Definisi Operasional
Definisi operasional menunjukkan gejala-gejala atau hal-hal khusus atau indikator dari variabel
dari bagaimana kita mengukur variabel.
a. Perputaran Piutang
Piutang adalah elemen modal kerja yang selalu dalam keadaan berputar, artinya piutang akan
tertagih pada saat tertentu dan akan timbul lagi akibat penjualan begitu seterusnya. Dalam hal ini
tingkat perputaran piutang merupakan sebagai variabel bebas. Dengan indikator:
1. Penjualan kredit
2. Rata-rata piutang
a. Piutang awal
b. Piutang akhir
b. Rentabilitas
Adalah suatu kemamapuan perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu.
Rentabilitas di sini merupakan variabel terikat (Y). Dengan indikator:
1. Rentabilitas Ekonomis
a. Laba usaha (sebelum Bunga dan Pajak)
b. Modal Sendiri
c. Modal Asing
2. Rentabilitas Modal Sendiri atau Rentabilitas Usaha
a. Laba bersih (Setelah Bunga dan Pajak)
b. Modal sendiri
3. 7 Teknik Analisis Data
Sesuai dengan tujuan penelitian yaitu memaparkan atau menjelaskan suatu masalah angka-
angka, maka penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif dengan data kuantitatif dengan
cara sebagai berikut:
a.Menentukan Tingkat Perputaran Piutang

Rata-rata piutang diperoleh dengan cara sebagai berikut:

Selanjutnya untuk mengetahui hari rata-rata pengumpulan piutang sebagai


berikut:

b.Menentukan Tingkat Rentabilitas


Rentabilitas ekonomis sering dimaksudkan sebagai kemampuan suatu perusahaan dengan
seluruh modal yang bekerja di dalamnya untuk menghasilkan laba.
Maka teknik yang digunakan adalah sebagai berikut:
Berdasarkan teknik analisis di atas dapat disimpulkan bahwa apabila semakin tinggi tingkat
perputaran piutang dalam suatu perusahaan berarti semakin tinggi pula tingkat efisiensi modal
kerja yang ditanamkan dalam piutang. Sehingga tingkat perputaran piutang tersebut sama-sama
mempunyai efek yang langsung terhadap besar kecilnya modal yang diinvestasikan dalam
piutang. Rentabilitas menunjukkan bahwa tinggi rendahnya tingkat rentabilitas dipengaruhi oleh
tingkat penggunaan modal kerja yaitu bagaimana cara mengelola piutang yang diketahui melalui
dari tingkat perputaran piutangnya, karena besar kecilnya tingkat perputaran piutang akan
mempengaruhi operasi perusahaan di mana secara tidak langsung akan berdampak pada tingkat
perolehan keuntungan perusahaan yang bersangkutan.
Selanjutnya setelah menentukan analisa berdasarkan rasio-rasio keuangan di atas, berikut peneliti
akan melakukan analisis yaitu dengan menggunakan analisa keuangan sistem Du Pont.
Sehingga untuk menghitung atau menghasilkan ROI tersebut, sebagai berikut:

atau ROI = Net Profit Margin x Asset turnover

Jadi berdasarkan rumus di atas akan di analisis masing-masing indikatornya, sehingga dengan
analisis tersebut akan diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap perubahan ROI
(Return on investment

JADWAL PENELITIAN
Pelaksanaan penelitian ini diperkirakan memerlukan waktu sebagai berikut :
a.Tahap persiapan selama 7 hari
b.Tahap penyusunan proposal 25 hari
c.Tahap penyajian izin penelitian selama 7 hari
d.Tahap penelitian di lapangan selama 25 hari
e.Tahap tabulasi data,analisa data dan penarikan kesimpulan selama 30 hari
f.Tahap laporan hasil penelitian selama 20 hari

Sistematika Penulisan Skripsi


Berikut adalah sistematika penulisan skripsi dari penelitian ini yaitu untuk mempermudah dalam
menelaah isi dari skripsi tersebut, antara lain:
BAB I : Pendahuluan
Pada bab ini menjelaskan dan menguraikan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah,
batasan masalah dan kerangka pemikiran, tujuan penelitian, kegunaan penelitian dan sistematika
skripsi.
BAB II : Tinjauan Pustaka
Bab ini berisikan tentang landasan teori yang mendukung yaitu tinjauan tentang piutang, dan
tinjauan tentang rentabilitas.
BAB III : Metode Penelitian
Bab ini juga menjelaskan tentang langkah-langkah dalam pelaksanaan penelitian yaitu lokasi
penelitian, jenis penelitian, populasi dan sample, jenis dan sumber data, teknik pengumpulan
data, definisi operasional, dan teknik analisis data.
BAB IV : Hasil Penelitian dan Pembahasan
Dalam bab ini akan membahas dan menguraikan serta memberi penjelasan tentang gambaran
umum perusahaan, struktur organisasi, data-data laporan keuangan perusahaan dan pembahasan
masalah dari data-data yang ada dalam perusahaan.
BAB V : Kesimpulan dan Saran
Pada bagian bab terakhir ini, menguraikan tentang kesimpulan-kesimpulan dan saran-saran dari
hasil penelitian yang diperoleh baik bagi pihak manajemen maupun untuk peneliti selanjutnya.
Sedangkan daftar pustaka dan lampiran-lampiran merupakan sajian tersendiri setelah bab V.
jika anda ingin memiliki
contoh skripsinya lengkap dlm format(M.word)
silahkanhub.08563056386(eko)
anda hanya mengganti ongkos pengetikan MURAH
pembayaran melalui transfer antar BANK
DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharmisi. 2002. Prosedur Penelitian. Penerbit Rineka Cipta, Jakarta

Baridwan, Zaki. 2004. Intermediate Accounting. Edisi 8, Penerbit BPFE, Yogyakarta

Harahap, Syafri, Sofyan. 2002. Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan. Penerbit PT. Raja
Grafindo Persada, Jakarta

Harnanto. 2002. Akuntansi Keuangan Menengah. Penerbit PT. Raja Garfindo Persada, Jakarta

Ikatan Akuntansi Indonesia. 2004. Standar Akuntansi Keuangan, Penerbit Salemba Empat,
Jakarta

Jusuf, Haryono. 2003. Dasar-dasar Akuntansi. Jilid 2, Penerbit STIE, Yogyakarta

Munawir, S. 1995. Analisa Laporan Keuangan. Edisi 4, Penerbit Liberty, Yogyakarta

Riyanto, Bambang. 1984. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Penerbit Gajah Mada,


Yogyakarta

Sugiyono. 1994. Metode Penelitian Administrasi. Penerbit Alfabeta, Bandung

Syamsuddin, Lukman. 2004. Manajemen Keuangan Perusahaan. Penerbit PT. Raja Grafindo
Persada, Jakarta

Weston, Fred, J dan Brigham, F, Eugene. 1990. Dasar-dasarManajemen Keuangan. Edisi


Kesembilan, Penerbit Erlangga, Jakarta
jika anda ingin memiliki
contoh skripsinya lengkap dlm format(M.word)
silahkanhub.08563056386(eko)
anda hanya mengganti ongkos pengetikan MURAH
pembayaran melalui transfer antar BANK
mohon maaf, script melihat hasil revenue berdasarkan blog tidak bisa dipergunakan lagi !,
untuk memantau hasil revenue, bisa cek di kumpulblogger, login - advertiser - statistik revenue

Diposkan oleh man di 06:40 0 komentar


Langgan: Entri (Atom)
skip to main | skip to sidebar

ANALISA SUMBER DAN PENGGUNAAN


MODAL KERJA PADA UD. BAROKAH
Kamis, 2008 November 13
ANALISA SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA PADA UD.
BAROKAH
PROPOSAL SKRIPSI KEUANGAN(S1-MANAJEMEN KEUANGAN)
ANALISA SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA PADA UD. BAROKAH
PARAGAAN SUMENEP

1.1Latar Belakang Masalah


Dengan semakin terbatasnya sumber kekayaan alam sebagai faktor modal serta semakin majunya
perkembangan ilmu dan teknologi telah menjadikan dunia usaha sebagai ajang pertarungan yang
bersifat kompetitif. Oleh karena itulah maka perusahaan sebagai tempat bergabungnya orang-
orang atau pemilik harus dikelola secara professional agar tujuan meningkatkan kemakmuran
atau kekayaan bagi para pemilik, tenaga kerja yang ada di dalamnya, serta pelayanan yang lebih
baik bagi masyarakat dapat dicapai.
Untuk kepentingan tersebut seorang pimpinan harus mampu membuat perencanaan yang lebih
baik, mengambil keputusan, dan mengadakan pengawasan yang efektif, kemampuan yang
dituntut dari seorang pimpinan yakni menentukan sumber modal serta bagaimana cara
mengoperasikannya agar tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara optimal.
Modal kerja merupakan hal yang penting dalam perusahaan hingga bisa dikatakan sebagai nyawa
dari sebuah perusahaan artinya untuk menjalankan kegiatan operasinya sehari-hari ataupun untuk
mengadakan investasi diperlukan modal kerja yang cukup. Untuk memperoleh modal kerja,
pihak perusahaan harus memperhatikan setiap potensi keuangan yang ada dan bisa digunakan
dengan memperhatikan segala kemungkinan risiko yang ditimbulkan.
Dalam menegemen keuangan suatu usaha atau perusahaan tidak terlepas dari modal kerja karena
modal kerja merupakan hal yang penting untuk menjalankan operasi perusahaan sehari-hari
sehinggga tujuan dari perusahaan bisa tercapai maka dari itu perusahaan harus mampu
menetapkan konsep modal kerja yang sesuai dengan tujuan perusahaan, artinya penyedian modal
kerja harus cukup sehingga memungkinkan perusahaan untuk beroperasi seekonomis mungkin
dan tidak akan mengalami kesulitan dalam menghadapi bahaya-bahaya yang mungkin
ditimbulkan dari kekacauan keungan, sedangkan modal kerja yang berlebihan menunjukkan
bahwa ada dana yang tidak produktif, artinya perusahaan mengalami kerugian karena
kesempatan untuk mendapatkan laba disia-siakan.
Sumber dan penggunaan modal kerja merupakan analisa yang bisa dijadikan acuan dalam
mengambil keputusan yang tepat yaitu dengan analisa sumber dan penggunaan modal kerja
pimpinan bisa men getahui komposisi-komposisi modal kerja bersumber dari mana dan
digunakan untuk apa, sehingga pimpinan bisa menggambarkan keadaan modal kerja itu sendiri.
Peputaran modal kerja yang efektif membantu kelancaraan operasi perusahaan dalam membiayai
operasi sehari-hari. penggunaan modal kerja yang teratur salah satu alat yang membantu
penggunaan modal kerja yang efiesien, sehingga bagi manajemen keuangan mempermudah
dalam mengambil keputusan.
Pada UD. Barokah Paragaan Sumenep yang dalam sehari-harinya bergerak dalam bidang
Meubel, maka perlu memperhatikan perputaran modal kerjanya. Hasil penjualan sangat
mempengaruhi sekali terhadap modal kerja dimana semakin besar hasil penjualan dari
perusahaan maka semakin besar pula modal kerja yang didapat karena hasil penjualan
merupakan sumber dari modal kerja itu sendiri. Seperti halnya pada UD. Barokah ini penjualan
atau hasil oprasi yang meningkat maka akan mempengaruhi terhadap peningkatan modal kerja,
namun pada kenyataannya dalam perusahaan ini tidak demikian dimana penjualan yang semakin
meningkat tidak terlalu mempengaruhi tehadap peningkatan modal kerja. Dilatarbelakangi
permasalahan diatas, penulis mengambil judul: Analisa Sumber Dan Penggunaan Modal Kerja
Pada UD. Barokah Paragaan Sumenep

1.2Rumusan Masalah
Sebelum penulis memberikan rumusan masalah terlebih dahulu dirasa perlu disampaikan secara
teori tentang rumusan masalah. Menurut Tucman dalam Sugiono (2006:34) rumusan masalah
dimyatakan dalam bentuk kalimat tanya, atau alternatif tetapi secara implisit mengandung
pertanyaan.
Untuk memberikan arah dan batasan yang jelas dalam pembahasan, maka sesuai latar belakang
masalah maka penulis dapat merumuskan suatu pokok permasalahan yaitu: Bagaimanakah
Sumber dan Penggunaan modal kerja pada perusahaan meubel UD. Barokah Paragaan Sumenep.

1.3 Pembatasan Masalah


Untuk lebih sederhananya permasalahan ini maka diperlukan pembatasan masalah, adapun
batasan masalahnya sebagai berikut:
aModal kerja adalah yang digunakan perusahaan dalam satu periode ditinjau dari segi modal
kerja bersih
bSumber modal kerja adalah traksaksi yang menyebabkan naiknya modal kerja, baik penjualan
aktiva maupun penerimaan karena sesuai dengan operasi perusahaan.
cPenggunaan modal kerja adalah semua kegiatan perusahaan yang menyebabkan terjadimya
uang atau dana keluar baik karena kegiatan operasional maupun dari kegiatan non operasional.
jika anda ingin memiliki
contoh skripsinya lengkap dlm format(M.word)
silahkanhub.08563056386(eko)
anda hanya mengganti ongkos pengetikan MURAH
pembayaran melalui transfer antar BANK1.4Tujuan Penelitian
Dari penelitian ini yang hendak dicapai adalah: Untuk mengetahui sumber–sumber dan
penggunaan modal kerja pada UD. Barokah Paragaan Sumenep.

1.5Kegunaan Penelitian
aBagi Perusahaan
Sebagai bahan masukan Informasi dan pertimbangan bagi manajemen perusahaan dalam
mengelola modal kerja, sebagai kebijakan dibidang keuangan.
bBagi Pendidikan
Sebagai sumbangsih dalam karya ilmiyah untuk menambah pembendaharaan perpustakaaan dan
pembanding bagi mahasiswa yang akan datang dalam mengadakan penelitian dilingkungan
Universitas Madura khususnya lingkungan Fakultas Ekonomi.
cBagi Peneliti
Sebagai sarana latihan uantuk mengaplikasikan ilmu yang didapat di bangku kuliah dengan
keadaan sebenarnya yang ada dalam dunia usaha serta menambah pengetahuan tentang masalah
yang dihadapi oleh perusahaan terutama yang berhubungan dengan masalah yang diteliti oleh
penulis.

Keterangan:
Sumber yang dapat menambah modal kerja adalah hasil penjualan aktiva tetap, perubahan ini
akan menjadi kas atau piutang akan menyebabkan bertambahnya modal keraja sebesar hasil hasi
penjualan itu. Sumber yang dapat menambah modal kerja adalah penambahan hutang jangka
panjang, perubahan ini akan menjadi kas akan menyebabkan bertambahnya modal kerja sebesar
hasil pinjaman tersebut. Sumber yang dapat menambah modal kerja adalah penambahan modal
oleh pemilik, perubahan ini akan menjadi kas yang menyebabkan bertambahnya modal kerja
sebesar hasil penambahan modal tersebut. Sumber lain yang menyebabkan betambahnya modal
kerja adalah laba yaitu hasil operasi perusahaan atau net income yang nampak dalam laporan
perhitungan rugi laba ditambah depresiasi dan setelah dikurangi.
Penggunaan yang menyebabkan berkurangnya modal kerja yaitu penambahan atau pembelian
aktiva tetap yang menyebabkan berkutrangnya aktiva lancar atau timbulnya hutang lancar yang
mengkibatkan bekurangnya modal kerja. Pembayaran hutang jangka panjang atau adanya
penuraunan hutang jangka panjang yang diimbangi oleh berkurangnya aktiva lancar akan
menyebabkan berkurangnya modal kerja.Penggunaan aktiva lancar untuk pembayaran biaya
operasi ini baru merupakan penggunaan modal kerja kalau julah suatu periode lebih besar dari
jumlah penjualannya atau timbul kerugian. Pengambilan uang atau barang dagangan oleh
pemilik untuk kepentingan pribadinya dimbangi dengan berkurangnya aktiva lancar akan
menebabkan berkurangnya modal kerja.
2.1.Tinjauan Pustaka
2.1.1.Manajemen Keuangan
Riyanto (2001:6) sehubungan dengan fungsi pembelanjaan atau manajemen keungan
mendefinisikan sebagai keseluruhan aktifitas keseluruhan perusahaan yang bersangkutan dengan
usaha mendapatkan dana yang diperlukan dengan biaya yang minimal dan syarat-syarat yang
paling menguntungkan beserta usaha untuk menggunakan dana tersebut seefisien mungkin.
Menurut Syamsudin (2007:5) manajemen sehubungan dengan pembelanjaan perusahaan bahwa
keputusan atau tindakan-tindakan yang berkenaan dengan pembelanjaan perusahaan hanya dapat
dilakukan apabila penghasilan manajemen lebih besar dari biaya marginal, sehingga tujuan
perusahaan dapat dicapai.
Dari kedua definisi diatas manajemen keuangan berkenaan dengan pembelanjaan perusahaan
bahwa pada prinsipnya menuntut agar baik dalam menggunakan maupun memperoleh dana
harus didasarkan pada pertimbangkan yang efsien dan efektif sehingga tujuan perusahaaan dapat
tercapai.
Fungsi manajemen keuangan menurut Riyanto (2001:6) mengatakan bahwa fungsi pembelanjaan
atau manajemen keuangan mencakup dua hal: pertama; fungsi menggunakan dana atau
mengalokasikan dana yang dalam pelaksanaannya menejer keuangan harus mengambil
keputusan investasi, kedua; fungsi memperoleh dana yang dalam pelaksanaannya menejer
keuangan harus mengambil keputusan pendanaan. Dibagian lain Riyanto (2001:14) mengatakan
bahwa Setiap rupiah dana yang tertanam dalam aktiva harus dapat digunakan seefisien mungkin
untuk dapat menghasilkan tingkat keuntungan investasi. Selanjutnya Riyanto (2001:15)
mengatakan bahwa menejer keuangan harus mengusahakan agar perusahaan dapat memperoleh
dana yang diperlukan dengan biaya-biaya yang minimal dan syarat-syarat yang menguntungkan.
Sedangkan fungsi keuangan menurut Sutrisno (2001:5) mengatakan bahwa fungsi manajemen
terdiri dari tiga keputusan utama yang harus berorientasi pada pencapaian tujuan perusahaan
sehingga kombinasi dari ketiga keputusan tersebut akan memaksimumkan nilai perusahaan.
Pertama; keputusan investasi adalah masalah bagaimana menejer keuangan harus
mengalokasikan dana kedalam bentuk–bentuk investasi yang akan dapat mendatangkan
keuntungan dimasa yang akan datang. Kedua; keputusan pendanaan adalah masalah dimana
menejer keuangan dituntut untuk mempertimbangkan dan menganalisis kombinasi dari sumber-
sumber dana yang ekonomis bagi perusahaan guna membelanjai kebutuhan-kebutuhan investasi
serta kegiatan usahanya. Ketiga; keputusan Diveden adalah merupakan keputusan manajemen
keuangan untuk menentukan besarnya prosentase laba yang dibagikan kepada para pemegang
saham, stabilitas diveden yang dibagikan diveden saham, pemecahan saham, dan penarikan
kembali saham yang beredar yang semuanya ditujukan untuk kemakmuran para pegang saham.
Berdasarkan definisi di atas maka dapat disimpulkan tugas pokok dari manajemen keuangan
berkaitan dengan pengambilan keputusan pada keputusan investasi dan pembiayaan.
2.1.2.Modal
Dalam setiap organisasi termasuk juga perusahaan baik perusahaan besar maupun kecil,
perusahaan jasa ataupun perusahaan dagang. Modal merupakan hal yang utama untuk menunjang
kegiatan oprasi dari perusahaan, menurut Liitge dalam Riyanto (2001:18) mendefinisikan modal
sebagai uang. Schwiedland dalam Riyanto (2001:18) berpendapat bahwa modal adalah baik
merupakan uang maupun bentuk barang yang digunakan dalam perusahaan. Munawir (1999:19)
mendefinisikan modal merupakan hak atau bagian yang dimiliki oleh pemilik perusahaan yang
ditujukkan dalam pos modal (modal saham), surplus dan laba yang ditahan.
Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa antara konsep modal dan konsep
pemeliharaan modal yaitu bagaimana modal yang digunakan dalam menghasilkan out put dapat
menciptakan laba yang dihasilkan perusahaan dapat digunakan kembali pada oprasi perusahaan.
Adapun jenis-jenis modal menurut Riyanto (2001:19) bahwa modal terbagi menjadi dua bagian
yaitu: pertama; modal aktif yaitu modal yang habis dalam satu kali berputar dalam proses
produksi dan proses perputarannya adalah dalam jangka waktu yang pendek (tidak kurang dari
satu tahun). Kedua; modal pasif yaitu dibedakan menjadi dua bagian yaitu modal sendiri dan
modal asing. Modal sendiri adalah modal badan usaha adalah modal yang berasal dari
perusahaan itu sendiri (cadangan laba) atau berasal dari pengambilan bagian peserta atau pemilik
dan modal asing adalah modal yang berasal dari luar perusahaan (misal pinjaman). Dibagian lain
modal ditinjau lamanya penggunaan menurut Riyanto (2001:21) terdapat dua jenis yaitu modal
jangka panjang dan modal jangka penek. Modal jangka panjang yang ditarik untuk jangka waktu
tidak tertentu batas waktunya adalah modal sendiri dan merupakan modal dengan mendapatkan
tidak tetap dan modal yang ditarik untuk jangka waktu tertentu waktunya adalah modal asing dan
merupakan modal dengan pendapatan tetap.
2.1.3.Modal Kerja
Dalam setiap perusahaa pasti membutuhkan modal kerja untuk membiayai oprasinya sehari-hari.
Manajemen modal kerja berkepentingan terhadap keputusan investsi pada aktiva lancar terutama
dalam penggunaan keduanya akan mempengaruhi risiko. Modal kerja merupakan salah satu
unsur aktiva yang sangat penting dalam perusahaan, karena tanpa modal kerja perusahaan tidak
dapat memenuhi kebutuhan dana untuk menjalankan aktivitasnya. Menurut Sutrisno (2001:43)
mendefinisikan modal kerja adalah dana yang diperlukan oleh suatu perusahaan untuk memenuhi
kebutuhan perusahaan sehari-hari. Sedangkan Riyanto (2001:20) mendefinisikan modal kerja
menjadi tiga hal pokok yaitu:
1.Jumlah modal kerja adalah fleksibel
2.Susunan modal kerja adalah relatif variabel
3.Modal kerja mengalami proses perputaran dalam jangka waktu pendek.
Berdasarkan definisi tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa modal kerja merupakan alat untuk
memenuhi kebutuhan suatu perusahaan yang bersifat fleksibel dan disusun secara relatif variabel
serta mengalami proses perputaran dalam jangka waktu yang pendek.
Menurut Munawir (1999:114) ada tiga macam konsep modal kerja yang biasa digunakan untuk
analisis, yaitu;
1.Konsep kwalitatif adalah konsep ini menitikberatkan pada kwalitas dana dalam aktiva lancar
dan dana yang tersedia untuk tujuan oprasi jangka pendek
2.Konsep kwantitatif adalah kelebihan aktiva lancar terhadap hutang jangka pendek.
3.Kosep fungsional adalah menitikberatkan fungsi dana yang dimiliki dalam rangka
menghasilkan dana.
Modal kerja menurut Riyanto (2001:60) digolongkan menjadi dua yaitu:
1Modal kerja permanen (permanent workig capital) yaitu modal kerja yang harus tetap ada
dalam perusahaan untuk dapat menjalankan fungsinya atau dengan kata lain modal kerja yang
secara terus menerus diperlukan untuk kelancaran usaha. permanent working capital ini dapat
dibedakan dalam:
a.Modal kerja primer (primary working capital) yaitu jumlah modal kerja minimum yang harus
ada dalam perusahaan untuk menjamin kontinuitas usahanya
b.Modal kerja normal (normal working capital) yaitu jumlah modal kerja yang diperlukan untuk
menyelenggarakan luas produksi yang normal. normal disini dalam artian yang dinamis
2Modal kerja variabel (vareable working capital) yaitu modal kerja yang jumlahnya selalu
berubah-ubah sesuai dengan perubahan keadaan, dan modal kerja ini dibedakan antara lain
a.Modal kerja musiman (sesaonal woking capital) yaitu modal kerja yang jumlahya berubah-
ubah disebbka karena fluktuasi musim.
b.Moda kerja siklis (cycles working capital) yaitu modal kerja yang jumlahnya beubah-ubah
disebabkan fluktuasi konyungtur.
c.Moal kerja darurat (emergency working capital) yaitu modal kerja yang besarnya berubah-ubah
karena adanya keadaan darurat yang tidak diketahui sebelumnya.
Unsur modal kerja modal kerja atas ativa lancar dan hutang lancar dimana unsur modal kerja
menurut pendapat Baridwan (1990:83)
1.Aktiva Lancar
aKas
Kas adalah alat pertukaran yang dapat diterima untuk pelunasan hutang dan dapat diterima
sebagai suatu setoran kebank dengan jumlah besar nominalnya, juga disimpan dalam bentuk atau
tempat lain yang dapat sewaktu-waktu.
bSurat-surat berharga
Surat-surat berharga yang dapat segera dijual kembali dengan harga yang berlaku pada tanggal
penjualan dan penjualan kembali itu dimaksudkan untuk memenuhikebutuhan uang, contoh
saham, obligasi, deposito dan sertifikat Bank.
cPiutang
Adalah tagihan dengan klaim perusahaan atas uang, barang-barang atau jasa terhadap pihak lain
tetapi dalam hal ini yang dimaksud piutang adalah piutang dagang yang akan dilunasi dengan
uang atau barang-barang atau jasa-jasa yang dihasilkan oleh perusahaan.
dPersediaan barang
Menunjukkan barang-barang yang dimiliki untuk dijual kembali atau digunakan untuk
memproduksi barang-barang yang akan dijual. Jadi persedian ini dapat berupa bahan baku dan
penolong, suplies pabrik, barang dalam proses dan barang jadi.
2.Hutang lancar
Hutang lancar adalah pengorbanan manfaat ekonomis dimasa yang akan datang yang mungkin
terjadi akibat kewajiban suatu badan usaha pada masa kini untuk mentransfer aktiva dan
menyediakan jasa pada badan uasaha lainnya dimasa yang akan datang sebagai akibat transaksi
atau kejadian dimasa lalu. Terdiri dari hutang dagang, wesel, hutang jangka panjang yang jatuh
tempo, hutang diveden, uang muka dapat diminta kembali, dana dari pihak ketiga, hutang biaya
dan pendaptan yang diterima dimuka.
Pengelolaan modal kerja berarti pengelolaan hutang lancar, aktiva lancar biasanya dikaitkan
dengan hutang lancar. Oleh karena itu dalam memahami pengertian sebelumnya aktiva lancar
merupakan kas atau sumber yang akan menjadi kas. Nilai aktiva lancar ditunjukkan oleh
sirkulasi diantar beberapa rekening neraca. Sirkulasi tersebut dapat dikemukakan sebagai
berikut: kas digunakan untuk membeli bahan baku, pembayaran upah dan biaya pabrik
(produksi) lain sehingga menghasilkan persaedian barang jadi, persedian tersebut dijual dan
terciptalah kas.
jika anda ingin memiliki
contoh skripsinya lengkap dlm format(M.word)
silahkanhub.08563056386(eko)
anda hanya mengganti ongkos pengetikan MURAH
pembayaran melalui transfer antar BANK
2.a.4Kajian Tentang Sumber Dan Penggunaan Modal Kerja
Besar kecilnya suatu perusahaan sangat mempengaruhi kelancaran operasi perusahaan sehingga
perputaran antara sumber dan penggunaan modal kerja harus dijaga keefektifannya, oleh sebab
itu modal kerja sangat dibutuhkan oleh suatu perusahaan dan merupakan unsur yang paling
penting untuk diperhatikan .
Munawir (1999:129) mengatakan bahwa laporan tentang perubahan dalam pos-pos yang
tercantum dalam neraca yang diperbandingkan antara dua saat tertentu, hal ini untuk
menunjukkan perubahan-perubahan yang terjadi dalam pos-pos elemen modal kerja. Selanjutnya
laporan tentang perubahan modal kerja akan memberikan gambaran tentang bagaimana
manajemen mengelola perputaran modal kerja atau sirkulasinya.
Selanjutnya Munawir (1999:131) menyatakan bahwa untuk mengetahui dengan menganalisa
perubahan yang terjadi dalam sector non current (aktiva tetap, hutang jangka panjang, modal).
Oleh sebab itu laporan perubahan modal kerja harus menunjukkan kedua hal tersebut dan dapat
dijadikan dalam dua bagian: pertama; menunjukkan perubahan yang terjadi untuk setiap jenis
elemen modal kerja secara total. Kedua; menunjukkan sumber dan penggunaan modal kerja atau
sebab-sebab terjadinya perubahan modal kerja.
Untuk dapat menganalisa atau menentukan besarnya perubahan modal kerja baik secara total
atau masing-masing pos, unsur modal kerja diperlukan data neraca yang diperbandingkan antara
tahun dasar dengan tahun berjalan.
Munawir (1999:131) menyatakan bahwa neraca yang diperbandingkan sebagai contoh dalam
menyusun laporan modal kerja sebagai berikut :

Penjelasan
a.Aktiva lancar selain kas bertambah pada kolom perubahan Debit
b.Aktiva teta bertambah pada kolom perubahan Debit
c.Laba bertambah pada kolom kolom perubahan Debit
d.Hutang berkurang pada kolom kolom perubahan Debit
Sebaliknya
e.Aktiva lancar selain kas berkurang pada kolom perubahan Kredit
f.Aktiva tetap berkurang pada kolom perubahan Kredit
g.Laba berkurang pada kolom perubahan Kredit
h.Hutang bertambah pada kolom perubahan Kredit
i.Modal bertambah pada kolomperubahan Kredit
Adapun elemen-elemen dari neraca dan rugi laba yang nampak diperhatikan berdasarkan
penggolongannya adalah sebagai berikut:
a.Elemen aktiva lancar selain kas
b.Elemen aktiva tetap
c.Elemen dari modal
d.Laba dari hasil penjualan opersi
Dari laporan perubahan neraca dan rugi laba elemen-elemen yang memperbesarmodal kerja
adalah:
a.Berkurangnya aktiva tetap
b.Bertambahnya modal
c.Adanya laba operasi perusahaan
Sedangkan elemen-elemen dari neraca dan laporan rugi laba yang memperkecil modal kerja
adalah:
a.Bertambahnya aktiva tetap
b.Berkurangnya hutang
c.Berkurangnya modal
d.Pembayaran laba operasi
Untuk menyusun laporan sumber dan penggunaan modal kerja, maka diperlukan pengelompokan
elelmen-elemen yang menyebabkan perubahan modal kerja. Menurut Syamsudin (2007:135)
berpendapat bahwa yang menjadi sumber modal kerja adalah sebagai berikut:
1.Penerunan jumlah aktiva
2.Peningkatan jumlah hutang
3.Keuntungan sesudah pajak
4.Depresiasi
5.Penjualan saham-saham baru
sedangkan yang menyebabkan terjadinya penggunaan modal kerja sebagai berikut:
1.Peningkatan jumlah aktiva
2.Penurunan jumlah utang
3.Kerugian
4.Pembayaran laba operasi perusahaan
5.Pembelian kembali saham-saham perusahaan
Selanjutnya Syamsudin (2007:135) menyatakan bahwa dalam membuat laporan sumber dan
penggunaan modal kerja diperlukan tahapan-tahapan sebagai berikut:

1.Menyusun laporan rugi laba tahun terahir


2.Menyusun neraca tahun terahir
3.Menusun laporan neraca tahun sebelumnya yang akan digunakan sebagai dasar perbandingan
4.Sebelum menyajikan laporan sumber dan pengguanaan maka lebih dahulu perlu diadakan
penyesuaian terhadap beberapa pos-pos tertentu yaitu:
a.Perubahan aktiva tetap (cadangan penyusutan)
b.Penjualan
c.Pendapatan
d.Hutang
e.Modal
f.Biaya penjualan
g.Biaya pajak
Munawir (1999:134) menyatakanbahwa penyusunan laporan perubahan modal kerja atau laporan
sumber dan penggunaan modal kerja lebih mudah dengan menggunakan kertas kerja
(Worksheet). selanjutnya Munawair (1994:135) memberikan langkah-langkah dalam penyusunan
worksheet untuk perubahan laporan modal secara garis besar sebagai berikut :
1.Menyususn pos-pos neraca awal priode dan akhir periode sekarang dengan neraca periode
sebelumnya dipisahkan pos-pos neraca bersaldo pasifa.
2.Menentukan perubahan yang terjadi pada masing-masing pos, masukan tersebut pada sisi debet
atau kredit. Kolom sebelah debet untuk mencatat kenaikan aktiva, penurunan hutang dan modal.
Sedangkan kolom kredit untuk mencatat penurunan aktiva dan kenaikan hutang dan modal.
3.Menganalisa perubahan yang tejadi pada rekening atau pos-pos non current untuk menetukan
alasan atau sebab perusahaan tersebut dan menentukan pengaruh perubahan tersebut terhadap
modal kerja apakah merupakan sumber, penggunaan atau tidak mempunyai pengaruh sama
sekali.
4.Melakukan penyesuaiyan terhadap perubahan-perubahan yang tidak sesuai dengan transaksi
yang sebenarnya.
5.Setelah melakukan penyesuaiyan maka langkah berikutnya adalah memindahkan perubahan-
perubahan netonya atau perubahan pos-pos aktiva lancar dan hutang lancar dipindahkan kekolom
kenaikan atau penurunan modal kerja:
Jika pos tersebut mempunyai perubahan debet maka dipindahkan kekolom kenaikan modal kerja.
Sebaliknya jika pos tesebut mempunyai perubahan kredit maka dipindahkan kekolom penurunan
modal kerja. Peubahan pos-pos non current (aktiva tak lancar, hutang jangka panjang dan modal)
dipindahkan kekolom sumber dan penggunaan modal kerja.
Menurut Munawir (1999:134) menyatakan bahwa penyusunan laporan dan sumber penggunaan
modal kerja lebih mudah mudah dilakukan dengan menggunakan modal kerja (worksheet).
Selanjutnya Munawir (1999:135) memberikan penyusunan worksheet sebagai contoh dalam
penyusunan laporan sumber dan penggunaan modal kerja sebagai berikut :

Dibagian lain Munawair (1999:138) menyebutkan tujuan penyusunan Worksheet sebagai alat
penyusunan laporan sumber dan penggunaan modal kerja sebagai berikut:
a.Untuk menghapus atau menetralisir perubahan dalam suatu rekening yang tidak mempengaruhi
modal kerja. Dari perubahan ini harus dibuat penyesuaian untuk menetralisir rekening yang
bersangkutan dengan membuat jurnal kebalikan atau membalikkan jurnal yang dibuat pada
waktu terjadi perubahan tersebut.
b.Untuk melaporkan sumber dan penggunaan modal kerja secara individu atau terpisah jika
beberapa transaksi telah diringkas atau dilaporkan dalam suatu rekening. Perubahan dalam suatu
rekening atau pos dapat menyebabkan adanya beberapa sumber atau penggunaan modal kerja
secara terpisah atau merupakan kombinasi dari sumber dan penggunaan modal kerja secara
tunggal.
c.Untuk melaporkan suatu sumber dan penggunaan modal kerja (menjadi satu terhadap satu
sumber atau penggunaan modal kerja yang dilaporkan dalam dua rekaning atau lebih)
d.Untuk menggabungkan atau memindahkan sumber modal kerja dan penggunaan modal kerja
satu kelompok sehingga mempermudah penyusunan laporan perubahan modal kerja.
2.2.Hipotesis
Hipotesis sangat penting bagi peneliti sebagai pedoman dalam pengumpulan data, menganalisa
data sehingga laporan hasil penelitian memiliki objektifitas dan rentabilitas.
Mengacu pada pendapat Sugiono (2003:40) yang menyatakan bahwa jika yang diteliti adalah
populasi, maka hipotesis statistiknya tidak ada, yang ada hanya hipotesis penelitian. Karena
dalam penelitian ini yang diteliti adalah populasi maka hipotesisnya tidak perlu.

3. Metodologi Penelitian
Lokasi Penelitian
Adapun letak dari lokasi penelitian ini bertempat di UD. Barokah Desa Paragaan Sumenep.

Jenis Penelitian
Kline dalam Sugiono (2003:11) menurut tingkat ekplanasi adalah penelitian yang diksud
variabel-variabel yang diteliti serta hubungan antara satu variabel yang lain. Berdasarkan hal ini,
penelitian dapat dikelompokkan menjadi, deskripitf, komparatif, dan asosiatif. Berdasarkan dari
pendapat diatas maka jenis penelitian ini menggunakan penelitian secara deskriptif yaitu yang
bersifat menggambarkan.

Jenis Data Dan Sumber Data


3.3.1.Jenis Data
Jenis data dalam statistik berdasarkan tingkat pengukurannya (level of meanstrument), menurut
Sugiono (2003:14) yang akan dianalisis sebagai berikut:
1.Data kualitatif adalah data yang bebentuk kata, kalimat, skema dan gambar.
2.Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan
3.Dua gabungan adalah data yang merupakan gabungan dari data kuantitatif dan data kuantitatif
Adapun jenis data yang diambil dalam penelitian ini adalah data kuantitatif karena data yang
diperoleh berupa laporan keuangan.
3.3.2.Sumber Data
Sugiono (2003:15) dalam bukunya bahwa sumber data yang akan dianalisis adalah sebagai
berikut:
1.Data primer adalah data yang diperolah langsung dari sumbernya diamati dan dicatat untuk
pertama kalinya
2.Data sekunder adalah data yang bukan diusahakan sendiri pengumpulannya atau dengan kata
lain data yang sudah mengambil hasil orang lain.
Adapun jenis data yang diambil dalam penelitian ini adalah data sekunder karena data yang
diperoleh berasal dari laporan-laporan keuangan perusahaan.

3.4Populasi Dan Sampel


Menurut Sugiono (2002:59) Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek
yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk
dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Sampel adalah sebagian dari jumlah dan
karakteristik yang dimiliki oleh populasi.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode
deskriptif, yaitu penyajian data dari materi yang didapat sebagai hasil penelitian dengan
memberikan gambaran menurut keadaan yang ada pada waktu mengadakan penelitian dalam
perusahaan. Karena dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kuantitatif dan
mengandung hipotesis penelitian, maka dalam penelitian ini hanya terdapat populasinya saja
tanpa diambil sampelnya yang berupa laporan-laporan yang berkaitan dengan UD. Barokah
Paragaan Sumenep.

3.5Definisi Operasional
Dalam hal definisi operasional, M. Nasir (1999:152) menjelaskan bahwa definisi operasional
adalah suatu definisi yang memberikan kepada suatu variabel dengan cara memberi arti,
menspesifikasi kegiatan,atau memberikan suatu operasional yang diperlukan untuk mengukur
variabel tersebut.
Adapun definisi operasional yang terdapat dalam penelitian ini adalah :
aModal kerja adalah yang digunakan perusahaan dalam satu periode baik ditinjau dari segi
modal kerja bersih maupun perputaran modal kerjanya
bSumber modal kerja adalah trsasaksi yang menyebabkan naiknya modal kerja, baik penjualan
aktiva maupun penerimaan karena sesuai dengan operasi peusahaan.
cPenggunaan modal kerja adalah semua kegiatan perusahaan yang menyebabkan terjadinya uang
atau dana keluar baik karena kegiatan operasional maupun dari kegiatan non operasional
perusahaan.

Pada penelitian ini hanya terdapat satu macam variabel yaitu variabel mandiri berupa analisa
sumber dan penggunaan modal kerja dengan indikator sebagai berikut
aUntuk sumber modal kerja
1.Hasil operasi perusahaan (penjualan produk)dan laba operasi.
2.Penyusutan
3.Pinjaman Bank
4.Tagihan Piutang dan Pemilik
bPenggunaan modal kerja mempunyai indikator sebagai berikut:
1.Pembayaran biaya atau ongkos-ongkos operasi perusahaan.
2.Adanya pembentukan dana atau pemisahan aktiva lancar.
3.Adanya penambahan atau pembelian aktiva tetap.
4.Pembayaran hutang-hutang jangka panjang.
5.Pengambilan uang atau barang dagangan oleh pemilik perusahaan untuk kepentingan pribadi.

3.6Teknik Pengumpulan Data


Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilukukan dengan cara sebagai berikut:
aSurvey pendahuluan yakni penelitian secara umum terhadap perusahaan dengan tujuan
mengetahui masalah yang dihadapi perusahaan.
bPenelitian lapangan yakni upaya untuk memperoleh data secara ducumenter atau data yang
diperoleh dari dokumen perusahaan.

3.7Teknik Analisis Data Dan Uji Hipotesis


3.7.1Teknik analisis data
Analisis data adalah kegiatan mengelola data yang dikumpulkan baik dari lapangan atau pustaka
yang menjadi seperangkat hasil dari penemuan baru maupun dalam bentuk pembuktian
kebenaran ataupun hasil hipotesis. Sedangkan teknik analisis yang ada yaitu menghitung
perubahan sumber dan penggunaan modal kerja (worksheet).
Munawair (1999:135) memberikan langkah-langkah dalam penyusunan worksheet untuk
perubahan laporan modal secara garis besar sebagai berikut :
1.Menyususun pos-pos neraca awal priode dan akhir periode sekarang dengan neraca periode
sebelumnya dipisahkan pos-pos neraca bersaldo pasifa.
2.Menentukan perubahan yang terjadi pada masing-masing pos, masukan tersebut pada sisi debet
atau kredit. Kolom sebelah debet untuk mencatat kenaikan aktiva, penurunan hutang dan modal.
Sedangkan kolom kredit untuk mencatat penurunan aktiva dan kenaikan hutang dan modal.
3.Menganalisa perubahan yang tejadi pada rekening atau pos-pos non current untuk menetukan
alasan atau sebab perusahaan tersebut dan menentukan pengaruh perubahan tersebut terhadap
modal kerja apakah merupakan sumber, penggunaan atau tidak mempunyai pengaruh sama
sekali.
4.Melakukan penyesuaian terhadap perubahan-perubahan yang tidak sesuai dengan transaksi
yang sebenarnya.
5.Setelah melakukan penyesuaian maka langkah berikutnya adalah memindahkan perubahan-
perubahan netonya atau perubahan pos-pos aktiva lancar dan hutang lancar dipindahkan kekolom
kenaikan atau penurunan modal kerja
Jika pos tersebut mempunyai perubahan debet maka dipindahkan kekolom kenaikan modal kerja.
Sebaliknya jika pos tesebut mempunyai perubahan kredit maka dipindahkan kekolom penurunan
modal kerja. Peubahan pos-pos non current (aktiva tak lancar, hutang jangka panjang dan modal)
dipindahkan kekolom sumber dan penggunaan modal kerja.

3.7.2Uji Hipotesis
Karena dalam penelitian ini bersifat deskriptif, jadi hanya mendeskripsikan atau menggambarkan
data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang
berlaku untuk umum atau generalisasi.dan data yang digunakan adalah populasi (tidak
menggunakan sampel) maka tidak perlu uji hipotesis. Hal ini sesuai dengan pendapat Sugiono
(2002:40), yang menyatakan bahwa : "….jika yang diteliti adlah populasi, maka hipotesis
statistiknya tidak ada, yang ada hanya hipotesis penelitian dan dalam pembuktiannya tidak ada
istilah signifikan (taraf kesalahan atau taraf kepercayaan).
I.9. JADWAL PENELITIAN
Pelaksanaan penelitian ini diperkirakan memerlukan waktu sebagai berikut :
Tahap persiapan selama 10 hari
Tahap penyusunan proposal 25 hari
Tahap penyajian izin penelitian selama 10 hari
Tahap penelitian di lapangan selama 15 hari
Tahap tabulasi data,analisa data dan penarikan kesimpulan selama 20 hari
Tahap laporan hasil penelitian selama 15 hari
I.10. SISTEMATIKA PENULISAN SKRIPSI
Adapun sistematika dari penelitian yang dilakukan oleh penulis saat ini adalah :
BAB I Pendahuluan
Bab ini berisikan latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian secara
sistematika penulisan.
BAB II Tinjauan Pustaka
Bab ini menjelaskan tentang landasan teori dan metode penelitian.
BAB III Metodologi Penelitian
Bab ini menjelaskan metode cara kerja untuk memahami objek yang sedang diteliti yang
didalamnya melekat tehnik atau alat yang dipergunakan dalam penelitian tersebut.
BAB IV Analisis
Bab ini menyajikan tentang hasil-hasil penelitian terdiri dari tinjauan objek penelitian dan
pembahasannya. Pada bab ini juga akan dikupas tentang pengujian Hipotesis.
BAB V Penutup
Bab ini akan dibahas tentang kesimpulan dan saran-saran yang dapat penulis ajukan. Sedangkan
daftar pustaka dan lampiran-lampiran akan disajikan setelah Bab IV.

I.11. DAFTAR PUSTAKA


Untuk daftar pusta lihat di tinjauan teori..........sukses bos...............

jika anda ingin memiliki


contoh skripsinya lengkap dlm format(M.word)
silahkanhub.08563056386(eko)
anda hanya mengganti ongkos pengetikan MURAH
pembayaran melalui transfer antar BANK
CONTOH WORK SHEET:

Diposkan oleh man di 06:55 0 komentar


Langgan: Entri (Atom)
Arsip Blog
• ▼ 08 (1)
○ ▼ 11/09 - 11/16 (1)
 ANALISA SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA PADA
UD....

Mengenai Saya
man
echo_chyn@yahoo.com
Lihat profil lengkapku

Analisis metode penilaian persediaan untuk


mencapai laba yang optimal
Senin, 2008 November 17
Analisis metode penilaian persediaan untuk mencapai laba yang optimal
PROPOSAL SKRIPSI EKONOMI-AKUNTANSI(S1-AKUNTANSI)
Analisis metode penilaian persediaan untuk mencapai laba yang optimal pada produksi kasturit
PT. Blambangan Foodpackers Indonesia.

1.1Latar Belakang
Perusahaan merupakan suatu unit kegiatan tempat kerja sama faktor-faktor produksi (alam,
tenaga kerja, modal dan keahlian pengusaha) yang menghasilkan barang atau jasa untuk
memenuhi kebutuhan masyarakat atau melayani kepentingan masyarakat, dengan tujuan
memperoleh laba atau keuntungan. Penggolongan perusahaan dapat dibagi menjadi dua yaitu
perusahaan menurut badan hukumnya dan perusahaan menurut operasinya. Perusahaan menurut
badan hukumnya ada lima yaitu perusahaan perseorangan, firma, persekutuan komanditer,
perseroan terbatas dan koperasi. Sedangkan perusahaan menurut operasinya ada tiga yaitu
perusahaan jasa, perusahaan dagang dan perusahaan industri (manufaktur).
Semua perusahaan mempunyai persediaan yang merupakan investasi terbesar dalam aktiva
lancar, baik pada perusahaan jasa, dagang maupun manufaktur. Pada perusahaan jasa tidak
semuanya mempunyai prsediaan, hanya sebagian perusahaan jasa saja yang mempunyai
persediaan seperti perusahaan jasa transportasi. Pada perusahaan dagang, persediaan yang terdiri
dari dari berbagai macam dan jenis dan hanya dikenal satu klasifikasi persediaan yang disebut
dengan persediaan barang dagangan, dimana persediaan tersebut adalah milik perusahaan dan
siap untuk dijual kepada konsumen. Sedangkan pada perusahaan manufaktur, tidak semua
persediaan siap untuk dijual. Berbeda halnya dengan persediaan barang dagangan, persediaan
pada perusahaan manufaktur diklasifikasikan menjadi tiga kategori yaitu persediaan bahan baku,
persediaan barang dalam proses dan persediaan barag jadi (Jusup, 2003;100).
Persediaan dalam pengertian akuntansi menunjukkan nilai suatu barang yang diproduksi untuk
dijual atau dikonsumsi. Rekening persediaan juga menunjukkan nilai total kekayaan dalam
bentuk persediaan dalam proses. Pada umumnya persediaan dinilai berdasarkan biaya (Yamit,
1999;199). Besarnya biaya atau ongkos persediaan tergantung pada prosedur akuntansi yang
ditetapkan oleh perusahaan dalam menilai persediaan. Metode akuntansi yang digunakan untuk
menilai persediaan sangat penting, karena akan mempengaruhi terhadap nilai rupiah persediaan
dan biaya barang yang dijual.
Tujuan utama perusahaan adalah untuk mendapatkan keuntungan atau laba. Tujuan pokok
akuntansi persediaan adalah untuk menentukan laba rugi periodik yaitu melalui proses
mempertemukan antara harga pokok barang dijual dengan hasil penjualan dalam satu periode
akuntansi dan menentukan jumlah persediaan yang akan disajikan dalam neraca (Harnanto,
2002;223). Dalam hal ini disamping adanya penggolongan persediaan sesuai dengan jenisnya,
juga sangat penting artinya penilaian terhadap persediaan itu sendiri.
Penilaian persediaan dianggap penting, karena secara tidak langsung akibat penilaian persediaan
akan mempengaruhi kedua laporan keuangan pokok, yaitu laporan perhitungan laba rugi dan
neraca, sedangkan semua perusahaan menginginkan laba yang optimal. Berdasarkan uraian
tersebut, maka judul dari penelitian ini adalah Analisis metode penilaian persediaan untuk
mencapai laba yang optimal pada produksi kasturit PT. Blambangan Foodpackers Indonesia.
jika anda ingin memiliki
contoh skripsinya lengkap dlm format(M.word)
silahkanhub.08563056386(eko)
anda hanya mengganti ongkos pengetikan MURAH
pembayaran melalui transfer antar BANK
1.2Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, penggunaan metode penilaian persediaan yang tepat akan
menentukan besarnya laba yang akan diperoleh perusahaan. Perusahaan mengharapkan laba
yang akan diperoleh merupakan laba yang optimal, maka rumusan masalah pada penelitian ini
adalah metode penilaian persediaan apakah agar mencapai laba yang optimal pada produksi
kasturit PT. Blambangan Foodpackers Indonesia.

1.3Pembatasan Masalah
Penulis memberikan batasan masalah terhadap permasalahan pada penelitian ini. Hal tersebut
dilakukan agar pokok permasalahan yang diteliti tidak terlalu melebar dari yang sudah
ditemukan. Batasan masalah dalam penelitian ini yaitu pada penggunaan metode penilaian
persediaan, dimana metode penilaian persediaan yang digunakan dalam penelitian ini mengacu
pada Pernyataan Standart Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 14 dan sistem pencatatan
persediaannya menggunakan sistem perpetual dengan menggunakan kartu persediaan sehingga
metode rata-ratanya menggunakan metode rata-rata bergerak.
1.4Tujuan Penelitian
Dilakukannya suatu penelitian tidak terlepas dari tujuan penelitian itu sendiri. Tujuan merupakan
suatu target yang akan dicapai dari setiap kegiatan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah
untuk memperoleh metode penilaian persediaan yang tepat agar mencapai laba yang optimal
pada produksi kasturit PT. Blambangan Foodpackers Indonesia.

1.5Manfaat Penelitian
Suatu penelitian akan bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Adapun manfaat yang
diperoleh dari penelitian ini adalah:
a.Bagi Perusahaan
Memberikan gambaran mengenai metode penilaian persediaan dalam mencapai laba yang
optimal pada produksi kasturit PT. Blambangan Foodpackers Indonesia.
b.Bagi Peneliti
Dapat membuktikan metode penilaian persediaan yang tepat dalam mencapai laba yang optimal
pada produksi kasturit PT. Blambangan Foodpackers Indonesia.
c.Bagi Fakultas Ekonomi Universitas Madura
Dapat memberikan kontribusi dan dapat dijadikan sebagai referensi bagi peneliti berikutnya.
1.Kerangka Pemikiran

TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Persediaan
Menurut Baridwan (1982;123) persediaan digunakan untuk menunjukkan barang-barang yang
dimiliki untuk dijual kembali atau digunakan untuk memproduksi barang-barang yang dijual.
Persediaan menurut Harnanto (2002;222) adalah meliputi semua barang yang dimiliki dengan
tujuan untuk dijual kembali dan atau dikonsumsi dalam operasi normal perusahaan. Menurut
Kieso, dkk (2001;444) persediaan adalah pos-pos aktiva yang dimiliki untuk dijual dalam operasi
bisnis normal atau barang yang akan digunakan atau dikonsumsi dalam memproduksi barang
yang akan dijual.
Persediaan adalah sebagai suatu aktiva yang meliputi barang-barang milik perusahaan dengan
maksud untuk dijual dalam suatu periode usaha yang normal atau persediaan barang-barang yang
masih dalam proses produksi. (Jusup, 2003;99). Persediaan barang dagangan menurut Assauri
(1999;169) adalah elemen yang sangat menentukan dalam penentuan harga pokok penjualan
pada perusahaan dagang, eceran, maupun perusahaan partai besar.
Dari beberapa pengertian mengenai persediaan, dapat disimpulkan bahwa persediaan merupakan
salah satu unsur yang paling efektif dalam kegiatan perusahaan dagang maupun manufaktur
karena hampir seluruh pendapatannya diperoleh dari penjualan barang sebagai persediaan yang
secara terus menerus diperoleh, diubah dan kemudian dijual kembali. Persediaan adalah meliputi
semua barang yang dimiliki dengan tujuan untuk dijual kembali. Tanpa adanya persediaan pada
suatu waktu tertentu perusahaan tidak dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang
memerlukannya.

2.2 Klasifikasi Persediaan


Di dalam akuntansi penggolongan persediaan sangat dipengaruhi oleh sifat dan jenis usaha
perusahaan yang bersangkutan. Dalam sebuah perusahaan dagang, persediaan terdiri dari
berbagai macam dan jenis, dimana barang-barang yang dibeli dengan tujuan akan dijual kembali.
Oleh karena itu, dalam perusahaan dagang hanya dikenal satu klasifikasi persediaan yang disebut
dengan persediaan barang dagangan. Perusahaan manufaktur juga memiliki persedian, akan
tetapi berbeda halnya dengan persediaan pada perusahaan dagang, pada perusahaan manufaktur
tidak semua persediaan siap untuk dijual. Oleh karena itu persediaan pada perusahaan
manufaktur diklasifikasikan menjadi tiga kategori yaitu (Stice, dkk. 2004;654):
a.Persediaan bahan baku adalah barang-barang yang dibeli untuk digunakan dalam proses
produksi.
b.Persedian barang dalam proses adalah barang yang terdiri dari bahan-bahan yang telah diproses
namun masih membutuhkan pengerjaan lebih lanjut sebelum dijual. Persediaan ini terdiri dari
tiga komponen biaya:
1) Bahan baku langsung, yaitu bahan baku yang secara langsung dapat diidentifikasi dalam
barang yang diproduksi.
2) Tenaga kerja langsung, yaitu biaya tenaga kerja yang secara langsung dapat diidentifikasi
dengan barang yang diproduksi.
3) Overhead pabrik, yaitu bagian dari overhead pabrik yang dibebankan atas barang yang
diproduksi.
c.Persediaan barang jadi adalah barang yang sudah selesai diproduksi selain bahan baku
langsung dan tenaga kerja langsung.
Menurut Harnanto (2002;222) penggolongan persediaan sangat dipengaruhi oleh sifat dan jenis
uasaha perusahaan yang bersangkutan. Bagi perusahaan dagang yang didalam usahanya adalah
membeli dan menjual kembali barang dagangan, pada umumnya persediaan yang dimiliki
diklasifikasikan sebagai berikut:
a.Persediaan barang dagangan, barang-barang yang dimiliki dengan tujuan akan dijual kembali
di masa yang akan datang. Barang-barang ini tidak akan berubah sampai dengan barang dagang
tersebut dijual kembali.
b.Lain-lain persediaan, seperti supplies kantor (toko), dan alat-alat pembungkus
dan lain sebagainya. Barang-barang ini biasanya dipakai (dikonsumsi) dalam jangka waktu
relatif pendek dan akan dibebankan sebagai beban administrasi dan umum atau beban
pemasaran. Oleh karena itu biasanya terhadap jenis persediaan ini diperlakukan sebagai biaya
yang dibayar dimuka atau persediaan suplies.
Sementara itu untuk perusahaan manufaktur yang didalam usahanya adalah mengubah bentuk
bahan baku menjadi produk jadi. Pada umumnya persediaan pada perusahaan manufaktur
diklasifikasikan ke dalam berbagai kelompok sebagai berikut:
a.Persediaan bahan baku, untuk menyatakan barang-barang yang dibeli atau diperoleh dari
sumber-sumber alam yang dimiliki dengan tujuan untuk diolah menjadi produk jadi. Dalam hal
bahan baku yang digunakan di dalam proses produksi berupa suku cadang dan harus dibeli dari
pihak lain, maka barang-barang demikian sering disebut sebagai persediaan suku cadang.
b.Persediaan produk dalam proses, meliputi barang-barang yang masih dalam pengerjaan dan
memerlukan pengerjaan lebih lanjut sebelum barang itu dijual. Produk dalam proses, pada
umumnya dinilai jumlah harga pokok bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya
overhead pabrik (biaya produksi tidak langsung lainnya) yang telah dikeluarkan/ terjadi sampai
dengan tanggal tertentu.
c.Persediaan produk jadi, meliputi semua barang yang telah diselesaikan dari proses produksi
dan siap untuk dijual. Produk jadi pada umumnya dinilai sebesar jumlah harga pokok bahan
baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik yang diperlukan untuk
menghasilkan produk tersebut.
d.Persediaan bahan penolong, meliputi semua barang yang dimiliki untuk keperluan produksi,
akan tetapi tidak merupakan bahan baku yang membentuk produk jadi.
e.Lain-lain persediaan, misalnya suku cadang, suplies kantor, alat-alat pembungkus seperti
halnya perusahaan dagang.

2.3 Arti Penting Persediaan


Menurut Jusup (2003;99) baik dalam perusahaan dagang maupun perusahaan manufaktur
persediaan berpengaruh terhadap neraca maupun laporan laba rugi. Dalam neraca, persediaan
merupakan bagian yang sangat besar dari seluruh jumlah aktiva lancar yang dimiliki perusahaan.
Bagi sebagian perusahaan, persediaan merupakan bagian yang paling aktif dalam operasi
perusahaaan, yang secara terus-menerus dibeli atau diproduksi. Sebagian besar dari sumber daya
perusahaan dapat diinvestasikan dalam barang yang dibeli atau diproduksi. Hal tersebut
menunjukkan betapa pentingnya kegiatan pembelian dan penjualan persediaan dalam operasi
perusahaan. Dalam laporan laba rugi, persedian memegang peranan yang sangat vital dalam
penentuan hasil operasi perusahaan untuk suatu periode. Manajemen harus berusaha untuk
menjaag keseimbangan persediaan agar tidak terlalu tinggi dan juga tidak tertlalu rendah.
Persediaan yang terlalu kecil akan menimbulkan kekecewaan konsumen, sebaliknya persedian
yang terlalu tinggi akan menyebabkan biaya penyimpanan dan pemeliharan persediaan akan
melambung.
jika anda ingin memiliki
contoh skripsinya lengkap dlm format(M.word)
silahkanhub.08563056386(eko)
anda hanya mengganti ongkos pengetikan MURAH
pembayaran melalui transfer antar BANK
2.4 Metode Penilaian Persediaan
Metode akuntansi yang digunakan untuk menilai persediaan sangat penting, karena akan
berpengaruh terhadap nilai rupiah persediaan dan biaya barang yang dijual. Pemilihan metode
akuntansi persediaan di Indonesia mengacu pada Pernyataan Standart akuntansi Keuangan
(PSAK) No. 14 (IAI,2002) yang menyatakan bahwa diberlakukannya tiga metode akuntansi
persediaan yaitu First In First Out (FIFO), rata-rata tertimbang (weighted average), dan Last In
First Out (LIFO). Namun menurut UU Perpajakan Indonesia No. 7 tahun 1983 Jo UU No. 10
tahun 1994 tentang pajak penghasilan hanya mengakui metode FIFO dan rata-rata tertimbang
(weighted average).
a.FIFO (First In First Out)
Metode FIFO atau masuk pertama keluar pertama menganggap bahwa barang yang terlebih
dahulu dibeli akan dijual terlebih dahulu, dengan demikian harga perolehan barang yang lebih
dahulu dibeli dianggap akan menjadi harga pokok penjualan lebih dahulu juga.
b.LIFO (Last In First Out)
Metode LIFO atau masuk terakhir keluar pertama menganggap bahwa barang yang dibeli lebih
akhir akan dijual terlebih dahulu, dengan demikian harga perolehan barang yang dibeli paling
akhir akan dialokasikan terlebih dahulu sebagai harga pokok pendahuluan.
c.Metode rata-rata
Metode rata-rata didasarkan pada anggapan bahwa barang tersedia untuk dijual adalah homogen.
Metode ini tidak mudah untuk menentukan berapa unit yang harus keluar terakhir, dengan
demikian pengalokasian harga perolehan barang yang tersedia untuk dijual dilakukan atas adasar
harga perolehan rata-rata. Ada tiga tipe rata-rata yang dapat digunakan:
1)Rata-rata sederhana (simple average) memisahkan jumlah produksi atau biaya pembelian
dengan jumlah produksi sedang berjalan atau sedang disimpan.
2)Rata-rata tertimbang (weighted average) memisahkan harga pokok yang akan dijual dengan
jumlah unit yang tersedia selama periode tertentu.
3)Rata-rata bergerak (moving average) memperhitungkan rata-rata biaya per unit setelah
pembelian atau penambahan persediaan.
Pada akhir periode akuntansi, total biaya persediaan harus dialokasikan ke persediaan yang
masih ada untuk dilaporkan di neraca sebagai aktiva dan ke persediaan yang terjual selama
periode tersebut untuk dilaporkan di laporan laba rugi sebagai beban harga pokok penjualan.
Bermacam-macam metode telah berkembang guna membuat alokasi antara harga pokok
penjualan dan persediaaan. Metode-metode yang paling umum adalah identifikasi khusus, biaya
rata-rata, masuk pertama keluar pertama, dan masuk terakhir keluar pertama (Stice, dkk.
2004;667).
a.Metode identifikasi khusus
Metode identifikasi khusus memerlukan suatu cara untuk mengidentifikasi biaya histories dari
unit persediaan. Dengan identifikasi khusus, arus biaya yang dicatat disesuaikan dengan arus
fisik barang.
b.Metode biaya rata-rata
Metode biaya rata-rata membebankan biaya rata-rata yang sama ke setiap unit. Metode ini
didasarkan pada asumsi bahwa barang yang terjual seharusnya dibebankan dengan biaya rata-
rata, yaitu rata-rata tertimbang dari jumlah unit yang dibeli pada tiap harga.
c.Metode masuk-pertama, keluar-pertama (MPKP)
Metode kos masuk-pertama keluar-pertama yang disebut dengan metode FIFO didasarkan pada
suatu asumsi bahwa unit yang terjual adalah unit yang terlebih dahulu masuk. FIFO memberikan
kesempatan kecil untuk memanipulasi keuntungan karena pembebanan biaya ditentukan oleh
urutan terjadinya biaya. Selain itu, dalam FIFO unit yang tersisa pada persediaan akhir adalah
unit yang paling akhir dibeli, sehingga biaya yang dilaporkan akan mendekati atau sama dengan
biaya pengganti di akhir periode.
d.Metode kos masuk-terakhir keluar-pertama (MTKP)
Metode kos masuk-terakhir keluar-pertama yang disebut dengan metode LIFO didasarkan pada
suatu asumsi bahwa barang yang paling barulah yang terjual. Metode ini adalah metode yang
paling baik dalam pengaitan biaya persediaan saat ini dengan pendapatan saat ini.

2.5 Perolehan Persediaan


Perusahaan dagang mendapatkan persediaan dengan cara membeli barang-barang jadi yang siap
untuk dijual kembali secara langsung. Pada perusahaan manufaktur persediaan diperoleh dengan
cara memproduksi sendiri. Menurut Harnanto (2002;222) untuk mendapatkan persediaan,
perusahaan menufaktur harus mengeluarkan biaya-biaya produksi yang meliputi:
a. Biaya bahan baku, yaitu harga pokok bahan baku yang secara langsung dapat diamati pada
setiap unit produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Pada perusahaan percetakan misalnya, harga
pokok kertas merupakan salah satu komponen biaya bahan bakunya.
b. Biaya tenaga kerja langsung, yaitu gaji, upah, dan biaya kesejahteraan karyawan yang secara
langsung dapat diamati pada setiap unit produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Untuk
perusahaan percetakan, yang termasuk dalam kategori biaya tenaga kerja langsung tersebut
antara lain adalah gaji, upah, dan biaya kesejahteraan karyawan bagian master, setting, dan
finishing.
c. Biaya produksi tidak langsung atau biaya overhead pabrik, yaitu semua biaya produksi selain
biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Untuk perusahaan percetakan, yang termasuk
dalam kategori biaya overhead pabrik antara lain adalah biaya asuransi, depresiasi dan
pemeliharaan mesin.

2.6 Metode Pencatatan Persediaan


Ada dua metode yang dapat digunakan dalam hubungannya dengan pencatatan persediaan:
a.Metode fisik
Penggunaan metode fisik mengharuskan adanya perhitungan barang yang masih ada pada
tanggal penyusunan laporan keuangan. Perhitungan persediaan ini diperlukan untuk mengetahui
berapa jumlah barang yang msih ada dan kemudian diperhitungkan harga pokoknya. Dalam
metode ini mutasi persediaan barang tidak diikuti dalam buku-buku, setiap pembelian barang
dicatat dalam rekening pembelian. Karena tidak ada catatan mutasi persediaan barang, maka
harga pokok penjualan juga tidak dapat diketahui sewaktu-waktu. Harga pokok penjualan baru
dapat dihitung apabila persediaan akhir sudah dihitung.
Kelemahan dari metode ini adalah bila barang yang dimiliki jenisnya dan jumlahnya banyak,
maka perhitungan fisik akan memakan waktu yang cukup lama dan akibatnya laporan keuangan
juga akan terlambat. Tidak diikutinya mutasi persediaan dalam buku menjadikan metode ini
sangat sederhana baik pada saat pencatatan pembelian maupun pada waktu melakukan
pencatatan penjualan.
b.Metode Perpetual
Dalam metode perpetual setiap jenis persediaan dibuat rekening sendiri-sendiri yang merupakan
buku pembantu persediaan. Rekening yang digunakan untuk mencatat persediaan ini terdiri dari
beberapa kolom yang dapat dipakai untuk mencatat pembelian, penjualan, dan saldo persediaan.
Setiap perubahan dalam persediaan diikuti dengan pencatatan dalam rekening persediaan
sehingga jumlah persediaan sewaktu-waktu dapat diketahui dengan melihat kolom saldo dalam
rekening persediaan. Masing-masing kolom dirinci lagi untuk kuantitas dan harga perolehannya.
Dibandingkan dengan metode pencatatan fisik, metode ini merupakan cara yang lebih baik untuk
mencatat persediaan yaitu dapat membantu memudahkan penyusunan neraca dan laporan laba
rugi, juga dapat digunakan untuk mengawasi barang-barang dalam gudang.
Ada dua sistem pencatatan persediaan menurut Kieso, dkk (2001;446) yaitu sistem perpetual dan
sistem periodik:
a.Sistem perpetual
Menurut sistem persediaan perpetual, catatan yang berkelanjutan menyangkut perubahan
persediaan dicerminkan dalam akun persediaan. Yaitu, semua pembelian dan penjualan
(pengeluaran) barang dicatat secara langsung ke akun persediaan pada saat terjadi. Karakteristik
akuntansi dari sistem perpetual adalah:
1)Pembelian barang dagang untuk dijual atau pembelian bahan baku untuk diproduksi didebet ke
persediaan dan bukan ke pembelian.
2)Biaya transportasi masuk, retur pembelian dan pengurangan harga, serta diskon pembelian
dicatat dalam persediaan bukan akun terpisah.
3)Harga pokok penjualan diakui untuk setiap penjualan dengan mendebet akun harga pokok
penjualan dan mengkredit persediaan.
4)Persediaan merupakan akun pengendali yang didukung oleh buku besar pembantu yang berisi
catatan persediaan individual. Buku besar pembantu memperlihatkan kuantitas dan biaya dari
setiap jenis persediaan yang ada di tangan.
b.Sistem periodik
Menurut sistem persediaan periodik, kuantitas persediaan di tangan ditentukan. Semua
pembelian persediaan selama periode akuntansi dicatat dengan mendebet akun pembelian. Total
akun pembelian pada akhir periode akuntansi ditambahkan ke biaya persediaan di tangan pada
awal periode untuk menentukan total biaya barang yang tersedia untuk dijual selama periode
berjalan. Kemudian total biaya barang yang tersedia untuk dijual dikurangai dengan persediaan
akhir untuk menentukan harga pokok penjualan.
2.7 Pengaruh Metode Penilaian Persediaan
Semua metode penilai persediaan didasarkan atas harga perolehan. Setiap perusahaan bebas
untuk memilih salah satu metode penilaian persediaan yang dianggap cocok dan perlu diketahui
juga pengaruh dari masing-masing metode yang digunakan.
a.Pengaruh terhadap neraca
Pada metode FIFO harga perolehan persediaan yang ditetapkan pada tanggal neraca akan
mendekati saat itu. Berbeda halnya dengan metode LIFO, harga perolehan persediaan pada
tanggal neraca didasarkan pada harga perolehan barang yang dibeli lebih awal. Akibatnya, harga
perolehan persediaan tidak mencerminkan keadaan pada tanggal neraca dan aktiva lancar
sehingga total aktiva akan dilaporkan lebih rendah dari harga yang berlaku pada tanggal neraca.
b.Pengaruh terhadap laba rugi
Penggunaan metode FIFO pada masa inflasi akan menghasilkan laba bersih yang tinggi. Namun
ada yang berpendapat bahwa pemakaian metode FIFO di masa inflasi akan menghasilakan laba
semu. Oleh karena itu, penggunaan metode LIFO lebih dianjurkan.
c.Pengaruh terhadap pajak
Perhitungan laba bersih dengan metode LIFO akan menghasilkan pajak penghasilan yang lebih
rendah bila dibandingkan dengan metode FIFO maupun metode rata-rata. Hal tersebut
disebabkan karena pada penggunaan metode LIFO laba yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan
metode FIFO
Tujuan pokok akuntansi persediaan adalah untuk menentukan laba rugi periodik yaitu melalui
proses mempertemukan antara harga pokok barang dijual dengan hasil penjualan dalam suatu
periode akuntansi dan menentukan jumlah persediaan yang akan disajikan di dalam neraca.
Gambar aliran harga pokok persediaan pada perusahaan dagang berikut ini sedikit banyak
menjelaskan alasan mengapa penilaian persediaan secara langsung mempunyai akibat pada
kedua laporan keuangan pokok (Harnanto,2002; 223)

2.8 Biaya – Biaya Yang Harus Dimasukkan Dalam Persediaan


Salah satu masalah paling penting dalam menangani persediaan berhubungan dengan berapa
jumlah persediaan yang harus dicatat dalam akun. Pembelian persediaan, seperti aktiva lain,
umumnya diperhitungkan atas biaya. Berikut biaya-biaya yang harus dimasukkan dalam
persediaan.
a.Biaya produk, adalah biaya yang melekat pada persediaan dan dicatat dalam akun persediaan.
b.Biaya periode, seperti beban penjualan dan beban umum serta adminstrasi yang dianggap tidak
berhubungan langsung dengan produksi barang.
c.Biaya manufaktur, barang dalam proses dan barang jadi meliputi bahan, tenaga kerja langsung,
dan biaya overhead manufaktur. Biaya overhead manufaktur meliputi bahan tidak langsung,
tenaga kerja tidak langsung, dll.
2.9 Kepemilikan Persediaan
Barang-barang yang seharusnya dimasukkan dalam persediaan dari suatu usaha memegang
kepemilikan hukum. Pengalihan hak adalah istilah hukum yang ditujukan pada titik dimana
kepemilikan berubah.
a.Barang Dalam Perjalanan
Kepemilikan barang dalam perjalan tergantung dari persyaratan penjualan. Ketika
persyaratannya adalah FOB (free on board) shipping point, barang sudah menjadi milik pembeli
ketika barang masih dalam perjalanan dimasukkan dalam persediaan pembeli. Ketika barang
dikirim dengan persyaratan penjualan FOB (free on board) destination, barang-barang tersebut
masih menjadi milik penjual selama barang masih dalam perjalanan dan dimasukkan dalam
persediaan penjual.
b.Barang Konsinyasi
Dalam kepemilikan barang konsinyasi, pengirim tetap memegang hak kepemilikan dan tetap
memasukkan barang tersebut kedalam persediaan sampai barang tersebut berhasil dijual atau
digunakan oleh penyalur dan pelanggan. Barang lain yang dimiliki perusahaan tetapi barada
dalam pengawasan pihak lain untuk menyimpan, pemrosesan atau pengiriman juga harus
ditunjukkan sebagai bagian dari persediaan akhir dari perusahaan yang memiliki barang tersebut.

Dalam menghitung jumlah persediaan sering terdapat barang yang masih dalam perjalanan dan
yang berada di tempat pihak lain (konsinyasi). Untuk tujuan perpajakan barang itu dapat
dianggap berada di tangan wajib pajak (termasuk persediaan). Untuk tujuan PPN (Pajak
Pertambahan Nilai), Pasal 1 bagian (c) UU PPN 1984 menyatakan penyerahan barang (kena
pajak) kepada pedagang perantara dianggap merupakan transaksi penyerahan (penjualan). Oleh
karena itu, menyimpang dari praktek akuntansi (yang diikuti PPh/ Pajak Penghasilan), umtuk
tujuan pelaporan dan penghitungan PPN barang konsinyasi tidak termasuk persediaan penitip
(consignor) walaupun barangnya secara nyata belum terjual.
METODE PENELITIAN
3.1 Lokasi Penelitian
PT. Blambangan Foodpackers Indonesia terletak di jalan Pelabuhan No.1 PO. BOX 1 Desa
Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi. Lokasi perusahaan tersebut terdiri
dari lokasi pabrik, tempat produksi dan sekaligus kantor untuk mengurus segala administrasinya.
Pemilihan lokasi perusahaan di daeran Muncar sangat strategis karena ditinjau dari segi usaha
cukup menguntungkan, hal ini didasarkan atas pertimbangan tertentu, yaitu:
a.Bahan baku ikan yang dibutuhkan dapat dengan mudah diperoleh dan harganya relatif murah
karena dekat dengan sumber bahan baku. Selain di Muncar, bahan baku juga diperoleh dari
perairan Bali yang meliputi daerah Pangembangan dan Jimbaran, serta Probolinggo, Bugger dan
Madura
b.Tenaga kerja yang tersedia di Muncar cukup banyak, sehingga dapat dijadikan sumber tenaga
kerja. Penarikan tenaga kerja di daerah ini berarti telah membantu program pemerintah dalam hal
penyediaan lapangan pekerjaan dan mengurangi terjadinya urbanisasi.
c.Transportasi tidak mengalami kesulitan, karena sarana transportasi di daerah Muncar ini sangat
baik sehingga sesuatu yang berhubungan dengan pengangkutan tidak mengalami kesulitan.
d.Areal tanah disekitar perusahaan cukup luas sehingga apabila ingin mengadakan perluasan
pabrik tidak mengalami kesulitan.
Alasan pemilihan perusahaan atau lokasi penelitian ini dikarenakan lokasi penelitian berada di
daerah paling timur pulau Jawa, yaitu tepatnya di daerah Muncar Banyuwangi. Sebagian besar
masyarakat Muncar adalah masyarakat Madura sehingga dalam beradaptasi dengan masyarakat
sekitar pada saat melakukan penelitian dapat dilakukan dengan mudah. Selain itu PT.
Blambangan Foodpackers Indonesia merupakan perusahaan terbesar di daerah Muncar dan hal
utama yang membuat penulis memilih perusahaan ini adalah perusahaan ini sangat cocok atau
tepat dengan judul penelitian penulis khususnya untuk produksi kasturit pada perusahaan ini.
3.2 Jenis Penelitian
Jenis penelitian pada penelitian ini adalah studi kasus. Pada penelitian ini penulis menemukan
suatu permasalahan atas penilaian persediaan pada produksi kasturit PT. Blambangan
Foodpackers Indonesia yaitu menggunakan biaya asli dalam menilai persediaannya, hal tersebut
sulit dilakukan pada produksi kasturit karena barang yang dibeli memiliki perbedaan biaya,
sehingga perlu menggunakan metode penilaian persediaan yang tepat.

3.3 Jenis dan Sumber Data


Dalam penelitian ini jenis data yang penulis gunakan adalah data kuantitatif. Sumber data yang
penulis gunakan adalah data sekunder, yaitu data-data yang berupa data pembelian dan penjualan
produksi kasturi PT. Blambangan Foodpackers Indonesia.

3.4 Definisi Operasional


Definisi operasional menunjukan indikator dari variabel dan bagaimana cara mengukur variabel
tersebut. Dalam penelitian ini menggunakan satu variabel, yaitu metode penilaian persediaan.
Metode penilaian persediaan adalah prosedur akuntansi yang menentukan kapan dan berapa
perubahan kekayaan serta berapa nilai kekayaan yang ditransformasikan ke dalam biaya. Ada
tiga indikator dari variabel tersebut, yaitu:
a.Metode FIFO
b.Metode LIFO
c.Metode Rata-rata bergerak
3.5 Teknik Pengumpulan Data
Dalam memperoleh data yang lengkap dan akurat dibutuhkan beberapa cara atau teknik dalam
pengumpulan datanya. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang penulis gunakan
adalah dokumentasi, yaitu dengan melihat data-data yang berupa data pembelian dan penjualan
pada produksi kasturit PT. Blambangan Foodpackers Indonesia.
Untuk memperoleh data, penulis terlebih dahulu meminta ijin untuk melakukan penelitian
dengan pihak yang bertanggung jawab atas perusahaan, yang diwakili oleh bagian personalia
perusahaan. Setelah ijin diberikan langkah selanjutnya adalah mengadakan penelitian atas objek
penelitian, yaitu mengenai sejarah dan gambaran umum perusahaan. Selanjutnya penulis
mengadakan penelitian pada bagian produksi kasturit, untuk itu penulis menemui bagian
produksi kasturit untuk mengetahui beberapa hal mengenai proses produksi kasturit dari mulai
pembelian bahan baku sampai menjadi barang jadi. Setelah itu penulis meminta ijin untuk
melihat data-data yang diperlukan dalam penelitian ini, yaitu data-data yang berhubungan
dengan produksi kasturit, khususnya data pembelian dan penjualannya.

3.6 Teknik Analisis Data


Analisis dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan analisa kuantitatif. Adapun
teknik analisis yang digunakan adalah perbandingan antara tiga metode penilaian persediaan
menurut PSAK No. 14 dengan menggunakan sistem perpetual dalam melakukan pencatatan
persediaannya untuk mengetahui jumlah persediaan akhirnya.
a.Metode FIFO (first in first out method)
Barang-barang yang digunakan atau dikeluarkan sesuai dengan urutan pembeliannya. Dengan
kata lain barang pertama yang dibeli adalah barang pertama yang digunakan.
b.Metode LIFO (lirst in first out method)
Menandingkan biaya dari barang-barang yang paling akhir dibeli terhadap pendapatan. Biaya
dari total kuantitas yang terjual atau dikeluarkan selama satu bulan berasal dari pembelian paling
akhir.
c.Metode rata-rata bergerak (moving average method)

Biaya rata-rata per unit untuk masing-masing item dihitung setiap kali pembelian dilakukan.
Biaya per unit kemudian digunakan untuk menentukan harga pokok setiap penjualan sampai
pembelian berikutnya dilakukan dan rata -rata baru dihitung.
Penentuan HPP (harga pokok penjualan) juga perlu dilakukan untuk mengetahui perbedaan laba
yang akan diperoleh dari masing-masing metode penilaian persediaan untuk dibandingkan. Laba
kotor diperoleh dari penjualan dikurangi HPP dan laba bersih diperoleh dari laba kotor dikurangi
beban penjualan. Besarnya HPP dapat diperoleh dengan cara:
I.9. JADWAL PENELITIAN
Pelaksanaan penelitian ini diperkirakan memerlukan waktu sebagai berikut :
a.Tahap persiapan selama 7 hari
b.Tahap penyusunan proposal 25 hari
c.Tahap penyajian izin penelitian selama 7 hari
d.Tahap penelitian di lapangan selama 25 hari
e.Tahap tabulasi data,analisa data dan penarikan kesimpulan selama 30 hari
f.Tahap laporan hasil penelitian selama 20 hari
RENCANA DAFTAR ISI SKRIPSI
(Sistematika Skripsi)

Halaman Judul
Halaman Persetujuan Skripsi
Halaman Pengesahan Skripsi
Abstrak Skripsi
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar tabel
Daftar Gambar
Daftar Lampiran

BAB I : PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Batasan Masalah
1.4 Tujuan Penelitian
1.7Kegunaan Penelitian
1.8Kerangka Pemikiran

BAB II : KAJIAN PUSTAKA


2.1 Landasan Teori

BAB III : METODOLOGI PENELITIAN


3.1 Lokasi Penelitian
3.2 Jenis Penelitian
3.3 Jenis dan Sumber Data
3.4 Populasi
3.5 Definisi Operasional
3.6 Teknik Pengumpulan Data
3.7 Teknik Analisi Data

BAB IV : PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil Penelitian
4.2 Pembahasan

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN


5.1 Kesimpulan
5.2 Saran
jika anda ingin memiliki
contoh skripsinya lengkap dlm format(M.word)
silahkanhub.08563056386(eko)
anda hanya mengganti ongkos pengetikan MURAH
pembayaran melalui transfer antar BANK

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2002. Metodelogi Penelitian. Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.

Assauri, Sofyan. 1999. Manajemen Produksi dan Operasi. Edisi Revisi, Penerbit LPFE UI,
Jakarta.

Baridwan, Zaki. 2004. Intermediate Accounting. Edisi kedelapan, Penerbit BPFE, Jakarta.

C. Rollin, Niswonger, Carl S. Warren, James M. Reeve dan Philip E. Fess. 1999. Accounting.
Alfonsus sirait dan Helda Gunawan (Penerjemah). 1999. Prinsip-prinsip Akuntansi. Edisi
kesembilan belas. Jilid I. Erlangga. Jakarta.

Gunadi. 1997. Akuntansi Pajak. Penerbit PT. Grasindo, Jakarta.

Harnanto. 2002. Akuntansi Keuangan Menengah. Buku satu, Penerbit BPFE, Yogyakarta.

Jusup, Haryono. 2003. Dasar-dasar Akuntansi. Edisi keenam, Jilid 2, Penerbit STIE YKPN,
Yogyakarta.
Kieso, Donald E, Jerry J. Weygandt dan Terry D. Werfield. 2001. Intermediate Accounting. Emil
Salim (Penerjemah). 2001. Akuntansi Entermediate. Edisi kesepuluh. Jilid I. Penerbit Erlangga.
Jakarta.

Stice, Earl, James D. Stice dan K. Frendskousen. 2004. Intermediate Accounting. Palupi Wuriarti
(Penerjemah). 2004. Akuntansi Entermediate. Edisi kelimablas. Buku I. Salemba Empat. Jakarta.

Sugiono. 2001. Metode Penelitian Administrasi. Penerbit Alfabeta, Bandung.

Yamit, Zulian. 1999. Manajemen Persediaan . Penerbit Ekonisia, Yogyakarta.

Diposkan oleh man di 06:30 0 komentar


Langgan: Entri (Atom)

FAKTOR-FAKTOR YANG
DIPERTIMBANGKAN KONSUMEN
DALAM MEMBELI SEPEDA MOTOR
BARU

Mengenai Saya
man
echo_chyn@yahoo.com
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog
• ▼ 2008 (1)
○ ▼ Juni (1)
 FAKTOR-FAKTOR YANG DIPERTIMBANGKAN KONSUMEN
DALAM ...

Daftar Blog Saya



SKRIPSI (S-1) KEPERAWATAN
HUB.TINGKAT NYERI DG TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN
1 bulan yang lalu

SKRIPSI (D-III) AKPER


STUDI TINGKAT PEMENUHAN KEBUTUHAN(D3-akper)
2 bulan yang lalu

SKRIPSI (D-III) PERAWAT


HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT DALAM(D3-akper)
2 bulan yang lalu

JADI MILLYUNER BERMODAL KLIK(GRATIISS..)


JADI MILLYUNER BERMODAL KLIK(GRATIISS..)
5 bulan yang lalu

Analisis metode penilaian persediaan untuk mencapai laba yang optimal


Analisis metode penilaian persediaan untuk mencapai laba yang optimal
6 bulan yang lalu

ANALISA SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA PADA UD. BAROKAH


ANALISA SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA PADA UD. BAROKAH
6 bulan yang lalu

Rabu, 2008 Juni 04


FAKTOR-FAKTOR YANG DIPERTIMBANGKAN KONSUMEN DALAM
MEMBELI
PROPOSAL SKRIPSI EKONOMI PEMASARAN(S1-MANAJEMEN)
FAKTOR-FAKTOR YANG DIPERTIMBANGKAN KONSUMEN DALAM MEMBELI
SEPEDA MOTOR BARU MERK NASHA PADA CV. DIRGAHAYU MOTOR DI KOTA
PAMEKASAN

I.1. LATAR BELAKANG

Di era globalisasi sekarang ini pada umumnya marketing manajemen merupakan suatu disiplin
ilmu yang memiliki arti sangat penting dalam dunia usaha, karena semakin majunya teknologi
dalam berbagai bidang menuntut setiap orang atau lembaga (perusahaan) untuk selalu
berkompetisi dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan yaitu memperoleh keuntungan
yang optimal dengan pengeluaran yang seminimal mungkin.
Bangaknya prasarana dan sarana penunjang usaha maka fokus utama lebih ditekankan kepada
upaya untuk meningkatkan pemasaran yang ditujukan untuk memuaskan konsumen. Dengan
demikian tingginya tingkat persaingan pada periode sekarang, dituntut untuk meningkatkan
efisiensi dan efektivitas dari berbagai sumber daya yang ada menjadi lebih besar atau meningkat.
Dari pemikiran tersebut merupakan suatu hal yang lazim pada zaman sekarang dimana
perubahan lingkngan senantiasa terjadi perubahan terus-menerus dalam proses perkembangan
suatu Negara, yang secara tidak langsung mempengaruhi pembeli untuk bersedia membeli
barang dan jasa perusahaan pada saat mereka membutuhkan.Dengan begitu maka persaingan
diantara perusahaan-perusahaan semakin ketat.Hal inilah yang membuat perusahaan-perusahaan
berlomba-lomba untuk mendapatkan kepercayaan konsumen sehingga mampu untuk
mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dengan pengeluaran sekecil mungkin.

Hal ini yang dilakukan perusahaan CV. DIRGAHAYU MOTOR yang bergerak dalam bidang
penjualan sepeda motor baru merk NASHA. Yang berada di Jl.KABUPATEN NO.10 (Depan
Pasar Gadin, Sebelah Timur Indomaret) Pamekasan. Memasarkan produk-produknya dengan
perencanaan-perencanaan yang baik sehingga memperoleh keuntungan yang optimal.
Bagi perusahaan CV. DIRGAHAYU MOTOR yang ingin tetap sukses dan hidup, maka haruslah
berusaha agar dapat selalu berkembang dan mampu mengambil keputusan secara bijaksana.
Sebab keputusan yang tidak dan kurang bijaksana akan berakibat perusahaan tidak dapat
mencapai tujuan. Pertimbangan yang matang harus dimiliki oleh masing-masing perusahaan
dalam mengusahakan sesuatu yang berkaitan dengan masalah produksi ataupun pemasarannya.
Tingkat persaingan pasar yang semakin tinggi memungkinkan suatu perusahaan mengalami
kegagalan dalam melaksanakan pemasaran. Hal ini juga yang memungkinkan perusahaan CV.
DIRGAHAYU MOTOR bertambah maju, bila dalam persaingan pasar semakin tinggi tersebut
mampu menyusun rencana pemasaran yang baik.
Dalam rangka meningkatkan pemasaran dengan upaya memuaskan konsumen tersebut maka
perusahaan CV. DIRGAHAYU MOTOR harus menganalisa perilaku konsumen. Dan di dalam
menganalisa perilaku konsumen akan lebih berhasil apabila perusahaan dapat memahami aspek-
aspek psikologis manusia secara keseluruhan, kekuatan faktor budaya, prinsip-prinsip ekonomi,
strategi pemasaran. Karena seringkali perilaku dari konsumen dipengaruhi oleh faktor sosial
budaya, dan psikologis yang keduanya secara langsung maupun tidak langsung akan
berpengaruh terhadap perilaku konsumen dalam hal pengambilan keputusan
pembelian.Kemapuan di dalam menganalisa perilaku konsumen berarti keberhasilan di dalam
menyelami jiwa kosumen dalam memenuhi kebutuhannya.
Perilaku setiap konsumen secara umum dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor-faktor itu baik
secara individu maupun bersama-sama dapat berpengaruh terhadap keputusan seseorang
melakukan pembelian baik produk atau jasa, memilih jenis, penetuan saat pembelian maupun
tempat di mana harus membeli.
Tujuan kegiatan pemasaran adalah mempengaruhi pembeli untuk bersedia membeli barang atau
jasa perusahaan pada saat konsumen membutuhkan. Hal ini sangat penting bagi pengelola
perusahaan dapat mengembangkan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan
produk dan jasa kepada para konsumen.
Mengingat betapa pentingnya pemahaman tentang perilaku konsumen yang dipertimbangkan
dalam pengambilan keputusan membeli sepeda motor baru merk NASHA maka peneliti
mengambil judul penelitian : “FAKTOR-FAKTOR YANG DIPERTIMBANGKAN
KONSUMEN DALAM MEMBELI SEPEDA MOTOR BARU MERK NASHA PADA CV.
DIRGAHAYU MOTOR DI KOTA PAMEKASAN”.

I.2. RUMUSAN MASALAH


Sedangkan masalah yang ingin dijawab dalam penelitian adalah sebagai berikut :
1.Bagaimanakah pengaruh faktor:Produk, Harga, Promosi, Distribusi terhadap kepuasan
konsumen dalam membeli sepeda motor baru merk NASHA pada CV. DIRGAHAYU MOTOR
di kota pamekasan ?
2.Diantara faktor-faktor yang mempengaruhi, manakah yang paling dominan pengaruhnya
terhadap konsumen dalam membeli sepeda motor baru merk NASHA pada CV. DIRGAHAYU
MOTOR di kota pamekasan ?

I.3. BATASAN MASALAH DAN KERANGKA PEMIKIRAN


I.3.1. Batasan Masalah
Batasan masalah yang ditetapkan berdasarkan rumusan masalah diatas adalah :
1.Sistem pemasaran adalah suatu kesenjangan qualitas/mutu pelayanan antara harapan dengan
kenyataan pada CV.DIRGAHAYU MOTOR di kota Pamekasan.
2.faktor-faktor mutu pelayanan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Produk, Harga,
Promosi, Distribusi.
3.Pelayanan Jasa adalah suatu yang tidak bisa diraba/disentuh tetapi bisa dirasakan dan
dinikmati.
4.Deteksi perbandingan antara sepeda motor merk NASHA dengan sepeda motor merk lain tidak
dibahas.
5.Kuisioner yang disebarkan hanya pada konsumen sepeda motor baru merk NASHA pada CV.
DIRGAHAYU MOTOR di kota pamekasan.
I.3.2. Kerangka Pemikiran
Untuk memudahkan penganalisaan pada penelitian ini maka diperlukan kerangka berfikir atau
model penelitian sebagai berikut :

Pada gambar/ diagram diatas menunujukkan variabel bebas(X) adalah Produk, Harga, Promosi,
Distribusi yang memiliki hubungan erat satu sama lainnya.
Dari keempat variable bebas(X) tersebut sangatlah erat hubungan satu sama lainnya untuk
mempengaruhi variabel terikat(Y) yaitu keputusan memilih.
Variabel bebas Produk(X1)=produk yang memenuhi kriteria/kebutuhan pangsa-pasar sangat
memungkinkan untuk konsumen memilih dan memilikinya.
Variabel bebas Harga(X2)=jika harga terjangkau oleh konsumen sangat memungkinkan bagi
konsumen untuk memilih dan membelinya.
Variabel bebas Promosi(X3)=dalam mempromosikan suatu barang/jasa bisa melalui media
massa dan elektronik dengan pemberian hadiah, atau melalui antar konsumen(door to door)
sangat mempengaruhi konsumen agar memilih barang/jasa tersebut.
Variabel bebas Distribusi(X4)=kegiatan perusahaan dalam menyalurkan barangnya haruslah
dilokasi yang mudah dijangkau, sehingga konsumen dapat dengan mudah memperoleh barang
tersebut.
Variabel terikat Keputusan Memilih(Y)=konsumen dalam memilih suatu barang/jasa sangat
terpengaruh oleh informasi yang mereka terima dalam diagram ini yang mempengaruhi
konsumen adalah keempat variabel bebas tersebut.
tahap selanjutnya menjaga dan memastikan konsumen merasa puas dengan keempat variabel
bebas tersebut, sehingga konsumen terpengaruh untuk membeli. Karena jika konsumen merasa
puas tidak menutup kemungkinan akan membeli barang/jasa pada bulan/tahun berikutnya.
Tentang variabel bebas dan variabel terikat akan dijelaskan lebih lengkap pada Identifikasi
Variabel.

I.4. TUJUAN PENELITIAN


Dengan adanya perumusan masalah tersebut di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah
sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui faktor-faktor secara simultan (bersama-sama) yang dipertimbangkan
konsumen dalam membeli sepeda motor baru merk NASHA pada CV. DIRGAHAYU MOTOR
di kota pamekasan
2. Untuk mengetahui faktor-faktor yang paling dominant pengaruhnya terhadap konsumen dalam
membeli sepeda motor baru merk NASHA pada CV. DIRGAHAYU MOTOR di kota
pamekasan
I.5. KEGUNAAN/MANFAAT PENELITIAN
Sebagaimana penelitian-penelitian yang mana penulis lakukan saat ini juga mempunyai
kegunaan/manfaat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi:
1.CV.DIRGAHAYU MOTOR di kota pamekasan sebagai bahan pertimbangan dalam
merencanakan dan menentukan kebijakan pemasaran pada saat ini dan masa yang akan datang,
khususnya di bidang perilaku konsumen sehingga membantu peningkatan omset penjualan.
2.CV.DIRGAHAYU MOTOR di kota pamekasan sebagai proses promosi/pengenalan bagi
masayarakat pamekasan sehingga bisa mengetahui tempat penjualan sepeda motor merk NASHA
melalui karya tulis.
3.Penulis sebagai bahan masukan dalam proses pengambilan keputusan tentang perencanaan
strategi pemasaran yang tepat.
4.Dunia ilmu pengetahuan dan penelitian lanjutan di bidang ilmu pemasaran khususnya perilaku
konsumen.
I.6. TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS
I.6.1. Tinjauan Pustaka
1.Kajian Tentang Manajemen Pemasaran
Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan
untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, untuk berkembang, dan mendapatkan laba. Pada
kehidupan seharian arti pemasaran sering dikacaukan dengan pengertian-pengertian penjualan,
perdagangan, dan distribusi. Padahal istilah-istilah tersebut hanya merupakan satu bagian dari
kegiatan pemasaran secara keseluruhan. Proses pemasaran dimulai jauh sejak sebelum barang-
barang diproduksi, dan tidak berakhir dengan penjualan. Kegiatan pemasaran perusahaan harus
dapat juga memberikan kepuasan kepada konsumen jika menginginkan usahanya berjalan terus
atau konsumen mempunyai pandangan yang baik terhadap perusahaan.
Menurut William J. Stanton (dalam Basu Swasta, 2000, 4) pemasaran adalah “suatu sistem
keseluruhan dari kegiatan-kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan
harga, memposisikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan
baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial”. Dari definisi tersebut sangat jelas
bahwa pemasaran sangat jauh dari penjualan, perdagangan, dan distribusi.
Kegiatan-kegiatan tersebut beroperasi di dalam suatu lingkungan yang terus menerus
berkembang sebagai konsekuensi sosial dari perusahaan, tetapi juga dibatasi oleh sumber-sumber
dari perusahaan itu sendiri dan peraturan-peraturan yang ada. Bagi pemasaran perubahan
lingkungan dapat merupakan tantangan-tantangan baru yang memerlukan tanggapan dan cara
penyelesaian yang baru pula, atau sebaliknya dapat berupa suatu peluang atau kesempatan
mengembangkan usahanya. Oleh karena itu kegiatan pemasaran memerlukan suatu manajemen
yang khusus yang sering dikenal dengan manajemen pemasaran.
Menurut Philip Kotler (dalam Basu Swasta, 2000, 4) yang dimaksud dengan manajemen
pemasaran adalah “penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program
yang bertujuan menimbulkan pertukaran dengan pasar yang ditujukan dengan maksud untuk
mencapai tujuan perusahaan”. Dari definisi tersebut ternyata titik berat manajemen ditekankan
pada penawaran perusahaan dalam memenuhi kebutuhan dan keinginkan pasar tersebut serta
menentukan harga, mengadakan komunikasi dan distribusi yang efektif untuk memberi tahu,
mendorong serta melayani pasar.
Bagi perusahaan yang sudah mulai mengenal bahwa pemasaran merupakan faktor penting untuk
mencapai sukses usahanya, akan mengetahui adanya cara falsafah baru yang terlibat didalamnya.
Cara dan falsafah baru ini disebut dengan konsep pemasaran. Menurut Basu Swasta (2000, 5)
“Sebagai falsafah bisnis, konsep pemasaran bertujuan memberikan kepuasan terhadap keinginan
dan kebutuhan konsumen, atau berorientasi pada konsumen (consumer orieted)”.
Dalam mengenal konsumen perlu mempelajari perilaku konsumen, karena konsumen
ditempatkan sebagai pusat perhatian dengan memperhatikan apa yang dia butuhkan dan yang
diinginkan dan bagaimana memuaskan konsumen tersebut. Menurut James F. Engel dalam alih
bahasa, Bidiyanto (1994 : 3) menyatakan bahwa perilaku konsumen sebagai tindakan yang
langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan produk dan jasa
termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini. Menurut Gerald
Zalman dan Melani Wallendorf dalam A.P. Mangkunegoro (1993 : 3) perilaku konsumen adalah
tindakan-tindakan, proses dan hubungan sosial yang dilakukan oleh individu, kelompok dan
organisasi dalam mendapatkan, menggunakan suatu produk atau jasa sebagai suatu akibat dari
pengalamannya dengan produk, pelayanan dan sumber-sumber lainnya. Pendapat lain tentang
perilaku konsumen ini dikemukakan oleh Basu Swsatha D dan Hani Handoko (2000 : 10)
menyatakan bahwa perilaku konsumen dapat dapat didefinisikan sebagai kegiatan-kegiatan
individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang-barang
dan jasa-jasa, termasuk di dalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan
penentuan kegiatan-kegiatan tersebut.
Dari beberapa pengertian tersebut terdapat dua hal penting dari perilaku konsumen yaitu (1)
sebagai proses pengambilan keputusan (2) kegiatan fisik dalam menilai, memperoleh dan
menggunakan barang dan jasa. Sebagai mana diketahui bahwa setiap individu mempunyai
perilaku yang berbeda dalam memenuhi keinginan dan kebutuhannya. Hal ini disebabkan oleh
berbagai faktor yang berasal dari dalam pribadi konsumen itu sendiri maupun dari luar
(lingkungan).
Berdasarkan pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen adalah
merupakan tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok atau organisasi yang dipengaruhi
oleh internal dan eksternal dalam kaitannya dengan proses pengambilan keputusan untuk
mendapatkan, menggunakan dan memperoleh pengalaman dari suatu produk atau jasa. Jadi
dengan demikian terdapat tiga golongan yang saling berhubungan yaitu :
a.Aktifitas yang menyangkut tindakan, proses (cara-cara) dan hubungan sosial,
b.Orang-orang meliputi individu, kelompok atau organisasi
c.Pengalaman, menyangkut mendapatkan, menggunakan barang atau jasa.
Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu faktor-faktor yang berasal dari
lingkungan intern dan faktor-faktor yang berasal dari lingkungan ekstern. Menurut Basu Swasth
D dan Hani Handoko (2000 : 58) menyatakan bahwa faktor-faktor lingkungan eksternal yang
mempengaruhi perilaku konsumen yaitu :
a.Kebudayaan (cultur) dan kebudayaan khusus (sub culture)
b.Kelas sosial (Social class)
c.Kelompok – kelompok sosial (social group) dan kelompok referensi (Reference Group)
d.Keluarga (family).
Sedangkan faktor-faktor phisikologis yang berasal dari proses yang berasal intern individu yang
mempengaruhi perilaku konsumen adalah :
Motivasi
Pengamatan
Belajar
Kepribadian dan konsep diri dan
Sikap (Swastha dan Handoko, 2000 : 77)
Selanjutnya karakteristik yang berkaitan dengan pembelian terdiri dari faktor-faktor budaya,
sosial, pribadi dan psikologis juga mempengaruhi perilaku pembelian (Kotler, 1997 : 153)
2.Pasar dan Pemasaran
Pasar dan pemasaran merupakan dua sisi yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Pasar
dan pemasaran memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi dan saling mempengaruhi satu sama
lainnya. Pasar tanpa pemasaran tidak ada artinya, demikian pula pemasaran tanpa pasar juga
tidak berarti. Dengan kata lain setiap ada kegiatan pasar selalu diikuti oleh pemasaran dan setiap
pemasaran adalah untuk mencari atau menciptakan pasar.
Perusahaan yang sudah mulai mengenal bahwa pemasaran merupakan faktor penting untuk
mencapai sukses usahanya, akan mengetahui adanya cara dan falsafah baru yang terlibat di
dalamnya. Cara dan falsafah baru ini disebut dengan konsep marketing (Marketing Concept).
Sebagai falsafah bisnis, konsep pemasaran bertujuan untuk memberikan kepuasan terhadap
keinginan dan kebutuhan konsumen, atau berorientasi pada konsumen (consumer oriented). Hal
ini secara mendasar jelas berbeda dengan falsafah bisnis terdahulu yang berorientasi pada produk
(product concept) dan penjualan (Sales concept)
Pengertian pasar menurut Kasmir dan Jakfar (2004 : 69) adalah “tempat bertemunya para penjual
dan pembeli untuk melakukan transaksi”. Pengertian ini mengandung arti pasar memiliki tempat
atau lokasi tertentu sehingga memungkinkan pembeli dan penjual bertemu. Dengan demikian
pasar ini terdapat penjual dan pembeli untuk melakukan suatu transksi jual beli produk baik
barang atau pun jasa.
Dengan majunya teknologi dimana transaksi bisnis tidak harus bertemu, tetapi bisa melalui
telepon atau internet, maka pada kondisi yang seperti ini pengertian pasar tidaklah tepat.
Selanjutnya Kasmir dan Jakfar (2004:70) memberikan pengertian pasar yang lebih luas yaitu
“himpunan pembeli nyata dan pembeli potensiil atas suatu produk.” Dari definisi tersebut dapat
dijelaskan bahwa pasar nyata adalah himpunan konsumen yang mempunyai minat, pendapatan
dan akses pada suatu barang atau jasa tertentu, sehingga konsumen pasti melakukan pembelian
karena di dukung oleh keinginan dan telah memiliki pendapatan. Sedangkan yang dimaksud
dengan pasar potensiil adalah sekelompok konsumen yang memiliki minat tetapi belum
mempunyai pendapatan, dalam hal ini konsumen belum melakukan pembelian.
Transaksi terjadi pasar, dipengaruhi oleh dua kekuatan yang saling tarik menarik yaitu
permintaan dan penawaran. Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan suatu
barang atau jasa adalah :
Harga barang atau jasa itu sendiri
Harga barang atau jasa lain yang memiliki hubungan (subsitusi)
Pendapatan
Selera
Jumlah
Dan faktor khusus / akses
Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran suatu barang atau jasa adalah :
Harga barang atau jasa itu sendiri
Harga barang atau jasa lain yang memiliki hubungan (subsitusi)
Teknologi
Harga Input (ongkos produksi)
Tujuan perusahaan
Faktor khusus atau akses
Sedangkan pemasaran menurut Philip Kotler (dalam Kasmir dan Jakfar, 2004:74) adalah “suatu
proses sosial dan manajerial dengan nama individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka
butuhkan dan inginkan dengan cara menciptakan serta mempertukarkan produk atau jasa dengan
pihak lain.”
Sedangkan pengertian pemasaran menurut Kasmir dan Jakfar (2004:74) adalah “sebagai upaya
untuk menciptakan dan menjual produk kepada berbagai pihak dengan maksud tertentu.”
Menurut William J Stanton (dalam Basu Swasta, 2000, 4) pemasaran adalah “suatu sistem
keseluruhan dari kegiatan-kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan
harga, memposisikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan
baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.” Dari definisi tersebut sangat jelas
bahwa pemasaran sangat jauh dari penjualan, perdagangan, dan distribusi.
Kegiatan-kegiatan tersebut beroperasi di dalam suatu lingkungan yang terus menerus
berkembang sebagai konsekuensi sosial dari perusahaan, tetapi juga dibatasi oleh sumber-sumber
dari perusahaan itu sendiri dan peraturan-peraturan yang ada. Bagi pemasaran perubahan
lingkungan dapat merupakan tantangan-tantangan baru yang memerlukan tanggapan dan cara
penyelesaian yang baru pula, atau sebaiknya dapat berupa suatu peluang atau kesempatan
mengembangkan ushanya. Oleh karena itu kegiatan pemasaran memerlukan suatu manajemen
yang khusus yang sering dikenal dengan manajemen pemasaran.
Menurut Basu Swasta (2000, 4) yang dimaksud dengan manajemen pemasaran adalah
“penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang bertujuan
menimbulkan pertukaran dengan pasar yang ditujukan dengan maksud untuk mencapai tujuan
perusahaan.”
Dari berbagai definisi menurut para ahli tersebut di atas ternyata titik berat manajemen
pemasaran ditekankan pada penawaran perusahaan dalam memenuhi kebutuhan dan keinginkan
pasar tersebut serta menentukan harga, mengadakan komunikasi dan distribusi yang efektif untuk
memberi tahu, mendorong serta melayani pasar.
Bagi perusahaan yang sudah mulai mengenal bahwa pemasaran merupakan faktor penting untuk
mencapai sukses usahanya, akan mengetahui adanya cara dan falsafah baru yang terlibat di
dalamnya. Cara dan falsafah baru ini disebut dengan konsep pemasaran. Menurut Basu Swasta
(2000, 5) “Sebagai falsafah bisnis, konsep pemasaran bertujuan memberikan kepuasan terhadap
keinginan dan kebutuhan konsumen, atau berorientasi pada konsumen (cunsumer oriented).”
3.Tinjauan Tentang Marketing Mix
Dalam manajemen pemasaran dikenal strategi marketing mix, menurut Jakfar dan Kasmir (2004:
106) dikatakan “strstegi bauran pemasaran (marketing mix) melalui “strategi produk, strstegi
harga, strategi lokasi dan distribusi, strategi promosi.”
a.Kajian Tentang Produk
Menurut pendapat Philip Kotler (dalam Kasmir dan Jakfar, 2004: 106) Produk adalah “sesuatu
yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian untuk dibeli, untuk digunakan atau
dikonsumsi yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan.”
Dari definisi di atas dapat dijelaskan dengan fisik atau benda berwujud dan benda tidak
berwujud. Benda berwujud biasanya berbentuk fisik seperti rumah, sepeda motor, obat dan lain-
lain, sedangkan yang tidak berwujud biasanya berbentuk jasa.
Setiap perusahaan yang melakukan kegiatan usaha pasti menghasilkan produk, dan produk inilah
yang akan dipasarkan kepada konsumen. Dalam upaya melakukan suatu strategi produk maka
dalam pengembangannya dapat berupa :

Penentuan logo dan motto


Menciptakan merk
Menciptakan kemasan
Menciptakan label
Logo merupakan ciri khas suatu produk, sedangkan motto merupakan serangkaian kata-kata
yang berisikan misi dan visi perusahaan dalam melayani masyarakat. Baik logo maupun motto
harus dirancang dengan benar. Pertimbangan pembuatan logo dan motto adalah sebagai berikut :
Logo dan motto harus memiliki arti (dalam arti positif)
Logo dan motto harus menarik perhatian
Logo dan motto harus mudah diingat
Merk merupakan suatu hal penting bagi konsumen untuk mengenal barang dan jasa yang
ditawarkan. Pada prakteknya merk sering diartikan sebagai nama, istilah, simbul, disain atau
kombinasi dari kesemuanya. Agar merk mudah dikenal masyarakat, maka penciptanya harus
mempertimbangkan faktor-faktor antara lain :
Mudah diingat
Terkesan hebat dan modern
Memiliki arti (dalam arti positif)
Menarik perhatian
Kemasan merupakan pembungkus suatu produk. Penciptaan kemasan pun harus memenuhi
persyaratan, seperti kualitas kemasan, bentuk, warna dan persyaratan lainnya yang mudah diingat
oleh para konsumennya.
Label merupakan sesuatu yang dilekatkan pada produk yang ditawarkan dan merupakan bagian
dari kemasan. Di dalam label harus menjelaskan siapa yang membuat, dimana dibuat, kapan
dibuat, bagaimana cara penggunaan dari produk, kapan waktu kadaluarsa dan berbagai informasi
lainnya.

b.Kajian Tentang Harga


Harga adalah sejumlah uang yang harus dibayarkan oleh konsumen untuk memperoleh barang
atau jasa yang digunakan. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Basu Swastha (1992 :
241) bahwa : “Harga adalah jumlah uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah
kombinasi dari produk atau jasa dan pelayanannya.”
Penetapan harga adalah merupakan suatu unsur yang pokok dalam upaya untuk merumuskan
strategi penetapan harga. Oleh karena itu perusahaan perlu selalu memantau pasar dan harga jual
barang atau jasa yang ditawarkan. Menurut Buchari (2001, 159) “Ada beberapa mecam
kebijaksanaan harga yang dapat dilakukan yaitu :
Margin Pricing, penetapan harga yang didasarkan kepada kira-kira, asal ada untung produk bisa
dijual. (biasanya dilakukan oleh pedagang kaki lima)
Price Lining, Biasanya dilakukan oleh toko-toko seperti kaos dari berbagai merek ditumpuk
dalam satu kotak dan diberi harga sama
Competitors Price, dilakukan untuk menciptakan daya tarik biasanya dillakukan oleh toko-toko
untuk memperoleh reputasi, caranya memberikan harga murah bahkan rugi pada barang yang
dikenal umum
Judgement Pricing, harga yang didasarkan kepada perkiraan. Misalnya kita punya satu kodi atau
satu lusin barang, ada satu atau dua yang bagus. Barang yang bagus ini diberi harga yang lebih
tinggi dari yang lain dan ditempatkan bersama barang yang memang harganya mahal atau tinggi
Customary Prices, kebijaksanaan harga yang diperlukan pada suatu barang yang stabil. Artinya
walaupun harga pokok produk meningkat harga tetap dipertahankan, tetapi biasanya mengurangi
kwalitas atau kwantitasnya
Odd Prices, kebijaksanaan harga dengan menggunakan angka ganjil biasanya dilakukan di Super
Market, misalnya Rp 49.950,- sebenarnya harga ini Rp 50 ribu kurang lima puluh rupiah tetapi
dalam benak konsumen yang dibaca empat puluh ribunya bukan kurang lima puluh rupiahnya
Combination Offers, dalam hal ini diadakan penawaran kombinasi antara dua jenis barang
misalnya minyak rambut dengan sisir harganya dipasang satu.
Penentuan harga oleh suatu perusahaan dimaksudkan dengan berbagai tujuan yang hendak
dicapai. Menurut Kasmir dan Jakfar (2004, 108) Tujuan penentuan harga secara umum adalah
sebagai berikut :
1.Untuk bertahan hidup
2.Untuk memaksimalkan laba
3.Untuk memperbesar market share
4.Untuk penentuan mutu produk
5.Karena persaingan
Tujuan penentuan harga untuk bertahan hidup biasanya dilakukan dengan semurah-murahnya hal
ini dimaksudkan agar produk yang ditawarkan laku terjual dipasaran, dengan catatan harga
murah tetapi masih dalam kondisi yang menguntungkan
Sedangkan tujuan penentuan harga untuk memaksimalkan laba, harga yang ditentukan dapat
meningkatkan penjualan, peningkatan penjualan diharapkan dapat meningkatkan laba
Penentuan harga dalam upaya memperbesar market share, dalam hal ini harga ditentukan
semurah-murahnya dengan harapan pelanggan dapat meningkat atau bertambah. Yang terpenting
dalam hal ini pelanggan pesaing dapat dipindah pada perusahaan yang menentukan harga murah
Penentuan harga dikaitkan dengan mutu produk, biasanya dalam hal ini harga ditentukan dengan
setinggi-tingginya dalam artian harga yang ditetapkan masih dapat dijangkau oleh konsumen.
Penentuan harga dalam hal ini biasanya sangat dikaitkan dengan kwalitas produk yang
ditawarkan
Penentuan harga pesaing, dalam hal ini biasanya perusahaan dalam menentukan harga
disesuaikan dengan harga pesaing, dengan harapan produk yang ditawarkan dapat terjual
dipasaran
Dari uraian-uraian tentang harga di atas maka nilai yang ditetapkan untuk suatu produk pasti
memiliki tujuan tertentu. Ada beberapa metode dalam menentukan harga, Kasmir dan Jakfar
(2004:109) mengatakan “ada beberapa metode dalam penentuan suatu harga produk antara lain
(1) modifikasi harga atau diskriminasi harga dapat dialkukan menurut pelanggan, menurut
bentuk produk, menurut tempat, menurut waktu. (2) Penentuan harga untuk produk baru terdiri
dari market skiming pricing dan market penetration pricing.”
Dari metode penentuan harga tersebut dapat dijelaskan bahwa metode penentuan harga menurut
pelanggan dimaksudkan harga dibedakan menurut konsumen utama (primer) atau nasabah biasa
(sekunder). Sedangkan penentuan harga atas dasar bentuk produk biasanya dilakukan atas
kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh suatu produk. Penentuan harga atas dasar wilayah
biasanya harga yang ditentukan akan berbeda antara tempat yang satu dengan tempat yang
lainnya, seperti harga makanan di restoran dengan harga makanan di PKL. Sedangkan penentuan
harga atas dasar waktu biasanya harga ditentukan atas dasar waktu baik jam, hari maupun
minggu. Misalnya harga foto wisudawan yang ditetapkan oleh foto grafer
Penentuan harga produk baru ada dua yaitu market skiming pricing yaitu harga awal produk
yang ditetapkan setinggi-tingginya dengan tujuan bahwa produk atau jasa memiliki kualitas
tinggi. Sedangkan market penetration pricing yaitu dengan menetapkan harga yang serendah-
rendahnya dengan tujuan untuk memperluas pasar.
c.Kajian Tentang Saluran Pelayanan Distribusi
Saluran distribusi bertujuan untuki menentukan metode dan jalur yang akan dipakai dalam
menyalurkan produk ke pasar. Faktor-faktor yang mempengaruhi saluran distribusi adalah :
Pertimbangan pembeli atau pasar
Karakteristik pelanggan mempengaruhi keputusan apakah menggunakan suatu pendekatan
distribusi langsung atau tidak. Perusahaan harus mempertimbangkan jumlah dan frekuensi
pembelian. Juga perlu dipertimbangkan sasaran pelanggan apakah sasarannya pasar konsumen
atau pasar industri. Lokasi geografis dan ukuran pasar juga penting dipertimbangkan
Karakteristik produk
Produk yang kompleks dibuat khusus dan mahal cendrung menggunakan saluran yang pendek
dan langsung, misalnya alat kedokteran.
Daur hidup produk juga menentukan pilihan saluran distribusi, pada tahap awal pembuatan
produk dijual secara langsung tetapi dalam perkembangannya dapat menggunakan jasa
perantara.
Faktor produsen atau pertimbangan pengawasan dan keuangan
Produsen yang memiliki sumber daya keuangan, manajerial dan pemasaran yang besar, dapat
(lebih baik) menggunakan saluran langsung. Sebaiknya perusahaan yang kecil dan lemah lebih
baik menggunakan jasa perantara
d.Kajian Tentang Promosi
Promosi merupakan kegiatan yang tak kalah pentingnya dengan kegiatan pemasaran lainnya.
Tanpa promosi jangan diharapkan pelanggan dapat mengenal produk atau jasa yang ditawarkan.
Oleh karena itu promosi merupakan sarana yang paling ampuh untuk menarik dan
mempertahankan konsumennya. Salah satu tujuan promosi perusahaan adalah menginformasikan
segala jenis produk yang ditawarkan dan berusaha menarik calon konsumen yang baru
Paling tidak ada empat macam sarana promosi yang dapat digunakan oleh setiap perusahaan
dalam mempromosikan baik produk maupun jasanya. Menurut Jakfar dan Kasmir (2004:116)
keempat sarana promosi yang dapat dilakukan adalah “periklanan (advertising), promosi
penjualan (sales promotion), publisitas (publiciy) dan penjualan pribadi (personal selling).”
Iklan adalah sarana promosi yang digunakan oleh perusahaan guna menginformasikan, menarik,
dan mempengaruhi calon konsumennya. Penggunaan promosi dengan iklan dapat dilakukan
dengan berbagai media seperti :
Pemasangan billborard di jalan-jalan strategis
Pencetakan brosur
Pemasangan spanduk
Pemasangan iklan melalui koran
Pemasangan iklan melalui majalah
Pemasangan iklan melalui televisi
Pemasangan iklan melalui radio
Pemasangan iklan melalui media lainnya

4.Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen


Dalam mengenal konsumen perlu mempelajari perilaku konsumen, karena konsumen
ditempatkan sebagai pusat perhatian dengan memperhatikan apa yang dia butuhkan dan
diinginkan dan bagaimana memuaskan konsumen tersebut. Menurut James F. Engel dalam alih
bahasa, Budiyanto (1994:3) menyatakan bahwa perilaku konsumen sebagai tindakan yang
langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan produk dan jasa
termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini. Menurut Gerald
Zalman dan Melani Wallendorf dalam A.P. Mangkunegoro (1993:3) perilaku konsumen adalah
tindakan-tindakan, proses dan hubungan sosial yang dilakukan oleh individu, kelompok dan
organisasi dalam mendapatkan, menggunakan suatu produk atau jasa sebagai suatu akibat dari
pengalamannya dengan produk, pelayanan dan sumber-sumber lainnya. Pendapat lain tentang
perilaku konsumen ini dikemukakan oleh Basu Swastha D dan Hani Handoko (2000:10)
menyatakan bahwa “perilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai kegiatan-kegiatan individu
yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa-
jasa, termasuk di dalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan
kegiatan-kegiatan tersebut.”
Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu faktor-faktor yang berasal dari
lingkungan intern dan faktor-faktor yang berasal dari lingkungan ekstern. Menurut Basu Swasth
D dan Hani Handoko (2000:58) menyatakan bahwa faktor-faktor lingkungan ekternal yang
mempengaruhi perilaku konsumen yaitu :
1).Kebudayaan (kultur) dan kebudayaan khusus (sub culture)
2).Kelas sosial (Social class)
3).Kelompok-kelompok sosial (social group) dan kelompok referensi (Reference Group)
4).Keluarga (family)
Sedangkan faktor-faktor phisikologis yang berasal dari proses intern individu yang
mempengaruhi perilaku konsumen adalah :
“(1) Motivasi
(2)Pengamatan
(3)Belajar
(4)Kepribadian dan konsep diri dan
(5)Sikap (Swastha dan Handoko, 2000:77)
Selanjutnya karakteristik yang berkaitan dengan pembelian terdiri dari faktor-faktor budaya,
sosial, pribadi dan psikologis juga mempengaruhi perilaku pembelian (Kotler, dalam Basu
Swastha, 1997:153)
a.Faktor Budaya
Faktor budaya yang meliputi budaya, sub budaya dan kelas sosial
Budaya merupakan faktor penentu, keinginan dan perilaku seseorang yang paling mendasar.
Oleh karena itu faktor budaya ini sifatnya sangat luas dan menyangkut segala aspek kehidupan
manusia
Sub budaya, setiap budaya memiliki sub budaya yang lebih kecil yang merupakan identifikasi
dan sosialisasi yang has untuk perilaku anggotanya. Sub budaya ini meliputi kebangsaan, agama,
ras, wilayah demografi
Kelas sosial, pada hakekatnya kita ini dibagi dalam tiga kelas sosial yaitu : golongan bawah,
golongan menengah dan golongan atas
b.Faktor Sosial
Faktor sosial meliputi : kelompok referensi, keluarga serta peranan dan ststus
Kelompok Referensi
Kelompok referensi adalah kelompok yang memberikan pengaruh langsung atau tidak langsung
terhadap sikap dan perilaku seseorang. Kelompok referensi menghadapkan seseorang pada
perilaku konsumen dan juga gaya hidup baru. Kelompok tersebut juga mampu menciptakan
suasana yang dapat mempengaruhi pemilihan konsumen terhadap merek dari produk
Keluarga
Keluarga organisasi konsumen yang terpenting dalam masyarakat, keluarga dapat memberikan
pengaruh yang kuat terhadap perilaku seseorang dalam pemilihan suatu produk. Oleh karena itu
pemasar harus tahu siapa yang berperan dominan dalam keluarga untuk mengambil keputusan
pembelian
Peranan dan Status
Seseorang sering membeli produk untuk menyatakan peranan dan status mereka dalam
masyarakat artinya sepanjang hidupnya seseorang terlibat dalam beberapa kelompok seperti
keluarga, klup atau organisasi
c.Faktor Pribadi
Faktor seseorang dalam melakukan pembelian produk juga dipengaruhi oleh usia, pekerjaan,
pendapatan, gaya hidup dan kepribadian
Usia
Faktor usia dan daur hidup akan mempengaruhi selera terhadap pemilihan suatu produk seperti
pada saat usia remaja umumnya menykai produk yang menantang dan setelah tua lebih
menyukai yang kalem
Pekerjaan dan Pendapatan
Pola konsumsi seseorang juga dapat dipengaruhi oleh pekerjaannya. Oleh karena itu perusahaan
perlu mengidentifikasi kelompok pekerjaan atau jabatan untuk mempengaruhi mereka yang
selanjutnya disesuaikan dengan produk yang ditwarkan. Selain itu pendapatan seseorang sangat
besar pengaruhnya terhadap pemulihan dan pembelian suatu produk, sehingga dengan demikian
perusahaan dapat meningkatkan volume penjualan dan memperoleh keuntungan yang optimal
Gaya Hidup
Faktor gaya hidup seseorang menggambarkan keseluruhan pribadi yang berinteraksi dengan
lingkungan, dalam kehidupan sehari-hari yang menyatakan dalam kegiatan, minat maupun
pendapat (opini) yang bersangkutan
d.Faktor Psikologis
Perilaku pembelian seseorang juga dipengaruhi oleh faktor-faktor psikologis seperti : motivasi,
persepsi, pengetahuan, kepercayaan dan sikap
Motivasi
Motivasi pembelian seseorang umumnya didorong oleh kebutuhan dasarnya. Semakin
besar/tinggi kebutuhan dasarnya akan semakin kuat pula motivasinya
Persepsi dan Pengetahuan
Seseorang yang termotivasi siap untuk melakukan perbuatan yang dipengaruhi persepsinya
terhadap situasi yang dihadapinya. Pengetahuan seseorang tentang produk, harga dan tempat
pembelian juga akan mendorong atau menghambat tindakan pembelian
Kepercayaan dan Sikap
Melalui perbuatan dan belajar orang akan memperoleh kepercayaan dan sikap. Selanjutnya akan
mempengaruhi tingkah laku dalam memilih atau membeli. Suatu kepercayaan adalah suatu
gagasan deskriptif yang dianut oleh seseorang tentang sesuatu. Sebuah sikap menggambarkan
penilaian kognitif yang baik maupun yang tidak baik, perasaan emosional dan cendrung berbuat
yang bertahan selama waktu tertentu terhadap beberapa obyek. Oleh karena itu sikap sulit untuk
berubah
5.Pengambilan Keputusan
Menurut Philip Kotler (dalam Tjiptono, 2000:20) menyatakan “bahwa dalam keputusan
pembelian barang, konsumen sering ada lebih dari dua pihak yang terlibat dalam proses
pertukaran atau pembeliannya. Umumnya ada lima macam peranan yang dapat dilakukan
seseorang. Ada kalanya kelima peranan tersebut dilakukan beberapa orang. Pemahaman
mengenai masing-masing peranan ini sangat berguna dalam rangka memuaskan kebutuhan dan
keinginan konsumen. Kelima peranan tersebut meliputi :
a.Pemrakarsa (Inisiator)
b.Pemberi pengaruh (Influencer)
c.Pengambil Keputusan (Desider)
d.Pembeli (Buyer)
e.Pemakai (User)
Pengambilan keputusan yang dilakukan konsumen/pengguna jasa pada dasarnya untuk
melakukan pembelian diawali oleh adanya kesadaran pemenuhan kebutuhan atau keinginan dari
konsumen itu sendiri. Atas kesadaran pemenuhan kebutuhan dan keinginan itu maka konsumen
mulai mencari informasi mengenai produk / jasa yang dapat memenuhi kebutuhan atau
keinginannya. Dari informasi yang telah diperolehnya baru diadakan seleksi atas macam
produk/jasa yang tersedia. Pengambilan keputusan dapat dijelaskan bahwa proses pengambilan
keputusan terdiri dari lima tahap yaitu :
1.Menganalisa keinginan dan kebutuhan
2.Pencarian informasi dan sumber informasi yang ada
3.Penilaian dan pemilihan (seleksi) terhadap alternatif pembelian
4.Keputusan untuk membeli
5.Perilaku setelah pembelian

I.6.2. Hipotesis
Berdasarkan pada perumusan masalah tujuan penelitian dan landasan teori yang dikemukakan
sebelumnya, maka hipotesa yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.Faktor produk, faktor harga, faktor promosi dan faktor distribusi, diduga merupakan faktor
yang dipertimbangkan konsumen dalam pembelian sepeda motor baru merk NASHA pada CV.
DIRGAHAYU MOTOR di kota pamekasan.
2.Diduga faktor harga merupakan faktor dominan yang dipertimbangkan konsumen dalam
pembelian sepeda motor baru merk NASHA pada CV. DIRGAHAYU MOTOR di kota
pamekasan.
I.7. METODE PENELITIAN
I.7.1. Lokasi Penelitian
Dalam lokasi penelitian penulis mengambil daerah Kabupaten Pamekasan dimana lokasi tersebut
daerah pemasaran utama bagi CV.DIRGAHAYU MOTOR, sekaligus pengenalan produk.
Karena daerah Kabupaten Pamekasan sangatlah luas maka penulis hanya meneliti pada daerah
kota pamekasan, disebabkan keterbatasan tenaga dan materi sekaligus memudahkan penulis
untuk menyebarkan angket, sedangkan lokasi CV.DIRGAHAYU MOTOR berada di
Jl.KABUPATEN NO.10 (Depan Pasar Gadin, Sebelah Timur Indomaret) Kota Pamekasan.
I.7.2. Jenis Penelitian
Pada jenis penelitian ini penulis menggunakan metode survei dengan pendekatan langsung
kepeda konsumen CV.DIRGAHAYU MOTOR yang membeli sepeda motor baru merk NASHA,
dimana data yang menyangkut variabel bebas yaitu: (produk, harga, promosi, distribusi) dan
variabel terikat yaitu: keputusan memilih sepeda motor baru merk NASHA di
CV.DIRGAHAYU MOTOR,yang akan dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan.
I.7.3. Populasi Dan Sampel
Berikut ini akan penulis disajikan tentang pengertian Populasi dan Sampel, Populasi menurut
Sugiono (2002:57) “Adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang
mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan
kemudian ditarik kesimpulan”.
Sedangkan Sampel meurut Sugiono (2002:57) “Adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik
yang dimiliki oleh populasi tersebut”. Selanjutnya Sugiono (2002:58) mengatakan “Bila populasi
besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena
keterbatasan dana, tenaga, dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil
dari populasi itu”.
Berdasarkan pendapat di atas maka pada penelitian ini akan menggunakan Data Sampel artinya
sebagian pembeli sepeda motor baru merk NASHA pada CV. DIRGAHAYU MOTOR di
pamekasan.
I.7.4. Jenis Dan Sumber Data
Jenis data yang penulis ambil yaitu Data Primer artinya data yang langsung diperoleh dari objek
penelitian. (pelanggan/pembeli sepeda motor baru merk NASHA pada CV. DIRGAHAYU
MOTOR di kota pamekasan). Disamping Data Primer penulis juga menggunakan Data Sekunder
yaitu data yang diambil dari literatur maupun data yang diambil dari dokumentasi dan arsip.
I.7.5. Tehnik Pengumpulan Data
pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut :
a. Survey pendahuluan yakni penelitian secara umum terhadap para konsumen dengan tujuan
mengetahui permasalahan yang dihadapinya.
b. Penelitian lapangan yakni dengan upaya untuk memperoleh data primer secara langsung
melalui :
Interview : Dalam hal ini penulis mengadakan tanya jawab dan tatap muka secara langsung
dengan para konsumen CV. DIRGAHAYU MOTOR di kota pamekasan.
Kuesioner : Dalam hal ini penulis membuat angket dan penyebarannya kepada para
responden/konsumen.
Untuk mengukur variabel-variabel tersebut, digunakan kuesioner yang dibagaikan kepada
responden. Kuesioner tersebut disusun dalam kalimat pertanyan dan responden diminta untuk
memberikan tanggapannya dengan memberikan tanda silang (X).
Sebagai pengukuran terhadap tanggapan-tanggapan/pertanyaan dari responden digunakan Skala
Likert Singgih (2000:269). Skala Likert adalah Skala yang berisi lima tingkat jawaban yang
merupakan Skala Jernis Ordinal.
Untuk memberikan nilai pada item-item pertanyaan tersebut, maka disusun sebagai berikut :
Sangat setuju diberi skor 5
Setuju diberi skor 4
Cukup setuju diberi skor 3
Tidak setuju diberi skor 2
Sangat tidak setuju diberi skor 1
Selanjutnya untuk mengelompokkan kategori jawaban tersebut maka :
Sangat setuju : 4,51 s/d 5,00
Setuju : 3,51 s/d 4,50
Cukup setuju : 2,51 s/d 3,50
Tidak setuju : 1,51 s/d 2,50
Sangat tidak setuju : 1,00 s/d 1,50
I.7.6. Pengujian Instrumen
Menurut pendapat Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo: Rineka Cipta. 2002.Instrumen Penelitian
adalah alat-alat yang akan digunakan untuk pengumpulan data. Instrumen ini dapat berupa
kuesioner (daftar pertanyaan), formulir observasi, formulir-formulir lain yang berkaitan dengan
pencatatan data dan sebagainya.
Agar instrumen penelitian valid dan reliable maka sebelum digunakan perlu diuji coba (pre test)
terlebih dahulu. Yang dimaksud valid adalah instrumen sebagai alat ukur benar-benar mengukur
apa yang diukur. Sedangkan reliable artinya instrumen sebagai alat ukur dapat memperoleh hasil
ukur yang ajeg (konsisten) atau tetap asas. Uji instrumen ini dapat menggunakan rumus korelasi
Product Moment.
Validitas dan Reliabilitas
Sebelum penelitian dilaksanakan maka langkah yang utama adalah
melakukan uji coba instrumen penelitian. Uji coba dari butir-butir instrumen pada
kelima variabel yaitu X1,X2,X3,X4 dan Y dimaksudkan untuk menguji keabsahan dan
kehandalan butir-butir instrumen yang digunakan dalam penelitian. Untuk itu hasil uji coba harus
dicari validitas dan reliabilitasnya.
Validitas
Menurut Sugiyono (2000:106), validitas instrumen diuji dengan
menggunakan korelasi skor butir dengan skor total 'Product Moment (Pearson) ".
Analisis dilakukan terhadap semua butir instrumen. Kriteria pengujiannya
dilakukan dengan cara membandingkan r hitung dengan r table pada taraf a =
0,05. Rumus korelasi Product Moment dari Karl's Pearson menurut kutipan
Sugijono (2000:213) :

dengan rxy = Koefisien korelasi antara gejala x dan gejala y


x = skor butir item
y = Jumlah skor
n = Jumlah data
Jika hasil perhitungan temyata r hitung > r tabel maka butir instrumen
dianggap valid, sebaliknya jika r hitung < r tabel maka dianggap tidak valid
(invalid) , sehingga instrumen tidak dapat digunakan dalam penelitian.
Sementara itu Masrun dalam Sugiyono (2000:160) menyatakan “teknik
korelasi untuk menentukan validitas item ini sampai sekarang merupakan teknik
yang paling banyak digunakan:. Selanjutnya dalam memberikan interpretasi
terhadap koefisien korelasi, Masrun menyatakan “Item yang mempunyai korelasi
positif dengan kriterium (skor total) serta korelasinya tinggi, menunjukkan bahwa
item tersebut mempunyai validitas yang tinggi pula. Biasanya syarat minimum
untuk dianggap memenuhi syarat adalah kalau r =0,3”. Jadi kalau korelasi antara
butir dengan skor total kurang dari 0,3 maka butir dalam instrumen tersebut
dinyatakan tidak valid.
Reliabilitas
Koefisien reliabilitas instrumen dimaksudkan untuk melihat konsistensi
jawaban butir-butir pemyataan yang diberikan oleh responden Adapun alat
analisisnya menggunakan metode belah dua (split half) dengan mengkorelasikan
total skor ganjil lawan total skor genap, selanjutnya dihitung reliabilitasnya
menggunakan rumus "Spearman Brown’, dengan rumus dalam kutipan Sugiyono

(2000:104)
ri = reliabilitas internal seluruh isntrumen
rb = Korelasi Product Moment antara belahan pertama dan kedua
Pedoman dari Sugiyono (2000:109), pemberian interpretasi terhadap
reliabilitas (r1) pada umumnya digunakan patokan sebagai berikut : 1) Reliabilitas
(rl) uji coba sama dengan atau lebih dari 0,70 berarti hasil uji coba tesnya
memiliki reliabilitas tinggi; 2) Reliabilitas (r1) uji coba kurang dari 0,70 berarti
hasil uji coba tesnya memiliki reliabilitas kurang (un-reliable).'

I.7.7. Definisi Operasional


Pada penelitian ini terdapat dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat, kedua variabel
ini dapat diberi definisi operasional sebagai berikut.
Dimaksudkan dengan faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen adalah faktor produk,
harga, promosi, dan saluran pelayanan dalam membeli mobil baru di CV. Dirgahayu Motor
Pamekasa
1.Dimaksudkan dengan faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen adalah faktor produk,
harga, promosi, dan distribusi dalam memilih/membeli sepeda motor baru merk NASHA pada
CV.DIRGAHAYU MOTOR di kota pamekasan.
a.Produk (Barang)
Dimaksudkan dengan Produk adalah barang yang ditawarkan perusahaan kepada konsumen yaitu
sepeda motor baru merk NASHA
b.Price (Harga)
Dimaksudkan dengan Price adalah merupakan sejumlah uang yang harus dibayarkan oleh
konsumen untuk memperoleh sejumlah barang atau jasa.
c.Promotion (Promosi)
Dimaksudkan dengan Promosi adalah merupakan suatu aktivitas yang dilakukan perusahaan
untuk mempengaruhi konsumen, agar selalu ingat akan barang yang ditawarkan dan kemudian
membelinya.
d.Place (Pelayanan distribusi)
Dimaksudkan dengan Place/ Pelayanan adalah merupakan sikap ramah tamah dari pemilik
barang kepada konsumen sehingga konsumen dapat dengan mudah memperoleh barang tersebut
di tempat yang strategis.
2.Dimaksudkan dengan memilih sepeda motor baru merk NASHA merupakan keputusan
konsumen dalam memenuhi kebutuhannya.
I.7.8. Identifikasi Variabel
Dari masing-masing variabel di atas dapat diindetifikasikan sebagai berikut :
Variabel bebas produk dengan simbul X1
Variabel ini dapat diukur dari pertimbangan konsumen dalam sepeda motor baru merk NASHA
dengan indikator sebagai berikut.
1.Pilihan Type, indikator ini akan mengukur penilaian responden, apakah berbagai Type sepeda
motor baru merk NASHA yang disediakan oleh CV. Dirgahayu Motor Pamekasan sesuai dengan
selera konsumen
2.Pilihan Cc, indikator ini akan mengukur penilaian responden, apakah berbagai Cc sepeda
motor baru merk NASHA yang disediakan oleh CV. Dirgahayu Motor Pamekasan sesuai dengan
selera konsumen.
Variabel bebas harga dengan simbul X2
Variabel ini dapat diukur dari pertimbangan konsumen dalam menguburkan penghasilannya
untuk mendapatkan mobil baru yang dibutuhkan diukur dengan indikator sebagai berikut.
1.Harga mobil baru, indiaktor ini akan mengukur penilaian responden, apakah harga sepeda
motor baru merk NASHA yang ditawarkan oleh CV. Dirgahayu Motor Pamekasan dapat
dijangkau oleh konsumennya
2.Harga jual pasca membeli (bekas), indikator ini akan mengukur penilaian responden, apakah
pasca jual (sepeda bekas) yang dibeli masih relatif stabil.
Variabel bebas promosi simbul X3
Variabel ini dapat diukur dari daya tarik yang diinformasikan oleh CV. Dirgahayu Motor
Pamekasan tentang sepeda motor baru merk NASHA yang disediakan dari berbagai type dan Cc,
dapat diukur dengan indikator sebagai berikut.
1.Promosi melalui pemberian hadiah, indikator ini akan mengukur ketertarikan konsumen
terhadap hadiah yang dijanjikan oleh CV. Dirgahayu Motor Pamekasan
2.Promosi melalui media cetak, indikator ini akan mengukur ketertarikan konsumen terhadap
informasi melalui media cetak tentang sepeda motor baru yang disediakan oleh CV. Dirgahayu
Motor Pamekasan dari berbagai type dan Cc
3.Promosi melalui spanduk, indikator ini akan mengukur ketertarikan konsumen terhadap
informasi melalui spanduk tentang sepeda motor baru yang disediakan oleh CV. Dirgahayu
Motor Pamekasan dari berbagai type dan Cc.
Variabel saluran Pelayanan distribusi dengan simbul X4
Variabel ini dapat diukur dari kemudahan konsumen dalam mendapatkan sepeda motor baru
yang dibutuhkan dengan indikator sebagai berikut.
1.Melalui perantara, indikator ini akan mengukur kemudahan konsumen untuk mendapatkan
sepeda motor baru berbagai type dan Cc, melalui perantara
2.Langsung ke lokasi / perusahaan, indikator ini akan mengukur kemudahan konsumen untuk
mendapatkan mobil baru berbagai type dan Cc langsung pada CV. Dirgahayu Motor Pamekasan
Variabel terikat keputusan memilih dengan simbul Y
1.Pengenalan ini diukur kebutuhan, indikator ini akan mengukur kebutuhan konsumen untuk
berbagai type dan Cc sepeda motor baru.
2.Pencarian berbagai informasi indikator ini akan mengukur prilaku konsumen dalam mencari
informasi tentang sepeda motor baru berbagai type dan Cc
3.Evaluasi alternatif mobil baru, indikator ini akan mengukur penilaian konsumen terhadap
sepeda motor baru yang disediakan oleh CV. Dirgahayu Motor Pamekasan untuk berbagai type
dan Cc
4.Keputusan pembelian, indikator ini akan mengukur keputusan konsumen dalam membeli
sepeda motor baru untuk berbagai type dan Cc di CV. Dirgahayu Motor Pamekasan
5.Evaluasi pasca pembelian, indikator ini akan mengukur respon konsumen setelah membeli
sepeda motor baru untuk berbagai type dan Cc di CV. Dirgahayu Motor Pamekasan
I.8. TEHNIK ANALISA DATA DAN UJI HIPOTESIS
I.8.1. Tehnik Analis Data
a. Analisis Kualitatif
Untuk memberikan hasil dari suatu penelitian maka terlebih dahulu perlu mengadakan
penganalisaan. Pada penelitian ini terdapat dua analisa yaitu Analisa Kualitatif dan Analisa
Kuantitatif.
Analisa Kualitatif dimaksudkan untuk mendeskripsikan data yang telah diolah oleh penulis. Pada
analisa ini diharapkan mendapat gambaran tentang kondisi dari masing-masing variabel.
Sedangkan analisanya mengacu pada skala pengukuran yang telah diuangkap pada pembahasan
di atas yaitu Skala Likert.
b. Analisis Kuantitatif / Analisis Statistik
Analisis Statistik ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel
terikat sesuai dengan tujuan penelitian pada pembahasan di atas. Untuk mengetahui faktor-faktor
apakah yang dipertimbangkan konsumen dalam membeli sepeda motor baru merk NASHA pada
CV. DIRGAHAYU MOTOR di kota PAMEKASAN , maka penulis akan mengacu pada
pendapat Wijaya (2001:81)
“Persamaan Umum Regresi Linier Ganda adalah :
µY|x1,x2,….xk=ß0+ß1×1+………………...ßk×k diduga dari persamaan
Y=b0+b1X1+b2X2+…………………….+ bkXk Koefisien b1 menyatakan rata-rata perubahan
Y apabila x1 berubah satu satuan dengan b0 dan b2 tetap, juga untuk b2 menyatakan rata-rata
perubahan Y apabila x2 berubah satu satuan dengan b0 dan b1 tetap”
Dalam perhitungannya penulis akan menggunakan program Bantu SPSS (Statistical Product and
Service Solutions) for Windows Versi 10. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan perhitungan
yang akan dilakukan oleh penulis.
I.8.2. UJI HIPOTESIS
Setelah diadakan pembahasan baik secara kualitatif maupun kuantitatif maka perlu diadakan
pengujuian hipotesis. Untuk menguji hipotesis yang pertama penulis mengadopsi dari pendapat
Wijaya (2001:84) “Uji keberartian regresi linier ganda sebagai satu kesatuan perlu dilakukan
untuk menilai apakah ada artinya untuk membuat kesimpulan (ramalan) mengenai hubungan
antara Y dengan X1,X2,…………Xk. Uji ini dilakukan dengan statistic F dengan rumus sebagai
berikut:

Dimana :
R² = Koefisien determinan
K = Jumlah variabel independent
n = Jumlah sampel
F = F hitung yang selanjutnya dibandingkan dengan F tabel
1-R² = Residual
Karakteristik Pengujian :
H0 : b1 = b2 = b3 = 0, Artinya secara simultan tidak ada pengruh antara variabel independent
terhadap variabel dependent.
H0 : b1 ≠ b2 ≠ b3 ≠ 0, Artinya secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel
independent terhadap variabel dependent.
Dalam hal ini regresi dapat diuji dengan taraf nyata 10% (0,10) dengan taraf kepercayaan (df)
90%.
Jika : F hitung > F tabel = H0 ditolak, H1 diterima.
F hitung < F tabel = H0 diterima, H1 ditolak.
Selanjutnya untuk mengetahui manakah yang paling dominan memberikan pengaruh kepada
variabel terikat, maka Sugiyono (2001:158) “Bila t hitung lebih besar dari t tabel, maka koefisian
parsial yang ditentukan signifikan (nyata) atau dapat digeneralisasikan, nilai t hitung terbesar
itulah biasanya yang memberikan kontribusi terbesar terhadap variabel terikat”.
Rumus t hitung sebagai berikut :

Dimana :
bi= koefisien ke-i
bo= parameter ke-I yang dihipotesakan
sbi= kesalahan standar bi
Nilai t ini akan dikonsultasikan dengan t tabel, jika t hitung lebih besar dari t tabel maka hipotesa
yang diajukan dapat diuji kebenarannya, dan jika t hitung lebih kecil dari t tabel maka hipotesa
kerja ditolak dan menerima hipotesa nihil. Dalam perhitungan ini akan jadi satu dengan tekhnik
analisis yaitu menggunakan bantuan SPSS For Windows versi 10.

I.9. JADWAL PENELITIAN


Pelaksanaan penelitian ini diperkirakan memerlukan waktu sebagai berikut :
a.Tahap persiapan selama 7 hari
b.Tahap penyusunan proposal 25 hari
c.Tahap penyajian izin penelitian selama 7 hari
d.Tahap penelitian di lapangan selama 25 hari
e.Tahap tabulasi data,analisa data dan penarikan kesimpulan selama 30 hari
f.Tahap laporan hasil penelitian selama 20 hari
I.10. SISTEMATIKA PENULISAN SKRIPSI
Adapun sistematika dari penelitian yang dilakukan oleh penulis saat ini adalah :
BAB I Pendahuluan
Bab ini berisikan latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian secara
sistematika penulisan.
BAB II Tinjauan Pustaka
Bab ini menjelaskan tentang landasan teori dan metode penelitian.
BAB III Metodologi Penelitian
Bab ini menjelaskan metode cara kerja untuk memahami objek yang sedang diteliti yang
didalamnya melekat tehnik atau alat yang dipergunakan dalam penelitian tersebut.
BAB IV Analisis
Bab ini menyajikan tentang hasil-hasil penelitian terdiri dari tinjauan objek penelitian dan
pembahasannya. Pada bab ini juga akan dikupas tentang pengujian Hipotesis.
BAB V Penutup
Bab ini akan dibahas tentang kesimpulan dan saran-saran yang dapat penulis ajukan. Sedangkan
daftar pustaka dan lampiran-lampiran akan disajikan setelah Bab IV.

I.11. DAFTAR PUSTAKA


1.David L. Loundon, Albert J. Bella Bitta, 1993, Consumer Behavior, Concept and Aplication,
Fourth Edition, Mc. Graw Hill International Editing.
2.A. W. Wijaya dan M. Asyik Wahab, 1990, Komunikasi Administrasi Organisasi dan
Manajemen, Cetakan Ketiga, Penerbit CV. Bina Aksara, Jakarta.
3.Basu Swasta, D.H. dan T. Hani Handoko, 2000, Manajemen Pemasaran, Analisa Perilaku
Konsumen, Edisi Pertama, BPFE, Yogyakarta.
4.James F. Angels et. Al. dalam bukunya Perilaku Konsumen, Fourth Edition, McGraw Hill,
Toronto, alih bahasa FX. Budiyanto, Penerbit Binarupa Aksara, 1993, Page 3.
5.Kotler, Philip, 1997, Manajemen Pemasaran, Jilid 1 & 2, Terjemahan Teguh Hendra, Ronny
Antonius Rusli, Penyunting Agus Hasan Pura Anggara Wijaya, Edisi Revisi, Prenha Windu,
Jakarta.
6.Sugiono, Metode Penelitian Administrasi, Penerbit Alfabeta, Bandung. , 2002
7.Masri Singarimbun dan Sofian Effendi Definisi Operasional,Penerbit Binarupa Aksara, 1982,
Page 32.
8.Santoso Singgih, 2000, Buku Latihan SPSS Statistik Parametrik, Alex Media Komputindo,
Jakarta.
9.Masrun dan Sugiyono, teknik uji korelasi instrumen, Penerbit Alfabeta, Bandung, 2000:106
10.Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo. Metodologi Penelitian. Cet. ke-2, Januari. Jakarta : Rineka
Cipta. 2002.
Situs Internet Rujukan :
© http://www.geocities.com/guruvalah (sugiyono uji korelasi instrument)

© http://www.google.com/-Prof.Dr. Soekidjo Notoatmojo (kerangka pemikiran)

jika anda ingin memiliki contoh skripsinya lengkap(Ms.word) silahkan


hub.08563056386(eko)
anda hanya mengganti ongkos pengetikan 400rb
pembayaran melalui transfer antar BANK
JADI MILLYUNER BERMODAL KLIK(GRATIISS..)

Tentang klikrupiah.com

Klikrupiah.com merupakan PTC asli Indonesia yang akan membayar anda dengan hanya
melakukan klik 10x site selama 31 detik saja dengan iklan yang berbeda. Anda bisa
menambah pemasukan dengan cara mengajak teman anda untuk ikut meng-klik iklan dengan
menggunakan referral yang anda berikan. Untuk mendapatkan pendapatan yang lebih signifikan,
anda bisa upgrade ke premium member dan dapatkan penawaran menarik dari program ini.
Pokoknya dijamin tidak ada ruginya deh. Segera bergabung bersama kami, karena pemasang
iklan membutuhkan anda sebagai pengunjung websitenya

Ketik/klik/copy-paste : https://www.klikrupiah.com/index.php?ref=ekochyn
JANGAN LUPA UNTUK PENGISIAN referrer :ekochyn
Keahlian tidak dibutuhkan….!!
Dengan klikrupiah.com anda hanya perlu melihat iklan yang kami sediakan di halaman “klik
iklan”. Tidak perlu keahlian khusus, cukup klik dan lihat iklan.

Berapa yang saya dapatkan ?


Anda akan mendapatkan Rp. 100,00 setiap kali melakukan klik website pengiklan. Pendapatan
anda akan bertambah jika anda memiliki referral, dimana setiap klik dari referral akan dihargai
sebesar Rp. 50,00. Jika anda upgrade ke member premium, anda akan mendapat fasilitas
tambahan, selain jumlah iklan yang bertambah, juga nilai klik anda menjadi Rp. 150,00 dan klik
referral anda menjadi Rp. 100,00.
Berikut contoh perhitungan matematisnya :
Jika kita klik iklan 10 kali sehari, maka : 10 x 100 = 1000
50 refferal melakukan klik 10 kali sehari : 50 x 50 x 10 = 25000
Pendapatan kita sehari : 1000 + 25000 = 26000
Pendapatan kita per bulan : 26000 x 30 = 780.000
Pendapatan kita setahun : 780.000 x 12 = 9.360.000
Perhitungan diatas adalah jika kita masih menjadi member bisaa.
Jika kita menjadi member premium, pendapatan kita tentu melonjak tajam :
Jika kita klik iklan 10 kali sehari, maka : 10 x 150 = 1500
50 refferal melakukan klik 10 kali sehari : 50 x 100 x 10 = 50000
Pendapatan kita sehari : 1500 + 50000 = 51500
Pendapatan kita per bulan : 51500 x 30 = 1545000
Pendapatan kita setahun : 1545000 x 12 = 18540000
Hampir dua kali lipat dari pendapatan member biasa bukan ? Jadi jangan ragu bagi anda yang
ingin bergabung dan atau ingin upgrade keanggotaan akun premium.

Bagaimana saya bergabung ?


Mudah saja, anda cukup kunjungi website https://www.klikrupiah.com/index.php?
ref=ekochyn
Selanjutnya, isi formulir di bawah :

Ketik/klik/copy-paste : https://www.klikrupiah.com/index.php?ref=ekochyn
JANGAN LUPA UNTUK PENGISIAN referrer :ekochyn
Kejelasan Tulisan:
Username :
Password :
Email :
Bank :
Nama :
No.Rekening :
Handphone :
Propinsi :
Referrer :ekochyn
Kode keamanan : sudah ada di situs tinggal ketik..

JANGAN LUPA UNTUK PENGISIAN referrer :ekochyn


Masukkan username yang diinginkan, password, alamat e-mail, bank tempat pembayaran anda
nantinya, nama di bank, no rekening bank, handphone, propinsi, referrer (jika tidak ada, boleh
dikosongkan), kode keamanan (kode keamanan merupakan image tiga karakter yang muncul
secara acak di atas tombol submit), kemudian klik tombol “submit”. Selamat, anda sudah
tergabung dengan kami.

Bagaimana saya mulai meng-klik iklan…?


Sebelum bisa melakukan klik iklan, anda harus sudah terdaftar sebagai member klikrupiah.com.
Jika sudah, anda tinggal login dengan meng-klik tombal login yang ada di sebelah kiri:

Selanjutnya, akan muncul tampilan :

Masukkan username, password, dan kode keamanan.


Jika tampilan menu bagian atas sudah berubah, maka anda siap untuk melakukan klik
iklan :
Tampilan sebelum login :
Tampilan sesudah login :

Pilih menu “klik iklan” dan akan muncul sejumlah iklan :

Ketik/klik/copy-paste : https://www.klikrupiah.com/index.php?ref=ekochyn

JANGAN LUPA UNTUK PENGISIAN referrer :ekochyn


Klik salah satu iklan, dan akan muncul di tab lain browser anda iklan yang akan dihitung
mundur mulai 31 sampai 0 :

Setelah sampai ke hitungan 0, maka akan ada pesan “anda ingin uang anda bertambah?” klik
“ok”, maka uang di akun anda akan bertambah. Untuk klik iklan lain, kembali ke menu “klik
iklan” sekali lagi dan klik iklan lain yang tercantum (yang tidak tercoret).
Iklan yang sudah di-klik :
Catatan :
Iklan yang sudah di klik hanya bisa di klik lagi setelah 24 jam (jika  sudah di klik setelah di
refresh iklan akan di coret)
Anda hanya bisa melakukan satu klik iklan dalam waktu yang bersamaan. 

Bagaimana cara mengetahui akun kita….?


Untuk mengetahui akun, anda tinggal klik menu akun dan scroll ke bawah browser anda,
akan muncul tampilan :

Referral link adalah link yang bisa anda gunakan untuk mencari ¬ referral, caranya mudah saja,
copy / paste link referral anda dan berikan pada orang lain yang ingin bergabung dengan
klikrupiah.com
Klik iklan. Menu ini mengidikasikan seberapa banyak anda klik iklan ¬ pada saat itu. Selain itu,
jika anda ingin mencairkan uang anda di klikrupiah.com, anda harus memenuhi kuota minimal
klik, dalam hal ini 150 klik dengan saldo minimal Rp. 50.000,00
Referral. Anda bisa ¬ melihat siapa saja referral yang ada di bawah anda dengan klik jumlah
referral. (dalam contoh, jumlah referral 53)
Debit transaksi maupun kredit transaksi. Merupakan menu untuk mengetahui transaksi debit
maupun kredit akun anda. ¬

Ketik/klik/copy-paste : https://www.klikrupiah.com/index.php?ref=ekochyn
JANGAN LUPA UNTUK PENGISIAN referrer :ekochyn

Adakah aturan tertentu dalam klikrupiah.com…?


Ada. Untuk mengetahui aturan yang ada di klikrupiah.com, klik menu “aturan kami”.
Beberapa aturan di klikrupiah.com diantaranya :
Anda hanya boleh membuat 1 akun saja. 
Melakukan SPAM (pengiriman e-mail secara massal) untuk mengajak orang  bergabung
dengan klikrupiah.com dan jika pihak klikrupiah.com mendapatkan komplain dari orang dan
setelah dicek ternyata anda melakukan kegiatan SPAM, maka dengan ini admin akan menghapus
keanggotaan anda.
Anda diperbolehkan mengajak saudara anda yang  serumah untuk bergabung dengan
kami,tapi tidak boleh menjadi referral anda,begitu juga dengan tempat dikantor,warnet,dll nya
yang sama IP nya.
Admin berhak menghapus keanggotaan anda setiap saat tanpa  pemberitahuan
sebelumnya,dan kami setiap saat memonitoring anda, kami menghapus keanggotaan anda
dengan alasan yang sekirannya membahayakan pemasang iklan dan anggota lainnya.
Keanggotaan yang sudah  dihapus tidak bisa dikembalikan dengan alasan apapun juga. Anda
bisa mendaftar ulang dan diperlakukan sebagai anggota baru lagi.
Penggunaan software pihak ketiga tidak kami ijinkan,termasuk script  greasemongkey,
autoclicker dan sejenisnya. Juga terlarang bagi anda untuk mengggunakan IP Proxy saat
mendaftar dan mengklik iklan.
Anda harus memasukan data yang valid (Email,Bank,Nama,No Rek) , kami  berhak
menghapus akun anda jika anda menggunakan data palsu. Secara rutin kami akan melakukan
pengecekan terhadap akun yang melakukan pelanggaran akan hal ini. tidak valid.
Setiap klik yang anda lakukan kami bayar Rp 100 (Rp 150 premium) dan referral Rp 50 (Rp 100
premium). 
Semua pembayaran kami lakukan menggunakan Rekening BCA dan MANDIRI  dan akan
kami bayar sesuai waktu yang telah kami tentukan (baca forum untuk lama pembayaran dan
ketentuan payout).
Jika anda  menggunakan bank selain BCA dan MANDIRI akan kami kenakan biaya pada saat
anda meminta pembayaran kepada kami dan biayanya adalah Rp 20.000.(khusus Premium
member, sedang member standart hanya bisa meminta pembayaran lewat bank BCA/Mandiri).
Perubahan Data Bank  akan kami kenakan biaya sebesar Rp 10.000 untuk perubahan data
email dll dalam akun anda akan dikenakan biaya Rp.5000 setiap kali melakukan penggantian.
Anda di perbolehkan mengajak orang tanpa batas untuk  bergabung dengan kami selama tidak
melanggar peraturan yang kami tetapkan. Pelanggaran yang dilakukan akan menyebabkan akun
anda kami hapus!
Pemasangan Iklan bisa anda bayarkan lewat bank ( BCA dan  MANDIRI) bisa melalui
kasir,ATM,maupun internet banking dan kami menerima pembayaran dari bank manapun,
setelah anda melakukan pembayaran silahkan mengisi halaman "konfirmasi pembayaran".
Anda  setuju untuk tidak melakukan tuntutan kepada KlikRupiah.com yang disebabkan oleh
kesalahan anda sendiri seperti mendaftar ganda, melakukan manipulasi data dan sebagainya.
Anda bukan karyawan kami.
Gangguan seperti :gempa bumi,banjir,serangan hacker dan huru-hara,dst  yang
mengakibatkan klirupiah.com tutup kami tidak berhak membayar jika ada komplain dari anda.

Ketik/klik/copy-paste : https://www.klikrupiah.com/index.php?ref=ekochyn
JANGAN LUPA UNTUK PENGISIAN referrer :ekochyn Selamat bergabung dengan

kami ...sukses.................. SISTEMATIKA SKRIPSI (D-III) AKPER

STUDI TINGKAT PEMENUHAN KEBUTUHAN ISTIRAHAT


TIDUR
PADA LANSIA PANTI WERDHA MOJOPAHIT
KAB. ……….

SURAT PERNYATAAN

LEMBAR PERSETUJUAN

PENGESAHAN

KATA PENGANTAR
ABSTRAK
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .......................................................................................... i
SURAT PERTNYATAAN ................................................................................. ii
HALAMAN PERSETUJUAN ............................................................................ iii
HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................ iv
HALAMAN MOTTO......................................................................................... v
KATA PENGANTAR ........................................................................................ vi
ABSTRAK ......................................................................................................... vii
DAFTAR ISI ...................................................................................................... viii
DAFTAR TABEL ............................................................................................... ix
DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... x
DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... xi
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ...........................................................................
1.2 Rumusan Masalah .......................................................................
1.3 Tujuan Penelitian .........................................................................
1.4 Manfaat Penelitian ......................................................................
1.4.1 Bagi Keilmuan .................................................................
1.4.2 Bagi Peneliti ....................................................................
1.4.3 Bagi Profesi .....................................................................
jika anda ingin memiliki
contoh skripsinya lengkap dlm format(M.word)
silahkanhub.08563056386(eko)
anda hanya mengganti ongkos pengetikan MURAH
pembayaran melalui transfer antar BANK
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Konsep Lansia ...........................................................................
2.1.1 Pengertian Usia Lanjut (Lansia)..........................................
2.1.2 Aging Proses ...................................................................
2.2 Kebutuhan Dasar Manusia ..........................................................
2.2.1 Kebutuhan Fisiologi ...........................................................
2.2.2 Kebutuhan Akan Keselamatan dan Keamanan ...................
2.2.3 Kebutuhan Dicintai dan Mencintai ......................................
2.2.4 Kebutuhan Harga Diri .......................................................
2.2.5 Kebutuhan Aktualisasi Diri ................................................
2.3 Kebutuhan Istirahat Tidur ............................................................
2.3.1 NREM .............................................................................
2.3.2 REM ................................................................................
2.4 Pola dan Kebutuhan Tidur ..........................................................
2.5 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tidur ...................................
2.5.1 Stres Psikologis .................................................................
2.5.2 Diet ..................................................................................
2.5.3 Alkohol .............................................................................
2.5.4 Kafein ...............................................................................
2.5.5 Lingkungan .......................................................................
2.5.6 Obat-obatan .....................................................................
2.6 Gangguan Istirahat Tidur Jika Kehilangan Waktu Tidur ................
2.7 Efek Yang Ditimbulkan Jika Kehilangan Waktu Istirahat ..............
2.8 Konsep Masalah Tidur Pada Lansia ............................................
2.9 Kerangka Konseptual .................................................................
BAB 3 METODE PENELITIAN
3.1 Desain atau Rencana Penelitian ...................................................
3.2 Kerangka Kerja .........................................................................
3.3 Populasi dan Responden .............................................................
3.3.1 Populasi ............................................................................
3.3.2 Responden .......................................................................
3.4 Identitas Variabel .......................................................................
3.5 Definisi Operasional ....................................................................
3.6 Rencana Pengumpulan Data dan Analisis Data ............................
3.6.1 Rencana Pengumpulan Data ..............................................
3.6.2 Analisa ata ........................................................................
3.7 Analisa Data ...............................................................................
3.8 Masalah Etika ............................................................................
3.8.1 Lembar Persetujuan ..........................................................
3.8.2 Anonimity ........................................................................
3.8.3 Confidentially ..................................................................
3.9 Keterbatasan ..............................................................................

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Gambar Lokasi Penelitian ...........................................................
4.1.1 Data Umum ......................................................................
4.1.2 Data Khusus .....................................................................
4.2 Hasil Penelitian ...........................................................................
4.3 Pembahasan ...............................................................................
BAB 5 KESIMPULAN
5.1 Kesimpulan ................................................................................
5.2 Saran .........................................................................................
jika anda ingin memiliki
contoh skripsinya lengkap dlm format(M.word)
silahkanhub.08563056386(eko)
anda hanya mengganti ongkos pengetikan MURAH
pembayaran melalui transfer antar BANK
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 : Kebutuhan Tidur Sesuai Dengan Usia .........................................

Tabel 3.1 : Definisi Operasional Penelitian Studi Kebutuhan Istirahat Tidur Pada Lansia di Panti
Werdha Mojopahit Mojokerto .................................................................

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka Konsep Penelitian Studi Kebutuhan Istirahat Tidur Pada Lansia di Pantai
Werdha Mojopahit Mojokerto .................................................................

Gambar 3.1 Kerangka Kerja Studi Kebutuhan Istirahat Tidur Pada Lansia di Pantai Werdha
Mojopahit Mojokerto ...................................................................................................

Gambar 4.1 Diagram Pie Karakteristik Responden Berdasarkan Umur Lansia di Pantai Werdha
Mojopahit Mojokerto Pada Bulan Juli 2006 ................................................

Gambar 4.2 Diagram Pie Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Lansia di
Pantai Werdha Mojopahit Mojokerto Pada Bulan Juli 2007 ................................

Gambar 4.3 Diagram Pie Karakteristik Responden Berdasarkan Kebutuhan Istirahat Tidur Pada
Lansia di Pantai Werdha Mojopahit Mojokerto Pada Bulan Juli 2007 ..................

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Surat Ijin Penelitian


Lampiran 2 Surat Balasan Penelitian
Lampiran 3 Surat Permohonan Menjadi Responden
Lampiran 4 Surat Pernyataan Bersedia Menjadi Responden
Lampiran 5 Kisi-Kisi Kuesioner
Lampiran 6 Tabulasi Nilai Hasil Kuesioner
Lampiran 7 Lembar Konsultasi
jika anda ingin memiliki
contoh skripsinya lengkap dlm format(M.word)
silahkanhub.08563056386(eko)
anda hanya mengganti ongkos pengetikan MURAH
pembayaran melalui transfer antar BANK