Anda di halaman 1dari 21

36

3.1 UMUM

Tekanan tanah lateral selain dicari secara analitis dapat pula dicari secara grafis. 0 g n cara grafis beberapa keuntungan yang bisa diperoleh yaitu :

J. Besarnya tekanan lateral yang bekerja pad a struktur

2. Bidang longsor yang terjadi

3. Dengan mengetahui bidang longsor, maka bangunan-bangunan teknik sipil la diletakkan di luar bidang longsor yang terjadi. Hal ini akan lebih menjamin kest bangunan sipil terse but.

Selain kuntungan yang diperoleh, dengan cara grafis juga terdapat kekurangannya a u

hasil kurang tepat, hal ini dikarenakan pengaruh faktor penggambaran yang sering k ra g akurat.

Metode grafis yuntuk mencari besarnya tekanan tanah lateral secara grafis antar I' n dapat dilakukan dengan cara Culmann (Culmann's method) dan cara konstruksi Po ce et tPoncelet construction method).

3.2 MENCARI TEKANAN TANAH CARA CULMANN

3.2.1 Tekanan tanah aktif

Tahap-tahap penyelesaian untuk mencari besarnya tekanan tanah aktif cara Culm n s adalah sebagai beriktu :

1. Gambar dinding tahan tanah beserta tanah isiannya lihat Gambar 3.1.

2. Dari titik A (pada dasar dinding) tarik garis dengan sudut 8 (sudut geser dalam t n terhadap garis datar, Garis ini adalah garis AS.

37

3. Dari titik A, tarik garis dengan sudut 8 terhadap garis AS. Sudut 8 adalah sarna dengan oc (sudut miring tembok bagian belakang terhadap garis horisontal) dikurangi 0 (sudut geser dinding). Garis yang dimaksud adalah garis AD (Gambar 3.1)

4. Gambar beberapa baji tanah pada bagian tanah yang dimungkinkan longsor, misal baji ABU" AB I" AB2" dan seterusnya. Sebaiknya panjang BV" = V" l" = 1"2".

5. Pada berat masing-masing baji yang berbentuk segitiga dieari luasnya. Penearian luas hanya diperlukan satu kali saja, yaitu misalluas ABV" sedangkan luas yang lain dikalikan linier sesuai dengan panjang dasar segitiga.

Luas ABV" = BV" x AD

Luas AB I" = 2x luas ~ ABV 1

Luas AB2" = 3x luas ~ ABV

6. Hitung be rat masing-rnasing baji sebagai berikut :

a. Baji I = luas ~ ABV" x Y = WI ton = WI KN

b. Baji II = 2 x luas Ll ABV" x Y W2 ton = W2KN

e. Baji III = 3x luas Ll ABV" x Y = W3 ton = W3 KN dan seterusnya. Dimana y = be rat isi tanah.

7. Dengan menggunakan skala be rat yang telah ditentukan, be rat baji W]. W2, W3 dan seterusnya dirubah sehingga mempunyai satuan panjang, misal sebagai berikut :

WI = xl em W2 = x2 em

W3 = x3 em dan seterusnya.

8. Ukuran panjang x l , x2. x3 pada garis AE. sehingga diperoleh titik-titik VI, 1,2 dan seterusnya.

E

J..-J

\ garis III = garis beban

w

pressure line = Garis tekanan

Gambar 3.1 Tekanan tanah aktif eara Culmann's

9. Dad titik VI, 1,2 dibuat garis sejajar AD hingga memotong garis AV" di VI memo on garis A" di I' memotong A2" di 2' dan seterusnya.

10. Melalui titik-titik V', I', 2' dan seterusnya digambar garis lengkung (garis Culman

11. Cari titik singgung pada garis Culmanns tersebut dengan cara menarik garis sejaja menyinggung garis lengkung di titik C'

12. Dari titik C' dibuat garis sejajar AD hingga memotong AE di C. Panjang garis dikalikan dengan skala berat adalah merupakan besarnya tekanan tanah aktif (Pa).

13. Dari titik A dan melalui titik CI di tarik garis hingga memotong permukaan tanah i Garis ini diketahui sebagai garis longsor.

Letak Pa didapatkan dengan menggambarkan garis melalui titik berat baji yang mun ki longsor dan sejajar garis batas runtuh (garis AE), lihat Gambar 3.1. Arah Pa membe t sudut S (sudut geser dinding) dengan a - 2/3 !!l sId 0.

38

3.2.2 Pembuktian cara Culmann kondisi Coulomb.

Ambil suatu baji percobaan seperti terlihat pada Gambar 3.2 (ABV").

e

Gambar 3.2 Pembuktian cara Culmann untuk e-soils untuk kondisi Coulomb

Dasar teorinya adalah bahwa sudut antara W dengan P A = ex - 3 disini karena berseberangan maka V'VA ::::: (ex - 3). Dari dasar teori sudut antara W dengan R ::::: (0 - ), baji percobaan di ambil. Garis/bidang longsor mempunyai sudut dengan garis horis n 1 sarna dengan e sehingga sudut yang dibentuk oleh garislbidang longsor (A V") dengan

o = e - !!l. Jadi cara Culmann terbukti selalu mengikuti keseimbangan gaya.

39

3.2.3 Tekanan aktif cara Culmann untuk tanah tak berkohesi kondisi Rankine

Pada cara Culmann kondisi Rankine, untuk mencari besamya tekanan tanah aktif sarna dengan pada kondisi Coulomb, yang berbeda adalah besar sudut antara garis 0 dengan garis tekanan 90° - 8 = 90° - i, lihat Gambar 3,3.

Garis <.p

w

Gambar 3.3 Tekanan aktif cara Culmann untuk kondisi 0 - soils kondisi Rankine

3.2.4 Tekanan pasif cara Culmann untuk tanah tak berkohesi

Tekanan pasif cara Culmann untuk tanah tak berkohesi kondisi Colulornb, lihat Gambar 3.4. dasar teorinya adalah sebagai berikut

I. Keseimbangan gay a

garis IV ~ garis beban

Garis tekanan

Gambar 3.4 Mencari tekanan pasif cara Culmann 0 - soils kondisi Coulomb.

40

2. Sudut yang dibentuk antara gaya Pp dengan gaya W == (a + b)

3. Sudut yang dibentuk antara gay a W dengan gay a R ::: (0 - ~) selanjutnya lihat Gambar 3.5

Gambar 3.5 Keseimbangan gaya tekanan pasif cara Culmann ~ - soils kondisi Coul

Tahap-tahap penyelesaian cara Culmann kondis Coulomb adalah sebagai berikut :

1. Pada A ukuran sudut ~ dari harisontal searahjarum jam, sehingga akan didapat ga . s

2. Buat garis gekanan bersudut (0. +8) terhadap garis 0 (garis 0 biasa disebut dengan muatan ::: garis beban)

3. Ukurkan berat segitiga pad a garis muatan ::: luas baji coba x berat isi tanah.

WO ::: yt x luas segitiga ABV" W t ::: yt x luas segitiga AB 1" W2 ::: yt x luas segitiga AB2"

4. Dari garis muatan dibuat garis sejajar garis tekanan, memotong garislbidang long r I

I", 2", 3" dan seterusnya.

5. Hubungan 1", 2", 3" membentuk pressure locus.

6. Tarik garis sejajar garis ~ menyinggung pressure locus di C".

7. CC" ditarik sejajar garis tekanan adalah tekanan pasif yang dicari.

8. AC" adalah garis/bidang longsor yang terjadi.

3.2.5 Pembuktian cara Culmann mencari tekanan pasif kondisi Coulomb.

Tahap-tahap penyelesaiannya adalah sebagai berikut :

1. Ambil satu baji percobaan (AB 1")

2. Dari dasar teori, sudut antara W dengan P p adalah ::: (a + 8) disini karena u ut berseberangan maka At l " ::: a + 8

3. Dari dasar teori, sudut antara W dengan R ::: (0 - 0)

41

Dapat dilihat bahwa hasil baji percobaan AB 1 " garislbidang Iongsornya mempunyai sudut dengan garis horisontal sebesar = 0, sehingga sudut yang dibentuk oleh garis/ bidang AI' dengan garis \2l = (0 + e), lihat Gambar 3.6.

Jadi cara Culmann untuk mencari tekanan pasif terbukti selalu mengikuti dasar teori keseimbangan gaya.

3.3.2 Tekanan pasif eara Culmann untuk tanah tak berkohesi kondisi Rankine Tahap-tahap penyelesaiannya adalah sebagai berikut :

I. Sarna seperti pada waktu menghitung tekanan aktif kondisi Rankine, yaitu dengan a = 90°, i = 8

2. Baji ABV" tidak dimasukkan didalam perhitungan berat W.

3. Perhitungan berat yang didapat memobilisasi tekanan pasif dimulai dari AV' 1', AV'2', ...... AV'I'.

Gambar 3.6 Pembuktian cara Culmann untuk mencari tekanan pasif kondisi Coulomb.

Contoh Soal 3.1 :

Diketahui dinding penahan tanah seperti tergambar di bawah, (Gambar 3.7) hitung besamya tekanan tanah aktif dengan cara grafik menurut Culmann's.

42

20tl

Gambar 3.7 Dinding penahan tanah.

Perhitungan berat baji :

WI = (1/2) (120) (4,7) (21) W2 = (II) (120) (4,4) (22,2) W3 = (II) (120) (5,0) (27,2) W4 = (l/2) (120) (3,5) (31,4)

.., • t20 pcf .. -35-

, • 20-

CIr • 85-

= 5920 Ib/ft = 5860 Ib/ft = 8160 Ib/ft = 6590 Ib/ft

Dari gambar 3.8, bila hi tung nilai Pa = 7600 lb/ft

sl<l>ta. l~' • £1+ .

L..... ~ 5t>oo II b/feet

Pa ~ J-b l I b/feet (No": 0,1",r.d On";". ~_ !>ot lS,,)

Scale"; l iA," -5 It

,," 1 ... ·5000bIII P, -76Q) Ib/k

Gambar 3.8 Penyelesaian dengan cara Culmann

43

Contoh Soal 3.2

Diketahui dinding penahan tanah seperti tergambar (Gambar 3.9) Berat volume tanah isi 1200 pef, sudut geser dalam tanah = 30°

1 .. 120 pct ~ ·30· .

C .. 0

6 .. rf I Rookin,'s Assumption)

22ft

Gambar 3.9 Dinding penahan tanah

Penyelesaian selanjutnya li hat Gambar 3.10

22 f'l

5<.01., 'III. - 5 ft

tin. • 10 1< .. "" p •• 17.0 !tipolf'l

Il>Iotl: Original o",winl "_4 by 37.',"

Gambar 3.10 Penyelesaian cara Culmann's

Cara Poncelet dapat disebut cara Rebhan, karena secara prinsip Poncelet memb at ya sarna dengan Rebhan, dasar teori adalah keseimbangan segitiga gaya.

Tahap-tahap untuk tekanan tanah aktif cara Poncelet untuk tanah tak berkohesi da ah sebagai berikut, lihat Gambar 3.11.

I. Buat gambar diding penahan tanah beserta tanah isian dengan skala tertentu.

2. Dari A dibuat garis dengan sudut 0 terhadap garis datar hingga memotong per uk an tanah di E.

3. Buat setengah lingkaran dengan diameter AE.

4. Buat garis tekanan AD dengan sudut (ex _. 0) terhadap garis AE.

44

WI = CI) (0,12) (5,2) (25,5) W2= (1/2) (0,12) (2,9) (26,4) W3 = (II) (0,12)(2,7) (27,6) W3' = 8 kips (muatan terpusat) W4 = e/~) (0,12) (2,6) (29,0) W5 = (12) (0,12) (3,0) (31,0)

= 7,96 kips/ft = 4,59 kips/ft = 4,47 kips/ft

= 4,52 kips/ft = 5,58 kips/ft

Dari Gambar 3.10 bila dihitung nilai Pa = 17, kips/ft

3.3 PENCARI TEKANAN TANAH CARA PONCELET

Gambar 3.1 1 Tekanan tanah aktif cara Poncelet

45

5. Dari B tarik garis sejajar AD hingga memotong AS di F.

6. Dari F tarik garis tegak lurus AE hingga memotong busur AE di G.

7. Lingkaran AG hingga memotong AE di J.

8. Dari J tarik garis sejajar BF hingga memotong permukaan tanah di C.

9. Dari C tarik garis AC, garis AC merupakan garislbidang longsor yang terjadi.

10. Dengan J sebagai pusat lingkaran, lingkaran JC hingga memotong garis AE di M sehingga terbentuk segitiga JCM.

II. Buat garis tinggi pada segitiga JCM misal garis In.

12. Tekanan aktif cara Poneelet = luas segitiga JCM:tt atau Pa = 1/2 . MJ . 1 n . 1 . rt

Bukti apabila kelongsoran terjadi sepanjang AC

Perhatikan segitiga AJC, dengan polgon segitiga gay a pada Gambar 3.4. JCA = (a: - 0) = sudut berseberangan

Sudut antara Pa dengan W = (a. - 0) sehingga :

Pa CJ
--_--
W AJ
atau
W.CJ W.l
Pa = =
AJ d ................................................................................................. (3.1)

dengan

W = berat segitiga eoa ABC (failure wedge ABC) atau W = berat segitiga ABE - berat segitiga ACE

Berat segitiga ABE = 1/2.'tt.AE x BF sin (a. - 0) Berat segitiga ACE = II/tt.AE x CJ sin (ex; - 8)

W = 1/2.'tt.AE (BF-CJ) sin (a. - 8) (3.2)

W = 1/2""tt.a (b-l ) sin (ex; - 8)

AE = a, BF = b, CJ = 1, AJ = d

a.I

Pa '/2 .. tt -- (b - 1) sin (a - 0) (33)

d

SJ

dengan k ::: - ::: konstan (3 4)

d

46

Masukkan persamaan (3,2) kedalam persamaan (3, I), sehingga I

Pa \.'tt.a(b - 1) - sin (a - 0) d

dimisalkan : d = (a - kl)

Masukkan persamaan (3,4) kedalam persamaan (3,3) didapat :

tt.a.l (b - 1)

2(a - kl)

Pa = ----- sin (a - 0) (35)

Disini harga-harga a, b, oc dan 0 selalu konstan untuk setiap kondisi, sedangkan me p an harga variable adalah I Besar harga I tergantung dari posisi bidang longsor, se 'in ga persamaan (3,5) Pa maksimum didapat dari :

d Pa

--=0

dl

rt.a sin (a - a) {( a - k I) (b - 21) + (b - 1) 1 k} = 0 (a - k 1) (b - 21) + k 1 (b - 1) = 0 ab - 2a 1 - bk 1 + 2k II + k 1 b - k 11 = 0 k l l - 2al + ab = 0 kl1 - a1 - al + ab ::: 0 -J (a - k 1) + a(b - I) ::: 0 (a - kl) = d a(b - 1) = l d

Persamaan (3,6) dikalikan dengan 1/2 sin (a - 0)

1/2 ba sin (a - 0) - 112 al sin (a - 0) = 1/2 dl sin (a - 0) atau sarna dengan :

luas segitiga ABE - luas segitiga ACE::: luas segitiga AJC ruas kiri = luas segitiga ABC

( 6)

47

Supaya Pa maksimum rnaka :

Luas segitiga ABC = luas segitiga AlC Dari persamaan (3,6) didapat :

a(b - 1)

d =----

Masukkan persamaan (6) kedalam persamaan (3) didapat :

n.al(b - 1) sintu - 0)

Pa = ---------

2a(b - 1)/1

Pa = 1/2.'t"f sintu - 8) (3.7)

Dari Gambar 3.11 didapat :

In = ] sine ex - 0)

In

= ----- ~ , , (3.8)

sin (ex - 8)

Masukkan persamaan (3,8) kedalam persamaan (3,7) sehingga :

Pa = 1/2 tt 1.1 sin (ex - 8)

In sin (ex - 8)

Pa = 1/2 'ttl -------

sin (ex - 0)

Pa = 1/2 tt.Lln (terbukti)

Kondisi Khusus

a. Kondisi 1

Apabita slope (kemiringan) dari permukaan tanah timbunan (sudut i) mendekati harga sudut geser dalam dari material isian (i '" 0), lihat Gambar 3.12.

Langkah-langkah penyelesaian :

I. Ambil sembarang titik E' pada garis ~ dan dibuat setengah lingkaran dengandi m ter AE'

48

(if 0 1I"<f , I

Uttoc~

H

Gambar 3.12 kondisi khusus i "" ~

2. Gambar E' A' sejajar dengan permukaan tanah (ground surface) ; A' pada garis

3. Gambar A'F' sejajar dengan garis tekanan (pressure line) AD, F' titik pada gar

4. Gambar F'G' tegak lurus AE', G titik pada busur setengah lingkaran AE'.

5. Buat AG' = AI' atau lingkaran AG' dengan titik pusat lingkaran di A memoton E'

di J'.

6. Hubungan A' dengan J' didapat garis A'1'

7. Gambar BJ sejajar A' J'

8. Gambar JC sejajar garis tekanan AD

9. Lingkaran JC dengan titik pusat lingkaran di J sehingga JC = JM Mi titik perpanjangan garis AE'

Total tekanan tanah aktif yang dicari adalah :

Pa = luas segitiga JCM x berat isi. tanah Pa = 1/2 1.1n x rt = 112 r1.1.1n

E'

49

b. Kondisi 2

Apabila i = 0, lihat Gambar 4.13 Sedangkan langkah-langkah penyelesaian I. Ambil titik sembarang pada garis 0

2. Tarik garis JC sejajar garis tekanan AD. Titik C pacta permukaan tanah BE.

3. Dengan titik pusat lingkaran J, lingkaran JC = JM. M titik pada garis 0 (~ line).

4. Segitiga tekanan = segitiga JCM.

5. Total tekanan tanah aktif adalah Pa = tt x luas segitiga JCM

Pa = 1/2.1 x In x rt

Gambar. 3.13 KOndisi khusus i = 0

3.3.1 Mencari Tekanan Pasif Cara Poncelet

Tahap-tahap penyelesaian mencari tekanan pasif cara poncelet adalah sebagai berikut, lihat gambar 3.14

Gambar 3.14 Mencari tekanan tanah pasif cara Ponce let

50

I. Gambar garis 0 searah jarum jam dengan AH (horisontal)

2. Gambar garis tekanan AD bersudut (ex - 3) dari garis o.

3. Panjangkan garis ¢ hingga memotong permukaan tanah di E

4. Dengan AE seagai diameter, buat setengah lingkaran AE.

5. Tarik BF sejajar garis tekanan (garis AD), F titik pada garis AE.

6. Tarik garis FG tegak lurus AE, G titik pada Busur AE

7. Dengan titik A sebagai pusat lingkaran, lingkaran AG = AJ, J titik pada garis 0 (¢ li ).

8. Dari J buat garis sejajar garis tekanan hingga memotong permukaan tanah di C.

9. Garis JC diketahui sebagai garis longsor (rupture line)

10. Dengan titik J sebagai pust lingkaran, lingkaran JC hingga memotong garis ¢ di M

11. Segitiga JCM adalah merupakan segitiga gaya yang besarnya adalah :

Tekanan total tanah pasif (Pp) = 1/2:tt.CN.JM atau PP = L/o.tt.ln.l

3.4 MENeARI llTiK lANGKAP lEKANAN AKTIF DAN PASIF

3.4.1 Umum

Letak titik tangkap tekanan tanah aktif maupun tekanan tanah pasif dapat dite tu an dengan cara sebagai berikut :

a. Pada kondisi Coulomb, letak titik tangkap diambil 113 dari tinggi din ding penahan lihat Gambar 3.8.

b. Pada kondisi Rankine diambil harga 1/3 dari tinggi bidang tekanannya (pressure li lihat Gambar 3.15,3.16 dan Gambar 3.17.

c. Dengan cara grafis

Untuk cara a) dan b) dikerjakan apabila tidak terdapat beban titik maupun beba yang bekerja pada permukaan tanah.

run T .. nokop Pp

Ik Ton;kap PA

Gambar 3.15 Titik tangkap tekanan tanah aktif dan pasif pada kondisi Coulomb

51

Titik tangkap Pa dan Pp diambil pada jarak 1/3 H

Arah Pa diambil dengan sudut () arah berlawanan jarum jam dari arah normal. Arah PP diambil dengan sudut () searah jarum jam dengan normal.

Titik tangkap Pa = 1/3 H. Pa tegak lurus karena i = O.

Rankine mengasumsikan SUdUl i = 8 = 0

Untuk permukaan tanah timbunan dengan sudut i tidak sarna dengan nol, arah gaya sejajar dengan permukaan tanah.

.!1. 3

H

Gambar 3.16 Titik tangkap tekanan tanah aktif dan pasif kondisi Rankine pada permukaan tanah datar.

H

Gambar 3.17 Titik tangkap tekanan tanah aktif kondisi kondisi Rankine pada permukaan tanah miring

Titik tangkap Pa terletak pada 1/3 H dengan H tinggi bidang tekanan. Disini arah gaya sejajar dengan permukaan tanah

52

-;r.-
I
p
H
f- It
3" Gambar 3.18 Titik tangkap tekanan tanah aktif kondisi kondisi Rankine pada perm tanah miring

Titik tangkap Pp = 113 H, dengan H adalah tinggi bidang tekanan.

3.4.2 Mencari Titik Tangkap Tekanan Aktif dan Pasif dengan Cara Gratis

Untuk mencari letak titik tangkap tekanan tanah aktif dan pasif secara grafis, dibe dalam dua keadaan yaitu :

1. Beban yang bekerja hanya beban timbunan

2. Beban yang bekerja selain tanah timbunan juga terdapat muatan titik (point loa Untuk be ban yang bekerja hanya tanah timbunan, kondisi Rankine diambil dengan c sebagai berikut, lihat Gambr 3.19

Gambar 3.19 Mencari titik tangkap tekanan tanah aktif dan pasif akibat tanah tim u n cara grafis.

53

Tahap-tahap penyeiesaiannya adalah sebagai berikut :

I. Cari titik berat (center of grafity) dari daerah yang akan longsor atau segitiga ABCf.

2. Dari titik berat tersebut I) dibuat garis sejajar dengan bidang longsor ACf memotong AB di D.

3. Titik tangkap total tekanan didapat di D

Garis kerja total tekanan aktif bersudut S berlawanan dengan arah jarum jam dari garis normal.

Garis kerja total tekanan pasif bersudut 0 searah jarum jam dari garis normal.

Bila beban yang bekerja selain tanah timbunan terdapat beban titik (point load) atau beban garis (line load), maka untuk mencari titik tangkap tekanan dilakukan dengan cara sebagai berikut, lihat Gambar 3.20. Beban titik dan beban garis yang bekerja dibebankan sebagai berikut :

a. Berada pada daerah longs or

b. Terdapat di luar daerah longsor

Keterangan butir a)

Contoh kondisi Rankine mencari titik tangkap tekanan tanah aktif.

Bidang longsor yang terjadi

A

Gambar 3.20 Mencari titik tangkap tekanan tanah aktif dengan beban berada pada daerah longsor

54

Tahap-tahap penyelesaiannya adalah sebagai berikut ;

1. Dari titik temp at bekerjanya beban titik (point load) atau beban garis (line load) garis sejajar bidang longsor memotong AB (bidang tekanan) di Cf'

2. Dari titik tempat bekerjanya beban titik (point load) atau beban garis (line load) garis sejajar garis ¢ memotong AB (bidang tekanan) di C'.

3. Mencari harga 113 C'Cf" = C'D

4. Garis kerja Pa didapat dengan membuat sudut a berlawanan arah jarum jam, d n n garis normal pada titik D.

Untuk tekanan tanah pasif Pp tahap penyelesaiannya sama, sedang yang perlu diperh ti adalah :

1. Mencari bidang longsor untuk tekanan tanah pasif.

2. Membuat garis ¢ pada tekanan tanah pasif.

Keterangan butir b)

Contoh kondisi Rankine untuk beban titiklbeban garis terdapat di luar daerah 10 g r, lihat Gambar 3.21

o

rorcltl

A

Gambar 3.21 Mencari titik tangkap tekanan tanah aktif dengan beban titik di luar ae ah longsor

Tahap-tahap penyelesaiannya adalah sebagai berikut :

1. Dibuat garis yang menghubungkan lokasi beban titiklbeban garis dengan titik A, a m Gambar 3.14 dinyatakan sebagai AV.

5S

2. Buat garis VC sejajar garis 0 (AC), Titik AC' adalah titik pada bidang tekanan AB.

3. Buat titik 0', dengan jarak CD' :::: 113 C' A

4. D' adalah titik tangkap garis kerja Pa pada bidang tekanan AB yang membuat sudut 0 arah berlawanan dengan jarum jam dengan garis normal.

Untuk tekanan tanah pasif, tahap penyelesaiannya sama seperti yang telah dijelaskan pada butir a). Sedangkan untuk beban merata (surface load) q, dapat dibuatkan tinggi equivalen : hs :::: q/r. Kemudian tahap pekerjaan selanjutnya sarna seperti yang telah dijelaskan pada butir a) dan b).

56

PERANCANGAN DIN DING PENAHAN TANAH

Tujuan Instruksional Umum

Setelah membaca/mengikuti kuliah bab ini, mahasiswa dapat memahami dan me ge ti tentang :

1). Penerapan pemakaian dinding penahan tanah

Tujuan instruksional Khusus

1). Mahasiswa dapat menghitung dimensi dinding penahan tanah

2). Dapat menghitung tekanan tanah yang bekerja pada dinding penahan tanah

3). Dapat membandingkan penghitungan stabilitas dengan Coulomb dan atau Rankin