LAPORAN PENDAHULUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR MANUSIA DENGAN GANGGUAN RASA NYAMAN ( NYERI ) DI RUANG AROFAH RSI HASANAH

MOHAMMADIYAH MOJOKERTO

Di susun oleh : SITI ULFA LIA NING ASIH NIM : 10.111.279 D4 kebidanan

STIKES ICME JOMBANG 2011

111.279 AROFAH AREA PEMENUHAN KPM ( ) Masalah pemenuhan kebutuhan rasa nyaman ( nyeri ) ( ) Masalah pemenuhan kebutuhan eliminasi ( ) Masalah pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit ( ) Masalah pemenuhan kebutuhan personal hygiene MASALAH KESEHATAN .LAPORAN PENDAHULUAN NAMA NIM RUANG : : : SITI ULFA LIA NING ASIH 10.

3. Selanjutnya stimulasi yang di terima oleh reseptor tersebut di transmisikan berupa impuls-impuls nyeri ke sum-sum tulang belakang oleh dua jenis tersebut berupa impuls-impuls nyeri ke sum-sum tulang belakang oleh dua jenis tersebut.prostaslandin dan macam-macam asam seperti yang dilepas apabila terjadi kerusakan pada jaringan. Secara umum nyeri di artikan sebagai suatu keadaan yang tidak menyenangkan akibat terjadinya rangsangan fisik maupun dari serabut saraf dalam tubuh ke otak dan diikuti oleh reaksi fisik. stimulasi oleh zat kimiawi diantaranya seperti histamine. fisiologis maupun emosional ( A. 2. Reseptor dapat memberikan respons akibat adanya stimulasi atau rangsangan. yaitu A ( delta ) yang ber myelin rapat dan serabut lamban (serabut C ). khususnya pada organ viseral. Impuls-impuls yang ditranmisika oleh serabut delta( serabut A ) mempunyai sifat inhibitor yang di tranmisikan ke serabut C.iu bahkan myelin yang tersebar pada kulit dan mukosa. merupakan ujung-ujung saraf sangat bebas yang memiliki sedikit at. Fisiologi Nyeri Munculnya nyeri sangat berkaitan dangan reseptor dan adanya rangsangan.AZIZ Alimul Hidayat kdpk 2008 ). Reseptor nyeri yang dimaksud adalah nociceptor.listrik atau mekanis. sifatnya sangat subyektif karena prasaan nyeri berbeda pada setiap orang dalam hal skala atau tindakanya dan hanya orang tersebutlah yang dapat menjelaskan atau mengevaluasi rasa nyeri yang di alaminya . Coffery (1979) Nyeri adalah suatu keadaan yang mempengaruhi seseorang dimana eksistensinya diketahui jika seseorang pernah mengalaminya. Menurut Arthur C. timbul bila mana jaringan yang sedang dirusak dean menyebabkan individu tersebut bereaksi atau menghilangkan rangsang nyeri. Menurut Wolf. . Firest (1974) Nyeri adalah suatu perasaan menderita secara fisik dan mental atau perasaan nyeri yang bisda menimbulkan ketegangan. persendian. Menurut Mc. dinding arteri. berikut ini pendapat beberapa ahli mengenai rasa nyeri: 1. Stimulasi tersebut dapat berupa kimiawi. Serabut-serabut aferen masuk ke sefinal melalui akar dorsal ( dorsal doot ) serta senape pada dorsal horn tersebt terdiri atas beberapa lapisan atau lamina yang saling bertautan . 4. hati dan kandung empedu. di antara lapisan 2 dan 3 terbentuk subs tantia selantinosa yang merupakan saluran utama impuls kemudian impuls menjadi nyeri menyebrangi sum-sum tulang belakang pada interneuron dan ersambung ke jalur spinal asendens yang paling utama .termal.DEFINISI Nyeri merupakan kondisi berupa prasaan yang tidak menyenangkan . Cuvton (1983) Nyeri adalah suatu mekanisme produksi bagi tubuh.

sumber nyeri tidak diketahui dan tidak bisa ditentukan lokasinya. Lebih dari 6 bulan atau bertahuntahun. yaitu nyeri akt dan nyeri kronis : 1. Bisa mendadak . jalur oplate di tandai dari thalamus yang melalui otak tengah dan medulla ke anduk dorsal sum-sum tulang belakang neorotransmiter dalam mimplush supresif. Nyeri kronis. . Nyeri akut merupakan nyeri yang berlangsung tidak melebihi enam bulan. jalur monoplate merupakan jalue desenden yang tidak memeberikan respon terhadap nolaxone yang kurang banyak diketahui mekanismenya ( long 1989 ). Tidak di ketahui atau pengobatan yang terlalu lama. nyeri akut ditandai dengan ketegangan otot. Gejala-gejala klinis Pola Perjalanan Pola respon yang khas dengan gejala yang lebih jelas. serangan mendadak dari sebab yang sudah diketahui dan daerah nyeri biasanya sudah diketahui. Daerah nyeri tidak diketahui dengan pasti. status ekstisensi. Sampai 6 bulan. Sifat nyeri hilang dan timbul pada periode tertentu nyeri menetap. Super supresif telah mengaktifkan stimulasi nociceptor yang di tranmisikan oleh serabut A . Daerah nyeri sulit di bedakan intersinya sehingga sulit di evaluasi. Sebab external atau penyakit dalam. Berlangsung terus menerus sehingga dapt bervariasi. Mendadak. Biasanya berkurang beberapa saat. nyeri yang berlangsung enam bulan atau lebih. Pola respon berfariasi sedikit gejala-gejala. Terbatas. cemas yang keduanya akan meningkatkan persepsi nyeri. : Nyeri kronis Suatu situasi. Table perbedaan nyeri akut dan nyeri kronis Karakteristik Pengancaman Sumber Serangan Waktu Pernyataan nyeri Nyeri akut Suatu kejadian. Dari proses transmisi terdapat dua jalur mekanisme terjadinya nyeri . 2. Klasifikasi Nyeri Klasifikasi nyeri secara umum di bagi menjadi 2 .berkembang dan terselubung.yaitu spinothaimiktract ( sst ) atau jalur spinetalamus spinoreticular tract ( srt ) yang membawa informasi mengenai sifat mengenai lokasi nyeri. Penderita meningkat setelah beberapa saat. yaitu jaur oplate dan jalur monoplate .

dapat menstimulasi otot. misalnya terjadi blokade pada arteria koronaria yang menstimulasi reseptor nyeri akibat tertumpuknya asam laktat. Umumnya nyeri somatis dan viseral ini bersumber dari bolit dan jaringan di bawah kulit superficial. MACAM-MACAM STADIUM NYERI 1. nyeri neourologis adalah bentuk nyeri yang tajam karena adanya spasme di beberapa jalur syaraf. 2. stadium eksistasi tonus otot-otot dan aktifitas simpatik menjadi meninggi dengan gejala hiperdiosis. 4.nyeri neurologist dan lain-lain. kemudian di susul dengan gejala cemas dan reaksi-reaksi yang berlebihan terhadap rangsangan sensotik. hipersalivasi. trauma pada jaringan tubuh misalnya karena pembedahan akibat terjadinya kerusakan jaringan dan iritasi secara langsung pada reseptor. nyeri viseral.nyeri phisicogenik. akibat terjadinya penekanan pada reseptor nyeri. spasme otot. mual dan rasa nyeri ditenggorokan beberapa hari. rasa panas di sertai kesemutan pada tempat bekas luka. tumor dapat juga menekan pada reseptor nyeri. gangguan pada jaringan tubuh misalnya karena edema. 2. 3. Nyeri phisigogenik adalah nyeri yang tidak di ketahui secara fisik biasanya timdbl akibat phisikologis.nyeri phantom in ekstremitas. TANDA-TANDA DAN GEJALA NYERI Seseorang dapat menoleransi menahan nyeri atau dapat mengenali stimulasi sebelum merasakan nyeri.Selain perjalanan nyeri di atas terdapat jenis nyeri yang spesifik di antaranya nyeri somatis . (pratesia poter buku ajar fundamental konsep proses dan praktek ebsi 2005) . 1. hiperlaksimasi dan pupil di latasi. Nyeri phantom adalah nyeri yang di sebabkan kerana salah satu ekstremitas di amputasi . nyeri menyalar(nyeri paint). yaitu pada otot dan tulang nyeri menjalar adalah nyeri yang berasal pada bagian tubuh yang lain. 3. stadium prodomol gejala-gejala awal berupa demam. iskemia pada jaringan. 5. stadium sensoris penderita merasa nyeri.

teori transmisi dan intubisi. teori pemisahan (spesifikasi theory) menurut teori ini rangsangan sakit ke medula spinalis (spinal cord) melalui kornu kordis yang bersinaps di daerah posterior. . Hal ini mengakibatkan suatu respon yang merangsang kebagian yang lebih tinggi yaitu korteks serebri serta kontraksi menimbulkan persepsi dan otot berkontraksi sehingga menimbulkan nyeri. keduanya berada dalam akar gangkon dorsalis rangsangan pada serat besar akan meningkatkan aktifitas substansia gelatinosa yang mengakibatkan tertutupnya pintu mekanisme sehingga aktifitas sel terhambat dan menyebabkan hantaran rangsangan terhambat. 3. 1. Kemudian naik ke braktus lissut dan menyilang di garis meridian ke sisi lainnya dan berakhir di korteks sensoris. 4. Adanya stimulus pada nociceptor memulai transmisi implus-implus saraf. persepsi di pengaruhi oleh modalitas renspons dari reaksi sel T. nyeri tergantung dengan kerja serta syaraf besar dan kcil. Sehingga transmisi implus nyeri menjadi efektif oleh neorotransmiter yang spesifik kemudian inhibisi implus nyeri menjadi efektif oleh implus-implus pada serabut-serabut yang memblok implus-implus pda serabut lamban dan endogen opiate system supresif. 2. teori pola (patern theory) rangsangan nyeri masuk melalui akar ganglian dorsai kemdula srenalis dan merangsang aktifitas sel T. teori pengendalian gerbang (gate chontrol theory) menurut teori ini.TEORI NYERI Beberapa teori tentang terjadinya rangsangan nyeri.

lingkungan dan individu pendukung lingkungan yang asing nyingkat kebisingan yang tinggi pencahayaan. Skala 4-8 nyeri sedang dengan kriteria nyeri dapat hilang dengan menggunaka obat Skala 9-10 nyeri berat dengan kriteria nyeri dapat hilang dengan menggunakan obat dan dalam waktu yang lama. 2. FAKTOR YANG DAPAT MEMPENGARUHI NYERI 1. Tahap perkembangan Usia dan tahap perkembangan seseorang merupakan variabel penting yang akan mempengaruhi reaksi dan ekspresi terhadap nyeri .dan aktifitas yang tinggi dilingkungan tersebut dapat memperberat nyeri. nyeri dapat hilang dengan tindakan.SKALA INTENSITAS NYERI 1 2 3 4 5 6 Tidak ada nyeri Nyeri ringan Nyeri sedang Nyeri hebat Nyeri sangat hebat Nyeri paling hebat SKALA INTENSITAS NUMERIK 0 – 10 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Keterangan : • • • skala nyeri ringan dengan kriteria tanpa obat .

Pengalaman nyeri sebelumnya Pengalaman masa lalu juga berpengaruh terhadap presepsi nyeri individu dan kepekaanya terhadap nyeri 4.3. Ansietas dan Stres Ansietas sering kali menyertai peristiwa nyeri yang terjadi.ancaman yang tidak jelas ketidak mampuan mengontrol nyeri atau peristiwa disekelilingnya dapat memperberat presepsi nyeri. .

PATOFISIOLOGI Sel rusak Zat kimia terbentuk Setemonia Glodikina Merangsang dan merusak ujung Enlin proteolitik Syaraf desenden Menurunkan ambang stimulus terhadap reseptor mekanik sensitif dan termo sensitif Hipotalamus Korteks Nyeri dipersiapkan Nyeri pada perut .

A.Alimul.1983.Buku ajar fundamental keperawatan. .Sulaiman.2008 Ketrampilan dasar praktek klinik kebidanan.2005.proses dan praktek EBCI :Jakarta.DAFTAR PUSTAKA -Uliyah musrifatul dan Hidayat.Salemba Medika:Jakarta -Potter Praticia A dan Anne Griffan perry. -Sastrawinata prof.OBSTETRI PATOLOGI:sleman Bandung.konsep.A.

kliter jetis : : : : 27 Februari 2011 28 Februari 2011 Abdominal discomport 08 4652 Identitas keluarga Nama Umur Agama Pekerjaan Setatus Suku bangsa Alamat : : : : : : : Tn. Pengkajian Tanggal MRS Tanggal pengkajian Diagnosa medis No register A. “ S “ 72 thn Islam Ibu rumah tangga Sudah menikah Jawa/Indonesia Kd. DATA SUBJEKTIF 1. “ P “ 45 Thn Islam Swasta Sudah menikah Jawa/Indonesia Kd. s pasien Nama Umur Agama Pekerjaan Setatus Suku bangsa Alamat Identita : : : : : : : Ny.”S” dengan gangguan rasa nyaman berhubungan dengan rasa nyeri. “ABDOMINAL DISCOMPORT” Di ruang AROFAH RSI HASANAH MUHAMMADIYAH MOJOKERTO I.kliter jetis .ASUHAN KEPERAWATA Pada ny.

Pola interaksi Hubungan pasien . susah tidur. 7.2. pusing.warna kuning.bau khas Saat Mrs 3) Pola istirahat Saat sehat Saat Mrs 4) Pola aktifitas : : Pasien tidur ± 1-2 jam saat siang Pasien tidur malam 8 jam nyenyak Pasien sulit tidur saat siang dan malam dan tidak nyenyak karena selalu merasakan pusing badan dingin : BAB ± 1 X sehari di bantu keluarga BAK ± 3-4 X sehari di bantu keluarga . badan terasa dingin.40 Wib pasien di bawa ke RSI HASANAH MUHAMMADIYAH MOJOKERTO oleh keluarganya. keluhan utama P X mengatakan nyeri pada perut 3. warna kuning. Riwayat penyakit sekarang Sebelum masuk rumah sakit pasien mengeluh pusing. Latar belakang sosial budaya Pasien dan keluarganya selalu menggunakan bahasa jawa dalam kehidupan sehari-hari dan mempunyai hubungan bik dengan lingkungan sekitar. b. badaya terasa dingin . Riwayat penyakit keluarga Pasien mengatakan dalam keluarganya tidak ada yang menderita penyakit menular seperti hepatitis. Riwayat pisikologis a.lembek BAK ± 4-5 X sehari . Dengasn keadaan lemah .konsisten. susah tidur.keluarga. dan orang lain baik. Riwayat penyakit dahulu Pasien mengatakan bahwa pasien tidak pernah menderita penyakit menurun seperti jantung atau penyakit menular seperti hepatitis. 5. bau khas. 4.sayur. Pasien mengatakan paling dekat dengan suami dan anak-anaknya. kemudian tanggal 27 Februari 2011 jam 16. POLA AKTIFITAS SEHARI-HARI 1) Pola nutrisi Saat sehat Saat Mrs : : Makan 2-3 X sehari dengan nasi. wajahnya kelihatan pucat.lauk pauk 1 porsi habis minum 5-6 X sehari Makan menurun 2 X sehari porsi tidak pernah habis minum 4-5 X sehari 2) Pola eliminasi Saat sehat : BAB ± 1-2 X sehari . 6.

pasien tidak pernah kramas.Saat sehat Saat Mrs 5) Pola kebersihan diri Saat sehat Saat Mrs : Pasien bisa melakukan aktifitas sehari-hari dengan : mandiri Pasien sulit melakukan aktifitas sehari-hari karena pusing badanya lemah.warna bibir agak pucat. wajah pucat kesadaran umum tinggi badan berat badan tanda-tanda vital : compos metis Nyeri perut .tidak ada gigi palsu.kramas 1 minggu 3 X Pagi dan sore pasien tidak pernah gosok gigi.tidak ada secret.gosok : gigi .pasien mengganti pakaian 1 X sehari.tidak ada lesi.warna kuku tidak pucat.tidak ada sidaktil dan : 110/80 mmhg : 88 /menit : 37 ˚ c : 20 kali/menit : pasien lemah. pemerik saan umum : 149 : 60 Td N S Rr 2. Simetris.gigi agak kotor. Wajah pucat tidak odem. Bentuk simetris keadaan bersih. DATA OBYEKTIF 1. Tidak ada bekas operasi. B.warna rambut putih.rambut bersih.tidak ada polip.tidak berkrtombe.konjungtiva merah muda Bentuka simetris.eklera putih. Bentuk simetris. Simetris tida ada lesi. Kulit bersih. pemeriksaa fisik 1.ganti baju 2 X sehari. Bibir simetris.warna kulit sawo matang. inspeksi Kepala Muka Mata Hidung Mulut dan gigi Telinga Axial Abdomen Kulit dan kuku Extremitas atas dan : : : : : : : : : : Bentuk simetris . : Pasien mandi 2 X sehari .

Tidak ada nyeri tekan tidak ada tegangan Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid. Tidak ada hemogroid. Bersih. Tidak ada wezing dan roctil.nyeri tekan. perkusi : : : : : : : : : : : poli daktil.tidak benjolan dan pembengkakan. Bersih. Tidak ada pembesaran hepar.bawah Ganetalia Anus 2. Tidak ada nyeri takan. lokasi pada perut sebelah kanan. palpasi Telinga Leher Abdomen Axial Genetalia Anus aus kultasi dada 4.lubang anus ada. Tidak ada benjolan. Terdengar bising usus meningkat. . Reflek hamer positif.

trambast.3 mg/dl Nilai hasil periksa 13.0 – 16.000 / ul ( jmr ) 1:0 – 10 mm p:0 .led 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Haemoglobin ( hb ) Hematoklit Trombosit Lekosit Led bbs Gula darah asak Rft Asam urat Urea Creatinin Lft Sgot Spot Bilirubin 45 27 1.6 202.0 % 150 – 390 rb/ul 3.000 10.7ml/dl 10 – 50 ml/dl 1:0.7 – 12 mgdl/p10.badan terasa dingin.PEMERIKSAAN LABORATORIUM No nota : 825 No rm Nama : 084652 : Ny.5 gdl 35. Nyeri tekan pada perut ( + ) .hct.0 mg/dl P:<36 mgdl 1:59 mg/dl P:<52 mg/dl: <72 mg/dl Anak dan dewasa<1.400 14/30 195 Nilai normal 11.pcv. “ S “ Tanggal periksa : 28 Februari 2011 Tanggal Mrs : 27-02-2011 No Sub pemeriksaan 1 Lekost . 5 – 1.perut nyeri.60 4.86 1:<7mm dl p:<s. pasien mengatakan pusing.susah tidur.hb.83 10 0.mg/dl bayi 12 mg/dl 16 Bilirubin direk ANALISA DAN SINTESA DATA Diagnosa Data subyektif Data obyektif Tanda-tanda vital : : : : Fd N S Rr  Diagnosa Keperawatan : : : : 110/80 mmhg 88 X/menit 37 ˚ c 20 X/menit 1. 20mm <200 mm/dl gangguan rasa nyaman sehubungan dengan nyeri abdominal discomport.3 37.60 1.6 – 0.500 – 10.0 – 50.

PERENCANAAN INTERVENSI Jangka pendek : setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 jam diharapkan nyeri berkurang.Gangguan rasa nyaman berhubungan dengan rasa nyeri aaaabdominal discomport. : TTV dalam batas normal TD : 110/70 mmhg N : 16-24x/menit S : 35˚-37˚c RR : 70-80 x/menit Nyeri perut ( . Jangka panjang Kriteria hasil : setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 1x24 diharapkan tidak terjadi gangguan. Berikan waktu individu untuk istirahat R/ pasien cepat sembuh / pulih 4. Kolaborasi dengan tim medis R/ sehingga pasien mendapatkan terapi sesuai dengan penyakit yang dideritanya jam . Beikan informasi yang akurat tentang abdominal discomport R/ mengurangi kecemasan pasien 3. Observasi TTV R/ mengetahui perkembangan pasien 5. 2.) Intervensi dan rasional 1. Lakukan komunikasi terapendik pada klient R/ dengan terapendik akan menjamin kerja sama dan rasa percaya klient dengan petugas kesehatan.

control bila ada keluhan .Pelaksanaan (implementasi) 28-02-2011 jam 10:00 1.20 5. Observasi TTV TD 110/80 mmhg S 37˚c N.88 RR. Berikan informasi yang akurat tentang ABDOMINAL DISCOMPORT (nyeri perut) 3. Berikan waktu individu untuk istirahat 4. Lakukan komunikasi terapendik pada klient 2. Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi EVALUASI Tanggal 28 februari 2011-03-2011 jam 11:00 Diagnosa : ABDOMINAL DISCOMPORT S : pasien mengatakan bahwa rasa nyeri yang dirasakan dibagian perut sudah berkurang O : Keadaan umum cukup TD : 110/80 mmhg N : 88/menit S : 37˚c RR : 20x/menit Nyeri pada abdomen masih terasa tapi sedikit A : gangguan rasa nyaman nyeri teratasi sebagian D : lanjutan terapi madis inf : RL 14 tpm inj : rantin 2x1 antrain 3x1 oral (+) Diet :TKTP Tanggal 1 maret 2011 jam 11:00 Diagnosa abdominal discomport S : pasien mengatakan bahwa rasa nyeri sudah tidak ada O : keadaan umum cukup TD : 110/80 mmhg S : 37˚ N : 38x/menit RR : 20x/menit Nyeri pada abdomen sudah tidak ada A D : Gangguan rasa ntaman nyeri sudah teratasi : Intervensi dihentikan pasien pulang HE (Healt Educasen) .istirahat cukup .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful