Anda di halaman 1dari 21

ANALISA KNOWLEDGE

MANAGEMENT SYSTEM SEBAGAI


ELECTRONIC INTERMEDIARIES
PADA SALES DAN LOGISTIK
SUPPLY CHAIN MANAGEMENT

Retno Aulia Vinarti


5109 202 008
Pendahuluan
Abstrak
• Tema ini merupakan combine dari 2
paper, paper pertama ialah Implementasi
dari KMS sebagai intermediary pada
Jaringan Supply Chain (Shaw, dkk.
2002) dan paper kedua ialah Analisa
pengaruh KMS terhadap performa
organisasi (Ko, D.G., dkk. 2002).
Ilustrasi SCM
Seller
Retailer

Manufacturer
Wholesaler
End Customer

Buyer

Distributor
KMS
• Knowledge Management System melibatkan
knowledge worker, yaitu para ahli yang akan
memberikan knowledgenya untuk di-share di
KMS dan akan di-retrieve oleh pengguna KMS
lainnya (O’Brian, J., 2005)

Creatio Gatheri Organi Dissem


n ng zation ination
Ilustrasi KMS ♥ SCM
KMS
End
Customer

Wholesa
Retailer ler

Distribu Manufac
tor ture
Mengapa KMS?
Mengapa SCM?
Bullwhip effect
• Bullwhip Effect ialah fluktuasi order dari end
customer sampai supplier dengan lead time dan
resiko yang meningkat.
Dampak Bullwhip effect
Performance Measure Dampak dari Bullwhip Effect
Manufacturing Cost Meningkat

Inventory Cost Meningkat

Replenishment Lead Time Meningkat

Transportation Time Meningkat

Shipping and Receiving Cost Meningkat

Level of product availability Menurun

Profitability Menurun
Solusi
Menurut Sunil Chopra (2006) solusi yang dapat
digunakan ialah
• Collaborative Planning Forecasting dan
Replenishment (CPFR)
• Membangun Sharing Point of Sales Data
(POS)
Solusi kedua diimplementasikan menjadi KMS
sebagai intermediary, tidak hanya sharing
data melainkan knowledge.
Mampukah mengurangi
Bullwhip Effect?

Belum, karena Bullwhip effect


masih ada
Mengapa?
• Permasalahan inilah yang akan dijawab
dari tesis ini, mengapa bullwhip
effect masih ada?
Bagaimana caranya?
• Mencari tahu knowledge apakah yang
potensial untuk mengurangi bullwhip
effect?
• Bagaimana pengaruh instrument
intermediary terhadap sales dan
logistik?
Hipotesa Awal
• Knowledge yang paling membantu mengurangi
bullwhip effect ialah knowledge mengenai
budaya pembelian end consumer
(seasonality) dan knowledge mengenai
discount
• Karena pada paper (Shaw, dkk. 2002)
mengutarakan bahwa informasi mengenai
discount akan mempengaruhi seasonality dari
end consumer.
Hipotesa Awal
• Instrument dari intermediary yang terdiri dari
Registration Fee, Transaction Fee, Advertising,
Bundling with Information Goods akan
memberikan pengaruh positif bagi
penggunaan KMS
• Merujuk pada teori Abraham Maslow
mengenai dua kebutuhan manusia paling atas
yaitu sebagai berikut
Abraham Maslow’s Theory

Mampu membuktikan
eksistensi diri
Mendapatkan
penghargaan
Perubahan Instrument
Intermediary

Lamban Lambang Makna Notasi


g awal modifikasi
m mi Mass producer, pada kasus ini ialah
Manufacturer (i=1), Distributor (i=2),
Wholesaler (i=3) dan Retailer (i=4)
n nj Mass consumer, pada kasus ini ialah End
Consumer (j=4), Retailer (j=3), Wholesaler (j=2),
Distributor (j=1)
Perubahan Instrument
Intermediary
Lambang Lambang Makna Notasi
awal modifikasi
P P Probabilitas terjadinya transaksi antara mi dengan
nj
V = mnP V= Volume transaksi, dimana minj merupakan
*P pasangan terjadinya transaksi, dengan k ialah
jumlah stage pada SCM – 1.
s S Surplus yang diharapkan, namun karena transaction
fee yang diperoleh akan dibayarkan pada
knowledge worker yang memberikan posting,
maka s juga berarti sebagai fee yang diterima
oleh knowledge worker.
Alur Pengerjaan
start

Data kategori KMS,


data etos kerja dan
Data kategori KMS dan data
Data traffic KMS data traffic KMS
etos kerja

Intermediary
Analisa statistika
Model Modif

Dampak instrument Kategori KMS


intermediary pada mana yang paling
SCM valuable

stop
Jadwal Pengerjaan

Minggu ke-1 (dihitung setelah


Tahapan awal semester dimulai)
1 2 3 4 5 6 7 8
Pengambilan Data
Studi Literatur
Modifikasi Model
Analisa Statistika
Pengerjaan Buku Tesis
Terima Kasih