Anda di halaman 1dari 78

RUBLIK SOAL

(ABU ALIFA SHIHAB MENJAWAB)


www.ghazi.cybermq.com

Khitbah Dan Tukar Cincin


27 April 2010

Tanya : Assalamu’alaikum, nama saya Laelani dari Cianjur


sebentar lagi mau dipinang. Apakah dalam Islam ada syariatnya,
dan bagaimana intinya pinangan itu. Apakah tukar cincin itu
dibolehkan? Trims

Jawab : Wa’alaikum salam, meminang atau melamar adalah


nama lain dari khitbah (sunda = narosan). Dalam khitbah ini
diantaranya untuk mengetahui calon yang akan kita nikahi. Oleh
karena itu diperbolehkan calon suami/yang meminang melihat
gadis / wanita yang akan dinikahinya sesuatu yang akan
memikatnya. Sebagian ulama mengatakan wajah wanita itu
(tanpa sepengetahuan wanita itu). Bahkan dalam meminang
biasanya menentukan hari pernikahannya. Dan lebih cepat lebih
baik! Adapun tukar cincin itu bukan dari ajaran Islam. Kalau-
pun mau memberi sesuatu itu bagian dari shadaqah.

Tayamum Bagi Yang Musafir


27 April 2010

Tanya : Assalamu’alaikum, pak Ustadz Abu saya mau


bertanya tentang Tayamum. Apakah dibolehkan orang yang
dalam perjalanan (musafir) bertayamum sekalipun ada air?
Hilwa 0813883xxx

1
Jawab : Wa’alaikum salam..., Tayamum bagi musafir adalah
bagian dari pemberian dispensasi (rukhshah) dari Allah.
Pemberian keringanan tayamum bagi yang ada dalam perjalanan
bukan karena ada airnya, melainkan karena di perjalanannya.
Kalau yang bepergian tidak boleh bertayamum karena tidak ada
air itu berarti bukan rukhsah musafir, melainkan karena tidak
ada air. Jangankan bagi yang bepergian, yang mukim-pun
(ditempat kita tinggal) kalau tidak ada air kita diberi rukhshah
untuk tayamum. Jadi sekalipun ada air bagi musafir tetap ada
rukhshah untuk tayamum.

Ikut Suami atau Bagaimana


27 April 2010

Tanya : Assalamualaikum..., saya teman kuliah yang sering


dipanggil oleh kakak (eh...pak kyai) dengan sebutan si centil
and cerewet, boleh kan si centil ini bertanya. Suami saya
ditugaskan diluar kota (pedalaman), dan ia meminta saya untuk
ikut, tetapi saya belum siap untuk ikut. Bagaimana seharusnya
saya ini? Yani R. Kalibata

Jawab : Waalaikum salam, tentu saja suami neng centil ini


sudah mempertimbangkan semuanya kenapa anti harus ikut.
Sekalipun anti bisa saja menyampaikan keberatan terhadap
suami dengan cara yang baik. Tetapi jika suami mengajak anti
untuk tetap ikut, maka kewajiban anti harus taat kepada suami.
Insya Alloh ketaatan anti ini akan berdampak baik bagi anti
berdua. Ketaatan pada suami harus anti perhatikan....!

Zhihar dan Kaffaratnya


27 April 2010

2
Tanya : Ass..., maaf pak Ustadz Abu, saya bertanya lewat
SMS. Nama saya Ibu Siti Muthiah dari Pondok Kopi, saya ingin
mengetahui tentang zhihar. Apa yang maksud dengan zhihar
itu? Dalam Syariat itu mesti bagaimana?

Jawab : Waalaikum salam, Ibu Muthiah yang dimaksud


dengan zhihar itu seorang suami yang menyamakan istrinya
seperti ibu kandungnya sendiri, dalam bahasa umpamanya
"engkau terhadap diriku sama dengan punggung ibuku, ....".
Bagi suami yang menzhihar istrinya, maka haram baginya untuk
bercampur dengan istri yang kena zhihar itu, kecuali suami itu
sudah membayar kaffarat (semacam sanksi/denda) yang dalam
al-Quran disebutkan yaitu : memerdekakan hamba sahaya
sebelum bercampur, kalau tidak sanggup (tidak mempunyai
hamba sahaya), maka berpuasa selama dua bulan berturut-turut,
jika tidak sanggup maka memberi makan kepada 60 orang fakir
miskin (lihat QS. 58 : 3 - 4)

Ahmadiyah Kafir atau Muslim


27 April 2010

Tanya : Assalamualaikum..., nama saya Adnan dari Sulteng


mau bertanya soal Ahmadiyah. Menurut pendapat ustadz,
apakah kelompok Ahmadiyah ini bisa dikategorikan kafir atau
muslim? Trims

Jawab : Waalikum salam..., siapapun dan kelompok manapun


yang mengatakan dan meyakini bahwa ada Nabi setelah Nabi
Muhammad SAW atau meyakini adanya kitab suci baru, bisa
dipastikan telah keluar dari Islam (baca kafir).

Cara Tayamum
27 April 2010

3
Tanya : Ass..., maaf pak Ustadz, saya mau tanya masalah
tayamum. Apakah tayamum ketika mengusap tangan itu sampai
sikut, atau cuma telapak tangan (pergelangan)? Masyitoh
0888874xxxx

Jawab : Waalaikum salam, masalah tayamum yang ibu


tanyakan ada beberapa cara : Pertama, ada keterangan yang
menjelaskan bahwa tayamum itu 2 tepukan, satu tepukan untuk
wajah dan satu tepukan untuk tangan sampai sikut. Kedua, ada
keterangan bahwa tayamum itu satu tepukan untuk wajah dan
telapak tangan (tidak sampai sikut). Menurut para ahli hadits,
cara yang pertama dalilnya tidak kuat (dhaif/lemah), sementara
cara yang kedua, dalilnya kuat (shahih).

Dalil Larangan Memperingati Hari Kelahiran


26 April 2010

Tanya : Ass..pak kyai! Ana temen antum waktu kuliah dari


Banyumas (Wardoyo), hebat neeh pak kyai!! Begini ane mau
tahu dalil tentang larangan memperingati hari kelahiran
(maulid), apa ada ya ?

Jawab : Waalaikum salam... begini pak kyai dari Banyumas,


justru karena ane ga menemukan dalilnya yang memerintahkan
hal itu, jadi ane ga pernah ngelakuin hal tersebut. Sekarang ane
ingin tahu dari kyai Banyumas, dalil yang memerintahkan atau
paling tidak mencontohkan dari Nabi SAW memperingati hari
kelahiran, ada tidak ya? Syukran akhi!

Shalat Ghaib
24 April 2010

4
Tanya : Asalamualaikum pak Ustadz! Nama saya Miftah
dari Kembangan Jakbar, apa yang disebut shalat ghaib? Apa
benar Nabi pernah shalat ghaib? Apa boleh kita shalat ghaib?

Jawab : Waalaikum salam..., shalat ghaib adalah shalat


jenazah yang dilakukan tidak dihadapan jenazah, baik karena
jaraknya jauh atau karena sudah dikuburkan. Memang benar
Nabi SAW pernah shalat ghaib ketika raja Najasy (yang telah
masuk Islam) meninggal. Nabi shalat ghaib tersebut karena
ditempat raja Najasy belum ada orang Islam yang
menshalatinya. Sehingga sepengetahuan ana, Nabi SAW hanya
satu kali shalat jenazah karena perbedaan tempat yang cukup
jauh. Setelah itu Nabi sering diberi tahu tentang shahabat yang
meninggal tapi beliau tidak shalat ghaib, karena sudah ada yang
menshalatinya. Jadi adanya shalat ghaib sebab beda tempat yang
jauh, manakala ditempat itu tidak ada yang menshalatinya.
Adapun shalat ghaib karena sudah dikuburkan Nabi pernah
melakukan ketika ummu mihjan salah seorang wanita yang suka
membersihkan masjid meninggal, bahkan sudah dikuburkan
beberapa hari, dan para shahabat tidak memberi tahu Nabi
SAW, karena menganggap orang biasa. Kemudian Nabi minta
diantar kekuburnya, dan beliau shalat diatas kuburan ummu
mihjan. Dan untuk kasus yang kedua ini silahkan lakukan.

Tujuh Golongan Yang Mendapat Naungan


24 April 2010

Tanya : Ass.., Pak Ustdz, apa benar ada hadits yang


menerangkan tentang 7 golongan yang akan mendapat
naungan/perlindungan dihari qiamah, siapa saja golongan itu?
Mohon penjelasannya! Hatur nuhun... Ikin Cikampek

Jawab : Waalaikum salam... Benar apa yang bapak katakan,


hadits tersebut shahih. Adapun ketujuh golongan tersebut adalah
:

5
1. Pemimpin yang adil.
2. Pemuda yang senantiasa beribadah kepada Allah.
3. Seseorang yang hatinya selalu ingat atau tertaut
dengan mesjid.
4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah dan
keduanya bertemu dan berpisah karena Allah.
5. Seseorang laki laki ketika dirayu oleh wanita cantik
dan kaya, lalu ia berkata “sesungguhnya aku takut kepada
Allah (sehingga meninggalkan perbuatan tersebut).
6. Seseorang yang mengeluarkan shodaqoh / sedekah
secara sembunyi sembunyi sehingga tangan kirinya atau
tetangganya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh
tangan kanannya (ikhlash).
7. Dan seseorang yang mengingat Allah di tempat yang
sunyi dan kedua matanya mencucurkan airmata. (Bukhari
Muslim)

Nama Dari Al-Quran


23 April 2010

Tanya : Afwan sebelumnya, Ass..., Pak Ustadz, apa benar


menamai anak dari al-Quran akan membawa dampak yang baik
bagi anak saya? (ibu Amri Pamulang)

Jawab : Waalaikumussalam..., Nama dalam Islam sangat


penting. Nabi SAW pernah berpesan, perbaguslah nama mu
dan anak-anak kamu, sebab nanti di hari qiamah kamu akan

6
dipanggil menurut nama kamu dan nama bapakmu! Bahkan
dalam nama terkandung harapan dan do’a orang tua. Tidak
semua lafadz/kalimat dalam al-Quran baik untuk dijadikan nama
anak keturunan kita. Banyak lafadz-lafadz dalam al-Quran yang
pantas untuk jadi semua nama, tetapi tidak sedikit lafadz dalam
al-Quran yang tidak cocok/sesuai untuk menjadi nama anak kita.
Umpamanya lafadz sholihin pantas untuk dijadikan nama, tapi
lafadz kafirin, tidak pantas untuk jadi sebuah nama anak kita.

Bagian Cucu Laki-Laki


22 April 2010

Tanya : Assalamualaikum..., Pak Ustadz Abu, dua bulan


yang lalu ayah saya meninggal. Apakah cucu laki-laki dari
abang saya mendapatkan warits? Perlu diketahui bahwa abang
saya telah meninggal sebelum ayah. Jadi anak ayah yang masih
ada adalah 2 anak laki-laki, 2 anak perempuan ibu (istri ayah),
nenek (ibu ayah) dan kakek (ayahnya ayah) dan bibi (adeknya
ayah). Mohon penjelasannya! Syukran Ustadz. (Sartono Cilacap
082254xxxx)

Jawab : Waalaikum salam wr,wb...., Untuk cucu laki-laki


terhalang (tidak mendapat warits) oleh anda sendiri dan anak-
anak ayah yang lain (terutama anak laki-laki), untuk anak laki-
laki atau perempuan mendapat ashabah (sisa) dengan ketentuan
anak laki-laki 2 bagian dari anak perempuan. Sementara istrinya
ayah mendapat 1/8, ibunya ayah (nenek anda) mendapat 1/6,
kakek (ayahnya ayah) mendapat 1/6 serta adeknya ayah (bibi)
terhalang (tidak mendapatkan warits). Tetapi cucu laki-laki
ataupun bibi jika mau dikasih itu lebih baik, tapi bukan waritsan
tapi shadaqah dari ahli warits. Kecuali jika ayah anda sebelum
meninggal pernah berwasiat supaya dikasih bagian. Hanya
wasiat itu jumlahnya tidak melebihi dari 1/3 dari harta waritsan.
Sabda Nabi SAW. "1/3 itu-pun terlalu banyak"!

7
Aqiqah
22 April 2010

Tanya : Ass.., pak Ustadz Abu, nama saya Ibu Lasmi dari
Cibubur ingin menanyakan tentang Aqiqah. Sebenarnya apa
yang disebut aqiqah itu, apa hukumnya dan kapan
melaksanakannya? Trims

Jawab : Waalaikum salam..., Aqiqah merupakan


penyembelhan hewan kambing/domba yang dikaitkan dengan
kelahiran anak kita. Menurut hadits yang shahih, aqiqah itu
dilaksanakan pada hari yang ke tujuh dari kelahiran. Disamping
itu pada hari yang ketujuh diberi nama anak kita, dicukur
sampai habis dan (kalau ada) menyembelih kambing/domba dan
dibagikan. Untuk anak laki-laki 2 ekor kambing/domba, dan
untuk anak perempuan satu ekor. Jumhur ulama memandang
sunnah muakadah (sunat yang sangat ditekankan) melaksanakan
aqiqah ini.

Ujian atau Adzab (Siksa)


22 April 2010

Tanya : Assalamu’alaikum.., ustadz selama ini banyak


terjadi berbagai bencana yang menimpa negeri kita ini. Menurut
pandangan ustadz, apakah hal ini merupakan ujian atau
siksaan ? Haris Parung Bogor

Jawab : Wa’alaikum salam..., Untuk menentukan apakah


hal ini merupakan siksa atau ujian, hanya Alloh-lah yang Maha
Tahu. Namun demikian segala apa yang ditibankan oleh Allah
SWt terhadap hambanNya disitu terdapat hikmah bagi
kehidupan manusia. Mengambil hikmah itulah yang sering kita
lupakan dari apa yang terjadi disekitar kita. Oleh karena itu ada
manusia yang seolah merasa disiksa ketika mendapat
teguran/mushibah/bencana. Tetapi ada juga yang sadar bahwa

8
ini adalah bentuk lain dari rasa rindu dan sayangnya Alloh
terhadap hamba-Nya. Dari sinilah muncul satu kesimpulan,
bahwa jika bencana itu dirasakan oleh orang-orang yang
mengingkari Alloh SWT, bisa jadi ini bentuk dari siksa. Jika hal
itu dirasakan oleh orang-orang yang lalai dalam melaksanakan
berbagai ketentuan Alloh, bisa jadi ini merupakan bentuk
teguran, agar manusia sadar dan merubah dirinya. Dan jika hal
ini diterima oleh yang beriman, maka tentu ini bentuk dari kasih
sayang Allah SWT, yang sedang menguji sejauh mana
keimanan hamba-NYa.

Mushibah
17 April 2010

Tanya : Pak Ustdz, saya sering mendengar kalimat musibah,


sebenarnya apa musibah itu? Bencana atau siksaan?
Terimakasih sebelumnya! (Hj.Munirah P.Gadung)

Jawab : Mushibah terambil dari Bahasa arab yakni ashaba,


yushibu, mushibatan yang mempunyai arti kena, atau tepat
(sasaran), bahkan dari kata ashaba ini bisa berarti benar.
Artinya itu perkara tepat sasaran dan (menguji) kebenaran
(iman) seseorang, dan benar-benar datang dari Allah SWT.
Menurut ar-Ragib al-Asfahani, asal makna kata musibah atau
mushîbah adalah lemparan [ar-ramyah]. Kemudian digunakan
untuk pengertian bahaya, celaka, bencana atau bala. Jadi
musibah pengertiannya bisa sangat luas, lebih luas dari sekedar
bencana. Al-Qurthubi mengatakan, musibah ialah apa saja yang
menyakiti dan menimpa diri orang Mukmin, atau sesuatu yang
berbahaya dan menyusahkan manusia meskipun kecil. Untuk
menguatkan pendapat tersebut Al-Qurthubi mengemukakan
hadis Nabi Saw yang diriwayatkan oleh Ikrimah bahwa lampu
Nabi Saw pernah mati pada suatu malam. Lalu beliau membaca:
innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji’ûn [“Sesungguhnya kami adalah
milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nyalah kami kembali”].

9
Para sahabat bertanya, “Apakah ini termasuk musibah hai
Rasulullah?” Nabi menjawab, “Ya, apa saja yang menyakiti
orang Mukmin disebut musibah.” (Allohu a’lam)

Mengapa Indonesia Menjadi Gudang Korupsi


17 April 2010

Tanya : Ustadz Abu Alifa, mengapa Indonesia banyak yang


melakukan korupsi, padahal ummat Islam indonesia adalah yang
terbanyak? (Bpk.Tatang Depok)

Jawab : Ada beberapa faktor yang menyebabkan orang


berbuat korupsi. Tetapi yang paling mendasar adalah karena
ummat Islam Indonesia tidak melaksanakan seluruh tuntunan
(syariat) Islam dengan benar, disebabkan imannya lemah.

Shalat Tahiyyatul-Masjid
17 April 2010

Tanya : Pak Ustadz, saya mau nanya apakah shalat tahiyatul


masjid itu hanya dilakukan ketika kita mau shalat wajib dan
masuk masjid atau bagaimana? (fakhri Depok)

Jawab : Shalat Tahiyyatul-masjid bukan dikaitkan dengan


shalat wajib, akan tetapi dikaitkan dengan masuknya kita
kedalam masjid sebelum kita duduk. Jadi saat kita masuk masjid
dan bermaksud duduk dimasjid, maka shalat dulu sebelum
duduk itu 2 rakaat. Dan para ulama fiqh menyebut dan menamai
shalat ini dengan shalat tahiyyatul-masjid.

Thalak Raj’i

10
17 April 2010

Tanya : Bapak Ustadz Abu, saya ibu vety mau tanya, apa
sebenarnya yang disebut thalak raj’i itu! Trims (081125xxx)

Jawab : Thalak ( arab=tholaq) adalah memutuskan atau


melepaskan tali pernikahan, sedangkan raj’i secara bahasa
adalah kembali. Jadi thalak raj’i adalah melepaskan tali
pernikahan akan tetapi bisa rujuk (kembali) lagi. Sebab dalam
syariat Islam thalak yang bisa rujuk itu 2 kali. Artinya ketika
suami menjatuhkan thalak sudah tiga kali maka tidak boleh
rujuk lagi kecuali mantan istri kita itu sudah menikah lagi
dengan orang lain.

Menguburkan Malam Hari


17 April 2010

Tanya : Pak Ustadz Abu yang kami hormati, sebelumnya saya


mohon maaf! Begini ustd, menurut keterangan dari seorang
mubaligh, bahwa mengurusi jenazah itu harus cepat-cepat
bahkan sampai menguburkannya. Yang jadi pertanyaan saya,
bolehkan menguburkan jenazah itu pada malam hari? Terima
kasih. (M.Tamrin Rawabuaya)

Jawab : Menguburkan jenazah pada malam hari dibolehkan


selama tidak memadharatkan (menyusahkan) prosesi
penguburannya. Ada tiga waktu yang kita dilarang
menguburkan (sekalipun ada yang menghukum makruh saja),
yaitu : pada saat terbit matahari, pada saat tergelincir matahari
(saat menjelang dhuhur), dan saat terbenam matahari.

Do’a Mengangkat Tangan


16 April 2010

11
Tanya : Pak Kyai, apa benar do’a sambil mengangkat
tangan itu bid’ah? (Wiwik Situbondo)

Jawab : Do’a sambil mengangkat tangan bukan bid’ah, sebab


ada do’a yang dicontohkan Nabi SAW sambil mengangkat
tangan, dan ada pula do’a yang dicontohkan Nabi SAW tidak
mengangkat tangan. Oleh karena itu apa-apa yang dicontohkan
oleh Nabi SAW dalam berdo’a laksanakan. Walhasil jika dalam
berdo’a itu Nabi SAW diterangkan mengangkat tangan, maka
contohlah Nabi. Tetapi saat Nabi SAW berdo’a tetapi tidak
mengangkat tangan, maka ikuti contoh itu!

Shalat Dhuha Berjamaah


16 April 2010

Tanya : Ustadz Abu, bolehkah shalat dhuha dilaksanakan


secara berjamaah, dengan cara mengumpulkan orang banyak?
(Kalideres 081367xxxx)

Jawab : Ana belum pernah mendapatkan keterangan (dalil)


yang memerintahkan dan menganjurkan dari Rasulullah SAW
bahwa shalat dhuha itu berjamaah. Oleh karena itu laksanakan
sebagaimana yang dicontohkan Nabi SAW, dengan
mengeyampingkan perasaan, bahwa akan lebih baik jika
berjamaah.

Iddah Bagi Suami


16 April 2010

Tanya : Pak Ustadz Abu Alifa yang saya hormati, satu bulan
yang lalu istri saya meninggal. Sebelum meninggal istri saya
sakit selama 2 tahun. Yang ingin saya tanyakan, apakah bagi

12
suami kalau mau nikah lagi harus menunggu dulu 3 bulan atau
bagaimana? (Yunus Bengkulu)

Jawab : Menunggu dalam bahasa fiqh-nya disebut masa


iddah. Masa iddah hanya ada dari pihak istri jika ditinggal suami
ataupun ditalaknya. Sementara bagi suami tidak ada masa
menunggu. Jangankan istri meninggal, dalam Islam sekalipun
istri masih ada (hidup) kemudian suami bermaksud menikah
lagi, tidak ada larangannya. Itu aturan Islam. Adanya iddah bagi
wanita ini untuk menjaga kesucian wanita itu sendiri.

Semua Wali Mahram


15 April 2010

Tanya : Kang, apakah semua wali nikah bisa menjadi


mahram? ( rai Neni SH. Bekasi)

Jawab : Didalam al-Quran sudah disebutkan secara rinci


siapa saja yang termasuk mahram. Sedangkan wali tidak
otomatis menjadikannya jadi mahram. Seperti ketika wali
hakim, maka tidak menjadikannya mahram.

Diantara Dua Pilihan


15 April 2010

Tanya : Ust. Saya bingung untuk menentukan diantara dua


pilhan yang menurut saya itu baik. Tapi bagaimana-pun harus
memilih. Bagaiman ust untuk mengatasi problem yang saya
hadapi? Trims ( Auf Ma’ruf Tangerang dan Firdausi Nuzula
Tg.Priok)

Jawab : Setiap insan yang hidup akan menghadapi masalah.


Bahkan setelah mati-pun akan menhadapi masalah. Tapi sebagai
seorang muslim tentu bukan lari dari masalah, sebab ketika kita

13
lari dari masalah maka akan timbul masalah baru yang mungkin
lebih rumit dari masalah yang kita hindari. Untuk masalah yang
akhi hadapi, dalam Islam ada satu cara yaitu dengan
melaksanakan shalat istikharah. Untuk lebih jelasnya coba akhi
baca dalam Kajian Utama No.10 tentang Shalat Nafilah
(sunnat). Mudah-mudahan Alloh memberi jalan keluar yang
lebih baik.

Prinsip Syariat Islam


15 April 2010

Tanya : Pak Ust Abu Alifa, saya seorang muallaf. Asal saya
dari Semarang, yang saya ingin tanyakan mengenai syariat
Islam. Sebenarnya prinsip syariat Islam yang sebenarnya seperti
apa? Sebab saya masih bingung dan tidak tahu mesti
menjalankan apa? Padahal katanya dalam Islam itu harus
melaksanakan seluruh apa yang disyariatkan. Tolong pak, apa
saya bisa melaksanakannya? (NTO Semarang)

Jawab : Alhamdulillah bapak (ibu), sudah mendapat


hidayah/petunjuk Alloh SWT. Memang benar sebagai seorang
muslim kita dituntut untuk melaksanakan syariat, baik itu yang
bersipat perintah, larangan ataupun anjuran. Akan tetapi Alloh
tidak akan membebani seseorang kecuali atas dasar kemampuan
yang ada pada hambaNya. Laksanakan sekemampuan bapak/ibu
yang sudah diketahui tentang syariat yang mesti dijalankan dan
ditinggalkan. Prinsip syariat Islam itu diantaranya tidak
memberatkan, sedikit beban, dan berangsur dalam penetapan
hukum. Tidak memberatkan artinya, seandainya bapak/ibu
belum bisa bacaan shalat, tetaplah shalat dengan bacaan yang
bisa seperti Allohu Akbar, Subhanalloh dst. Seandainya ibu
tidak mampu sambil berdiri shalatlah sambil duduk. Itu prinsip
Islam. Semoga bapak /ibu dapat menjalankan syariat dengan
sekemampuan, dan teruslah belajar pada orang yang mengerti

14
tentang Islam ditempat bapk/ibu tinggal. Bergaulah dengan
mereka!!

Istri Abu Alifa Shihab


14 April 2010

Tanya : Pak Ustdz Abu! Ustadz dalam beberapa tulisan ustd


sering mendukung dan membenarkan orang yang melakukan
poligami, yang saya tanyakan sebenarnya istri ustdz berapa?
Kalau satu kenapa membela orang yang poligami? (GD
Sulawesi)

Jawab : Beristri lebih dari satu (poligami) tidak melanggar


syariat, bahkan menjalankan syariat yaitu nikahnya. Bukankah
nikah itu syariat Islam? Kalau ada orang yang siap dan mampu
untuk melaksanakannya kenapa kita mesti menyalahkan, dia
tidak melakukan dosa. Yang mesti kita salahkan justru orang
yang berbuat kemaksyiatan (baca zina). Ana tentu akan
membela orang yang tidak bersalah. Poligami tidak melakukan
kesalahan dan tidak pula berdosa. Justru ana menyalahkan orang
yang membela bahkan mendukung perzinahan. Sekalipun ana
baru satu istri!!

Kuburan Nabi Haidir as


14 April 2010

Tanya : Pak Kyai, sebenarnya dimana kuburan Nabi Haidir


as? Apakah beliau masih hidup? (FA. Yogyakarta)

Jawab : Tidak semua Nabi disebutkan nama-namanya dalam


al-Qur’an. Sebab Nabi itu puluhan ribu, apalagi untuk
menyebutkan dimana kuburannya. Nabi Muhammad SAW tidak
disebutkan dalam al-Quran dimana kuburannya. Yang harus kita

15
yakini dan imani adalah justru mereka itu (semua Nabi) telah
meninggal. Mengenai dimana dikuburnya itu bukan bagian dari
iman, tapi bagian dari kewajiban yang hidup pada masanya
untuk menguburkan.

Bersunnat
14 April 2010

Tanya : Pak Ust. Apakah benar bersunnat itu merupakan


millah Nabi Ibrahim As. Sebab katanya beliaulah manusia yang
pertama kali disunnat ! (Herman Sukabumi)

Jawab : Berdasarkan riwayat Imam Bukhary, Nabi yang


pertama diperintahkan bersunnat adalah Nabi Ibrahim As. Oleh
karena itu disebut millah (ajaran) Nabi Ibrahim. Bahkan ketika
mendapat perintah tersebut dalam riwayat yang sama, umur
beliau saat itu sudah 80 tahun.

Shalat Sunnat Ba’diyah Jum’at


14 April 2010

Tanya : Pak Ustadz Abu, sebenarnya shalat sunat setelah


jum’at itu berapa rakaat? Sebab di tempat kami ada yang
shalatnya empat rakaat! syukran. (HD.Bintaro)

Jawab : Shalat ba’diyah (setelah) jum’at bisa dilakukan 4


rakaat maupun 2 rakaat. Hadits yang menerangkan empat rakaat
dan dua rakaat shahih. Bisa dilaksanakan dimasjid atau dirumah.

Makna Adil
14 April 2010

16
Tanya : Ustadz Abu, ada yang mengatakan bahwa adil itu
sulit untuk dilakukan. Contohnya suami yang punya istri lebih
dari satu, tidak mungkin bisa berlaku adil. Sebenarnya apa
batasan adil itu? Apa mesti sama atau bagaimana? (Muh.Guntur
NTB)

Jawab : Tidaklah mungkin Alloh SWT menyuruh


hambanya tanpa batas kemampuan yang ada pada hambaNya
itu. Bukan sulit untuk berbuat dan berlaku adil, melainkan
manusia itu sendiri yang tidak mau berlaku adil. Tidak sedikit
hamba Allah yang dalam catatan sejarah-Nya sangat gemilang
karena adilnya itu. Baik itu sebagai pemimpin dirumah seperti
suami atau dimasyarakat. Contoh Nabi Muhammad SAW.
Hanya saja hambanya sering salah menilai dalam masalah adil
ini. Dan salah satunya adalah perasaan. Ketika seorang hakim
menjatuhkan hukuman kepada seseorang, maka anggota
keluarga korban sering ada lontaran "hakim tepat dan adil". Tapi
bagi keluarga yang mendapat hukuman berkata "hakim ini tidak
adil". Adil tidak identik dengan sama rata. Alloh Maha Adil,
tapi dalam al-Quran tentang warits, Alloh menentukanseperti
laki-laki 2 bagian dari wanita. Disinilah yang perlu kita fahami
Maha Adilnya Alloh. Kalau adil diartikan sama bagaimana
jadinya ketika suami mempunyai 2 istri. Yang satu anaknya 4,
sedangkan yang satu lagi blm punya anak. Apakah mesti sama
rata saat memberi nafkah? Oleh karena itu ada yang
memberikan batasan bahwa adil itu "menempatkan sesuatu
pada tempatnya". Sekalipun sepatu mahal tapi kita pakai
dibawah (kaki) itu adil, karena topi murah kemudian kita pakai
dikaki, itu berarti kita tidak adil.

Ijab Qabul Dalam Pernikahan


14 April 2010

Tanya : Ustadz, apa yang dinamakan ijab qabul dalam


pernikahan itu? Trims... (Hadi Cilacap)

17
Jawab : Ijab adalah satu pernyataan dari orang tua/wali calon
mempelai wanita yang menyatakan "Mas Hadi, bapak
nikahkan/kawinkan putri bapak bernama ....binti.... untuk anda,
dengan maskawin....." , sedangkan qabul adalah pernyataan
penerimaan dari mas Hadi dengan kalimat "Saya terima
nikah/kawinya putri bapak bernama....binti... dst".

Wahabi atau Salafi


14 April 2010

Tanya : Maaf pa kyai, ana mau bertanya soal pengikut.


Apakah pak kyai ini berfaham dan pengikut wahabi atau salafi?
(DD. 0813258xxxxx)

Jawab : Ana berfaham terhadap al-Qur’an dan al-Sunnah.


Dan pengikut Rasulullah SAW.

Zakat Propesi
14 April 2010

Tanya : Pak Ustadz, saya bekerja disebuah perusahaan. Dan


alhamdulillah posisi saya cukup lumayan . Yang ingin saya
tanyakan berapa zakat yang mesti dikeluarkan dari propesi saya
ini? Trims... (Nurdin Karawang)

Jawab : Zakat propesi merupakan istilah baru dalam kajian


fiqh. Ada yang berpendapat bahwa zakat propesi itu 2,5 %, ada
juga yang berpendapat bahwa tidak ada zakat propesi, sebab
dizaman Nabi-pun propesi sudah banyak, tapi mereka tidak
dikenakan wajib zakat. Pendapat yang kedua ini mewajibkan
dari hasil propesi ini infaq wajib paling sedikit 2,5 %.
Sebenarnya apapun bentuk namanya, apakah zakat propesi atau
infaq wajib, bagi kita adalah mengeluarkan dari pengahasilan
kita 2,5%.

18
Ingin Menjadi Da’i
13 April 2010

Tanya : Pak ustadz, ana kepengen jadi da’i untuk


menyebarluaskan ilmu yang ana miliki, tetapi yang jadi problem
ana ga bisa khutbah. Bagaimana cara mengatasinya? Apakah
ana berdosa jika tidak menyampaikan ilmu yg ana miliki kepada
ummat? Tolong pak ustadz.... (Adib Cisalak)

Jawab : Dakwah merupakan kewajiban kita semua sebagai


muslim. Dan semua orang harus siap dan mampu untuk
menyampaikan ilmu kepada yang lain. Hanya persoalannya
banyak orang yang memahami dakwah itu secara sempit!
Dakwah sering diartikan khutbah, padahal khutbah itu
merupakan bagian kecil dari dakwah. Jadi antum jangan merasa
terganjal dengan tidak bisanya khutbah, menjadi tidak bisa
dakwah. Dakwah itu luas cakupannya. Bisa melalui tulisan,
tindakan dll. Bahkan dakwah yang paling efektif adalah dakwah
dengan perbuatan. Sebagai salah satu contoh saja, antum
umpamanya ingin memasyarakatkan ucapan salam kepada
keluarga/anak2 dan masyarakat. Maka dakwah yang efektif
adalah dengan cara antum membiasakan diri saat bertemu anak
dengan ucapan itu. Itu juga dakwah! Mengenai khutbah bukan
berari tidak perlu bisa, biasakan latihan baik sendiri atau
menjadi MC terlebih dahulu. Semoga Antum menjadi Da’i yang
handal...!

Ciri Istri Shalihah


13 April 2010

Tanya : Ust. Saya baru menikah satu bulan yang lalu.


Suami baik sama saya dan perhatian sekali. Pak.Ust.tolong

19
gimana caranya untuk menjadi istri yang shalihat dan
menyenangkan suami. (ukhti fillah 0888845xxxx)

Jawab : Ana ikut berbahagia karena ukhti telah menemukan


pasangan yang menurut ukhti sangat baik. Rasulullah
menjelaskan bahwa diantara ciri istri yang shalihat itu adalah :
Jika diperintah oleh suami ia ta’at (kecuali perintah untuk
maksyiat), jika dipandangnya membuat suami senang, dan jika
ditinggalkan suami ia mampu menjaga kehormatan dirinya dan
suaminya.

Undangan Nikah Pakai Fhoto Berdua


13 April 2010

Tanya : Sebelumnya saya minta maaf telah mengirim


pertanyaan lewat SMS. Pak ust. saya sebentar lagi mau nikah.
Saya bermaksud membuat undangan pake fhoto bersama dengan
calon suami saya, tapi fhoto tersebut sebenarnya terpisah, hanya
didesain seolah sedang bergandengan. Apakah hal itu
dibolehkan? ( Hani Tangerang 0813654xxxx)

Jawab : Alhamdulillah ukhti akan mengikuti jejak Rasul


SAW yaitu ibadah nikah. Semoga segala sesuatunya diberikan
kemudahan dan kelancaran. Pada dasarnya bikin surat undangan
itu mubah (boleh), apalagi untuk sebuah prosesi ibadah. Tentu
saja ukhti punya keyakinan bahwa berduaan yang bukan
muhrim dilarang dalam Islam. Terbukti ukhti tidak mau fhoto
berdua, tetapi fhoto masing-masing dan didesain seolah lagi
berduaan. Akan tetapi hal ini-pun akan mengundang fitnah bagi
yang menerima undangan. Maka karena itu kita harus menjaga
jangan sampai timbul fitnah itu. Akan lebih baik nanti ukhti
bergandengan yang hak dan benar-benar bergandengan setelah
akad nikah. Hal ini untuk tidak menimbulkan buruk sangka
terhadap ukhti sendiri.

20
Adzan Saat Menguburkan
13 April 2010

Tanya : Pak Kyai, ditempat saya ada yang membid’ahkan


adzan pada saat menguburkan, dengan alasan tidak ada dalil
yang menerangkan hal itu dan tidak dicontohkan. Bukankah
adzan itu panggilan yang baik? Apakah Nabi pernah melarang
adzan saat menguburkan? (Hamba Alloh 08132434xxxxx)

Jawab : Dalam hal menentukan baik buruknya suatu


ibadah bukan ditentukan oleh perasaan, juga bukan ditentukan
dengan tidak ada larangannya dari Nabi. Sebab kalau demikian
maka seluruh ibadah bisa kacau dengan pandangan dianggap
baik dan tidak ada yang melarang. Shalat shubuh umpamanya,
kita tidak akan menemukan larangan shalat shubuh 6 atau 4 atau
8 rakaat, bahkan akal akan menganggap baik karena banyaknya
rakaat, tapi kita tidak berani menambahnya karena Nabi
mencontohkan shalat shubuh 2 rakaat. Begitu juga dengan adzan
saat menguburkan, pasti tidak akan ditemukan larangan dari
Nabi, yang ada adalah contoh Nabi ketika menguburkan itu
tidak mengumandangkan adzan.

Makanan Yang Jelek


13 April 2010

Tanya : Saat ustadz mengisi khutbah nikah di Meruya,


dari tempat saya tinggal mendengar ustadz mengatakan bahwa
sejelk-jeleknya makanan adalah makanan di walimah (waktu
resepsi). Sebenarnya apa yang dimaksud oleh ustz, apa kita
tidak boleh bikin makanan atau bagaimana? (0815245xxx)

Jawab : Benar itu apa yang disabdakan oleh Nabi SAW.,


hanya bapak/ibu (karena dari kejauhan) tidak seutuhnya
mendengarkan kelanjutan dari Sabda Nabi tersebut. Yang
dimaksud sejelek makanan walimah karena kata Nabi banyak

21
orang yang diundang untuk makan padahal ia tidak
memerlukannya, sedangkan orang yang susah/perlu makan tidak
di undangnya untuk makan. Jadi yang di undang hanya orang-
orang kaya saja.

Bagian Anak Perempuan


13 April 2010

Tanya : Maaf pak ustadz, saya ibu Rahma mau


bertanya : Begini, suami saya meninggal. Suami saya masih
punya ibu, kemudian 3 anak perempuan dan saya (istri) serta
cucu laki-laki dari anak laki2 yang meninggal terlebih dahulu, ia
juga mempunyai saudara kandung 2orang, laki-laki dan
perempuan. Yang ingin saya tanyakan berapa bagian 3 anak
perempuan saya? Dan apakah cucu saya mendapat bagian?
Mohon penjelasannya! (Banten)

Jawab : Untuk ibu mendapat 1/6, untuk 3 anak perempuan


mendapat 2/3, untuk cucu laki-laki mendapat ashabah (sisa),
untuk istri mendapat 1/8 sedangkan untuk 2 saudara kandung
terhalang (tidak mendapat bagian). Bagian-bagian tersebut dari
seluruh harta pusaka (peninggalan) yang ditinggalkan suami ibu.

Televisi Haram
12 April 2010

Tanya : Pak Ust. ditempat saya ada kyai yang


mengharamkan televisi, dengan alasan hampir semua acaranya
merusak akhlak. Bagaimana pandangan pak ustadz? (Rizki
Palembang)

Jawab : Mungkin Haram yang dimaksud pak kyai itu


nonton yang akan merusak akhlak, maupun aqidah. bukan

22
mengharamkan televisinya. Karena pada dasarnya televisi itu
sama dengan barang yang lain seperti golok umpamanya.
Karena ada yang membunuh dengan golok, apa lantas kita
mengharamkan goloknya? Tentu tidak, sebab golok juga bisa
memberi kita manfaat. Yang haram itu membunuhnya. Begitu
juga televisi, tentu yang dimaksud pak kyai (mudah2an) adalah
nonton yang diharamkan.

Arti Agama
12 April 2010

Tanya : Jelaskan definisi AGAMA ! Benarkah sejak alam


arwah semua manusia telah mngekui adanya Allah SWT ?
Jelaskan pendapatmu dan sertakan bukti kejadian dalam
kehidupan nyata, bahwa manusia itu sesungguhnya mengakui
adanya Allah SWT!

Jawab : Agama tidak sama dengan Ad-Dien. Sekalipun


kalimat dien sering diartikan dengan agama. Agama terambil
dari bahasa sansakerta yang berari "tidak berantakan/kacau".
Sedang Dien (al-Islam) merupakan ajaran yang berisi tentang
syariat yang mesti dijalankan. Oleh karena itu sewaktu Nabi
Muhammad di tanya oleh malaikat Jibril : Apa Islam itu? Beliau
menjawab Antasyhada..... (yaitu yang sering kita sebut rukun
Islam), sebab syariat yang mesti dijalankan, sekalipun itu
merupakan asas dalam dien Islam. Maka dari itu Imam Ar-
raghib al asfahani dalam kitabnya "..fi gharibi al-Quran"
menjelasan bahwa ad-Dien (yang sering diartikan agama itu)
Agama diperuntukan bagi ta’at dan pahala, dan untuk menamai
syariat dan digunakan pula untuk menunjukkan rasa tunduk dan
patuh menurut perintah syariat. Mengenai sejak alam rahim kita
sudah dipersaksikan terlebih dahulu oleh Alloh "alastu
birabbikum? Ruh kita menjawab : balaa syahidna (lihat Al-
A’raf). Sesungguhnya akal sehatpun akan mengatakan bahwa
apa-apa yang kita saksikan bukan kebetulan tapi ada yang maha

23
kuasa, itulah Alloh. Dalam al-Quran Alloh menjelaskan
"Seandainya kamu (Muhammad) bnertanya kepada mereka
(yang kafir) siapakah yang telah menjadikan langit dan bumi...
pasti mereka akan jawab "Alloh".

Zakat Tijarah
12 April 2010

Tanya : Pak Kyai, saya seorang pedagang di Tangerang.


Berapa zakat yang harus saya keluarkan? Apakah zakat saya itu
dari seluruh keuntungan atau pokok yang saya belanjakan, atau
bagaimana. Mohon penjelasannya! Trims (081323116xxx)

Jawab : Zakat perdagangan (tijarah) adalah 2,5%. Zakat


yang anda keluarkan adalah dari setiap harta pokok yang anda
belanjakan dan yang laku terjual. Artinya setiap anda belanja
dan terjual maka dari pokok harta yang terjual zakat anda
keluarkan 2,5 %. Sementara keuntungan adalah miik anda,
kecuali anda bershadaqah atau berinfaq.

Ampunan Alloh SWT


12 April 2010

Tanya : Ust. ana merasa berdosa telah melakukan sesuatu


yang dilarang oleh Alloh yang menurut saya itu dosa besar.
Apakah dosa yang saya lakukan bisa terhapus ?

Jawab : Merasa berdosa itu merupakan suatu kesadaran dan


baik, dari pada tidak merasa berdosa. Kalau orang tidak merasa
berdosa jangan harapkan ia bertaubat, sebab orang yang
bertaubat adalah mereka yang sadar dan menyadari akan
kekeliruan dan kesalahan yang ia perbuat. Alloh maha

24
pengampun! Apapun dosa hambanya yang dilakukan, asalkan
benar-benar bertaubat insya Alloh akan diampuni.

Arti Kufur
10 April 2010

Tanya : Pak ustadz, apa perbedaan dari arti kufur nikmat


dengan kufur kepada Allah SWT

Jawab : Asal makna kufur adalah menutupi, oleh karena


itu bahasa arabnya petani adalah kuffar sebab suka menutupi
benih dengan tanah atau suka membalikan tanah. Kufur nikmat
artinya menutupi nikmat yang telah Allah berikan, sehingga
merasa ia tidak diberi nikmat oleh Alloh atau bisa jadi bahwa
yang ia terima hanya dari usahanya sendiri tanpa bantuan dari
Alloh SWT. Sedangkan kufur kepada Allah adalah menutupi
sesuatu yang hak dari Allah. Orang yang menutupi yang
hak/benar belum tentu ia tidak mengetahui yang hak. Iblis
umpamanya, ia dikelompokkan kedalam golongan kafir bukan
tidak tahu yang hak, tapi iblis menutupi hak (perintah) dari
Allah.

Hukum Shalat Berjamaah


10 April 2010

Tanya : Pak ustadz, bagaimana hukum shalat berjamaah?


Dan berapa orang kita harus berjamaah?

Jawab : Sebagaian ada yang menganggap shalat berjamaah


itu wajib, seperti pendapat Syeikh Ustaimin, tetapi jumhur
ulama memandang bahwa shalat berjamaah itu sunnat
muakadah (sunat yang mendapat penekanan dari Nabi SAW
supaya dilakukan). Shalat berjamaah minimal dua orang!

25
Bagian Isteri
10 April 2010

Tanya : Ust. Jika suami meninggal dan mempunyai dua orang


istri dan 6 anak laki2 dan 2 anak perempuan berapa bagian
masing-masing isteri?

Jawab : Untuk isteri baik seorang, dua orang atau lebih


mendapat 1/8 . Artinya 1/8 itu untuk berserikat. Karena yang
ananda tanyakan ada 2 orang isteri, maka 1/8 itu untuk 2 orang
isteri, bukan masing-masing mendapat 1/8. Sedangkan untuk
anak adalah ashabah (sisa). Dengan ketentuan anak laki-laki 2
bagian anak perempuan.

Hukum Anak Angkat


02 April 2010

Tanya : Apakah status anak angkat dalam Islam mendapatkan


warits dari orang tua angkatnya

Jawab : Dalam Islam status anak angkat tidak menjadikannya


menjadi anak kandung, sekalipun mempunyai sertifikat.

Pada zaman Nabi SAW. Shahabat yang bernama Zaid pernah


mendapat julukan Zaid bin Muhammad, karena diurus oleh
Nabi. Akan tetapi Alloh memberikan satu status bahwa Nabi
bukanlah ayahnya dia... Dan dalam warits-pun demikian tidak
terjadi warits mewarisi antara anak dan orang tua angkat. serta
statusnya jika sudah dewasa ghair muhrim

Nikah Tanpa Catatan

26
02 April 2010

Tanya : Bagaimana hukumnya nikah tanpa catatan di KUA

Jawab : Yang menyebabkan sah tidaknya suatu ibadah adalah


syariat. Nikah dalam hal ini apabila sudah terpenuhi syarat dan
rukunnya, maka secara hukum dinyatakan sah. Adapun
mengenai tercatat tidaknya di KUA itu urusan lain. Menurut ahli
fiqih (dan berdasalkan dalil), syarat sah nikah itu antara lain.

1. Adanya kedua mempelai

2. Adanya wali nikah

3. Adanya 2 orang saksi

4. Adanya ijab qabul

5. Adanya Mahar dari suami ( ini masih ada yang perpendapat


bahwa mahar itu tidak mesti tunai)

Doa Ketika Melempar Jumrah


29 April 2010

Tanya : Ass..., Pak Ustadz Abu Alifa yang saya hormati, nama
saya Ibu Marzuki yang insya Alloh tahun ini akan berangkat haji
bersama suami. Yang ingin saya tanyakan, pertama : Apa
bacaan saat Ust. melempar Jumrah di MIna? Kedua, apa hukum
mabit di Muzdalifah? Bolehkah saya tahalul/menggunting
rambut oleh orang lain? Trims. Bogor

Jawab : Waalaikum salam, alhamdulillah ibu dan bapak mau


melaksanakan ibadah haji, semoga segala sesuatunya Alloh
SWT memberikan kemudahan. Perlu ibu ketahui bahwa saya
belum ditakdirkan Alloh SWT bisa berangkat ke tanah suci,
sekalipun niat sudah dari dulu. Namun secara ilmu yang saya

27
miliki pertanyaan dari ibu insya Alloh saya jawab. Untuk yang
pertama, ketika kita melempar jumrah, baik itu Jumrah al-ula,
jumrah al-wustha maupun jumrah al-aqabah, setiap kita
melempar dengan batu (kerikil) diiringi dengan ucapan takbir.
Sedangkan untuk mabit di Muzdalifah, tentu saja kita harus
mencontoh Rasululloh SAW bagimana beliau haji. Dan beliau
mabit (bermalam) di Muzdalifah, maka kewajiban kita adalah
mengikuti apa yang dicontohkan Nabi SAW. Sabda Nabi SAW
Ambillah dari-Ku manasik (cara ibadah haji) kamu! Dan
mengenai tahallul ibu boleh menggunting rambut oleh orang
lain, akan tetapi sama-sama perempuan.

Hukum Mengadzani Bayi Yang Baru Lahir


29 April 2010

Tanya : Pak Ustadz, apakah ada haditsnya bahwa bayi yang


baru lahir itu harus diadzan-in? Triyo 0813654xxxx

Jawab : Memang benar ada hadits yang menerangkan bahwa


ketika bayi baru lahir diadzanin, hanya saja hadits tersebut tidak
kuat atau dhaif (lemah), dan tidak bisa dipakai hujjah.

Jama Taqdim Di tempat (Mukim)


30 April 2010

Tanya : Pak Ustadz, Saya mau berangkat keluar kota saat


dhuhur, bolehkah saya menjama’ shalat Ashar ke dhuhur pada
saat saya masih dirumah/tempat saya ? H.Ir.Priyadi Sumardja.
Kebon Jeruk Jak-Bar

Jawab : Menjama atau mengqasar shalat adalah manakala


kita dalam perjalanan, kecuali jama’ takhir. Untuk kasus yang
pak Haji alami, maka shalat dhuhur lalu berangkat. Tapi apabila

28
datang dari luar kota kebetulan datangnya waktu Ashar
dimukim, maka hal ini boleh dijama (ta’khir). Jadi tidak ada
jama’ takdim untuk mukim!

Iqamah Satu Kali Takbir


30 April 2010

Tanya : Ass...Pak Ustadz, apa benar ada haditsnya bahwa


takbir dalam iqamah itu satu kali? Ridwan 08887xxxx

Jawab : Waalaikum salam, Adzan dan iqamah merupakan satu


paket dalam satu mimpi. Dalam mimpi tersebut diajarkan adzan
dan sekaligus iqamah. Adapun yang ditakdirkan mimpi adzan
adalah shahabat Abdullah bin Zaid dan Umar Ibnu al-Khathab.
Lafadz iqamah dalam mimpi tersebut " allohu akbar 2x dst..."
Adapun yang takbir dalam iqamat hanya satu kali takbir
diantaranya berdasarkan hadits bahwa "Bilal diperintahkan
untuk menggenapkan adzan dan mengganjilkan iqamah....."

Terkena Najis Membatalkan Wudhu


29 April 2010

Tanya : Pak Ustadz Abu yang saya hormati, apakah terkena


najis itu membatalkan wudhu? Aditya Bekasi Barat

Jawab : Terkena najis tidak harus berwudhu tetapi harus


dibersihkan, dan tidak ada kaitannya dengan membatalkan
wudhu. Jadi jika terkena najis setelah berwudhu, maka
bersihkan yang kena najis itu.

Wanita Ikut Shalat Berjamaah di Masjid

29
07 Mei 2010

Tanya : Ass..., pak ustadz, apakah wanita diperbolehkan shalat


berjamaah shalat lima waktu di masjid? Mustafa Tangerang

Jawab : Waalaikum salam, Nabi saw. pernah bersabda :


Janganlah kalian melarang para wanita untuk ikut shalat
(berjamaah) di masjid, (tetapi) bagi mereka (wanita) di rumah
lebih baik.

Menghadiahkan Pahala Untuk Orang Tua


07 Mei 2010

Tanya : Ass.., pak Ustadz saya berinfaq dan bershadaqah tapi


niat saya pahalanya untuk kedua orang tua. Apakah diperboleh
saya menghadiahkan pahala dan apakah pahalanya bisa sampai
kepada orang tua saya? Iffan Lebak Bulus Tangerang.

Jawab : Waalaikum salam, Kalau pahala dari keshalihan anak


insya Alloh akan terus mengalir pahalanya. Tetapi kalau yang
dimaksud oper pahala kepada orang lain termasuk orang tua
tidak ada keterangan yang pernah Rasul ajarkan. Kalau pahala
bisa dipindahkan artinya dosa juga bisa dipindahkan kepada
yang lain, karena sama-sama amal. Kalau dosa tidak bisa dioper
kepada orang lain, begitu-pu pahala.

Musafir Tidak Jum’at


07 Mei 2010

Tanya : Ass..., pak Ustasdz apakah boleh saya tidak


melaksanakan jum’at dalam perjalanan? Aqil Tangerang

Jawab : Wa’alaikum salam, ada beberapa golongan yang


diperbolehkan tidak jum’at, (yaitu) ; hamba sahaya, perempuan,

30
anak-anak dan yang sakit (HR.Abi Dawud dari Thariq bin
Syihab), sedangkan untuk musafir (dalam perjalanan)
diantaranya ada hadits yang menerangkan Ibnu Umar pernah
menjenguk Said bin Amr bin Nufel (orang Badar) pada hari
jumat. Dan Ibnu Umar tidak melaksanakan jum’at
(HR.Bukhary). Jadi bagi yang musafir boleh tidak
melaksanakan jumat.

Menjadi Penceramah
05 Mei 2010

Tanya : Ass, Pak Ust, apa saja yang harus diperhatikan ktika
kita menjadi penceramah?? www. trmksh. 08529494xxx

Jawab : Wa’alaikum salam, ada beberapa hal yang harus kita


perhatikan, paling tidak pertama masalah da’inya, yaitu
penyampai atau penceramah, baik itu penampilan maupun yang
ada kaitannya dengan penceramah. kedua masalah materi
dakwah, artinya kita juga harus memperhatikan materi apa yang
aktual atau paling tidak yang paling pas untuk mad’u (yang di
beri ceramah). ketiga ma’udnya, maksudnya berhadapan dengan
siapa kita itu, tetapi bukan berarti kita membedakan dalam
pengertian perhatian akan tetapi lebih kepada bahasa apa yang
lebih bisa difahami untuk kalangan mad’unya (yang
diceramahi).

Tambahan Sayyidina Saat Menyebut Rasul SAW


01 Mei 2010

Tanya : Pak Ustadz, ada yang mengatakan bahwa kalau tidak


menyebut lafadz sayyidina ketika menyebut Nabi Muhammad
SAW, maka kita dianggap sombong? Apa betul pak Ustadz?
Trims. Agus Jelambar

31
Jawab : Kalau itu benar, maka selama ini orang yang
mengumandangkan adzan adalah orang yang sombong! Sebab
belum terdengar lafadz sayyidina ketika menyebut lafadz
Muhammad dalam adzan. Oleh karena itu apabila dianggap baik
kenapa dalam adzan tidak dilakukan? Lafadz adzan ataupun
shalawat bukan dari kita tapi dari Nabi SAW dan berdasarkan
perintah Alloh SWT. Kalaupun itu dianggap baik maka tentu
para shahabat yang lebih dulu melakukannya!

Shalat Menyendiri di Belakang Shaf


01 Mei 2010

Tanya : Ass.., pak Ustadz Abu, apakah benar bahwa ketika


kita shalat berjamaah tidak boleh (tidak sah) kita shalat
menyendiri dibelakang barisan, karena sudah penuh? Mustofa
Tangerang

Jawab : Waalaikum salam, dalam melaksankan shalat


berjamaah ada aturan yang harus kita perhatikan. Dari mulai
siapa yang berhak jadi Imam ataupun dalam hal lainnya,
termasuk dalam pengaturan barisan (shaf). Untuk yang bapak
tanyakan, memang benar tidak sah, sebab pernah terjadi pada
masa Nabi SAW. Ada seorang shahabat yang menyendiri dalam
shalat berjamaah, maka oleh Nabi SAW disuruh mengulangi
shalatnya. Oleh karena itu apabila shaf didepan sudah penuh dan
hanya ada seorang yang berdiri dibelakang, maka seorang yang
didepan mundur.

Makna Ma’ruf dan Khair


30 April 2010

Tanya : Ass..., pak Ust. dalam al-Quran ada kalimat yad’una


ilal-khair...kemudian..ya’muruuna bil-ma’ruf...dst, kenapa al-

32
khair pake yad’u dan al-ma’ruf ya’muru? Jamaah Masjid al-
Muthmainnah Puri Kembangan

Jawab : Waalaikum salam, ada perbedaan antara lafadz al-


khair dengan al-ma’ruf, sekalipun dua-duanya sering diartikan
kebaikan. Al-Khair adalah kebaikan yang tidak bisa semua
orang mengetahuinya bahkan menyetujuinya. Kebaikan ini
tertumpu pada penjelasan dalil. Islam adalah al-khair, karena
tidak semua manusia setuju dan mengerti tentang kebaikan
Islam. Dan Kebaikan Islam perlu penjelasan dan ilmu. Sedang
al-Ma’ruf adalah jenis kebaikan yang tanpa dalil-pun orang tahu
bahwa itu suatu kebaikan. Bahkan semua orang menyetujuinya.
Seperti berbuat baik kepada orang tua, atau memberi makan
yang kelaparan. Jangankan umat Islam, luar Islampun sadar
bahwa itu kebaikan. Oleh karena itu asal arti al-ma’ruf adalah
(sudah) dikenal atau sudah biasa dikenal. Karenanya adat
istiadat disebut al-’urf. Walhasil setelah mengenal al-khair maka
tinggal memerintah melaksankan, sehingga bisa jadi al-khair
menjadi al-ma’ruf disebabkan terbiasa dilaksanakan. Artinya
kepada jenis kebaikan yang tidak faham semua orang maka
yad’u, sementara kepada jenis kebaikan yang sudah dikenal
ya’muru.

Wasiat dan Membagikan Harta Pusaka


12 Mei 2010

Tanya : Pak Ustadz, apa benar sebelum membagikan waritsan


kita harus menunaikan wasiat yang meninggal terlebih dahulu?
Jamaah Masjid Al-Huda

Jawab : Ada beberapa ketentuan sebelum kita membagikan


harta waritsan. Dalam al-Quran dijelaskan yaitu, pertama
menunaikan wasuat yang meninggal. Dan ketentuan wasiat
(harta) tidak boleh lebih dari 1/3. Kedua,
menunaikan/membayar utang piutang terlebih dahulu, baik itu
utang piutang semasa hidupnya atau utang bekas pengurusan

33
jenazah. Kecuali ada pihak yang bertanggung jawab untuk
menyelesaikannya/melunasinya.

Khutbah Jumat dengan Bahasa Arab


12 Mei 2010

Tanya : Ass...pak ustdz, apakah benar khutbah jumat itu


harus dengan bahasa arab? Apakah boleh khutbah jumat dengan
bahasa yang lain? A. Khalid Lampung 0813817xxxxx

Jawab : Waalikum salam, tentu saja khutbah dengan bahasa


arab bagus dan benar bagi orang Arab atau yang mengerti
bahasa Arab. Khutbah dengan bahasa apapun dibolehkan
asalkan dimengerti oleh jamaah jumat.

Khutbah Nikah
12 Mei 2010

Tanya : Ass..Pak Ustadz Abu, apa hukumnya khutbah Nikah


dan kapan dilaksanakannya khutbah nikah itu? Lisma Ciamis
0815256xxx

Jawab : Waalaikum salam, khutbah nikah menurut para ahli


fiqh hukumnya sunnah. Dan dilaksanakan sebelum ijab qabul.

Menikah Dibulan Ramadhan


11 Mei 2010

Tanya : Assalamualaikum pak Ustadz, maaf saya mau nanya


masalah pernikahan. Pak Ustadz bolehkah menikah dibulan
Ramadhan? Ariny Depok 08139897xxx

34
Jawab : Waalaikum salam, nikah itu kaitannya dengan
"mampu" (istatha’a), jadi tidak ada hubungannya dengan hari
apa atau bulan apa, termasuk bulan Ramadhan. Memang ada
yang dilarang menikah bahkan menikahkan atau melamar yaitu
saat ibadah haji. Jadi tidak ada masalah nikah di bulan
Ramadhan ataupun dibulan-bulan yang lain.

Shalat Wajib Dua Kali


11 Mei 2010

Tanya : Ass..Pak Ustadz Abu Alifa yang saya hormati, apakah


dibolehkan setelah kita melaksanakan shalat wajib, kemudian
ada yang meminta diimami saya shalat kembali? RB
0811631xxx

Jawab : Waalaikum salam, perlu ibu ketahui bahwa hal inipun


pernah terjadi pada masa Nabi SAW. Saat itu ada seorang
shahabat yang baru datang kemasjid dan hendak melaksanakan
shalat wajib. Beliau bersabda ; Siapakah diantara kalian yang
berkeinginan untuk bershadaqah mengiringi ia shalat.
(al_hadits). Hal ini menunjukkan bahwa Nabi SAW
memberikan anjuran bagi siapa saja yang mau membantu
(shadaqah) orang lain supaya mendapatkan nilai keutamaan
shalat berjamaah. Bagi ibu yang mengiringi shalat (lagi) itu
pahala sunnat.

Mengerakkan Telunjuk Dalam Tasyahud


11 Mei 2010

Tanya : Ass..Pak Ustadz apakah ada hadistnya ketika


tasyahud jari telunjuknya digerak-gerakan? Wardoyo
(Banyumas)

35
Jawab : Waalaikum salam, baik yang menggerakkan atau yang
tidak menggerakkan telunjuknya ketika tasyahud ada
keterangannya (dalilnya). Bedanya hadits yang menggerakan
telunjuk, shahabat melihat langsung bagaimana Rasul SAW
menggerakkan (..."maka aku melihat Nabi menggerak-gerakan
telunjuknya sambil berdoa (tasyahud), sementara hadits yang
tidak menggerakkan telunjuknya hanya sebatas " ...keaadaan
Nabi tidak menggerakaan telunjuknya..."

Bulletin Jumat dan Iklan


11 Mei 2010

Tanya : Sekarang ini menjadi trend bulletin jum’at, sehingga


berlomba-lomba bikin bulletin, agar tetap eksis maka dilengkapi
dengan iklan. Apakah iklan termasuk hal yang mesti
ditinggalkan ketika diseru untuk jum’at? apakah iklan termasuk
hal yang dilarang dilakukan didalam mesjid?
helmifaza2@gmail.com

Jawab : Semestinya jangankan membaca iklannya, membaca


bulletin jumat-pun sebaiknya jangan saat prosesi ibadah jumat.
Sebab Nabi SAW juga menganjurkan dimulai dari mandi,
pakaian, shalat tahiyyatul masjid dan shalat menunggu imam
naik mimbar (intidhar). Bahkan Nabi SAW mengingatkan
bahwa dalam jumat itu ada saat (waktu) mustajab doa.
Kemudian juga mendengarkan khutbah sampai shalatnya.
Sebenarnya itu bukan iklan dimasjid, akan tetapi membaca iklan
dimasjid, sebab pasang iklannya bukan dimasjid tapi di Bulletin.

Membayar Pajak Dan Zakat


10 Mei 2010

36
Tanya : Ass...pak Ustadz, apakah boleh saya membayar pajak
dengan niat membayar zakat? IK Banten

Jawab : Waalaikum salam, pajak adalah kewajiban warga


negara sementara zakat kewajiban syariat. Zakat adalah harta
orang lain yang dititipkan kepada kita, sementara pajak adalah
harta kita yang dititipkan ke negara buat kepentingan kita
bersama (?)

Penyebutan Nama Alloh SWT


10 Mei 2010

Tanya : Ass. kang punten nyungkeun bahasan tentang kenapa


Allah tekadang menyebut dirinya di al qur`an dalam bentuk
mutakalim ma`al ghair (jama`) atau kami. hatur nuhun. rai Neni
Salamatul Hidayah (Bekasi)

Jawab : Waalaikum salam, Penggunaan kata "Kami" tidak


mesti berarti bahwa si-pembicara itu berbilang banyak.
Sebagaimana penggunaan kata "huwa" (dalam bahasa inggris:
"He") tidak mesti berarti bahwa yang ditunjuk dengan kata
tersebut berjenis jantan/laki-laki. Ungkapan "Kami" yang biasa
digunakan di dalam Al Quran adalah untuk mendeskripsikan
keagungan Allah ’azza wa jalla. Sedangkan kata "Aku"
digunakan untuk mendeskripsikan keesaan-Nya. Dengan begitu,
penggunaan masing-masing dari kedua kata tersebut, dilihat dari
konteks "sisi apa yang hendak dideskripsikan". Kalau
menggunakan kata "Aku" maka sisi keesaan Allah yang hendak
dideskripsikan. Sedangkan kalau menggunakan kata "Kami",
maka sisi keagungan-Nya yang hendak dideskripsikan. Kata
"Kami" juga dalam penyebutan biasanya digunakan karena
keterlibatan pihak lain/makhluk. seperti lafadz "Kami telah
menciptakan kamu..." ini ada keterlibatan mahkluk yaitu orang
tua. Kami telah menurunkan Al-Quran...dst

37
Menyusui Anak Harus Dua Tahun
10 Mei 2010

Tanya : Ass.., pak ustadz Abu Alifa yang saya hormati, apakah
benar bahwa menyusui anak itu mesti dua tahun? Trims Ibu HD
081187xxxx

Jawab : Waalaikum salam, sempurnanya memang dua tahun.


Tapi bukan berarti kurang dua tahun tidak boleh diberhentikan.
Disinilah sebenarnya letak keserasian dalam rumah tangga
khususnya tentang pengurusan anak. Kalau dua tahun sempurna
menyusui, maka paling tidak ia punya adik lagi sudah 3 tahun.
Tapi itu hikmah saja.

Syukuran Berangkat Haji


10 Mei 2010

Tanya : Ass...pak kyai, apakah ada tuntunannya ketika mau


melaksanakan haji syukuran dulu, diantaranya mengadakan
pengajian dan membagikan makanan? Lela R Ciledug
Tangerang

Jawab : Waalaikum salam, ketika kita diberi nikmat oleh


Alloh SWT tentu kita layak dan bahkan diperintahkan untuk
bersyukur. Mendapat panggilan untuk menunaikan ibadah haji
merupakan bentuk nikmat dari Alloh SWT, karena tidak semua
orang yang berkeinginan mampu untuk pergi melaksanakannya.
Adapun bentuk dari rasa syukur ada dengan ucapan seperti
melafazdkan kalimat alhamdulillah, ada dengan gerakan badan
seperti dengan melakukan sujud syukur ada juga agar semua
bisa menikmatinya dengan cara sebagian nikmatnya dibagikan
supaya semua dapat merasakannya. Dan ada pula dengan
mengadakan pengajian, supaya diingatkan bahwa hal tersebut
merupakan nikmat Alloh SWT. Jadi untuk senantiasa bersyukur
atas nikmat Alloh diperintahkan dalam al-Quran.

38
Mengucapkan Salam Saat Membaca Al-Quran
09 Mei 2010

Tanya : Pak Ustadz, apakah ada keterangannya ketika mau


membaca al-Quran mengucapkan salam? DR 088865xxx

Jawab : Mungkin salam yang qari (pembaca) al-Quran itu


ucapkan adalah salam liqa (karena baru bertemu). Karena
sepanjang pengetahuan saya, yang diperintahkan Alloh dalam
al-Quran saat mau membacanya adalah istiadah (memohon
perlindungan) dari godaan syaithan, Dalam hadist Nabi
mewncontohkan "audzu billahis samiil alim minas
sayoithonirrajim..."

Ikut Mengantar Jenazah Orang Kafir (non Muslim)


09 Mei 2010

Tanya : Assalamualaikum pak Ustadz, apakah boleh kita ikut


mengkafani dan menguburkan non muslim? A.Ghani Sawangan
Depok

Jawab : Waalaikum salam, yang dilarang adalah


mendoakannya, sementara mengkafani bahkan memberi kain
kafan tidak jadi masalah.

FB Banyak Manfaat Atau Madharat


09 Mei 2010

Tanya : Pak Ustadz Facebook banyak manfaatnya atau


Madharatnya? TS Ciganjur

39
Jawab : Tergantung pemanfaatanya, dan siapa yang
menggunakannya. Ya sama halnya dengan televisi maupun
benda elektronik lain.

Membaca Shalawat Setelah Adzan


09 Mei 2010

Tanya : Pak Ustadz Abu Alifa Shihab yang saya hormati,


apakah ada dalilnya setelah adzan atau mendengar adzan
membaca shalawat? DE 085276xxxx

Jawab : Benar ada, tapi harus diingat shalawat yang dimaksud


adalah shalaway yang diajarkan Nabi SAW. Dalam satu
keterangan "siapa yang adzan kemudian shalawat atas-Ku satu
shalawat, maka dikali lipat pahalanya menjadi sepuluh...lalu
mintalah al-Wasilah buatku (yang dimaksud al-Washilah adalah
doa setelah adzan karena di situ ada kalimat aaty muhammadan
al-washilah...dst),sebab itu merupakan tempat yang tinggi di
surga dan Aku ingin yang menmpatinya...(Al-Hadits)

Melafadzkan "Alloh" Saat Membaca Al-Quran


09 Mei 2010

Tanya : Ass..., pak Ustadz ditempat kami ketika ada orang


yang membaca Al-Quran (qari), setiap satu ayat yang dibaca,
sering mengucapkan kalimat Alloh terutama yang
mendengarkan. Apakah ada contohnya ? Trims Jamaah Al-
Huda Jelambar Baru

Jawab : Waalaikum salam, mudah-mudahan mereka yang


melafazdkan Alloh memang ada dalilnya. Tetapi sepengetahuan
saya, belum mendapatkan keterangan yang memerintahkan
ataupun menganjurkan hal tersebut. Bahkan saya mendapatkan

40
dalil dalam Al-Quran bahwa " apabila dibacakan (ayat-ayat) al-
quran, maka diamlah dan dengarkanlah bacaannya (semoga)
kamu mendapat rahmat..."

Mengingatkan Imam Dengan Tepuk Tangan


08 Mei 2010

Tanya : Ass.., pak kyai sebelumnya saya minta maaf , yang


ingin saya tanyakan mengapa dalam shalat ketika mengingatkan
Imam, bagi wanita tidak dengan lafadz subhanalloh akan tetapi
dengan tepuk tangan? 081367xxx Ibu Nabila Cibinong Bogor

Jawab : Waalaikum salam, saya belum menemukan dalilnya


mengapa wanita dengan tepuk tangan saat mengingatkan Imam,
sebagaimana saya juga belum menemukan alasan mengapa laki-
laki dengan lafadz subhanalloh. Artinya kalau semua ibadah
ditanya kenapa, maka jawabannya bukan berdasarkan dalil
melainkan dalih! Sama halnya mengapa shalat dhuhur empat
rakaat, dan mengapa shalat shubuh dua rakaat. Atau mengapa
yang salah dibelakang (keluar angin) tapi yang dibasuh
mukanya? Karenanya dalam ibadah bukan mencari
mengapanya, akan tetapi dituntut ketaatannya. Karena inti
ibadah adalah taat. Sekalipun yang ibu tanyakan ada yang
berdalih bahwa jika wanita mengingatkan Imamnya dengan
suara, dikhawatirkan akan mengganggu konsentrasi semua yang
shalat (terutama laki-laki). Namun demikian ini bukan dalil akan
tetapi baru sebatas pemikiran.

Dalil Tentang Haram Rokok


07 Mei 2010

41
Tanya : Bismillah...Ustadz, saya mau tanya, Dalil
Muhammadiyah ttg haram merokok Quran surat apa ayat brp?
mhn jawabnya Ustadz. Tks Abd al Ghani Al-Huda Kl.Anyar

Jawab : Seharusnya bapak akan lebih afdhal jika langsung


ditanyakan ke Majlis Tarjih Muhammadiyah... tapi, saya
kutifkan saja alasan Tarjih Muhammadiyah anatara lain ....

Lima tahun lalu, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah


masih memfatwakan rokok mubah. Namun fatwa itu tahun ini
diubah menjadi haram. Kontroversi pun bermunculan.

Kenapa Muhammadiyah mengubahnya? Betulkah karena


terkait bantuan dari luar negeri yang diterima organisasi ini?

Dalam situsnya, Majelis Tarjih dan Tajdid memiliki alasan


kenapa Muhammadiyah kini memfatwakan rokok haram. Dalam
tanya jawab soal fatwa rokok haram, dijelaskan tahun 2005
lalu, Majelis Tarjih dan Tajdid belum memiliki cukup data dan
informasi yang bisa disampaikan kepada para perumus fatwa.
“Dan setelah dilakukan kembali beberapa kajian dengan
mengundang para ahli kesehatan, demografi dan sosiolog,
maka Majelis Tarjih dan Tajdid mengubah fatwa merokok
mubah menjadi haram,” demikian penjelasan Majlis Tarjih dan
Tajdid.

Dengan dikeluarkannya fatwa baru ini, maka fatwa sebelumnya


tentang merokok adalah mubah dinyatakan tidak berlaku.
Dijelaskan, rokok ditengarai sebagai produk berbahaya dan
adiktif serta mengandung 4.000 zat kimia, di mana 69 di
antaranya adalah karsinogenik (pencetus kanker). Beberapa zat
berbahaya di dalam rokok tersebut di antaranya tar, sianida,
arsen, formalin, karbonmonoksida, dan nitrosamin. Dijelaskan
juga, para perokok memiliki kemungkinan lebih besar untuk
terkena penyakit serius seperti kanker paru-paru daripada
bukan perokok. Tidak ada rokok yang “aman”.

Direktur Jenderal WHO, Dr. Margareth Chan, melaporkan


bahwa epidemi tembakau telah membunuh 5,4 juta orang

42
pertahun lantaran kanker paru dan penyakit jantung serta
penyakit lain yang diakibatkan oleh merokok. Itu berarti bahwa
satu kematian di dunia akibat rokok untuk setiap 5,8 detik.

Apabila tindakan pengendalian yang tepat tidak dilakukan,


diperkirakan 8 juta orang akan mengalami kematian setiap
tahun akibat rokok menjelang tahun 2030. Selama abad ke-20,
100 juta orang meninggal karena rokok dan selama abad ke-21
diestimasikan bahwa sekitar 1 miliar nyawa akan melayang
akibat rokok.

Dalil Rokok Haram

Muhammadiyah mengeluarkan fatwa haram rokok yang


tujuannya untuk mengupayakan pemeliharaan dan peningkatan
derajat kesehatan masyarakat sebagai bagian dari tujuan
syariah (hukum Islam). Menurut Ketua PP Muhammadiyah,
Yunahar Ilyas, fatwa haram merupakan ijtihad para ulama.
“Ini lompatan setelah majelis tarjih mengkaji lebih mendalam
soal rokok. Pada 2005, menetapkan hukumnya mubah. Begitu
pula pada 2007,” ujarnya.

Berikut dalil yang melandasi diambilnya keputusan bahwa


merokok hukumnya adalah haram sebagaimana VIVAnews
kutip dari naskah Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid bernomor
6/SM/MTT/III/2010:

1. Merokok termasuk kategori perbuatan melakukan


khabaa’its (kotor/najis) yang dilarang dalam Al Quran
Surat Al a’raf (ayat) 157.
2. Perbuatan merokok mengandung unsur menjatuhkan
diri ke dalam kebinasaan dan bahkan merupakan
perbuatan bunuh diri secara perlahan sehingga itu
bertentangan dengan larangan Al Quran Al Baqoroh
(ayat) 2 dan An Nisa (ayat) 29.
3. Perbuatan merokok membahayakan diri dan orang
lain yang terkena paparan asap rokok sebab rokok adalah
zat adiktif plus mengandung 4000 zat kimia, 69 di
antaranya adalah karsinogenik/pencetus kanker (Fact

43
Sheet TCSC-AKMI, Fakta Tembakau di Indonesia)
sebagaimana telah disepakati oleh para ahli medis dan
para akademisi kesehatan. Oleh karena itu merokok
bertentangan dengan prinsip syariah dalam hadits Nabi
SAW bahwa “tidak ada perbuatan membahayakan diri
sendiri dan membahayakan orang lain.”
4. Rokok diakui sebagai zat adiktif dan mengandung
unsur racun yang membahayakan walaupun tidak seketika
melainkan dalam beberapa waktu kemudian sehingga oleh
karena itu perbuatan merokok termasuk kategori
melakukan sesuatu yang melemahkan sehingga
bertentangan dengan hadits Nabi SAW yang melarang
setiap perkara yang memabukkan dan melemahkan.
5. Oleh karena merokok jelas membahayakan
kesehatan bagi perokok dan orang sekitar yang terkena
paparan asap rokok, maka pembelanjaan uang untuk
rokok berarti melakukan perbuatan mubazir
(pemborosan) yang dilarang dalam Al Quran Surat Al
Isra (ayat) 26-27.
6. Merokok bertentangan dengan unsur-unsur tujuan
syariah (maqaasid asy-syariiah) yaitu perlindungan
agama, jiwa/raga, akal, keluarga dan harta.

Berdiri Menghormat Presiden/Pemimpin


07 Mei 2010

Tanya : Pak Ustadz Abu alifa, saya membaca dalam


keputusan Dewan Hisbah PERSIS dilarang berdiri menghormat
presiden atau pemimpin? Pandangan Ustadz bagaimana? RU
Sukabumi

Jawab : Tentu yang dilarang bukan masalah menghormat


pemimpinnya, akan tetapi dikhawatirkan terjadi pengkultusan
terhadap pemimpin itu. Hal inilah yang Nabi SAW larang. Akan
tetapi dalam riwayat yang lain Fathimah pernah berdiri saat

44
Rasul SAW datang, begitupun sebaliknya. Oleh karenanya baca
juga keputusan Dewan Hisbah tentang berdiri menghormat
pemimpin yang baru (qaul jadid). Jadi boleh berdiri dalam
rangka tadzim (menghormat) pemimpin, tanpa pengkultusan.

Mendoakan Shahabat Sambil Mengangkat Tangan


07 Mei 2010

Tanya : Ass...Ustadz saya membaca majalah yang


menerangkan bahwa saat mendoakan teman/shahabat
mengangkat tangan. Apakah haditsnya shahih dan boleh
diamalkan? YT 0813445xxx

Jawab : Waalaikum salam, Benar dan shahih hadits


tersebut ...dan silahkan mengamalkannya

Jilatan Kucing
22 Mei 2010

Tanya : Ustadz Abu Alifa yang saya hormati, dirumah saya


banyak kucing dan setiap mau shalat saya selalu menghindari
karena kucing tersebut suka menjilati kaki saya. Yang jadi
pertanyaan, apakah jilatan kucing itu najis? Dan Apakah saya
harus wudhu lagi ketika dijilat? Wass... Ibu Marwan Palembang
081350xxxx

Jawab : Jilatan atau air liur kucing tidak termasuk najis. Hal
ini berdasarkan keterangan bahwa seorang shahabat pernah
bertanya tentang kucing, jawab Nabi itu tidak termasuk
najis.......(HR.Tirmidy dan yang lainnya). Terkena najis setelah
berwudhu, tidak membatalkannya tetapi najis itu harus
dibersihkan.

45
Bunga Bank
22 Mei 2010

Tanya : Ass.., Pak Ustadz, menurut pandangan pak ust,


apakah bunga bank itu termasuk katagori riba yang dilarang?
Fathimah S. Malang Jawa Timur 0852767xxxx

Jawab : Wa’alaikum salam, setiap tambahan yang


disyaratkan itulah riba. Dan setiap riba dilarang. Dalam sebuah
keterangan, bahwa dosa yang paling ringan memakan harta dari
hasil riba seperti mencampuri ibu kandungnya sendiri.

Menahan Amarah dan Sabar


21 Mei 2010

Tanya : Ass, pk ustd bgmnkh sebenarx sabar itu! Apakah


menahan amarah dihati termasuk bersabar ? Fitria. Magelang
085629xxxxx

Jawab : Wa’alaikum salam, keesabaran tidak selalu harus


dimaknai sebagai sikap pasif, pasrah terhadap keadaan,
menerima apa adanya, yang selanjutnya bahkan sering
dipersepsi – secara tidak tepat — sebagai sikap pasrah tanpa
usaha. Sabar kata para ahli bahasa, secara harfiah berarti
“bertahan” atau “menahan diri”. Sebuah sifat mulia yang
seharusnya dimiliki oleh setiap orang, dalam status dan peran
apa pun. Kesabaran merupakan salah satu ciri mendasar orang
yang bertaqwa kepada Allah SWT. Bahkan sebagian ulama
mengatakan bahwa kesabaran merupakan setengahnya
keimanan. Sabar memiliki kaitan yang tidak mungkin
dipisahkan dari keimanan: Kaitan antara sabar dengan iman,
adalah seperti kepala dengan jasadnya. Tidak ada keimanan
yang tidak disertai kesabaran, sebagaimana juga tidak ada jasad
yang tidak memiliki kepala. .Namun kesabaran adalah bukan
semata-mata memiliki pengertian "nrimo", ketidak mampuan

46
dan identik dengan ketertindasan. Sabar sesungguhnya memiliki
dimensi yang lebih pada pengalahan hawa nafsu yang terdapat
dalam jiwa insan. Dalam berjihad, sabar diimplementasikan
dengan melawan hawa nafsu yang menginginkan agar dirinya
duduk dengan santai dan tenang di rumah. Justru ketika ia
berdiam diri itulah, sesungguhnya ia belum dapat bersabar
melawan tantangan dan memenuhi panggilan ilahi. Sabar juga
memiliki dimensi untuk merubah sebuah kondisi, baik yang
bersifat pribadi maupun sosial, menuju perbaikan agar lebih
baik dan baik lagi. Bahkan seseorang dapat dikatakan tidak
sabar, jika ia menerima kondisi buruk, pasrah dan menyerah
begitu saja. Sabar dalam ibadah diimplementasikan dalam
bentuk melawan dan memaksa diri untuk bangkit dari tempat
tidur, kemudian berwudhu lalu berjalan menuju masjid dan
malaksanakan shalat secara berjamaah. Sehingga sabar tidak
tepat jika hanya diartikan dengan sebuah sifat pasif, namun ia
memiliki nilai keseimbangan antara sifat aktif dengan sifat
pasif.

Mengqodho Shaum Satu Bulan Penuh


20 Mei 2010

Tanya : Assalamu’laikum, pak Ustadz Abu Alifa, apakah


diperbolehkan karena tahun yang lalu-pun saya belum
mengqadha shaum saya, yang apabila di jumlahkan kurang lebih
satu bulan (28 hari), Yang jadi pertanyaan saya bolehkah saya
mengqadha itu langsung 28 hari (sebulan)? Sebab katanya tidak
boleh shaum seperti ramadhan terus-menerus! Syukran
Ustadz.!! ADR Bumi Serpong Damai

Jawab : Wa’alaikum salam, justru yang diharapkan agar


secepatnya melunasi utang shaum itu, sebab qadha puasa itu
wajib. Yang tidak boleh itu adalah shaum sunat terus-menerus
(wishal). Jangankan satu bulan dua bulan juga wajib kalau itu
bentuknya mengganti yang wajib (qadha). Seperti halnya shaum

47
(puasa) kafarat bagi yang berhubungan dengan istri di siang hari
ketika shaum ramadhan. Maka salah satu pilihan kafaratnya
(denda) adalah shaum 2 bulan berturut-turut.

Ahmad Hariadi Inkar Sunnah?


20 Mei 2010

Tanya : Ass...Pa Ustadz, saya membaca disalah satu Majalah


Islam (Risalah), bahwa Ahmad Hariadi (mantan mubaligh
Ahmadiyah) merupakan Inkar Sunnah, apa benar? Abu Az-
Zahra Grogol

Jawab : Wa’alaikum salam, dalam majalah tersebut tidak


ada kesimpulan bahwa AH itu Inkar Sunnah, hanya dari
pemaparan beliau waktu di Bandung (kebetulan ana ikut) dan
juga dalam menilai hadits diindikasikan terkena virus Inkar
Sunnah. Coba kaji ulang majalah tersebut!

Makna Israil Dalam Al-Quran


20 Mei 2010

Tanya : Ass..Pak Ustadz Abu Alifa, saya pernah membaca


dalam sebagian ayat al-Quran yang artinya kurang lebih "...yang
Alloh telah curahkan nikmat atas mereka...dan dari keturunan
Ibrahim dan Israil...", apa makna dari kalimat Israil itu? Trims
Ridwan 085264xxx Cirebon

Jawab : Wa’alaikum salam, ayat yang dimaksud adalah surat


Maryam 58. Israil adalah sebutan atau panggilan untuk Nabi
Ya"qub AS. Oleh karena itu keturunan-nya disebut Bani Israil.
Dan diantara keturunannya ada yang bernama Yahuda
melahirkan bangsa Yahudi, ada yang bernama Yusuf (Nabi
Yusuf AS) melehirkan bangsa Yesefi dll. Maka makna yang

48
dimaksud dari kalimat itu adalah Nabi Ya"qub AS, sehingga
kalau diartikan menjadi : "..Mereka itulah orang-orang yang
telah Alloh limpahkan nikmatnya pada mereka dari para Nabi
dari keturunan Adam....dan dari keturunan Ibrahim dan Ya’qub
(Israil) dari orang-orang yang telah kami beri petunjuk...."

Resepsi Dipisahkan
16 Mei 2010

Tanya : Ass...Pak Ustadz Abu Alifa, apakah benar bahwa


melangsungkan acara walimah (resepsi) pernikahan harus
dipisahkan antara laki-laki dan perempuan? Rieke M (Bogor)

Jawab : Wa’alaikum salam, mungkin yang dimaksud


dipisahkan itu untuk menjaga jangan sampai terjadi ikhtilat
antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim.

Bacaan Menjelang Duduk Diantara Dua Khutbah


14 Mei 2010

Tanya : Ass..Pak Abu Alifa, adakah bacaan/do’a khusus


dalam khutbah jum’at saat mau duduk diantara dua khutbah?
Jama’ah Masjid Al-Hikmah Pembina

Jawab : Wa’alaikum salam, belum mendapatkan dalil yang


menjelaskan dan menerangkan bahwa menjelang duduk diantara
khutbah ada bacaannya. Dan memang Nabi duduk untuk
memisahkan, bahwa dalam jumat itu dua kali khutbah.

Salam Di Awal Khuthbah


14 Mei 2010

49
Tanya : Ass..., Pak Ustadz Abu, ada yang menerangkan
bahwa khutbah itu diawali dengan tahmid, kalau benar mengapa
dalam khutbah jum’at imam mengucapkan salam saat berdiri
itu? Hendi Karawang

Jawab : Wa’alaikum salam, benar bahwa menurut beberapa


hadits Nabi SAW memulai khutbahnya dengan tahmid. Adapun
pada saat khutbah jumat, hal tersebut bukan permulaan khutbah
tapi salam pertemuan (liqa). Nabi SAW saat masuk dan
langsung naik mimbar mengucapkan salam, dan belum khutbah
karena lagsung duduk sambil mendengarkan adzan. Selesai
adzan baru Nabi SAW berdiri untuk khutbah dan diawali
dengan tahmid.

Berdoa Selesai Adzan


14 Mei 2010

Tanya : Pak Ustadz, bolehkah saya berdoa selesai adzan untuk


kepentingan kita? Adam Eldi Kb.Jeruk

Jawab : Berdoa diantara adzan dan iqamah adalah sebagian


diantara waktu-waktu mustajab (besar harapan untuk
dikabulkan), maka berdoalah pada waktu tersebut. Sebab Nabi
pernah mengingatkan "Doa diantara dua adzan (adzan dan
iqamah) tidak akan tertolak...(al-hadits).

Pengertian Magdub (Dimurkai) dan Dhalin (Sesat)


dalam al-Fathihah
14 Mei 2010

Tanya : Ass...Pak Ustadz, mohon penjelasan tentang orang


yang dimurkai dan tersesat dalam surat al-Fathihah? MH Daan
Mogot

50
Jawab : Wa’alaikum salam,.orang yang dimurkai adalah orang
yang sudah mengetahui kebenaran akan tetapi tidak mau
mengamalkannya, karena kesombongannya dan merasa lebih
dari yang lain. Contohnya adalah kaum Yahudi dan
semacamnya. Sedangkan orang yang tersesat adalah orang yang
tidak mengamalkan kebenaran gara-gara kebodohan atau
dibodohi oleh kesesatan mereka. Contohnya adalah orang-orang
Nasrani dan semacamnya. Sehingga di dalam ayat ini tersimpan
motivasi dan dorongan kepada kita supaya menempuh jalan
kaum yang shalih. Ayat ini juga memperingatkan kepada kita
untuk menjauhi jalan yang ditempuh oleh orang-orang yang
sesat dan menyimpang (lihat Aisarut Tafaasir, hal. 13 dan Taisir
Karimir Rahman hal. 39).

Membangun Daulah/Negara Ada Dalilnya?


13 Mei 2010

Tanya : Ass...Pak Ustadz apakah membangun daulah atau


negara itu ada dalilnya? Trims. EK . (Jawa Barat) 0888878xxxx

Jawab : Wa’alaikum salam, sama seperti tidak akan ada


dalilnya membikin semen, genteng dan lainnya, yang ada
adalah menyuruh membangun rumah atau gedung atau masjid.
Dalam Al-Quran sulit secara langsung ditemukan harus
membikin kain, yang ada harus menutup aurat. Karena menutup
aurat tidak bisa kecuali memakai baju, dan membikin baju tidak
mungkin kecuali harus ada kain, maka membikin kain sama
wajibnya. Dalam kaidah di sebutkan "maa la yutimmu al-
wajibu illa bihi fahuwa waajib" (tidak sempuna (pelaksanaan)
suatu kewajiban kecuali (adanya) sesuatu, maka (mengadakan)
sesuatu itu wajib adanya). Begitupun Daulah/negara, suatu
hukum tidak bisa berjalan kecuali adanya pemeriuntahan dan
pemerintahan itu harus ada negera/daulah maka mendirikan
daulah sama wajibnya dengan menegakkan hukum itu.

51
Mencarikan Jodoh
13 Mei 2010

Tanya : Ass...Pak Ustadz, sebelumnya saya minta maaf.


Sebetulnya saya merasa malu mengutarakan hal ini, tapi dari
pada saya simpan terus akhirnya memberanikan diri untuk minta
saran atau nasihat. Begini saya sudah lama ingin melaksanakan
sunnah Nabi yaitu nikah, hanya saja setiap ada calon selalu
gagal. Yang ingin saya tanyakan apakah apakah benar semua
manusia punya pasangan? Apakah Ustadz bisa menjodohkan
saya dengan orang yang shalih? Untuk mendapatkan jodoh yang
shalih bagaimana ustadz?Syukran!. GH Cikarang
081353xxxxxxx

Jawab : Wa’alaikum salam, insan diciptakan berpasang-


pasangan, bahkan manusia sendiri secara fitrah ingin
mempunyai pasangan seperti ukhti sendiri. Sekarang ukhti
belum ditakdirkan mempunyai pasangan, tapi ukhti harus yakin
suatu saat nanti akan ada. Kalaupun tidak untuk didunia maka
insya Alloh diakhirat. Perlu ukhti ingat bahwa siapapun tidak
bisa menjodohkan seseorang dengan seseorang, yang ada adalah
berusaha mencari pasangan/jodoh. Karena yang menjodohkan
adalah Alloh SWT. Buktinya ukhti sendiri, karena belum
menjadi jodoh istilah ukhti selalu gagal. Dan untuk
mendapatkan jodoh/pasangan yang shalih tentu kita sendiri yang
harus mengawali dengan keshalihan. Karena Alloh telah
menjanjikan bahwa yang baik untuk yang baik dan sebaliknya.
Jangan lupa selalu berdoa dan jangan pernah bosan untuk
berdia. Insya Alloh suatu saat Alloh mentakdirkan jodoh buat
ukhti.

Lupa Rasulullah SAW


13 Mei 2010

52
Tanya : Ass..., pak Ustadz Abu, ada yang berpendapat bahwa
hadits tentang lupanya Nabi SAW dalam shalat adalah tidak
benar (dhaif), disebabkan tidaklah mungkin Nabi yang shalatnya
senantiasa khusu sampai lupa. Disamping itu Nabi SAW diberi
peringatan! Bagaimana menurut pak Ustadz. Akhwat fillah
Jakarta Selatan

Jawab : Wa’alaikum salam, hadits tersebut diantaranya


diriwayatkan oleh Imam Bukhary dan Imam Muslim dari Abi
Hurairah dan dinyatakan shahih. Justru lupanya Nabi menjadi
adanya syariat yakni sujud sahwi. Dapat kita bayangkan
seandainya Nabi SAW tidak ditakdirkan Alloh SWT lupa dalam
shalat, padahal ummatnya banyak yang lupa. Hal inilah hikmah
dari lupanya seorang Nabi yang membawa syariat.

Minta di Nikah
13 Mei 2010

Tanya : Ass..pak ustadz Abu Alifa, apakah diperboleh


umpamanya seorang wanita karena melihat pria tersebut
dianggap shalih, kemudian wanita tersebut datang minta untuk
dinikahi ? Ukhti fillah 0852324xxxx

Jawab : Wa’alaikum salam, tidak ada masalah seorang wanita


minta dinikahi kepada seorang pria. Hal ini pernah terjadi pada
masa Nabi SAW. Seorang wanita mendatangi Rasul SAW dan
menghibahkan diri untuk minta dinikahi...." Hanya mungkin
secara adat luar biasa, sebab untuk Indonesia khususnya,
biasanya yang ngajak menikah (melamar) itu ada pria.

Nikah Mut’ah
13 Mei 2010

53
Tanya : Ass...pak Ustadz, apa yang dimaksud dengan Nikah
Mut’ah itu? Trims .Jamaah Masjid As-Sahara (komp.Wali Kota
Jak-Bar)

Jawab : Wa’alaikum salam, Mut"ah artinya bersenang-


senang. Nikah Muth’ah adalah nikah yang dalam ijab qabulnya
disyaratkan untuk waktu yang ditentukan. Atau lebih kita kenal
dengan kawin kontrak. Umpamanya untuk 1 tahun atau
beberapa hari yang ditentukan. Setelah masa yang ditentukan
(kontraknya) habis, dengan sendirinya terpisah tanpa ada adanya
thalaq. Contoh ijab qabul dalam nikah muth’ah "....saya
nikahkan putri saya untuk kamu selama satu bulan dengan
mahar sekian ...dst......."

Syiah Kafir atau Muslim


13 Mei 2010

Tanya : Ass..Pak Ustadz Abu, menurut pandangan pak


Ustadz golongan Syiah itu termasuk kategori muslim atau
kafir ? Salma R Surabaya 085288xxxxx

Jawab : Waalaikum salam, kalau Syiah dimaksud adalah yang


mengkafirkan dan mencela para shahabat, yang menghalalkan
nikah mut’ah (kawin kontrak), menpunyai al-Quran baru, dan
mencela para ahli hadits, maka tentu saja sudah keluar dari jalur
seorang muslim sebagaimana mestinya.

Bermushafahah (berjabat tangan) Selesai Shalat


Wajib
12 Mei 2010

Tanya : Ass...apakah ada perintah atau anjuran selesai shalat


berjabat tangan? GE Pulo Gadung Jaktim

54
Jawab : Waalikum salam, sampai saat ini belum didapat
keterangan yang memerintah ataupun menganjurkan berjabat
tangan selesai shalat wajib. Yang dicontohkan Nabi SAW
selesai shalat beliau beristighfar dan membaca tasbih, tahmid
dan takbir serta tahlil. Berjabat tangan sambil mengucapkan
salam dilakukan oleh Nabi SAW apabila bertemu dan mau
berpisah. Sementara selesai shalat tidak ada ketentuan harus
berjabat tangan.

Mengambil Bagian Sembelihan Yang Masih Hidup


12 Mei 2010

Tanya : Pak Ustadz, apakah hukumnya jika sembelihan


belum mati, kemudian kita ambil bagian kepalanya atau
kulitnya. Apakah termasuk halal atau haram? Ikhwan Cikupa
Trg 085253xxxxx

Jawab : Sabda Nabi SAW : "Setiap daging yang diambil


(dipotong) dari binatang sembelihan, padahal masih hidup,
maka termasuk bangkai (al-hadits). Oleh karena itu bagian
yang ikwan maksudl itu menjadi bangkai dan haram dimakan.

Kesurupan Jin
12 Mei 2010

Tanya : Ass..pak Ustadz Abu Alifa, apakah ada yang


kesurupan jin? Khairiyyah Cibinong Bogor

Jawab : Waalaikum salam, menurut Syeikh Ibnu Taimiyah


bahwa bisa terjadi, ketika menjelaskan tentang ayat riba. Bahkan
dalam sebuah hadits kita dianjurkan sebelum tidur supaya
membaca tiga surat (An-Naas, al-Falaq dan al-Ikhlas), setelah

55
itu ditiupkan pada telapak tangan dan diusapkan keseluruh
badan, supaya tidak terkena syaithan (dari golongan jin).

Mewudhukan Jenazah
12 Mei 2010

Tanya : Assalamualaikum pak Ustadz, ketika memandikan


jenazah apakah ada keterangannya harus diwudukan terlebih
dahulu? Syukran ! DIY 0813243xxx

Jawab : Waalaikum salam, sepengetahuan kami, bukan


diwudukan akan tetapi didahulukan yang kanan dan anggota-
anggota wudhunya.

Shalat Hari Raya Di Masjid


12 Mei 2010

Tanya : Ass...Ustadz apakah benar bahwa shalat di Hari Raya


itu harus dilapangan? Trims Widodo Klaten

Jawab : Waalaikum salam, lebih utama dilaksanakan


dilapangan. Seperti shalat sunat rawatib lebih utama dirumah.

Menjenguk Yang Sakit Harus Berwudhu?


23 Mei 2010

Tanya : Ass. Pak Ustadz Apakah memang dibenarkan secara


syariat apabila menengok orang sakit kita harus berwudhu? Dan
bagaimanakah hukum wudhu tersebut? Trims Nur Aqwa
Palangkaraya 081399xxxxxx

56
Jawab : Wa’alaikum salam, Wudhu pada asalnya
diperintahkan untuk melaksanakan shalat, baik yang wajib
ataupun yang sunnat. Akan tetapi Nabi SAW pernah
mencontohkan ketika mau tidur wudhu terlebih dahulu, atau-pun
dalam masalah lainnya termasuk saat kita menjenguk orang
sakit. Tapi hukumnya tidak sampai kepada wajib akan tetapi
sunnat saja. Dalam sebuah riwayat diterangkan bahwa Jabir bin
Abdillah pernah sakit..."maka Nabi SAW dan Abu Bakar
menjengukku, mereka berdua berjalan kaki...keduanya
mendapati aku pingsan. Nabi berwudhu dan menuangkan air
wudhunya sampai aku tersadar....(HR.Bukhary)

Tidur Membatalkan Wudhu


23 Mei 2010

Tanya : Ass...Pak Ustadz, apakah tidur itu bisa membatalkan


wudhu? Karena katanya kalau tidur sambil duduk tidak
membatalkan, tapi kalau berbaring membatalkan sebab tidak
tertekan ketika buang angin! Akram Serang Banten

Jawab : Wa’alaikum salam, sebenarnya sudah sangat jelas


bahwa yang membatalkan itu bukan tidurnya, tapi buang
anginnya. Terbukti yang dibahas ulama (lihat kitab Subulu as-
Salam) adalah mengenai cara tidurnya karena dikhawatirkan
keluar angin saat tidur itu. Ketika shahabat menunggu shalat
Isya mereka sampai tertidur...lalu datang Rasul SAW dan shalat
serta (para shahabat) tidak berwudhu lagi.

Dajjal Menghidupkan Orang Mati?


22 Mei 2010

57
Tanya : ass...Pak ustadz apa pengertian tentang dajjal.
Katanya bisa menghidupkan orang mati. Trims wassalam. Rifai
Bojonegoro jatim 8309xxxx

Jawab : Dajjali ialah al-Kholath (mencampur, mengacaukan,


membingungkan). Dikatakan bahwa "seseorang itu berbuat
Dajjal bila ia menyamarkan dan memanipulasi. dan Ad-Dajjal
ialah manipulator dan pembohong yang luar biasa. Lafal ini
termasuk bentuk mubalaghah (menyangatkan/intensitas)
mengikuti wazan "fa’aal", artinya banyak menelurkan
kebohongan dan kepalsuan.[Periksa: An-Nihayah Fi Gharibil
Hadits 2: 102]. Dan bentuk jamaknya ialah "dajjaaluun", sedang
Imam Malik menjamakkannya dengan bentuk "dajaajilah"
sebagai jamak taksir (Lisanul Arab 11: 236). Al-Qurthubi
mengatakan bahwa lafal "dajjal" menurut lughat dapat
diucapkan dalam sepuluh bentuk. [At-Tadzkirak: 658].Lafal
Dajjal sudah menjadi isim alam (kata nama) bagi Al-Masih sang
pendusta dan buta sebelah matanya, sehingga kalau disebutkan
kata "Dajjal" maka yang segera ditangkap pengertiannya ialah si
pembohong tersebut. Dan "Dajjal" itu dinamakan "Dajjal"
karena ia menutup kebenaran dengan kebatilan atau karena ia
menutupi kekafirannya terhadap orang lain dengan
kebohongan.kepalsuan. dan penipuannya atas mereka.Dan ada
yang mengatakan karena ia menutupi bumi dengan banyaknya
ke-lompoknya. [Lisanul Arab 11: 236-237, dan Tartibul Qamus
2: 152 ]. diambil dari kitab Asyrotus Sa’ah karya Yusuf bin
Abdullah Yusuf.

Sementara cirinya : Dajjal adalah seorang laki-laki yang gemuk,


berkulit merah dan berambut keriting..."(HR.Bukhari dan
Muslim), matanya buta sebelah, mengaku Nabi, mengaku
Tuhan, berkaki bengkok , bisa menghidupkan (dengan
kebohongannya) orang yang mati, ada tulisan "kafir" dll.

Donor Darah Menjadi Haram Nikah?

58
22 Mei 2010

Tanya : Ass, pak Ustadz Abu Alifa, saya pernah mendonorkan


darah kepada seseorang, apakah orang tersebut sama seperti
se’susuan yang tidak boleh nikah (ada darah saya mengalir)
dengannya? EY Cilegon

Jawab : Wa’alaikum salam, mendonorkan darah tidak


termasuk kategori penyebab haram dinikahi dan tidak bisa
sipersamakan seperti (pernah) menyusui.

Tahlilan Yassinan dan Istighasah Bid’ah?


24 Mei 2010

Tanya : assalamu’alaikum, pa ustadz apa hukum tahlilan


yassinan dan istighasaan tlong penjelasannya pak ustadz. Trims.
Wassalam. Rifa’i . Bojonegoro 023183092xxxx

Jawab : Wa’alaikum salam....Ada tiga hukum yang harus


dibedakan yaitu tahlilan, yassinan dan istighasah. Namun jika
diringkas karena tahlilan dan yassinan biasanya ditempat orang
yang mati maka di satukan.

Telah berkata Imam Asy-Syafi’i "Aku benci al ma’tam yaitu


berkumpul-kumpul dirumah ahli mayit meskipun tidak ada
tangisan, karena sesungguhnya yang demikian itu akan
memperbaharui kesedihan" Perkataan Imam kita diatas jelas
sekali yang tidak bisa ditawil atau ditafsirkan kepada arti dan
makna lain kecuali bahwa beliau dengan tegas mengharamkan
berkumpul-kumpul dirumah keluarga/ahli mayit. Ini baru
berkumpul saja, bagaimana kalau disertai dengan apa yang kita
namakan disini sebagai Tahlilan atau Yassinan?" Telah berkata
Imam Ibnu Qudamah, di kitabnya Al Mughni (Juz 3 halaman
496-497 cetakan baru ditahqiq oleh Syaikh Abdullah bin Abdul
Muhsin At Turki ) : “Adapun ahli mayit membuatkan makanan
untuk orang banyak maka itu satu hal yang dibenci ( haram ).

59
Karena akan menambah kesusahan diatas musibah mereka dan
menyibukkan mereka diatas kesibukan mereka dan menyerupai
perbuatan orang-orang jahiliyyah. Dan telah diriwayatkan
bahwasannya Jarir pernah bertamu kepada Umar. Lalu Umar
bertanya,.Apakah mayit kamu diratapi ?" Jawab Jarir, " Tidak !"
Umar bertanya lagi, " Apakah mereka berkumpul di rumah ahli
mayit dan mereka membuat makanan ? Jawab Jarir, " Ya !"
Berkata Umar, " Itulah ratapan !" al-Imam an-Nawawi,
dikitabnya al-Majmu’ Syarah Muhadzdzab (5/319-320) telah
menjelaskan tentang bid’ahnya berkumpul-kumpul dan makan-
makan di rumah ahli mayit dengan membawakan perkataan
penulis kitab Asy -Syaamil dan lain-lain Ulama dan beliau
menyetujuinya berdalil dengan hadits Jarir yang beliau tegaskan
sanadnya shahih. Dan hal inipun beliau tegaskan di kitab beliau
“Raudlotuth Tholibin (2/145). Telah berkata Al Imam Asy
Syairoziy, dikitabnya Muhadzdzab yang kemudian disyarahkan
oleh Imam Nawawi dengan nama Al Majmu Syarah
Muhadzdzab : "Tidak disukai /dibenci duduk-duduk (ditempat
ahli mayit) dengan alasan untuk Ta’ziyah karena sesungguhnya
yang demikian itu muhdats sedangkan muhdats adalah " Bid’ah
". Dan Imam Nawawi menyetujuinya bahwa perbuatan tersebut
bid’ah. [Baca ; Al-Majmu’ syarah muhadzdzab juz. 5 halaman
305-306]. Perkataan Imam Syafi’i diatas bukan berarti kalau
tidak sedih boleh dilakukan. Perkataan ini seperti di atas yaitu
menuruti kebiasaannya selamatan kematian itu menyusahkan
dan menyibukkan. Tidak berarti boleh apabila tidak
menyusahkan dan tidak menyibukkan! Ambillah contoh firman
Allah di dalam surat An-Nur ayat 33 :”Janganlah kamu paksa
budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang
mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak
mencari keuntungan duniawi”. Apakah boleh kita menyuruh
budak perempuan kita untuk melacur apabila mereka
menginginkannya? Tentu tidak! Begitu juga dengan
masalaha Yassinan ditempat yang meninggal. Tapi apabila
yassinan yang dimaksud adalah setiap malam jum’at hal ini
tidak pernah dicontohkan pula oleh Nabi SAW. Keterangan
yang dijadikan dalil yassinan dhaif (lemah).

60
Adapun Istighasah berarti pemrmohonan kepada Alloh supaya
memberikan perlindungan/keselamatan atau bahkan
kemenangan. Atau lebih spesifik istighasah itu hampir sama
dengan berdo’a. Akan tetapi dalam Al-Quran (lihat Al-Anfal)
istighasah yang Nabi lakukan saat perang Badr, dan Nabi
mengangkat tangannya sambil berurai air mata menyaksikan
para shahabat yang sedang berperang yang tidak seimbang
dalam jumlah dan peralatan perang. Dan Nabi lakukan
(istighasah) itu sendiri. Dan beliau teus berdoa supaya diberi
kemenangan. Adapun yang ditentukan tempatnya, bajunya
diseragamkan ,ditentukan harinya dsb kemudian berdo’a
bersama , tidak sama seperti istighasah Nabi SAW.

Wakaf Dengan Uang


25 Mei 2010

Tanya : Ass...Pak Ustadz Abu, saya tidak mempunyai tanah


untuk diwakafkan, apakah dibolehkan saya wakaf dengan uang?
Apakah boleh saya memberikan sarat wakaf uang itu supaya
dibelikan sama tanah? Sebenarnya apakah yang disebut wakaf
itu? Mukhlis. Tangerang 0852065xxxxx

Jawab : Wa’alaikum salam..., wakaf dalam bentuk uang


tunai sebenarnya sudah ada, yakni di masa Dinasti
Mu’awiyyah. Wakaf tunai sebenarnya sudah menjadi
pembahasan ulama terdahulu; salah satunya Imam az-Zuhri
(wafat tahu 124 H) yang membolehkan wakaf uang (saat itu
dinar dan dirham). Bahkan sebenarnya pendapat sebagian ulama
mazhab al-Syafi’i juga membolehkan wakaf uang. Mazhab
Hanafi juga membolehkan dana wakaf tunai untuk investasi
mudharabah atau sistem bagi hasil lainnya. Keuntungan dari
bagi hasil digunakan untuk kepentingan umum. Pada tgl 11 Mei
2002 Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa yang
membolehkan wakaf uang (cash wakaf/ waqf al nuqud) dengan
syarat nilai pokok wakaf harus dijamin kelestariannya. “Wakaf

61
uang hukumnya jawaz (boleh). Nilai pokok wakaf uang harus
dijamin kelestariannya, tidak boleh dijual, dihibahkan, dan atau
diwariskan”. Begitu juga dengan Dewan Hisbah PP.Persis, yang
membolehkan wakaf dengan uang. Adapun saat mau
memberikan wakaf tapi ingin berupa tanah, tidak ada salahnya
memberikan usulan dengan bijak. Umpamanya "saya ingin
mewakafkan tanah, karena saya tidak mempunyai tanah saya
berikan uangnya untuk dibelikan tanah dan diwakafkan".

Secara etimologi, wakaf berasal dari perkataan Arab “Waqf”


yang berarti “al-Habs”. Ia merupakan kata yang berbentuk
masdar (infinitive noun) yang pada dasarnya berarti menahan,
berhenti, atau diam. Apabila kata tersebut dihubungkan dengan
harta seperti tanah, binatang dan yang lain, ia berarti pembekuan
hak milik untuk faedah tertentu (Ibnu Manzhur: 9/359). Sebagai
satu istilah dalam syariah Islam, wakaf diartikan sebagai
penahanan hak milik atas materi benda (al-‘ain) untuk tujuan
menyedekahkan manfaat atau faedahnya (al-manfa‘ah) (al-
Jurjani: 328).

Bershalawat Atas Nabi Saat Dalam Majlis


25 Mei 2010

Tanya : Ass... pak Ustadz Abu yang saya hormati, apakah da


perintahnya atau anjuran apabila kita dalam satu majlis (terlebih
majlis ilmu), untuk bershalawat ? QD Purworejo 0813431xxx

Jawab : Wa’alaikum salam, benar ada dalilnya. Hanya saja


shalawat yang dimaksud adalah yang pernah diajarkan oleh
Nabi SAW. Dari Abi Hurairah berkata, Bersabda Rasulullah
SAW : Tidaklah duduk satu kaum disatu majlis, yang tidak
mengingat (menyebut) padanya Asma Alloh dan tidak
bershalawat atas Nabi SAW. melainkan itu satu
kesedihan/kerugian (nanti) dihari qiamah (HR.Tirmidzy)
Bulugh al-Maram bab al-Dzikr wa al-Du’a

62
Turunnya Isa bin Maryam dan Imam Mahdi
26 Mei 2010

Tanya : assalamu’alaikum. Pak Ustadz apa benar munculnya


imam mahdi bersama Nabi Isa as. kebumi?.Rifa’i Bojonegoro
023183092xxxxx

Jawab : Wa’alaikum salam, dalam sebuah hadits Jabir bin


Abdullah ra. ia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW,
bersabda: : Akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang
tampil membela kebenaran hingga datangnya hari kiamat."
Kemudian, sabda beliau selanjutnya, "akan turun Isa ibnu
Maryam, lalu pemimpin mereka berkata, "Marilah shalat
mengimami kami." Lalu Isa menjawab, "tidak! Sesungguhnya
sebagian kamu adalah pemimpin bagi sebagian yang lain,
sebagai kehormatan dari Allah." (Shahih Muslim, Kitabul Iman,
Bab Nuzuli Isa bin Maryam. Hakim 2: 193-194).

Dengan hadits diatas dan hadits-hadits yang lain (yang shahih),


bahwa yang dimaksud pemimpin itu adalah al-Mahdi. Dan
mempersilahkan Imam itu kepada Isa untuk mengimami ini
menunjukkan bahwa ia adalah orang yang shalih. Sekalipun ada
yang menilai bahwa hadits tentang turunnya Isa itu hadits
Ahad.

Sujud Syukur dan Bacaannya


26 Mei 2010

Tanya : Assalamu’alaikum, pak Ustadz Abu Alifa... Apakah


sujud syukur itu diawali dengan takbir dan diakhiri dengan
salam? Benarkah bahwa sujud syukur itu 2 kali? Dan apa yang
dibaca dalam sujud tersebut! Wassalam. Setyo Nugroho
Kebumen 0815762xxxx

63
Jawab : Wa’alaikum salam, sujud syukur adalah sujud yang
dilakukan kepada Alloh SWT atas suatu kejadian yang sangat
menyenangkan atau menggembirakan. Sujud syukur merupakan
sujud secara spontanitas jika kita mendapat kegembiraan,
sehingga tidak diawali dengan takbir dan tidak diakhiri dengan
salam. Sujud ini dilakukan satu kali., dan tidak ada bacaan
apapun. Abdurrahman bin Auf pernah menceritakan "bahwa
Nabi SAW pernah sujud dan agak memanjangkan sujudnya itu,
kemudian beliau bangkit (lagi)...lalu ia (Nabi) bersabda :
Sesungguhnya Jibril telah mendatangi aku dan mengkhabarkan
berita gembira. Maka Aku sujud sebagai rasa syukur kepada
Alloh (HR.Ahmad). Dalam hadits yang cukup panjang, "bahwa
Ali pernah diutus ke Yaman ..... kemudian Ali menulis surat
tentang ke-Islaman mereka (orang Yaman). Maka ketika
Rasulullah SAW membacanya, beliau langsung sujud sebagai
rasa syukur atas (ke-Islaman)-nya (HR.Baihaqy).

Menghormat Bendera
04 Juni 2010

Tanya : Ass...pak Ustadz menurut pandangan ustadz hukum


menghormat bendera itu bagaimana? Jombang

Jawab : Wa’alaikum salam, kalau niatnya menghambakan


diri maka itu syirik. Oleh karenanya tergantung kepada maksud
kita menghormat itu. Al-umuuru biamaqaashidiha (setiap suatu
perkara tergantung dari maksud mengerjakannya). Artinya jika
menghormat bendera itu hanya sebatas piranti sebagai warga
negara Indonesia yang mempunyai simbol bendera dan tanpa
adanya penghambaan pada bendera tersebut maka termasuk
sesuatu yang mubah.

Hari Kematian

64
05 Juni 2010

Tanya : Ass... Ustadz Abu Alifa, adakah dalam Islam


upacara-upacara kematian seperti yang selama ini kita saksikan
seperti hari pertama, ketiga, ketujuh, empat puluh dst? Mohon
penjelasannya. Wassalam M.Guntur Bima

Jawab : Wa’alaikum salam..., Belum didapatkan keterangan


bahwa dalam ajaran Islam ada upacara-upacara kematian. Malah
yang saya dapatkan ternyata ada dalam ajaran YANG. Menurut
kepercayaan dalam ajaran Yang, ruh yang masih berlapis badan
halus itu pergi untuk sementara ke alam akhirat, setelah itu ruh
tersebut kembali ke bumi dan ia mendapat tantangan dan godaan
yang dapat diatasinya karena diantar Yang akhirat. Dirumah ia
makan segala sari makanan dan minum sari minman yang
disediakan oleh keluarganya dalam pesta diantaranya ke-empat
puluh hari kematian itu. Untuk selengkapnya lihat buku
Selintas Perkembangan Dan Sisa-Sisa Agama Kultur cet.ketiga
karya A.D.ELMARZDEDEQ hal. 33 s/d 38

Berkah Dari Kuburan Orang Shalih


06 Juni 2010

Tanya : Assalamu’alaikum wr.wb... Pak Ustadz Abu Alifa


yang saya hormati, saya sering diajak ke sebuah
kuburan/makam yang menurut kita orang yang shalih. Yang jadi
pertanyaan saya bolehkah saya mencari berkah dari kuburan itu,
umpamanya saya mengambil tanah. Dan sebenarnya adakah
dalam Islam cara kita berziarah? RK Boyolali

Jawab : Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.


Barakah itu mutlak milik Allah SWT. Mencari berkah melalui
orang-orang yang (dianggap) dekat kepada Allah (Swt), yakni
dengan cara minta didoakan pernah dicontohkan oleh para
shahabat. Maksudnya saat itu para shahabat banyak yang minta

65
didoakan oleh Nabi SAW, tetapi setelah Nabi wafat, para
shahabat tidak lagi meminta melalui Nabi SAW dengan jalan
minta diatas kuburnya melainkan mereka malah meminta
kepada paman Nabi yang bernama Abbas ra. Hal inilah yang
dalam bahasa sering diistilahkan dengan berwashilah kepada
yang kita anggap shalih dan masih ada/hidup. Sementara
meminta apapun kepada orang yang sudah mati (apalagi ke
kuburan) maka bisa jatuh kedalam perbuatan syirik., apalagi
dengan keyakinan bahwa tanahnya itu akan membawa berkah.
Oleh karena itu pada mulanya ziarah kubur itu dilarang dalam
Islam, karena dikhawatirkan orang menyembah atau meminta ke
kuburan. Tapi selanjutnya diperbolehkan dengan harapan bisa
mengingatkan kita akan kematian itu. Ini inti ziarah kubur!!.
Nabi SAW memberikan tuntunan ketika kita ziarah kubur.
Diantaranya jika kita ziarah kubur (mukmin) kita mendoakan
dengan kalimat "Assalamu’alaikum ya ahlal kubur (atau ahlad-
diyar) minal mukminin wal muslimin wainna insya allohu bikum
lahikun nasalullloha lana walakum al-afiyah."

Mempelajari Ilmu Ghaib


07 Juni 2010

Tanya : Assalamu’alaikum pak Ustadz bolehkan


mempelajari ilmu gaib. Seperti tyangan di TV. Trims
penjelasax. Wassalam. Rifa’i Bojonegoro Jatim

Jawab : Wa’alaikum salam wr.wb. Hal ghaib adalah perkara


yang tidak terdeteksi oleh indera manusia. Hal ghaib bisa berupa
masa lalu, masa depan atau hal-hal yang lain. Sebuah kaedah
dasar yang harus diketahui setiap muslim bahwa ilmu ghaib
adalah ilmu yang diketahui oleh Allah saja. Allah berfirman :
Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang
mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”, (an-Naml:65)

66
Tentang beberapa ilmu yang ditanyakan, seperti kebal dan
hipnotis menurut kami hal itu termasuk ke dalam sihir. Sihir itu
terjadi sebagai hasil dari kerja sama atau persekutuan antara
manusia dengan syetan (jin). Maka untuk mendapatkan ilmu itu
harus melakukan ritual tertentu. Biasanya ada ritual seperti
melakukan puasa. Maka jika ada orang yang melakukan puasa
untuk mendapatkan ilmu tersebut, maka sesungguhnya puasanya
dilakukan bukan karena Allah disamping puasanya itu tidak ada
tuntunannya. Artinya bukan untuk mendapatkan ridla Allah,
tetapi untuk mendapatkan ilmu. Dengan niat seperti itu,
hakekatnya seseorang telah mendekatkan diri kepada selain
Allah (syirik). Sebab dia melakukan suatu amal yang
diperintahkan oleh syetan sebagai syarat ia akan membantunya.
Dan tindakan ini termasuk syirik besar, syirik yang
membatalkan keislaman seseorang, sebab ia melakukan ibadah
bukan kepada Allah. Puasa sebagai syarat mendapatkan ilmu itu
sebagai puasa sunnah adalah keliru. Puasa sunnah itu harus
sesuai dengan syari’at Allah, dan dilaksanakan semata-mata
untuk mendapatkan ridla Allah. Sementara puasa di sini,
aturannya seperti diminta oleh perguruan atau tempat belajar,
dengan mengabaikan aturan syari’at.
Mempelajari ilmu sihir hukumnya haram, sebab sihir itu hanya
akan terwujud dengan adanya bantuan syetan dan ruh-ruh jahat.
Karena itulah pelaku sihir termasuk sebagai pelaku kekufuran,
sebagaimana firman Allah :
Hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir).
mereka mengajarkan sihir kepada manusia (al-Baqarah:102)
Hukum haram mempelajari ilmu sihir ini mutlak, baik untuk
kebaikan atau untuk kejahatan. Sebab sihir hanya bisa diraih
dengan melakukan kesyirikan atau kekufuran. Maka kebaikan
yang dilakukan dengan menggunakan sihir tidak bermanfaat
sedikit pun bagi pelakunya, sehingga Allah membantah
anggapan orang yang mengatakan bolehnya mempelajari sihir
untuk kebaikan di dalam firmanNya:
Dan mereka itu (ahli sihir) mempelajari sesuatu yang memberi
mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. (al-
baqarah:102)

67
Ayat ini memberi isyarat bahwa sihir hanya akan membawa
madharat (bahaya) dan tidak memberi manfaat. Sebab bahaya
yang ditimbulkan jauh lebih besar dari manfaat yang diberikan.
Memang kadang-kadang sihir bisa digunakan untuk
menyembuhkan penyakit seseorang, bisa untuk membantu
keberhasilan usaha seseorang. Namun harus diingat bahwa ahli
sihir, yang minta diobatinya dan yang mempelajarinya termasuk
haram.

Cincin Pernikahan
07 Juni 2010

Tanya : Ass... Pak Ustadz Abu Alifa, apakah ada syariatnya


dalam pernikahan itu ada penyematan cincin pernikahan?
Wassalam...KJ Tangerang

Jawab : Wa’alaikum salam....Pemakaian cincin kawin tidak


dikenal dalam Islam, meski cincin itu bukan dari emas. Ini lebih
merupakan produk budaya kelompok masyarakat tertentu.
Sebagian ulama mengatakan bahwa cincin kawin itu berasal dari
budaya barat (baca kafir). Dalam sebuah hadits dijelasakan
"....Siapa yang menyerupai (dalam ibadah) kepada satu kaum,
maka dia termasuk bagian dari mereka..." Memang ada hadits
yang menyebutkan bahwa salah satu bentuk mahar adalah cincin
meskipun hanya terbuat dari besi. Rasulullah SAW bersabda,
”Berikanlah mahar meski hanya berbentuk cincin dari besi”.
Namun hadits ini tidak memhgisyaratkan adanya bentuk tukar
cincin antar kedua mempelai, tapi lebih merupakan anjuran
untuk memberi mahar meski hanya sekedar cincin dari besi. Jadi
bukan cincin kawin yang dimaksud. Dan cincin dari besi itu
diberikan pihak laki-laki sebagai mahar /mas kawin kepada
pihak isteri. Sedangkan pihak isteri tidak memberi cincin itu
kepada laki-laki.

68
Wanita Haid Membaca Al-Quran
11 Juni 2010

Tanya : Assalamu’alaikum... Pak Ustadz Abu sebenarnya


hukum membaca al-Quran bagi wanita yang sedang haid itu
bagaimana? Apakah diperbolehkan atau haram? Wassalam RE
Kendari

Jawab : Wa’alaikum salam, ada yang menilai bahwa


persoalan ini masuk kedalam bentuk ikhtilaf. Namun demikian
jika ada dua keterangan yang bertentangan, sementara dalil yang
satu dhaif(lemah), maka tentu ini bukan ikhtilaf. Akan tetapi
kita wajib memilih dalil yang shahih. Dalam masalah ini ada
dua pendapat yakni ada yang membolehkan dan ada yang
mengharamkan. Pendapat yang membolehkan menilai bahwa
hadits/keterangan yang mengatakan larangan itu dhaif. Seperti
hadits Ibnu Umar (HR.Daruqutni), yang menerangkan " Tidak
boleh orang yang junub membaca sedikitpun juga al-Quran ".
Ibnu Hajar mengatakan dalam rawinya ada Abdul Malik bin
Maslamah dia dhaif. demikian juga hadits-hadits yang semakna
dengan diatas, bahkan ada kategori hadits maudhu (buatan).
Sementara ada hadits Aisyah yang mengisyaratkan bolehnya
wanita melakukan sesuatu termasuk membaca al-Quran selain
thawaf ( Bukhary dan Muslim). Bahkan Imam Al-Bukhary
menilai dan berhujjah dengan hadits ini bahwa bolehnya yang
junub, wanita haid atau nifas berdzikir. Dan membaca Al-Quran
termasuk dzikir. Sekalipun demikian, berdzikir atau membaca
Al-Quran dalam keadaan suci (berwudhu) lebih utama dan
disunnahkan diantaranya berdasarkan keterangan : " Dari
Muhaajir bin Qunfudz, sesungguhnya ia p[ernah menemui Nabi
Saw sedangkan beliau (saat itu) sedang buang air kecil. Lalu ia
(MUhaajir) mengucapkan salam, akan tetapi beliau tidak
menjawabnya sampai beliau berwudhu. Kemudian beliau

69
bersabda : Sesungguhnya aku tidak suka menyebut nama Alloh
(berdzikir) kecuali dalam keadaan suci. (HR.Abu Dawud dll)

Menyemir Rambut
19 Juni 2010

Tanya : Ass...pak ustadz Abu yang saya hormati, saya


masih aga ragu tentang hukum mencat (menyemir) rambut.
Apakah dalam Islam dibolehkan? RK Sumedang

Jawab : Wa’alaikum salam, Didalam hadits yang


diriwayatkan oleh Ibnu Majah (3 : 204) Utsman bin Mauhib
pernah berkata : Aku pernah kerumah Ummu Salamah (istri
Nabi) ...lalu ia (Ummu Salamah) mengeluarkan rambut
Rasulullah SAW di semir dengan menggunakan hana dan
katam. Dengan demikian pada dasarnya menyemir rambut itu
dibolehkan (halal), sekalipun ada dalil bahwa Nabi tidak
menyukai (melarang) memakai warna hitam. Bahkan pernah
suatu waktu Abu Bakar membawa ayahnya (Abu Khuhafah)
kehadapan Nabi SAW yang waktu itu jenggot ayahnya berwarna
putih. Kemudian Nabi bersabda : Ubahlah ini (uban), tapi
jauhilah warna hitam. (HR.Muslim). Oleh karena itu biasanya
para shahabat seperti Abu Bakar, Umar bin Khathab dan yang
lainnya mengecat rambut mereka dengan pewarna alami yang
menghasilkan warna hitam kemerah-merahan.

Doa Menjelang Bulan Rajab dan Sya’ban


22 Juni 2010

Tanya : Ass.., pak ustadz saya sering mendengar orang


berdoa secara khusus mengenai bulan Rajab
diantara .."allhohumma baarik lanaa fi rajab wa sya’ban wa
ballighna romadhon.." apa ini bisa kita amalkan? SB Ciamis

70
Jawab : Wa’alaikum salam, Hadist yang dimaksud adalah
yang diterima dari Anas bin Malik dan diriwayatkan oleh Imam
Ahmad. Anas bin Malik mengatakan bahwa Rasulullah SAW
apabila tiba di bulan Rajab beliau mengucapkan :

“Allahumma baarik lanaa fii Rojab wa Sya’ban wa ballignaa


Romadhon [Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan
Sya’ban dan perjumpakanlah kami dengan bulan Ramadhan]“.

Akan tetapi menurut para ahli hadits, riwayat diatas tergolong


hadits yang lemah (dhaif), karena di dalamnya ada perowi yang
bernama Zaidah bin Abi Ar Ruqod. Zaidah adalah munkarul
hadits (banyak keliru dalam meriwayatkan hadits) sehingga
hadits ini termasuk hadits dho’if. Hadits ini dikatakan dho’if
(lemah) oleh Ibnu Rajab dalam Lathoif Ma’arif (218), Syaikh Al
Albani dalam tahqiq Misykatul Mashobih (1369), dan Syaikh
Syu’aib Al Arnauth dalam Takhrij Musnad Imam Ahmad.

Hadits Doa Berbuka Shaum (Puasa)


18 Agustus 2010

Tanya : Ass.., Pak Ustadz Abu Alifa, benarkah bahwa hadits


yang menerangkan doa berbuka puasa itu tidak boleh diamalkan
karena dhaif? RYA Jawa Timur

Jawab : Wa’alikum salam, hadits yang ibu maksud adalah


yang diriwayatkan oleh Al-Imam Ad-Daruquthni di dalam
Sunannya. yang berbunyi :

ُ‫طْرت‬
َ ‫ك َاْف‬
َ ‫عَلى ِرْزِق‬
َ ‫ت َو‬
ُ ‫ك َاَمْن‬
َ ‫ت َوِب‬
ُ ‫صْم‬
ُ ‫ك‬
َ ‫َالّلُهّم َل‬
(Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa , dan pada-Mu aku
beriman, dan dengan rizki-Mu aku berbuka)

71
Dalam sanad hadits ini terdapat rawi yang bernama Abdul
Malik Ibnu Harun Ibnu Imran yang meriwayatkan dari ayahnya.
Sedangkan dia perawi yang matrukul hadits, sedangkan ayahnya
dhaif. Kemudian pula datang riwayat dari Al-Imam Ath-
Thabrani dari hadits Anas, dan di dalamnya terdapat Ismail bin
Amr dan Az-Zabarqan. Daud Ibnu Zabarqan adalah seorang
rawi yang matrukul hadits, dhaif.

Ada lag hadist yang diriwayatkan oleh Al-Imam Abu Dawud,


dari hadits Ibnu Umar secara marfu, yang berbunyi :

.‫ل‬
ُ ‫شاَء ا‬
َ ‫ن‬
ْ ‫جُر ِإ‬
ْ‫ل‬َ ‫ت ْا‬
َ ‫ق َوَثَب‬
ُ ‫ت اْلُعُرْو‬
ِ ‫ظَمُأ َواْبَتّل‬
ّ ‫ب ال‬
َ ‫َذَه‬
(Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala
akan tetap, insya Allah )

Menurut Al Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalanidalam Tahzdzibut


Tahdzib, bahwa di dalamnya ada rawi Marwan bin Salim Al-
Muqaffi’. Dia kedudukannya majhul hal. Artinya hadits ini-pun
dhaif (lemah).

Mati Suri
16 Agustus 2010

Tanya : Bismillah.... Bapa, bagaimana hukumnya mati suri


dalam perspektif agama ? kmrn d kick andy ada siaran ttg mati
suri, rik belum baca tafsirannya, syukron sebelumnya,salam buat
Ummi sama ade ade di ciamis. RIK Bandung

Jawab : Mati adalah hak semua yang hidup. Orang yang


menceritakan tentang kematiannya dia sebenarnya belum mati.
Sebab kematian yang sebenarnya akan merasakan sakit yang
luar biasa. yang tidak mungkin untuk diceritakan. Orang yang
telah menceritakan pengalaman kematian adalah orang yang
menceritakan mimpinya. Yang pada intinya orang tersebut tidur,
sebab tidur hakikatnya mati sebentar. Yang dalam bahasa kita
mungkin "mati suri".

72
Hadist Minta Maaf Sebelum Ramadhan
13 Agustus 2010

Tanya : Ass...Pak Ustadz apakah ada keterangannya jika


menghadapi ramadhan harus minta maaf sesama manusia? KY.
Tangerang

Jawab : Wa’alaikum salam, minta maaf tentu dikaitakan


dengan kesalahan yang pernah kita lakukan, yang tentu tidak
dibatasi oleh bulan ataupun hari. Orang yang minta maaf
menunjukkan bahwa kita merasa bersalah, sekalipun mungkin
kita tidak melakukan kesalahan. Sebagaimana minta ampun
kepada Alloh adalah orang yang sadar bahwa ia merasa berdosa.
Nabi Muhammad SAW sering istighfar (minta ampun ) kepada
Alloh dalam setiap keadaaan, sebab merasa berdosa, sekalipun
tidak pernah berbuat dosa.

Dalam sebuah hadits (Ibnu Hibban, Ibnu Huzaiamah, at-


Tirmidzi dari Amar bin Yasir dan juga riwayat Bukhari dari Abi
Hurairah) ... bahwa alangkah ruginya (rugi diatas rugi) orang
yang mendapatkan ramadhan, lalu lewat begitu saja tanpa
mendapatkan ampunan. Dan ampunan itu tentu dikaitkan
dengan dosa dan kesalahan. Dan dosa itu ada yang langsung
dilakukan kepada Alloh SWT, dan ada yang melalui perantaraan
hamba. Dosa yang dilakukan melalui hamba, maka tentu kita
harus minta maaf dulu kepada yang bersangkutan. Dan hadits
inipun cukup untuk menjadi dasar, supaya kita mendapat
ampunan dari dari Alloh baik kesalahan yang dilakukan
langsung atau melalui perantaraan sesama manusia.

Niat Shaum Ramadhan


07 Agustus 2010

73
Tanya : Ass.. pak Ustadz Abu Alifa yang kami hormati,
benarkah bahwa niat untuk berpuasa wajib seperti Ramadhan
harus diniatkan sebelum fajar? Dan bagaimana cara meniatkan
puasa ramadhan itu? Tati R

Jawab : Wa’alaikum salam, memang benar bahwa kita


sebelum fajar (shubuh) harus meniatkan diri bahwa besok mau
melaksanakan shaum. Dan hal itu bisa kita meneguhkan diri
bahwa besok melaksanakan shaum malam harinya. Harus
diingat bahwa niat itu pekerjaan hati dan niat itu adanya dihati.
Jadi niatkanlah dihati kita bahwa besok mau melaksanakan
shaum.

Puasa Di Bulan Rajab Dan Sya’ban


08 Juli 2010

Tanya : Assalamu’alaikum, pak ust. Abu yang saya


hormati, bolehkah berpuasa penuh dibulan Rajab dan Sya’ban,
mengingat ada keterangan yang menyebitkan "perbanyaklah
kalian puasa dibulan Rajab dan Sya’ban" dan shahihkah hadits
tersebut ? Wassalam HR Nanggroe Aceh Darussalam

Jawab : Wa’alaikum salam, Yang dimaksud


memperbanyak puasa dalam hadits tersebut adalah
memperbanyak puasa sunnat bukan mengkhususkan puasa
dibulan Rajab dan Sya’ban. Kalau dibulan lain jarang
melaksanakan puasa senin kamis atau puasa pertengahan bulan,
atau kalau ingn lebih banyak dengan puasa Daud, maka dibulan
tersebut usahakan memperbanyak shaum/puasa tersebut.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, ”Adapun
mengkhususkan bulan Rajab dan Sya’ban untuk berpuasa pada
seluruh harinya atau beri’tikaf pada waktu tersebut, maka tidak
ada tuntunannya dari Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam dan
para sahabat mengenai hal ini. Juga hal ini tidaklah dianjurkan
oleh para ulama kaum muslimin. Bahkan yang terdapat dalam
hadits yang shahih (riwayat Bukhari dan Muslim) dijelaskan

74
bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam biasa banyak berpuasa
di bulan Sya’ban. Dan beliau dalam setahun tidaklah pernah
banyak berpuasa dalam satu bulan yang lebih banyak dari bulan
Sya’ban, jika hal ini dibandingkan dengan bulan Ramadhan.

Adapun melakukan puasa khusus di bulan Rajab, maka


sebenarnya itu semua adalah berdasarkan hadits yang
seluruhnya lemah (dho’if) bahkan maudhu’ (palsu). Para ulama
tidaklah pernah menjadikan hadits-hadits ini sebagai sandaran.
Bahkan hadits-hadits yang menjelaskan keutamaannya adalah
hadits yang maudhu’ (palsu) dan dusta.”(Majmu’ Al Fatawa,
25/290-291)

Bahkan telah dicontohkan oleh para sahabat bahwa mereka


melarang berpuasa pada seluruh hari bulan Rajab karena
ditakutkan akan sama dengan puasa di bulan Ramadhan,
sebagaimana hal ini pernah dicontohkan oleh ’Umar bin
Khottob. Ketika bulan Rajab, ’Umar pernah memaksa seseorang
untuk makan (tidak berpuasa), lalu beliau katakan : ”Janganlah
engkau menyamakan puasa di bulan ini (bulan Rajab) dengan
bulan Ramadhan.” (Riwayat ini dibawakan oleh Syaikhul Islam
Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Al Fatawa, 25/290 dan beliau
mengatakannya shahih. Begitu pula riwayat ini dikatakan bahwa
sanadnya shahih oleh Syaikh Al Albani dalam Irwa’ul Gholil)

Adapun perintah Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam untuk


berpuasa di bulan-bulan haram yaitu bulan Rajab, Dzulqo’dah,
Dzulhijjah, dan Muharram, maka ini adalah perintah untuk
berpuasa pada empat bulan tersebut dan beliau tidak
mengkhususkan untuk berpuasa pada bulan Rajab saja. (Lihat
Majmu’ Al Fatawa, 25/291)

Imam Ahmad mengatakan, Sebaiknya seseorang tidak berpuasa


(pada bulan Rajab) satu atau dua hari.”

Imam Asy Syafi’i mengatakan, ”Aku tidak suka jika ada orang
yang menjadikan menyempurnakan puasa satu bulan penuh
sebagaimana puasa di bulan Ramadhan.”

75
Beliau berdalil dengan hadits ’Aisyah yaitu ’Aisyah tidak
pernah melihat Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam
berpuasa sebulan penuh pada bulan-bulan lainnya sebagaimana
beliau menyempurnakan berpuasa sebulan penuh pada bulan
Ramadhan. (Latho-if Ma’arif, 215)

Orang Gila
06 Juli 2010

Tanya : assalam...wr.wb, ana mau tanya nih pak ustadz, bgm


sikap islam thd orang gila..? karena di tempat saya tinggal ada
orang gila yang selalu bikin resah warga..? mohon jawabab dari
ustadz terima kasih sebelumnya..wassalam... Edi Iskandar

Jawab : Wa’alaikum salam wr.wb. ... dalam Islam ada 3


golongan yang Alloh angkat kalam (tidak dicatat amalannya
baik dosa atau kebaikan), Salah satunya ada orang yang hilang
akal (gila) sampai ia sadar kembali. Oleh karena itu sikap kita
terhadap orang gila dalam kehidupan sama seperti kepada
manusia lain, tidak boleh menyakiti atau menghina dll. Orang
gila membikin resah, tentu bukan keinginannya sebab itu diluar
kesadaran (namanya saja gila), tetapi jika kita ikut menghardik
bahkan menyakiti, tentu kita lebih gila dari orang yang gila.
Maka untuk mengatasi hal tersebut tentu perlu musyawarah
dengan warga setempat, atau paling tidak kita laporkan ke pihak
berwenang. Karena tentu ini kewajiban negara (pemerintah)
dalam mengurusi warganya.

Sufi Menyembah Allah


26 Juni 2010

Tanya : ass.., pak ustadz abu alifa saya pernah baca artikel
tentang sufi.katanya menyembah ALLAH seperti menyembah

76
bayangan.kita disuruh tau dulu baru menyembah bagaimana ini
penjelasanya pak ustadz.wassalam. imam malang.

Jawab : Wass ... jangankan mau menyembah Allah, saat


sesorang mau masuk Islam mesti tahu dulu tentang Allah.
"fa’lam annahu laailaha illalloh ..(ketahuilah (dg ilmu) bahwa
sesungguhnya tiada ilah hanya Alloh)." Namun demikian tahu
nya itu bukan berdasarkan melihat dzat Alloh melainnkan
dengan Ilmu. Begitu juga dalam hal menyembah Alloh, kita
wajib tahu dulu dengan Ilmu. Seandainya penyembahan Alloh
itu tanpa pengetahuan, maka akan sia-sia. Kita tahu menyembah
Alloh dengan (umpamanya) melakukan shalat, hal ini
berdasarkan ilmu. Orang yang menyembah tanpa ilmu (tau dulu)
akan sesat dalam praktek penyembahan itu. Akhi sebagai
mubaligh tentu akan lebih faham ketika menyampaikan ilmu
tentang syariat.

Macam Bid’ah
24 Juni 2010

Tanya : ass.., pak ustadz sebenarnya bid,ah itu ada berapa


macam.katanya ada dua macam bid,ah hasanah bid,ah dollalah.
tlong penjilasan. imam malang. wassalam.

Jawab : Wa’alaikum salam, kalau membaca hadits Nabi saw.


maka tentu kita akan berkesimpulan bahwa bid’ah itu
dholalah/sesat, maka sesuatu yang sesat bukan hasanah. Adanya
sementara kelompok atau ulama yang membagi bid’ah kepada
hasanah dan dhalalah terletak pada perbedaan dalam
mengartikan definisi bid’ah. Ada yang mengartikan bahwa
bidah adalah setiap sesuatu yang baru dalam Islam. Tentu saja
jika mendapatkan sesuatu yang bagus yang bermanfaat, maka
dikatakan bidah hasanah. Sementara yang lainnya mengatakan
bahwa bid’ah itu merupakan tambahan atau pengurangan dalam
persoalan ibadah, maka tentu akan berkesimpulan bahwa bid’ah
itu dhalalah. Namun demikian kita kembali pada dalil yang ada,

77
bahwa setiap bid’ah itu dhalalah. Adapun yang baik dalam
persoalan muamalah itu bukan hal bid’ah melainkan maslahah
mursalah.

78