Anda di halaman 1dari 5

PEMANTAUAN KEPADATAN LALAT

DI KANTIN KAMPUS

A. TUJUAN
1. Agar mahasiswa terampil dalam melaksanakan pemantauan
kepadatan lalat
2. Agar mahasiswa mampu melakukan analisis dari pemantauan
kepadatan lalat
3. Agar mahasiswa mampu menyusun alternatif pemecahan
masalah pengelolaan untuk memperkecil tingkat kepadatan
lalat.

B. DASAR TEORI
Kepadatan lalat merupakan parameter keberhasilan dalam
pengelolaan sampah. Kepadatan lalat yang tinggi pada TPS/TPA
menandakan bahwa pengelolaan sampah tidak berhasil. Lalat
bersarang dan berkembang biak ditempat-tempat dimana terdapat
bahan organik yang melimpah,termasuk dalam sampah.
Hubungannya dengan kesehatan lalat merupakan vektor penyakit
secara mekanik berbagai macam penyakit saluran pencernaan.
Pemantauan kepadatan lalat dilakukan dalam perencanaan
pengendalian dan pengelolaan sampah.
Pemantauan kepadatan lalat diperlukan untuk melindsungi
masyarakat dari gangguan yang ditimbulkan oleh lalat,maka
sasaran lokasi yang diukur adalah yang berhubungan dengan
keberadaan manusia. Sasaran lokasi yang diukur antara lain:
1. Pemukiman penduduk.
2. Tempat- tempat umum ( pasar, terminal, rumah makan)
3. Tempat penyimpanan sampah ementara.(TPS}
4. Tempat pembuangan akhir sampah (TPA)
Interpretesi hasil pengukuran kepadatan lalat tiap lokasi atau blok
grill adalah:
0-2 : Tidak menjadi masalah
3-5 : populasi sedang, perlu dilakukan pengamatan tempat
berbiaknya sampah,kotoran hewan dan lain-lain.
6-20 : populasi padat,perlu dilakukan tempat berbiaknya lalat dan
bila mungkin direncanakan upaya pengendalian.
>20 : populasi sangat padat perlu dilakukan pengamanan
terhadap tempat berbiak lalat,serta diadakan tindakan
pengendalian.

C. ALAT DAN BAHAN


1. Blok grill
2. Counter
3. Alat tulis
4. Stopwatch/jam tangan

D. CARA KERJA
a) Letakkan blok grill pada tempat yang telah ditentukan (di kantin
ditentukan 5 titik, yakni sebelah timur kantin, depan kantin
sebalh timur, depan kantin bagian tengah, depan kanti bagian
barat, dan didalm kantin sebelah barat)
b) Hitung dan catat jumlah lalat yang hinggap setiap 30 detik
c) Ulangi pengukuran sebanyak 10 kali pada masing-masing titik
d) Buatlah rata-rata dari 5 perhitungan tertinggi dari masing-
masing titik dan dicatat
e) Rata-rata hasil perhitungan yang ada merupakan
indek/kepadatan lalat
E. HASIL PEMERIKSAAN DAN PERHITUNGAN
TITIK 1 (depan kantin bagian timur)
Pengukura Hasil Perhitungan interpretasi
n 30 detik pengukuran kepadatan
ke- (ekor) lalat
1 0 0+0+0+0+1 Populasi rendah,
2 0 5 tidak terjadi
3 0 = 1 masalah
4 0 5
5 0 = 0,2
6 1
7 0
8 0
9 0
10 0

TITIK 2 (depan kantin bagian tengah)


Pengukura Hasil interpretasi
n 30 detik pengukuran
ke- (ekor)
1 2 2+1+2+3+0 Populasi rendah,
2 1 5 tidak terjadi
3 0 = 8 masalah
4 2 5
5 3 = 1, 6
6 0
7 0
8 0
9 0
10 0

TITIK 3 (depan kantin bagian barat)


Pengukura Hasil interpretasi
n 30 detik pengukuran
ke- (ekor)
1 1 1+1+1+2+0 Populasi rendah,
2 0 5 tidak terjadi
3 1 = 5 masalah
4 0 5
5 0 = 1
6 1
7 0
8 0
9 0
10 2

TITIK 4 (sebelah timur kantin)


Pengukura Hasil interpretasi
n 30 detik pengukuran
ke- (ekor)
1 0 1+1+1+1+0 Populasi rendah,
2 0 5 tidak terjadi
3 1 = 4 masalah
4 0 5
5 1 = 0, 8
6 0
7 1
8 0
9 0
10 1

TITIK 5 (didalam kantin bagian barat)


Pengukura Hasil interpretasi
n 30 detik pengukuran
ke- (ekor)
1 0 2+2+1+1+1 Populasi rendah,
2 2 5 tidak terjadi
3 1 = 7 masalah
4 1 5
5 1 = 1, 4
6 0
7 1
8 0
9 2
10 0

F. KESIMPULAN
Dari kegiatan perhitungan kepadatan lalat yang telah
dilakukan di kantin kampus Poltekkes Depkes Yogyakarta, dapat
diketahui bahwa populasi lalat pada masing- masing titik ditempat
tersebut sangat rendah, sehingga tidak menjadi masalah bagi
orang- orang yang berada pada lingkungan tersebut. Sehingga
tidak perlu dilakukan pengamanan terhadap tempat
perkembangbiakan lalat di tempat tersebut.

Yogyakarta, Januari 2010

Anda mungkin juga menyukai