Anda di halaman 1dari 11

Ê Ê

   


‘ Ê  
Organisasi adalah frame work (kerangka kerja) dari pada setiap bentuk kerjasama
manusia untuk mencapai suatu tujuan. Dalam suatu organisasi ada sebuah sistem yang
terdiri dari struktur organisasi yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan yang sama.
Dalam masyarakat luas umunya terdapat beberapa macam organisasi, salah satunya
adalah PMI yaitu palang merah indonesia, yang sudah tersohor di masyarakat, PMI
dikatakan suatu organisasi karena :
a.‘ Adanya suatu kelompok yaitu anggotanya terdiri dari beberapa orang
b.‘ Adanya maksud untuk kerjasama
c.‘ Adanya pengaturan hubungan
d.‘ Adanya tujuan yang hendak dicapai
Palang Merah Indonesia (PMI) adalah sebuah organisasi perhimpunan nasional di
Indonesia yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan. PMI selalu berpegang teguh
pada tujuh prinsip dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan sabit merah yaitu
kemanusiaan, kesamaan, kesukarelaan, kemandirian, kesatuan, kenetralan, dan
kesemestaan. Sampai saat ini PMI telah berada di 33 PMI Daerah (tingkat provinsi) dan
sekitar 408 PMI Cabang (tingkat kota/kabupaten) di seluruh indonesia.
Dalam berbagai kegiatan PMI komitmen terhadap kemanusiaan seperti Strategi
2010 berisi tentang memperbaiki hajat hidup masyarakat rentan melalui promosi prinsip
nilai kemanusiaan, penanggulangan bencana, kesiapsiagaan penanggulangan bencana,
kesehatan dan perawatan di masyarakat, Deklarasi Hanoi (United for Action) berisi
penanganan program pada isu-isu penanggulangan bencana, penanggulangan wabah
penyakit, remaja dan manula, kemitraan dengan pemerintah, organisasi dan manajemen
kapasitas sumber daya serta humas dan promosi, maupun Plan of Action merupakan
keputusan dari Konferensi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah ke-27 di Jenewa Swiss
tahun 1999.
PMI sebagai suatu organisasi selalu mengembangkan organisasinya demi
mencapai suatu tujuan yang sama. Pengembangan organisasi tersebut tercemin dalam
program-program PMI Program ini dimaksudkan mendorong pemberdayaan kapasitas
masyarakat untuk menyiagakan dalam mencegah serta mengurangi dampak dan risiko
bencana yang terjadi di lingkungannya. Hal ini sangat penting karena masyarakat sebagai

c
pihak yang secara langsung terkena dampak bila terjadi bencana. Pengembangan
organisasi PMI didukung oleh pimpinan dari PMI tersebut dengan harapan agar dapat
meningkatkan efektifitas sistem (organisasi) secara keseluruhan melalui
tindakan/program yang telah direncanakan tersebut.

 ‘ 


‘  
Agar Mahasiswa dapat mengetahui mengenai organisasi PMI

 ‘  
‘ Agar mahasiswa dapat mengetahui mengenai sejarah di dirikannya PMI.
‘ Agar mahasiswa dapat mengetahui mengenai tujuan dari organisasi PMI.
‘ Agar mahasiswa dapat mengetahui mengenai struktur organisasi PMI.
‘ Agar mahasiswa dapat mengetahui mengenai kegiatan dari organisasi PMI.

 ‘   
Dalam pembuatan makalah ini, penyusun menggunakan beberapa metode penulisan,
yaitu:
1.‘ Tinjauan pustaka
Tinjauan pustaka dilakukan dengan mangambil bahan-bahan materi dari buku-buku
yang berkaitan.
2.‘ Pranata luar (internet)
Pranata luar atau internet dilakukan dengan melakukan browsing di internet yang
berkaitan dengan materi makalah.

Ñ
Ê Ê
! "


!  #
$
Palang Merah Indonesia (PMI) adalah sebuah organisasi perhimpunan
nasional di Indonesia yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan.

Berdirinya Palang Merah di Indonesia sebetulnya sudah dimulai sebelum Perang


Dunia II, tepatnya 12 Oktober 1873.Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan Palang
Merah di Indonesia dengan nama ?  
     
(NERKAI) yang kemudian dibubarkan pada saat pendudukan Jepang.

Perjuangan mendirikan Palang Merah Indonesia (PMI) diawali 1932. Kegiatan


tersebut dipelopori Dr. R. C. L. Senduk dan Dr. Bahder Djohan dengan membuat
rancangan pembentukan PMI. Rancangan tersebut mendapat dukungan luas terutama
dari kalangan terpelajar Indonesia, dan diajukan ke dalam Sidang Konferensi Narkei
pada 1940, akan tetapi ditolak mentah-mentah.

Rancangan tersebut disimpan menunggu saat yang tepat. Seperti tak kenal
menyerah pada saat pendudukan Jepang mereka kembali mencoba untuk membentuk
Badan Palang Merah Nasional, namun sekali lagi upaya itu mendapat halangan dari
Pemerintah Tentara Jepang sehingga untuk yang kedua kalinya rancangan tersebut
kembali disimpan.

Proses pembentukan PMI dimulai 3 September 1945 saat itu Presiden


Soekarno memerintahkan Dr. Boentaran (Menkes RI Kabinet I) agar membentuk
suatu badan Palang Merah Nasional.

Dibantu Panitia lima orang terdiri atas Dr. R. Mochtar sebagai Ketua, Dr.
Bahder Djohan sebagai Penulis dan tiga anggota panitia yaitu Dr. R. M. Djoehana
Wiradikarta, Dr. Marzuki, Dr. Sitanala, mempersiapkan terbentuknya Perhimpunan
Palang Merah Indonesia. Tepat sebulan setelah kemerdekaan RI, 17 September 1945,
PMI terbentuk. Peristiwa bersejarah tersebut hingga saat ini dikenal sebagai Hari
PMI.

0
Peran PMI adalah membantu pemerintah di bidang sosial kemanusiaan,
terutama tugas kepalangmerahan sebagaimana dipersyaratkan dalam ketentuan
Konvensi-Konvensi Jenewa 1949 yang telah diratifikasi oleh pemerintah Republik
Indonesia pada tahun 1958 melalui UU No 59.

Sebagai perhimpunan nasional yang sah, PMI berdiri berdasarkan Keputusan


Presiden No 25 tahun 1925 dan dikukuhkan kegiatannya sebagai satu-satunya
organisasi perhimpunan nasional yang menjalankan tugas kepalangmerahan melalui
Keputusan Presiden No 246 tahun 1963.

Markas pusat PMI sekarang di indonesia yaitu Markas Pusat Palang Merah
Indonesia Jl. Jenderal Gatot Subroto Kav. 96, Jakarta 12790, Indonesia

 %     


‘ *isi PMI :
´ Terwujudnya PMI sebagai Organisasi Kemanusiaan yang propesional, tanggap dan
di cintai masyarakat´.
( Profesioanal berarti mempunyai kemampuan khusus dalam menjalankan
kegiatan kemanusiaan dan Tanggap berarti cepat mengetahui dan menyadari gejala
kondisi yang muncul )
‘ Misi PMI :
1.‘ Menguatkan dan mengembangkan organisasi
2.‘ Meningkatkan dan mengembangkan kualitas SDM ( Pengurus,Staff,PMR, dan
Relawan )
3.‘ Meningkatkan kualitas pelayanan kepalangmerahan
4.‘ Mengembangkan kegiatan kepalangmerahan yang berbasis masyarakat
5.‘ Meningkatkan dan mengembangkan jejaring kerjasama
6.‘ Menyebarluaskan, mengadovsi dan melaksankan Prinsip ± prinsip Dasar Gerakan
Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah serta Hukum
Perikemanusiaan Internasional
7.‘ Mengembangkan Komunikasi, Informasi dan Edukasi Kepalangmerahan

^
 ‘  
Tujuan PMI adalah untuk meringankan penderitaan sesama manusia apapun
sebabnya, dengan tidak membedakan golongan, bangsa, warna kulit, jenis kelamin,
bahasa, agama, dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

 &‘   
Menurut ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PMI yang
disebut Anggota Palang Merah Indonesia (PMI) adalah setiap Warga Negara
Indonesia yang bersedia menjadi anggota PMI. Mereka terdiri dari:

‘ Anggota Remaja, usia 10 - 20 tahun yang dihimpun di dalam wadah Palang Merah
Remaja (PMR).
‘ Anggota Biasa, usia 20 tahun ke-atas dan dapat menjadi anggota Korps Sukarela
(KSR) dan Tenaga Sukarela (TSR).
‘ Anggota Luar Biasa, adalah warga negara bukan Indonesia (WNA) yang berjasa
kepada PMI).
‘ Anggota Kehormatan, adalah Warga Negara Indonesia yang diangkat dengan Surat
Keputusan Pengurus Pusat berdasarkan jasa-jasanya kepada PMI.

 '‘ !  (    


! ) **+,*
&

   : Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla

å     : DR. Bachtiar Chamsjah, SE

!  -  : Ir. Budi Atmadi Adiputro, Dipl. HE

Ê   : Suryani Sidik Motik, Ph.D

 : 1. DR. dr. Hj. Ulla Nurchrawaty Usman, MM


2. dr.Farid Husain, Sp.Bd
3. H. Muhammad Muas, SH
4. Letjen TNI (Purn) Sumarsono, SH
5. DR. Biantoro Wanandi
6. DR. H. Rachmat Gobel

Î
7. Rapiuddin Hamarung
8. Bernhard S. Jonosisworo
9. Lily Kasoem
10. dr. Ritola Tasmaya, MPH
11. dr. Linda Lukitasari Waseso

!  (   


 .‘ 
V Pertolongan Pertama pada kasus trauma dan medis bersifat sementara sebelum
dikirim ke Rumah Sakit. Dan Pertolongan Pertama berbasis Masyarakat
(CBFA).
V Perawatan Keluarga, yang merupakan perawatan ringan dan rutin sehari-hari
seperti memandikan bayi, merawat manula dll.
V Mendirikan Perkampungan Darurat dilokasi yang aman dengan mendirikan
tenda atau menempati rumah yang kosong guna menampung para
pengungsi/korban.
V Menanggani proses pengungsian dari tempat kejadian ke tempat yang aman
yaitu perkampungan darurat, baik korban yang sehat, sakit sampai korban
yang meninggal.
V Mendirikan Dapur Umum dalam memberikan layanan kebutuhan makan para
korban dengan 2 kali makan sehari selama minimal 2 minggu dan maximal 3
bulan.
V Selanjutnya dengan dibina PMI dilaksanakan Dapur Umum secara bersama-
sama.
V Melayani pencarian keluarga yang hilang atau putus komunikasi, baik
komunikasi keluar tempat kejadian maupun yang masuk ke tempat kejadiaan
yang lebih singkatnya disebut layanan TMS ( Tracing and Mailing Service).
V Mengadakan konseling.
V Pelayanan donor darah dan permintaan darah melalui unit Transfusi darah PMI.
V Memberikan penyuluhan dalam bidang:
- Pendidikan Remaja Sebaya (PRS)
- Keterampilan Hidup (Life Skill)
- Penanggulangan HI*/ AIDS
- Sanitasi ( PHAST) dan CBFA


Ê Ê
 ! 

 Organisasi PMI ini termasuk ke dalam organisasi lini dan staf, karena:
1.‘ Jumlah anggota banyak
2.‘ Daerah kerjanya luas yaitu berbagai daerah di wilayah Indonesia
3.‘ Pimpinan dan sesama anggota tidak saling mengenal karena anggota nya terlalu
banyak
4.‘ Hubungan kerja yang tidak mungkin bersifat langsung karena ada proses yang
panjang untuk menginstruksikan suatu rencana kerja tertentu

          


Organisasi Lini dan Staff merupakan perpaduan antara struktur organisasi garis
dengan struktur organisasi fungsional dengan bantuan staff.

a.‘    ialah anggota yang memiliki hak untuk memberikan bahan-bahan
pertimbangan atau nasehat kepada pimpinan
b.‘    ialah anggota organisasi yang memiliki hak perintah kepada bawahan-
bawahannya di dalam jalur ini.

     


a)‘ Pucuk pimpinannya hanya satu orang dan dibantu oleh para staf.
b)‘ Terdapat dua kelompok wewenang, yaitu wewenang lini dan wewenang staf.
c)‘ Kesatuan perintah tetap dipertahankan, setiap atasan mempunyai bawahan tertentu
dan setiap bawahan hanya mempunyai seorang atasan langsung.
d)‘ Organisasinya besar, karyawannya banyak dan pekerjaannya bersifat kompleks.
e)‘ Hubungan antara atasan dengan para bawahan tidak bersifat langsung.
f)‘ Pimpinan dan para karyawan tidak semuanya saling kenal-mengenal.
g)‘ Spesialisasi yang beraneka ragam diperlukan dan digunakan secara optimal.

Kekurangan Organisasi Lini dan Staf


1.‘ Struktur organisasinya sangat rumit, adanya kemungkinan pimpinan staf melampaui
batas kewenangannya.
2.‘ Pimpinan lini sering mengabaikan nasehat atau saran dari staf.
3.‘ Pimpinan staf sering mengabaikan gagasan-gagasan yang dikemukakan oleh
pimpinan lini.

Œ
4.‘ Perintah lini dan perintah staf sering membingungkan anggota organisasi karena
kedua jenis hirarki sering tidak seirama dalam memandang sesuatu.

Kelebihan Organisasi Lini dan Staf


1.‘ Adanya pembagian tugas yang jelas antara kelompok lini yang melakukan tugas
pokok organisasi dan kelompok staf yang melakukan kegiatan penunjang.
2.‘ Asas spesialisasi yang ada dapat dilanjutkan menurut bakat bawahan masing-masing.
3.‘ Prinsip ³the right man on the right place´ dapat diterapkan dengan mudah.
4.‘ Koordinasi dalam setiap unit kegiatan dapat diterapkan dengan mudah.
5.‘ Dapat digunakan dalam organisasi yang lebih besar.

Maka bentuk organisasi lini dan staff dari Palang Merah Indonesia ini sudah tepat,
dilihat dari kekurangan dan kelebihan organisasi lini dan staff. Diantaranya adalah
karena organisasi ini merupakan organisasi besar yang memimpin organisasi-organisasi
cabang yang lebih kecil di daerah sehingga tepat menggunakan bentuk organisasi yang
kompleks seperti bentuk lini dan staff.



















D
Ê Ê%
! 


Palang Merah Indonesia (PMI) merupakan sebuah organisasi perhimpunan


nasional di Indonesia yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan. PMI
mempunyai visi dan misi serta tujuan yaitu untuk meringankan penderitaan sesama
manusia apapun sebabnya, dengan tidak membedakan golongan, bangsa, warna kulit,
jenis kelamin, bahasa, agama, dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Anggota Palang Merah Indonesia (PMI) yaitu setiap Warga Negara Indonesia yang
bersedia menjadi anggota PMI.

Adapun kegiatan PMI tersebut yaitu Pertolongan Pertama pada kasus trauma
dan medis bersifat sementara, Perawatan Keluarga, Mendirikan Perkampungan
Darurat, Menanggani proses pengungsian, Mendirikan Dapur Umum, Melayani
pencarian keluarga yang hilang, Mengadakan konseling, Pelayanan donor darah, dan
memberikan penyuluhan.

Organisasi PMI ini termasuk ke dalam organisasi lini dan staf, Organisasi Lini dan
Staff merupakan perpaduan antara struktur organisasi garis dengan struktur organisasi
fungsional dengan bantuan staff. Organisasi lini dan staf mempunyai ciri-ciri tertentu,
mempunyai kekurangan dan kelebihan.












c



















 / "!  


http://pmijabar.org/index.php?option=com_content&view=article&id=22&Itemid=29&lang=
ind

http://pmijabar.org/index.php?option=com_content&view=article&id=16%3Akeanggotaan&
Itemid=1&lang=en




cc

Beri Nilai