P. 1
Prosedur Operasi Standar SAI

Prosedur Operasi Standar SAI

|Views: 1,285|Likes:
Dipublikasikan oleh laimonquwh

More info:

Published by: laimonquwh on Apr 13, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/09/2013

pdf

text

original

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

KATA PENGANTAR

Sesuai dengan pilar ketiga Kebijakan Pembangunan Pendidikan Nasional yaitu Penguatan Tata Kelola, Akuntabilitas dan Pencitraan Publik, sejak tahun 2005 Depdiknas mewujudkannya dalam program pengembangan aplikasi Sistem Informasi Manajemen secara terintegrasi. Sangat disadari bahwa data perencanaan hingga pelaporan keuangan dan aset yang ada saat ini seolah-olah saling terpisah yang seyogyanya data tersebut merupakan bagian terintegrasi serta tidak terpisahkan satu dengan lainnya. Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Keuangan (SIMKEU) menjadi tugas Sekretariat Jenderal Depdiknas dalam mewujudkan pilar ketiga kebijakan pembangunan tersebut. Sistem yang dikembangkan adalah sebuah sistem berbasis web, berdasarkan sistem aplikasi keuangan Departemen Keuangan, mengintegrasikan semua data yang dibutuhkan dalam rangka mengelola Departemen. Selain untuk memperkecil terjadinya kesalahan manusia (human error), sistem tersebut dapat mengurangi pengulangan kegiatan pencatatan. Sebagai bagian dari pengembangan sistem tersebut, buku Prosedur Operasi Standar Sistem Informasi Manajemen Keuangan 2008 disusun dengan tujuan agar setiap satuan kerja yang berada di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional dapat menjalankan tugas dan fungsi masing – masing sesuai dengan sistem pengelolaan keuangan, mulai dari perencanaan dan penyusunan anggaran hingga pelaporan keuangan dan barang milik negara. Kepada semua yang telah berpartisipasi dalam penyusunan buku ini, atas nama Menteri Pendidikan Nasional, kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga, atas kerja kerasnya. Buku ini dibuat untuk dipergunakan oleh karyawan dan pimpinan di seluruh satuan kerja di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional.

Jakarta, 28 Januari 2009 Sekretaris Jenderal,

Prof. Dr. Dodi Nandika NIP 131127559

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009

1

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar Isi BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang B. Tujuan C. Dasar Hukum D. Daftar Istilah E. Daftar Singkatan F. Registrasi Petugas/User 1. Penjelasan Umum 2. Lingkup Kerja Petugas/User 3. Prosedur Registrasi User BAB II Prosedur Operasi Standar Sistem Akuntansi Instansi A. Penjelasan Umum B. Tujuan C. Keluaran D. Ketentuan Umum E. Aspek Pengendalian Internal BAB III Prosedur Penyusunan Laporan Keuangan/SAK A. Prosedur Penyusunan Laporan Keuangan/SAK Pada Tingkat UAKPA 1. Prosedur Pencatatan DIPA/DIPA Revisi, Estimasi Pendapatan, Realisasi Belanja, PNBP, Penyetoran UP, Kas di Bendahara Penerimaan, Kas di Bendahara Pengeluaran, Aset Tetap melalui Penerimaan ADK BMN, Pengembalian Belanja, dan Realisasi PHLN 2. Prosedur Pencatatan Piutang, Persediaan, Aset Tetap, KDP, Aset Tidak Berwujud, dan Kemitraan dengan Pihak Ketiga 3. Prosedur Rekonsiliasi Internal SAK – SIMAK BMN 4. Prosedur Rekonsiliasi dengan KPPN 5. Prosedur Pengiriman Laporan UAKPA ke UAPPA-W/E1 6. Prosedur Tutup Tahun pada UAKPA B. Prosedur Penyusunan Laporan Keuangan/SAK Pada Tingkat UAPPA-W 1. Prosedur Penerimaan Data UAKPA pada UAPPA-W 2. Prosedur Rekonsiliasi UAPPA-W dengan Kanwil DJPb 3. Prosedur Pengiriman Laporan UAPPA-W ke UAPPA-E1 4. Prosedur Tutup Tahun pada UAPPA-W C. Prosedur Penyusunan Laporan Keuangan/SAK Pada Tingkat UAPPA-E1 1. Prosedur Penerimaan Data UAKPA/UAPPA-W pada UAPPA-E1
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009

1 2 4 4 4 5 6 16 20 20 21 22 23 23 24 25 29 32

32

36 39 40 41 41 43 43 44 44 45 46 46
2

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

2. Prosedur Rekonsiliasi UAPPA-E1 dengan DAPK 3. Prosedur Pengiriman Laporan UAPPA-E1 ke UAPA 4. Prosedur Tutup Tahun pada UAPPA-E1 D. Prosedur Penyusunan Laporan Keuangan/SAK Pada Tingkat UAPA 1. Prosedur Penerimaan Data UAPPA-E1 pada UAPA 2. Prosedur Rekonsiliasi UAPA dengan DAPK 3. Prosedur Pengiriman Laporan UAPA ke DAPK 4. Prosedur Tutup Tahun pada UAPA BAB IV Prosedur Penyusunan Laporan BMN/SIMAK BMN A. Prosedur Penyusunan Laporan BMN/SIMAK BMN Pada Tingkat UAKPB 1. Prosedur Pencatatan Saldo Awal 2. Prosedur Pencatatan Transaksi Perolehan BMN 3. Prosedur Pencatatan Transaksi Perubahan BMN 4. Perubahan Nilai Koreksi Tim Penertiban Aset 5. Prosedur Pencatatan Transaksi Penghapusan BMN 6. Penghentian BMN dari Penggunaan 7. Prosedur Pencatatan Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP) 8. Pencatatan Perolehan BMN yang Berasal Dari PHLN 9. Prosedur Rekonsiliasi SIMAK BMN dengan SAK 10. Prosedur Rekonsiliasi UAKPB dengan KPKNL 11. Prosedur Pengiriman Data UAKPB Ke UAPPB-W/E1 12. Prosedur Pengiriman Data SIMAK BMN Ke UAKPA B. Prosedur Penyusunan Laporan BMN/SIMAK BMN Pada Tingkat UAPPB-W 1. Prosedur Penerimaan Data UAKPB Pada UAPPB-W 2. Prosedur Rekonsiliasi UAPPB-W dengan Kanwil DJKN 3. Prosedur Pengiriman Data UAPPB-W Ke UAPPB-E1 C. Prosedur Penyusunan Laporan BMN/SIMAK BMN Pada Tingkat UAPPB-E1 1. Prosedur Penerimaan Data UAPPB-W/UAKPB KP/DK/TP Pada UAPPB-E1 2. Prosedur Rekonsiliasi UAPPB-E1 dengan DJKN 3. Prosedur Pelaporan Dan Pengiriman Data UAPPB-E1 Ke UAPB D. Prosedur Penyusunan Laporan BMN/SIMAK BMN Pada Tingkat UAPPB-E1 1. Prosedur Penerimaan Data UAPPB-E1 Pada UAPB 2. Prosedur Rekonsiliasi UAPB dengan DJKN 3. Prosedur Pelaporan Dan Pengiriman Data UAPB Ke DJKN BAB V Penutup Lampiran Bagan Arus Prosedur Lampiran Matriks Prosedur

47 47 48 49 49 50 50 51 53 53 54 55 57 58 60 61 62 63 64 65 65 66 66 67 68 69 69 70 70 72 72 73 73 74

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009

3

Jumlah satker dan anggaran yang besar tersebut. LATAR BELAKANG Reformasi di bidang keuangan ditandai dengan diberlakukannya UndangUndang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional BAB I PENDAHULUAN A. tepat dan dapat dipertanggungjawabkan. Pengelolaan anggaran yang tepat dan cepat. optimalnya suatu pengelolaan anggaran juga ditentukan oleh bagaimana pengguna anggaran mentaati ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan. Undang-Undang Nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Undang-Undang Nomor 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Sekretariat Jenderal menyusun Prosedur Operasi Standar sebagai pedoman bagi para pengelola anggaran PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. memerlukan sistem pengelolaan anggaran yang mampu mendukung pelaksanaan kegiatan dan pencapaian sasaran organisasi setiap satuan kerja secara cepat. Selain itu. sehingga setiap kegiatan dapat dipertanggungjawabkan secara transparan. Berkaitan dengan latar belakang di atas. Versi 2/2009 4 . dengan harapan sistem pengelolaan keuangan Negara dapat lebih efisien dan efektif serta tercapainya transparansi dalam pengelolaan keuangan. bukanlah tugas yang mudah bagi Depdiknas yang memiliki skala organisasi yang besar. Pengelolaan anggaran merupakan salah satu kegiatan administrasi utama dalam kepemerintahan yang menuntut prinsip tata kelola yang baik dan mengharuskan setiap organisasi melakukan pelaksanaan anggaran dengan baik dan benar. sebaran geografis yang luas dan kewenangan perbendaharaan yang terdesentralisasi dangan jumlah kantor/satuan kerja yang banyak dan tersebar di seluruh Indonesia.

transparan.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional sehingga dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya dapat memahami prosedur yang harus dilaksanakan. Menciptakan pengelolaan anggaran yang tepat waktu. Versi 2/2009 5 . akurat. TUJUAN Prosedur Operasi Standar ini bertujuan: 1. 3. B. Memberikan pemahaman yang sama bagi pejabat dan para pengelola anggaran dan pelaporan keuangan pada Kantor/Satuan Kerja di Lingkungan Depdiknas. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Mendukung terwujudnya good governance dan clean governance yaitu terciptanya birokrasi yang baik. 2. bersih dan bebas dari korupsi. akuntabel. efisien dan efektif.

6.06/2007 tentang Penggolongan & Kodefikasi BMN. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 97/PMK. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional C. Penghapusan. 3. 9.06/2008 tentang Penilaian Barang Milik Negara.06/2007 tentang Bagan Akun Standar. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 120/PMK. Undang Undang Nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. DASAR HUKUM 1. 8. Keputusan Presiden Nomor 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Versi 2/2009 6 .06/2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan Penggunaan. 11. 13. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 91/PMK. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK. 7. Undang Undang Nomor 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 02/PMK. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 96/PMK. tentang Penatausahaan BMN. Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. 2. dan pemindahtanganan BMN. 12.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah. 5. Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah. 10. 14. Undang Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara.06/2007. Pemanfaatan. Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan.

DAFTAR ISTILAH Dalam Prosedur Operasi Standar ini yang dimaksud dengan : 1. adalah instansi di lingkungan Pemerintah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. yang selanjutnya disingkat ADK. Peraturan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-40/PB/2006 tentang Pedoman Akuntansi Persediaan. 21. adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan negara yang disetujui oleh DPR. adalah arsip data berupa disket atau media penyimpanan digital lainnya yang berisikan data transaksi. 16. 2. 18. Versi 2/2009 7 . 3.12/2001 tentang Pedoman Kapitalisasi Barang Milik/Kekayaan Negara dalam Sistem Akuntansi Pemerintah. yang selanjutnya disingkat BLU. Arsip Data Komputer. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 21 tahun 2007 tentang Unit Akuntansi Dan Pelaporan Keuangan Di Lingkungan Departemen Pendidikan Nasional.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 15. Keputusan Menteri Keuangan nomor 01/KM. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 tahun 2008 tentang Sistem Akuntansi Dan Pelaporan Keuangan Di Lingkungan Departemen Pendidikan Nasional. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Peraturan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-66/PB/2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran Atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Peraturan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-24/PB/2006 tentang Pelaksanaan Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga. data buku besar. Peraturan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-38/PB/2006 tentang Pedoman Akuntansi Konstruksi Dalam Pengerjaan. 20. dan/atau data lainnya. 19. 17. D. yang selanjutnya disebut APBN. Badan Layanan Umum.

serta pembukuan dan pelaporan keuangan pemerintah. yang pengelolaan keuangannya diselenggarakan sesuai dengan Peraturan Pemerintah terkait. dan LAK dalam rangka pengungkapan yang memadai. menyimpan. 8. adalah seseorang yang diangkat oleh Menteri yang diserahi tugas menerima. 7. Catatan atas Laporan Keuangan adalah laporan yang menyajikan informasi tentang penjelasan atau daftar terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam LRA.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas. yang selanjutnya disingkat BAS. Versi 2/2009 8 . Barang Milik Negara. Bendahara Pengeluaran. adalah seseorang yang diangkat oleh Menteri yang diserahi tugas menerima. Bendahara Penerimaan. menyetorkan uang atau surat berharga. yang selanjutnya disingkat BMN. menyimpan. Bagan Akun Standar. 9. adalah daftar perkiraan buku besar yang ditetapkan dan disusun secara sistematis untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan anggaran. 10. 4. adalah semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau berasal dari perolehan lainnya yang sah. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Bendahara Umum Negara adalah Pejabat yang diberi tugas untuk melaksanakan fungsi bendahara umum negara. menatausahakan dan mempertanggungjawabkan uang Negara yang ada dalam penguasaannya. 5. membayar uang atau surat berharga. 6. Bank Penata Usaha Dalam Negeri yang selanjutnya disebut Bank adalah Bank Pemerintah yang ditunjuk oleh PA/KPA untuk mengelola dana hibah yang diterima. Neraca. menatausahakan dan mempertanggung-jawabkan uang Negara yang ada dalam penguasaannya.

Versi 2/2009 9 . adalah daftar BMN berupa aset tetap yang memenuhi kriteria kapitalisasi dan seluruh BMN yang diperoleh sebelum berlakunya kebijakan kapitalisasi. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran yang selanjutnya disebut DIPA. 16. 13. Daerah otonom. adalah suatu dokumen pelaksanaan anggaran yang dibuat oleh Menteri/Pimpinan Lembaga serta disahkan oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan atas nama Menteri Keuangan berfungsi sebagai dokumen pelaksanaan pembiayaan kegiatan serta dokumen pendukung kegiatan akuntansi pemerintah. 14.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 11. 12. Daftar BMN Ekstrakomptabel. selanjutnya disebut Daerah. adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusan Pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dana Dekonsentrasi adalah dana yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Depdiknas yang dilaksanakan oleh Gubernur sebagai wakil pemerintah yang mencakup semua penerimaan dan pengeluaran dalam rangka pelaksanaan dekonsentrasi. adalah daftar BMN berupa aset tetap yang tidak memenuhi kriteria kapitalisasi. Daftar Kegiatan adalah daftar kegiatan yang dinyatakan layak dan siap oleh Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dan telah mendapatkan indikasi komitmen pendanaan dari calon PHLN atau PPLN. dan BMN yang diperoleh melalui transaksi Transfer Masuk/Penerimaan dari pertukaran/Pengalihan Masuk serta BMN yang dipindahbukukan dari Daftar BMN Ekstrakomptabel pada saat nilai akumulasi biaya perolehan dan nilai pengembangannya telah mencapai batas minimum kapitalisasi. tidak termasuk dana yang dialokasikan untuk instansi vertikal pusat di daerah. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Daftar BMN Intrakomptabel. 15.

Dinas Kabupaten/Kota adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah yang mengelola Tugas Pembantuan dari APBN Depdiknas. dan penghapusan BMN yang dikirimkan melalui media ADK setiap bulan oleh petugas Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang kepada petugas Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran di tingkat satuan kerja. yang selanjutnya disingkat DS. Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang dari Pemerintah kepada Gubernur sebagai wakil pemerintah. 25. adalah dokumen yang berhubungan dengan transaksi keuangan yang digunakan sebagai sumber atau bukti untuk menghasilkan data akuntansi. Dana Tugas Pembantuan adalah dana yang berasal dari APBN yang dilaksanakan oleh Daerah yang mencakup semua penerimaan dan pengeluaran dalam rangka pelaksanaan Tugas Pembantuan. 18. 21. Dinas Propinsi adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah yang mengelola Dana Dekonsentrasi dari APBN Depdiknas. 22. Data transaksi BMN adalah data berbentuk jurnal transaksi perolehan. 24. Entitas Pelaporan adalah unit pemerintahan yang terdiri dari satu atau lebih entitas akuntansi yang menurut ketentuan peraturan perundangundangan wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa laporan keuangan.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 17. Entitas Akuntansi adalah unit pemerintahan Pengguna Anggaran/ Pengguna Barang dan oleh karenanya wajib menyelenggarakan akuntansi dan menyusun laporan keuangan untuk digabungkan pada entitas pelaporan. Versi 2/2009 10 . 19. Fungsi adalah perwujudan tugas kepemerintahan di bidang tertentu yang dilaksanakan dalam rangka mencapai tujuan pembangunan nasional. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. 23. Dokumen pelaksanaan anggaran lainnya adalah suatu dokumen pelaksanaan anggaran yang dipersamakan dengan DIPA dan disahkan oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan atas nama Menteri Keuangan sebagai Bendahara Umum Negara. 26. Dokumen Sumber. perubahan. 20.

Pemerintah. badan/lembaga internasional. 28. badan/lembaga asing. rupiah. barang modal termasuk peralatan dan teknologi. Hasil (outcome) adalah segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran dari kegiatan-kegiatan dalam satu program. 29. Hibah Luar Negeri adalah penerimaan negara baik dalam bentuk Devisa dan/atau Devisa yang dirupiahkan. maupun dalam bentuk barang dan/atau jasa termasuk tenaga ahli dan pelatihan yang berasal dari pemerintah negara asing. yang tidak perlu dibayar kembali. dana. badan/lembaga dalam negeri atau perorangan. Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Khusus yang selanjutnya disebut KPPN khusus adalah instansi vertikal di Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kantor Wilayah Direktorat Perbendahraan yang tugas pokoknya adalah memproses pembayaran yang menggunakan dana pinjaman dan atau Hibah Luar Negeri khususnya dalam bentuk valuta asing (Valas). Kegiatan adalah bagian dari program yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa satuan kerja sebagai bagian dari pencapaian sasaran terukur pada suatu program dan terdiri dari sekumpulan tindakan pengerahan sumber daya baik yang berupa personil (sumber daya manusia). PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. 32. Keluaran (output) adalah barang atau jasa yang dihasilkan oleh kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung pencapaian sasaran dan tujuan program dan kebijakan.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 27. 31. Versi 2/2009 11 . Kas Negara adalah tempat penyimpanan uang negara yang ditentukan oleh Menteri Keuangan seluruh selaku Bendahara negara Umum dan Negara untuk seluruh menampung penerimaan membayar pengeluaran negara. 30. atau kombinasi dari beberapa atau kesemua jenis sumber daya tersebut sebagai masukan (input) untuk menghasilkan keluaran (output) dalam bentuk barang/jasa.

Prosedur Pelaporan Keuangan ini merupakan muara dari proses perencanaan dan pelaksanaan anggaran dalam siklus anggaran. 34. Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah adalah Pendekatan penganggaran berdasarkan kebijakan. Kementerian Negara adalah organisasi dalam Pemerintahan Republik Indonesia yang dipimpin oleh menteri untuk melaksanakan tugas Pemerintahan dalam bidang tertentu. Kodefikasi Barang adalah pemberian kode Barang Milik Negara sesuai dengan penggolongan masing-masing Barang Milik Negara. Laporan BMN adalah laporan yang menyajikan posisi BMN pada awal dan akhir suatu periode serta mutasi BMN yang terjadi selama periode tersebut. 38. yang selanjutnya disingkat LAK. 40. Versi 2/2009 12 . 36. dengan pengambilan keputusan terhadap kebijakan tersebut dilakukan dalam perspektif lebih dari satu tahun anggaran. Laporan Keuangan ini disusun dengan berpedoman pada Sistem Akuntansi Instansi. 37.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 33. Kementerian Keuangan adalah Kementerian Negara yang dipimpin oleh menteri yang bertanggung jawab di bidang keuangan negara. dan non-anggaran. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. 39. Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut KPA adalah Kepala Kantor Satuan Kerja yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional selaku Pengguna Anggaran. 35. adalah laporan yang menyajikan informasi arus masuk dan keluar kas selama periode tertentu yang diklasifikasikan berdasarkan aktifitas operasi. Laporan Keuangan adalah bentuk pertanggungjawaban satker atas pelaksanaan APBN berupa Laporan Realisasi Anggaran. Neraca dan Catatan atas Laporan Keuangan. pembiayaan. investasi aset nonkeuangan. Laporan Arus Kas. dengan mempertimbangkan implikasi biaya keputusan yang bersangkutan pada tahun berikutnya yang dituangkan dalam prakiraan maju.

transfer. 43. 45. Versi 2/2009 13 . Menteri adalah Menteri Pendidikan Nasional selaku Pengguna Anggaran/Barang. f. Laporan Realisasi Anggaran. adalah seseorang PNS Menteri setiap tahun anggaran untuk yang diangkat oleh anggaran APBN mengelola kantor/satuan kerja di lingkungan Depdiknas termasuk kantor/satker yang mengelola dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan (diperjelas) 48. Menteri Keuangan adalah menteri yang bertanggung jawab di bidang keuangan negara. dan ekuitas dana pada tanggal tertentu. Neraca adalah laporan yang menyajikan informasi posisi keuangan pemerintah yaitu aset. utang. 42. Notice of Disbursement/Debet Advice yang selanjutnya disebut NOD/DA adalah bukti transfer dana dari PHLN kepada penerima dana Hibah/Pihak Ketiga. yang selanjutnya disingkat LRA. 47. c. Pejabat Penandatangan SPM. Bendahara Penerima. adalah seseorang yang ditunjuk untuk atas nama kuasa pengguna anggaran/pengguna barang. adalah laporan yang menyajikan informasi realisasi pendapatan. b. Pejabat perbendaharaan terdiri dari: a. Bendahara Pengeluaran. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Kuasa Pengguna Anggaran. d. Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disebut PPK. 46. sisa lebih/kurang pembiayaan anggaran yang masing-masing diperbandingkan dengan anggarannya dalam satu periode. dalam pengelolaan Administrasi keuangan dan barang.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 41. Pengguna Anggaran. e. belanja. atau yang bertindak untuk pengadaan Barang dan jasa kantor/Satkernya sehingga menyebabkan anggaran keluar dari kasnya. surplus/ defisit dan pembiayaan. Pejabat Perbendaharaan. 44. Pejabat Pembuat Komitmen.

Pencetakan laporan keuangan adalah kegiatan untuk menghasilkan informasi keuangan untuk kepentingan pertanggungjawaban maupun manajerial dalam rangka pengambilan keputusan. 57. Bupati. Versi 2/2009 14 . 54. Penandatangan Surat Perintah Membayar. 51. dan sub-sub kelompok Barang Milik Negara. Penggolongan adalah kegiatan untuk menetapkan secara sistematik ke dalam golongan. Penghapusan BMN PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Program adalah penjabaran kebijakan Kementerian Negara/Lembaga dalam bentuk upaya yang berisi satu atau hbeberapa kegiatan dengan menggunakan sumber daya yang disediakan untuk mencapai hasil yang terukur sesuai dengan misi Kementerian Negara/Lembaga. atau Walikota.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional g. sub kelompok. PUMK 49. 53. dan perangkat Daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah. 55. kelompok. Pengguna Anggaran adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran Kementerian Negara/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah. 52. adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan Pemerintahan Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pemerintah Daerah adalah Gubernur. Pemerintah Pusat. 58. Pembukuan Anggaran adalah Kegiatan pencatatan dokumen sumber dengan menggunakan aplikasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI) pada unit akuntansi kantor satuan kerja. yang selanjutnya disebut Pemerintah. bidang. untuk melakukan pengujian SPP dan penandatanganan SPM yang menyebabkan pengeluaran anggaran. 56. 50. adalah seseorang yang diangkat oleh Menteri untuk atas nama KPA. Pembayaran Langsung adalah pelaksanaan pembayaran yang dilakukan oleh PA/KPA kepada pihak yang berhak/rekanan melalui penerbitan SPMLS atas nama pihak yang berhak/rekanan.

merupakan transaksi perolehan BMN dari hasil penyelesaian pembangunan berupa bangunan/gedung dan BMN lainnya yang telah diserahterimakan dengan Berita Acara Serah Terima. Pembelian. Hibah. merupakan pencatatan BMN dari hasil pembatalan penghapusan yang sebelumnya telah dihapuskan/dikeluarkan dari pembukuan. d. Penyelesaian Pembangunan. Koreksi Pencatatan. Transaksi ini berkaitan dengan transaksi Reklasifikasi Masuk. merupakan transaksi BMN ke dalam klasifikasi BMN yang lain. Transfer Keluar. merupakan transaksi untuk mengubah catatan BMN yang telah dilaporkan sebelumnya. Rampasan. 59. Reklasifikasi Keluar. merupakan perolehan BMN dari luar Pemerintah Pusat tanpa menyerahkan sejumlah sumber daya ekonomi. c.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional a. atau yang sejenis ke luar Pemerintah Pusat tanpa menerima sejumlah sumber daya ekonomi. e. b. merupakan transaksi perolehan BMN dari hasil rampasan berdasarkan putusan pengadilan. Pembatalan Penghapusan. Transfer Masuk. Perolehan BMN a. Hibah (keluar). Penghapusan. merupakan transaksi untuk menghapus BMN dari pembukuan berdasarkan suatu surat keputusan pengahapusan oleh instansi yang berwenang. b. f. Versi 2/2009 15 . merupakan penyerahan BMN karena pelaksanaan hibah. adalah terjadinya transaksi pertukaran dengan penyerahan sejumlah uang untuk memperoleh sejumlah barang. c. e. merupakan penyerahan BMN dari hasil transfer keluar dari unit lain dalam lingkup Pemerintah Pusat tanpa menerima sejumlah sumber daya ekonomi. merupakan perolehan BMN dari hasil transfer masuk dari unit lain dalam lingkup Pemerintah Pusat tanpa menyerahkan sejumlah sumber daya ekonomi. d. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.

BMN yang telah dicatat dan telah dilaporkan PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Reklasifikasi Masuk. merupakan transaksi pengembangan BMN yang dikapitalisir yang mengakibatkan pemindahbukuan dari Daftar BMN Ekstrakomptabel ke Daftar BMN Intrakomptabel atau perubahan nilai/satuan BMN dalam BI Intrakomptabel. Perjalanan dinas pindah merupakan perjalanan dinas dari Tempat Kedudukan ke tempat yang baru berdasarkan surat keputusan pindah bagi Pejabat Negara. tukar menukar. yang ditetapkan dalam APBN dan APBD. merupakan transaksi pengurangan kuantitas/nilai BMN yang menggunakan satuan luas atau satuan lain yang pengurangannya tidak menyebabkan keseluruhan BMN hilang. merupakan koreksi pencatatan atas nilai/kuantitas sebelumnya. 62. d. Pengembangan. Perbendaharaan Negara adalah pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara. 63. merupakan transaksi BMN yang sebelumnya telah dicatat dengan klasifikasi BMN yang lain. dan perjanjian kontrak lainnya. c. Koreksi Perubahan Nilai/Kuantitas. Perekaman dokumen sumber adalah kegiatan memindahkan data-data dalam lembaran kertas menjadi data-data elektronik. merupakan barang yang diperoleh dari pelaksanaan kerja sama pemanfaatan. 64. Pengurangan. b. h. dan Pegawai Tidak Tetap beserta keluarganya yang sah. Perjalanan dinas jabatan merupakan perjalanan dinas dari Tempat Kedudukan ke tempat yang dituju dan kembali ke Tempat Kedudukan semula.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional g. 60. Pegawai Negeri Sipil. merupakan pencatatan perubahan kondisi BMN. Perubahan Kondisi. Perubahan BMN a. 61. Versi 2/2009 16 . termasuk investasi dan kekayaan yang dipisahkan. Pelaksanaan dari Perjanjian/Kontrak. bangun guna serah/bangun serah guna.

Proses pengiriman data adalah kegiatan membentuk data elektronik untuk dikirim. 70. Pihak lain adalah instansi/unit organisasi di luar Kementerian Negara/ Lembaga dan berbadan hukum yang menggunakan anggaran yang bersumber dari APBN. 72. Versi 2/2009 17 . Sasaran (target) adalah hasil yang diharapkan dari suatu program atau keluaran yang diharapkan dari suatu kegiatan.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 65. Perubahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran yang selanjutnya disebut Revisi DIPA adalah perubahan dan/atau pergeseran rincian anggaran dalam DIPA. dan anggaran yang merupakan penjabaran dari rencana kerja pemerintah dan rencana strategis Depdiknas dalam satu tahun anggaran. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Proses penerimaan data BMN adalah kegiatan menggabungkan jurnal aset tetap kedalam file tertentu yang siap diposting menjadi buku besar. 69. proses pembentukan buku besar sebagai dasar pembentukan laporan keuangan dengan mengacu pada jurnal standar. 68. Rekonsiliasi adalah proses pencocokan data transaksi keuangan yang diproses dengan beberapa sistem/sub-sistem yang berbeda berdasarkan dokumen sumber yang sama. Perubahan Rincian Anggaran Belanja Pemerintah Pusat selanjutnya disebut Revisi Rincian ABPP adalah perubahan/pergeseran rincian anggaran menurut alokasi Satuan Anggaran Per Satuan Kerja (SAPSK) sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Presiden tentang Rincian Anggaran Belanja Pemerintah Pusat. 71. 73. dan karenanya wajib menyelenggarakan SAI sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga yang selanjutnya disebut RKA-KL adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi program. kegiatan. 66. sasaran. Proses posting adalah mengubah data-data elektronik transaksi menjadi data-data elektronik akuntansi. 67.

78. 79. adalah subsistem Akuntansi Pusat yang menghasilkan Laporan Arus Kas dan Neraca Kas Umum Negara (KUN). adalah serangkaian prosedur manual maupun yang terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data. adalah subsistem Akuntansi Pusat yang menghasilkan Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Pusat dan Neraca. yang selanjutnya disingkat SiAP. yang selanjutnya disingkat SKPD. 76. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. pencatatan. yang selanjutnya disingkat SAKUN. yang selanjutnya disingkat SAPP. adalah organisasi/lembaga pada Pemerintah Daerah yang bertanggung jawab kepada Gubernur/Bupati/Walikota dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan yang terdiri dari Sekretaris Daerah. desa. pengikhtisaran sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan Pemerintah Pusat.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 74. Versi 2/2009 18 . adalah serangkaian prosedur manual maupun yang terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data. Sistem Akuntansi Umum. pengikhtisaran sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan pada Kementerian Negara/ Lembaga. Dinas Daerah. Sistem Akuntansi Pusat. adalah serangkaian prosedur manual maupun yang terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data. 77. Satuan Kerja Perangkat Daerah. pencatatan. kecamatan. yang selanjutnya disingkat SAU. dan satuan polisi pamong praja sesuai dengan kebutuhan daerah. dan lembaga teknis daerah. 80. pengikhtisaran sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan pada Kementerian Keuangan selaku Bendahara Umum Negara. Sistem Akuntansi Kas Umum Negara. Satuan Kerja adalah Kuasa Pengguna Anggaran/Pengguna Barang yang merupakan bagian dari suatu unit organisasi pada Kementerian Negara/Lembaga yang melaksanakan satu atau beberapa kegiatan dari suatu program. yang selanjutnya disingkat SAI. 75. Sistem Akuntansi Instansi. Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat. pencatatan.

adalah dokumen yang dibuat/diterbitkan oleh pejabat yang bertanggungjawab PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. yang selanjutnya disebut SKTJM adalah surat keterangan yang menyatakan bahwa segala akibat dari tindakan pejabat/seseorang yang dapat mengakibatkan kerugian negara menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari pejabat/seseorang yang mengambil tindakan dimaksud. Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara. adalah subsistem dari SAI yang merupakan serangkaian prosedur yang saling berhubungan untuk mengolah dokumen sumber dalam rangka menghasilkan informasi untuk penyusunan neraca dan laporan BMN serta laporan manajerial lainnya sesuai ketentuan yang berlaku. efisiensi. 86. 84. Surat Keterangan Tanggung Jawab Mutlak. 83. 85. dan keandalan penyajian laporan keuangan pemerintah. Surat Perintah Membayar yang selanjutnya disebut SPM. Surat Permintaan Pembayaran yang selanjutnya disebut SPP. 82. Sistem Pengendalian Internal adalah suatu proses yang dipengaruhi oleh manajemen yang diciptakan untuk memberikan keyakinan yang memadai dalam pencapaian efektivitas. Versi 2/2009 19 dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan . ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. yang selanjutnya disingkat SIMAK-BMN. 87.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 81. Surat Keterangan Penghentian Pembayaran yang selanjutnya disebut SKPP adalah surat keterangan tentang terhitung mulai bulan dihentikan pembayaran yang dibuat/dikeluarkan oleh PA/Kuasa PA berdasarkan surat keputusan yang diterbitkan oleh Kementerian Negara/Lembaga atau satker yang disahkan oleh KPPN setempat. adalah dokumen yang diterbitkan oleh PA/KPA atau Pejabat Pendatangan SPM untuk mencairkan dana yang bersumber dari DIPA atau dokumen lain yang dipersamakan. Standar Akuntansi Pemerintahan adalah prinsip-prinsip akuntansi yang diterapkan pemerintah.

UAPPA-W Dekonsentrasi adalah unit akuntansi yang berada di Pemerintah Daerah Provinsi yang melakukan kegiatan penggabungan laporan keuangan dari seluruh satuan kerja perangkat daerah yang mendapatkan alokasi dana dekonsentrasi di wilayah kerjanya. Surat Perintah Pembukuan/Pengesahan yang selanjutnya disebut SP3 adalah Surat Perintah yang diterbitkan oleh KPPN Khusus selaku kuasa Bendahara Umum Negara (yang fungsinya dipersamakan dengan SPM/SP2D) kepada BI dan Satker untuk dibukukan/disahkan sebagai penerimaan dan pengeluaran dalam APBN atas realisasi penarikan Pinjaman/Hibah Luar Negeri (PHLN) melalui tata cara pembayaran langsung dan Letter of Credit. 88. 90. 93. 89.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional atas pelaksanaan kegiatan dan disampaikan kepada PA/KPA atau pejabat lain yang ditunjuk selaku pemberi kerja untuk selanjutnya diteruskan kepada Pejabat Penandatangan SPM. 92. Transfer lainnya adalah pengeluaran yang berasal dari anggaran perhitungan dan pembiayaan atas belanja bantuan sosial yang dilakukan oleh Kementerian Negara/Lembaga. Uang persediaan adalah sejumlah uang yang disediakan untuk satuan kerja dalam melaksanakan kegiatan operasional sehari hari. adalah surat perintah yang diterbitkan oleh KPPN selaku Kuasa Bendahara umum Negara untuk pelaksanaan pengeluaran atas beban DIPA berdasarkan SPM. 94. Versi 2/2009 20 . 91. Tugas Pembantuan adalah penugasan dari Pemerintah kepada daerah dan/atau desa atau sebutan lain dengan kewajiban melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaannya kepada yang menugaskan. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Surat Perintah Pencairan Dana yang selanjutnya disebut SP2D. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja yang selanjutnya SPTB adalah pernyataan tanggung jawab belanja yang dibuat oleh PA/Kuasa PA atas transaksi belanja sampai dengan jumlah tertentu.

98. adalah UAI yang melakukan kegiatan penggabungan laporan. yang selanjutnya disingkat UAI. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Eselon I. dan UAKPB yang langsung berada di bawahnya yang penanggung jawabnya adalah pejabat Eselon I. adalah UAI yang melakukan kegiatan akuntansi dan pelaporan tingkat satuan kerja. baik keuangan maupun barang seluruh UAKPA yang berada dalam wilayah kerjanya. yang selanjutnya disingkat UAKPB. baik keuangan maupun barang seluruh UAPPA-W yang berada di wilayah kerjanya serta UAKPA yang langsung berada di bawahnya. yang selanjutnya disingkat UAPPB-W. adalah UAI yang melakukan kegiatan penggabungan laporan. Unit Akuntansi Instansi. Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang. adalah unit akuntansi BMN pada tingkat wilayah atau unit kerja lain yang ditetapkan sebagai UAPPB-W dan melakukan kegiatan PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran. 102. 101. yang selanjutnya disingkat UAPPB-E1. yang selanjutnya disingkat UAKPA. 99. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang-Wilayah. yang selanjutnya disingkat UAPPA-W. 96. 97.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 95. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang Eselon I. adalah Satuan Kerja/Kuasa Pengguna Barang yang memiliki wewenang mengurus dan/atau menggunakan BMN. Versi 2/2009 21 . UAPPA-W Tugas Pembantuan adalah unit akuntansi yang berada di Pemerintah Daerah yang melakukan kegiatan penggabungan laporan keuangan dari seluruh satuan kerja perangkat daerah yang mendapatkan alokasi dana tugas pembantuan di wilayah kerjanya. adalah unit akuntansi BMN pada tingkat Eselon I yang melakukan kegiatan penggabungan laporan BMN dari UAPPB-W. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah. yang selanjutnya disingkat UAPPA-E1. adalah unit organisasi Kementerian Negara/Lembaga yang bersifat fungsional yang melaksanakan fungsi akuntansi dan pelaporan keuangan instansi yang terdiri dari Unit Akuntansi Keuangan dan Unit Akuntansi Barang. 100.

Unit Akuntansi Pengguna Barang. 105. adalah UAI pada tingkat Kementerian Negara/Lembaga (Pengguna Anggaran) yang melakukan kegiatan penggabungan laporan. Versi 2/2009 . lengkap dan benar. 108. Verifikasi laporan keuangan adalah kegiatan untuk memastikan bahwa laporan keuangan yang dihasilkan berasal dari perekaman dokumen sumber yang sah. baik keuangan maupun barang seluruh UAPPA-E1 yang berada di bawahnya. Verifikasi Register Transaksi Harian (RTH). lengkap dan benar yang direkam dalam aplikasi SAI. 103. yang selanjutnya disingkat UAPA. penanggung jawabnya adalah Kepala Kantor Wilayah atau Kepala unit kerja yang ditetapkan sebagai UAPPB-W.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional penggabungan laporan BMN dari UAKPB. yang selanjutnya disingkat UAPB. Unit Akuntansi Pengguna Anggaran. adalah unit akuntansi BMN pada tingkat Kementerian Negara/Lembaga yang melakukan kegiatan penggabungan laporan BMN dari UAPPB-E1. 107. perjanjian. yang penanggung jawabnya adalah Menteri/Pimpinan Lembaga. Unit organisasi adalah bagian dari suatu Kementerian Negara/Lembaga yang bertanggung jawab terhadap pengkoordinasian dan/atau pelaksanaan suatu program. 109. 106. DAFTAR SINGKATAN ABPP ADK APBD = Anggaran Belanja Pemerintah Pusat = Arsip Data Komputer = Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 22 PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. 104. yaitu kegiatan untuk memastikan data yang direkam telah sesuai dengan dokumen sumbernya. atau berdasarkan sebab lainnya yang sah. E. Utang Negara adalah jumlah uang yang wajib dibayar pemerintah Pusat dan/atau kewajiban pemerintah pusat yang dapat dinilai dengan uang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Verifikasi dokumen sumber adalah kegiatan untuk memastikan hanya dokumen sumber yang sah.

Versi 2/2009 .Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional APBN APP ATDIKBUD BA BA (2) BALITBANG BAPP BAPP (2) BAPPENAS BAR BAS BAST BKPK BKU BLU BMN BOS BPK BUN CaLK DAK DAPK DASK DAU DBKP DBL DBPP DBPP-E1 DBPP-W DBR DEPDIKNAS DEPKEU DIKTI DIPA DIRJEN DITJEN DJA DJKN DJPB DJPK DJPU DK DPKN DPR = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan Atase Pendidikan dan Kebudayaan Berita Acara Bagian Anggaran Badan Penelitian dan Pengembangan Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional Berita Acara Rekonsiliasi Bagan Akun Standar Berita Acara Serah Terima Buku Kas Pembantu Pengeluaran Buku Kas Umum Badan Layanan Umum Barang Milik Negara Bantuan Operasional Sekolah Badan Pemeriksa Keuangan Bendahara Umum Negara Catatan Atas Laporan Keuangan Dana Alokasi Khusus Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Dokumen Anggaran Satuan Kerja Dana Alokasi Umum Daftar Barang Kuasa Pengguna Daftar Barang Lainnya Daftar Barang Pembantu Pengguna Daftar Barang Pembantu Pengguna Eselon 1 Daftar Barang Pembantu Pengguna Wilayah Daftar Barang Ruangan Departemen Pendidikan Nasional Departemen Keuangan Pendidikan Tinggi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Direktorat Jenderal Anggaran Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Direktorat Jendral Perbendaharaan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Dekonsentrasi Direktorat Pengelolaan Kas Negara Dewan Perwakilan Rakyat 23 PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional DS GUP HLN IKN INPRES IRJEN ITJEN JARDIKNAS KAK KANWIL KARO KASI KASUBAG KASUBDIT KD KDP KEPPRES KIB KP KPA KPJM KPKN KPKNL KPPN KUN LAK LAKIP LBKP LBKP-S LBKP-T LBPPE1 LBPPE1-S LBPPE1-T LBPPW LBPPW-S LBPPW-T LBP LBPS LBPT LHI LHOF LKB L-KDP = Dokumen Sumber = Ganti Uang Persediaan = Hibah Luar Negeri = Inventarisasi Kekayaan Negara = Instruksi Presiden = Inspektur Jenderal = Inspektorat Jenderal = Jejaring Pendidikan Nasional = Kerangka Acuan Kerja = Kantor Wilayah = Kepala Biro = Kepala Seksi = Kepala Sub Bagian = Kepala Sub Direktorat = Kantor Daerah = Konstruksi Dalam Pengerjaan = Keputusan Presiden = Kartu Identitas Barang = Kantor Pusat = Kuasa Pengguna Anggaran = Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah = Kantor Pemerintah dan Kas Negara = Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang = Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara = Kas Umum Negara = Laporan Arus Kas = Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah = Laporan Barang Kuasa Pengguna = Laporan Barang Kuasa Pengguna Semesteran = Laporan Barang Kuasa Pengguna Tahunan = Laporan Barang Pembantu Pengguna Eselon 1 = Laporan Barang Pembantu Pengguna Eselon 1 Semesteran = Laporan Barang Pembantu Pengguna Eselon 1 Tahunan = Laporan Barang Pembantu Pengguna Wilayah = Laporan Barang Pembantu Pengguna Wilayah Semesteran = Laporan Barang Pembantu Pengguna Wilayah Tahunan = Laporan Barang Pengguna = Laporan Barang Pengguna Semesteran = Laporan Barang Pengguna Tahunan = Laporan Hasil Inventarisasi = Laporan Hasil Opname Fisik = Laporan Kondisi Barang = Laporan Konstruksi Dalam Pengerjaan 24 PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Versi 2/2009 .

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional LKPP LRA MANDIKDASMEN MENDIKNAS MENKEU NPWP NTB NTPN NUP P4TK PA PERDIRJEN PERMENDIKNAS PERPRES PHLN PKN PMK PMPTK PNBP PNS POK POS PP PPh PPHLN PPK PPN PUMK PUSTEKKOM RAB RABPP RAKOR RI RK RKA-KL RKP RMP RPJM RPJP RTH RUH SAI = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Laporan Realisasi Anggaran Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Menteri Pendidikan Nasional Menteri Keuangan Nomor Pokok Wajib Pajak Nomor Transaksi Bank Nomor Transaksi Penerimaan Negara Nomor Urut Pendaftaraan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pengguna Anggaran Peraturan Direktorat Jenderal Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Peraturan Presiden Pinjaman/Hibah Luar Negeri Pengelolaan Kas Negara Peraturan Menteri Keuangan Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Penerimaan Negara Bukan Pajak Pegawai Negeri Sipil Petunjuk Operasional Kegiatan Prosedur Operasi Standar Peraturan Pemerintah Pajak Penghasilan Pemberi Pinjaman Hibah Luar Negeri Pejabat Pembuat Komitmen Pajak Pertambahan Nilai Pemegang Uang Muka Kegiatan Pusat Teknologi Komunikasi dan Komunikasi Departemen Rencana Anggaran Biaya Rencana Anggaran Biaya Pemerintah Pusat Rapat Koordinasi Republik Indonesia Rekening Khusus Rencana Kerja dan Anggaran Kementrian Negara/ Lembaga Rencana Kerja Pemerintah Rupiah Murni Pendamping Rencana Pemerintah Jangka Menengah Rencana Pemerintah Jangka Panjang Register Transaksi Harian Rekam. Hapus Sistem Akuntansi Instansi 25 PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Versi 2/2009 . Ubah.

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional SAK SAKUN SAP SAPP SAPSK SATKER SAU SBK SBU SESJEN SETJEN SiAP SIMAK-BMN SIMKEU SK SKB SKKP SKPA SKPD SKPKPP SKPP SKTB SKTJM SOP SOR SP2D SP3 SPK SPK (2) SPM SPM-GUP SPM-LS SPM-TUP SPM-UP SPN SPP SPPD SPTB SPWA SRAA SSBP SSP = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = Sistem Akuntansi Keuangan Sistem Akuntansi Kas Umum Negara Standar Akuntansi Pemerintah Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Satuan Kerja Sistem Akuntansi Umum Standar Biaya Khusus Standar Biaya Umum Sekretaris Jenderal Sekretariat Jenderal Sistem Akuntansi Pusat Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara Sistem Informasi Manajemen Keuangan Surat Keputusan Surat Keputusan Bersama Surat Keputusan Kelebihan Pembayaran Surat Kuasa Pengguna Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah Surat Keputusan Pengembalian Kelebihan Pembayaran Pajak Surat Keterangan Penghentian Pembayaran Surat Keterangan telah Dibukukan Surat Keterangan Tanggung Jawab Mutlak Standard Operating Procedure Statement of Responsibility Surat Perintah Pencairan Dana Surat Perintah Pembukuan dan Pengesahan Surat Perintah Kerja Surat Perjanjian Kerja Surat Perintah membayar Surat Perintah Membayar Ganti Uang Persedian Surat Perintah Membayar Langsung Surat Perintah Membayar Tambahan Uang Persediaan Surat Perintah Membayar Uang Persediaan Surat Perbendaharaan Negara Surat Permintaan Pembayaran Surat Perintah Perjalanan Dinas Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja Surat Pengganti Withdrawal Application Surat Rincian Alokasi Anggaran Surat Setoran Bukan Pajak Surat Setoran Pajak 26 PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Versi 2/2009 .

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = Surat Setoran Pengembalian Belanja Tunjangan Ikatan Dinas Term of Reference Tugas Pembantuan Tuntutan Perbendaharaan/Tuntutan Ganti Rugi Tunjangan Penghasilan Luar Negeri Tambahan Uang Persediaan Tugas dan Fungsi Unit Akuntansi Instansi Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang Unit Akuntansi Pengguna Anggaran Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Eselon 1 Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah Unit Akuntansi Pengguna Barang Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang Eselon 1 Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang Wilayah Uang Duka Wafat Uang Persediaan Unit Pelaksana Teknis Undang-undang Withdrawal Application PROSEDUR REGISTRASI PETUGAS/USER 1. Di tingkat Satker.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional SSPB TID TOR TP TP/TGR TPLN TUP TUSI UAI UAKPA UAKPB UAPA UAPPA-E1 UAPPA-W UAPB UAPPB-E1 UAPPB-W UDW UP UPT UU WA F. Verifikator dan Validator.1. Versi 2/2009 27 . PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Adapun ketentuan yang harus dipenuhi untuk menetapkan petugas-petugas yang bertanggung jawab dalam pengelolaan Aplikasi SIMKEU adalah sebagai berikut: 1. Operator/User aplikasi SIMKEU ditunjuk oleh masingmasing pimpinan Satker yang terdiri dari : Operator Komputer. PENJELASAN UMUM Registrasi User dilakukan untuk menegaskan posisi petugas-petugas yang bertanggung jawab atas penggunaan aplikasi SIMKEU Depdiknas. memberikan jaminan bahwa penggunaannya telah sesuai dengan peraturan yang berlaku dan pengaturan entitas akuntansi telah sesuai dengan dokumen resmi yang dikeluarkan oleh otoritas anggaran yaitu Departemen Keuangan sebagaimana tercantum dalam DIPA.

Operator/User yang telah ditunjuk harus melakukan registrasi sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku. Administrator: Bertanggung jawab atas kelancaran pengelolaan aplikasi SIMKEU Depdiknas. DIPA. SIMAK BMN) harus ditangani oleh Operator/User yang berbeda. 1. 5 aplikasi SIMKEU (RKA-KL.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 1.2.2. 1. pengiriman dokumen.3.4. SAK.3. Operator Komputer.1. Help Desk. 2. Masing-masing posisi harus menguasai pengetahuan dasar peng-operasian komputer. Petugas Administrasi: Bertanggung jawab atas semua pekerjaan administratif mulai dari penerimaan dokumen sumber (termasuk pemeriksaan kelengkapan dokumen). Aktivasi User dilakukan oleh Administrator SIMKEU yang berkedudukan di Biro Keuangan Depdiknas. SPM. Help Desk Tugas Utamanya adalah mendukung kelancaran implementasi aplikasi SIMKEU Depdiknas dengan bertindak sebagai sumber informasi dan solusi atas segala permasalahan/kendala teknis di dalam pengoperasian Aplikasi SIMKEU Depdiknas sekaligus melakukan 28 PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Administrator. 1. Verifikator dan Validator.5. pembukuan dan pengarsipan. dengan tanggung jawab dan tugas sebagai berikut: 2. Versi 2/2009 . 2. LINGKUP KERJA PETUGAS/USER Petugas-petugas yang bertanggung jawab di dalam prosedur pengelolaan aplikasi SIMKEU Depdiknas adalah: Petugas Administrasi. Tugas utamanya adalah melakukan aktivasi atas User Account/Operator berdasarkan daftar User/Operator yang diterbitkan oleh Sekretariat Jenderal Depdiknas serta melakukan perawatan berkala terhadap Server dan jaringan penunjang SIMKEU Depdiknas. 2. Operator/User yang ditunjuk harus memenuhi kriteria/syarat berdasarkan ketentuan yang berlaku dan disahkan oleh SK Sesjen.

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. konsistensi register transaksi harian dan semua cetakan hasil transaksi yang dilakukan oleh Operator Komputer serta melakukan pemutakhiran data. termasuk di dalamnya perawatan terhadap PC Unit.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional pendokumentasian dan pengklasifikasian masalah/kendala sebagai bahan Evaluasi.4. termasuk di dalamnya melakukan pemeriksaan dan penelitian atas kebenaran dan keabsahan substansi dokumen sumber. mencetak dokumen dan register. Di samping itu juga melakukan perawatan sarana penunjang. Versi 2/2009 29 . Verifikator: Bertanggung jawab atas konsistensi dan akuntabilitas dari pengelolaan SIMKEU Depdiknas. transfer data manual menjadi data elektronik. serta melakukan Back Up data elektronik. Printer dan Jejaring. 2. Operator Komputer: Bertanggung jawab atas peng-operasian aplikasi SIMKEU Depdiknas yaitu: melakukan input data. 2.5.

Calon Operator/User melakukan registrasi dengan ketentuan sebagai berikut: a. verifikasi/evaluasi dan validasi untuk menjaga kompetensi. Kepala Satker mengusulkan calon Operator/User SIMKEU. kemutakhiran dan transparansi dari pelaksanaan SIMKEU Depdiknas termasuk di dalamnya: melakukan monitoring terhadap langkah-langkah yang harus dilalui dan memberikan otorisasi/validasi atas data/dokumen pendukung yang diperlukan.6.2.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 2.1. Kode Satker dan Aplikasi yang ditangani b. NIP. Aktivasi User Aplikasi SIMKEU oleh Biro Keuangan dilakukan melalui tahapan sebagai berikut: 3. PROSEDUR REGISTRASI USER: Registrasi User/Operator dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 3.2.1. Validator: Menjalankan fungsi monitoring.1. Sesjen cq. NIP diganti dengan Kode pegawai sementara yang diterbitkan oleh Kepala Satker 3.1. dengan langkah-langkah sebagai berikut: 3.2. Biro Keuangan 3.1. Kepala Satker menunjuk dan membuat surat usulan penunjukan Operator/User Aplikasi SIMKEU dan menyampaikannya kepada Sesjen cq. Mencantumkan: Nama. Untuk calon Operator/User yang bukan PNS. 3. Bagian Kebendaharaan menerima Surat Usulan Kepala Satker tentang SIMKEU Penunjukan Operator/User Aplikasi PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Versi 2/2009 30 . akuntabilitas.

Sesjen cq. Operator/User Aplikasi SIMKEU di Satker melakukan identifikasi ulang 3.2. Operator/User sudah aplikasi terkait. Administrator SIMKEU mencocokan nama User/Operator Aplikasi SIMKEU di dalam data base dengan yang tercantum di dalam lampiran SK Sesjen 3.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 3.4. bisa melakukan aktivitasnya menggunakan PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.2.3.4. Bagian Kebendaharaan menerbitkan SK mengenai Penunjukan Operator/User Aplikasi SIMKEU seluruh Satker di lingkungan Depdiknas 3. Administrator SIMKEU melakukan Aktivasi atas Operator/User Aplikasi SIMKEU yang telah disetujui dan menyampaikan pemberitahuan kepada Satker yang bersangkutan untuk melakukan identifikasi ulang 3.2.3. Versi 2/2009 31 .2.

pengikhtisaran sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan serta BMN pada Kementerian Negara/Lembaga sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran dan penatausahaan BMN. Versi 2/2009 32 . PENJELASAN UMUM Sistem Akuntansi Instansi adalah serangkaian prosedur manual maupun yang terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data. Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN) adalah sub sistem dari Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yang merupakan serangkaian prosedur pengolahan dokumen sumber dalam rangka menghasilkan informasi yang tepat dan valid untuk penyusunan neraca dan laporan Barang Milik Negara (BMN) sesuai dengan peraturan/ketentuan yang berlaku.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional BAB II PROSEDUR OPERASI STANDAR SISTEM AKUNTANSI INSTANSI A. pencatatan. B. TUJUAN Tujuan penyusunan laporan keuangan sebagai berikut : PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. SAI dilaksanakan oleh Kementerian Negara/Lembaga dengan memproses transaksi keuangan baik arus uang maupun barang yang terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistem Informasi Manajemen Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK BMN). Sistem Akuntansi Keuangan adalah sub sistem dari Sistem Akuntansi Instansi yang merupakan serangkaian prosedur yang saling berhubungan untuk mengolah dokumen sumber dalam rangka menghasilkan informasi untuk penyusunan neraca dan Laporan Keuangan serta laporan manajerial lainnya sesuai ketentuan yang berlaku. Laporan tersebut meliputi semua laporan barang yang dibeli atau diperoleh atas beban APBN atau berasal dari perolehan lainnya yang sah.

sebagai dasar penilaian kinerja. 2.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 1. Menyediakan informasi yang dapat dipercaya tentang posisi keuangan dan aset BMN Departemen Pendidikan Nasional secara keseluruhan pada waktu tertentu. 3. Departemen pengendalian keuangan Pendidikan Nasional secara efisien dan akuntabel. Menyediakan pelaksanaan informasi dan keuangan yang kegiatan berguna dan untuk perencanaan. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. 4. Versi 2/2009 33 . Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu tentang pelaksanaan anggaran dan kegiatan keuangan Departemen Pendidikan Nasional. untuk menentukan ketaatan terhadap otorisasi anggaran dan untuk tujuan akuntabilitas. pemrosesan dan pelaporan transaksi keuangan yang konsisten sesuai dengan standar dan praktek akuntansi yang diterima secara umum. mulai dari Satker hingga tingkat Departemen. Menjaga aset-aset yang dimiliki Departemen Pendidikan Nasional melalui pencatatan.

2. Daftar Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP) 2. Daftar Barang Bersejarah yang mencakup BMN yang dikategorikan barang bersejarah.2. 1. 2.4. 2. 2.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional C. Laporan BMN yang dihasilkan dari prosedur SIMAK BMN adalah: 2.2. Kartu Inventaris Barang Tanah. KELUARAN 1. Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) yang meliputi penjelasan.4. Neraca yang menggambarkan posisi keuangan suatu entitas akuntansi dan pelaporan mengenai aset.3. Kartu Inventaris Barang Alat Angkutan Bermotor.1. 2.2. Kartu Inventaris Barang 2.3.1. 1. ekuitas dana per periode tertentu. Versi 2/2009 34 .1.1.1. 2. dibukukan dan dilaporkan dalam kuantitasnya dan tanpa nilai.3.2. kewajiban. dan 2. daftar rinci. Laporan Realisasi Anggaran (LRA) yang menyajikan informasi realisasi pendapatan dan belanja. Kartu Inventaris Barang Alat Persenjataan. Daftar Barang Persediaan. 2.1.5.2. 2. Daftar Barang Lainnya .2. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.1.1.3. yang dibandingkan dengan rencana anggarannya dalam 1 periode.1. Daftar Barang Intrakomptabel yang mencakup BMN yang memenuhi kriteria kapitalisasi. Laporan keuangan yang dihasilkan dari prosedur SAK adalah: 1. 2. Daftar Barang Ekstrakomptabel yang mencakup BMN yang tidak memenuhi kriteria kapitalisasi. Kartu Inventaris Barang Bangunan Gedung. Daftar BMN meliputi: 2.2. dan analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam Laporan Realisasi Anggaran dan Neraca.

2. 2. LBKP Konstruksi Dalam Pekerjaan.1. 2. LBKP Ekstrakomptabel. merupakan hasil penggabungan LBKP Intrakomptabel dan LBKP Ekstrakomptabel. 2. 2.3. merupakan hasil penggabungan LBKP Intrakomptabel dan LBKP Ekstrakomptabel.5.6.1.6. LBPP-EI Ekstrakomptabel. 2. LBPPW Gabungan.6. 2.6.5. LBKP Intrakomptabel.1.8.3. 2. LBPPW Ekstrakomptabel.7.7.4.1. 2.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 2. LBPP-EI Barang Bersejarah.2. 2. Laporan Barang Pembantu Pengguna Wilayah (LBPPW) 2. 2. LBPPW Persediaan. 2. LBP Ekstrakomptabel.7. LBPP-EI Intrakomptabel. 2. LBPP-EI Gabungan. 2.7.5. Daftar Barang Ruangan. 2. LBKP Gabungan.6. LBPP-EI Konstruksi Dalam Pekerjaan. Laporan Barang Pembantu Pengguna Eselon I (LBPP-EI) 2. LBPPW Barang Bersejarah.5.4. Versi 2/2009 35 . LBKP Persediaan.2. 2.6.6.6.2.5. 2. LBP Intrakomptabel.5. LBP Gabungan.7. 2.3.7. LBPP-EI Persediaan. Laporan Barang Pengguna (LBP) 2. LBPPW Konstruksi Dalam Pekerjaan. merupakan hasil penggabungan LBKP Intrakomptabel dan LBKP Ekstrakomptabel. merupakan hasil penggabungan LBKP Intrakomptabel dan LBKP Ekstrakomptabel. 2.4.8.8. LBKP Barang Bersejarah. LBPPW Intrakomptabel.6. 2.7. Laporan Barang Kuasa Pengguna (LBKP) meliputi .8.5.4. 2.5.3.5.2.5. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. 2.6.

4. LBP Konstruksi Dalam Pekerjaan. Laporan Kondisi Barang (LKB). 4. 2. Untuk kegiatan/program Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan yang dialokasikan oleh Depdiknas kepada pemerintah daerah. baik sebagai entitas akuntansi maupun entitas pelaporan. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah (UAPPAW) adalah unit akuntansi instansi yang melakukan kegiatan akuntansi keuangan di tingkat Wilayah. Untuk melaksanakan SAI dibentuk Unit Akuntansi sebagai berikut: 4.8. LBP Persediaan.8. Laporan keuangan yang dihasilkan merupakan bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran oleh unit akuntansi tersebut. KETENTUAN UMUM 1. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.1. laporan keuangannya merupakan satu kesatuan yang tidak terpisah dari laporan keuangan Departemen. 4.2. D. pencetakan laporan.1. serta pengiriman dan distribusi laporan.9. 2.1. Versi 2/2009 36 . Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) : 4.5. 4.1. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Eselon I (UAPPAE1) adalah unit akuntansi instansi yang melakukan kegiatan akuntansi keuangan di tingkat Eselon I. 2. 2.8. LBP Barang Bersejarah.3. perekaman transaksi. 3. 2.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 2.6.1. Unit akuntansi di lingkungan Depdiknas melaksanakan fungsi akuntansi dan pelaporan keuangan atas pelaksanaan anggaran sesuai dengan tingkat organisasinya. verifikasi atas perekaman transaksi. Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (UAKPA) adalah unit akuntansi instansi yang melakukan kegiatan akuntansi keuangan tingkat satuan kerja. Prosedur pelaporan keuangan dimulai dari penerimaan dan verifikasi dokumen sumber. Catatan Ringkas BMN.10.

3. Unit Akuntansi Pengguna Anggaran (UAPA) adalah unit akuntansi instansi (pengguna anggaran) yang melakukan kegiatan akuntansi keuangan di tingkat Kementerian Negara/Lembaga.2.1.4. Versi 2/2009 37 .2. Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Keuangan Barang Milik Negara (SIMAK BMN) : 4. Dokumen penerimaan anggaran: 5. Uraian Anggaran Pendapatan per Akun dari RKA-KL dan Revisi 5.2.2.1.2.3.4.2. Form. 1. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang Wilayah (UAPPB-W) unit akuntansi instansi yang melakukan kegiatan akuntansi barang di tingkat wilayah.1. 5. Surat Setoran Pengembalian Belanja (SSPB) 5.2.2. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang Eselon I (UAPPB-EI) unit akuntansi instansi yang melakukan kegiatan akuntansi barang di tingkat Eselon I.2.1. Petunjuk Operasional Kegiatan atau RKA-KL (Form 1. Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang (UAKPB) unit akuntansi instansi yang melakukan kegiatan akuntansi barang pada tingkat satuan kerja. 4.5) dan Revisi.4.1.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 4.1. 5. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Halaman IV 5. Unit Akuntansi Pengguna Barang (UAPB) unit akuntansi instansi yang melakukan kegiatan akuntansi barang tingkat kementerian negara/lembaga. Dokumen anggaran: 5.3.1. 4.2. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Revisi. Dokumen sumber yang digunakan untuk penyusunan Laporan Keuangan adalah: 5.3. 4.1. Dokumen estimasi pendapatan: 5.2.2. 4. Surat Setoran Bukan Pajak (SSBP) 5.

1. Surat Perintah Pembukuan / Pengesahan (SP3). Dokumen perolehan / perubahan / penghapusan: 6. 5. TGR.4. 6.4. SPM/SP2D. 6. DIR. BA Cash Opname 5. Versi 2/2009 38 .3.2.4.5.3.2.6.3. Bukti Kepemilikan BMN.4. Berita Acara Serah Terima (BAST) BMN.5. 6.4.5.5. Laporan Persediaan dan Laporan Hasil Mapping Persediaan 5.1. BA Opname Fisik Persediaan 5.1. Surat Kuasa Pengguna Anggaran (SKPA). L-KDP (Laporan Konstruksi Dalam Pengerjaan) 5. Laporan BMN sebelumnya.3. Daftar PNBP yang belum disetor 5.3. Surat Perintah Pencairan Dana 5.8. 6. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Bukti Kepemilikan BMN.1.1. Kuitansi.2. 6.7.2. Daftar Piutang PNBP.2.1.5. dan Piutang Lainnya 5. Faktur Pembelian. 6.5. Daftar aset tetap yang tidak digunakan/dalam proses penghapusan 6. Dokumen Sumber lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku: 5.5.2. Dokumen Pengeluaran Anggaran 5. Daftar Aset Tidak Berwujud 5.2.1.5. 6. 5. Surat Perintah Membayar 5. 6.3. 6.4.5. 6.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 5. DIL.2.4. Penjualan Angsuran.5.2.1.2.6. Dokumen saldo awal 6.2. Laporan Hasil Inventarisasi BMN. KIB.5.1.5. Buku Inventaris.1. Surat Keputusan Penghapusan. Dokumen sumber yang digunakan untuk penyusunan Laporan BMN adalah: 6.

7.1.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 6. 7.7. Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan menyampaikan ADK.2. 7. 7. Untuk laporan tentang Pengiriman Laporan Keuangan secara semesteran dilengkapi dengan CALK.3. Untuk Semesteran dan tahunan disertai dengan CaLK. Tingkat UAKPA/UAKPB 7.8. 7. Dokumen Lainnya yang sah.1.1.2.1. Tenggat waktu penyampaian Laporan mengacu pada peraturan yang dikeluarkan oleh DJPB pada setiap tahun anggaran.5. LRA dan neraca termasuk Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan setiap bulan kepada UAPPA-W untuk digabungkan setelah dilakukan rekonsiliasi dengan KPPN. UAKPA menyampaikan dokumen sumber perolehan Aset Tetap kepada UAKPB setiap terdapat transaksi perolehan Aset. UAKPB Kantor Pusat.9. Ketentuan berjenjang: 7.7. Versi 2/2009 39 .1. UAKPB menyampaikan laporan BMN beserta ADK ke KPKNL sebagai bahan pemutakhiran data BMN setiap Semester dan Tahunan. UAKPA Kantor Daerah menyampaikan ADK. 7. UAKPB mengirimkan ADK aset ke UAKPA sebagai bahan penyusunan neraca setiap bulan. Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan menyampaikan Laporan BMN beserta ADK kepada UAPPB-E1 untuk digabungkan setiap semester dan tahunan. Neraca dan ADK termasuk Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan dalam rangka melakukan rekonsiliasi data ke KPPN setiap bulan.4. UAKPA menyampaikan LRA.1.1. 7.1. 7. LRA dan neraca termasuk Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan setiap bulan kepada UAPPA-E1 PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. UAKPB menyampaikan Laporan BMN beserta ADK ke UAPPB-W untuk digabungkan setiap semester dan tahunan.1. UAKPA Kantor Pusat.1.1.6. 7.

7. 7.3. UAPPB-E1 melakukan rekonsiliasi data BMN Eselon I dengan DJKN setiap semester dan tahunan.2. Untuk Semesteran dan tahunan disertai dengan CaLK. UAPPB-W melakukan rekonsiliasi data BMN dengan Kanwil DJKN setiap semester dan tahunan. dan menyampaikan LRA dan Neraca beserta ADK setiap triwulan dalam rangka rekonsiliasi tingkat wilayah. Untuk laporan semesteran dilengkapi dengan CALK. Neraca dan ADK termasuk Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan secara triwulanan kepada UAPPA-E1 untuk digabungkan di tingkat eselon I. UAPPB-E1 menyampaikan laporan BMN kepada UAPPA-E1 setiap semester dan tahunan sebagai bahan rekonsiliasi dengan UAPPA-E1.3. 7. 7.2. UAPPB-W menyampaikan laporan BMN kepada UAPPA-W setiap semester dan tahunan sebagai bahan rekonsiliasi dengan UAPPA-W.2.2.3.6. Tenggat waktu penyampaian Laporan mengacu pada peraturan yang dikeluarkan oleh DJPB pada setiap tahun anggaran.5. UAPPB-W menyampaikan ADK transaksi BMN dan laporan BMN ke UAPPB-E1 untuk digabungkan di tingkat eselon I setiap semester dan tahunan.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional untuk digabungkan setelah dilakukan rekonsiliasi dengan KPPN. Versi 2/2009 40 . Tingkat UAPPA-E1/UAPPB-E1 7.2. UAPPA-W menyampaikan ADK termasuk Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan setiap bulan ke Kanwil DJPB cq.4.1. Untuk laporan semesteran dilengkapi dengan CALK.2. 7. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.2. Bidang AKLAP.3. 7.2. 7. 7.2. Tingkat UAPPA-W/UAPPB-W 7. UAPPA-W menyampaikan LRA.1.

Untuk laporan semesteran dilengkapi dengan CALK. Versi 2/2009 41 . UAPPB-E1 menyampaikan ADK dan laporan BMN ke UAPB untuk digabungkan di tingkat kementerian negara/lembaga setiap semester dan tahunan. UAPA menyampaikan laporan keuangan beserta ADK kepada DJPB cq.4.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 7. Tenggat waktu penyampaian Laporan mengacu pada peraturan yang dikeluarkan oleh DJPB pada setiap tahun anggaran. UAPPA-E1 menyampaikan LRA. Apabila diperlukan UAPPA-E1 dapat melakukan rekonsiliasi laporan keuangan tingkat eselon I dengan DJPB cq.5. DAPK setiap semester.3.4. 7. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.2. 7.4. Direktorat Anggaran III yang bertindak sebagai Biro Keuangan Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. 7. Tenggat waktu penyampaian Laporan mengacu pada peraturan yang dikeluarkan oleh DJPB pada setiap tahun anggaran. 7. UAPA menyampaikan LRA dan neraca anggaran pembiayaan dan perhitungan ke DJA cq. 7. 7.4. UAPB menyampaikan laporan BMN tingkat kementerian negara/lembaga ke DJKN setiap semester dan tahunan.3.1. 7.3.3. DAPK termasuk BLU dan Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan dalam rangka rekonsiliasi dan penyusunan Laporan Keuangan pemerintah pusat setiap semester. Tingkat UAPA/UAPB 7. UAPB menyampaikan laporan BMN kepada UAPA setiap semester dan tahunan sebagai bahan rekonsiliasi dengan laporan keuangan pada UAPA.6. Neraca dan ADK termasuk BLU dan Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan setiap triwulan ke UAPA sebagai bahan penyusunan laporan keuangan tingkat kementerian negara/lembaga.5.3.4. 7.4.3.4.4.

Kartu Inventaris Barang (KIB). pengendalian internal memegang peranan penting agar dalam pelaksanaan anggaran dapat efisien dan efektif serta akuntabel. 8. Menyampaikan LBKPS/T ke UAPPB-W atau UAPPB-E1 untuk UAKPB Pusat dan ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). ASPEK PENGENDALIAN INTERNAL Dalam penyelenggaraan Pelaporan Keuangan. Daftar Barang Lainnya (DBL) dan Laporan Barang Kuasa Pengguna Semester/Tahunan (LBKPS/T).3. Aspek yang harus diperhatikan untuk mencapai standar Akuntabilitas adalah: PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 8. Untuk penyampaian LBKPT dilengkapi dengan LKB.5. Jurnal transaksi BMN disampaikan oleh UAKPB ke UAKPA pada setiap akhir bulan untuk penyusunan neraca. 8.6. 8. demikian juga untuk kekayaan negara sehingga dapat diselamatkan dari penggunaan yang tidak semestinya dan informasi tentang jumlah dan penggunaan uang tersebut bisa dilaporkan dengan transparan serta akurat dengan memenuhi dasar akuntabilitas. E. Daftar Barang Ruangan (DBR). UAKPB LBKPS/T Dekonsentrasi/Tugas ke UAPPB-W LBKPS/T yang Pembantuan selain menyampaikan juga Dekonsentrasi/Tugas ke UAPPB-E1 dana Pembantuan pada menyampaikan negara/lembaga kementerian mengalokasikan dekonsentrasi/tugas pembantuan serta KPKNL. Menyampaikan Laporan Hasil Inventarisasi (LHI) kepada UAPPB-W atau UAPPB-E1 untuk UAKPB Pusat dan ke KPKNL. 8. 8. Versi 2/2009 42 .1. Mengkoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi Laporan BMN dengan KPKNL setiap semester.4. Ketentuan tambahan untuk SIMAK BMN 8. Mengkoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi internal antara Laporan BMN dengan Laporan Keuangan. UAKPB menelaah Daftar Barang Kuasa Pengguna (DBKP) serta menandatangani Laporan Kondisi Barang (LKB).2.

1.4. yaitu pelaporan keuangan dan BMN dilaksanakan secara berkesinambungan sesuai dengan peraturan yang berlaku.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 1. Konsistensi. Penyusunan Laporan Keuangan dilakukan dengan berpedoman pada prinsipprinsip: 1. yaitu pelaporan keuangan dan BMN dilakukan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. dan menyerahkan barang-barang negara.5. 2. Kemampubandingan. Materialitas. 1. Petugas Administrasi adalah petugas yang menerima dan menyimpan dokumen sumber. menyimpan. yaitu pelaporan keuangan dan BMN dilaksanakan dengan tertib dan teratur sehingga seluruh informasi yang mempengaruhi keputusan dapat diungkapkan.1. maka yang diikuti adalah ketentuan perundangundangan yang berlaku. 1.3. apabila prinsip akuntansi bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. 1.4.1. Ketaatan. Petugas Verifikasi adalah petugas yang melakukan verifikasi dokumen sumber dan RTH. (khusus SIMAK BMN) PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. 1. 2.2. Versi 2/2009 43 . Petugas yang menerima.6. yaitu pelaporan keuangan dan BMN dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan dan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Obyektif.3.2. Operator Komputer adalah petugas yang melakukan perekaman dokumen sumber pada Aplikasi SAI. yaitu pelaporan keuangan dan BMN mencakup seluruh transaksi yang terjadi. 2. yaitu pelaporan keuangan dan BMN menggunakan klasifikasi standar sehingga menghasilkan laporan yang dapat dibandingkan antar periode akuntansi. Kelengkapan. Terdapat pemisahan tugas yang jelas antara: 2. 2.

pelaksanaan opname fisik setiap tahun. Rekonsiliasi internal antara Unit Akuntansi Keuangan dan Unit Akuntansi Barang dilakukan secara berkala (Triwulan) untuk memastikan bahwa nilai aset tetap pada neraca yang dihasilkan SAK sesuai dengan nilai BMN yang dihasilkan SIMAK BMN untuk meningkatkan akurasi laporan keuangan. Pelaporan Keuangan dilakukan secara berkala dan berjenjang dengan mengacu pada Peraturan Perundang-undangan. Dikecualikan terhadap BMN yang berupa persediaan dan konstruksi dalam pengerjaan. Rekonsiliasi realisasi anggaran dengan Bendahara Umum Negara c. DAPK dilakukan secara berkala sesuai ketentuan yang berlaku dengan tujuan untuk meningkatkan akurasi laporan keuangan terutama anggaran dan realisasi pendapatan dan belanja. pada unit akuntansi yang bersangkutan. 5. Versi 2/2009 44 . Dokumen sumber yang digunakan sebagai dasar pencatatan atau perekaman transaksi adalah dokumen yang sah. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. 7.q. KPPN. 4. mempunyai elemen data yang lengkap dan benar setelah melalui tahapan verifikasi. 6. Inventarisasi atas keberadaan fisik dan kondisi BMN dilakukan secara berkala (sekurang-kurangnya 1 kali dalam 5 tahun) untuk memperoleh data jumlah dan nilai BMN yang akurat.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 3. Kanwil DJPb. terutama nilai aset tetap.

Versi 2/2009 45 .Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional Prosedur SAK (Penyusunan Laporan Keuangan) PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.

Petugas Administrasi menerima dan mencatat penerimaan dokumen sumber dari masing-masing transaksi berikut ini: 2.3.5.1. Diterima dari Bendahara Pengeluaran. Dokumen Sumber berupa SSBP Penyetoran UP. SPM-LS. Aset Tetap melalui Penerimaan ADK BMN. Pencatatan Estimasi Pendapatan: a. 2.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional BAB III PROSEDUR PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN/SAK A. POK (RKA-KL/Form 1. Diterima dari : Bagian Keuangan. b. Pencatatan Realisasi Belanja: a.4. Estimasi Pendapatan. Versi 2/2009 46 . Diterima dari Bagian Keuangan. b. Penyetoran UP. SPM-GUP Nihil) dan SP3. RKA-KL/Form 1. Dokumen Sumber berupa DIPA. 2.1. Dokumen Sumber berupa SSBP. Dokumen Sumber berupa DIPA.1. Pencatatan PNBP: a. Pencatatan Penyetoran UP: a. b. Pengembalian Belanja. 2.5)/Revisi DIPA. Kas di Bendahara Pengeluaran.1. PROSEDUR PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN/SAK PADA TINGKAT UAKPA 1. SPM-GUP. b. DIPA/DIPA Revisi. Diterima dari Bendahara Pengeluaran. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Penerimaan. Prosedur Realisasi Pencatatan Belanja. b. Diterima dari Bendahara. 2. Dokumen Sumber berupa SP2D (disertai SPM-UP.2. SPM-TUP. Pencatatan Pelaporan Keuangan (SAK) dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: 1. dan Realisasi PHLN. Kas di Bendahara PNBP.4. Revisi POK. Pencatatan DIPA/DIPA Revisi: a.1.1.1.

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

2.1.6. Pencatatan Kas Di Bendahara Penerimaan: a. Diterima dari Bendahara Penerimaan; b. Dokumen Sumber berupa LKK (dilampiri Rekap PNBP yang belum disetor ke kas negara) dan Berita Acara Kas Opname (Khusus untuk penyusunan neraca awal); 2.1.7. Pencatatan Kas Di Bendahara Pengeluaran: a. Diterima dari Bendahara Pengeluaran; b. Dokumen Sumber berupa Berita Acara Kas Opname pada Bendahara Pengeluaran per tanggal neraca awal; 2.1.8. Pencatatan Aset Tetap Melalui Mekanisme Penerimaan ADK BMN: a. Diterima dari Penanggung Jawab UAKPB; b. Dokumen Sumber berupa ADK BMN, Jurnal Transaksi BMN, dan Register Pengiriman BMN; 2.1.9. Pencatatan Pengembalian Belanja: a. Diterima dari Bendahara Pengeluaran; b. Dokumen Sumber berupa SSPB; 2.1.10. Pencatatan Realisasi PHLN: a. Diterima dari PPK/Unit Pengelola PHLN; b. Dokumen Sumber berupa SPM/SP2D atau SP3; 1.2. Petugas Verifikasi melakukan verifikasi terhadap dokumen sumber meliputi hal-hal sebagai berikut: 1.2.1. Pencatatan DIPA/DIPA Revisi: a. DIPA telah disahkan oleh BUN cq. DJPb untuk instansi pusat dan Kepala Kanwil DJPb untuk instansi vertikal. b. POK/RKA-KL/Form 1.5 telah ditandatangani oleh KPA/Kepala Kantor/Satker. c. Kelengkapan elemen data SP DIPA: Kode BA, Eselon I & Satker; Fungsi, Sub Fungsi, Program; Kegiatan, Sub

Kegiatan; Tanggal & nomor SP; Jumlah nominal.
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 47

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

d. Kelengkapan elemen data DIPA/POK/RKA-KL: Kode BA, Eselon I, dan Satker; Tahun Anggaran; Jenis Satker; Klasifikasi Belanja; Sifat Kode Wilayah; Kode KPPN; Dana; Jenis Cara

Pembayaran;

Pembayaran;

Sumber

Penarikan; Fungsi, Sub Fungsi, Program; Kegiatan, Sub Kegiatan, dan nominal per Akun. 1.2.2. Pencatatan Estimasi Pendapatan : a. Kesesuaian Salinan DIPA dengan ADK DIPA. b. DIPA telah disahkan oleh BUN c.q. DJPb untuk instansi pusat atau Kepala Kanwil DJPb untuk instansi vertikal. c. Kelengkapan elemen data SP DIPA: Kode BA, Eselon I & Satker; Fungsi, Sub Fungsi, Program; Kegiatan, Sub

Kegiatan; Tanggal & nomor SP; Jumlah nominal. d. Kelengkapan elemen data DIPA/RKAKL : Kode BA, Eselon I, dan Satker; Tahun Anggaran; Jenis Satker; Kode KPPN; Kode Akun; nominal per Akun. 1.2.3. Pencatatan Realisasi Belanja: a. Keabsahan dokumen sumber: SPM telah dicap ”Telah diterbitkan SP2D tanggal .. nomor ...” b. Kelengkapan elemen data SP2D : Tanggal, Nomor dan Jumlah Nominal (dalam Rupiah). c. Kelengkapan elemen data SPM : Kode Satker; Tahun Anggaran; Tanggal & Nomor SPM; Cara Pembayaran; Kode KPPN; Cara Bayar; Jenis Satker; Klasifikasi Belanja; Jenis, Nomor & Tanggal Dokumen Anggaran; Kode Fungsi & Sub Fungsi Program; Kode Wilayah; Jenis Pembayaran; Sifat Pembayaran; Sumber Dana; Cara Penarikan; Kode Kegiatan, Sub Kegiatan dan Akun; Jumlah Pengeluaran Akun; Kode BA, Eselon I dan Akun. 1.2.4. Pencatatan PNBP :
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 48

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

a. SSBP telah disahkan (ditandatangani dan dicap) oleh Bank Persepsi/Kantor Pos & Giro dan telah mendapat nomor NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) dan NTB (Nomor Transaksi Bank). b. Kelengkapan elemen data SSBP meliputi: Kode KPPN sesuai dengan Kode KPPN pada DIPA; Tanggal dan nomor SSBP; Kementerian Negara/Lembaga; Unit Organisasi Eselon I; Satuan Kerja; Lokasi; Jenis Satker (KP/KD/DK/TP); Nama dan Alamat wajib setor; Akun Penerimaan dan Uraian Penerimaan (sesuai Bagan Akun Standar); NTB dan/atau NTPN; Jumlah setoran. 1.2.5. Pencatatan Penyetoran UP : a. SSBP telah disahkan (ditandatangani dan dicap) oleh Bank Persepsi/Kantor Pos & Giro dan telah mendapat nomor NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) dan NTB (Nomor Transaksi Bank). b. Kesesuaian data SSBP meliputi: Kode KPPN sesuai dengan Kode KPPN pada DIPA; Tanggal dan nomor SSBP;

Kementerian/Lembaga; Unit Organisasi Eselon I; Satuan Kerja; Lokasi; Jenis Satker (KP/KD/DK/TP); Nama dan Alamat wajib setor; Akun Penerimaan dan Uraian

Penerimaan (sesuai Bagan Akun Standar); NTB dan/atau NTPN; Jumlah setoran. 1.2.6. Pencatatan Kas Di Bendahara Penerimaan: a. LKK telah ditandatangani oleh bendahara penerimaan dan KPA; b. Berita Acara kas opname KPA, telah dan ditandatangani petugas oleh

bendahara

penerimaan,

pemeriksa

kas/inventarisasi;

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009

49

Pencatatan Aset Tetap Melalui Mekanisme Penerimaan Data Elektronik BMN: a. jumlah nominal (dalam rupiah). Kelengkapan elemen data LKK berupa Kode Akun.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional c. ADK dapat dibaca dan tidak rusak. d.2. c. Kode dan nama Akun. Kelengkapan elemen data Berita Acara kas opname berupa jumlah nominal (dalam rupiah). Nama file data BMN. Pencatatan Kas di Bendahara Pengeluaran : Berita Acara Kas Opname telah ditandatangani oleh Bendahara Pengeluaran dan Pejabat KPA. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. b.2.2. d.7.9. SSPB telah dibubuhi tanda tangan dan cap oleh Bank Persepsi/Kantor Pos & Giro dan telah mendapat nomor NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) dan NTB (Nomor Transaksi Bank). Jumlah record pengiriman. Tanda tangan petugas pengiriman (validasi oleh penanggung jawab SIMAK BMN).8. Kelengkapan Jurnal Transaksi BMN meliputi: Kode UAKPB=Kode UAKPA (Satker yang bersangkutan). 1. 1. Periode pengiriman=tahun anggaran bersangkutan. Jumlah debet dan kredit masing-masing kode Akun. Jenis Satuan Kerja. Membandingkan nama file pada ADK dengan Register Pengiriman BMN. Periode pengiriman (bulan dan tahun)=tahun anggaran bersangkutan. Kode UAKPB=Kode UAKPA (Satker yang bersangkutan). Kode Unit Organisasi Eselon 1. Kelengkapan Register Pengiriman BMN meliputi: Kode Kementerian Negara/Lembaga. Versi 2/2009 50 . 1. Pencatatan Pengembalian Belanja: a.

Nomor & Tanggal Dokumen Anggaran. b. Cara Penarikan.. Kelengkapan elemen data Laporan BMN meliputi: Kode KPPN sesuai dengan Kode KPPN pada DIPA. Kementerian Negara/Lembaga. Kode BA. Jumlah Pengeluaran Akun. Total jumlah rupiah setoran. Pencatatan Realisasi PHLN: a. Kelengkapan elemen data SP3: Kode Satker. Sumber Dana. Kode Wilayah. Kode Kegiatan. Cara Penarikan. Kode KPPN. Jenis Pembayaran. Eselon I dan Akun. Jenis. Sub Kegiatan dan Akun. Kegiatan dan Sub Kegiatan. Program. Tahun Anggaran. Tahun Anggaran.10.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional b.2. Akun Pengembalian Belanja (sesuai Bagan Akun Standar). Kelengkapan elemen data SPM: Kode Satker. Klasifikasi Belanja. nomor . Klasifikasi Belanja. Sub Kegiatan dan Akun. Unit Organisasi Eselon I. Kode KPPN. Cara Bayar. Jenis Satker. Sumber Dana. Nomor & Tanggal Dokumen Anggaran. Cara Pembayaran. Tanggal dan nomor SSPB. Nama dan Alamat wajib setor. Jenis. 1. Jenis Satker. Lokasi. Fungsi. Versi 2/2009 51 . c. Kelengkapan elemen data pada SP2D: Tanggal. Tanggal & Nomor SP3. Jenis Satker. Kode Wilayah. Nomor dan Jumlah Nominal (dalam Rupiah).. Jumlah rupiah pengembalian per Akun.” dan SPWA/SP3 telah disahkan oleh kepala KPPN VI/Khusus. Kode Kegiatan. Sub Fungsi. Sifat Pembayaran. Tanggal & Nomor SPM. Jumlah Pengeluaran Akun. d. Kode Fungsi & Sub Fungsi Program. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Kode Fungsi & Sub Fungsi Program. Keabsahan dokumen sumber: SPM telah dicap ”Telah diterbitkan SP2D tanggal . Satker..

dan Kemitraan dengan Pihak Ketiga dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: 2. Aset Tetap.5. Apabila di dalam hasil verifikasi masih terdapat kekeliruan atau kurang lengkap. Prosedur Pencatatan Piutang. c. Bila masih terdapat kekeliruan. 1. KDP. maka dilakukan koreksi RTH. b. Petugas Administrasi menerima dan mencatat penerimaan dokumen sumber dari masing-masing transaksi berikut ini: PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Persediaan. Aset Tidak Berwujud. Operator Komputer melakukan perekaman dokumen sumber ke dalam Aplikasi SAK sesuai dengan jenis transaksi dan dilanjutkan dengan pencetakan Register Transaksi Harian (RTH). Prosedur Koreksi RTH a.1. d. 1. dan Kemitraan dengan Pihak Ketiga Pencatatan Piutang. 1.4. Operator Komputer melakukan perekaman atas data yang telah diperbaiki dalam Aplikasi SAK.3. Aset Tidak Berwujud. Petugas Administrasi mengarsipkan RTH dan dokumen sumber yang telah diverifikasi. Versi 2/2009 52 . 1.5. dokumen dikembalikan kepada pengirim untuk diperbaiki atau dilengkapi. Operator Komputer mencetak RTH atas data yang telah direkam pada Aplikasi SAK. Petugas Verifikasi melakukan verifikasi terhadap RTH.1.7. Petugas Verifikasi menyampaikan catatan hasil koreksi dan RTH yang telah dikoreksi kepada operator komputer untuk dilakukan perekaman. KDP.6. 2.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 1. Aset Tetap. Persediaan. Operator Komputer melakukan Posting ke dalam Buku Besar. Petugas Verifikasi mengoreksi RTH dengan menuliskan data yang benar pada data yang tercetak salah menggunakan tanda yang mudah dilihat (misalnya menggunakan pulpen berwarna). 1.

b. Daftar Saldo TP/TGR yang akan diterima dalam jangka waktu 1 tahun atau lebih dari 1 tahun. 2.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 2. b.1. SKTJM untuk TP/TGR. Diterima dari Bendahara Barang/Bagian Perlengkapan/Bagian Umum/Penanggung Jawab UAKPB. Dokumen Sumber berupa Daftar Aset Tidak Berwujud.1. Pencatatan KDP secara Manual: a. Diterima dari Bendahara Barang/Bagian Perlengkapan/Bagian Umum/Penanggung Jawab UAKPB.6.4. Pencatatan Persediaan: a. Pencatatan Aset Tak Berwujud: a. Pencatatan Piutang: a.3. Daftar Saldo Piutang Bukan Pajak Lainnya. b. Diterima dari Bendahara Barang/Penanggung Jawab UAKPB/Petugas Pengelola Persediaan. 2. Pencatatan Kemitraan dengan Pihak Ketiga: a. Dokumen Sumber berupa salinan Laporan Persediaan (LP) dan Laporan Hasil Mapping Persediaan (LHMP).1.1.1. Pencatatan Aset Tetap Secara Manual: a. Dokumen Sumber berupa L-KDP dan Neraca SIMAK BMN.1. b. 2. Diterima dari Bendahara Barang/Bagian Perlengkapan/Bagian Umum/Penanggung Jawab UAKPB. Diterima dari Tertagih/Bendahara/Pengelola Tagihan b. Daftar Saldo SPN/SP3N per tanggal neraca. Dokumen sumber berupa Daftar Saldo TPA yang akan diterima dalam jangka waktu 1 tahun atau lebih dari 1 tahun. Versi 2/2009 53 . Dokumen Sumber berupa Laporan BMN (intrakomptabel) dan Neraca SIMAK BMN.2. Diterima dari Bendahara Barang/Bagian Perlengkapan/Bagian Umum/Penanggung Jawab UAKPB PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.1. 2.5. 2.

Periode Pelaporan (per Semester). Nilai per sub kelompok barang c. Kode dan Nama Akun (sesuai dengan Bagan Akun Standar). Identitas wajib pungut sesuai Kartu Identitas yang masih berlaku. Jawab UAKPB/Petugas b. b. Periode Pelaporan (per Semester).2. Versi 2/2009 54 . Kode & Uraian sub kelompok barang. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Nilai per kode Akun. Tahun Anggaran. Dasar Penetapan Tertagih. 2. Petugas Verifikasi melakukan verifikasi terhadap dokumen sumber meliputi hal-hal sebagai berikut: 2.2.2. Kelengkapan elemen data LHMP meliputi: Kode UAKPB=Kode UAKPA (Satker yang bersangkutan).Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional b. Pencatatan Aset Tetap Secara Manual: a. LP dan LHMP telah ditandatangani oleh Bendahara Pengelola Barang/Penanggung Persediaan.2. 2. 2.1. d. Tahun Anggaran. Pencatatan Piutang: a.3. Laporan BMN & Neraca telah ditandatangani oleh Bendahara Barang/Penanggung Jawab UAKPB/Petugas Pengurus BMN. Pengesahan oleh pejabat pengelola tagihan/piutang. Dokumen Sumber berupa Daftar Kontrak Kemitraan dengan pihak ketiga dan KIB Aset Tetap yang dikelola oleh mitra kerja.2. c. e. Kelengkapan elemen data Laporan Persediaan meliputi : Kode UAKPB=Kode UAKPA (Satker yang bersangkutan). Keabsahan Dokumen Sumber. Pencatatan Persediaan: a. Jumlah pelunasan (dalam Rupiah) dan saldo tagihan pertanggal neraca.

Tahun Anggaran. 2. Jumlah PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Periode Pelaporan (per Semester). Jumlah saldo awal KDP. Kode Wilayah. Kode Unit Eselon I. Tahun Anggaran. periode pelaporan (per Semester). Kode Satker. Kode Aset KDP. kebenaran perhitungan. c. Kode Kementerian Negara/Lembaga. Jumlah penambahan KDP selama periode berjalan. Nilai saldo akhir per kelompok. Tahun Anggaran. kebenaran perhitungan. Kode Fungsi/Sub Fungsi/Program/Kegiatan. Kode Unit Eselon I. Kode Kementerian Negara/Lembaga. Jumlah saldo awal Aset Tidak Berwujud. Jumlah saldo akhir KDP. Kode Satker.2. Kelengkapan elemen data Daftar Aset Tak Berwujud meliputi: Kode UAKPB=Kode UAKPA (Satker yang bersangkutan). Daftar Aset Tak Berwujud telah ditandatangani oleh Kepala Satker. Kelengkapan elemen data Laporan BMN meliputi: Kode UAKPB=Kode UAKPA (Satker yang bersangkutan).Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional b. Nilai mutasi per kelompok. Kode dan Uraian Kelompok BMN. 2. Versi 2/2009 55 .2. Kode Aset Tidak Berwujud. L-KDP yang diterima telah ditandatangani oleh Kepala Satuan Kerja. Periode Pelaporan (per Semester). Pencatatan Aset Tak Berwujud: a. Nilai saldo awal per kelompok. Membandingkan nilai persediaan per-Akun (belum definitif) aset tetap pada Neraca SIMAK BMN dengan nilai saldo akhir per kelompok pada Laporan BMN.5. b. Kelengkapan elemen data Laporan BMN meliputi : Kode UAKPB=Kode UAKPA (Satker yang bersangkutan). b.4. Pencatatan KDP secara Manual : a. Jumlah pengurangan KDP yang sudah menjadi aset tetap definitif. Kode Wilayah.

2. 2. b. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.3.4. Pencatatan Persediaan: Formulir Jurnal Aset – Persediaan untuk mencatat saldo Persediaan per-tanggal neraca. dokumen dikembalikan kepada Pengirim untuk diperbaiki atau dilengkapi.6.4. 2.4.2. 2. Bagian Lancar TP/TGR. c. Piutang TPA yang akan diterima dalam jangka waktu >1tahun.1. Piutang PNBP. 2. Pencatatan Piutang: Formulir Jurnal Aset – Piutang untuk a. 2. d. Piutang Jangka Panjang atas TP/TGR yang akan diterima dalam jangka waktu >1tahun. kebenaran perhitungan. e.3. Pencatatan KDP secara Manual: Formulir Jurnal Aset – Tetap untuk mencatat mutasi Aset Tetap. Versi 2/2009 56 . Piutang Bukan Pajak Lainnya. Kelengkapan elemen data Laporan BMN meliputi: Kode Barang dan nilai aset tetap sesuai dengan yang tercantum pada KIB Aset Tetap yang bersangkutan dan kebenaran perhitungan. Bagian Lancar TPA.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional penambahan Aset Tidak Berwujud selama periode berjalan.4. f. Daftar Kontrak Kemitraan yang diterima telah ditandatangani oleh Kepala Satker. Pencatatan Kemitraan dengan Pihak Ketiga: a. 2. Jumlah pengurangan Aset Tidak Berwujud.4. b. Pencatatan Aset Tetap Secara Manual: Formulir Jurnal Aset – Tetap untuk mencatat mutasi Aset Tetap. Petugas Verifikasi menyiapkan Formulir Jurnal Aset untuk masingmasing transaksi : 2. Apabila di dalam hasil verifikasi masih terdapat kekeliruan atau kurang lengkap.4. Jumlah saldo akhir Aset Tidak Berwujud.

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. b. c. Petugas Administrasi menerima berkas Laporan BMN dari Penanggung Jawab UAKPB. Operator Komputer melakukan Posting ke dalam Buku Besar. Operator Komputer mencetak RTH atas data yang telah direkam pada Aplikasi SAK. 2. Bila masih terdapat kekeliruan. d. Prosedur Rekonsiliasi Internal SAK – SIMAK BMN Rekonsiliasi internal dengan SIMAK BMN dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: 3. Pencatatan Aset Tak Berwujud: Formulir Jurnal Aset Tidak Berwujud untuk mencatat mutasi Aset Tidak Berwujud. 3.7. Versi 2/2009 57 ..1.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 2.6. Pencatatan Kemitraan dengan Pihak Ketiga: Formulir Jurnal Aset untuk mencatat mutasi Kemitraan dengan Pihak Ketiga.1. 2.8. 2. Menyampaikan catatan hasil koreksi dan RTH yang telah dikoreksi kepada operator komputer untuk dilakukan perekaman. 2.4.4. Petugas Verifikasi mengoreksi RTH dengan menuliskan data yang benar pada data yang tercetak salah menggunakan tanda yang mudah dilihat (misalnya menggunakan pulpen berwarna). 2. Petugas Verifikasi melakukan verifikasi terhadap RTH. Prosedur Koreksi RTH a. maka dilakukan koreksi RTH. Petugas Administrasi mengarsipkan RTH dan dokumen sumber yang telah diverifikasi.5. Operator Komputer melakukan perekaman dokumen sumber ke dalam Aplikasi SAK sesuai dengan jenis transaksi dan dilanjutkan dengan pencetakan Register Transaksi Harian (RTH).6. 2.6.5. Operator Komputer melakukan perekaman atas data yang telah diperbaiki dalam Aplikasi SAK.

Bila hasilnya sama langkah selanjutnya adalah membuat Berita Acara Rekonsiliasi. Bila tidak terdapat saldo Akun Aset Tetap sebelum disesuaikan. membandingkan RTH Pembelian.2. Petugas Administrasi mencatat dan menyimpan BAR dalam Register Pelaksanaan Rekonsiliasi Internal SAK dan SIMAK BMN. meminta penanggung jawab UAKPB untuk melakukan pengiriman kembali data BMN. Versi 2/2009 58 .3. Bila tidak sama langkah selanjutnya adalah meneliti saldo Akun Aset Tetap sebelum disesuaikan. 3. d. Operator Komputer mencetak semua Laporan SAK dari Aplikasi SAK. dan Pengembangan SIMAK BMN dengan Buku Besar Aset Tetap dan Belanja Modal pada SAK. Bila Saldo Akun Aset Tetap sebelum disesuaikan merupakan KDP. Bila ada saldo Akun Aset Tetap sebelum disesuaikan. 3.5. c. Membandingkan saldo Aset Tetap dengan Neraca BMN: a. Petugas Verifikasi melakukan Rekonsiliasi Laporan BMN dengan Laporan SAK dengan: 3.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 3.3. Bila penelitian telah selesai dilakukan. maka dilakukan prosedur KDP baik pada UAKPA maupun UAKPB. melakukan koreksi perekaman data SIMAK BMN pada UAKPB. Bila Saldo Akun Aset Tetap sebelum disesuaikan bukan merupakan KDP.1. b. dilanjutkan dengan membuat Berita Acara Rekonsiliasi (BAR). 3. Melakukan penelitian atas saldo Akun Aset Tetap sebelum disesuaikan: a. 3.3. Penyelesaian Pembangunan.2. Petugas Verifikasi menyiapkan BAR Internal SAK dan SIMAK BMN untuk ditandatangani oleh Penanggung Jawab UAKPA dan UAKPB.4. b. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. e.

4. Petugas Administrasi menyimpan dan mencatat Laporan Hasil Rekonsiliasi dan BAR dalam register pengiriman data ke KPPN.7. Jika Laporan Hasil Rekonsiliasi sudah sama.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 4. Jika di dalam Laporan Hasil Rekonsiliasi masih terdapat kekeliruan pada data SAK.3. Petugas Verifikasi menerima BAR yang disiapkan oleh KPPN dan menyampaikannya kepada pejabat KPA atau pejabat lain yang ditunjuk untuk ditandatangani.3. 4. 4. dan register pengiriman ke KPPN. 4.6. 5. ADK.4. Setelah ditandatangani oleh petugas KPPN. register pengiriman diambil kembali sebagai arsip (1 Lembar ditinggal di KPPN sebagai Arsip KPPN). Operator Komputer membuat back up data SAK dan mencetak Laporan Keuangan berupa: PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.2.1. 4. Prosedur Rekonsiliasi dengan KPPN Rekonsiliasi UAKPA dengan KPPN dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: 4. Petugas Verifikasi menyerahkan kembali BAR yang telah ditandatangani oleh pejabat KPA ke KPPN untuk disahkan oleh pejabat yang menangani Rekonsiliasi di KPPN. mencetak LRA dan register pengiriman Data Akuntansi ke KPPN (untuk divalidasi oleh penanggung jawab KPA). Versi 2/2009 59 . mengirimkan ADK pengiriman SAK ke KPPN. 4. Petugas Administrasi mengirim LRA. lanjutkan dengan penandatanganan BAR. 4.2.3. Prosedur Pengiriman Laporan UAKPA ke UAPPA-W/E1 Pengiriman laporan UAKPA ke UAPPA-W/E1 dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: 5. Petugas Verifikasi melakukan Rekonsiliasi dengan KPPN: 4.1.5.1. Operator Komputer melakukan back up data. Petugas Verifikasi di UAKPA melakukan perbaikan data hasil Rekonsiliasi dan mengulangi langkah Rekonsiliasi. lakukan perbaikan data.

LRA Pengembalian Pendapatan Negara dan Hibah. yang dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: 6.4.1. 5. Petugas Administrasi mengirimkan semua Cetakan Laporan Keuangan. penanggung jawab UAKPA membuat CaLK dan SOR. Neraca. CaLK.2. BAR dan SOR kepada UAPPA-W/E1 (sesuai dengan ketentuan pengiriman laporan keuangan). LRA Pendapatan Negara dan Hibah.3. Petugas Verifikasi memastikan telah adanya back up Data Laporan Keuangan tahun anggaran X-1 sesuai aplikasi X-1.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 5.1. LRA Belanja. UAKPA Kantor Pusat. 6. 5. UAKPA Kantor Daerah dikirimkan kepada UAPPA-W 5. Laporan Realisasi Anggaran. Untuk Laporan Semesteran. Petugas Verifikasi memastikan telah dilakukan Pengiriman ADK saldo awal ke UAPPA-W/E1. 5. Petugas Verifikasi memastikan validitas back up data Laporan Keuangan tahun anggaran X-1.3.7.6.2. 5.1.3.1.1.1.2. 5.2. 5.1. 5.4. Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan dikirimkan kepada UAPPA-E1.1.5. 5.2. ADK. Penanggung Jawab UAKPA melakukan Pengiriman ADK Laporan Keuangan menggunakan Aplikasi SAK dan mencetak Register Pengirimannya dengan ketentuan sebagai berikut: 5. Prosedur Tutup Tahun pada UAKPA Tutup Tahun adalah proses pemindahan Saldo Akhir dari tahun anggaran sebelumnya untuk digunakan sebagai Saldo Awal pada tahun anggaran berjalan. 6.2.1. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Petugas Administrasi menyimpan/mencatat pengiriman Laporan ke dalam register pengiriman data SAK. LRA Pengembalian Belanja. Versi 2/2009 60 . 5. 6.1.

4. 6. 6.3. Versi 2/2009 61 . Petugas Verifikasi memeriksa data hasil jawab perbaikan UAKPA dan untuk perbaikan data X-1 yang menyerahkan divalidasi. 6. 6. Apabila terdapat koreksi pembukuan setelah dilakukan proses tutup tahun. Operator Komputer melakukan dimaksud.7.2.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 6. Penanggung jawab UAKPA memberikan validasi atas data SAI yang telah diperbaiki. Operator Komputer melakukan proses tutup tahun pada aplikasi SAKPA melalui menu Proses\Tutup Tahun.7. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Operator Komputer melakukan back up data pada aplikasi SAKPA melalui menu Utility\Back Up. Validator melakukan validasi atas persyaratan proses tutup tahun.7.7.7.5.6. lakukan langkah berikut: 6. 6. Operator Komputer melakukan prosedur Pengiriman Laporan ke UAPPA-W/E1.4. Operator Komputer melakukan kembali prosedur tutup tahun dari langkah 6. 6.7.7.1. Operator Komputer membatalkan proses tutup tahun melalui menu Proses\Batal Tutup Tahun.6.5.1. kepada penanggung 6. 6.

Jika terdapat perbedaan pada jumlah data.1. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. mencatat penerimaan dokumen sumber di dalam buku agenda/ekspedisi dan menyampaikan dokumen sumber tersebut kepada Petugas Verifikasi. PROSEDUR PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN/SAK PADA TINGKAT UAPPA-W 1. 1.4. menyampaikan pemberitahuan kepada UAKPA terkait untuk melakukan pengiriman ulang ADK (Ulangi langkah 1. mencetak Register Penerimaannya dan menyampaikannya kepada Petugas Verifikasi.2.2.2. Operator Komputer melakukan proses Penerimaan Data pada aplikasi SAPPA-W.1. yaitu dokumen sumber harus telah mendapatkan validasi dari penanggung jawab UAKPA. Versi 2/2009 62 .). 1. 1. Petugas Administrasi menerima Laporan Keuangan. ADK SAI dan Register Pengiriman dari UAKPA. Petugas Verifikasi melakukan verifikasi atas dokumen sumber terkait meliputi: 1. Petugas Verifikasi melakukan verifikasi atas Register Penerimaan Data dan Register Pengiriman Data dari UAKPA untuk memastikan jumlah data (record) yang diterima sama dengan jumlah data yang dikirim.4.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional B.). mengembalikan dokumen sumber tersebut kepada UAKPA terkait untuk diperbaiki dan dikirim kembali (Ulangi langkah 1. Apabila terdapat kekeliruan atau dokumen sumber yang tidak sah.1. 1. 1. Penelitian atas kesamaan kode UAKPA dan periode pengirim di dalam ADK dengan Laporan Keuangan dan Register Pengiriman dari UAKPA.2.1. Penelitian atas keabsahan dokumen sumber.1.3. Prosedur Penerimaan Data UAKPA pada UAPPA-W 1.

6.1. Setelah ditandatangani oleh petugas Kanwil DJPb.7. 1. dan register pengiriman ke Kanwil DJPb. 1.4. 1. 1.2. register pengiriman diambil kembali sebagai arsip (1 Lembar ditinggal di Kanwil DJPb sebagai Arsip).2. 2. Petugas Administrasi mengarsipkan seluruh dokumen sumber berikut Register Penerimaan. Bila angka laporan keuangan telah sama.8. ADK.1. LRA dan Buku Besar. menyampaikan pemberitahuan kepada Operator Komputer untuk mencetak dokumen sumber. 2. Petugas Verifikasi melakukan verifikasi atas LRA dan Buku Besar dengan cetakan LRA dan Neraca UAKPA yang diterima untuk memastikan bahwa angka laporan keuangan sama. mengirim ADK pengiriman SAK ke Kanwil DJPb dan mencetak register pengiriman-nya (untuk divalidasi oleh penanggung jawab UAPPA-W). 1. menyampaikan pemberitahuan kepada Operator Komputer untuk melakukan back up data SAI dan Petugas Administrasi untuk melakukan pengarsipan.6. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.5.6. Versi 2/2009 63 . Operator Komputer melakukan back up data SAI pada aplikasi SAPPAW. 1.2.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 1.1. Operator Komputer melakukan back up data SAK. menyampaikan pemberitahuan kepada UAKPA terkait untuk melakukan perbaikan dan pengiriman ulang ADK (Ulangi langkah 1.). Jika jumlah data sama. Petugas Administrasi mengirim LRA. Operator Komputer mencetak LRA dan Buku Besar Perkiraan Neraca untuk UAKPA yang bersangkutan dan menyampaikannya kepada Petugas Verifikasi. Bila masih terdapat perbedaan. mencetak LRA. Rekonsiliasi UAPPA-W dengan Kanwil DJPb Rekonsiliasi UAPPA-W dengan Kanwil DJPb dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: 2.

melakukan back up data SAK dan mencetak Laporan Keuangan berupa: 3.7.1. 3. 3.2.1. 2.5.3.2. LRA Pendapatan Negara dan Hibah. Prosedur Pengiriman Laporan UAPPA-W ke UAPPA-E1 Pengiriman Laporan UAPPA-W ke UAPPA-E1 dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: 3.2. Petugas Administrasi menyimpan dan mencatat Laporan Hasil Rekonsiliasi dan BAR dalam register pengiriman data ke Kanwil DJPb. 3. LRA Pengembalian Belanja.2. Jika Laporan Hasil Rekonsiliasi sudah sama. LRA Pengembalian Pendapatan Negara dan Hibah. 2.2.3.6. LRA Belanja. 2.4.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 2.5. Petugas Administrasi memastikan kelengkapan Laporan Keuangan dari UAKPA dengan memeriksa Register Pengiriman dan data yang dikirim.2. 2. Petugas Verifikasi melakukan Rekonsiliasi dengan Kanwil DJPb: 2.1.3. 3. 3.6. Versi 2/2009 64 .4.2. 3. dilakukan penandatanganan BAR. Petugas Verifikasi menyerahkan kembali BAR yang telah ditandatangani oleh pejabat UAPPA-W ke Kanwil DJPb untuk disahkan oleh pejabat yang menangani Rekonsiliasi di Kanwil DJPb. Jika di dalam Laporan Hasil Rekonsiliasi masih terdapat kekeliruan pada data SAK.2. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.3. 2. 3. Operator Komputer mengkompilasi semua ADK UAKPA ke dalam Aplikasi SAK.2. Laporan Realisasi Anggaran. Neraca. Petugas Verifikasi menerima BAR yang disiapkan oleh Kanwil DJPb dan menyampaikannya kepada pejabat UAPPA-W atau pejabat lain yang ditunjuk untuk ditandatangani. Petugas Verifikasi di UAPPA-W melakukan perbaikan data hasil Rekonsiliasi dan mengulangi langkah Rekonsiliasi. lakukan perbaikan Data.

Petugas Administrasi mengirimkan semua Cetakan Laporan Keuangan. 3. 4.6.6. 4. 4. CaLK dan SOR kepada UAPPA-E1.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 3. 3. 4.7.3. Bila masih terdapat kekeliruan. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.3.4. menyampaikan pemberitahuan kepada UAKPA terkait untuk melakukan perbaikan data yang dimaksud.1. Petugas Verifikasi memastikan telah diterimanya back up data Laporan Keuangan dari UAKPA di bawah wewenangnya. penanggung jawab UAPPA-W membuat CaLK dan SOR.4. 4. Petugas Verifikasi memastikan telah dilakukan pengiriman ADK Saldo Awal kepada UAPPA-E1. ADK.5.2. Petugas Verifikasi memastikan telah diterimanya ADK Saldo Awal dari UAKPA di bawah wewenangnya.1. Petugas Administrasi menyimpan dan mencatat pengiriman Laporan ke dalam register pengiriman data SAK. 3. Lakukan prosedur Penerimaan Laporan Keuangan dari UAKPA terkait. Petugas Verifikasi memastikan kebenaran dari back up data Laporan Keuangan dan Saldo Awal yang dikirim oleh UAKPA. Operator Komputer melakukan proses tutup tahun pada aplikasi SAPPAW melalui menu Proses\Tutup Tahun. Versi 2/2009 65 .3. Penanggung Jawab UAPPA-W melakukan Pengiriman ADK Wilayah dengan menggunakan Aplikasi SAK dan mencetak Register Pengirimannya. 4. Untuk periode semesteran.3.5.2. 4. Operator Komputer melakukan back up data pada aplikasi SAPPA-W melalui menu Utility\Back Up. Validator/Penanggung Jawab UAPPA-W melakukan validasi atas persyaratan proses tutup tahun. 4. 4. Prosedur Tutup Tahun pada UAPPA-W 4.

4. Apabila terdapat koreksi pembukuan setelah dilakukan proses tutup tahun.1. Membatalkan proses tutup tahun pada aplikasi SAPPA-W melalui menu Proses\Batal Tutup Tahun.2.2. Melakukan prosedur penerimaan data SAI yang telah diperbaiki dari UAKPA pada SAPPA-W.2.2. mengembalikan dokumen sumber tersebut kepada UAKPA- PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Apabila terdapat kekeliruan atau dokumen sumber yang tidak sah. ADK SAI dan Register Pengiriman dari UAKPA-KP/DK/TP/UAPPA-W. 4. Mengulangi prosedur tutup tahun dari langkah 4. Versi 2/2009 66 . yaitu dokumen sumber harus telah mendapatkan validasi dari penanggung jawab UAKPA-KP/UAPPA-W.8.3. Penelitian atas kesamaan kode UAKPA-KP/UAPPA-W dan periode pengirim di dalam ADK dengan Laporan Keuangan dan Register Pengiriman dari UAKPA-KP/DK/TP/UAPPA-W. 1.8. 4.8. Menyampaikan pemberitahuan kepada UAKPA terkait untuk melakukan perbaikan pada data yang dimaksud dan kemudian melakukan kembali proses pengiriman data dari UAKPA. Operator Komputer melakukan langkah berikut: 4.1. Petugas Verifikasi melakukan verifikasi atas dokumen sumber terkait meliputi: 1.9. PROSEDUR PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN/SAK PADA TINGKAT UAPPA-E1 1. Petugas Administrasi menerima Laporan Keuangan.8. C. mencatat penerimaan dokumen sumber di dalam buku agenda/ekspedisi dan menyampaikan dokumen sumber tersebut kepada Petugas Verifikasi.1.2.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 4. 1.2. Prosedur Penerimaan Data UAKPA/UAPPA-W pada UAPPA-E1 1. Penelitian atas keabsahan dokumen sumber.

).1. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.).).4. 1.3. Petugas Verifikasi melakukan verifikasi atas Register Penerimaan Data dan Register Pengiriman Data dari UAKPA-KP/DK/TP/UAPPA-W untuk memastikan jumlah data (record) yang diterima sama dengan jumlah data yang dikirim. Operator Komputer melakukan back up data SAI pada aplikasi SAPPAE1.1.6. menyampaikan pemberitahuan kepada Operator Komputer untuk melakukan back up data SAI dan Petugas Administrasi untuk melakukan pengarsipan. Jika jumlah data sama.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional KP/DK/TP/UAPPA-W terkait untuk diperbaiki dan dikirimkan kembali (Ulangi langkah 1. Operator Komputer melakukan proses Penerimaan Data pada aplikasi SAPPA-E1. Operator Komputer mencetak LRA dan Buku Besar Perkiraan Neraca untuk UAKPA-KP/DK/TP/UAPPA-W yang bersangkutan dan menyampaikannya kepada Petugas Verifikasi. menyampaikan pemberitahuan kepada Operator Komputer untuk mencetak dokumen sumber.1. 1.6. 1.5.7.4.1.4. 1. mencetak Register Penerimaannya dan menyampaikannya kepada Petugas Verifikasi. Jika terdapat perbedaan pada jumlah data. menyampaikan pemberitahuan kepada UAKPA-KP/DK/TP//UAPPA-W terkait untuk melakukan perbaikan dan pengiriman ulang ADK (Ulangi langkah 1. Versi 2/2009 67 . 1. menyampaikan pemberitahuan kepada UAKPA-KP/DK/TP/UAPPA-W terkait untuk melakukan pengiriman ulang ADK (Ulangi langkah 1.2.1. 1.2. 1. 1. Petugas Verifikasi melakukan verifikasi atas LRA dan Buku Besar dengan cetakan LRA dan Neraca UAKPA-KP/DK/TP/UAPPA-W yang diterima untuk memastikan bahwa angka laporan keuangan sama. Bila masih terdapat perbedaan. 1.6. Bila angka laporan keuangan telah sama.

3. 2. mengirim ADK pengiriman dan mencetak register pengiriman (divalidasi oleh penanggung jawab UAPPA-E1). dan register pengiriman ke DAPK.3.8. 2. register pengiriman diambil kembali sebagai arsip (1 Lembar ditinggal di DAPK sebagai Arsip). LRA dan Buku Besar.1. Jika Laporan Hasil Rekonsiliasi sudah sama.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 1. Petugas Administrasi menyimpan/mencatat Laporan Hasil Rekonsiliasi dan BAR dalam register pengiriman data ke DAPK. Petugas Administrasi. melakukan penelusuran dan perbaikan Data. Petugas Administrasi mengarsipkan seluruh dokumen sumber berikut Register Penerimaan. Versi 2/2009 68 . 2. Petugas Verifikasi menerima BAR yang disiapkan oleh DAPK dan menyampaikannya kepada pejabat UAPPA-E1 atau pejabat lain yang ditunjuk untuk ditandatangani . maka dilakukan penandatanganan BAR.7. Petugas Verifikasi UAPPA-E1 melakukan Rekonsiliasi dengan DAPK: 2. Operator Komputer melakukan back up data. mencetak LRA. 2. 2. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Jika di dalam Laporan Hasil Rekonsiliasi terdapat kekeliruan pada data SAK. kemudian meminta UAKPA untuk melakukan perbaikan data sesuai dengan prosedur melalui UAPPA-W.2. Verifikasi dan Operator Komputer melakukan penelusuran kesalahan pada data SAK dengan mencetak SPM/SP2D dan SSBP dari masing-masing UAKPA sesuai kebutuhan.4.1. 2.2. Petugas Administrasi mengirim LRA. Prosedur Rekonsiliasi UAPPA-E1 dengan DAPK Rekonsiliasi dengan DAPK dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: 2. Setelah ditandatangani oleh petugas DAPK.3. 2.5.6. Petugas Verifikasi menyerahkan kembali BAR yang telah ditandatangani oleh pejabat UAPPA-E1 ke DAPK untuk disahkan oleh pejabat yang menangani Rekonsiliasi di DAPK. ADK pengiriman. 2.

4.4.6.1. melakukan back up data SAK dan mencetak Laporan Keuangan berupa: 3. LRA Belanja.2. LRA Pendapatan Negara dan Hibah.6. penanggung jawab UAPPA-E1 membuat CaLK dan SOR. 3. Operator Komputer mengkompilasi semua ADK ke dalam Aplikasi SAK. 3.5. 3. Neraca. Petugas Administrasi menyimpan/mencatat pengiriman Laporan ke dalam register pengiriman data SAK.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 3.2. Prosedur Tutup Tahun pada UAPPA-E1 4.2.2. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.2. Petugas Administrasi memastikan kelengkapan Laporan Keuangan dari UAPPA-W dengan memeriksa Register Pengiriman dan data yang dikirim. Penanggung jawab UAPPA-E1 melakukan pengiriman ADK Eselon 1 dengan menggunakan Aplikasi SAK dan mencetak Register Pengirimannya.1.5. 3. LRA Pengembalian Pendapatan Negara dan Hibah.2. Petugas Verifikasi memastikan telah diterimanya back up data Laporan Keuangan dari UAKPA/UAPPA-W di bawah wewenangnya.2. ADK.2. 3. 3. 4.1.3. Untuk periode semesteran.3.2. 3. 3. LRA Pengembalian Belanja. 3. 4. Petugas Administrasi mengirimkan semua Cetakan Laporan Keuangan. Prosedur Pengiriman Laporan UAPPA-E1 ke UAPA Pengiriman Laporan UAPPA-E1 ke UAPA dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: 3. 3. Versi 2/2009 69 . Petugas Verifikasi memastikan telah diterimanya ADK Saldo Awal dari UAKPA/UAPPA-W di bawah wewenangnya. Laporan Realisasi Anggaran. CaLK dan SOR kepada UAPA.

5. Operator Komputer melakukan proses tutup tahun pada aplikasi SAPPAE1 melalui menu Proses\Tutup Tahun.8. Melakukan prosedur penerimaan data SAI yang telah diperbaiki dari UAKPA/UAPPA-W pada SAPPA-E1.8.2. Mengulangi prosedur tutup tahun dari langkah 4. 4. menyampaikan pemberitahuan kepada UAKPA/UAPPA-W terkait untuk melakukan perbaikan data yang dimaksud. Validator/Penanggung Jawab UAPPA-E1 melakukan validasi atas persyaratan proses tutup tahun. Petugas Verifikasi memastikan kebenaran dari back up data Laporan Keuangan dan Saldo Awal yang dikirim oleh UAKPA/UAPPA-W. 4.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 4. Membatalkan proses tutup tahun pada aplikasi SAPPA-E1 melalui menu Proses\Batal Tutup Tahun. 4. Operator Komputer melakukan langkah berikut: 4.9.1. 4. Petugas Verifikasi memastikan telah dilakukan pengiriman ADK Saldo Awal kepada UAPA. Operator Komputer melakukan back up data pada aplikasi SAPPA-E1 melalui menu Utility\Back Up. 4.3.8. Versi 2/2009 70 .7.3. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Apabila terdapat koreksi pembukuan setelah dilakukan proses tutup tahun. 4. Lakukan prosedur Penerimaan Laporan Keuangan dari UAKPA/UAPPA-W terkait.8.4. Bila masih terdapat kekeliruan. 4.3. 4. 4.1. Menyampaikan pemberitahuan kepada UAKPA/UAPPA-W terkait untuk melakukan perbaikan pada data yang dimaksud dan kemudian melakukan kembali proses pengiriman data dari UAKPA/UAPPA-W terkait.2.3.2.6. 4.

4.2. Jika terdapat perbedaan pada jumlah data. mengembalikan dokumen sumber tersebut kepada UAPPAE1 terkait untuk diperbaiki dan dikirimkan kembali (Ulangi langkah 1. mencetak Register Penerimaannya dan menyampaikannya kepada Petugas Verifikasi. 1. Operator Komputer melakukan proses Penerimaan Data pada aplikasi SAPA. menyampaikan pemberitahuan kepada UAPPA-E1 terkait pengiriman ulang ADK (Ulangi langkah 1. Versi 2/2009 71 . Prosedur Penerimaan Data UAPPA-E1 pada UAPA 1.1.4. 1.1. PROSEDUR PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PADA TINGKAT UAPA 1.1.1. Apabila terdapat kekeliruan atau dokumen sumber yang tidak sah.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional F.2. Penelitian atas kesamaan kode UAPPA-E1 dan periode pengirim di dalam ADK dengan Laporan Keuangan dan Register Pengiriman dari UAPPA-E1. Petugas Verifikasi melakukan verifikasi atas Register Penerimaan Data dan Register Pengiriman Data dari UAPPA-E1 untuk memastikan jumlah data (record) yang diterima sama dengan jumlah data yang dikirim.2. 1. ADK SAI dan Register Pengiriman dari UAPPA-E1.2. Petugas Verifikasi melakukan verifikasi atas dokumen sumber terkait meliputi: 1.3. yaitu dokumen sumber harus telah mendapatkan validasi dari penanggung jawab UAPPA-E1. untuk melakukan PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. 1. mencatat penerimaan dokumen sumber di dalam buku agenda/ekspedisi dan menyampaikan dokumen sumber tersebut kepada Petugas Verifikasi. Petugas Administrasi menerima Laporan Keuangan. Penelitian atas keabsahan dokumen sumber.).1. 1.).

6.6. Jika jumlah data sama. 1.3. menyampaikan pemberitahuan kepada Operator Komputer untuk melakukan back up data SAI dan Petugas Administrasi untuk melakukan pengarsipan. Operator Komputer melakukan back up data SAI pada aplikasi SAPA.1. mengirim ADK pengiriman dan mencetak register pengiriman (ditandatangani oleh penanggung jawab UAPA). register pengiriman diambil kembali sebagai arsip (1 Lembar ditinggal di DAPK sebagai Arsip). Bila masih terdapat perbedaan. 1. 2. 1. Operator Komputer melakukan back up data.2. 1. mencetak LRA.8.3. Bila angka laporan keuangan telah sama. Setelah ditandatangani oleh petugas DAPK.1.). 2.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 1. LRA dan Buku Besar.7.2. Operator Komputer mencetak LRA dan Buku Besar Perkiraan Neraca untuk UAPPA-E1 yang bersangkutan dan menyampaikannya kepada Petugas Verifikasi. ADK. 2.5. menyampaikan pemberitahuan kepada Operator Komputer untuk mencetak dokumen sumber. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.1. Prosedur Rekonsiliasi UAPA dengan DAPK 2. Petugas Administrasi mengirim LRA.6. Petugas Verifikasi melakukan verifikasi atas LRA dan Buku Besar dengan cetakan LRA dan Neraca UAPPA-E1 yang diterima untuk memastikan bahwa angka laporan keuangan sama.4. Petugas Verifikasi UAPA melakukan Rekonsiliasi dengan DAPK: 2. 1. Jika Laporan Hasil Rekonsiliasi sudah sama lakukan penandatanganan BAR. Petugas Administrasi mengarsipkan seluruh dokumen sumber berikut Register Penerimaan. Versi 2/2009 72 . dan register pengiriman ke DAPK.1. 1. menyampaikan pemberitahuan kepada UAPPA-E1 terkait untuk melakukan perbaikan dan pengiriman ulang ADK (Ulangi langkah 1.2.

Prosedur Pengiriman Laporan UAPA ke DAPK Pengiriman Laporan UAPA ke DAPK dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: 3. Jika di dalam Laporan Hasil Rekonsiliasi terdapat kesalahan pada data SAK. 2. Petugas Administrasi. Verifikasi dan Operator Komputer melakukan penelusuran kesalahan pada data SAK dengan mencetak SPM/SP2D dan SSBP dari masing-masing UAKPA sesuai kebutuhan. 2.2. lakukan penelusuran dan perbaikan Data.1. Laporan Realisasi Anggaran.6.2.2. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. petugas administrasi menyampaikan pemberitahuan kepada UAPPA-E1 yang bersangkutan untuk mengirimkan data atau memperbaiki data yang salah untuk dikirimkan kembali setelah diperbaiki). Petugas Verifikasi menyerahkan kembali BAR yang telah ditandatangani oleh pejabat UAPA ke DAPK untuk disahkan oleh pejabat yang menangani Rekonsiliasi di DAPK. Petugas Administrasi menyimpan/mencatat Laporan Hasil Rekonsiliasi dan BAR dalam register pengiriman data ke DAPK. kemudian meminta UAKPA untuk melakukan perbaikan data sesuai dengan prosedur melalui UAPPA-W dan UAPPA-E1.3.1. Petugas Verifikasi menerima BAR yang disiapkan oleh DAPK dan menyampaikannya kepada pejabat UAPA atau pejabat lain yang ditunjuk untuk ditandatangani.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 2. 2. Versi 2/2009 73 . 2.4. Petugas Administrasi memeriksa Register Pengiriman dan Penerimaan data dari UAPPA-E1 dan membandingkan dengan daftar UAPPA-E1 untuk memastikan data UAPPA-E1 telah diterima dan digabungkan ke dalam aplikasi SAK (Jika masih terdapat UAPPA-E1 yang belum mengirimkan data atau data belum benar.7. 3. 3. Operator Komputer melakukan back up data SAK dan mencetak Laporan Keuangan dari aplikasi SAK berupa: 3.5.

5. Lakukan prosedur Penerimaan Laporan Keuangan dari UAPPA-E1 terkait. LRA Pengembalian Pendapatan Negara dan Hibah.1. 3.2. 4.1. Jika periode bersangkutan adalah akhir tahun. 4. 3. Petugas Verifikasi memastikan telah diterimanya back up data Laporan Keuangan dari UAPPA-E1 di bawah wewenangnya. 4.2. Untuk periode semesteran. Petugas Administrasi menyimpan dan mencatat pengiriman data SAK ke Menteri Keuangan cq. Aparat Pengawas Internal melakukan reviu atas Laporan Keuangan Tahunan dan membuat Surat Pernyataan Telah Di Reviu oleh Inspektur Jenderal Depdiknas.4. 4.3.2.2.3.2.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 3. Petugas Verifikasi memastikan kebenaran dari back up data Laporan Keuangan dan Saldo Awal yang dikirim oleh UAPPA-E1.6. 3. ADK. Petugas Verifikasi memastikan telah diterimanya ADK Saldo Awal dari UAPPA-E1 di bawah wewenangnya. penanggung jawab UAPA membuat CaLK dan SOR. 3. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. menyampaikan pemberitahuan kepada UAPPA-E1 terkait untuk melakukan perbaikan data yang dimaksud. 3.3. Bila masih terdapat kekeliruan.6. 3. DAPK pada DJPb. Versi 2/2009 74 . LRA Pendapatan Negara dan Hibah.2. LRA Pengembalian Belanja.5.2. Operator Komputer UAPA melakukan Pengiriman ADK ke DAPK dengan menggunakan Aplikasi SAK dan mencetak Register Pengirimannya untuk ditandatangani oleh Penanggung Jawab UAPA.4.3. Prosedur Tutup Tahun pada UAPA 4. DAPK pada DJPb. LRA Belanja.2.3. 3. CaLK dan SOR kepada Menteri Keuangan cq. 4. Petugas Administrasi mengirimkan semua Cetakan Laporan Keuangan. Neraca.7. 3. 3.

8. Versi 2/2009 75 .7. Apabila terdapat koreksi pembukuan setelah dilakukan proses tutup tahun.4. 4. 4. Operator Komputer melakukan langkah berikut: 4. 4. Operator Komputer melakukan proses tutup tahun pada aplikasi SAPA melalui menu Proses\Tutup Tahun. 4.3.9.8.6.1. Validator/Penanggung Jawab UAPA melakukan validasi atas persyaratan proses tutup tahun.5.2. 4.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 4. 4. Membatalkan proses tutup tahun pada aplikasi SAPA melalui menu Proses\Batal Tutup Tahun. Menyampaikan pemberitahuan kepada UAPPA-E1 terkait untuk melakukan perbaikan pada data yang dimaksud dan kemudian melakukan kembali proses pengiriman data dari UAPPA-E1.8.8. 4. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Mengulangi prosedur tutup tahun dari langkah 4. Petugas Verifikasi memastikan telah dilakukan pengiriman ADK Saldo Awal kepada DAPK.2. Melakukan prosedur penerimaan data SAI yang telah diperbaiki dari UAPPA-E1 pada SAPA. Operator Komputer melakukan back up data pada aplikasi SAPA melalui menu Utility\Back Up.

Versi 2/2009 76 .Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional Prosedur SIMAK BMN (Penyusunan Laporan Barang Milik Negara) PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.

Kelengkapan data pada BI/Laporan BMN/LHI BMN: PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. LHI BMN. DBR/KIB/DBL telah ditandatangani oleh Petugas yang ditunjuk dan diketahui oleh pejabat yang berwenang. Petugas Administrasi menerima dokumen sumber dari Bendahara Barang/Penanggung Jawab UAKPB/Sub Bagian Umum berupa: BI. BA Hibah/penyerahan barang dan bukti-bukti kepemilikan Sumber Saldo Awal. Dokumen 1. Bukti kepemilikan BMN yang masih berlaku dan sah. Keabsahan dokumen sumber antara lain: a.1.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional BAB IV PENYUSUNAN LAPORAN BMN/SIMAK BMN A. Laporan BMN yang lalu. DBL.2. LHI BMN telah disetujui oleh penanggung jawab UAKPB dan ditandatangani oleh Kepala SATKER.2. Versi 2/2009 77 . b. c. Petugas Verifikasi menerima dokumen sumber dari petugas administrasi dan melakukan verifikasi atas dokumen sumber tersebut.3. Laporan BMN telah ditandatangani oleh Bendahara Barang/Penanggung Jawab UAKPB/Petugas Pengurus BMN. 1. d. Pencatatan Saldo Awal Prosedur Pencatatan Saldo Awal pada tingkat Satker dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1.1. kemudian menyampaikannya kepada Petugas Verifikasi. KIB. 1.3.3. meliputi: 1. Petugas Administrasi mencatat penerimaan dokumen sumber dalam Buku Agenda/Ekspedisi/Arsip Penerimaan. PROSEDUR PENYUSUNAN LAPORAN BMN/SIMAK BMN PADA TINGKAT UAKPB 1. DBR.

1. 1. Jumlah barang. 1. 1. Petugas Verifikasi menyerahkan dokumen sumber kepada Operator Komputer.7.6. menuliskan data yang benar pada data yang tercetak salah dengan menggunakan tanda yang mudah dilihat (misalnya menggunakan pulpen berwarna).9. Petugas Verifikasi mengoreksi RTH.8. Prosedur Koreksi RTH: 1. Operator Komputer merekam dokumen sumber ke dalam Aplikasi SIMAK-BMN menggunakan Modul Transaksi Saldo awal (KIB. Operator Komputer melakukan backup data pada Aplikasi SIMAK BMN. 1. Operator Komputer mencetak Register Transaksi Harian (RTH) dan menyerahkannya kepada petugas verifikasi.3. Nomor urut pendaftaran.8.2. Kode Barang. 1. Identitas barang lainnya.1. Petugas Administrasi mengarsipkan RTH dan dokumen sumber yang telah diverifikasi. Operator Komputer mencetak RTH yang telah dikoreksi. Menyampaikan catatan hasil koreksi dan RTH yang telah dikoreksi kepada operator komputer untuk dilakukan perekaman. lakukan Prosedur Koreksi RTH. 1. 2. Harga barang.8. Petugas Verifikasi melakukan verifikasi terhadap RTH dengan dokumen sumbernya. Tanggal/tahun perolehan BMN. Prosedur Pencatatan Transaksi Perolehan BMN Pencatatan Transaksi Perolehan BMN dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. 1. 1.8. Versi 2/2009 78 . 1. DBR dan DBL). Operator Komputer melakukan perekaman dalam Aplikasi SIMAK-BMN pada Modul Saldo Awal yang menghasilkan RTH yang sudah dikoreksi untuk dicetak.5.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional Kode UAKPB. Jika terdapat ketidaksesuaian RTH dengan dokumen sumbernya.4.4. Kebenaran perhitungan.10.8.

1.1.1.11. Petugas Administrasi menerima Dokumen Sumber antara lain: 2.6. Kode Produksi Barang. SPK. 2. Untuk Reklasifikasi Masuk yaitu Catatan Hasil Koreksi reklasifikasi masuk. dokumen tersebut dikembalikan kepada pemohon/yang mengajukan 79 PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Untuk Pembatalan Penghapusan yaitu SK Pembatalan Penghapusan.9. Untuk Transfer Masuk yaitu BAST dan/atau bukti kepemilikan. 2.1. 2.1. Faktur/Kwitansi.10. b.1.1.7.1.3.2. dan SPM/SP2D.8.3.4. Petugas Verifikasi menerima dan melakukan verifikasi atas dokumen sumber. Khusus Reklasifikasi Masuk : Nomor Urut Pendaftaran/Nama /Jenis Barang/Kode Produksi Barang sebelum dan sesudah Reklasifikasi. Untuk Perolehan Lainnya yaitu BAST. Jumlah barang. Kondisi barang.1.5. 2. Versi 2/2009 . Faktur. 2. Kontrak.1. 2. 2. Harga barang. Surat Keterangan Penanggung Jawab UAKPB beserta KIB/DBR/DBL BMN yang bersangkutan. 2. 2. 2. Untuk Hibah Masuk yaitu BAST dan/atau bukti kepermilikan. Untuk Pembelian yaitu BAST. Untuk Penyelesaian Pembangunan yaitu BAST dan L-KDP. Untuk Rampasan yaitu SK Pengadilan tentang rampasan. meliputi: 2. Untuk Bangun Serah Guna yaitu BAST dan Kontrak. Identitas barang lainnya.3. Kebenaran perhitungan. Kelengkapan data pada Dokumen Sumber: a. Kontrak.1.1.2.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 2.1. Petugas Administrasi mencatat penerimaan dokumen sumber dalam Buku Agenda/Ekspedisi kemudian menyerahkan Dokumen Sumber tersebut kepada Petugas Verifikasi. 2.1. Tanggal/tahun perolehan BMN. Untuk Pertukaran yaitu BAST. Nama/Jenis Barang. Apabila terdapat dokumen sumber yang salah. Untuk Bangun Guna Serah yaitu BAST dan Kontrak. 2.

Prosedur Koreksi RTH: PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. 2.5. lakukan Prosedur Koreksi RTH. 2. 2. dengan menggunakan Modul sebagai berikut: 2.6.5. Versi 2/2009 80 . 2.5.7. 2.5. Sumber tersebut. Pertukaran: Modul Perolehan/Pertukaran.5. Keabsahan Dokumen Sumber: Masing-masing DS harus mendapatkan Validasi dari Penanggung Jawab Unit yang mengajukan Dok. 2.5.7. Penyelesaian Pembangunan: Modul Perolehan/Penyelesaian Pembangunan.5.10.8.8.5.5.5.6. 2. Bangun Serah Guna: Modul Perolehan/Serah Guna. 2. Sumber kepada Petugas Verifikasi. Reklasifikasi Masuk: Modul Perolehan/Reklasifikasi Masuk. 2.3. Perolehan Lainnya: Modul Perolehan/Perolehan Lainnya. Bangun Guna Serah: Modul Perolehan/Guna Serah.11. Petugas Verifikasi menyerahkan dokumen sumber kepada Operator Komputer. 2. Setelah dikoreksi dapat diajukan kembali. 2.1. Rampasan: Modul Perolehan/Rampasan. Operator komputer melakukan perekaman dokumen sumber ke dalam Aplikasi SIMAK BMN (KIB.2. Operator Komputer mencetak Register Transaksi Harian (RTH) dan menyerahkan RTH & Dok.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional Dokumen Sumber untuk dikoreksi.5. Jika terdapat ketidaksesuaian RTH dengan dokumen sumbernya.4.9.5. DBR dan DBL). Transfer Masuk: Modul Perolehan/Transfer Masuk. Penghapusan: Modul Perolehan/Pembatalan 2. 2. Pembelian: Modul Perolehan/Pembelian.5. 2. Pembatalan Penghapusan. 2.2.4. 2. Hibah Masuk: Modul Perolehan/Hibah Masuk.3. Petugas Verifikasi menerima dan melakukan verifikasi terhadap RTH dengan dokumen sumbernya.

Perubahan Kondisi/203 dari Penanggung Jawab Ruangan/ Bendahara Barang/Pengurus Barang berupa Laporan Hasil Inventarisasi Kondisi Barang. Versi 2/2009 81 . PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. 3. Pengembangan/202 dari PPK/Bendahara Pengeluaran/Pejabat Penerbit SPM berupa BAST.1. 3. 2. SPK. Operator Komputer melakukan back up data pada Aplikasi SIMAK-BMN. Petugas Administrasi mengarsipkan RTH dan dokumen sumber yang telah diverifikasi.8. Operator Komputer melakukan perekaman kembali ke dalam Aplikasi SIMAK BMN yang menghasilkan RTH yang sudah dikoreksi untuk dicetak. 2. 2.1.1.2. 3.3. Pengurangan/201 dari Pengguna Barang berupa SK Perubahan Status atau SK Hasil Koreksi Perubahan Nilai/Kuantitas atau SK Penghapusan BMN. Prosedur Pencatatan Transaksi Perubahan BMN 3. 2.8.1.3. Kontrak. Operator Komputer mencetak RTH yang telah dikoreksi. Faktur. Perubahan Nilai/Kuantitas/204 Penanggung jawab UAKPB berupa SK Hasil Koreksi perubahan nilai/kuantitas beserta KIB/DBR/DBL BMN yang bersangkutan. 3.8. Petugas Administrasi menerima Dokumen Sumber: 3.8.4.1.2.4. Petugas Verifikasi menyampaikan catatan hasil koreksi dan RTH yang sudah dikoreksi kepada operator komputer untuk dilakukan Perekaman.1.10. 2.9. dan SPM/SP2D.1.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 2. Petugas Verifikasi mengoreksi RTH dengan menuliskan data yang benar pada data yang tercetak salah dengan menggunakan tanda yang mudah dilihat (misalnya menggunakan pulpen berwarna).

Petugas Administrasi mencatat penerimaan dokumen sumber dalam Buku Agenda/Ekspedisi dan menyerahkan dokumen sumber tersebut kepada Petugas Verifikasi. i. 3.2. d. 3. k. meliputi: 3. f. h.3.3.1. SPM/SP2D. c. Tanggal/tahun perolehan BMN. Harga barang. SPK. g.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 3. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Nama/Jenis/Kode Barang. e. b. Versi 2/2009 82 . Identitas barang lainnya. Kelengkapan data pada dokumen sumber antara lain: a. Penerimaan Aset dari Pengembangan Aset Renovasi dari Penanggung Jawab UAKPB berupa BAST. Kebenaran perhitungan. Khusus Perubahan Nilai/Kuantitas adalah jumlah barang sebelum dan setelah koreksi dan nilai barang sebelum dan setelah koreksi. Setelah dikoreksi dapat diajukan kembali. j. Jumlah barang. Petugas Verifikasi menerima dan melakukan verifikasi atas dokumen sumber.5. Khusus Pengurangan adalah jumlah barang sebelum dan setelah pengurangan dan nilai barang sebelum dan setelah pengurangan. Kondisi barang. Faktur. Khusus Pengembangan adalah jumlah pengembangan BMN dan Nilai pengembangan BMN. Apabila terdapat dokumen sumber yang salah. Nomor Urut Pendaftaran. dokumen tersebut dikembalikan kepada pemohon/yang mengajukan dokumen sumber untuk dikoreksi.1.

3. Keabsahan mendapatkan dokumen sumber: Masing-masing jawab unit harus yang validasi dari penanggung mengajukan dokumen sumber tersebut.4. 3. Prosedur Koreksi RTH : 3. 3. 3. 3.3.1. Perubahan Nilai/Kuantitas: Modul Perubahan/Perubahan Nilai/Kuantitas.2. Pengurangan: Modul Perubahan/Pengurangan.6.8. Petugas Verifikasi mengoreksi RTH dengan menuliskan data yang benar pada data yang tercetak salah dengan menggunakan tanda yang mudah dilihat (misalnya menggunakan pulpen berwarna).2.1. 3. Dokumen Sumber dan menyerahkan RTH & Dokumen Sumber kepada Petugas Verifikasi.5. 3.5. Versi 2/2009 83 .5.5.2.4.8. 3. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.8. 3. Pengembangan:Modul PerubahanPengembangan.5. Penerimaan Aset dari Pengembangan Aset Renovasi: Modul Perubahan BMN/ Penerimaan Aset dari Pengembangan Aset Renovasi. 3. Operator komputer merekam dokumen sumber ke dalam aplikasi SIMAK-BMN dengan menggunakan Modul sebagai berikut: 3. Operator Komputer mencetak Register Transaksi Harian (RTH) pada Aplikasi SIMAK-BMN. Petugas Verifikasi menerima dan melakukan verifikasi terhadap RTH dengan dokumen sumbernya.5. Petugas Verifikasi menyampaikan catatan hasil koreksi dan RTH yang sudah dikoreksi kepada operator komputer untuk dilakukan Perekaman.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 3. Petugas Verifikasi menyampaikan dokumen sumber kepada Operator Komputer.7. Jika terdapat ketidaksesuaian RTH dengan dokumen sumbernya.5. lakukan Prosedur Koreksi RTH 3. Perubahan Kondisi: Modul PerubahanPerubahan Kondisi.

4. Jika terdapat ketidaksesuaian RTH dengan dokumen sumbernya.6.10. Versi 2/2009 84 .1. maka dilakukan Prosedur Koreksi RTH.7.1. 4.8. Petugas Verifikasi menerima dan melakukan verifikasi atas dokumen sumber. 3. 4. 4. 3.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 3. Operator Komputer melakukan perekaman kembali ke dalam Aplikasi SIMAK BMN yang menghasilkan RTH yang sudah dikoreksi untuk dicetak. Petugas Verifikasi menyerahkan dokumen sumber kepada Operator Komputer. 4. 4. 4. Petugas Verifikasi mengoreksi RTH dengan menuliskan data yang benar pada data yang tercetak salah dengan menggunakan PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Petugas Administrasi mencatat penerimaan dokumen sumber dalam buku agenda/ekspedisi dan menyerahkan dokumen sumber tersebut kepada Petugas Verifikasi.5. Operator Komputer mencetak Register Transaksi Harian (RTH) dan menyerahkan RTH dan Dokumen Sumber kepada Petugas Verifikasi. 3.3. Petugas Administrasi mengarsipkan RTH dan dokumen sumber yang telah diverifikasi. Petugas Verifikasi menerima dan melakukan verifikasi terhadap RTH dengan dokumen sumbernya. Perubahan Nilai Koreksi Tim Penertiban Aset 4. 4.8. Operator Komputer merekam dokumen sumber ke dalam Aplikasi SIMAK-BMN dengan menggunakan modul Perubahan Nilai Koreksi Tim Penertiban Aset.3. meliputi kelengkapan data dan keabsahan Dokumen Sumber. Prosedur Koreksi RTH: 4.9.8. Operator Komputer mencetak RTH yang telah dikoreksi.8. Petugas Administrasi menerima Dokumen Sumber dari KPKNL berupa BA Hasil Evaluasi.4. 4.2. Operator Komputer melakukan backup data pada Aplikasi SIMAK-BMN.

8. 5.2. Operator Komputer mencetak RTH yang telah dikoreksi. 4. Koreksi Pencatatan: dari Penanggung jawab UAKPB berupa Catatan Hasil Koreksi beserta KIB/DBR/DBL BMN yang akan dikoreksi.1. 5.4. 5. 4. Pencatatan Transaksi Penghapusan BMN 5. 4. Reklasifikasi Keluar: dari Penanggung jawab UAKPB berupa Catatan Hasil Koreksi beserta KIB/DBR/DBL BMN yang akan direklasifikasi. barang berupa BAST dan/atau bukti PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Versi 2/2009 85 .1.8. Operator Komputer melakukan perekaman kembali ke dalam Aplikasi SIMAK BMN yang menghasilkan RTH yang sudah dikoreksi untuk dicetak.1.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional tanda yang mudah dilihat (misalnya menggunakan pulpen berwarna).3.4. 5. Transfer Keluar: dari Kuasa Pengguna Barang atau bendahara barang/pengurus kepemilikan.3.8. Petugas Administrasi menerima Dokumen Sumber: 5.9. Penghapusan: dari Pengguna Barang berupa SK Penghapusan BMN. 4. Petugas Verifikasi menyampaikan catatan hasil koreksi dan RTH yang sudah dikoreksi kepada operator komputer untuk dilakukan Perekaman.1.1. 4. 5.1.10. Petugas Administrasi mengarsipkan RTH dan dokumen sumber yang telah diverifikasi.1.5.2. Operator Komputer melakukan back up data pada Aplikasi SIMAK-BMN. Hibah Keluar: dari Pengguna Barang atau Pengelola Barang berupa BAST dan/atau bukti kepemilikan.

2. Apabila terdapat dokumen sumber yang Salah. Khusus Penghapusan adalah Nama/Jenis/Kode Barang yang dihapuskan. Jumlah barang. Nama/Jenis/Kode Barang.3. f. k. g. d. Kondisi barang. Kebenaran perhitungan. Versi 2/2009 86 .3. Petugas Verifikasi menerima dan melakukan verifikasi atas dokumen sumber. h.1.2. dokumen tersebut dikembalikan kepada Pemohon/yang mengajukan Dokumen Sumber untuk dikoreksi. b. Nomor urut pendaftaran. Khusus Koreksi Pencatatan adalah Nama/Jenis/Kode Barang sebelum dan setelah koreksi pencatatan. Setelah dikoreksi dapat diajukan kembali. e. Petugas Administrasi mencatat penerimaan dokumen sumber dalam buku agenda/ekspedisi dan menyerahkan dokumen sumber tersebut kepada Petugas Verifikasi. 5. j. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Keabsahan dokumen sumber: Masing-masing harus mendapatkan Validasi dari Penanggung Jawab Unit yang mengajukan dokumen sumber tersebut. Khusus Reklasifikasi Keluar adalah Nama/Jenis/Kode Barang sebelum dan setelah reklasifikasi keluar. Nilai barang. Khusus Transfer Keluar adalah Jumlah & nilai barang yang diserahkan. Tanggal/tahun perolehan BMN. meliputi: 5.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 5. Identitas barang lainnya. 5. i. Kelengkapan data pada Dokumen Sumber: a. c. Nomor urut pendaftaran BMN yang dihapuskan.3.

8. Operator Komputer merekam dokomen sumber ke dalam Aplikasi SIMAK-BMN dengan menggunakan modul sebagai berikut: 5. maka dilakukan Prosedur Koreksi RTH. Operator Komputer mencetak RTH yang telah dikoreksi.5.5.8. 5.7.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 5. 5. Sumber kepada Petugas Verifikasi.5. 5.4.5. Koreksi Pencatatan yaitu Transaksi Pengurangan BMN/Koreksi Pencatatan. Transfer Keluar yaitu Transaksi Pengurangan BMN/Transfer Keluar. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Prosedur Koreksi RTH: 5. 5.5. Hibah Keluar yaitu Transaksi Pengurangan BMN/Hibah Keluar. 5.1. 5.5. 5. Penghapusan yaitu Transaksi Pengurangan BMN/Penghapusan. Operator Komputer melakukan perekaman kembali ke dalam Aplikasi SIMAK BMN yang menghasilkan RTH yang sudah dikoreksi untuk dicetak.8. Petugas Verifikasi mengoreksi RTH dengan menuliskan data yang benar pada data yang tercetak salah dengan menggunakan tanda yang mudah dilihat (misalnya menggunakan pulpen berwarna).2. 5.6.8. 5. Versi 2/2009 87 . Petugas Verifikasi menerima dan melakukan verifikasi terhadap RTH dengan dokumen sumbernya.3. 5. Jika terdapat ketidaksesuaian RTH dengan dokumen sumbernya.4.5. Petugas Verifikasi menyerahkan dokumen sumber dengan Operator Komputer.3.1.4. Petugas Verifikasi menyampaikan catatan hasil koreksi dan RTH yang sudah dikoreksi kepada operator komputer untuk dilakukan Perekaman.2. 5. Reklasifikasi Keluar yaitu Transaksi Pengurangan BMN/Reklasifikasi Keluar.8. Operator Komputer mencetak Register Transaksi Harian (RTH) dan menyerahkan RTH dan Dok.

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.10.9. Versi 2/2009 88 . Operator Komputer melakukan back up data pada Aplikasi SIMAK-BMN.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 5. Petugas Administrasi mengarsipkan RTH dan dokumen sumber yang telah diverifikasi. 5.

6. Nama/Jenis/Kode Barang. Jika terdapat ketidaksesuaian RTH dengan dokumen sumbernya.7. Kelengkapan data: a.2.4.6. f.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 6. meliputi: 6.3. Kebenaran perhitungan.2.5. Jumlah barang. 6. b. c. 6. Kondisi barang. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. 6. Identitas barang lainnya. Nilai barang. Operator Komputer mencetak Register Transaksi Harian (RTH) dan menyerahkan RTH dan Dokumen Sumber kepada Petugas Verifikasi. h.3. Petugas Administrasi menerima Dokumen Sumber dari Penanggung Jawab UAKPB berupa Surat Ketetapan Penghentian Penggunaan BMN. 6. Petugas Administrasi mencatat penerimaan dokumen sumber dalam buku agenda/ekspedisi dan menyerahkan dokumen sumber tersebut kepada Petugas Verifikasi. g.3. Petugas Verifikasi menyerahkan dokumen sumber kepada Operator Komputer. Nomor urut pendaftaran. Keabsahan Dokumen Sumber. Tanggal/tahun perolehan BMN. maka dilakukan Prosedur Koreksi RTH. Petugas Verifikasi menerima dan melakukan verifikasi terhadap RTH dengan dokumen sumbernya. 6. Operator Komputer merekam dokumen sumber ke dalam Aplikasi SIMAK-BMN dengan menggunakan modul Penghentian BMN dari Penggunaan. Petugas Verifikasi menerima dan melakukan verifikasi atas dokumen sumber. d.1. Versi 2/2009 89 .1. 6. e. Penghentian BMN dari Penggunaan 6.

Prosedur Koreksi RTH: 6. Petugas Administrasi mengarsipkan RTH dan dokumen sumber yang telah diverifikasi. Operator Komputer melakukan perekaman kembali ke dalam Aplikasi SIMAK BMN yang menghasilkan RTH yang sudah dikoreksi untuk dicetak. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.4.8.1. Petugas Verifikasi menyampaikan catatan hasil koreksi dan RTH yang sudah dikoreksi kepada operator komputer untuk dilakukan Perekaman.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 6. 6. 6.8.9.10. 6. Operator Komputer melakukan back up data pada Aplikasi SIMAK-BMN.2.8.3.8. Versi 2/2009 90 . 6. Operator Komputer mencetak RTH yang telah dikoreksi.8. 6. Petugas Verifikasi mengoreksi RTH dengan menuliskan data yang benar pada data yang tercetak salah dengan menggunakan tanda yang mudah dilihat (misalnya menggunakan pulpen berwarna).

1. 7. Operator Komputer mencetak Register Transaksi Harian (RTH) dan menyerahkan RTH dan Dokumen Sumber kepada Petugas Verifikasi.3.8. 7. 7. Kelengkapan data: Tanggal/tahun perolehan BMN. 7.2. Kontrak. Petugas Verifikasi menerima dan melakukan verifikasi atas dokumen sumber. Operator Komputer merekam dokumen sumber ke dalam Aplikasi SIMAK-BMN Pengerjaan.3. Faktur. Kebenaran perhitungan. Penanggung Jawab/Pengguna BMN. meliputi: 7. Nama/Jenis BMN. Petugas Verifikasi menyerahkan dokumen sumber kepada Operator Komputer. 7.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 7.1. yaitu: Kuitansi. Keabsahan Dokumen Sumber. Lokasi BMN.4. maka dilakukan Prosedur Koreksi RTH. BA penyelesaian Pekerjaan dan dokumen lain yang dipersamakan. 7. Nilai BMN. Petugas Verifikasi menerima dan melakukan verifikasi terhadap RTH dengan dokumen sumbernya. Jumlah BMN.7. Kondisi BMN.8. Identitas BMN lainnya.3. Petugas Administrasi menerima Dokumen Sumber dari UAKPA berupa SPM/SP2D berikut dokumen pendukungnya. 7. Jika terdapat ketidaksesuaian RTH dengan dokumen sumbernya.2. Pencatatan Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP) 7.1. Versi 2/2009 91 . Petugas Verifikasi mengoreksi RTH dengan menuliskan data yang benar pada data yang tercetak salah dengan menggunakan dengan menggunakan modul Konstruksi Dalam PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Petugas Administrasi mencatat penerimaan dokumen sumber dalam buku agenda/ekspedisi dan menyerahkan dokumen sumber tersebut kepada Petugas Verifikasi.6. Prosedur Koreksi RTH: 7. 7.5.

Versi 2/2009 92 .3.8. Operator Komputer melakukan back up data pada Aplikasi SIMAK-BMN.10. Petugas Verifikasi menyampaikan catatan hasil koreksi dan RTH yang sudah dikoreksi kepada operator komputer untuk dilakukan Perekaman. 7.4.2. 7.9.8. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. 7. Operator Komputer melakukan perekaman kembali ke dalam Aplikasi SIMAK BMN yang menghasilkan RTH yang sudah dikoreksi untuk dicetak. Petugas Administrasi mengarsipkan RTH dan dokumen sumber yang telah diverifikasi. 7. 7.8.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional tanda yang mudah dilihat (misalnya menggunakan pulpen berwarna). Operator Komputer mencetak RTH yang telah dikoreksi.

Kebenaran Perhitungan dan identitas Barang lainnya.1. Petugas Verifikasi pada Satker pengelola PHLN melakukan verifikasi atas dokumen sumber yang meliputi keabsahan dan kelengkapan data. Kondisi dan keberadaan/distribusi Barang.2.4.4. Petugas Administrasi mencatat penerimaan dokumen sumber dari PPK/Satker pengelola PHLN. Nama/Jenis/Kode PRoduksi Barang. 8.2. 8. 8.5. Petugas verifikasi melakukan verifikasi dan inventarisasi atas dokumen sumber dan aset BMN yang diperoleh dari PHLN.2.4.1.3. 8.4. SPM/SP2D atau SP3.1.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 8. 8. Petugas Administrasi menerima dokumen sumber dari PPK/Satker pengelola PHLN.1. Dokumen Kepemilikan. 8. ii. Proses verifikasi dan inventarisasi oleh Biro/Bagian yang menangani SIMAK BMN. iii. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Pencatatan Perolehan BMN yang Berasal Dari PHLN 8. Foto Barang (bila ada). v. PPK/Pimpinan Satker pengelola PHLN memberikan Validasi atas dokumen sumber untuk proses pencatatan pada Aplikasi SIMAK BMN. BAST/Berita Acara Hibah Barang.4. Kelengkapan data pada Dokumen Sumber: i.3. 8. 8. iv.1.3. Petugas Administrasi pada Satker pengelola PHLN menyusun dokumen sumber pengadaan barang/aset yang dibutuhkan untuk pencatatan aset BMN hasil PHLN berupa: 8. SPK/Faktur/Kontrak pengadaan barang. 8. Versi 2/2009 93 . Tanggal/Tahun Perolehan BMN. Jumlah dan Harga Barang. meliputi: a.1.1.1. 8.

d. Petugas Verifikasi melakukan verifikasi terhadap RTH dengan dokumen sumbernya 8. b. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. 8. Petugas Administrasi mengarsipkan RTH dan dokumen sumber yang telah diverifikasi.1. Operator Komputer mencetak Register Transaksi Harian (RTH) 8.1. Petugas Verifikasi memberikan nomor pada aset yang telah diverifikasi dan diinventarisasi. Laporan Neraca BMN dan RTH Pembelian.5.5.1. Operator Komputer mencetak Laporan SIMAK BMN dan SAK 9. Laporan Neraca BMN dan RTH Penyelesaian Pembangunan.4.5.4. 8.1. DBR dan DBL) 8. Operator Komputer melakukan back up data pada Aplikasi SIMAK-BMN 9. Validator melakukan penandatanganan Berita Acara Inventarisasi dan verifikasi bersama dengan PPK/Kepala Satker Pengelola PHLN. Operator Komputer SAK mencetak 4 rangkap Laporan SAK yaitu: a.5.4. Laporan Neraca BMN dan RTH Pengembangan.5. Versi 2/2009 94 . Daftar SPM/SP2D telah direkam.1. Rekonsiliasi SIMAK BMN dengan SAK 9. Perekaman dan Pengarsipan pada Biro/Bagian yang menangani SIMAK BMN 8.4. 8.3. Operator komputer merekam dokumen sumber ke dalam Aplikasi SIMAK BMN (KIB. Neraca bulanan. Validitas/Keabsahan Dokumen Sumber.2.5. Operator Komputer SIMAK BMN mencetak 4 rangkap Laporan SIMAK BMN yaitu: a.5. 8.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional b. 9.2. c.5.

3. Jaringan.3. c.5. dan Irigasi. Buku Besar perkiraan Belanja Modal bulan berjalan (mengenai: Belanja Modal Tanah. Operator Komputer mengirim ADK pada Apilkasi SIMAK BMN ke SAK secara berkala (bulanan. 9. Catatan atas Laporan BMN.3.1. Belanja Modal Gedung & Bangunan. Aset Tetap Lainnya dan KDP). Tim Verifikasi membandingkan saldo Aset Tetap untuk perkiraan berikut : Tanah. semesteran dan tahunan) untuk menyusun neraca aset. Jaringan dan Irigasi. Rekonsiliasi SIMAK BMN dan SAK dilaksanakan dengan prosedur sebagai berikut : 9. Peralatan dan Mesin. Gedung & Bangunan. Peralatan dan Mesin. dilakukan oleh Tim Verifikasi dengan dokumen sumber sebagai berikut: Neraca SAK dan Neraca BMN.3. Jaringan.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional b.3. Versi 2/2009 95 . Belanja Modal Jalan. Belanja Modal Peralatan dan Mesin.4. Bila hasil rekonsiliasi menunjukkan saldo Aset Tetap Neraca SAK sama dengan Neraca BMN maka dilakukan pembuatan Berita Acara Rekonsiliasi.2. Penelitian atas saldo perkiraan Aset Tetap sebelum disesuaikan. 9. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. 9.3. Gedung & Bangunan. CALK (Catatan atas Laporan Keuangan) dan CaLBMN (Catatan Atas Laporan Barang Milik Negara). dan Aset Tetap Lainnya.3. Jalan. 9. CALK. 9. Buku Besar perkiraan Aset Tetap bulan berjalan (mengenai: Tanah. Bila Saldo Aset Tetap Neraca SAK tidak sama dengan Neraca BMN maka dilakukan penelitian atas saldo perkiraan Aset Tetap sebelum disesuaikan. 9. dan Belanja Modal Aset Tetap Lainnya). Neraca Sistem Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran Neraca BMN.2. dan Irigasi. Jalan. Dokumen sumber yang digunakan sebagai dasar perbandingan adalah ADK.

dan Pengembangan SIMAK BMN dengan Buku Besar Aset Tetap dan Belanja Modal SAK. 9.3. Petugas Verifikasi menyiapkan BAR Internal SAK dan SIMAK BMN berdasarkan dokumen sumber Format BAR.4. Penandatanganan BAR Internal SAK dan SIMAK BMN dilakukan oleh Penanggungjawab UAKPA dan UAKPB.3.4.3. Bila ada saldo perkiraan Aset Tetap sebelum disesuaikan.2.8. Bila tidak ditemukan saldo perkiraan Aset Tetap sebelum disesuaikan maka perlu dilakukan pengiriman kembali data BMN dari Aplikasi SIMAK BMN.4. Rekonsiliasi UAKPB dengan KPKNL Rekonsiliasi UAKPB dengan KPKNL dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.7. 10. 9.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 9.9. Bila Saldo perkiraan Aset Tetap sebelum disesuaikan bukan merupakan KDP maka dilakukan koreksi perekaman data SIMAK BMN pada UAKPB. dan Register Pelaksanaan Rekonsiliasi). Petugas administrasi mencatat dan menyimpan dalam Register Pelaksanaan Rekonsiliasi Internal SAK dan SIMAK BMN (Arsip. 9. Hasil Penelitian atas Neraca SAK dan SIMAK BMN. perlu membandingkan RTH Pembelian. 9.3. Bila Saldo perkiraan Aset Tetap sebelum disesuaikan merupakan KDP maka dilakukan Prosedur KDP baik pada UAKPA maupun UAKPB. 9.4. Setelah penilitian selesai.3.1. Aplikasi SAK dan SIMAK BMN. Penyelesaian Pembangunan.6. 9. Versi 2/2009 96 . dilanjutkan dengan pembuatan Berita Acara Rekonsiliasi (BAR) : 9.

Operator Komputer melakukan back up data.5. menyiapkan ADK BMN.2.1. Pelaporan Dan Pengiriman Data UAKPB Ke UAPPB-W/E1 11. Petugas Verifikasi melakukan Rekonsiliasi dengan KPKNL: 10.4. lanjutkan dengan penandatanganan BAR.4. 10. 10.3. Setelah proses rekonsiliasi selesai dilanjutkan dengan penandatangan BAR. Petugas Administrasi mengirim LBKP.2. lakukan perbaikan data.2.1. 11.3. Petugas Verifikasi di UAKPB melakukan perbaikan data hasil Rekonsiliasi dan mengulangi langkah Rekonsiliasi. dan register pengiriman ke KPKNL.3. Laporan BMN Ekstrakomptabel. 10. Petugas Verifikasi menerima BAR yang disiapkan oleh KPKNL dan menyampaikannya kepada pejabat UAKPB atau pejabat lain yang ditunjuk untuk ditandatangani. Petugas Verifikasi menyerahkan kembali BAR yang telah ditandatangani oleh pejabat UAKPB ke KPKNL untuk disahkan oleh pejabat yang menangani Rekonsiliasi di KPKNL. mencetak LBKP dan register pengiriman Data ke KPKNL (untuk divalidasi oleh penanggung jawab UAKPB). 11. Versi 2/2009 97 . 10. Laporan BMN Intrakomptabel. ADK BMN.3. 10. Operator komputer mencetak Laporan BMN yang terdiri dari: 11. register pengiriman diambil kembali sebagai arsip (1 Lembar ditinggal di KPKNL sebagai Arsip). Jika di dalam Laporan Hasil Rekonsiliasi masih terdapat kekeliruan pada data LBKP.1.3. Operator komputer melakukan back up data SIMAK-BMN. 10. Jika Laporan Hasil Rekonsiliasi sudah sama. Petugas Administrasi menyimpan dan mencatat Laporan Hasil Rekonsiliasi dan BAR dalam register pengiriman data ke KPKNL. Setelah ditandatangani oleh petugas KPKNL.6.2. 10.1.3.2.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 10.2. 11. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. 10.

Laporan BMN tahunan.2. 11. Laporan BMN Intrakomptabel dan Ekstrakomptabel. Untuk Laporan Periode akhir tahun perlu dicetak laporanlaporan sebagai berikut: a.4. Petugas verifikasi membuat Catatan Ringkas BMN berdasarkan Laporan BMN. Pengiriman laporan BMN dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: 11. Petugas Administrasi mengirim ADK BMN.5. Petugas Verifikasi membuat Catatan Ringkas BMN.5. 12.1. 11. Tugas Pembantuan ke UAPPB-E1.4.1.3. ADK dan Catatan Ringkas BMN. 11. KD ke UAPPB-W.3. Pengiriman Data SIMAK BMN Ke SAK 12. 12.7. Operator Komputer mengirim Data BMN dari Aplikasi SIMAK BMN ke SAK dan mentransfer data BMN ke dalam bentuk ADK.4. Petugas administrasi menyimpan dan mencatat dalam register pengiriman data SIMAK BMN dalam buku agenda dan aplikasi SIMAKBMN. 12. Petugas Administrasi menyimpan salinan dokumen yang dikirim ke UAKPA.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 11.2. 11.4.3. Dana Dekonsentrasi ke UAPPB-E1. Petugas administrasi melakukan pengiriman seluruh Laporan BMN. Laporan Kondisi Barang (LKB).2. 11. KP ke UAPPB-E1.4. Operator komputer mengirim data BMN dari Aplikasi SIMAK BMN dan mencetak serta mengotorisasi register pengirimannya. 12. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. 11. Laporan BMN Tahunan.6.2.2. Register Pengiriman yang telah ditandatangani oleh Penanggung jawab UAKPB & Catatan Ringkas BMN ke UAKPA.3.4. Versi 2/2009 98 . b. 11. 11. 11.4. Laporan BMN Bersejarah. LKB. 11.4.

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Versi 2/2009 99 .

ADK yang diterima memiliki kode UAKPB dan periode pengiriman yang sesuai dengan dokumen sumber. Jika jumlah data (record) sama. Petugas administrasi mencatat penerimaan dokumen sumber tersebut di dalam buku agenda/ekspedisi. Petugas verifikasi mencocokan ulang Register Penerimaan Data dengan Register Pengiriman Data dari UAKPB: 1. 1.4.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional B.1. 1. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.6. Dokumen sumber telah ditandatangani oleh penanggung jawab UAKPB. Operator komputer menerima Data dari UAKPB pada Aplikasi SIMAK BMN. 1. Petugas Verifikasi menerima dan melakukan verifikasi atas dokumen sumber.6.2. mencetak Register Penerimaan Data dan menyampaikannya kepada Petugas Verifikasi. Catatan Ringkas BMN. dan Register Pengiriman dari UAKPB. yang menyampaikan kepada UAKPB bersangkutan untuk memperbaiki atau melengkapi Dokumen Sumber. 1. PENYUSUNAN LAPORAN BMN/SIMAK BMN PADA TINGKAT UAPPA-W 1.4. Petugas administrasi menerima dokumen sumber yaitu Laporan BMN. LKB (untuk periode akhir tahun). Apabila terdapat dokumen pemberitahuan sumber yang tidak sah. 1. Petugas administrasi menyampaikan dokumen sumber tersebut kepada Petugas Verifikasi.2. Penerimaan Data UAKPB Pada UAPPB-W 1.1. 1.1. lakukan pencetakan Laporan BMN untuk UAKPB yang bersangkutan. meliputi: 1.5.3.4. ADK. Versi 2/2009 100 .

9. UAKPB yang bersangkutan diminta untuk melakukan pengiriman ulang (ulangi langkah awal).8.2. 1. Jika ada perbedaan jumlah data.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 1. Jika ada perbedaan angka laporan keuangan. lakukan back up data BMN pada Aplikasi SIMAK BMN.8.8. Laporan BMN yang telah diverifikasi. Jika angka laporan BMN sama.2. 1.1. register penerimaan. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Versi 2/2009 101 .7. Operator Komputer melakukan back up data dan mencetak Laporan BMN berdasarkan ADK dan Dokumen Sumber dan menyerahkan kepada petugas verifikasi. Petugas Verifikasi mencocokkan ulang data laporan BMN dengan Cetakan Laporan BMN UAKPB yang diterima: 1.6. sampaikan kepada UAKPB yang bersangkutan untuk mengirim ulang ADK (ulangi langkah awal). 1. 1. Petugas administrasi mengarsipkan dokumen sumber.

3. 2.5. 2. Petugas Verifikasi melakukan Rekonsiliasi dengan Kanwil DJKN: 2. Rekonsiliasi UAPPB-W dengan Kanwil DJKN Rekonsiliasi UAPPB-W dengan Kanwil DJKN dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: 2.2. Pelaporan Dan Pengiriman Data UAPPB-W Ke UAPPB-E1 3. Petugas Verifikasi di UAPPB-W melakukan perbaikan data hasil Rekonsiliasi dan mengulangi langkah Rekonsiliasi.1. 2. Petugas Administrasi menyimpan dan mencatat Laporan Hasil Rekonsiliasi dan BAR dalam register pengiriman data ke Kanwil DJKN. Jika Laporan Hasil Rekonsiliasi sudah sama. Operator Komputer melakukan back up data. 2. Petugas Verifikasi menerima BAR yang disiapkan oleh Kanwil DJKN dan menyampaikannya kepada pejabat UAPPB-W atau pejabat lain yang ditunjuk untuk ditandatangani.6. register pengiriman diambil kembali sebagai arsip (1 Lembar ditinggal di Kanwil DJKN sebagai Arsip). Versi 2/2009 102 .3. Jika di dalam Laporan Hasil Rekonsiliasi masih terdapat kekeliruan pada data LBPPW. 2.2. 2. lanjutkan dengan penandatanganan BAR.4. Petugas Administrasi mengirim LBPPW. mempersiapkan ADK LBPPW. Petugas Administrasi menerima dan meneliti register pengiriman dan penerimaan data dari UAKPB dengan cara membandingkan register PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Setelah ditandatangani oleh petugas Kanwil DJKN.1.3. Petugas Verifikasi menyerahkan kembali BAR yang telah ditandatangani oleh pejabat UAPPB-W ke Kanwil DJKN untuk disahkan oleh pejabat yang menangani Rekonsiliasi di Kanwil DJKN. dan register pengiriman ke Kanwil DJKN.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 2. 2. lakukan perbaikan data.1. ADK.3.7. mencetak LBPPW dan register pengiriman Data ke Kanwil DJKN (untuk divalidasi oleh penanggung jawab UAPPB-W).

3.2. LKB dan Laporan BMN tahunan sebelum dikirimkan ke UAPPB-E1. 3.2.2.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional dengan daftar penerimaan data UAKPB untuk memastikan seluruh data telah diterima dan digabungkan dalam Aplikasi SIMAK BMN. Laporan BMN Tahunan.5.1. Petugas verifikasi membuat Catatan Ringkas BMN berdasarkan Laporan BMN. Laporan BMN Intrakomptabel dan Ekstrakomptabel. b. Laporan Kondisi Barang (LKB). 3.2.4. Petugas administrasi melakukan pengiriman seluruh Laporan BMN. Versi 2/2009 103 . (Bila ada UAKPB yang belum mengirim data atau data yang dikirim belum benar.3. 3. Laporan BMN Bersejarah.2.2. ADK dan Catatan Ringkas BMN.6.5. 3. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.2. sampaikan pemberitahuan untuk memperbaiki dan melakukan pengiriman ulang) 3. Untuk Laporan periode akhir tahun Operator Komputer membuat Back Up data SIMAK BMN dan mencetak formulir Laporan BMN dengan Aplikasi SIMAK BMN yaitu: a. Laporan BMN Intrakomptabel. Operator Komputer melakukan Back Up data SIMAK BMN dan mencetak formulir Laporan BMN dengan Aplikasi SIMAK BMN yaitu: 3. 3. 3. 3. Laporan BMN Ekstrakomptabel.4. Operator komputer mengirim ADK dan mencetak serta memberikan otorisasi atas register pengirimannya. Petugas administrasi menyimpan dan mencatat dalam register pengiriman data SIMAK BMN dalam buku agenda.3.

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

C. PENYUSUNAN LAPORAN BMN/SIMAK BMN PADA TINGKAT UAPPB-E1 1. Penerimaan Data UAPPB-W/UAKPB KP/DK/TP Pada UAPPB-E1 1.1. Petugas administrasi menerima dokumen sumber yaitu Laporan BMN, LKB (untuk periode akhir tahun), Catatan Ringkas BMN, ADK, dan Register Pengiriman dari UAPPB-W/UAKPB KP/DK/TP; 1.2. Petugas administrasi mencatat penerimaan dokumen sumber tersebut di dalam buku agenda/ekspedisi; 1.3. Petugas administrasi menyampaikan dokumen sumber tersebut kepada Petugas Verifikasi; 1.4. Petugas Verifikasi menerima dan melakukan verifikasi atas dokumen sumber, meliputi: 1.4.1. Dokumen sumber telah ditandatangani oleh penanggung jawab UAPPB-E1; 1.4.2. ADK yang diterima memiliki kode UAPPB-W/UAKPB KP/DK/TP dan periode pengiriman yang sesuai dengan dokumen sumber; 1.4.3. Apabila terdapat dokumen pemberitahuan bersangkutan sumber kepada untuk yang tidak sah,

menyampaikan KP/DK/TP yang

UAPPB-W/UAKPB memperbaiki atau

melengkapi dokumen sumber; 1.5. Operator komputer di UAPPB-E1 menerima Data dari UAPPB-W/UAKPB KP/DK/TP pada Aplikasi SIMAK BMN, mencetak Register Penerimaan Data dan menyampaikannya kepada Petugas Verifikasi; 1.6. Petugas verifikasi mencocokan ulang Register Penerimaan Data dengan Register Pengiriman Data dari UAPPB-E1: 1.6.1. Jika jumlah data (record) sama, lakukan pencetakan Laporan BMN untuk UAPPB-W/UAKPB KP/DK/TP yang bersangkutan;

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009

104

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

1.6.2. Jika ada perbedaan jumlah data, UAPPB-W/UAKPB KP/DK/TP yang bersangkutan diminta untuk melakukan pengiriman ulang (ulangi dari langkah 1); 1.7. Operator Komputer melakukan pencetakan Laporan BMN berdasarkan ADK dan Dokumen Sumber dan menyerahkan kepada petugas verifikasi; 1.8. Petugas Verifikasi mencocokkan ulang data laporan BMN dengan Cetakan Laporan BMN UAPPB-E1 yang diterima: 1.8.1. Jika angka laporan BMN sama, lakukan back-up data BMN pada Aplikasi SIMAK BMN; 1.8.2. Jika ada perbedaan angka laporan keuangan, sampaikan kepada UAPPB-W/UAKPB KP/DK/TP yang bersangkutan untuk mengirim ulang ADK (ulangi langkah awal); 1.9. Petugas administrasi melakukan back up data dan mengarsipkan dokumen sumber, register penerimaan, Laporan BMN yang telah diverifikasi.

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009

105

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

2. Rekonsiliasi UAPPB-E1 dengan DJKN Rekonsiliasi UAPPB-E1 dengan DJKN dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: 2.1. Operator Komputer melakukan back up data, mempersiapkan ADK LBPPE1, mencetak LBPPE1 dan register pengiriman Data ke DJKN (untuk divalidasi oleh penanggung jawab UAPPB-E1); 2.2. Petugas Administrasi mengirim LBPPE1, ADK, dan register pengiriman ke DJKN. Setelah ditandatangani oleh petugas DJKN, register

pengiriman diambil kembali sebagai arsip (1 Lembar ditinggal di DJKN sebagai Arsip); 2.3. Petugas Verifikasi melakukan Rekonsiliasi dengan DJKN: 2.3.1. Jika Laporan Hasil Rekonsiliasi sudah sama, lanjutkan dengan penandatanganan BAR; 2.3.2. Jika di dalam Laporan Hasil Rekonsiliasi masih terdapat kekeliruan pada data LBPPE1, lakukan perbaikan data; 2.4. Petugas Verifikasi di UAPPB-E1 melakukan perbaikan data hasil Rekonsiliasi dan mengulangi langkah Rekonsiliasi; 2.5. Petugas Verifikasi menerima BAR yang disiapkan oleh DJKN dan menyampaikannya kepada pejabat UAPPB-E1 atau pejabat lain yang ditunjuk untuk ditandatangani; 2.6. Petugas Verifikasi menyerahkan kembali BAR yang telah ditandatangani oleh pejabat UAPPB-E1 ke DJKN untuk disahkan oleh pejabat yang menangani Rekonsiliasi di DJKN; 2.7. Petugas Administrasi menyimpan dan mencatat Laporan Hasil

Rekonsiliasi dan BAR dalam register pengiriman data ke DJKN; 3. Pelaporan Dan Pengiriman Data UAPPB-E1 Ke UAPB 3.1. Petugas Administrasi menerima dan meneliti register pengiriman dan penerimaan data dari UAPPB-W/UAKPB KP/DK/TP dengan cara
106

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009

Laporan Kondisi Barang (LKB). Versi 2/2009 107 . (Bila ada UAPPB-W/UAKPB KP/DK/TP yang belum mengirim data atau data yang dikirim belum benar. yaitu: a. Laporan BMN Intrakomptabel. 3.4.4. ADK dan Catatan Ringkas BMN.2. b. Operator Komputer melakukan Back Up data SIMAK BMN dan mencetak formulir Laporan BMN dengan Aplikasi SIMAK BMN yaitu: 3. Untuk Laporan periode akhir tahun perlu dicetak laporan BMN berikut. 3. LKB dan Laporan BMN tahunan sebelum dikirimkan ke UAPB.3.6. 3. 3. Laporan BMN Bersejarah. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.1. Petugas administrasi melakukan pengiriman seluruh Laporan BMN.2.2. sampaikan pemberitahuan untuk memperbaiki dan melakukan pengiriman ulang) 3. 3. 3. Laporan BMN Ekstrakomptabel. Petugas administrasi menyimpan dan mencatat dalam register pengiriman data SIMAK BMN dalam buku agenda.5. Operator komputer mengirim ADK dan mencetak register pengirimannya.2.5.2. Laporan BMN Tahunan.3. 3.2.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional membandingkan register dengan daftar data yang dikirimkan oleh UAPPB-W/UAKPB KP/DK/TP untuk memastikan seluruh data telah diterima dan digabungkan dalam Aplikasi SIMAK BMN. Laporan BMN Intrakomptabel dan Ekstrakomptabel. Petugas verifikasi membuat Catatan Ringkas BMN berdasarkan Laporan BMN.2. 3.

3.3.2.5. 1. PENYUSUNAN LAPORAN BMN/SIMAK BMN PADA TINGKAT UAPB 1. Jika ada perbedaan jumlah data.7. Petugas Administrasi menerima dokumen sumber (Laporan BMN. 1. dan Register Pengiriman). LKB.4. Petugas Administrasi mencatat penerimaan dokumen sumber tersebut dalam buku agenda. mencetak Register Penerimaan Data dan menyampaikannya kepada Petugas Verifikasi. 1.1. Petugas Verifikasi mencocokan ulang Register Penerimaan Data dengan Register Pengiriman Data dari UAPPB-E1: 1. ADK.1. Catatan Ringkas BMN. meliputi: 1.5. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. (Apabila terdapat dokumen sumber yang tidak sah. Operator Komputer melakukan back up data BMN. Dokumen sumber telah ditandatangani oleh penanggung jawab UAPPB-E1. Penerimaan Data UAPPB-E1 Pada UAPB 1. Jika jumlah data (record) sama. Petugas Verifikasi mencocokan ulang Data Laporan BMN dengan cetakan Laporan BMN UAPPB-E1 yang diterima. menyampaikan pemberitahuan untuk memperbaiki dokumen Sumber kepada UAPPB-E1 yang bersangkutan) 1. 1.2.5. ADK yang diterima memiliki kode UAPPB-E1 dan periode pengiriman yang sesuai dengan dokumen sumber. 1.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional D. Versi 2/2009 108 .6.3. 1.1. UAPPB-E1 yang bersangkutan diminta untuk melakukan pengiriman ulang (ulangi langkah dari awal). Petugas verifikasi menerima dan melakukan verifikasi atas dokumen sumber. Operator Komputer menerima data ADK dan dokumen sumber dari UAPPB-E1 pada aplikasi SIMAK-BMN.2. 1. lakukan pencetakan Laporan BMN untuk UAPPB-E1 yang bersangkutan.

Versi 2/2009 109 . Petugas Administrasi.3.5. dan register pengiriman ke DJKN. Operator Komputer melakukan back up data. 2.8. Setelah proses rekonsiliasi selesai dilanjutkan dengan penandatangan BAR. ADK. Setelah ditandatangani oleh petugas DJKN. register penerimaan. 2.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 1. 2. lakukan penelusuran dan perbaikan Data. mencetak LBP. mempersiapkan ADK LBP dan mencetak register pengiriman Data ke DJKN (ditandatangani oleh penanggung jawab UAPB). Petugas Verifikasi menyerahkan kembali BAR yang telah ditandatangani oleh pejabat UAPB ke DJKN untuk disahkan oleh pejabat yang menangani Rekonsiliasi di DJKN.3. Verifikasi dan Operator Komputer melakukan penelusuran kesalahan pada data LBP.1.2.4. Petugas Verifikasi UAPB melakukan Rekonsiliasi dengan DJKN: 2. 2. 2. Prosedur Rekonsiliasi UAPB dengan DJKN 2.3. Petugas Administrasi mengirim LBP.3. Petugas Administrasi melakukan Back Up data dan mengarsipkan dokumen sumber. 2.1. 2.3. 2. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. register pengiriman diambil kembali sebagai arsip (1 Lembar ditinggal di DJKN sebagai Arsip). Jika di dalam Laporan Hasil Rekonsiliasi terdapat kesalahan pada data LBP.4. kemudian meminta UAKPB terkait untuk melakukan perbaikan data sesuai dengan prosedur melalui UAPPB-W dan UAPPB-E1. Laporan BMN yang telah diverifikasi.3. Petugas Verifikasi menerima BAR yang disiapkan oleh DJKN dan menyampaikannya kepada pejabat UAPB atau pejabat lain yang ditunjuk untuk ditandatangani.2. Jika Laporan Hasil Rekonsiliasi sudah sama lakukan penandatanganan BAR.

3. 3. sampaikan pemberitahuan kepada UAPPB-E1 yang bersangkutan untuk memperbaiki dan melakukan pengiriman ulang. Laporan BMN Ekstrakomptabel. Pelaporan Dan Pengiriman Data UAPB Ke DJKN 3. Petugas Administrasi melakukan pengiriman seluruh Laporan BMN.1. Operator Komputer melakukan Back Up data SIMAK BMN dan mencetak formulir Laporan BMN dengan Aplikasi SIMAK BMN: 3.3. perlu dicetak Laporan BMN sebagai berikut. Laporan BMN Intrakomptabel.6. Petugas verifikasi membuat Catatan Ringkas BMN berdasarkan Laporan BMN. 3. 3. LKB.1.4. 3.3. Laporan BMN tahunan. yaitu: a. 3.5. b.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 2. Laporan BMN Tahunan. 3. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.3.4. Bila ada UAPPB-E1 yang belum mengirim data atau data yang dikirim belum benar.3. Aplikasi SIMAK BMN) dengan membandingkan dengan daftar dalam UAPPB-E1 untuk memastikan seluruh data UAPPBE1 telah diterima dan digabungkan dalam Aplikasi SIMAK BMN.3. 3. Laporan Kondisi Barang.5. Petugas Administrasi menerima dan meneliti registrasi pengiriman dan penerimaan data dari UAPPB-E1 (Registrasi Pengiriman & Penerimaan Data UAPPB-E1. Petugas Administrasi menyimpan/mencatat Laporan Hasil Rekonsiliasi dan BAR dalam register pengiriman data ke DJKN.2. Untuk periode akhir tahun. Laporan BMN Intrakomptabel dan Ekstrakomptabel.2. 3.3.3. Daftar UAKPB. Laporan BMN Bersejarah. Versi 2/2009 110 . ADK dan Catatan Ringkas BMN. Operator Komputer mengirim ADK dan mencetak register pengirimannya. 3.6.

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Petugas Administrasi menyimpan dan mencatat dalam register pengiriman data SIMAK BMN dan buku Agenda.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 3. Versi 2/2009 111 .7.

1. 3. BAB V PENUTUP 1. Versi 2/2009 112 . PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 21. agar melakukan pembinaan dan koordinasi kepada semua kantor/satuan kerja di lingkungan Depdiknas termasuk pengelola dana Dekonsentrasi APBN Depdiknas dalam pelaksanaan Prosedur Operasi Standar ini. Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan atau perubahan ketentuan perundang-undangan yang menjadi dasar dalam Prosedur Operasi Standar ini. 2. Prosedur Operasi Standar ini diharapkan sebagai pedoman kantor/satker di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional dalam pengelolaan anggaran.5. Kepala Biro Keuangan Depdiknas. akan diadakan perbaikan dan penyesuaian sebagaimana mestinya.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->