Anda di halaman 1dari 3

CTENOPHORA

Morfologi :

Filum Ctenophora dikelompokkan sebagai Coelenterata. Nama


Coelenterata berasal dari kata koilos, yang artinya rongga. Coelenterata sering
juga disebut hewan berongga. Hewa ini memiliki organisasi jaringan sederhana
dengan hanya dua lapis sel, yaitu sel eksternal dan sel internal.

Ciri- ciri Ctenophora :

Semua hewan yang tergolong Ctenophora hidup di laut. Tubuh hewan ini
lunak, tak berwarna, dan mampu menghasilkan cahaya ( bioluminensi ). Bagian
permukaan luar Ctenophora memiliki delapan baris silia yang membantunya
bergerak di air. Tubuh hewan ini memiliki simetri radial. Ctenophora memiliki
mulut untuk masuknya makanan serta dua lubang anus untuk mengeluarkan air
dan kotoran di ujung yang lain.

Dinding tubuh Ctenophora dapat dibedakan menjadi mesoderma dan


endoderma. Pada umumnya, Ctenophora tidak mempunyai nematoseista. Tetapi
tentakelnya mempunyai sel-sel yang menghasilkan zat perekat untuk
menangkap mangsa. Contoh : Mnemiopsis, Pleurobranchia, dan Beroe cucumis.

Manfaat Ctenophora :

Bagi manusia, berbagai jenis karang dimanfaatkan sebagai hiasan rumah


dan merupakan bahan kapur. Selain itu, batu karang fungsinya sebagai
pelindung pantai dari hantaman gelombang air laut. Sebagai komponen biotik di
laut, terumbu karang merupakan tempat berlindung dan berkembang biak
berbagai jenis ikan.

Kerugian Ctenophora :

Sebaliknya, Ctenophora juga dapat merugikan bagi peternakan tiram


karena hewan-hewan ini memakan larva-larva tiram.

I. Ctenophora

Filum Ctenophora berasal dari dua unsur kata yaitu ktenos ( sisir ) dan phoreo (saya
mempunyai). Menurut istilah yaitu sekelompok hewan kecil hewan laut yang berenang bebas
dan memiliki warna yang lebih tembus pandang jika dibandingkan dengan ubur-ubur.
Ctenophore disebut juga Comb-Bearers yaitu hewan yang mempunyai delapan baris sisir
yang disebut dengan cilia, jika silia-silia tersebut dipadukan akan membentuk seperti sisi
bintang.
Ctenophora memiliki keunikan tersendiri yaitu sebagai hewan laut yang mampu
mengeluarkan cahaya dari tubuhnya sendiri. Tubuh ctenophore terdiri dari banyak air.

Lebih dari 100 variasi ctenophore tersebar di seluruh samudera di dunia.

Biomassa ctenophore berada didalam laut yang gelap contohnya Laut Atlantik Utara mencapai satu
juta ton di titik yang paling tinggi reproduksinya. Penyebaran ctenophore sangat cepat pada
laut gelap.

II. Morfologi dan Anatomi Ctenophora

• Ciri-ciri Ctenophora

1. Berbentuk bulat kecil atau lonjong ;


2. Bentuk umum simetris biradial, karena bagian-bagian yang meskipun umumnya
tersusun secara meruji tetapi separuhnya lagi terletak disatu sisi dan separuhnya lagi
disisi lain dari sebuah papan tengah memanjang;
3. Mempunyai 8 deretan sisir cilia eksternal
4. Tentakel dilengkapi sel colloblast
5. Pada mesoglea terdapat sel amebocyte dan sel otot
6. Sistem pencernaan lengkap
7. Statocyst pada ujung aboral dekat lubang anal
8. Reproduksi seksual, hermafrodit, larva cydippid berenang bebas
9. Tidak terdapat anus
10. Semua spesies terdapat dilaut, hidup soliter

• Morfologi Ctenophora

Mulut Ctenophora terletak di satu ujung dan alat pengindera terletak di ujung

yang berlawanan.

Ada delapan sabuk berbulu getar melintang (meridional ) yang memanjang dari dekat
permukaan mulut ke ujung berlawanan, alat ini merupakan alat untuk berjalan. Setiap sabuk
mempunyai bulu getar yang tersusun dalam barisan mendatar dan di dasarnya bersatu, dan
setiap baris tersebut bentuknya seperti sisir.
Bulu-bulu getar ini berayun naik turun dari ujung aboral dan menciptakan gerakan

seperti sederetan ombak yang bergerak ke arah mulutnya. Hewan ini bergerak

dengan ujung di depan mulutnya. Oleh karena itu, hewan ini juga sering dikenal

dengan nama Sea walnus atau comb jellies (ubur-ubur sisir) karena secara

vertikal, tubuhnya terbagi oleh 8 helai pita yang tampak seperti deretan sisir cilia,

berwarna putih, jingga atau ungu. Tubuhnya biasanya transparan dan yang

primitif mempunyai sepasang tentakel bercabang, tanpa nematocyst. Sisir cilia

merupakan tenaga penggerak bagi ctenophore.

• Anatomi Ctenophora

Ctenophora adalah hewan diplobastik yaitu hanya mempunyai dua lapisan badan yang terdiri
dari dua lapisan sel transparan yang hanya menyusun kulit terluarnya (ektoderm) dan kulit
bagian dalam (gastroderm).

Ektoderm menyusun dua lapisan sel, yang kebanyakan ditutup oleh suatu lapisan lumpur
yang bersifat melindungi, lapisan lumpur ini dihasilkan oleh kelenjar/penekan khusus.
Dinding tubuhnya terdiri dari epidermis.

Dibawah epidermis terdapat lapisan semacam mesenkhim tebal, setaraf dengan mesoglea
pada coelenterata. Mesenkhim ctenophora mempunyai sel otot sejati.

Sedangkan gastroderm lebih melindungi organ-organ bagian dalam, contohnya : melindungi


suatu rongga pada perut.