Anda di halaman 1dari 23

Makalah Evolusi

“Bukti Geologi dan Fosil Evolusi”

DISUSUN OLEH:

Kelompok 4

Fitriyani (3415076910)

Joko Sutrisno (3415076936 )

Nany Nopianti (3415076930 )

JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

2011
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Evolusi adalah proses perubahan pada seluruh bentuk kehidupan dari satu generasi ke
generasi selanjutnya, dan biologi evolusioner mempelajari bagaimana evolusi ini terjadi. Pada
setiap generasi, organisme mewarisi sifat-sifat yang dimiliki oleh orang tuanya melalui gen.
Perubahan (yang disebut mutasi) pada gen ini akan menghasilkan sifat baru pada keturunan
suatu organisme. Pada populasi suatu organisme, beberapa sifat akan menjadi lebih umum,
manakala yang lainnya akan menghilang. Sifat-sifat yang membantu keberlangsungan hidup
dan reproduksi organisme akan lebih berkemungkinan berakumulasi dalam suatu populasi
daripada sifat-sifat yang tidak menguntungkan. Proses ini disebut sebagai seleksi alam.

Penghasilkan jumlah keturunan yang lebih banyak daripada jumlah orang tua beserta
keterwarisan sifat-sifat ini merupakan fakta tambahan mengenai kehidupan yang mendukung
dasar-dasar ilmiah seleksi alam. Gaya dorong seleksi alam dapat terlihat dengan jelas pada
populasi yang terisolasi, baik oleh karena perbedaan geografi maupun mekanisme lain yang
mencegah pertukaran genetika. Dalam waktu yang cukup lama, populasi yang terisolasi ini
akan menjadi spesies baru.

Mempelajari evolusi tidak bisa meninggalkan fosil. Dahulu teori evolusi banyak diuji
dengan melihat fosil-fosil yang merupakan peninggalan makhluk hidup pada masa lalu. Bahkan
ada kasus pemalsuan fosil (piltdown case),karena saking pentingnya fosil dalam pengujian teori
evolusi ini. Tetapi perlu diketahui juga bahwa Charles Darwin ketika membuat buku “the origin
of species” tidak diawali dengan fosil namun lebih banyak memanfaatkan fenomena burung-
burung di Galapagos. Perkembangan teori evolusi saat ini sudah menggunakan bermacam-
macam metode mutahir, tetapi jelas tidak hanya kearah masa kini dengan menafaatkan DNA
saja. Fosil masih merupakan alat terbaik dalam mempelajari, mengkaji, dan menguji teori
evolusi. Bukti ilmiah evolusi berasal dari banyak aspek biologi yang meliputi fosil, homologi
struktur, dan persamaan molekuler DNA antar spesies

Berikut ini akan dibahas lebih lanjut mengenai bukti-bukti yang mendukung teori evolusi
tesebut.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Sejarah munculnya bukti evolusi

Teori Evolusi menyatakan bahwa setiap jenis makhluk hidup berasal dari satu nenek

moyang yang sama. Berdasarkan hal ini dapat diartikan bahwa spesies yang ada sebelumnya

lambat laun mengalami perubahan menjadi spesies lain, dari spesies primitif menjadi maju. Di

samping itu,Leonardo da Vinci (1452–1519) menyatakan bahwa fosil merupakan bukti adanya

kehidupan pada masa lampau. Oleh karena itu, diharapkan dengan mempelajari fosil, teori

Evolusi dapat dibuktikan. Jika anggapan itu benar, maka akan terdapat sejumlah fosil yang

mengarah terjadinya evolusi makhluk hidup.

Fosil berasal dari bahasa Latin fossilis, artinya menggali. Istilah fosil diartikan sebagai

sisa-sisa binatang dan tumbuhan yang telah membatu. Fosil merupakan catatan sejarah

penting sebagai petunjuk adanya evolusi. Dengan membandingkan struktur tubuh hewan masa

lampau yang telah menjadi fosil dengan hewan sekarang dapat disimpulkan bahwa keadaan

lingkungan di masa lampau berbeda dengan sekarang. Tokoh yang mempelajari fosil dan

hubungannya dengan evolusi adalah:

1. Leonardo da Vinci (Italia 1452-1519)

Orang yang pertama kali berpendapat fosil merupakan bukti adanya makhluk hidup di

masa lampau.

2. George Cuvier (Perancis 1769-1832)

Ia merupakan ahli anatomi perbandingan. Ia mengadakan studi perbandingan antara

fosil-fosil dari berbagai lapisan bumi dan makhluk hidup yang ada sekarang. Cuvier

menyimpulkan bahwa pada masa tertentu telah diciptakan makhluk-makhluk hidup yang

berbeda dari masa ke masa. Setiap masa diakhiri kehancuran alam. Paham ini dikenal dengan

kataklisma.
3. Darwin

Mengatakan bahwa makhluk hidup pada lapisan bumi tua mengadakan


perubahan bentuk untuk menyesuaikan diri dengan lapisan bumi yang lebih muda. Oleh sebab
itu, fosil pada lapisan bumi muda berbeda dengan fosil di lapisan bumi tua.

4. Alexander Ivanovich Oparin

Mengemukakan bahwa evolusi zat-zat kimia terjadi sebelum di bumi terdapat


kehidupan. Seperti sebelumnya, zat anorganik berupa air, metana, karbon
dioksida,dan amonia terkandung dalam atmosfer bumi. Zat anorganik tersebut
membentuk zat-zat organik akibat adanya radiasi dari energi listrik yang berasal
dari petir. Suhu di bumi terus menurun.

Ketika sampai padatitik kondensasi, terjadi hujan yang mengikis batuan di bumi yang banyak
mengandung zat-zat anorganik. Zat-zat anorganik tersebut terbawa ke lautan yang panas. Di
lautan ini terbentuk sup purba atau sup primordial. Sup purba terus berkembang selama
berjuta-juta tahun. Di dalam sup purba, terkandung zat anorganik, RNA & DNA. RNA yang
dibutuhkan dalam proses sintesis protein dapat terbentuk dari DNA. Akibatnya, terbentuklah sel
pertama. Sel pertama tersebut mampu membelah diri sehingga jumlahnya semakin banyak.
Sejak saat itulah evolusi biologi berlangsung.

Tahapanya meliputi :

a. Terbentuknya Makhluk Hidup Prokariotik

b. Sejarah kesuksesan makhluk hidup prokariotik dimulai sedikitnya pada 3,5 miliar tahun
yang lalu. Prokariotik merupakan bentuk kehidupan pertama dan paling sederhana.
Mereka hidup dan berevolusi di bumi selama 2 miliar tahun. Prokariotik dianggap paling
primitif, karena selnya hanya memiliki membran sel. DNA, RNA hasil transkripsi, dan
molekul-molekul organik berada dalam sitoplasma tanpa dibatasi membran. Prokariotik
pertama kemungkinan merupakan kemoautrotof yang menyerap molekul organik bebas
danATP di sup purba melalui sintesis abiotik. Seleksi alam menyebabkan prokariotik
yang dapat mengubah ADP menjadi ATP melalui glikolisis bertambah. Akhirnya,
prokariotik yang dapat melakukan fermentasiberkembang dan hal tersebut menjadi cara
hidup organisme di bumi karena belum tersedianya O2. Beberapa Archaebacteria dan
beberapa bakteri obligat anerob yang sekarang hidup melalui fermentasi, mirip dengan
prokariotik terdahulu.

b. Terbentuknya Organisme Fotoautotrof Ketika kecepatan konsumsi bahan organik oleh


fermentasi prokariotik melebihi kecepatan sintesis untuk menggantikan molekul organik,

Berkembanglah prokariotik yang dapat membuat molekul organiknya sendiri. Pada


prokariotik awal, pigmen yang dapat menyerap cahaya digunakan untuk menyerap kelebihan
energi cahaya (terutama dari sinar ultraviolet) yang membahayakan bagi sel yang hidup di
permukaan. Selanjutnya, pigmen ini mampu melakukan transfer elektron untuk sintesis ATP.
Prokariotik ini mirip dengan Archaebacteria yang disebut bakteri halofik. Pigmen yang
menangkap cahaya dikenal dengan bakteriorhodopsin yang dibuat pada membran plasma.
Prokariotik lain memiliki pigmen yang dapat menggunakan cahaya untuk transfer elektron dari
hidrogen sulfida (H2S) menjadi NADP+ dan dapat memfiksasi CO2

.Akhirnya, Eubacteria memiliki cara untuk menggunakan H2O sebagai sumber elekton
dan hidrogen. Bakteri ini adalah Cyanobacteria pertama yang mampu membuat molekul organik
dari air dan CO2. Cyanobacteria berkembang dan mengubah bumi dengan melepaskan O2
sebagai efek fotosintesis. Cyanobacteria berkembang antara 2,5 miliar hingga 3,4 miliar tahun
yang lalu. Mereka hidup bersama prokariotik lain membuat koloni. Fosil koloni ini disebut
stromatolit yang banyak ditemukan di perairan air tawar dan air laut (Gambar 2.2).

Gambar 2.2 Fosil Stromatolit berusia 2,7 miliar tahun

c. Bangkitnya Organisme Eukariotik Eukariotik berkembang sekitar 1,2 miliar tahun yang
lalu.

Hal yang sangat membedakan eukariotik dengan prokariotik adalah adanya organel-
organel yang memiliki membran. Bagaimana sel eukariotik yang kompleks dapat terbentuk dari
prokariotik yang sederhana? Sistem membran organel-organel pada eukariotik dapat terbentuk
dari invaginasi yang terspesialisasi. Padaeukariotik terdahulu, invaginasi (pelekukan ke dalam)
dapat terjadi sehingga membentuk membran inti dan retikulum endoplasma.

5. Lynn Margulis

Proses lain yang disebut endosimbiosis menjelaskan pembentukan mitokondria,


kloroplas, dan beberapa organel eukariotik lain. Teori ini dikemukakan oleh Lynn Margulis.
Endo berarti di dalam dan simbiosis berarti hidup bersama. Endosimbiosis terjadi ketika sel
simbion hidup secara permanen di dalam sel lain (sel inang) dan

interaksi ini menguntungkan keduanya (Gambar 2.4). Berdasarkan teori ini, eukariotik
berkembang setelah sel fotosintesis muncul dan oksigen melimpah di atmosfer. Kloroplas dan
mitokondria tampaknya.

Gambar 2.4 Proses Endosimbiosis

B. Bukti Geologi Evolusi

Setelah mempelajari fosil-fosil yang ditemukan arkeolog, para ahli geologi membuat
rekaman peristiwa pemunculan organisme. Skala ini dibaca dari bawah ke atas
karena mewakili usia Bumi sebagaimana ditentukan oleh lapisan batuan di bumi.
Ahli geologi percaya kalau bumi berusia 4.5 hingga 5 Miliar tahun. Usia bumi diukur
lewat proses yang disebut penandaan radioaktif. Perhatikan tabel ini, usia bumi
terbagi menjadi empat Masa , bukan Enam Masa.

Tabel 1. Skala Waktu Geologis

Masa Periode Epoch Juta Iklim dan kehidupan


tahu
n lalu

KENOZOIK Kuaterner Resen 0.01 Indonesia modern; Empat zaman es; Homo sapiens
UM

Pleistosen 2.5 Jakarta, Bandung dan Pontianak di Daratan Sunda;


Peningkatan populasi tanaman perdu; Homo pertama;
Equus, kuda dengan satu jari

Tersier Pliosen 7 Bandung tenggelam kembali dalam Geosinklin Burma-


Sumatra-Djawa; iklim Dingin; kera hominoid; manusia
pertama; Pliohippus, kuda berjari tiga

Miosen 26 Jakarta kembali naik dan menyatu dengan Bandung


sekaligus Pontianak di Daratan Sunda karena selat
Jawa telah menjadi daratan kembali; Hutan berkurang;
dominasi angiospermae; Merychippus, kuda tanpa jari
pertama dan kelima

Oligosen 38 Jakarta tenggelam di selat antara daratan Sunda dan


daratan Jawa. Bandung muncul ke permukaan.
Pontianak tetap di Daratan Sunda. Dominasi mamalia
di daratan (kera anthropoid, ungulata, paus) dan juga
burung serta serangga; Mesohippus, kuda dengan jari
pertama dan kelima yang kecil

Eosen 54 Jakarta naik ke permukaan dan satu daratan dengan


Pontianak, Bandung masih tenggelam; Cuaca sedang
hingga tropis; Hyrachoterium, kuda kecil dengan lima
jari

Paleosen 65 Karnivora dan primata pertama

MESOZOIK Kretasius 136 Pontianak naik ke permukaan dan bergabung dengan


UM (Kapur) Daratan Sunda, Jakarta dan Bandung masih
tenggelam; Kebangkitan angiosperma; penurunan
gymnosperma; kepunahan dinosaurus; radiasi besar
serangga kedua

Yura 190 Eropa tertutup samudera; Jakarta dan Bandung


tenggelam kembali, Pontianak masih berada di bawah
air; paku biji terakhir; dominasi gymnosperma;
dominasi reptil; asal usul burung; dinosaurus
melimpah

Trias 225 Daratan Sunda berpisah dengan Daratan Australia,


Jakarta dan Bandung berada di daratan Sunda,
Pontianak masih tenggelam; Daerah kering dan
pegunungan yang luas; dominasi gymnosperma di
daratan; dinosaurus pertama; mamalia pertama

PALEOZOI Perm 280 Glasier di belahan bumi selatan; Jakarta dan Bandung
KUM berada di daratan Australia, Pontianak masih
tenggelam di Palung Anambas; konifer, pakis haji dan
ginkgo pertama; reptil menyebar; penurunan populasi
amfibi; kepunahan trilobita

Karbon Pensilvania 345 Seluruh indonesia berada di satu daratan besar


n Australia kecuali pontianak dan laut banda; iklim
subtropis; rawa; hutan asal batu bara; gymnosperma,
Mississippian paku, sfenopoid, likopsid, reptil berevolusi; dominasi
amfibi; serangga pertama; jamur

Devon 395 Seluruh indonesia di daratan kecuali pontianak yang


tenggelam akibat perpanjangan selat malaka terus
menembus ke tengah pulau Kalimantan; trakeofita
primitif; asal ususl tanaman berbiji pertama; liverwort
pertama; zaman ikan dan hiu

Silur 430 Seluruh Indonesia kecuali Papua berada di benua


Aequinoctia; Papua berada di bawah air, yaitu Palung
Papua; tanaman berpembuluh pertama; arthropoda
muncul di daratan

Ordovisiu 500 Iklim sedang; lautan menutupi sebagian besar benua;


m tanaman menginvasi daratan; ganggang laut
berlimpah; ikan tanpa rahang ber evolusi

Kambria 570 Ganggang laut primitif; invertebrata laut dalam jumlah


besar
PRAKAMBR Bumi mendingin; lautan dangkal; eukariota ber
IA evolusi; cyanobakteria; bakteria.

Para ilmuan telah menentukan kalau unsur tertentu meluruh dengan mengeluarkan
radiasi secara spontan dan pada kecepatan tetap. Unsur tersebut disebut radioaktif. Dalam
proses memancarkan radiasi, zat radioaktif berubah menjadi zat lain. Sebagai contoh, uranium-
238 berubah menjadi timbal. Waktu-paruh U-238, tingkat dimana separuh massa uranium
dalam sampel batuan berubah menjadi timbal, adalah 4,5 miliar tahun. Tingkat peluruhan
Uranium tidak dipengaruhi oleh kondisi kimia atau fisika apapun. Karenanya dengan mengukur
rasio uranium-timbal di sampel batuan, ilmuan dapat memperkirakan usia batuan tersebut.

Pengukuran batuan tertua di Bumi menunjukkan kalau usianya 3 miliar tahun. Dengan
pengetahuan kita pada waktu terbentuknya batuan yang asli, para ahli geologi menambah 2
miliar tahun lagi, sehingga tiba pada 4.5 hingga 5 miliar tahun sebagai perkiraan usia bumi
C. BUKTI FOSIL

Fosil adalah sisa-sisa tanaman dan hewan yang terlestarikan. Mereka sering ditemukan di
batuan endapan, yang terbentuk dengan penumpukan perlahan atau sedimentasi. Usia fosil
ditentukan dengan pengukuran karbon. Fosil tanaman atau hewan sampel di uji rasio karbon
radioaktif (carbon 14) dengan karbon non radioaktif (carbon 12). Dengan menggunakan tingkat
peluruhan karbon 14 menjadi karbon 12, usia fosil dapat ditentukan.

Catatan fosil yang tersimpan dalam lapisan batuan endapan memberikan bukti yang sah
mengenai perubahan spesies hewan dan tanaman. Semakin jauh dibawah batuan, semakin tua
usia fosil. Lapisan atas mengandung sisa fosil yang lebih baru dan lebih rumit. Bagian keras
hewan, seperti cangkang atau kerangka, menjadi fosil di endapan keras batuan. Cetakan, jejak
atau gumpalan merupakan tipe fosil lainnya, yang dihasilkan oleh mahluk hidup saat berjalan,
berlari atau tubuhnya sendiri.

Tahun 1998, Wes Linster (14 tahun) menemukan kerangka hewan prasejarah bersayap
yang hampir sempurna saat ia berburu fosil di Montana. Para ilmuan memperkirakan kalau
predator mirip burung ini hidup lebih dari 75 juta tahun lalu. Dinosaurus ini (gambar 1) diberi
nama Bambiraptor feinbergi, menunjukkan kalau ia masih anak-anak dan belum mencapai
ukuran tubuh sepenuhnya. Ia memiliki otak yang besar, sternum mirip burung, dan lengan mirip
sayap. Fosil ini langka karena lengkap tanpa kehilangan satu tulangpun. Fosil lain yang
menunjukkan adanya transisi antara dinosaurus dan burung yang ditemukan dalam sepuluh tahun
terakhir adalah : fosil Anchiornis huxleyi dari provinsi Liaoning, China, serta Longicrusavis
houi juga dari China. Fosil transisi dapat menghubungkan beberapa organisme dalam kelompok
yang berbeda, seperti misalnya Archaeopteryx yang menghubungkan unggas dan dinosaurus,
ataupun Tiktaalik yang menghubungkan ikan dengan amfibi.

Gambar 1. Bambiraptor, sebuah dinosaurus bersayap pra sejarah yang hidup 75 juta tahun lalu
Gambar 2. Spesies transisi seperti Archaeopteryx terus menerus menjadi topik perdebatan
evolusi dengan penciptaan selama hampir 150 tahun

Tipe fosil lainnya juga memberi bukti spesies purba. Amber adalah getah pohon yang
mengeras. Serangga terjebak dalam getak lengketnya dan terlestarikan saat getah tersebut
menjadi amber. Es telah melestarikan hewan yang cukup besar, seperti mammoth wol, yang
mungkin terjebak glasier di Siberia. Cetakan daun terlestarikan di batu bara saat ia terbentuk.
Petrifikasi, penyerapan materi mineral oleh tanaman dan hewan yang telah mati, melestarikan
spesies tersebut dalam bentuk batu. Tumpukan fosil pohon yang dijual di berbagai tempat di
Sukabumi dan diambil dari hutan gunung berapi merupakan contohnya. Fosil harimau gigi
pedang telah ditemukan di cekungan aspal cair di La Brea, Los Angeles.

Dr. Dan Gebo dan tim penelitinya mengungkapkan sisa fosil dari sebuah primata yang
sangat kecil – sedemikian kecil sehingga ia dapat masuk ke telapak tangan. Walau begitu, fosil
ini dinamakan Eosimias, yang berarti monyet fajar (Gambar 2). Eosimias adalah penghubung
yang mungkin antara prosimian (primata bawah) dan anthropoid (primata atas). Tulang ini
ditemukan di China. Diyakini kalau primata purba bermigrasi dari Asia ke Afrika, dimana
mereka ber evolusi menjadi baboon dan simpanse.
Gambar 2. Representasi jalur antara Eosimias dan anthropoidea, termasuklah manusia

A. PENEMUAN FOSIL KUDA

Gambar 1.4 Evolusi Kuda dimulai dari 60 juta tahun yang lalu sampai sekarang
Sumber : Sembiring, Langkah dan Sudjino. Biologi (2009)

Hasil rekonstruksi penemuan fosil kuda oleh Marsh dan Osborn pada evolusi kuda sangat
baik dan jelas sekali arah umum perkembangannya
Perubahan utama yang terjadi pada evolusi kuda ini disebabkan oleh perubahan pada
lingkungan, misalnya:

1. Perubahan pada jumlah jari dan membesarnya jari disebabkan karena menyesuaikan
diri pada tempat berpijaknya , yang mulanya hutan berawa menjadi padang rumput.
2. Perubahan geraham menjadi tinggi dan bergerigi disebabkan karena menyesuaikan diri
dengan jenis makanannya yang semula buah – buahan lunak menjadi rumput yang
mengandung silica.
3. Leher berubah menjadi panjang dan gerakan makin lincah karena menyesuaikan diri
untuk memperluas jangkauan pandangan terhadap predator dipadang rumput dan dan
dapat menengok kesegala arah.

Penemuan fosil kuda adalah fosil paling lengkap di berbagai lapisan bumi adalah hasil
temuan penyidik Amerika, Marsh, dan Osbom berupa fosil kuda. Perubahan yang ditunjukkan
fosil-fosil kuda merupakan petunjuk kebenaran evolusi , yaitu perubahan secara berangsur-
angsur dalam jangka waktu lama yang disebabkan oleh pada setiap zaman geologi ditemukan
fosil-fosilnya secara lengkap. Fosil jenis kuda pertama diperkirakan hidup puluhan juta tahun
yang lalu. Kuda pertama hidup kira-kira 60 juta tahun yang lalu pada zaman Eosin. Oleh para
ahli, kuda pertama ini diberi nama Hyracotherium (Eohippus).
Dari kerangka fosil diketahui bahwa kuda ini hanya sebesar kucing. Jumlah jari kaki
belakangnya tiga. Jika dibandingkan Hyracotherium (Eohippus) dengan Equus (kuda zaman
sekarang) tampak sekali perbedaannya. Dari Gambar 1.4, kita dapat mempelajari bagaimana
proses evolusi kuda berlangsung. Teori evolusi ditunjukkan dengan sederetan fosil yang
ditemukan dalam lapisan bumi tua ke muda yang menunjukkan perubahan secara berangsur-
angsur.

B. Evolusi Fosil Manusia

Ordo primata memiliki 2 subkelompok yaitu prosimian dan anthropoid. Prosimian


adalah kelompok primata sebelum kera misalnya lemur, loris, tarsius. Antropoid adalah
kelompok primate termasuk kera dan monyet , aves, dan manusia yang rata – rata memiliki
otak yang lebih besar.
Cirri – cirri prosimian adalah ibu jari dapat digerakkan kesegala arah, jari memiliki
kuku, dan mata mengarah kedepan. Prosmian mulai punah pada zaman eosin.Evolusi
hominid ( cikal bakal manusia ) dimuali diafrika. Hominid awal termasuk genus
Australopithecus, diperkirakan muncul 3,8 juta tahun lalu.

Sejarah penemuan fosil hominid dapat diterangkan sebagai berikut:

1) Australophitecus afarensis (Lucy)

Ditemukan di Euthopia pada tahun 1974 leh johanson merupakan hominid berukuran kecil ,
cirri – cirinya sebagai berikut:
a) Tingi kira – kira 3 kaki (1,5 m)
b) Wajahnya mengarah kemuka, tulang tengkorak seperti kera, dan volume otak kecil yaitu ,
450 – 500 cc.
c) Gigi masih primitif dan memiliki 2 gigi taring yang panjang.
Diperkirakan A. afarensis ini belum bisa bicara, belum bisa membuat peralatan dan
belum menggunakan api. Beberapa ilmuwan memperkirakan A. afarensis berkembang
menjadi austrolopithecus yang lebih maju yaitu A. africanus.

2) Australophitecus africanus
Ditemukan di afrika selatan pada tahun 1829 oleh Raymond Dart.
Ciri – cirinya sebagai berikut:
a. Ukuran tubuh agak kecil
b. Berjalan tegak
c. Tangan dan susunan gigi berbeda dengan manusia
d. Memakan tumbuhan dan hewan

3) Homo Habilis
Ditemukan disejumlah daerah diafrika.
Homo habilisdiperkirakan muncul kira – kira 1,9 juta dan bertahan lebih dari setengah juta tahun.
Cirri – cirinya sebagai berikut:
1. Volume otak rata – rata 650 cc.
2. Sudah dapat membuat peralatan dari batuuntuk memotong dan menumbuk.
Dilihat dari cirri – cirri fisiknya , dikatakan bahwa H. Habilis berasal dari A. Africanus.

4) Homo Erectus
Ditemukan di Afrika, Asia dan Eropa, namun sebenarnya H. Erectus ini berasal dari
afrika yang kemudian ada yang bermigrasi ke eropa dan asia. Hal ini disebabkan oleh suatu bukti
ditemukannya fosil A.Erectus di afrika yang tertua yang berusia 1,5 dan 1,6 juta tahun.
Sedangkan fosil A.Erectus yang ditemukan di asia dan eropa berusia 200.000 tahun lalu.
Cirri – cirri H. Erectus adalah sebagai berikut:
a. Volume otak 850 – 1200 cm3.
b. Ukuran tubuh lebih tinggi dari H. Habilis
c. Berjalan dengan 2 kaki (bipedal)
d. Berdiri tegak
e. Lubang mata dalam dan muka menonjo keluar
f. Sudah dapat membuat peralatan dari batu yang lebih maju
g. Sudah memakai baju, membuat api, dan membuat pondok ataupun hidup digua – gua .

5) Homo Sapiens
Ditemukan dilembah Neander jerman. Fosil H. Sapiens tersebut disebut manusia
Neanderthal. Manusia Neanderthal termasuk slah satu kelompok H. sapiens yang tertua.
Kelompok ini juga menyebar keseluruh Eurasia.
Ciri – cirinya sebagai berikut:
1. Bentuk tubuh pendek dan kuat
2. Volume otak sedikit lebih besar dari pada H. sapiens
3. Wajahnya menonjol
Manusia neandethal ini sudah mampu membuat peralatan dengan lebih sempurna disbanding
H.Erectus. cara mencari makan adalah dengan berburu. Mereka sudah memiliki hubungan social
yang tinggi dan melakukan upacara ritual atau kepercayaan.
Punahnya manusia neandethal masih menjadi misteri. Ada ilmuwan yang menduga bahwa
mereka punah karena gagal berkompetisi atau karena gagal menghadapi perubahan iklim pada
zaman pleistosen.

6) Homo Sapiens Modern


Homo sapiens dengan bentuk tubuh modern muncul kira – kira 40.000 tahun lalu
dan mungkin juga lebih awal.
Homo sapiens modern diduga pernah hidup di prancis dan spanyol, dan disebut manusia Cro-
Magnon. Senjata dan peralatan manusia Cro-Magnon lebih rumit dan kadang dibuat dari bahan
selain batu, misalnya tulang, gading dan kayu. Mereka juga mulai mengembangkan seni terbukti
dengan ditemukannya lukisan – lukisan di gua, seni patung dan seni pahat.

Gambar evolusi manusia

C. Homologi
Adalah alat / organ tubuh yang asal filogenetiknya serta struktur dalamnya pada
dasarnya sama, namun fungsinya dapat berlainan . misalnya sirip ikan paus fungsinya untuk
berenang diperairan sehingga organ ini menyesuaikan dengan tempat hidupnya di air, homolog
dengan kaki depan anjing atau kuda yang fungsinya untuk berjalan. Sayap burung fungsinya
untuk terbang, sedangkan tangan manusia untuk memegang. Alat – alat tersebut adalah homolog.
Karena arah evolusinya berbeda – beda maka terjadilah perubahan adaptif yang berbeda – beda
pada organ, sehingga fungsi organ tersebut menjadi berbeda. Homologi alat – alat tubuh pada
berbagai mahluk hidup ini merupakan petunjuk tentang adanya evolusi.

Struktur hmolog tertua adalah organ vestigial yang merupakan struktur yang mengalami
rudimentasi (mengecil). organ vestigial adalah sisa / peninggalan sejarah. Struktur vestigial pada
mulanya adalah struktur yang memiliki fungsi penting pada nenek moyang namun tidak
selamanya digunakan. Misalnya rangka ular dari beberapa jenis memiliki organ vestigial yang
berupa tulang pelvis dan kaki yang diduga berasal dari nenek moyang.. Apendiks (usu buntu )
merupakan sisa – sisa rudimenter sebagaian usus besar yang benar – benar buntu. Tulang –
tungging (os cocygis) ujung bawah tulang belakang adalah sisa – sisa ekor yang dimiliki leluhur
manusia.
Lawan homolog adalah analog, analog adalah alat – alat yang fungsinya sama tetapi asal
filogenetik, perkembangan embrional, dan strukturnya berbeda.
E. KELEMAHAN BUKTI – BUKTI EVOLUSI

Para kreasionis mengklaim bahwa evolusi bergantung pada jenis-jenis bukti evolusi
tertentu yang tidak memberikan informasi yang dapat dipercayai mengenai masa lalu. Sebagai
contohnya, mereka berargumen bahwa penanggalan radiometrik yang digunakan untuk
mengukur usia materi tertentu didasarkan pada peluruhan radioaktif isotop tertentu yang tidak
konsisten, sehingga hasilnya tidak dapat dipercayai. Mereka berargumen bahwa peluruhan
radiometrik bergantung pada sejumlah asumsi yang tidak dapat dipastikan, seperti asumsi prinsip
uniformitarianisme, asumsi laju peluruhan konsisten, ataupun asumsi bebatuan sebagai sistem
tertutup. Argumen seperti ini telah ditolak oleh para ilmuwan karena berbagai metode
independen telah mengkonfirmasi kebenaran penanggalan radiometrik secara keseluruhan.
Selain itu, metode dan teknik penanggalan radiometrik yang berbeda-beda juga secara
independen telah saling mengkonfirmasikan satu sama lainnya.

Bentuk keberatan lainnya adalah bahwa bukti fosil tidak dapat dipercayai. Hal ini
didasarkan pada berbagai macam klaim, meliputi bahwa terdapat banyak "celah" pada catatan
fosil,bahwa penanggalan fosil bersifat sirkuler, ataupun bahwa fosil tertentu seperti fosil
polistrata tampaknya "tidak pada tempatnya". Diargumenkan pula bahwa beberapa bukti evolusi
sebenarnya mendukung katastrofisme ciptaanisme (misalnya kejadian Banjir Besar), daripada
model "kesetimbangan bersela" evolusi yang gradualistik.
Catatan fosil tidak memberikan bukti yang mendukung Evolusi. "Keberadaan fosil membuat
malu teori Evolusi dan mendukung konsep Penciptaan." (Dr. Gary Parker, PhD., ahli
biologi/paleontologi yang sebelumnya pendukung Evolusi menyatakan beberapa kelemahan
bukti evolusi, antara lain:

• Penampakan binatang yang tiba-tiba.

Semua binatang yang berbeda-beda jenis dasarnya muncul secara mendadak dan
berfungsi penuh dalam strata—tanpa ada bukti asal-mulanya. Evolusi memerlukan
adanya bentuk-bentuk intermediari diantara species sedangkan “paleontologi” tidak
menjelaskan hal itu. (David Kitts, ahli paleontologi dan evolusi). Darwin merasa malu
dengan catatan fosil yang membuktikan tidak adanya makroevolusi pada binatang.

• Tanaman muncul dengan tiba-tiba juga

Ahli evolusi Edred J.H. Corner mengatakan "Saya masih berfikir tanpa prasangka
bahwa catatan fosil tanaman lebih condong kepada hasil penciptaan khusus." (Evolution
in Contemporary Thought, 1961, hal.97). Ilmuwan belum dapat menemukan sejarah
Evolusi (dari mula sampai akhir) bahkan untuk satu kelompok tanaman modern
sekalipun.

• Binatang tidak mengalami perubahan.

Bertentangan dengan kepercayaan umum, kebanyakan fosil bukan jenis binatang


yang punah. Kebanyakan fosil sangat mirip (dan sering sangat identik) dengan makhluk
hidup sekarang ini. Dikatakan ada lebih banyak spesies binatang hidup daripada jenis
yang diketahui dalam bentuk fosil. Jika evolusi benar, ada keheranan kenapa hal itu
bukan sebaliknya! Sejarah evolusi mestinya penuh dengan tahapan sementara dan
intermediari, dari amuba sampai kepada manusia.

• Fosil yang cukup.

Ada kecenderungan berkurangnya bukti tentang Evolusi kendati ditemukan fosil


dalam jumlah besar. Walaupun ilmuwan akan terus menemukan varietas fosil binatang
dan tanaman, umumnya disepakati bahwa jutaan fosil yang sudah ditemukan (dan
endapan yang ditemukan) memberikan indikasi yang dapat dipercaya tentang
perjalanan fosil tersebut. Artinya akan terus terjadi temuan bukti fosil yang semakin
sedikit atau malah tidak ada yang mendukung Evolusionisme.

• Formasi strata yang cepat.

Terdapat bukti yang meningkat bahwa banyak endapan batu yang menurut
pendapat sebagian orang terbentuk dalam ribuan atau jutaan tahun, ternyata hampir
dapat dipastikan terjadi dalam bulan, hari atau bahkan menit.

• Formasi batubara yang cepat.

Teori Evolusi lama tentang batubara yang terbentuk di rawa-rawa adalah salah.
Terdapat lebih banyak bukti yang menunjukkan bahwa kandungan batubara yang besar
terbentuk di lumpur air yang dalam. Aneka lapisan batubara di Amerika Serikat terdiri
dari lembaran kulit kayu yang terkelupas dari banyak pohon yang tumbang. Lapisan kulit
kayu tersebut tertanam dalam lumpur dan terkarbonasi menjadi batubara. Terbentuknya
batubara relatif cepat bila terjadi panas.

• Fosilisasi memerlukan kondisi khusus.

Dinosaurus dan fosil lainnya dapat terbentuk dengan cara yang berbeda seperti
dikemukakan dalam buku-buku tentang evolusi. Fosilisasi pada binatang hampir tidak
pernah terjadi kecuali mereka dikubur dengan cepat serta dalam—sebelum binatang
atau burung pemakan bangkai, bakteri dan erosi membuat mereka menjadi debu.
Kondisi seperti ini sangat tidak biasa. Dalam banyak kejadian, keberadaan fosil, baik
dalam tipe maupun jumlah menunjukkan dengan jelas kondisi bencana saat penguburan
atau pengawetannya. Tanpa kondisi seperti itu, kelihatannya tidak ada cara yang masuk
akal untuk menjelaskan keberadaan mereka. Dinosaurus besar, kelompok ikan besar
dan banyak aneka binatang ditemukan dalam endapan lumpur yang banyak yang
mengeras menjadi batu. Hampir semua fosil ditemukan dalam endapan yang berair.

• Urutan yang salah dalam tahapan evolusi.

Dilaporkanbahwa "80 sampai 85% permukaan tanah di bumi tidak mengalami 3


tahapan geologi seperti terlihat pada urutan yang 'benar' dari Evolusi".
1.2 keterkaitan paleontologist dengen evolusi

(Pokok Kehidupan yang menunjukkan proses evolusi sejak detik bermulanya kehidupan.)
Evolusi adalah teori ilmiah yang dikemukakan oleh anggota biologi untuk menjelaskan
perubahan rupa dan sifat hewan dan tumbuhan sepanjang zaman hingga kini.
Kaji selidik nyata membuktikan bahawa setiap hidupan banyak berubah dari zaman ke
zaman, berdasarkan bentuk fosil yang terdapat di bumi. Survei nyata membuktikan bahwa
setiap kehidupan banyak berubah dari zaman ke zaman, berdasarkan bentuk fosil yang ada
di bumi. Oleh itu, adalah nyata bahawa hidupan zaman sekarang jauh berbeza dari hidupan
zaman dahulu. Oleh itu, adalah nyata bahwa kehidupan zaman sekarang jauh berbeda dari
kehidupan zaman dahulu. Semakin lama zaman silamnya, semakin berlainan rupa bentuk
fosilnya. Ini merupakan kesan evolusi yang diterima sebagai fakta kerana banyak sekali
bukti yang menyokongnya. Pada masa yang sama, persoalan-persoalan evolusi masih giat
diselidik oleh para ahli biologi. Semakin lama zaman silam, semakin berbeda rupa bentuk
Fosilnya. Ini adalah efek evolusi yang diterima sebagai fakta karena banyak sekali bukti
yang mendukungnya. Pada masa yang sama, persoalan-persoalan evolusi masih giat
diselidik oleh para ahli biologi.
Teori evolusi ini merupakan asas kepada ilmu biologi moden dalam arti kata lain, tiada apa
dalam ilmu biologi yang membawa erti tanpa pemahaman evolusi. Teori evolusi merupakan
dasar kepada ilmu biologi modern; dalam kata lain, tidak apa dalam ilmu biologi yang
membawa arti tanpa pemahaman evolusi
Namun begitu, tujuan sebenar evolusi adalah menjelaskan dan membantu kefahaman,
kerana inilah penjelasan baik terulung bagi sebab setiap hidupan memperoleh rupa bentuk
dan ciri-ciri yang kita kenali. Namun, tujuan sebenarnya evolusi adalah menjelaskan dan
membantu pemahaman, karena inilah penjelasan baik terkemuka untuk sebab setiap
kehidupan memperoleh rupa bentuk dan fitur yang kita kenal. Perkara-perkara amalinya
berasal dari bidang genetik yang dimulakan oleh Gregor Mendel . Hal-hal amalinya berasal
dari bidang genetik yang dimulai oleh Gregor Mendel .
Fosil sebagai bukti evolusi

(Leluhur ke kuda masa kini hidup dalam hutan. (lukisan poskad,) 1920) (Lukisan kartu pos,
1920)
Leluhur kepada kuda masa kini hidup dalam hutan. Leluhur ke kuda masa kini hidup dalam
hutan. (lukisan poskad, 1920) (Lukisan kartu pos, 1920)
Inilah satu contoh bukti evolusi melalui fosil: terjumpanya fosil terlama bagi kuda prasejarah
yang berusia kira-kira 52 juta tahun. Inilah satu contoh bukti evolusi melalui fosil:
terjumpanya fosil terlama untuk kuda prasejarah yang berusia sekitar 52 juta tahun. Kuda
prasejarah ini merupakan binatang kecil yang ada berjari lima pada kaki depan dan berjari
empat pada kaki belakangnya. Kuda prasejarah ini merupakan binatang kecil yang ada
berjari lima pada kaki depan dan berjari empat pada kaki belakangnya. Kawasan hutan lebih
luas ketika itu berbanding masa kini. Kawasan hutan lebih luas ketika itu dibandingkan saat
ini. Oleh itu, kuda prasejarah yang hanya sebesar anjing ini hidup di kawasan hutan, dengan
memakan dedaun , kekacang dan buah-buahan dengan giginya yang ringkas. Oleh itu, kuda
prasejarah yang hanya sebesar anjing ini hidup di hutan, dengan memakan dedaun , kacang
dan buah dengan giginya yang singkat.
Kira-kira 30 juta tahun dahulu, Bumi mula menjadi semakin dingin dan kering. Sekitar 30 juta
tahun lalu, Bumi mulai menjadi semakin dingin dan kering. Kawasan hutan semakin
berkurangan dan memberi laluan kepada perluasan padang rumput , maka berubahlah rupa
bentuk dan sifat kuda yang beralih kepada rumput sebagai makanan, bertumbuh semakin
besar, dan berlari lebih pantas kerana perlunya menyelamatkan diri daripada pemangsa
yang juga semakin pantas. Kawasan hutan semakin berkurang dan memberi rute ke
perluasan padang rumput , maka berubahlah rupa bentuk dan sifat kuda yang beralih ke
rumput sebagai makanan, bertumbuh semakin besar, dan berlari lebih cepat karena
perlunya menyelamatkan diri dari predator yang juga semakin cepat. Bentuk giginya juga
berubah kerana pengunyahan rumput cepat menghauskan gigi. Bentuk giginya juga berubah
karena pengunyahan rumput cepat menghauskan gigi. Akhirnya, terbentuknya kuda moden
hasil evolusi, yang giginya tumbuh sepanjang hayat, berjari tunggal yang ber kuku telapuk ,
berkaki panjang untuk mempercepatkan perlarian, dan badan yang cukup besar dan kuat
untuk hidup dalam kawasan lapang. Akhirnya, terbentuknya kuda modern hasil evolusi, yang
giginya tumbuh seumur hidup, berjari tunggal yang ber kuku telapuk , berkaki panjang untuk
mempercepat perlarian, dan badan yang cukup besar dan kuat untuk hidup dalam area
lapang. Memandangkan kebanyakan fosilnya dijumpai di Amerika Utara , maka nyatalah
bahawa kuda yang kita kenali berasal dari benua itu juga. Karena kebanyakan Fosilnya
ditemukan di Amerika Utara , maka nyatalah bahwa kuda yang kita kenal berasal dari benua
itu juga.
Oleh itu, adalah nyata bahawa perubahan telah berlaku secara beransur-ansur sepanjang
masa yang lama, dan perubahan sedemikianlah yang dijelaskan oleh teori evolusi. Oleh itu,
adalah nyata bahwa perubahan telah terjadi secara bertahap sepanjang waktu yang lama,
dan perubahan sedemikianlah yang dijelaskan oleh teori evolusi.
KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Keberatan_terhadap_evolusi

http://www.crayonpedia.org/mw/D._Bukti_%E2%80%93_Bukti_Evolusi_12.2

http://www.faktailmiah.com/2010/09/08/bukti-evolusi.html

Diposting Rabu, 8 September 2010 jam 9:16 pm oleh The X