Anda di halaman 1dari 32

KOMUNIKASI DATA LEWAT

BLUETOOTH

DISUSUN OLEH :

Ageng Sari Handayani (20101155)

Astrina Maharina (20101626)

Febriana Ratnasari (21101483)

Golfina Prasetiyanti (21101633)

Indri Puspita Heti (21101959)

Ratna (22101971)

Yusdina Romlah (24101048)

Ahmad syaiful

PENGANTARMUKAAN PERIPHERAL

KOMPUTER

4 KB 14

KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan Puji dan Syukur ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa
atas segala rahmat dan hidayah-Nya yang telah dilimpahkan kepada kami ,
Akhirnya Tugas ini dapat terselesaaikan dengan baik dan selamat.

Tugas makalah ini pada dasarnya membentuk kita untuk bisa mengerti dan
dapat memahami apa itu Bluetooth. Didalam makalah ini kami membahas Sejarah
bluetooth, jarak maksimal pada bluetooth,lapisan-lapisan yang ada pada bluetooth
serta penyusupan lewat jalur bluetooth.

Pada pembuatan makalah ini, kami mengalami suatu kendala atau


halangan. Namun halangan tersebut sudah kami perhitungkan dan pertimbangkan
semampu kami. Untuk itu kami semua memohon kepada Dosen matakuliah ini
untuk lebih membimbing kami semua .

Dan Kami semua menyadari bahwa tugas makalah ini masih sangat jauh
dari sempurna,karena keterbatasan kami. Untuk itu kami mengharapkan saran dan
perbaikan , sehingga makalah ini dapat lebih bermanfaat bagi kita semua.

Depok, Februari 2005

Penyusun

DAFTAR ISI
Cover
Kata Pengantar…………………………………………………………………….i

Daftar isi………………………………………………………………………….ii

BAB I. PENDAHULUAN………………………… ……..………………………1

1.1 Latar belakang masalah………………………………………………1

1.2 Rumusan dan batasan masalah…………………………………….....1

1.3 Tujuan penulisan….……………………………………………….....1

1.4 Metode penulis…………………………………………………….....2

1.5 Sistematika penulisan………………………………………………...2

BAB II ISI.………………………………………………………………………..3

2.1 Sejarah singkat bluetoth…………………………………………….....3

2.2 Jaringan piconet…………………………………………………….....4

2.3 Jarak maksimal fasilitas Bluetooth…………………………………....6

2.4 Penyusupan lewat jalur Bluetooth…………………………………….8

BAB III PENUTUP……………………………………………………………..11

3.1 Kesimpulan…………………………………………………………..11

3.2 Saran………………………………………………………………….11

Dartar pustaka……………………………………………………………………12

BAB I
PENDAHULUAN

I.I Latar Belakang masalah

Pada Era Globalisasi ini banyak sekali peralatan yang dilengkapi dengan

fasilitas yaitu salah satunya adalah Bluetooth. Fasilitas ini memungkinkan sebuah

perangkat ( Ponsel ,PDA, Printer, Kamera Digital, Komputer, Handsfree, Mouse,

Keyboard, Modem, Dan lain-lain) dapat saling berhubungan dengan perangkat

lainnya tanpa menggunakan kabel. Dalam sebuah ponsel atau PDA fungsi

Bluetooth biasanya digunakan untuk berkirim nomor telpon, gambar, daftar

kegiatan, atau kalender. Agar dapat saling bertukar data dengan perangkat

Bluetooth lainnya, kedua perangkat tersebut harus dilengkapi dengan fasilitas

Bluetooth juga. Meski namanya tak sepopuler fitur lain seperti SMS , MMS

maupun J2ME , tetapi yang jelas Bluetooth saat ini bisa menjadi indicator kelas

handset yang dimiliki masyarakat luas.

I.2 Rumusan dan Batasan masalah

Rumusan pada fasilitas bluetooh ini adalah untuk komunikasi data dengan

perangkat lainnya tanpa menggunakan kabel dan berusaha menerangkan jarak

maksimal yang diterima oleh fasilitas Bluetooth.

1.3 Tujuan penulisan

Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk lebih memahami

pentransferan data lewat fasilitas Bluetooth.

1.4 Metoda Penulisan


Dalam melakukan pengerjaan makalah ini kami mencari informasi yang

berhubungan dengan fasilitas bluetooth ini, kami menggunakan Metoda penulisan

dengan cara mempelajari fasilitas bluetooth ini dari berbagai media ,buku dan

internet.

1.5 Sistematika Penulisan

Dalam penyusunan makalah ini terdiri dari bab perbab menurut urutan
pembahasannya, yang terdiri dari :
BAB I : PENDAHULUAN
Berisi uraian Latar belakang masalah , Rumusan dan Batasan
masalah ,Tujuan penulisan , Metode penulisan , dan Sistematika
Penulisan.
BAB II : ISI
Membahas tentang fasilitas Bluetooth, penyusupan lewat
Bluetooth serta jarak yang diterima oleh fasilitas Bluetooth
tersebut .
BAB III : PENUTUP
Berisi kesimpulan dan saran dari uraian dan pembahasan pada
makalah ini.

BAB II
ISI

2.1 Sejarah singkat bluetooth

Bluetooth adalah tekhnologi jarak pendek yang memberikan kemudahan

koneksi bagi peralatan –peralatan nirkabel. Jika kita senang berganti-ganti

ringtone , logo atau game mungkin Bluetooth adalah salah satu media yang dapat

kita gunakan untuk saling mempertukarkan content aplikasi dengan rekan yang

juga memiliki fasilitas Bluetooth didalam ponsel selain infra merah , WiFi , atau

menggunakan kabel.

Berbeda dengan komunikasi dengan inframerah, Bluetooth didesain untuk

tidak tergantung terhadap line-of-sight yaitu apakah modul-modul Bluetooth yang

sedang saling berkomunikasi berada dalam kondisi segaris maupun apakah

modul-modul tersebut terhalang atau tidak.

Nama bluetooth sendiri diambil dari Raja Viking Denmark yang hidup

ditahun 900M , yang bernama Harald Blatand (Blatand dalam bahasa Denmark

berarti gigi biru atau Bluetooth ) Dia adalah raja denmark yang mempersatukan

Denmark dengan sebagian dari Norwegia menjadi satu kerajaan. Untuk itulah

nama Bluetooth dipakai sebagai nama tekhnologi wireless yang mempersatukan

peralatan-peralatan elektronik yang akan berkomunikasi dalam satu jaringan ini.

Tekhnologi blutooth ini mampu mengirimkan baik data maupun suara .

Dalam sebuah ponsel atau PDA fungsi Bluetooth biasanya digunakan

untuk berkirim nomor telpon , gambar , daftar kegiatan , atau kalender) agar dapat

saling bertukar data dengan perangkat Bluetooth lainnya kedua perangkat tersebut

harus melakukan pairing terlebih dahulu. Pairing adalah sebuah proses dimana

ada salah satu perangkat yang bertindak sebagai “pencari” (discover) dan
perangkat lainnya yang menjadi “yang dicari” (discoverable). Setelah melakukan

pairing tersebut barulah kedua perangkat tadi dapat saling bertukar data.

2.2 Jaringan piconet

Komunikasi antarperalatan Bluetooth akan menghasilkan sebuah jaringan

bluetooth yang dinamakan dengan piconet . Sebuah piconet paling sederhana

terdiri atas dua buah peralatan bluetooh dimana salah satu modul yang

menginisiasi koneksi disebut sebagai master sedangkan peralatan lain yang

menerima tawaran inisiasi tadi dinamakan sebagai slave. Jika hanya dua

peralatan yang berkomunikasi ,maka koneksinya dikatakan sebagai point to

point. Satu master dapat memiliki lebih dari satu koneksi secara simultan dengan

beberapa slave pada saat bersamaan . Koneksi ini dinamakan dengan koneksi

point to multipoint. Kedua tipe koneksi tersebut masih merupakan bagian dari

piconet. Piconet-piconet dapat saling berkomunikasi untuk membentuk sebuah

jaringan baru yang dinamakan Scatternet . Syarat dari sebuah Scatternet adalah

satu peralatan yang hanya dapat menjadi master dalam satu piconet saja pada

suatu saat.

Gambar 2.1 Piconet dan Scatternet


Bluetooth dibuat tak hanya untuk peralatan ponsel saja, akan tetapi dapat

juga tersedia diberbagai peralatan elektronik modern seperti printer , laptop,

PDA , dan sebagainya. Peralatan Bluetooth beroperasi pada frekuensi radio 2,4

GHz atau tepatnya adalah 2.400 - 2.483 MHz. Sisitem radio Bluetooth tersebut

memanfaatkan tekhnik modulasi yang dinamakan dengan frequensi hopping

untuk menyelesaikan proses penyebaran spectrum atau Spektrum Spreading yang

terdiri atas 79 selang atau hop dengan selang diantaranya adalah 1mHz.

Dibeberapa Negara, misalnya diperancis, jumlah hop yang digunakan

dalam sisitemnya adalah 23. Sedangkan di Amerika Utara pita gelombang dari

standar industrial , Scientific and Medical (ISM) dibagi dalam 75 kanal hop

dengan daya transmisi tidak sampai 1 watt disetiap kanal.

Proses penyebaran spectrum ini perlu dilakukan karena sinyal harus

dikirimkan melalui satu lebar pita frekuensi yang jauh lebih lebar daripada

bandwith yang diperlukan oleh sinyal informasi tersebut. Dalam proses ini ,

transmitter atau pengirim akan menyebarkan energi yang umumnya akan

terkonsentrasi di pita frekuensi yang dikenal sebagai narrowband untuk melewati

sejumlah kanal pita frekuensi pada spectrum elektromagnetik yang lebih lebar.

Keuntungannya selain meningkatkan privasi, juga akan menurunkan tingkat

interferensi dari narrowband serta meningkatkan kapasitas sinyal.

Frekuensi Hopping tersebut adalah salah satu diantara dua teknik modulasi

yang dikenal dalam proses transmisi sinyal dengan menggunakan teknik

penyebaran spectrum tadi. Dalam proses ini setiap paket akan dikirimkan pada

frekuensi yang berbeda-beda. Kecapatan perpindahan dari peket ini dinamakan

hop rate. Hop Rate ini biasanya mencapai kecepatan tinggi sekitar 1600 hop per
detik, bertujuan untuk mencegah interferensi serta untuk mendapatkan peket yang

pendek , teknik ini merupakan perulangan proses perpindahan atau switching dari

frekuensi-frekuensi selama transmisi radio. Proses ini sering dilakukan untuk

meminimalisasi tingkat keekfektifan dari “electronic warfare” yang terjadi karena

pencegatan yang tidak legal atau karena adanya jamming dalam sistem

telekomunikasi. Proses ini sering dinamakan dengan Frequensi-hopping code

division multiple access atau FH-CDMA.

2.3 Jarak maksimal fasilitas Bluetooth

Umumnya peralatan-peralatan Bluetooth dapat Saling berkomunikasi

dalam jarak yang sedang antara 1 hingga 100 m. Jarak maksimal ini dapat

dihasilkan tergantung dari daya output yang digunakan dalam modul Bluetooth .

Modul Bluetooth disini biasanya berupa satu IC chip komunikasi khusus yang

telah mengimplementasikan protocol Bluetooth. Setidaknya terdapat tiga kelas

Bluetooth berdasarkan daya output dari jarak jangkauannya yaitu :

a. Daya kelas 1 yang beroperasi pada daya antara 100mW (20dBm)

hingga 1mW (0dBm) dan didesain untuk peralatan Bluetooth dengan

jangkauan hingga 100 meter

b. Daya kelas 2 beroperasi antara 2,5W (4dBm) dan 0,25mW (-6dBm)

dan didesain untuk jarak jangkauan hingga sekitar 10m.

c. Daya kelas 3 memiliki daya maksimal hingga 1mW (0dBm) dan

bekerja untuk peralatan dengan jarak sekitar 1 meter saja.


Secara fungsional Bloetooth terbagi dalam beberapa lapisan meliputi :

a. Pustaka Applicationprogram Interface (API)

Merupakan modul-modul software yang menghubungkan program

aplikasi yang ada di host dengan sistem komunikasi Bluetooth yang ada.

Contohnya adalah PPP (pada TCP/IP) dan OBEX ( pada Inframerah).

b. Logical Link Control and Adaptation Protocol (L2CAP)

L2CAP ini merupakan otak dari sistem Bluetooth . Fungsinya adalah

untuk mengatur aspek tingkat tonggi dari masing-masing koneksi

misalnya siapa sedang terhubung dengan siapa, apakah koneksi tersebut

menggunakan enkripsi atau tidak, tingkat performansi apa yang

dibutuhkan dan sebagainya. Selain itu L2CAP juga bertanggung jawab

terhadap proses konversi format data yang timbul antara berbagai API

diatasnya dengan protocol Bluetooth yang lebih rendah . L2CAP ini

diimplementasikan dalam bentuk software dan dapat dieksekusi baik dari

sistem host maupun oleh prosesor local dalam sisitem Bluetooth.

c. Link Manager

Link manager bertanggung jawab untuk mengatur detil koneksi fisik dari

peralatan Bluetooth. Modul inilah yang bertanggung jawab dalam

menciptakan sambungan , memonitor status koneksinya saat ini, maupun

menghentikan aktivitas koneksinya ketika diperintahkan atau jika terjadi

kesalahan . Link manager ini diimplementasikan dalam bentuk software

maupun hardware.
d Baseband

Baseband merupakan mesin digital dari sebuah sistem bluetooth yang

bertanggung jawab dalam proses pembentukan dan pen-decode-an paket

data , mengcodekan dan mengatur koreksi kesalahan , enkripsi and

pengaturan koreksi kesalahan ,enkripsi dan deskripsi data untuk

komunikasi yang aman , penghitungan pola frekuensi tarnsmisi radio yang

digunakan , menjaga sinkronisasi radio serta proses-proses detail lain yang

berada ditingkat rendah yang berkaitan dengan komunikasi dengan modul

Bluetooth lain.

e Radio

Sistem Radio Bluetooth akan mengkonversi data digital baseband ke dan

dari sebuah sinyal analog dengan frekuensi 2,4 GHz seperti telah

disebutkan sebelumnya menggunakan teknik modulasi Gaussian

Frequency Shift Keying (GFSK).

Dengan karakteristik untuk komunikasi jarak pendek yang stabil dan

kecepatan tinggi tersebut , tentunya tak heran jika dimasa mendatang

Bluetooth menjadi fitur wajib peralatan-peralatan elektronik yang beredar ,

Kendala terbesar masih berkisar pada masih cukup tingginya harga chip

atau modul Bluetooth.

2.4 Penyusupan Lewat Jalur Bluetooth

Dalam sebuah ponsel atau PDA fungsi Bluetooth biasanya digunakan

untuk berkirim nomor telpon , gambar , daftar kegiatan , atau kalender) agar

dapat saling bertukar data dengan perangkat Bluetooth lainnya kedua

perangkat tersebut harus melakukan pairing terlebih dahulu. Pairing adalah


sebuah proses dimana ada salah satu perangkat yang bertindak sebagai

“pencari” (discover) dan perangkat lainnya yang menjadi “yang dicari”

(discoverable). Setelah melakukan pairing tersebut barulah kedua perangkat

tadi dapat saling bertukar data.

Pada tindakan Bluejacking untuk mengirimkan data kita tidak melalui

tahap pairing sehingga korbannya tidak mengetahui bahwa ponselnya sedang

disusupi oleh seseorang (pelaku bluejacking biasanya disebut bluejacker

sedangkan korbannya disebut victim), seorang blujacker dapat mengirimkan

pesan atau gambar kepada perangkat korban secara tiba-tiba , sehingga pesan

atau gambar nyelonong ke perangkat korban tanpa permisi.Biasanya korban

bluejacking kaget atau bahkan resah jika isi pesan atau gambar yang

diterimanya bersifat error.

Namun sejauh ini secara teknis tindakan bluejacking tidak terlalu

berbahaya baik terhadap perangkat maupun program aplikasi yang terdapat

dalam ponsel atau PDA. Hanya si korban akan merasa terganggu dengan

datangnya pesan secara tiba-tiba. Si penerima pesan biasanya tidak dapat

melacak darimana pesan itu datang , sabab dalam hal ini perangkat Bluetooth

sama sekali tidak mengakses SIM card , hanya menggunakan gelombang

pendek yang dimiliki oleh perangkat Bluetooth , sehingga nomor si pengirim

tidak dapat diketahui. Adapun ponsel yang rentan terhadap tindakan

bluejacking ini adalah Sony Ericson T68, R520m , T68i,T610, Z1010 , Z600

dan Nokia’s 6310 , 6310i , 3650, 7650 , 8910,8910i.

Penyusupan pada Bluetooth ada 2 yaitu : Bluejacking dan Bluesnarfing ,

Contoh diatas merupakan penyusupan melalui cara bluejacking.


Untuk pencegahan agar perangkat Bluetooth yang kita miliki agar tidak

terkena tindakan bluejacking dan Bluesnarfing sebenarnya sangatlah

sedarhana . Kuncinya adalah matikanlah fasilitas Bluetooth yang ada pada

ponsel jika berada ditempat umum atau jika memang fasilitas ini tidak

digunakan. Tindakan yang lain yang lebih aman adalah dengan cara meng-

upgrade firmware yang ada dalam ponsel dengan versi yang lebih baru.

Sebenarnya tindakan bluejacking ini dapat juga digunakan untuk hal-hal

yang lebih positif walaupun memang sedikit bersifat spamming, misalnya

penawaran diskon suatu barang ketika seseorang yang memiliki perangkat

Bluetooth sedang melihat-lihat didepan toko yang menjual barang diskon

tersebut atau ucapan “selamat datang” ketika seseorang masuk kewilayah

tertentu, misalnya .

Kiranya harus diberikan catatan disini bahwa tulisan ini dimaksudkan

agar kita lebih waspada. Begitu mudahnya melakukan kegiatan-kegiatan

penyusupan dengan dan pada peranti Bluetooth . Oleh karena itu jangan lupa

untuk melakukan tindakan pencegahan seperti dibahas.


BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Bluetooth adalah tekhnologi jarak pendek yang memberikan kemudahan

koneksi bagi peralatan –peralatan nirkabel. Jika kita senang berganti-ganti

ringtone , logo atau game mungkin Bluetooth adalah salah satu media yang dapat

kita gunakan untuk saling mempertukarkan content aplikasi dengan rekan yang

juga memiliki fasilitas Bluetooth didalam ponsel selain infra merah , WiFi , atau

menggunakan kabel. Umumnya peralatan-peralatan Bluetooth dapat Saling

berkomunikasi dalam jarak yang sedang antara 1 hingga 100 m. Jarak maksimal

ini dapat dihasilkan tergantung dari daya output yang digunakan dalam modul

Bluetooth . Modul Bluetooth disini biasanya berupa satu IC chip komunikasi

khusus yang telah mengimplementasikan protocol Bluetooth.

3.2 Saran

Pada Bluetooth dengan karakteristik untuk komunikasi jarak pendek yang

stabil dan kecepatan tinggi tersebut , tentunya tak heran jika dimasa mendatang

Bluetooth menjadi fitur wajib peralatan-peralatan elektronik yang beredar

,Kendala terbesar masih berkisar pada masih cukup tingginya harga chip atau

modul Bluetooth. Diperkirakan , harga modul akan mengalami penurunan yang

tajam seiring dengan semakin massalnya penggunaan Bluetooth di berbagai

peralatan elektronik rumah . bisa jadi di kemudian hari Bluetooth tak lagi menjadi

symbol kelas high-end bagi ponsel.


DAFTAR PUSTAKA

[1] PC PLUS magazine tahun v , 27 juli – 02 August 2004

[2] http:// www.yahoo.com/ Bluetooth / Introduce

[3] http://www. Google.com/ Bluetooth

Beri Nilai