Anda di halaman 1dari 16

KETEL UAP ( Boiler)

Ketel atau pembangkit uap adalah salah satu dari sekian banyak peralatan dalam siklus
energi thermal yang bertujuan untuk merubah air menjadi uapyang berguna.Uap yang
dihasilkan tersebut kemudian dapat membangkitkan tenaga mekanik atau mensuplai
panas bagi keperluan industri ( manufacturing proses)

Bentuk dari ketel uap secara garis besar merupakan suatu bejana tertutup, dimana
kalor dari pembakaran bahan bakar dipindahkan ke air melalui ruang bakar dan bidang-
bidang pemanas. Energi dalam (intenal energi) dari air akan meningkat seiring dengan
meningkatnya temperature dan tekanan. Dimana pada suatu tingkat keadaan tertentu
air akan berobah menjadi uap (menguap)

Sumber kalor untuk ketel dapat berupa bahan baker dalam bentuk padat, cair atau
gas.Bahkan dewasa ini sumber kalor dengan menggunakan energi listrik atau nuklir
banay dikembangkan.

Kalor atau panas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar dipindahkan ke air atau
ke uap melalui bidang pemanas (BP)

Bidang pemanas( BP) adalah :

Dinding-dinding ketel yang menerima kalor dari api atau gas asap dan memberikan
panas tersebut ke air atau uap.

Perpindahan kalor pada ketel dapat terjadi dengan tiga cara atau kombinasi dari
kertiganya yaitu:

- Secara konduksi ( hantaran)


- Secara Konveksi (aliran)

- Secara Radiasi ( Pancaran)

Perpindahan panas secara konduksi.

Adalah proses perpindahan panas dari suatu bagian kebagian lain dalam satu material
atau material yang saling bersentuhan.

Pada ketel proses konduksi ini terjadi pada:

- Dinding ruang bakar.

- Dinding pipa gas asap.

- Dinding pipa air.

Perpindahan kalor secara Konveksi.

Yaitu proses perpindahan panas oleh kombinasi proses konduksi, penyimpanan energi
dan gerak pencampuran.Dengan kata lain konveksi adalah konduksi yang berlansung
secara serentak dengan aliran fulida.

Pada ketel proses konveksi terjadi pada:

- Gas asap dengan dinding pipa gas asap.

- Dinding pipa gas asap ke air.

Perpindahan panas secara Radiasi.

Yatitu proses perpindahan kalor yang terpancarkan dari benda bertemperatur tinggi ke
benda bertemperatur rendah yang terpisah satu sama lain tanpa media penghantar.

Pada ketel proses radiasi terjadi pada ruang bakar yaitu dari badan api ke dinding
ruang bakar.

Seacar garis besar suatu pembangkit uap mempunyai komponen utama sbb:

- Ruang bakar

- Tangki air

- Pipa-pipa ketel
- Cerobong gas asap.

- Intrumentasi pengukur

- Superheater

- Ekonomiser

- Pemanas udara

- Dll

Kalsifikasi ketel uap.

Ketel uap dapat diklasifikasikan atas:

a. Berdasarkan fluida yang mengalir dalam pipa, maka ketel dapat diklasifikasikan sbb:

- Ketel pipa api ( fire tube boiler)

- Ketel pipa air ( water tube boiler)

Ketel pipa api, fluida yang mengalir didalam pipa adalah gas panas (gas hasil
pembakaran) dan metransfer panasnya ke air ketel melalui bidang-bidang pemanas.

Ketel pipa air, adalah suatu jenis ketel dimana air mengalir didalam pipa-pipa dan
disekeliling pipa pipa tersebut mengalir gas panas dan penguapan akan terjadi didalam
pipa.
b. Berdasarkan pemakaianya ketel dapat diklasifikasikan:
- Ketel stationer atau ketel tetap yaitu ketel yang dipasang pada pondasi yang tetap
seperti ketel untuk pembangkit tenaga untuk industri.
- Ketel Mobil atau ketel yang dapat dipindah pindahkan, atau ketel yang dipasang pada
pondasi yang tidak tetap atau pakai roda.
c. Berdasarkan letak dapur maka ketel dapat diklasifikasikan:
- Ketel dengan pembakaran didalam, dalam hal ini dapur berada dibagian dalam ketel.
Kebanyakan ketel pipa api menggunakan sistim ini.
- Ketel dengan pembakaran diluar, dalam hal ini dapur berada dibagian luar ketel,
dipakai pada ketel pipa air.
d. Menurut jumlah lorong, maka ketel dapat diklasikasikan
- Ketel dengan lorong tunggal
- Ketel dengan lorong ganda ( banyak)
e. Menurut posisi poros dari tutup drum maka ketel dapat diklasifikasikan.
- Ketel Vertikal ( berdiri)
- Ketel horizontal ( mendatar)
f. Menurut bentuk dan letak pipa-pipa, maka ketel dapat diklasifikasikan
- Ketel dengan pipa lurus
- Ketel dengan pipa miring.

g. Menurut peredaran air, ketel dapat diklasifikasikan:


- Ketel dengan peredaran alamiah, dimana peredaran air didalam ketel terjadi secara
alamiah, yaitu air yang panas akan naik dan yang dingin akan turun akibat dari
perbedaan berat jenisnya.
- Ketel dengan peredaran paksa, dimana aiar didalam ketel dipaksa bersirkulasi dengan
bantuan pompa, biasanya sistim ini dapakai pada ketel bertekan tinggi.

Keuntungan dan kerugian Ketel Pipa api.


Keuntungan.
1. Kontruksi ketel sederhana.
2. Biaya awal murah
3. Baik untuk kapasitas uap yang besar
4. Tidak bermasalah terhadap terhadap fluktuasi beban karena kapasitas uap cukup
besar dan jumlah air didalam tangki banyak.
5. Tidak memerlukan air pengisi yang begitu bersih.
Kerugian
1. Membutuhkan waktu star yang cukup lama untuk mendapatkan kwalitas uap yang
diinginkan.
2. Hanya dapat dipakai efisien untuk keperluan dengan kapasitas dan tekanan uap
yang rendah.

Keuntungan dan kerugian Ketel Pipa Air.


Keuntungan
1. Ketel dapat menghasilkan uap waktu yang cukup pendek.
2. Baik dan efisien dipakai untuk kapasitas dan tekanan uap yang tinggi.
3. Dapat mengunakan bermacam macam bahan bakar.
4. Dengan cara mudah instalsi ketel dapat dilengkapi dengan ekonomiser dan alat
pemanas lanjut ( superheater)

Kerugian
1. Kontruksi rumit dan biaya awal mahal.
2. Peka terhadap fluktuasi beban karena jumlah air dan kapasitas uap kecil.
3. Dikarenakan diameter pipa-pipa air yang kecil maka sulit untuk dibersihkan dari
dalam maka untuk itu perlu air pengisi yang sangat bersih

EFFISIENSI
1. Efisiensi Ketel

Dimana:
h2= Entalphi spesfifik uap keluar boiler ( kJ / Kg)
h1 = Efntalphi spesifik air pengisi boiler ( kJ / Kg)
Wu = Kapasitas boiler ( kg/jam)
Np = Nilai Pembakaran bahan bakar ( kJ/kg)
Wf = Jumlah bahan bakar yang dibakar ( Kg/jam)

2. Effisinsi Ekonomiser

Dimana:
h2= Entalphi spesfifik air masuk ekonomiser ( kJ / Kg)
h1 = Efntalphi spesifik air keluar ekonomiser ( kJ / Kg)
Wa = Kapasitas ekonomiser ( kg/jam)
Q = Panas masuk Ekonomiser kJ/Jam

3. Efisiensi Superheater (APL)

Dimana:
h2= Entalphi spesfifik Uap masuk Superheater ( kJ / Kg)
h1 = Efntalphi spesifik Uap keluar Superheater( kJ / Kg)
Wu = Kapasitas aliran uap masuk superheater ( kg/jam)
Q = Panas masuk Superheater kJ/Jam

BAHAN BAKAR

Jenis-jenis baha bakar.


1. Bahan Bakar padat ( batu bara, Kokas , kayu dll)
Batu bara terbagi menjadi beberapa macam menurut umurnya, yang paling tua
dinamakan “antrasit” ditandai dengan nyala api yang kebiru-biruan bial ia dibakar. Batau
bara semakin tua semakin banyak mengandung energi/ kg nya dan semakin muda
semakin banyak mengandung gas. Batu bara yang muda nyala api ke merah-merahan.
2. Bahan bakar cair.
Misalnya Premium/Petrolium, minyak tanah , solar dll
3. Bahan bakar Gas.
Misalnya, LPG,LNG
Bahan bakar tersebut dapat pula digolongkan dalam 2 golongan :
1. Bahan bakar Alam
2. Bahan bakar Buatan

Bahan bakar umunya mengandung Unsur Carbon, Hydrogen, Sulfur, Nitrogen, Oksigen
dll
Proses pembakaran adalh reaksi antara unsure-unsur yang ada didalam bahan bakar
dengan oksigen
Misalnya
Pembakaran unsur C
panas CO2 ---C + O2 -
Pembakaran unsur H
panas H2O ----2H2 + O2
Pembakaran unsur S
panas SO2 -S + O2 -

Dengan mengetahui kandungan unsur yang ada didalam bahan bakar, maka akan
dapat ditentukan Nilai panas yang dihasilkan oleh bahan bakar.

Nilai Panas ( Nilai Pembakaran) HV ( Heating Value)


Nilai Panas adalah : jumlah panas yang dikeluarkan oleh 1kg bahan bakar bila bahan
bakar tersebut dibakar.
Pada gas hasil pembakaran terdapat H2O dalam bentuk uap atau cairan. Dengan
demikian nilai pembakaran bila H2O yang terbentuk berupa uap akan lebih kecil bila
dibandingkan dengan H2O yang terbentuk sebagai cairan. Berarti ada 2 macam Nilai
Pembakaran yaitu Nilai Pembakaran Atas (NPA) atau HHV dan Nilai Pembakaran
Bawah.(NPB) atau LHV.

NPA atau HHV adalah :


Yaitu Nilai Pembakaran bila didalam gas hasil pembakaran terdapat H2O berebentuk
cairan

NPB atau LHV adalah:


Yaitu Nilai Pembakaran bila didalam gas hasil pembakaran terdapat H2O berbentuk
gas.
Rumus Dulong & Petit untuk menghitung Nilai Panas

HHV = 33950 C + 144200 ( H2-O2/8) + 9400 S kJ/Kg (Prinsip Prinsip Konversi Energi)
C = persentase unsure Carbon.
H2 = persentase unsure Hidrogen.
S = persentase unsure Sulfur.
O2 = persentase unsure Oksigen.

LHV = HHV – 2400 ( M+9H2) kJ/Kg. (Prinsip Prinsip Konversi Energi)

M = Moinsture (kebasahan)
Jumlah kebutuhan udara untuk proses pembakaran juga dapat dihitung dengan
persamaan pembakaran.
Komposisi udara = 21 % O2 dan 79 % N2 dll dalam Volume
atau
Dalam komposisi berat ; 23,2 % O2 dan 76,8 % N2 dll
Untuk mengitung kebutuhan udara teorits dapat digunakan rumus:
Boiler adalah bejana tertutup dimana panas pembakaran dialirkan ke air sampai terbentuk air
panas atau steam. Air panas atau steam pada tekanan tertentu kemudian digunakan untuk
mengalirkan panas ke suatu proses. Air adalah media yang berguna dan murah untuk
mengalirkan panas ke suatu proses. Jika air dididihkan sampai menjadi steam, volumnya akan
meningkat sekitar 1.600 kali, menghasilkan tenaga yang menyerupai bubuk mesiu yang mudah
meledak, sehingga boiler merupakan peralatan yang harus dikelola dan dijaga dengan sangat
baik.

Sistem boiler terdiri dari: sistem air umpan, sistem steam dan sistem bahan bakar. Sistem air
umpan menyediakan air untuk boiler secara otomatis sesuai dengan kebutuhan steam.
Berbagai kran disediakan untuk keperluan perawatan dan perbaikan. Sistem steam
mengumpulkan dan mengontrol produksi steam dalam boiler. Steam dialirkan melalui sistem
pemipaan ke titik pengguna. Pada keseluruhan sistem, tekanan steam diatur menggunakan
kran dan dipantau dengan alat pemantau tekanan. Sistem bahan bakar adalah semua peralatan
yang digunakan untuk menyediakan bahan bakar untuk menghasilkan panas yang dibutuhkan.
Peralatan yang diperlukan pada sistem bahan bakar tergantung pada jenis bahan bakar yang
digunakan pada sistem. Air yang disuplai ke boiler untuk dirubah menjadi steam disebut air
umpan. Dua sumber air umpan adalah: (1) Kondensat atau steam yang mengembun yang
kembali dari proses dan (2) Air makeup (air baku yang sudah diolah) yang harus diumpankan
dari lua r ruang boiler dan plant proses. Untuk mendapatkan efisiensi boiler yang lebih tinggi,
digunakan economizer untuk memanaskan awal air umpan menggunakan limbah panas pada
gas buang.

http://errysusetyo.blogspot.com/2008/07/boiler-ketel-uap.html

Ketel Uap (bahasa Inggris:boiler) adalah alat untuk menghasilkan uap air, yang akan digunakan
untuk pemanasan atau tenaga gerak. Bahan bakar pendidih bermacam-macam dari yang
populer batubara dan minyak bakar, sampai listrik, gas, biomasa, nuklir dan lain-lain. Pendidih
merupakan bagian terpenting dari penemuan mesin uap yang merupakan pemicu lahirnya
revolusi industri.

Material
Bejana pada suatu ketel uap biasanya terbuat dari baja (steel /alloy steel), atau awalnya dari
besi tempa. Baja stainless sebenarnya tidak disarankan (oleh ASME Boiler Code) untuk
digunakan pada bagian-bagian yang basah dari ketel uap modern, tapi seringkali digunakan
pada bagian super heater yang tidak akan terpapar ke cairan ketel uap.Tembaga atau kuningan
sering digunakan karena lebih muddah di-pabrikasi untuk ketel uap ukuran kecil. Sejarahnya,
tembaga sering digunakan untuk peti api (firebox)(terutama untuk lokomotif uap air, karena
kemudahannya dibentuk dan pengantar panas yang tinggi; namun, saat ini, harga tembaga
yang tinggi menjadi pilihan yang tidak ekonomis dan lebih murah menggunakan material
pengganti (seperti baja)

Untuk kebanyakan ketel uap Victorian, hanya menggukaan besi tempa kwalitas paling tinggi,
yang dirakit menggunakan keling (rivet). Kualitas yang tinggi dari lembaran dan kecocokan
untuk kehandalan yang tinggi digunakan pada aplikasi yang kritikal, seperti ketel uap tekanan
tinggi. Pada abad 20, untuk praktisnya disain bergerak kearah penggunaan baja, dimana lebih
kuat dan lebih murah, dengan konstruksi las, yang lebih cepat dan sedikit pekerja.

Besi tuang (cast iron)digunakan untuk bejana pemanas untuk pemanas air. Walaupun suatu
pemanas biasanya disebut "pendidih" (boiler), karena tujuannya adalah untuk membuat air
panas, bukan uap air, karena dioperasikan pada tekanan rendah dan menghindari pendidihan
sebenarnya. Kerapuhan dari besi tuang menjadikannya tidak cocok untuk ketel uap tekanan
tinggi

http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidih

link

http://www.kutatangkoteteng.com/index.php?
option=com_content&view=article&id=69:example-steam-boiler-part1&catid=37:industrial-
instrumentation&Itemid=62
http://www.kutatangkoteteng.com/index.php?
option=com_content&view=article&id=70:example-steam-boiler-part2&catid=37:industrial-
instrumentation&Itemid=34

Prinsip Boiler

Oleh fpras2005

Boiler umumnya terdiri dari :

Ruang pembakaran : tempat bahan bakar dibakar

Boiler drum : menampung air demineralized mengalirkannya ke tube dan menampung uap
jenuh yang kembali.

Economiser : water tube, posisinya paling jauh dari sumber panas, fungsinya memanaskan air
dengan sisa panas agar efisiensi kalor baik.

Evaporator : water tube yang fungsinya menguapkan air, posisinya biasanya di “tengah”

Superheater : fungsinya memanaskan uap air menjadi superheated steam (uap panas lanjut)

Turbin uap : fungsinya merubah energi panas menjadi energi gerak.

Condenser : fungsinya merubah fasa uap menjadi air kembali

?Proses :

Air demineralized (air tanpa kandungan mineral/air murni) dipompakan ke boiler dari
condenser (kita bicara boiler turbin uap yg siklus airnya tertutup) dengan pompa melalui pipa
economiser, di economiser , air menerima panas tapi belum menguap/msh fas air.

Air tsb masuk ke boiler drum dan diteruskan ke seluruh water tube evaporator untuk dirubah
fasanya menjadi uap jenuh (uap yg lo liat wkt ngerebus air) / (saturated steam) dan kembali lagi
ke boiler drum.
Uap di boiler drum dialirkan (uap melalui saluran diatas, sdgkan air dibawah) ke superheater
tube yg berada paling dekat dgn sumber panas utk merubah uap jenuh menjadi uap panas
lanjut (superheated steam)

superheated steam kmdn dialirkan ke steam turbin untuk menggerakkan blade turbin.

stelah melalui turbin temperatur uap menurun/begitu juga enthalpy nya, fasanya berubah
kembali ke uap jenuh & mengalir ke condenser.

di condenser fasanya dirubah kembali ke fasa cair dan kemudian dipompakan kembali ke boiler.

dan siklusnya kembali spt semula.

http://denwks.wordpress.com/2010/03/10/prinsipboiler/

Cara Kerja Boiler

Juli 31, 2008 oleh ahmad haryanto

Boiler pada intinya adalah alat pemanas cairan (biasanya air) agar berada di atas titik didihnya
sehingga ia menguap.

Untuk memanaskan nya ada beberapa tipe boiler

- fire tube di mana api berada dalam tubing-tubing dengan cairan berada di luar.

- water tube di mana sebaliknya, air berada dalam tubing dengan api berada di luar.

bahan bakar minyak tanah atau solar di pompa dengan tekanan tinggi dan keluar dalam bentuk
kabur pada ujung spuyer, di atas spuyer ada diode tegangan tinggi untuk memberikan api
supaya minyak yg keluar terbakar, biasanya dibelakang boiler ada photo sel nutuk memonitor
api sudah terbakar apa belum kalau tidak terbakar photo sel ini akan mematikan semua mesin
bolier agar tidak terjadi semburan minyak yg tidak terbakat, dan sangat berbahaya .

Oke kita coba boiler utk steam turbin (turbin uap)

Boiler umumnya terdiri dari :

-Ruang pembakaran : tempat bahan bakar dibakar

-boiler drum : menampung air demineralized mengalirkannya ke tube dan menampung uap
jenuh yang kembali.

-economiser : water tube, posisinya paling jauh dari sumber panas, fungsinya memanaskan air
dengan sisa panas agar efisiensi kalor baik.

-evaporator : water tube yang fungsinya menguapkan air, posisinya biasanya di “tengah”

-superheater : fungsinya memanaskan uap air menjadi superheated steam (uap panas lanjut)

-Turbin uap : fungsinya merubah energi panas menjadi energi gerak.

-condenser : fungsinya merubah fasa uap menjadi air kembali

Naaahh….urutan prosesnya spt ini :

1.Air demineralized (air tanpa kandungan mineral/air murni) dipompakan ke boiler dari
condenser (kita bicara boiler turbin uap yg siklus airnya tertutup) dengan pompa melalui pipa
economiser, di economiser , air menerima panas tapi belum menguap/msh fas air.

2. Air tsb masuk ke boiler drum dan diteruskan ke seluruh water tube evaporator untuk dirubah
fasanya menjadi uap jenuh (uap yg lo liat wkt ngerebus air) / (saturated steam) dan kembali lagi
ke boiler drum.

3. Uap di boiler drum dialirkan (uap melalui saluran diatas, sdgkan air dibawah) ke superheater
tube yg berada paling dekat dgn sumber panas utk merubah uap jenuh menjadi uap panas
lanjut (superheated steam)

4.superheated steam kmdn dialirkan ke steam turbin untuk menggerakkan blade turbin.
5. stelah melalui turbin temperatur uap menurun/begitu juga enthalpy nya, fasanya berubah
kembali ke uap jenuh & mengalir ke condenser.

6. di condenser fasanya dirubah kembali ke fasa cair dan kemudian dipompakan kembali ke
boiler.

dan siklusnya kembali spt semula.

http://ahmad239haryanto.wordpress.com/2008/07/31/cara-kerja-boiler/

BOILER
I. PENDAHULUAN
Uap air yaitu gas yang timbul akibat perubahan fase air menjadi uap dengan cara
pendidihan
(boiling). Untuk melakukan proses pendidihan diperlukan energi panas yang diperoleh
dari
sumber panas, mislnya dari pembakaran bahan bakar (padat, cair, gas), tenaga listrik
dan gas
panas sebagai sisa proses kimia serta tenaga nuklir.
Sudah beribu-ribu tahun tahun manusia melakukan proses perebusan (boiling) air
menjadi uap
air, tetapi baru dua abad ini mereka baru menemui bagaimana untuk mempergunakan
uap untuk
kepentingan mereka yaitu dengan diciptakannya boiler. Boiler menghasilkan uap dan
uap yang
dihasilkan ini dapat dugunakan untuk membangkitkn listrik, menggerkkan turbin dan
sebagianya.
II. KLASIFIKASI BOILER
Boiler pada dasarnya terdiri dari lumbung (drum) yan tertutup pada ujung pangkalnya
dan dalam
perkembangannya dilengkapi dengan pipa api maupun pipa air. Banyak orang
mengklsifikasikan
boiler tergantung pada sudut pandang masing-masing. Pada makalah ini boiler
diklasifikasikan
dalam kelas yaitu :
1 . Berdasarkan fluida yang mengalir dalam pipa, maka boiler dikalsifikasikan sebagai :
a. Boiler pipa api (fire tube boiler)
b. Boiler pipa air (water tube boiler)
Pada boiler pipa api, fluida yang mengalir dalam adalah gas nyala (hasil pembakaran)
yang
membawa energi panas, yang segera mentransfernya ke air ketel melalui bidang
pemanas.
Tujuan pipa-pipa api ini adalah untuk memudahkan distribusi panas kepada air ketel.
Sedang
untuk boiler pipa air fluida yang mengalir dalam pipa adalah air, energi panas yang
ditransfer
dari luar pipa (yaitu berasal dari ruang dapur/furnace) ke air ketel.
2. Berdasarkan pemakaiannya boiler dapat diklasifikasikan sebagai :
a. Ketel stasioner (stationer boiler) atau boiler tetap.
b. Boiler mobile atau disebut juga boiler portable.
Yang termasuk stasioner ialah boiler-boiler yang didudukan pada pondasi tetap seperti
boiler
untuk pembankit tenaga listrik, untuk industri dan sebagainya.
Yang termasuk boiler mobile ialah boiler yang dipasang pada pondasi yang dapat
berpindah-
pindah, seperti boiler lokomotif, boiler panjang dan sebagainya termasuk juga boiler
pada kapal.
3. Berdasarkan letak dapur (furnace position), boiler diklasifikasikan sebagai :
a. Boiler dengan pembakaran di dalam (internal fired steam bolier) dalam hal ini dapur
barada
(pembakaran terjadi) di bagian dalam boiler. Kebanyakan boiler pipa api memakai
sistem ini.
b. Boiler dengan pembakaran di luar (outernallyfired steam boiler), dalam hal ini dapur
berada
(pembakaran terjadi) di bagian luar boiler, kebanyakan boiler pipa air memakai sistem
ini.
4. Menurut jumlah lorong (boiler tube), boiler diklasifikasikan sebagai :
a. Boiler dengan lorong tunggal (single tube steam boiler).
b. Boiler dengan loron ganda (multi tubuler steam boiler).
Pada single tube steam boiler, hanya terdapat satu lorong saja, apakah itu lorong api
atau saluran
air saja. Cornish boiler adalah single fire tube boiler dan simple vertical boiler adalah
single
water tube boiler.
Multi fire tube boiler misalnya boiler scotch dan multi water tube boiler misalnya boiler
B dan W
dan lain-lain.
5. Berdasarkan pada poros tutup drum (shell), boiler diklasifikasikan sebagi :
a. Boiler tegak (vertikal steam boiler), seperti boiler Cochran, boiler Clarkson dan
sebagainya.
b. Boiler mendatar (horizontal steam boiler), seperti boiler Cornish, Lancashire, Scotch
dan
sebagainya.
6. Menurut bentuk dan letak pipa, boiler diklasifikasikan sebagai :
a. Boiler dengan pipa lurus, bengkok dan berlekak-lekuk (straight, bent and sinous
tubuler
heating surface)
b. Boiler dengan pipa miring-datar dan miring tegak.
7. Menurut sistem peredaran air boiler diklasifikasikan sebagai berikut :
a. Boiler dengan peredaran secara natural.
b. Boiler dengan peredaran paksa.
Pada boiler dengan perdaran secara natural air dalam boiler beredar/bersirkulasi secara
alami,
yaitu air yang ringan naik sedang air yang berat turun, sehingga terjadilah aliran
konveksi alami.
Umumnya Boiler beroperasi secara alami seperti boiler Lancarshire, Babcock &
Wilcox dan
lain-lain.
Pada boiler dengan sirkulasi paksa, aliran paksa diperoleh dari sebuah pompa
centrifugal yang
digerakkan dengan elektrik motor. Sistem aliran paksa biasanya dipakai pada boiler
bertekanan
tinggi.
8 . Berdasarkan pada sumber panasnya untuk pembuatan uap, boiler diklasifikasikan
1 . Boiler dengan bahn bakar alami
2. Boiler dengan bahan bakar buatan
3. Boiler dengan dapur listrik
4. Boiler dengan energi nuklir.
III. FUNGSI BOILER
Boiler berfungsi sebagai pesawat konversi energi yang mengkonversikan energi kimia
(potensial) dari bahan bakar menjadi energi panas. Boiler terdiri dari dua komponen
utama yaitu
:
1 . Dapur (furnace), sebagai alat untuk mengubah energi kimia menjad energi panas.
2. Alat penguap (eveporator) yang mengubah energi pembakaran (energi panas) menjadi
energi
potensial uap.
Kedua komponen tersebut di atas telah dapat untuk memungkinkan sebuah boiler
untuk
berfungsi. Sedangkan komponen lainnya adalah :
1 . Corong asap dengan sistem tarikan gas asapnya, memungkinkan dapur berfungsi
secara
efektif.
2. Sistem perpipaan, seperti pipa api pada boiler pipa api, pipa air pad boiler pipa air
memungkinkan sistem penghantaran kalor yang efektif antara nyala api atau gas panas
dengan
air boiler.

Anda mungkin juga menyukai