Anda di halaman 1dari 57

Bab 4 Analisa Perancangan, menjelaskan tentang analisa kondisi tapak dan lingkungan,

analisa fungsional, analisa teknologi, analisa dan penerapan tema, serta kesimpulan.
Bab 5 Konsep Perancangan, menjelaskan konsep penerapan hasil analisis komprehensif yang
digunakan sebagai alternatif pemecahan masalah.
Bab 6 Perancangan Arsitektur , menjelaskan tentang gambar hasil perancangan berupa foto
maket maupun gambar kerja
Daftar Pustaka , berisi daftar pustaka yang digunakan sebagai literatur selama proses
perencanaan dan perancangan kasus proyek.

BAB II
DESKRIPSI PROYEK

II.1. Judul dan Pengertian Judul

Adapun Judul Proyek ini adalah “Hotel Resort di Kawasan Air Panas Sipoholon”
Pada pembahasan ini, akan diuraikan tentang pengertian judul proyek. Dalam judul “Hotel
Resort di Kawasan Air Panas Sipoholon”mengandung 4 pengertian utama antara lain :
• Sipoholon adalah nama dari kecamatan kabupaten Tapanuli Utara, daerah dimana
tempat proyek ini akan dibangun.

Sipoholon adalah sebuah nama daerah dan bukan nama salah satu putera Raja
Naipospos. Sebagai nama daerah, tentu mempunyai sejarah asal mula nama Sipoholon
tersebut. Menurut pengakuan masyarakat Sipoholon, Sipoholon berasal dari kata

Universitas Sumatera Utara


sipohulon. Kata sipohulon ini bermula ketika zaman pembuatan periuk dari tanah liat
atau hudon tano. Bahan baku pembuatan adalah tanah dari Sipoholon sekarang. Oleh
karena tanah tersebut diremas (dipohuli), maka Sipoholon sekarang disebut sebagai
tano Sipohulon. Seiring waktu, pengucapan Sipohulon menjadi Sipoholon.

• Resort berasal dari bahasa Inggris , dalam bahasa Indonesia berarti “tempat yang
sering dikunjungi ; tempat peristirahatan “ ( W.J.S. Poerwadarminta , Kamus Umum
Bahasa Indonesia , PN Balai Pustaka , Jakarta 1976 ).

Resort ( n ) popular holiday centre ( Homby AS, Oxford , Advanced Learner’s


Dictionary of Current English )

Resort adalah sebuah ruang tempat kita dapat menemukan sesuatu yang “ berbeda “
itu. Di ruang inilah seseorang dapat “ merealisasikan “ impiannya akan pelarian yang
sempurna. Resort adalah sebuah tontonan ( une spectacle ) yang dihadirkan dalam
bentuk fisik. Resort adalah bagian dari la societte du spectacle ( masyarakat tontonan
) , Guy Debord.

Resort adalah satu dari sekian banyak contoh bagaimana arsitektur dapat berperan
dalam mengolah ruang menjadi sebuah tontonan , yang sekaligus menawarkan sebuah
pelarian bagi kita yang bersedia menyisihkan sebagian uang untuk menikmati
tontonan dan pelarian tersebut.

• Hotel

Hotel ( n ) bangunan yang bersifat bisnis untuk penginapan atau diam beberapa waktu
dengan tarif tertentu ; penginapan yang tersiri dari beberapa kamar (W.J.S.
Poerwadarminta , Kamus Umum Bahasa Indonesia , PN Balai Pustaka , Jakarta
1976 ).

Hotel ( n ) building where rooms and meals are provided for travellers ( Homby AS,
Oxford , Advanced Learner’s Dictionary of Current English ).

Hotel merupakan :

o Suatu bentuk akomodasi yang dikelola secara komersial disediakan bagi setiap
orang untuk memperoleh jasa pelayanan penginapan , makanan dan minuman
serta jasa lain. ( Keputusan dirjen Pariwisata No. 14 / U / 11 / 88 , tentang
Pelaksanaan Ketentuan Usaha dan Golongan Hotel )

Universitas Sumatera Utara


o Hotel menurut buku Managing Front Office Orientation dari AHMA (
American Hotel & Motel Association ) adalah suatu tempat , dimana
disediakan penginapan , makan dan minum, serta pelayanan lainnya, untuk
disewakan bagi para tamu atau orang – orang yang tinggal untuk sementara
waktu.

• Suatu bangunan umum yang diusahakan bagi pelaku perjalanan ( wisatawan ) yang
membayar dua jenis pelayanan , yaitu akomodasi serta makanan. ( Lawson , Fred ,
Hotel , Motels and Condominiums Design Planning
Jadi pengertian “Hotel Resort di Kawasan Air Panas Sipoholon” adalah :
“Tempat akomodasi yang dilengkapi dengan fasilitas rekreasi yang terletak di daerah
Sipoholon yang diperuntukkan bagi para wisatawan baik domestik maupun manca negara
sehingga dapat memajukan sektor pariwisata di Tapanuli Utara khususnya di Sipoholon“.

II.2. Tinjauan Umum

II.2.1. Sejarah Perkembangan Hotel

II.2.1.1 Sejarah Perkembangan Hotel Di Eropa dan Amerika

Usaha hotel mungkin dapat dikatakan sebagai suatu kegiatan usaha komersial yang
tertua di dunia , hal tersebut terbukti bahwa penginapan yang pertama yaitu penginapan yang
berbentuk Inn, didirikan pada tahun 3000 B.C . Penginapan berbentuk Inn , adalah rumah –
rumah pribadi dengan beberapa kamar disediakan bagi para pejalan kaki untuk istirahat atau
tidur , satu ruangan / kamar ditempati oleh beberapa tamu, dan kadang – kadang untuk tidur
hanya disediakan tikar , kualitas kebersihan ruangan pada waktu itu belum diperhatikan ,
makanan yang disediakan untuk tamunya adalah makanan yang sangat sederhana. Kenudian
pada tahun 961 A.D di Swiss – Alpine sudah terdapat sebuah hotel bernama Le Grand Saint
Bernard Hospice yang dibangun oleh Augustinian Monks.Pada waktu itu hotel dibangun
untuk menyediakan penginapan bagi orang – orang yang melakukan ziarah dari dan ke Roma.
Struktur bangunan hotel tersebut menggunakan batu – batu besar sebagai tiang , dan dengan
fasilitas 70 atau 0 tempat tidur yang dapat menampung sebanyak 300 orang.
Di Amerika , pada tahun 1794 untuk yang pertama kali dibangun khusus sebuah hotel
dengan nama City Hotel , di kota New York. Usaha hotel di negara – negara barat terus

Universitas Sumatera Utara


berkembang dan antara tahun 1800-an negara Amerika menjadi negara pengembang usaha
hotel yang utama. Pada waktu itu , oleh karena harga sewa kamar dan makanan yang mahal ,
maka hanya kaum hartawan sajalah yang dapat menikmati menginap di hotel yang mewah
bergaya Eropa.
Hotel – hotel jaman dahulu , baik di Eropa maupun di Amerika , pintu kamar tidur
tanpa dilengkapi dengan kunci , tidak mempunyai ruang lobby , dan tidak mempunyai khusus
pintu masuk ke ruang hotel. Kemudian pada tahun 1829 hotel Tremont House di Boston ,
Amerika untuk yang pertama kali melengkapi hotelnya dengan ruang lobby , menyediakan
kamar privat dengan pintu kamar – kamarnya dipasang kunci pengaman, serta disetiap kamar
dilengkapi dengan system drainase.
Pada periode awal tahun 1900-an , pelayanan hotel secara professional mulai
dikembangkan oleh Ellsworth M.Statler seorang operator hotel Amerika , membuka usaha
hotelnya yang dilengkapi dengan beberapa keistimewaan – keistimewaan yaitu , setiap kamar
dilengkapi dengan kamar mandi privat dan kaca rias yang lebar. Kemudian pada pertengahan
tahun 1900-an beberapa hotel di Amerika dimiliki oleh individu ataupun suatu perusahaan
memiliki beberapa hotel , dan pada saat itulah melalui berkembangnya hotel – hotel yang
dikelola oleh suatu mata rantai pengelola usaha hotel ( hotel chains ).

II.2.1.2 Sejarah Perkembangan Hotel Di Indonesia

Perkembangan hotel modern ( dibangun dan dikelola dengan menggunakan konsep –


konsep manajemen hotel modern ) di Indonesia diawali dengan dibukanya Hotel Indonesia di
Jakarta pada tahun 1962.
Untuk mengetahui secara pasti kapan sebenarnya usaha hotel di Indonesia mulai
dikelola secara komersial adalah sulit , tetapi yang jelas sejak jaman penjajahan Belanda
sudah terdapat usaha akomodasi yang dikelola secara komersial, walaupun pada waktu itu
belum dikelola secara modern , sebagai contoh : Hotel Savoy Homan , Bandung dibangun
pada tahun 1888 , kemudian direnovasi pada tahun 1937 dan selesai 1939. Kemudian hotel
Preanger dibangun pada tahun 1897 dan pada waktu itu masih menyatu dengan took,
kemudian dibangun kembali sebagai suatu hotel yang lebih terkonsep pada tahun 1928. Hotel
Mij De Boer di Medan , Sumatera Utara didirikan oleh Aeint Herman de Boer , orang
Belanda , pada tahun 1898. Pada saat itu hotel Mij de Boer merupakan hotel yang paling
megah di Medan yang diperuntukkan bagi penguasa perkebunan dan para pejabat pemerintah
Belanda yang datang ke Sumatera Utara. Kemudian pada tanggal 14 Desember 1957 , dalam

Universitas Sumatera Utara


rangka nasionalisasi perusahaan – perusahaan asing , hotel Mij de Boer diambil alih
pemerintah Republik Indonesia diganti namanya menjadi hotel Dharma Bhakti , dan sekarang
namanya diganti lagi menjadi hotel Dharma Deli. Di Yogyakarta juga terdapat sebuah hotel
lama yaitu Grand Hotel de Djokya berlokasi di jalan Malioboro , didirikan tahun 1908 dan
beroperasi pada tahun 1911. Setelah mengalami beberapa kali proses renovasi , saat ini hotel
tersebut berganti nama menjadi hotel Garuda. Dengan adanya usaha – usaha renovasi
bangunan hotel pada waktu itu , hal ini menunjukkan suatu keinginan untuk memperbaiki
fasilitas hotel yang lebih baik.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengelolaan akomodasi secara komersial
di Indonesia sudah dimulai dari sejak zaman Belanda , walaupun pada waktu itu cara
pengelolaannya masih menggunakan konsep pengelolaan penginapan , dan belum
menggunakan konsep pengelolaan hotel seperti sekarang.

II.2.2. Pengertian Hotel

Secara harfiah, kata Hotel dulunya berasal dari kata HOSPITIUM (bahasa Latin),
artinya ruang tamu. Dalam jangka waktu lama kata hospitium mengalami proses perubahan
pengertian dan untuk membedakan antara Guest House dengan Mansion House (rumah
besar) yang berkembang pada saat itu, maka rumah-rumah besar disebut dengan HOSTEL.
Rumah-rumah besar atau hostel ini disewakan kepada masyarakat umum untuk menginap dan
beristirahat sementara waktu, yang selama menginap para penginap dikoordinir oleh seorang
host, dan semua tamu-tamu yang (selama) menginap harus tunduk kepada peraturan yang
dibuat atau ditentukan oleh host (HOST HOTEL). Sesuai dengan perkembangan dan tuntutan
orang-orang yang ingin mendapatkan kepuasan, tidak suka dengan aturan atau peraturan yang
terlalu banyak sebagaimana dalam hostel, dan kata hostel lambat laun mengalami perubahan.
Huruf “s” pada kata hostel tersebut menghilang atau dihilangkan orang, sehingga kemudian
kata hostel berubah menjadi Hotel seperti apa yang kita kenal sekarang.
Menurut beberapa pengertian, Hotel didefinisikan sebagai berikut :
• Menurut Dirjen Pariwisata – Depparpostel
Hotel adalah suatu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau seluruh
bangunan, untuk menyediakan jasa penginapan, makan dan minum, serta jasa lainnya
bagi umum, yang dikelola secara komersial.

Universitas Sumatera Utara


• Menurut Surat Keputusan Menteri Perhubungan R.I No. PM 10/PW – 301/Phb. 77,
tanggal 12 Desember 1977
Hotel adalah suatu bentuk akomodasi yang dikelola secara komersial, disediakan bagi
setiap orang untuk memperoleh pelayanan penginapan, berikut makan dan minum.
• Menurut Webster
Hotel adalah suatu bangunan atau suatu lembaga yang menyediakan kamar untuk
menginap, makan dan minum serta pelayanan lainnya untuk umum.

Menurut Hotel Proprietors Act , 1956 , hotel adalah suatu perusahaan yang dikelola
oleh pemiliknya dengan menyediakan pelayanan makanan , minuman dan fasilitas kamar
untuk tidur kepada orang – orang yang sedang melakukan perjalanan dan mampu membayar
dengan jumlah yang wajar sesuai dengan pelayanan yang diterima tanpa adanya perjanjian
khusus , maksudnya perjanjian seperti membeli barang yang disertai dengan perundingan –
perundingan sebelumnya.
Sedangkan pengertian hotel yang dimuat oleh Grolier Electronic Publishing Inc. (
1995 ) , menyebutkan bahwa : Hotel adalah usaha komersial yang menyediakan tempat
menginap , makanan dan pelayanan – pelayanan lain untuk umum.

II.2.2.1 Pengertian Hotel di Indonesia

Pemerintah menurunkan peraturan yang dituangkan dalam Surat Keputusan Menteri


Pariwisata , Pos dan Telekomunikasi No. KM 37 / PW.340/MPPT-86 tentang Peraturan
Usaha dan Penggolongan Hotel. Bab I , Pasal 1 , Ayat (b) dalam surat keputusan tersebut
menyebutkan bahwa : Hotel adalah suatu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian
atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa penginapan , makanan dan minuman serta
jasa penunjang lainnya bagi umum yang dikelola secara komersial.

II.2.3. Pengertian Resort

• Menurut Dirjen Pariwisata , Pariwisata Tanah air Indonesia, hal. 13, November,
1988 , Resort adalah suatu perubahan tempat tingga untuk sementara bagi seseorang
di luar tempat tinggalnya dengan tujuan antara lain untuk mendapatkan kesegaran
jiwa dan raga serta hasrat ingin mengetahui sesuatu. Dapat juga dikaitkan dengan

Universitas Sumatera Utara


kepentingan yang berhubungan dengan kegiata olah raga, kesehatan, konvensi,
keagamaan serta keperluan usaha lainnya.
• Menurut John M. Echols, Kamus Inggris-Indonesia, Gramedia, Jakarta, 1987, Resort
adalah tempat peristirahatan di musim panas, di tepi pantai/di pegunungan yang
banyak dikunjungi.
• Menurut A.S. Hornby, Oxford Leaner’s Dictionary of Current English, Oxford
University Press, 1974 , Resort adalah tempat wisata atau rekreasi yang sering
dikunjungi orang dimana pengunjung datang untuk menikmati potensi alamnya.
• Menurut Nyoman.S. Pendit. Ilmu Pariwisata, Jakarta : Akademi Pariwisata Trisakti,
1999 , Resort adalah sebuah tempat menginap dimana mempunyai fasilitas khusus
untuk kegiatan bersantai dan berolah raga seperti tennis, golf, spa, tracking, dan
jogging, bagian concierge berpengalaman dan mengetahui betul lingkungan resor, bila
ada tamu yang mau hitch-hiking berkeliling sambil menikmati keindahan alam sekitar
resort ini.
• Menurut Chuck Y. Gee, Resort Development and Management, Watson-Guptil
Publication 1988 , Resort adalah sebuah kawasan yang terrencana ydab tidak hanya
sekedar untuk menginap tetapi juga untuk istirahat dan rekreasi.
• Menurut Nyoman S. Pendit. Ilmu Pariwata. Jakarta : Akademi Pariwisata Trisakti,
1999 , Sebuah hotel resort sebaiknya mempunyai lahan yang ada kaitannya dengan
obyek wisata, oleh sebab itu sebuah hotel resort berada pada perbukitan, pegunungan,
lembah, pulung kecil dan juga pinggiran pantai.

II.2.4. Pengertian Hotel Resort

Hotel Resort didefinisikan sebagai hotel yang umunya terletak dikawasan wisata,
dimana sebagian pengunjung yang menginap tidak melakukan kegiatan usaha. Umumnya
terletak cukup jauh dari pusat kota sekaligus difungsikan sebagai tempat peristirahatan. Dari
definisi diatas dapat disimpulkan bahwa hotel resort secara total menyediakan fasilitas untuk
berlibur, rekreasi dan olah raga. Juga umumnya tidak bisa dipisahkan dari kegiatan menginap
bagi pengunjung yang berlibur dan menginginkan perubahan dari kegiatan sehari-hari.

II.2.5. Faktor Penyebab Timbulnya Hotel Resort

Universitas Sumatera Utara


Sesuai dengan tujuan dari keberadaan Hotel Resort yaitu selain untuk menginap juga
sebagai sarana rekreasi. Oleh sebab itu timbulnya hotel resort disebabkan oleh faktor-faktor
berikut :
a) Berkurangnya waktu untuk beristirahat
Bagi masyarakat kota khususnya kota Medan kesibukan mereka akan pekerjaan selalu
menyita waktu mereka untuk dapat beristirahat dengan tenang dan nyaman.
b) Kebutuhan Manusia akan rekreasi
Manusia pada umumnya cenderung membutuhkan rekreasi untuk dapat bersantai dan
menghilangkan kejenuhan yang diakibatkan oleh aktivitas mereka.
c) Kesehatan
Gejala-gejala stress dapat timbul akibat pekerjaan yang melelahkan sehingga dapat
mempengaruhi kesehatan tubuh manusia. Untuk dapat memulihkan kesehatan baik
para pekerja maupun para manula membutuhkan kesegaran jiwa dan raga yang dapat
diperoleh di tempat berhawa sejuk dan berpemandangan indah yang disertai dengan
akomodasi penginapan sebagai sarana peristirahatan.
d) Keinginan Menikmati Potensi Alam
Keberadaan potensi alam yang indah dan sejuk sangat sulit didapatkan di daerah
perkotaan yang penuh sesak dan polusi udara. Dengan demikian keinginan
masyarakat perkotaan untuk menikmati potensi alam menjadi permasalahan, oleh
sebab itu hotel resort menawarkan pemandangan alam yang indah dan sejuk sehingga
dapat dinikmati oleh pengunjung ataupun pengguna hotel tersebut.

II.2.6. Karakteristik Hotel Resort

Ada 4 (empat) karakteristik hotel resort sehingga dapat dibedakan menurut jenis hotel
lainnya, yaitu :
a. Lokasi
Umumnya berlokasi di tempat-tempat berpemandangan indah, pegunungan, tepi
pantai dan sebagainya, yang tidak dirusak oleh keramaian kota, lalu lintas yang padat dan
bising, “Hutan Beton” dan polusi perkotaan. Pada Hotel Resort, kedekatan dengan atraksi
utama dan berhubungan dengan kegiatan rekreasi merupakan tuntutan utama pasar dan akan
berpengaruh pada harganya. (Fred Lawson, Hotel and Resort, Planning, Design and
Refubishment, Watson-Guptil, 1995 )
b. Fasilitas

Universitas Sumatera Utara


Motivasi pengunjung untuk bersenang-senang dengan mengisi waktu luang menuntut
ketersedianya fasilitas pokok serta fasilitas rekreatif indoor dan outdoor. Fasilitas pokok
adalah ruang tidur sebagai area privasi. Fasilitas rekreasi outdoor meliputi kolam renang,
lapangan tennis dan penataan landscape.( Manuel-Bory Boid and Fred Lawson, Tourism and
Recreation Development, The Achithectur Ltd, London, 1977 )
c. Arsitektur dan Suasana
Wisatawan yang berkunjung ke Hotel Resort cenderung mencari akomodasi dengan
arsitektur dan suasana yang khusus dan berbeda dengan jenis hotel lainnya. Wisatawan
pengguna hotel resort cenderung memilih suasana yang nyaman dengan arsitektur yang
mendukung tingkat kenyamanan dengan tidak meninggalkan citra yang bernuansa etnik.
d. Segmen Pasar
Sasaran yang ingin dijangkau adalah wisatawan / pengunjung yang ingin berlibur,
bersenang-senang, menikmati pemandangan alam, pantai, gunung dan tempat-tempat lainnya
yang memiliki panorama yang indah.

II.2.7. Klasifikasi Hotel

Di Indonesia pada tahun 1970 oleh pemerintah menentukan klasifikasi hotel


berdasarkan penilaian-penilaian tertentu sebagai berikut :
• Luas Bangunan
• Bentuk Bangunan
• Perlengkapan (fasilitas)
• Mutu Pelayanan
Namun pada tahun 1977 ternyata sistem klasifikasi yang telah ditetapkan tersebut
dianggap tidak sesuai lagi. Maka dengan Surat Keputusan Menteri Perhubungan No.
PM.10/PW. 301/Pdb – 77
tentang usaha dan klasifikasi hotel, ditetapkan bahwa penilaian klasifikasi hotel secara
minimum didasarkan pada :
• Jumlah Kamar yang tersedia
• Fasilitas yang tersedia
• Peralatan yang digunakan
• Mutu Pelayanan ( yang dimiliki )

Universitas Sumatera Utara


Berdasarkan pada penilaian tersebut, hotel-hotel di Indonesia kemudian digolongkan
ke dalam 5 (lima) kelas hotel, yaitu :
• Hotel Bintang 1 (*)
• Hotel Bintang 2 (**)
• Hotel Bintang 3 (***)
• Hotel Bintang 4 (****)
• Hotel Bintang 5 (*****)
Hotel-hotel yang tidak bisa memenuhi standar kelima kelas tersebut, ataupun yang
berada di bawah standar minimum yang ditentukan oleh Menteri Perhubungan disebut Hotel
Non Bintang.
Pada tahun 1970-an sampai dengan tahun 2001, penggolongan kelas hotel bintang 1
sampai dengan bintang 5 lebih mengarah ke aspek bangunannya seperti luas bangunan,
jumlah kamar dan
fasilitas penunjang hotel dengan bobot penilaian yang tinggi. Tetapi sejak tahun 2002
berdasarkan Keputusan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata No. KM 3/HK 001/MKP 02
tentang penggolongan kelas hotel, bobot penilaian aspek mutu pelayanan lebih tinggi
dibandingkan dengan aspek fasilitas bangunannya.
Selanjutnya dijelaskan oleh United State Lodging Industry bahwa , yang utama hotel
terbagi menjadi tiga jenis yaitu :
• Transient Hotel , adalah hotel yang letak / lokasinya di tengah kota dengan jenis tamu
yang menginap sebagian besar adalah untuk urusan bisnis dan turis.
• Residential Hotel , adalah hotel yang pada dasarnya merupakan rumah – rumah
berbentuk apartemen dengan kamar – kamarnya , dan disewakan secara bulanan atau
tahunan. Residential Hotel juga menyediakan kemudahan – kemudahan seperti
layaknya hotel , seperti restoran , pelayanan makanan yang diantar ke kamar , dan
pelayanan kebersihan kamar
• Resort Hotel , adalah hotel yang pada umumnya berlokasi di tempat – tempat wisata ,
dan menyediakan tempat – tempat rekreasi dan juga ruang serta fasilitas konferensi
untuk tamu – tamunya.

Pengelompokan hotel menurut standard hotel yaitu :


• Hotel international standard
• Hotel semi international standard
• Hotel national standard

Universitas Sumatera Utara


• Hotel non national standard ( non claccipied )

Penentuan standard hotel tersebut didasarkan atas beberapa system yaitu :


• Management system ( sistem pengelolaan )
• Room capacity system ( sistem kapasitas kamar )
• Facilities system ( sistem fasilitas yang dimiliki )
• Employment system ( sistem penempatan pegawai )
• Administration system ( sistem administrasi )

Pengelompokan jenis hotel menurut ukuran besar / kecilnya hotel yaitu :


• Hotel kecil ( small hotel ) : jumlah kamarnya kurang dari 26 kamar tamu
• Hotel rata – rata kecil sedang ( small average size hotel ): jumlah kamar 26 – 99
kamar tamu
• Hotel rata – rata sedang menengah ( medium average size hotel ) : jumlah kamar 100
– 299 kamar tamu
• Hotel besar ( large hotel ) : jumlah kamar 300 – 3000 kamar tamu

Pengelompokan hotel menurut sistem perencanaan / penentuan tarifnya yaitu :


• European Plan ( EP ) : sistem penentuan tariff yang dicantumkan hanya harga sewa
kamarnya tidak termasuk makan – minum dan lainnya
• American Plan ( AP ) : sistem penentuan tarif/sewa kamar ala Amerika dimana harga
yang ditawarkan termasuk sewa kamar + 3 kali makan
• Full American Plan ( FAP ) : sistem penentuan tarif/sewa kamar dimana harga yang
ditawarkan termasuk sewa kamar + 3 kali makan + 3 extras
• Modified American Plan ( MAP ) : sistem penentuan tarif/sewa kamar dimana harga
yang ditawarkan termasuk sewa kamar + 2 meals
• Bermuda Plan atau Dual Plan ( BP / DP ) : sistem penentuan tarif/sewa kamar dimana
harga yang ditawarkan termasuk sewa kamar + 1 breakfast
• Continental Plan ( CP ) : sistem penentuan tarif/sewa kamar dimana harga yang
ditawarkan termasuk sewa kamar + 1 breakfast ala continental

Pengelompokan hotel menurut lokasi yaitu :


• City Hotel atau Business Hotel
• Highway hotel atau motor hotel
• Mountain hotel

Universitas Sumatera Utara


• Resort hotel atau beach hotel

Pengelompokan hotel menurut ukuran mayoritas tamunya yang menginap yaitu :


• Hotel yang mayoritas tamunya “ businessman “ disebut business hotel
• Hotel yang mayoritas tamunya remaja disebut youth hotel ( hostel )
• Hotel yang mayoritas tamunya adalah wanita disebut woman hotel
• Hotel yang mayoritas tamunya adalah orang tua yang ingin istirahat ( cure hotel )

Pengelompokan hotel yang ditinjau dari segi hari – hari operasinya yaitu :
• Seasonal hotel , hotel yang hanya beroperasi secara musiman
• Year around operating days hotel , hotel yang beroperasi sepanjang tahun.

Boutique Hotel
Perkembangan Boutique Hotel

Dari tahun ke tahun , industry perhotelan terus meningkat dan dimonopoli oleh grup –
grup hotel ternama. Setiap hotel dilengkapi oleh fasilitas – fasilitas yang memuaskan
tamunya. Tetapi , industry perhotelan menganggap bahwa akan lebih menguntungkan jika
kamar – kamar dibangun dengan cara lebih mudah dengan biaya pemeliharaan lebih sedikit
daripada membangun hotel dengan kamar paling bagus yang akan menghabiskan banyak
biaya dalam pemeliharaannya.
Hal ini kemudian mendorong beberapa hotel untuk menawarkan kamar – kamar yang
tipikal dengan diberi pelayanan yang baik. Ini merupakan suatu usaha untuk menyetarakan
penawaran / fasilitas mereka , sehingga pengunjung sudah mengetahui apa yang akan mereka
dapatkan ketika memasuki hotel dengan kategori yang sama. Contohnya , ketika seorang
wisatawan menginap di kamar standard room di hotel A , maka fasilitas yang diterimanya
akan sama ketika ia menginap di hotel B. Setiap hotel akan mnyetarakan fasilitas yang akan
diperoleh di setiap tipe akamr tidur , hal ini juga memungkinkan penyetaraan biayanya.
Karena kamar standard room yang diberikan di hotel A biasanya akan sama dengan hotel B.
Setiap industry perhotelan berusaha untuk membuat tamu – tamunya nyaman dan betah
menginap di hotelnya. Tetapi , pengunjung sekarang ini berharap lebih dari sekadar merasa
nyaman dan santai.
Seiring perjalanan waktu , para pengunjung mulai jenuh dengan kamar – kamar hotel
yang terlihat sama dan tanpa karakter tersebut. Wisatawan lebih menginginkan sesuatu yang

Universitas Sumatera Utara


baru , yang mengejutkan / eksotis , dan lebih tradisional. Ketika mereka merencanakan suatu
perjalanan , mereka lebih tertarik dengan hotel yang berbeda dibanding hotel – hotel yang
pada umumnya sama.
Untuk mengatasi kondisi pasar ini , sejumlah hotel membuat strategi baru dengan
menawarkan produk yang berbeda. Hotel – hotel ini menawarkan gaya yang unik dengan
memberikan pelayanan yang ramah. Dan yang lebih penting lagi , setiap ruang – ruang
memiliki ciri khas tersendiri. Hotel – hotel ini kemudian dikenal sebagai “ hotel boutique “
yaitu sebuah hotel yang memiliki sense of place.
Hotel boutique merupakan konsep baru di dalam dunia perhotelan. Hotel boutique
memiliki keunikan yang berbeda dibanding hotel – hotel lainnya. Hotel boutique diyakini
pertama kali dibuka pada tahun 1981 oleh The Kimpton Group’s Bedford Hotel di San
Fransisco dan The Blakes Hotel di South Kensington , London yang dirancang oleh stylist
selebriti Anouska Hempel. Pada tahun 1984 , Ian Schrager membuka hotel boutique
pertamanya di Murray Hill , New York yang dimiliki oleh Morgans Hotel yang dirancang
oleh arsitek dari Prancis yaitu Andree Putnam.
Menurut Lucienne Anhar , defenisi hotel boutique bermacam – macam , tetapi telah
disepakati bahwa hotel boutique memiliki komponen – komponen sebagai berikut :
• Arsitektur dan Desain
Gaya ( style ) , keunikan dan keramahan, dan keakraban adalah kata kunci di dalam
merancang hotel boutique , yang dapat menarik perhatian wisatwan untuk datang.
Dimana pihak hotel lebih berusaha mengenal sifat – sifat spesial dari tamu – tamunya
, dan berusaha menariknya dengan menghadirkan dan memenuhi kebutuhan individu
mereka.
Hotel boutique tidak memiliki standard. Konsep dan tema untuk setiap ruang berbeda
– beda ( setiap ruang mempunyai keunikan sendiri ) , hal inilah yang membuat tamu
tertarik untuk datang. Misalnya , hotel Library di kota New York menawarkan tema
berbeda ( dari romantis ke musikal ) dalam setiap ruang tamunya.

• Pelayanan

Yang membedakan hotel boutique dengan hotel standard adalah tamu – tamu hotel
memiliki hubungan pengalaman dengan anggota staff hotel. Tamu dilayani sepuas –
puasnya , dimana staff mengenal dengan baik tamu – tamunya. Kebanyakan hotel
boutique kamar – kamar yang relatif sedikit. Hal ini dibuat agar tamu – tamunya

Universitas Sumatera Utara


mengenal baik staff – staffnya dan pelayanannya maksimal untuk tamu. Ada juga
hotel boutique yang memiliki jumlah kamar yang besar , umumnya terletak di tengah
kota.

• Target pemasaran
Target konsumen hotel boutique umumnya adalah konsumen yang penghasilannya
menengah ke atas. Keberhasilan hotel boutique dimulai dengan dasar – dasar seperti :
pemilihan lokasi , kualitas produk , permintaan pasar , pendekatan pemasaran , dan
penanganan distribusi / reservasi yang efektif.

Meskipun tidak ada defenisi standard untuk hotel boutique tentang ukuran kamar
yang sangat luas , banyak hotel boutique telah membuat karakteristik sendiri untuk setiap
ruangnya. Berbagai pandangan mengenai hotel boutique yaitu :
• Menurut Bhuvan G M , hotel boutique adalah hotel yang memiliki 150 – 200 kamar ,
yang istimewa dan didekorasi menarik.
• Hotel boutique adalah hotel yang tidak melayani lebih dari 150 kamar dan dibentuk
dengan menggunakan cara masa kini , dimana setiap area di hotel ini memiliki bentuk
yang unik.
• Kata kunci dari hotel boutique adalah kecil ( small ) dan disenangi ( fashionable ).
Kecil bukan ukurannya , tetapi jumlah kamarnya yang sedikit tetapi unik ( istimewa )
dan nyaman ( luxury ).

Para tamu yang masuk ke hotel boutique akan disambut dengan sapaan atas nama mereka
, jika sudah tinggal sebelumnya di sana , bahkan akan menanyakan kabar pasangannya
dan anak – anaknya. Hotel boutique selalu berusaha untuk menyenangkan dan memberi
kejutan terhadap tamunya selama tinggal di sana. Pelanggan hotel boutique adalah
pengunjung yang menikmati keunikan penginapannya. Pengunjung hotel boutique
bersedia membayar lebih untuk mendapatkan yang lebih lagi dan tertarik atas pelayanan
yang ramah. Hotel boutique menarik bagi para wisatawan maupun para pebisnis yang
menginap dan para pelanggan ini biasanya betah dengan penginapannya , sehingga
mencatat angka rata – rata yang tinggi pada kunjungan berulang oleh orang yang sama.
Menurut Lucienne Anhar , hotel boutique dapat dibagi dua yaitu :
• Hotel boutique di tengah kota

Universitas Sumatera Utara


Hotel ini terletak di daerah yang menjadi tujuan wisatawan. Lokasi sangat
mempengaruhi keberhasilan hotel ini , karena lingkungan sekitarnya harus dapat
mendukung keberadaan hotel ini. Kawasan kota yang dipilih adalah kawasan yang
unik ( memiliki ciri – ciri khusus ). Hotel boutique di tengah kota lebih modernisme ,
dan intrepetasi abad 21 – pada saat yang sesuai dengan komponen sejarah dan seni
bergaya modis. Teknologi cukup mempengaruhi faktor – faktor tersebut , baik
teknologi yang meningkatkan ambisi dan emosional tamu seperti cahaya , DVD
Player , ruang televisi layar datar , telepon wireless , komputer dengan akses internet,
dan lain – lain yang membuat tamu – tamunya nyaman. Hiburan di hotel ini
merupakan dinamika penting dalam menciptakan suasana santai , ramai , dan
berpikiran trendi. Dekorasi interior yang spektakuler juga menjadi keunikan hotel
boutique.
• Hotel boutique resort
Hotel boutique resort tujuannya lebih bersifat eksotik , kecil dan pribadi. Hotel
boutique ini memberikan kesempatan bagi tamu – tamu mereka untuk menjelajahi
perasaan lokal tanpa melupakan kemewahan. Kriteria lokasi hotel ini adalah
tersembunyi , jauh di sudut – sudut pulau atau gunung. Lokasi penting untuk hotel ini
, karena setiap ruang harus mempunyai view yang bagus. Keberhasilan hotel ini
adalah perpaduan antara arsitektur tradisional dengan modernisme dengan
mempertimbangkan faktor kenyamanan dan kemewahan tanpa menghilangkan
kepribadian komunitas setempat.

Prinsip hotel boutique antara lain :


• Penggunaan elemen – elemen perancangan yang tidak biasanya seperti garis , warna
,bentuk , tekstur , pola , ruang dan cahaya
• Arsitektur yang unik
• Hotel yang kecil dengan yang memiliki style dan ciri khas tersendiri
• Di lengkapi dengan fasilitas berteknologi tinggi
• Fokus terhadap style yang eksotis , keramahan / keakraban dan mendapat pelayanan
yang memuaskan.

Hal umum yang biasa ditemui pada hotel boutique yang paling sukses adalah
penataan lingkungan hotel yang unik yang ditekankan pada desain arsitektur dan interior.

Universitas Sumatera Utara


Sering juga hotel boutique memanfaatkan struktur yang belum pernah digunakan
sebelumnya untuk sebuah hotel dan diwujudkan pada keunikan strukturnya.
Hotel boutique berpeluang untuk mencapai harga sedemikian tinggi dikarenakan
beberapa faktor. Salah satunyadalam hal menargetkan pasar pada pengunjung yang
bersedia membayar lebih untuk produk yang lebih baik dan berkeinginan untuk mencoba
hotel – hotel yang menawarkan kesan yang berbeda. Dengan biaya yang tinggi ,
pengunjung biasanya mengharapkan pelayanan yang lebih baik lagi.

II.2.7.1. Kriteria fasilitas hotel bintang 5

Hotel kelas ini mempunyai kondisi sebagai berikut:

 Umum
• Lokasi mudah dicapai, dalam arti akses ke lokasi tersebut mudah
• Bebas polusi
• Unsur dekorasi Indonesia tercermin pada lobby
• Bangunan terawat rapi dan bersih
• Sirkulasi di dalam bangunan mudah
a) Bedroom
• Mempunyai minimum 100 kamar standar dengan luasan 26 m2/ kamar
• Mempunyai minimum 4 kamar suite dengan luasan 52 m2/ kamar
• Tinggi minimum 2.6 m tiap lantai
• Dilengkapi dengan pengatur suhu kamar di dalam kamar
b) Dining room
Mempunyai minimum 3 buah dinning room, salah satunya dengan spesialisasi
masakan (Japanese/ Chinese/ European food).

c) Bar
Minimum seperti pada hotel berbintang 4

d) Ruang fungsional
Minimum seperti pada hotel berbintang 4

e) Lobby
Minimum seperti pada hotel berbintang 4

Universitas Sumatera Utara


f) Drug store
Minimum seperti pada hotel berbintang 4

g) Sarana rekreasi dan olah raga


Seperti pada hotel berbintang 4 ditambah dengan area bermain anak minimum ayunan
atau ungkit (children playground).

h) Utilitas penunjang
Minimum seperti hotel bintang 4 dengan tambahan:
• Transportasi vertikal mekanis.
• Ketersediaan air bersih minimum 700 liter/ orang/ hari.
• Dilengkapi dengan instalasi air panas/ dingin.
• Dilengkapi dengan sentral video, musik, teleks, radio, carcall.
i) Business center
Di business center ini tersedia beberapa staf yang dapat membantu dengan bertindak
sebagai co-secretary para tamu yang ingin berkomunikasi dengan kantor pusatnya
maupun relasi bisnisnya. Selain itu, ada pula fasilitas lain seperti faksimili, teleks,
mecanograf. Para tamu dapat memanfaatkan pelayanan dengan akses internet melalui
kamarnya untuk reservasi dan promosi usahanya, di samping juga dapat melakukan
telekonferensi.

j) Restoran
Subbagian restoran di hotel yang besar dapat dibagi menjadi:

• Main dining room atau ruang makan utama yang menyediakan makanan Peraneis
atau internasional.
• Coffee shop, restoran yang menyediakan dan menyajikan makan pagi dengan menu
dan jenis pelayanannya lebih sederhana atau biasa disebut ready on plate.
• Restoran yang spesilik seperti grill-room, pizzarea, japanesse, oriental.
• Room service: restoran yang melayani dan menyediakan hidangan makanan dan
minuman kepada tamu hotel yang enggan keluar kamar. Atas dasar pesanan tamu,
makanan dan minuman diantar langsung ke kamar tamu.
• Take out service dan out side catering: untuk lebih meningkatkan pendapatan
penjualan produk yang dihasilkan oleh dapur hotel, ada beberapa hotel yang
melayani pesanan makanan dan minuman dan penyelenggaraan perjamuan di luar

Universitas Sumatera Utara


hotel seperti misalnya untuk perjamuan instansi-instansi pemerintah, perjamuan
kenegaraan dan instansi-instansi swasta. Di samping itu, toko makanan berupa kue-
kue yang dijual oleh pastry shop yang ada di hotel juga melayani penjualan kue-
kue dan ice cream untuk keperluan umum.

II.2.8. Klasifikasi Resort

Jenis – jenis resort berdasarkan kelengkapan atraksi wisata antara lain :

1. Resort Gabungan ( Integrated Resort )

Resort gabungan berorientasi khusus pada keistimewaan alam seperti pantai , laut
, lereng ski , pemandangan gunung , atau keistimewaan lain seperti sejarah ,
lapangan golf , dan fasilitas olahraga lainnya , termasuk di dalamnya
perkampungan pedesaan untuk berlibur

Resort gabungan dapat memiliki variasi menurut ukuran dari satu hotel dengan
hotel lainnya , menurut keseluruhan jumlah kamar , menurut fasilitas pelayanan
seperti olahraga , rekreasi , atau konferensi. Beberapa resort gabungan juga
dibedakan menurut tingkat pelayanan akomodasi , misalnya tipe hotel dan cottage
dengan pelayanan pribadi , apartemen , town house dan villa. Contoh resort di
kepulauan Hawai.

2. Resort Perkotaan ( Town Resort )

Resort perkotaan menggabungkan penggunaan lahan dan aktivitas pada komunitas


perkotaan , tetapi secara ekonomi difokuskan pada aktivitas resort yang memiliki
akomodasi seperti hotel dan pelayanan wisata. Contoh resort di kota – kota Eropa
, Amerika Utara , pantai australia , dan Jepang.

3. Resort Retreat ( Retreat Resort )

Skala resort retreat lebih kecil , kira – kira 20 – 25 kamar , tetapi direncanakan
dengan analisa dan kelayakan yang hati – hati. Karena karakter khusus resort ini
yang akses pencapaiannya terbatas , melayani tamu yang menginginkan
ketenangan , lingkungan yang menyendiri , tetapi diikuti oleh aktivitas rekreasi ,
seperti berburu , menyelam , memancing. Contoh resort – resort di karibia dan
pulau – pulau Pasifik.

Universitas Sumatera Utara


Beberapa resort yang termasuk dalam jenis resort berdasarkan lokasi dan
kelengkapan atraksi wisata :

1. The Beach , Golf and Tennis Resort

Resort di sepanjang pantai yang selain menyediakan unit hunian yang baik , juga
menyediakan fasilitas tenis dan golf serta variasi fasilitas olahraga dan kebugaran
( fitness ) yang diharmonisasikan dengan suasana pantai atau pegunungan.

2. The Vacation Village ( Dusun Wisata )

Bentuk bangunan dusun wisata meniru bentuk bangunan setempat yang


disesuaikan dengan kebutuhan dan merupakan sebuah kompleks bangunan besar
dan modern yang meniru konsep dusun.

3. The Health Spa Resort

Resort yang menawarkan fasilitas tambahan berupa perawatan dan penyembuhan


penyakit tertentu dengan air mineral.

4. The Marina Hotel

Biasa disebut juga Floating Hotel , yakni bentuk penginapan yang terdapat di tepi
sungai atau laut yang membutuhkan akses pencapaian yang mandiri dan memiliki
jumlah tamu tertentu selama perjalanan.

II.2.9. Persyaratan dan Kriteria Hotel Resort Bintang 5

Untuk membangun sebuah Hotel Resort khususnya Bintang 5 harus memperhatikan


persyaratan dan kriteria bangunan sebagai berikut :
1. Lokasi dan Lingkungan
• Lokasi hotel mudah dicapai kendaraan umum/pribadi roda empat langsung ke area
hotel dan dekat dengan tempat wisata.
• Hotel harus menghindari pencemaran yang diakibatkan gangguan luar yang
berasal dari suara bising, bau tidak enak, debu, asap, serangga dan binatang
mengerat.
2. Hotel harus memiliki taman baik di dalam maupun di luar bangunan.
3. Hotel harus memiliki tempat parkir kendaraan tamu hotel.
4. Tersedianya fasilitas Olah Raga dan Rekreasi
• Hotel harus mempunyai sarana kolam renang dewasa dan anak-anak.

Universitas Sumatera Utara


• Tersedianya area permainan anak.
• Tersedianya Diskotik atau Night Club.
• Hotel pantai menyediakan fasilitas untuk olah raga air.
• Hotel gunung menyediakan fasilitas untuk olah raga gunung seperti mendaki
gunung, menunggang kuda atau berburu.
• Hotel harus menyediakan satu jenis sarana olah raga dan rekreasi lainnya
merupakan pilihan dari tennis, bowling, golf, fitness center, sauna, billiard,
jogging.
5. Bangunan hotel memenuhi persyaratan perizinan sesuai dengan Undang-Undang yang
berlaku.
• Ruang hotel memperhatikan arus tamu, arus karyawan, arus barang/produksi
hotel.
• Unsur dekorasi khusus harus tercermin dalam :
- Ruang Lobby
- Restoran
- Kamar Tidur
- Function Room
6. Banyak kamar tidur standar berjumlah 100 buah termasuk 4 kamar suite (sekarang
ketentuan jumlah kamar sudah tidak berlaku, maka dalam perencanaan dan
perancangan skripsi ini jumlah kamar tidak harus sebanyak 100 kamar).
• Semua kamar dilengkapi dengan kamar mandi di dalam.
• Luas Minimal :
- Kamar Standar = 26 m2
- Kamar Suite = 52 m2
• Tinggi Kamar Minimal = 2, 60 m
• Kamar tidur kedap suara (noise 40 dB)
• Pintu dilengkapi dengan alat pengaman berupa kunci double lock.
• Untuk Hotel Pantai :
- Lantai dari teraso/ubin/marmer/kayu.
- Lantai tidak licin, kualitas tinggi.
• Untuk Hotel Gunung :
- Seluruh lantai dilapisi karpet

Universitas Sumatera Utara


- Komposisi vynil 20 %, wool atau jenis bahan lain yang tidak mudah terbakar
80 %.
• Jendela dengan tirai yang tidak tembus sinar dari luar.
• Tersedia alat pengatur suhu kamar tidur dan ventilasi/exhaust di kamar mandi
• Interior kamar mencerminkan suasana khusus.
• Dinding kamar mandi harus dengan bahan kedap air.
• Tersedia instalasi air panas dan air dingin
• Perlengkapan Kamar Tidur :
- Tersedia tempat tidur dengan perlengkapan untuk 1 (satu) orang atau untuk 2
(dua) orang sesuai dengan ukuran kamar standar :
 Ukuran tempat tidur 1 (satu) orang 2, 00 m x 1, 00 m
 Ukuran tempat tidur 2 (dua) orang 2, 00 m x 1, 60 m
• Perlengkapan Kamar Mandi :
- Tersedia Bathup anti slip, Shower, Grabbar dan tempat sabun
- Wastafel
- dan lain-lain
7. Hotel harus menyediakan restoran minimal 3 buah yang berbeda jenisnya, salah
satunya Coffee Shop.
• Jumlah tempat duduk sebanding dengan luas restoran dengan ketentuan 1,5 m2
per tempat duduk.
• Tinggi restoran tidak boleh rendah dari tinggi ruang tamu (2, 60 m).
8. Hotel harus menyediakan satu bar yang terpisah dari restoran.
• Jumlah tempat duduk sebanding dengan luas bar dengan ketentuan 1,1 m2 per
tempat duduk.
• Lebar ruang kerja bar tender minimal 1 m.
• Bar dilengkapi dengan tempat untuk mencuci peralatan dan perlengkapan yang
terdiri dari atas :
- Wastafel dengan dua buah keran air panas dan air dingin.
- Mesin pencuci gelas.
- Saluran pembuangan air.
9. Tersedianya Function Room yaitu ruang untuk acara-acara tertentu (ruang serba
guna).
10. Tersedianya Lobby dengan luas minimal 100 m2.

Universitas Sumatera Utara


11. Hotel harus menyediakan Lounge.
12. Hotel menyediakan telepon umum di lobby.
13. Hotel menyediakan toilet umum di lobby.
• Toilet Pria :
- Urinoir 4 (empat) buah
- WC 2 (dua) buah
- Wastafel
• Toilet Wanita :
- WC 3 (tiga) buah
- Wastafel
- Ruang Rias dengan kaca rias
14. Hotel menyediakan ruangan yang disewakan untuk keperluan lain di luar kegiatan
usaha hotel minimal 3 ruangan untuk kegiatan yang berbeda.
15. Hotel harus menyediakan ruangan poliklinik.
16. Tersedianya Dapur dengan luas sekurang-kurangnya 40 % dari luas restoran.
• Ruang dapur terdiri dari :
- Ruang Persiapan
- Ruang Pengolahan
- Ruang Penyimpanan Bahan Makanan
- Ruang administrasi (Chef)
- Ruang Pencucian dan penyimpanan peralatan/perlengkapan
- Ruang Penyimpanan bahan bakar gas/elpiji untuk dapur
• Lantai dapur tidak licin.
• Dinding dapur dilapisi dengan tegel kedap air setinggi langit-langit.
• Penerangan dapur minimal 200 lux.
17. Tersedianya area Administrasi yang terdiri dari Kantor Depan (Front Office) dan
Kantor Pengelola Hotel
18. Tersedianya area Tata Graha.
• Ruang Seragam (Uniform Room)
• Ruang Lena dengan luas minimal 50 m2 beserta rak.
• Ruang Jahit Menjahit
• Room boy

Universitas Sumatera Utara


- Tersedia ruang pelayanan kamar tamu minimal 1 (satu) buah untuk setiap 40
kamar
• Ruang Binatu dengan luas minimal 100 m2
19. Tersedianya area dan ruang Operator
• Tersedianya Gudang yang terdiri dari :
- Gudang bahan makanan dan minuman
- Gudang peralatan dan perlengkapan
- Gudang untuk engineering
- Gudang Botol Kosong
- Gudang barang-barang bekas
• Ruang penerimaan barang/bahan yang dapat menampung minimal 1 (satu) truk..
• Ruang Karyawan
- Ruang Loker dan kamar mandi/WC yang terpisah untuk pria dan wanita.
- Ruang Makan Karyawan.
- Dapur Karyawan.
- Ruang Ibadah Karyawan.

II.3. Lokasi Proyek

II.3.1 Penetapan Lokasi Proyek

Dalam pemilihan lokasi ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan yang sangat untuk
diperhatikan yaitu :
• Lokasi merupakan kawasan pengembangan wisata yang memiliki potensial alam yang
baik untuk dikembangnkan.
• Mengikuti rencana pemerintah kota, dalam hal ini sesuai dengan arah pengembangan
fisik dan zona peruntukan wilayah.

II.3.2 Tinjauan Terhadap Struktur Tata Ruang Wilayah

Sebagai sebuah sarana yang dibangun di wilayah pengembangan kawasan wisata ada
baiknya proses perancangannya perlu diperhatikan sehingga tidak mengganggu tata guna
lahan yang telah direncanakan untuk sebuah wilayah daerah objek wisata. Sebagai sebuah
sarana pariwisata, maka hotel tersebut harus direncanakan yang secara tata guna lahan
memang peruntukan bagi pengembangan kawasan wisata.

Universitas Sumatera Utara


II.3.3 Pencapaian

Pencapaian mernuju lokasi malalui jalan lintas Medan-Sibolga. Sasaran pengguna


adalah para pengunjung wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang melakukan
perjalanan baik itu wisata ataupun bisnis ke Sumatera khususnya Tarutung.
Jarak antara pusat pemerintahan wilyah kecamatan Sipoholon ( Kota Sipoholon) dengan
Ibukota Kabupaten Tapanuli Utara ( Tarutung) sekitar 6 Km.

II.3.4 Potensi Kawasan

Daerah Tapanuli yang secara umum berada di sepanjang hamparan Danau Toba
adalah suatu tempat yang eksotis dan sangat memikat untuk dijadikan sebagai salah satu
pilihan daerah pelancongan atau daerah wisata.

Pada periode tahun 80-an sampai pertengahan tahun 90-an, daerah ini sempat menjadi
daerah pilihan wisata yang favorit khususnya wisata Danau Toba yang sagat terkenal saat itu.
Pada masa ini, sangat dirasakan betapa pengaruhnya sangat besar terhadap perekonomian
penduduk sekitar daerah wisata khususnya daerah Parapat dan Samosir. Setelah pertengahan
tahun 90-an hingga saat ini daerah ini semakin terlupakan untuk menjadi daerah wisata
pilihan.

Tapanuli merupakan daerah yang memiliki cirri-ciri yang khas dimana daerah ini
merupakan daerah yang secara umum berada di sepanjang Bukit Barisan yang menjadi cirri
khas sepanjang Panatai Barat Pulau Sumatera. Hal ini tentu saja mempengaruhi relief
permukaan tanah yang berbukit-bukit dan tentunya sangat berpengaruh terhadap demografi
penduduk, yang sangat berpengaruh terhadap unsur budaya dan adat istiadat penduduk, baik
itu dalam hal bercocok tanam, beternak, berkebun dan kebiasaan lainnya yang melekat
kepada masyarakat. Dimana jenis tanaman yang biasa tumbuh di sana adalah jenis tanaman
yang khas perbukitan.

Ciri khas dari daerah ini tentunya adalah adanya hamparan danau yang mrupakan
danau terbesar di Indonesia, yakni Danau Toba. Ada beberapa catatan sejarah yang mendasari
terbentuknya danau ini baik itu fiksi yang tercipta dalam ceritera penduduk sekitar Danau
Toba maupun kejadian alam yang membentuk Danau tersebut yakni kejadian vulkanis yang

Universitas Sumatera Utara


luar biasa yang terjadi ribuan tahun silam, yang menurut catatan penelitian meyebabkan
jaman es karena hamper seluruh atmosfir bumi tertutup oleh debu yang dimuntahkan dari
perut bumi oleh kejadian vulkamis tersebut.Cirri khas lainnya adalah pulau yang tercipta
persis di tengah-tengah danau tersebut, yakni pulau Samosir yang sangat eksotis dengan
hamparan budaya yang layak untuk dinikmati dan ditelusuri.

Perkembangan kekristenan di daerah ini juga turut mempengaruhi pola pikir dan
demografi penduduk yang mendiami daerah ini. Sejarah mencatat terjadinya perubahan yang
sangat fundamental pada masyarakat setempat dengan diterimanya ajaran agama Kristen
dibandingkan sebelum masuknya ajaran kekristenan di daerah tersebut, dimana sebelum
masuknya ajaran kekristenan banyak hal-hal dan kejadian kemanusiaan yang luar biasa
terjadi misalnya pembunuhan sesama manusia adalah hal yang wajar, perang antar daerah
atau antar kumpulan dan kebiasaan-kebiasaan adat istiadat setempat yang memuja dewa-
dewa dan roh-roh gaib. Dengan masuknya ajaran kekristenan tersebut, perlahan-lahan ajaran
setempat mulai ditinggalkan dan memasuki era baru dengan tata krama yang lebh manusiawi
dan lebih beradab.

II.3.5 Keberadaann Air Panas di Tapanuli Utara

II.3.6 Status Kepemilikan

Pemilik dari proyek ini adalah swasta/ investor yang menanamkan modalnya dengan bantuan
dana kerja sama dari pemerintah. Dimana untuk status kepemilikannya diatur oleh
pemerintah.

II.4. Deskripsi Umum Proyek

Berada pada kelurahan Situmeang Habinsaran terletak pada dataran tinggi, berada pada jalan
Lintas Negara yang merupakan wajah kota Kecamatan Sipoholon dan merupakan pintu
gerbang Kabupaten Tapanuli Utara.
• Jarak tempuh Kelurahan Situmeang Habinsaran :
- Dari ibukota Provinsi = 278 KM
- Dari ibukota Kabupaten = 6 KM.
• Batas wilayah desa :

Universitas Sumatera Utara


- Sebelah Utara : Desa Sipahutar
- Sebelah Selatan : Desa Hutauruk.
- Sebelah Timur : Desa Hutauruk
- Sebelah Barat : Desa Situmeang Habinsaran
• Ketinggian
Ketinggian keseluruhan Situmeang Habinsaran antara 950-1100 m diatas permukaan laut.
• Kepadatan penduduk
Kepadatan penduduk : 88.93 jiwa
Lokasi berada di Sumatera utara,
tepatnya di Kabupaten TAPUT, Kota Tarutung

II.5. Tijauan Umum

II.5.1 Arahan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tapanuli Utara 2009

Dalam mewujudkan efisiensi dan efektivitas pemanfaatan ruang serta untuk


mewujudkan visi dan misi pengembangan wilayah Kabupaten Tapanuli Utara di masa depan,
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara telah membuat Rencana Tata Ruang Kabupaten
Tapanuli Utara Tahun 2001 – 2011 yang ditetapkan sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda)
Kabupaten Tapanuli Utara Nomor 21 Tahun 2001.

Secara umum Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Tapanuli Utara (2001 –
2011) terdiri atas Kawasan Lindung, Kawasan Budidaya dan Kawasan Prioritas.

• Kawasan Lindung

Kawasan Lindung adalah kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi
kelestarian lingkungan hidup, yang terdiri dari :

- Kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan bawahannya, yaitu berupa


kawasan hutan lindung yang terdapat di semua kecamatan Kabupaten Tapanuli Utara.

- Kawasan perlindungan setempat, berupa sempadan sungai di sepanjang aliran sungai,


kawasan sekitar danau/waduk yang terdapat di 13 kecamatan.

- Kawasan suaka alam dan cagar budaya

- Kawasan rawan bencana alam

Universitas Sumatera Utara


• Kawasan Budidaya

Kawasan budidaya adalah kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk
dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia
dan sumber daya buatan. Kawasan budidaya di Kabupaten Tapanuli Utara terdiri dari:

1. Kawasan Hutan Produksi Terbatas


Terdapat di Kecamatan Parmonangan, Adiankoting, Pangaribuan, Garoga dan Sipahutar.

2. Kawasan Pertanian termasuk:


Kawasan Tanaman Pangan lahan basah dan lahan kering yang terdapat di seluruh
kecamatan.
Kawasan Tanaman Tahunan yang terdapat di seluruh kecamatan namun potensi terbesar
terdapat di Kecamatan Garoga, Pangaribuan dan Parlilitan.
Kawasan Peternakan pengembangannya terdapat di Kecamatan Tarutung, Siatas Barita,
Siborongborong, Parmonangan, Sipahutar dan Pangaribuan.
Kawasan Perikanan, berupa tambak, kolam, perairan darat dan danau dengan wilayah
pengembangan direncanakan di Kecamatan Muara dan Pahae Jae.

3. Kawasan Pertambangan

Khususnya bahan tambang galian golongan C terdapat di Kecamatan Tarutung, Pahae


Julu, Pahae Jae, Parmonangan, Pangaribuan, Sipahutar dan Siborongborong.

4. Kawasan Pariwisata

Sesuai dengan Rencana Pembangunan Pariwisata Sumatera Utara bahwa Tapanuli


Utara merupakan salah satu Daerah Tujuan Wisata (DTW) Utama Nasional. Salah satu
pengembangan pariwisata di Kabupaten Tapanuli Utara adalah “Kawasan Wisata Danau
Toba di Kecamatan Muara”. Selain itu juga akan diteruskan/dikembangkan beberapa
objek wisata alam, budaya dan agama yang terdapat di Kecamatan Muara, Adiankoting,
Sipoholon dan Tarutung.

5. Kawasan Perindustrian

Kawasan Industri Kecil, dikembangkan di semua kecamatan yang memiliki potensi


industri kecil dan kerajinan.

Kawasan Industri Menengah dan Besar terdapat di Kecamatan Siborongborong.

Universitas Sumatera Utara


6. Kawasan Permukiman

Terdiri dari permukiman perkotaan dan perdesaan. Kawasan permukiman perkotaan


utama direncanakan pada Ibukota Kecamatan Tarutung, Siborongborong, Pahae Jae dan
Muara.

7. Arahan Pengembangan Sarana/ Prasarana

Pengembangan prasarana irigasi dilaksanakan di seluruh kecamatan yang memiliki lahan


potensi sawah.

Pengembangan prasarana kelistrikan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas terpasang.

Pengembangan telekomunikasi

Pengembangan Kawasan Transportasi.

• Kawasan Prioritas

1. Kawasan Pesisir Danau Toba

Kawasan Muara dengan pusat kegiatan kota Muara dengan potensi sektor pertanian dan
pariwisata

2. Kawasan Siborongborong

Mencakup Kecamatan Siborongborong dengan potensi sektor pertanian, perkebunan dan


perindustrian terutama pengembangan potensi agroindustri dan kerajinan tangan.

3. Kawasan Tarutung – Sipoholon

Mencakup Kecamatan Tarutung dan Sipoholon dengan pusat kegiatan adalah kota
Tarutung dengan potensi sektor pertanian, perindustrian, pemerintahan dan
kepariwisataan.

4. Kawasan Sipahutar – Pangaribuan

Sepanjang ibukota Kecamatan Pangaribuan – ibukota Kecamatan Sipahutar – ibukota


Kecamatan Garoga dengan potensi sektor pertanian dan industri pengolahan.

5. Kawasan Pahae

Meliputi Kecamatan Pahae Julu dan Pahae Jae dengan potensi sektor pertanian dan
pertambangan/energi panas bumi untuk dikembangkan.

Universitas Sumatera Utara


II.5.2 Gambaran Umum dari Kecamatan Sipoholon

II.5.2.1 Orientasi dan Batasan Administrasi

Kecamatan Sipoholon terletak di bagian utara Kabupaten Tapanuli Utara, dari aspek
astronomis kecamatan ini terletak antara 20 000 – 20 090 LU dan 980 460 – 980 580 BT, serta
berada pada ketinggian 300-1500 m di atas permukaan laut. Secara geografis kecamatan ini
berbatsan :
• Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Siborong-borong dan Pagaran
• Sebelah selatan dengan Kecamatan Adiankoting
• Sebelah Barat dengan Kecamatan Parmonangan
• Sebelah Timur dengan Kecamatan Tarutung

ORIENTASI KOTA SIPOHOLON


NO ORIENTASI JARAK TEMPUH JARAK TEMPUH
TERHADAP (KM) (JAM)
1. Tarutung 6 0,25
2. Dolok Sanggul 45 1,00
3. Siborong-borong 18 0,50
Table II.1 Sumber : Orientasi
Lapangan

Kecamatan Sipoholonmerupakan salah satu dari Kabupaten Tapanuli Utara dengan luas
daerah 189,20 KM2.secara administrasif Kecamatan Sipoholon terdiri dari 11 desa dan 1
kelurahan. Desa Lobusingkam memiliki luas terbesar dengan 38,31 KM2 atau 20,25 % dari
luas kecamatan dan Desa Sipahutar memilki luas terkecil, dengan luas 3,19 Km2 atau 1,69 %
dari luas kecamatan Sipoholon.

Table II.2 Sumber : luas wilayah kecamatan menurut desa /kelurahan tahun 2008
Desa /kelurahan Luas (km2) Rasio Terhadap total luas
kecamatan (%)
Rura Julu Toruan 26,10 13,79

Universitas Sumatera Utara


Rura Julu Dolok 11,89 6,28
Simanungkalit 13,35 7,06
Hutauruk 6,92 3,66
Situmeang Habinsaran 1749 9,24
Situmeang Hasundutan 1841 9,73
Lobu Singkam 36,77 19,43
Pagar Batu 17,49 9,24
Sipahutar 3,19 1,69
Hutaraja 3,57 1,89
Tapian Nauli 5,19 2,74
Hutaraja Hasundutan 18,42 9,74
Hutaraja Simanungkalit 3,53 1,87
Hutauruk Hasundutan 6,88 33,64
Jumlah 189,20 100
Table II.2 Sumber : Kantor Camat Sipoholon

II.5.2.2 Orientasi dan Batasan Administrasi

Topografi
Topografi suatu wilayah akan berpengaruh terhadap pola penggunaan lahan,
dimana topografi / kemiringan lereng merupakan salah satu faktor yang akan mempengaruhi
terjadinya kerusakan sumber daya alam seperti terjadinya erosi, tanah terkikis, tanah longsor,
terganggunya tata air, banjir dan lain sebagainya.

Secara umum Wilayah Kecamatan Sipoholon terletak pada ketinggian 800 -1500m dpl.
Bentuk Topografi wilayah kecamatan Sipoholon pada umumnya daerah datar, bergelombang
dan berbukit, dimana wilayah berbukit terdapat pada bagian selatan kecamatan. Wilayah
Kecamatan Sipoholon senderung meninggi kearah selatan.

Jenis Tanah
Jenis tanah berdasarkan satuan lahan di Kecamatan Sipoholon dapat dibedakan
menjadi 3 jenis kelompok yaitu jenis tanah podsolik coklat kelabu, Litosol Regosol, Alluvial,
danPodolik Regosol

Universitas Sumatera Utara


Iklim
Kecamatan Sipoholon termasuk wilayah iklim tropis dengan temperatur udara
maksimum sebesar 270 C dan minimum 190 C. kelembapan udara rata-rata sebesar 89,90 %.
Besarnya curah hujan yaitu 1.316 mm per tahun dengan rata-rata curah hujan sekitar 109,67
mm per bulan. Intensitas hujan yang terjadi di kecamatan ini termasuk klasifikasi sedang.
Musim penghujan terjadi antara bulan Oktober sampai bulan Febuari. Kondisi dan arah angin
sangat tergantung pada pegunungan dimana pada malam hari angin berhembus kea rah
selatan dan pada siang hari angin berhembus kearah utara.

Hidrologi
Kecamatan Sipoholon dilalui oleh sungai kecil yang membelah kota Sipoholon,
yaitu sungai Sigeaon (Aek Sigeaon). Keberadaan sungai ini dapat dimanfaatkan sebagai
penampungan drainase utama
Kondisi dan mutu air tanah pada wilayah perencanaan kurang baik.pada saat ini
penduduk kota menggunakan air PDAM untuk keperluan air minum dan untuk keperluan
rumah tangga. Secara umum kedalaman air tanah pada kecamatan Sipoholon tergolong
normal yaiu kurang lebih kurang 8 meter, dan kondisi air terlihat jernih.

II.5.2.3 Kependudukan

Aspek kependudukan yang akan diuraikan berikut ini mencakup jumlah dan kepadatan
penduduk, laju pertumbuhan penduduk, serta mata pencaharian penduduk Kecamatan
Sipoholon.

Jumlah dan Kepadatan Penduduk


Jumlah pendudk kecamatan Sipoholon pada tahun 2008 adalah 20.879 jiwa.
Kepadatan penduduk adalah perbandingan antara jumlah penduduk dalam suatu wilayah
tersebut. Secara umum angka kepadatan penduduk akan menunjukkan pola penyebaran
penduduk, sedangkan untuk lingkup kawasan, kepadatan masing-masing desa akan
menunjukkan pola penyebaran penduduk di dalam kawasan tersebut

Jumlah Kepadatan Penduduk dan menurut desa/ kelurahan tahun 2008

Universitas Sumatera Utara


Desa /kelurahan Luas (KM2) Jumlah Kepadatan
pendudukakhir penduduk
tahun (Jiwa/km2)
Rura Julu Toruan 26,10 134 5,17
Rura Julu Dolok 11,89 107 9,08
Simanungkalit 13,35 2.152 161.87
Hutauruk 6,92 2.750 399,13
Situmeang Habinsaran 1749 2.583 148,26
Situmeang Hasundutan 1841 1.285 70,12
Lobu Singkam 36,77 2.278 62,22
Pagar Batu 17,49 3.025 173,64
Sipahutar 3,19 996 313,48
Hutaraja 3,57 1133 318,49
Tapian Nauli 5,19 692 133,91
Hutaraja Hasundutan 18,42 1.129 61,56
Hutaraja Simanungkalit 3,53 945 137,79
Hutauruk Hasundutan 6,88 1.584 450,42
Jumlah 189,20 20.793
Tabel II.3 Sumber BPS Kabupaten Tapanuli Utara

Mata Pencaharian Penduduk


Sebagian besar penduduk pada kecamatan Sipoholon ini memiliki mata
pencaharian pada sektor pertanian. Sektor pertanian yang dinilai cukup menonjol adalah sub
sektor pertanian tanaman pangan. Selain mengolah persawahan juga memiliki usaha
perikanan. Sedangkan usaha peternakan hanya sebagai pekerjaan sampingan yang kurang
memilki fungsi ekonomis.

II.5.2.3 Fasilitas Pelayanan

Sebagai salah satu kecamatan di Kabupaten Tapanuli Utara, Kecamatan Sipoholon memilki
sarana pelayanan yang sukup memadai. Hal ini dapat dilihat dari berbagai aspek di bawah ini
Transportasi /Perhubungan

Universitas Sumatera Utara


Jaringan transportasi ini memegang peranan penting dalam melakukan kegiatan
penduduk, baik kegiatan di kawasan perencanaan maupun yang berhubungan dengan derah-
daerah lain diluar kawasan perencanaan.
Kondisi jaringan transportasi darat pada kecamatan Sipoholon umumnya sudah
mempunyai jalan untuk menghubungkan dan melayani desa-desa di kecamatan Sipoholon
namum belum keseluruhan desa dapat dilalui dengan kendaraan roda 4(empat).

Fasilitas Pendidikan
Kondisi fasilitas pendidikan yang berada di kecamatan Sipoholon mencakup
pendidikan Sekolah Dasar Umum (SD), Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), Sekolah
Menengah Umum (SMU),Jumlah masing- masing fasilitas pendidikan untuk setiap tingkat
prndidikan SD 29 unit, SLTP 5 unit, dan SMU/SMK 3 unit.

Fasilitas Kesehatan
Fsilitas kesehatan di kecamatan Sipoholon meliputi PUSKESMAS I unit,
PUSKESMAS pembantu 5 unit, dan POSYANDU 39 unit.

II.6. Tijauan Khusus

Kasus proyek yang akan direncanakan merupakan sebuah resort pemandian air panas, yang
mana resort ini natinya dapat menjadi fasilitas pendukung berupa fasilitas penginapan,
fasilitas olahraga, rekreasi pemandian air panas dan sarana akomodasi yang dapat
menampung kegiatan yang akan direncanakan tampa merusak atau merubah potensi alam
yang sudah ada di Kelurahan Situmeang Habinsaran ini. Rencana pengembangan kawasan
pengembangan air panas ini telah ada di dalam kebijakan pembangunan RUTRK IKK
Kecamatan Sipoholon sejak tahun 2003 untuk dijadikan sebagai kawasan Wisata di
Kecamatan Sipoholon ini.
• Fungsi bangunan : Resort Pemandian Air Panas di Sipoholon
• Status Proyek : Fiktif
• Lokasi Proyek : Situmeang Gabinsaran,Sipoholon

Universitas Sumatera Utara


Gambar II.1 lokasi proyek
Lokasi yang direncanakan berada pada kecamatan Sipoholon di kelurahan Situmeang
Habinsaran. 6 Km dari pusat kota Tarutung dengan waktu tempuh ¼ jam.
Alasan pemilihan lokasi :
• Lokasinya yang terletak dekat dengan jalan lintas Medan-Sibolga
• Meinngkatnya arus dan volume wisata baik domestic mauoun manca negarake
daerah Tapanuli Utara khususnya Salib Kasih Tarutung.
• Merupakan kawasan Sumber mata air panas terbesaryang ada di Kabupaten Tapanuli
Utara

Universitas Sumatera Utara


• Possisinya ayng strategis pada gerbang Kecamatan Sipoholon..

Jalan Sisingamangaraja yang tepat melintasi daerah wisata

Sungai Sigeaon

pegunungan

Jalan negara

Gambar II.2 lokasi proyek

Jalan negara

Universitas Sumatera Utara


Gambar II.3 existing lokasi proyek
Sumber : Dokumentasi pribad
Dengan batas site :
• Utara : jalan setapak ( Rencana jl.Ring Road), SD,Gereja

Universitas Sumatera Utara


Gambar II.4

• Selatan : Pemukiman penduduk

Gambar II.5

• Timur: Jlan Sisingamangaraja, pemukiman penduduk.

Gambar II.6

• Barat : pegunungan

Universitas Sumatera Utara


Gambar II.6

Topografi tapak : Berkontur dengan kemiringan 0-2 %, 8-15 %,15-30 %

Gambar II.7
Gambar II.8

Gambar II.9
Gambar II.10

Potensi tapak :Mata air panas, Pemandangan alam, iklim yang sejuk, dan Belerang

Gambar II.11 Gambar II.12

Universitas Sumatera Utara


Gambar II.13 Gambar II.14

Gambar II.15 Gambar II.16

Gambar II.17 Gambar II.18

Universitas Sumatera Utara


Gambar II.19

Pada lokasi air panas terdapat 9 mat air panas yang cukup besar dan beberapa titik lokasi air
panas yang kecil yang tersebar di lokasi site, dengan adanya 9 mata air panas utama ini akan
memberikan potensi dalam perancangan. Selain itu pada site juga terhampar batuan-batuan
putih hasil endapan dari aliran air pnas

Luas tapak :  3 ha
Laus Kawasan air panas :  9 ha

II.7 Studi Kelayakan Proyek

Kabupaten Tapanuli Utara memiliki berbagai potensi alam, budaya dan sejarah yang dapat
digali serta dilestarikan menjadi salah satu aset dalam mendukung pengembangan sektor
pariwisata. Potensi wisata didaerah ini terdiri dari: wisata alam atau rekreasi sebanyak 25
buah, wisata sejarah atau budaya sebanyak 21 buah, wisata rohani atau agama sebanyak 8
buah dan hutan atau kebun sebanyak 5 buah. Obyek wisata yang berpotensi dikiembangkan
adalah obyek wisata alam atau rekreasi panorama Danau toba seluas 6,60 ha yang berpeluang
cukup besar menjadi daerah tujuan wisata di Indonesia, khususnya di Propinsi Sumatera
Utara, diantaranya adalah yang terdapat disekitar danau toba yaitu Panorama indah
Hutaginjang, pantai Muara dan Pulau Sibandang terletak sekitar 38km dari kota Tarutung
atau 11km dari Bandara Silangit kearah kecamatan Muara.

Selain obyek wisata diatas terdapat juga obyek wisata rekreasi yang telah dikembangkan
yaitu obyek wisata air panas yang ada didaerah Hutabarat, Sipoholon, Sait Nihuta, Ugan.
Juga ada pemndian air soda yang sangat terkenal karena pemandian seperti ini hanya ada 2
didunia yaitu di Venezuela dan di Tarutung Tapanuli Utara. Selain itu Kabupaten Tapanuli
Utara juga memiliki obyek wisata agama yaitu Salib Kasih Siatas Barita dan Monumen
Sejarah misionaris Kristen yang dibanggakan dan terkenal, makam misionaris Munson dan
Lyman di Lobupining Kecamatan Adian Koting, gereja dame dan kantor pusat HKBP
Pearajadan makam Pendeta Johanes Siregar dikecamatan Muara. Untuk mendukung

Universitas Sumatera Utara


kepariwisataan di Kabupaten Tapanuli Utara, maka dukungan dunia usaha akomodasi
termasuk hotel sangat menentukan. Pada tahun 2004 tercatat 16 hotel/losmen di kabupaten
Tapanuli Utara dengan jumlah kamar sebanyak 254 kamar.

Melongok Sektor Parawisata daerah Kabupaten Tapanuli Utara menjanjikan banyak pilihan
untuk aksi wisata bagi masyarakat dan juga bagi pengunjung dari dalam kota maupun dari
luar daerah bahkan internasional. Sebab di Daerah tapanuli utara ini banyak memiliki objek
wisata seperti pemandian Air soda di Parbubu, air Panas Belerang di Sipoholon,

Wisata salib kasih di siatas barita Monumen Musson dan limman di Kecamatan Adian
koting,Wisata Olah Raga Pacuan Kuda,di siborong Borong,Arena Motor Cross di Siborong
Borong dan si arang arang Siatas barita,di dukung dengan objek wisata terbang laying
(Gantole) Pantai wisata Muara Kabupaten Tapanuli Utara.Bukan hanya soal objek wisata,
akan tetapi alam yang dimiliki Kabupaten Tapanuli Utara sangat indah dan sejuk sehingga
dapat memberikan kesejukan dan kenyamanan bagi para pendatang atau pengunjung,disisi
lain kabupaten tapanuli utara memiliki udara yang dingin, sejuk dan hamparan sawah yang
terbentang di Rura (lembah) Silindung yang di belah dengan aliran Aek (Sungai) Sigeaon
sebagai cirri khas kabupaten ini.

Kurang dikenalnya tempat pemandian air soda ini boleh jadi disebabkan beberapa faktor.
Kalau tempat pemandian air panas belerang di Sipaholon lebih terkenal disebabkan
promosinya lebih gencar. Ditambah lagi lokasinya berada di jalur Jalan Lintas Sumatera
(Jalinsum) Balige - Tarutung sehingga setiap orang yang melintasi ibu kota Kabupaten
Tapanuli Utara akan

Melihat potensi yang ada bukan tidak mungkin tempat pemandian air soda di Parbubu
Kecamatan Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara menjadi objek wisata yang mampu
mendatangkan turis mancanegara.Sektor pariwisata menjadi salah satu fokus pemerintah
Sekarang ini untuk mencapai targetkan pertumbuhan wisata meningkat.

Optimisme daerah akan peningkatan angka kunjungan wisatawan ke daerah ini tak lepas dari
hadirnya sejumlah lokasi wisata lama yang direnopasi dan diprediksi bisa menarik minat turis
datang. Selain itu, sejumlah program bakal digulirkan untuk menarik arus pelancong
berkunjung ke Daerah Tapanuli utara.

Universitas Sumatera Utara


Jumlah Wisatawan Asing dan Domestik yang datang ke Tapanuli Utara (tahun 2002-2006)

Wisatawan Wisatawan Jumlah


Tahun
Asing Indonesia
(1) (2) (3) (4)

1. 2002 450 53.241 53.691

2. 2003 198 59.270 59.468


3. 2004 220 60.055 60.275
4. 2005 537 64.125 64.662
5. 2006 545 66.450 66.995

Tabel II.4 Sumber BPS Taput

Dari data di atas, pengunjung wisata mengalami peningkatan sebanyak 20 %, sehingga dapat
dirincikan :

1. Proyeksi jumlah pengunjung sampai tahun 2014 perbulannya 29.135 org, per
minggunya yaitu : 4165 org.
2. Proyeksi jumlah pengunjung per harinya 595 org
3. Perkiraan jumlah pengunjung yang menginap sebesar 30% yaitu :

=30% x 4165 =1250/ minggu

=30% x 179=179 /hari

Dengan perincian menginap di Resor ini adalah :

a. Tipe a (standart/1-2 org)

= 25 % x179 =45 org 45/2=23/1 org 23 unit

b. Tipe b (deluxe /1-2 org)

= 35 % x179 =63 org 63/3=21/1 org 21 unit

c. Tipe c (suite /1-2 org)

Universitas Sumatera Utara


= 40 % x179 =72 org 45/4=15/1 org 15 unit

Jadi jumlah seluruh unit kamar yang akan dibangun sekitar 59 unit, dan unutk mengatasi
lonjakan permintaan kamar pada saat peak maka diasumsikan permintaan kamar mencapai
30%. Maka total kamar yang disediakan adalah sebanyak 59 + (30 % x 59) = 76,7 = 78
kamar

II.8 Tinjauan Fungsi

II.8.1 Tinjauan Fungsi

Pelaku kegiatan yang terlihat dalam fsilitas Hotel Resor ini antara lain :

1.Pengunjung

• Wisatawan Domestik
• Wisatawan Asing

2.Pengelola

• General Manager
• Karyawa hotel
• Karyawan teknisi

Karakter kegiatan fasilitas hotel resort dibagi menjadi :

3. Menginap

Merupakan salah satu kegiatan wisatawan/pengunjung yang datang kekawasan objek wisata
yang menyediakan tempat penginapan bagi mereka untuk bermalam ditempat tersebut,
dengan tujuan agar dapat menikmati fasilitas lain yang disediakan disamping adanya kegiatan
wisata atau rekreasi ditempt objek wisata tersebut.

Kelompok kegiatan fasilitas Hotel Resort dibagi menjadi :

No. Kelompok Kegiatan Urain Kegiatan


1 Utama -kegiatan menginap
-Kegiatan Wisata
2 Tambahan - Makan dan minum

Universitas Sumatera Utara


-pergudangan
-pemeliharaan dan investasi
-bilas dan berganti pakaian
3 Pelayanan - Mengabsensi kedatangan/kepulangan pengelola
-menerima kedatangan pengunjung
-Pertolongan pertama pada kecelakaan

4 Pengelolaan -kegiatan administrtif


-kegiatan pengawasan
-kegiatan operasional
-kegiatan keamanan
5 teknikal -kegiiatan pengawasan
-kegiatan pemeliharaan
-kegiatan perawatan da kebersihan
-kegiatan plumbing dan sanitasi
-kegiatan diruangan terbuka (outdoor)
6 Kelompok kegiatan -kegiatan (indoor)
berdsarkan kegiatan

Tabel II.5. kelompok kegiatan pemakai hotel

4. Wisata

Segala sesuatu yang dilakukan dengan senang dan gembira dan dilakukan pada waktu
pengunjung kawasan wisata datang kelokasi kawasan wisata. Umumnya kegiatan olahraga
seperti renang, hiking, akan dilakukan pengunjungpada saat datang kekawasan wisata yang
menyediakan fasilitas- fasilitas seperti yang diatas.

II.8.2 Deskripsi Perilaku

Perilaku dari pengguna fasilitas resor ditunjukkan pada tabel berikut :

Tabel II.6 Deskripsi Perilaku

NO Pengguna Alur kegiatan

1 Pengunjung
Menginap wisata

Datang Mendaftar Melihat Istirihat

Menunggu Pulang

Universitas Sumatera Utara


2 Karyawan kerja istirahat

Datang Penerima Loker/Ganti Loker/Gant

Pulang Penerima

3 Penelola
Istirahat Penerima

Datang Penerima Kantor Pulang

4 Teknisi
Kerja Istirahat

Datang Penerima Loker/Ganti Loker/Ganti

Pulang Penerima

II.8.3 Deskripsi Kebutuhan Ruang

Secara prinsip, hotel dapat dibagi menjadi 3 area aktivitas, yaitu:


a. Private area: Daerah untuk kegiatan pribadi pengunjung/kamar tidur

Universitas Sumatera Utara


b. Public area: Daerah pertemuan antara yang melayani yaitu karyawan dengan yang
dilayani yaitu tamu dan juga tamu dengan tamu yang lainnya

c. Service area: Daerah khusus untuk karyawan, disini segala macam pelayanan
disiapkan untuk kebutuhan pengunjung

Dari ketiga area tersebut dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok, yaitu :


- Front of the house

Terdiri dari private area dan public area


- Service area ( Back of the house )

- Sedapat mungkin para tamu tidak dapat melihat maupun mengetahu segala
kegiatan di sektor ini. Bagian ini sangat penting, karena bertugas mendukung
kegiatan pada front of the house.

Kemudian ruang-ruang yang termasuk dalam area front of the house dijabarkan lagi,
yaitu:
a. Guest Room

Kamar tamu, ruang tempat tamu menginap. Ada beberapa tipe kamar tamu

tergantung dari fungsi dan besarannya.

Universitas Sumatera Utara


b.Gambar 2.14.
Public Berbagai
Space AreaTipikal Bentuk dan besaran kamar tamu hotel ( Sumber : The Architect Hand
Book )

Merupakan tempat dimana suatu hotel dapat memperlihatkan isi dan tema yang ingin
disampaikan kepada tamunya. Daerah ini menjadi pusat kegiatan utama dari aktivitas
yang terjadi pada hotel, dalam hal ini menjadi jelas bahwa wajah sebuah hotel dapat
terwakili olehnya
• Lobby

Tempat penerima pengunjung untuk mendapatkan informasi, menyelesaikan masalah


administrasi dan keuangan yang bertalian dengan penyewaan kamar.
Ruang-ruang yang termasuk dalam lobby:
- Entrance hall

Ruang penerima utama yang menghubungkan ruang luar atau main entrance
denga ruang-ruang dalam hotel. Bersifat terbuka denga besaran ruang yang
cukup luas
- Front desk / Reception desk

Terdiri atas ruang-ruang personil front desk yang berfungsi untuk memproses
dan mengelola administrative pengunjung
- Guest elevator

Sebagai sarana sirkulasi vertikal untuk para tamu dari lobby atau publik area
menuju guest room atau fungsi lainnya di atas
- Sirkulasi

Merupakan hal penting dalam publik area yang berfungsi sebagai sarana untuk
menghubungkan fungsi-fungsi di dalamnya untuk kegunaan pengunjung
- Seating Area

Universitas Sumatera Utara


Menyediakan wadah bagi tamu untuk beristirahat atau sekedar berbincang-
bincang. Sarana ini sangat berguna untuk terjadinya kontak sosial di antara
pengunjung
- Retail Area

Berfungsi untuk menyediakan kebutuhan pengunjung sehari-hari


- Bell man

Sebagai sarana pelayanan kepada tamu yang baru datang atau hendak
meninggalkan hotel dengan pelayanan berupa membawakan koper-koper
pengunjung.
- Support function

Sebagai sarana penunjang untuk tamu yang berada si publik area, antara lain
seperti toilet, telepon umum, mesin ATM, dan lain-lain
• Consession space

Pada dasarnya ruang-ruang ini termasuk retail area, tetapi untuk hotel berbintang,
ruang-ruang konsesi ini terpisah sendiri dan merupakan bagian dari publik area, yang
antara lain terdiri dari:
- Travel agent room

- Perawatan kecantikan / salon

- Toko buku dan majalah

- Money changer

- Souvenir shop

- Toko-toko khusus

• Food and Beverages outlets


Yaitu area yang digunakan untuk menikmati makanan dan minuman berupa :
- Restoran
- Coffee shop
- Lounge
- Bar

Universitas Sumatera Utara


• Convention room

Yaitu ruangan yang disediakan untuk berbagai macam penemuan antara lain
- Pameran

- Seminar

- Pertemuan / pernikahan

• Recreation Area Daerah yang dipergunakan oleh para pengunjung untuk berekreasi,
berolah raga, santai dan lain-lain, yang antara lain:

- Swimming pool

- Food court

- Retail area

- Kolam dan kanal buatan , Amphitheatre + Dancing Fountain

- Taman

- Sarana olahraga

- Fitness

- Spa dan Sauna

• Parkir

Fasilitas parkir kendaraan bermotor 4 dan 2 untuk pegawai / tamu / pengunjung


maupun kendaraan travel, taxi, dll. Masing-masing ruang saling berhubungan, dengan
lobby sebagai pusat dari ruang-ruang publik lainnya.

Ruang-ruang yang termasuk di dalam area Back of the house, yaitu:


a. Daerah dapur dan gudang (food and storages area)

b. Daerah bongkar muat, sampah dari gudang umum (reciving, trash and general
storage area)

c. Daerah pegawai / staff hotel (employees area)

Universitas Sumatera Utara


d. Daerah pencucian dan pemeliharaan (laundry and housekeeping)

e. Daerah mekanikal dan elektrikal (Mechanical and Engineering Area)

Tabel II.7. Pembagian Besaran Program Ruang

HOTEL RESOR DI KAWASAN AIR PANAS SIPOHOLON


FUNGSI DESKRIPSI ZO KAPASIT STANDAR JUMLA TOTAL SUMBE
AS D (M2 ) H LUAS
NA RUANG (M2) R
(UNIT)
FRONT OFF THE HOUSE

AREA PRIVAT
KAMAR HOTEL Standard PR 2 22.5 40 900 AHB
Deluxe PR 3 28,4 23 653,2 AHB
Suite PR 5 52 15 780 NAD
TOTAL 2333,2

AREA PUBLIK
lobby Entrance hall PB 100 0,6 1 60 NAD
receptionis PB 4 1,2 1 4,8 NAD
r.informasi PB 2 10 1 10 ASU
Area duduk PB 70 1,6 1 112 HMC
Area lift PB 15 0,6 1 9 NAD
Bellmen PB 4 0, 6 1 2,4 ASU
counter
Toilet umum PB 1 0,96 1 3,84 NAD
Biro PB 2 0,19 1 30,4 TSS
perjalanan
Money PB 2 0,19 1 30,4 TSS
Concess changer
ion Toko buku PB 8 20 1 20 SBT
spaces Toko souvenir PB 8 0,19 1 30,4 TSS
Drug store PB 8 0,19 1 30,4 TSS
TOTAL 343,64

FOOD AND BEVERAGES OUTLETS


restoran hall penerima PB 10 0,65 2 13 NAD
R.makan PB 100 1,5 2 300 NAD
Dapur PB 4 20 2 180 NAD
%R.MAKAN
Toilet pria PB 1 0,96 4 180 NAD
Toilet wanita SP 0,96 4 3,84 NAD
Urinoir SP 1 0,6 4 2,4 NAD
Wastafel SP 1 0,6 8 4,8 NAD
Gudang SR 1 50 % DAPUR 2 90
Loading dock SR 1 12 2 24 ASU

Universitas Sumatera Utara


r.karyawan SR 5 3 2 30 ASU
Kasir SP 1 7,5 2 15 ASU
R duduk PB 50 1,44 2 144 NAD
Coffe shop dapur SR 4 20 % 2 57,6 NAD
r,makan
pantry SR 4 1/3 dapur 2 38,4 NAD
gudang SR 1 50 % dpur 2 28,2 NAD
Toilet pria SP 1 0,96 2 1,92 NAD
Toilet wanita SP 1 0,96 2 1,92 NAD
Urinoir SP 1 0,6 4 2,4 NAD
Wastafel SP 1 0,6 4 2,4 NAD
Kasir SP 1 7,5 2 15 ASU
Lounge and bar Bar counter PB 15 1,5 1 22,5 NAD
r.duduk PB 30 1,44 2 86,4 NAD
r.dansa PB 30 20% r,makan 1 30 NAD
Dapur SR 4 2 34,56 NAD
Pantry SR 4 1/3 DAPUR 2 23,04 NAD
Gudang SR 1 50% DAPUR 2 17,28 NAD
Toilet pria SP 1 0,96 2 1,92 NAD
Toilet wanita SP 1 0,96 2 1,92 NAD
urinoir SP 1 0,6 4 2,4 NAD
Wastafel SP 1 0,6 4 2,4 NAD
kasir SP 1 7,5 2 15 ASU
Multi function Ballroom PB 250 0,9 1 225 NAD
room R,persiapan SR 20 0,3 1 6 TSS
Gudang SR 2 25 1 25 ASU
toilet pria SP 1 0,96 2 1,92 NAD
Toilet wanita SP 1 0,96 2 1,92 NAD
Urinoir SP 1 0,6 4 2,4 NAD
wastafel SP 1 0,6 4 2,4 NAD
TOTAL 1451,4
FASILITAS OLAHRAGA DAN REKREASI
Kolam rendam Kolam rendam PB 10 49 4 196 ASU
air panas air panas(
<1,5m2)
r.loker/ganti PB 80 0,6 1 48 TSS
Shower PB 1 2,25 1 22.5 TSS
toilet PB 1 2,4 1 24 TSS
Total 290,5
Spa dan Sauna Lobby PB 20 0,9 1 18 NAD
Loker PR 20 1,5 1 30 NAD
r.ganti PR 40 1,5 1 60 NAD
R.mandi PR 40 1 1 40 NAD
R,terapi PR 40 1 1 40 NAD
R.Pengelola SR 10 1,5 1 12 NAD
Total 200

Universitas Sumatera Utara


Food court Etalase/display PB 2 2 12 48 ASU
maknan
Dapur SR 1 20 12 15 NAD
%R.MAKAN
Pantry SR 1 50%DAPUR 12 37,5 NAD
Kasir SR 1 7,5 2 15 ASU
R,makan PB 100 1,5 1 150 NAD
Wastafel SP 1 0,6 6 3,6 NAD
Toilet pria SP 1 0,96 2 1,92 NAD
Toilet wanita SP 1 0,96 2 1,92 NAD
Total 272,94
Retail Umum(rentable) PB 1 10 10 100 ASU
Ladnscape Kolam+kanal PB 250 800 1 800 ASU
taman PB 50 800 1 800 ASU
Taman bermain indoor PB 50 100 1 100 ASU
outdoor PB 50 100 1 100 ASU
total 1900
Fitness center Gymnasium SP 50 1,75 1 87,5 NAD
R,alat SP 15 75 1 75 NAD
R,aerobic SP 15 75 1 75 NAD
R,ganti/loker PR 20 1 2 40 NAD
Toilet SP 1 0,96 8 7,68 NAD
Shower SP 1 1 8 8 NAD
Kasir dan SP 2 15 1 15 ASU
Adm
Total 293,18
BACK OF THE HOUSE
Kantor eksekutif General SP 3 4,5 1 13,5 NAD
manager
Ass.general SP 3 4,5 1 13,5 NAD
manager
R,staff SP 15 5 1 75 NAD
R,rapat SP 16 2,4 6 38,4 NAD
r.tamu SP 6 5,4 1 32,4 NAD
toilet SP 1 0,96 1 5,76 NAD

HRD/manpower R,manager SP 3 4,5 1 13,5 NAD


R,staff SP 5 4,5 1 22,5 NAD
Room Division Department

Front office R,manager SP 3 4,5 1 13,5 NAD


R,staff SP 5 4,5 1 22,5 NAD
House keeping Laundry SR 8 8 1 40 SBT
dan laundry washer
Laundry SR 8 5 1 40 SBT
dryer
R,house SR 2 8 1 8 ASU

Universitas Sumatera Utara


keeping
Gudang linen SR 2 0,32 1 51.2 NAD
Uniform service Gudang SR 2 30 1 30 ASU
P.seragam
Engineering and R, manager SP 3 3,5 1 13,5 NAD
departemen R, staff SP 5 4,5 1 22,5 NAD
Ruang SP 3 4,5 1 23,5 NAD
,manager
R,staff SP 5 4,5 1 22,5 NAD
Food and R,manager SP 3 4,5 1 13,5 NAD
beverage
deartmen
Purchasing and R,staff SP 5 4,5 1 22,5 NAD
Store Loading dock SR 10 50 1 50 ASU
Gudang umum SR 5 0,186 1 29,76 TSS
Gudang bahan SR 5 0,4 1 64 TSS
Gudang alat SR 5 0,23 1 36,8 TSS
R,sampah SR 2 40 1 40 ASU
F&B Dapur SR 5 1,023 1 163,86 TSS
preparation and R,saji SR 3 1/3 DAPUR 1 54,56 NAD
service R.R. service SR 3 20 1 20 ASU
Security R,chief SP 3 4,5 1 13,5 NAD
departemen security
R,staff SP 5 4,5 1 22,5 NAD
Pos satpam SP 2 6 3 18 ASU
R,genset 1 20 2 40 SBT
R,chiller 1 20 2 20 SBT
R,pompa 1 20 2 40 SBT
R,AHU 1 20 2 40 SBT
R,trafo,panel 1 20 1 20 SBT
& shaft
R,PABX 1 20 1 20 SBT
CCTV 1 20 1 20 SBT
Total 1.285,74
Total keseluruhan 8.343,6

Sirkulasi 20 % 1.668,72

Grand total 10.012,32

KETERANGAN SUMBER

NAD Neufret Architect


Standard
SBT Sistem Bangunan Tinggi
ASU Asumsi

Universitas Sumatera Utara


AJM A.J Metric
TSS Time Sever Standard
HMC Hotels, motels, and
condominium

II.8.3 Studi Banding Fungsi Sejenis

Gambar : II.20

II.8.3.1 Arenal Spring Resort

Resort terbaru yang dihadapi Arenal Volcano terletak 1 km (0.6 mil) dari dari pedalaman
jalan mengitari gunung berapi membuatnya menjadi salah satu hotel yang paling aman dan
tenang di daerah sementara yang menawarkan pemandangan spektakuler.
Arenal Springs Resort terletak antara Tabacon Hot Springs dan Desa La Fortuna di mana
Anda dapat melihat wajah utara gunung berapi aktif dari teras pribadi Anda. Lihat Arenal
Volcano peta untuk lokasi. Dengan taksi, desa La Fortuna adalah 5 menit dan Tabacon Hot

Springs adalah 7 menit. Semua -bus mini angkutan dan Wisata yang ditawarkan oleh Arenal.net

termasuk pick-up dan drop-off di resor kami tanpa biaya tambahan.

Universitas Sumatera Utara


Gambar : II.21
Semua 87 Deluxe gaya kolonial kami kabin menawarkan pandangan yang mengesankan dan
terhalang dari Arenal Volcano. Semua kabin termasuk kenyamanan yang Anda harapkan dari
Resort halus: langit-langit berkubah, teluk besar jendela geser, satu Raja atau dua tempat
tidur Ratu ortopedi (dengan tempat tidur tunggal rollaway tersembunyi) dengan
pemandangan gunung dari tempat tidur Anda, tenang split-unit udara -AC dan ceiling fan,
TV kabel, telepon, kotak pengaman, lemari es mini, pembuat kopi, malam tabel dengan
lampu baca, lemari pakaian, kamar mandi yang luas dengan taman mandi, pengering rambut
dan air panas, teras pribadi ditutupi dengan kulit tradisional dan kursi goyang meja kopi,
parkir di samping kabin Anda dan Keamanan 24 jam. Kami juga menawarkan dua kabin
dilengkapi untuk orang cacat.

Gambar : II.22
Yang termasuk makan pagi disajikan di restoran dari staf cantik dan ramah. Selain sarapan
restoran yang menawarkan pilihan lezat dari masakan lokal dan Internasional untuk makan
siang dan makan malam. Jika Anda ingin mengambil makan siang di samping kolam renang
ada berenang up bar yang menawarkan menu restoran serta berbagai minuman.
kolam ini lengkap dengan pemandangan yang hebat, berenang bar, kolam renang anak, akses
jalan untuk penyandang cacat dan ruang ganti.

Universitas Sumatera Utara


Arenal Springs stabil juga memiliki kuda dan mengoperasikan kuda tur 2,5 jam ke salah satu
jalur pengamatan Gunung Arenal.

Fasilitas Hotel: penyejuk udara, Air Panas, Kulkas mini, Kolam Renang, Kids Pool, Cable

TV, Spa, kopi Layanan, Deposit Box Aman, Lihat Volcano, Layanan Binatu, pusat Mini,
Kamar Konferensi, Bursa Uang, Parkir Swasta, Akses Internet , Internet Wireless, restoran,
pengering rambut, layanan kamar, Telepon, mini bar, bar Basah, Gardens, Handicap diakses
Gratis Sarapan,

II.7.2 Sari Ater Hot Spring Resort

Pengelola : PT. SARI ATER


Lokasi : Desa Ciater, Kab. Subang, Jawa Barat
Letak : Lembah Ciater di tengah perkebunan di kaki gunung
Tangkuban perahu
Suhu : Malam hari Max. 20 C min 16 c
Siang hari Max. 23 CMin 17c.
Luas areal : Aktif 30 Ha, Pasif 40 Ha.
Suhu Air Panas: Mata air 43’C-46’C
Kolam 37’C-42’C
Suhu Air dingin: 8’C-10’C
Berdasrkan pengalaman banyak pengunjung yang datang dan berendam di kolam air panas
tersebut memperoleh kesembuhan dari berbagai penyakit, kelumpuhan,reumatik, gangguan
syaraf, tulang dan berbagai penyakitkulit. Ini disebabkan air tersebut mengandung belerang,
yang mana berdasrkan tes laboratorium merupakan unsur yang cukup prnting untuk
perawatan berbagai penyakit apabila dilakukan secara teratur.

Universitas Sumatera Utara


Selain itu hasil analisa BalneologiGambar II.23
membuktikan, sumber air hangat mineral yang ada
mengandung Calsium, Mineral, Hypertherma, dengan kadar aluminium yang tinggi (
38.5equiev %) dan kesamaan yang tinggi yaitu PH 2,45.

Air itu setelah mengalir melalui sungai sepanjang 2000 m menjadi dingin dan digunakan oleh
penduduk untuk kepentingan pengairan lahan persawahan. Konon air tersebut dapat
mempertinggi mutu panen dari pada air biasa.

Fasilitas-fasilitas pendukung pada resort ini adalah :

• Fasilitas parkir
• Kolam pemandian air sebanyak 10 unit.
• Fasilitas berupa rekreasi

Kolam rendam air panas sebanyak 7 unit, kamar mandi air panas alam, piknik area,
tama bermain sarana jogging, golf driving range.

• Hotel yang terdiri dari 101 kamar dengan berbagai kelas yang tersedai.
• 2 restoran daan kedai.

Universitas Sumatera Utara