Anda di halaman 1dari 5

PERAWATAN HIV/AIDS

Oleh :

Kelompok III

Nama : Rusmiati
Nim : 08110644
Dosen : Joko Sutrisno,S.Kep.Ns, M.Kes

IKP Reguler SPK

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SURYA MITRA HUSADA

KEDIRI 2011
TEHNIK KONSELING HIV / AIDS

A. Pengertian Konseling

Konseling merupakan proses pemberian bantuan dari konselor kepada klien agar
klien dapat memahami masalahnya dan mengambil keputusan dalam
menyelesaikan masalah.

B. Tujuan Konseling

• Membangun kemempuan untuk mengambil keputusan bijak dan realistik.

• Menuntun perilaku mereka dan mampu mengemban konsekuensinya.

• Memberikan iinformasi.

C. Prinsip Dasar Konseling

• Non diskriminatif.

• Proses belajar bersama.

• Tanpa prasangka.

• Setara.

• Rahasia.

• Sensitif pada kebutuhan klien.

• Dilandasi kejujuran dan tanggung jawab.

D. Tahapan Konseling

• Basa – basi (rapport).

• Penggalian masalah / pengumpulan data.

• Mendiskusikan alternatif solusi.

• Memilih solusi terbaik untuk klien.

• Penutup.

E. Perlu Dihindari
• Hanya menasehati.

• Bertanya secara interogatif.

• Memandang persoalan orang lain selalu sama dengan anda.

• Memandang enteng perasaan orang lain.

• Memberikan konseling terus berlangsung jika anda tidak paham persoalannya.

F. Teknik – Teknik Dasar Konseling

• Perilaku attending

• Empati.

• Refleksi.

• Eksplorasi.

• Menangkap pesan (Paraphrasing).

• Pertanyaan terbuka (Opened Question).

• Pertanyaan tertutup (Closed Question).

• Dorongan minimal (Minimal Encouragement).

• Interpretasi.

• Mengarahkan (Directing).

• Menyimpulkan sementara (Summarizing).

G. Prasyarat Konseling Yang Youth Friendly

• Konselor menjamin “ Privacy”.

• Tempat nyaman untuk melakukan konseling (ruangan & fasilitas, tenang dll)

• Sikap konselor terhadap klien.

H. Proses Pengambilan Keputusan


• Rasional / akal.

• Pertimbangan praktis.

• Keadaan fisik.

• Emosi.

• Hubungan interpersonal.

• Kondisi struktur.

I. Kode Etik Konselor

• Menjamin kenyamanan klien.

• Berorientasi terhadap kepentingan klien.

• Memiliki keterampilan dan teknik konseling.

• Memiliki prosedur rujukan.

• Mempertahankan dan mengembangkan kompetensi.

• Penghargaan terhadap klien.

• Bertanggung jawab.

• Menjaga kerahasiaan.

J. Konseling HIV & AIDS

Konseling HIV & AIDS merupakan komunikasi bersifat rahasia antara klien dan
konselor bertujuan meningkatkan kemampuan menghadapi stres dan mengambil
keputusan berkaitan dengan HIV & AIDS. Proses konseling termasuk evaluasi risiko
personal penularan HIV, fasilitasi pencegahan perilaku dan evaluasi penyesuaian
diri ketika klien menghadapi hasil tes positif.

K. Tujuan Konseling HIV & AIDS

• Menyediakan dukungan psikologis.


• Pencegahan penularan HIV.

• Memastikan efektivitas rujukan kesehatan.

L. Perbedaan Konseling HIV & AIDS dengan konseling secara umum :

• Membantu klien melakukan informed consent untuk tes HIV, CD4, atau viral
load.

• Penilaian mengenai perilaku beresiko klien terhadap infeksi HIV (baik


menularkan atau tertular).

• Penggalian sejarah perilaku seks dan sejarah kesehatan klien.

• Memfasilitasi perubahan perilaku.

• Konfidensialitas klien sangat penting jika menyangkut isu stigma dan


diskriminasi.

• Kelompok-kelompok khusus (pecandu napza, penjaja seks, laki-laki


berhubungan seks dengan laki-laki, waria, pekerja migrant, suku asli, dan
pengungsi) menghadapi isu.

M. Perlu dilakukan

• Mengidentifikasi perilaku berisiko klien.

• Mengidentifikasi informasi keberlanjutan konseling dan rujukan layanan


konseling VCT.