Anda di halaman 1dari 9

Nakman Harahap dan Dwi kumala V ISSN : 0852 - 1875

Pengaruh Efisiensi Biaya Produksi Terhadap Laba Bersih

(Studi Kasus PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan)

Nakman Harahap
Staf Pengajar Jurusan Akuntansi FE Universitas Sumatra Utara
Dwi Kumala Vera
Alumni Jurusan Akuntansi FE Universitas Sumatra Utara

ABSTRACT

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh efisiensi
biaya produksi yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya
overhead pabrik terhadap laba bersih pada PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan.
Masalah yang dirumuskan pada peneitian ini adalah apakah efisiensi biaya produksi yang terdiri
dari efisiensi biaya bahan baku, efisiensi biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik
berpengaruh terhadap laba bersih pada PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan. Periode
penelitian ini dimulai dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2009. Hipotesis yang dikemukakan
dalam penelitian ini adalah efisiensi biaya produksi yang terdiri dari efisiensi biaya bahan baku,
efisiensi biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik berpengaruh terhadap laba
bersih pada PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan. Metode analisis yang digunakan
untuk melihat dari efisiensi biaya bahan baku, efisiensi biaya tenaga kerja langsung dan biaya
overhead pabrik berpengaruh terhadap laba bersih pada PT Perkebunan Nusantara III (Persero)
Medan adalah metode analisis deskriptif dan statistik. Pengujian hipotesis secara simultan (uji
statistik F) dan secara parsial (uji statistik t) dengan α = 5%. Pengolahan data peneliti dibantu
dengan menggunakan Statistical Product and Service Solutions (SPSS) 16.00 for Windows.
Hasil uji F (simultan) menunjukkan variabel biaya produksi yang terdiri dari efisiensi biaya
bahan baku, efisiensi biaya tenaga kerja langsung dan efisiensi biaya overhead pabrik secara
bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap laba bersih. Hasil uji secara parsial
(uji statistik t) menunjukkan bahwa variabel efisiensi biaya efisiensi biaya tenaga kerja langsung
dan efisiensi biaya overhead pabrik memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap laba
bersih, sedangkan variabel lain yaitu efisiensi biaya bahan baku berpengaruh negatif dan tidak
signifikan terhadap laba bersih. Adapun variabel yang berpengaruh paling dominan adalah
variabel efisiensi overhead pabrik.
Keyword : Laba bersih, Biaya produksi.

1. Pendahuluan

Laba atau rugi sering dimanfaatkan pendapatan dan biaya, akan dapat
sebagai ukuran untuk menilai prestasi diperoleh hasil pengukuran laba yang
perusahaan. Unsur-unsur yang menjadi berbeda antara lain: laba kotor, laba
bagian pembentuk laba adalah operasional, laba sebelum pajak, dan laba
pendapatan dan biaya. Dengan bersih (Adie: 2010). Laba bersih
mengelompokkan unsur-unsur merupakan nilai akhir yang diperoleh

Jurnal Akuntansi FE Usu, Vol. 20, No. 1, 2008 Page 1


Nakman Harahap dan Dwi kumala V ISSN : 0852 - 1875

setelah laba operasional ditambah dengan hubungannya dengan mudah ke dalam


pendapatan lain- lain dan dikurangi produk- produk tertentu. Biaya overhead
dengan biaya lain-lain. Jika nilai pabrik merupakan biaya yang meliputi
akhirnya negatif disebut rugi bersih. semua biaya yang berhubungan dengan
Tujuan pengukuran laba ini yang lebih pabrik kecuali bahan langsung dan tenaga
umum adalah mensyaratkan pengukuran kerja
laba untuk periode yang lebih pendek langsung. Biaya non-pabrik meliputi
guna memberikan alat kendali dan dasar biaya yang terjadi dalam perusahaan
bagi keputusan pemegang saham, tetapi tidak berhubungan langsung
kreditor, investor dan manajemen secara dengan proses produksi atau tujuan utama
berkesinambungan atau periodik. Ukuran terjadinya bukan dalam rangka proses
laba bersih ini dapat dilihat dengan produksi.
membandingkan (rasio) antara laba Persaingan yang dihadapi perusahaan
terhadap pendapatan. Rasio ini dikenal semakin ketat karena adanya pengaruh
sebagai Net Profit Margin (NPM). dari banyaknya perusahaan yang berdiri,
NPM yang tinggi menyiratkan keahlian baik perusahaan besar, perusahaan
manajer dalam mencetak laba dengan menengah, maupun perusahaan. Setiap
meminimalisi biaya–biaya. pengusaha berlomba-lomba untuk
Biaya dalam suatu perusahaan menjadikan produknya lebih unggul dari
merupakan suatu komponen yang sangat produk yang dihasilkan oleh pesaing,
penting dalam menunjang pelaksanaan baik dalam hal mutu, harga maupun
kegiatan dalam usaha mencapai tujuan. bagian pasar yang dikuasai. Manajer
Tujuan itu dapat tercapai apabila biaya harus melakukan berbagai macam usaha
yang dikeluarkan sebagai bentuk suatu untuk meminimumkan biaya yang
pengorbanan oleh perusahaan telah dibutuhkan agar dapat menghasilkan dan
diperhitungkan secara tepat. Menurut mencapai manfaat untuk saat ini dan
Samryn (2001: 23) istilah biaya masa yang akan datang,. Mengurangi
umumnya digunakan untuk pengorbanan biaya yang diperlukan untuk mencapai
manfaat ekonomis untuk memperoleh tujuan berarti perusahaan akan menjadi
jasa yang tidak dikapitalisir nilainya. efisien.
Biaya dapat dikelompokkan menjadi
biaya pabrik dan biaya non-pabrik. Biaya Produk yang dihasilkan (kuantitas
pabrik adalah semua biaya yang terjadi dan kualitas) secara hemat akan mampu
di pabrik, baik yang berhubungan bersaing dan mampu mendatangkan profit,
langsung maupun maka diperlukan suatu alat pengendalian
yang tidak berhubungan langsung dengan biaya agar tercipta efisiensi biaya-biaya
proses produksi. Biaya pabrik ini dibagi produksi. Efisiensi biaya produksi dapat
atas biaya bahan langsung, tenaga kerja dilakukan dengan membandingkan rencana
langsung, dan overhead pabrik. Bahan biaya produksi dengan realisasinya. Efisiensi
langsung terdiri dari bahan-bahan baku biaya produksi dalam penelitian ini
yang menjadi bagian yang integral dari menggunakan biaya standar, yang berarti
produk jadi dan dapat ditelusuri biaya produksi yang sesungguhnya
hubungannya dengan mudah ke dalam dikeluarkan harus mencapai biaya standar
produk yang dihasilkan. Biaya tenaga yang dibuat atau dengan kata lain
kerja langsung terdiri dari biaya-biaya membandingkan antara realisasi biaya
tenaga kerja pabrik yang dapat ditelusuri produksi dengan biaya standar.

Jurnal Akuntansi FE Usu, Vol. 20, No. 1, 2008 Page 2


Nakman Harahap dan Dwi kumala V ISSN : 0852 - 1875

Efisiensi biaya produksi merupakan yang terdapat pada 5 (lima) daerah Tingkat
salah satu variabel yang penting. Biaya yang II Sumatera Utara yaitu Kabupaten Deli
dikeluarkan oleh perusahaan dalam Serdang, Simalungun, Asahan, Labuhan
melaksanakan proses produksi perlu Batu, dan Tapanuli Selatan. Berikut ini
dikendalikan sebaik-baiknya, karena adalah data jumlah biaya produksi pada
walaupun proses produksi dapat berjalan PTPN III (Persero) Medan dari tahun 2007
dengan lancar dan baik namun apabila tidak sampai dengan tahun 2009.
didukung dengan usaha untuk dapat
menekan biaya produksi serendah– Tabel 1.1
serendahnya akan berakibat naiknya biaya Jumlah Produksi, Biaya Produksi, dan Laba
produksi. Kondisi tersebut dapat dicapai Bersih Kelapa Sawit
dengan berusaha mengendalikan biaya- Pada PTPN III (Persero) Medan tahun 2007
biaya yang terjadi dalam perusahaan, sampai 2009
terutama biaya yang berkenaan langsung Keteranga 2006 2007 2008 2009
n
dengan produksi karena dengan Jumlah Realisa 417 557 567 738
mengendalikan biaya produksi seefisien Produksi si
(Juta Standar 408 589 633 761
mungkin, maka akan dihasilkan harga Kg)
pokok produksi yang B. T. Realisa 18.221 20.948 22.717 24.922
Kerja si
lebih rendah, di mana dengan harga pokok Langsung Standar 15.542 18.692 21.034 26.505
produksi yang lebih rendah itu perusahaan (Rp Juta)
Biaya Realisa 644.64 817.48 1.141.68 1.353.35
akan mampu bersaing di pasaran, sehingga Overhead si 6 3 1 1
perusahaan dapatmemperoleh laba yang Pabrik Standar 567.85 771.14 1.040.48 1.393.15
(Rp Juta) 3 2 5 7
optimal. Laba 293.85 702.74 844.718 519.814
PT Perkebunan Nusantara III Bersih 3 9
(Rp Juta)
disingkat PTPN III (Persero), merupakan
salah satu dari 14 (empat belas) Badan
Usaha Milik Negara (BUMN) Perkebunan Sumber: PTPN III (Persero) Medan (2010)
yang bergerak dalam bidang usaha
perkebunan, pengolahan dan pemasaran
hasil perkebunan. Kegiatan usaha perseroan
mencakup usaha budidaya dan pengolahan Tabel 1.1 di atas menunjukkan
tanaman kelapa sawit dan karet. Produk jumlah produks, biaya tenaga kerja
utama perseroan adalah minyak sawit atau langsung, dan biaya overhead pabrik pada
Crude Palm Oil (CPO) dan Inti Sawit PTPN III (Persero) Medan. Biaya produksi
(Kernel) dan produk hilir karet. Biaya terus mengalami peningkatan dari tahun
produksi yang ada pada PTPN III (Persero) 2006 sampai dengan tahun 2009 diikuti
Medan ini terdiri dari: dengan peningkatan jumlah produksi kelapa
1. Biaya tenaga kerja langsung, sawit. Laba bersih yang dapat dihasilkan
2. Biaya overhead pabrik, seperti: oleh PTPN III (Persero) Medan mengalami
biaya pemeliharaan tanaman, biaya peningkatan pada tahun 2006 sampai
pemupukan, biaya panen, biaya dengan tahun 2008 sedangkan dari laba
pengangkutan ke pabrik, biaya umum, bersih tahun 2008 samapai dengan 2009
biaya pengolahan, beban pembelian, mengalami penurunan. Persentase kenaikan
dan beban penyusutan. dan penurunan laba bersih pada tahun 2006
PTPN III (Persero) Medan ini sampai dengan 2009 adalah 12% sampai
memiliki lahan perkebunan (unit kebun) dengan 36%. Biaya produksi yang terdiri
dari biaya tenaga kerja langsung, dan biaya

Jurnal Akuntansi FE Usu, Vol. 20, No. 1, 2008 Page 3


Nakman Harahap dan Dwi kumala V ISSN : 0852 - 1875

overhead pabrik mengalami peningkatan Perumusan Masalah


sebesar 19% sampai dengan 32% untuk Berdasarkan latar belakang masalah
biaya tenaga kerja langsung, dan 15% yang dikemukakan sebelumnya, maka
sampai dengan 37% untuk biaya overhead perumusan masalah dalam penelitian ini
pabrik. adalah ”Apakah efisiensi biaya produksi
Berdasarkan uraian di atas, maka yang terdiri efisiensi biaya tenaga kerja
penulis tertarik untuk melakukan penelitian langsung dan biaya overhead pabrik
dengan judul ”Pengaruh Efisiensi Biaya erpengaruh terhadap laba bersih pada PT
Produksi Terhadap Laba Bersih pada PT Perkebunan Nusantara III (Persero)
Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan”. Medan?”.

2. TINJAUAN PUSTAKA terjadinya kewajiban yang tidak


2.1. Laba bersih menyangkut pembagian kepada
Penghasilan bersih (laba) seringkali penanam modal.
digunakan sebagai ukuran kinerja atau
sebagai dasar bagi ukuran yang lain seperti Salah satu indikator keberhasilan
imbalan investasi atau penghasilan per perusahaan adalah kemampuan mencetak
saham. Adapun unsur yang langsung laba secara efisien, yaitu bahwa manajer
berkaitan dengan pengukuran penghasilan perusahaan tersebut mampu membukukan
bersih (laba) adalah penghasilan dan beban. pendapatan dan sales yang signifikan, dan
Menurut Ikatan Akuntan Indonesia dalam waktu yang sama manajer mampu
(2008: 13) mendefinisikan penghasilan dan meminimalisir biaya–biaya. Mengingat laba
beban sebagai berikut: adalah selisih antara pendapatan dan biaya,
1. Pengahasilan (income) adalah maka ukuran efisiensi dapat dilihat dengan
kenaikan manfaat ekonomi selama membandingkan (rasio) antara laba
suatu periode akuntansi dalam terhadap pendapatan.
bentuk pemasukan atau penambahan 2.2. Biaya
aktiva atau penurunan kewajiban 1. Pengertian Biaya
yang mengakibatkan kenaikan Hansen (2006: 40) mengemukakan
ekuitas yang tidak berasal dari bahwa biaya adalah kas atau ekuivalen
kontribusi penanam modal. kas yang dikorbankan untuk
Pengahasilan (income) meliput i baik mendapatkan barang atau jasa yang
pendapatan (revenue) maupun diharapkan memberi manfaat saat ini
keuntungan (gains). Pendapatan atau di masa datang bagi organisasi.
timbul dalam pelaksanaan aktivitas Biaya menurut The Committee on
perusahaan sedangkan keuntungan Cost Concepts - American Accounting
(laba) penghasilan yang mungkin Asociation, merupakan suatu
timbul atau tidak dalam pelaksanaan peristiwa/kejadian yang diukur
aktivitas perusahaan biasa. Laba berdasarkan nilai uang, yang timbul
(profit) merupakan selisih bersih atau mungkin akan timbul untuk
antara pendapatan dengan mencapai suatu tujuan tertentu.
pengeluaran. Menurut Parkinson (1993: 35) biaya
2. Beban (expenses) adalah penurunan adalah apa yang dibayarkan pembeli
manfaat ekonomi selama suatu untuk memperoleh barang atau jasa.
periode akuntansi dalam bentuk arus Mulyadi (1986: 3) berpendapat
keluar atau berkurangnya aktiva atau bahwa biaya adalah pengorbanan

Jurnal Akuntansi FE Usu, Vol. 20, No. 1, 2008 Page 4


Nakman Harahap dan Dwi kumala V ISSN : 0852 - 1875

sumber ekonomis, yang diukur dalam


satuan uang, yang telah terjadi atau 2.3 Efisiensi Biaya
kemungkinan akan terjadi untuk Pengertian efisiensi dalam produksi
mencapai tujuan tertentu. merupakan perbandingan antara output dan
Berdasarkan beberapa uraian di atas, input, berkaitan dengan tercapainya output
maka dapat disimpulkan bahwa biaya maksimum dengan sejumlah input. Jika
adalah sesuatu yang diukur dalam rasio ouput besar maka efisiensi dikatakan
satuan uang yang dapat digunakan semakin tinggi. Dapat dikatakan bahwa
untuk memperoleh barang atau jasa efisiensi adalah penggunaan input terbaik
yang bermanfaat dan digunakan untuk dalam memproduksi output (Shone dalam
mencapai tujuan. Susantun, 2000).
2. Komponen Biaya Dasar Menurut Supriyono (2001: 24)
Menurut Bambang dan Kartasapoetra efisiensi adalah rasio keluaran terhadap
(1998: 4) usaha produksi yang masukan. Suatu pusat pertanggung-jawaban
dilangsungkan dalam suatu pabrik pada (biaya) dinamakan efisien jika pusat
umumnya terdapat 3 (tiga) komponen pertanggung-jawaban tersebut:
biaya dasar, yaitu: 1. Sumber atau biaya atau masukan yang
a. Biaya bahan (material) langsung digunakan lebih kecil untuk
Biaya bahan baku langsung (direct menghasilkan keluaran dalam jumlah
material cost) merupakan biaya bagi yang sama.
bahan-bahan secara langsung yang 2. Sumber atau biaya atau masukan yang
digunakan dalam produksi untuk digunakan adalah sama untuk
mewujudkan suatu macam produk jadi menghasilkan keluaran dalam jumlah
yang siap untuk dipasarkan, atau siap lebih besar.
diserahkan kepada pemerintah. Perusahaan dengan operasi yang
b. Biaya tenaga kerja langsung efisien tidak akan membuang sumber
Biaya tenaga kerja langsung merupakan daya. Penilaian efisiensi terpisah dari
biaya bagi para tenaga kerja yang penilaian efektivitas. Sebuah perusahaan
langsung ditempatkan dan dapat efektif melalui pencapaian tujuan
didayagunakan dalam menangani atau sasaran yang disusun untuk
kegiatan-kegiatan proses produksi, operasinya, tetapi masih belum efisien,
menangani segala peralatan produksi dan perusahaan yang efisien mungkin
sehingga produk dari usaha itu dapat belum efektif jika gagal mencapai tujuan
terwujudkan. operasi (Blocher, 2001: 726).
Biaya tenaga kerja tidak langsung Menurut Simamora (1999: 301)
diterjunkan dalam kegiatan produksi, pengendalian biaya (cost control) adalah
seperti tenaga-tenaga yang diserahi perbandingan kinerja aktual dengan
pekerjaan tulis menulis, pembiayaannya kinerja standar, penganalisaan selisih-
adalah termasuk biaya umum. selisih yang timbul guna mengidentifikasi
c. Biaya overhead atau biaya umum penyebab-penyebab yang dapat
Biaya umum merupakan biaya-biaya dikendalikan, dan pengambilan tindakan
bahan tidak langsung dan tenaga kerja untuk membenahi atau menyesuaikan
tidak langsung yang tersangkut dalam perencanaan dan pengendalian pada masa
kegiatan produksi yang bukan akan datang. Satu-satunya cara mengukur
merupakan/termasuk dalam biaya utama efisiensi adalah dengan membandingkan
(prime cost).

Jurnal Akuntansi FE Usu, Vol. 20, No. 1, 2008 Page 5


Nakman Harahap dan Dwi kumala V ISSN : 0852 - 1875

biaya aktual dengan biaya standar atau keseluruhan dapat ditinjau lagi. Misalnya
tolak ukur biaya lainnya. ada suatu reduksi (pengurangan) besar
Bambang dan Kartasapoetra (1998: pada harga dari beberapa bahan baku
4), bagi pengendalian biaya (cost dengan memakai kualitas yang lebih
control), perhitungan-perhitungan biaya rendah, tetapi hal ini dapat
salah satu kepentingannya adalah untuk mengakibatkan mesin lebih lambat untuk
pengendalian pengeluaran-pengeluaran, melakukan proses produksi.
yang menjurus ke efisiensi Menurut Samryn (2001: 211) di dalam
pendayagunaan tenaga kerja, bahan- pengendalian biaya dapat menggunakan
bahan, alat-alat produksi (mesin-mesin) anggaran fleksibel dan biaya standar.
dan pabrik. Efisiensi ini sangat penting 2.5 Kerangka Konseptual
untuk menghasilkan produk (kuantitas Laba atau keuntungan dapat
dan kualitas) secara hemat yang akan didefinisikan dengan dua cara. Laba
mampu bersaing dan mampu dalam ilmu ekonomi murni didefinisikan
mendatangkan profit. sebagai peningkatan kekayaan seorang
Dari uraian di atas maka dapat investor sebagai hasil penanam
disimpulkan bahwa efisiensi biaya modalnya, setelah dikurangi biaya-biaya
berhubungan dengan pengendalian biaya yang berhubungan dengan penanaman
dengan cara membandingkan biaya modal tersebut (termasuk di dalamnya,
aktual dengan biaya standar atau tolak biaya kesempatan) sedangkan laba dalam
ukur biaya lainnya sehingga dapat akuntansi didefinisikan sebagai
menghasilkan produk yang baik dan selisihantara harga penjualan dengan
mampu mendatangkan laba. biaya produksi (Adie: 2010). Laba
bersih ini dapat dihintung dengan
menggunakan rasio Net Profit Margin.
2.4 Alat Pengendalian Biaya Margin ini menggambarkan kemampuan
perusahaan dalam mencetak laba bersih
Pengendalian adalah usaha sistematis (penjualan dikurangi semua biaya dan
manajemen untuk mencapai tujuan. pajak). Rumusnya adalah laba bersih
Aktivitas-aktivitas dimonitor terus-menerus dibagi dengan penjualan (laba
untuk memastikan bahwa hasilnya berada bersih/penjualan). Semakin tinggi margin
pada batasan yang diinginkan. Hasil aktual laba bersih semakin bagus karena itu
untuk setiap aktivitas dibandingkan dengan berarti perusahaan mampu mencetak
rencana, dan jika ada perbedaan yang tingkat keuntungan yang tinggi.
signifikan, tindakan perbaikan dapat Setiap perusahaan dalam
dilakukan (Carter and Usry, 2006: 6). menjalankan kegiatan
Parkinson (1993: 35) mengemukakan bahwa operasionalnyamemerlukan biaya
ada beberapa prasyarat untuk kontrol biaya produksi. Biaya produksi merupakan
yang efekt if, yaitu: biaya yang digunakanoleh perusahaan
1. Usaha harus diarahkan agar menjadi untuk menghasilkan suatu produk.
efekt if Konsentrasi harus berada dalam Biaya produksi dalam suatuperusahaan
pengontrolan bidang yang memerlukan dapat terdiri dari biaya bahan baku,
biaya terbesar. biaya tenaga kerja langsung danbiaya
2. Organisasi secara keseluruhan harus overhead pabrik. Menurut Carter
diperiksa Kontrol terhadap biaya (2006: 40) bahan baku adalah
menghendaki agar organisasi secara semuabahan baku yang membentuk

Jurnal Akuntansi FE Usu, Vol. 20, No. 1, 2008 Page 6


Nakman Harahap dan Dwi kumala V ISSN : 0852 - 1875

bagian integral dari produk jadi dan 2.8 Hipotesis Penelitian


dimasukkansecara eksplisit dalam
perhitungan biaya produk. Tenaga kerja Berdasarkan latar belakang masalah,
langsung adalahtenaga kerja yang perumusan masalah, dan
melakukan konversi bahan baku kerangkakonseptual yang telah
langsung menjadi produk jadi dan dapat dikemukakan, maka hipotesis penelitian ini
dibebankan secara layak ke produk adalah: Efisiensi biaya produksi yang terdiri
tertentu. Sedangkan overhead pabrik dari efisiensi biaya tenaga kerja langsung
adalah semua biaya yang tidak danbiaya overhead pabrik berpengaruh
ditelusuri secara langsung ke output terhadap laba bersih pada PT Perkebunan
tertentu. Nusantara III (Persero) Medan.
Perusahaan selalu berusaha 3. METODE PENELITIAN
menciptakan suatu produksi yang Data yang dikumpulkan dari
efisien sehingga pihak manajemen harus penelitian ini adalah data sekunder. Datab
bekerja seoptimal mungkin dalam sekunder merupakan data yang telah diolah
pengeluaran biaya produksi yaitu lebih lanjut dan disajikan, baik oleh pihak
melakukan perencanaan yang matang pengumpul data atau oleh pihak lain
serta senantiasa melakukan misalnya dalam bentuk tabel, diagram, dan
pengendalian biaya untuk menghindari lain-lain (Juanda, 2003). Data sekunder
pemborosan sehingga dapat diperoleh dari data historis PT Perkebunan
menghasilkan laba yang optimal. Nusantara III (Persero) Medan, studi
Parkinson (1993: 147) mengemukakan literatur, laporan penelitian, dan laporan
bahwa laba adalah selisih antara biaya keuangan yang diterbitkan bank maupun
dan harga jual dari suatu produk. internet.
PTPN III Medan memiliki biaya
produksi, yang terdiri dari biaya tenaga 4. ANALISIS HASIL PENELITIAN
kerja langsung dan biaya overhead 4. 1 Analisis Korelasi
pabrik, sedangkan untuk biaya bahan Metode ini merupakan suatu metode di
baku pada PTPN III (Persero) Medan mana data yang telah diperoleh, disusun,
ini tidak ada, karena PTPN III (Persero) dikelompokkan, dianalisis, kemudian
Medan hanya membudidayakan diinterprestasikan sehingga diperoleh
tanaman kelapa sawit saja. Biaya gambaran yang sebenarnya.
produksi tersebut harus diefisienkan 4.2 Analisis Regresi Linear Berganda
agar laba bersih yang maksimal dapat Metode ini digunakan untuk mengetahui
tercapai. Berdasarkan teori pengaruh atau hubunganantara variabel
pendukung, maka kerangka konseptual bebas dengan variabel terikat. Pengolahan
pada penelitian ini dapat digambarkan: data peneliti dibantudengan aplikasi
komputer, yaitu dengan menggunakan
Statistical Product andService Solutions
Biaya Produksi Laba Bersih (SPSS) 16.00 for Windows.
Persamaan regresi linier berganda dapat
(X1) (Y) dirumuskan sebagai berikut:
Y = a + b1X1 + b2X2 + e
Keterangan:
Gambar 1.1 Kerangka Konseptual Y = Rasio Net Profit Margin (Laba Bersih)
a = Konstanta

Jurnal Akuntansi FE Usu, Vol. 20, No. 1, 2008 Page 7


Nakman Harahap dan Dwi kumala V ISSN : 0852 - 1875

b1, b2 = Koefisien regresi dengan demikian, maka H ditolak dan H


X1 = Efisiensi biaya tenaga kerja langsun diterima, sehingga DPK dan nilai NPL
X2 = Efisiensi biaya overhead pabrik secara keseluruhan berpengaruh secara
e = Standard error signifikan terhadap laba pada taraf nyata
4.3 Dampak Perubahan 5%. Kelayakan model regresi yang telah
SecaraKeseluruhan (Uji F) dibuat juga dapat dilihat pada hasil uji
Uji F dilakukan untuk melihat analysis of variance (ANOVA). ANOVA
pengaruh keseluruhan variable independen merupakan uji hipotesis kesesuaian model
terhadap variabel dependen. Perhitungannya dengan data yang ada (Iriawan dan Astuti,
menggunakan Minitab 14. Untuk 2006). Hipotesis yang digunakan sama
mengetahui apakah variable independen dengan hipotesis uji F, dengan daerah
secara keseluruhan mempengaruhi variabel penolakan p-value < α.
variabel Dari hasil uji ANOVA menggunakan α
dependen pada tingkat signifikansi tertentu sebesar 0,05, di dapat pvalue = 0 sehingga
dilakukan langkahlangkah sebagai berikut : model regresi yang dibuat nyata (tolak H ).
1. Perumusan hipotesis
H : β = 0, , , 5. KESIMPULAN DAN SARAN
Hipotesis nol (H ) yang hendak diuji adalah 1. Kesimpulan
apakah semua parameter dalam model sama Berdasarkan hasil Penelitian ini
dengan nol. Artinya, semua variabel dilakukan bertujuan untuk mengetahui dan
independen bukan merupakan penjelas yang menganalisis pengaruh efisiensi biaya
signifikan terhadap variabel dependen. produksi yang terdiri dari biaya bahan baku,
H:∃≠0,,, biaya tenaga kerja langsung dan biaya
Hipotesis alternatifnya (H ), tidak semua overhead pabrik terhadap laba bersih pada
parameter secara simultan sama dengan nol. PT Perkebunan Nusantara III (Persero)
Artinya, paling sedikit terdapat satu variabel Medan. Masalah yang dirumuskan pada
independen merupakan penjelas yang peneitian ini adalah apakah efisiensi biaya
signifikan terhadap variabel dependen. produksi yang terdiri dari efisiensi biaya
2. Menentukan F tabel bahan baku, efisiensi biaya tenaga kerja
Dengan taraf nyata (α = 5%), yaitu tingkat langsung dan biaya overhead pabrik
kesalahan yang masih dapat ditolerir. berpengaruh terhadap laba bersih pada PT
Derajat bebas pembilang = k-1 = 2-1 = 1 Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan.
Derajat bebas penyebut = n-k = 9-2 = 7 Periode penelitian ini dimulai dari tahun
Dengan demikian F tabel sebesar F 0,05 2007 sampai dengan tahun 2009. Hipotesis
(7,1) = 5,59 yang dikemukakan dalam penelitian ini
3. Menentukan besarnya F hitung adalah efisiensi biaya produksi yang terdiri
Hasil perhitungan menggunakan program dari efisiensi biaya bahan baku, efisiensi
ninitab menunjukkan nilai F hitung adalah biaya tenaga kerja langsung dan biaya
53,71. overhead pabrik berpengaruh terhadap laba
4. Membandingkan F hitung dengan F tabel bersih pada PT Perkebunan Nusantara III
a. Jika F hitung > F tabel atau F hitung < -F (Persero) Medan. Metode analisis yang
tabel, maka H ditolak dan H diterima. digunakan untuk melihat dari efisiensi biaya
b. Jika –F tabel < F hitung < F tabel, maka H bahan baku, efisiensi biaya tenaga kerja
diterima dan H ditolak Hasil uji langsung dan biaya overhead pabrik
menunjukkan bahwa F hitung > F tabel, berpengaruh terhadap laba bersih pada PT
yaitu 53,71>5,59. Dengan Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan

Jurnal Akuntansi FE Usu, Vol. 20, No. 1, 2008 Page 8


Nakman Harahap dan Dwi kumala V ISSN : 0852 - 1875

adalah metode analisis deskriptif dan Ikatan Akuntan Indonesia, 2008. Standar
statistik. Pengujian hipotesis secara simultan Akuntansi Keuangan, Cetakan
(uji statistik F) dan secara parsial (uji Kedua,
statistik t) dengan α = 5%. Pengolahan data Salemba Empat, Jakarta.
peneliti dibantu dengan menggunakan Hall, James A, 2007. Sistem Informasi
Statistical Product and Service Solutions Akuntansi, Edisi Keempat, Salemba
(SPSS) 16.00 for Windows. Hasil uji F Empat, Jakarta.
(simultan) menunjukkan variabel biaya Hansen, D. R., dan Mowen, M.M., 1999.
produksi yang terdiri dari efisiensi biaya Akuntansi Manajemen, Edisi
bahan baku, efisiensi biaya tenaga kerja Keempat, Jilid Satu, Penerbit
langsung dan efisiensi biaya overhead pabrik Erlangga, Jakarta.
secara bersama-sama berpengaruh positif Makridakis, Spyros, Wheelwright, Steven
dan signifikan terhadap laba bersih. Hasil uji C dan McGee, Victor E. 1999.
secara parsial (uji statistik t) menunjukkan Metode
bahwa variabel efisiensi biaya efisiensi dan Aplikasi Peramalan, Binarupa
biaya tenaga kerja langsung dan efisiensi Aksara, Jakarta.
biaya overhead pabrik memiliki hubungan Munawir, 2001. Analisa Laporan
yang positif dan signifikan terhadap laba Keuangan, Liberty, Yogyakarta.
bersih, sedangkan variabel lain yaitu
efisiensi biaya bahan baku berpengaruh S, Bambang dan Kartasapoetra, G., 1998.
negatif dan tidak signifikan terhadap laba Kalkulasi Pengendalian Biaya
bersih. Adapun variabel yang berpengaruh
paling dominan adalah variabel efisiensi Produksi, PT. Bina Aksara, Jakarta.
overhead pabrik.
Pinasih, 2005. Pengaruh Efisiensi Biaya
Bahan Baku dan Efisiensi Biaya
DAFTAR PUSTAKA
Amin, Nur Fitri Yuliana, 2008. Analisis Tenaga Kerja Langsung Terhadap
Biaya Bahan Baku dan Biaya Rasio Profit Margin (Studi kasus
Overhead Pabrik yang Berpengaruh pada perusahaan meubel PT. Jaya
Terhadap Efisiensi Biaya Produksi Indah Furniture Kabupaten Jepara).
Pada PT. Autokorindo Pratama
Skripsi. Fakultas Ilmu Sosial,
Gresik. Skr ipsi. Fakultas Ekonomi.
Universitas Muhammadiyah Gresik. Jurusan Ekonomi. Universitas Negeri
Tidak Dipublikasikan. Semarang. Tidak Dipublikasikan.
Blocher, E.J., Chen. K.H., dan Lin, T.W.,
2001. Manajemen Biaya: Dengan
Tekanan Stratejik, Jilid Kedua, Edisi
Pertama, Penerjemah: A. Susty
Ambarriani, Salemba Empat, Jakarta.
Carter, W.K., and Usry, M. F., 2006.
Akuntansi Biaya, Buku Satu, Edisi
Ketigabelas, Penerjemah: Krista,
Salemba Empat, Jakarta.

Jurnal Akuntansi FE Usu, Vol. 20, No. 1, 2008 Page 9