Anda di halaman 1dari 48

LAPORAN TUTORIAL

MODUL DASAR KULINER

DISUSUN OLEH:
KELOMPOK 8

1. Ade Rosanti 0906633842


2. Annisa Nursita Angesti 0906633924
3. Apriyan Pratama 0906633943
4. Aulia Hardiningsih 0906633956
5. Claudia Ester 0906633981
6. Dwi Meila 0906513794
7. Fiona Sarah 0906562480
8. Muhamad Hisbullah Amrie 0906562575
9. Nida Fadhilah 0906634265
10. Nurul Dina Rahmawati 0906562606
11. Rahma Marfuatim 0906634340
12. Ratu Tatya Rachman 0906634366
13. Samsiyah 0906634391

PROGRAM STUDI GIZI


FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS INDONESIA
2011
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat-Nya sehingga
laporan tutorial modul Dasar Kuliner dapat selesai tepat pada waktunya. Atas rahmat-Nya
pula kami dapat membuat laporan turorial ini dengan baik dan sistematis.
Laporan tutorial modul Dasar Kuliner ini terdiri dari beberapa bagian untuk
menjelaskan scenario yang menjadi permasalahan. Di bagian awal akan diterangkan secara
umum apa yang akan dibahas dalam laporan ini. Selanjutnya di bagian isi akan terdapat
jawaban pertanyaan yang sudah dirumuskan sebelumnya. Di bagian akhir terdapat
kesimpulan berupa solusi yang menjadi rangkuman dari pembahasan sebelumnya.
Akhirnya dengan segala kerendahan hati, kami ucapkan terima kasih kepada semua
pihak yang telah berjasa dalam rangka penulisan laporan tutorial ini. Untuk itu, penulis
mengucapkan terima kasih kepada Ibu Asih sebagai pendamping selama kegiatan tutorial
dan diskusi di kelas. Kami menyadari bahwa masih terdapat kekurangan dalam laporan ini,
baik dari segi isi, penulisan, maupun kata-kata yang digunakan. Oleh karena itu, kami
sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun agar pembuatan laporan
berikutnya akan lebih sempurna.

Depok, April 2011


DAFTAR ISI

Cover ……………………………………………………………………………….
Kata Pengantar ……………………………………………………………………..
Daftar Isi …………………………………………………………………………...
Pendahuluan ……………………………………………………………………….
Skenario …………………………………………………………………...
Kata Sulit ………………………………………………………………….
Kata Kunci ………………………………………………………………...
Kalimat Masalah …………………………………………………………..
Pohon Masalah …………………………………………………………….
Pertanyaan …………………………………………………………………
Isi …………………………………………………………………………………..
Jawaban …………………………………………………………………....
Penutup …………………………………………………………………………….
Kesimpulan ………………………………………………………………..
Solusi ………………………………………………………………………
Daftar Pustaka ……………………………………………………………………..
PENDAHULUAN

SKENARIO
Bela Dona Café membuat image sebuah café untuk segala usia dan menyediakan
berbagai hidangan oriental, continental, timur tengah, dan western, dengan tema santai
ruangan-ruangan di set up sesuai daerah di mana makanan tersebut berasal.
Dalam membuat menu yang akan disajikan pemilik café tersebut harus memikirkan
benar menu oriental, continental, timur tengah, dan western yang sesuai dan dapat diterima
oleh orang Indonesia.
Selain itu juga perlu merencanakan alat masak dan alat hidang yang cocok, café ini
tidak hanya menyediakan makanan saja namun juga minuman yang khas.

KATA SULIT
• Masakan oriental: masakan yang berasal dari daratan Asia Timur, yaitu China,
Jepang, Taiwan, Korea, dan sekitarnya.
• Masakan kontinental: masakan yang berasal dan berkembang dari daratan Eropa
yang kemudian meluas ke Negara-negara yang menjadi tempat migrasi orang
Eropa.
• Masakan Western: masakan yang berasal dari dan berkembang di Negara-negara
barat. Masakan ini sangat berhubungan dengan masakan continental. Masakan
western juga termasuk di dalamnya masakan Amerika Utara, Amerika Selatan, dan
sekitarnya.

KATA KUNCI
• Oriental
• Kontinental
• Western
• Alat masak dan alat hidang yang cocok
• Makanan dan minuman
KALIMAT MASALAH
Perbedaan karakteristik hidangan Internasional memengaruhi sulitnya penerimaan hidangan
Internasional tersebut oleh masyarakat Indonesia.

POHON MASALAH

PERTANYAAN
1. Jelaskan karakteristik masakan continental!
2. Jelaskan karakteristik masakan western!
3. Jelaskan karakteristik masakan Timur Tengah!
4. Jelaskan karakteristik masakan oriental!
5. Jelaskan perbedaan alat masak dan alat hidang setiap sajian Internasional
(continental, western, Timur Tengah, dan oriental)!
6. Bagaimana cara memodifikasi masakan continental agar diterima oleh masyarakat
Indonesia?
7. Bagaimana cara memodifikasi masakan western agar diterima oleh masyarakat
Indonesia?
8. Bagaimana cara memodifikasi masakan Timur Tengah agar diterima oleh
masyarakat Indonesia?
9. Bagaimana cara memodifikasi masakan oriental agar diterima oleh masyarakat
Indonesia?
10. Jelaskan karakteristik dan cara memodifikasi minuman dan snack continental!
11. Jelaskan karakteristik dan cara memodifikasi minuman dan snack western!
12. Jelaskan karakteristik dan cara memodifikasi minuman dan snack Timur Tengah!
13. Jelaskan karakteristik dan cara memodifikasi minuman dan snack oriental!
14. Sebutkan dan jelaskan Herbs dan Spices yang dipakai di setiap masakan
Internasional!
15. Bagaimana karakteristik makanan, minuman, dan snack hidangan Indonesia?
16. Jelaskan hubungan usia dengan makanan yang disajikan di Bela Dona Café!
17. Sebutkan dan jelaskan cara pemasakan dan penyajian masakan continental!
18. Sebutkan dan jelaskan cara pemasakan dan penyajian masakan western!
19. Sebutkan dan jelaskan cara pemasakan dan penyajian masakan Timur Tengah!
20. Sebutkan dan jelaskan cara pemasakan dan penyajian masakan oriental!
21. Sebutkan dan jelaskan cita rasa makanan Internasional (continental, western, Timur
Tengah, dan oriental)!
22. Jelaskan struktur resep masakan asing dan Indonesia!
ISI

JAWABAN

1. Karakteristik Masakan Kontinental

Sejarah Masakan Kontinental


Pada masa bangsa romawi menguasai Eropa, kemenangan peperangan
dirayakan dengan pesta pora yang hebat, yaitu dengan diadakannya pesta-pesta
yang melanda di negara-negara Eropa, salah satunya adalah Negara Perancis. Pada
acara pesta disajikan hidangan yang istimewa, sehingga Negara Perancis terkenal
dengan masakan yang modern dan mengembangkannya sampai ke seluruh dunia.
Perkembangan masakan kontinental hingga bisa ke seluruh dunia diawali
dengan terjadinya revolusi agama dan politik di Eropa pada abad XIV. Akibat
revolusi ini banyak orang Eropa yang melarikan diri ke Amerika. Seiring
berjalannya waktu, imigrasi dalam periode ini sangat tinggi dan dilakukan dengan
besar-besaran. Perpindahan yang dilakukan oleh orang-orang Eropa umumnya
adalah dalam tujuan politik, memperluas daerah jajahan, dan menemukan sumber
daya baru yang dapat dikuasai olehnya. Namun bukan hanya masalah politik yang
menjadi tujuan satu-satunya, orang-orang Eropa juga memperkenalkan
kebudayaannya ke daerah lain, termasuk masakannya yang mewah. Kebiasaan
orang Eropa yang kemudian berkembang di daerah yang disinggahinya menjadikan
daerah tersebut memiliki hidangan makanan yang mirip dengan masakan Eropa.
Dengan demikian, masakan kontinental yang identic dengan wilayah Eropa kini
menjadi lebih luas karena perkembangan masakannya yang telah meluas ke daratan
lain (Australia, Amerika, dan lain-lain).

Pengertian Masakan Kontinental


Masakan kontinental adalah masakan yang berkembang dari negara-negara
Eropa yang pada awalnya diperkenalkan di Perancis. Gaya masakan ini terus
berkembang sampai ke benua lainnya termasuk Amerika (akibat penjajahan
Inggris), karena itu menu masakan di Amerika akan banyak memiliki kesamaan
dengan menu dari Eropa. Masakan kontinental sendiri dijelaskan sebagai masakan
Eropa sebagai tempat awal mula masakan ini berkembang.

Karakteristik Masakan Kontinental


• Struktur menu pada hidangan kontinental terdiri atas cold appetizer
(hidangan pembuka dingin), soup (sup), hot appetizer (makanan pembuka
panas), main course (makanan utama), sweet dish (hidangan manis), dan dessert
(makanan penutup).
• Hal yang membedakannya dari makanan lainnya yaitu pada hidangan
kontinental porsi sumber proteinnya lebih besar (porsi daging lebih besar
daripada porsi sumber karbohidrat).
• Dalam pemasakan hidangan kontinental biasanya menambahkan bahan lain
dalam masakannya seperti susu, wine, butter, atau lemak hewan.
• Garnish dalam hidangan kontinental tidak terlalu banyak, biasanya hanya
potongan kecil daun peterseli.
• Dalam satu piring sajian masakan kontinental masih terdapat tempat kosong
dalam satu piring tersebut, jadi piring yang digunakan tidak penuh dengan
makanan.
• Hidangan kontinental sangat identik dengan pemakaian sausnya. Saus yang
digunakan dalam hidangannya selain menjadi garnish namun pada beberapa
makanan menjadi penentu cita rasa dari makanan yang disajikan.
• Bumbu yang digunakan pada masakan kontinental memiliki cara pengolahan
yang berbeda dengan pengolahan bumbu pada masakan lain. Biasanya bumbu
yang digunakan sudah dalam bentuk instan tinggal pakai, seperti dalam bentuk
bubuk atau larutan.

Perkembangan Umum dari Masakan Kontinental di Benua Eropa


• Eropa barat (Perancis, Belgia, Swiss, Belanda, dan Jerman) memiliki selera
makanyang sama.
• Eropa timur (Chekoslovakia, Hongaria, Yugoslavia, Yunani, Romawi, dan
Rumania) mempunyai selera makan yang menggunakan bumbu tajam dari
rempah–rempah seperti lada.
• Eropa selatan (Italia, Portugal, Spayol) pada umumnya berbumbu tajam pula
yaitu menggunakan pala, lada, dan kayu manis.

Bumbu rempah yang sering digunakan:


• Bay Leaf (Lourus nobilis)
• Basil (Ocimum basilicum)
• Dill (Anethum graveolens)
• Oregano (Origanum spp)
• Rosemary (Rosmarinus afficinalis)
• Sage (Salvia officinalis)
• Tarragon (Artemisia dracunculus)
• Thyme (Thymus spp)

Pembagian waktu makan untuk Negara 4 musim :


1. Breakfast 06.00-09.00
2. Brunch 10.00 (minum kopi/cemilan, sarapan bukan makan siang pun
bukan)
3. Lunch 12.00-15.00 (menu tergantung keluarga)
4. Afternoon Tea 16.00-18.00 (tea/cookies/cemilan di sore hari)
5. Dinner 19.00-21.00
Supper tengah malam (biasanya setelah menonton acara tengah malam)

2. Karakteristik makanan Western.


Merupakan masakan kolektif Eropa (termasuk Rusia), Amerika Utara,
Australasia, Oseania, dan Amerika Latin. Makanan western karakteristiknya
berbeda dengan makanan oriental (Asia). Biasanya Negara-negara yang memiliki
makanan western contohnya adalah USA, Inggris, Belanda, Perancis, Spanyol,
Italia, Rusia, Skandinavia, Australia, dan lain-lain.
Dari segi porsi, makanan western lebih besar daripada makanan Oriental.
Ukuran jumbo di makanan Asia merupakan ukuran regular di makanan Western.
Bumbu yang digunakan juga berbeda dengan masakan Asia. Masakan Western
seringkali menggunakan kaldu, krim, susu, juga rempah-rempah. Namun aroma
rempah digunakan secara terbatas sehingga tidak begitu kuat seperti Timur Tengah.
Pada masakan barat, juga sangat jarang penggunaan cabai, kecuali untuk masakan
Amerika Latin dan Mexico.
Dalam sajian, biasa porsi daging lebih diutamakan. Berbeda dengan Asia
yang mengutamakan karbohidrat. Pada masakan western, makanan sumber
karbohidrat hanya sebagai pendamping mayor. Sumber karbohidrat yang umum
digunakan adalah roti tepung gandum, pasta, kentang, dan pastries serta beberapa
jenis makanan spesifik yang dimiliki masing-masing negara. Sementara
pendamping lainnya adalah sayuran. Sayuran biasa disajikan dengan dibuat salad
atau hanya berupa rebusan saja.
Biasanya masakan Western menggunakan saus sebagai tambahan, namun
bukan sebagai pelengkap, tetapi sebagai bumbu dari masakan itu sendiri. Saus
berupa cairan yang dikentalkan sehingga menjadi setengah cair dan disajikan
bersamaan dengan daging, ikan atau makanan lainnya dengan tujuan meninggikan
kualitas makanan tersebut. Fungsi saus antara lain adalah sebagai pelembab,
penambah rasa, memperkaya kandungan gizi, dan memperbaiki tampilan melalui
warna dan kilapnya sehingga menambah daya tarik dan menimbulkan selera.

3. Karakteristik makanan Timur Tengah.


Masakan Timur Tengah adalah masakan khas Negara Timur Tengah yang
berasal dari beberapa Negara timur tengah diantaranya masakan yang berasal dari
Negara urki,Libanon,Israel,Iran,Irak,Mesir. Masakan Timur Tengah memiliki
berbagai menu pilihanan,serta memiliki bahan masakan yang khas atau banyak
digunakan di Negara tersebut diantaranya penggunaan daging kambing yang
mendominani masakan timur tengah,teknik memasak makanan timur tengah juga
menjadikan khas Negara ini dengan banyaknya makanan yang dibakar atau
dipanggang serta cita rasa masakan yang khas dengan aroma rempah yang kental.

Bahan Makanan Masakan Timur Tengah


• Hidangan masakan timur tengah dikenal mengunakan bahan makanan banyak
rempah dalam setiap masakannya serta menggunakan bahan makanan yang segar
seperti sayur sayuran terutama terung dan menggunkan banyak daging kambing
walau ayam dan sapi juga banyak digunakan namun kambing tetap
mendominani,dan makanan pendamping makanan pokoknya seperti Roti pita,Roti
maryam,Roti jala,Negara timur tengah yang kaya akan buah Zaitun juga banyak
menggunakan minyak Zaitun dalam masakannya,serta minyak lain yang juga khas
yaitu minyak samin untuk setiap pengolahan masakan di Timur Tengah.
• Masakan timur tengah khususnya masakan Turki banyak memakai Yogurt dalam
berbagai bentuk dan menggunakan bahan dasar kacang-kacangan, terutama kacang
pistachio dan walnut sebagai bahan makanan penutup Madu digunakan sebagai
bahan pemanis selain sirup khas Turki yang dibuat dari gula pasir, cengkeh dan rose
water atau air bearoma mawar.selain itu juga ada minuman khas Timur Tengah
yaitu Sage Tea (Ada Cayi) yaitu daun Sage kering yang diseduh dengan air
mendidih dan dihidangkan bersama gula kubus,selain itu juga ada Turkish Coffee
(kopi tubruk khas Turki) atau Mint Tea.

4. Karakteristik makanan continental.


Makanan oriental adalah kombinasi makanan dari Asia Tengah, Asia Timur,
Asia Utara, Asia Selatan, Asia Tenggara dan Asia Barat. Makanan Oriental
bervariasi antar negaranya. Makanan oriental unik dan telah menjadi masakan
favorit di seluruh dunia.
Termasuk ke dalam Asia Timur adalah Republik Rakyat Cina (RRC),
Jepang dan Korea. Negara Asia Tenggara adalah Kamboja, Laos, Thailand,
Vietnam, Brunei, Indonesia, Malaysia dan Filipina. Negara Asia Utara adalah
Burma, India, Sri Lanka, dan Pakistan. Asia Tengah terdiri dari Kazakhstan,
Kirgiztan, Tajikistan, Turkmenistan, Uzbekistan, Mongolia, Afganistan, Pakistan
bagian utara, Iran bagian timur laut, India bagian barat laut, dan bagian barat dari
RRC seperti Xinjiang, bagian barat daya dan pertengahan Cina seperti Tibet,
Qinghai, Gansu dan Mongolia, dan bagian selatan dari Siberia. Asia Barat terdiri
dari Turki, Iran dan Yaman.
Makanan oriental berbeda tiap negara dipengaruhi oleh sejarah tiap negara,
peradaban, budaya masyarakatsetempat, dll. Di negara-negara Asia seperti India,
Pakistan, Sri Lanka dan Burma, makanannya banyak dipengaruhi Persia dan Arab.
Pada dasarnya, terdapat penggunaan bumbu dengan aroma kuat seperti lada dan
cengkeh untuk meningkatkan aroma masakan. Makanan di daerah ini cenderung
penuh warna dan memiliki aroma yang kuat.
Di Asia Tenggara, produk makanannya ditekankan pada penggunaan
bumbu, rempah-rempah dan jamu. Makanannya sangat beragam dan penuh warna
dengan penggunaan bumbu-bumbu local, rempah-rempah dan saus seperti Saus
Ikan di Vietnam.
Negara Asia Timur seperti Cina, Korea dan Jepang memiliki kekhasan
dalam masakannya yaitu penekanan pada penggunaan minyak dan saus yang
banyak. Masakan di Cina sangat dikaitkan erat dengan kegunaannya untuk obat bagi
manusia.
Pengertian kata ‘Oriental’ dapat berbeda tergantung lokasinya. Penggunaan
kata ‘Makanan Asia’ di daerah Cina dapat mengacu pada makanan Korea dan
Jepang. Sedangkan di Vietnam dapat mengacu pada makanan Cina dan Jepang, dan
di Jepang mengacu kepada makanan Thailand atau Mongolia. Namun demikian,
penggunaan kata ‘Oriental’ di Indonesia mengacu pada masakan dari Cina, Korea
dan Jepang.

Jenis-jenis masakan oriental


• Makanan Cina
Ada banyak tipe masakan Cina karena wilayah yang berbeda di Cina
dapat memberikan perbedaan gaya memasak. Secara geografis dapat
dibedakan atas:
• Masakan Shangai.
– Umumnya di rebus, ditumis. Banyak menggunakan ikan, udang.
• Masakan Kanton.
– Dapat di rebus, dibakar, digoreng, ditumis
– Banyak sup dengan bahan baku ular, tikus, anjing, monyet, juga
seafood
– Selera ringan, agak manis
• Masakan Szchan dan Hunan Food.
– Masakan terkenal pedas, asin, berempah tajam, kaya rasa dan aroma
– Cara pengolahan umumnya di kukus, digoreng
• Masakan Mandarin
– Selera lebih datar dan anggun, tidak terlalu berbumbu
– Mengutamakan rasa segar dan pengolahan umumnya di tumis.
Bahan makanan yang biasa digunakan antara lain bunga sedap malam,
mushroom, jamur kuping, chinesse cabbage, telur, taoge, abalone, tahu,
kembang tahu, kwee tiau, soun,mie, rebung, water chesnut dll

• Makanan Jepang
Makanan Jepang dikenal sederhana baik cara pengolahan (kebanyakan
menggunakan media air) maupun bumbu dan lebih mengutamakan kekuatan
rasa dari kesegaran bahan baku utama dan keseimbangan antara porsi,
aroma, rasa dan tekstur. Tradisi budaya orang Jepang menggunakan ikan
dalam berbagai makanannya seperti sushi dan makanan laut lainnya.
Masakan di Jepang memiliki perbedaan gaya dan rasa yang sangat nyata
dibandingkan jenis masakan dari Asia Timur lainnya. Ini dilihat dari
penggunaan teknik menggoreng yang sangat jarang dan persiapan makanan
rebusan juga bahan mentah yang sangat hati-hati. Bahan pangan yang paling
banyak digunakan di Jepang, susunannya yaitu:
• Serat dan karbohidrat
• Sayur dan buah
• Susu dan olahannya
• Daging, ikan, dan telur
• Lemak dan gula
Macam-macam bumbu yang digunakan antara lain; Seaweed yang dibuat
kaldu, Nori (rumput laut berupa lapisan warna hitam dengan aroma yang
kuat), Tofu (tahu Jepang), Miso (Semacam taoco), Shoyu (kecap dari
kedele). Teknik memasak : Yakimono (dipanggang), Agemono (digoreng),
Nabemono (seperti blancing, bahan makanan hanya dicelupkan sebentar ke
dalam air panas, Mushimono (dikukus), Nimono (diungkep).

• Makanan Korea
Makanan pokok utama adalah nasi, dapat di masak tersendiri atau
dicampur kacang-kacangan seperti kacang merah, kacang kedele, dll.
Hidangan khas Korea adalah Kimchi, fermentasi sayuran yang telah direbus
atau buah dengan rasa asam dan sedikit pedas dan Bulgogi atau Bulgalbi
(daging diiris tipis, dipanggang). Masakan Korea banyak menggunakan ikan
dan seafood di samping daging sapi, babi dan ayam. Bumbu yang umum
dalam masakan Korea adalah bawang putih, merica hitam, bubuk cabai,
udang kering, sherry/arak, cuka (white vinegar), jahe, daun bawang, kecap,
minyak wijen, dan wijen.
5. Perbedaan alat masak dan alat hidang.

Orang Timur Tengah memiliki kebiasaan untuk memasak dalam porsi yang
banyak sehingga dibutuhkan alat masak yang besar. Dalam masakan tradisionalnya,
juga sering digunakan kuali dari bahan tanah liat. Masakan modern Timur Tengah
sudah menggunakan oven namun tradisionalnya masih menggunakan tungku bakar.
Timur Tengah masakannya jarang yang menggunakan teknik steaming.
Di Timur Tengah, makanan biasa disajikan dalam porsi yang besar sehingga
alat hidangnya juga berukuran besar dan disajikannya dengan piring penuh dan juga
menumpuk keatas. Di perayaan hari besar, ada tradisi untuk memakan ramai-ramai
dari satu wadah yang sangat besar yang bisa memberi makan ratusan orang.
Seringnya, orang Timur Tengah langsung menggunakan tangan dalam makan,
namun perlu diperhatikan bahwa makan dengan tangan kiri dianggap kasar. Karena
sering menggunakan tangan, biasanya disediakan kobokan. Kobokan Timur Tengah
berbeda dengan kobokan yang ada di Indonesia, ada dua alat dalam satu set
kobokan, yang pertama berbentuk seperti mangkuk tertutup yang diatasnya bolong-
bolong dan yang kedua adalah teko berisi air yang ditaruh diatas mangkuk tertutup
tersebut.
Banyak jenis peralatan untuk proses memasak, diantaranya :
• Alat perebus: egg-boiler, brassier, pan perebus, large steam jacketted boiler,
double boiler, dan berbagai ukuran panci perebus.
• Alat penggoreng : deepfryer, chinese wock, gas Freyer, Pressure Freyer,
Tilting-Pan.
• Alat penumis : sautee-pan, sauteuse. Dapat juga memakai sautoir atau sauce
pan, sangat tergantung situasi dan keperluannya.
• Alat pendadar : teflon berbagai ukuran. Istilah lengkapnya adalah teflon
coated sautee-pan.
• Alat poach : Untuk bahan yang berukuran kecil dapat memakai panci atau
sautoir, tetapi untuk yang berukuran sangat besar seperti ikan utuh, harus
memakai brassiere agar muat.
• Alat pembakar : Proses membakar atau grill juga memakai alat yang
dinamakan grill, dibuat dari ram-ram besi dan dipakai di atas arang menyala.
• Alat Broil : Untuk proses ini digunakan alat broiler dan kalau tak ada dapat
memakai salamander atau grill.
• Alat barbeque : Barbeque memakai grill, memakai tusukan bagi bahan yang
dipanggang di atas api arang.
• Alat Roast : Memanggang dengan oven dinamakan roast dan berlaku untuk
daging. Untuk alas bahan yang dipanggang maka digunakan roasting pan.
• Alat steam : Mengukus memerlukan steamer atau kukusan. Uap yang
muncul dari alat ini akan mematangkan objek yang dikukus.
• Alat Braise : Braising diperlukan bagi daging yang keras. Alatnya
dinamakan braissiere dan prosesnya menggunakan kaldu atau saus sebagai
kelengkapan.
• Alat Baking : Membuat roti harus memakai Baking-oven yang berbeda
dengan roasting oven untuk daging. Alat bantuannya adalah baking-pan, mould,
dan alat kecil lainnya.
• Alat Griddle : Berupa plat besi rata, untuk memasak burger, griddle cake,
atau griddle egg, dan yang sulit dimasak dengan grill. Alat itu harus dijaga
kebersihannya dan bebas dari karat dan kotoran. Harus pula dilakukan
pembersihan secara periodik atau general cleaning bagi semua alat dapur
tersebut.
Peralatan dapur dibagi 2 macam :
• Kitchen Equipment  adalah peralatan dapur yang besar dan berat,k sulit
atau tidak bisa dipindah-pindah. Yang termasuk kitchen equipment adalah
Mechanical Equipment.
• Kitchen Utensils  adalah peralatan dapur yang kecil dan pada umumnya
dapat atau mudah dipindah-pindah.

Kontinental
Berdasarkan teknik memasaknya, alat masak yang digunakan adalah:
Teknik memasak Alat yang digunakan

Boiling, Simmering, Poaching, Panci


Blanching dan Stewing
Braising Oven dan Panci

Steaming Panci riso, dandang atau langseng,


klakat & kukus tradisional
Frying Wajan

Roasting Loyang

Grilling Oven

Alat hidang:
• Macam dan Jenis
o Sendok makan • Piring mangkuk /
o Sendok sayur mangkok
o Sendok teh • Macam dan Jenis Gelas
o Sendok kopi o Gelas air
o Sendok nasi o Gelas sirup
o Sendok sop o Gelas anggur
o Sendok sirup o Gelas bir
o Sendok es krim o Gelas kopi
o Sendok kue tart
• Macam dan Jenis Garpu
o Garpu makan
o Garpu kue
o Garpu daging dan ikan
• Macam dan Jenis Pisau
o Pisau makan
o Pisau mentega
o Pisau buah
o Pisau daging
o Pisau roti
o Pisau kue tart
• Macam dan Jenis Piring
• Piring makan
• Piring ceper
• Piring sayur
• Piring lonjong
• Piring cekung besar
• Piring cekung sedang
• Piring kecil
Western
Alat masak dan alat hidang makanan western memiliki kesamaan dengan Alt
masak dan alat hidang dari kontinental dimana mereka juga mengenal tabble
manner.

Middle East
Peralatan masak yang biasa di gunakan di daerah middle east adalah tungku.
Selain itu, dalam penyajian makanan biasanya digunakan piring dengan ukuran
yang besar karena di daerah middle east masih terdapat tradisi makan bersama
dalam satu piring. Kemudian yang menjadi ciri khas lainnya adalah mereka tidak
menggunakan alat seperti sendok dan garpu karena mereka makan denga
menggunakan tangan. Minuman biasanya dihidangkan dalam sebuah teko yang
bentuknya sangat artistik.

Oriental
Alat-alat memasak dalam dapur oriental adalah mirip dengan alat memasak
yang ada dalam dapur Indonesia. Alat menggoreng yang biasa digunakan adalah
wajan atau kuali. Penggorengan yang biasa digunakan di dapur oriental adalah
cekung (wox ), baik itu kecil,sedang maupun besar. Alat untuk merebus
menggunakan panci dengan tunggu. Diantara panci dan tunggu ada sekat. Alat
penghalus bumbu dikenal adanya cobek dan muntu , pipisan dan anak pipisan, serta
lumpang dan alu, ( alat-alat ini tidak dikenal didapur continental) disamping
menggunakan blender elektrik bagi yang memiliki alat modern. Nyiru dan alat alat
lain dari bambu juga banyak dipergunakan. Alat Hidang yang khas dari hidangan
oriental adalah sumpit. Selebihnya sama seperti pada umumnya alat hidang seperti
sendok, garpu, piring, mangkuk, gelas, dan lainnya.
6. Modifikasi masakan continental agar mudah diterima oleh masyarakat Indonesia.

Makanan Indonesia memiliki karakteristik kaya akan rempah-rempah.


Sedangakn makanan kontinental lebih terasa hambar dan kurang berempah di lidah
orang Indonesia. Untuk orang Indonesia yang kurang menerima makanan
kontinental, makanan ini bisa dimodifikasi dengan penambahan rempah Indonesia
agar rasanya dapat diterima. Biasanya makanan utama dalam hidangan kontinental
dihidangkan dengan karbohidrat berupa pasta atau kentang, untuk orang Indonesia
bisa dimodifikasi dengan mengganti pasta atau kentang menjadi nasi.
Makanan kontinental biasa menambahkan mustard atau tobasco untuk
menambahkan rasa pedas. Rasa mustard dan tobasco ini kurang cocok dilidah orang
indonesia yang cenderung menyukai makanan pedas, hal ini bisa dimodifikasi
dengan menambahkan cabai. Makanan italia juga lebih banyak memakai saus tomat
daripada saus sambal, ketika sampai di Indonesia dimodifikasi dengan penggunaan
saus sambal.
Soup pada hidangan kontinental merupakan makanan yang dimakan
sebelum makanan utama. Akan tetapi di Indonesia dimodifikasi, orang Indonesia
menjadikan soup sebagai sayuran teman makan yang disantap dengan nasi.

7. Modifikasi masakan western agar mudah diterima oleh masyarakat Indonesia.

Makanan Western umumnya sama dengan makanan Continental sehingga


cara modifikasinya tidak jauh berbeda. Namun yang perlu diperhatikan disini adalah
makanan Western dari bagian Amerika Latin seperti Meksiko, Brazil, dll, mereka
mempunyai ciri khas makanan yang berempah dan pedas. Di dalam masakan
tersebut biasa digunakan jalapeno pepper dan cayenne pepper yang berasa pedas
yang tidak biasa digunakan di Indonesia sehingga rasanya menjadi kurang bisa
diterima oleh lidah orang Indonesia terutama etnis Jawa yang menyukai rasa manis.
Penggunaan jalapeno pepper dan cayenne pepper bisa dikurangi jumlahnya
dari resep aslinya. Sebagai gantinya, bisa digunakan chilli powder agar bisa tetap
sepedas resep asli. Penggunaan bawang putih dan bawang bombai mentah yang
tidak biasa di lidah orang Indonesia juga bisa dimodifikasi dengan cara ditumis
sebentar.

8. Modifikasi masakan Timur Tengah agar mudah diterima oleh masyarakat Indonesia.

Banyak perbedaan antara menu Indonesia dan Timur Tengah. Masakan


Indonesia cenderung lebih ringkas, sedangkan masakan Timur Tengah lebih kaya
bumbu dan rempah. Meski ragam menu Timur Tengah minim sayur mayur, tidak
demikian halnya dengan bumbu. kekayaan bumbu serta rempah-rempah hidangan
Arab sangat terlihat pada makanan utama. Rasa pedas hasil kombinasi antara cabai
dan lada, tetapi lebih berat ke cita rasa lada karena orang Arab tidak begitu berminat
pada cabai-cabaian.
Adaptasi makanan Timur Tengah ke selera Indonesia salah satunya pada
bumbu kari. Orang Timur Tengah - India dipercaya menyukai makanan dengan
banyak bumbu kari, namun tidak demikian dengan orang Indonesia. Oleh karena
itu, porsi karinya disesuaikan dengan lidah orang Indonesia tanpa harus
menghilangkan cita rasa asli. Penyesuaian rasa pun dilakukan dengan mengurangi
rempah dan pedas. Karena orang timur tengah lebih berminat pedasnya pada lada,
dan orang Indonesia lebih terbiasa dengan cabai-cabaian. Maka penyesuaian dengan
selera Indonesia bisa dengan mengganti lada dengan cabai-cabaian.
Biasanya masyarakat Timur Tengah mengawali ritual makan dengan
mengonsumi hidangan pembuka dingin, seperti salad atau pembuka panas berupa
sup. Ada berbagai macam salad atau biasa disebut juga dengan salatat, di antaranya
salatat bunidoora (salad tomat), salatat bus (salad timun), dan salatat patata (salad
kentang) dengan guyuran saus laban (yoghurt tawar).
Apabila dibandingkan dengan salad versi Barat, salad ala Padang Pasir
terbilang lebih sederhana. Biasanya sayuran yang diracik untuk salad ialah okra,
ketimun, kentang, tomat, dan brokoli. menu Timur Tengah jarang menggunakan
sayuran. Kalaupun ada sup, biasanya berbentuk sup krim. Salad rasanya cenderung
asam karena memakai terlalu banyak lemon karena mereka suka asam.
Orang Indonesia tidak terbiasa memakan makanan dari saus laban (yoghurt
tawar). Rasa ini mungkin aneh bagi masyarakat Indonesia sehingga untuk
mengadaptasinya bisa dengan cara mengganti saus laban dengan saus salad home
made, disesuaikan selera masing-masing. Dan karena terlalu asam akibat pemberian
lemon yang berlebih, maka pengurangan penggunaan lemon merupakan salah satu
cara alternatif sebagai modifikasi makanan timur tengah agar dapat diterima lidah
masyarakat Indonesia. Hal lainnya adalah isi dari salad tersebut bisa disesuaikan
dengan sayuran yang biasa dimakan masyarakat Indonesia.
Pratha merupakan salah satu roti khas dari India yang sudah terkenal di
dunia yang biasanya disajikan dengan kari. Untuk mengadaptasi makanan ini agar
dapat diterima lidah orang indonesia bisa mengembangkan menu ini dengan cara
memberikan berbagai variasi rasa mulai dari salad, keju, cokelat, hingga selai.
Kebab asli Timur Tengah dipanggang mendatar, potongannya tebal, mirip
steak, dengan citarasa yang mampu menghadirkan nuansa padang pasir. Sangat
middle east, tanpa mayones dan saus sambal. Menu kebab itu disajikan dengan kuah
kari yang sangat kental.
Bila dibandingkan dengan kebab yang ada di Indonesia sekrang banyak
terlihat perbedaan diantaranya adanya rasa kayu manis yang cukup jelas dari irisan-
irisan tipis daging kebab, biasanya daging olahan bukan daging asli seperti kebab
aslinya. Dan biasanya menggunakan mayones dan saus. Berbeda dari yang aslinya.
Dan tentunya tidak menggunakan kuah kari. Ini merupakan modifikasi kebab agar
mampu diterima lidah orang Indonesia.

9. Modifikasi masakan oriental agar mudah diterima oleh masyarakat Indonesia.

Makanan oriental yang dimodifikasi untuk orang indonesia salah satu


contohnya adalah Chinese-Indonesian Food. Umumnya rasa dan pilihan bahan-
bahannya sudah di-Indonesia-kan, sesuai dengan lidah orang Indonesia kebanyakan.
Terutama bahan-bahan nonhalal, seperti daging babi, yang tentunya harus diganti
dengan daging sapi atau ayam.
Meski begitu, sebagai identitas, ‘aroma’ masakan Cina tetap dipertahankan
melalui penggunaan saus-saus khasnya yang umum di pasaran, seperti ang ciu (arak
masak), saus tiram, kecap asin, atau minyak wijen. Jenis hidangannya pun
disesuaikan dengan harga, cara memasak, dan cara penyajian. Sehingga ada
beberapa bahan yang diganti. Bahan makanan dipotong kecil-kecil, kemudian
dimasak sebentar dengan sedikit minyak, di atas api besar, dalam waktu singkat.
Cara masak seperti ini terbukti dapat mempertahankan keberadaan zat gizi dalam
bahan makanan yang dimasak, termasuk juga warna dan aromanya.

10. Modifikasi minuman dan snack continental agar mudah diterima oleh masyarakat
Indonesia.

Modifikasi minuman dan snack continental yaitu dengan mengganti bahan


baku dari minuman atau snack sesuai selera konsumen. Minuman kontinental saat
ini sudah banyak dapat diterima oleh lidah orang Indonesia. Seperti pada kebiasaan
orang Inggris yang senang meminum teh sehingga mereka mempunyai tea time
antara sarapan dan makan siang. Beberapa dari orang Indonesia pun saat ini sudah
dapat mencoba teh yang dipergunakan orang Inggris dengan khas teh Indonesia dan
rasa yang sesuai selera. Begitu pula dengan kopi yang saat ini sudah banyak
macamnya di Indonesia seperti Cappucino yang sudah dimodifikasi oleh Indonesia
sebagai sajian kopi yang berbeda dengan Cappucino asli Italia yang sangat kental.
Orang Indonesia memodifikasi Cappucino dengan membuat minuman tersebut
tidak kental dan pekat.
Adapun snack kontinental biasanya ditambahkan oleh sedikit brandy atau
alkohol sebagai penguat aroma dan rasa. Bagi Indonesia yang mayoritas warga
negaranya adalah muslim, brandy atau alkohol dapat diganti dengan esen atau bahan
tambahan pangan penguat rasa lainnya. Contoh snack yang memakai brandy adalah
crepes.
11. Modifikasi minuman dan snak western agar mudah diterima oleh masyarakat
Indonesia.

Makanan Western umumnya sama dengan makanan Continental sehingga


cara modifikasinya tidak jauh berbeda. Namun yang perlu diperhatikan disini adalah
makanan Western dari bagian Amerika Latin seperti Meksiko, Brazil, dll, mereka
mempunyai ciri khas makanan yang berempah dan pedas. Di dalam masakan
tersebut biasa digunakan jalapeno pepper dan cayenne pepper yang berasa pedas
yang tidak biasa digunakan di Indonesia sehingga rasanya menjadi kurang bisa
diterima oleh lidah orang Indonesia terutama etnis Jawa yang menyukai rasa manis.
Penggunaan jalapeno pepper dan cayenne pepper bisa dikurangi jumlahnya dari
resep aslinya. Sebagai gantinya, bisa digunakan chilli powder agar bisa tetap
sepedas resep asli. Penggunaan bawang putih dan bawang bombai mentah yang
tidak biasa di lidah orang Indonesia juga bisa dimodifikasi dengan cara ditumis
sebentar.

12. Modifikasi minuman dan snack Timur Tengah agar mudah diterima oleh
masyarakat Indonesia.

Beberapa jenis minuman khas wilayah Timur Tengah di antaranya adalah :


a. Teh tarik
Jenis minuman ini terbuat dari campuran teh dan susu segar yang mirip
dengan teh tarik Indonesia, namun lebih banyak menggunakan berbagai macam
rempah, seperti jahe, kapulaga, kayu manis, dan lain-lain sehingga rasanya lebih
mirip seperti jamu dibanding teh. Minuman yang disajikan dengan poci khusus
dari Maroko ini akan terasa lebih sedap ketika disantap selagi panas. Selain
memanjakan lidah, minuman itu dapat menghangatkan tubuh.
Untuk dapat diterima oleh lidah kebanyakan orang Indonesia,
penggunaan rempah-rempah dalam pengolahan teh ini dapat dikurangi, tanpa
menghilangkan aroma rempah yang memberikan ciri khas Timur Tengah
tersebut. Hal ini dikarenakan lidah orang Indonesia tidak terbiasa dengan aroma
dan rasa rempah yang terlalu tajam, meskipun di sebagian daerah, seperti
Padang dan Aceh, hal ini dapat dengan mudah diterima karena budayanya yang
banyak dipengaruhi wilayah Timur Tengah.
b. Kopi Darin
Kopi Darin pun dapat menjadi pilihan minuman khas. Rasa kopi yang
kuat bercampur dengan rempah kayu manis dan jahe membuat tubuh menjadi
tenang. Kuatnya kandungan jahe membuat kopi yang disajikan lebih
membangkitkan rasa ngantuk dibandingkan dengan membuat penikmatnya
terjaga. Minuman jenis ini cukup mudaj diterima oleh lidah orang Indonesia,
karena telah terbiasa mengkonsumsi jahe pada berbagai jenis minuman
tradisional Indonesia.
c. Jallab
Jallab menggunakan jus kurma yang difermentasi. Rasanya tidak
terlampau manis. Minuman berwarna merah kecokelatan dan keruh ini lebih
enak disajikan dalam keadaan dingin. Jenis minuman ini cukup mudah diterima
oleh orang Indonesia sehingga tidak memerlukan upaya modivikasi khusus.
d. Irani
Minuman ini juga unik karena tidak ada rasa yang dominan. Di lidah,
minuman ini silih berganti menunjukkan rasa asin dan asam. Saat menyeruput
Irani dalam-dalam, wajah kita akan menggelinjang menahan rasa asam dan asin.
Minuman yang berwarna putih ini cocok diminum setelah melahap beragam
menu daging karena seperti menyapu aroma kaldu daging, bawang putih, dan
kapulaga. Untuk minuman jenis inipun, tidak dibutuhkan metode modifikasi
khusus ke arah masakan Indonesia, namun pihak cafe tetap dapat menyediakan
gula meja sebagai kebebasan memilih dan menyesuaikan selera bagi konsumen
yang datang.

e. Minuman untuk menjamu tamu


Biasanya mereka meyajikan teh menggunakan jahe dan sedikit gula serta
tambahan kapulaga (biji-bijian sebesar kacang tanah,namun gembos, terdapat
biji-biji kecil didalamnya dan rasanya wangi - getir). Rasanya kurang sesuai
dengan lidah orang Indonesia, pahit karena menggunakan teh kental dan wangi
kapulaga serta gulanya sedikit. Oleh karena itu, minuman ini dapat dimodifikasi
dengan mengurangi penggunaan kapulaga dan menambahkan sedikit gula.

Jenis makanan ringan yang biasa menjadi ciri khas Timur Tengah di antaranya :
a. Arayes
Salah satu jenis camilan yang disukai ialah arayes, berbentuk arabic
bread bulat dan pipih. Di bagian tengahnya, diisi dengan daging giling
berbumbu. Ketika disajikan, roti bulat itu dipanggang dan dipotong empat
bagian. Tidak lupa makanan ini dikonsumsi dengan sambil dicocol dengan saus
cabai dan tomat. Makanan ini umumnya disajikan sebagai appetizer dan
merupakan pembeda antara masakan Libanon dengan Arab Saudi, dimana lebih
kuat penggunaan kapulaga dan kayu manisnya, sedangkan di luar Libanon yang
lebih kuat adalah aroma jintennya. Jenis makanan ini lebih mudah diterima di
Indonesia sebab cita rasanya yang tidak terlalu kental atau jauh berbeda dengan
cita rasa Indonesia sehingga tidak memerlukan upaya modifikasi khusus.
b. Falafel dan Beef Sambosa
Camilan lainnya ialah falafel dan beef sambosa yang mirip dengan pastel
berisi daging giling padat. Sebagian besar makanan dan snack khas Timur
Tengah kurang terasa asin, sebab masyarakat mereka kurang menyukai rasa asin
sehingga dapat disediakan garam meja untuk membebaskan konsumen
memadukan rasa sesuai selera.
c. Manisan Zaitun Hitam
Sebagai negara asal buah zaitun, wilayah Timur Tengah
amat gemar menggunakan buah ini dalam setiap hidangannya,
baik hanya sebagai penambah rasa makanan (zaitun matang
berwarna hitam yang diambil minyaknya), dimakan begitu saja
(untuk yang masih berwarna hijau kekuningan) hingga diolah menjadi manisan.
Rasa buah zaitun agak sulit dijelaskan, sedikit sepat dan pahit sehingga
terkadang anak-anak kurang menyukainya. Namun, khasiat buah ini terhadap
kesehatan amatlah banyak. Dalam upaya penyelenggaraan makanan Timur
Tengah di Indonesia, penggunaan buah zaitun utuh yang dapat mempengaruhi
cita rasa dengan kuat dapat dikurangi.
d. Buah Kurma
Buah yang selalu dapat dengan mudah ditemui di wilayah Timur Tengah ini
seolah – olah merupakan kudapan kecil wajib bagi masyarakatnya. Biasa
disajikan di meja tempat menerima tamu. Di rumah-rumah makan, biasanya
kurma pun disajikan dalam wadah dengan penampilan menarik, diletakkan di
atas meja makan dan dapat dinikmati konsumen sambil menunggu pesanan
diantar. Buah kurma pun lazin ditemukan di Indonesia, khususnya pada bulan
Ramadhan sehingga tidak memerlukan upaya modifikasi apapun.

13. Modifikasi minuman dan snack oriental agar mudah diterima oleh masyarakat
Indonesia.

Pada umumnya, karakteristik minuman dan snack oriental hampir sama


dengan karakteristik minuman dan snack Indonesia, jadi lidah masyarakat Indonesia
cukup mudah untuk menerima langsung cita rasa minuman dan snack oriental.
Modifikasi yang dilakukan hanya sebatas mengganti bahan-bahan atau bumbu yang
tidak cocok saja, misalnya mengganti bahan-bahan atau bumbu-bumbu yang tidak
halal menjadi bahan-bahan atau bumbu-bumbu yang halal. Contoh dari minuman
oriental adalah es shanghai, teh hijau, sake, dll. Sedangkan snacknya adalah siomay,
bakpao, bakwan, dimsum, dan lain-lain.

14. Herbs dan spices yang sering dipergunakan dalam masakan.


Tiap – tiap negara mempunyai bumbu khas yang tersendiri dan khas yang
membedakan tiap makanan sesuai dengan ciri khas negaranya.
• Continental:
o Bay Leaf (Lourus nobilis) Sepintas aroma dan bentuk bay leaf
hampir sama dengan daun salam. Tanaman asli Mediteranian ini
banyak digunakan untuk mengharumkan kaldu, memberikan rasa
pada saus main course dan meningkatkan citarasa pada olahan
daging, unggas, ikan, sayuran dan kacang-kacangan. Dijual dalam
bentuk segar, kering dan serbuk.
o Basil (Ocimum basilicum) Daun basil banyak digunakan pada
masakan Eropa dan sebagian negara Asia seperti Thailand, Vietnam
dan Laos. Aromanya mirip dengan daun kemangi. Biasanya
ditambahkan pada olahan ikan, keju, telur, salad dan sayuran. Selain
melezatkan masakan, tanaman asal India ini juga bermanfaat untuk
mengatasi problem pencernaan, insomnia, antiseptik dan tonik.
o Dill (Anethum graveolens) Aroma dan rasa daun dill yang khas dapat
menghilangkan aroma amis pada olahan seafood. Tanaman yang
diduga berasal dari Eropa Selatan dan Asia Barat ini cocok
ditambahkan pada sop, aneka saus salad, acar dan olahan kentang.
Dill lebih banyak digunakan dalam kondisi segar. Agar hasil
maksimal, tambahkan bumbu ini sesaat sebelum hidangan diangkat
dari perapian, tentunya agar tampilan tetap segar dan aroma tidak
hilang.
o Oregano (Origanum spp) Kuliner Eropa sangat akrab dengan bumbu
yang satu ini. Topping pizza akan kehilangan ciri khasnya jika Anda
tidak menambahkan oregano. Olahan pasta, steak, soup dan salad
juga terasa lebih lezat dan istimewa. Selain untuk bumbu, oregano
juga bermanfaat untuk kesehatan, seperti mengatasi gangguan
pencernaan, antiseptik dan meringankan migran. Dipasaran dijual
dalam kondisi segar dan kering.
o Rosemary (Rosmarinus afficinalis) Bentuk fisiknya hampir mirip
dengan taragon, aroma-pun tidak jauh beda. Sebagai bumbu,
rosemary dapat digunakan dalam bentuk kering maupun segar.
Aromanya yang harum dapat mengurangi bau amis atau prengus
pada olahan ayam, ikan, daging, maupun telur. Dressing salad dan
barbecue-pun akan terasa lebih istimewa dengan menambahkan
bumbu ini.
o Sage (Salvia officinalis) Dulunya, sage lebih dikenal sebagai
tanaman obat, tanaman ini memiliki aroma harum dengan rasa
sedikit pahit. Kuliner Eropa menggunakanya sebagai bumbu daging,
unggas maupun seafood. Pembuatan cotage cheese wajib
menambahkan sage untuk spicynya dan di Yunani, sage ditambahkan
ke dalam teh yang dikenal dengan sebutan sage tea.
o Tarragon (Artemisia dracunculus) Olahan panggang, unggas, seafood
dan telur terasa pas jika ditambahkan bumbu tarragon. Aroma
khasnya dapat meningkatkan citarasa semua jenis hidangan, mulai
dari seafood hingga olahan telur. Sebagian orang menambahkan
cincangan tarragon ke dalam saus mayonnaise atau bearnaise,
hasilnya saus menjadi lebih istimewa. Tanaman asal Asia Tengah ini
dapat digunakan dalam bentuk segar maupun kering.
• Western
o Jalapeno pepper
Jalapeno adalah cabai khas Mexico, yang bentuknya mirip cabai
hijau besar dan gendut. Cabai ini memiliki rasa pedas yang kuat
menggigit.
o Bay Leaf (Lourus nobilis) Sepintas aroma dan bentuk bay leaf
hampir sama dengan daun salam. Tanaman asli Mediteranian ini
banyak digunakan untuk mengharumkan kaldu, memberikan rasa
pada saus main course dan meningkatkan citarasa pada olahan
daging, unggas, ikan, sayuran dan kacang-kacangan. Dijual dalam
bentuk segar, kering dan serbuk.
o Oregano (Origanum spp) Kuliner Eropa sangat akrab dengan bumbu
yang satu ini. Topping pizza akan kehilangan ciri khasnya jika Anda
tidak menambahkan oregano. Olahan pasta, steak, soup dan salad
juga terasa lebih lezat dan istimewa. Selain untuk bumbu, oregano
juga bermanfaat untuk kesehatan, seperti mengatasi gangguan
pencernaan, antiseptik dan meringankan migran. Dipasaran dijual
dalam kondisi segar dan kering.
o Rosemary (Rosmarinus afficinalis) Bentuk fisiknya hampir mirip
dengan taragon, aroma-pun tidak jauh beda. Sebagai bumbu,
rosemary dapat digunakan dalam bentuk kering maupun segar.
Aromanya yang harum dapat mengurangi bau amis atau prengus
pada olahan ayam, ikan, daging, maupun telur. Dressing salad dan
barbecue-pun akan terasa lebih istimewa dengan menambahkan
bumbu ini.
o Thyme (Thymus spp). Tanaman asal Mediteranian yang kini populer
diseluruh belahan bumi. Segala jenis daging, ungas dan seafood
terasa lebih sedap jika dimarinade (direndam) dengan menambahkan
thyme. Jika Anda membuat kaldu untuk soup, jangan lupa
tambahkan beberapa lembar thyme agar citarasanya lebih harum.
Bumbu ini biasanya dijual kering dalam kemasan botol.
o Peterseli (Petroselinum crispum) merupakan sebuah tanaman yang
berwarna hijau dan cocok digunakan sebagai makanan dalam bentuk
biji. Tanaman ini sebagai makanan banyak mengandung zat besi.
Biasanya cocok digunakan dalam bahan makanan seperti pizza dan
spaghetti. Digunakan sebagai minyak, akar, dan sebagainya.
o Oregano adalah tumbuhan yang penting dalam memasak. Khususnya
digunakan dalam masakan Yunani dan Italia. Daunnya dapat
digunakan untuk memasak, dan oregano kering biasanya lebih
'berasa' daripada oregano segar. Di dalam masakan Italia, oregano
digunakan dalam saus tomat, menumis sayur, dan steak daging
panggang. Dengan dipadukan bersama basil, oregano menghasilkan
banyak hidangan Italia. Oregano juga sangat diperlukan untuk
masakan Yunani. Oregano memberikan rasa untuk salad Yunani dan
biasanya digunakan tersendiri atau ditambahkan ke dalam saus
lemon - minyak zaitun dan hampir semua jenis ikan atau daging
panggang dan beberapa casserole (makanan yang biasanya
merupakan sebuah adukan dimasak di dalam kuah seperti sup).
Oregano mempunyai aroma khas, 'ramah', dan sedikit 'menggigit'.
Setiap oregano mempunyai kadar rasa yang berbeda, oregano
berkualitas bagus terlalu rasanya terlalu tajam, biasanya membuat
lidah kaku, tetapi hasil tiap tumbuhan tergantung dinginnya cuaca
yang sering menghasilkan rasa yang tak memuaskan.
• Timur Tengah
o Kapulaga
o Lada
Ada dua jenis tanaman lada yang dikenal yaitu lada putih dan lada
hitam. Keduanya dimanfaatkan bagian buah dan daunnya. Untuk
bumbu masakan, biasanya menggunakan bagian buah yang berbulir
kecil. Rasanya pedas dan berbau tajam. Lada dijual dalam bentuk
butiran atau bubuk
o Ketumbar
Bagian yang dimanfaatkan untuk memasak adalah buah dan
daunnya. Buahnya digunakan sebagai bumbu dasar masakan dan
dapat dibeli dalam bentuk bubuk. Sementara daunnya digunakan
sebagai campuran sayuran maupun olahan lainnya. Daun ketumbar
biasanya dibeli dalam bentuk segar. Jika tidak ada, bisa digunakan
daun parsley atau peterseli.
o Jinten
Tanaman jenis rumput ini sering dimanfaatkan daun dan bijinya, baik
untuk obat maupun bumbu masakan
o Bawang bombai
Umbi lapis ini memiliki khasiat yang hamper sama dengan bawang
merah yaitu sebagai obat antiradang, menurunkan tekanan darah
tinggi dan kadar kolesterol, serta mencegah pembekuan darah. Selain
itu, bawang bombai juga baik untuk kesehatan jantung. Bawang
bombai kerap ditemui pada masakan Eropa, Barat, dan Timur
Tengah.
o Adas lebih banyak digunakan pada masakan seperti pada masakan
kari, pacri, kebab dan nasi briani.
o Adas manis
Aromanya khas. Rasanya campuran manis dan pedas tetapi lama
kelamaan rasanya menjadi pahit. Adas biasa digunakan sebagai salah
satu campuran bumbu kari. Biasanya, dijual dalam bentuk butiran
atau bubuk
o Kayu manis
o Tumbuhan ini memiliki kulit kayu yang harum dan beraroma khas.
Rasanya pedas dan agak manis serta bersifat menghangatkan. Oleh
karena itu, kayu manis disukai sebagai penambah cita rasa rempah
pada masakan timur tengah maupun resep – resep kue.
• Oriental
o Ketumbar
o Garlic
o Coriander leaves
o Lemograss/takrai (serai)
o Cabe bubuk
o Daun jeruk purut
o Cherry tomatoes
o Holy basil
o Green hot chilly
o Daun bawang
o Kha min (kunyit)
o Asam
o Pandan
o Bawang Bombay
o Cengkeh
o Pala
o Jinten
o Merica

15. Karakteristik makanan, minuman, dan snack masakan Indonesia.

Masakan Indonesia mencerminkan keanekaragaman masyarakat yang


menghuni sekitar 6.000 pulau yang membentuk negara Indonesia. Mungkin
sebenarnya tidak ada satu bentuk tunggal "masakan Indonesia", tetapi lebih kepada,
keanekaragaman masakan regional yang dipengaruhi secara lokal oleh Kebudayaan
Indonesia serta pengaruh asing.
Makanan Indonesia umumnya mengelilingi nasi yang terbuat dari beras
panjang lokal. Makanan dapat terdiri dari sup atau sayuran serta lauk-pauk utama.
Apapun jenis masakannya, sering kali dilengkapi dengan sambal.
Teknik memasak dan bahan makanan asli Indonesia berkembang dan
kemudian dipengaruhi oleh seni kuliner India, Timur Tengah, China, dan akhirnya
Eropa. Pulau Maluku yang termahsyur sebagai "Kepulauan Rempah-rempah", juga
menyumbangkan tanaman rempah asli Indonesia kepada seni kuliner dunia. Seni
kuliner kawasan bagian timur Indonesia mirip dengan seni memasak Polinesia dan
Melanesia.
Masakan Sumatera, sebagai contoh, seringkali menampilkan pengaruh
Timur Tengah dan India, seperti penggunaan bumbu kari pada hidangan daging dan
sayurannya, sementara masakan Jawa berkembang dari teknik memasak asli
nusantara.
Nasi adalah bahan makanan pokok bagi seluruh lapisan masyarakat
Indonesia modern,bahan dasar banyak jenis makanan dari yang gurih hingga manis.
Pada umumnya beras dimakan dalam bentuk nasi biasa yang bercita-rasa tawar
dengan sedikit sayur-mayur dan lauk-pauk teman nasi disisinya sebagai sumber
protein dan sumber gizi lainnya. Beras juga dapat dijadikan ketupat (beras dikukus
dalam anyaman dauk kelapa), lontong (beras dikukus dalam kemasan daun pisang),
intip (kerupuk beras), jajanan, bihun , mi, arak beras, dan nasi goreng.
Bahan makanan pokok lainnya adalah jagung (di kawasan kering seperti
Madura dan Nusa Tenggara), sagu (di kawasan Indonesia Timur), singkong
(dikeringkan dan disebut 'tiwul' sebagai alternatif makanan pokok di kawasan
gersang Jawa seperti Gunung Kidul dan Wonogiri), ketela serta umbi-umbian
(khususnya pada musim paceklik).
Bumbu seperti pala, cengkeh, laos adalah tanaman asli Indonesia.
Campuran rempah sebagai bumbu dasar masakan Indonesia, diantaranya kombinasi
kayu manis, bunga lawang, biji ketumbar, jintan putih, lada hitam, kapulaga dan
cabai merah, dengan komposisi rempah sesuai variasi regional.
Saus Kacang (Bumbu Kacang) merupakan Salah satu ciri penting dari
masakan Indonesia. Seperti pada sate, gado-gado, karedok, ketoprak, dan pecel.
Bumbu kacang biasanya disiramkan ke atas bahan utama (daging atau sayur) untuk
memberikan rasa, atau hanya sebagai saus celup "sambal kacang" (campuran cabai
rawit dan kacang goreng yang digiling) untuk otak-otak atau ketan.
Rahasia bumbu kacang yang baik adalah "tidak terlalu kental dan tidak
terlalu encer". Bumbu kacang Indonesia tidak terlalu manis jika dibandingkan
bumbu kacang Thailand (yang merupakan adaptasi campuran).
Banyak pesta dan upacara dalam adat istiadat tradisional Indonesia
melibatkan makanan dan pesta. Salah satu contoh terbaik adalah tumpeng. Tumpeng
berasal dari Jawa, berupa nasi berbentuk kerucut dikelilingi beraneka ragam
masakan Indonesia. Tumpeng biasanya ada dalam perayaan "selamatan". nasinya
sendiri bisa berupa nasi putih biasa, nasi uduk (dimasak dengan santan), atau nasi
kuning (diwarnai dengan "kunyit"). Nasi ini dikelilingi masakan khas Indonesia
seperti sayuran urap, ayam goreng, semur daging, teri kacang, udang goreng, telur
pindang, dadar gulung iris, tempe orek, perkedel kentang, perkedel jagung, sambal
goreng ati, dan lainnya.
Minuman paling umum dan populer di Indonesia adalah teh dan kopi.
Rumah tangga Indonesia biasanya menyajikan teh manis dan kopi tubruk untuk
tamu. Teh hitam melati adalah jenis teh yang paling populer di Indonesia, akan
tetapi karena meningkatnya kesadaran akan kesehatan, teh hijau mulai digemari.
Biasanya kopi atau teh disajikan sebagai minuman panas atau hangat, akan tetapi es
teh manis dingin juga digemari.
Jus buah-buahan juga sangat populer, antara lain jus jeruk, jus jambu, jus
mangga, jus sirsak, dan jus alpokat yang biasanya disajikan dengan ditambah susu
kental manis coklat atau putih sebagai minuman pencuci mulut.
Banyak minuman populer berdasarkan es dan dapat dikategorikan sebagai
minuman pencuci mulut. Es yang populer antara lain es kelapa muda, es cincau, es
cendol atau es dawet, es kacang merah, es blewah, dan es rumput laut.
Minuman panas yang manis juga dapat ditemukan, seperti bajigur dan
bandrek yang khususnya populer di Jawa Barat. Minuman hangat ini dibuat dari
santan dan gula jawa dengan campuran rempah lainnya. Sekoteng (minuman susu
hangat dengan kacang, potongan roti, dan pacar cina) dapat ditemukan di Jawa
Barat dan Jakarta. Wedang jahe (minuman jahe hangat) dan wedang ronde
(minuman hangat dengan bola-bola ubi) khususnya populer di Yogyakarta, Jawa
Tengah, dan Jawa Timur.
Kudapan dan jajanan. Di berbagai kota besar lazim ditemui jajanan China
seperti bakpao, bakmie, dan bakso yang dijual baik oleh pedagang kakilima di tepi
jalan atau di restoran. Masakan China seringkali diadaptasi menjadi masakan
Indonesia. Salah satu contoh adaptasi ialah daging babi jarang digunakan dan
diganti daging sapi karena menyesuaikan dengan mayoritas warga Indonesia yang
kebanyakan muslim. Salah satu makanan jajanan pinggir jalan yang populer adalah
siomay dan batagor (singkatan dari Bakso Tahu Goreng), pempek, bubur ayam,
bubur kacang hijau, sate, nasi dan mie goreng, taoge goreng, laksa, dan gorengan.
Jajanan pinggir jalan Indonesia juga mencakup berbagai minuman manis,
seperti es cendol atau es dawet, es teler, es cincau, es doger, es campur, es potong,
and es puter. Kue khas Indonesia sering disebut sebagai jajan pasar. Indonesia
memiliki kekayaan berbagai macam kudapan dan kue, baik gurih maupun manis.
Kue populer diantaranya risoles, pastel, lumpia, lemper, lontong, tahu isi, lapis legit,
getuk, bakpia, bika ambon, lupis, lemang, kue pisang, klepon, onde-onde, nagasari,
soes, dan bolu kukus.
Buah-buahan . Pasar di Indonesia penuh dengan berbagai jenis buah tropis.
Buah adalah bagian penting dalam pola makan Indonesia, baik dimakan langsung,
dijadikan kudapan manis (seperti es buah), disajikan menjadi masakan gurih atau
pedas seperti rujak, pisang goreng, diproses menjadi kripik seperti kripik nangka
dan kripik pisang.
Banyak jenis buah-buahan seperti Manggis, Rambutan, Nangka, Durian, dan
Pisang, adalah tanamam asli Indonesia.

16. Hubungan usia dengan makanan yang disajikan di Bela Dona Café.

Tidak ada hubungannya. Pada skenario tertulis Bella Dona Cafe


menyediakan hidangan untuk segala usia. Hal ini dapat berarti bahwa makanan yang
disajikan di Bella Dona Cafe yaitu makanan continental, western, timur tengah, dan
oriental dapat diterima oleh semua usia dari anak-anak, dewasa, hingga lansia.
Untuk anak-anak bisa disesuaikan dengan porsi yang lebih sedikit dan modifikasi
rempah-rempah agar dapat diterima di lidah anak-anak.

17. Cara memasak dan menyajikan masakan continental.


Susunan hidangan kontinental berupa:
• Appetizer (Hidangan Pembuka)
Appetizer dapat berupa appetizer dingin (salad buah/sayuran) dan appetizer
panas (sup dan kue gurih)
• Main Course (Hidangan Utama)
Merupakan hidangan utama yang merupakan satu kesatuan dari berbagai resep
yang terdiri dari:
a. Makanan pokok (nasi, kentang, pasta, dll)
b. Lauk (daging, ayam/unggas, ikan/ seafood, dll)
c. Sayuran
• Dessert (Hidangan Penutup)
Merupakan hidangan pencuci mulut yang rasanya manis. Dessert dapat terdiri
dari buah segar, custard, puding, cake, es krim dll

Teknik Pemasakan:
Pada Main Course teknik pemasakan disesuaikan dengan bahan dasar. Contoh:
1. Stewing
Teknik memasak dengan memanfaatkan sari dari bahan makanan itu sendiri
dengan menambah sedikit lemak, dimasak dalam wadah tertutup. Contoh bahan
makanan yang dapat dimasak dengan teknik ini sayuran, ikan, daging dan
unggas. Penambahan lemak bemaksud untuk membantu mempercepat
pemasakan dan menambah rasa & nutrisi.
2. Deep Frying
Teknik menggoreng dengan minyak banyak dan panas. Bahan kering
dimasukkan ke dalam minyak panas dan dipastikan seluruh bagian makanan
terendam seluruhnya di dalam minyak. Contoh bahan makanan daging yang
sudah dipotong kecil, ikan dan sayuran
3. Roasting
Teknik memanggang dengan sedikit minyak dan menggunakan Loyang / wadah
pada temperature 2000-2400 C. Bahan makanan harus dalam potongan besar.
4. Steaming
Teknik mematangkan bahan makanan menggunakan uap air mndidih dengan
suhu ±1000 C. Bahan makanan yang biasa dikukus adalah daging, ikan,telur,
sayuran, umbi-umbian, buah, pudding,dll.

Penyajian makanan kontinental:


1. Appetizer:
- Salad
- Soup
- Kue kecil gurih (pastel, pie dll)
2. Main course:
Susunan main course adalah protein (hewani/nabati), hidrat arang (garniture
utama), sayuran (garniture penyerta) dan garnis. Yang disebut garniture
umumnya adalah sayuran. Bentuk garniture ada yang pokok dan pelengkap.
3. Dessert : buah, makanan manis. Dessert disajikan dengan piring dessert atau
gelas dengan mengombinasi warna dan cara yang menarik. Hampir semua
dessert disajikan dengan pelengkap. Pelengkap berfungsi untuk menambah atau
memperkuat cita rasa sekaligus mempercantik penampilan.

18. Cara memasak dan menyajikan masakan western.

Cara memasak dan menyajikan masakan western hamper sama dengan cara
yang diterapkan dalam masakan continental karena memang masakan western
merupakan masakan perluasan dari continental. Untuk makanan berdaging banyak
digunakan teknik roasting dan grilling untuk menjadikannya daging steak atau
barbeque. Pemasakan masakan western juga biasanya menggunakan bahan yang
kurang lazim di masakan Indonesia seperti wine atau lemak babi.
Untuk masakan western yang berasal dari Amerika Selatan, banyak
digunakan teknik memasak bakar atau memanggang. Amerika Selatan biasanya
memiliki saus yang khas untuk melengkapi masakannya. Sebagai makanan pokok
karbohidratnya sering digunakan adonan kulit kebab.
19. Cara memasak dan menyajikan masakan Timur Tengah.

Masakan timur tengah banyak mengunakan teknik memasak dengan cara


dibakar atau di Panggang dengan menggunakan tungku. Selain itu jarang
menggunakan teknik deep frying.

20. Cara memasak dan menyajikan masakan oriental.

Teknik pemasakan
• Pada masakan China, terdapat beberapa istilah pemotongan bahan yang pasti
dilakukan dalam pengolahan makanan sebelum proses pemasakan; slicing
(mengiris), shredding (menyobek), dicing (memotong bentuk dadu), grinding
(menggiling), diagonal cutting (memotong diagonal), chopping (mencincang),
dan marinating (mengasinkan).
• Metode pemasakan dalam masakan China juga terdiri dari: boiling
(merebus), simmering (mendidihkan perlahan), frying (menggoreng dengan
minyak), braising (memasak di wadah tertutup), roasting (memanggang dengan
sedikit minyak), barbequing (memanggang dengan bara api), dan steaming
(mengukus).
• Teknik memasak pada beberapa masakan oriental sangat mirip dengan
teknik memasak makanan Indonesia, seperti menumis, memanggang, atau
membakar.
• Pada makanan Jepang, pemasakan dilakukan tidak terlalu lama, bertujuan
untuk menjaga kesegaran dan nilai gizi bahan makanan itu sendiri. Sebagai
contoh sushi dan shabu-shabu yang disajikan dalam bentuk mentah. Untuk
shabu-shabu sendiri akan disediakan alat masak di meja untuk merebus bahan
makanan sendiri. Teknik pemasakan ini banyak diterapkan juga di masakan
Korea.
Teknik penyajian
• Dalam penyajian makanan oriental, tidak ada giliran hidangan masakan
seperti di masakan continental (tidak ada appetizer, main course, atau pun
dessert yang disajikan bergiliran).
• Penyajian masakan jepang berbentuk masakan yang mentah atau setengah
matang. Pada shabu-shabu disajikan kompor dan alat masak sendiri di meja
tempat pelanggan duduk.
• Penyajian masakan Korea biasanya langsung menyantap nasi dan lauk pauk
langsung dari mangkuk hiding.
Penyajian masakan China dilakukan dengan porsi besar dan dihidangkan
langsung setelah dimasak.

21. Tabel Perbandingan Cita Rasa Masakan.

Continental Western Timur Tengah Oriental


Cita rasa Rasa makanan Rasa makanan Makanan khas Cina Utara :
tidak terlalu canderung asin, Timur Tengah hambar, dingin.
berat. manis. sangat Cina Timur :
Bahan yang Karena berbumbu, gurih, asam,
digunakan menggunakan penuh rempah manis.
seperti minyak tomat, susu, dan pedas. Cina Selatan :
zaitun, buah krim dan Jika berbumbu,
zaitun, tomat, minyak zaitun. menggunakan segar.
susu dan krim. Tidak mengenal santan, relatif Cina Barat :
Makanan rasa pedas sangat kental pedas.
cenderung lebih kecuali Meksiko dan Jepang : tawar,
dapat diterima dan Amerika menggunakan cenderung rasa
di Internasional Latin. minyak. alami dari
sebab rasanya Di Meksiko Baunya bahan makanan.
sudah terkenal menyengat Korea :
disesuaikan dan jalapeno pepper sehingga berbumbu,
dibuat tidak yang pedas dan konsumen agak sedikit pedas,
terlalu di Amerika sulit untuk asin, asam.
menyengat. Latin makanan menerima.
cenderung asam.

22. Struktur resep masakan asing dan Indonesia.

Pengetahuan standar resep ialah sejenis dokumen tertulis yang dipergunakan


sebagai dasar atau patokan dalam pengolahan makanan untuk menciptakan rasa yang
sama meskipun waktu pengolahannya tidak bersamaan. Standar resep sangat perlu
karena dapat digunakan sebagai petunjuk, dengan memiliki fungsi sebagai berikut :
• Menjadi petunjuk yang seragam bagi siapa saja yang bertugas pada
pegolahan makanan.
• Dapat mudahkan dalam pembelian bahan.
• Memudahkan dalam pelaksanaan persiapan memasak.
• Dapat menentukan jumlah serta mutu makanan.
• Memudahkan dalam penyusunan menu.
• Memudahkan dalam pengontrolan porsi makanan.

Struktur Standar Resep


1. Nama masakan/Resep
2. Produksi (jumlah Porsi)
3. Jumlah bahan dan bumbu yang dipakai
4. Alat yang diperlukan
5. Cara persiapan
6. Membagi porsi
7. Menghidangkan dan garnish
8. Catatan/pesan-pesan

Ada tiga format resep. Ketiganya dapat diterima, tapi tergantung bagaimana orang
memasak satu mungkin lebih suka satu format di atas yang lain.
• Standard Form
• Action Form
• Narrative Form
a. Standard Format Format standar
Contoh: Berry Smoothies
Membuat 4 1 / 2 cangkir, cukup untuk 4 porsi
1 pisang medium (matang, sekitar 4 ons), dikupas dan
dipotong menjadi delapan potong melintang
3 1 / 2 cangkir berries (sekitar 16 ons)
1 / 2 cangkir susu
1 / 2 cangkir putih jus cranberry atau jus apel
cubitan garam
3 - 6 sendok teh gula pasir
2 -3 sendok teh jus lemon
3 es batu (sekitar 1 1 / 2 ons total)

Line berbingkai loyang dengan kertas perkamen, mengatur pisang dan berry di lapisan
tunggal pada loyang. Freeze buah sampai sangat dingin, tetapi tidak beku, sekitar 10 menit.
Dalam blender, buah dingin haluskan, susu, jus, garam, 1 sendok makan gula, 1 sendok teh
jus lemon, dan es sampai seragam halus, 10 sampai 15 detik. Rasa untuk gula dan lemon,
jika diinginkan, tambahkan gula lebih atau lemon dan blender sampai gabungan, sekitar 2
detik lebih lama. Sajikan segera.
Per.Penyajian:
Lemak 1,5 g; Sat lemak 0,5 g; Chol 5 mg; carb 28 g; Protein 2 g; Fiber 4 g; Natrium
85 mg (Dihitung dengan 50 stroberi% dan% blueberry 50)
b. Action Form
Contoh: Berry Smoothies
Membuat 4 1 / 2 cangkir, cukup untuk 4 porsi
Line berbingkai loyang dengan kertas perkamen.
• Atur menengah pisang 1 dan 3 beri ½ cangkir (sekitar 16 ons) pada lapisan
tunggal pada loyang.
• Freeze buah sampai sangat dingin, tetapi tidak beku, sekitar 10 menit.
• Blend, buah dingin haluskan, ½ cangkir susu, cranberry ½ cangkir atau jus
apel, sejumput garam, 1 sendok makan gula, 1 sendok teh air jeruk nipis,
dan 3 gelas es sampai seragam halus, 10 sampai 15 detik.
• Rasa untuk gula dan lemon, jika diinginkan, tambahkan gula lebih atau
lemon dan blender sampai gabungan, sekitar 2 detik lebih lama. Sajikan
segera.
Per.Penyajian:
Cal 120; Lemak 1,5 g; Sat lemak 0,5 g; Chol 5 mg; carb 28 g; Protein 2 g; Fiber 4 g;
Natrium 85 mg (Dihitung dengan 50 stroberi% dan% blueberry 50)

c. Narrative Form
Contoh: Berry Smoothies
• Line berbingkai loyang dengan kertas perkamen.. Atur menengah pisang 1
dan 3 beri ½ cangkir (sekitar 16 ons) pada lapisan tunggal pada loyang.
Freeze buah sampai sangat dingin, tetapi tidak beku, sekitar 10 menit. Blend,
buah dingin haluskan, ½ cangkir susu, cranberry ½ cangkir atau jus apel,
sejumput garam, 1 sendok makan gula, 1 sendok teh air jeruk nipis, dan 3
gelas es sampai seragam halus, 10 sampai 15 detik. Rasa untuk gula dan
lemon, jika diinginkan, tambahkan gula lebih atau lemon dan blender sampai
gabungan, sekitar 2 detik lebih lama. Sajikan segera. Membuat 4 1 / 2
cangkir, cukup untuk 4 porsi.
PENUTUP

KESIMPULAN

Dalam pembahasan kali ini terdapat 4 jenis masakan yang menjadi sorotan utama
untuk dicari lebih lanjut mengenai seluk beluknya, yaitu masakan continental, wester,
Timur Tengah, dan oriental. Masakan continental adalah masakan yang berasal dari Eropa
yang kemudian berkembang dan menyebar ke beberapa benua lain seperti Amerika dan
benua lainnya, sehingga Amerika memiliki karakteristik makanan yang hamper sama
dengan masakan Eropa. Namun jika membahas masakan western, ini berarti adalah
masakan yang berasal dari negeri barat. Bukan saja Eropa dan Amerika dengan menu yang
hamper sama, namun juga termasuk Australia dan Amerika Selatan yang memiliki bumbu
khas tersendiri. Masakan Timur Tengah didefinisikan sebagai masakan yang berasal dari
daratan Timur Tengah (sekitar Negara Arab). Sedangkan masakan oriental adalah masakan
yang berasal dari daratan Asia Timur, termasuk Cina, Jepang, Korea, Taiwan, dan
sekitarnya.
Setiap masakan yang telah dibahas memiliki karakteristik masing-masing.
Karakteristik yang dimaksud menyangkut bahan baku, rasa, bumbu yang digunakan, cara
pemasakan, dan penyajian. Struktur menu dari setiap jenis masakan juga memiliki
perbedaan, ada yang disajukan satu persatu bergiliran dari appetizer sampai dessert, ada
pula yang langsung disajikan dalam satu hidangan dengan kelengkapan menu tersebut. Hal
ini dipengaruhi dari kebiasaan yang berkembang dari Negara-negara tersebut.
Masyarakat Indonesia sudah terntu mengalami kesulitan untuk menerima masakan
asing. Hal ini disebabkan karena bahan yang digunakan, bumbu, dan juga porsi yang
berbeda. Biasanya masakan asing yang berasal dari barat memiliki porsi protein yang lebih
besar daripada karbohidrat. Hal ini menjadi masalah bagi masyarakat Indonesia dengan
tingkat ekonomi yang relative standard dan keadaan fisiologis tubuh yang belum
memungkinkan untuk beradaptasi untuk mencerna banyak protein. Bumbu yang digunakan
pada masakan asing memengaruhi cita rasa masakan tersebut, dan terdapat beberapa cita
rasa masakan asing yang masih belum lazim di lidah masyarakat Indonesia. Untuk itu
diperlukan modifikasi resep yang mencakup penggantian bahan tanpa memengaruhi
struktur resep dan hanya mengalami sedikit cita rasa. Porsi makan dalam masakan asing
biasanya sangat besar, akibatnya masyarakat Indonesia yang terbiasa dengan porsi kecil
sulit untuk membiasakan banyak makan seperti masyarakat asing lakukan.
Teknik memasak dan teknik penyajian dari setiap masakan asing memiliki ciri khas
masing-masing. Ini ditandai dengan beragamnya alat masak dan alat saji yang digunakan.
Ukuran dari setiap alat dari berbagai jenis masakan juga menunjukkan perbedaan yang
sangat kontras.

SOLUSI

• Bela Dona Café diharuskan melakukan standardisasi resep agar cita rasa,
porsi, dan tampilan masakan tetap sama meski berbeda orang yang memesan
dan pemesanan dilakukan di hari yang berbeda pada satu jenis makanan.
• Pemilik dan pengelola café seharusnya memiliki pengetahuan yang baik
mengenai setiap masakan Internasional (bahan baku, bumbu, dan cara
penyajian) agar terjaga ciri khas masakan tersebut.
• Untuk pegawai pengolah masakan, haruslah seorang Chef berpengalaman
yang menanganinya. Biasanya Chef professional berasal dari luar negeri,
terlebih Bela Dona Café akan menyajikan masakan-masakan asing yang
memang memerlukan Chef dari luar negeri.
• Alat masak dan alat saji masakan harus lengkap dan terstandardisasi agar
ciri khas setiap masakan tetap terjaga.
• Agar masakan-masakan asing tersebut dapat diterima oleh masyarakat
Indonesia dan kesulitan bahan baku dapat diatasi, perlu dilakukan modifikasi
resep agar proses pengolahan makanan dan kegiatan memasak tetap
berlangsung meski terdapat keterbatasan bahan.
• Tata letak café harus diperhatikan, terutama pada Bela Dona Café yang ingin
menyajikan 4 macam masakan berbeda dari Negara yang berbeda. Dekorasi
ruangan harus diperhatikan, untuk café professional harus mempekerjakan
interior designer yang memang ahli dalam mendekorasi ruangan.
• Bela Dona Café harus memiliki pelayanan yang baik dan professional.
Hiburan dalam café harus diperhatikan. Hal ini dapat disiasati dengan adanya live
music show yang diadakan dalam periode tertentu. Hiburan sangat penting untuk
diperhatikan karena terdapat pelanggan café yang juga pergi ke café untuk hiburan.
DAFTAR PUSTAKA

Kulum Pengantar Gizi Kuliner Dasar oleh S.Multi Karina


http://infokuliner.pendidikanriau.com/2010/10/mengenal-bumbu-dan-rempah-rempah.html
http://file.upi.edu/Direktori/E%20-
%20FPTK/JUR.%20PEND.%20KESEJAHTERAAN%20KELUARGA/19600225
988032%20-%20ATAT%20SITI%20NURANI/makanan%20kontinental.pdf
(http://nurzanepastry.blogspot.com/2011/01/mengenal-bumbu-dapur-kontinental.html
http://www.femina-online.com/issue/issue_detail.asp?id=552&cid=2&views=41
http://www.okefood.com/read/2011/02/16/301/425283/
http://www.koran-jakarta.com/berita-detail.php?id=68044
http://id.wikipedia.org/wiki/Masakan_Indonesia
www.1bestcuisineguide.com
www.ehow.com