Anda di halaman 1dari 5

Rut 4:14-15

Sebab itu perempuan-perempuan berkata kepada Naomi: "Terpujilah TUHAN, yang telah
rela menolong engkau pada hari ini dengan seorang penebus. Termasyhurlah kiranya
nama anak itu di Israel.Dan dialah yang akan menyegarkan jiwamu dan memelihara
engkau pada waktu rambutmu telah putih; sebab menantumu yang mengasihi engkau
telah melahirkannya, perempuan yang lebih berharga bagimu dari tujuh anak laki-laki."

''Hidup itu penuh dengan kemalangan,'' demikian kata-kata pahit yang keluar dari mulut
seorang janda bernama Naomi (Rut 1:20,21). Bayangkan kondisi seorang wanita yang
baru saja ditinggal oleh suami dan bahkan anak-anak laki-lakinya. Sang janda yang
malang ini hidup di tengah kelaparan di perantauan bersama kedua menantunya. Ia
menolak dipanggil Naomi--yang artinya kesenangan, dan meminta dipanggil Mara, yang
berarti pahit. Dan pada masa tuanya, ia hanya punya keinginan sederhana, yaitu
menikmati masa tua yang tenang dengan menimang cucu. Namun, semua itu menjadi
tidak mungkin sebab kedua anak lelakinya mati tanpa meninggalkan keturunan!

Bukankah kita juga demikian? Hidup kita dipenuhi dengan mimpi dan harapan. Banyak
hal kita cita-citakan. Namun, ketika sesuatu terjadi dalam hidup ini dan mengandaskan
impian kita, maka kita merasa hidup dan semangat kita pun hancur bersamanya. Dalam
kondisi demikian, kita pun semakin sulit memahami bahwa Tuhan pasti memiliki
rancangan yang baik. Bahwa Dia memiliki “mimpi” bagi hidup kita dan pasti menjadikan
segala sesuatu baik pada waktunya.

Kita tahu, cerita Naomi ini adalah kisah yang berakhir dengan kebahagiaan. Pada
akhirnya Alkitab menulis bahwa Naomi memangku cucunya dengan gembira pada hari
tuanya (4:16). Dan bukan hanya itu, mimpi Allah bagi dirinya juga terwujud, karena pada
akhirnya Naomi mengenal bahwa Allah memelihara hidupnya (ayat 14). Hari ini, jika
kita menilik lagi mimpi kita yang kandas, lihatlah rancangan besar-Nya; Dia selalu ada
dan memelihara dengan sempurna. (Jwb.com)

Mimpi besar kita mungkin bisa saja kandas, namun kita harus yakin bahwa penyertaan
Tuhan tidak pernah lepas.
1.Jelaskan proses pencernaan dalam rumen!

Bahan pakan utama ternak ruminansia berupa hijauan yang 75 persennya berupa
karbohidrat. Karbohidrat dalam saluran pencernaan dipecah oleh mikroba rumen menjadi
gula sederhana. Mikroba menggunakan gula sederhana ini sebagai sumber energi untuk
pertumbuhan dan menghasilkan produk akhir yang akan dimanfaatkan oleh ternak induk
semang. Produk akhir fermentasi karbohidrat meliputi asam lemak terbang (volatile fatty
acids) dan gas. Asam lemak terbang yang dihasilkan terutama asetat, propionat dan
butirat sedangkan gas berupa methan dan karbondioksida. Mikroba rumen
memfermentasi semua karbohidrat, namun karbodirat cadangan (storage) dan terlarut
(soluble) difermentasi lebih cepat dibanding karbohidrat struktural. Gula dan pati dipecah
lebih mudah dan cepat. Komponen dinding sel tanaman dicerna secara lambat terutama
pada tanaman tua yang telah mengalami lignifikasi tingkat lanjut. Keberadaan lignin
dapat menurunkan ketersediaan dan penggunaan karbohidrat struktural. Karbohidrat
terlarut dicerna oleh mikroba dalam rumen 100 kali lebih cepat dibanding karbohidrat
cadangan, sedangkan karbohidrat cadangan dicerna 5 kali lebih cepat dari karbohidrat
struktural.

Karbohidrat Struktural
Perombakan karbohidrat struktural (selulosa dan hemiselulosa) oleh bakteri sebagian
besar menghasilkan asam asetat. Bakteri pendegradasi karbohidrat struktural ini sensitif
terhadap kandungan lemak dan tingkat keasaman dalam rumen. Bahan pakan dengan
kandungan lemak yang tinggi atau kondisi rumen yang terlalu asam dapat menekan
pertumbuhan atau membunuh bakteri pendegradasi selulosa. Kondisi ini dapat
menurunkan kecernaan dan konsumsi pakan oleh ternak. Karbohidrat struktural yang
keluar dari rumen kecil kemungkinan dapat dipecah dalam saluran pencernaan
selanjutnya.

Karbohidrat cadangan
Bakteri yang mencerna bahan pakan berpati (biji-bijian) berbeda dengan bakteri
pendegradasi selulosa. Bakteri ini tidak sensitif terhadap tingkat keasaman dan produk
akhir fermentasi terutama berupa asam propionat. Pati difermentasi dengan cepat, asam
asetat dan propionat yang dihasilkan menyebabkan keasaman dalam rumen meningkat.
Kondisi rumen yang asam dapat menekan pertumbuhan bakteri pendegradasi selulosa
yang dapat menurunkan kandungan lemak susu pada sapi perah.

Gula terlarut
Bakteri yang memfermentasi bahan pakan dengan kandungan gula terlarut tinggi (contoh:
molase, rumput berkualitas baik) hampir sama dengan bakteri pendegradasi pati.
Asam Lemak Terbang
Produk akhir pemecahan karbohidrat di dalam rumen yang paling penting adalah asam
lemak terbang karena merupakan sumber energi utama (70%) bagi ternak ruminansia dan
proporsi asam lemak terbang yang dihasilkan akan menentukan kandungan lemak dan
protein susu. Asetat, propionat dan butirat merupakan tiga asam lemak terbang utama
yang dihasilkan dalam perombakan karbohidrat. Rasio VFA yang dihasilkan tergantung
pada tipe bahan pakan yang dicerna.

VFA diabsrosi melalui dinding rumen dan diangkut dalam darah ke hati yang akan
diubah menjadi sumber energi lain. Energi yang dihasilkan digunakan untuk berbagai
fungsi seperti produksi susu, hidup pokok, kebuntingan dan pertumbuhan.

Asetat. Asetat merupakan produk akhir fermentasi serat. Bahan pakan dengan kandungan
serat tinggi namun rendah energi menghasilkan rasio asetat : propionat yang tingg. Asetat
diperlukan untuk memproduksi lemak susu. Produksi asam asetat yang rendah dapat
menekan produksi lemak susu.

Propionat. Propionat merupakan produk akhir fermentasi gula dan pati. Sebagian besar
energi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan produksi laktosa diperoleh dari
propionat. Bahan pakan dengan kandungan karbohidrat mudah terfermentasi yang tinggi
akan menghasilkan propionat dan butirat relatif lebih tinggi daripada asetat. Propionat
dianggap lebih efisien sebagai sumber energi karena fermentasi dalam produksi propionat
menghasilkan lebih sedikit gas metan dan karbondioksida.
Produksi propionat yang rendah menyebabkan sintesis laktosa dan produksi susu secara
keseluruhan menurun. Defisiensi energi akibat ketidakcukupan produksi propionat,
ternak akan merombak lemak tubuh yang menyebabkan ternak kehilangan berat badan.

Butirat. Butirat dimetabolisme dalam hati menjadi badan keton. Badan keton digunakan
sebagai sumber energi untuk pembentukan asam lemak, otot kerangka dan jaringan tubuh
lain. Badan keton juga dihasilkan dari perombakan lemak tubuh yang dapat digunakan
sebagai sumber energi alternatif.

Gas. Karbondioksida (CO2) and methan dihasilkan selama fermentasi karbohidrat.


Keduanya dibuang melalui dinding rumen atau hilang melalui eruktasi atau sendawa.
Sebagian CO2 ada ang digunakan oleh mikroba intestin dan ternak untuk
mempertahankan kandungan bikarbonat saliva. Methan tidak dapat dipergunakan oleh
ternak sebagai sumber energi.

2.Sebutkan sumber protein ternak ruminansia!

- bulu ayam

Bulu ayam memiliki kandungan protein yang tinggi melebihi kandungan protein
kasar dari bungkil kedelai. Akan tetapi kandungan protein kasar yang tinggi tersebut
tidak diikuti dengan nilai biologis yang tinggi. Puastuti dan Adiati (2003) menyatakan
bulu ayam mengandung protein kasar 80-91% dari bahan kering (BK) melebihi
kandungan protein kasar bungkil kedelai (42,5%) dan tepung ikan (66,2%). Tingkat
kecernaan bahan kering dan bahan organik bulu ayam secara in vitro masing-masing
hanya 5,8% dan 0,7%.

- legume

- protein mikroba

- bungkil kedele

- tepung ikan

- bungkil biji kapuk

3.Jelaskan proses pencernaan protein dalam rumen!

Protein pakan yang berkualitas rendah dan non-protein nitrogen (NPN) diubah menjadi
protein penyusun tubuh yang mempunyai komposisi asam amino ideal.
4.Jelaskan peranan mikroba rumen terhadap sumbagannya pada ternak induk semang!

Peranan Mikroba dalam rumen:

1. Mengubah protein pakan yang berkualitas rendah dan non-protein nitrogen (NPN)
menjadi protein penyusun tubuh yang mempunyai komposisi asam amino ideal.
2. Membentuk vitamin B komplek dan vitamin A, yang pada gilirannya berfungsi sebagai
sumber nutrisi bagi ternak.
3. Mengolah selulosa pakan . Proses ini dilakukan oleh jamur, dengan cara membentuk
koloni pada jaringan selulosa pakan, yang tumbuh menembus dinding selulosa, sehingga
pakan lebih mudah dicerna oleh enzim bakteri rumen. Jumlah selulosa pada serat kasar
sekitar 30– 60% dari total bahan kering. Selulosa ini akan diuraikan menjadi glukosa
Hasil fermentasinya berupa volatille fatty acids (VFA) berguna sebagai sumber energi
utama bagi ternak.
4. Mensintesis asam-asam amino dari zat-zat yang mengandung nitrogen yang lebih
sederhana.
5. Mikroba rumen yang mati, akan masuk ke dalam usus halus dan selanjutkan akan
diproses menjadi sumber protein yang berkualitas tinggi.

Mikroba dapat bekerja dengan baik pada pH Rumen antara 6,7 – 7,0 dan temperature
rumen sekitar 38 – 39° C. Air liur (Saliva) yang telah bercampurdengan pakan pada
mulut sapi, membantu mempertahankan kondisi ideal ini.
Oleh sebab itu, agar produktifitas ternak sapi tetap tinggi, peternak wajib menjaga
kuantitas dan kualitas pakan yang diberikan.

5.Jelaskan proses sintesis protein mikroba!

6.Lemak dalam rumen mengalami 2 proses penting. Jelaskan!