Anda di halaman 1dari 3

PRESS RELEASE

PENANDATANGANAN NOTA KESEPAHAMAN ANTARA PT PETROKIMIA GRESIK DENGAN BADAN LITBANG PERTANIAN, DEPARTEMEN PERTANIAN

Revitalisasi pertanian adalah tema pokok pemerintah dalam mendukung tercapainya Program Ketahanan Pangan Nasional. Keberhasilan program ini tidak dapat dipisahkan dari penerapan teknologi pertanian mulai dari input, proses maupun out put serta sarana produksi yang tepat.

PT Petrokimia Gresik sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang pupuk, mempunyai komitmen untuk mendukung keberhasilan program revitalisasi pertanian guna mencapai ketahanan pangan nasional. Beberapa upaya yang dilakukan adalah :

1. Penyediaan pupuk

Pupuk bersubsidi yang dihasilkan PT Petrokimia Gresik pada saat ini adalah :

- Urea dengan kapasitas produksi 460.000 ton/tahun

- ZA dengan kapasitas produksi 650.000 ton/tahun

- SP-36 dengan kapasitas produksi 900.000 ton/tahun

- NPK PHONSKA dengan kapasitas produksi 300.000 ton/tahun

Selain pupuk bersubsidi, PT Petrokimia Gresik juga menghasilkan ppupuk non subsidi, yaitu ZK dengan kapasitas produksi 10.000 ton/tahun dan NPK Kebomas dengan kapasitas produksi 160.000 ton/tahun. PT Petrokimia Gresik juga memperdagangkan pupuk KCl, Ammonium Phosphate, DAP, TSP, dan Rock

Phosphate.

2. Pengembangan Produk

a. sudah dilakukan

PT Petrokimia Gresik saat ini mengarahkan pengembangan produksinya ke arah sektor yang mendukung program revitalisasi pertanian guna pencapaian Ketahanan Pangan Nasional.

Kegiatan-kegiatan pengembangan pupuk PT Petrokimia Gresik selama ini diwadahi dalam suatu unit kerja penelitian dan pengembangan yang selanjutnya diarahkan sebagai Pusat Riset.

Fungsi suatu lembaga riset tidak terlepas dari dukungan fasilitas serta sumber daya manusia yang dimiliki. Beberapa fasilitas yang telah dimiliki oleh PT Petrokimia Gresik untuk mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan

antara lain : laboratorium tanah dan tanaman, laboratorium kultur jaringan, rumah kaca, kebun percobaan , mini plant, dan pilot plant.

Hasil-hasil pengembangan produk pupuk antara lain :

1) NPK PHONSKA

Merupakan pupuk majemuk NPK dengan formula 15 – 15 – 15. pupuk ini awalnya dikembangkan untuk komoditi perkebunan, namun dalam perjalanannya lebih banyak dikembangkan pada tanaman pangan dan hortikultura. Dengan pupuk ini diharapkan para petani dapat menerapkan pemupukan berimbang dalam rangka peningkatan produksi pertanian.

Pupuk berbentuk granular ini selain diproduksi oleh unit Pabrik NPK PHONSKA juga diproduksi oleh salah satu unit Pabrik SP 36 yang telah dapat melakukan multi fungsi produksi.

2) NPK Kebomas

NPK Kebomas merupakan pupuk majemuk yang formulanya disesuaikan dengan pesanan konsumen sehingga pupuk ini lebih bersifat spesifik lokasi dan spesifik komoditi

Pupuk yang dijual dalam bentuk compound, blending dan mixture ini sebagian konsumennya adalah sub sektor perkebunan besar, selain juga dijual secara

retail.

Beberapa formula yang telah dijual dan dikembangkan antara lain :

- NPK Kebomas 12-12-17+2 untuk kelapa sawit

- NPK Kebomas 12-11-17 untuk tembakau

- NPK Kebomas 12-10-16+2 untuk lada

- NPK Kebomas 10-11-10+4 untuk kakao

- NPK Kebomas 27-10-6+2 untuk teh

- NPK Kebomas16-12-12 untuk cabe

3) Pupuk Organik

Pengembangan pupuk organik berangkat dari pemikiran semakin kritisnya kondisi lahan pertanian di Indonesia yang dilaporkan bahwa kandungan C organik tanah rata-rata kurang dari 2 %.

PT Petrokimia Gresik merasa perlu peduli dan ikut serta dalam upaya perbaikan lahan melalui inovasi di bidang pupuk organik. Pada tahun 2005 pupuk organik PETROGANIK direlease oleh PT Petrokimia Gresik sebagai salah satu input untuk memperbaiki kondisi lahan pertanian. Telah dibangun juga Pilot Plant Petroganik dengan kapasitas 10 ton/hari untuk kepentingan uji coba produksi.

Sampai saat ini telah dibangun 8 (delapan) Pabrik Petroganik di berbagai daerah di Jawa Timur bekerjasama dengan pengusaha di daerah. Hal ini dimaksudkan untuk membangkitkan industri di daerah, selain untuk mendekatkan dengan sumber bahan baku dan pasar. Diharapkan sampai tahun 2007 ini telah dibangun 40 (empat puluh) pabrik dengan teknologi tepat guna ini pada wilayah yang lebih luas.

b. Rencana Jangka Panjang

Pusat Riset PT Petrokimia Gresik dalam jangka panjang akan dikembangkan lebih lanjut tidak hanya pada bidang pupuk, tetapi pada bidang lain seperti pemuliaan tanaman, dan bioteknologi.

Berbagai fasilitas yang sudah ada perlu ditambah dan dilengkapi, serta dioptimalkan fungsinya dengan ditingkatkan kapasitasnya. Hal ini juga harus didukung oleh sumber daya manusia yang handal. Selama ini salah satu kendala yang dihadapi PT Petrokimia Gresik adalah keterbatasan dari sisi sumber daya manusia maupun fasilitas dan peralatan. MinImnya kompetensi yang dimiliki oleh staf suatu Puat Riset akan memberi dampak pada terhambatnya akselerasi aktivitas riset yang akan dilakukan.

Kegiatan dan pengembangan produk dan teknologi pertanian ini harus sejalan dengan ketentuan, keteraturan dan tata cara yang ditetapkan oleh Departemen Pertanian sebgai induk utama pengembangan pertanian di Indonesia serta didukung sumber daya manusia dan fasilitas yang memadai.

Kerjasama penelitian antara PT Petrokimia Gresik dengan Balai/Pusat Penelitian lingkup Badan Litbang Pertanian, Departemen Pertanian, secara terpisah telah mulai dilaksanakan sejak tahun 1980-an, khususnya dalam bidang pemupukan.

Nota kesepahaman ini dibuat sebagai langkah awal untuk menjalin kembali kerjasama penelitian dan pengembangan dibidang teknologi pertanian. Dukungan sarana serta sumberdaya manusia yang dimiliki Badan Litbang Pertanian, diharapkan dapat memberikan manfaat besar serta menjadi wahana pembelajaran yang efektif bagi perkembangan Pusat Riset di PT Petrokimia Gresik.

Dengan kerjasama ini diharapkan dapat tercipta inovasi-inovasi baru, baik di bidang sarana produksi maupun teknologi pertanian lainnya. Untuk membantu kesejahteraan petani.

PT Petrokimia Gresik Ir. Airifin Tasrif Direktur Utama