Anda di halaman 1dari 3

6.

1 Pendahuluan

BAB V LOAD

CONTROL VALVE SET


ERROR
MANIPULATED
VARIABLE CONTROLLED
POINT CONTROL CONTROL VARIABLE
PROSES
UNIT VALVE
+ __

SENSING
TRANSMITTER
ELEMENT

Control valve bertugas melakukan langkah koreksi


terhadap variabel termanipulasi, sebagai hasil akhir
sistem pengendalian

6.2. Bentuk Umum Control


lanjutan …
Valve
• Control valve hanyalah salah satu elemen
B A
pengendali akhir (final element control), A Diaphragma
B Upper diaphagma case
namun paling umum yang digunakan C Pegas
C

• Akibatnya muncul pengertian control valve E


D D Yoke
E Valve stem
= elemen pengendali akhir F Plug
F
• Elemen pengendali akhir lain adalah G G Seat
heating element, electrical contactor, dll.

B A

Control valve Actuator


C

D
E E • Actuator berfungsi menggerakkan
F
control valve agar terbuka atau tertutup
D G dan selalu berada pada posisi yang
dikehendaki controller
F • Actuator yang paling umum digunakan
A Diaphragma
B Upper
adalah actuator phenomatik
diaphagma case • Actuator phenomatik menggerakkan
C Pegas stem karena tenaga phenomatik yang
D Yoke bekerja pada diaphragma
E Valve stem
G
F Plug
G Seat

1
lanjutan …
• Cara kerja actuator :
Bagian upper diaphragm case dan diaphragma
dari control valve berfungsi seperti balon karet
yang kuat.
Tekanan sinyal phenomatik yang terakumulasi
pada ruang tersebut menimbulkan gaya yang
melawan gaya pegas.
Selisih kedua gaya tersebut menentukan bagian
stem yang terdorong ke bawah
Gerak ini yang menentukan bukaan valve

6.3. Tipe Control Valve Globe Valve


• Globe Valve • Bentuk eksternal valve
seperti globe.
• Ball Valve
• Stem bergerak linier (naik –
• Butterfly Valve turun) untuk mengubah
• Gate Valve posisi plug
• Posisi plug yang berubah
menyebabkan luas area
antara seat dan plug
berubah

Ball Valve Butterfly Valve


• Cara kerjanya mirip sayap
• Pembatas valve berupa bola solid, yang
kupu-kupu, yaitu sebuah
mempunyai bagian yang dihilangkan untuk
mengatur luasan area aliran. damper yang berotasi untuk
• Bola berputar untuk mempengaruhi jumlah aliran.
mengatur hambatan aliran

2
Valve Body Keuntungan Kerugian
Gate Valve
globe -kapasitas besar - shutoff jelek
-kisaran luas - kehilangan tekanan tinggi
• Mempunyai sebuah plat
yang mengatur luas -aplikasi untuk pressure drop
-kapasitas besar
ball sedang
bukaan aliran -shutoff rapat
-cenderung terjadi
• Biasanya digunakan penyumbatan
untuk dioperasikan -kapasitas besar -torque (tenaga putaran) besar
secara manual dan -kehilangan tekanan -mempengaruhi aliran dengan
butterfly
rendah kisaran terbatas (0-60%)
dapat juga secara -dapat diaplikasikan - shutoff yang rapat membutuhkan
otomatis untuk untuk slurry material seat yang khusus
emergensi. -digunakan untuk fluida
gate - shutoff rapat
yang bersih

Nama Simbol Tenaga Aplikasi Proses

Block Manual Digunakan untuk terbuka atau tertutup Valve Positioner


penuh., namun tetap dapat digunakan
untuk mengatur aliran yang diatur
secara manual • Valve merupakan peralatan yang harus mengatasi friksi
dan inersia untuk menggerakkan stem dan plug pada
Safety Self-actuated Digunakan untuk tekanan tinggi
posisi yang diinginkan. Namun valve tidak dapat secara
Relief (Perbedaan (rendah) dalam vessel tertutup atau pipa
yang dapat menyebabkan ledakan
tepat dispesifikasikan dengan sinyal control. Ketidak
tekanan sempurnaan ini tidak signifikan karena pengendalian
proses dan umpan balik merupakan model yang integral mengurangi
eksternal) kelemahan ini.
Digunakan untuk peralatan proses • Tetapi jika kekurangan ini dianggap cukup penting, maka
On-off motor electric
isolasi dari aliran yang tidak sebuah positioner dapt digunakan.
diinginkan. Dioperasikan oleh operator • Positioner merupakan pengendali proporsional yang
di control room, yang bertanggung mengatur posisi stem sesuai dengan sinyal control.
jawab secara cepat
Throttli Biasanya Paling umum digunakan, aliran diatur
ng tekanan dengan bukaan valve
control
pneumatic

a. Pneumatic Positioner

b. Electro-pneumatic (smart) Positioner