Anda di halaman 1dari 6

NOP http://www.oc-praktikum.

de

5012 Sintesis asetilsalisilat (aspirin) dari asam salisilat dan


asetat anhidrida

COOH COOH
O O
OH H2SO4 O
+ + CH3COOH
O
O

C4 H 6 O 3 C7 H 6 O 3 C9H8O4 C2 H 4 O 2
(120.1) (138.1) (98.1) (180.2) (60.1)

Klasifikasi
Tipe reaksi dan penggolongan bahan
Reaksi pada gugus karbonil turunan asam karboksilat, esterifikasi
Asam karboksilat anhidrida, ester asam karboksilat, asam karboksilat, fenol, aromatis, katalis
asam

Teknik Laboratorium
Reaksi dengan mikrowave, pengadukan dengan batang pengaduk magnet, pemanasan dengan
refluk, penyaringan, ekstraksi, penggojokan, rekristalisasi

Instruksi (skala batch 100 mmol)

Peralatan
Sistem mikrowave ETHOS 1600, tabung gelas (40 cm, NS 29), labu leher-dua 100 mL,
pengaduk magnet, batang pengaduk magnet, pendingin intensif, frit gelas (diameter 6 cm),
labu penghisap, desikator

Bahan
Asam salisilat (tl 157-159 °C) 13,8 g (100 mmol)
asetat anhidrida (td 138-140,5 °C) 12,8 g (11,9 mL, 125 mmol)
asam sulfat pekat (96%) 3 tetes
natrium hidroksida 5g
etanol untuk rekristalisasi kira kira 30 mL
Larutan besi(III) klorida (0,1 M) beberapa mL

Reaksi
Peralatan reaksi terdiri dari labu leher-dua 100 mL yang dilengkapi dengan batang pengaduk
magnet, sensor temperatur dan pendingin intensif. Campuran dari 13,8 g (100 mmol) asam
salisilat dan 12,8 g (11,9 mL, 125 mmol) asetat anhidrida dimasukkan ke dalam labu reaksi
dan tiga tetes asam sulfat pekat ditambahkan. Peralatan dipasang dengan sebuah tabung gelas
dalam sistem mikrowave (lihat "Petunjuk Teknis. Peralatan refluk standar untuk sistem

1 Juli 2007
NOP http://www.oc-praktikum.de

mikrowave"). Campuran reaksi dipanaskan dengan pengadukan selama 90 detik pada 900 W
dan 140 °C. Selama pendinginan, larutan kekuningan menjadi padatan kristal putih.

Penyelesaian
Setelah pendinginan mencapai suhu kamar, padatan dipotong kecil-kecil di dalam labu dan
diaduk selama 30 menit dengan 50 mL air. Kemudian padatan dipisahkan menggunakan frit
gelas. Residu penyaringan dicuci pada frit tiga kali, masing-masing dengan 30 mL air, air
pencucian terpisah tanpa vakum dan terakhir dihisap dengan vakum,. Filtrat dibuang.
Produk kotor pada frit dianalisis dengan larutan 0,1 M besi(III) klorida untuk menguji ada
tidaknya asam salisilat (lihat analisis). Jika hasil uji negatif, produk dikeringkan dalam
desikator berisi natrium hidroksida dengan pengurangan tekanan sampai berat konstan.
Selama prosedur pengeringan, asam asetat yang terikut juga dihilangkan.
Hasil: 16,0 g (88,8 mmol, 89%); tl 136 °C
Untuk pemurnian lebih lanjut, yaitu jika produk masih mengandung asam salisilat, hasil
direkristalisasi dengan etanol/air: Produk kotor dilarutkan dengan pemanasan dalam 30 mL
etanol, kemudian kira kira 60 mL air panas ditambahkan melalui pendingin refluk. Campuran
didinginkan secara perlahan dan labu diletakkan dalam penangas es untuk menyempurnakan
kristalisasi. Produk dipisahkan dan dikeringkan.
Hasil: 14,6 g (81,0 mmol, 81%); tl 136 °C

Komentar
Tanpa penambahan asam sulfat, hasil produk kotor kira kira 83%, masih mengandung asam
salisilat yang lebih banyak. Setelah rekristalisasi hasilnya di bawah 70%.
Jika produk basah dikeringkan terlebih dahulu pada kertas saring di dalam lemari, zat
pengering yang diperlukan di dalam desikator menjadi lebih sedikit.

Manajemen Limbah
Pembuangan limbah
Limbah Pembuangan
Filtrat air Campuran pelarut air, bebas halogen
Larutan induk dari rekristalisasi Campuran pelarut air, bebas halogen

Waktu
Kira kira 1 jam tanpa rekristalisasi

Penghentian sementara
Sebelum penyelesaian

Tingkat kesulitan
Mudah

2 Juli 2007
NOP http://www.oc-praktikum.de

Analisis
Hubungan temperatur-waktu-bergantung pada tahap kerja dengan energi mikrowave

Sintesis asam asetilsalisilat

160 1000

900
140
T1 [°C] 800
120
Energie [Watt] 700
Temperatur [°C]

100

Energie [W]
600

80 500

400
60
300
40
200
20
100

0 0
0 200 400 600 800 1000 1200
Zeit [sec]

Uji Besi(III) klorida


Kira kira 10 mg bahan dilarutkan dalam 5 mL etanol dan ditambahkan 1-2 tetes larutan 0,1 M
besi(III) klorida. Warna violet yang kuat dari larutan menunjukkan adanya asam salisilat.

Kromatografi Gas tidak dapat digunakan sebagai metode analisis, karena baik asam salisilat
maupun produk mengalami dekarboksilasi pada kolom GC.

3 Juli 2007
NOP http://www.oc-praktikum.de

Spektrum 1H NMR produk (300 MHz, CDCl3)

8.2 8.0 7.8 7.6 7.4 7.2


(ppm)

8.0 7.0 6.0 5.0 4.0 3.0 2.0


(ppm)

δ (ppm) Multiplisitas Jumlah H Keterangan


8,12 dd 1 6-H 7 COOH
7,62 dt 1 4-H 1
O 9
7,36 dt 1 5-H 6 8
2
7,15 dd 1 3-H 5 3 O
2,35 s 3 CH3 4

7,26 pelarut

4 Juli 2007
NOP http://www.oc-praktikum.de

Spektrum 13C NMR produk (300 MHz, CDCl3)

160 140 120 100 80 60 40 20


(ppm)

δ (ppm) Keterangan
170,06 C-7 7 COOH
1
169,78 C-8 O 9
6 8
2
151,25 C-2
5 3 O
134,90 C-4
4
132,52 C-6
126,18 C-5
124,01 C-3
122,24 C-1
21,02 CH3
76,5-77,5 pelarut

5 Juli 2007
NOP http://www.oc-praktikum.de

Spektrum IR produk (KBr)

1,12

1,0

0,9

0,8

0,7

Egy 0,6

0,5

0,4

0,3

0,2

0,1

0,00
4000,0 3000 2000 1500 1000 400,0
cm-1

(cm-1) Assignment
3300 - 2500 Ikatan O-H, asam karboksilat berhimpit dengan ikatan
C-H
1760 Ikatan C=O, eter
1700 Ikatan C=O, asam karboksilat
1600, 1575 Ikatan C=C, aromatis

6 Juli 2007