Anda di halaman 1dari 15

Kelompok 4

GEOMETRI TRANSFORMASI

SETENGAH PUTARAN

DisusunDisusunDisusunDisusun

OlehOlehOlehOleh

::::

KelompokKelompokKelompokKelompok EmpatEmpatEmpatEmpat (V1(V1(V1(V1 A)A)A)A)

1.1.1.1. PurnaPurnaPurnaPurna IrawanIrawanIrawanIrawan

(4007178(4007178(4007178(4007178

))))

2.2.2.2. SudarsonoSudarsonoSudarsonoSudarsono

(4007028(4007028(4007028(4007028 p)p)p)p)

3.3.3.3. MellyzaMellyzaMellyzaMellyza VemiVemiVemiVemi R.R.R.R.

(4007217(4007217(4007217(4007217

))))

4.4.4.4. KristinaKristinaKristinaKristina NainggolanNainggolanNainggolanNainggolan

(4007013(4007013(4007013(4007013

))))

5.5.5.5. DesiDesiDesiDesi KartiniKartiniKartiniKartini

(4007026(4007026(4007026(4007026

))))

Dosen Pengampu : Fadli,S.Si.,M.Pd.

)))) Dosen Pengampu : Fadli,S.Si.,M.Pd. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru

Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Persatuan Guru Republik Indonesia

(STKIP PGRI LLG)

2010

Kelompok 4

SETENGAH PUTARAN

Suatu setengah putaran mencerminkan setiap titik bidang pada sebuah titik tertentu. Oleh karena itu setengah putaran juga dinamakan penceminan pada suatu titik atau refleksi pada suatu titik.

Definisi :

Misalkan V bidang Euclid dan A titik tertentu pada bidang V, setengah putaran pada titik A adalah fungsi yang didefinisikan untuk setiap titik

P pada V sebagai berikut :

didefinisikan untuk setiap titik P pada V sebagai berikut : i) Apabila P = A, maka

i) Apabila P = A, maka

ii) Apabila P

V sebagai berikut : i) Apabila P = A, maka ii) Apabila P (P) = A

(P) = A

berikut : i) Apabila P = A, maka ii) Apabila P (P) = A ▪ A

A

V

: i) Apabila P = A, maka ii) Apabila P (P) = A ▪ A V
: i) Apabila P = A, maka ii) Apabila P (P) = A ▪ A V

A, maka

(P) = Q sehingga A titik tengah

PQ)

 
 

V

 

P

A

Q

(ruas garis

Contoh :

Diberikan A,B dan C adalah titik-titik pada bidang Euclid V.

Lukis : a) titik D sehingga D =

(B)pada bidang Euclid V. Lukis : a) titik D sehingga D = b) titik E sehingga

b) titik E sehingga E =

(C)Lukis : a) titik D sehingga D = (B) b) titik E sehingga E = penyelesaian

penyelesaian :

a)

D = (B) , A adalah titik tengah dari

= (C) penyelesaian : a) D = (B) , A adalah titik tengah dari karena B
= (C) penyelesaian : a) D = (B) , A adalah titik tengah dari karena B

karena B A maka ada ruas

= (B) , A adalah titik tengah dari karena B A maka ada ruas garis AB.
= (B) , A adalah titik tengah dari karena B A maka ada ruas garis AB.

garis AB. Kemudian anda perpanjang ruas garis kearah titik A oleh

AB. Kemudian anda perpanjang ruas garis kearah titik A oleh ruas garis yang ekuivalen dengan ruas
AB. Kemudian anda perpanjang ruas garis kearah titik A oleh ruas garis yang ekuivalen dengan ruas

ruas garis yang ekuivalen dengan ruas garis , akibatnya anda

ruas garis yang ekuivalen dengan ruas garis , akibatnya anda mendapatkan ruas garis dimana A merupakan

mendapatkan ruas garis dimana A merupakan titik tengah ruas garis

dengan ruas garis , akibatnya anda mendapatkan ruas garis dimana A merupakan titik tengah ruas garis

.Artinya D =

dengan ruas garis , akibatnya anda mendapatkan ruas garis dimana A merupakan titik tengah ruas garis

(B)

Kelompok 4

b) C =

A maka

ada ruas garis kemudian anda perpanjang ruas garis ke arah titik A

garis kemudian anda perpanjang ruas garis ke arah titik A (E) , A adalah titik tengah
garis kemudian anda perpanjang ruas garis ke arah titik A (E) , A adalah titik tengah

(E) , A adalah titik tengah dari

karena Cruas garis ke arah titik A (E) , A adalah titik tengah dari oleh ruas garis

ke arah titik A (E) , A adalah titik tengah dari karena C oleh ruas garis
ke arah titik A (E) , A adalah titik tengah dari karena C oleh ruas garis

oleh ruas garis yang ekuivalen dengan ruas garis . Akibatnya anda

mendapatkan ruas garis

dimana titik A sebagai titik tengahnya, artinya

ruas garis dimana titik A sebagai titik tengahnya, artinya C = (E). ●E ●B A D●
ruas garis dimana titik A sebagai titik tengahnya, artinya C = (E). ●E ●B A D●
ruas garis dimana titik A sebagai titik tengahnya, artinya C = (E). ●E ●B A D●
C = (E). ●E ●B A D● ●C
C = (E).
●E
●B
A
D●
●C

Untuk membuktikan bahwa setiap setengah putaran adalah suatu transformasi anda harus menunjukan 3 hal yaitu :

a) (P)

a) (P)
a) (P)

V,

a) (P) V, V artinya : V → V

V artinya

a) (P) V, V artinya : V → V

: V V

b) fungsi kepada, dan

b) fungsi kepada, dan
 

c) fungsi satu-satu.

c) fungsi satu-satu.
 

Penjelasan :

a)

Ambil P

maka (P) V.

V sebarang, apabila P = A makasatu-satu.   Penjelasan : a) Ambil P maka (P) V. (P) = A, karena A V

: a) Ambil P maka (P) V. V sebarang, apabila P = A maka (P) =
: a) Ambil P maka (P) V. V sebarang, apabila P = A maka (P) =
: a) Ambil P maka (P) V. V sebarang, apabila P = A maka (P) =

(P) = A, karena A

maka (P) V. V sebarang, apabila P = A maka (P) = A, karena A V

V

Apabila P A, maka

Misalkan Q =

karena A,P

= A, karena A V Apabila P A, maka Misalkan Q = karena A,P V (P),
= A, karena A V Apabila P A, maka Misalkan Q = karena A,P V (P),

V

= A, karena A V Apabila P A, maka Misalkan Q = karena A,P V (P),
= A, karena A V Apabila P A, maka Misalkan Q = karena A,P V (P),

(P), A titik tengah

P A, maka Misalkan Q = karena A,P V (P), A titik tengah , artinya A
P A, maka Misalkan Q = karena A,P V (P), A titik tengah , artinya A

, artinya A

makaMisalkan Q = karena A,P V (P), A titik tengah , artinya A V jadi V

Q = karena A,P V (P), A titik tengah , artinya A maka V jadi V

V jadi

V maka

V. karena

dan(P), A titik tengah , artinya A maka V jadi V maka V. karena maka (P)

A titik tengah , artinya A maka V jadi V maka V. karena dan maka (P)
A titik tengah , artinya A maka V jadi V maka V. karena dan maka (P)

maka

maka

(P)

maka (P) V dengan kata lain : V → V

V dengan kata lain

maka (P) V dengan kata lain : V → V

: V V

 

V

 
 

P

A

Q

Kelompok 4

b) Ambil Q titik sebarang pada V apabila Q = A maka ada P

4 b) Ambil Q titik sebarang pada V apabila Q = A maka ada P V,
4 b) Ambil Q titik sebarang pada V apabila Q = A maka ada P V,
4 b) Ambil Q titik sebarang pada V apabila Q = A maka ada P V,

V, yaitu P = A

sehingga (P = A) = Q = A apabila Q A maka V karena V

P = A sehingga (P = A) = Q = A apabila Q A maka V
P = A sehingga (P = A) = Q = A apabila Q A maka V

maka ada P

apbila Q A ada P V sehingga

Q A maka V karena V maka ada P apbila Q A ada P V sehingga

V sehingga A titik tengah dari

P apbila Q A ada P V sehingga V sehingga A titik tengah dari (P) =
P apbila Q A ada P V sehingga V sehingga A titik tengah dari (P) =

(P) = Q jadi

hal ini berarti bahwaada P V sehingga V sehingga A titik tengah dari (P) = Q jadi fungsi kepada.

fungsi kepada.A titik tengah dari (P) = Q jadi hal ini berarti bahwa A Q,P V Q

dari (P) = Q jadi hal ini berarti bahwa fungsi kepada. A Q,P V Q =
A Q,P
A
Q,P

V

Q = A,maka ada P

P = A sehingga

fungsi kepada. A Q,P V Q = A,maka ada P P = A sehingga V (P=A)=Q=A

Vfungsi kepada. A Q,P V Q = A,maka ada P P = A sehingga (P=A)=Q=A c)

(P=A)=Q=A

c) ambil P dan R titik sebarang pada V, sehingga (P) = (R).

c) ambil P dan R titik sebarang pada V, sehingga (P) = (R). apabila (P) =
c) ambil P dan R titik sebarang pada V, sehingga (P) = (R). apabila (P) =

apabila

(P) =apabila (R) = A maka P = A = R

(R) = A maka P = A = Rapabila (P) =

apabila

(P) =apabila (R) = S dengan S A

(R) = S dengan Sapabila (P) = A

apabila (P) = (R) = S dengan S A

A

Hal ini berakibat bahwa A titik tengah .

Karena A titik tengah

ini berakibat bahwa A titik tengah . Karena A titik tengah maka P = R, karena
ini berakibat bahwa A titik tengah . Karena A titik tengah maka P = R, karena

maka P = R, karena untuk sebarang P dan R pada Vini berakibat bahwa A titik tengah . Karena A titik tengah sehingga , anda dapat menunjukan

tengah maka P = R, karena untuk sebarang P dan R pada V sehingga , anda

sehingga , anda dapat menunjukan bahwa P = R, maka

merupakan fungsi satu-satu,

Teorema 1 .

bahwa P = R, maka merupakan fungsi satu-satu, Teorema 1 . Andaikan A sebuah titik dan

Andaikan A sebuah titik dan g dan h dua garis tegak lurus yang berpotongan di A maka

dan g dan h dua garis tegak lurus yang berpotongan di A maka y ● ║
y ● ║ ║ P(-x,y) P(x,y) = g A x = P(-x,-y) h
y
P(-x,y)
P(x,y)
=
g
A
x
=
P(-x,-y)
h

Kelompok 4

Bukti : Karena g

Kelompok 4 Bukti : Karena g h maka kita dapat membuat sebuah sumbu ortogonal dengan g

h maka kita dapat membuat sebuah sumbu ortogonal dengan g

sebagai sumbu x dan h sebagai sumbu y, A dipakai sebagai titik asal.

Dibukikan bahwa untuk setiap P berlaku

(P). andaikan P(x,y)sebagai titik asal. Dibukikan bahwa untuk setiap P berlaku dan andaikan pula bahwa maka (0,0) =

dan andaikan pula bahwa

maka (0,0) =

(P). andaikan P(x,y) dan andaikan pula bahwa maka (0,0) = (- ) oleh karena A titik
(-
(-

) oleh karena A titik tengah

, sehingga

maka (0,0) = (- ) oleh karena A titik tengah , sehingga =0 dan =0 atau

=0 dan

=0 atau(0,0) = (- ) oleh karena A titik tengah , sehingga =0 dan jadi (P) =

= (- ) oleh karena A titik tengah , sehingga =0 dan =0 atau jadi (P)

jadi= (- ) oleh karena A titik tengah , sehingga =0 dan =0 atau (P) =

) oleh karena A titik tengah , sehingga =0 dan =0 atau jadi (P) = P(-x,-y).

(P) = P(-x,-y).

Perhatikan sekarang komposisi pencerminan

(P) = P(-x,-y). Perhatikan sekarang komposisi pencerminan = (-x,-y) Jadi kalau P A maka (P) =

= (-x,-y)

Jadi kalau P

A makasekarang komposisi pencerminan = (-x,-y) Jadi kalau P (P) = (P) Jadi P = A maka

sekarang komposisi pencerminan = (-x,-y) Jadi kalau P A maka (P) = (P) Jadi P =

(P) =

komposisi pencerminan = (-x,-y) Jadi kalau P A maka (P) = (P) Jadi P = A

(P)

Jadi P = A maka

= (-x,-y) Jadi kalau P A maka (P) = (P) Jadi P = A maka (P)

(P) =

(-x,-y) Jadi kalau P A maka (P) = (P) Jadi P = A maka (P) =

(A) = A

Sedangkan

(A) = A jadi jugaP A maka (P) = (P) Jadi P = A maka (P) = (A) = A

Jadi P = A maka (P) = (A) = A Sedangkan (A) = A jadi juga

(A) =

P = A maka (P) = (A) = A Sedangkan (A) = A jadi juga (A)

(A)

= A maka (P) = (A) = A Sedangkan (A) = A jadi juga (A) =

A

A maka (P) = (A) = A Sedangkan (A) = A jadi juga (A) = (A)

dan

Sehingga untuk setiap P pada bidang berlaku

= .
=
.

Teorema 2.

(A) =Sehingga untuk setiap P pada bidang berlaku = . Teorema 2. Jika g dan h dua

untuk setiap P pada bidang berlaku = . Teorema 2. (A) = Jika g dan h

Jika g dan h dua garis yang tegak lurus maka

=2. (A) = Jika g dan h dua garis yang tegak lurus maka . (P) ini

.
.

(P) ini berarti

y

● ║ ║ P(-x,y) P(x,y) = g A x =
P(-x,y)
P(x,y)
=
g
A
x
=

Kelompok 4

P(-x,-y)

h

Bukti : Kalau P = A maka

(A)=Kelompok 4 P(-x,-y) h Bukti : Kalau P = A maka (A) juga (A)= (A) =

Kelompok 4 P(-x,-y) h Bukti : Kalau P = A maka (A)= (A) juga (A)= (A)

(A) juga

(A)=Kelompok 4 P(-x,-y) h Bukti : Kalau P = A maka (A)= (A) juga (A) =

(A) = A.4 P(-x,-y) h Bukti : Kalau P = A maka (A)= (A) juga (A)= Sehingga (P)

Sehingga

(P): Kalau P = A maka (A)= (A) juga (A)= (A) = A. Sehingga diperoleh (A)=

diperoleh

(A)== A maka (A)= (A) juga (A)= (A) = A. Sehingga (P) diperoleh (A), untuk P

maka (A)= (A) juga (A)= (A) = A. Sehingga (P) diperoleh (A)= (A), untuk P =

(A), untuk P

=

(A)= (A) = A. Sehingga (P) diperoleh (A)= (A), untuk P = ((-x,-y)) = (-x,-y) =

((-x,-y)) = (-x,-y) =

=(P) diperoleh (A)= (A), untuk P = ((-x,-y)) = (-x,-y) = . A maka (P) jadi

.
.
(P) diperoleh (A)= (A), untuk P = ((-x,-y)) = (-x,-y) = = . A maka (P)

A maka

(P) jadi(A)= (A), untuk P = ((-x,-y)) = (-x,-y) = = . A maka = , selanjutnya

=
=

, selanjutnya

== ((-x,-y)) = (-x,-y) = = . A maka (P) jadi = , selanjutnya sehingga Teorema

sehingga

Teorema 3 . Jika setengah putaran, maka

=
=

Bukti : Andaikan g dan h dua garis yang tegak lurus maka

=
=

titik potong antara g dan h jadi

= = .
=
=
.

Oleh karena

=
=

dan

=
=

maka

=potong antara g dan h jadi = = . Oleh karena = dan = maka ,

,

=
=

oleh karena g

h jadi = = . Oleh karena = dan = maka = , = oleh karena

h jadi

= =
=
=

dengan A

Teorema 4. Jika A = (a,b) dan P(x,y) sebarang titik maka

A Teorema 4. Jika A = (a,b) dan P(x,y) sebarang titik maka (P) = (2a-x, 2b-y).

(P) = (2a-x, 2b-y).

Bukti : Misalkan Q=

=
=

mendapat hubungan ,

a =

(2a-x, 2b-y). Bukti : Misalkan Q= = mendapat hubungan , a = dan b = (P)

dan b =

2b-y). Bukti : Misalkan Q= = mendapat hubungan , a = dan b = (P) maka

(P) maka A titik tengah dari

mendapat hubungan , a = dan b = (P) maka A titik tengah dari sehingga anda

sehingga anda

didapat persamaan

= 2a - x dan(P) maka A titik tengah dari sehingga anda didapat persamaan = 2b - y. jadi (P)

= 2b - y. jaditengah dari sehingga anda didapat persamaan = 2a - x dan (P) = (2a –x ,

sehingga anda didapat persamaan = 2a - x dan = 2b - y. jadi (P) =

(P) = (2a –x , 2b - y) ,

= 2a - x dan = 2b - y. jadi (P) = (2a –x , 2b

= (x,y)

contoh : ambil garis g sebagai sumbu x dan garis h sebagai sumbu y akibatnya,

apabila A= g

penyelesaian :

h sebagai sumbu y akibatnya, apabila │ A │ = g penyelesaian : h, maka A=

h, maka A= (0,0), ambil titik sebarang P = (x,y).

Kelompok 4

a =

Kelompok 4 a = , b = = 2a – x , = 2b – y

,

b =

Kelompok 4 a = , b = = 2a – x , = 2b – y
= 2a – x , = 2b – y

= 2a – x

,

= 2a – x , = 2b – y

= 2b – y

= 2.0 – x

,

= 2.0 – y

= - x

 

,

= -y

(P) = (x, y)

(P)

=

(P) = (x, y)

(x, y)

= (-x , -y)………………………………….( 1 )

mengenai persamaan pencerminan berturut-turut kita mendapatkan

persamaan pencerminan berturut-turut kita mendapatkan (P) = (P) = =(- ,y) dan = ( ,-y) Sehingga

(P) =

persamaan pencerminan berturut-turut kita mendapatkan (P) = (P) = =(- ,y) dan = ( ,-y) Sehingga

(P) =

=(-
=(-

,y) dan

= (berturut-turut kita mendapatkan (P) = (P) = =(- ,y) dan ,-y) Sehingga ( )(P) =  

,-y)

Sehingga (

Sehingga ( )(P) =

)(P) =

 

=

=

=(- ,y) dan = ( ,-y) Sehingga ( )(P) =   = = =( ……………….(2) Berdasarkan
=(- ,y) dan = ( ,-y) Sehingga ( )(P) =   = = =( ……………….(2) Berdasarkan
=(- ,y) dan = ( ,-y) Sehingga ( )(P) =   = = =( ……………….(2) Berdasarkan

=(

……………….(2),y) dan = ( ,-y) Sehingga ( )(P) =   = = =( Berdasarkan (1) dan

Berdasarkan (1) dan (2) disimpulkan bahwa

Berdasarkan (1) dan (2) disimpulkan bahwa (P) = Jadi = (P) , = ( Sifat-sifat setengah

(P) =

Jadi

=

(P) ,Berdasarkan (1) dan (2) disimpulkan bahwa (P) = Jadi = = ( Sifat-sifat setengah putaran dan

Berdasarkan (1) dan (2) disimpulkan bahwa (P) = Jadi = (P) , = ( Sifat-sifat setengah

= (Berdasarkan (1) dan (2) disimpulkan bahwa (P) = Jadi = (P) , Sifat-sifat setengah putaran dan

(1) dan (2) disimpulkan bahwa (P) = Jadi = (P) , = ( Sifat-sifat setengah putaran

Sifat-sifat setengah putaran dan pencerminan ditetapkan ketentuan invarian, kolinier dan dilatasi, seperti dituangkan dalam definisi-definisi dan teorema-teorema berikut ini.

Kelompok 4

Definisi : Misalkan A suatu titik tertentu pada bidang Euclid dan T suatu transformasi. Titik A disebut titik invarian pada transformasi T jika dan hanya jika berlaku T(A) = A.

Teorema : Setiap refleksi ada garis mempunyai tak hingga titik invarian.

Bukti : Berdasarkan definisi dari suatu refleksi (penderminan) pada sebuah garis, misalnya sumbu refleksinya adalah garis g maka anda mengetahui bahwa

i)

(P) = P jika Pi) g

i) (P) = P jika P g

g

ii)

(P) = Q jika g sumbu dariii)

(P) = P jika P g ii) (P) = Q jika g sumbu dari Akibatnya, g,

Akibatnya,

g, jelas bahwajika P g ii) (P) = Q jika g sumbu dari Akibatnya, (P) = P. artinya

ii) (P) = Q jika g sumbu dari Akibatnya, g, jelas bahwa (P) = P. artinya

(P) = P. artinya P titik invarian pada

g, jelas bahwa (P) = P. artinya P titik invarian pada ini. Karena garis g mempunyai

ini.

Karena garis g mempunyai tak hingga titik. Hal ini berakibat bahwa titik invarian dari adalah tak hingga, yaitu semua titik garis g. karena sumbu

adalah tak hingga, yaitu semua titik garis g. karena sumbu refleksi diambil sebarang garis g, maka

refleksi diambil sebarang garis g, maka anda simpulkan bahwa setiap refleksi pada garis mempunyai tak hingga titik invarian.

Teorema : Setiap setengah putaran mempunyai tepat satu titik invarian.

Bukti : Ambil

putaran mempunyai tepat satu titik invarian. Bukti : Ambil sebarang setengah putaran. Jelas bahwa hanya P

sebarang setengah putaran. Jelas bahwa hanya P = A sehingga

sebarang setengah putaran. Jelas bahwa hanya P = A sehingga (A) = A. berdasarkan definisi diatas,

(A) = A. berdasarkan definisi diatas, jelas bahwa A titik invarian pada .

definisi diatas, jelas bahwa A titik invarian pada . Jadi mempunyai tepat satu titik invarian. Karena

Jadi mempunyai tepat satu titik invarian. Karena sebarang setengah

tepat satu titik invarian. Karena sebarang setengah putaran mempunyai tepat satu titik invarian. Definisi :
tepat satu titik invarian. Karena sebarang setengah putaran mempunyai tepat satu titik invarian. Definisi :

putaran mempunyai tepat satu titik invarian.

Definisi : Sebuah transformasi T yang mempunyai sifat bahwa sebuah garis petanya adalah sebuah garis. T disebut kolinear.

Teorema : Setiap refleksi pada garis merupakan suatu kolinear.

Bukti : Ambil

refleksi pada garis merupakan suatu kolinear. Bukti : Ambil sebarang refleksi pada garis g. Berdasarkan modul

sebarang refleksi pada garis g. Berdasarkan modul anda

mengetahui bahwa

pada garis g. Berdasarkan modul anda mengetahui bahwa suatu isometri. Karena suatu isometri bersifat mengawetkan

suatu isometri. Karena suatu isometri bersifat

mengawetkan garis, artinya peta dari suatu garis adalah garis lagi oleh suatu isometri, maka mengawetkan garis. Berdasarkan definisi diatas

artinya peta dari suatu garis adalah garis lagi oleh suatu isometri, maka mengawetkan garis. Berdasarkan definisi

Kelompok 4

anda simpulkan bahwa

suatu kolinier. KarenaKelompok 4 anda simpulkan bahwa diambil sebarang refleksi pada garis, maka setiap refleksi merupakan suatu kolineasi.

Kelompok 4 anda simpulkan bahwa suatu kolinier. Karena diambil sebarang refleksi pada garis, maka setiap refleksi

diambil sebarang

refleksi pada garis, maka setiap refleksi merupakan suatu kolineasi.

Teorema : Setiap setengah putaran merupakan suatu kolinear.

Bukti : Karena setengah putaran merupakan suatu isometri dan karena suatu isometri mengawetkan garis, maka setengah putaran merupakan kolinear.

Definisi : Suatu kolineasi yang mempunyai sifat bahwa peta dan prapeta sejajar disebut dilatasi.

Teorema : Ambil

peta dan prapeta sejajar disebut dilatasi. Teorema : Ambil sebarang setengah putaran dan g sebarang garis.

sebarang setengah putaran dan g sebarang garis. Apabila g

(g) = g // g. apabila g tidaksebarang setengah putaran dan g sebarang garis. Apabila g (C). maka DEA, sebab B,A,D dan C,A,D

(C). maka

DEA, sebab B,A,D dan C,A,D

melalui titik A, maka

(g) = g. jadi(C). maka DEA, sebab B,A,D dan C,A,D melalui titik A, maka melalui titik A. ambil B,C

melalui titik A. ambil B,C

g, misalkan D =titik A, maka (g) = g. jadi melalui titik A. ambil B,C BAC . Karena (B),

BAC(g) = g. jadi melalui titik A. ambil B,C g, misalkan D = . Karena (B),

(g) = g. jadi melalui titik A. ambil B,C g, misalkan D = BAC . Karena

. Karena

jadi melalui titik A. ambil B,C g, misalkan D = BAC . Karena (B), E =

(B), E =

titik A. ambil B,C g, misalkan D = BAC . Karena (B), E = AB =

AB = AD, AC = AE, dan

masing-masing terletak pada satu garis, jadi

akibatnya

dan masing-masing terletak pada satu garis, jadi akibatnya (s-sd-s). dan E juga A terletak pada satu

(s-sd-s).

dan E juga A

pada satu garis, jadi akibatnya (s-sd-s). dan E juga A terletak pada satu garis, maka //
pada satu garis, jadi akibatnya (s-sd-s). dan E juga A terletak pada satu garis, maka //

terletak pada satu garis, maka

(s-sd-s). dan E juga A terletak pada satu garis, maka // karena g = dan (g)

//

karena g =(s-sd-s). dan E juga A terletak pada satu garis, maka // dan (g) = , maka

dan E juga A terletak pada satu garis, maka // karena g = dan (g) =

dan

E juga A terletak pada satu garis, maka // karena g = dan (g) = ,

(g) =

A terletak pada satu garis, maka // karena g = dan (g) = , maka (g)

, maka

pada satu garis, maka // karena g = dan (g) = , maka (g) // g.

(g) // g. jadi

garis, maka // karena g = dan (g) = , maka (g) // g. jadi merupakan

merupakan dilatasi.

g B E = A │ ● │ = C D
g
B
E
=
A
=
C
D

(g)

Kelompok 4

Teorema : komposit dua setengah putaran dengan pusat yang berbeda tidak memiliki titik invarian.

Bukti : Ambil

buat garis h melalui A tegak lurus g dan garis k melalui B tegak lurus garis g

A tegak lurus g dan garis k melalui B tegak lurus garis g dan dengan A

dan

tegak lurus g dan garis k melalui B tegak lurus garis g dan dengan A B.

dengan A

B. misalkan namakang dan garis k melalui B tegak lurus garis g dan dengan A dengan garis g

B tegak lurus garis g dan dengan A B. misalkan namakan dengan garis g dan h

dengan garis g dan

h k g A B Akibatnya = o dan = o
h
k
g
A
B
Akibatnya
=
o
dan
=
o

. Sehingga didapat :

=

o= (

o = (

= (

o
o

) o (

o
o

),subtitusi

=

o (o

o ( o

o

= o ( o ) o , asosiatif

) o

) o , asosiatif

, asosiatif

=

o , o =
o
,
o
=

, identitas

= (

) o= (

= ( ) o , asosiatif

, asosiatif

=

o ,
o
,

, identitas.

 

Andaikan x titik invarian dari

o, , identitas.   Andaikan x titik invarian dari artinya ( o Jadi o = o

artinya (, identitas.   Andaikan x titik invarian dari o o Jadi o = o , maka

  Andaikan x titik invarian dari o artinya ( o Jadi o = o , maka

o

  Andaikan x titik invarian dari o artinya ( o Jadi o = o , maka

Jadi

  Andaikan x titik invarian dari o artinya ( o Jadi o = o , maka

o

  Andaikan x titik invarian dari o artinya ( o Jadi o = o , maka

=

  Andaikan x titik invarian dari o artinya ( o Jadi o = o , maka

o

Andaikan x titik invarian dari o artinya ( o Jadi o = o , maka (

, maka (

o =
o
=

(x)

invarian dari o artinya ( o Jadi o = o , maka ( o = (x)

o

invarian dari o artinya ( o Jadi o = o , maka ( o = (x)

) (x) = x

(
(

o

dari o artinya ( o Jadi o = o , maka ( o = (x) o

) o

=dari o artinya ( o Jadi o = o , maka ( o = (x) o

(x),

asosiatif

=
=

(x),

o =
o
=

) (x) = x. karena

Kelompok 4

Kelompok 4 (x) = (x), identitas Misalkan (x) = (x) = y maka, k sumbu dari

(x) =

Kelompok 4 (x) = (x), identitas Misalkan (x) = (x) = y maka, k sumbu dari

(x),

identitasKelompok 4 (x) = (x), Misalkan (x) = (x) = y maka, k sumbu dari dan

Misalkan (x) = (x) = y maka, k sumbu dari dan h juga sumbu dari .

(x) = (x) = y maka, k sumbu dari dan h juga sumbu dari . Akibatnya
(x) = (x) = y maka, k sumbu dari dan h juga sumbu dari . Akibatnya
(x) = (x) = y maka, k sumbu dari dan h juga sumbu dari . Akibatnya
(x) = (x) = y maka, k sumbu dari dan h juga sumbu dari . Akibatnya

Akibatnya h = k. terjadi kontradiksi dengan h berbeda dari k, sebab masing- masing melalui titik A dan B yang berbeda. Jadi pengandaian bahwa x titik invarian dari o adalah salah. Sehingga anda simpulkan bahwa o tidak

dari o adalah salah. Sehingga anda simpulkan bahwa o tidak memiliki titik invarian. Teorema : Apabila
dari o adalah salah. Sehingga anda simpulkan bahwa o tidak memiliki titik invarian. Teorema : Apabila
dari o adalah salah. Sehingga anda simpulkan bahwa o tidak memiliki titik invarian. Teorema : Apabila
dari o adalah salah. Sehingga anda simpulkan bahwa o tidak memiliki titik invarian. Teorema : Apabila

memiliki titik invarian.

Teorema : Apabila diberikan titik A dan B sehingga A

Teorema : Apabila diberikan titik A dan B sehingga A B, maka hanya ada satu buah

B, maka hanya ada satu

buah setengah putaran yang memetakan A ke B.

Bukti : ada dua hal yang harus kita tunjukan, yaitu :

i) Adanya setengah putaran yang memetakan A ke B dan

ii) Tidak lebih dari satu buah setengah putaran yang memetakan A ke B

i) Karena A

satu buah setengah putaran yang memetakan A ke B i) Karena A B, maka ada ,hal

B, maka ada ,hal ini mengakibatkan adanya D, sehingga D

titik tengah

, artinya ada setengah putaranada ,hal ini mengakibatkan adanya D, sehingga D titik tengah sehingga (A) = B ii) Andaikan

D, sehingga D titik tengah , artinya ada setengah putaran sehingga (A) = B ii) Andaikan

sehingga

(A) = BD titik tengah , artinya ada setengah putaran sehingga ii) Andaikan ada dua buah setengah putaran

ii) Andaikan ada dua buah setengah putaran

dan

(A) = B ii) Andaikan ada dua buah setengah putaran dan (A) = B. akibatnya (A)

(A) = B. akibatnya

(A) =ada dua buah setengah putaran dan (A) = B. akibatnya = )(A) = (A) = (

ada dua buah setengah putaran dan (A) = B. akibatnya (A) = = )(A) = (A)

=

ada dua buah setengah putaran dan (A) = B. akibatnya (A) = = )(A) = (A)

)(A) =

buah setengah putaran dan (A) = B. akibatnya (A) = = )(A) = (A) = (
buah setengah putaran dan (A) = B. akibatnya (A) = = )(A) = (A) = (
buah setengah putaran dan (A) = B. akibatnya (A) = = )(A) = (A) = (

(A) = (

putaran dan (A) = B. akibatnya (A) = = )(A) = (A) = ( o )

o

) (A)putaran dan (A) = B. akibatnya (A) = = )(A) = (A) = ( o )

) (A)dan (A) = B. akibatnya (A) = = )(A) = (A) = ( o ) (A)

dan (A) = B. akibatnya (A) = = )(A) = (A) = ( o ) (A)
dan (A) = B. akibatnya (A) = = )(A) = (A) = ( o ) (A)

dan

(A) = B. akibatnya (A) = = )(A) = (A) = ( o ) (A) )

sehingga

akibatnya (A) = = )(A) = (A) = ( o ) (A) ) (A) dan sehingga

(A) = B

(A). selanjutnya diperoleh

Akibatnya A titik invarian dari o apabila D E maka

tidakdiperoleh Akibatnya A titik invarian dari o apabila D E maka memiliki titik invarian. Sehingga hal

memiliki titik invarian. Sehingga hal ini berakibat bahwa D = E, jadi

Kesimpulannya hanya ada satu buah setengah putaran yang memetakan A ke B, yaitu dimana untuk D titik tengah .

Kesimpulannya hanya ada satu buah setengah putaran yang memetakan A ke B, yaitu dimana untuk D
Kesimpulannya hanya ada satu buah setengah putaran yang memetakan A ke B, yaitu dimana untuk D
Kesimpulannya hanya ada satu buah setengah putaran yang memetakan A ke B, yaitu dimana untuk D
Kesimpulannya hanya ada satu buah setengah putaran yang memetakan A ke B, yaitu dimana untuk D

o

ojadi Kesimpulannya hanya ada satu buah setengah putaran yang memetakan A ke B, yaitu dimana untuk

.
.
Kesimpulannya hanya ada satu buah setengah putaran yang memetakan A ke B, yaitu dimana untuk D
Kesimpulannya hanya ada satu buah setengah putaran yang memetakan A ke B, yaitu dimana untuk D

Kelompok 4

Teorema : Apabila T sebuah transformasi, L himpunan titik-titik dan A sebuah

titik tertentu, maka A

T(L) jika dan hanya jikaL himpunan titik-titik dan A sebuah titik tertentu, maka A (A) L. Bukti : Yang harus

(A)dan A sebuah titik tertentu, maka A T(L) jika dan hanya jika L. Bukti : Yang

A sebuah titik tertentu, maka A T(L) jika dan hanya jika (A) L. Bukti : Yang

L.

Bukti : Yang harus kita tunjukan dalam hal ini dua hal, yaitu

i) Jika A

ii) Jika

tunjukan dalam hal ini dua hal, yaitu i) Jika A ii) Jika (A) (L) maka Q

(A)

tunjukan dalam hal ini dua hal, yaitu i) Jika A ii) Jika (A) (L) maka Q

(L) maka

dalam hal ini dua hal, yaitu i) Jika A ii) Jika (A) (L) maka Q dan

Q dan

hal ini dua hal, yaitu i) Jika A ii) Jika (A) (L) maka Q dan L

L maka A

T(L)hal, yaitu i) Jika A ii) Jika (A) (L) maka Q dan L maka A i)

i) Karena T(L) =

A ii) Jika (A) (L) maka Q dan L maka A T(L) i) Karena T(L) =

dan diberikan A

maka Q dan L maka A T(L) i) Karena T(L) = dan diberikan A T(L) maka

T(L) maka ada x

L sehingga A = T(x). akibatnya kita mendapatkan

T)(A) (x =

x L sehingga A = T(x). akibatnya kita mendapatkan T)(A) (x = L. (x) = x,
x L sehingga A = T(x). akibatnya kita mendapatkan T)(A) (x = L. (x) = x,

L.

sehingga A = T(x). akibatnya kita mendapatkan T)(A) (x = L. (x) = x, karena x

(x) = x, karena x

akibatnya kita mendapatkan T)(A) (x = L. (x) = x, karena x L, maka (A) =

L, maka

kita mendapatkan T)(A) (x = L. (x) = x, karena x L, maka (A) = (

(A)

= (

mendapatkan T)(A) (x = L. (x) = x, karena x L, maka (A) = ( o
mendapatkan T)(A) (x = L. (x) = x, karena x L, maka (A) = ( o

o

ii) Karena diberikan

L. (x) = x, karena x L, maka (A) = ( o ii) Karena diberikan )(A)

)(A)L. (x) = x, karena x L, maka (A) = ( o ii) Karena diberikan T(L)

T(L)= x, karena x L, maka (A) = ( o ii) Karena diberikan )(A) Jadi A

Jadi A

x L, maka (A) = ( o ii) Karena diberikan )(A) T(L) Jadi A T( L)

x L, maka (A) = ( o ii) Karena diberikan )(A) T(L) Jadi A T( L)

T( L)

T(L)

L, ini berarti bahwa T

diberikan )(A) T(L) Jadi A T( L) T(L) L, ini berarti bahwa T T(L). (T o

T(L). (T o

Untuk memantapkan teorema diatas, anda pelajari contoh berikut ini.

Contoh : diberikan L =

anda pelajari contoh berikut ini. Contoh : diberikan L = dan A = (4,-3) dan B

dan A = (4,-3) dan B = (3,1). Jika

g adalah sumbu x, selidiki apakah A

(L) ?dan B = (3,1). Jika g adalah sumbu x, selidiki apakah A Penyelesaian : Karena =

Penyelesaian :

Karena

= o = o
=
o
=
o

dan

selidiki apakah A (L) ? Penyelesaian : Karena = o = o dan = (2.3-x,2.1-y) =

= (2.3-x,2.1-y) = (6-x, 2-y)

= (x,-y),x, selidiki apakah A (L) ? Penyelesaian : Karena = o = o dan = (2.3-x,2.1-y)

apakah A (L) ? Penyelesaian : Karena = o = o dan = (2.3-x,2.1-y) = (6-x,

V

Vapakah A (L) ? Penyelesaian : Karena = o = o dan = (2.3-x,2.1-y) = (6-x,

Maka

apakah A (L) ? Penyelesaian : Karena = o = o dan = (2.3-x,2.1-y) = (6-x,

= (

o
o

) (x,y)

Kelompok 4

=

(

= (

=

=

=

(6-x, 2+y)

Sehingga (

o
o

)(A) = (6-4,2-3) = (2,1). Karena

+
+

= 4+4 = 8

Sehingga ( o )(A) = (6-4,2-3) = (2,1). Karena + = 4+4 = 8 16,

16,

maka (2,1)

L atau (

L atau (

o
o

)(A)

L. berdasarkan teorema diatas, kita simpulkan

L. berdasarkan teorema diatas, kita simpulkan

bahwa A

(
(

)(L).

 

Dengan mempelajari uraia-uraian diatas, anda diharapkan memperoleh gambaran yang bulat mengenai pengertian setengah putaran, sifat-sifat setengah putaran dan persamaan setengah putaran.

Soal :

1)

Diberikan tiga titik A,B, P tidak kolinier dan berbeda

Lukis : a)

Lukis : a) (P)

(P)

b)

R sehingga

b) R sehingga (R) = P

(R) = P

c) ) (P)

(

oLukis : a) (P) b) R sehingga (R) = P c) ) (P) ( d) )

: a) (P) b) R sehingga (R) = P c) ) (P) ( o d) )

d) ) (P)

(

o(P) b) R sehingga (R) = P c) ) (P) ( o d) ) (P) (

b) R sehingga (R) = P c) ) (P) ( o d) ) (P) ( o

2) Apabila C = (-4,3) dan g =

a) (

o )
o
)
(R) = P c) ) (P) ( o d) ) (P) ( o 2) Apabila C

b) ) (P) jika P = (x,y)

(

o
o

, tentukan :

Kelompok 4

c)

Kelompok 4 c) (P) Apakah o = o ? jelaskan 3) a. Apabila A = (0,0),

(P)

Apakah

o = o
o
=
o

? jelaskan

3) a. Apabila A = (0,0), B = (-4,1), tentukan K sehingga (

3) a. Apabila A = (0,0), B = (-4,1), tentukan K sehingga ( o ) (K)=(6,2)

o

3) a. Apabila A = (0,0), B = (-4,1), tentukan K sehingga ( o ) (K)=(6,2)

) (K)=(6,2)

b. Apabila (

o
o

)(P) = R, nyatakanlah koordinat P dengan koordinat R.

Penyelesaian :

1)

a) misalkan

a) misalkan (P) = Q, diketahui P A, maka A titik tengah , perpanjang . ke

(P) = Q, diketahui P

a) misalkan (P) = Q, diketahui P A, maka A titik tengah , perpanjang . ke

A, maka A titik tengah

a) misalkan (P) = Q, diketahui P A, maka A titik tengah , perpanjang . ke

, perpanjang

a) misalkan (P) = Q, diketahui P A, maka A titik tengah , perpanjang . ke
a) misalkan (P) = Q, diketahui P A, maka A titik tengah , perpanjang . ke

. ke arah A dengan

Hubungan titik A dengan P didapat

, sehingga AQ = AP.

, sehingga AQ = AP.

 

b)

Karena

Karena (R) = P, maka

(R) = P, maka

Karena (R) = P, maka

(P)

 
( o
(
o

)(R) =

( o )(R) = (P)

(P)

R = (P).

R =

R = (P).

(P).

 

Cara melukis R =

  Cara melukis R = (P) serupa dengan a)  

(P) serupa dengan a)

 
 

c)

(

o

o

)(P) = , berdasarkan b)

)(P) =

)(P) = , berdasarkan b)

, berdasarkan b)

  c) ( o )(P) = , berdasarkan b) (P) = (R),

(P) = (R),

 

=

=

(R).

 
 

Misalkan S = (R), dengan cara serupa seperti a) anda mendapatkan

Misalkan S = (R), dengan cara serupa seperti a) anda mendapatkan

titik S, sehingga S = (

o

o

titik S, sehingga S = ( o )(P).

)(P).

 

d)

(

o

o

)(P) =

)(P) =

)(P) =

, berdasarkan a)

  d) ( o )(P) = , berdasarkan a) (P) = Q

(P) = Q

 

(Q) Misalkan x = (Q) dengan cara serupa seperti a) anda dapatkan titik x

=

(Q) Misalkan x = (Q) dengan cara serupa seperti a) anda dapatkan titik x =
(Q) Misalkan x = (Q) dengan cara serupa seperti a) anda dapatkan titik x =

sehingga x = (

sehingga x = (

o

o

)(P)

2)

a) Karena

a) Karena (P) = (-8 - x, 6 – y),

(P) = (-8 - x, 6 – y),

P = (x,y) dan

P = (x,y) dan

(P) = (-y,-x) maka

(P) = (-y,-x) maka

( o ) = =
( o
)
=
=

(-10, 7) = (-7, 10)

b) (

o
o

)(P) =

= (-8 - x, 6 – y), P = (x,y) dan (P) = (-y,-x) maka (

= (y-6, x+8)

Kelompok 4

3)

c) Karena

Kelompok 4 3) c) Karena (P) = , maka (P) = ( o (P) = =

(P) =

, makaKelompok 4 3) c) Karena (P) = (P) = ( o (P) = = (-8 +

Kelompok 4 3) c) Karena (P) = , maka (P) = ( o (P) = =

(P) = (

o
o
Kelompok 4 3) c) Karena (P) = , maka (P) = ( o (P) = =

(P) =

Kelompok 4 3) c) Karena (P) = , maka (P) = ( o (P) = =

= (-8 + y, 6 + x).

)(P)

Karena (y-6, x+8) real, maka

o (P) = = (-8 + y, 6 + x). )(P) Karena (y-6, x+8) real, maka

(-8+y, 6+x),

.
.

x,yy, 6 + x). )(P) Karena (y-6, x+8) real, maka (-8+y, 6+x), . R,R semua himpunan

R,R semua himpunan bilangan6 + x). )(P) Karena (y-6, x+8) real, maka (-8+y, 6+x), . x,y a) Karena (

a) Karena (

o(-8+y, 6+x), . x,y R,R semua himpunan bilangan a) Karena ( )(K) =(6,2), maka K =

(-8+y, 6+x), . x,y R,R semua himpunan bilangan a) Karena ( o )(K) =(6,2), maka K

)(K) =(6,2), maka K = (

o ) =
o
)
=
bilangan a) Karena ( o )(K) =(6,2), maka K = ( o ) = (-6,-2) =

(-6,-2) = (-8 + 6,2-2) = (-2,0)

b) Karena (

o
o

)(P) = R, maka P = (

)(R).a) Karena ( o )(K) =(6,2), maka K = ( o ) = (-6,-2) = (-8

=