Anda di halaman 1dari 3

I

N

V E S T

I

G

A S

I

Pendahuluan:

Perjalanan PPK sampai saat ini masih menyisakan ratusan masalah implementasi program yang harus difasilitasi penanganannya sampai tuntas. Kasus yang terjadi sebagaian besar merupakan tindak pidana dengan modus operandi “Penyalahgunaan / penyimpangan/ penyelewengan dana” oleh pelaku – pelaku PPK.

Berkaitan dengan hal itu, kita akan selalu berhadapan dengah upaya klarifikasi dan investigasi terhadap masalah yang dihadapi. Untuk itu leaflet ini akan menyajikan beberapa point penting tentang investigasi sebagai referensi yang dianggap relevan bagi kita dalam menindaklanjuti temuan/laporan/pengaduan tentang adanya masalah implementasi program (PPK).

Pengertian Investigasi:

Istilah Investigasi lebih lazim dikenal dalam terminologi jurnalistik, namun dalam perkembangannya istilah Investigasi lebih diperluas pengertiannya.

Investigasi adalah Upaya penelitian, penyelidikan, pengusutan, pencarian, pemeriksaan dan pengumpulan data, informasi, dan temuan lainnya untuk mengetahui/membuktikan kebenaran atau bahkan kesalahan sebuah fakta yang kemudian menyajikan kesimpulan atas rangkaian temuan dan susunan kejadian.

Dalam konteks penanganan masalah PPK, investigasi merupakan upaya tindak lanjut yang dilakukan dalam rangka untuk mengungkap fakta yang berkaitan erat dengan indikasi adanya penyalahgunaan/penyelewengan dana PPK, penyimpangan prinsip dan prosedur PPK, intervensi negatif ataupun force majeure yang terjadi dalam pelaksanaan PPK.

Investigasi dalam konteks penanganan masalah implementasi PPK, didasarkan pada

kebutuhan akan data/informasi/bukti/fakta pembuktian suatu kasus.

yang diyakini kebenarannya untuk kepentingan

Siapa yang dapat Melakukan Investigasi Terhadap Masalah Implementasi PPK?

Secara internal, yang dapat melakukan investigasi terhadap masalah implementasi program (PPK) adalah Konsultan dan Aparat pemerintah yang berwenang secara berjenjang, Penlok, Tim Khusus yang dibentuk oleh masyarakat baik dalam forum MD maupun MAD. Sedangkan secara eksternal, pihak yang dapat melakukan investigasi terhadap masalah implementasi program (PPK) adalah Banwas kecamatan, Bawasda, BPKP serta aparat Kepolisian dan Kejaksaan terhadap kasus kasus - litigasi.

Kasus- kasus apa yang dapat diinvestigasi dalam PPK?

Kasus- kasus yang layak untuk diinvestigasi dalam pelaksanaan PPK misalnya:

· Kasus – kasus penyalahgunaan/penyelewengan dana. Misalnya: Laporan masyarakat/temuan BPKP tentang adanya penggunaan dana pengembalian UEP oleh pengurus UPK untuk kepentingan pribadi, penyalahgunaan dana sarana prasarana oleh PJOK, penggunaan dana PPK oleh Kades untuk pembayaran pajak, dll;

· Indikasi Pelanggaran Kode Etik yang dilakukan oleh KM - Kab/FK. Misalnya: Adanya indikasi Mark up harga RAB oleh FK/KM-Kab, pemalsuan tanda tangan pencairan dana

oleh FK, pemotongan dana UEP/SPP pada saat penyerahan kepada kelompok peminjam oleh FK, penggunaan dana PPK oleh FK/KM - Kab untuk kepentingan pribadi, dll;

· Kredit Macet dengan indikasi penyimpangan dana. Misalnya: Terjadi tunggakan pinjaman UEP disebabkan oleh kecurigaan anggota kelompok terhadap ketua kelompok yang tidak transparan dalam pengelolaan setoran/ angsuran anggota.

· Intervensi negatif, penyimpangn prinsip dan prosedur yang berindikasi penyimpangan dana. Misalanya: Atas perintah PJOK, UPK melakukan pencairan dana pengembalian UEP secara sepihak untuk kepentingan pribadi, dll.

· Kejadian yang mengarah force majeure. Misalnya: TPK kehilangan dana pengembalian UEP dari kelompok dengan alasan dicuri/dirampok di tengah jalan, dll

Tahapan Investigasi

Untuk memperkaya pengetahuan kita, maka secara umum akan diuraikan tahapan investigasi terhadap indikasi penyimpangan dana sebagai berikut:

Alur Tahapan Investigasi

           

Kajian

Penyelidikan

Menyusun

Literatur dan

Petunjuk Awal

Petunjuk Awal Awal Hipotesa Wawancara

Awal

Petunjuk Awal Awal Hipotesa Wawancara

Hipotesa

Petunjuk Awal Awal Hipotesa Wawancara

Wawancara

dengan Pakar

 
           

Penelusuran

Advokasi

 

Pengorganisasian dan Analisa Data

 

Dokuman dan

Kasus

Kasus   Pelaporan Informasi
 

Pelaporan

Kasus   Pelaporan Informasi
Kasus   Pelaporan Informasi

Informasi

   

Kunci

· Petunjuk Awal:

Adanya informasi awal dari siapapun yang memberikan keterangan tentang adanya indikasi penyelewengan dana.

· Investigasi awal:

Upaya pengecekan terhadap petunjuk/informasi awal yang telah diperoleh untuk mengetahui apakah telah terjadi penyelewengan dana atau tidak. Hal ini dilakukan untuk menemukan unsur – unsur adanya tindak pidana.

· Menyusun Hipotesa:

Membuat hipotesa berdasarkan investigasi pendahuluan yang telah dilakukan dalam bentuk sbb:

Profil dan modus operandi yang menjelaskan 5W + 1H (Who, What, Where, When, Why + How).

Skema kasus/flow chart mencakup pihak – pihak yang diduga terlibat dalam kasus penyelewengan dana dimaksud untuk mempermudah pemahaman.

Perencanaan pembuktian untuk membuktikan Penyelewengan dana.

Kesaksian yang biasanya dalam wawancara anonim.

Dokumen/surat.

Keterangan tersangka.

Barang bukti (Walau sulit tapi bisa didokumentasikan).

Keterangan ahli.

· Kajian Literatur dan Wawancara dengan Pakar:

Pendalaman literatur dan wawancara ahli untuk memperluas pemahaman dan menguji hipotesis.

· Penelusuran Dokumen dan Informasi Kunci:

Pengumpulan dokumen – dokumen dan menggali informasi dari Informan/orang kunci yang berkaitan dengan adanya tindak pidana penyelewengan dana sebagai referensi untuk lebih mendapatkan pemahaman tentang profil dan kronologi kasus.

· Pengorganisasian dan Analisa Data:

Pengorganisasian data: Mengklasifikasi semua dokumen/ data yang diperoleh berkaitan dengan kasus itu.

Analisa kasus: Melakukan pembandingan, pemeriksaan bukti tertulis, rekonsiliasi, perhitungan kembali dsb untuk diperbandingkan dengan informasi dari informan/orang kunci yang bertujuan untuk menemukan secara rinci unsur – unsur penyelewengan dana, modus operandi dan pihak – pihak yang terlibat (5W + 1H).

· Pelaporan:

Penyusunan laporan tentang dugaan adanya tindak pidana penyelewengan dana, hendaknya memuat point- point sebagai berikut:

Latar belakang (data umum).

Profil kasus/posisi kasus (5W+1H).

Kronologi kasus (diback up dengan dokumen pendukung).

Modus operandi diback up dengan flow chart.

Pihak – pihak yang terlibat.

Indikasi penyimpangan/penyelewengan dana.

Kerugian yang terjadi.

Tuntutan terhadap tidak pidana penyelewengan dana.

Tempat, tanggal dan tanda tangan.

· Advokasi Kasus:

Terhadap kasus – kasus penyelewengan dana PPK terutama kasus – kasus litigasi yang mandeg dapat dilakukan upaya advokasi dalam bentuk sebagai berikut:

Press release

Konferensi pers

Lobby/menulis surat ke lembaga terkait (penegak hukum, Presiden, menteri, Kepala Daerah, dll).

Diskusi terbuka dengan orang ahli dan wartawan.

Membuat policy paper

Membangun jaringan.

Dll……………………

:: Artikel

dari

Spesialis Penanganan Masalah KMN yang dimuat dalam situs PPK Jawa Timur

http://ppkjatim.atspace.com/ ::