Anda di halaman 1dari 27

TUGAS 2 EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR KELAS C

KELOMPOK 1
ANGGOTA:
1. Paramitha Hening D.J (08-016)
2. Nita Wulandari (08-032)
3. Hauli Nufikha (09-042)
4. SYunita Wulandari (09-044)
5. Sumiyati A. (09-046)
6. Maryhastika Beta (09-055)
7. Ana faizatun (09-096)
8. Atyanti Rizky (09-114)
9. Jayus Ali Rahman (09-121)
10. Mochamad Mardiono (09-131)

SOAL:
1. Jelaskan spektrum penyakit menular!
2. Sebutkan dan jelaskan secara singkat berbagai klasifikasi umum penyakit!
JAWABAN:
1. Pada proses penyakit menular secara umum, maka dapat di jumpai berbagai manifestasi
klinik sebagai hasil proses penyakit pada individu, mulai dari gejala klinik yang tidak tampak
(inapparent infection) sampai pada keadaan yang berat disertai komplikasi dan berakhir cacat
atau meninggal dunia.
Akhirnyadari penyakit adalah sembuh atau meninggal dunia. Penyembuhan dapat di
lengkapi dapat lengkap atau dapat berlangsung dapat berlangsung jinak (mild) atau dapat pula
dengan gejala sisa yang berat (severe sequele). Ada pula penyakit yang biasanya tidak tampak
secara jelas tetpai dianggap sebagai kelompok penyakit berat karena mempunyai angka
kematian (case fatality rate) yang tinggi atau angka manifestasi klinik berat yang cukup
tinggi. Dalam hal ini harus diingat bahwa CFR merupakan jumlah kematian penyakit tertentu
dibagi dengan jumlah penderita penyakit dengan gejala klinis jelas, sedangkan angka
kematian penyakit tertentu (mortality rate)adalah jumlah kematian penyakit ertentu dibagi
dengan jumlah penduduk yang risk terhadap penyakit tersebut.
Secara penyakit menular dianggap berat bila penyakit tersebut mempnyai CFR yang
tinggi aau apabila sembuhh maka sebagian besar penderita sembuh dengan disertai gejala
sisa(cacat). Dalam menilai berat ringannya penyakit dapat dilihat dari dua segi yakni dari segi
perorangan/individual serta dari segi masyarakat yakni pengaruhnya terhadap kelompok
populasi
Gambar 1
Proses Kejadian Penyakit
Meninggal
p
penyebab S

p cacat
lingkungan

Klinik berat +

komplikasi
M

pejamu
Klinik jelas
prepatogenesi B
s
Klinik tidak jelas
U

subklinik

patogenesis masatunas

Penyakit dengan insiden rendah tetapi dengan CFR yang tinggi seperti rabies, merupakan
penyakit yangg berat secara perorangan, merupakan penyakit yang berat secara perorangan.
Sedangkan penyakit dengan insidensi yang tinggi tetapi tidak berat (umpamanya diare) akan
memberikan keadaan yang lebih serius sebagai masalah kesehatan masyarakat karena
merupakan unsur yang menimbulkanpeningkatan kematian populasi seacara keseluruhan.
Dalam hal ini maka yang di maksud dengan peningkatan kematian dalam masyarakat adalah
jumlah kematian di atas dari tingkat/batas normal yang telag di perkirakan pada suatau daerah
tertentu dalam jangka waktu tertentu pula (di luar kejadian luar biasa/wabah).
Adapun bentuk berat ringannya penyakit secara individu juga akan memberikan dampak
terhadap status kesehatan masyarakat terutama yang berkaitan dengan sumber penularan baik
sebagai penderita maupun sebagai pembawa kuman (karier). Manifestasi klinik penyakit
menular pada penderita dapat dibagi dalam tiga kelompok utama.
Gambar 2
Penyebaran Karakteristik Manifestasi Klinik dari Tiga Jenis Penyakit Menular
I. Lebih banyak dengan tanpa gejala klinik
II.
III.

Contoh: tuberk
II. Lebih banyak dengan gejala klinik jelas

Contoh: campak

III. Penyakit yang umunya berahkir dengan kematian

Contoh: rabies

tanpa gejala gejala gejala fatal


gejala ringan sedang berat

1. kelompok pertama yakni penyakit dengan keadaan lebih banyak penderita terselubung
yakni penderita tanpa gejala atau hanya disertai gejala ringan saja,di mana penyakit
tidak menampakkan diri pada berbagai tingkatan. Bentuk demikian ini mempunyai
tingkat patogenitas yang rendah, di mana hanya sebagian kecil yang menampakkan
diri secara klinis dan sangat sedikit yang menjadi berat atau meninggal dunia bentuk
penyakit seperti ini dalam masyarakat disebut sebagai bentuk gunung es (iceberg), di
mana yang tampak di permukaan hanya sebagia kecilsaja dari keseluruhan. Contoh
penyakit seperti ini umpamanya tuberkulosis, di mana jumlah penduduk dengan tes
tuberkulosis cukup tinggi berarti pernah terserang penyakit TBC pada waktu yang
lampau, tetapi hanya sejumlah kecil anggota populasi yang di laporkanmenderita TBC
selama ini. Contoh lain adalah poliomyelitis dalam masyarakat, hepatitis A pada anak
serata infeksi lainnya.
2. kelompok kedua ,adalahpenyakit dengan bagian yang berselubung (tanpa
gejala)relatof sudah kecil. Sebagia besar penderita tampak secara klinis dan dapat
dengan mudah didiagnosis, karena umunya penderita muncul dengan gejala klasik. Di
antara mereka yang menderita, hanya sebagian kecil saja yang menjadi berat atau
berakhir dengan kematian. Contoh penyakit kelompok ini antara lain penyakit campak
(measles), penyakit cacar air (chickenpox) dan lainnya.
3. kelompok terakhir, adalah penyakit yang menunujukan proses kejadian yang
umumnya berakhir dengan kelainan atau berakhir dengan kematian. Kelompok
penyakit ini secara klinik selalu di sertai dengan gejala klinis berat, dan sebagia besar
meninggal. Contoh yang paling klasik adalah penyakit rabies (gila anjing)dengan
angka kematian (CFR)sangat tinggi. Selain itu dikenal pula penyakit tetanus bayi serta
bebrapa penyakit virus yang menyerang selaput otak dan lain lain.

2. Menurut klasifikasi penyakit, maka kita dapat membedakan dalam epidemiologi penyakit
infeksi dan epidemiologi penyakit non-infeksi. Selanjutnya masing-masing klasifikasi ini
dapat dibagi kembali menurut berbagai sub-kriteria.
Dengan bergesernya pola penyakit infeksi kini kearah non-infeksi, maka strategi dan
kebijaksanaan program penanggulangan penyakit dalam kondisi hari ini maupun yang akan
dating harus pula diubah disesuaikan dengan “trend” pola penyebaran penyakit.
Epidemiologi penyakit infeksi dapat dibedakan kembali dalam epidemiologi penyakit
infeksi menular dan epidemiologi penyakit infeksi non-menular. Dengan makin meningkatnya
tingkat pencemaran dinegara kita, maupun makin panjangnya usia umur harapan hidup serta
ketegangan dalam kehidupan social, maka morbiditas maupun mortalitas penyakit non-infeksi
makin meningkat pula.
Untuk memudahkan klasifikasi maka perhatikan visualisai dalam bagan berikut:
Bagan 3
KLASIFIKASI PENYAKIT

 Nutritional disease
P. INFEKSI P. NON INFEKSI (NI)
 Nutritional related d.

 Metabolisme

P.I MENULAR P.I NON-MENULAR  P. geriatric

 P. alkoholisme
Contoh :
Contoh :  P. kecanduan narkotik
 Dipteri
 Tetanus  P. carcinogenic
 TBC
 Streptococcen  Trauma accidental
 Typhus  P. kardiovaskuler
 Strafilococcen
 Hepatitis  P. kejiwaan (stress)

 P. karena pencemaran
Penyakit infeksi/ penyakit menular adalah penyakit yang disebabkan oleh agen
biologi (seperti virus, bakteria atau parasit), bukan disebabkan faktor fisik (seperti luka
bakar) atau kimia (seperti keracunan).
Penyakit non infeksi adalah penyakit yang tidak disebabkan oleh kuman, tetapi
disebabkan karena adanya problem fisiologis atau metabolisme pada jaringan tubuh
manusia. Penyakit-penyakit tersebut contohnya batuk, seriawan, sakit perut, dan
sebagainya.

Penyakit infeksi menular


 Typhus

adalah salah satu dari beberapa sejenis penyakit yang disebabkan oleh Rickettsiae.
Namanya berasal dari bahasa Yunani typhos (τῦφος) yang berarti berasap atau kabur,
menggambarkan keadaan pikiran mereka yang terkena dampak dengan tifus. Organisme
penyebab Rickettsia adalah parasit obligat dan tidak dapat bertahan lama di luar sel
hidup. Tifus tidak harus bingung dengan demam tifus sebagai penyakit tidak
berhubungan.

 Hepatitis

adalah peradangan pada hati karena toxin, seperti kimia atau obat ataupun agen
penyebab infeksi. Hepatitis yang berlangsung kurang dari 6 bulan disebut "hepatitis
akut", hepatitis yang berlangsung lebih dari 6 bulan disebut "hepatitis kronis".

 Tuberkulosis atau TB

adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium


tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru walaupun pada sepertiga
kasus menyerang organ tubuh lain dan ditularkan orang ke orang.

 Difteri
adalah penyakit menular yang disebarkan melalui kontak fisik langsung atau
menghirup aerosol sekresi individu yang terinfeksi. Historically quite common,
diphtheria has largely been eradicated in industrialized nations through widespread
vaccination. Historis sangat umum, difteri sebagian besar telah diberantas di negara-
negara industri melalui luas vaksinasi.

Penyakit infeksi non menular


 Tetanus
Dikenal dengan lockjaw, merupakan penyakit yang disebakan oleh
tetanospasmin, yaitu sejenis neurotoksin yang diproduksi oleh Clostridium tetani yang
menginfeksi system urat saraf dan otot sehingga saraf dan otot menjadi kaku (rigid).
 Streptococcus pyogenes
adalah penyebab banyak penyakit penting pada manusia yang berkisar dari
infeksi kulit permukaan yang ringan hingga penyakit sistemik yang mengancam hidup.
Infeksi khasnya bermula di tenggorokan atau kulit. Infeksi ringan Streptococcus pyogenes
termasuk faringitis ("radang kerongkongan") dan infeksi kulit setempat ("impetigo”).
 Infeksi Stafilokokus
adalah infeksi-infeksi yang disebabkan oleh bakteri gram positif Staphyloccus.
Bakteri stafilokokus gram positif dalam keadaan normal ditemukan di hidung dan kulit
pada 20-30% orang dewasa. Bisa juga ditemukan di mulut, kelenjar susu, saluran kemih
dan kelamin, saluran pencernaan dan saluran pernafasan bagian atas.
Stafilokokus kebanyakan tidak berbahaya, tetapi luka di kulit atau luka lainnya bisa
menyebabkan bakteri menyusup ke dalam pertahanan tubuh manusia dan menyebabkan
infeksi.

Penyakit non infeksi


Istilah geriatri segera memunculkan tua dan lanjut usia. Namun, geriatri mengacu
pada cabang ilmu kedokteran yang secara khusus berfokus pada penyediaan layanan
kesehatan bagi para manula. Tujuan geriatri adalah untuk memastikan bahwa penyakit ini
dicegah sementara cacat dan penyakit yang dirawat di orang tua. Dan seorang dokter
yang mengkhususkan diri dalam merawat pasien usia lanjut dikenal sebagai geriatrician.

 Penyakit gizi

Penyakit pada manusia yang secara langsung atau tidak langsung disebabkan oleh
kurangnya nutrisi penting dalam makanan. Penyakit gizi yang umumnya terkait dengan
kronis malnutrisi . Selain itu, kondisi seperti obesitas dari makan terlalu banyak juga
dapat menyebabkan, atau berkontribusi pada, masalah kesehatan yang serius. Excessive
intake of some nutrients can cause acute poisoning. asupan yang berlebihan beberapa
nutrisi dapat menyebabkan keracunan akut.

 Alkoholisme

Melibatkan kecanduan fisik dan psikologis untuk alkohol, dan sering sampai ke
suatu bentuk, kronis progresif. Ada situasi di mana ia dapat menjadi fatal, ketika
konsumsi alkohol mulai mengganggu kesehatan Anda, kehidupan sosial Anda atau fungsi
kerja Anda. Alcoholics sering terus mengkonsumsi alkohol dalam jumlah besar meskipun
beberapa konsekuensi negatif dari penyakit. Saat ini, alkoholisme adalah bentuk paling
serius penyalahgunaan alkohol.

Dengan makin majunya masyarakat secara social dan ekonomi, maka gaya hidup
masyarakat berubah makin tidak menguntungkan untuk meredam beberapa jenis penyakit
yang sejogyanya dapat dengan mudah kita tiadakan dengan kesadaran dan langkah-
langkah kita. Sebagai contoh adalah penyakit- penyakit yang tergolong dalam kelompok
penyakit non- infeksi.
Menurunya kualitas udara karena pencemaran dikemudian hari akan makin
bertambah. Bertambah justru karena makin melajunya pembangunan lewat baik
industrialisasi maupun transportasi karena meningkatnya mobilitas masyarakat modern.
KELOMPOK 2
ANGGOTA:
1. Cahyaning wulan D. 082110101051
2. Ika Sri Wahyuni 082110101090
3. Silvi arinda 092110101048
4. Bagus bachtiar 092110101084
5. Ica rosita 092110101099
6. Ida fitria 092110101106
7. Titi latifah 092110101107
8. Indiati P.R 092110101117
9. Adib firmansyah 092110101126
10. Yesi novalina 092110101130

SOAL
1. Jelaskan komponen proses penyakit menular?
a. Faktor penyebab penyakit menular
- Organisme penyebab penyakit
- Adanya sumber penularan (Reservoir/Reseources)
- Cara penularan khusus (Mode or Transmission).
- Cara meninggalkan host. & cara masuk ke host lainnya
- Ketahanan host itu sendiri
Unsur penyebab ini dapat dikelompokkan dalam beberapa kelompok yakni :
o Kelompok Arthropoda (Serangga) penyakit scabies,pedisculosis dan lain-
lain
o Kelompok Cacing / Helminth Penyakit cacing tambang (ancylostomiasis)
o Kelompok Protozoa Plasmodium, Amuba dll.
o Fungus / Jamur
o Bakteri termasuk : Spirochaeta & Ricketsia ®Punya Potensi Untuk
mempertahankan diri & mengembangkan keturunannya :
-Berkembang biak pada Pejamu
-Pindah ke host yg lebih menguntungkan
-Membentuk pertahanan khusus seperti membentuk Spora dsb
Proses penularan penyakit
Sumber Penularan
Keadaan penjamu
1. Penderita
1. Keadaan Penjamu
2. Pembawa kuman
2. Kekebalan
3. Binatang sakit
Cara Penularan 3. Status gizi
4. Tumbuhan/benda
1. Kontak Langsung 4. Keturunan
2. Melalui udara
3. Melalui makanan dan minuman
4. Melalui vector
Cara Keluar dari sumber dan cara masuk ke pejamu melalui :
1. Mukosa/kulit
2. Saluran pencernaan
3. Saluran pernapasan
4. Saluran urogenatalia
5. Gigitan, suntikan dan luka
6. Placenta
Berbagai sifat karakteristik unsur penyebab dan Ditentukan oleh unsur itu sendiri dan
tidak tergantung pada interaksinya dengan penjamu.

Sifat² Intrinsik tersebut antara lain :


- Morfologi / Bentuk
- Sifat Kimiawi
- Perubahan Antigenik
- Kebutuhan akan pertumbuhan (suhu, maksimal dll)
- Kesanggupan hidup diluar tubuh penjamu pada berbagai perantara (seperti air,
Susu, Tanah)
- Kesanggupan hidup di dalam berbagai keadaan suhu dan kelembaban
- Macamnya penjamu (binatang, manusia dll)
- Kesanggupan menghasilkan Toksin
- Kesanggupan untuk resisten terhadap antibiotik dan berbagai zat kimiawi
lainnya
- Kesanggupan untuk mendapat informasi genetik baru dari plasmid atau partikel
kehidupan lainya
Sifat² Intrinsik ini bervariasi pada penyebab penyakit infeksi/menular.
b. Interaksi Penyabab dengan Penjamu
Berbagai sifat yang sering dianggap berasal dari unsur penyebab , tetapi ternyata
sesungguhnya bukanlah sifat intrinsik penyebab, melainkan merupakan sifat yang
sangat tergantung atau dipengaruhi oleh interaksi antara penjamu dengan penyebab
tersebut diantranya adalah :
- Tingkat Infektivitas
Merupakan kemampuan unsur penyebab (agent) untuk masuk dan berkembang
biak (menghasilkan infeksi) di dalam tubuh penjamu. Tingkat efektivitas ini
dipengaruhi oleh :
 Sifat penyebab
 Cara penularan
 Faktor pejamu (umur, jenis kelamin, dll)
Contoh. Derajat infektivitas tinggi penyakit campak
Derajat infektivitas rendah penyakit lepra
- Patogenesis
Kemampuan untuk menghasilkan penyakit dengan gejala klinik yang jelas.
Tingkat patogenesis dipengaruhi oleh :
 Faktor pejamu
 Faktor lingkungan
 Dosis penyebab
 Cara masuknya penyebab ke dalam pejamu
 Sumber penularan
Contoh. Staphilococcus - Di Rectum tdk Patogen
- Di Rongga Peritoneum/Selaput Otak ®
Infeksi

- Virulensi
Nilai proporsi penderita dengan gejala klinis jelas. Virulensi tergantung pada
tingkat infektivitas dan pathogenesis.
Contoh. Penyakit pes > berat jika masuk lewat pernafasan daripada masuk ke
tubuh pejamu melalui gigitan kutu tikus (Pes Kelenjer).
Penyakit meningitis yang disebabkan oleh bakteri Nisseria Meningitis >
ringan pada infeksi nashoparinx daripada meningitis yang dapat mengakibatkan
kematian.
- Imunopatogenesis
Kemampuan menghasilkan kekebalan atau imunitas.
Bentuk Kekebalan : - Kekebalan Humoral Primer
- Kekebalan Seluler
- Campuran keduanya ® tergantung jenis patogen
penyebab
Imunitas dipengaruhi oleh: - Faktor Pejamu : Umur, Ras, Gizi
- Dosis & Virulensi Inf. yg terjadi.
- Unsur penyebab yg berkembangbiak pada tempat
tertentu seperti pada saluran pernafasan,
saluran pencernaan akan mungkin hanya
menghasilkan imunitas lokal & bukan dalam bentuk
sistemik.
- Selain itu berbagai unsur penyebab juga berbeda
kemampuannya atau kesanggupan intrinsiknya
dalam merangsang pembentukan & kelangsungan
imunitas.
Contoh. Campak ® Menghasilkan kekebalan seumur hidup
Conococcus ® Kemampuan seperti campak negatif ® seseorang dapat
terserang beberapa kali.

c. Mekanisme Patogenesis
Efek pathogen yang dihasilkan oleh unsure penyebab penyakit menular atau infeksi
dapt terjadi karena berbagai mekanisme tertentu. Diantara mekanisme tersebut antara
lain :
 Invasi jaringan secara langsung
 Produksi toksin
 Rangsangan imunologis atau alergi
 Infeksi menetap (infeksi laten)
 Merangsang kerentanan pejamu terhadap obat dalam menetralisasi toksititas,
serta ketidakmampuan membentuk daya tangkal (immune supression).
 Sering dijumpai > 1 mekanisme terjadi bersamaan.
 Dapat pula terjadi unsur penyebab patogen sama tapi terjadi perbedaan
manifestasi klinik, oleh karena perbedaan mekanisme yang terjadi.
Sejumlah besar unsure penyebab menimbulkan penyakit melalui beberapa
mekanisme diantaranya :
o Mekanisme invasi langsung ke jaringan
Oleh sejumlah besar unsur penyebab penyakit, antara lain :
- Penyakit Parasit : Amubiasis, Giardiasis, beberapa jenis cacing
Nematoda & Cestoda
- Bakteri : Meningitis Bakteri, berbagai jenis infeksi saluran kemih,
Pharingitis dsb.
- Virus : Infeksi virus saluran nafas atas, saluran pencernaan &
virus selaput otak (Arbovirus Encephalitis & Rabies)
o Mekanisme produksi toksin oleh unsur penyebab
Seperti, Tetanus, Diphteria, Infeksi oleh Enterotoksin dari E. Coli
Staphilococcus aureus yang masuk dalam kelompok invasi langsung dapat
pula menimbulkan penyakit. oleh karena produksi toksinnya seperti pada
penyakit keracunan makanan ( Food Poisoning).
o Mekanisme imunologi
Termasuk alergi, TBC, DBD & beberapa penyakit lainnya.

d. Sumber Penularan
Reservoir atau sumber penularan adalah organism hidup atau barang mati (missal.
Tanah ataupun air), di mana unsure penyebab penyakitmenular hidup secara normal
dan berkembang biak. Dengan demikian, maka reservoir penyakit menular dapat
berupa manusia, binatang, tumbuhan serta sumber-sumber lingkungan lainya. Konsep
reservoir merupakan pusat penyakit menular karena reservoir adalah komponen
utama dari lingkaran penularan di mana unsure penyebab meneruskan dan
mempertahankan hidupnya, dan juga sekaligus sebagai pusat sumber penularan dalam
suatu lingkaran penularan. Reservoir khusus untuk unsure penyebab adalah mereka
yang sesuai dengan lingkaran hidup unsure penyebab tersebut secara alamiah ,
diantaranya :
o Manusia sebagai reservoir
Penyakit ini umumnya berpindah dari manusia ke manusia dan hanya
dapat menimbulkan penyakit pada manusia saja. Bentuk lingkaran
penularan ini merupakan bentuk khusus dari berbagi penyakit tertentu di
mana secara umum manusia merupakan subjek utamnya. Missal kelompok
penyakit pada saluran pernapasan oleh virus atau bakteri yaitu
staphylococcus dan sterptoococcus, dipteria, pertusis, TBC, influenza.
Pada penyakit kelamin seperti gonorrhoe dan sipilis, serta pada penyakit
lepra dan penyakit kulit lainnya.

Manusia
Manusia Manusia

Manusia

- Proses infeksi
Apabila unsur penyebab penyakit masuk dan berkembang biak
dalam tubuh pejamu yang menimbulkan reaksi dari pejamu
tersebut. Reaksi yang timbul adalah reaksi tampak secara jelas dan
unsure penyebab hanya berada pada permukaan tubuh tanpa
menghasilkan gejala klinis. Keadaan seperti ini disebut kolonisasi
misal. Staphylococcus aureus.
- Carier
Penderita atau mereka yang sedang atau pernah terinfeksi yang
masih mengandung unsure penyebab penyakit menular, tetapi tanpa
gejala klinis. Bentuk pembawa kuman (carier) dapat dibagi dalam
beberapa jenis
(1) Healty carrier (inapparent)
Mereka tidak menampakkan menderita penyakit tersebut secara
klinis akan tetapi mengandung unsure penyebab yang dapat
menular pada orang lain. (misal. Poliomyelitis, hepatitis B dan
meninggococcus)
(2) Incubatory carrier (masa tunas)
Mereka yang masih dalam masa tunas, tetapi telah mempunyai
potensi untuk menularkan penyakit sebagai sumber penularan
seperti pada penyakit cacar air (chickenpox), campak (measles)
dan pada virus hepatitis.
(3) Convalescent carrier (baru sembuh klinis)
Mereka yang baru sembuh dari penyakit menular tertentu, tetapi
masih merupakan sumber penularan penyakit tersebut untuk
masa tertentu, yang masa penularanyakemungkinan hanya
sampai 3 bulan umpamanya kelompok salmonella, pada hepatits
B dan dipteri
(4) Chronis carrier (menahun)
Merupakan sumber penularan yang cukup lama seperti pada
penyakit tifus abdominalis dan pada hepatitis B.
Jadi, manusia dalam kedudukanya sebagai reservoir penyakit
menular dapat dibagi dalam tiga kategori utama,yaitu :
- Reservoir yg umumnya selalu muncul sebagai Penderita.
Contoh : Cacar, Campak, TBC, Kusta
- Reservoir yang dapat sebagai Penderita maupun sebagai
Carrier.
Contoh : Dipteria, Kolera, Tifus ABD. dll.
- Reservoir yang umumnya selalu bersifat penderita tetapi
tidak dapat menularkan langsung penyakitnya ke Hepatitis
potensial lainnya tetapi harus melalui perantara hidup
seperti vektor/hepatitis antara lain.
Contoh : Malaria, Filaria dsb.
o Reservoir binatang atau benda lain
Termasuk dalam kelompok penyakit Zoonosis. Penyakit ini secara
alamiah dijumpai di kalangan Hewan bertulang belakang
( VERTEBRATA ) yang dapat juga menular ke manusia walaupun
Reservoir utamanya adalah. Binatang. Contoh Penyakit Zoonosis :
Brucellosis, Antraks, TBC Bovine, Leptospirosis, Rabies dll.
Beberapa Penyakit Zoonosis Utama & Reservoir Utamanya :
1. Pes ( Plaque ) : Tikus
2. Rabies ( Penyakit Gila Anjing ) : Anjing
3. Bovine Tuberkulosis : Sapi
4. Thypus, Scrub & Murine : Tikus
5. Leptospirosis : Tikus
6. Virus Encephalitides : Kuda
7. Trichinosis : Babi
8. Hidatosis : Anjing
9. Brucellosis : Sapi, Kambing
Pada umumnya peny. tersebut diatas tdk menimbulkan pada manusia kedudukan
sebagai Reservoir. Tetapi pada beberapa penyakit Virus tertentu sepeti virus
demam dengue maka terjadi perubahan sirkulasi dari binatang ke
binatang/manusia manjadi dari manusia ke manusia.
Binatang Vektor

Vektor Vektor Manusia Manusia

Binatang Vektor

2. Sebutkan secara singkat dan contoh penyebab sumber dari 10 penyakit meular dan
kondisi yang berasal dari sumber tak hidup?
Mikroorganisme dan binatang mikroskopik bukan satu-satunya sumber yang dapat
menyebabkan penyakit, kondisi, atau kematian pada manusia. Banyak penyebab yang
menimbulkan kesakitan, kondisi, atau cedera: ada yang berasal dari perbuatan manusia,
ada yang terjadi dengan sendirinya(alami), dan penyebab lainya berkaitan dengan
lingkungan. Selain itu, ada kondisi yang muncul dengan sendirinya di tempat kerja,
pabrik,di rumah atau pada perjalanan dari dan ke tempat kerja. Pada tabel menyajikan
berbagai sumber kesakitan dan kecacatan akibat benda tak hidup. Selain menyajikan
sumber dan contoh kesakitan atau kecacatanya, tabel ini juga menyajikan jalan masuk
sumber itu ke dalam tubuh manusia.
Klasifikasi sumber tak hidup yang menyebabkan kesakitan dan kecacatan

Sumber Kesakitan Jalan masuk


Debu
- Silika Silikosis(fibrosis jaringan paru) inhalasi
- Asbetosis Asbetosis (fibrosis jaringan paru)
Kanker paru
Fumes
- Timbal Keracunan timbal Inhalasi
Kulit
Asfiksiasi akibat kekurangan oksigen
Asap
Keracunan asap Inhalasi
Asfiksia akibat karbon monoksida
Gas, kabut, aerosol, dan Asfiksia atau keracunan zat kimia
Inhalasi
uap air (Bergantung pada sumbernya)
Listrik Luka bakar, kerusakan neurologis, kematian Kulit
Kebisingan Hilangnya pendengaran, tuli Sistem saraf
Radiasi ion Kanker, dermatitis Kulit/jaringan
Radiasi non ion Luka bakar, kanker Kulit/jaringan
Termal Luka bakar, kanker Kulit/jaringan
Ergonomik Masalah otot, rangka, jaringan Kulit/jaringan
Stres Mental, emosional, psikologis, perilaku Sistem saraf
Keracunan bisa ular, laserasi, kerusakan
Gigitan Kulit/jaringan
jaringan
Sengatan Keracunan, kematian Kulit/jaringan
Arsenik, keracunan malathion (sejenis bahan Pernapasan,
Konsumsi zat kimia insektisida), kematian pencernaan, kulit
jaringan

(C.Timmreck, Thomas:2001)
KELOMPOK 3
ANGGOTA:
1. DESWITA Y. (082110101020)
2. DANU YANUAR (082110101022)
3. DEASY HERLINA (092110101063)
4. ARI MANGGIASTUTI (092110101081)
5. IDA DEWI L (092110101085)
6. TRI WANDA RISMAWAN (092110101086)
7. RULI BAHYU ANTIKA (092110101087)
8. ULLUM KUSUMANINGTYAS (092110101119)
9. VERDIN G.F.A (092110101122)
10. AGUNG PERMADHI (092110101128)

SOAL
1. Jelaskan mekanisme penularan penyakit!
Jawab:
Mekanisme penularan penyakit meliputi :
1. Cara agent meninggalkan reservoir
2. Cara penularan untuk mencapai pejamu potensial
3. Cara masuknya ke pejamu potensial
Kemungkinan terjadi penularan penyakit, dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain:
a.Faktor lingkungan fisik sekitarnya yang merupakan media yang ikut mempengaruhi
kualitas maupun kuantitas agent.
b.Faktor lingkungan biologis yang menentukan jenis vektor dan resevoir penyakit serta
unsur biologis yang hidup & berada di sekitar manusia.
c.Faktor lingkungan sosial yakni kedudukan setiap orang dalam masyarakat, termasuk
kebiasaan hidup serta kegiatan sehari-hari, dsb.
Mekanisme penularan penyakit:
1. Cara agent meninggalkan reservoir
Secara garis besarnya, cara keluar agent dari tubuh pejamu dapat dibagi dalam
beberapa bentuk,yaitu:
a.Melalui conjunctive yang biasanya hanya dijumpai pd beberapa penyakit mata
tertentu seperti trakom & lainnya.
b.Melalui saluran napas (hidung dan tenggorokan) dalam bentuk droplet sewaktu
resevoir/penderita bicara, bersin atau batuk, atau melalui udara pernapasan.
Contoh: penyakit-penyakit TBC, dipteria, influensa,campak, dsb.
c.Melalui pencernaan, baik bersama ludah, muntah, maupun bersama dengan tinja.
Contoh: penyakit kolera, tifus abdominalis, dan pada beberapa penyakit cacingan.
d.Melalui saluran urogenitalia yang biasanya bersama-sama dengan urine, atau zat
lain yang keluar melalui saluran tersebut.
Contoh: penyakit hepatitis.
e.Melalui luka pada kulit
Contoh: penyakit sifilis, frambusia.
f.Secara mekanik, seperti suntikan atau gigitan pada beberapa penyakit tertentu.
Contoh: malaria, filariasis, hepatitis serum.

2. Cara Penularan Untuk Mencapai Pejamu Potensial


1. Penularan langsung
Perpindahan sejumlah unsur penyebab dari reservoir langsung ke pejamu
potensial melalui pintu masuk yang sesuai.Penularan langsung dapat
dikelompokkan menjadi beberapa kelompok, antara lain :

a. Penularan langsung dari orang ke orang


Dalam kelompok ini termasuk semua penyakit yang hanya dapat
menyerang manusia dimana reservoir satu-satunya adalah manusia semata.
Contoh: Penyakit kelamin seperti sifilis
b. Penularan langsung dari binatang ke orang
Penyakit yang dapat menular langsung dari binatang ke orang dalam
kelompok ini dimaksudkan penyakit yang pada umumnya hanya dijumpai pada
binatang tetapi dapat menular & menjangkit orang lain secara langsung.
Contoh: penyakit zoonosis.
Cara penularan langsung dalam hal ini dapat dimaksudkan secara
bersentuhan melalui dua cara:
1.Karena bersentuhan langsung dengan binatang yang menderita, termasuk
melalui gigitan atau bagian-bagian binatang yang mati karena penyakit
tersebut. Contoh: rabies, brucellosis
2.Melalui benda lain ataupun alat perantara lain yang terkontaminasi sumber
penyakit. Contoh: antrax
c. Penularan dari tumbuhan ke orang
Dalam kelompok ini termasuk penyakit yang disebabkan oleh jamur, yang
selain penularannya dapat melalui kontak langsung dengan tumbuhan maupun
dengan tanah yang mengandung jamur, juga ada yang menular melalui udara.
d. Penularan dari orang ke orang melalui kontak benda lain
Penularan ini lebih bersifat kontak dengan benda yang terkontaminasi
seperti tanah maupun benda lainnya. Contoh: penyakit cacing tambang
(ancylostomiasis), cacing kremi (trichuris).
2. Penularan Tidak Langsung
a. Melalui udara (Air Borne)
Disebabkan karena mengisap udara yang mengandung unsur penyebab atau
mikroorganisme penyebab. Penularan penyakit melalui udara dapat terjadi dalam
bentuk droplet nuklei maupun dalam bentuk dust.
b. Melalui makanan atau minuman dan benda lain
Penularan kontak tidak langsung dapat melalui benda mati (fomites) seperti
makanan, minuman, susu, peralatan dapur, peralatan bedah, mainan anak-anak, dsb.
Contoh: penyakit saluran pencernaan.
c. Melalui vektor (vektor borne disease)
 Secara mekanik
Unsur penyebab penyakit yang mungkin berasal dari tinja, urine maupun
sputum penderita, hanya melekat pada bagian tubuh vektor dan kemudian dapat
dipindahkan pada makanan maupun minuman pada waktu hinggap pada
makanan tersebut.
 Secara biologis
Dalam tubuh vektor, unsur penyebab berkembang biak atau hanya
mengalami perubahan morfologis saja sampai pda akhirnya menjadi bentuk yang
infektif terhadap pejamu potensial. Selanjutnya, setelah mencapai bentuk infektif,
unsur penyebab penyakit keluar dari vektor melalui gigitan, tinja atau cara lain
untuk berpindah ke pejamu potensial.
Penularan penyakit menurut jenis vektornya :
a. Vektor nyamuk ( mosquito borne disease ) antara lain: malaria, filariasis, dan
beberapa jenis virus encephalitis, demam virus seperti demam dengue, virus
hemorrhagic seperti dengue hemorrhagic fever serta yellow fever.
b. Vektor kutu louse ( louse borne disease ) antara lain: epidemic tifus fever dan
epidemic relapsing fever.
c. Vektor kutu flea ( flea borne disease ) pada penyakit pes dan tifus murin.
d. Vektor kutu mite ( mite borne disease ) antara lain: scrub tifus
( tsutsugamushi) dan vesicular ricketsiosis
e. Vektor kutu jenis tick (tick borne disease ) antara lain: spotted fever, epidemic
relapsing fever, dll.
f. Penyakit oleh serangga lainnya seperti sunfly fever, lesmaniasis,
barthonellosis oleh lalat phlebotonus.

2. Sebutkan dan jelaskan secara singkat 5 klasifikasi bentuk penularan penyakit infeksius
dan berikan contoh masing-masing!
Jawab:
1. Fomiteborne (bawaan benda tak hidup)
Penularan penyakit melalui benda mati seperti makanan, minuman, susu,
perlengkapan dapur, perlengkapa bedah, dsb.
Contoh: antrax, cacar air, tuberkolosis, difteri
2. Zoonosis atau vektor borne (bawaan vektor)
Penularan penyakit melalui vektor ada dua cara, yaitu:
a. Secara mekanik
Unsur penyebab penyakit yang mungkin berasal dari tinja, urine maupun
sputum penderita, hanya melekat pada bagian tubuh vektor dan kemudian dapat
dipindahkan pada makanan maupun minuman pada waktu hinggap pada
makanan tersebut.
a. Secara biologis
Dalam tubuh vektor, unsur penyebab berkembang biak atau hanya
mengalami perubahan morfologis saja sampai pda akhirnya menjadi bentuk yang
infektif terhadap pejamu potensial. Selanjutnya, setelah mencapai bentuk infektif,
unsur penyebab penyakit keluar dari vektor melalui gigitan, tinja atau cara lain
untuk berpindah ke pejamu potensial.
Contoh: ensefalitis, malaria, tularemia, demam tifus, yellow fever
3. Airborne/respiratoryborne(bawaan udara pernafasan)
Penularan melalui udara dimaksudkan adalah cara penularan yang terjadi tanpa
kontak dengan penderita maupun dengan benda yang terkontaminasi. Penularannya
disebabkan karena mengisap udara yang mengandung unsur penyebab atau
mikroorganisme penyebab. Penularan penyakit melalui udara dapat terjadi dalam
bentuk droplet nuklei maupun dalam bentuk dust.
Contoh: campak, batuk rejan, selesma, influenza, meningitis, pneumonia
4. Haluaran usus (alvine) yang mencakup waterborne dan foodborne disease
a. Water borne disease
Penularannya melalui mulut atau kulit, penyakit ini umumnya muncul
didaerah dengan sanitasi yang jelek & daerah yang air minumnya tidak memenuhi
syarat-syarat kesehatan.
Contoh: schistosomiasis
b. Food borne disease
Penyakit yang berasal dari manusia dan penularannya dapat terjadi melalui
makanan antara lain:
1. organisme usus yg meliputi tifus abdominalis, salmonellosis, disentri, kolera,
dan diare pada bayi.
2. organisme yang masuk ke dalam makanan melalui droplet nuclei seperti
penyakit tuberkolosis dan streptococcus.
3. berbagai jenis infeksi pada kulit oleh streptococcus maupun staphylococcus
yang dapat menimbulkan keracunan makanan.
4. beberapa jenis parasit seperti askaries, amubiasis, dan lain-lain.
5. Lesi atau luka terbuka
Penularan penyakit yang mengakibatkan perubahan struktural pada jaringan yang
dihasilkan oleh penyakit yang jelas terlihat secara makroskopik atau mikroskopik.
Contoh: AIDS, sipilis, smallpox

KELOMPOK 4
ANGGOTA:
1. Putri Intianti Utami 082110101060
2. Anis Husnul HF 092110101040
3. Veny Isa 092110101050
4. Fathur Rachman Hakim 092110101091
5. Wike Tri 092110101094
6. Meilynda CM 092110101095
7. Rika Agustin 092110101100
8. Fitriah Robiatul S 092110101108
9. Rosyidatun M 092110101110
10. Sofyan RP 092110101111

SOAL:
1. Pilih Penyakit Infeksius, kemudian jelaskan, diskusikan dan berikan contoh masa inkubasi 10
penyakit tersebut.
Jawab:
1) ANTRAX
- Adalah penyakit hewan yang dapat menular ke manusia dan bersifat akut.
- Penyebabnya bakteri Bacillus anthracis.
- Penularan pada manusia bisa lewat kontak langsung spora yang ada di tanah,
tanaman, maupun bahan dari hewan sakit (kulit, daging, tulang atau darah).
- Empat tipe anthrax, yaitu anthrax kulit, pencernaan/anthrax usus, pernapasan/anthrax
paru dan anthrax otak. Anthrax otak terjadi jika bakteri terbawa darah masuk ke otak.
- Masa inkubasi anthrax kulit sekitar dua sampai lima hari. Mula-mula kulit gatal,
kemudian melepuh yang jika pecah membentuk keropeng hitam di tengahnya. Di
sekitar keropeng bengkak dan nyeri. Pada anthrax yang masuk tubuh dalam 24 jam
sudah tampak tanda demam. Mual, muntah darah pada anthrax usus, batuk, sesak
napas pada anthrax paru, sakit kepala dan kejang pada anthrax otak. Jika tak segera
diobati bisa meninggal dalam waktu satu atau dua hari. Namun obatnya sudah ada,
yakni penisilin dan derivatnya.

2) HEPATITIS
- Istilah "Hepatitis" dipakai untuk semua jenis peradangan pada hati (liver).
- Penyebabnya dapat berbagai macam, mulai dari virus sampai dengan obat-obatan,
termasuk obat tradisional.
- Virus hepatitis juga ada beberapa jenis, hepatitis A, hepatitis B, C, D, E, F dan G.
Manifestasi penyakit hepatitis akibat virus bisa akut ( hepatitis A ) dapat pula
hepatitis kronik ( hepatitis B,C ) dan adapula yang kemudian menjadi kanker hati
( hepatitis B dan C ).
- Masa inkubasi 30 hari.
- Penularan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi feces pasien,
misalnya makan buah-buahan, sayur yang tidak dimasak atau makan kerang yang
setengah matang. Minum dengan es batu yang prosesnya terkontaminasi.

3) FLU BURUNG
- Penyakit influenza pada unggas ( Avian Influenza / AI ) yang saat ini kita kenal
dengan sebutan flu burung adalah penyakit yang disebabkan oleh virus influenza tipe
A dari Family Orthomyxomiridae. Virus ini dapat menimbulkan gejala penyakit
pernafasan pada unggas, mulai dari yang ringan (Low pathogenic) sampai pada yang
bersifat fatal ( highly pathogenic ).
- Penyakit unggas di Indonesia terdiri dari virus sebanyak 12 jenis diantaranya AI,
bakteri 3 jenis, dan parasit 1 jenis. Virus AI dibagi kedalam sub type berdasarkan
permukaan Hemagglutinin (HA) dan Neoraminidase (NA) ada 15 sub type HA dan 9
jenis NA.
- Masa inkubasi ( saat penularan sampai timbulnya penyakit ) avian influenza adalah 3
hari untuk unggas. Sedangkan untuk flok dapat mencapai 14 – 21 hari. Hal itu
tergantung pada jumlah virus, cara penularan, spesies yang terinfeksi dan kemampuan
peternak untuk mendeteksi gejala klinis ( berdasarkan pengamatan klinik ).

4) MALARIA
- Malaria adalah penyakit yang menyerang manusia, burung, kera dan primata lainnya,
hewan melata dan hewan pengerat, yang disebabkan oleh infeksi protozoa dari genus
Plasmodium.
- Penyakit Malaria yang terjadi pada manusia. Penyakit malaria memiliki 4 jenis, dan
masing-masing disebabkan oleh spesies parasit yang berbeda.
- Proses penyebaran ini akan berbeda dari setiap jenis parasit malaria yaitu antara 9-40
hari ( WHO 1997 ).

5) CAMPAK
- Adalah penyakit menular atau infeksius yang disebabkan oleh virus Rubeola,
penyakit ini dapat ditularkan langsung melalui drop plet yang berasal dari mata,
hidung, tenggorokan pada saat batuk, bersin dan berbicara.
- Penderita dapat menular setelah 7-11 hari tertular virus campak dan puncaknya
beberapa saat sebelum timbul rash.

6) DIFTERI
- Adalah suatu penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh Corynebacterium
Diphteriae.
- Tipe Klinis dari penyakit ini yaitu
1) Tonsilar Diphteri
2) Diphteri Nasofaring
3) Diphteri Laring, Ekstra respiratorik
- Masa inkubasi penyakit ini yaitu 1-14 hari.

7) DISENTRI BASILER
- Adalah penyakit infeksi pada usus besar yang disebabkan oleh Shigella, sp.
- Penyakit ini ditandai dengan demam, diare berdarah, colitis.
- Tipe Klinis Shigellosis:
1) Catarhall Disentri yang ringan
2) Disentri akut
3) Disentri fulminan
4) Disentri relapsing
5) Disentri Kronis
- Masa Inkubasi penyakit ini yaitu 1-7 hari.

8) DEMAM CHIKUNGUNYA
- Chikungunya adalah sejenis demam virus yang disebabkan alphavirus yang
disebarkan oleh gigitan nyamuk dari spesies Aedes aegypti.
- Penyebab penyakit ini adalah sejenis virus, yaitu Alphavirus dan ditularkan lewat
nyamuk Aedes aegypti.
- Masa inkubasi : dua sampai empat hari, sementara Manifestasinya tiga sampai
sepuluh hari. Virus ini tidak ada vaksin maupun obat khususnya, dan bisa hilang
sendiri, namun, rasa nyeri masih tertinggal selama berhari-hari sampai berbulan-
bulan.
9) DIARE
- Suatu penyakit dengan tanda-tanda adanya perubahan bentuk dan konsistensi dari
tinja , yang melembek sampai mencair dan bertambahnya frekwensi berak lebih dari
biasanya. (3 kali atau lebih dalam 1 hari).
- Penyebab terjadinya diare :
Peradangan usus oleh agen penyebab :
1. Bakteri , virus, parasit ( jamur, cacing , protozoa)
2. Keracunan makanan/minuman yang disebabkan oleh bakteri maupun bahan kimia
3. Kurang gizi
4. Alergi terhadap susu
5. Immuno defesiensi
- Cara penularan:
Infeksi oleh agen penyebab terjadi bila makan makanan / air minum yang
terkontaminasi tinja / muntahan penderita diare. Penularan langsung juga dapat terjadi
bila tangan tercemar dipergunakan untuk menyuap makanan.
- Masa Inkubasi
Masa dari masuknya kuman ke dalam tubuh sampai timbulnya gejala atau yang
disebut masa inkubasi bervariasi tergantung pada jenis kuman penyebabnya. Shigella
misalnya, memiliki masa inkubasi 16 sampai 72 jam, sedangkan masa inkubasi virus
berkisar antara 4 sampai 48 jam. Sedangakan parasit umumnya memiliki masa
inkubasi yang lebih panjang, seperti Giardia misalanya, memiliki masa inkubasi
antara 1 sampai 3 minggu.

10) LEPTOSPIROSIS
- Bersifat zoonosis
- Disebut juga Weil’S Disease, Haemorrhagic Jaundice
- Merupakan penyakit yang berhubungan erat dengan pekerjaan. Merupakan penyakit
reemerging disease
- Bersifat musiman :
1) Iklim sedang : puncak insiden musim panas dan gugur.
2) Iklim tropis : puncak insiden musim hujan
- Sumber Penularan
1. Rodent ( Tikus )
2. Sapi, Kambing, Domba, Kuda, Babi
3. Anjing, Kucing
4. Burung
5. Insektivora ( Landak, Kelelawar, Tupai )
- Cara penularan :
Kontak dengan bahan yang tercemar air kemih hewan yang sakit leptopspirosis,
melalui :
1. Selaput lendir (mucosa) mata, hidung
2. Kulit yang lecet atau kulit yang intak, tetapi terendam lama dalam air
3. Saluran pencernakan
Penularan dari manusia ke manusia jarang terjadi
- Masa inkubasi :
o Masa inkubasi 4 – 19 hari, ( rata – rata 10 hari)
2. Buat Grafik Perjalanan Penyakit infeksius TB dan sebutkan serta jelaskan setiap fase dan
aspek spesifik penyakit ini.
Jawab:

Meninggal
Bibit Bibit
penyakit penyakit Kronis
belum telah
memasu memasu
ki tubuh kiGejala
tubuh Horizo
tampak
Gejala tidak n klinis
Karier
tampak
Sembuh
cacat

Sembuh
sempurna
Pre- Inkubasi Peny. dini Peny. lanjut Akhir penyakit
patogenesa

Yakni proses yang terjadi pada manusia yang menderita penyakit dan terhentinya
penyakit tersebut. Dibedakan menjadi lima tahap, yakni:
1. Tahap Pre-Patogenesa
Pada tahap ini sebenarnya telah terjadi interaksi antara pejamu dengan bibit
penyakit. Tetapi reaksinya baru terjadi di luar tubuh, sehingga penyakit belum
ditemukan pada tubuh pejamu karena daya tahan tubuhnya masih kuat.
Tahap ini terjadi ketika awal terjadinya interaksi antara host dengan penderita
tuberkulosis, namun Mycobacterium tuberculosis belum masuk ke dalam tubuh host.
Hal ini dapat dipengaruhi karena daya tahan tubuh yang baik, kondisi lingkungan
yang baik, serta belum terjadinya interaksi yang sering antara penderita dengan host.
2. Tahap Inkubasi
Bibit penyakit telah masuk ke dalam tubuh pejamu, namun gejalanya masih
belum tampak. Masa inkubasi suatu penyakit berbeda dengan penyakit lainnya. Jika
daya tahan tubuh kuat, tentu penyakit akan berjalan terus yang pada akhirnya
mengakibatkan terjadinya gangguan pada bentuk dan fungsi tubuh. Pada suatu saat
penyakit akan bertambah parah sehingga timbul gejala. Garis yang membedakan
antara tampak atau tidak tampaknya gejala penyakit disebut horison klinik.
Pada tahap ini bibit penyakit telah masuk ke dalam tubuh host, ini dapat terjadi
karena intensitas interaksi penderita dengan host terjadi lebih sering. Masa inkubasi
penyakit tuberkulosis membutuhkan waktu yang lama sekitar 6 bulan. Namun pada
tahap ini belum menunjukkan gejala yang berarti. Gejala yang muncul dapat
bervariasi tergantung dari daya tahan tubuh host.
3. Tahap Penyakit Dini
Tahap ini dihitung mulai munculnya gejala suatu penyakit. Pada tahap ini
sekalipun pejamu telah jatuh sakit, namun sakitnya masih ringan. Sehingga penderita
sering tidak menghiraukan dan tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Jika ada yang
berobat, biasanya hanya mendapat obat tidak mendapatkan perawatan yang imtensif.
Pada tahap penyakit ini sering menjadi permasalahan yang besar, terutama bagi
masyarakat yang memiliki tingkat pendidikan rendah. Karena tubuh masih kuat,
mereka tidak datang untuk berobat, sehingga dapat mengakibatkan penyakit yang
diderita semakin parah.
Dimana pada tahap ini gejala penyakit mulai tampak, sakit yang ditunjukkan
masih tergolong ringan sehingga terkadang dianggap biasa dan akibatnya tidak
dilakukan perawatan yang intensif. Gejala yang muncul tampak seperti penyakit flu
biasa.
4. Tahap Penyakit Lanjut
Penyakit makin bertambah parah, sehingga penderita sudah tidak dapat
menjalankan aktivitas seperti biasa. Jika penderita datang berobat, umumnya
membutuhkan perawatan.
Penyakit yang ditunjukkan semakin parah, ditandai dengan suara "mengi" karena
penekanan kelenjar getah bening yang membesar pada bronkus, suara nafas melemah
yang disertai sesak. Kalau ada cairan dirongga pleura (pembungkus paru-paru), dapat
disertai dengan keluhan sakit dada. Dengan keadaan tersebut menyebabkan host
tidak dapat melakukan aktivitas seperti biasanya. Disini mulai dibutuhkan perawatan
yang intensif. Dibutuhkan pengobatan rutin dalam waktu kurang lebih 6 sampai 12
bulan.
5. Tahap Akhir penyakit
Perjalanan penyakit pada suatu saat akan berakhir. Berakhirnya perjalanan
penyakit dapat berada dalam lima keadaan:
a. Sembuh Sempurna
Penyakit berakhir karena pejamu sembuh secara sempurna, artinya bentuk
dan fungsi tubuh kembali pada keadaan sebelum menderita penyakit.
b. Sembuh dengan Cacat
Penyakit yang diderita berakhir dan penderita menjadi sembuh. Namun,
kesembuhannya tidak sempurna, karena ditemukan cacat pada tubuh pejamu.
Cacat disini tidak hanya berupa cacat fisik yang dapat dilihat oleh mata, tetapi
juga cacat mikroskopik, fungsional, mental, dan sosial.
c. Karier
Perjalanan penyakit seolah-olah terhenti, karena memang gejalanya tidak
tampak lagi. Padahal, dalam diri pejamu sebernanya masih ditemukan bibit
penyakit yang pada suatu saat, misalnya daya tahan tubuh berkurang, penyakit
dapat timbul kembali. Keadaan ini tidak hanya membahayakan pejamu, tetapi
juga masyarakat sekitar karena dapat menjadi sumber penularan penyakit.
d. Kronis
Perjalanan penyakit tampak terhenti karena gejala penyakit tidak berubah,
dalam arti tidak tambah berat ataupun ringan. Pada dasarnya pejamu tetap pada
keadaan sakit.
e. Meninggal Dunia
Terhentinya perjalanan penyakit bukan karena sembuh, tetapi karena
pejamu meninggal dunia akibat penyakit TB tersebut. Keadaan ini bukan
tujuan dari setiap tindakan kedokteran. (Azrul Azwar, 1999: 39-42)

KELOMPOK 5
ANGGOTA:
• Okty (08-036)
• Shelga Sapta Lahenda (09-058)
• Iqvi Fitasari (09-067)
• Merlita Andrestiva (09-070)
• Verdiana Dwi (09-071)
• Ismi Dita Muniroh (09-082)
• Dwi Sartika (09-088)
• Wahyu Afiatul (09-101)
• Nanda Nike (09-102)
• Nino Adib Chif (09-116)
• A. Rizky Arif Fauzi (09-118)

SOAL
1. Jelaskan aspek penularan penyakit dari orang ke orang?
2. Jelaskan dan diskusikan Imunitas kelompok ?
Gambarkan cara kerja Imunitas kelompok untuk melindungi populasi !
PEMBAHASAN
Penyakit yang menular dari orang ke orang mempunyai 3 sifat utama yang perlu
mendapatkan perhatian khusus meliputi: waktu generasi, kekebalan masyarakat serta serangan
sekunder
a) Waktu Generasi (Generation Time)
Adalah masa antara masuknya penyakit pada pejamu tertentu sampai masa kemampuan
maksimal pejamu tersebut untuk dapat menularkan penyakit. Sebenarnya waktu generasi ini
pada beberapa penyakit tertentu sama dengan masa tunas penyakit tersebut, yakni waktu antara
masuknya unsur penyebab ke dalam tubuh sampai timbulnya gejala klinik yang biasanya disertai
dengan tingkat kemampuan penularan yang optimal. Namun demikian, dalam berbagai penyakit
tertentu lainnya, waktu penulran tidak bersamaan dengan waktu timbulnya gejala penyakit,
kadang-kadang lebih awal atau agak terlambat dari akhir masa tunas. Waktu generasi ini
walaupun kadang-kadang sama waktunya dengan masa tunas, tetapi keduanya harus dibedakan
secara jelas.
Perbedaan masa tunas dengan waktu generasi yaitu :
• Masa tunas ditentukan oleh masuknya unsur penyebab sampai timbulnya gejala penyakit
sehingga tidak dapat ditentukan pada penyakit dengan gejala yang terselubung (tidak
manifes).
• Waktu Generasi yaitu waktu masuknya unsur penyebab penyakit hingga timbulnya
kemampuan penyakit tsb untuk menularkan kepada pejamu lain walau tanpa gejala klinik
atau terselubung. Jadi Waktu generasi dapat terjadi pada mereka dengan gejala klinis jelas
maupun pada mereka dengan infeksi terselubung.
b) Kekebalan Kelompok (Herd Immunity)
Adalah tingkat kemampuan atau daya tahan suatu kelompok penduduk tertentu terhadap
serangan atau penyebaran unsur penyebab penyakit menular tertentu berdasarkan tingkat
kekebalan sejumlah tertentu anggota kelompok tersebut. Herd Immunity merupakan faktor utama
dalam proses kejadian wabah di masyarakat serta kelangsungan penyakit pada suatu kelompok
penduduk tertentu. Contoh : Campak dan cacar air yang mewabah pada setiap periode tertentu
sebelum adanya usaha imunisasi.
Pengaruh Herd Immunity pada masy. ialah proporsi tingkat kekebalan suatu kelompok
masy. yg dpt dianggap mempunyai cukup daya tangkal untuk mencegah terjadinya wabah.
Konsep imunitas kelompokatau herd Immunity ini di dasarkan pada pemikiran yang
menyatakan bahwa jika massa (suatu populasi atau kelompok) dilindungi dengan ketat melalui
imunisasi.
• Teoritis dibutuhkan tingkat kekebalan secara merata 70-80 %.
Proporsi ini tdk bisa menahan wabah, jika :
a. Jumlah penduduk terlalu padat.
b. Nilai proporsi tersebut tidak merata dalam masyarakat.
c. Penting untuk diperhatikan adanya kantong-kantong kelompok kecil dalam masyarakat
tanpa kekebalan.

Pada dasarnya ada dua keadaan khusus yang dapat mempengaruhi perkembangan wabah
dalam masyarakat, yaitu :
a. Keadaan Kekebalan Populasi :
Wabah besar dpt terjadi bila agen penyebab infektif masuk kedalam populasi yang
tidak pernah terpapar agen tersebut atau kemasukan suatu agen penyakit menular yang sudah
lama absen dari populasi bersangkutan (Populasi yg masih Perawan).
b. Pada Populasi yang tertutup ( Asrama, Barak, dll )
Kehidupan sangat padat dan mudah terjadi kontak langsung, masuknya orang-orang
yang peka atau rentan terhadap penyakit tertentu maka penyebab penyakit akan lebih mudah
dan lebih cepat.

Gambar Sebelum Epidemi Kelompok A (Semuanya Rentan) sebelum


epidemi

0
Q 0 0
0 Q 0
0
A P
0
R 0 P
0 0
R 0
0
Kelompok B
X kebal sesudah epidemi

0
X 0
0 0
P 0
B P 0
0
Y 0 P
0 0
KETERANGAN: Y 0
Penduduk kelompok A semuanya rentan terhadap suatu penyakit tertentu. Sehingga 0 pada
waktu P terjangkit enyakit tersebut, maka dengan mudah menular ke dua orang teman dekatnya
yang kemudian menularkan masing-masing kepada 3 orang lainnya sehingga pada waktu
epidemi, jumlah penderita seluruhnya sebesar 9 orang. Sedangkan pada penduduk kelompok B,
terdapat individu X yang kebal terhadap penbyakit tersebut. Akibatnya, Y yang ketularan dan X
tidak ketularan. Selanjutnya, Y menularkan lagi kepada 3 orang lainnya sehingga pada saat
epidemi hanya ada 5 penderita, sedangkan X tidak menularkan pada 3 orang kontaknya,
walaupun ke 3 orang tersebut tidak kebal.
Dari keaadaan tersebut diatas tampak bahwa pada waktu epidemi semua anggota
kelompok A menderita sakit karena seluruhnya berada pada keadaan tidak kebal atau rentan
terhadap penyakit tersebut serta terjadi kontak antara anggota kelompok yang menyebabkan
terjadinya proses penularan. Sedangkan pada kelompok B dengan adanya anggota X yang kebal
dan tidak ketularan, maka selama kontak dengan anggota lainnya tidak terjadi dengan penderita
sebagai sumber penularan dan selama X dapat berfungsi sebagai barier, selama itu pula tidak
akan terjadi penularan yang meluas. Jadi selama masa epidemi pada kelompok B, ke 3 teman
dekat X tidak akan ketularan kecuali bila terjadi kontak langsung dengan penderita. Dengan
demikian maka X berhasil melindungi teman dekatnya yang tidak kebal terhadap penyakit
tersebut.

c) Angka Serangan Sekunder (Attack Rate)


Adalah sejumlah kasus yang berkembang atau muncul dalam satu satuan waktu tertentu
di kalangan anggota kelompok yang mengalami kontak serta memiliki risiko atau kerentanan
terhadap penyakit tersebut.
Angka serangan ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penularan dan tingkat
keterancamam dalam keluarga, dimana tata cara dan konsep keluarga, sistem hubungan keluarga
dengan masyarakat serta hubungan individu dalam kehidupan sehari-hari pada kelompok
populasi tertentu merupakan unit epidemiologi tempat penularan penyakit berlangsung.
Kasus atau penderita penyakit menular tertentu yg timbul pada suatu keluarga atau
penghuni kelompok tertentu yang menjadi pusat perhatian petugas Kesehatan Masyarakat
disebut INDEX CASE. Penyebaran penyakit ke dalam suatu kelompok tertentu dapat diukur
dengan angka serangan yang disebut SECONDARY ATTACK RATE yaitu jumlah kasus yang
berkembang atau muncul dalam satu satuan waktu tertentu dikalangan anggota kelompok yang
mengalami kontak serta memiliki risiko atau kerentanan tertentu terhadap penyakit tertentu.

Banyaknya Kasus Baru (Tdk


Termasuk Kasus Pertama)
Dlm Jangka Waktu
S . A . Rate = Tertentu
Banyaknya Orang Yg Peka/
Index Case tidak masuk dalam
Risiko Dlm perhitungan
Kelompok baik pada pembilang maupun penyebut.
Tersebut
Berlaku juga untuk kasus yang mempunyai waktu ketularan yang sama dengan kasus Index
(masih dalam batas kurang dari satu masa tunas), oleh karena dianggap kasus generasi pertama
(satu generasi dgn kasus index).