Anda di halaman 1dari 9

Buku adalah Jendela Ilmu Pengetahuan

Pengelolaan Perpustakaan
1. Layanan Sirkulasi
Salah satu kegiatan utama perpustakaan adalah peminjaman buku dan materi
lainnya. Kegiatan peminjaman ini sering dikenal dengan nama sirkulasi
artinya perputaran buku melalui peminjaman dan pengembalian buku. Pada
bagian sirkulasi, khususnya pada meja sirkulasi, sering kali dianggap sebagai
ujung tombak jasa perpustakaan, karena pada bagian inilah pelayanan
perpustakaan berhadapan dengan pelanggan/peminjam buku. Dengan
demikian, kinerja dari staf sirkulasi sangat berpengaruh terhadap citra
perpustakaan.

2. Layanan Teknis
Pelayanan teknis meliputi kegiatan pembinaan koleksi perpustakaan yang
terbagi atas : a.pemilihan, pengadaan buku dan inventarisasi buku.
Syarat pemilihan buku : - Isi karangan berbobot, bahasa yang baik, cetakan
yang jelas. Juga harus ditampung usul dan saran masukan baik dari angket,
wawancara dan sebagainya sesuai kebijakan badan induk. - Jenis koleksi yang
lebih menarik minat baca. - Penambahan jumlah eksemplar (copy ) setelah
buku pernah dipinjam (sesuai kebutuhan Pengadaan Buku dilaksanakan
dengan membeli, meminta sumbangan dan mendapat hadiah atau tukar
menukar. Setelah ditentukan buku mana yang ditentukan (judul,banyaknya)
akan. Alat bantu untuk penyajian ini memakai slip pemilihan buku yang dapat
dikirim ke spesialis/pakar yang diberi wewenang untuk menyetujui/tidak
usulan tersebut yang disertai surat permohonan dari perpustakaan
,contohnya seperti ini.
No.Urut Klas Judul Buku Pengarang Penerbit Harga Eksemplar Pilihan
S/TS/T

Selanjutnya setelah buku-buku tersebut tersedia, maka informaasi tentang


buku-buku tersebut dapat dimasukan kedalam buku induk. Buku yang
diterima perpustakaan bersama faktur diperiksa dan dicocokan dengan daftar
pemesanan. Bila sesuai dengan faktur, buku beserta slip pemesanan buku
diserahkan kepada yang bertanggung jawab atas pengolahan buku untuk
dicap inventaris dan cap perpustakaan. Tugas utama setiap perpustakaan
ialah membangun koleksi yang kuat demi kepentingan pemakai. Kualitas jasa
yang dibuat demi kepuasan pemakai tergantung pada tersedianya koleksi
perpustakaan. Betapapun baiknya staf perpustakaan, dia tidak akan berdaya
bila koleksi yang tersedia tidak mendukungnya. Tujuan tersebut baik, tetapi
harus disesuaikan dengan anggaran yang tersedia maupun kendala lainnya.
Contoh format buku induk inventaris :
Tanggal Nomor Induk Pengarang Judul Edisi Penerbit Th Agen Harga Ket.

Bila seorang pemakai perpustakaan menghilangkan buku berdasar catatan


yang ada dibuku induk si pemakai wajib mengganti dengan buku yang sama
atau menggantinya dengan sejumlah uang. b. Pengolahan Koleksi Setelah
buku-buku ditulis dalam buku inventaris, maka buku-buku tersebut telah
resmi menjadi milik perpustakaan yang bersangkutan. Selanjutnya buku-
buku itu diolah dengan kegiatan klasifikasi dan katalogisasi untuk kemudian
diatur di rak perpustakaan. Klasifikasi adalah “ Pengelompokan yang
sistematis dari sejumlah obyek, gagasan, buku atau benda-benda lain kedalam
kelas atau golongan tertentu berdasar ciri-ciri yang sama. Di dalam klasifikasi
bahan pustaka dipergunakan penggolongan berdasarkan ciri-ciri tertentu.
Misalkan oleh karena bentuk fisik yang berbeda, maka menempatkan buku
perpustakaan dipisahkan daripada surat kabar,majalah, piringan hitam,
microfilm dan slides. Adapula penggolongan berdasar penggunaan bahan
pustaka seperti koleksi buku anak-anak atau buku bacaan ringan. Akan tetapi
yang menjadi dasar utama penggolongan koleksi perpustakaan yang paling
banyak dipakai adalah penggolongan berdasar isi atau subyek buku.

Sebelum kita menempatkan suatu bahan pustaka (buku) pada kelas atau
penggolongan yang sesuai, kita perlu mengetahui lebih dahulu subyek apa
yang dibahas dalam buku itu, sudut pandang yang dianut oleh penulisnya dan
bentuk penyajiannya. Sayangnya hal itu tidak selalu mudah dilaksanakan
dalam praktek, sehingga perlu mengetahui dan mempelajari bagaimana cara
membaca buku secara teknis. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :
1) Judul buku kadang-kadang dengan mudah memberikan petunjuk tentang
apa isinya, misalnya matematika modern, Pengantar Ekonomi, akan tetapi
sering juga yang tidak jelas (bahkan membingungkan ) sehingga perlu
diadakan pemeriksaan lebih lanjut. Buku denhgan judul seperti Habis Gelap
Terbitlah Terang tidak dapat kita tentukan subyeknya begitu saja tanpa
meneliti buku itu untuk memperoleh keterangan atau petunjuk lebih jelas
misalnya judul tambahan,judul seri, dan melalui cara-cara yang disebutkan
dibawah ini. 2) Daftar isi sebuah buku, apalagi yang cukup terperinci biasanya
merupakan petunjuk yang dapat dipercaya tentang subyek buku itu. 3)
Apabila dari daftar isi tidak jelas , atau tidak ada daftar isi,bibliografi atau
sumber yang dipakai untuk menyusun buku itu dapat memberikan petunjuk
yang bermanfaat. 4) Bacalah sepintas lalu Kata pengantar atau Pendahuluan
buku itu yang biasanya memberikan informasi tentang sudut pandangan
penulis tentang subyeknya,ruang lingkup persoalannya, untuk pembaca yang
bagaimana buku itu ditulis dan keterangan lain yang berguna untuk
mengklasirnya. 5) Apabila keempat langkah tersebut diatas belum memadai
untuk menentukan subyek buku itu, maka kita terpaksa harus membaca
sebagian teks buku itu atau mencari sumber informasi lain seperti bibliografi
katalog penerbit, timbangan buku pada majalah ilmiah dan buku referens
lainnya, bahkan meminta pertolongan dari orang yang ahli. Disamping itu
masih ada kesulitan lain lagi yaitu banyak pengarang yang membahas dua
subyek atau lebih dalam sebuah buku, membahas dua aspek atau lebih dari
satu subyek (lebih dari satu disiplin ilmu).

Klasifikasi dimaksudkan untuk mengelompokan buku atau bahan pustaka


menurut isinya. Tujuannya adalah untuk memudahkan bila hendak mencari
buku tersebut. Buku yang sudah dikelompokkan disusun dalam satu susunan
yang pengerjaannya sebagai berikut : - koleksi yang sudah di inventaris
dikelompokkan menurut bidang ilmu masing-masing ( buku referensi atau
buku ilmu pengetahuan) meneliti subyek buku dengan berpedoman pada
klasifikasi. Secara umum perpustakaan memakai system DDC (Dewey
Decimal Classification). Umumnya nama perpustakaan dan nama pengarang
buku disertakan. Dalam pengisian kartu buku melihat pada daftar klasifikasi
yang baru disusun/didaftar untuk nomornya. Kartu buku diisi sesuai dengan
isian yang tertera. Nomor inventaris juga dapat disertakan.Selanjutnya kartu
buku diselipkan pada kantong buku yang dipasang dihalaman kosong terakhir
isi buku. Buku siap disampul cover plastik agar tidak cepat rusak dan siap
untuk rencana diletakkan pada kelompoknya. Halaman kedua/ketiga judul
diberi kode nomor subyek dan nomor inventaris. Langkah selanjutnya buku
yang telah selesai didata tersebut kemudian dikelompokkan ke dalam katalog
(ada beberapa pembagian katalog yaitu katalog subyek,pengarang, judul, dan
biasanya dibuatkan kartu katalog beserta alamari katalog). Katalog ini
berguna untuk mengetahui buku apa saja yang dimiliki perpustakaan,
sedangkan tujuan pembuatan katalog adalah : - orang menemukan buku
berdasarkan pengarangnya,judulnya/ subyeknya. - Menunjukkan buku yang
dimiliki perpustakaan - Membantu dalam pemilihan buku, berdasar edisinya,
karakternya. - Membantu penelusuran sumber yang dicari No. Judul Buku
Pengarang Penerbit Tahun Keterangan Contoh daftar buku menurut
subyeknya. c. Penyusunan dan Pemeliharaan Pengaturan buku dirak
(shelving). Buku diatur di rak dengan baik dan teratur sehingga waktu
pemakai dapat dihemat. Karena itu buku di perpustakaan disusun dalam
berbagai koleksi/urutan memenuhi kebutuhan pemakai, contoh : - buku teks
(pengajaran ), buku referensi, majalah, khusus ( buku langka,mahal,mini),
skripsi, pustaka non buku : kaset dsb. Penempatan buku di rak dilakukan
untuk : 1) buku yang memerlukan koreksi/ perbaikan 2) buku yang diterima
dari bagian penjilidan 3) buku untuk keperluan khusus 4) buku baru. Bila
label buku copot,kabur tulisannya, perlu segera diperbaiki. Juga bila pemakai
menempatkan buku yang salah pada tempatnya, maka pustakawan perlu
melakukan pembetulan letak buku.

Dalam pemeliharaan dan pemeriksaan koleksi di rak ada kegiatan


penghitungan kembali buku milik perpustakaan dalam arti adalah
pemeriksaan fisik terhadap buku yang tercatat sebagai milik perpustakaan
( stok opname). Hal ini dinamakan verivikasi koleksi. Hal ini dilakukan
karena buku dapat hilang, rusak atau salah tempat. Sekretariat/Administrasi
Kegiatan sekretariat harus membantu pelayanan sirkulasi dan teknis. Dari
sirkulasi seperti pembuatan surat peringatan, pembuatan surat permohonan
pemilihan buku ke badan induk. Penyimpanan berkas/file laporan
keuangan,statistik, kegiatan. Penyiapan/ pembuatan kartu anggota
perpustakaan, pengisian biodata peminjam di buku induk anggota. Atau hal-
hal yang berhubungan dengan penyiapan format-format isian.
DDC System

Dewey Decimal Classification System


Sistem Klasifikasi Persepuluhan Dewey (Dewey Decimal Classification / DDC)
merupakan suatu aturan pengklasifikasian buku yang lazim dipergunakan
secara umum di perpustakaan, baik di perpustakaan lokal maupun
internasional. Pemakaian system klasifikasi ini bertujuan untuk memudahkan
pencarian buku dan pengorganisasian buku-buku tersebut dalam
kelompoknya. Banyak buku diseleksi, diidentifikasi dan didaftar dengan
sistem Persepuluhan Dewey.

Secara garis besarnya, sistem klasifikasi Persepuluhan Dewey ini terdiri dari :
000-099 UMUM
010 Bibliografi dan Katalog
020 Ilmu Kepustakaan
030 Ensiklopedia Umum
050 Serials/Jurnal
060 Organisasi Umum dan Ilmu tentang Musium
070 Jurnalistik dan Penerbitan
080 Koleksi Umum (esai, kutipan, wawancara, kuliah, dll)
090 Manuskrip dan Buku Langka

100-199 Filsafat
110 Metafisika
120 Epistemologi
130 Fenomena Paranormal
140 Pandangan Filsafat tertentu
150 Psikologi
160 Logika
170 Etika
180 Filsafat Kuno, Abad Pertengahan & Timur
190 Filsafat Barat Modern

200-299 AGAMA (Sebagai contoh, khusus untuk Klasifikasi buku AGAMA


KRISTEN)
210 Filsafat & Teori Agama
220 Alkitab (subdivisi standard)
221 Perjanjian Lama
222 Kitab-kitab Taurat
223 Kitab-kitab Sastra
224 Kitab-kitab Nubuat
225 Perjanjian Baru
226 Injil dan Kisah Para Rasul
227 Surat-surat
228 Wahyu
229 Apokrifa, Pseudepigrafa & Karya-karya antar Perjanjian
230 Teologi Kristen
231 Allah 231.1 Allah Bapa 231.2 Allah Anak 231.3 Allah Roh Kudus 231.4 Sifat
231.5 Pemeliharaan 231.6 Cinta Kasih dan Kebijaksanaan 231.7 Hubungan
dengan Dunia; Kehendak Allah 231.8 Keadilan dan Kebaikan
232 Yesus Kristus (Kristologi) 232.1 Inkarnasi dan Kemesiasan Kristus 232.2
Kristus sebagai Logos 232.3 Kristus sebagai Penebus 232.4 Pengorbanan
Kristus 232.5 Kebangkitan Kristus 232.8 Keilahian dan Kemanusiaan Kristus
232.9 Keluarga dan Kehidupan Kristus
233 Manusia 233.1 Penciptaan dan Kejatuhan Manusia dalam Dosa 233.2
Dosa 233.4 Rasa Bersalah 233.5 Hakikat 233.7 Kebebasan Memilih antara
yang Baik dan Jahat
234 Keselamatan (Soteriologi) dan Anugerah
235 Makhluk-makhluk Roh
236 Eskatologi
237 Roh Kudus
238 Pengakuan Iman
239 Apologetika dan Polemik
240 Moral Kristen & Teologi Devosi
241 Teologi Moral
242 Literatur Devosi
243 Karya-karya Penginjilan untuk Pribadi dan Keluarga
244 Teologi Feminis
246 Penggunaan Seni dalam Kristen
246.7 Drama, Seni Musik & Ritme
246.9 Arsitektur
247 Perlengkapan Gereja
248 Kehidupan dan Praktek Hidup Kekristenan 248.2 Pengalaman Rohani
248.22 Mistisisme 248.24 Pertobatan dan Pindah Agama 248.25 Pembaruan
Moral dan Komitmen 248.29 Pengalaman Rohani lainnya (stigmata/dll)
248.3 Ibadah 248.32 Doa 248.34 Meditasi dan Kontemplasi 248.4 Kehidupan
Kristen (Kepemimpinan, Keluarga) 248.46 Peringatan/perayaan Individual
248.47 Asketisme 248.48 Bimbingan Hidup Kristen per Denominasi 248.5
Kesaksian 248.6 Jabatan Gereja 248.8 Bimbingan untuk orang-orang khusus
248.82 Anak 248.83 Remaja dan Pelajar 248.84 Dewasa 248.85 Lanjut Usia
248.86 Orang Sakit, Susah, Duka 248.87 Orang-orang berprofesi tertentu
249 Ibadah dalam Keluarga
250 Gereja Lokal dan Ordo Kristen
251 Khotbah
252 Teks Khotbah
253 Pekerjaan Pendeta (Teologi Pastoral)
254 Administrasi Jemaat
255 Konggregasi dan Ordo
259 Kegiatan Pastoral untuk Keluarga/Orang tertentu
260 Teologi Sosial dan Teologi Eklesiastikal
261 Teologi Sosial & Hubungan antar Agama
262 Eklesiologi
263 Hari Raya Kristen dan Tempat Sucinya
264 Ibadah Umum
265 Sakramen dan Upacara lain
266 Misi
267 Perkumpulan untuk Pekerjaan Keagamaan
268 Pendidikan Kristen
269 Pembaharuan Rohani
270 Sejarah Gereja
276 Sejarah Gereja di Indonesia
280 Denominasi dan Sekte
290 Perbandingan Agama dan Agama-agama Non Kristen
291 Perbandingan Agama
292 Agama-agama Yunani dan Roma Klasik
293 Agama Jerman 294 Agama yang berasal dari India
295 Zoroastrianisme
296 Yudaisme
297 Islam
299 Agama-agama lain

300-399 ILMU-ILMU SOSIAL


301 Sosiologi dan Antropologi
302 Hubungan Sosial
303 Proses Sosial
304 Faktor-faktor Perilaku Sosial 304.2 Ekologi Manusia 304.5 Faktor
Genetika 304.6 Populasi 304.8 Migrasi
305 Kelompok Sosial
306 Kebudayaan dan Lembaga-lembaga
307 Masyarakat 307.1 Perencanaan dan Pembangunan 307.2 Migrasi antar
komunitas 307.3 Struktur 307.6 Sosiologi Industri 307.7 Jenis Komunitas
307.72 Pedesaan 307.74 Sub-urban 307.76 Kota
310 Statistika
320 Ilmu Politik
330 Ekonomi
340 Hukum
350 Ilmu Administrasi Umum dan Militer
360 Masalah Sosial dan Pelayanannya 361 Masalah & Kesejahteraan Sosial
362 Masalah Kesejahteraan Sosial & Pelayanannya 363 Masalah Sosial
lainnya 363.49 Homoseksual 364 Kriminologi 365 Lembaga Pemasyarakatan
366 Asosiasi Sosial 367 Klub Umum 368 Asuransi 369 Berbagai Asosiasi
370 Pendidikan 371 Sekolah 372 Pendidikan Dasar 373 Pendidikan Menengah
374 Pendidikan Orang Dewasa 375 Kurikulum 376 Pendidikan Tinggi 379
Kebijakan dalam Pendidikan

400-499 BAHASA
410 Bahasa Indonesia
420 Bahasa Inggris
430 Bahasa Jerman
440 Bahasa Perancis
450 Bahasa Italia
460 Bahasa Ibrani
470 Bahasa Latin
480 Bahasa Yunani
490 Bahasa lainnya

500-599 ILMU-ILMU MURNI


510 Matematika
520 Astronomi
530 Fisika
540 Kimia
550 Geologi
560 Paleontologi
570 Ilmu tentang Kehidupan
580 Ilmu tentang Tumbuh-tumbuhan
590 Zoologi

600-699 ILMU-ILMU TERAPAN


610 Ilmu Kedokteran
620 Ilmu Teknik
630 Ilmu Pertanian
640 Kesejahteraan Keluarga
650 Manajemen
660 Teknologi Kimia
670 Perindustrian/Manufaktur
680 Manufaktur Barang-barang Khusus
690 Gedung

700-799 KESENIAN
710 Tata Kota & Pertamanan
720 Arsitektur
730 Seni Pahat
740 Seni Gambar & Dekorasi
750 Seni Lukis
760 Seni Cetak/Grafika
770 Seni Potret/Fotografi
780 Musik 781 Prinsip-prinsip Umum dan Bentuk Musik 782 Musik Vokal
783 Musik untuk Suara Tunggal (Solo) 784 Instrumen dan Ensamble 785
Ensamble dgn hanya 1 instrumen per bagiannya 786 Instrumen Keyboard,
Elektronik, dan Perkusi 787 Instrumen Bersenar 788 Instrumen Tiup 789
Penggubah dan Tradisi-tradisi Musik
790 Seni Rekreasi dan Pertunjukkan

800-899 KESUSASTERAAN
810 Bahasa Indonesia
811 Puisi Indonesia
812 Drama Indonesia
813 Fiksi Indonesia
814 Esai Indonenesia
815 Pidato Indonesia
816 Surat-surat Indonesia
817 Satir&Humor Indonesia
818 Penulis Indonesia
819 Kesusasteraan Bahasa Daareah Indonesia
820 Sastra Inggris
830 Sasrtra Jerman
840 Sastra Prancis
850 Sastra Spanyol
860 Sastra Ibrani
870 Sastra latin
880 Sastra Yunani
890 Sastra Bahasa lain

900 ILMU BUMI DAN SEJARAH


910 Geografi Umum
920 Biografi/Geneologi 921 Giografi Filsuf & Psikolog 922 Biografi
Rohaniwan/Teolog 923 Biografi Ilmuwan Sosial 928 Biografi Sastrawan,
Sejarahwan, dll
930 Sejarah Dunia Kuno sampai tahun 499 931 Sejarah Cina sampai tahun
420 932 Sejarah Mesir sampai tahun 640 933 Sejarah Palestina sampai tahu
70 934 Sejarah India sampai tahun 647 935 Sejarah Mesopotamia & Iran
sampai tahun 637 936 Sejarah Eropa Utara & Barat sampai tahun 499 937
Sejarah Italia sampai tahun 476 938 Sejarah Yunani sampai tahun 323 939
Bagian dunia lainnya sampai tahun 640
940 Sejarah Eropa Barat
950 Sejarah Asia 951 Sejarah Cina 952 Sejarah Jepang 953 Sejarah
Semenanjung Arab 954 Sejarah India 955 Sejarah Iran 956 Sejarah Timur
Tengah 957 Sejarah Siberia 958 Sejarah Asia Tengah 959 Sejarah Asia
Tenggara 959.1 Myanmar 959.3 Thailand 959.4 Laos 959.5 Malaysia 959.6
Kamboja 959.7 Vietnam 959.8 Indonesia : 959.81 Zaman Purba s/d tahun
1478 959.82 Zaman Penjajahan Belanda 1602-1945 959.83 Zaman Republik,
1945-sekarang 959.9 Filipina
960 Sejarah Afrika
970 Sejarah Amerika Utara 971 Sejarah Kanada 972 Sejarah Amerika Tengah -
Meksiko 973 Sejarah Amerika Serikat
980 Sejarah Amerika Selatan
990 Sejarah bagian Dunia lainnya (termasuk kepulauan Pasifik)

Dalam system klasifikasi Dewey , Klas dibagi dalam sepuluh Devisi,


sedangkan masing-masing Devisi dibagi-bagi lagi ke dalam sepuluh Seksi
yang berbeda, demikian seterusnya. Oleh sebab itu, system ini disebut Sistem
Persepuluhan Dewey (DDC). Sistem ini merupakan hasil karya dari Melvil
Dewey (1851-1931), seorang pustakawan di Ambers College, Massachusset
USA. Pada tahun 1876 Dewey menerbitkan DDC edisi pertama dengan judul
“A Classification and Subject index for cataloging and arranging the book and
pamphlet of a library.” Pada terbitan tersebut hanya terdiri dari 42 halaman
yang berisi 12 halaman Pendahuluan, 12 halaman Bagan, dan 18 halaman
Index. DDC terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan sehingga
dewasa ini telah terbit edisi ke 21, 1996. Di samping edisi lengkap DDC juga
tersedia dalam bentuk edisi ringkas. Edisi ringkas dimaksudkan untuk
dipergunakan pada perpustakaan yang memiliki koleksi kurang dari 20.000
judul. (Kalangie-Pandey, A.A.M. Makalah Pelatihan Dasar Perpustakaan
Gereja. Sekolah Tinggi Teologi Jakarta. Jakarta. 2004) Kelestarian DDC tetap
terus terjaga karena adanya sebuah lembaga yang mengawasinya, yaitu The
Lake Placed Education Foundation and The Library of Conggress di Amerika
Serikat. Kemutakhirannya dilakukan dengan selalu mengikuti perkembangan
ilmu pengetahuan. Minimal setiap sepuluh tahun DDC keluar dengan edisi
revisi terbarunya. Untuk komunikasi dengan pengguna tersedia warta
(newsletter) dengan judul DD& (Decimal Classification Added, Notes and
Decisions) (Kalangie-Pandey, A.A.M. Makalah Pelatihan Dasar Perpustakaan
Gereja. Sekolah Tinggi Teologi Jakarta. Jakarta. 2004) Untuk menampung
keluhan terhadap DDC yang pro Amerika, pro Protestan, pro Sastra Amerika
dan sebagainya, DDC menyediakan opsi (pilihan) yang dapat
dipertimbangkan oleh pengguna DDC. Di Indonesia misalnya klas 2X0
(Islam), 410 (Bahasa Indonesia) dan 810 (Sastra Indonesia) adalah contoh
memanfaatkan opsi yang diberikan DDC. Saat ini DDC dipergunakan oleh
lebih dari 135 negara di dunia dan diterjemahkan ke dalam lebih dari 30
bahasa.

Di Indonesia DDC sangat popular penggunaannya, hampir semua


perpustakaan di Indonesia menggunakan DDC, dan hanya sebagian kecil saja
yang menggunakan UDC (Universal Decimal Classification, 1899) yaitu pada
beberapa Perpustakaan Khusus. DDC edisi ringkas telah diterjemahkan ke
dalam bahasa Indonesia oleh Perpustakaan Nasional RI. Di samping itu
beberapa pustakawan lain mengadakan terjemahan dan melakukan adaptasi
untuk subyek-subyek tertentu. Uraian pada publikasi ini didasarkan pada
Terjemahan Ringkasan Klasifikasi Desimal Dewey & Indeks Relatif,
diterbitkan oleh Perpustakaan Nasional RI pada tahun 1993.

Sitem klasifikasi selain DDC adalah :


• Universal Decimal Classification (UDC, 1899)
• Library of Congress Classification (LCC, 1899)
• Union Theological Seminary Library Classification
System Union Theological Seminary Libraray Classification System
menggunakan huruf alfabetis sebagai dasar untuk merencanakan setiap
bagian ilmu yang berhubungan kepada agama. A : Ensiklopedia Umum, B :
Bahasa (fiksi ) , C : Alkitab (lengkap) , D : Perjanjian Lama , E : Literatur , F :
Perjanjian Baru , G : Literatur Kristen , H : Sejarah Umum , I : Sejarah Umum
Gereja, J : Sejarah Umum (Doktrin) , K : Denominasi Umum , L : Sejarah
Negara (Politik & Gereja ), N : Misi , O : Kepercayaan, Z : Poligrafi. Sedangkan
perpustakaan musik gereja terdiri dari 3 klasifikasi yang berbeda : • Berdasar
hari-hari khusus : Paskah, Advent, Natal. • Berdasar jumlah alfabet dari kata
utama judul. • Berdasar komposer : alfabetis nama lanjutan. Contoh subyek
untuk membuat pengklasifikasian koleksi non buku ini (elektronik) : G:
General , R : Musik , J : Musik Anak , O : Kantata dan pidato , Y : Musik
Muda-mudi.