Buku adalah Jendela Ilmu Pengetahuan

Pengelolaan Perpustakaan
1. Layanan Sirkulasi Salah satu kegiatan utama perpustakaan adalah peminjaman buku dan materi lainnya. Kegiatan peminjaman ini sering dikenal dengan nama sirkulasi artinya perputaran buku melalui peminjaman dan pengembalian buku. Pada bagian sirkulasi, khususnya pada meja sirkulasi, sering kali dianggap sebagai ujung tombak jasa perpustakaan, karena pada bagian inilah pelayanan perpustakaan berhadapan dengan pelanggan/peminjam buku. Dengan demikian, kinerja dari staf sirkulasi sangat berpengaruh terhadap citra perpustakaan. 2. Layanan Teknis Pelayanan teknis meliputi kegiatan pembinaan koleksi perpustakaan yang terbagi atas : a.pemilihan, pengadaan buku dan inventarisasi buku. Syarat pemilihan buku : - Isi karangan berbobot, bahasa yang baik, cetakan yang jelas. Juga harus ditampung usul dan saran masukan baik dari angket, wawancara dan sebagainya sesuai kebijakan badan induk. - Jenis koleksi yang lebih menarik minat baca. - Penambahan jumlah eksemplar (copy ) setelah buku pernah dipinjam (sesuai kebutuhan Pengadaan Buku dilaksanakan dengan membeli, meminta sumbangan dan mendapat hadiah atau tukar menukar. Setelah ditentukan buku mana yang ditentukan (judul,banyaknya) akan. Alat bantu untuk penyajian ini memakai slip pemilihan buku yang dapat dikirim ke spesialis/pakar yang diberi wewenang untuk menyetujui/tidak usulan tersebut yang disertai surat permohonan dari perpustakaan ,contohnya seperti ini. No.Urut Klas Judul Buku Pengarang Penerbit Harga Eksemplar Pilihan S/TS/T Selanjutnya setelah buku-buku tersebut tersedia, maka informaasi tentang buku-buku tersebut dapat dimasukan kedalam buku induk. Buku yang diterima perpustakaan bersama faktur diperiksa dan dicocokan dengan daftar pemesanan. Bila sesuai dengan faktur, buku beserta slip pemesanan buku diserahkan kepada yang bertanggung jawab atas pengolahan buku untuk dicap inventaris dan cap perpustakaan. Tugas utama setiap perpustakaan ialah membangun koleksi yang kuat demi kepentingan pemakai. Kualitas jasa yang dibuat demi kepuasan pemakai tergantung pada tersedianya koleksi perpustakaan. Betapapun baiknya staf perpustakaan, dia tidak akan berdaya bila koleksi yang tersedia tidak mendukungnya. Tujuan tersebut baik, tetapi harus disesuaikan dengan anggaran yang tersedia maupun kendala lainnya. Contoh format buku induk inventaris : Tanggal Nomor Induk Pengarang Judul Edisi Penerbit Th Agen Harga Ket. Bila seorang pemakai perpustakaan menghilangkan buku berdasar catatan yang ada dibuku induk si pemakai wajib mengganti dengan buku yang sama atau menggantinya dengan sejumlah uang. b. Pengolahan Koleksi Setelah buku-buku ditulis dalam buku inventaris, maka buku-buku tersebut telah resmi menjadi milik perpustakaan yang bersangkutan. Selanjutnya buku-

ruang lingkup persoalannya. Disamping itu masih ada kesulitan lain lagi yaitu banyak pengarang yang membahas dua subyek atau lebih dalam sebuah buku.koleksi yang sudah di inventaris dikelompokkan menurut bidang ilmu masing-masing ( buku referensi atau buku ilmu pengetahuan) meneliti subyek buku dengan berpedoman pada klasifikasi. untuk pembaca yang bagaimana buku itu ditulis dan keterangan lain yang berguna untuk mengklasirnya. 3) Apabila dari daftar isi tidak jelas . microfilm dan slides.bibliografi atau sumber yang dipakai untuk menyusun buku itu dapat memberikan petunjuk yang bermanfaat. misalnya matematika modern. Umumnya nama perpustakaan dan nama pengarang buku disertakan. Di dalam klasifikasi bahan pustaka dipergunakan penggolongan berdasarkan ciri-ciri tertentu. akan tetapi sering juga yang tidak jelas (bahkan membingungkan ) sehingga perlu diadakan pemeriksaan lebih lanjut. maka menempatkan buku perpustakaan dipisahkan daripada surat kabar.judul seri. piringan hitam. Klasifikasi adalah “ Pengelompokan yang sistematis dari sejumlah obyek. Buku yang sudah dikelompokkan disusun dalam satu susunan yang pengerjaannya sebagai berikut : . kita perlu mengetahui lebih dahulu subyek apa yang dibahas dalam buku itu. Dalam pengisian kartu buku melihat pada daftar klasifikasi . Buku denhgan judul seperti Habis Gelap Terbitlah Terang tidak dapat kita tentukan subyeknya begitu saja tanpa meneliti buku itu untuk memperoleh keterangan atau petunjuk lebih jelas misalnya judul tambahan. Misalkan oleh karena bentuk fisik yang berbeda. bahkan meminta pertolongan dari orang yang ahli. 2) Daftar isi sebuah buku. Pengantar Ekonomi. 5) Apabila keempat langkah tersebut diatas belum memadai untuk menentukan subyek buku itu. Klasifikasi dimaksudkan untuk mengelompokan buku atau bahan pustaka menurut isinya.buku itu diolah dengan kegiatan klasifikasi dan katalogisasi untuk kemudian diatur di rak perpustakaan. sehingga perlu mengetahui dan mempelajari bagaimana cara membaca buku secara teknis. atau tidak ada daftar isi. Akan tetapi yang menjadi dasar utama penggolongan koleksi perpustakaan yang paling banyak dipakai adalah penggolongan berdasar isi atau subyek buku. Tujuannya adalah untuk memudahkan bila hendak mencari buku tersebut. timbangan buku pada majalah ilmiah dan buku referens lainnya. Sebelum kita menempatkan suatu bahan pustaka (buku) pada kelas atau penggolongan yang sesuai. maka kita terpaksa harus membaca sebagian teks buku itu atau mencari sumber informasi lain seperti bibliografi katalog penerbit.majalah. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut : 1) Judul buku kadang-kadang dengan mudah memberikan petunjuk tentang apa isinya. Adapula penggolongan berdasar penggunaan bahan pustaka seperti koleksi buku anak-anak atau buku bacaan ringan. Sayangnya hal itu tidak selalu mudah dilaksanakan dalam praktek. dan melalui cara-cara yang disebutkan dibawah ini. membahas dua aspek atau lebih dari satu subyek (lebih dari satu disiplin ilmu). sudut pandang yang dianut oleh penulisnya dan bentuk penyajiannya. 4) Bacalah sepintas lalu Kata pengantar atau Pendahuluan buku itu yang biasanya memberikan informasi tentang sudut pandangan penulis tentang subyeknya. buku atau benda-benda lain kedalam kelas atau golongan tertentu berdasar ciri-ciri yang sama. apalagi yang cukup terperinci biasanya merupakan petunjuk yang dapat dipercaya tentang subyek buku itu. gagasan. Secara umum perpustakaan memakai system DDC (Dewey Decimal Classification).

Kartu buku diisi sesuai dengan isian yang tertera. skripsi. . Penyimpanan berkas/file laporan keuangan.judulnya/ subyeknya. Halaman kedua/ketiga judul diberi kode nomor subyek dan nomor inventaris. Dalam pemeliharaan dan pemeriksaan koleksi di rak ada kegiatan penghitungan kembali buku milik perpustakaan dalam arti adalah pemeriksaan fisik terhadap buku yang tercatat sebagai milik perpustakaan ( stok opname). Buku siap disampul cover plastik agar tidak cepat rusak dan siap untuk rencana diletakkan pada kelompoknya. Hal ini dilakukan karena buku dapat hilang. Karena itu buku di perpustakaan disusun dalam berbagai koleksi/urutan memenuhi kebutuhan pemakai. perlu segera diperbaiki. Sekretariat/Administrasi Kegiatan sekretariat harus membantu pelayanan sirkulasi dan teknis.Menunjukkan buku yang dimiliki perpustakaan . judul. .statistik.mini). pengisian biodata peminjam di buku induk anggota. rusak atau salah tempat.Membantu penelusuran sumber yang dicari No. Buku diatur di rak dengan baik dan teratur sehingga waktu pemakai dapat dihemat. majalah. dan biasanya dibuatkan kartu katalog beserta alamari katalog). Nomor inventaris juga dapat disertakan. Penempatan buku di rak dilakukan untuk : 1) buku yang memerlukan koreksi/ perbaikan 2) buku yang diterima dari bagian penjilidan 3) buku untuk keperluan khusus 4) buku baru.Membantu dalam pemilihan buku. . Penyiapan/ pembuatan kartu anggota perpustakaan. c. khusus ( buku langka. Dari sirkulasi seperti pembuatan surat peringatan. maka pustakawan perlu melakukan pembetulan letak buku.pengarang. Penyusunan dan Pemeliharaan Pengaturan buku dirak (shelving). Langkah selanjutnya buku yang telah selesai didata tersebut kemudian dikelompokkan ke dalam katalog (ada beberapa pembagian katalog yaitu katalog subyek. Bila label buku copot. contoh : . Judul Buku Pengarang Penerbit Tahun Keterangan Contoh daftar buku menurut subyeknya.buku teks (pengajaran ).Selanjutnya kartu buku diselipkan pada kantong buku yang dipasang dihalaman kosong terakhir isi buku. berdasar edisinya.kabur tulisannya.yang baru disusun/didaftar untuk nomornya. Atau halhal yang berhubungan dengan penyiapan format-format isian. sedangkan tujuan pembuatan katalog adalah : . buku referensi. Juga bila pemakai menempatkan buku yang salah pada tempatnya.mahal. pembuatan surat permohonan pemilihan buku ke badan induk. kegiatan. Katalog ini berguna untuk mengetahui buku apa saja yang dimiliki perpustakaan. Hal ini dinamakan verivikasi koleksi.orang menemukan buku berdasarkan pengarangnya. karakternya. pustaka non buku : kaset dsb.

kutipan. baik di perpustakaan lokal maupun internasional. wawancara. Secara garis besarnya. diidentifikasi dan didaftar dengan sistem Persepuluhan Dewey. kuliah. dll) 090 Manuskrip dan Buku Langka 100-199 Filsafat 110 Metafisika 120 Epistemologi 130 Fenomena Paranormal 140 Pandangan Filsafat tertentu 150 Psikologi 160 Logika 170 Etika 180 Filsafat Kuno. Abad Pertengahan & Timur 190 Filsafat Barat Modern 200-299 AGAMA (Sebagai contoh. sistem klasifikasi Persepuluhan Dewey ini terdiri dari : 000-099 UMUM 010 Bibliografi dan Katalog 020 Ilmu Kepustakaan 030 Ensiklopedia Umum 050 Serials/Jurnal 060 Organisasi Umum dan Ilmu tentang Musium 070 Jurnalistik dan Penerbitan 080 Koleksi Umum (esai. khusus untuk Klasifikasi buku AGAMA KRISTEN) 210 Filsafat & Teori Agama 220 Alkitab (subdivisi standard) 221 Perjanjian Lama .DDC System Dewey Decimal Classification System Sistem Klasifikasi Persepuluhan Dewey (Dewey Decimal Classification / DDC) merupakan suatu aturan pengklasifikasian buku yang lazim dipergunakan secara umum di perpustakaan. Pemakaian system klasifikasi ini bertujuan untuk memudahkan pencarian buku dan pengorganisasian buku-buku tersebut dalam kelompoknya. Banyak buku diseleksi.

47 Asketisme 248.86 Orang Sakit.84 Dewasa 248.46 Peringatan/perayaan Individual 248.7 Kebebasan Memilih antara yang Baik dan Jahat 234 Keselamatan (Soteriologi) dan Anugerah 235 Makhluk-makhluk Roh 236 Eskatologi 237 Roh Kudus 238 Pengakuan Iman 239 Apologetika dan Polemik 240 Moral Kristen & Teologi Devosi 241 Teologi Moral 242 Literatur Devosi 243 Karya-karya Penginjilan untuk Pribadi dan Keluarga 244 Teologi Feminis 246 Penggunaan Seni dalam Kristen 246.2 Allah Anak 231.82 Anak 248. Seni Musik & Ritme 246. Keluarga) 248.1 Penciptaan dan Kejatuhan Manusia dalam Dosa 233.8 Bimbingan untuk orang-orang khusus 248.2 Kristus sebagai Logos 232.6 Jabatan Gereja 248.48 Bimbingan Hidup Kristen per Denominasi 248.5 Kesaksian 248. Susah.4 Sifat 231.4 Rasa Bersalah 233.87 Orang-orang berprofesi tertentu 249 Ibadah dalam Keluarga 250 Gereja Lokal dan Ordo Kristen 251 Khotbah 252 Teks Khotbah 253 Pekerjaan Pendeta (Teologi Pastoral) 254 Administrasi Jemaat 255 Konggregasi dan Ordo 259 Kegiatan Pastoral untuk Keluarga/Orang tertentu . Duka 248.3 Kristus sebagai Penebus 232. Pseudepigrafa & Karya-karya antar Perjanjian 230 Teologi Kristen 231 Allah 231.32 Doa 248.5 Pemeliharaan 231.25 Pembaruan Moral dan Komitmen 248.5 Hakikat 233.3 Allah Roh Kudus 231.9 Keluarga dan Kehidupan Kristus 233 Manusia 233.3 Ibadah 248.7 Drama.22 Mistisisme 248.29 Pengalaman Rohani lainnya (stigmata/dll) 248.8 Keilahian dan Kemanusiaan Kristus 232.7 Hubungan dengan Dunia.5 Kebangkitan Kristus 232.9 Arsitektur 247 Perlengkapan Gereja 248 Kehidupan dan Praktek Hidup Kekristenan 248.2 Pengalaman Rohani 248.222 Kitab-kitab Taurat 223 Kitab-kitab Sastra 224 Kitab-kitab Nubuat 225 Perjanjian Baru 226 Injil dan Kisah Para Rasul 227 Surat-surat 228 Wahyu 229 Apokrifa.8 Keadilan dan Kebaikan 232 Yesus Kristus (Kristologi) 232.85 Lanjut Usia 248.1 Inkarnasi dan Kemesiasan Kristus 232.34 Meditasi dan Kontemplasi 248.4 Kehidupan Kristen (Kepemimpinan.24 Pertobatan dan Pindah Agama 248.83 Remaja dan Pelajar 248.4 Pengorbanan Kristus 232.2 Dosa 233. Kehendak Allah 231.1 Allah Bapa 231.6 Cinta Kasih dan Kebijaksanaan 231.

76 Kota 310 Statistika 320 Ilmu Politik 330 Ekonomi 340 Hukum 350 Ilmu Administrasi Umum dan Militer 360 Masalah Sosial dan Pelayanannya 361 Masalah & Kesejahteraan Sosial 362 Masalah Kesejahteraan Sosial & Pelayanannya 363 Masalah Sosial lainnya 363.8 Migrasi 305 Kelompok Sosial 306 Kebudayaan dan Lembaga-lembaga 307 Masyarakat 307.2 Ekologi Manusia 304.5 Faktor Genetika 304.72 Pedesaan 307.7 Jenis Komunitas 307.2 Migrasi antar komunitas 307.3 Struktur 307.6 Populasi 304.260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 276 280 290 291 292 293 295 296 297 299 dan Teologi Eklesiastikal & Hubungan antar Agama Eklesiologi Hari Raya Kristen dan Tempat Sucinya Ibadah Umum Sakramen dan Upacara lain Misi Perkumpulan untuk Pekerjaan Keagamaan Pendidikan Kristen Pembaharuan Rohani Sejarah Gereja Sejarah Gereja di Indonesia Denominasi dan Sekte Perbandingan Agama dan Agama-agama Non Kristen Perbandingan Agama Agama-agama Yunani dan Roma Klasik Agama Jerman 294 Agama yang berasal dari India Zoroastrianisme Yudaisme Islam Agama-agama lain Teologi Teologi Sosial Sosial 300-399 ILMU-ILMU SOSIAL 301 Sosiologi dan Antropologi 302 Hubungan Sosial 303 Proses Sosial 304 Faktor-faktor Perilaku Sosial 304.1 Perencanaan dan Pembangunan 307.6 Sosiologi Industri 307.49 Homoseksual 364 Kriminologi 365 Lembaga Pemasyarakatan 366 Asosiasi Sosial 367 Klub Umum 368 Asuransi 369 Berbagai Asosiasi 370 Pendidikan 371 Sekolah 372 Pendidikan Dasar 373 Pendidikan Menengah 374 Pendidikan Orang Dewasa 375 Kurikulum 376 Pendidikan Tinggi 379 Kebijakan dalam Pendidikan 400-499 410 420 430 440 Bahasa Bahasa Bahasa Bahasa BAHASA Indonesia Inggris Jerman Perancis .74 Sub-urban 307.

450 460 470 480 490 500-599 510 520 530 540 550 560 570 580 590 600-699 610 620 630 640 650 660 670 680 690 Bahasa Bahasa Bahasa Bahasa Bahasa Italia Ibrani Latin Yunani lainnya Ilmu Ilmu ILMU-ILMU MURNI Matematika Astronomi Fisika Kimia Geologi Paleontologi tentang Kehidupan tentang Tumbuh-tumbuhan Zoologi ILMU-ILMU TERAPAN Ilmu Kedokteran Ilmu Teknik Ilmu Pertanian Kesejahteraan Keluarga Manajemen Teknologi Kimia Perindustrian/Manufaktur Manufaktur Barang-barang Khusus Gedung 700-799 KESENIAN 710 Tata Kota & Pertamanan 720 Arsitektur 730 Seni Pahat 740 Seni Gambar & Dekorasi 750 Seni Lukis 760 Seni Cetak/Grafika 770 Seni Potret/Fotografi 780 Musik 781 Prinsip-prinsip Umum dan Bentuk Musik 782 Musik Vokal 783 Musik untuk Suara Tunggal (Solo) 784 Instrumen dan Ensamble 785 Ensamble dgn hanya 1 instrumen per bagiannya 786 Instrumen Keyboard. dan Perkusi 787 Instrumen Bersenar 788 Instrumen Tiup 789 Penggubah dan Tradisi-tradisi Musik 790 Seni Rekreasi dan Pertunjukkan 800-899 810 811 812 813 814 815 816 Bahasa Puisi Drama Fiksi Esai Pidato Surat-surat KESUSASTERAAN Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Indonenesia Indonesia Indonesia . Elektronik.

8 Indonesia : 959.A. Klas dibagi dalam sepuluh Devisi.3 Thailand 959. Pada tahun 1876 Dewey menerbitkan DDC edisi pertama dengan judul “A Classification and Subject index for cataloging and arranging the book and pamphlet of a library. 1945-sekarang 959. system ini disebut Sistem Persepuluhan Dewey (DDC).81 Zaman Purba s/d tahun 1478 959.82 Zaman Penjajahan Belanda 1602-1945 959. Massachusset USA.M.1 Myanmar 959. Makalah Pelatihan Dasar Perpustakaan . dll 930 Sejarah Dunia Kuno sampai tahun 499 931 Sejarah Cina sampai tahun 420 932 Sejarah Mesir sampai tahun 640 933 Sejarah Palestina sampai tahu 70 934 Sejarah India sampai tahun 647 935 Sejarah Mesopotamia & Iran sampai tahun 637 936 Sejarah Eropa Utara & Barat sampai tahun 499 937 Sejarah Italia sampai tahun 476 938 Sejarah Yunani sampai tahun 323 939 Bagian dunia lainnya sampai tahun 640 940 Sejarah Eropa Barat 950 Sejarah Asia 951 Sejarah Cina 952 Sejarah Jepang 953 Sejarah Semenanjung Arab 954 Sejarah India 955 Sejarah Iran 956 Sejarah Timur Tengah 957 Sejarah Siberia 958 Sejarah Asia Tengah 959 Sejarah Asia Tenggara 959.7 Vietnam 959. (Kalangie-Pandey. demikian seterusnya. Edisi ringkas dimaksudkan untuk dipergunakan pada perpustakaan yang memiliki koleksi kurang dari 20. Oleh sebab itu. DDC terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan sehingga dewasa ini telah terbit edisi ke 21. seorang pustakawan di Ambers College.000 judul.6 Kamboja 959.4 Laos 959. A. sedangkan masing-masing Devisi dibagi-bagi lagi ke dalam sepuluh Seksi yang berbeda. dan 18 halaman Index. 1996.817 818 819 820 830 840 850 860 870 880 890 Satir&Humor Indonesia Penulis Indonesia Kesusasteraan Bahasa Daareah Indonesia Sastra Inggris Sasrtra Jerman Sastra Prancis Sastra Spanyol Sastra Ibrani Sastra latin Sastra Yunani Sastra Bahasa lain 900 ILMU BUMI DAN SEJARAH 910 Geografi Umum 920 Biografi/Geneologi 921 Giografi Filsuf & Psikolog 922 Biografi Rohaniwan/Teolog 923 Biografi Ilmuwan Sosial 928 Biografi Sastrawan.83 Zaman Republik. Sistem ini merupakan hasil karya dari Melvil Dewey (1851-1931).9 Filipina 960 Sejarah Afrika 970 Sejarah Amerika Utara 971 Sejarah Kanada 972 Sejarah Amerika Tengah Meksiko 973 Sejarah Amerika Serikat 980 Sejarah Amerika Selatan 990 Sejarah bagian Dunia lainnya (termasuk kepulauan Pasifik) Dalam system klasifikasi Dewey . Di samping edisi lengkap DDC juga tersedia dalam bentuk edisi ringkas. Sejarahwan.5 Malaysia 959.” Pada terbitan tersebut hanya terdiri dari 42 halaman yang berisi 12 halaman Pendahuluan. 12 halaman Bagan.

Uraian pada publikasi ini didasarkan pada Terjemahan Ringkasan Klasifikasi Desimal Dewey & Indeks Relatif. Sitem klasifikasi selain DDC adalah : • Universal Decimal Classification (UDC. Contoh subyek untuk membuat pengklasifikasian koleksi non buku ini (elektronik) : G: General . pro Protestan. L : Sejarah Negara (Politik & Gereja ). B : Bahasa (fiksi ) . Jakarta. 2004) Untuk menampung keluhan terhadap DDC yang pro Amerika.M. 1899) • Union Theological Seminary Library Classification System Union Theological Seminary Libraray Classification System menggunakan huruf alfabetis sebagai dasar untuk merencanakan setiap bagian ilmu yang berhubungan kepada agama. Sedangkan perpustakaan musik gereja terdiri dari 3 klasifikasi yang berbeda : • Berdasar hari-hari khusus : Paskah. Di samping itu beberapa pustakawan lain mengadakan terjemahan dan melakukan adaptasi untuk subyek-subyek tertentu. N : Misi . Jakarta. . DDC menyediakan opsi (pilihan) yang dapat dipertimbangkan oleh pengguna DDC. D : Perjanjian Lama . F : Perjanjian Baru . 1899) • Library of Congress Classification (LCC. Advent. A.A. O : Kantata dan pidato . Notes and Decisions) (Kalangie-Pandey. Z : Poligrafi. Kemutakhirannya dilakukan dengan selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan.Gereja. • Berdasar jumlah alfabet dari kata utama judul. J : Musik Anak . Untuk komunikasi dengan pengguna tersedia warta (newsletter) dengan judul DD& (Decimal Classification Added. O : Kepercayaan. Di Indonesia misalnya klas 2X0 (Islam). H : Sejarah Umum . dan hanya sebagian kecil saja yang menggunakan UDC (Universal Decimal Classification. Natal. Sekolah Tinggi Teologi Jakarta. Saat ini DDC dipergunakan oleh lebih dari 135 negara di dunia dan diterjemahkan ke dalam lebih dari 30 bahasa. hampir semua perpustakaan di Indonesia menggunakan DDC. I : Sejarah Umum Gereja. A : Ensiklopedia Umum. yaitu The Lake Placed Education Foundation and The Library of Conggress di Amerika Serikat. Y : Musik Muda-mudi. 1899) yaitu pada beberapa Perpustakaan Khusus. J : Sejarah Umum (Doktrin) . R : Musik . Sekolah Tinggi Teologi Jakarta. Di Indonesia DDC sangat popular penggunaannya. diterbitkan oleh Perpustakaan Nasional RI pada tahun 1993. Minimal setiap sepuluh tahun DDC keluar dengan edisi revisi terbarunya. DDC edisi ringkas telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Perpustakaan Nasional RI. K : Denominasi Umum . Makalah Pelatihan Dasar Perpustakaan Gereja. E : Literatur . 410 (Bahasa Indonesia) dan 810 (Sastra Indonesia) adalah contoh memanfaatkan opsi yang diberikan DDC. pro Sastra Amerika dan sebagainya. C : Alkitab (lengkap) . • Berdasar komposer : alfabetis nama lanjutan. G : Literatur Kristen . 2004) Kelestarian DDC tetap terus terjaga karena adanya sebuah lembaga yang mengawasinya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful