Anda di halaman 1dari 7

Nama : Aldo Noviardo

NPM : 0855051002

Jurusan : Teknik Geofisika

GEOFISIKA TEKNIK DAN LINGKUNGAN

1. Jelaskan apa saja tujuan dari investigasi geofisika! Dan geofisika teknik dan lingkungan!

2. Kontras besaran fisika apa saja yang digunakan dalam investigasi geofisika? Dan jelaskan metoda
geofisika yang dapat mendeteksi besaran fisika tersebut?

3. Apa yang dimaksud dengan metoda aktif dan pasif dalam geofisika? Jelaskan dan sebutkan contoh
– contohnya?

4. Jelaskan hubungan antara besar dan kedalaman benda target dengan desain survey (arah lintasan
dan kerapatan titik pengukuran ) agar suatu survey dapat dengan baik mencitrakan benda bawah
permukaan!

5. Jelaskan apa yang dimaksud dengan 4D microgravity? Besaran apa saja yang diukur? Apa yang
bisa dijelaskan dari survey ini berkaitan dengan geofisika teknik dan lingkungan?

6. Jelaskan apa yang dimaksud dengan GPR? Apa yang bisa dideteksi dari survey ini berkaitan
dengan geofisika teknik dan lingkungan?

1. Tujuan dari investigasi geofisika yaitu :

 Menentukan keadaan litologi di dalam lapisan bumi. Hal ini sangat bermanfaat bagi seorang
geofisikawan sebagai contoh untuk memperkirakan pencarian air tanah serta mengetahui jenis
batuan penyusun lapisan di dalam bumi seperti batu pasir, kerikil, lempung dan lain - lain.

 Mendeteksi bidang patahan dan bidang diskontinuitas lapisan bumi yang merupakan hal
penting dalam menentukan kemungkinan celah sempit / rekahan yang menghubungkan
antarlapisan bumi.
Pada gambar, bidang diskontinuitas memiliki celah yang menghubungkan lapisan atas dengan
bawah sehingga kemungkinan terjadi kontaminasi.

 Mengeksplorasi lokasi limbah yang terpendam, salurannya dalam lapisan bumi, serta tempat
tersimpannya. Hal ini juga merupakan tujuan dari geofisika lingkungan. Endapan limbah
merupakan masalah lingkungan yang penting selama 50 tahun ini. Misalnya air tanah sering
terkontaminasi oleh kerikil kecil yang membentuk reruntuhan serta bahan limbah industri
berbahaya yang terpendam dalam tanah seperti pada gambar.

(lapisan bawah permukaan)

(kerikil) (limbah)

(level air tanah)

(lempung) (campuran kontaminasi)

Tujuan geofisika teknik yaitu :

 Sebagai cara dan aplikasi untuk menginvestigasi lokasi untuk bidang keteknikan.
Kemudian memberi informasi tentang keadaan bawah permukaan seperti identifikasi
potensi bencana geologi dan menentukan kondisi tanah

( contoh kondisi tanah adalah kedalaman dari permukaan bedrock / strata batuan dan
keadaan geologis air pada tanah dan batu )

2. Kontras besaran fisika dalam investigasi geofisika dan metode yang digunakan adalah:
a. Densitas (�) => Metode Gravity (menggunakan konsep )

=> Metode seismik refraksi dan seismik refleksi (menggunakan Hukum Snellius dan Huygens).
Keduanya biasa digunakan untuk eksplorasi hidrokarbon dan studi geologi regional.

b. Modulus Elastis => Metode seismik refraksi dan seismik refleksi, menggunakan konsep

tegangan ( ), regangan ( ), Modulus Young (Y), Bulk (K), Rigiditas (μ), Rasio Poisson

(σ). Selain eksplorasi hidrokarbon dan studi geologi regional juga untuk investigasi
keteknikan.

c. Suseptibilitas magnet, k (kemampuan benda untuk termagnetisasi) => Metode magnetik


dengan konsep Im = k.H atau Intensitas Magnet = Suseptibilitas x Medan Magnet.
Umumnya untuk eksplorasi hidrokarbon, studi geologi regional, investigasi keteknikan
eksplorasi endapan mineral, lokasi logam terpendam, lokasi arkeologi.

d. Resistivitas atau hambatan jenis (�) => Metode resistivity, Metode Induksi Polarisasi,
Magneto-tellurik (sumber listrik petir, frekuensi semakin rendah penetrasi semakin dalam), dan

Metode Elektromagnetik. (Konsep dasar R = dikembangkan menjadi �V =

). Umumnya untuk eksplorasi endapan mineral, studi geologi regional,

investigasi hidrogeologi, rongga bawah permukaan (gua air tanah), lokasi logam terpendam,
lokasi arkeologi.

e. Konduktivitas (kebalikan dari resistivitas, σ = 1/ �) => Metode elektromagnet GPR yang


umumnya digunakan untuk investigasi keteknikan, lokasi arkeologi, dan geofisika forensik.
f. Konduktansi dan Induktansi listrik => Metode elektromagnet dan VLF. VLF memanfaatkan
medan elektromagnet yang dibangkitkan pemancar radio berfrekuensi rendah (15 KHz-
30KHz). Umumnya untuk eksplorasi endapan mineral.

g. Permitivitas listrik (ε) dan permeabilitas magnet (μ) => Metode georadar yang umumnya
digunakan untuk investigasi keteknikan, lokasi arkeologi, geofisika forensik.

h. Kapasitansi (C, kemampuan menyimpan muatan listrik) => Metode Induksi Polarisasi dengan
konsep C = Q/V. Umumnya untuk eksplorasi endapan mineral.

i. Perbedaan potensial listrik => Metode Spontaneus Potential yang mengukur beda potensial 2
titik berbeda menggunakan 2 elektroda. Umumnya untuk eksplorasi endapan mineral dan
investigasi hidrogeologi.

3. Metode dalam geofisika terbagi menjadi dua, metode aktif dan metode pasif.

Metode aktif adalah metode yang memberikan transmisi sinyal buatan ke dalam lapisan bumi. oleh
suatu sumber atau pemancar kemudian sinyal tersebut ditangkap kembali oleh receiver di
permukaan untuk mendapatkan data dan informasi. Sebagai contoh yaitu metode seismik dan
elektromagnetik.

Metode pasif adalah metode yang langsung mendapatkan data berdasarkan hasil pengukuran
observasi. Sebagai contoh yaitu metode gravity dan magnetik.

-Metode Pasif : Obje Hasil pengukuran observasi Mendapatkan data langsung


k

Obje
k
-Metode Aktif : Transmisi sinyal menuju respon Mendapat data yang telah
dimodifikasi objek dan
ditangkap receiver

4. A B C D E F Titik Pengukuran

model
kedalaman

Untuk mendapatkan anomali yang diinginkan, kerapatan titik pengukuran jangan terlalu
renggang, disesuaikan atau menyinggung model dan titik pengukuran lain sebagai pembanding.
Arah lintasan pengukuran tegak lurus dengan pencitraan model. Pengukuran dilakukan
sepanjang profil area untuk mendeteksi kontras besaran fisika. Kemudian menentukan variasi
parameter fisika sebagai fungsi kedalaman. Ada model yang langsung mengambarkan hasil
struktur secara spesifik dan ada juga model yang menentukan struktur kausatif dari observasi
(model invers).

5. 4D microgravity adalah metode gaya berat mikro menggunakan dimensi waktu bermanfaat
untuk memonitoring perubahan dinamis dari sistem bawah permukaan bumi. Metode ini
menggunakan gravimeter digital yang teliti karena anomali 4D microgravity sangat kecil (<
100 �Gal) dan stasiun pengamatan, elevasi, lintasan titik yang harus tetap (jadi minimal
dibutuhkan 2 gravimeter, di stasiun dan di lapangan). Pada permukaan bumi, perubahan gaya
berat menggambarkan perubahan densitas di bawah permukaan akibat dari produksi dan injeksi
fluida sehingga anomali 4D microgravity relatif dengan hasil pengukuran sebelumnya karena
dipengaruhi oleh

a. Perbedaan musim hujan dan kemarau

b. Penurunan atau amblesan tanah (Land subsidence)

c. Pengurangan massa air di bawah permukaan (Produksi di Reservoir)


d. Penambahan massa air di bawah permukaan (Injeksi air di Reservoir)

e. Pengurangan dan penambahan tekanan di bawah permukaan

Besaran yang diukur yaitu

 ∞∞∞ ∆ρ ( α , β , γ , ∆t )( z − γ ) 
(g − g obs (1) ) =  G ∫ ∫ ∫ dα dβ dγ  − (0,308765 − 0.04193ρ )(h2 − h1 )
obs ( 2 )
 [
 0 − ∞− ∞ ( x − α ) 2 + ( y − β ) 2 + ( z − γ ) 2 ] 3/ 2 

 Nilai gravitasi observasi 1 dan 2, koreksi udara bebas (FAC) = 0,308765, koreksi Bouger
(BC) = 0,04193�, koreksi medan (TC) = h2 - h1, dan nilai gravitasi teori dengan dimensi
volume dan waktu. Koreksi lintang tidak disertakan karena elevasi tetap.

Aplikasi 4D microgravity untuk geofisika lingkungan dan teknik adalah untuk identifikasi
struktur geologi bawah permukaan dengan menelusuri kontras densitas dan bentuk geometri
modelnya. Selain itu 4D microgravity juga mendukung aplikasi studi dekat permukaan (near-
surface geophysics), untuk monitoring (dynamic changes of subsurface systems) serta
perkembangan akurasi gravimeter digital (1 µGall).

Contoh studi dekat permukaan : amblesan tanah (subsidence), hidrologi, deliniasi rongga atau
terowongan, deteksi gua

6. GPR atau Ground Penetrating Radar adalah metode geofisika yang bersifat aktif dan
mempelajari kondisi bawah permukaan berdasarkan sifat elektromagnetik dengan
menggunakan gelombang radio berfrekuensi antara 1 – 1000 MHz dan GPR merupakan
metode refleksi atau pantulan gelombang elektromagnetik. 3 jenis pengukuran GPR :

a. Refleksi => Continuous Reflection Profiling (CRP)

b. Velocity sounding = Common MidPoint (CMP) yang digunakan untuk


memperkirakan kecepatan vs kedalaman.

c. Transiluminasi = GPR tomografi

3 besaran penting dalam metode GPR :


• kecepatan fasa, ν : perambatan gelombang elektromagnet di dalam medium

• koefisien atenuasinya, α

• jangkauan atau skin depth, δ

Berkaitan dengan geofisika teknik dan lingkungan, survey GPR memancarkan sinyal penetrasi
ke dalam tanah yang dapat dipantulkan atau diteruskan kemudian sifat kelistrikan tanah
berubah, terutama konstanta dielektrik (K). Dalam rentang frekuensi ini, konduktivitas
menyebabkan kecepatan atenuasi (α ) sehingga menjadi anomali untuk studi kasus arkeologi.