Anda di halaman 1dari 12

analisis, Maret 2008, Vol 5 No.

1: 53-64 ISSN 0852-8144

VALUASI EKONOMI SUMBERDAYA ALAM D AN LINGKUNGAN PES IS IR


KOTA BONTANG KALIMANTAN TIMUR

Juni Astuti, M. Nurdin dan Ahmad Munir

ABSTRACT

Economic valuation on natural resou rces is required in the purposes o f environmental accounting in a
coastal zon e. T he coastal zone o f Bontang is one o f the coastal area in E ast Kalimantan wh ere is
positioned petrochemical industries and it hav e potential n atural resources. T his condition becomes a
primary reason to condu ct economic valu ation study in this region. T he objective o f this study is to
valuate co astal natural resou rces in the region. From this study, it was found that the high est value o f
natural resources is attributed to coral reef (1.8 T rillion Rupiah) and the less value attributed to
mangrove as wood production forest (3.2 Billion Rupiah). T he total value of overall coastal natural
resources is 2.4 T rillion Rupiah.

Key words : natural, resources, accounting, environmental, coastal, Bontang

PENDAHULUAN faktor p enting lainny a. Semu a factor-


M emasuki abad ke 21, p em- faktor ini merupakan komp onen y ang
salin g terkait dalam sistem p esisir.
bangun an p esisir dan kelautan
Untuk mencap ai op timalisasi p eman-
Indonesia dihad apkan pada beberap a
faatan sumberday a p esisir diperlukan
realitas dan kecenderun gan ke dep an.
adany a neraca sumberday a p esisir dan
Beberap a realitas dan k ecend erun gan
lautan yang memerlukan penilaian
ke dep an tersebut adalah day a dukun g
ekonomi (v aluasi ekonomi) terhadap
sumber day a di darat dari waktu ke
cadan gan p emanfaatan sumberd ay a
waktu semakin berkurang, sementara
jumlah p enduduk serta p endap atan alam.
Pada makalah ini dibahas tentang
masy arakat semakin menin gk at. Oleh
valuasi ekono mi sumberday a p esisir
karena itu, p ermintaan baran g dan jasa
dan kelautan Kota Bontang sebagai
di masa mendatan g ak an terus
kota y ang men gand alkan sumberd ay a
menin gkat y ang semakin tidak dap at
dipenuhi lagi dari hasil-h asil pesisir dan kelautan sebagai andalan
masa dep an (Renstra Kota Bontang
p enday agunaan sumberday a daratan.
Tahun 2001-2005, 2001; PEM KOT
Sebagai konsekuensinya, tuntutan
Bontang, 2003). Kawasan p esisir Kota
untuk memanfaatkan sumberd aya laut
Bontang merup akan k awasan dimana
dimasa mendatan g akan menin gkat.
terletak beberap a industri strategis
Beberap a keny ataan y ang terjadi
yang merup akan andalan ekono mi
dalam lingkun gan sy stem pesisir
nasional. Kota ini telah menjadi salah
adalah : p eningk atan jumlah p enduduk,
kegiatan industri, p encemaran, satu kota p enting di Indon esia karena
posisiny a sebagai lokasi industri
sedimentasi, ketersediaan air bersih,
pengolahan gas dan industri p etro
p engelolaan secara berlebih an dan

53
Juni Astuti et al ISSN 0852-8144

kimia. Valuasi ekonomi dilakukan pada tiga sumberdaya y ang telah


dengan tujuan untuk menjadi masukan disebutkan y aitu: sumberdaya
neraca sumberdaya alam p esisir untuk man grove, terumbu kar ang dan
menin gkatkan up ay a optimalisasi perikanan tangkap dan lahan p esisir.
p emanfaatan sumberday a p esisir dan Valu asi ekonomi sumberday a p ulau
kelautan di Kota Bontang. yang memp unyai p otensi keindahan,
Posisi geo grafis Bontang adalah keaslian d an keunik an (untuk
117o 23' Bujur T imur samp ai 117o 38 ' pengemban gan p ariwisata) tidak
Bujur T imur dan 0o01' Lintang Utara dibahas pada makalah ini.
Wilayah pesisir ditinjau dari
samp ai dengan 0 o12 ' Lintang Utara,
2. berbagai macam p eruntukanny a
menemp ati wilay ah seluas 497,57 km
merup akan wilay ah y ang sangat
. Kota Bontang seb agai kota baru y ang
produktif (Sup rihary ono, 2000) karena
sedang berk emban g dim ana dua
industri besar (PT . Badak dan PT . kawasan pesisir memp uny ai
sumberday a y ang cukup potensial
Pupuk Kaltim) menjadi p enggerak
sekaligus merupakan temp at
utama p embangunan kota sangat
terakumulasiny a bahan sisa y ang
p enting memp erhatikan day a dukung
berasal dari hu lu dan setempat y ang
dan nilai sumberday a alam pesisir
merup akan buangan berbagai macam
y ang menjadi sumb erday a utama
aktifitas kehidupan manusia.
keberlan gsun gan (sustainab ility)
kehidup an kota. T ujuan makalah ini
Ekosistem Mangrove dan Perikanan
adalah membuat suatu analisis valuasi
Budidaya
ekonomi k awasan pesisi Kota
Pada tahun 1970-1980, luas hutan
Bontang. Hasil valu asi ini dap at
man grove dun ia berkur an g sekitar
menjad i bahan pertimban gan dalam
700.000 ha untuk p enggunaan lahan
menentukan arah dan strategi
lainny a. Namun demikian p enurunan
p embangunan kota p ada masa y ang
tersebut juga terjadi di negara lain
akan datang. Hasil valuasi ekono mi
sep erti Pilip ina (41 % pada tahun 1965
juga dih arap kan menjadi masukan
-1980), Sin gap ura ( 75 % p ada 1978),
kepada kedua industri besar tersebut
Malaysia ( 20-30 % p ada tahun 1965-
dalam up ay a men gelo la lin gkun gan
1980), Australia ( 1,5 %), Puerto Rico
dan mengembangk an kesejateraan
(75 %) dan India y ang k ehilan gan
masy arakat (community development)
150.000 ha (Intromarc and Amsat,
y ang menjadi lin gkun gan strategisny a.
1997).
M enurut Steenis (1978), man grove
Sumberdaya Pesisir
adalah vegetasi hutan yang tumbuh di
Sumberd ay a p esisir melip uti antara garis p asan g surut. Nybakken
sumberdaya man grove, terumbu (1988), meny atakan hutan man grove
karan g, p erikanan tan gkap dan lahan adalah sebutan umum yan g digun akan
p esisir, estetika, energi gelo mban g, untuk menggambarkan suatu
p asang surut dan mineral. C akup an komunitas p antai trop ik y ang
p embahasan dalam mak alah in i hany a didominasi oleh beber ap a sp ecies

54
natural, resources, accounting ISSN 0852-8144

p ohon y ang khas atau semak-semak nelay an, p enduduk p esisir, dan devisa
y ang memp uny ai kemamp uan untuk negara y an g ber asal dari p erikanan dan
tumbuh dalam p erairan asin. Hutan pariwisata.
mangrove d isebut ju ga “ Coastal Pertumbuhan karang dan
Woodland” (hutan p antai) atau “Tidal peny ebaran terumbu karan g tergantung
Forest” (hutan surut)/hutan bakau, pada kondisi lingkun gany a. Kondisi
y ang merup akan form asi tumbuhan ini p ada keny ataannya tidak selalu
litoral y ang kar akteristikny a terdap at tetap , akan tetap i seringkali berubah
di daerah trop ika (Saen ger, 1983) karena ad any a gan gguan baik y ang
berasal dar i alam atau aktivitas
Ekosistem Terumbu Karang dan manusia. Faktor faktor kimia dan fisik
Padang Lamun yang diketahui dap at memp engaruhi
kehidup an dan atau laju p ertumbuhan
T erumbu karang merup akan ekosistem
laut y ang p aling produktif dan p aling karan g antara lain cah ay a matahari,
suhu, salinitas dan sedimen.
tinggi keaneka ragaman hay atiny a.
Sedan gk an faktor biolo gis biasany a
Berdasarkan d ata y ang d ikumpulkan
berup a p redator atau p emangsany a
selama Eksp edisi Snelius II (1984), d i
(Sup rihary ono, 2000).
p erairan Indonesia terdapat sekitar 350
sp esies karang keras y ang termasuk ke
Metoda Valuasi Ekonomi
dalam 75 genera. Sup rihary ono (2000)
mengemukakan bahwa karen a Potensi sumberdaya alam Kota
p roduktivitas y ang tinggi tersebut Bontang terdiri dari hutan mangrov e,
memun gkink an terumbu karan g terumbu karang dan lah an p esisir.
merup akan temp at p emijahan, Berikut ini dijelaskan m etoda y ang
p engasuhan dan men cari mak an dar i digun akan untuk m elakukan valu asi
kebany akan ikan. Oleh kar ena itu dari ketiga sumberday a tersebut.
secara otomatis p roduksi ikan d i Metoda ini men gikuti m etoda y ang
daerah terumbu kar an g san gat tinggi. telah digunak an oleh Sup armoko dkk
Pada ekosistem p adang lamun, (2005).
keran gka hewan kar ang berfun gsi
sebagai temp at berlindung atau temp at Nilai Ekonomi Hutan Mangrove
menemp elny a biota laut lainny a. Nilai ekonomi kay u hutan
Sejumlah ikan p elagis bergantung p ada
man grove d apat dihitung den gan
keberadan terumbu kar ang p ada masa
rumus
larvany a. T erumbu karan g ju ga
merup akan habitat bagi bany ak sp esies
Vkm = [(Lu × Q ) + (Ltu × α )]× Rkm /1/
laut. Selain itu, terumbu karan g dap at
berfungsi seb agai p elindun g p antai
Vkm =Nilai kayu mangrove, Lu=Luas
dari erosi. Dari sisi sosial ekono mi, hutan utuh (ha), Ltu=Luas lahan tidak
terumbu karang adalah sumber
utuh (ha), α =konstanta p ersentase
p erikanan y ang p roduktif, sehin gga
produksi hutan tidak utuh dan R km =
dapat meningkatkan p endap atan
unit rent kay u mangrove.

55
Juni Astuti et al ISSN 0852-8144

Hutan mangrove sebagai nursery Vn=nilai terumbu karan g sebagai


ground memp uny ai nilai ekonomi temp at kehidupan ikan, β =koefisien
y ang dap at dihitung dengan rumus terumbu karan g y an g utuh, Lt=luas
sebagai berikut: terumbu karan g total dan Un=nilai rent
terumbu karang sebagai nursery
Vng = LXBt /2/
ground.
Vng = nilai nursery ground,
L = luas (ha) dan Nilai Ekonomi Perikanan Tangkap
B t = Biay a tambak. Nilai ekonomi p erikanan tangk ap
pada kawasan p esisir dap at dihitung
Untuk menghitung nilai ekonom i dengan men ggun akan p endekatan
hutan mangrov e sebagai nursery produksi ikan dan unit rente ekonomi
ground dap at digun akan p endekatan ikan sep erti berikut:
biaya p embuatan tambak p ada daerah
setemp at (Bontang). Vi= Q X Ri /5/
Nilai ekono mi hutan mangrov e
Vi= rente ekonom i ikan, Q=produksi
sebagai p elindun g abrasi dap at
ikan p ertahun, Ri=unit rente ikan.
dihitung den gan persamaan ber ikut:
Nilai Ekonomi Lahan Pesisir
L Lahan p esisir terdiri dari beberap a
V pa = × T t × Bt /3/
KH jenis p enggun aan. Nilai ekonomi lah an
Vpa = nilai hutan m an grove sebagai dap at dihitung dengan pendekatan:
p elindung abr asi,
L = luas hutan manrove (ha) n

K H = ketebalan hutan man grov e, Vh = ∑ (L h × Fi ) /6/


i =1
T t = tinggi tembok p elindun g abr asi,
Vh=nilai ekono mi lahan p esisir,
B t = biaya p embuatan tembok
2 Lh=luas lah an (ha) dan Fi=fungsi lah an
p elindung abr asi (Rp /m ).
ke i
Nilai hutan man grov e sebagai
p elindung abrasi dap at diasumsikan Potensi dan Perhitungan Valuasi
sama dengan biay a pembangun an Ekonomi S umberdaya Pesisir Kota
p ematang tambak den gan tinggi 2 m. Bontang
Nilai Ekonomi Terumbu Karang Potensi Pesisir Bontang
T erumbu karan g sebagai temp at Kota Bontang sebagai kota y ang
kehidup an ikan, v aluasi ekonominy a berbatasan dengan Selat Makassar,
dapat dihitung dengan men ggunak an secara geo grafis m erupakan salah satu
rumus: kota p esisir di Kalimantan T imur.
Penggunaan lahan p ada kota tersebut
Vn = β × Lt × U n /4/ sebagai ber ikut:

56
natural, resources, accounting ISSN 0852-8144

T abel 1. Penggun aan lahan di Kota Bontang

Penggunaan Lahan Luas (ha)


Belukar 13.685,06
Jalan 287,15
Ladan g/k ebun 3.628,46
Lahan T erbuka 929,46
M angrove di lah an 145,69
Permukiman 14,55
Rawa 14,27
Semak/Padan g ru mp ut 0,69
T ambak 510,29
Badan Air 199,59
Luas T otal 19.415,21
Sumber : Bontang dalam an gka (2004)

T abel 2 . Potensi laut, mangrov e dan p adan g lamun di Kota Bontang

Potensi Laut Luas (ha)


Luas Laut Bontang 34977,00
M angrove 600,00
T erumbu Karang 8744,00
Padang Lamun 13990,8
Sumber : Bontang dalam an gka (2004)
3
Valuasi Ekonomi Hutan Mangrove Rp 130.000/m . Dengan memp er-
hitungkan b iay a teban g, biay a an gkut
Hutan Mangrove Sebagai Produsen
dan tingk at suku bunga didap atkan
Kayu
nilai hutan man grove sebagai produsen
Perhitungan v aluasi hutan mangrov e kay u. Hasil p erhitungan dap at dilihat
sebagai b ahan b angunan men ggunak an pada T abel 3 berikut.
p ersamaan 1. Pada p erhitungan ini
menggunakan har ga kay u mang-
rove sebagai bahan bangun an

57
Juni Astuti et al ISSN 0852-8144

T abel 3. Valuasi hutan g man grove sebagai p rodusen kay u.


Biaya/harga Nilai S atuan
Harga Kayu M angrove Untuk
3
Bahan Bangunan 130.000,00 Rp /m
3
Biay a T ebang 7.000,00 Rp / m
Biay a Angkut 10.000,00 Rp / m3
3
Laba Kotor 113.000,00 Rp / m
T ingkat Suku Bunga 0,18
3
Nilai L aba L ay ak 3.060,00 Rp / m
3
Nilai Unit Rente 109.940,00 Rp / m
Luas Hutan T otal 600,00 ha
Luas Hutan Utuh 414,00 ha
Luas Hutan T idak Utuh 186,00 ha
Produksi Kay u/Hektar 65,00 m3/ha
Alpa 0,25
RKM 109.940,00 Rp / m3
Nilai Kay u 3.290.779.050,00 Rup iah
Sumber: Data sekunder setelah diolah (2006)

Dari T abel 3 terlihat bahwa den gan Hutan Mangrove S ebagai Nursery
memp erhitungkan biay a tebang Rp Ground
7000/m3 dan biaya an gkut Perhitungan valuasi hutan
3
Rp10.000/m dan tingkat suku bunga man grove sebagai nursery ground
18 %, maka did apatkan nilai ekonom i men ggunakan p ersamaan 2.
hutan man grove di Kota Bontang Perhitungan ini men ggunak an
sebagai p rodusen kay u adalah masukan biay a p embuatan tambak di
Rp3.290.779.050,-. Kota Bontang sebesar Rp 15.000/m2
dan frekwensi investasi satu kali d alam
5 T ahun (T abel 4).

T abel 4.Valuasi Hutan Mangrove Sebagai Nursery Ground


Biaya/Harga Nilai S atuan
2
Biay a Pembuatan T ambak 15.000 Rp /m
Frekwensi Investasi 5 T ahun
2
Konversi Luas 1 ha 10.000 m
M anfaat Ekonomi 30.000.000 Rp / m2
Luas T ambak di Bontan g 510 ha
Nilai Hutan M angrove Sebagai
Nursery Ground 15.308.700.000 Rup iah
Sumber : Data sekunder setelah dio lah (2006)

58
natural, resources, accounting ISSN 0852-8144

Dari T abel 4 didapatkan nilai ekonomi Hutan Mangrove Sebagai Pelindung


hutan man grove di Kota Bontang Abrasi
sebagai nursery ground ad alah Rp Hutan mangrov e m emp uny ai
15.308.700.000,-. Nilai ini lebih tinggi fungsi p engamanan p antai y ang sangat
dari hutan man grove sebagai p rodusen penting y aitu sebagai p elindun g dari
kayu. pengikisan p antai (abrasi). Hasil
perhitungan valuasi ekonomi hutan
man grove seb agai p elindun g abr asi
dilihat p ada T abel 5.

T abel 5. Valuasi ekono mi hutan man grove sebagai p elindun g abrasi

Biaya/Harga Nilai S atuan


2
Biay a Pemban gunan T ambak T inggi 2 m 75.000 Rp / m
Rata-Rata Ketebalan 50 M
Persentase Utuh 0,69
Panjan g p antai hutan mangrov e utuh 83.200 M
Nilai Ekono mi M angrove seb agai
Pelindun g Abrasi 6.240.000.000 Rup iah
Sumber : Data sekunder setelah dio lah (2005)

Perhitungan p ada T abel 5 Nilai Ekonomi Terumbu Karang


menggunakan pendekatan biay a
Batu Karang Sebagai Bahan
p embangunan tambak setin ggi 2 m
Bangunan
y ang berlaku di Kota Bontang seb esar
2
Rp 75.000/ m dan memp erhitungk an Karang y ang mati m emp uny ai
p rosentase hutan mangrove y ang utuh potensi sebagai bahan ban gun an untuk
65%. Dari p endekatan tersebut di- kep erluan aktifitas p embangun an di
p eroleh valuasi ekonom i hutan man g- Kota Bontang. Batu untuk bahan
rove sebagai p elindun g abrasi di Kota bangun an di Kota Bontang harus
Bontang sebesar Rp 6.240.000.000,- didatangkan dari luar p ulau
diantarany a dari Donggala, Sulawesi
Tengah. Valu asi terumbu kar an g
sebagai bahan ban gun an dap at dilihat
pada T abel 6.

59
Juni Astuti et al ISSN 0852-8144

T abel 6. Valuasi batu karan g seb agai b ahan ban gun an


Biaya/Harga/Kuantitas NIlai S atuan
Harga B atu Karang Seb agai B ahan
3
Bangun an 65.000 Rupiah/m
Luas T erumbu Karan g 8.744 ha
Persentase Yan g Rusak 0,45
3
Potensi Batu Karang Rusak 3.935 m /ha
3
Potensi Batu Karang Rusak T otal 34.405.891 m /ha
Perkiraan Unit Rent 0,82
Unit Rent 53.040 Rupiah

Nilai Batu Ekonomi Batu Karan g 1.824.888.469.248 Rupiah


Sumber : Data sekunder setelah dio lah (2005)

Perhitungan Tabel 6 men ggunak an Terumbu Karang Sebagai Habitat Ikan


harga batu sebagai bahan bangun an T erumbu karang m emp uny ai
y ang berlaku di Bontan g Rp 65.000/m3 fungsi eko lo gis y ang san gat p enting
dan luas terumbu karan g y an g rusak terhadap kelimp ahan organism e di
3.935 ha, maka d ip eroleh valu asi batu perairan. Salah satu fungsi terumbu
karan g sebagai bahan bangun an karan g adalah sebagai temp at habitat
sebesar Rp 1. 824.888.469.248. (1,8 ikan. Valu asi ekonomi terumbu kar an g
T rilliun) sebagai hab itat ikan adalah sebagai
berikut:

T abel 7 . Valuasi ekono mi terumbu kar ang sebagai habitat ikan di Kota Bontang.
Biaya/Harga/Kuantitas Nilai Satuan
Luas T erumbu laran g total 8.744 ha
3
Biay a Pembuatan kolam 15.000 Rp /m
2
Konversi 1 ha 10.000 m
Frekwensi Investasi 5 Tahun
Manfaat Masih Utuh 30.000.000 Rp /ha
Persen Areal T idak Rusak 0,55

Nilai Ekono mi T erumbu Karan g


Sebagai Habita ik an 144.276.000.000 Rup iah
Sumber : Data sekunder setelah dio lah (2005)

60
natural, resources, accounting ISSN 0852-8144

Perhitungan ini men ggunak an Nilai Ekonomi Ikan Tangkap


p endekatan biay a p embuatan kolam
Kawasan p esisir Bontang mem ilik i
sebagai nursery ground sebesar Rp
potensi ikan tangkap y ang cukup
15.000/m3. Dengan memp erhitungk an
memad ai, m enurut data Dinas
frekwensi investasi sekali d alam 5
Perikanan dan Kelautan Kota Bontang
T ahun dan p ersentase terumbu karang
(Master Plan dan Action Plan KSP
y ang tidak rusak 55 % mak a
Bontang, 2004) d isebutkan bahwa
didap atkan valuasi ekonomi terumbu
potensi lestari ikan tan gkap di kawasan
karan g sebagai habitat ikan sebesar pesisir adalah 1.083 ton/tahun. Hasil
Rp.144.276.000.000.-.
valuasi ekonomi dap at dilihat p ada
Tabel 8 berikut.

T abel 8. Valuasi ekono mi ik an tangk ap di kawasan p esisir Bontang


Harga/Biaya/Kuantitas Nilai Satuan
Potensi lestari 1.083.540 kg/tahun
Harga p erkuintal ikan basah 750.000 Rp /kwintal
Biay a p enangkap an 1 x melaut 275.000 Rp
Nilai p endap atan kotor 475.000 Rp /kwintal
Persen balas jasa pen gusaha 0,15
Balas jasa pen gusaha 41.250 Rp /xmelaut
Nilai unit rente 433.750 Rp /kwintal
Inflasi bahan p an gan 1,50
Nilai unit rente termasuk inflasi 289.167 Rp /kwintal
Nilai Ekono mi ik an tangkap 313,323,650,000 Rup iah
Sumber : Data sekunder setelah dio lah (2005)

Hasil p erhitungan T abel 8 pemukiman, kawasan industri,


menggunakan Persam aan 5. Dengan budiday a tambak d an lainny a. Leb ih
menggunakan data p otensi tangkap dari 70 % dari total luas wilayah Kota
lestari dan input p roduksi maka Bontang terdiri dari lautan. Kondisi ini
didap atkan nilai ekonomi ikan tangk ap meny ebabkan ketersediaan lah an
di Kawasan p esisir Bontang y aitu menjad i terbatas. Valuasi ekonom i
Rp313.323.650.000,-. lahan kawasan p esisir Bontang dap at
dilihat p ada T abel 9.
Nilai Ekonomi Lahan Pesisir
Pemanfaatan lahan p esisir Kota
Bontang terdiri dari lad an g,

61
Juni Astuti et al ISSN 0852-8144

T abel 9. Nilai ekonomi lahan p esisir Bontang


Biaya/Harga/Kuantitas Nilai S atuan
Luas lahan 19.415,2 ha
Lahan untuk p erkebunan dan lainny a 4.573,2 ha
Nilai sewa lahan 2.500.000,0 Rp /ha
Nilai lahan untuk perkebunan 11.432.900.000,0 Rp
Lahan tambak d an lain lain 14.195,4 ha
Nilai sewa lahan untuk tambak 6.500.000,0 Rp /ha
Nilai lahan untuk tambak dan lain lain 92.269.775.000,0 Rp
Nilai lahan p esisir 103.702.675.000,0 Rup iah
Sumber : Data sekunder setelah dio lah (2005)

Hasil p erhitungan T abel 9 karan g dan ikan tangkap dan lah an


menggunakan Persamaan 6. pesisir maka dip eroleh nilai ekonom i
Perhitungan ini men ggunak an nilai total kawasan p esisir Bontang yaitu Rp
sewa lahan untuk p erkebunan dan 2.411.030.273.298,- atau 2,4 T rilliun
p ertambakan dan selan jutny a diperoleh Rup iah. Nilai in i belu m
nilai lahan p esisir sebesar Rp memp erhitungkan n ilai keindah an,
103.702.675.000,-. keaslian d an keunikan kawasan p esisir
yang memp unyai p otensi pengem-
Valuasi Ekonomi Total Kawasan bangan pariwisata.
Pesisir Kota Bontang
Dengan memp erhitungkan n ilai
ekonomi hutan man grove, terumbu

T abel 10. Valuasi ekono mi sumberd ay a pesisir Bontang


1 Nilai Ekonomi Hutan Mangrove Nilai (Rup iah)
Nilai Kay u 3.290.779.050
Nilai Hutan Mangrove Sebagai Nursery Ground 15.308.700.000
Nilai Ekono mi M angrove sebagai Pelindun g Abrasi 6.240.000.000

2 Nilai Ekonomi Terumbu Karang


Nilai Ekono mi Batu Karan g 1.824.888.469.248
Nilai Ekono mi T erumbu Karan g Sebagai Hab ita ikan 144.276.000.000

3 Nilai Ekonomi ikan tangkap 313.323.650.000


4 Nilai lahan pesisir 103.702.675.000

Nilai Ekono mi T otal kawasan Besisir Bontan g 2.411.030.273.298


Sumber : Data sekunder setelah dio lah (Hasil p erhitungan)

62
natural, resources, accounting ISSN 0852-8144

KES IMPULAN disamp aikan oleh Sekretaris


Jenderal Dep artemen Kelautan
1. Dengan memp erhitungkan n ilai
dan Perikanan p ada Rap at
ekonomi hutan man grove, terumbu
Kordinasi Pemban gunan T in g-
karan g, ik an tan gkap dan lah an
kat Pusat di Jakarta 23 Juni
p esisir maka diperoleh nilai
2003.
ekonomi total kawasan pesisir
Bontang Rp . 2.411.030.273.298,- Intromarc and Amsat, 1997 .
atau 2,4 T rilliun Rup iah. Integrated Coastal Z one Plannin g
2. Dengan memperhatikan besarny a and M anagem ent Training.
p otensi dan hasil valuasi ekonom i M arine Resources Evaluation
tersebut, maka m enjad i keh arusan and Planning Project.
untuk memp erhatikan asp ek nilai T ownsville, Australia.
ekonomi dalam kegiatan p em- Ny bakken, J.W. 1988. Biologi Laut:
bangunan di pesisir Bontang. Nilai Suatu Pendekatan Eko lo gis. PT .
tersebut dap at menjadi p atokan Gramedia, Jak arta.
untuk kegiatan p engemban gan PEMKOT Bontang, 2003. Potret
masy arakat (community develop- Lingkun gan Hidup Kota
ment) untuk industri besar y ang Bontang. Edisi I. Pemkot
berop erasi di Bontang (PT . Badak Bontang. Kelo mp ok Kerja
dan PT. Pupuk Kaltim dan PT . Pengelolaan Sumberd ay a Alam
Indominco). Kota Bontang.
PDRB M enurut Lapangan Usaha
1993-2003. Badan Perencanaan
DAFTAR PUS TAKA Pemban gunan Daerah, Kota
Bontang. Bad an Pusat Statistik
BAPPEDA Bontang, 2001.
Kota Bontang.
Penyusunan M aster Plan
Kawasan Pesisir Kota Bontang. Renstra 2001-2005 Kota Bontang,
PT . Sucop indo Jakarta. Badan Perencan aan Pem-
bangun an Daerah, Kota Bontang.
BAPPEDA Bontang, 2003. Master
Badan Perencanaan Pemban gun-
Plan dan Action Plan Kawasan
an Daerah, Kota Bontang. Badan
Sentra Produksi Perik anan Kota
Pusat Statistik Kota Bontang.
Bontang. Laporan Akhir. Bad an
Perencanaan Pemban gun an Saen ger at.al., 1983. Global Status ol
Daerah. Bontang. M angrove Ecosystem, IUCN
Commossion on Eccolo gy
Bontang Dalam Angka. 2003. Bad an
Papers, No. 3. 1983
Pusat Statistik Kota Bontang.
Steenis,V. C. CT . G. I. 1978. Flor a.
Departemen Kelautan dan Perikanan.
Pradny a Paramita. Jakarta.
Rencana Pemban gunan T ahunan
Dep artemen Kelautan dan
Perikanan T ahun 2004. M akalah

63
Juni Astuti et al ISSN 0852-8144

Suparmoko. M ., Ratnaningsih. M. Dan Sup riharyono. 2000. Pelestarian dan


Sety arko. Y dan Widy antara. G. Pengelolaan Su mberday a Alam
Valu asi Ekonomi Su mberday a dii Wilay ah Pesisir T rop is. PT .
Alam L aut Pesisir Pulau Kagean Gramedia Pustaka Utama.
dalam: Prosiding Semin ar Jakarta.
Nasional III Kongres NREA.
2005-12-09

64