Anda di halaman 1dari 6

HALAMAN PENGESAHAN

Proposal tugas akhir dengan judul ”Pengaruh Struktur Kayu Pada Keausan
Abrasive Sandpaper” telah disahkan pada :

Hari : ..........................................
Tanggal : …………………………..

Menyetujui,
Pembimbing Tugas Akhir

Mengetahui,
Kordinator Tugas
DR. Rusnaldy, ST. MT Akhir
NIP. 197005201999031002

DR. MSK. Toni Suryo Utomo, ST. MT


NIP. 197104211999031001

PROPOSAL
TUGAS AKHIR SARJANA

I. Judul Tugas Akhir


Tugas sarjana yang akan diajukan oleh penulis adalah ”Pengaruh Struktur
Kayu Pada Keausan Abrasive Sandpaper”.

II. Latar Belakang


Semakin pesatnya industri furnitur di Indonesia dewasa ini ditandai dengan
besarnya nilai ekspor yang terjadi dari tahun 2000 hingga tahun 2006 menjadikan
negara ini sebagai eksportir furnitur terbesar ke-8 duni. Namun demikian, secara
kualitas produk furnitur Indonesia masih kalah bersaing dengan produk dari negara
lain seperti Cina, Kanada, Meksiko, Italia, Vietnam, Malaysia dan Taiwan.
Rendahnya penguasaan teknologi pada industri furnitur Indonesia menjadi salah satu
penyebabnya.
Tahap fabrikasi kayu dari pengolahan, pengerjaan, dan finishing merupakan
aspek penting bagi pabrik furnitur untuk bisa meningkatkan kualitas produk mereka.
Penguasaan keahlian serta informasi yang dibutuhkan tentang jenis-jenis kayu, sifat
mekanis, dan struktur kayu itu sendiri sangatlah penting sebagai dasar utama untuk
mengerjakan proses fabrikasi kayu.
Salah satu indikator baik atau tidaknya suatu produk furnitur adalah kekuatan
kayu atau kekuatan menahan beban. Setiap jenis kayu mempunyai kekuatan yang
berbeda-beda. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kekuatan sebuah kayu,
salah satunya adalah faktor dari dalam kayu. Faktor-faktor yang berasal dari dalam
kayu dapat dibagi secara umum menjadi dua, yaitu faktor struktur kayu dan faktor
sifat mekanik kayu. Sturuktur kayu yang dapat mempengaruhi kekuatan atau sifat
mekanik kayu adalah orientasi serat kayu. Dimensi annual ring kayu, densitas kayu
dan moisture content kayu.
Sifat mekanik kayu adalah sifat kayu terhadap beban luar yang mengenainya.
Sifat mekanika dari kayu memiliki nilai yang berbeda untuk nilai beban yang sama
dipengaruhi oleh faktor struktur kayu. Pengaruh yang paling besar pada sifat
mekanik kayu adalah arah serat, karena semua kayu bersifat anisotropic, yaitu
memperlihatkan sifat-sifat yang berlainan jika mendapatkan tekanan atau gaya pada
tiga arah serat utamanya, arah serat dilihat berdasarkan lapisan yang dibentuk oleh
annual ring atau lingkaran kambium. Dimensi annual ring atau lingkaran tahun pada
kayu memperngaruhi sifat mekanik kayu, karena semakin besar jumlah lingakaran
tahun pada kayu semakin besar kekuatan kayu tersebut. Dengan adanya kambium
maka pohon akan bertambah besar, karena akan terbentuk jaringan yang melingkari
kayu menggantikan kulit lama yang telah rusak. Sehingga menambah lapisan serat
pada batang kayu.
Nilai kekerasan dan kekuatan kayu proporsional dengan densitas dan
moisture content. Semakin besar densitas pada kayu semakin meningkatkan
kekuatan pada sifat mekanik kayu, densitas kayu dapat diketahui dari berat jenis
kayu. Kayu yang mempunyai berat jenis yang besar maka memiliki densitas yang
besar. Moisture content atau kadar air kayu harus sesuai dengan standar untuk
mendapatkan kekuatan kayu maksimal. Batas maksimum kadar air pada kayu adalah
60%, untuk mengurangi kadar air berlebih digunakan proses pengeringan. Hal ini
dilakukan untuk mencapai berat tetap pada kayu.
Beberapa sifat mekanik yang mempengaruhi kekuatan kayu diantaranya
kekuatan atau kekakuan lentur atau bisa juga disebut modulus elastisitas yang
menentukan karakteristik dinamik kayu. Kekuatan lengkung/lentur adalah kekuatan
untuk menahan gaya-gaya yang berusaha melengkungkan kayu atau untuk menahan
beban mati maupun hidup selain beban pukulan. Sifat mekanik yang lain adalah
kekuatan tarik dan kekuatan tekan. Kekuatan tarik adalah kekuatan kayu untuk
menahan gaya-gaya yang berusaha menarik kayu, sedangkan kekuatan
tekan/kompresi adalah kekuatan kayu untuk menahan muatan/beban.
Setelah mengetahui sifat mekanis dan struktur kayu penggunaan kayu bisa
sesuai dengan kebutuhan dan tujuan dari furnitur itu sendiri. Selain mengetahui
kedua hal tersebut ada satu aspek pada proses fabrikasi yang tidak kalah penting
bagi peningkatan kualitas furnitur yaitu proses penghalusan yang dilakukan baik
menggunakan mesin maupun manual tangan. Pemakaian amplas sampai saat ini
tidaklah menjadi sebuah sorotan karena pabrik-pabrik hanya menggunakan system
kebiasaan, yang sebenarnya bila pemakaian amplas diperhatikan sesuai dengan
kebutuhannya hal ini akan menghemat waktu, tenaga, dan biaya dalam jumlah yang
sangat besar. Karena pengaruhnya yang begitu besar tetapi tidak banyak diketahui
oleh kebanyakan orang, maka perlu diadakan suatu pengujian keausan amplas
terhadap struktur kayu itu sendiri untuk menggali suatu ilmu baru dalam dunia
furnitur.
Berdasarkan uraian di atas, penelitian untuk mengetahui seberapa besar
pengaruh struktur kayu terhadap keausan abrasive sandpaper merupakan langkah
penting untuk mendapatkan proses pengerjaan produk-produk furnitur secara efisien
dan tepat guna, sehingga diharapkan pada tahun-tahun mendatang peningkatan
kualitas produk ekspor furnitur bisa tercapai.

III. Tujuan Penulisan


Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan diatas maka dapat
disimpulkan bahwa sifat mekanik kayu sangat mempengaruhi kekuatan dan
karakteristik kayu yang akan digunakan pada industri furnitur. Sifat mekanik juga
merupakan sifat penting yang dapat dipakai untuk menduga kegunaan suatu jenis
kayu. Oleh karena itu penulis mencoba melakukan penelitian tentang karakteristik
struktur kayu terhadap uji keausan abrasive sandpaper sehingga pemborosan waktu
dan tenaga bisa diminimalisir karena pemakaian abrasive sandpaper bisa tepat guna.

IV. Batasan Masalah


Agar Penulis dapat sesuai dengan tujuan yang diinginkan dalam melakukan
penelitian sifat mekanik kayu sebagai fungsi dari struktur kayu dan pengaruhnya
terhadap keausan Abrasive Sandpaper, maka dilakukan pembatasan masalah.
Batasan masalah ditujukan pada material benda kerja yang digunakan, sifat mekanik
yang diuji, dan mesin yang digunakan. Adapun batasannya antara lain
1. Pengujian yang dilakukan menggunakan mesin Uji Keausan di
Laboratorium Metalurgi Fisik.
2. Spesimen yang diuji hanya terdiri dari 3 Jenis kayu yaitu Nangka,
Mahoni, dan Jati tipe B. Adapun Abrasive sandpaper yang akan digunakan
adalah Soft Class, Medium Class, dan Hard Class.
3. Hasil dari data yang di dapat akan dipergunakan untuk proses
pemilihan material yang sesuai dengan funsinya.
V. METODOLOGI PENELITIAN
Adapun untuk melengkapi dan mendukung data penulisan, penulis berusaha
mengumpulkan data dengan metode sebagai berikut:
1. Studi Literatur
Metode pengumpulan data dengan mempelajari buku-buku dan referensi
yang menunjang dalam penulisan laporan tugas akhir.
2. Diskusi
Metode pengumpulan data dengan bertanya langsung tentang hal-hal yang
berhubungan dengan perancangan produk kepada pihak-pihak yang
berkompeten dengan bidang tersebut dan juga berkomunikasi dengan
dosen pembimbing.
3. Konsultasi dengan Dosen Pembimbing
Berkonsultasi dengan dosen pembimbing baik saat pengujian, analisa
maupun pembuatan laporan.

VI. SISTEMATIKA PENULISAN


Untuk memudahkan dalam memahami penulisan tugas akhir ini, maka
dibuatlah sistematika penulisan tugas akhir sebagai berikut
Bab I Pendahuluan
Bab ini berisi latar belakang, perumusan masalah, asumsi dan
batasan masalah, tujuan pengujian dan penelitian, manfaat pengujian
dan penelitian dan metode pengumpulan data.
Bab II Dasar Teori
Bab ini berisi tentang pengertian kayu, sifat-sifat kayu, pengertian
amplas, sifat-sifat amplas, dan jenis-jenis amplas, serta pengujian
dengan mesin keausan..
Bab III Pengujian Keausan Abrasive Sandpaper
Berisi langkah-langkah pengujian dan uraian tentang pengujian
keausan Abrasive Sandpaper.
Bab IV Hasil dan Pembahasan
Berisi uraian tentang hasil dari pengujian keausan Abrasive
Sandpaper.
Bab V Penutup
Berisi kesimpulan dan penutup.
Daftar Pustaka
Lampiran
VI. Jadwal Penyusunan Laporan Tugas Akhir
No Kegiatan Bulan ke
1 2 3 4 5 6
1 Penyusunan BAB I
2 Penyusunan BAB II
3 Penyusunan BAB III
4 Penyusunan BAB IV
5 Penyusunan BAB V
6 Seminar TA
7 Sidang TA

VII. Referensi
[1] Dumanauw, J. F, 1990, Mengenal Kayu, Kanisius, Yogyakarta.
[2] Martawijaya Dan Kartasujana, 1981, Atlas Kayu Indonesia, Dinas Perhutani,
Bogor.
[3] http://id.wikipedia.org
[4] Dieter, G. E, 1996, Metalurgi Mekanik, Penerbit Erlangga, Jakarta.
[5] Rusnaldy, 2010, Karakteristik Permesinan Beberapa Jenis Kayu Untuk
Furnitur Sebagai Fungsi Dari Sifat Mekanik dan Struktur Kayu, Universitas
Diponegoro, Semarang.
[6] Karnasudirdja , S, 1986, Pedoman Pengujian Sifat Fisik dan Mekanik Kayu,
Dinas Perhutani, Bogor.
[7] ASTM : 1970, Annual Book of ASTM Standards 16, American Society for
Testing and Materials, Philadelphia.