Anda di halaman 1dari 16

1

RENCANA AKSI PENGEMBANGAN BASO IKAN


PRODUKSI UD. MAPAT DI PARUNG – KABUPATEN BOGOR

Dosen :

Prof. Dr. Aida Vitayala Hubeis


Dr. Amiruddin Saleh
Dr. Nurmala K. Panjaitan

Oleh

Freddie Koesprianto
NRP. F352080095

PROGRAM MAGISTER PROFESIONAL INDUSTRI KECIL MENENGAH


SEKOLAH PASCASARJANA, INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2010
2

I. PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang

Ikan merupakan pangan sumber protein hewani dan bersifat


mudah rusak, oleh karena itu menuntut penanganan paska panen,
sistem distribusi dan teknik pengolahan yang baik. Disamping
kandungan protein yang tinggi ikan juga mengandung lemak dan
karbohidrat. Protein, lemak dan karbohidrat merupakan tiga zat gizi
utama penyumbang kandungan energi pangan. Ikan mempunyai
kelebihan bila dibandingkan dengan sumber protein lainya yaitu ikan
mengandung asam lemak omega–3 (Asam Linolenat, EPA dan DHA).
EPA dan DHA merupakan asam lemak esensial yang sangat
diperlukan terutama untuk perkembangan janin dan bayi. Omega–3
merupakan asam lemak esensial yang sangat diperlukan terutama
untuk merangsang pertumbuhan otak untuk kecerdasan.
Tingkat konsumsi ikan penduduk Indonesia masih rendah bila
dibandingkan dengan negara maju lainnya karena tingkat
pengetahuan masyarakat yang kurang bahwa mengkonsumsi ikan
sangat bermanfaat terhadap kesehatan. Untuk meningkatkan tingkat
konsumsi ikan di Indonesia perlu dilakukan terobosan antara lain
dengan mengkomunikasikan dengan teknik yang tepat, media yang
tepat dan harus membangun image kepada masyarakat agar semua
lapisan masyarakat membudayakan makan ikan antara lain baso
ikan.

I.2. Tujuan Rencana Aksi

1. Mengkomunikasikan baso ikan yang terbuat dari ikan tuna,


ikan marlin dan ikan kakap agar dapat diterima semua
3

kalangan masyarakat (melalui pameran–pameran yang


diselenggarakan oleh Kementerian, Pemda dan BUMN serta
melalui pertemuan–pertemuan yang ada di masyarakat yang
antara lain arisan dan peringatan 17 Agustus).

2. Memasarkan baso ikan yang terbuat dari ikan tuna, ikan


marlin dan ikan kakap dengan mempromosikan melalui media
yang tepat agar dapat dikonsumsi masyarakat dari berbagai
lapisan seperti di media cetak dan media elektonik.
3. Memperluas jaringan pemasaran baso ikan yang terbuat dari
ikan tuna, ikan marlin dan ikan kakap (melakukan kemitraan
dengan manager hotel, pimpinan koperasai karyawan, bagian
produksi di supermarket dan gerai–gerai modern, pemilik
restoran, pemilik toko dan pemilik catering).

I.3. Kegunaan Rencana Aksi

1. Bagi Usaha Kecil dan Menengah dapat menciptakan


dan membentuk image yang baik kepada masyarakat tentang
baso ikan yang terbuat dari ikan tuna, ikan marlin dan ikan
kakap.
2. Diharapkan ke depan, mengkonsumsi baso ikan yang
terbuat dari ikan tuna, ikan marlin dan ikan kakap dapat
membudaya di semua kalangan masyarakat.
3. Meningkatkan nilai tambah, pendapatan serta
memperluas kesempatan kerja.
4

II. GIZI IKAN

Ikan merupakan salah satu sumber makanan bergizi tinggi, berikut


bagian–bagian dari ikan yang mengandung gizi tinggi dan keunggulan gizi
ikan :

II.1. Bagian–bagian ikan yang mengandung gizi tinggi :


a. Bagian mata dan kepala ikan :
Kepala dan mata ikan mengandung polyscharida yang berfungsi
mengontrol aliran darah
b. Bagian duri ikan :
Duri ikan mengandung kalsium dan kolagen yang sangat
bermanfaat dalam membantu pertumbuhan tulang dan gigi
c. Bagian minyak ikan :
Minyak ikan mengandung DHA (Docahexaenoic Acid) yang sangat
penting dalam pertumbuhan otak serta perkembangan retina
mata
d. Bagian daging ikan :
Daging ikan mengandung protein berkualitas tinggi dan vitamin
yang sangat berguna untuk pertumbuhan dan ketahanan tubuh
5

e. Bagian kulit ikan :


Kulit ikan mengandung Vitamin A dan B2 yang sangat
bermanfaat untuk kesehatan mata dan kekebalan tubuh
f. Bagian perut ikan :
Lemak pada perut ikan mengandung lemak Omega–3 (EPA) yang
berfungsi mencegah penyempitan pembuluh darah dan dapat
menurunkan kolesterol

II.2. Keunggulan gizi ikan :


a. Protein :
Mengandung asam amino lysine yang mempunyai daya cerna
tinggi sehingga dapat terserap dengan baik oleh tubuh
b. Omega–3 :
Kandungan DHA dan EPAnya sangat baik untuk perkembangan
sel–sel otak yang berguna bagi kesehatan retina mata untuk
mempertajam penglihatan
c. Vitamin :
Larut dalam lemak dan cenderung stabil, Vitamin A banyak
terkandung dalam hati ikan
d. Mineral :
Terdiri dari Yodium, Phospor, Besi dan Kalsium yang sangat baik
untuk kesehatan tubuh
e. Bio–Active :
Komposisi nutrisi yang sangat baik untuk menguatkan vitalitas
tubuh
f. Asam Tak Jenuh :
Mengandung HDL (kolesterol yang baik) yang dapat mencegah
terjadinya penyumbatan pembuluh darah / artero chloresis
6

III. PROGRAM KEGIATAN

III.1. Menentukan tujuan pemasaran


Tujuan pemasaran baso ikan adalah hotel–hotel, restoran–
restoran, rumah–rumah makan, perkantoran melalui koperasi
karyawan, pengusaha catering, perumahan–perumahan,
supermarket, gerai–gerai modern dan semua lapisan masyarakat.

III.2. Mengidentifikasi khalayak sasaran pemasaran


Sasaran pemasaran adalah tamu-tamu hotel, restoran, rumah
makan, para karyawan, para pengusaha catering, masyarakat yang
berbelanja di supermarket dan gerai–gerai modern lainnya dan
masyarakat luas.

III.3. Rencana kegiatan


7

1. Membuat brosur atau liflet untuk didesiminasikan ke sasaran


pemasaran.
2. Melakukan promosi atau pendekatan dengan Asosiasi Catering
Indonesia dan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia.
3. Melakukan komunikasi dengan berbagai instansi yang sering
menyelenggarakan pameran–pameran seperti Kementerian dan
Pemda, agar dapat diberi kesempatan mengikuti pameran.
4. Melakukan promosi dengan memasang iklan di berbagai media
cetak.
5. Melakukan kegiatan demo–demo pada pertemuan–pertemuan di
masyarakat.
6. Melakukan promosi melalui radio dan televisi.

III.4. Memilih media yang efektif


Media komunikasi yang dipilih untuk memperkenalkan baso ikan
kepada masyarakat adalah melalui pameran–pameran, media cetak
seperti surat kabar, majalah, tabloid maupun melalui media radio
dan televisi.

III.5. Melakukan uji coba terhadap khalayak sasaran


Merencanakan melakukan uji coba dengan memberikan sample
ke pasar sasaran agar masyarakat dapat mencicipi dan mengenal
rasa khas baso ikan.
Melakukan demonstrasi–demontrasi di pusat–pusat
pembelanjaan.

III.6. Merumuskan kemasan produk yang tepat


8

Kemasan yang bagus dapat meningkatkan permintaan pasar,


maka hal yang dilakukan adalah :
• Memilih warna, model, gambar yang menarik konsumen
• Menciptakan alternatif–alternatif baru
• Mendesain kemasan baso ikan agar mudah dikenal dan
komunikatif
• Merumuskan dan menetapkan kemasan produk yang tepat.

III.7. Melakukan pengendalian dan evaluasi terhadap


pemasaran
Pengendalian dan evaluasi pemasaran merupakan dasar yang
penting bagi keberhasilan usaha di bidang pemasaran yang di
tuangkan dalam bentuk kuesioner.
Untuk keberhasilan usaha, harus membuat keputusan mengenai
perencanaan, kegiatan, pelaksanaan kegiatan dan
pengendaliannya.

IV. PEMBERDAYAAN SUMBERDAYA

Dalam rencana aksi pengembangan pemasaran baso ikan dengan


melakukan kerjasama dengan berbagai elemen masyarakat, sumber daya
khususnya sumber daya manusia mutlak diperlukan.
9

Agar rencana aksi berkembang perusahaan harus menjalin


kemitraan usaha yang saling membutuhkan, saling membesarkan dan
saling menguntungkan dengan berbagai pihak, antara lain :

1. Bidang Produksi
Sumber daya manusia dalam bidang produksi harus mempunyai
kompetensi yang cukup untuk mengorganisir baik pengadaan bahan
baku ikan, mengetahui standar mutu ikan, dalam proses produksi
maupun penanganan produk yang benar. Untuk itu dipilih orang
mempunyai pengetahuan tentang manajemen produksi sehingga
mampu merencanakan ketersediaan bahan baku, merencanakan
produksi, mampu mengorganisir sumberdaya di bidang produksi,
mampu melaksanakan proses produksinya dengan baik dan mampu
mengontrol setiap proses tahapan dalam memproduksi baso ikan.
Sumber daya bidang produksi harus mampu mengembangkan
produk baso ikan dengan melibatkan anlisis biaya, analisis sistem,
ahli mutu sehingga mengembangkan keunggulan mutu produk.

2. Bidang Pemasaran
Sumber daya manusia dalam bidang pemasaran ini harus
mampu melakukan perencanaan pemasaran, analisis pasar,
strategi pemasaran dan harus mampu

memilih target pasar yang mencakup dimensi pasar konsumen,


perilaku konsumen, segmentasi pasar, peramalan potensi sasaran
pasar dan penentuan wilayah pasar atau penjualan.
Pemasaran merupakan penentu keberhasilan pemasaran, maka
pemasar harus melakukan kemitraan dengan berbagai pihak seperti
:
10

1. Untuk tujuan perhotelan harus bermitra dengan


manajer hotel atau karyawan hotel
2. Untuk restoran–restoran harus bermitra dengan
pemilik restoran
3. Untuk perkantoran harus bermitra dengan pimpinan
koperasi
4. Untuk masyarakat luas harus bermitra dengan
pengurus rukun warga (RW), rukun tetangga (RT) atau
pengurus PKK
5. Di supermarket dan gerai–gerai modern harus bermitra
dengan bagian produksi
6. Di toko–toko, bermitra dengan pemilik toko
7. Di pasar–pasar, bermitra dengan pengelola pasar dan
agen–agen pangan dan sebagainya

Sumber daya di bidang pemasaran harus mampu berkomunikasi


dengan baik, mampu melakukan promosi–promosi, mempunyai
jaringan pemasaran yang luas dan harus menguasai karakteristik
produk baso ikan dengan baik sehingga mampu menginformasikan
kepada seluruh lapisan masyarakat dan mampu mengubah image
masyarakat bahwa makan ikan itu sangat penting karena
mengandung protein yang tinggi, berguna untuk kecerdasan dan
kesehatan manusia.

V. IDENTIFIKASI PELANGGAN
11

Dalam pemasaran produk–produk industri harus mempertimbangkan


dua hal pokok yang diinginkan oleh konsumen yaitu tingkat pelayanan
yaitu pra penjualan dan purna penjualan.
Selain itu pemasar harus mengkaji dan identifikasi perilaku
pelanggan yang berkaitan dengan ketidakpuasan dengan melakukan
observasi langsung dan berkaitan dengan volume penjualan,
berkomunikasi langsung dengan pelanggan dan mensimulasi
penggunaan baso ikan kepada konsumen.
Karena sasaran pasarnya adalah tamu–tamu hotel, restoran, rumah
makan, para karyawan, para pengusaha catering, masyarakat yang
berbelanja di supermarket dan gerai–gerai modern lainnya dan
masyarakat luas maka pemasar harus mampu berkomunikasi dengan
baik dalam menyampaikan pesan kepada konsumen dengan teknik yang
tepat.
Industri harus menciptakan inovasi periklanan yang sederhana, unik
dan mudah diingat oleh pelanggan sehingga terbangun image kepada
masyarakat bahwa baso ikan adalan pangan dengan sumber protein yang
tinggi dan sangat berguna untuk kecerdasan dan kesehatan.
Pemasar harus mampu mengkomunikasikan karakteristik dari baso
ikan dengan pesan–pesan sebagai berikut :
1. Baso ikan mengandung kalori dan protein tinggi dan aman untuk
dikonsumsi oleh semua kalangan masyarakat segala usia.
2. Kelebihan baso ikan :
• bahan baku alami
• tidak menggunakan bahan pengawet
• dapat tahan sampai 3 bulan dalam frezzer
• tidak mengandung duri–duri kecil
12

• aman dikonsumsi di segala usia


• ikan dapat diterima oleh semua golongan
• tidak menggunakan bahan pewarna

3. Pemanfaatan baso ikan


• dapat dimakan begitu saja
• dapat sebagai kombinasi masakan (mie, capcay, kimlo, nasi
goreng, dll)
• dapat digoreng langsung

Indikator keberhasilan rencana aksi pengembangan pemasaran baso ikan


:
• Terbangunnya image yang baik di masyarakat
• Membudayanya makan ikan dengan baso ikan
• Dapat diterima di semua lapisan masyarakat
• Mampu menembus pasar ekspor
• Menjadi produk unggulan Kabupaten Bogor
• Dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar
• Semakin luasnya jaringan pemasaran baso ikan di pasar domentik.

Untuk identifikasi persyaratan pelanggan diperlukan pengetahuan


tentang konsep dan karakteristik mutu, klasifikasi kebutuhan pelanggan,
baik kebutuhan yang dinyatakan, kebutuhan yang dirasakan, kebutuhan
kultural maupun kebutuhan yang berkaitan dengan kepuasan dan ketidak
puasan terhadap baso ikan.
Pesan–pesan terhadap produk baso ikan harus disampaikan secara
utuh kepada pelanggan agar informasi yang diterima sesuai dengan
harapan, sehingga terbentuk image yang baik terhadap baso ikan. Maka
13

diharapkan budaya makan baso ikan akan tercipta di semua kalangan


masyarakat.

VI. FASILITAS

Pemenuhan fasilitas bertujuan untuk perbaikan mutu produk dengan


langkah–langkah merencanakan mutu dengan kegiatan menentukan
tujuan mutu, mengidentifikasi pelanggan, menentukan persyaratan mutu
pelanggan, mengembangkan keunggulan produk, mengembangkan
keunggulan proses dan melakukan rekayasa produksi.
Dalam pengembangan pemasaran baso ikan hal–hal yang harus
dibenahi adalah fasilitas produksi dan peralatan untuk perbaikan mutu
antara lain :
1. Melakukan perbaikan ruang proses produksi dengan memperhatikan
sanitasi dan hiegienis.
2. Melengkapi alat–alat untuk proses produksi agar sesuai standar
seperti Frezzer, mesin packing.
3. Pengadaan alat transportasi seperti kendaraan bermotor atau mobil
pengangkut baso ikan.

Perbaikan dan penambahan fasilitas diharapkan dapat meningkatkan


mutu rancangan seperti mutu yang lebih baik bagi pelanggan, pangsa
pasar meningkat, harga jual lebih tinggi dan reputasi baso ikan
meningkat.
Dalam penambahan fasilitas harus ditujukan untuk meningkatkan
produktivitas, menurunkan biaya produksi, menurunkan harga produk
dan kekesalan konsumen dan meningkatkan mutu baso ikan.
14

VII. RENCANA ANGGARAN

LOKASI, WAKTU DAN PEMBIAYAAN

a. Lokasi
Lokasi produksi baso ikan di Parung–Kabupaten Bogor

b. Waktu
Pelaksanaan rencana aksi pengembangan pemasaran baso ikan
adalah Maret s/d Oktober 2010.

c. Rencana Anggaran
Anggaran yang diperlukan dalam rencana aksi pengembangan baso
ikan sebesar Rp. 17.000.000,– (tujuh belas juta rupiah) sebagai
berikut :

No Uraian Jumlah Biaya


1 Perbaikan dan penambahan fasilitas Rp.
3.000.000,-
2 Membuat brosur atau liflet baso ikan untuk Rp.
didesiminasikan ke sasaran pemasaran 2.000.000,-
(pameran–pameran dan demo–demo)
3 Melakukan promosi atau pendekatan dengan Rp.
Asosiasi Catering Indonesia dan Persatuan Hotel 1.000.000,-
dan Restoran Indonesia.
4 Melakukan komunikasi dengan berbagai instansi Rp.
yang sering menyelenggarakan pameran– 2.000.000,-
15

pameran seperti Kementerian, Pemda, atau


BUMN agar dapat diberi kesempatan mengikuti
pameran.
5 Melakukan promosi dengan memasang iklan di Rp.
berbagai media cetak 2.000.000,-
6 Melakukan kegiatan demo–demo pada Rp.
pertemuan–pertemuan di masyarakat (arisan, 1.000.000,-
Peringatan 17 Agustus).
7 Melakukan promosi melalui radio dan televisi Rp.
6.000.000,-

VIII. PENGORGANISIR

Pelaksana rencana aksi pengembangan pemasaran baso ikan adalah


UD. Mapat di Parung–Kabupaten Bogor. Kelompok UD. Mapat ini
mempunyai karyawan sejumlah 12 orang.

Susunan Pengurus :

Ketua : Mulyana
Wakil Ketua : Tatang
Sekretaris : Budi Kusuma
Bendahara : Citra Andela
Pemasaran : Wahyudi Wibowo
Anggota : Rio Chandra
Adi Nugroho
Teo Herdali
Apriadi
Kostaman
Hengki
Iyan Satria
16

Dari struktur organisasi tersebut, fungsi dan tugas harus benar–


benar ditanamkan kepada setiap personal agar mampu menjalankan
fungsi dan tugasnya untuk mengkomunikasikan kepada masyarakat agar
baso ikan diterima masyarakat, sehingga berdampak pada peningkatan
pendapatan dan kesejahteraan.