Anda di halaman 1dari 7

Fakultas Technology Industry – Jurusan Teknik Industri – PKSM

PENGENDALIAN STRATEGI
MODUL – 14

PENGENDALIAN STRATEGI

Pengendalian merupakan salah satu fungsi manajemen yang memiliki peranan yang penting
dalam pencapaian tujuan perusahan yang ditetapkan dalam perencanaan. Fungsi ini berperan
sebagai suatu pemastian bahwa segala sesuatunya di dalam organisasi berjalan sesuai dengan
apa yang telah direncanakan sebelumnya. Pengendalian merupakan sesuatu yang tidak
terpisahkan dengan perencanaan, keduanya merupakan suatu “kembar siam”, karena
perencanaan tidak akan ada artinya tanpa diiringi dengan pengendalian dan begitu juga
sebaliknya, pengendalian tidak akan pernah dapat dilakukan tanpa adanya perencanaan. Jadi
pengendalian merupakan aktifitas yang memang harus dilakukan di dalam manajemen, apa lagi
dalam konteks strategi. Manajemen strategik lebih melibatkan jangka waktu yang panjang,
ruang lingkup kerja yang luas, sumber daya yang lebih besar dan menyangkut
kelangsungan hidup organisasi/perusahaan, sehingga resiko yang akan di tanggung
manajemen akan lebih besar jika terjadi ketidak sesuaian antara rencana dan
pelaksanaannya.

PROSES PENGENDALI AN MANAJEMEN

Seperti yang dikemukakan dalam kajian manajemen lainnya, menyatakan bahwa pengendalian
setidaknya melibatkan beberapa aktifitas yaitu :

− Menentukan apa yang akan diukur.

− Menetapkan Standar yang telah ditentukan sebelumnya.

− Pengukuran kinerja.

− Membandingkan hasil pengukuran dengan standar.

− Tindakan koreksi.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Hidayat Wiweko, SE. MSi. MANAJEMEN STRATEGIK 1
Fakultas Technology Industry – Jurusan Teknik Industri – PKSM

Proses tersebut dapat dilihat pada bagan berikut :

Pada gambar terlihat bahwa pengendalian diawali dengan mengetahuai apa yang
seharusnya akan diukur, dan tentunya ini sesuai dengan tujuan yang diinginkan perusahaan.
Pada setiap ukuran yang akan diukur kembali ditentukan standar pencapaian yang dinginkan
seperti yang telah di tentukan pada tujuan. Setelah pengukuran dilakukan, maka akan
dibandingkan dengan standar ini sehingga manajemen akan menghadapi dua kemungkinan
yaitu terdapatnya kesesuaian atau tidak. Jika tidak maka manajemen perlu menilai apakah
ketidak sesuaian tersebut sangat signifikan atau tidak. Jika itu merupakan sesuatu yang
signifikan, maka perlu dilakukan suatu tindakan korektif. Setelah dilakukan tindakan koreksi,
maka dilakukan pengukuran lagi dan kemudian dibandingkan kembali dengan standar.

Pada proses di atas, manajemen memerlukan suatu ukuran atau kriteria yang diperlukan
di dalam mengevaluasi. Ukuran atau kriteria ini dapat dikelompokan menjadi ukuran kuantitatif
dan kualitatif. Ukuran/kriteria kuantitatif meliputi pertumbuhan, market share, keuntungan, biaya-
biaya dan lainnya. Sedangkan ukuran/kriteria kualitatif meliputi pengembangan SDM, standar
sikap dan motivasi karyawan, kinerja manajerial, posisi pasar dan lain-lain. Ukuran/kriteria itu
diukur dalam suatu proses audit strategik (strategic audit), yaitu merupakan suatu pengujian dan
pengevaluasian terhadap wilayah yang terkena implikasi atau dipengaruhi oleh pelaksanaan
proses manajemen perusahaan. Untuk ini tidak ada standar baku seperti audit keuangan oleh
akuntan publik, karena setiap perusahaan memiliki format auditnya sendiri-sendiri.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Hidayat Wiweko, SE. MSi. MANAJEMEN STRATEGIK 2
Fakultas Technology Industry – Jurusan Teknik Industri – PKSM

Pengendalian yang dilakukan dalam manajemen strategik dikatakan dengan


pengendalian strategik, karena sifatnya yang memang strategik. Terdapat beberapa hasil yang
akan diperoleh dalam proses pengendalian strategik dan merupakan jawaban dari pertanyaan-
pertanyaan berikut, yaitu :

− Apakah implementasi strategi konsisten dengan formulasi strategi?

− Apakah hasil analisis lingkungan memang merefleksikan keadaan yang sebenarnya?

− Apakah arah yang diinginkan perusahaan tercapai?

− Apakah kita seharusnya meneruskan strategi seperti yang telah diformulasikar


sebelumnya atau perlu perubahan?

Berdasarkan pertanyaan tersebut, maka model pengendalian manajemen di atas kurang


memadai karena lebih memberikan penekanan pada pengukuran kinerja. Padahal, seperti yang
terungkap dalam pertanyaan di atas, evaluasi strategik melibatkan aspek selain kinerja. Model
tersebut dapat dikatakan sebagai model/proses dengar pendekatan tradisional. Untuk itu
diperlukan suatu pendekatan yang adaptif, seperti yang dikemukakan oleh Pearce & Robinson
dan akan dibahas pada sub bagian berikut.

JENIS-JENIS PENGENDALIAN STRATEGIK

Seperti yang telah diungkap di atas, bahwa evaluasi dan pengendalian yang dilakukan dalam
manajemen strategi sedikit berbeda dengan pengendalian manajemer lainnya. Metode
pengendalian yang dilakukan untuk pengendalian strategik adalah steering Controle, yaitu
pengendalian dilakukan seiring dengan pelaksanaan strategi. Hal ini diperlukan karena dapat
dilakukan perbaikan secepat dan tidak harus menunggu sampai suatu periode pelaksanaan
strategi selesai, karena itu berarti strategi yang sebelumnya telah ditetapkan sebenarnya tidak
efektif lagi. Terdapat beberapa jenis pengendalian yang perlu dilakukan yaitu :

1. Pengendalian Asumsi (Premis Control)

2. Pengendalaian Implementasi (Implementation Control).

3. Pengawasan Strategik (Strategik Surveillance)

4. Pengendalian peringatan khusus (Special Alert Control).

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Hidayat Wiweko, SE. MSi. MANAJEMEN STRATEGIK 3
Fakultas Technology Industry – Jurusan Teknik Industri – PKSM

Berikut akan didiskusikan secara singkat masing-masing jenis pengendalian tersebut.

Pengendalian Asumsi (Premis Controle)

Strategi disusun berdasarkan hasil analisis dan peramalan terhadap kondisi dan situasi
lingkungan. Di dalam melakukan anlisis dan peramalan, manajer dihadapkan pada keterbatasan
informasi yang memang merupakan salah satu hal yang selalu dihadapi oleh manajer pada
manajemen strategik. Kekurangan informasi tersebui dilengkapi juga dengan keterbatasan
manajer sebagai manusia untuk memprediksikan masa depan sehingga untuk dapat
menentukan strategi maka ditetapkanlah beberapa asumsi untuk mempermudah dan sebagai
dasar untuk mengatasi keterbatasan pengetahuan tersebut. Pada tahap pelaksanaan bisa saja
(atau seringkali) terjadi asumsi yang ditetapkan tersebut tidak sesuai dengan fakta yang terjadi
sehingga strategi yang disusun sebagai upaya untuk penyesuaian diri dengan lingkungan tidak
lagi terwujud. Oleh karena itu asumsi yang digunakan manajemen di dalam menentukan strategi
perusahaan perlu untuk dimonitor, apakah memang terjadi atau tidak.

Asumsi-asumsi yang perlu dikendalikan meliputi asumsi yang berkaitan dengan


lingkungan makro seperti tingkat bunga, inflasi, tekhnologi, regulasi pemerintah, perubahan
budaya yang terjadi dan lainnya. Sedangkan untuk premis lingkungan industri meliputi pesaing,
pemasok, perkembangan ancaman masuk, perubahan pelanggan dan lainnya. Namun
demikian, tidak semua asumsi-asumsi dapat dimonitor dan ditelusuri, karena tidak semua
asumsi itu merupakan sesuatu yang penting bagi perusahaan dan juga tidak semua asumsi
tersebut memiliki kemungkinan untuk berubah dalam jangka waktu tertentu. Oleh karena itu
perlu dicari premis/asumsi kunci yang berarti bagi perusahaan dan memiliki kemungkinan untuk
berubah sehingga pekerjaan pengendalian akan lebih efektif dan efisien untuk dilakukan.

Semua asumsi atau premis kunci harus diidentifikasi dan dicatat selama proses
perencanaan berlangsung. Untuk kemudian, tanggung jawab pemantauan asumsi-asumsi
tersebut diberikan kepada unit kerja/departemen yang menjadi sumber informasi . Misalnya, unit
penjualan dapat diberi tanggung jawb untuk memonitor perkembangan harga yang ditawarkan
oleh pesaing di pasar. Jika terdapat ketidak sesuaian kejadian dengan asumsi, maka asumsi-
asumsi tersebut perlu diperbaruan dan bahkan mungkin akan dapat merubah strategi yang telah
ditetapkan sebelumnya.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Hidayat Wiweko, SE. MSi. MANAJEMEN STRATEGIK 4
Fakultas Technology Industry – Jurusan Teknik Industri – PKSM

Pengendalian Implementasi (Implementation Control)

Pengendalian implementasi adalah suatu pengendalian strategik yang dilakukan ketika suatu
peristiwa berlangsung. Pengendalian implementasi dirancang untuk menilai apakah strategi
keseluruhan perlu dirubah dengan melihat hasil-hasil dari berbagai tindakan yang
mengimplementasikan strategi total. Ada dua jenis pengendalian implementasi yaitu :

1. Pemantauan tindakan strategik (strategic Trust).

2. Pemeriksaan Ukuran antara (milestones reviews).

Untuk jenis pengendalian pertama melihat bagaimana tindakan tindakan atau aktifitas-
aktifitas serta pemanfaatan sumber daya dilakukan untuk mengimplementasikan strategi.
Apakah kesemuanya tersebut memang mengarah pada tujuan dan dilakukan dengan garis-garis
yang telah ditetapkan. Sedangkan yang kedua melihat hasil sementara yang ada dari tindakan
tersebut, apakah bergerak ke arah tujuan akhir atau tidak.

Pengawasan Strategi (strategic Surveilence)

Pengawasan strategik dirancang untuk memantau beragam peristiwa di dalam dan di luar
perusahaan yang mungkin sekali mempengaruhi jalannya strategi perusahaan. Hal ini dilakukan
karena kemungkinan besar tidak diperolehnya informasi penting yang tidak terduga sebelumnya
namun dapat diperoleh selama pelaksanaan strategi. Pengendalian strategik tidaklah bersifat
strategik seperti pengendalian asumsi dan implementasi yang lebih bersifat terfokus. Ini
dimaksudkan agar diperolehnya informasi-informasi perubahan yang mungkin tidak diduga
tersebut dan tidak dapat dilakukan seperti menggunakan “kaca mata Kuda”.

Pengendalian Peringatan Khusus (Special Alert Controle)

Pengendalian peringatan khusus adalah pemikiran kembali terhadap strategi perusahaan


secara mendalam, dan sering kali lebih cepat, akibat adalanya kejadian yang tidak terduga dan
mendadak. Kejadian ini memerlukan penilaian kembali yang bersifat segera dan intensif
terhadap strategi perusahaan dan lingkungan sekarang. Perusahaan perlu menyesuaikan
strategi atau merubahnya untuk menghadapi perubahan mendadak dan tidak terduga tersebut.
Kasus-kasus politik yang mendadak dan mempengaruhi secara drastis dan signifikan terhadap

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Hidayat Wiweko, SE. MSi. MANAJEMEN STRATEGIK 5
Fakultas Technology Industry – Jurusan Teknik Industri – PKSM

keberhasilan perusahaan dapat dijadikan sebagai contoh dari perlunya pengendalian peringatan
khusus ini.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Hidayat Wiweko, SE. MSi. MANAJEMEN STRATEGIK 6
Fakultas Technology Industry – Jurusan Teknik Industri – PKSM

SISTEM PENGENDALIAN OPERASIONAL

Sistem pengendalian operasional adalah pengendalian yang dilakukan untuk memedomani,


memantau dan mengevaluasi program-program dalam mencapai sasaran tahunan.
Pengendalian operasional merupakan pendukung utama untuk pengendalian strategik yang
bersifat jangka panjang, Pengendalian operasional lebih bersifat jangka pendek seperti
pengendalian perencanaan tahunan atau bahkan bulanan. Tiga jenis pengendalian operasional
ini adalah :

1. Budget.

2. Schedules.

3. Key succes factor.

Pengendalian budget adalah pengendalian terhadap penggunaan sumber daya


perusahaan dan hasil-hasil yang diperoleh dari penggunaan tersebut dalam kerangka
implementasi startegi pada tingkatan operasional. Terdapat beberapa anggaran yang sering
digunakan perusahan antara lain :

1. Anggara Rugi Laba.

2. Anggaran Modal.

3. Anggaran arus kas.

Waktu merupakan salah satu faktor kunci penentu keberhasilan, karena bisnis sekarang
bergerak dan berubah dalam jangka waktu yang lebih singkat sehingga pelaksanaan strategi
tentunya harus memperhatikan faktor waktu. Kapan suatu tindakan dan kebijakan dieksekusi
perlu ditetapkan dan kemudian dikendalikan agar sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Selain dua hal di atas terdapat aspek lain lagi yang perlu dikendalikan dalam operasional
yaitu memusatkan perhatian pada faktor-faktor penentu sukses. Semua faktor tersebut dimonitor
dan dilakukan upaya untuk perbaikannya agar tidak mempengaruhi pencapaian tujuan
perusahaan di kemudian hari.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Hidayat Wiweko, SE. MSi. MANAJEMEN STRATEGIK 7