Anda di halaman 1dari 7

· Prostatitis

EPIDIDIMITIS
Prostatitis merupakan reaksi inflamasi pada kelenjar prostat
1. Definisi
yang dapat disebabkan oleh bakteri maupun non bakteri dapat
Epididimitis merupakan suatu proses inflamasi yang terjadi menyebar ke skrotum, menyebabkan timbulnya epididimitis
pada epididimis. Epididimis merupakan suatu struktur berbentuk dengan rasa nyeri yang hebat, pembengkakan, kemerahan dan
kurva (koil) yang menempel di belakang testis dan berfungsi sebagai jika disentuh terasa sangat nyeri. Gejala yang juga sering
tempat penyimpanan sperma yang matur.3 menyertai adalah nyeri di selangkangan, daerah antara penis dan
Berdasarkan timbulnya nyeri, epididimitis dibedakan anus serta punggung bagian bawah, demam dan menggigil.
menjadi epididimitis akut dan kronik. Epididimitis akut memiliki Pada pemeriksaan colok dubur didapatkan prostat yang
waktu timbulnya nyeri dan bengkak hanya dalam beberapa hari membengkak dan terasa nyeri jika disentuh.
sedangkan pada epididimitis kronik, timbulnya nyeri dan · Tindakan pembedahan seperti prostatektomi.
peradangan pada epididimis telah berlangsung sedikitnya selama
Prostatektomi dapat menimbulkan epididimitis karena
enam minggu disertai dengan timbulnya indurasi pada skrotum.4
terjadinya infeksi preoperasi pada traktus urinarius. Hal ini
2. Etiologi terjadi pada 13% kasus yang dilakukan prostatektomi
Bermacam penyebab timbulnya epididimitis tergantung suprapubik.
dari usia pasien, sehingga penyebab dari timbulnya epididimitis · Kateterisasi dan instrumentasi
dibedakan menjadi :3,4,15,16
Terjadinya epididimitis akibat tindakan kateterisasi maupun
· Infeksi bakteri non spesifik pemasangan instrumentasi dipicu oleh adanya infeksi pada
Bakteri coliforms (misalnya E coli, Pseudomonas, Proteus, urethra yang menyebar hingga ke epididimis.
Klebsiella) menjadi penyebab umum terjadinya epididimitis 3. Patofisiologi
pada anak-anak, dewasa dengan usia lebih dari 35 tahun dan
Patofisiologi terjadinya epididimitis masih belum jelas,
homoseksual. Ureaplasma urealyticum, Corynebacterium,
dimana diperkirakan terjadinya epididimitis disebabkan oleh aliran
Mycoplasma, and Mima polymorpha juga dapat ditemukan pada
balik dari urin yang mengandung bakteri, dari uretra pars prostatika
golongan penderita tersebut. Infeksi yang disebabkan oleh
menuju epididimis melalui duktus ejakulatorius vesika seminalis,
Haemophilus influenzae and N meningitides sangat jarang
ampula dan vas deferens. Oleh karena itu, penyumbatan yang terjadi
terjadi.
di prostat dan uretra serta adanya anomali kongenital pada bagian
· Penyakit Menular Seksual genito-urinaria sering menyebabkan timbulnya epididimitis karena
Chlamydia merupakan penyebab tersering pada laki-laki tekanan tinggi sewaktu miksi. Setiap kateterisasi maupun
berusia kurang dari 35 tahun dengan aktivitas seksual aktif. instrumentasi seperti sistoskopi merupakan faktor resiko yang sering
Infeksi yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae, menimbulkan epididimitis bakterial.4,17
Treponema pallidum, Trichomonas dan Gardnerella vaginalis Infeksi berawal di kauda epididimis dan biasanya meluas
juga sering terjadi pada populasi ini. ke tubuh dan hulu epididimis. Kemudian mungkin terjadi orkitis
· Virus melalui radang kolateral. Tidak jarang berkembang abses yang dapat
menembus kulit dorsal skrotum. Jarang sekali epididimitis
Virus menjadi penyebab yang cukup dominan pada anak- disebabkan oleh refluks dari jalan kemih akibat tekanan tinggi intra
anak. Pada epididimitis yang disebabkan oleh virus tidak abdomen karena cedera perut.17
didapatkan adanya pyuria. Mumps merupakan virus yang sering
menyebabkan epididimitis selain coxsackie virus A dan 4. Gejala Klinis
varicella Gejala yang timbul tidak hanya berasal dari infeksi lokal
· Tuberkulosis namun juga berasal dari sumber infeksi yang asli. Gejala yang sering
berasal dari sumber infeksi asli seperti duh uretra dan nyeri atau
Epididimitis yang disebabkan oleh basil tuberkulosis sering itching pada uretra (akibat uretritis), nyeri panggul dan frekuensi
terjadi di daerah endemis TB dan menjadi penyebab utama miksi yang meningkat, dan rasa terbakar saat miksi (akibat infeksi
terjadinya TB urogenitalis. pada vesika urinaria yang disebut Cystitis), demam, nyeri pada
· Penyebab infeksi lain (seperti brucellosis, daerah perineum, frekuensi miksi yang meningkat, urgensi, dan rasa
coccidioidomycosis, blastomycosis, cytomegalovirus perih dan terbakar saat miksi (akibat infeksi pada prostat yang
[CMV], candidiasis, CMV pada HIV) dapat menjadi disebut prostatitis), demam dan nyeri pada regio flank (akibat infeksi
penyebab terjadinya epididimitis namun biasanya hanya pada ginjal yang disebut pielonefritis).6
terjadi pada individu dengan sistem imun tubuh yang Gejala lokal pada epididimitis berupa nyeri pada skrotum.
rendah atau menurun. Nyeri mulai timbul dari bagian belakang salah satu testis namun
· Obstruksi (seperti BPH, malformasi urogenital) memicu dengan cepat akan menyebar ke seluruh testis, skrotum dan
terjadinya refluks. kadangkala ke daerah inguinal disertai peningkatan suhu badan yang
· Vaskulitis (seperti Henoch-Schönlein purpura pada anak- tinggi. Biasanya hanya mengenai salah satu skrotum saja dan tidak
anak) sering menyebabkan epididimitis akibat adanya disertai dengan mual dan muntah.4,17
proses infeksi sistemik.
5. Tanda Klinis
· Penggunaan Amiodarone dosis tinggi
Tanda klinis pada epididimitis yang didapat saat melakukan
Amiodarone adalah obat yang digunakan pada kasus pemeriksaan fisik adalah :3,4,15,16,17
aritmia jantung dengan dosis awal 600 mg/hari – 800 mg/ hari
selama 1 – 3 minggu secara bertahap dan dosis pemeliharaan · Pada pemeriksaan ditemukan testis pada posisi yang
400 mg/hari. Penggunaan Amiodarone dosis tinggi ini (lebih normal, ukuran kedua testis sama besar, dan tidak terdapat
dari 200 mg/hari) akan menimbulkan antibodi amiodarone HCL peninggian pada salah satu testis dan epididimis
yang kemudian akan menyerang epidididmis sehingga membengkak di permukaan dorsal testis yang sangat nyeri.
timbullah gejala epididimitis. Bagian yang sering terkena adalah Setelah beberapa hari, epididimis dan testis tidak dapat
bagian cranial dari epididimis dan kasus ini terjadi pada 3-11 % diraba terpisah karena bengkak yang juga meliputi testis.
pasien yang menggunakan obat amiodarone. Kulit skrotum teraba panas, merah dan bengkak karena
adanya udem dan infiltrat. Funikulus spermatikus juga turut Pemeriksaan ini digunakan untuk mengetahui suatu
meradang menjadi bengkak dan nyeri. anomali kongenital pada pasien anak-anak dengan bakteriuria dan
· Hasil pemeriksaan refleks kremaster normal epididimitis.
· Phren sign bernilai positif dimana nyeri dapat berkurang 7. Diagnosis
bila skrotum diangkat ke atas karena pengangkatan ini akan
mengurangi regangan pada testis. Namun pemeriksaan ini Diagnosis epididimitis dapat ditegakkan melalui :4
kurang spesifik. a) Anamnesa
· Pembesaran kelanjar getah bening di regio inguinalis. b) Pemeriksaan fisik
· Pada colok dubur mungkin didapatkan tanda prostatitis c) Pemeriksaan Laboratorium
kronik yaitu adanya pengeluaran sekret atau nanah setelah d) Pemeriksaan penunjang lainnya
dilakukan masase prostat.
· Biasanya didapatkan eritema dan selulitis pada skrotum 8. Diagnosis Banding
yang ringan Diagnosis banding epididimitis meliputi :4,15,17,19
· Pada anak-anak, epididimitis dapat disertai dengan anomali
kongenital pada traktus urogenitalis seperti ureter ektopik, 1. Orkitis
vas deferens ektopik, dll. 2. Hernia inguinalis inkarserata
3. Torsio testis
Pemeriksaan Laboratorium 4. Seminoma testis
Pemeriksaan laboratorium yang dapat digunakan untuk 5. Trauma testis
mengetahui adanya suatu infeksi adalah:4,16,17 9. Penatalaksanaan
· Pemeriksaan darah dimana ditemukan leukosit meningkat Penatalaksanaan epididimitis meliputi dua hal yaitu
dengan shift to the left (10.000-30.000/µl) penatalaksanaan medis dan bedah, berupa :
· Kultur urin dan pengecatan gram untuk kuman penyebab
a. Penatalaksanaan Medis
infeksi
· Analisa urin untuk melihat apakah disertai pyuria atau tidak Antibiotik digunakan bila diduga adanya suatu proses
· Tes penyaringan untuk klamidia dan gonorhoeae. infeksi. Antibiotik yang sering digunakan adalah :3,4,6,15,20
· Kultur darah bila dicurigai telah terjadi infeksi sistemik · Fluorokuinolon, namun penggunaannya telah dibatasi
pada penderita karena terbukti resisten terhadap kuman gonorhoeae
6. Pemeriksaan Radiologis · Sefalosforin (Ceftriaxon)
· Levofloxacin atau ofloxacin untuk mengatasi infeksi
Sampai saat ini, pemeriksaan radiologis yang dapat
klamidia dan digunakan pada pasien yang alergi penisilin
digunakan adalah :4,6,16,18
· Doksisiklin, azithromycin, dan tetrasiklin digunakan untuk
1. Color Doppler Ultrasonography mengatasi infeksi bakteri non gonokokal lainnya
• Pemeriksaan ini memiliki rentang kegunaan yang luas ○ Penanganan epididimitis lainnya berupa
dimana pemeriksaan ini lebih banyak digunakan untuk penanganan suportif, seperti :16
membedakan epididimitis dengan penyebab akut skrotum · Pengurangan aktivitas
lainnya. · Skrotum lebih ditinggikan dengan melakukan tirah baring
• Keefektifan pemeriksaan ini dibatasi oleh nyeri dan ukuran total selama dua sampai tiga hari untuk mencegah regangan
anatomi pasien (seperti ukuran bayi berbeda dengan berlebihan pada skrotum.
dewasa) · Kompres es
• Pemeriksaan menggunakan ultrasonografi dilakukan untuk · Pemberian analgesik dan NSAID
melihat aliran darah pada arteri testikularis. Pada · Mencegah penggunaan instrumentasi pada urethra
epididimitis, aliran darah pada arteri testikularis cenderung e. Penatalaksanaan Bedah
meningkat.
• Ultrasonografi juga dapat dipakai untuk mengetahui adanya Penatalaksanaan di bidang bedah meliputi :4,19
abses skrotum sebagai komplikasi dari epididimitis. · Scrotal exploration
• Kronik epididimitis dapat diketahui melalui pembesaran Tindakan ini digunakan bila telah terjadi komplikasi dari
testis dan epididimis yang disertai penebalan tunika epididimitis dan orchitis seperti abses, pyocele, maupun terjadinya
vaginalis dimana hal ini akan menimbulkan gambaran echo infark pada testis. Diagnosis tentang gangguan intrascrotal baru
yang heterogen pada ultrasonografi. dapat ditegakkan saat dilakukan orchiectomy.
2. Nuclear Scintigraphy · Epididymectomy
• Pemeriksaan ini menggunakan technetium-99 tracer dan Tindakan ini dilaporkan telah berhasi mengurangi nyeri
dilakukan untuk mengkonfirmasi hasil pemeriksaan aliran yang disebabkan oleh kronik epididimitis pada 50% kasus.
darah yang meragukan dengan memakai ultrasonografi.
• Pada epididimitis akut, akan terlihat gambaran peningkatan · Epididymotomy
penangkapan kontras Tindakan ini dilakukan pada pasien dengan epididimitis
• Memiliki sensitivitas dan spesifitas 90-100% dalam akut supurativa.
menentukan daerah iskemia akibat infeksi.
• Pada keadaan skrotum yang hiperemis akan timbul 10. Komplikasi
diagnosis negatif palsu Komplikasi dari epididimitis adalah :3,4
• Keterbatasan dari pemeriksaan ini adalah harga yang mahal
dan sulit dalam melakukan interpretasi · Abses dan pyocele pada skrotum
· Infark pada testis
3. Vesicouretrogram (VCUG), cystourethroscopy, dan USG · Epididimitis kronis dan orchalgia
abdomen · Infertilitas sekunder sebagai akibat dari inflamasi maupun
obstruksi dari duktus epididimis
· Atrofi testis yang diikuti hipogonadotropik hipogonadism
· Fistula kutaneus
11. Prognosis Pada permulaan testis teraba agak bengkak dengan nyeri
tekan dan terletak agak tinggi di skrotum, testis letaknya lebih tinggi
Epididimitis akan sembuh total bila menggunakan
dan lebih horizontal dari testis kontra lateral., pada torsi yang baru
antibiotik yang tepat dan adekuat serta melakukan hubungan seksual
terjadi, dapat diraba adanya lilitan atau penebalan funikulus
yang aman dan mengobati partner seksualnya. Kekambuhan
spermatikus. Kulit skrotum menjadi udem, berwarna merah
epididimitis pada seorang pasien adalah hal yang biasa terjadi.6
sehingga menyulitkan palpasi serta hilangnya refleks kremaster, dan
TORSIO TESTIS Phren sign positif.7,16
1. Definisi Torsio testis yang terjadi pada masa prenatal memiliki
Torsio testis adalah terpuntirnya funikulus spermatikus tanda berupa massa di skrotum yang berbentuk bulat dan keras dan
yang berakibat terjadinya gangguan aliran darah pada testis.7 pemeriksaan transiluminasi bernilai negatif.25

2. Etiologi 7. Pemeriksaan Laboratorium5,7,23

Etiologi terjadinya torsio testis adalah :7,16 · Hasil pemeriksaan urinalisis biasanya normal, namun pada
30% kasus, ditemukan adanya leukosit pada urin.
· Anomali kongenital · Pada pemeriksaan darah, didapatkan hasil yang normal,
· Undesensus Testis namun pada 60% kasus torsio terdapat peningkatan leukosit
· Aktivitas seksual dan aktivitas yang berlebihan yang menandakan telah terjadi proses infeksi
· Trauma tumpul yang mengenai skrotum · Pemeriksaan C-Reactive Protein (protein fase akut) dapat
· Perubahan suhu yang mendadak digunakan untuk membantu membedakan inflamasi yang
· Ketakutan, batuk disebabkan oleh epididimitis dan proses noninflamasi yang
· Celana yang terlalu ketat disebabkan oleh torsio testis. Peningkatan nilai CRP
3. Patofisiologi menunjukkan adanya suatu proses peradangan akut.
Testis merupakan organ yang ditutupi oleh tunika vaginalis 8. Pemeriksaan Radiologis
pada permukaan posterolateralnya sehingga testis memiliki sedikit Pemeriksaan radiologist yang dapat digunakan untuk
kebebasan bergerak di dalam skrotum. Secara fisiologis m. membantu menegakkan diagnosa torsio testis adalah :5,7,16,21
cremaster berfungsi menggerakkan testis mendekati dan menjauhi
rongga abdomen untuk mempertahankan suhu ideal untuk testis. · Color Doppler Ultrasonography
Adanya kelainan penyangga testis yang berupa insersi tunika – Pemeriksaan ultrasonografi dilakukan untuk melihat aliran
vaginalis yang tinggi di funikulus spermatikus menyebabkan testis darah arteri yang menuju testis sehingga dapat diketahu
dan funikulus spermatikus dapat mengalami torsi di dalam tunika kelainan yang terjadi pada testis dan pembuluh darahnya.
vaginalis jika bergerak secara berlebihan (intravaginal torsi), – Gambaran dari terganggunya aliran darah testis saat terjadi
biasanya digambarkan sebagai lonceng dengan bandulnya (bell torsio testis tergantung dari durasi terjadinya torsio.
clapper deformity).7,17 – Pada torsio yang terjadi kurang dari 6 jam, testis yang
Terjadinya puntiran pada funikulus spermatikus dan testis terkena akan menunjukkan gambaran berupa sedikit
di dalam tunika vaginalis mengakibatkan timbulnya gangguan pembesaran testis dengan sedikit penurunan echogenicity.
perdarahan testis mulai dari bendungan vena yang menimbulkan Setelah 24 jam, gambaran echogenicity menjadi lebih
oklusi arteri sampai iskemia yang dapat menyebabkan nekrosis dan heterogen, dan hilangnya tanda-tanda viabilitas dari testis.
gangrene.5,7,17 – Kaput epididimis menjadi membesar karena terjadi
kekusutan pada arteri yang berbeda serta terdapat gambaran
Putaran torsi berkisar antara 180 -720 , namun derajat yang
o o
spiral yang berliku-liku pada funikulus spermatikus.
menimbulkan oklusi pembuluh darah dimulai dari 450o-720ohingga
– Viabilitas dari testis dapat ditentukan dari echogenicity
terjadinya iskemia pada arteri.21
yang normal, tidak adanya penebalan dinding skrotum dan
4. Klasifikasi ada atau tidaknya hidrokel.
Berdasarkan anatomi, torsio testis dibedakan menjadi dua – Kekurangan dari pemeriksaan ini adalah sangat sulit
macam, yaitu :5,21,22 dilakukan pada anak-anak walaupun testis mereka dalam
keadaan normal.
· Ekstravaginalis, tipe ini terjadi pada masa neonatus, umumnya
karena terjadi sebelum testis terfiksasi sempurna pada masa Pemeriksaan ini memiliki sensitivitas 86%, spesifitas 100%, dan
prenatal sehingga terjadi puntiran testis pada fiksasi testis di ketepatan 97% dalam mendiagnosis torsio testis.
bagian proksimal tunika vaginalis di masa perkembangannya. Nuclear Scintigraphy
Angka kejadiannya adalah 5% dari semua kejadian torsio tertis
- Pemeriksaan ini dilakukan bila terdapat keragu-raguan dalam
dan berhubungan dengan berat badan lahir yang lebih. Torsio
melihat aliran darah testis sehingga tidak salah dalam
tipe ini dapat pula disebabkan oleh undesensus testis.
membedakan torsio testis dengan kondisi lainnya.
· Intravaginalis, tipe ini terjadi puntiran di dalam tunika vaginalis
- Gambaran scan dapat dikatakan abnormal bila terdapat
yang lebih dikenal dengan fenomena lonceng dan bandulnya
penurunan penangkapan proton pada testis yang terkena.
(bell and clapper deformity), biasanya terjadi pada anak-anak
Gambaran ini menunjukkan tidak adanya aliran darah pada
yang lebih tua. Tipe ini timbul akibat ketegangan yang
daerah tersebut.
berlebihan pada testis. Angka kejadiannya adalah 16% dari
semua kejadian torsio testis - Pemeriksaan ini memiliki sensitivitas 90-100% dalam melihat
aliran darah testis.
5. Gejala Klinis
9. Diagnosis
Timbul nyeri testis yang hebat dan tiba-tiba yang sering
disertai nyeri perut dalam, mual dan muntah, serta demam. Nyeri Diagnosis torsio testis dapat ditegakkan melalui anamnesa dan
perut selalu ada, sebab berdasarkan perdarahan dan persarafannya, pemeriksaan fisik saja namun bila terdapat keragu-raguan dapat
testis tetap merupakan organ perut. Pada 50% pasien, memiliki dilakukan konfirmasi diagnosis dengan menggunakan
riwayat nyeri skrotum yang berulang yang menghilang spontan.7,16,17 pemeriksaan penunjang lainnya.23
6. Tanda Klinis 10. Diagnosis Banding
Diagnosis banding torsio testis adalah semua keadaan darurat testis dapat tidak teraba atau testis membesar dan nyeri,
dan akut di dalam skrotum seperti hernia inguinalis inkarserata, didapatkan adanya cairan atau darah di dalam skrotum.9,17
epididimitis akut, hidrokel, torsio hidatid morgagni, dll.5,17,22 6. Pemeriksaan Laboratorium
11. Penatalaksanaan Pemeriksaan urin penting untuk membedakan dengan penyebab
Tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi torsio testis pembesaran intraskrotal lainnya, dan membantu mengetahui ada
adalah:7,5,16 atau tidaknya hematuria sehingga dapat diketahui adanya
trauma pada urethra dan traktus urinarius. Kultur urin dan
· Terapi konservatif berupa Detorsi manual yaitu
cairan luka dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya
mengembalikan testis ke posisi awalnya dengan memutar ke
infeksi dan kuman penyebab infeksi. Pemeriksaan ini penting
arah beralawanan dengan arah torsi. Tindakan ini cukup
terutama pada luka tusuk.9,17
menyakitkan dan memerlukan tindakan bedah definitif lanjutan
untuk memfiksasi testis. 7. Pemeriksaan Radiologis8,9
· Tindakan Operasi · Color Doppler Ultrasonografi dengan atau tanpa kontras
Tindakan operasi dilakukan tergantung dari usia pasien – Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui organ-organ
dilakukan orchidopeksi bila testis masih dapat diselamatkan dan yang terkena saat trauma tumpul terjadi, dilihat dari
orchidektomi bila testis sudah nekrosis. anatomi organ intraskrotum yang abnormal dan aliran darah
testis.
12. Komplikasi – Pemeriksaan ini sangat perlu dilakukan bila didapatkan
Torsio testis merupakan salah satu kegawatdaruratan di bidang adanya hematom intratestikular dan ekstratestikular dengan
urologi. Diagnosis torsio testis harus sudah dapat ditegakkan tunika albuginea yang masih utuh.
antara 6-8 jam sejak timbulnya gejala. Komplikasi yang timbul – Tidak adanya aliran darah menuju testis mengindikasikan
akibat terjadinya torsio testis yang tidak terdiagnosa lebih awal adanya torsio testis, vascular avulsion, trombosis pada
adalah terjadinya infark pada testis, infeksi, dan akhirnya harus funiculus spermaticus sehingga perlu dilakukan
kehilangan testis untuk selamanya. Akibat dari kehilangan testis penanganan segera.
akan menimbulkan gangguan fertilitas dan kosmetik.Hal ini · Retrograde urethrography
terjadi pada 55-85% kasus5,7,23 · Pemeriksaan ini dilakukan bila dicurigai adanya suatu trauma
pada urethra yang dari pemeriksaan fisik didapatkan adanya
13. Prognosis tanda trauma pada urethra seperti hematuria dan prostat yang
Bila torsio testis dapat didiagnosa secara cepat dan lebih dini, melayang pada pemeriksaan colok dubur.
maka 100% testis masih dapat diselamatkan. Orchiopexy tidak · CT Scan
menjamin tidak akan terjadi torsio testis lagi di masa yang akan · Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat lokasi testis yang
datang.5,7,16,23 abnormal, struktur anatomi intratestikular, dan perfusi pada
setiap organ. CT scan yang dilakukan adalah CT scan
TRAUMA TESTIS
abdominopelvik.
1. Definisi
8. Diagnosis
Trauma testis didefinisikan sebagai trauma (dapat berupa
Diagnosis definitif trauma testis ditentukan dengan melakukan
tumpul dan tajam) yang menimbulkan pembengkakan pada
eksplorasi. Ultrasonografi skrotum dapat memberi gambaran
skrotum disertai hematom pada skrotum dan intratestikular dan
akurat kerusakan testis sehingga dapat dihindari eksplorasi yang
berbagai macam derajat ekimosis pada dinding skrotum.9
tidak perlu.17
2. Etiologi
9. Diagnosis Banding
Berbagai macam jenis trauma yang terjadi pada skrotum
Dengan ananmnesis yang baik mengenai riwayat trauma,
berupa :8,9
pemeriksaan fisik, laboratorium dan ultrasonografi, trauma
§ Avulsi, dapat disebabkan oleh : testis dapat dibedakan dengan torsio testis, tumor testis,
– Serangan binatang dan orang lain epididimitis, maupun hidrokel.17
– Kecelakaan kendaraan bermotor 10. Penatalaksanaan
– Mutilasi diri sendiri
Penatalaksanaan trauma testis dibedakan menjadi dua macam,
· § Trauma tumpul, dapat disebabkan oleh :
yaitu :
– Aktivitas berolahraga
– Kecelakaan kendaraan bermotor · Konservatif
– Diserang oleh orang lain. Terapi konservatif dilakukan bila hanya terjadi pembengkakan
· § Trauma tajam (tembus), dapat disebabkan oleh : dan nyeri tekan minimal, atau pada ultrasonografi tidak terbukti
– Diserang oleh orang lain dan binatang terdapat ruptur testis. Terapi konservatif terdiri dari elevasi
– Kecelakaan kendaraan bermotor skrotum, aplikasi kantong es, dan pemberian antibiotik.
– Memutilasi diri sendiri Antibiotik diberikan terutama pada kasus skin avulsion dan luka
3. Patofisiologi tusuk pada daerah skrotum.9,17
Adanya trauma tumpul maupun trauma tajam pada daerah · Tindakan Bedah
skrotum menimbulkan cedera pada skrotum.9 Tindakan bedah yang dilakukan tergantung dari jenis trauma,
4. Gejala Klinis seperti :9,24,25
Pada ananmnesis didapatkan riwayat terjadinya trauma, tidak - Trauma tumpul pada skrotum
ada demam, dan segera setelah terjadinya trauma timbul rasa Eksplorasi skrotum dilakukan untuk menyelamatkan testis,
nyeri hebat, disertai mual, muntah dan kadang sinkop.9,17 mencegah infeksi, mengontrol perdarahan, dan mempercepat
5. Tanda Klinis pemulihan. Bila terjadi ruptur epididimis, maka tindakan yang
dilakukan adalah epididimektomi sedangkan bila terjadi torsio
Pada inspeksi tampak ekimosis, hematom, pembesaran skrotum,
testis maka tindakan yang dilakukan adalah orchidopexy.
luka, dan hilangnya sebagian kulit (skin avulsi). Pada palpasi,
- Trauma tusuk (tembus) pada skrotum Kalau isi hernia terdiri dari usus, dapat terjadi perforasi yang
akhirnya dapat menimbulkan abses lokal, fistel atau peritonitis
Bila terjadi ruptur total pada pembuluh darah, dapat dilakukan
jika terjadi hubungan dengan rongga perut.17
reanastomosis mikrovaskular, sedangkan bila terjadi trombosis
pada funikulus spermatikus, maka perlu dilakukan 5. Manifestasi Klinis
mikroreimplantasi. Gambaran klinik hernia inkarserata yang mengandung usus
- Skin avulsion dimulai dengan gambaran obstruksi usus seperti perut kembung,
muntah, obstipasi, dengan gangguan keseimbangan cairan,
Pada keadaan ini yang perlu dilakukan pertama kali adalah
elektrolit, dan asam basa. Bila sudah terjadi strangulasi karena
debridement. Bila hanya kehilangan sebagian besar, maka
gangguan vaskularisasi terjadi gangguan toksik akibat gangrene,
tindakan yang perlu dilakukan adalah melakukan penutupan
gambaran klinik menjadi komplek dan sangat serius. Penderita
dengan menjahitkan antar bagian luka dengan benang yang
mengeluh nyeri lebih hebat di tempat hernia, nyeri akan
diserap dan menggunakan jarum yang atraumatik. Bila kulit
menetap karena rangsangan peritoneum, dan pasien menjadi
yang hilang hampir seluruhnya maka perlu dilakukan skin
lebih gelisah disertai demam dan menggigil.17
grafting.
6. Pemeriksaan Fisik
11. Komplikasi
Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan tanda-tanda dehidrasi
Komplikasi yang mungkin timbul akibat terjadinya trauma pada
dan peningkatan suhu tubuh. Pada inspeksi yang ditemukan
skrotum adalah :9
adalah benjolan kemerahan yang tidak dapat dimasukkan lagi,
· Infeksi dan timbulnya jaringan nekrotik pada palpasi didapatkan nyeri tekan di daerah skrotum dan
· Fourniers’s gangren distensi abdomen, pada perkusi abdomen didapatkan perut
· Atrofi testis kembung dan hipertimpani, sedangkan pada auskultasi
didapatkan hiperperistaltik usus dan metallic sound. Dapat
12. Prognosis
dijumpai tanda peritonitis atau abses lokal bila telah terjadi
Viabilitas dari skrotum sangat tergantung pada devaskularisasi komplikasi.17
jaringan yang baik.9
7. Diagnosis
HERNIA INGUINALIS INKARSERATA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan pemeriksaan
1. Definisi fisik.17
Hernia inguinalis inkarserata adalah suatu hernia ireponibilis 8. Diagnosis Banding
yang sudah mengalami gangguan vaskularisasi, disertai tanda-
Diagnosis banding dari hernia inguinalis inkarserata adalah
tanda ileus obstruktif akibat terjepitnya usus di dalam anulus
keluhan akut skrotum lainnya dan ileus obstruktif.17
inguinalis. Hernia ireponibilis keadaan dimana sebagian usus
masuk melalui sebuah lubang pada dinding perut ke dalam 9. Penatalaksanaan19,26
kanalis inguinalis dan tidak dapat kembali ke cavum Penanganan Hernia Inkarserata
abdominalis kecuali dengan bantuan operasi.. Kanalis inguinalis
adalah saluran yang berbentuk tabung, yang merupakan jalan • Tidak ada terapi konservatif untuk hernia jenis ini. Yang harus
tempat turunnya testis dari perut ke dalam skrotum sesaat dilakukan adalah operasi secepatnya untuk menghilangkan
sebelum bayi dilahirkan.17 ileus.
2. Anatomi • Jenis operasi :
Kanalis inguinalis dibatasi di kraniolateral oleh annulus a. Herniotomi
inguinalis internus yang merupakan bagian terbuka dari fasia Pada herniotomi dilakukan pembebasan kantong hernia sampai
tranversalis dan aponeurisis m.transversus abdominis, di medial kelehernya. Kantong dibuka dan isi hernia dibebaskan kalau ada
bawah, di atas tuberkulum pubikum, kanal ini dibatasi oleh perlekatan, kemudian direposisi, kantong hernia dijahit-ikat
annulus inguinalis eksternus, bagian terbuka dari aponeurosis setinggi mungkin lalu dipotong
m.oblikus eksternus, dan didasarnya terdapat ligamentum
inguinale. Kanal berisi funikulus spermatikus pada pria, dan b. Hernioplasti
ligamentum rotundum pada wanita.17 Pada hernioplasti dilakukan tindakan memperkecil anulus
Nervus ilioinguinalis dan iliofemoralis mempersarafi otot di inguinalis internus dan memperkuat dinding belakang kanalis
regio inguinalis, sekitar kanalis inguinalis, dan funikulus inguinalis. Hernioplasti lebih penting artinya dalam mencegah
spermaticus, serta sensibilitas kulit di regio inguinalis, skrotum terjadinya residif dibandingkan dengan herniotomi. Dikenal
dan sebagian kecil kulit tungkai atas bagian proksimomedial.17 berbagai metode hernioplastik seperti memperkecil anulus
inguinalis internus dangan jahitan terputus, menutup dan
3. Etiologi memperkuat fasia transversa, dan menjahitkan pertemuan m.
Terjadinya hernia inguinalis inkarserata disebabkan oleh tranversus internus abdominis dan m. oblikus internus
terjepitnya usus pada kanalis inguinalis sehingga menyebabkan abdominis yang dikenal dengan nama conjoint tendon ke
timbulnya gangguan vaskularisasi dan tanda-tanda ileus ligamentum inguinale poupart menurut metode Bassini, atau
obstruktif.17 menjahitkan fasia tranversa m. transversus abdominis,
m.oblikus internus abdominis ke ligamentum cooper pada
4. Patofisiologi metode Mc Vay. Bila defek cukup besar atau terjadi residif
Terjepitnya isi hernia pada annulus inguinalis akan berulang diperlukan pemakaian bahan sintesis seperti mersilene,
menyebabkan gangguan perfusi jaringan isi hernia. Pada prolene mesh atau marleks untuk menutup defek.
permulaaan terjadi bendungan vena sehingga terjadi udem • Pada hernia inkarserata dapat diperkirakan hal-hal yang akan
organ atau struktur di dalam hernia dan transudasi ke dalam terjadi pada isi hernia berdasarkan perhitungan waktu, yaitu :
kantong hernia. Timbulnya udem menyebabkan jepitan pada
cincin hernia makin bertambah sehingga akhirnya peredaran – kurang dari 24 jam setelah diagnosis, dapat dianggap isi
darah jaringan terganggu. Isi hernia menjadi nekrosis dan hernia baru saja terjepit
kantong hernia berisi transudat berupa cairan serosanguinus. – 24-48 jam : isi hernia mulai mengalami iskemik
– 48-72 jam : mulai terjadi ganggren Akut skrotum merupakan suatu keadaan timbulnya gejala nyeri
– 3 hari : isi hernia nekrosis dan bengkak pada skrotum beserta isinya yang bersifat
• Selain dengan perhitungan waktu, keadaan isi hernia juga mendadak dan disertai gejala lokal dan sistemik yang
dapat dilihat dari : memerlukan penanganan yang segera tepat, dan adekuat.
– warna usus (membiru, iskemik atau nekrosis) Menentukan diagnosis akut skrotum bukanlah suatu hal yang
– penilaian vaskularisasi mudah karena akut skrotum dapat ditimbulkan oleh berbagai
macam sebab dan area pemeriksaan yang lunak membuat
Untuk penilaian vaskularisasi berikan NaCl hangat selama 5
pemeriksaan klinis menjadi lebih sulit sehingga perlu diketahui
menit pada usus, bila terjadi perubahan warna dari kebiruan
lebih banyak tentang ciri-ciri yang membedakan dari tiap faktor
menjadi kemerahan berarti usus masih baik (viable)
penyebab.
bila setelah pemberian NaCl hangat warna usus tetap biru
berarti usus telah mengalami nekrosis (non-viable), harus
direseksi secara end to end
- kemampuan peristaltik usus
bila setelah pemberian NaCl hangat terjadi peristaltik berarti
keadaan usus masih baik (viable)
• Bila keadaan umum pasien baik tetapi ususnya non-viable,
maka setelah herniotomi dilakukan reseksi usus non-viable tadi
lalu lubang hernia ditutup dengan hernioraphy dan hernioplasty.
• Bila keadaan umum pasien jelek, usus non-viable, maka untuk
tahap awal tetap dilakukan herniotomy kemudian usus yang
non-viable tadi dikeluarkan dan diletakkan di atas paha yang
dikenal dengan istilah VORLAGERUNG (letakkan di muka/ di
luar). Dibuat lubang pada usus untuk keluarnya feses. Setelah
keadaan umum pasien membaik baru operasi dapat dilanjutkan.
• Indikasi Vorlagerung : DIAGNOSIS

– usus non-viable · Orchitis


– KU pasien jelek PENATALAKSANAAN
– Narcose (pembiusan) yang lama
1. Konservatif
Penatalaksanaan hernia inguinalis inkarserata pada anak
· Antibiotik. Inj ciprofloksasin 2 x 500 mg
dilakukan dengan pasien dipuasakan, dipasang sonde lambung,
infus rumatan dan disuntikkan sedatif sampai pasien tertidur · Analgetik. Asam mefenamat 3 x 500 mg
dalam posisi Tredelenberg. Dengan tertidur, diharapkan tekanan
intraperitoneal akan normal kembali dan diharapkan isi kantong · Antipiretik .Paracetamol 3 x 500 mg
hernia akan masuk kembali ke rongga peritoneal. Bila dalam · Anti Radang Non-Steroid (NSAID) .Ibuprofen 3 x 500 mg
waktu 6 jam setelah pasien tertidur, hernia tidak berhasil
2. Operatif :
direduksi, herniotomi harus dilakukan dengan segera.27
Radikal Orchiectomy Inguinalis
Pada bayi dan anak yang mempunyai anatomi inguinal yang
normal, tindakan herniotomi hanya terbatas pada ligasi tinggi,
memisahkan sakus, dan mengecilkan annulus inguinalis ke DISKUSI
ukuran yang semestinya.27
Orchitis adalah proses inflamasi (peradangan) satu atau kedua biji
10. Komplikasi testis (zakar), paling sering disebabkan virus yang menyebabkan
Komplikasi hernia inguinalis inkarserata adalah infeksi, gondongan (mumps). Setidak-tidaknya 1/3 laki-laki yang terkena
hematom skrotalis, hidrokel, hernia inguinalis rekurens, dan bila orchitis. Penyebab lainnya adalah infeksi bakteri, termasuk
isi hernia terdiri dari usus, dapat terjadi perforasi yang akhirnya didalamnya penyakit menular seksual (PMS = STD), seperti
dapat menimbulkan abses lokal, fistel atau peritonitis jika gonorrhea atau chlamydia. Orchitis bakterial, sering akibat dari
terjadi hubungan dengan rongga perut.27 epididymitis, suatu peradangan saluran sperma (epididymis).
11. Prognosis Gejalanya berupa:
Prognosis hernia inguinalis inkarserata tergantung dari lamanya • Pembengkakan skrotum
isi hernia terjepit dan penanganan yang diberikan untuk • Testis yang terkena terasa berat, membengkak dan teraba
mencegah terjadinya komplikasi. Perbaikan klasik memberikan lunak
angka kekambuhan sekitar 1% -3% dalam jarak waktu 10 tahun
kemudian. Kekambuhan disebabkan oleh tegangan yang • Pembengkakan selangkangan pada sisi testis yang terkena
berlebihan pada saat perbaikan, jaringan yang kurang, • Demam
hernioplasti yang tidak adekuat, dan hernia yang terabaikan.
Kekambuhan yang sudah diperkirakan, lebih umum dalam • Dari penis keluar nanah
pasien dengan hernia direk, khususnya hernia direk bilateral. • Nyeri ketika berkemih (disuria)
Kekambuhan tidak langsung biasanya akibat eksisi yang tidak
adekuat dari ujung proksimal kantung. Kebanyakan • Nyeri ketika melakukan hubungan seksual atau ketika
kekambuhan adalah langsung dan biasanya dalam regio ejakulasi
tuberkulum pubikum, dimana tegangan garis jahitan adalah • Nyeri selangkangan
yang terbesar.17
• Nyeri testis, bisa terjadi ketika buang air besar atau
mengedan
Kesimpulan
Orkitis adalah suatu peradangan pada salah satu atau kedua testis
(buah zakar).

PENYEBAB
Orkitis bisa disebabkan oleh sejumlah bakteri dan virus.
Virus yang paling sering menyebabkan orkitis adalah virus
gondongan (mumps). Hampir 15-25% pria yang menderita
gondongan setelah masa pubertasnya akan menderita orkitis.
Orkitis juga ditemukan pada 2-20% pria yang menderita bruselosis.

Orkitis sering dihubungkan dengan infeksi prostat atau epididimis,


serta merupakan manifestasi dari penyakit menular seksual
(misalnya gonore atau klamidia).

# Faktor resiko untuk orkitis yang tidak berhubungan dengan


penyakit menular seksual adalah: Immunisasi gondongan yang tidak
adekuat
# Usia lanjut (lebih dari 45 tahun)
# Infeksi saluran kemih berulang
# Kelainan saluran kemih.

Faktor resiko untuk orkitis yang berhubungan dengan penyakit


menular seksual adalah:
# Berganti-ganti pasangan
# Riwayat penyakit menular seksual pada pasangan
# Riwayat gonore atau penyakit menular seksual lainnya.

GEJALA
# Gejalanya berupa: Pembengkakan skrotum
# Testis yang terkena terasa berat, membengkak dan teraba lunak
# Pembengkakan selangkangan pada sisi testis yang terkena
# Demam
# Dari penis keluar nanah
# Nyeri ketika berkemih (disuria)
# Nyeri ketika melakukan hubungan seksual atau ketika ejakulasi
# Nyeri selangkangan
# Nyeri testis, bisa terjadi ketika buang air besar atau mengedan
# Semen mengandung darah.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan
fisik.
Terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di selangkangan dan
pembengkakan testis yang terkena.

# Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan adalah: Analisa air


kemh
# Pembiakan air kemih
# Tes penyaringan untuk klamidia dan gonore
# Pemeriksaan darah lengkap
# Pemeriksaan kimia darah.

PENGOBATAN
Jika penyebabnya adalah bakteri, diberikan antibiotik.
Selain itu juga diberikan obat pereda nyeri dan anti peradangan.

Jika penyebabnya adalah virus, hanya diberikan obat pereda nyeri.

Penderita sebaiknya menjalani tirah baring, skrotumnya diangkat


dan dikompres dengan air es.

PENCEGAHAN
Immunisasi gondongan bisa mencegah terjadinya orkitis akibat
gondongan.

Perilaku seksual yang aman dan terlindung (misalnya tidak berganti-


ganti pasangan dan menggunakan kondom) bisa mengurangi resiko
terjadinya orkitis akibat penyakit menular seksua