Anda di halaman 1dari 12

IDENTITAS BUKU

Judul Buku : Cado-CadoKuadrat Dokter Muda Serba Salah


Ukuran Buku : 19 x 13 cm
Tebal Buku : 188 halaman
Cetakan, tahun : ke-3, September 2010
Penerbit : BUKUNE
Gambar Sampul Depan : Dokter Bedah
Harga Buku : RP. 30.000,00

1
BAB I
PENDAHULUAN

A. Biografi Pengarang
Buku ini berjudul Cado-Cado Kuadrat Dokter Muda Serba Salah
yangdikarang oleh Ferdiriva Hamzah. Diaadalah anak kedua dari tiga bersaudara
dari Faisal Hamzah dan Suriati. Ferdiriva Hamzah juga sudah mempunyai seorang
istri. Selain berprofesi sebagai seorang doctor dia juga Hobby menulis. Riva
adalah lulusan S2 Fakultas Kedoktoran Universitas Indonesia. Saat ini ia sedang
berparktikum sebagai doctor spesialis mata di Jogjakarta.

B. Kekhasan Pengarang
Cirikhas Ferdiriva Hamzah dalam mengarang buku Cado-Cado Kuadrat
yaitu lucu, unik, sederhana, dan selalu salah dalam melaksanakan tugasnya.

C. Keunikan Buku
Adapun keunikan buku yang dikarang oleh Ferdiviras Hamzah yaitu
bahasanya banyak mengandung humor yang dapat membuat orang tertawa
terbahak-bahak ketika membacanya.

D. Tema Buku
Adapun tema dari buku adalah “

E. Kritik Terhadap Kelemahan Buku


Gambar yangterdapat didalam buku ini dianggap kurang baikkarena
gambarnya tidak menuntun dan dapat merusak moral yang membacanya.

F. Kesan Terhadap Buku


1. Ceritanya seuru dan dapat menghibur
2. Ceritanya unik dapat menghilangkan stress.

2
BAB II
ISI

A. Sinopsis
Buku ini menceritakan sosok Riva yang selalu salah dalam melakukan
tugas-tugasnya dan pengalaman uniknya pada saat ko-ass bersama teman-
temannya. Pada hari pertama ko-ass, Riva, Budi dan Evi di bimbing oleh seorang
dokter perempuan yang berusia 60 tahun, dan belum pernah menikah, alias single
kabarnya guru pembimbing tersebut rada-rada genit dan beliau sangat susah
memberikan nilai ujian di atas 60 terkecuali ko-assnya adalah seorang laki-laki
yang memiliki bulu dada. Kemudian pada hari selasa mereka bertiga dibimbing
oleh seeorang dokter lajang yangsangat unik. Dokter tersebbut sangatlah aneh,
karena setiap kali ia memeriksa pasien ia selalu menghubungkan dengan pelajaran
sejarah mulai dari organisasi Budi Utomo, berakhirnya penjajahan Jepang di
Indonesia hingga proses penjahitan Bendera Sang Saka Merah Putih oleh ibu
Fatmawati.
Pada saat ko-assnya Riva mempunyai seorang teman baru yang bernama
Kresnno. Kresno merupakan teman Riva yangsangat unik. Selain mempunyai
obsesi sebagai seorang dokter dia juga mempunyai obsesi untuk menjadi seorang
dukun. Walaupun dimata dokter konsep dukun tidak sepenuhnya jelas, tetapi
Kresno sangat porcaya kalau tidak semua penyakit bisa di sembuhkan secara
medis. Bahkan kresno sangat percaya akan hal-hal supranatural dan mitos.
Pada saat kuliah dulu, Kresno sangat terkenal dengan jampi-jampinya
yang “katanya” bisa membuat dia bebeas dari pertanyaan-pertanyaan yang sulit
sewaktu ujian lisan. Kresno juga paling pantang untuk difoto bertiga karena
menurut kresno apabila di foto bertiga maka akan ada yang meninggal, tetapi
yang membuat Riva menjadi heran yaitu mengapa AB Three masih sehat sampai
sekarang. Pada saat mendapat tugas jaga Riva mendapatkan tugas jaga pertama
bersama Kresno. Pada saat itu mereka kebanjiran oleh pasien hingga mereka tidak
mempunyai waktu untuk istirahat sedikitpun. Beberapa jam kemudia dokter Tio
datang untuk memeriksa kembali pasien yang di rawat inab.

3
Hal yang membuat Riva kesal pada malam itu yaitu Riva harus membuat
surat konsul yang formatnya itu-itu melulu. Surat konsul tersebut di tulis jik
apasien memerlukan pemeriksaan dari bagian ilmu kedokteran lain untuk
diagnosis lebih lanjut penyakitnya.
Pada saat ko-ass Paru, dokter PPDS Oaru menegur Riva, Evi dan Budi.
Kemudia mereka yangbaru selesai melaporsebagai ko-ass baru di bagian Paru
hanya mengangguk karena takut dimarahi oleh PPDS.
Kemudia mereka langsung pergi keruang khusus pasien wanita mereka
disuruh untukmenanganimasing-masing satu pasien. Sesampainya di dalam
ruangan ternyata sudah ada dua ko-ass lain yang mukanya sama sekali belum
pernah dilihat olehmereka. Yang satu postur tubuhny amirip dengan Budi,
Gendut, putih danmatanya sipit. Setelah Rivamembaca name-tagnya akhirnya
Riva mengetahui kalaunamanya adalah Gerald, sementara ko-ass yang satuny
alagu kurus, item dan dan gayanya urakan bernama Ucok. Setelah bersalaman
sambil memperkenalkan diri, mereka bertiga akhirnya mengetahui bahwa gerald
dan Ucok berasal dari universitas lain.
Melihat tingkah laku Gerald yang kasar terhadap pasien, Budi pun
menjadi kesal, sementara itu Riva dan Evi malah tertawa melihat Gerald pada saat
marah ke pasien karena yang diucapkan oleh pasien bukanlah tujuh puluh tujuh,
tetapi bahasa bataknya “pitu puluuhh piiiiitu”
Setelah melakukan pemeriksaan mereka bertiga duduk diruangan perawat
untuk menunggu instruksi selanjutnya, sementara itu Ucok masih memeriksa
pasiennya. Sementara, Gerald pergi entah kemana. Tiba-tiba si dokter PDDS
datang kembali diiringi oleh dua orang temannya yang lain untuk mengajak
mereka semua untuk diskusi. Kemudian mereka semua pun langsung mengikuti
PDDS tersebut. Sesampianya diruangan diskusi yang tidak terlalu besar, mereka
berempat duduk manis dikusris masing-masing, melihat ada kursi yang kosong
kemudian PDDS pun bertanya kepada mereka “kemana teman kalian satu lagi??”.
Belum sempat mereka menjawab pertanyaan PDDS tersebut si Gerald muncul
didepan pintu ruang diskusi sambil membawa bungkusan yang sangat besar dan
berkata kepada PDDS “maaf, dok!!” kata Gerald Junawan. “ini kue dari papa

4
saya, dok. Biar diskusinya enak”. Sambung Geral dengan senyum kemenangan.
Dengan kontan ketiga PDDS itu merasa senang dan gembira karena dibawakan
berbagaimacam kue. Ucok pon kemudian melirik kearah Riva sambil
memasukkan jari telunjuknya ke dalam mulutnya sendiri tanda kalau dia kurang
suka dengan tingkah Gerald, dan Budi yang biasanya rakus dengan makanan pun
ngakk selera makan pada saat itu.
Setelah selesai merbut hati PDDS akhirnya diskusi berakhir. Semua
keluar dari ruangan hanya Riva dan Ucok yang tinggal sambil memesaukkan
catatan kedalam tas masing-masing. Setelah mereka keluar semua dari ruangan
Riva, Budi Evi dan Ucok duduk disebelah bangku. Merekamerasa sangat kesal
sekali terhadap Gerald yang bisanya hanya mengandalkan orang tuanya. Padahal
yang namanya anak ko-ass, pastinya merek itu dituntut untuk mandiri dan belajar
supaya bisa pintar serta memiliki rasa ingin tahu yang bebas. Akan tetapi Ucok
selalu dirugikan oleh Gerald pada saat Gerald menggunakan kuasa bapaknya,
terutama pada saat ujian. si Gerald selalu di berikan kasus yang gampang dan
PDDS berusaha memberitahukan diagnosisnya terlebih dahulu. Oleh sebab itu
mereka berempat berussaha mengerjai Gerald pad saat ujian. Akhirnya rencana
merekapun berhasil. Bagi mereka sudah saatnya Gerald diberikan pelajaran.
Karena Gerald sudah keterlaluan, biasanya Cuma ngandelin nama bapaknya
doang. Menurut mereka ilmu kedokteran ini merupakan masalah nyawa
seseorang, bukan main-main dan tidaklah ada orang yang bisa sembuh kalau
dikirim salam oleh bapaknya.
Satu hari pada saat ko-ass ujian Riva mendapatkan pasien perempuan
yang sangat cantik. Perempuan tersebut menderita penyakit di bagian dadanya.
Dan Rivapun langsung memeriksa pasien tersebut. Setelah memeriksa gadis
tersebut akhirnya dokter pengujinyapun langsung memeriksa pasien itu kembali.
Kemudian pasien tersebut disuru pulang setelah diberi beberapa lembar
pemeriksaan itu laboratorium dan disarankan untuk dibedah dan setelah itu dokter
tersebut langsung memeriksa hasil diagnosis Riva. Pada saat ujian tersebut
ternyata Riva melakukan suatu kesalahan dia telah melanggar kode etik karena dia
mmemeriksa pasien tanpa ada pengawasan dari suster (perawat) dan akhirnya

5
Riva pun dimarahi oleh dosen pengujinya. Setelah itu Rivapun akhirnya menangis
tersedu-sedu dan beberapa menit kemudian dosen pembimbingnyapun datang
menghampirinya dan memberinya peringatan agar tidak mengulang kesalahannya
lagi. Akhirnya Riva pun kembali tersenyum dan merasa senang karena akhirnya
dia dapat lulus ujian.
Setelah riva merasa lega, akhirnya Budi dan Evi langsung mengajak Riva
untuk makan di warung yang ada di sekitar rumah sakit tersebut. Warungtersebut
tidak hanya menjual nasi goreng, tetapi juga menjual berbagaimacam kue dan mi
goreng. Warung tersebut sangatlah ramai pengunjung dan masakannya pun
sangatlah terkenal enak dan lezat, tetapi sayangnya ibu yangberjualan tersebut
sangatlah galak.
Suatu hari tak disangka ibu penjual sadis tersebut muncul di ruangan ko-
ass obgyn atau obstetridan ginekologi. Waktu itu riva baru saja bertugas selama
seminggu di bagian ko-ass tersebut dan Riva punmerasa kecapean karena dia
belums empat tidur selama seminggu. Pada saat Riva memeriksa ibu tersebut
akhirnya Rivapun ketiduran akibat kelelahan dalam melaksanakan rutinitasnya
tersebut mendapatkan tugas jaga malam kali ini Riva ditemeni oleh Icutyang
kebetulan sedang berjaga juga pada malam itu. Pada saat itu hujan sangatlah deras
dan kecoakpun sangatlahbanyak dan Icutpun bertanya kepada Riva, apakah ia
merasa takut kepada kecoak, akan tetapi Riva sama sekali tidak mau mengakui
kalau sebenarnya dia angatlah takut pada yang namanya kecoak. Tak lama
kemudian datanglah seorang suster yang memberitahukan bahwa ada pasien baru
di IGD. Riva dan Icutpun akhirnya buru-buru pergi keruangan IGD. Setelah
sampai diruangan Rivapunlangsung memriksa anak tersebut setelah itu Rivapun
segera menyuruh Icut untuk menyiapkan ambu bag. Sayangnya ambu bagnya
ketinggalan dikamar jaga dan Rivapun akhirnya berlari untukmengambil ambu
bag tersebut. Icutpunlangsungberdiri di samping anak itu untuk membersihkan
jalan nafas anak tersebut.
Ketika Riva sudah sampai di ruangan jaga untukmengambil ambu bag
tiba0tiba banyak sekali kecoak yangbermunculan dihadapannya. Dan dia pun
memberanikan diri untuk menginjak kecoak-kecoak tersebut. Walaupun

6
sebenarnya Riva sangatlah takut dengan kecoa akan tetapi ketakutannya tersebut
langsung hilang ketika Riva mengingat tangisan ibu tersebut yang takut akan
kehilangan anaknya.\
Berhubunag rumah sakit tempat Riva ko-ass adalah rumah sakit rujukan
dan terdekat di tengah kota. Tentu saja banyak pasien yang berdatangan dari
daerah-daerah terpencil. Pasien-pasien tersebut biasanya kuranglancar berbahasa
Indonesia. Karena Riva ko-ass di kota medan, maka kebanyakan yang berobat
yaitu bersal dari suku batak. Makanya, selama ko-ass, Riva Cuma bsia pasrah
kalau mendapatkan pasien yang susah ngomong bahasa Indonesia. Seperti suatu
saat setalah beberapa minggu menjalani ko-ass penyakit dalam. Riva di tugaskan
untuk merawat pasien bangsal yang berusi 70-an. Sayngnya Rivamendapatkan
kesulitan dalam berkomunikasi dengan pasien tersbut. Soalnya pasien tersebut
adalah orang Batak. Jadi Riva sama sekali tidak mengerti dengan ucapan pasien
tersebut, untungnya ada suster yang membatu Riva untuk menerjemahkan bahasa
pasien tersebut kalau tidak mungkin gendang telinga Riva bisa pecah akibat
teriakan pasien tersebut.
Suatu pagi dokter perempuan yang sudah terkenal cerewet itu
mengumumkan bahwa besok mereka akan praktikum helmithesi jadi diharapkan
kepada seluruh mahasiswa untuk membawa faeces untuk mempelajari
pemerikasaan telur cacing. Seketika semua mahasiswa serentak mengatakan
“eeeeeeeeeewwwwwwwwwwwwww!”
Besoknya, praktikumpun hampir dimulai, keduapuluh mahasiswa yang
mendapatkan jadwal praktikum parasitologi saat itu sudah bersiap-siap dengan
e’eknya masing-masing. Termasuk Riva, Evi dan Budi dengan manisnya mereka
semua berdiri di depan pintu laboratorium parasitologi.
Samar-samar dari kejauhan, terlihat ada seorangcewek cantik yang
semakin dekat kemeronaannya semakin menyilaukan mata, ternyata cewek
tersebut adalah Hany. Sambil memperhatikan tentengannya yang berupa tas kecil
silver yang berkilat-kilat dan buku praktikum. Budipun iseng bertanya “mana
Faeces mu? Kok gak nenteng plastik”

7
“Faeces apa?” mana Hany berkedip-ledip linglung seraya menatap Riva
bingung sedikir kemudian Hani pun baru ingat, untungya ada Hartono yang
membawa e’ek dalam ukuran yang sangat besar dan Rivapun langsung menyuruh
Hartono untuk membagi e’eknya bersama Hani. Tak lama kemudian Hani duduk
dibelakang Riva, sambil berguman kesal dan Hani pun curhat kepada Riva bahwa
dia telah muntah sepuluh kali karena e’eknya yang sangat bau, akhirnya Riva pun
hanya bisa tertawa mendengar cerita Hani.
Pada suatu hari, saat itu,ada seorang bapak dan ibu-ibu yang sedang
menggendong anaknya datang menghampiri Riva.
“Kalau mau berobat mata dimana ya dok?”” tanya si bapak tersebut.
“Wah, maaf pak pendaftaran dan polinya sudah tutup” jawab Riva seraya
memperhatikan anak perempuan yang digendong si Ibu.
“Saiapa yang sakit pak?” tanya Riva lagi
“walanya gimana pak??” tanya Riva penasaran
“Anak saya ini, mata kanannya kalau malam bersinar-sinar mirip mata kucing
yang kena lampu gitu dok, seperti ada bayangan putih didalammatanya,” jawab si
bapak lagi tak urung, Rivapunmengambil senter kecil dari dalam kantong jas ko-
assnya, “saya senter ya, Bu?” tanya Riva meminta permisi pada istrinya dan
istrinyapun mengangguk seraya tersenyum mengiakan. Memang setelah disenter,
samar-samar Riva melihat bayangan putih dibelakang pupil mata kanannya dan
Rivapun teringat pada kasus katarak gejalanya mirip sekali dengan anak tersebut.
“sepertinya ini katarak, pak, bu”, kata Riva seketika.
“bahaya nggak?” kata si Ibu.
“Bahaya sih enggak”, jawab Riva dengan penuh keyakinan, lalu Riva pun
menasehati bapak dan ibu tersebut untuk datang kembali besok.
Dua hari berselang, seluruh ko-ass bagian mata berkumpul di ruangan
diskusi karena ada seorang PDDS yang ingin menyampaikan kuliah pagi di
dampingi dua konsulen senior dan topik pada pagi itu adalah tumor mata.
“Retinobtastoma adalah tumor ganas primer pada mata yang sering
ditemukan pada bayi dan anak-anak” jelas PDDS memulai kuliah tersebut. Gejala
putih pada mata adalah gejala pentingpada Retinobplastoma” sambung si PDDS.

8
Begitu mendengar ucapan si PDDS Riva langsung tersentak, kemudian si PDDS
pun kembali melanjutkan kuliahnya “bila ditemukan dan diobati pada stadium
dini maka harapan hidup pada pasien tersebut sangat tinggi yakni sekitar 80-90
persen. Oleh karena itu diteksi dini sangatlah tergantung, bila ditemukan pasien
dengan gejala tersebut sebaiknya haruslah segera diagnosis dengan pemeriksaan
penunjang lainnya dan segera di lakukan pengobatan.
Untungnya tiga hari kemudian, setelah kuliah pagi itu, anak tersebut
datang kembali bersama bapak dan ibunya. Rivapun segera mengikuti
pemeriksaan dengan jantung berdebar-debar, ternyata memang ada tumor di mata
anak tersebut. Akhirnya Rivapun merasa menyesal dan bersalah karena dia telah
buru-buru bilang bahwa penyakit anak tersebut tidak berbahaya sebelum
mempunyai hasil pemeriksaan yang tepat.

B. Ulasan Singkat
Ferdiriva Hamzah adalah seorang dokter spesialis mata Lulusan Fakultas
Kedokteran Universitas Idonesia. Melalui novel yang tidak biasa, peulis Riva
Hamzah atau sering diebut Riva, ingin menceritakan pengalaman-pengalaman
untiknya pada saat ko-ass difakultas kedokteran.
Riva ingin mnceritakan bahwa di fakultas tersebut bayak sekali keunikan
diantaranya dokter yang suka dengan pria yang mempunyai bulu dada, dan
seorang dokter antik yang jadul abis. Novel Cao-Cado Kuadrat Dokter Muda
Serba Salah banyak sekali keunikan yaitu cara penggunaan bahasanya yang
banyak sekali mengandung humor yang bis amembuat tertawa.
Dari kesimpulan yang didapatkan setelah membaca buku ini bahwa, buku
ini layak untuk dibaca, karena ceritanya lucu, tengil dan bisa membuat anti stress.

C. Kelemahan Buku
1. Gambar yang terdapat pada novel Cado-Cado Kuadrat yaitukurang baik utuk
dilihat, karena akan menimbulkan efek negatif bagi yang melihat gambar
tersebut tanpa membacanya.\
2. Kertas buku yang digunakan kurang bagus dan warna kertasnya pudar

9
3. Kofer depan buku kurang menarik.

D. Keunggulan Buku
Keunggulan yangterdapat dalam novel ini yaotu ketika ko-ass membantu
persalinan seorang ibu yang sedang melahirkan, karena dalam peristiwa itu
tardapat hal-hal yang lucu serta membuat pembaca tertawa terbahak-bahak.

E. Tinjauan Bahasa
Bahasa yang digunakan dalam Cado-Cado Kuadrat sulit dipahami dan
tulisannya sulit untuk dibaca.

F. Kerangka Buku
1. Ko-ass dan kelamin : Dokter Jadul
2. Ko-ass Ilmu Penyakit dalam Guna-Guna Dokter Muda
3. Ko-ass Paru : Dok, Para Kirim Salam
4. Ko-ass Ilmu Bedah : (Amit-Amit Jadi) Dokter Cabul
5. Ko-ass Obgyn : I Know What You did Last Portus
6. Ko-ass Neirologi : Harapan Palsu
7. Ko-ass Ilmu Kesehatan Anak : gagal Sok Cool
8. Ko-ass Ilmu Penyakit Dalam : Miskomunikasiong
9. Flashback : Praktikum Parasitologi : There’s Something Wrong About Wrong
Wrong
10. Ko-ass Ilmu Kesehatan Mata : Asal Nyablok

10
BAB III
PENUTUP

Demikianlah resensi Cado-Cado Kuadrat ini penulis buat, semoag resensi


ini dapat berguna bagi yang membacanya, oleh sebab itu kritik dan saran yang
sifatnya membangun sangat penulis harapkan untuk kesempurnaanresnsi ini
kearah yang lebih baik.

11
RESENSI BUKU
CADO-CADO KUADRAT
DOKTER MUDA SERBA SALAH

OLEH

YENI ERVIANTI
ASNAWATI
SABARIA

KELAS : XII IPS2

DINAS PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN


SMA NEGERI 2 LANGSA
TAHUN AJARAN
2010-2011

12